Anda di halaman 1dari 1

TAZIZ WA TADZLIL

Bismillahirrahmanirrahim. Rasa syukur dan ketundukan kepada Allah SWT, cinta


dan kepatuhan kepada Rasulullah SAW. Berkat getaran, aliran dan pantul-
memantul iman, cinta dan pembiasaan shalawat Jannatul Maiyah di dalam
Segitica Cinta yang dijalaninya: Allah melimpahkan al-Jannah di dalam Maiyah,
serta melindungi kita semua dari Tahlukah yang semakin memuncak di luar
Maiyah.

Bagaikan Perang Khandaq Nilai Islam melawan kekufuran, kesyirikan,


kemunafikan dan kedhaliman, perlindungan Allah kepada para Jannatul Maiyah
di wilayah dalam lingkaran Khandaq Maiyah -- telah diperkenankan kemenangan
nilai, kemenangan kejernihan dan kejujuran, kemenangan ilmu dan hidayah,
kemenangan hikmah dan berkah, kemenangan atas nafsu dan dunia, serta
kemenangan dalam kenikmatan dicintai oleh-Nya dan mencintai-Nya.

Doa Tahlukah tetap menjadi tikar wirid utama dan permanen, sejauh daya dan
kemampuan setiap individu atau lingkaran Jannatul Maiyah. Kemampuan atas
keseluruhannya atau keterjangkauan atas bagian-bagiannya, dengan niat dan
pengharapan yang utuh-rohani kepada Allah SWT.

Selama 2017 dengan tetap mewiridkan keseluruhan atau bagian-bagiannya


tanpa ketentuan dan batas waktu, yakni menjadikannya bagian dari kesadaran
dan doa sehari-hari: setiap kali berkumpul, Jannatul Maiyah mewiridkan Taziz
dan Tadzlil, dengan memilih seluruhnya atau bagiannya masing-masing
sebagaimana dalam panduan, kemudian memuncakinya dengan Wirid Wabal.

Semua Jannatul Maiyah yang berkumpul:


1. Mengawali dengan AlFatihah, 3x Shalawat, 3x Kalimah Thayyibah,
menyebut Allah 99x dan Muhammad 63x.

2. Mewiridkan pilihannya masing-masing dari Taziz dan Tadzlil,


tanpa terikat nada atau irama bersama, tetapi di ruang dan waktu
yang sama. Ukurannya bukan jumlah, melainkan kekhusyukan,
keikhlasan dan mendalamnya pengharapan.

3. Disepakati batas waktu, umpamanya setengah atau satu jam,


kemudian akhirnya bersama-sama mewiridkan Wabal.

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari
agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir,
yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka
mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya,
dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (Al-Maidah 54).

Wassalam, Mbah Nun.


Jumat 20 Januari 2017.