Anda di halaman 1dari 17

REFLEKSI KASUS

PARTUS MACET

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kepanitraan Klinik


Stase Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Tugurejo Semarang

Pembimbing :
dr. Jenny Jusuf, Sp OG

Di susun Oleh :
ULIL HUDA
H2A009047

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2014

1
BAB I
KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. S
Umur : 40 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Terakhir : SMEA
Alamat : Tambak Mulyo V RT 8/III Semarang
Tanggal masuk : Kamis, 16 Januari 2014 (pukul 01.00)
No. CM : 439660
Biaya pengobatan : Jamsostek

Nama Suami : Tn. S


Umur : 45 th
Alamat : Tambak Mulyo V RT 8/III Semarang
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pekerjaan : Sopir Taksi
Pendidikan Terakhir : SD

II. ANAMNESIS
Anamnesa dilakukan secara autoanamnesis pada hari kamis, tanggal 16
Januari 2014 jam 00.55 WIB
Keluhan utama :
Lama dalam melahirkan

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang dengan keluhan rujukan dari bidan dengan tidak ada
kemajuan dalam persalinan. Pasien datang ke bidan tanggal 15 Januari
2014 pukul 22.00 WIB. Oleh bidan di VT lengkap. Sampai pukul 23.00
WIB pasien tidak ada kemajuan persalinan. Kemudian datang ke UGD
pukul 23.30 VT lengkap, namun tidak mengalami kemajuan dalam

2
penurunan kepala. Ibu merasa sudah kehabisan tenaga. Kemudian jam
00.50 dibawa ke ruang bougenville VT lengkap. Keluhan kenceng-
kenceng sejak pukul 19.30 WIB, keluar lendir darah (+), keluar air dari
jalan lahir disangkal, gerak janin masih dirasakan ibu. Sejam di ruangan
masih tidak ada kemajuan dalam persalinan . Jam 02.10 kirim IBS untuk
operasi sesar.
Riwayat haid :
Menarche pada waktu usia 14 tahun, teratur tiap bulan.
Lama haid : 7 hari
HPHT : 20 April 2013
HPL : 27 Januari 2014
Riwayat nikah :
Pasien menikah 1 kali dengan usia pernikahan selama 14 tahun,
Riwayat obstetri : G3P2A0
1. Laki-laki, 3800 gram, spontan, dibidan, cukup bulan, sehat, sekarang
usia 13 tahun
2. Laki-laki, 3700 gram, spontan, dibidan, cukup bulan, sehat, sekarang
usia 5 tahun
3. Hamil ini
Riwayat ANC : puskesmas dan dibidan, > 4 kali, imunisasi TT selama
hamil ini 2 kali.
Riwayat KB : pasien mengaku menggunakan KB suntik 3 bulan, selama
6 tahun setelah melahirkan anak pertama kemudian lepas dan
menggunakan KB suntik 3 bulan selama 4 tahun setelah melahirkan anak
kedua kemudian lepas dan meneruskan KB dengan pil selama 2 bulan.
Riwayat penyakit dahulu :
- Riwayat penyakit asma : disangkal
- Riwayat penyakit hipertensi : disangkal
- Riwayat penyakit diabetes mellitus : disangkal
- Riwayat penyakit jantung : disangkal
- Riwayat alergi : disangkal
- Riwayat operasi diabdomen : disangkal
- Riwayat penggunaan obat-obatan dan jamu : disangkal
- Riwayat memelihara hewan peliharaan : disangkal

3
Riwayat Penyakit Keluarga
- Riwayat penyakit jantung : disangkal
- Riwayat diabetes mellitus : disangkal
- Riwayat hipertensi : disangkal
- Riwayat Asma : disangkal
- Riwayat Alergi : disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi
- Ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, tinggal bersama suami. Biaya
pengobatan ditanggung Jamsostek
- Kesan ekonomi : kurang

Riwayat Pribadi
-
Merokok : disangkal
-
Minum Alkohol : disangkal

III. PEMERIKSAAN FISIK


Keadaan umum : Baik, composmentis
Vital sign :
-
TD : 160/90 mmHg
-
Nadi : 86 x / menit, irama reguler, isi dan tegangan cukup
-
RR : 22 x / menit
-
Suhu : 36,8 0C
-
BB : 65 kg
-
TB : 155 cm
-
BMI : 27,05 kg/m2
-
Kesan : status gizi over weight
Status internus :
- Kepala : bentuk mesocephal
- Mata : konjunctiva palpebra anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),
reflex cahaya (+/+), pupil bulat isokor (2,5 mm / 2,5 mm).
- Telinga : normotia, discharge (-/-), massa (-/-)

4
- Hidung : simetris, napas cuping hidung (-), sekret (-/-), darah (-/-),
septum di tengah, concha hiperemis (-/-).
- Mulut : sianosis (-), bibir pucat (-), lidah kotor (-), karies gigi (-),
faring hiperemis (-), tonsil (T1/T1).
- Leher : pembesaran kelenjar thyroid (-), kelenjar getah bening
membesar (-)
- Thoraks :
Cor :
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : ictus cordis teraba di ICS V linea midclavicularis
sinistra, nyeri tekan (-)
Perkusi : konfigurasi jantung dalam batas normal
Auskultasi : normal, tidak ada suara tambahan

Pulmo :
Inspeksi : simetris, statis, dinamis, retraksi (-/-)
Palpasi : stem fremitus kanan = kiri
Perkusi : sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : suara dasar vesikuler +/+, suara tambahan -/-

- Abdomen : sesuai status obstetrikus


- Ekstremitas :
Superior Inferior
Edema -/- +/+
Akral dingin -/- -/-
Refleks fisiologis +N/+N +N/+N
Refleks patologis -/- -/-

Status obstetrikus :
- Pemeriksaan luar :
Inspeksi :
Perut membuncit, membujur dan striae gravidarum (+)
Genitalia Eksterna : Lendir darah (+), keluar air dari jalan lahir (-),
oedem labia mayora (+).
Palpasi (Leopold) :
I. Teraba bulat, besar, ballotement (-). Kesan bokong.

5
TFU 37 cm
II. Teraba tahanan besar memanjang sebelah kanan (kesan punggung),
teraba tahanan kecil-kecil sebelah kiri (kesan ekstremitas).
DJJ 13-14-14
III. Teraba bagian janin bulat, keras, tidak bisa digoyang (kesan kepala)
IV. Kesan divergen, bagian bawah sudah masuk pintu atas panggul.
His (+) 2 x 40 detik dalam 10 menit
Auskultasi :
Denyut jantung janin terdengar paling keras di sebelah kanan bawah
umbilikus dengan frekuensi 13-14-14.

- Pemeriksaan Dalam
VT : lengkap , eff 95 %, KK (-)
Bagian bawah janin: presentasi kepala turun di Hodge II
Ubun-ubun sulit dinilai
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium Hematologi

Darah Rutin (WB EDTA) Nilai Nilai normal

Hb 10.30 g/dL 11.7-15.5g/dL

Ht 33.40 % 35-47 %

Leukosit 27,52 x 103/uL 3.6-11 x 103/uL

Pemeriksaan usulan : urin (proteinuri +2)

V. DIAGNOSIS
G3P2A0, 40 tahun, hamil 38 minggu 4 hari
Janin 1 hidup intra uterine
Presentasi kepala U puka
Partus Macet
Preeklamsia Berat

6
Curiga bayi besar
Oedem Labia mayor

VI. INITIAL PLAN


- Informed Concent kepada pasien dan keluarga tentang keadaan ibu serta
janin dan rencana tindakan
- Infus RL 20 tpm
- Metyl Dopa 3x1 tab
- Rencana partus perabdominal

VII.LAPORAN PERSALINAN

Tgl Vital sign His DJJ Keterangan


Kamis T : 160/90 +, 2 x 13-14- TFU : 37 cm
L I-IV : Janin I intra uterine
16-01- mmHg 40 14
P : 86 x/menit Presentasi kepala U puka
2014 detik
R : 22 x/ menit
VT : : lengkap , eff 95 %,
01.00 S : 36,8o C dalam
KK (-)
10
Bagian bawah janin : presentasi
menit
kepala turun di Hodge II, Portio
Ubun-ubun sulit dinilai
Diagnosis:
G3P2A0, 40 tahun, hamil 38
minggu 4 hari
Janin 1 hidup intra uterine
Presentasi kepala U puka
Partus Macet
Preeklamsia Berat
Curiga bayi besar
Oedem Labia mayor

7
Sikap :
- Infus RL 500 IV (20 tpm)
- Pasang DC
- Cek darah lengkap dan urin
lengkap
- Pimpin mengejan
- Pengawasan 9
- Persiapan akhiri kehamilan
bila tidak ada kemajuan dalam
persalinan

Kamis T : 160/90 +, 2 x 13-14- TFU : 37 cm


L I-IV : Janin I intra uterine
16-01- mmHg 40 13
P : 86 x/menit Presentasi kepala U puka
2014 detik
R : 21 x/ menit
VT : : lengkap , eff 95 %,
02.00 S : 36,7o C dalam
KK (-)
10
Bagian bawah janin : presentasi
menit
kepala turun di Hodge II, Portio
Ubun-ubun sulit dinilai
Diagnosis:
G3P2A0, 40 tahun, hamil 38
minggu 4 hari
Janin 1 hidup intra uterine
Presentasi kepala U puka
Partus Macet
Preeklamsia Berat
Curiga bayi besar
Oedem Labia mayor
Sikap :
- Infus RL 500 IV (20 tpm)
- Pasang DC
- Cek darah lengkap dan urin
lengkap
- Pimpin mengejan

8
- Pengawasan 9
- Persiapan akhiri kehamilan
dengan SC karena tidak ada
kemajuan dalam persalinan
dan tenaga ibu habis.

Kamis T: Lahir bayi laki-laki, berat janin


16-01- 140/80mmHg 4000 gram, panjang badan 50
P : 82 x/menit
2014 cm, AS 7-8-9 dengan sectio
R : 20 x/ menit
03.15 S : 36,5o C secare.
Injeksi Oksitosin 10 IU IV
Plasenta : kotiledon lengkap,
infark (-), hematom (-)

VIII. LAPORAN OPERASI


Nama Operator : dr. D
Diagnosis Pre Operatif : G3P2A0 40 tahun hamil 38 minggu 4 hari, Janin 1 hidup
intra uterine Presentasi kepala U puka , Partus Macet, Curiga bayi besar ,
Preeklamsia Berat, Oedem Labia mayor
Diagnosis Post Operatif : P3A0, 40 tahun, Partus Macet, Curiga bayi besar ,
Preeklamsia Berat, Oedem Labia mayor
Langkah-langkah Operasi :
1. Pasien tidur terlentang dimeja operasi dengan Spinal Anasthesi
2. Asepsis antisepsis daerah tindakan dan sekitarnya
3. Pasang duk steril
4. Insisi kulit abdomen secara horizontal kurang lebih 10 cm
5. Perdalam irisan lapis demi lapis sampai dengan cavum abdomen terbuka
6. Identifikasi SBR, inersi semilunar perlebar secara tumpul dengan
melahirkan kepala, lahir bayi perempuan, BB 3200 gram AS : 7 8 9
7. Plasenta dilahirkan kotileton lengkap, infark (-), hematom (-) jahit SBR
secara whole layer
8. Eksplorasi :
- Kontraksi uterus kuat
- Kedua adnexa dbn
- Perdarahan (-)

9
9. Jahit tutup cavum abdomen lapis demi lapis tutup luka jahitan dengan
kasa. Tindakan selesai.
IX. Follow Up
Kamis (16 Januari 2014 pukul 05.30) :
Keluhan utama : nyeri post operasi (+), lemes (+)
Keadaan umum : Baik, compos mentis
Tanda Vital:
TD : 150/90 mmH RR : 20 x / menit
N : 85 x / menit T : 36,6 oC
Mata : Conjungtiva palpebra anemis -/-
Thorax : Cor / pulmo tidak ditemukan kelainan
Abdomen : TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi kuat.
Ekstremitas : Edema -/-
PPV : (+) lokhea BAB : (-)
ASI : (-) BAK : (+)
Diagnosis :
P3A0, 40 tahun
Post partus section secare atas indikasi partus macet, Curiga bayi besar , PEB
Terapi :
- Infus up
- Cefadroxil 3x1
- Asam Mefenamat 3x1
- Vit BC/C 1x1
- Edukasi ASI eksklusif
- Pengawasan KU, TV, PPV, ASI, BAK, BAB

Jumat (17 Januari 2014 pukul 05.20) :


Keluhan utama : nyeri post operasi (+),
Keadaan umum : Baik, compos mentis
Tanda Vital:
TD : 130/80 mmH RR : 19 x / menit
N : 84 x / menit T : 36,7 oC
Mata : Conjungtiva palpebra anemis -/-
Thorax : Cor / pulmo tidak ditemukan kelainan
Abdomen : TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi kuat.
Ekstremitas : Edema -/-
PPV : (+) lokhea BAB : (-)
ASI : (+) BAK : (+)
Diagnosis :
P3A0, 40 tahun
Post partus section secare atas indikasi partus macet, Curiga bayi besar , PEB
Terapi :
- Infus up
- Cefadroxil 3x1

10
- Asam Mefenamat 3x1
- Vit BC/C 1x1
- Edukasi ASI eksklusif
- Pengawasan KU, TV, PPV, ASI, BAK, BAB

Sabtu (18 Januari 2014 pukul 05.40) :


Keluhan utama : nyeri post operasi (+),
Keadaan umum : Baik, compos mentis
Tanda Vital:
TD : 120/70 mmH RR : 19 x / menit
N : 84 x / menit T : 36,7 oC
Mata : Conjungtiva palpebra anemis -/-
Thorax : Cor / pulmo tidak ditemukan kelainan
Abdomen : TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi kuat.
Ekstremitas : Edema -/-
PPV : (+) BAB : (-)
ASI : (+) BAK : (+)
Diagnosis :
P3A0, 40 tahun
Post partus section secare atas indikasi partus macet, Curiga bayi besar , PEB
Terapi :
- Infus up
- Cefadroxil 3x1
- Asam Mefenamat 3x1
- Vit BC/C 1x1
- Edukasi ASI eksklusif
- Pengawasan KU, TV, PPV, ASI, BAK, BAB

Minggu (19 Januari 2014 pukul 05.20) :


Keluhan utama : nyeri post operasi (-),
Keadaan umum : Baik, compos mentis
Tanda Vital:
TD : 120/70 mmH RR : 19 x / menit
N : 84 x / menit T : 36,7 oC
Mata : Conjungtiva palpebra anemis -/-
Thorax : Cor / pulmo tidak ditemukan kelainan
Abdomen : TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi kuat.
Ekstremitas : Edema -/-
PPV : (+) BAB : (-)
ASI : (+) BAK : (+)
Diagnosis :
P3A0, 40 tahun
Post partus section secare atas indikasi partus macet, Curiga bayi besar , PEB
Terapi :
- Cefadroxil 3x1

11
- Asam Mefenamat 3x1
- Vit BC/C 1x1
- Edukasi ASI eksklusif
Pengawasan KU, TV, PPV, ASI, BAK, BAB

BAB III
PEMBAHASAN

Pada kasus ini Ny.S usia 40 tahun datang dari rujukan bidan Pasien
datang dengan keluhan rujukan dari bidan dengan tidak ada kemajuan
dalam persalinan. Pasien datang ke bidan tanggal 15 Januari 2014 pukul
22.00 WIB. Oleh bidan di VT lengkap. Sampai pukul 23.00 WIB pasien
tidak ada kemajuan persalinan. Kemudian datang ke UGD pukul 23.30
VT lengkap, namun tidak mengalami kemajuan dalam penurunan
kepala. Kemudian jam 00.50 dibawa ke ruang bougenville VT
lengkap. Keluhan kenceng-kenceng sejak pukul 19.30 WIB, keluar lendir
darah (+), keluar air dari jalan lahir disangkal, gerak janin masih dirasakan
ibu. Riwayat Haid Pertama Haid Terakhir 20 April 2012 dengan Tafsiran
persalinan 27 Januari 2014. Riwayat Pernikahan : 1x, selama 14 tahun.
Riwayat Obstetri : G3P2A0, (1) laki-laki, 3800 gr, bidan, spontan, umur
sekarang 13 tahun (2) laki-laki, 3700 gr, bidan, spontan, umur sekarang 5
tahun. Riwayat ANC puskesmas dan di bidan > 4x, imunisasi TT 2x.
Pasien terakhir menggunakan KB suntik 3 bulan selama 4 tahun setelah
melahirkan anak kedua kemudian lepas dan meneruskan KB dengan pil
selama 2 bulan saja.
Pada pemeriksaan fisik keadaan pasien baik, kesadaran
composmentis, tekanan darah 160/90 mmHg, nadi : 86x/menit, frekuensi
napas : 22x/menit, suhu : 36,8 C status gizi : gemuk dengan BMI 27,05
Kg, dan abdomen (membuncit, membujur, striae gravidarum (+), edema
(+) pada kedua kaki. Pada status obstetri didapatkan Tinggi Fundus
Uterus : 37 cm, Leopold I-IV : Janin 1 hidup intrauterin presentasi kepala
U puka, His ada 2 x 40 detik dalam 10 menit, DJJ : 13-14-14, VT

12
lengkap. eff 95%, KK (-), bagian bawah janin: presentasi kepala turun di
Hodge II, Ubun-ubun sulit dinilai. Namun, tidak ada kemajua dalam hal
penurunan kepala.
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada kasus ini diagnosis
bandingnya meliputi Partus macet, Partus Tak Maju, Pre-eklampsia berat.
Partus macet adalah suatu keadaan dari suatu persalinan yang mengalami
kemacetan dan berlangsung lama sehingga timbul komplikasi ibu maupun janin
(anak). Partus macet adalah persalinan dengan tidak ada penurunan kepala > 1
jam untuk nulipara dan multipara. (Sarwono, 2008)
Penyebab persalinan macet diantaranya adalah:
1. Kelainan letak janin
2. Kelainan jalan lahir
Jalan lahir dibagi atas bagian tulang yang terdiri atas tulang-tulang
panggul dengan sendi-sendinya dan bagian lunak terdiri atas otot-otot,
jaringan-jaringan dan ligamen-ligamen. Dengan demikian distosia akibat
jalan lahir dapat dibagi atas:
a. Distosia karena kelainan panggul
Kelainan panggul dapat disebabkan oleh; gangguan pertumbuhan,
penyakit tulang dan sendi (rachitis, neoplasma, fraktur, dll), penyakit
kolumna vertebralis (kyphosis, scoliosis,dll), kelainan ekstremitas
inferior (coxitis, fraktur, dll). Kelainan panggul dapat menyebabkan
kesempitan panggul. Kesempitan panggul dapat dibagi menjadi tiga
bagian yaitu;
1) Kesempitan pintu atas panggul, pintu atas panggul dikatakan
sempit jika ukuran konjugata vera kurang dari 10 cm atau
diameter transversa kurang dari 12 cm.
Kesempitan pintu atas panggul dapat menyebabkan
persalinan yang lama atau persalinan macet karena adanya
gangguan pembukaan yang diakibatkan oleh ketuban pecah
sebelum waktunya yang disebabkan bagian terbawah kurang
menutupi pintu atas panggul sehingga ketuban sangat menonjol

13
dalam vagina dan setelah ketuban pecah kepala tetap tidak dapat
menekan cerviks karena tertahan pada pintu atas panggul.
2) Kesempitan panggul tengah, bila jumlah diameter interspinarum
ditambah diameter sagitalis posterior 13,5 cm (normalnya 10,5
+5 cm =15,5 cm ).
Pada panggul tengah yang sempit, lebih sering ditemukan
posisi oksipitalis posterior persisten atau presentasi kepala
dalam posisi lintang tetap (transverse arrest)
3) Kesempitan pintu bawah panggul, diartikan jika distansia
intertuberum 8 cm dan diameter transversa + diameter sagitalis
posterior < 15 cm (N =11 cm+7,5 cm = 18,5 cm), hal ini dapat
menyebabkan kemacetan pada kelahiran janin ukuran biasa.
Sedangkan kesempitan panggul umum, mencakup adanya
riwayat fraktur tulang panggul, poliomielitis, kifoskoliosis,
wanita yang bertubuh kecil, dan dismorfik, pelvik kifosis

b. Distosia karena kelainan jalan lahir lunak


Persalinan kadang-kadang terganggu oleh karena kelainan
jalan lahir lunak (kelainan tractus genitalis). Kelainan tersebut
terdapat di vulva, vagina, cerviks uteri, dan uterus:
- Abnormalitas vulva ( atresia vulva, inflamasi vulva, tumor
dekat vulva)
- Abnormalitas vagina (atresia vagina, seeptum longitudinalis
vagina, striktur anuler)
- Abnormalitas serviks (atresia dan stenosis serviks, ca
serviks)
- Kelainan letak uterus (antefleksi, retrofleksi, mioma uteri,
mioma serviks)
- Tumor ovarium

3. Kelainan Keluaran His

14
His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya menyebabkan
hambatan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan, jika
tidak dapat diatasi dapat megakibatkan kemacetan persalinan. His yang
normal dimulai dari salah satu sudut di fundus uteri yang kemudian
menjalar merata simetris ke seluruh korpus uteri dengan adanya dominasi
kekutan pada fundus uteri, kemudian mengadakan relaksasi secara merata
dan menyeluruh. Baik atau tidaknya his dinilai dengan kemajuan
persalinan, sifat dari his itu sendiri (frekuensinya, lamanya, kuatnya dan
relaksasinya) serta besarnya caput succedaneum.
Adapun jenis-jenis kelainan his sebagai berikut:
a. Inersia uteri
His bersifat biasa, yaitu fundus berkontraksi lebih kuat dan
lebih dahulu daripada bagian lain. Kelainannya terletak dalam hal
bahwa kontaksi berlangsung terlalu lama dapat meningkatkan
morbiditas ibu dan mortalitas janin. Keadaan ini dinamakan
dengan inersia uteri primer. Jika setelah belangsungnya his yang
kuat untuk waktu yang lama dinamakan inersia uteri sekunder.
Karena dewasa ini persalinan tidak dibiarkan berlangsung lama
(hingga menimbulkan kelelahan otot uterus) maka inersia uterus
sekunder jarang ditemukan.
b. His yang terlalu kuat
His yang terlalu kuat dan terlalu efisien menyebabkan
persalinan selesai dalam waktu yang sangat singkat. Partus yang
sudah selesai kurang dari tiga jam disebut partus presipitatus. Sifat
his normal, tonus otot diluar his juga normal, kelainannya hanya
terletak pada kekuatan his. Bahaya dari partus presipitatus bagi ibu
adalah perlukaan pada jalan lahir, khususnya serviks uteri, vagina
dan perineum. Sedangkan bagi bayi bisa mengalami perdarahan
dalam tengkorak karena bagian tersebut menglami tekanan kuat
dalam waktu yang singkat.
c. Kekuatan uterus yang tidak terkoordinasi

15
Disini kontraksi terus tidak ada koordinasi antara kontraksi
bagian atas, tengah dan bawah, tidak adanya dominasi fundal, tidak
adanya sinkronisasi antara kontraksi daripada bagian-bagiannya.
Dengan kekuatan seperti ini, maka tonus otot terus meningkat
sehingga mengakibatkan rasa nyeri yang terus menerus dan
hipoksia janin. Macamnya adalah hipertonik lower segment,
colicky uterus, lingkaran kontriksi dan distosia servikalis

4. Kelainan Mengejan
Pada umumnya persalinan kala II kemajuannya sangat dibantu oleh hejan
perut, yang biasanya dikerjakan bersama-sama pada waktu his. Kelainan
mengejan disebabkan oleh:
a. Otot dinding perut lemah
b. Distasis recti, abdomen pendulans dan jarak antara kedua m. recti
lebar
c. Refleks mengejan hilang oleh karena pemberian narkose atau
anestesi
d. Kelelahan (otot dinding perut menjadi lemah)
5. Pimpinan Persalinan Yang Salah
Pimpinan persalinan yang salah dari penolong juga bisa menjadi salah
satu penyebab terjadinya partus macet.
6. Primi tua primer atau sekunder.

16
DAFTAR PUSTAKA

1. Prawirohardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina


Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

17