Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

PROFESIONALISME ISLAM

OLEH :
NAMA : Henny Jayanti
NIM : 1708020064
KELAS : XXVI B
PENGAMPU : Anjar Mahadian Kusuma

PROGRAM PROFESI APOTEKER XXVI


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
PURWOKERTO
2017
KOSMETIK ISLAMI
Setiap muslim diperintahkan untuk menggunakan (mengkonsumsi) produk yang halalan
thoyibban (halal lagi baik). Baik disini dipandang memberikan manfaat dan tidak berbahaya. Produk
tersebut tidak hanya melulu soal makanan dan minuman. Kosmetik yang mungkin hanya untuk pemakaian
luar pun juga diharuskan untuk menggunakan kosmetik yang halal. Dalam panduan umat Islam, Al Quran
dan Al Hadits, bahan yang disebutkan haram atau belum jelas halal haram nya (subhat) jumlahnya lebih
sedikit bila dibandingkan dengan bahan yang mubah atau halal. Namun yang sangat disayangkan, 79%
kosmetik yang kita gunakan setiap hari tidak jelas kehalalannya. Bisakah anda membayangkan bahwa,
sabun dan pasta gigi yang anda pakai dalam rangka ibadah taharah, justru adalah barang yang najis dan
bedak, krim pelembap dan lipstick yang kita pakai justru menjadikan shalat kita menjadi tidak sah tanpa
kita sadari?
Seperti contohnya kosmetik yang terbuat dari minyak babi atau sesuatu yang najis, orok bayi atau
terkadang terbuat dari alkohol. Sabda Rasulullah SAW,





) (

"Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu, hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa
(Islam)." (HR. Al-Baghawi).

Plasenta manusia. Merupakan jaringan embrionik atau secara awam lebih dikenal dengan ari-ari.
Penggunaan plasenta dalam kosmetik bermanfaat dalam mencegah penuaan dan mempertahankan
tekstur kekenyalan dan kekencangan kulit. Bahan ini terutama berasal dari jaringan manusia sendiri,
karena banyak dan mudah didapatkan. Amniotik liquid. Cairan yang berada di sekitar janin yang
berfungsi untuk melindungi janin dari benturan fisik. Memiliki keuntungan yang sama dengan
plasenta manusia serta penggunaannya terbatas pada penggunaan pelembab, lotion rambut dan
perawatan kulit kepala serta shampo. Kolagen. Dalam produk kosmetika, kolagen memiliki efek
melembabkan karena ia bersifat tidak larut air bahkan menahan air. Bahan ini bisa berasal dari babi
(bovine collagen, zyderm). Cerebroside. Diproduksi secara alami dalam sel epidermal basal,
merupakan lapisan kulit paling dalam. Setelah cerebroside terbentuk, ia akan tersekresi keluar sel
kemudian bertindak sebagai lapisan pelindung. Karena sel baru terbentuk di lapisan di bawah kulit,
kulit yang lebih tua akan bergerak menuju permukaan dan menjadi kering. Bahan cerebroside dapat
bersumber sel otak babi atau jaringan-jaringan sistem syarafnya.

Kesulitan konsumen muslim dan muslimah dalam mengidentifikasi apakah suatu produk
mengandung bahan-bahan yang diharamkan atau tidak karena komposisi (ingredient) yang
dicantumkan produsen kosmetik seutuhnya menggunakan istilah-istilah yang tidak dimengerti oleh
konsumen. Cara aman yang dapat dilakukan adalah dengan hanya membeli produk-produk yang
telah jelas-jelas mencantumkan label Halal dari LPPOM MUI atau dengan merujuk langsung pada
daftar produk halal dari Jurnal Halal LPPOM MUI. Bila Anda tidak ingin bingung mana makeup halal
atau haram, pilih produk dengan label kosmetik yang bebas dari tindak kekerasan terhadap hewan
baik dalam proses uji coba, komposisi bahan, ataupun proses pembuatan seperti ACF dan Leaping
Bunny.
Komentar :

1. Nama : Muh. Al-Asrin


NIM : 1708020025
No. Hp : 081356247388
E-mail : muhammadalasrin@gmail.com
Komentar : menurut kosmetik bagi kaum hawa merupakan kebutuhan primer namun bagi kaum
muslimin kehalalan menjadi prioritas utama. Untuk itu dari pada pusing mencari produk
kecantikan yang berbahan halal, mending tidak usah pakai make-up sekalian Karena pada
dasarnya kecantikan hakiki seorang wanita muslim itu berasal dari hati bukan dari wajah.

2. Nama : Khairiah
NIM : 1708020043
No. Hp : 085390411777
Email : khairiah744@gmail.com
Komentar : Kosmetik itu wajib bagi seorang wanita untuk mempercantik keadaan fisik apabila
dilarang maka akan sulit Karena secara sadar atau tidak wanita itu ingin terlihat cantik. Alangkah
lebih bijak apabila kita memilih kosmetik lebih bertahati-hati seperti yang sudah mencantumkan
label halalnya.

3. Nama : Fita satriani


NIM : 1708020008
No. Hp : 081329275317
Email : fitasatriani17@gmail.com
Komentar : kosmetik yang akan digunakan harus sehat dan tidak membahayakan kulit atau diri
penggunanya. Kosmetik yang dipilih harus benar-benar aman untuk digunakan serta bukan dari
bahan yang dilarang olehsyariat.
DAFTAR PUSTAKA
Dianti, M.R., Pengaruh Faktor Psikologis Dan Subbudaya Agama Terhadap Keputusan Pembelian Produk
Halal Di Kota Padang (Studi Kasus Pada Kosmetik Wardah).

http://www.muslimedianews.com/2015/11/penggunaan-kosmetik-dalam-pandangan.html

Kusumawati, Y. 2014. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kelompok Referensi Dengan Pengambilan
Keputusan Membeli Produk Kosmetika Tanpa Label Halal Pada Mahasiswi Muslim. Jurnal Psikologi
Integratif. Vol. 2, No. 1