Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Birth control atau kontrasepsi merupakan sebuah metode yang digunakan

untuk mencegah terjadinya suatu kehamilan. Istilah ini sudah dikenal sejak zaman

kuno, tapi metode yang efektif dan aman baru dikenal sejak abad ke-20.1

Penggunaan alat kontrasepsi di negara berkembang terbukti menurunkan angka

kematian maternal kurang lebih 40% (sekitar 270.000 kematian telah dicegah

pada tahun 2008). Keuntungan ini didapat dengan turunya angka kehamilan yang

tidak diinginkan yang biasanya menjadikan terjadinya aborsi yang tidak aman

juga menurunkan angka kehamilan dengan risiko tinggi.2

Metode kontrasepsi yang paling efeketif adalah sterilisasi yakni vasektomi

pada pria dan ligasi tuba (tubektomi) pada wanita, diikuti oleh IUD (intrauterine

device) dan kontrasepsi implan lalu diikuti oleh kontrasepsi hormonal termasuk

pil oral, ring vagina dan injeksi.3

Salah satu kontrasepsi hormonal yang paling populer adalah pil oral atau

sering dikenal dengan pil KB. Penggunaan pil oral merupalan penggunaan

kontrasepsi terbanyak yang digunakan oleh wanita di Amerika, sedangkan di

negara berkembang menduduki peringkat ke-3 tertinggi setelah strelisasi dan

IUD.4 Ada dua tipe pil KB yang dikenal yaitu combined oral contraceptive pills

(pil kombinasi) yang mengandung estrogen dan progesteron dan progestin only

1
2

pills (POP) atau sering dikenal dengan istilah minipil yang hanya mengandung

derivat dari progesteron saja yakni progestin.5

Secara umum efektivitas penggunaan pil oral dalam mencegah terjadinya

kehamilan akan efektif jika diminum secara teratur, sehingga tingkat kepatuhan

ibu dalam mengonsumsi pil oral harus sangat diperhatikan. Berikut akan dibahas

mengenai progestin only pills, meliputi cara kerja, efektivitas dan efek samping

serta perbandingan dengan pil kombinasi.