Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK YPK Banjarbaru


Mata Pelajaran : Pekerjaan Dasar Elektromeknik
Komp. Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Kelas/Semester : X / Semester 1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Alokasi Waktu : 8 JP (4 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti

ANALISIS DAN
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
REKOMENDASI
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
KI
1 2 3
3. Memahami, 4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan KI-3 pengetahuan
menerapkan, menggunakan alat, informasi, dan dan KI-4
menganalisis, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan keterampilan;
mengevaluasi tentang serta menyelesaikan masalah kompleks
adalah untuk
pengetahuan faktual, sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
konseptual, operasional Pekerjaan Dasar Elektromekanik. program
lanjut, dan metakognitif Menampilkan kinerja mandiri dengan pendidikan 3
secara multidisiplin mutu dan kuantitas yang terukur sesuai tahun
sesuai dengan bidang dengan standar kompetensi kerja.
dan lingkup kerja Menunjukkan keterampilan menalar,
Pekerjaan Dasar mengolah, dan menyaji secara efektif,
Elektromekanik pada kreatif, produktif, kritis, mandiri, KI-3 dan KI-4
tingkat teknis, spesifik, kolaboratif, komunikatif, dan solutif tersebut sesuai
detil, dan kompleks, dalam ranah abstrak terkait dengan menjadi rujukan
berkenaan dengan ilmu pengembangan dari yang dipelajarinya KD-KD mata
pengetahuan, di sekolah, serta mampu melaksanakan pelajaran
teknologi, seni, budaya, tugas spesifik secara mandiri.
Pekerjaan
dan humaniora dalam Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
konteks pengembangan kesiapan, meniru, membiasakan gerak Dasar
potensi diri sebagai mahir, menjadikan gerak alami, sampai Elektromekanik
bagian dari keluarga, dengan tindakan orisinal dalam ranah pada Kompetensi
sekolah, dunia kerja, konkret terkait dengan pengembangan Keahlian Teknik
warga masyarakat dari yang dipelajarinya di sekolah, serta Instalasi
nasional, regional, dan mampu melaksanakan tugas spesifik Tenaga Listrik
internasional. secara mandiri.
(3 Tahun)
B. Kompetensi Dasar

KOMPETENSI DASAR (PENGETAHUAN) KOMPETENSI DASAR (KETERAMPILAN)


3.1 Menerapkan K3 sesuai manual standar 4.1 Menggunakan K3 sesuai manual
operasional prosedur di bidang standar operasional prosedur di bidang
pekerjaan elektromekanik pekerjaan elektromekanik

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Indikator KD pada KI pengetahuan
a. Menerangkan tentang prinsip-prinsip keamanan, kesehatan, kerja (safety) di tempat kerja.
b. Menerangkan Perilaku dan Sikap Aman.
2. Indikator KD pada KI keterampilan
a. Menjalankan prinsip-prinsip Keamanan dan Kesehatan Kerja (safety) di tempat kerja.
b. Menjalankan berperilaku dan bersikap aman.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan KD pada KI Pengetahuan
a. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat :
i. Mengidentifikasi dan mengetahui potensi yang berbahaya di tempat kerja;
ii. Dapat bekerja dengan aman ditempat kerja tanpa membahayakan dirinya sendiri atau
orang lain.
b. Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat :
i. Mengembangkan kesadaran terhadap keamanan, kesehatan dan kerja.
ii. Memperlakukan keamanan, kesehatan dan kerja (safety) di tempat kerja.
2. Tujuan KD pada KI Keterampilan
a. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat :
i. Menjelaskan potensi yang berbahaya di tempat kerja;
ii. Mendemonstrasikan bagaimana bekerja dengan aman ditempat kerja tanpa
membahayakan dirinya sendiri atau orang lain dengan percaya diri.
b. Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik akan dapat :
i. Menjelaskan pentingnya kesadaran terhadap keamanan dan kesehatan di tempat
kerja.
ii. Sadar dan percaya diri memberlakukan keamanan, kesehatan dan kerja (safety) di
tempat kerja.
E. Materi Pembelajaran

KEAMANAN KESEHATAN KERJA


(SAFETY)

Pada bab ini siswa akan belajar tentang prinsip-prinsip keamanan, kesehatan, kerja (safety) di
tempat kerja. Siswa akan belajar juga bagaimana mengidentifikasi dan mengetahui potensi yang
berbahaya di tempat kerja meliputi :
Perilaku dan sikap kerja yang aman.
Tindakan pemeliharaan tempat kerja.
Lingkungan kerja yang aman
Perlindungan personal
Menggunakan peralatan tangan dan listrik dengan aman.
Pemadam kebakaran.
Dengan demikian siswa dapat bekerja dengan aman ditempat kerja tanpa membahayakan
dirinya sendiri atau orang lain.

Untuk mencapai pembelajaran ini siswa harus dapat :


Mendemontrasikan latihan bekerja dengan aman.
Mengidentifikasi dan mengetahui potensi yang berbahaya.

1. Perilaku dan sikap aman.

Pada era globalisasi, perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki
tingkat keahlian tertentu juga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, dan berakhlak mulia yang dapat dicapai melalui pendidikan.
Pendidikan berperan serta membina keselamatan dan kesehatan kerja setiap individu sehingga
dapat membentuk pribadi yang baik.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja,
perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja.
Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan.

K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero


accident). Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan
harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang
berlimpah pada masa yang akan datang.

Pada awal revolusi industri, K3 belum menjadi bagian integral dalam perusahaan. Pada era in
kecelakaan kerja hanya dianggap sebagai kecelakaan atau resiko kerja (personal risk), bukan
tanggung jawab perusahaan. Pandangan ini diperkuat dengan konsep common law defence
(CLD) yang terdiri atas contributing negligence (kontribusi kelalaian), fellow servant rule
(ketentuan kepegawaian), dan risk assumption (asumsi resiko) (Tono, Muhammad: 2002).

Kemudian konsep ini berkembang menjadi employers liability yaitu K3 menjadi tanggung jawab
pengusaha, buruh/pekerja, dan masyarakat umum yang berada di luar lingkungan kerja. Dalam
konteks bangsa Indonesia, kesadaran K3 sebenarnya sudah ada sejak pemerintahan kolonial
Belanda. Misalnya, pada 1908 parlemen Belanda mendesak Pemerintah Belanda memberlakukan
K3 di Hindia Belanda yang ditandai dengan penerbitan Veiligheids Reglement, Staatsblad No.
406 Tahun 1910. Selanjutnya, pemerintah kolonial Belanda menerbitkan beberapa produk
hukum yang memberikan perlindungan bagi keselamatan Kerja dan kesehatan kerja yang diatur
secara terpisah berdasarkan masing-masing sektor ekonomi.

Kepedulian Tinggi Pada awal zaman kemerdekaan, aspek K3 belum menjadi isu strategis dan
menjadi bagian dari masalah kemanusiaan dan keadilan. Hal ini dapat dipahami karena
Pemerintahan Indonesia masih dalam masa transisi penataan kehidupan politik dan keamanan
nasional.

Sementara itu, pergerakan roda ekonomi nasional baru mulai dirintis oleh pemerintah dan
swasta nasional K3 baru menjadi perhatian utama pada tahun 70-an searah dengan semakin
ramainya investasi modal dan pengadopsian teknologi industri nasional (manufaktur).
Perkembangan tersebut mendorong pemerintah melakukan regulasi dalam bidang
ketenagakerjaan, termasuk pengaturan masalah K3.

Hal ini tertuang dalam UU No. 1 Tahun 1070 tentang Keselamatan Kerja, sedangkan peraturan
perundang-undangan ketenagakerjaan sebelumnya seperti UU Nomor 12 Tahun 1948 tentang
Kerja, UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja tidak
menyatakan secara eksplisit konsep K3 yang dikelompokkan sebagai norma kerja.Setiap tempat
kerja atau perusahaan harus melaksanakan program K3.

Mengapa keamanan, kesehatan, kerja (safety) ditempat kerja sangat penting? Bahwa di suatu
tempat kerja setiap tahun lebih dari 50 orang meninggal, lebih dari 35,000 orang cedera dan
lebih dari 5,000 orang sakit yang diakibatkan oleh tempat kerja yang tidak aman.

Biaya yang harus ditanggung untuk semua ini adalah menakjubkan $ 2.5 Milyar. Tetapi kita
dapat mencegahnya dengan :
Mengembangkan kesadaran terhadap keamanan, kesehatan, kerja.
Memperlakukan keamanan, kesehatan, kerja (safety) di tempat kerja.

Gambar 1-1. Kecelakaan dapat dicegah.

1.1 Mengembangkan kesadaran keamanan, kesehatan, kerja (safety).

Keamanan, kesehatan, kerja (safety) adalah bagian yang mutlak untuk melatih anda dan anda
mengembangkan kebiasaan berfikir dan berperilaku aman (safety) setiap saat.
Belajar bekerja dengan aman :
Kapanpun anda mempelajari sesuatu tentang pekerjaan, anda harus belajar dan bertanya
bagaimana bekerja dengan aman (safety).
Mencegah kecelakaan :
Bersikap jeli terhadap pencegahan kecelakaan dan sadar terhadap penyebab dan
konsekwensi dari kecelakaan. Jika anda tahu apa penyebab kecelakaan, pasti
anda tahu apa yang tidak akan dikerjakan.
Peringatan Keamanan :
Luangkan waktu untuk membaca peringatan keamanan, kesehatan, kerja (safety). Sebagai
contoh daftar pencegahan keamanan terhadap bahan kimia.
Gambar 1-2. Peringatan keamanan, kesehatan, kerja (safety).

Keberadaan tempat kerja anda :


Ketahuilah keberadaan tempat kerja anda secara tuntas, meliputi lokasi :
Pemadam kebakaran.
Peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Saklardarurat atau emergensi daya listrik.
Peralatan proteksi dan baju pelindung.
Pintu darurat keluar.

1.2 Perilaku aman di tempat kerja.

Tingkah laku anda sendiri yang menjadi aman selama bekerja dan istirahat. Mungkin anda dapat
bermain bola, secara ekstrim akan membahayakan tempat kerja.
Jangan menyandung atau menyenggol orang lain.
Selalu berjalan di tempat kerja, jangan lari.
Jangan bergurau.
Jangan mempermainkan alat pemadam kebakaran.
Jangan mempermainkan alat atau peralatan bengkel.
Jangan mengganggu pengoperasian peralatan atau alat yang berhahaya.
Konsetrasi pada pekerjaan, tetapi sadar kejadian apa disekitar tempat kerja anda.
Taati rambu-rambu keamanan dan pembatas terhadap area terlarang.

F. Model dan Metode


1. Model Pembelajaran : Discovery Learning
Sintak Model Discovery Learning :
a. Pemberian Ransangan (Stimulation);
b. Pernyataan / Identifikasi Masalah (Problem Statement);
c. Pengumpulan Data (Data Collection);
d. Pembuktian (Verification); dan
e. Menarik Simpulan / Generalisasi (Generalization).
2. Metode Pembelajaran : Penugasan, Diskusi, Demontrasi
G. Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan Kesatu :

Alokasi
Tahapan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
Waktu
- Guru memberi salam pembuka. - Peserta didik menjawab salam
pembuka guru.
- Guru meminta siswa berdoa - Peserta didik berdoa sebelum
sebelum memulai proses memulai proses pembelajaran.
pelajaran.
- Guru mengecek kehadiran siswa. - Peserta didik menginformasikan
temannya yang tidak hadir
Kegiatan - Guru menyampaikan tujuan - Peserta didik memperhatikan
Pendahuluan pembelajaran yang akan penjelasan guru 15 menit
dipelajari.

Motivasi:
- Guru menyampaikan pentingnya - Peserta didik memperhatikan
mempelajari Kesehatan dan penjelasan guru
Keselamatan Kerja (K3).
- Guru membagi siswa menjadi - Peserta didik duduk dalam
beberapa kelompok. kelompoknya masing-masing.

1. Mengamati
- Guru meminta peserta didik - Peserta didik mengamati
untuk melihat berbagai jenis berbagai kegiatan pekerjaan di
kegiatan pekerjaan di Dunia Dunia Usaha dan Industri dan
Usaha dan Industri dan menulisnya di lembar kerja.
menuliskan di lembar kerja.
- Guru menyajikan bahan tayang - Peserta didik memperhatikan
berupa Slide dan Video tayangan Slide dan Video.

2. Identifikasi Masalah/ Menanya


- Guru mengarahkan siswa untuk - Peserta didik diharapkan
membuat pertanyaan terkait mengajukan hal-hal atau
dengan hal yang telah diamati pertanyaan terkait dengan
materi yang akan dipelajari.
Kegiatan Inti 60 menit
3. Mengumpulkan informasi / data
- Guru meminta peserta didik - Peserta didik secara aktif
untuk mengumpulkan data mengumpulkan data melalui
terkait materi yang dipelajari studi literatur (Buku Ajar,
- Guru melakukan penilaian sikap Modul, Internet)

4. Pembuktian
- Guru mengarahkan peserta - Peserta didik bersama
didik mendiskusikan informasi kelompoknya mendiskusikan
yang diperoleh sebelumnya. hasil pengumpulan informasi
yang telah dikumpulkan.
- Guru membimbing kelompok - Peserta didik menuliskan hasil
yang mengalami kesulitan. diskusinya (Menalar)
- Guru melakukan penilaian sikap
5. Menarik kesimpulan
- Guru meminta perwakilan - Peserta didik perwakilan
kelompok secara bergantian kelompok menyampaikan hasil
untuk menyampaikan hasil dari diskusi kelompoknya.
diskusi kelompok. (Mengkomunikasikan).
- Guru melakukan penilaian
proses diskusi (presentasi).
- Guru memberikankonfirmasi
terhadap konsep yang telah
dikonstruksi oleh siswa.
- Guru mengajak siswa untuk - Peserta didik merangkum
merangkum materi yang telah materi yang telah dipelajari
di pelajari. dengan bimbingan guru.
- Guru memberikan tugas - Peserta didik memperhatikan
pekerjaan rumah. guru.
- Guru meminta siswa untuk
mempelajari materi
Kegiatan pembelajaran pada pertemuan
15 menit
Penutup berikutnya. - Peserta didik menjawab salam
- Guru memberikan salam dari guru.
penutup.

H. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar

1. Media : LCD Pojector (menayangkan Slide dan Video)


2. Alat : -
3. Bahan : -
4. Sumber Belajar : Buku Sekolah Elektronik (BSE) Pekerjaan Dasar Elektromekanik
Kelas X, Internet.
I. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan

1. Teknik Penilaian : Penilaian dilakukan selama dan setelah kegiatan pembelajaran


(penilaian pengetahuan, keterampilan dan sikap)

2. Rancangan Penilaian :

Aspek yang Bentuk


No Teknik Penilaian Keterangan
dinilai penilaian
1. Sikap Penilaian sikap afektif Observasi Dilakukan selama proses
diskusi, untuk memastikan
peserta didik dapat
menerapkan sikap
bekerjasama yang baik,
santun, cermat dan
menghargai pendapat
teman
Aspek yang Bentuk
No Teknik Penilaian Keterangan
dinilai penilaian
2. Pengetahuan Tes kognitif tes lisan Dilakukan pada awal
pembelajaran untuk
memastikan kesiapan siswa
dalam menggali dan
menerima pengetahuan
3. Keterampilan Penilaian analitik Penilaian unjuk Dilakukan saat Proses
kerja diskusi berjalan, untuk
memastikan peserta didik
mampu mengemukakan
pendapat dan
mengkomunikasikan
pendapatnya
Penilaian holistik Penilaian Penilaian diskusi dilakukan
diskusi untuk memastikan alur fikir
siswa mengenai materi dan
perubahannya

Penilaian hasil Dilakukan saat akhir


diskusi pembelajaran, untuk
keseluruhan menganalisa keterserapan
keseluruhan materi dari
hasil diskusi yang
dikomunikasikan oleh
masing-masing kelompok
Bertujuan menganalisa
apakah hasil diskusi sudah
sesuai dengan tujuan
pembelajaran

3. Instrumen Penilaian

Komponen/Sub
No Indikator Skor
Komponen Penilaian
1 Persiapan Kerja
a. Penggunaan alat dan Penggunaan alat dan bahan sesuai
91 - 100
bahan prosedur
Penggunaan alat dan bahan kurang
80 - 90
sesuai prosedur
Penggunaan alat dan bahan tidak
70 - 79
sesuai prosedur
b. Ketersediaan alat dan Ketersediaan alat dan bahan lengkap 91 - 100
bahan Ketersediaan alat dan bahan cukup
80 - 90
lengkap
Ketersediaan alat dan bahan kurang
70 - 79
lengkap
2 Proses dan Hasil
Kerja
Komponen/Sub
No Indikator Skor
Komponen Penilaian
a. Kemampuan Kemampuan menggunakan
91 - 100
menggunakan komputer tinggi
komputer Kemampuan menggunakan
80 - 90
komputer cukup
Kemampuan menggunakan
70 - 79
komputer kurang
b. Kemampuan Kemampuan menggunakan search
91 - 100
menggunakan search engine tinggi
engine Kemampuan menggunakan search
80 - 90
engine cukup
Kemampuan menggunakan search
70 - 79
engine kurang
c. Kelengkapan informasi Informasi yang dicari lengkap 91 - 100
Informasi yang dicari cukup lengkap 80 - 90
Informasi yang dicari kurang
70 - 79
lengkap
d. Ketepatan informasi Infomasi yang dicari tepat 91 - 100
Infomasi yang dicari cukup tepat 80 - 90
Infomasi yang dicari kurang tepat 70 - 79
e. Hasil pencarian Hasil pencarian informasi disusun
91 - 100
informasi rapih
Hasil pencarian informasi disusun
80 - 90
cukup rapih
Hasil pencarian informasi disusun
70 - 79
kurang rapih
3 Sikap kerja
a. Keterampilan dalam Bekerja dengan terampil 91 -100
bekerja Bekerja dengan cukup terampil 80 - 90
Bekerja dengan kurang terampil 70 - 79
b. Kedisiplinan dalam Bekerja dengan disiplin 91 - 100
bekerja Bekerja dengan cukup disiplin 80 - 90
Bekerja dengan kurang disiplin 70 - 79
c. Tanggung jawab Bertanggung jawab 91 - 100
dalam bekerja Cukup bertanggung jawab 80 - 90
Kurang bertanggung jawab 70 - 79
d. Konsentrasi dalam Bekerja dengan konsentrasi 91 - 100
bekerja Bekerja dengan cukup konsentrasi 80 - 90
Bekerja dengan kurang konsentrasi 70 - 79
4 Waktu
Penyelesaian pekerjaan Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100
Selesai tepat waktu 80 - 90
Selesai setelah waktu berakhir 70 - 79
Pengolahan Nilai Keterampilan :

Nilai Praktik(NP)
Persiapan Proses dan Sikap Waktu NK
Hasil Kerja Kerja
1 2 3 5 6
Skor Perolehan

Skor Maksimal

Bobot 10% 60% 20% 10%

NK

Keterangan:
Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk
komponen penilaian adalah 100
NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor
maksimal

NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK

Banjarbaru, Juli 2017


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Pekerjaan Dasar Elektromekanik,

Ir. Hj. Masrukiah Edy Agusiswanto, S.T.