Anda di halaman 1dari 9

Home > Ginekologi > Endometriosis

Endometriosis
Sep 21, 2009 4 Comments by lusa

Pengertian Endometriosis

Endometriosis adalah pertumbuhan jaringan yang mirip endometrium, di luar kavum uteri
(Manuaba, 2001: 526).
Endometriosis adalah terdapatnya jaringan endometrium (kelenjar dan stroma). (Mansjoer, 2001:
381).
Endometriosis adalah satu keadaan dimana jaringan endometrium yang masih berfungsi terdapat
di luar kavum uteri. Jaringan ini yang terdiri atas kelenjar-kelenjar dan stroma, terdapat di
miometrium ataupun di luar uterus. (Wiknjosastro, 1999: 314).
Endometriosis adalah suatu keadaan dimana jaringan yang hanya ada di dalam rahim, dapat
ditemukan dibagian lain dalam tubuh. (Irwan, 2008: 02).
Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak bercak jaringan endometrium tumbuh di luar
rahim. Padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim.
(Henri, 2009: 1)

Klasifikasi Endometriosis
Menurut topografinya endometriosis dapat digolongkan, yaitu sebagai berikut:

1. Endometriosis Interna, yaitu endometriosis di dalam miometrium, lazim disebut


Adenomiosis.
2. Endometriosis Eksterna, yaitu endometriosis di luar uterus, lazim disebut true
endometriosis

Menurut letaknya endometriosis dapat digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu :

1. Endometriosis genetalia interna, yaitu endometriosis yang letaknya di dalam uterus.


2. Endometriosis eksterna, yaitu endometriosis yang letaknya di dinding belakang uterus, di
bagian luar tuba dan di ovarium.
3. Endometriosis genetalia eksterna, yaitu endometriosis yang letaknya di pelvio peritonium
dan di kavum douglas, rekto sigmoid, kandung kencing.
Etiologi
Sampai saat ini belum ada penyebab pasti dari endometriosis. Ada beberapa teori yang
menerangkan terjadinya endometriosis, seperti :

1. Teori implantasi yaitu implantasi sel endometrium akibat regurgitasi transtuba pada saat
menstruasi.
2. Teori metaplasia, yaitu metaplasia sela multipotensial menjadi endometrium, namun teori
ini tidak didukung bukti klinis maupun eksperimen.
3. Teori induksi, yaitu kelanjutan teori metaplasia dimana faktor biokimia indogen
menginduksi perkembangan sel peritoneal yang tidak diperesiansi menjadi jaringan
endometrium (Mansjoer, 2001: 381).
4. Teori sistem kekebalan, kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi
tumbuh di daerah selain rahim.
5. Teori genetik, keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan
yang tinggi terhadap endometriosis. Bahwa anak ataupun Anda penderita endometriosis
beresiko besar mengalami endometriosis sendiri.
6. Teori Retrograde menstruation (menstruasi yang bergerak mundur) menurut teori ini,
endometriosis terjadi karena sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi
mengalir kembali melalui tuba ke dalam rongga pelvis.

Tanda-Tanda dan Gejala

1. Nyeri perut bagian bawah dan di daerah panggul progresif.


2. Disminorea (nyeri hebat di perut bagian bawah saat haid yang menganggu aktifitas).
3. Dispareunea (nyeri ketika melakukan hubungan seksual), disebabkan karena adanya
endometriosis di kavum douglas.
4. Nyeri ketika buang air besar atau kecil (disuria), khususnya pada saat menstruasi.
Disebabkan karena adanya endometriosis pada dinding rektosigmoid.
5. Poli dan hipermenorea (siklus lebih pendek dari normal < 21 hari, darah lebih banyak
atau lama dari normal lebih dari 7 hari).
6. Infertilitas (kemandulan), apabila mobilitas tuba terganggu karena fibriosis dan karena
perlekatan jaringan disekitarnya.
7. Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spoting sebelum menstruasi).
8. Haid yang banyak (menorragia)

Sumber: Irwan, 2008: 03

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan hasil pemeriksaan fisik, dan dipastikan dengan
pemeriksaan laparoskopi (pemeriksaan yang sangat berguna untuk membedakan endometriosis
dari kelainan-kelainan di pelvis). Laparoskopi turut membenarkan rawatan pembedahan bagi
endometriosis. Kuldoskopi kurang bermanfaat terutama jika kavum douglas ikut serta dalam
endometriosis. Pada endometriosis yang ditemukan pada lokasi seperti: forniks vaginae
posterior, perineum, perlu laparotomi. Biopsi endometrium dapat memberi kepastian mengenai
diagnosis. Pemeriksaan laboratorium pada endometriosis tidak memberi tanda yang khas, hanya
apabila ada darah dalam tinja atau air kencing pada waktu haid dapat menjadi petunjuk tentang
adanya endometriosis pada rektosigmoid atau kandung kencing. Sigmoidoskopi dan sistokospi
dapat memperlihatkan tempat perdarahan pada waktu haid. Pembuatan foto rontgen dengan
memasukkan barium dalam kolom dapat memberi gambaran dengan filling defect pemeriksaan
panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang seringkali ditemukan di dinding belakang
vagina atau di daerah ovarium.
Pemeriksaan penunjang yang lain adalah: USG rahim, barium enema, CT scan atau MRI perut.
Untuk menentukan berat ringan endometriosis digunakan klasifikasi dari American Fertility
Society. (Irwan, 2008: 04).

Diagnosa Banding
Tumor ovarium,metastasis di kavum Douglas, mioma multipel, karsinoma rektum, dan radang
pelvis.

Komplikasi

1. Obstruksi ginjal dan penurunan fungsi ginjal karena endometriosis dekat kolom atau
ureter.
2. Torsi ovarim atau ruptur ovarium sehingga terjadi peritonitis karena endometrioma.
3. Catamenial seizure atau pneumotoraks karena eksisi endometriosis.

Sumber: Mansjoer, 2001: 382

Penanganan
Penanganan endometriosis terdiri atas:

1. Pencegahan
2. Pengawasan
3. Terapi hormonal
4. Pembedahan
5. Radiasi
Referensi
Badziad, M. 2003. Indokrinologi Ginekologi. Edisi 10. Jakarta: Media Aesculapius. FKUI
Diyoyen.2009. Endometriosis dan Adenomiosis. http://www.majalahfarmacia.com. 10 April
2009. Jam 08.00 WIB.
Hacker. 2001. Esensial Obstetri dan Ginekologi. Edisi 2. Jakarta: Hipokratus
Jayanti, Y. 2009. Karya Tulis Ilmiah. Asuhan Kebidanan Gangguan Sistem Reproduksi Pada Ny.
T dengan Endometriosis di RSUD Dr Moewardi Surakarta.
Llewellyn, J.D. 2001. Dasar-dasar Obstetri dan Gikenologi. Jakarta: Hipokratus
Manuaba, 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk
Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
______. 2001. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Genikologi dan KB. Jakarta: EGC
Mansjoer, A. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius
Mohamad, K. 1998. Kontradiksi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC
Rayburn, W. 2001. Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Widya Medika
Saifuddin, A. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiro Harjo
Sofyan. 2009. 50 Tahun IBI. Jakarta: PPIBI
______. 2009. Ilmu Kebidanan. Bandung: Sekeloa Publiser
Wikjosastro. 1999. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono

Kata Kunci
pengertian endometriosis, endometriosis adalah, penatalaksanaan endometriosis, makalah
endometriosis, etiologi endometriosis, diagnosa banding kehamilan, pengertian endometrium,
endometriosis pengertian, asuhan kebidanan endometriosis, gambar endometriosis, asuhan
kebidanan pada endometriosis, definisi endometriosis, makalah tentang endometriosis, cavum
douglas, endometriosis, pengertian endometriosis pdf, skripsi endometriosis, queenara,
pengertianadenomiosis, pengertian, askeb patologis endometriosis, Nutriflam bs utk obat nyeri
dan sakit di vagina?, menstruasi retrograde, letak cavum douglas, kti soap kebidanan
endometriosis.

Ginekologi
LUSA.web.id | Share :

lusa

About the author

Pengajar dan pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, juga
seorang praktisi kesehatan di Yogyakarta. Menghabiskan waktu luang berkumpul bersama
keluarga (suami & anak) serta menulis di lusa.web.id.

4 Responses to Endometriosis
1. Reply

yaning

2 November 2009 at 8:39 am

saya ibu rumah tangga 26 tahun,suddh 4 bulan menikah.saya menderita penyakit


miom&endometriosis.miom saya 3,2cm&sdh mngecil 2,1cm.apakah saya bisa
hamil?&apakah ada cara pnyembuhan selain operasi?.trims.saya tunggu balasan
secepatnya.

2. Reply

taufikhidayat

19 November 2009 at 10:49 am

Minta tolong diagnosanya dong please?makasih.

3. Reply

tia

24 December 2009 at 7:22 pm

kalo bisa tampilkan gambar endometrium yang mengalami endometriosis.

4. Reply

Diana

7 March 2010 at 4:17 pm

Dengan hormat,
Saya umur 40 tahun, pasang spiral tahun 2006 dan Mey 2009 lepas spiral dan dibakar
karena ekor spiral panjang dan menyebabkan erosi. Setelah itu (tidak langsung)
menstruasi saya hanya sedikit, kadang 1 hari saja dan keesok harinya hanya bercak-
bercak saja. 2 minggu terakhir ini perut bagian bawah nyeri sampai sekarang. kadang kiri,
kadang kanan, kadang kiri kanan.
Saya berak kencing lancar, siklus menstruasi 28 hari (kadang meleset 1 hari) dan tidak
nyeri semasa menstruasi.

Dokter memeriksa saya dengan USG baik dari dalam maupun atas. dan menyatakan tidak
terlihat adanya kista, miom, ataupun endometriosis.
Dan saya diberi AZOL untuk mencegah endometriosis. Claneksi dan Nutriflam.

Pertanyaan saya :
1. Apakah nyeri bagian bawah adalah suatu gejala yang kuat untuk memvonis saya
mempunyai endometriosis ? Apa diagnosis lainnya ?

2. Apakah endometriosis kadang tidak terlihat oleh pemeriksaan USG dari dalam ?
Dalam kasus saya, apa perlu dilakukan pemeriksaan lain, seperti Laparoskopi atau MRI
perut untuk memastikan keadaan saya ?

3. Februari tgl 10 pagi saya menstruasi, pada malam hari saya lihat hanya sisa bercak saja
dan saya melakukan hubungan sex. Dulu, pernah juga melakukan sex waktu mau
menstruasi, menstruasi belum keluar tapi penis suami ada sedikit darah. Apa ini penyebab
nyeri saya ?

Dengan segala hormat, saya ucapkan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu atas semua
pertanyaan saya diatas.

Leave a Reply
Name (required)

Name

Mail (will not be published) (required)

E-Mail Adress

Website

http://w w w .lusa.w eb.id


Popular Posts

Pertumbuhan Janin dalam Kandungan


Menentukan Usia Kehamilan
Gangguan dan Masalah Haid dalam Sistem Reproduksi
Cara Pakai Kondom Wanita
Proses Komunikasi
Cara Pakai Kondom Lelaki
Hiperemesis Gravidarum (Hyperemesis Gravidarum)
Perubahan Sistem Reproduksi Pada Ibu Hamil
Leukorea (Fluor Albus / White Discharge / Keputihan)
Cara Minum Pil Kombinasi

Popular Posts in Category

Gangguan dan Masalah Haid dalam Sistem Reproduksi


Leukorea (Fluor Albus / White Discharge / Keputihan)

Recent Posts

Perawatan Bayi Baru Lahir


Amniotomy (Amniotomi atau Pecah Ketuban)
Hidrokel pada Bayi Baru Lahir (Hydroceles)

Random Posts

Strategi Membantu Pengambilan Keputusan Klien

Teori Pengambilan Keputusan Pola dasar berpikir dalam konteks organisasi meliputi: (1)
Penilaian situasi (Situational Approach): untuk menghadapi pertanyaan apa yg []

Panggul Wanita Part 2


Panggul Kecil (Pelvis Minor) Panggul kecil merupakan tempat alat reproduksi wanita dan
membentuk jalan lahir. Panggul kecil mempunyai 4 bidang []

Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester Ketiga

Pada trimester III, calon ibu akan semakin peka perasaannya. Tingkat kecemasan ibu akan
semakin meningkat. Calon ibu akan lebih sering []

Kanker Payudara (Ca Mammae)

Kanker payudara adalah jenis kanker yang berasal dari kelenjar saluran dan jaringan penunjang
payudara. Tingkat insidensi kanker payudara di kalangan []

Gizi Seimbang pada Remaja dan Dewasa

Prinsip Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa Masa remaja merupakan saat terjadinya
perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan []

Hal yang menjadikan pasangan hidup kurang lengkap kebahagiaannya, saat belum dikaruniai
keturunan, meskipun telah aktif melakukan hubungan seks secara rutin selama satu tahun tanpa
menggunakan alat kontrasepsi apapun. Hal ini sering disebut banyak orang dengan kemandulan.
Mandul bisa terjadi pada pihak wanita, pria atau kedua-duanya. Untuk mengetahui pihak mana
yang mandul perlu dilakukan analisa laboratorium, pada kedua pihak.

Tips mencegah kemandulan pada wanita


Kemandulan bisa terjadi karena faktor genetik yang kemungkinan sulit dicegah atau diobati,
namun juga bisa faktor eksternal yang masih bisa dicegah . Untuk itu diharapkan khususnya
wanita untuk mengetahui penyebab kemandulan secara eksternal agar dapat mempunyai tips
untuk menghindarinya. Yang paling utama adalah berupaya bertempat tinggal pada lingkungan
yang sehat, jauh dari polusi udara, karena hal ini sangat berpengaruh pada sistem reproduksi.
Tips mencegah kemandulan pada wanita berikutnya adalah
berusaha untuk mengubah gaya hidup yang tak positif. Seperti merokok, minum-minuman keras,
tingkat stress yang tinggi, juga jarang berolah raga, apalagi kurang istirahat. Ini bisa
menyebabkan meningkatkan potensi kemandulan. Bila Anda bekerja pada pabrik yang mengolah
bahan kimia dan memungkinkan Anda setiap hari menghirupnya, maka hal itu coba di pikir
ulang agar tingkat reproduksi Anda normal.

Rajinlah berolahraga, karena saat tubuh bergerak dinamis, akan berikan efek positif pada
kesehatan jasmani dan ruhani. Bila jarang bergerak, yang terjadi adalah kegemukan, atau bahkan
obesitas. Hal ini akan membuat wanita mengalami pembuahan lambat pada sistem
reproduksinya. Jaga asupan pola makan Anda, agar cukup sayur, serat, buah, karbohidrat, protein
mineral dan vitamin yang akan membuat Anda mudah peroleh keturunan.

Tidak ada salahnya untuk cek kesehatan setahun sekali agar diagnosa penyakit awal seperti
radang panggul, endometriosis dan kanker leher rahim, bisa diketahui sejak dini sehingga
pengobatannya akan lebih mudah. Deteksi penyakit menular bisa dilakukan lebih awal, sehingga
bisa membantu tingkat kesuburan Anda. Dan selanjutnya tips mencegah kemandulan pada
wanita adalah sebaiknya banyak konsultasi pada teman, kerabat juga tenaga kesehatan mengenai
memahami siklus reproduksi wanita, bila perlu mempunyai bacaan yang berkenaan dengan hal
mengenai kemandulan dan kesuburan pada wanita agar mempermudah memperoleh keturunan.