Anda di halaman 1dari 2

KONJUNGTIVITIS

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman : 1/2

UPT. H. Herfan, S.Sos


PUSKESMAS
LABUHAN NIP. 19680505
BADAS 198903 1 019

Konjungtivitis adalah radang konjungtiva yang dapat disebabkan oleh


mikroorganisme (virus, bakteri), iritasi atau reaksi alergi. Konjungtivitis
1. Pengertian
ditularkan melalui kontak langsung dengan sumbe rinfeksi. Penyakit ini
dapat menyerang semua umur.
Sebagai acuan bagi petugas di dalam penatalaksaan kasus
2. Tujuan konjungtivitis di UPT Puskesmas Kecamatan Labuhan Badas
Surat keputusan kepala UPT Puskesmas Kecamatan Labuhan Badas
3. Kebijakan
PERMENKES NO 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis BagI
4. Referensi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.

1. Hasil Anamnesis (Subjective):


Keluhan Pasien datang dengan keluhan mata merah, rasa
mengganjal, gatal dan berair, kadang disertai sekret. Umumnya
tanpa disertai penurunan tajam penglihatan.
2. Faktor Risiko
a. Dayatahantubuh yang menurun
b. Adanyariwayatatopi
c. Penggunaan kontak lensa dengan perawatan yang tidak baik
3. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Sederhana
(Objective)
4. Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan):
1) Penatalaksanaan
a. Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat
5. Langkah- sesudah menangani mata yang sakit
langkah
b. Sekret mata dibersihkan.
c. Pemberian obat mata topikal:
a) Pada infeksi bakteri: Kloramfenikol tetes sebanyak 1
tetes 6 kali sehari atau salep mata 3 kali sehari
selama 3 hari.
b) Pada alergi diberikan flumetolon tetes mata dua kali
sehari selama 2 minggu.
c) Pada konjungtivitis gonore diberikan kloramfenikol
tetes mata 0,51% sebanyak 1 tetes tiap jam dan
suntikan pada bayi diberikan 50.000 U/kg BB tiap
hari sampai tidak ditemukan kuman GO pada
sediaanapus selama 3 hari berturut-turut.
d) Konjungtivitis viral diberikan salep Acyclovir 3% lima
kali sehari selama 10 hari.
2) Konseling dan Edukasi
Memberi informasi pada keluarga dan pasien mengenai:
a. Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan
sesuda hmembersihkan atau mengoleskan obat, penderita
harus mencuci tangannya bersih-bersih.
b. Jangan menggunaka nhanduk atau lap bersama-sama
dengan penghuni rumahl ainnya.
c. Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar.
3) Kriteria rujukan
a. Pada bay dengan konjungtivitis gonore jika terjadi
komplikasi pada kornea dilakukan rujukan kespesialis
mata.
b. Konjungtivitis alergi dan viral tidak ada perbaikan dalam
2 minggu rujuk kespesialis mata.
c. Konjungtivitis bakteri tidak ada perbaikan dalam 1
minggu rujuk kespesialis mata.

6. Unit terkait BP, PKPR, LANSIA


7. Dokumen Rekam Medik, blanko rujukan, buku register, blanko resep
terkait