Anda di halaman 1dari 59

PERTEMUAN I

A. Topik Kegiatan: Membantu kegiataan puskesmas (posyandu).

B. Justifikasi Kegiatan
1. Latar Belakang
Ibu sangat erat kaitanya dengan proses melahirkan, dimana proses mengandung
sampai melahirkan di jalankan selama kurang lebih 9 bulan. Pada proses ini baik ibu dan
juga anak yang di kandung membuthkan asupan nutrisi yang baik agar ibu dan anak dapat
hidup dan melakukan aktifitas sehari hari. Pada saat mengangung ibu membutuhkan nutrisi
seperti Asam folat yang berfungsi untuk pembentukan sel saraf dan sel, protein sebagai
sumber energi dan zat pembangun untuk pertumbuhan anak, kalsium membantu dalam
pertumbuhan tulang dan gigi anak serta untuk menurunkan angka kejadian osteoporosis
pada ibu, vitamin A berguna untuk pemeliharaan mata dan kulit serta zat besi, vitamin B,
vitamin D (aryana. 2010).
Dengan tercukupnya Nutrisi yang di konsumsi ibu dapat menurunkan angka
kematian baik pada ibu atau balita, di Indonesia sendiri AKB telah menurun dari 35 per
1000 kelahiran hidup (2004) menjadi 34 per 1000 kelahiran hidup (2007). AKI juga
mengalami penurunan dari 307 per 100 ribu kelahiran hidup (2004) menjadi 228 per 100
ribu kelahiran hidup (2007). Khususnya Provinsi Bengkulu, angka kematian ibu mencapai
120 per 100.000 kelahian hidup (Dinkes Provinsi Bengkulu, 2011). Penyebab utama
kematian ibu langsung adalah perdarahan (28%), eklampsia (24%), dan infeksi (11%).
Penyebab tidak langsung adalah anemia (51%) (Depkes, 2007).
WHO melaporkan bahwa prevalensi anemia pada kehamilan secara global sebesar
(55%) dan pada umumnya terjadi pada trimester ketiga, sedangkan prevalensi anemia pada
ibu hamil di Indonesia tahun 2010 adalah (70%) atau 7 dari 10 wanita hamil menderita
anemia. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih sangat tinggi. Tingginya
prevalensi anemia antara lain disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kehilangan darah
secara kronis, asupan zat besi tidak cukup, penyerapan yang tidak adekuat dan peningkatan
kebutuhan akan zat besi untuk pembentukan sel darah merah yang secara fisiologis
berlangsung pada masa pertumbuhan, masa pubertas, masa kehamilan dan menyusui
karena itu masyarakat harus mengerti apa itu Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).
Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat, dimana masyarakat dapat sekaligus
memperoleh pelayanan KB dan kesehatan. Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat,
dimana masyarakat dapat sekaligus pelayanan profesional oleh petugas sektor, serta non-

1
profesional (oleh kader) dan diselenggarakan atas usaha masyarakat sendiri. Posyandu
dapat dikembangkan dari pos pengembangan balita pos imunisasi, pos KB, pos kesehatan.
Pelayanan yang diberikan posyandu meliputi: KB, KIA, gizi imunisasi, dan
penanggulangan diare serta kegiatan sektor lain (Arisman, 2009).

2. Masalah
a) Kurangnya pemahaman masyarakan tentang pentingnya memeriksakan diri ke posyandu
khususnya ibu yang sedang hamil.

3. Tujuan
a) Memberi bantuan kepada masyarakat dalam melakukan pemeriksaan pada balita,
pemberian vit A, pengukuran berat badan, dan panjang badan.
b) Memberikan wawasan tentang nutrisi yang baik untuk balita, ibu hamil, dan informasi
waktu yang tepat untuk memeriksakan kandungan.

C. Pembahasan
Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat, dimana masyarakat dapat sekaligus
pelayanan profesional oleh petugas sektor, serta non-profesional (oleh kader) dan
diselenggarakan atas usaha masyarakat sendiri. Posyandu dapat dikembangkan dari pos
pengembangan balita pos imunisasi, pos KB, pos kesehatan. Pelayanan yang diberikan
posyandu meliputi: KB, KIA, gizi imunisasi, dan penanggulangan diare serta kegiatan
sektor lain.
Posyandu dibentuk dari pos-pos yang telah ada seperti: Pos penimbangan balita, Pos
immunisasi, Pos keluarga berencana desa, Pos kesehatan, Pos lainnya yang dibentuk baru.
Menururt Kemenkes RI, 2012 posyandu memiliki kegiataan seperti:
1. Kesehatan Ibu dan Anak
- Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, melahirkan dan menyusui, serta
bayi, anak balita dan anak prasekolah.
- Memberikan nasehat tentang makanan guna mancegah gizi buruk karena
kekurangan protein dan kalori, serta bila ada pemberian makanan tambahan vitamin
dan mineral.
- Pemberian nasehat tentang perkembangan anak dan cara stimilasinya.
- Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan
program KIA.

2
2. Keluarga Berencana
- Pelayanan keluarga berencana kepada pasangan usia subur dengan perhatian khusus
kepada mereka yang dalam keadaan bahaya karena melahirkan anak berkali-kali
dan golongan ibu beresiko tinggi.
- Cara-cara penggunaan pil, kondom dan sebagainya.

3. Immunisasi
- Imunisasi tetanus toksoid 2 kali pada ibu hamil dan BCG, DPT 3x, polio 3x, dan
campak 1x pada bayi.

4. Peningkatan gizi
- Memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat
- Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan kalori cukup
kepada anak-anak dibawah umur 5 tahun dan kepada ibu yang menyusui

3
- Memberikan kapsul vitamin A kepada anak-anak dibawah umur 5 tahun

5. Penanggulangan Diare

D. Kesimpulan dan Saran


1. Kesimpulan
Berdasarkan rangkuman diatas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa peran
posyandu dalam neurunkan angka kematian ibu dan anak sangat besar.
2. Saran
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat memeriksakan
kesehatan ibu, bayi, balita maupun anak, aktif dalam kegiatan imunisasi.

E. Lampiran
- Daftar Hadir
- Notulen Diskusi
- Foto Kegiatan
- Surat Keterangan

4
KULIAH KERJA NYATA (KKN) PERIODE 76
UNIVERSITAS BENGKULU
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KECAMATAN SINGARAN PATI KOTA BENGKULU

Daftar Hadir Program Kerja Individu

1. Nama : Zenit Djaja


2. NPM : H1A011038
3. Fakultas/Prodi : Kedokteran/Pendidikan Dokter
4. Kelurahan/Kecamatan/Kota : Lingkar Timur/Singaran Pati/Bengkulu
5. Bidang Kegiatan : Membantu kegiatan puskesmas
6. Pertemuan :I

No Nama Tanda Tangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Lingkar Timur, 24 Agustus 2015

Kepala Puskesmas Lingkar Timur Koordinator Lurah Lingkar Timur

Buyung Saukani S.K.M Ilham Dwi Saputra


NIP. 19610908 198303 1 008 NPM. C1C012090

5
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU PERIODE 76
KELURAHAN LINGKAR TIMUR KECAMATAN SINGARAN PATI
KOTA BENGKULU

NOTULENSI DISKUSI

Kegiatan : Membantu kegiatan puskesmas


Pertemuan ke : I (Satu)
Materi : Membantu kegiatan puskesmas
Tanggal : 7, 13, 26, 27, 28 juli sampai 3, 4, 10, 11, 12, 24 agustus
2015
Waktu : 08.30 11.00 WIB
Tempat :SD, SMP, dan SMA didaerah kerja Puskesmas Lingkar Timur

Lingkar Timur, 24 Agustus 2015

Mengetahui,
Mahasiswa KKN Periode-76 2015

Zenit djaja
(H1A011038)

6
Foto Kegiatan

7
PEMERINTAH KOTA BENGKULU
KECAMATAN SINGARAN PATI
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KOTA BENGKULU

SURAT KETERANGAN
NO :

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Buyung Saukani S.K.M
Jabatan : Kepala Puskesmas Lingkar Timur
Alamat : Kelurahan Lingkar timur Kecamatan Singaran Pati Kota
Bengkulu
Dengan ini menerangkan bahwa mahasiswa KKN Universitas Bengkulu Periode ke 76
tahun 2015 di Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singaran pati Kota Bengkulu yang
beridentitas sebagai berikut:
Nama : Zenit Djaja
NPM : H1A011038
Fakultas : Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Jurusan/Prodi : Pendidikan Dokter
Telah melaksanakan program individu:
Jenis Kegiatan : Membantu kegiatan puskesmas
Tanggal : 7, 13, 26, 27, 28 Juli sampai 3, 4, 10, 11, 12, 24 Agustus
2015
Tempat : SD, SMP, SMA didaerah kerja Puskesmas Lingkar Timur
Demikianlah surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Bengkulu, 24 Agustus 2015


Kepala Puskesmas Lingkar Timur

Buyung Saukani S.K.M


NIP.19610908983031008

8
PERTEMUAN II

A. Melakukan Pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh)


B. Justifikasi Kegiatan
1. Latar Belakang
Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah metode sederhana yang digunakan untuk
menilai status gizi seorang individu. IMT merupakan metode yang murah dan mudah
dalam mengukur status gizi namun tidak dapat mengukur lemak tubuh secara
langsung. Gizi kurang dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit infeksi dan gizi
lebih dengan akumulasi lemak tubuh yang berlebih dapat meningkatkan risiko
menderita penyakit degeneratif. Kategori obesitas penduduk Asia menurut IMT adalah
>25 kg/m2 sedangkan lingkar perut 90 pada lakilaki dan 80 pada perempuan
merupakan kategori obesitas sentral penduduk Asia.
Tiga gambaran status gizi berdasarkan IMT di Indonesia pada profil kesehatan
Indonesia 2012 menunjukkan data bahwa pada kelompok dewasa berusia diatas 18
tahun didominasi dengan masalah obesitas, selain itu masalah gizi kurang juga masih
cukup tinggi. Menurut karakteristik, masalah obesitas cenderung lebih tinggi pada
penduduk yang tinggal di perkotaan, berpendidikan lebih tinggi dan pada kelompok
status ekonomi yang paling tinggi.
Observasi yang dilakukan oleh Low, Chin, dan Deurenberg mengenai obesitas
pada tahun 2009 memperlihatkan hasil bahwa prevalensi berat badan berlebih
(overweight) di negara maju adalah 23,2% di Jepang dan 66,3% di Amerika Serikat,
sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia adalah 13,4%. Laporan Riskesdas
tahun 2012 menunjukkan data bahwa provinsi dengan prevalensi IMT kategori
overweight pada penduduk berusia diatas 18 tahun terendah berada di Nusa Tenggara
Timur sebesar 13,0% dan prevalensi IMT kategori overweight tertinggi terdapat di
Sulawesi Utara sebesar 37,1%. Angka kelebihan berat badan di Indonesia pada
perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki yaitu 26,9% pada perempuan dan 16,3%
pada laki-laki.
Hasil Riskesdas pada tahun 2012 menemukan prevalensi obesitas sentral
sebesar 18,8% terjadi di Indonesia. Kejadian obesitas sentral merupakan dampak dari
penumpukan lemak viseral dalam jumlah yang tinggi. Terdapat berbagai faktor yang
berpengaruh terhadap lemak viseral antara lain seperti usia, jenis kelamin, rokok,

9
aktivitas fisik, alkohol, makanan berlemak, stres, genetik, dan beberapa hormon
tertentu.
2. Masalah
- Meningkatnya angka kejadian penyakit degeneratif dan obesitas di kelurahan
Lingkar Timur.
- Kurangnya pengetahuan, pemahaman tentang pentingnya mengukur IMT.
3. Tujuan
Setelah dilakukan pengukuran ini, diharapkan siswa/i dapat:
- Mengubah pola makan, pola hidup anak yang telah di periksa.
- Memahami pentingnya menjaga IMT seideal mungkin.

C. Pembahasan
Anak sekolah biasanya banyak memiliki aktivitas bermain yang menguras
banyak tenaga, dengan terjadi ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan
keluar, akibatnya tubuh anak menjadi kurus. Untuk mengatasinya harus mengontrol
waktu bermain anak sehingga anak memiliki waktu istirahat cukup (Moehji, 2003).
Masalah gizi (malnutrition) adalah gangguan pada beberapa segi kesejahteraan
perorangan dan atau masyarakat yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan
akan zat gizi yang diperoleh dari makanan. Masalah gizi berkaiatan erat dengan
masalah pangan. Masalah pangan antara lain menyangkut ketersediaan pangan dan
kerawanan konsumsi pangan yang dipengaruhi oleh kemiskinan, rendahnya
pendidikan dan adat/kepercayaan yang terkait dengan tabu makanan. Sementara,
permasalahan gizi tidak hanya terbatas pada kondisi kekurangan gizi saja melainkan
tercakup pula kondisi kelebihan gizi. Di beberapa daerah pada sekelompok masyarakat
Indonesia terutama di kotakota besar, masalah kesehatan masyarakat utama justru
dipicu dengan adanya kelebihan gizi, meledaknya kejadian obesitas di beberapa
daerah di Indonesia akan mendatangkan masalah baru yang mempunyai konsekuensi
yang serius bagi pembangunan bangsa Indonesia khususnya di bidang kesehatan.
Dengan kata lain, masih tingginya prevalensi kurang gizi di beberapa daerah dan
meningkatnya prevalensi obesitas yang dramatis di beberapa daerah yang lain akan
menambah beban yang lebih komplek dan harus dibayar mahal oleh bangsa Indonesia
dalam upaya pembangunan bidang kesehatan, sumber daya manusia dan ekonomi
(Hadi, 2005).
Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi gizi yang lebih
baik daripada kelompok balita, karena kelompok umur sekolah mudah dijangkau oleh
10
berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh
kelompok swasta. Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak
sekolah yang tidak memuaskan, misal berat badan yang kurang, anemia defisiensi Fe,
defisiensi vitamin C dan daerah-daerah tertentu juga defisiensi Iodium (Dewi, R.S.
2004)
Kebutuhan makanan pada Anak Sekolah Awal usia 6 tahun anak mulai masuk
sekolah, dengan demikian anak-anak mulai masuk ke dalam dunia baru, dimana dia
mulai banyak berhubungan dengan orang-orang di luar keluarganya, dan dia
berkenalan dengan suasana dan lingkungan baru dalam kehidupannya. Hal ini tentu
saja banyak mempengaruhi kebiasaan makan mereka. Pengalaman-pengalaman baru,
kegembiraan di sekolah, rasa takut terlambat tiba di sekolah, menyebabkan anak-anak
ini sering menyimpang dari kebiasaan waktu makan yang sudah diberikan kepada
mereka (Moehji, 2003).
Adanya aktivitas yang tinggi mulai dari sekolah, kursus, mengerjakan
pekerjaan rumah (PR) dan mempersiapkan pekerjaan untuk esok harinya, membuat
stamina anak cepat menurun kalau tidak ditunjang dengan intake pangan dan gizi yang
cukup dan berkualitas. Agar stamina anak usia sekolah tetap fit selama mengikuti
kegiatan di sekolah maupun kegiatan ekstra kurikuler, maka saran utama dari segi gizi
adalah jangan meninggalkan sarapan pagi. Ada berbagai alasan yang seringkali
menyebabkan anak-anak tidak sarapan pagi. Ada yang merasa waktu sangat terbatas
karena jarak sekolah cukup jauh, terlambat bangun pagi, atau tidak ada selera untuk
sarapan pagi (Khomsan, 2003).
Pentingnya mengkonsumsi makanan selingan selama di sekolah adalah agar
kadar gula tetap terkontrol baik, sehingga konsentrasi terhadap pelajaran dan aktivitas
lainnya dapat tetap dilaksanakan. Kandungan zat gizi makanan selingan ditinjau dari
besarnya kandungan energi dan protein sebesar 300 kkal dan 5 gram protein.
Kebutuhan energi golongan umur 10-12 tahun relatif lebih besar daripada golongan
umur 7-9 tahun, karena pertumbuhan relatif cepat, terutama penambahan tinggi badan.
Mulai umur 10-12 tahun, Kebutuhan gizi anak laki-laki berbeda dengan anak
perempuan (Soetjiningsih, 2004).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi penyebab Langsung Makanan
dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi kurang
tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Anak
yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya dapat

11
menderita gizi kurang. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup
makan, maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit.
Ada 3 penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu
Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai. Setiap keluarga diharapkan
mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam
jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya, pola pengasuhan anak kurang
memadai. Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan waktu,
perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik
fisik, mental dan sosial, pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. Sistim
pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan
sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang
membutuhkan.

D. Kesimpulan dan Saran


1. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa
pemeriksaan IMT sedini mungkin dapat mencegah angka kejadiaan gizi buruk
atau over weight khususnya di kalangan anak-anak. Untuk menjaga agar nilai
IMT dalam kisaran normal anak dapat disuruh untuk mengkonsumsi makanan
yang mengandung gizi yang baik dan melakukan aktifitas fisik teratur setiap
harinya. Hal ini di harapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk menjaga
kesehatan tubuh.
2. Saran
Agar orang tua turut aktif untuk mengukur dan memantau IMT (Indeks
Massa Tubuh) anak setiap bulannya yang bertujuan untuk menjaga kesehatan.

E. Lampiran
- Daftar Hadir
- Notulens Diskusi
- Foto Kegiatan
- Surat Keterangan

12
KULIAH KERJA NYATA (KKN) PERIODE 76
UNIVERSITAS BENGKULU
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KECAMATAN SINGARAN PATI KOTA BENGKULU

Daftar Hadir Program Kerja Individu

1. Nama : Zenit Djaja


2. NPM : H1A011038
3. Fakultas/Prodi : Kedokteran/Pendidikan Dokter
4. Kelurahan/Kecamatan/Kota : Lingkar Timur/Singaran Pati/Bengkulu
5. Bidang Kegiatan : Pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh)
6. Pertemuan : II

No Nama Tanda Tangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Lingkar Timur, 24 Agustus 2015

Kepala Puskesmas Lingkar Timur Koordinator Lurah Lingkar Timur

Buyung Saukani S.K.M Ilham Dwi Saputra


NIP. 19610908 198303 1 008 NPM. C1C012090

13
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU PERIODE 76
KELURAHAN LINGKAR TIMUR KECAMATAN SINGARAN PATI
KOTA BENGKULU

NOTULENSI DISKUSI

Kegiatan : Pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh)


Pertemuan ke : II (Dua)
Materi : Membantu kegiatan puskesmas
Tanggal : 7, 13, 26, 27, 28 juli sampai 3, 4, 10, 11, 12, 24 Agustus
2015
Waktu : 08.30 11.00 WIB
Tempat : SD, SMP, dan SMA didaerah kerja Puskesmas Lingkar Timur
Pertanyaan : Pentingnya pengukuran IMT ?
Jawaban : Berguna sebagai patokan orang tua untuk melihat pertumbuhan anak
khususnya untuk menentukan anak itu tergolong kurus atau gendut atau
normal.

Lingkar Timur, 24 Agustus 2015

Mengetahui,
Mahasiswa KKN Periode-76 2015

Zenit djaja
(H1A011038)

14
Foto Kegiataan

15
PEMERINTAH KOTA BENGKULU
KECAMATAN SINGARAN PATI
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KOTA BENGKULU

SURAT KETERANGAN
NO :

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Buyung Saukani S.K.M
Jabatan : Kepala Puskesmas Lingkar Timur
Alamat : Kelurahan Lingkar timur Kecamatan Singaran Pati Kota
Bengkulu
Dengan ini menerangkan bahwa mahasiswa KKN Universitas Bengkulu Periode ke 76
tahun 2015 di Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singaran pati Kota Bengkulu yang
beridentitas sebagai berikut:
Nama : Zenit Djaja
NPM : H1A011038
Fakultas : Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Jurusan/Prodi : Pendidikan Dokter
Telah melaksanakan program individu:
Jenis Kegiatan : Pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh)
Tanggal : 7, 13, 26, 27, 28 Juli sampai 3, 4, 10, 11, 12, 24 Agustus 2015.
Tempat : SD, SMP, dan SMA didaerah kerja Puskesmas Lingkar Timur
Demikianlah surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Bengkulu, 24 Agustus 2015


Kepala Puskesmas Lingkar Timur

Buyung Saukani S.K.M


NIP. 19610908 1983031008

16
PERTEMUAN III

A. Topik Kegiatan: Penyuluhan tentang PHBS (Cara Mencuci Tangan yang Baik dan
Benar)

B. Justifikasi Kegiatan
1. Latar Belakang
Perilaku kesehatan pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan
perorangan dan lingkungan, salah satunya adalah kebiasaan mencuci tangan pakai sabun.
Menurut Survey Health Service Program tahun 2006 hampir setiap rumah di Indonesia
memahamin manfaat mencuci tangan dengan sabun, namun hanya sekitar 3% yang
menggunakan sabun untuk cuci tangan, untuk didesa angkanya bias lebih rendah lagi.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) mencuci tangan menggunakan
sabun dapat menurunkan resiko diare hingga 50% .Anak usia sekolah memiliki
kesadaran yang kurang mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar
(Tazrian, 2011)..
Biasanya anak usia sekolah hanya mengerti bahwa cuci tangan hanya sekedar
membasahkan tangan, padahal cuci tangan saja atau cuci tangan tidak menggunakan
sabun masih meninggalkan kuman atau kurang bersih sehingga belum bisa di katakan
cuci tangan yang baik dan benar. Sehingga di butuhkan peran kesehatan untuk
memberikan informasi kepada masyarakat termasuk anak usia sekolah mengenai prilaku
cuci tangan pakai sabun agar dapat mewujudkan masyarakat berperilaku hidup bersih
sehat (Proverawati dan Rahmawati, 2012). Dampak yang terjadi pada anak jika tidak
dibiasakan untuk mencuci tangan maka akan mempermudah masuknya bibit penyakit
kedalam tubuh, hal ini akan mengakibatkan anak mudah terkena penyakit seperti diare,
cacingan, infeksi tangan dan mulut maupun ISPA (Chuluq, 2013).

Mencuci tangan dapat menjadi proteksi diri terhadap lingkungan luar. Anak-anak
usia sekolah juga sering mencuci tangan menggunakan air yang tidak bersih banyak
mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit, bila digunakan maka kuman dan
bakteri berpindah ke tangan. Pada saat makan maka kuman dengan cepat masuk ke
dalam tubuh yang bisa menimbulkan penyakit. Sedangkan dengan memakai sabun dan
air yang bersih dan mengalir maka kotoran dapat dibersihkan dan juga sabun bisa
membunuh kuman, karena itu biasakan mencuci tangan dengan memakai air bersih yang
mengalir dan memakai sabun. Jangan lagi menggunakan kobokan/air yang ditampung di

17
dalam baskom. Apalagi digunakan untuk mencuci tangan secara bergantian (Proverawati
dan Rahmawati, 2012).

2. Masalah
a) Masih dianggap remehnya manfaat mencuci tangan yang baik dan benar
b) Kurangnya pengetahuan, pemahaman dan aplikasi cara mencuci tangan yang baik dan
benar dalam praktik sehari-hari.
c) Kurangnya pengetahuan akan pentingnya air bersih yang mengalir dengan
menggunakan sabun dalam aplikasi mencuci tangan.
3. Tujuan
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan siswa/i dapat :
a) Memahami dan mengaplikasikan cara mencuci tangan yang baik dan benar dalam
praktik sehari-hari.
b) Mengetahui pentingnya air bersih yang mengalir dengan menggunakan sabun dalam
aplikasi mencuci tangan.

C. Pembahasan
Mencuci tangan merupakan satu proteksi awal yang dapat di lakukan untuk
menghindari masuknya kuman dalam tubuh. Caranya dengan membersihkan tangan dan
jari jemari dengan menggunakan air bersamaan dengan sabun yang bertujuan agar
tangan menjadi bersih, membebaskan tangan dari kuman dan mikroorganisme,
menghindari masuknya kuman ke dalam tubuh. Melalui cuci tangan, penyebaran kuman-
kuman yang ada di tangan dapat dicegah. Proses masuknya kuman dapat terjadi dalam
beberapa cara :
- Melalui benda-benda lain yang sudah terkontaminasi.
- Melalui tangan yang kotor yang sudah terkontaminasi.
- Melalui droplet atau percikan yang dikeluarkan saat batuk atau bersin.
- Melalui air atau makanan yang sudah terkontaminasi.
- Melalui cairan tubuh seperti darah milik orang lain yang sakit.
Jika tangan seseorang terkena kuman yang berasal dari salah satu sumber seperti
yang telah disebutkan di atas, maka ia dapat terinfeksi oleh kuman tersebut hanya dengan
menyentuhkan tangannya ke mata, hidung atau mulutnya. Infeksi kuman tersebut
merupakan tahap awal timbulnya penyakit.
Waktu yang tepat untuk mencuci tangan seperti :
- Sebelum dan setelah makan.

18
- Sebelum memegang makanan.
- Sebelum melakukan kegiatan apapun yang memasukkan jari-jari kedalam mulut atau
mata.
- Setelah bermain.
- Setelah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB).
- Setelah buang ingus, sampah.
- Setelah bermain dengan hewan/unggas termasuk hewan peliharaan.
- Sebelum memasukkan dan mengeluarkan lensa kontak.
- Sebelum mengobati luka.
Langkah- langkah mencuci tangan antara lain:

19
D. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa aplikasi cara
cuci tangan yang baik dan benar yaitu dengan menggunakan air bersih dan mengalir
serta memakai sabun itu penting untuk membersihkan tangan dan jari jemari kita dari
kuman-kuman yang menempel ditangan serta melalui pen yul uhan i ni dapat
m em ot i vasi si swa/ si sw i S DN 52 Kel urahan Li n gka r Ti m ur
unt uk mencuci tangan dengan cara yang baik dan benar.
2. Saran
Seluruh siswa/siswi SDN 52 Kelurahan Lingkar Timur hendaknya jika mencuci
tangan lakukanlah dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan memakai sabun
serta di pe rl ukan j u ga pe ran d ari gu ru -gu ru d an or an g t ua dal am
m em ot i vasi anak -an ak untuk selalu mencuci tangan.

E. Lampiran
- Daftar Hadir
- Notulens Diskusi
- Foto Kegiatan
- Surat Keterangan

20
KULIAH KERJA NYATA (KKN) PERIODE 76
UNIVERSITAS BENGKULU
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KECAMATAN SINGARAN PATI KOTA BENGKULU

Daftar Hadir Program Kerja Individu

1. Nama : Zenit Djaja


2. NPM : H1A011038
3. Fakultas/Prodi : Kedokteran/Pendidikan Dokter
4. Kelurahan/Kecamatan/Kota : Lingkar Timur/Singaran Pati/Bengkulu
5. Bidang Kegiatan : Cara mencuci tangan yang baik dan benar
6. Pertemuan : III

No Nama Tanda Tangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Lingkar Timur, 27 Juli 2015

Kepala Sekolah SD Negeri 52


Koordinator Lurah Lingkar Timur

Busi Rusmawati, S.PD


NIP. 19611231 198307 2 001 Ilham Dwi Saputra
NPM. C1C012090

21
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU PERIODE 76
KELURAHAN LINGKAR TIMUR KECAMATAN SINGARAN PATI
KOTA BENGKULU

NOTULENSI DISKUSI

Kegiatan : Penyuluhan Cara mencuci tangan yang baik dan benar


Pertemuan ke : III (Tiga)
Materi : Penyuluhan Cara mencuci tangan yang baik dan benar
Hari/Tanggal : Senin / 27 Juli 2015
Waktu : 09.00 09.30 WIB
Tempat : Ruang Kelas SD 52
Pertanyaan : 1. Manfaat mencuci tangan yang baik dan bener
Jawaban :Tangan dapat menjadi salah satu jalan masuk penyakit parasit, ataupun
bakteri atau virus menular lainnya seperti (influenza, tuberculosis, dll)
karna itu cara mencuci tangan yang baik dan benar dapat menurunkan
resiko terkena penyakit menular tersebut.

Lingkar timur, 27 Juli 2015

Mengetahui,
Mahasiswa KKN Periode-76 2015

Zenit djaja
(H1A011038)

22
Foto Kegiatan

23
PEMERINTAH KOTA BENGKULU
KECAMATAN SINGARAN PATI
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KOTA BENGKULU

SURAT KETERANGAN
NO :

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Busi Rusmawati, S.PD
Jabatan : Kepala Sekolah SD 52
Alamat : Kelurahan Lingkar timur Kecamatan Singaran Pati Kota
Bengkulu
Dengan ini menerangkan bahwa mahasiswa KKN Universitas Bengkulu Periode ke 76
tahun 2015 di Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singaran pati Kota Bengkulu yang
beridentitas sebagai berikut:
Nama : Zenit Djaja
NPM : H1A011038
Fakultas : Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Jurusan/Prodi : Pendidikan Dokter
Telah melaksanakan program individu:
Jenis Kegiatan : Cara mencuci tangan yang baik dan benar
Tanggal : 27 Juli 2015
Tempat : Gedung SD Negeri 52
Demikianlah surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Bengkulu, 27 Juli 2015


Kepala Sekolah SD Negeri 52

Busi Rusmawati, S.PD


NIP. 19611231 198307 2 001

24
PERTEMUAN IV

A. Topik kegiatan : Penyuluhan Cacingan (Pengertian Cacingan)

B. Justifikasi Kegiatan
1. Latar Belakang
Infeksi cacing merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di
Indonesia yang masih tinggi prevalensinya terutama pada kelompok usia balita dan
anak usia sekolah dasar. Angka infeksi cacing yang tinggi terutama di daerah pedesaan
dan daerah kumuh perkotaan, dimana didalam usus anak terdapat satu atau beberapa
jenis cacing yang merugikan pertumbuhan dan kecerdasan anak (Mardiana dan
Djarismawati, 2008). Infeksi cacingan adalah penyakit yang ditularkan melalui
makanan minuman atau melalui kulit dimana tanah sebagai media penularannya yang
disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk(Trichuris
trichuria),dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus)
(Sherwood L, 2011) .
Penyakit parasit akibat cacing umumnya ditemukan di daerah tropis dan
subtropis yang beriklim basah dimana hygiene dan sanitasinya buruk. Penyakit ini
merupakan penyakit infeksi paling umum menyerang kelompok masyarakat ekonomi
rendah dan ditemukan pada berbagai golongan usia (WHO, 2012). Penyakit ini tidak
selalu menyebabkan kematian, namun dalam keadaan yang bersifat kronis pada
penderitanya dapat menyebabkan gangguan absorbsi dan metabolisme zat-zat gizi
yang berujung pada kekurangan gizi dan menurunnya daya tahan tubuh. Indonesia
merupakan salah satu daerah endemis untuk cacing jenis STH (Soil Transmitted
Helminth). Hal ini dibuktikan oleh penelitian epidemiologi yang telah dilakukan di
seluruh provinsi di Indonesia terutama pada anak sekolah dan didapatkan angka
prevalensi tinggi yang bervariasi antara 60% sampai dengan 90% (Mardiana dan
Djarismawati, 2008).
Menurut penelitian Mareta, Harijani, dan Marwoto (2005), Di beberapa
wilayah di Indonesia juga menunjukkan prevalensi yang tinggi yakni kecacingan
ditemukan pada semua golongan umur, namun tertinggi pada usia anak SD yakni 90
100% pengaruh tindakan hygiene perorangan anak tersebut seperti kebiasaan mencuci
tangan, membersihkan kuku, memakai alas kaki, dan buang air besar (BAB) tidak
pada tempatnya.

25
2. Masalah
a) Kurangnya pengetahuan/pemahaman siswa/siswi mengenai apa itu cacingan.
b) Masih terdapatnya siswa/siswi anak usia sekolah dasar yang menderita penyakit
cacingan.
c) Kurangnya pengetahuan siswa/siswi cara penularan infeksi cacing.
3. Tujuan
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan siswa/i dapat:
a) Menumbuhkan rasa untuk menjaga kesehatan diri.
b) Menjelaskan mengenai pengertian penyakit cacingan.
c) Tumbuhnya kesadaran pentingnya untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan
untuk mengurangi risiko terjangkitnya penyakit cacingan.

C. Pembahasan
Infeksi Cacing banyak terjadi di daerah tropis dan sub-tropis, dan biasanya infeksi
cacing akan meningkat ketika musim hujan. Hal ini menyebapkan tanah menjadi gembur
dan lembab, hal ini menyebapkan tanah menjadi tempat yang baik untuk hidup larva
cacing. Larva (masa hidup setelah telur) cacing yang masuk ke dalam tubuh perlu waktu
1-3 minggu untuk berkembang. Cacing yang sering menyerang tubuh manusia adalah
cacing tambang, cacing gelang dan cacing kremi (Sungkar et al., 2008).
Keadaan Sanitasi sekolah dasar yang buruk dimungkinkan menjadi salah satu
penyebab terjadinya infeksi cacing pada anak. Anak usia sekolah dasar merupakan anak
yang memiliki frekuensi bermain relatif tinggi, baik di sekolah maupun di rumah. Perilaku
bermain ini tentu tidak dapat dilepaskan dari terjadinya kontak dengan tanah halaman
sekolah. Biasanya hampir sebagian besar sekolah dasar memiliki kondisi sanitasi kamar
mandi yang cukup buru, hal ini disebabkan kurangnya perawatan kamar mandi. Kondisi
sanitasi sekolah yang kurang baik inilah yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi
cacing pada anak sekolah (Mahmoud, 2000).
Faktor perilaku hygiene personal yang kurang bersih dan sehat menjadi Parasit
cacing akan mudah menimbulkan infeksi pada tubuh manusia. Selain itu kondisi sanitasi
lingkungan pemukiman penduduk yang buruk juga menjadi salah satu faktor pendukung
tingginya angka kecacingan. Tanpa disadari parasit cacing berupa telur atau larvanya bisa
melekat pada sela jari dan kuku tangan yang tidak bersih. Demikian juga dapat menempel
pada bahan makanan yang akan dikonsumsi sehingga bisa menyebabkan gangguan
pencernaan. Pada beberapa keadaan lingkungan, larva cacing dapat menginfeksi lewat

26
kontak langsung menembus kulit sehingga dapat bermigrasi menuju organ vital seperti
pembuluh darah, pembuluh limfe, hati, paru-paru dan jantung (Gandahusada et al., 2006).

D. Kesimpulan dan Saran


1. Kesimpulan
Berdasarkan rangkuman diatas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa
penyebab cacingan dikarenakan kebiasaan yang buruk terutama dalam menjaga
kebersihan diri dan lingkungan untuk menghindari terjangkitnya penyakit cacingan
dan akibat yang ditimbulkan dari infeksi cacing.
2. Saran
Setelah dilakukan penyuluhan baiknya siswa/siswi dapat meminimalisir bahkan
menghindari faktor penyebab dari penyakit cacingan dengan cara meningkatkan
perilaku kebersihan individu, lingkungan, dan tidak melakukan kebiasaan buruk yang
bisa menyebabkan terjadinya penyakit cacingan seperti keluar rumah tidak
menggunakan alas kaki atau tidak mencuci tangan sebelum makan. Diharapkan
adanya peningkatan perilaku hygiene anak sekolah sehingga mencegah kejadian
cacingan.

E. Lampiran
- Daftar Hadir
- Notulen Diskusi
- Foto Kegiatan
- Surat Keterangan

27
KULIAH KERJA NYATA (KKN) PERIODE 76
UNIVERSITAS BENGKULU
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KECAMATAN SINGARAN PATI KOTA BENGKULU

Daftar Hadir Program Kerja Individu

1. Nama : Zenit Djaja


2. NPM : H1A011038
3. Fakultas/Prodi : Kedokteran/Pendidikan Dokter
4. Kelurahan/Kecamatan/Kota : Lingkar Timur/Singaran Pati/Bengkulu
5. Bidang Kegiatan : Penyuluhan Cacingan (Pengertian Cacingan)
6. Pertemuan : IV (empat)

No Nama Tanda Tangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Lingkar Timur, 27 Juli 2015

Kepala Sekolah SD Negeri 52 Koordinator Lurah Lingkar Timur

Busi Rusmawati, S.PD Ilham Dwi Saputra


NIP. 19611231 198307 2 001 NPM. C1C012090

28
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU PERIODE 76
KELURAHAN LINGKAR TIMUR KECAMATAN SINGARAN PATI
KOTA BENGKULU

NOTULENSI DISKUSI

Kegiatan : Penyuluhan Cacingan


Pertemuan ke : IV (Empat)
Materi : Penyuluhan Cacingan (Pengertian Cacingan)
Hari/Tanggal : senin / 27 Juli 2015
Waktu : 09.00 09.30 WIB
Tempat : Ruang Kelas SD 52
Pertanyaan : 1. Bagaimana cara penularan cacingan?
Jawaban : Cacing dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kontak dengan
telur atau larva cacing. Larva atau terlur cacing bisa melekat pada sela
jari dan kuku tangan yang tidak bersih, atau larva cacing dapat
menembus kulit. Demikian juga dapat menempel pada bahan makanan
yang akan dikonsumsi yang tercemar telur cacing, sayuran yang tidak
di cuci bersih, daging yang tidak dimasak matang, bisa juga antara satu
tangan ke tangan lain sehingga bisa menyebabkan gangguan
pencernaan makanan atau minuman yang tercemar telur-telur cacing.

Lingkar timur, 27 Juli 2015

Mengetahui,
Mahasiswa KKN Periode-76 2015

Zenit djaja
(H1A011038)

29
Foto Kegiatan

30
PEMERINTAH KOTA BENGKULU
KECAMATAN SINGARAN PATI
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KOTA BENGKULU

SURAT KETERANGAN
NO :

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Busi Rusmawati, S.PD
Jabatan : Kepala Sekolah SD 52
Alamat : Kelurahan Lingkar timur Kecamatan Singaran Pati Kota
Bengkulu
Dengan ini menerangkan bahwa mahasiswa KKN Universitas Bengkulu Periode ke 76
tahun 2015 di Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu yang
beridentitas sebagai berikut:
Nama : Zenit Djaja
NPM : H1A011038
Fakultas : Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Jurusan/Prodi : Pendidikan Dokter
Telah melaksanakan program individu:
Jenis Kegiatan : Penyuluhan Cacingan (Pengertian Cacingan)
Tanggal : 27 Juli 2015
Tempat : Gedung Kelas SD negeri 52
Demikianlah surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Bengkulu, 27 Juli 2015


Kepala Sekolah SD Negeri 52

Busi Rusmawati, S.PD


NIP. 19611231 198307 2 001

31
PERTEMUAN V

A. Topik Diskusi
Pemeriksaan Tensi Darah, Kolestrol, dan Asam urat.

B. Justifikasi Kegiataan
1. Latar Belakang
Metabolik mempunyai peran yang penting bagi makhluk hidup. Tanpa adanya proses
metabolik yang cukup makhluk hidup akan mengalamin kelainan yang menyebapkan
kekacauan sistem tubuh. Gangguan metabolic dapat terjadi karna genetic atau karna
paparan dunia luar. Proses metabolik pada manusia berupa proses pengumpulan nutrisi,
pembuangan zat sisa,pengolahan hormon yang bertujuan untuk mempertahankan tubuh
manusia untuk beradap tasi dengan lingkungan dan situasi sekitar.
Nutrisi yang di konsumsi oleh manusia akan mengalamin proses metabolik menjadi
ATP yang berfungsi untuk memberikan energi bagi organ tubuh seseorang. Proses
metabolik yang terjadi pada manusia bertujuan untuk memecah zat kompleks yang masuk
ke tubuh menjadi zat sederhana sehingga dapat di gunakan tubuh sesuai dengan fungsi zat
tersebut seperti glukosa di mana polisakarida akan di pecah menjadi disakarida,kemudia
akan di pecah kembali menjadi monosakarida dan akan di angkut oleh insulin untuk
diedarkan ke tubuh.
Kompleknya proses metabolik menyebabkan apabila terjadi suatu kerusakan yang
terjadi terus menerus dapat menyebapkan kerusakan itu permanen sehingga menyebapkan
suatu kelainan pada manusia. Di Indonesia sendiri terjadi peningkatan penyakit yang di
akibatkan oleh kerusakan metabolic seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gout. Hal
ini tidak lepas dari perubahan pola makan, serta kehidupan masyarakat menyebapkan
peningkatan penyakit metabolik. Selain itu pola makan, kurang olahraga, kelainan
metabolisme, mekanisme neuroendokrin, psikologi, obat-obatan, faktor sosial ekonomi dan
gaya hidup serta faktor genetika menyembung peranan besar dalam terjadi penyakit
metabolic (Sherwood L, 2011).
Pada peningkatan level glukosa dalam darah dapat menyebapkan penyakit yaitu
diabetes melitus dimana tipe 1 pada gangguan genetik dan tipe 2 karna penurunan
resistensi insulin. Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan
tingginya kadar glukosa di dalam darah (hiperglikemia) yang terjadi akibat gangguan
sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penderita diabetes di dunia sebesar 387 juta,

32
dengan 46,3% kasus yang tidak terdiagnosis, kasus ini diperkirakan akan meningkat
menjadi lebih dari 205 juta kasus baru (American Diabetes Association, 2015)
Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya
hipertensi. Hipertensi dapat di bagi dua yaitu hipertensi primer (penyebabnya tidak
diketahui) dan sekunder (hipertensi yang di ketahui penyebabnya). Hipertensi memiliki
prevalensi wanita memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan laki laki (riskesdas, 2013).
Pemeriksaan tekanan darah adalah salah satu pemeriksaan tanda vital yang sangat penting
untuk dilakukan agar dapat mendiagnosis seseorang terkena hypertensi atau tidak.
Menurut American College of Rheumatology, gout adalah suatu penyakit dan
potensi ketidakmampuan akibat radang sendi yang sudah dikenal sejak lama, gejalanya
biasanya terdiri dari episodik berat dari nyeri infalamasi satu sendi. Gout adalah bentuk
inflamasi arthritis kronis, bengkak dan nyeri yang paling sering di sendi besar jempol kaki.
Namun, gout tidak terbatas pada jempol kaki, dapat juga mempengaruhi sendi lain
termasuk kaki, pergelangan kaki, lutut,lengan, pergelangan tangan, siku dan kadang di
jaringan lunak dan tendon.Biasanya hanya mempengaruhi satu sendi pada satu waktu, tapi
bisa menjadi semakin parah dan dari waktu ke waktu dapat mempengaruhi beberapa sendi.
Gout merupakan istilah yang dipakai untuk sekelompok gangguan metabolik yang ditandai
oleh meningkatnya konsentrasi asam urat (hiperurisemia).
2. Masalah
a) Kurangnya pemahaman masyarakan tentang pentingnya melakukan pemeriksaan rutin
khususnya tekanan darah, glukosa darah, dan asam urat.
b) Kurangnya informasi masyarakat tentang pengertian, cara mengatasi, dan hal-hal yang
dapat meningkatkan resiko peningkatan gula darah, hipertensi, dan asam urat.
3. Tujuan
Adapun tujuan dari pertemuan pertama ini adalah:
a) Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat dan tujuan pemeriksaan
tekanan darah, asam urat, dan glukosa secara rutin.
b) Memberikan wawasan tentang komplikasi hipertensi, diabetes, dan gout serta cara
mengatasinya.

C. PEMBAHASAN
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan
karakteristik hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin. Hal ini dapat menyebabkan
gangguan microvascular (retinopathy, nephropathy, neurophaty) atau macrovascular
(stroke, renovascular, semua penyakit cardivoascular) (Longmore et al, 2010).
33
Menurut pedoman American Diabetes Association (ADA) 2015 untuk pencegahan
dan pengelolaan DM tipe 2, kriteria diagnostik DM dapat ditegakkan bila:
1. A1C > 6.5%.
2. Glukosa plasma puasa 126 mg/dL, minimal 8 jam berpuasa.
3. Terdapat keluhan klasik DM penyerta, seperti banyak kencing (poliuria), banyak
minum (polidipsia), banyak makan (polifagia), dan penurunan berat badan yang tidak
dapat dijelaskan penyebabnya, glukosa plasma sewaktu 200 mg/dL. Bila gejala
klasik tidak ada atau ragu-ragu harus dilakukan pemeriksaan ulang.
4. Kadar glukosa plasma 200 mg/dL pada 2 jam sesudah beban glukosa 75 gram pada
tes toleransi glukosa oral (TTGO).

Penyakit darah tinggi atau hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang
mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic
(bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat
pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat
digital lainnya. Seseorang bisa dikatakan penderita Hipertensi apabila tekanan darah
sistolik 140 mmHg/lebih tinggi. dan tekanan darah diastolik 90 mmHg/lebih tinggi.
Hipertensi dapat terjadi pada pria maupun wanita, resiko hipertensi semakin meningkat
pada usia 50-an keatas, hampir 90% kasus hipertensi tidak diketahui penyebab sebenarnya,
sebagian besar hipertensi tidak memberikan gejala ( asimtomatis ). Hipertensi biasanya
tidak menunjukkan gejala dan tanda. Hal inilah mengapa sangat penting untuk melakukan
pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Hanya pemeriksaan tekanan darah tinggi dengan
menggunakan alat pemeriksa tekanan darah tinggi diagnosa hipertensi dapat ditegakkan
(Ciptaningsih E, 2012).
Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan,
tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam
aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil.

34
Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat
diwaktu beraktifitas atau berolahraga.
Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan
dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam
kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus
menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, yang menyebabkan kondisi
ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata.
Penyakit hipertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung
(Guyton AC dan Hall JE, 2007).

Kategori Sistolik Diastolik

Optimal ,120 <80


Normal ,130 <85
Higt normal 130-139 85-89
Hipertension
Stage I 140-159 90-99
Stag II 160-179 100-109
Stage III 180 110
Isolated systolik 140 <90

Asam urat merupakan senyawa nitrogen yang dihasilkan dari proses katabolisme
purin baik dari diet maupun dari asam nukleat endogen (asam deoksiribonukleat). (Syukri,
2007). Nilai normal untuk asam urat pada laki laki 3,5-7 mg/dl dan wanita 2,6-6 mg/dl.
Gout dapat bersifat primer, sekunder, maupun idiopatik. Gout primer merupakan akibat
langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau akibat penurunan ekskresi
asam urat. Gout sekunder disebabkan karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau
ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat-obatan
tertentu sedangkan gout idiopatik adalah hiperurisemia yang tidak jelas penyebab primer,
kelainan genetik, tidak ada kelainan fisiologis atau anatomi yang jelas.( Robbins et all,
2011).

35
D. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Dari kegiatan yang telah dilaksanakan di masyarakat Lingkar Timur sangat
antusias untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah, dan asam urat
secara rutin, serta minat dan motivasi pengetahuan akan kesahatan sangat tinggi.
2. Saran
Minat dan antusias masyarakat yang tinggi akan pengetahuan kesehatan
pemeriksaan tekakan darah, asam urat, glukosa secara rutin perlu ditingkatkan dengan
diadakannya kegiatan penyuluhan kesehatan dari berbagai pihak tenaga medis serta
diadakanya fasilitas yang mendukung untuk berjalannya kegiatan tersebut.

E. Lampiran
- Daftar Hadir
- Notulens Diskusi
- Foto Kegiatan
- Surat Keterangan

36
KULIAH KERJA NYATA (KKN) PERIODE 76
UNIVERSITAS BENGKULU
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KECAMATAN SINGARAN PATI KOTA BENGKULU

Daftar Hadir Program Kerja Individu

1. Nama : Zenit Djaja


2. NPM : H1A011038
3. Fakultas/Prodi : Kedokteran/Pendidikan Dokter
4. Kelurahan/Kecamatan/Kota : Lingkar Timur/Singaran Pati/Bengkulu
5. Bidang Kegiatan : Pemeriksaan Tekanan Darah, Gula darah, dan Asam
Urat
6. Pertemuan : V (lima)

No Nama Tanda Tangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Lingkar Timur, 4 Agustus 2015

Kepala Lurah Lingkar Timur Koordinator Lurah Lingkar Timur

Tambunan.S.Sos Ilham Dwi Saputra


NIP. 19620519 198103 1 001 NPM. C1C012090

37
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU PERIODE 76
KELURAHAN LINGKAR TIMUR KECAMATAN SINGARAN PATI
KOTA BENGKULU

NOTULENSI DISKUSI

Kegiatan : Pemeriksaan Tekanan Darah, Gula darah, dan Asam urat


Pertemuan ke : V (Lima)
Tanggal : 3 agustus 2015
Waktu : 10.00 WIB
Tempat : Puskesmas Lingkar Timur
Pertanyaan :-
Jawaban :-

Lingkar timur, 4 Agustus 2015

Mengetahui,
Mahasiswa KKN Periode-76 2015

Zenit djaja
(H1A011038)

38
Foto Kegiataan

39
PEMERINTAH KOTA BENGKULU
KECAMATAN SINGARAN PATI
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KOTA BENGKULU

SURAT KETERANGAN
NO :

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Tambunan.S.Sos
Jabatan : Kepala Lurah Lingkar Timur
Alamat : Kelurahan Lingkar timur Kecamatan Singaran Pati Kota
Bengkulu
Dengan ini menerangkan bahwa mahasiswa KKN Universitas Bengkulu Periode ke 76
tahun 2015 di Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singaran pati Kota Bengkulu yang
beridentitas sebagai berikut:
Nama : Zenit Djaja
NPM : H1A011038
Fakultas : Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Jurusan/Prodi : Pendidikan Dokter
Telah melaksanakan program individu:
Jenis Kegiatan : Pemeriksaan Tekanan Darah, Gula darah, dan Asam urat
Tanggal : 3 Agustus 2015
Tempat : Rumah warga kelurahan Lingkar Timur
Demikianlah surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Bengkulu, 4 Agustus 2015


Kepala Lurah Lingkar Timur

Tambunan.S.Sos
NIP. 19620519 198103 1 001

40
PERTEMUAN VI

A. Topik Kegiatan: Penyuluhan tentang KB (Keluarga Berencana)

B. Justifikasi Kegiatan
1. Latar Belakang
Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan atau
merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi. Sedangkan
menururt WHO keluarga berencana mencakup tindakan yang menggunakan suatu
individu atau pasangan suami istri untuk , mendapatkan obyek-obyek tertentu,
Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, Mendapatkan kelahiran yang memang
diinginkan, Mengatur interval diantara kehamilan, Mengontrol waktu saat kelahiran
dalam hubungan dengan umur suami istri, Menentukan jumlah anak dalam keluarga
(Hanafi, 2004)
Keluarga berencana bertujuan untuk membentuk keluarga kecil sesuai dengan
kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara mengatur kelahiran anak agar
memiliki keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya
dan membuat perencanaan jumlah keluarga sedini mungkin. Pembatasan bisa
dilakukan dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran
seperti kondom, spiral IUD dan suntik sebagainya (Mochtar, 2002).
Program keluarga berencana nasional memberikan arahan kebijakan untuk
meningkatkan kualitas penduduk melalui pengendalian kelahiran, memperkecil angka
kematian dan peningkatan kualitas program KB. Didalam masyarakat yaitu bagi ibu-
ibu untuk perbaikan kesehatan, peningkatan kesehatan, selain itu juga ibu-ibu dapat
mengasuh anaknya cukup pada waktunya dan tidak terlalu repot, dan ibu-ibu bisa
istrahat yang cukup, kemudian bisa menikmati waktu luang serta dapat melakukan
kegiatan yang lain. Selain itu juga manfaat dari KB tersebut tidak hanya berpengaruh
terhadap ibu-ibu nya saja namun sangat berpengaruh juga terhadap perkembangan
anak-anak. Anak dapat tumbuh dengan wajar dan sehat, memperoleh perhatian
pemeliharaan makanan yang cukup, dan yang paling penting yaitu perencanaan
kesempatan pendidikan anak yg lebih baik (Hartanto, 2003).

41
2. Masalah
a) Kurangnya Keinginan suami atau istri untuk memulai menerapkan program KB
sedini mungkin.
b) Kurangnya pengetahuan akan jenis-jenis KB yang dapat di pergunakan sekarang
ini.
c) Masih tingginya kepercayaan warga tentang banyak anak banyak rejeki.

3. Tujuan
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan suami/istri dapat :
a) Memahami dan mengaplikasikan pentingnya KB dalam rumah tangga.
b) Mengetahui dan dapat memilih jenis KB yang sesuai dengan keadaan keluarga
tersebut.

C. Pembahasan
Dengan menggunakan program KB kehidupan akan menjadi lebih baik
kesehatan akan lebih terjaga dan sejahtera, meningkatkan kualitas penduduk dan
memperbaiki perekonomian. Kegunaan KB ini hampir sama dengan manfaat KB,
kegunaan KB ini sangat penting untuk masyarakat untuk mengurangi angka kematian.
Kegunaan KB ini untuk mengurangi resiko terhadap ibu-ibu yang hamil. Dengan
adanya pengetahuan tentang adanya kegunaan KB ini masyarakat bisa lebih
mengetahui bagaimana cara berKB dan memilih alat kontrasepsi yang cocok untuk di
pakai oleh ibu-ibu. Adanya kegunaan KB ini masyarakat bisa membentuk keluarga
kecil yang sejahtera dan harmonis (Rhenald,2001).
Menururt Henderson, C dan Kathleen J (2005) terdapat beberapa metode
dalam program KB seperti :
A. Metode kontrasepsi sederhana.
1. Kondom ( efektifitas 85% ).
Merupakan sarung karet tipis yang dipasang pada penis sebagai tempat
penampungan air mani yang dikeluarkan pria pada saat senggama sehingga
tidak tercurah pada vagina.
Keuntungan menggunakan kondom murah dan dapat dibeli secara umum,
mengurangi penyakit menular seksual, Mudah cara pemakaiannya, Tidak
mengurangi kenikmatan sedangkan untuk Kerugiannya menggunakan kondom,
mungkin alergi terhadap karet dan bocor.

42
2. Coitus interuptus (senggama terputus).
Coitus interuptus adalah menghentikan senggama dengan mencabut penis dari
liang vagina pada saat suami menjelang ejakulasi. Keuntungan menggunakan
metode ini tidak memerlukan alat atau obat sama sekali sehingga relative sehat
untuk digunakan wanita sedangkan kerugiannya memiliki resiko kegagalan
cukup tinggi.

3. Metode Kalender (pantang berkala, efektifitas 60%).


Keluarga berencana alami didasarkan pada siklus masa subur dan tidak subur
seorang wanita. Pasangan suami istri tidak bersenggama pada saat masa subur
istri, yaitu 14 hari sebelum haid yang akan datang atau hari ke 12 sampai hari
ke 16 karena sel sperma masih hidup 3 hari setelah ejakulasi.

B. Metode Kontrsepsi Hormonal.


1. Pil KB ( efektifitas 99% )
Alat kontrasepsi wanita berbentuk pil didalam strip yang berisi gabungan
hormon estrogen dan progesteron atau hanya berisi hormon progesteron saja
(pil mini). Pil cocok pada pasangan muda, dan dapat mengurangi rasa sakit
pada saat menstruasi, dan mengurangi resiko anemia defisiensi zat besi,
sedangkan untuk kerugiannya sendiri pil KB harus rutin di minum. Dapat
meningkatkan tekanan darah. Dapat mengurangi jumlah asi pada ibu menyusui
2. KB Suntikan. (efektifitas 99%)
Sama seperti pil KB hanya saja beda tempat aplikasinya. Untuk kontrasepsi
hormon dapat di bagi menjadi 2 yaitu yang mengandung hanya progesteron
atau combinasi. Untuk keuntungannya memiliki harga yang relatif murah,
aman dan praktis, sedangkan untuk kerugiannya sendiri akan menyebapkan
gangguan menstruasi, perubahan berat badan dan pusing.

C. Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK / IMPLANT / SUSUK KB ), efektifitas


97- 99%.
AKBK merupakan alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit, biasanya
dipasang pada lengan kiri atas, terdiri dari 6 bat, 4 bat,2 bat, 1 bat yang
mengandung hormon levonorgestrol. Keuntungan menggunakan AKBK berupa
tidak menekan produksi ASI, Praktis, efektif jangka panjang 5 tahun, kalau 2

43
bat / 1 bat efektif 1 3 tahun, sedangkan kerugiannya sendiri, implant harus
dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih, Lebih mahal dari
pil KB atau suntikan KB, timbul gangguan menstruasi selama 3 6 bulan
pertama.

D. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ( AKDR / IUD / SPIRAL ). efektifitas 98%.


IUD Adalah alat kontrsepsi yang dimasukkan ke dalam rahim dimana alat
tersebut memiliki bentuk bermacam macam terdiri dari plastik, atau terlilit
tembaga (cuprum / Copper). Pemasangan IUD meiliki keuntungan seperti,
Praktis, ekonomis, dapat diterima oleh masyarakat, Mempunyai toleransi yang
tinggi, hanya sedikit wanita yang mengeluh dan mendapat komplikasi, Pulih
kesuburan setelah AKDR dicabut, Berjangka panjang (dapat sampai 10 tahun).

E. Metode Kontrasepsi Mantap ( KONTAP ). Memiliki efektifitas hampir 100%.


Kontrasepsi mantap adalah salah satu cara kontrasepsi dengan tindakan
pembedahan jenis kontap yaitu :
a. Vasektomi / MOP ( medis operatif pria ).
Vasektomi atau kontap pria yaitu kontrasepsi dengan cara mengikat dan
memotong saluran sperma / vas deferens, sehingga sperma tidak keluar saat
senggama.
b. Tubektomi
Tubektomi atau kontap wanita yaitu kontrasepsi permanen untuk mencegah
keluarnya sel telur dengan cara mengikat dan memotong kedua saluran telur
wanita.

D. Kesimpulan dan Saran


1. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa
penerapan KB (keluarga berencana) pada pasangan suami istri di kelurahan lingkar
timur dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengontrol angka kelahiran bayi,
menurunkan angka kematian ibu dan menurunkan angka kecacatan bayi baru lahir.
Serta banyaknya alat kontrasepsi di pasaran dapat memudakan pasangan suami istri
untuk memilih jenis kontrasepsi apa yang akan di gunakan.

44
2. Saran
Pada warga kelurahan Lingkar Timur khususnya yang sudah berkeluarga atau
yang baru akan membina keluarga hendaknya memiliki kesadaran tentang pentingnya
penerapan KB (keluarga berencana), dan setelah penyuluhan ini hendaknya pasangan
suami istri dapat memilih alat kontrasepsi yang sesuai dan tepat dengan kebutuhan.

E. Lampiran
- Daftar Hadir
- Notulens Diskusi
- Foto Kegiatan
- Surat Keterangan

45
KULIAH KERJA NYATA (KKN) PERIODE 76
UNIVERSITAS BENGKULU
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KECAMATAN SINGARAN PATI KOTA BENGKULU

Daftar Hadir Program Kerja Individu

1. Nama : Zenit Djaja


2. NPM : H1A011038
3. Fakultas/Prodi : Kedokteran/Pendidikan Dokter
4. Kelurahan/Kecamatan/Kota : Lingkar Timur/Singaran Pati/Bengkulu
5. Bidang Kegiatan : Penyuluhan KB (cara dan manfaat)
6. Pertemuan : VI

No Nama Tanda Tangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Lingkar Timur, 14 Agustus 2015

Kepala Puskesmas Lingkar Timur Koordinator Lurah Lingkar Timur

Buyung Saukani S.K.M Ilham Dwi Saputra


NIP. 19610908 198303 1 008 NPM. C1C012090

46
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU PERIODE 76
KELURAHAN LINGKAR TIMUR KECAMATAN SINGARAN
PATI KOTA BENGKULU

NOTULENSI DISKUSI

Kegiatan : Penyuluhan KB (Keluarga Berencana)


Pertemuan ke : VI (Enam)
Materi : Penyuluhan KB (cara dan manfaat)
Hari/Tanggal : Kamis / 14 Agustus 2015
Waktu : 09.00 11.00 WIB
Tempat : Puskesmas Lingkar Timur
Pertanyaan : 1. Manfaat KB ?
2. Jenis alat kontrasepsi?
Jawaban :
1. Manfaat :
Manfaat KB bagi ibu-ibu untuk perbaikan kesehatan, peningkatan kesehatan,
selain itu juga ibu-ibu dapat mengasuh anaknya cukup pada waktunya dan
tidak terlalu repot, dan ibu-ibu bisa istrahat yang cukup, kemudian bisa
menikmati waktu luang serta dapat melakukan kegiatan yang lain.
2. Jenis kontrasepsi :
Sederhana (kondom, coitus interuptus, metode kalender), dan Hormonal (Pil
KB, Suntik KB, AKBK, IUD, dan kontrasepsi mantap)

Lingkar timur, 14 Agustus 2015

Mengetahui,
Mahasiswa KKN Periode-76 2015

Zenit djaja
(H1A011038)

47
Foto Kegiataan

48
PEMERINTAH KOTA BENGKULU
KECAMATAN SINGARAN PATI
KELURAHAN LINGKAR TIMUR
KOTA BENGKULU

SURAT KETERANGAN
NO :

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Buyung Saukani S.K.M
Jabatan : Kepala Puskesmas Lingkar Timur
Alamat : Kelurahan Lingkar timur Kecamatan Singaran Pati Kota
Bengkulu
Dengan ini menerangkan bahwa mahasiswa KKN Universitas Bengkulu Periode
ke 76tahun 2015 di Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singaran pati Kota
Bengkulu yang beridentitas sebagai berikut:
Nama : Zenit Djaja
NPM : H1A011038
Fakultas : Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Jurusan/Prodi : Pendidikan Dokter
Telah melaksanakan program individu:
Jenis Kegiatan : Penyuluhan KB (Keluarga Berencana)
Tanggal : 14 Agustus 2015
Tempat : Puskesmas Lingkar Timur
Demikianlah surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Bengkulu, 14 Agustus 2015


Kepala Puskesmas
Lingkar Timur

Buyung Saukani S.K.M


NIP. 19610908 198303 1008

49
Daftar Pustaka

American Diabetes Association (2011). Diagnosis and Classification of Diabetes


Mellitus: Diabetes Care. Volume 34 Supplement 1 dalam RISKESDAS
2013.
http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/rkd2013/Laporan_Riske
sdas2013.PDF - Diakses 11 Januari 2015.
Aryana. 2010. Gizi Reproduks Yogyakarta: Pustaka Rihma.
Arisman . 2007. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.
Chuluq C (2013). Hubungan Asupan Makan dengan Status Gizi Anak Sekolah
Dasar (Studi Kasus Siswa SD Kelas V Kecamatam Dekai Suku Momuna
Kabupaten Yahukimo) Provinsi Papua. Malang : Universitas Brawijaya.
Ciptaningsih E (2012). Uji Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Fitokimia
pada Kopi Luwak Arabika dan Pengaruhnya terhadap Tekanan Darah
Tikus Normal dan Tikus Hipertensi.
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20305031-T30897-
Erna%20Ciptaningsih.pdf Diakses tanggal 5 Februari 2015.
Depkes RI. 2007. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.
Dewi, R.S. 2004. Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa SD
Krompol I dan II, Kecamatan Bringin, Ngawi, tahun 2004
http://hqweb01.BKKBN.go.id/hqweb/ceria/sslappagel.html (Diakses
tanggal 29Agustus 2015).
Gandahusada S, Ilahude H.D, Pribadi W (2006). Parasitologi Kedokteran. Edisi
ke III. Jakarta : Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Guyton AC dan Hall JE (2007). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11.
Jakarta: EGC.
Hadi, Haryono. 2005.Metodologi Penilaian Pendidikan Cetakan III Edisi Revisi.
Bandung: Pustaka Setia.
Hanafi. 2001. Buku Acuan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : ISBN.
Hartanto.2003. Buku Acuan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : ISBN.
Henderson, C dan Kathleen J. (2005). Buku Ajar Konsep Kebidanan
(terjemahan). Jakarta: EGC.
Ismawati,S., 2010,Posyandu dan Desa Siaga,Nuha Medika, Yogyakarta.

50
Kemenkes RI, 2012, Panduan Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas dalam
Pembinaan Kader Khomsan, A. 2003. Pangan Dan Gizi Untuk
Kesehatan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Longmore M, Wilkinson IB, Davidson EH, Foulkes A, Mafi AR (2010). Oxford
Handbook of Clinical Medicine. Edisi 8.
Low, S., Chin M.C., Deurenberg-Yap M. Review on epidemic of obesity. Ann
Acad Med Singapore. 2009; 38:57-65.
Mahmoud AAF. Helminths. Dalam: Saunders WB. Nelson Textbook of
Pediatrics. Edisi ke-16. Philadelphia: WB Saunders; 2000. h. 854-6.
Mardiana dan Djarismawati. 2008. Prevalensi Cacing Usus pada Murid Sekolah
Dasar Wajib Belajar Pelayanan Gerakan Terpadu Pengetasan
Kemiskinan Daerah Kumuh di Wilayah DKI Jakarta. Jurnal Ekologi
Kesehatan. Vol. 7, No. 2.
Marleta, R., Harijani, D., Marwoto, A. 2005. Faktor Lingkungan dalam
Pemberantasan Penyakit Cacing Usus di Indonesia. Jurnal Ekologi
Kesehatan, Vol.4 No.3 2005; 290-295.
Moehji ,S. 2003. Ilmu Gizi 2 Penanggulangan Gizi Buruk. Jakarta :Papas Sinar
Sinanti.
Mochtar, Rustam. 2002. Sinopsis Obstetri : Obstetri Operatif, Obstetri Sosial.
EGC. Jakarta.
Pardede.2002. Jenis Pelayanan Kontrasepsi.Jakarta: Salemba Medika.
Posyandu,Kemenkes RI, Jakarta.
Proverawati dan Rahmawati. (2012). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Yogyakarta: Nuha Medika.
Rhenald.2001. Kesehatan Reprodukssi da Masalahnya. Jakarta: PT Rhineka Cipta
.
Riskesdas (2013). Diunduh dari :
http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/rkd2013/Laporan_Riske
sdas2013.PDF - Diakses 11 Januari 2015.
Robbins et.all (2011). Buku ajar patologi. Edisi 7. Jakarta ; EGC.
Saifudin.2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan kontrasepsi. Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.
Sherwood L (2011). Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Edisi 6. Jakarta: EGC.
Soetjiningsih. 2004. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya
Jakarta:Sagung Seto.

51
Sungkar S, Sutanto I, Ismid IS, Sjarifuddin PK 2008 Staf Pengajar Deapartemen
Parasitologi FKUI, Buku Ajar Parasitologi Kedokteran, Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia,Edisi Keempat. Jakarta, 2008.
Tazrian (2011). Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Mencuci Tangan
Pakai Sabun Menggunakan Media Film Terhadap Perubahan Perilaku
Mencuci Tangan Pakai Sabun Pada Anak Usia Sekolah. Tugas Akhir,
Universitas Airlangga Surabaya.

52
LAMPIRAN

TEKNOLOGI YANG DITERAPKAN

Teknologi yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan program Kuliah


Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu Periode 76 Tahun 2015 di Lingkar
Timur, Kecamatan Singara Pati adalah :

1. Teknik Partisipasi
yaitu suatu teknik pendekatan dimana mahasiswa bekerjasama dengan
guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan secara bersama-sama.

2. Teknik Tatap Muka


yaitu mahasiswa dalam menyampaikan materi dengan bertatap muka
secara langsung dengan siswa/siswi.

3. Teknik Representatif Objektif


yaitu mahasiswa dalam hal ini meminta bantuan dari seorang ahli ( guru )
yang bersangkutan dalam menyajikannya di depan kelas.

53
PROGRAM KERJA PERORANGAN MAHASISWA KKN

UNIVERSITAS BENGKULU PERIODE 76 TAHUN 2015

Nama/NPM : Zenit Djaja/ H1A0011038


Fakultas/Prodi : Kedokteran / Pendidikan Dokter
Kelurahan/Kec./Kota: Lingkar Timur / Singara Pati / Bengkulu
Bidang Kegiatan : Kesehatan

RENCANA KEGIATAN

NO ALOKASI WAKTU KEGIATAN


TOPIK DISKUSI Juli (Minggu) Agustus (Minggu)

I II III IV I II III IV

1 Membantu kegiataan Puskesmas 7


(POSYANDU)
2 Melakukan pengukuran IMT 7

3 Penyuluhan mencuci tangan yang 27


baik dan benar

4 Penyuluhan Cacingan 27

5 Melakukan pemeriksaan Fisik 14

6 Penyuluhan KB 17

Lingkar Timur, 31 Agustus 2015

Kepala Lurah Lingkar Timur Koordinator Lurah

Tambunan S.Sos Ilham Dwi Saputra


NIP. 19620519 198103 1 001 C1C012090

54
Foto Lampiran

Pemeriksaan Tensi, glukosa dan asam urat

Pembuatan Atribut 17 Agustus

55
Pemasangan plang nama jalan

Pengadaan Lomba 17 Agustus

56
Pengecetan Poskamling

Pemaparan program kerja kepada Masyarakat

57
Pemaparan program nuget jamur tiram

58
Penimbangan Anak di Posyandu

59