Anda di halaman 1dari 2

1.

Pembedahan
Pembedahan merupakan terapi definitif melanoma maligna. Pasien dengan tumor < 1
mm memiliki risiko rendah terjadinya locoregional atau metastasis jauh. Pada pasien
dengan tumor < 1 mm pemeriksaan penunjang untuk mengevaluasi adanya metastasis
ke visceral biasanya tidak diperlukan. Sedangkan, pada tumor > 1 mm perlu
dilakukan rontgen thorax dan evaluasi liver function test secara rutin. Pada pasien
dengan stadium III perlu dilakukan CT-Scan. Selain itu PET-Scan juga diperlukan
untuk mengevaluasi adanya metastasis pada stadium berisiko tinggi terjadinya
metastasis (stadium IIc, III, IV). Pembedahan pada kasus rekuren dan in transit
metastasis dapat dilakukan apabila memungkinkan untuk dilakukan dan merupakan
terapi yang paling efektif.
2. Terapi adjuvan
Setelah dilakukan pembedahan, perlu dilakukan terapi adjuvan untuk mengeradikasi
mikrometastasis yang tidah terdeteksi setelah dilakukan reseksi. Salah satu terapi
yang dipergunakan adalah Interferon Alfa 2b yang telah direkomendasikan oleh Food
and Drug Administration (FDA). Interferon alfa 2b dapat diberikan dalam dosis tinggi
(20 million U/m2 untuk 5 hari) selama 1 bulan, dilanjutkan dengan dosis rendah yaitu
(10 million U/m2 3 kali seminggu) selama 11 bulan. Selain itu pemberian
Granulocyte-Macrophage Colony-Stimulating Factor (GM-CSF) dapat digunakan
pada terapi adjuvan pada melanoma maligna risiko tinggi yang berperan dalam
aktivasi makror0fag sitotoksik.
3. Terapi sistemik
Adapun terapi sistemik pada stasdium IV yang disetujui oleh FDA adalah
Dacarbazine dan IL-2. Dacarbazine (5-3,3-dimethyltriazeno-imidazole-4-
carboxamide) diberikan secara perenteral dimetabolisme di liver dan diekresi di
ginjal. Temozolomide merupakan analog oral dacarbazine. Temozolomide memiliki
bioavailabilitas 100%. Efek samping yang dapat terjadi pada pemberian dacarbazine
dan temolozomide adalah bone marrow suppression (trombocitopenia) dan konstipasi.
Agen kedua yaitu IL-2 (600,000-720,000 IU/kg diberikan setiap 8 jam untuk 14
konsekutif dosis selama 5 hari) memberikan respone 16%. Adapun efek samping yang
dapat terjadi yaitu hipotensi, muntah, diare, oliguria.
4. Terapi Radiasi
Hasil pemberian radioterapi bergantung pada lokasi metastasis dan toleransi jaringan
sekitar metastasis tersebut. Pemberian dengan dosis fraksinasi yang lebih tinggi dan
pada tempat dengan toleransi jaringan yang baik akan memberikan kontrol metastasis
yang baik dan memperpanjang survival. Secara umum, melanoma merupakan tumor
radioresistant, maka jarang digunakan. Akan tetapi dapat menjadi pilihan terapi untuk
Ocular melanoma dan Lentigo Maligna melanoma.