Anda di halaman 1dari 43

ASKEP HIDROSEFALUS

ASKEP HIDROSEFALUS

BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN HIDROSEFALUS

A. DEFINISI HIDROSEFALUS

Hidrosefalus adalah akumulasi cairan serebro spinal dalam ventrikelserebral,

ruang subarachnoid atau ruang subdural (Suriadi dan Yuliani, 2001).

Hidrosefalus merupakan keadaan patologis otak yang mengakibatkan

bertmbahnya cairan serebro spinalis tanpa atau pernah dengan tekanan intracranial

yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya cairan

serebro spinal (Ngastiyah,2007).

Hidrosefalus merupakan sindroma klinis yang dicirikan dengan dilatasi yang

progresif pada system ventrikuler cerebral dan kompresi gabungan dari jaringan

jaringan serebral selama produksi CSF berlangsung yang meningkatkan kecepatan

absorbsi oleh vili arachnoid. Akibat berlebihannya cairan serebrospinalis dan

meningkatnya tekanan intrakranial menyebabkan terjadinya peleburan ruang ruang

tempat mengalirnya liquor (Mualim, 2010)

Hidrosefalus (kepala-air, istilah yang berasal dari bahasa Yunani: "hydro" yang

berarti air dan "cephalus" yang berarti kepala; sehingga kondisi ini sering dikenal

dengan "kepala air") adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di

dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel

serebral, ruang subarachnoid. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah


banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-

pusat saraf yang vital ( Wikipedia.org)

Jenis Hidrosefalus dapat diklasifikasikan menurut:

1. Waktu Pembentukan

1.1 Hidrosefalus Congenital, yaitu Hidrosefalus yang dialami sejak dalamkandungan dan

berlanjut setelah dilahirka

2.1 Hidrosefalus Akuisita, yaitu Hidrosefalus yang terjadi setelah bayidilahirkan atau terjadi

karena faktor lain setelah bayi dilahirkan (Harsono,2006).

2. Proses Terbentuknya Hidrosefalus

2.1 Hidrosefalus Akut, yaitu Hidrosefalus yang tejadi secara mendadak yang diakibatkan

oleh gangguan absorbsi CSS (Cairan Serebrospinal)

2.2 Hidrosefalus Kronik, yaitu Hidrosefalus yang terjadi setelah cairanCSS mengalami

obstruksi beberapa minggu (Anonim,2007)

3. Sirkulasi Cairan Serebrospinal

3.1 Communicating, yaitu kondisi Hidrosefalus dimana CSS masih biaskeluar dari ventrikel

namun alirannya tersumbat setelah itu.

3.2 Non Communicating, yaitu kondis Hidrosefalus dimana sumbatanaliran CSS yang terjadi

disalah satu atau lebih jalur sempit yangmenghubungkan ventrikel-ventrikel otak

(Anonim, 2003).
4. Proses Penyakit

4.1 Acquired, yaitu Hidrosefalus yang disebabkan oleh infeksi yangmengenai otak dan

jaringan sekitarnya termasuk selaput pembungkusotak (meninges).

4.2 Ex-Vacuo, yaitu kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke atau cederatraumatis

yang mungkin menyebabkan penyempitan jaringan otak atauathrophy (Anonim, 2003).

B. ETIOLOGI HIDROSEFALUS
Hidrosefalus terjadi bila terdapat penyumbatan aliran CSS pada salah satu

tempat antara tempat pembentukan CSS dalam sistem ventrikel dan tempat absorbsi

dalam ruang subarackhnoid. akibat penyumbatan, terjadi dilatasi ruangan CSS

diatasnya. Penyumbatan aliran CSS sering terdapat pada bayi dan anak ialah:

1. Kongenital : disebabkan gangguan perkembangan janin dalam rahim,atau infeksi

intrauterine meliputi :

1.1 Stenosis aquaductus sylvi

1.2 Spina bifida dan kranium bifida


1.3 Syndrom Dandy-Walker

1.4 Kista arakhnoid dan anomali pembuluh darah

2. Didapat : disebabkan oleh infeksi, neoplasma, atau perdarahan

2.1 Infeksi

Akibat infeksi dapat timbul perlekatan meningen. secara patologis terlihat penebalan

jaringan piameter dan arakhnoid sekitar sisterna basalis dan daerah lain. penyebab lain

infeksi adalah toksoplasmosis.

2.2 Neoplasma

Hidrosefalus oleh obstruksi mekanik yang dapat terjadi di setiap tempat aliran CSS.

pada anak yang terbanyak menyebabkan penyumbatan ventrikel IV / akuaduktus sylvii

bagian terakhir biasanya suatu glioma yang berasal dari cerebelum, penyumbatan

bagian depan ventrikel III disebabkan kraniofaringioma.

Perdarahan sebelum dan sesudah lahir dalam otak, dapat menyebabkan fibrosis

leptomeningfen terutama pada daerah basal otak, selain penyumbatan yang terjakdi

akibat organisasi dari darah itu sendiri.

C. FISIOLOGI CAIRAN CEREBRO SPINALIS

1. Pembentukan CSF
Normal CSF diproduksi + 0,35 ml / menit atau 500 ml / hari dengan demikian CSF
di perbaharui setiap 8 jam. Pada anak dengan hidrosefalus, produksi CSF ternyata
berkurang + 0, 30 / menit. CSF di bentuk oleh PPA;

1.1 Plexus choroideus (yang merupakan bagian terbesar


1.2 Parenchym otak
1.3 Arachnoid

2. Sirkulasi CSF

Melalui pemeriksaan radio isotop, ternyata CSF mengalir dari tempat

pembentuknya ke tempat ke tempat absorpsinya. CSF mengalir dari II ventrikel lateralis

melalui sepasang foramen Monro ke dalam ventrikel III, dari sini melalui aquaductus

Sylvius menuju ventrikel IV. Melalui satu pasang foramen Lusckha CSF mengalir

cerebello pontine dan cisterna prepontis.

D. PATOFISIOLOGI HIDROSEFALUS

Jika terdapat obstruksi pada system ventrikuler atau pada ruangan

subarachnoid, ventrikel serebral melebar, menyebabkan permukaan ventrikuler

mengkerut dan merobek garis ependymal. White mater dibawahnya akan mengalami

atrofi dan tereduksi menjadi pita yang tipis. Pada gray matter terdapat pemeliharaan

yang bersifat selektif, sehingga walaupun ventrikel telah mengalami pembesaran gray

matter tidak mengalami gangguan. Proses dilatasi itu dapat merupakan proses yang
tiba tiba / akut dan dapat juga selektif tergantung pada kedudukan penyumbatan.

Proses akut itu merupakan kasus emergency.

Pada bayi dan anak kecil sutura kranialnya melipat dan melebar untuk

mengakomodasi peningkatan massa cranial. Jika fontanela anterior tidak tertutup dia

tidak akan mengembang dan terasa tegang pada perabaan.Stenosis aquaductal

(Penyakit keluarga / keturunan yang terpaut seks) menyebabkan titik pelebaran pada

ventrikel lateral dan tengah, pelebaran ini menyebabkan kepala berbentuk khas yaitu

penampakan dahi yang menonjol secara dominan (dominan Frontal blow). Syndroma

dandy walkker akan terjadi jika terjadi obstruksi pada foramina di luar pada ventrikel IV.

Ventrikel ke IV melebar dan fossae posterior menonjol memenuhi sebagian besar ruang

dibawah tentorium.

Pada orang yang lebih tua, sutura cranial telah menutup sehingga membatasi

ekspansi masa otak, sebagai akibatnya menujukkan gejala : Kenailkan ICP sebelum

ventrikjel cerebral menjadi sangat membesar. Kerusakan dalam absorbsi dan sirkulasi

CSF pada hidrosephalus tidak komplit. CSF melebihi kapasitas normal sistim ventrikel

tiap 6 8 jam dan ketiadaan absorbsi total akan menyebabkankematian.

Pada pelebaran ventrikular menyebabkan robeknya garis ependyma normal

yang pada didning rongga memungkinkan kenaikan absorpsi. Jika route kolateral cukup

untuk mencegah dilatasi ventrikular lebih lanjut maka akan terjadi keadaan kompensasi.
Pathway Hidrosefalus

E. MA
NIFE
STA
SI
KLIN
IS HI
DRO
SEF
ALU
S
M

anifestasi klinis Hidrosefalus dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Hidrosefalus dibawah usia 2 tahun

1.1 Sebelum usia 2 tahun yang lebih menonjol adalah pembesaran kepala.

1.2 Ubun-ubun besar melebar, terba tegang/menonjol dan tidak berdenyut.

1.2 Dahi nampak melebar dan kulit kepala tipis, tegap mengkilap dengan pelebaran vena-

vena kulit kepala.

1.3 Tulang tengkorak tipis dengan sutura masih terbuka lebar cracked pot sign yakni bunyi

seperti pot kembang yang retak pada perkusi.

1.3.1 Perubahan pada mata.

bola mata berotasi kebawah olek karena ada tekanan dan penipisan tulang supra

orbita. Sclera nampak diatas iris, sehingga iris seakan-akan seperti matahari yang akan

terbenam

1.3.1.1 strabismus divergens


1.3.1.2 nystagmus

1.3.1.3 refleks pupil lambat

1.3.1.4 atropi N II oleh karena kompensi ventrikel pada chiasma

1.3.1.5 papil edema jarang, mungkin oleh sutura yang terbuka.

2. Hydrochepalus pada anak diatas usia 2 tahun.

2.1 Yang lebih menonjol disini ialah gejala-gejala peninggian tekanan intra kranial oleh

karena pada usia ini ubun-ubun sudah tertutup

F. KOMPLIKASI HIDROSEFALUS

1. Peningkatan tekanan intrakranial

2. Kerusakan otak

3. infeksi:septikemia,endokarditis,infeksiluka,nefritis,meningitis,

Hematomi subdural, peritonitis,adses abdomen, perporasi organ.

G. PEMERIKSAAN PENUNJANG HIDROSEFALUS

1. Pemeriksaan fisik:

1.1 Pengukuran lingkaran kepala secara berkala. Pengukuran ini penting untuk melihat

pembesaran kepala yang progresif atau lebih dari normal

1.2 Transiluminasi

1.2.1 Pemeriksaan darah:

1.2.2 Tidak ada pemeriksaan darah khusus untuk hidrosefalus

1.2.3 Pemeriksaan cairan serebrospinal:


1.3 Analisa cairan serebrospinal pada hidrosefalus akibat perdarahan atau meningitis

untuk mengetahui kadar protein dan menyingkirkan kemungkinan ada infeksi sisa

1.3.1 Pemeriksaan radiologi:

1.4 X-foto kepala: tampak kranium yang membesar atau sutura yang melebar.

1.5 USG kepala: dilakukan bila ubun-ubun besar belum menutup.

1.6 CT Scan kepala: untuk mengetahui adanya pelebaran ventrikel dan sekaligus

mengevaluasi struktur-struktur intraserebral lainnya.

H. PENTALAKSANAAN MEDIS HIDROSEFALUS

1. Pencegahan

Untuk mencegah timbulnya kelainan genetic perlu dilakukan penyuluhan genetic,

penerangan keluarga berencana serta menghindari perkawinan antar keluarga dekat.

Proses persalinan/kelahirandiusahakan dalam batas-batas fisiologik untuk menghindari

trauma kepala bayi. Tindakan pembedahan Caesar suatu saat lebih dipilih dari pada

menanggung resiko cedera kepala bayi sewaktu lahir.

2. Terapi Medikamentosa

Hidrosefalus dewngan progresivitas rendah dan tanpa obstruksi pada umumnya

tidak memerlukan tindakan operasi. Dapat diberi asetazolamid dengan dosis 25 50

mg/kg BB. Pada keadaan akut dapat diberikan menitol. Diuretika dan kortikosteroid

dapat diberikan meskipun hasilnya kurang memuaskan. Pembarian diamox atau


furocemide juga dapat diberikan. Tanpa pengobatan pada kasus didapat dapat

sembuh spontan 40 50 % kasus.

3. Pembedahan :

Tujuannya untuk memperbaiki tempat produksi LCS dengan tempat absorbsi.

Misalnya Cysternostomy pada stenosis aquadustus. Dengan pembedahan juga dapat

mengeluarkan LCS kedalam rongga cranial yang disebut :

3.1 Ventrikulo Peritorial Shunt

3.2 Ventrikulo Adrial Shunt

ASUHAN KEPERAWATAN
HIDROCEFALUS

A. FOKUS PENGKAJIAN

1. Wawancara

1.1 DS : Pengertian penyakit oleh keluarga/pasien

Kemampuan pasien untuk mengerti

Pernyataan sakit kepala, mual-muntah, kejang

Pernyataan kepalanya membesar


1.2 DO : Lingkar kepala melebihi normal

Terjadi peningkatan TIK (mual, muntah, kejang)

Fortanella/Sutura belum menutup

Tingkat kesadaran yang bisa diamati adalah gelisah, disorientasi, lethargi

Status tanda-tanda vital bervariasi terhadap nadi dan tekanan darah

2. Riwayat Kesehatan

Dari riwayat kesehatan pasien dengan hidrosefalus dapat menunjukkan adanya :

2.1 Riwayat trauma sewaktu lahir

2.2 Riwayat penyakit dahulu, misal: perdarahan sebelum dan sesudah lahir, infeksi,

neoplasma

3. Pemerikasaan fisik

3.1 Sakit kepala, mual, muntah, kejang

3.2 Penurunan kesadaran yang bisa diamati adalah gelisah, disorientasi, lethargi

3.3 Sunset sign pada mata

3.4 TTV yang bervariasi untuk tiap individu

3.5 Pembesaran lingkar kepala

4. Pemeriksaan penunjang

4.1 Pemeriksaan Neurologi

Untuk mengetahui status neurologis pasien, misalnya gangguan kesadaran,

motoris/kejang, edema pupil saraf otak II

4.2 Pengukuran lingkar kepala

Untuk mengetahui Progrestivitas atau perkembangan lingkar kepala


4.3 CT Scan

Untuk mengetahui adanya kelainan dalam otak dengan menggunakan radio isotop,

radioaktif dan scanner

4.4 MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Untuk mengetahui kondisi patologis otak dan medula spinalis dengan menggunakan

teknik scaning dengan kekuatan magnet untuk membuat bayangan struktur tubuh

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Perfusi jaringan cerebral tidak efektif berhubungan dengan peningkatan volume cairan

serebrospinal

2. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan TIK

3. Resiko infeksi berhubungan dengan pembedahan penempatan shunt

4. Ketakutan atau kecemasan berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri

5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak familier dengan sumber informasi

C. NOC & NIC

1. Dx I

Perfusi jaringan cerebral tidak efektif berhubungan dengan peningkatan volume cairan

cerebrospinal.

NOC : Status sirkulasi

Kriteria hasil NOC

1.1 Menunjukkan status sirkulasi ditandai dengan indikator berikut:

1.2 TD sistolik dan diatolik dalam rentang yang diharpkan

1.3 Tidak ada hipotensi otastik


1.4 Tidak ada bising pembuluh darah besar

2. Menunjukkan kemampuan kognitif, ditandai dengan indikator:

2.1 Berkomunikasi dengan jelas dan sesuai dengan usia serta kepmampuan

2.2 Menunjukkan perhatian, konsentrasi serta orientasi

2.3 Menunjukkan memori jangka lama dan saat ini

2.4 Memproses informasi

2.5 Membuat keputusan dengan benar

Intervensi NIC

1. Pantau hal-hal berikut ini

1.1 Tanda tanda vital

1.2 Sakit kepala

1.3 Tingkat kesadaran dan orientasi

1.4 Diplopia inistagmus, penglihatan kabur, ketajaman penglihatan

1.5 Pemantauan TIK

1.5.1 Pemantauan TIK dan respon neurologis pasien terhadap aktivitas perawatan

1.5.2 Pantau tekanan perfusi jaringan

1.5.3 Perhatikan perubahan pasien sebagai respon terhadap stimulus

2 Penatalaksanaan sensasi perifer

2.1 Pantau adanya parestes: mati rasa atau adanya rasa kesemutan
2.2 Pantau status cairan termasuk asupan dan haluaran

3. Aktivitas kolaboratif

3.1 Pertahankan parameter termodinamik dalam rentang yang dianjurkan

3.2 Berikan obat-obatan untuk meningkatkan volume intravaskuler, sesuai permintaan

3.3 Berikan obat yang menyebabkan Hipertensi untuk mempertahankan tekanan perfusi

serebral sesuai dengan permintaan

3.4 Tinggikan bagian kepala tempat tidur 0 sampai dengan 45 derajat, bergantung pada

kondisi pasien dan permintaan medis

3.5 Berikan loap diuretik dan osmotik, sesuai dengan permintaan.

2. Dx II

Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan TIK

NOC :

2.1 Level nyeri

2.1.1 Laporan nyeri

2.1.2 Frekwensi nyeri

2.1.3 Lamanya nyeri

2.1.4 Ekspresi wajah terhadap nyeri


2.1.5 Kegelisahan

2.1.6 Perubahan TTV

2.1.7 Perubahan ukuran pupil

2.2 Kontrol Nyeri

2.2.1 Menyebutkan faktor penyebab

2.2.2 Menyebutkan waktu terjadinya nyeri

2.2.3 Menggunakan analgesik sesuai indikasi

2.2.4 Menyebutkan gejala nyeri

NIC :

1. Manajemen Nyeri

1.1 Tampilkan pengkajian secara menyeluruh tentang nyeri termasuk lokasi, karakteristik,

durasi, frekwensi, kualitas, intensitas dan faktor predisposisi nyeri.

1.2 Observasi isyarat non verbal dari ketidaknyamanan, terutama jika tidak dapat

berkomunikasi secara efektif.

1.3 Pastikan pasien menerima analgesik yang tepat.

1.4 Tentukan dampak nyeri terhadap kwalitas hidup (misal ; tidur, aktivitas, dll).
1.5 Evaluasi dengan pasien dan tim kesehatan, efektivitas dari kontrol nyeri pada masa lalu

yang biasa digunakan.

1.6 Kaji pasien dan keluarga untuk mencari dan menyediakan pendukung.

1.7 Berikan info tentang nyeri, misal; penyebab, berapa lama akan berakhir dan antisipasi

ketidaknyamanan dari prosedur.

1.8 Kontrol faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi respon pasien untuk

ketidaknyamanan (misal : temperatur rungan cahaya dan kebisingan).

1.9 Ajarkan untuk menggunakan teknik nonfarmokologi (misal : relaksasi, guided imagery,

therapi musik, distraksi, dll).

3. Dx III

Resiko infeksi berhubungan dengan pembedahan penempatan shutrl

NOC :

3.1 Kontrol Resiko

Kriteria hasil :

3.1.1 Dapat memonitor faktor resiko

3.1.2 Dapat memonitor perilaku individu yang menjadi faktor resiko

3.1.3 Mengembangkan keefektifan strategi untuk mengendalikan faktor resiko

3.1.4 Memodifikasi gaya hidup untuk mengurangi faktor resiko

3.2 Deteksi Resiko

Kritria hasil :

3.2.1 Mengtahui atau mengungkapkan tanda dan gejala tentang indikasi resiko.

3.2.2 Menggunakan sumber untuk menyediakan informasi tentang resiko potensial.


3.2.3 Berpartisipasi dalam pemeriksaan.

NIC :

3.3 Kontrol Infeksi

Aktivitas :

3.3.1 Gunakan sarung tangn steril

3.3.2 Pelihara lingkungan yang tetap aseptik.

3.3.3 Batasi pengunjung

3.3.4 Beritahu pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi dan jika terjadi infeksi

laporkan kepada petugas kesehatan.

3.3.5 Anjurkan intake nutrisi yang baik.

3.4 Identifikasi Resiko.

Aktivitas :

3.4.1 Identifikasi pasien dengan kebutuhan perawatan secara berkelanjutan

3.4.2 Menentukan sumber yang finansial.

3.4.3 Identifikasi sumber agen penyakit untuk mengurangi faktor resiko.

3.4.4 Tentukan pelaksanaan dengan treatment medis dan perawatan.

4. Dx IV
Ketakutan atau kecemasan berhubungan dengan ancaman terhadap konsep diri

NOC:

4.1 Anxiety control

4.1.1 Monitor intensitas dari cemas

4.1.2 Mencari informasi untuk menurunkan cemas

4.1.3 Gunakan teknik relaksasi untuk menurunkan cemas

4.1.4 Melakukan hubungan sosial untuk memusatkan konsentrasi

4.1.5 Kontrol respon cemas

4.2 Coping

4.2.1 Identifikasi pola koping yang efektif

4.2.2 Identifikasi pola koping yang tidak efektif

4.2.3 Kontrol cara pasien dalam mengungkapkan perasaannya dengan kata kata

4.2.4 Laporkan penurunan stress

4.2.5 Pakai perilaku untuk peenurunan stress

NIC

1. penurunan cemas

1.1 ciptakan lingkungan yang tenang untuk mengurangi cemas


1.2 menyediakan informasi yang benar dan jelas tentang diagnosis dan program perawatan

yang diberikan

1.3 kaji penyebab kecemasan pasien

1.4 anjurkan keluarga untuk mendampingi pasien guna mengurangi kecemasan

1.5 identifikasi perubahan tingkat kecemasan pasien

2. teknik ketenangan

2.1 pertahankan kontak mata dengan pasien

2.2 duduk dan berbincang bincang dengan pasien

2.3 ciptakan suasana yang tenang

2.4 gunakan teknik distraksi

2.5 berikan obat anti cemas

2.6 instruksikan pasien dengan metoda decrease anxiety (menguurangi cemas)

5. Dx V

Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak familier dengan sumber informasi.

NOC :

5.1 Knowledge : Disease Process (1803)

5.1.1 Kenalkan dengan nama penyakit


5.1.2 Gambarkan dari proses penyakit

5.1.3 elaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit

5.1.4 Jelaskan faktor resiko

5.1.5 Jelaskan efek dari penyakit

5.1.6 Jelaskan tanda dan gejala

5.2 Knowledga Illness care (1824

5.2.1 Proses penyakit

5.2.2 Pengendalian infeksi

5.2.3 Pengobatan

5.2.4 Prosedur pengobatan

5.2.5 Perawatan terhadap penyakit

NIC :

5.1 Teaching Disease Process

Aktifitas :

5.1.1 Jelaskan patofisiologi penyakit

5.1.2 Jelaskan tanda dan gejala dari penyait

5.1.3 Jelaskan proses penyakit

5.1.4 Identifikasi kemungkinan penyebab penyakit


5.1.5 Diskusikan pilihan perawatan

5.2 Teaching : Prosedur / Treatment

Aktifitas :

5.2.1 Informasikan kepada pasien kapan dan dimana prosedur perawatan dilakukan

5.2.2 Informasikan kepada pasien tentang berapa lama prosedur dilakukan

5.2.3 Jelaskan tujuan dari prosedur / perawatan

5.2.4 Gambarkan aktifitas sebelum prosedur dilakukan

5.2.5 Jelaskan prosedur tindakan

ANALISA DATA

NO SYMPTOM ETIOLOGI
1 DS : Meningkatnya volume cairan Per
serebrospinalis
Orang tua klien mengatakan kepala anaknya membesar sejak 2
bulan yang lalu.
DO :
Lingkar kepala saat ini 67 cm
Kepala tampak membesar
Asimetris
Berbenjol pada bagian parietal dan frontal, pada benjolan teraba
fluktuasi
Ubun ubun besar menonjol terbuka
Sutura melebar
Nadi : 102 x/i ( 130 x/i )
Pemeriksaan CT Scan Kepala
Tampak Pelebaran berat Ventrikel Kanan Kiri dan ventrikel III
Tampak Masa di Ventrikel IV dengan pelebaran fosa posterior
Tampak LCS Mendesak 5 cm area ventrikel lateral kanan
2- DS : - Peningkatan tekanan intra R
kranial ( TIK )
DO :
Tingkat kesadaran composmentis
kapiler repil kurang < 2 detik
Lingkar kepala saat ini 67 cm

3DS : Ketidakmampuan mengontrol Ink


pola berkemih
Orang tua klien mengeluh anaknnya buang air kecil 6 7x sehari
Orang tua klien mengeluh anaknnya buang air besar 2 3x sehari
DO :
anakn buang air kecil 6 7x sehari
anakn buang air besar 2 3x sehari

4DS : Peningkatan Cairan Gan


Serebropinalis
Oang tua mengatakan Kepala anaknya membesar perlahan lahan
dengan bentuk berbenjol pada bagian atas dan dahi
Oang tua mengatakan Kepala anaknya membesar di awali dengan
dahi dan di ikuti dengan bagian yang lain

DO :
Lingkar kepala saat ini 67 cm
Kepala tampak membesar
5 DS : Imobilisasi R
keru
keluarga klien mengatakan kepala klien membesar perlahan-lahan
dengan bentuk berbenjol pada bagian atas dan dahi
keluarga mengatakan klien tidak dapat menggerakkan kepalanya
keluarga mengatakan klien belum bisa memiringkan tubuhnya
keluarga mengatakan klien hanya bisa baring terlentang
DO:
KU klien lemah
Klien tidak bisa menggerakkan kepala
Klien tampak hanya miring
Nilai Trombosit : 602.000/ul ( 150.000 450.000 )

6 DS : Intake nutrisi yang tidak Re


adekuat nut
keluarga mengatakan klien selalu merintih
keluarga mengatakan klien tidak mau makan selama sehari ini
keluarga mengatakan klien muntah 2x kurang lebih 3 sendok
DO :
KU klien lemah dan sering merintih
Makanan yang tersedia masih utuh
Perut datar
Klien tampak lemas
BB ; Awal 4 kg saat ini 8,6 kg

7 DS : Kurang terpajan informasi Kura

Orang tua anak mengatakan tidak tahu tentang penyakit


yang di derita oleh anak
DO :

Orang tua anak sering bertanya tentang penyakit anaknya


Orang tua anak tampak bingung tentang proses penyakit
yang di derita anaknya
Anak di lahirkan di dukun

DIAGNOSA KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN PARAF
1 Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan Meningkatnya volume
cairan serebrospinalis di tandai dengan

DS :
Orang tua klien mengatakan kepala anaknya membesar sejak 2 bulan yang
lalu.
DO :
Lingkar kepala saat ini 67 cm
Kepala tampak membesar
Asimetris
Berbenjol pada bagian parietal dan frontal, pada benjolan teraba fluktuasi
Ubun ubun besar menonjol terbuka
Sutura melebar
Nadi : 102 x/i ( 130 x/i )
Pemeriksaan CT Scan Kepala
Tampak Pelebaran berat Ventrikel Kanan Kiri dan ventrikel III
Tampak Masa di Ventrikel IV dengan pelebaran fosa posterior
Tampak LCS Mendesak 5 cm area ventrikel lateral kanan

2 Risiko injury berhubungan dengan Peningkatan tekanan intra kranial ( TIK )


di tandai dengan
DS : -

DO :
Tingkat kesadaran composmentis
kapiler repil kurang < 2 detik
Lingkar kepala saat ini 67 cm
3 Inkontinensia Urin berhubungan dengan Ketidakmampuan mengontrol pola
berkemih di tandai dengan
DS :
Orang tua klien mengeluh anaknnya buang air kecil 6 7x sehari
Orang tua klien mengeluh anaknnya buang air besar 2 3x sehari
DO :
anakn buang air kecil 6 7x sehari
anakn buang air besar 2 3x sehari
4 Gangguan Tumguh Kembang berhubungan dengan Peningkatan Cairan
Serebropinalis di tandai dengan
DS :
Oang tua mengatakan Kepala anaknya membesar perlahan lahan dengan
bentuk berbenjol pada bagian atas dan dahi
Oang tua mengatakan Kepala anaknya membesar di awali dengan dahi dan di
ikuti dengan bagian yang lain
DO :
Lingkar kepala saat ini 67 cm
Kepala tampak membesar

5 Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi di


tandai dengan
DS :
keluarga klien mengatakan kepala klien membesar perlahan-lahan dengan
bentuk berbenjol pada bagian atas dan dahi
keluarga mengatakan klien tidak dapat menggerakkan kepalanya
keluarga mengatakan klien belum bisa memiringkan tubuhnya
keluarga mengatakan klien hanya bisa baring terlentang
DO:
KU klien lemah
Klien tidak bisa menggerakkan kepala
Klien tampak hanya miring
Nilai Trombosit : 602.000/ul ( 150.000 450.000 )

6 Resiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake


nutrisi yang tidak adekuat di tandai dengan
DS :
keluarga mengatakan klien selalu merintih
keluarga mengatakan klien tidak mau makan selama sehari ini
keluarga mengatakan klien muntah 2x kurang lebih 3 sendok
DO :
KU klien lemah dan sering merintih
Makanan yang tersedia masih utuh
Perut datar
Klien tampak lemas
BB ; Awal 4 kg saat ini 8,6 kg

7 Kurang Pengetahuan Orang tua berhubungan dengan kurang terpajan


informasi di tandai dengan
DS :

Orang tua anak mengatakan tidak tahu tentang penyakit yang di


derita oleh anak
DO :

Orang tua anak sering bertanya tentang penyakit anaknya


Orang tua anak tampak bingung tentang proses penyakit yang di
derita anaknya
Anak di lahirkan di dukun

INTERVENSI
NO DIAGNOSA TUJUAN/KRITERIA INTERVENSI
HASIL
1. Perubahan perfusi Observasi ketat tanda-tanda
jaringan Tujuan : Tidak terjadi Untuk m
berhubungan dengan Meningkatnya peningkatan TIK
volume cairan serebrospinalis di peningkatan TIK (Nyeri peningk
tandai dengan Kriteria Hasil : kepala, muntah, lethargi, Penurun
Kesadaran
DS : Komposmetis lelah, apatis, perubahan menanda

Orang tua klien mengatakan kepala Tidak terjadi nyeri personalitas, ketegangan peningk
anaknya membesar sejak 2 bulan yang kepala Skala nyeri 0 dari sutura cranial dapat Untuk m
lalu. Lingkar Kepala terlihat pada anak berumur aliran da
DO : Normal ( 38 44 cm ) 10 tahun, penglihatan ke otak
Lingkar kepala saat ini 67 cm tampak rileks, tidak ganda, kontruksi Dengan
Kepala tampak membesar meringis kesakitan penglihatan perifer pembeda
Asimetris strabismus, Perubahan cairan ce
Berbenjol pada bagian parietal dan pupil) sehingga
frontal, pada benjolan teraba fluktuasi Pantau terus tingkat terjadi p
Ubun ubun besar menonjol terbuka kesadaran anak oksipital
Sutura melebar Pantau terus adanya pembesa
Nadi : 102 x/i ( 130 x/i ) perubahan TTV
Pemeriksaan CT Scan Kepala Memba
Tampak Pelebaran berat Ventrikel Berkolaborasi dengan mengeva
Kanan Kiri dan ventrikel III dokter untuk melakukan Pujian y
Tampak Masa di Ventrikel IV dengan pembedahan meningk
pelebaran fosa posterior Kaji pengalaman nyeri anak unt
Tampak LCS Mendesak 5 cm area pada anak, dengan skala dan kon
ventrikel lateral kanan
nyeri 0-5 (0 = tidak nyeri, 5 terus ber
= nyeri sekali). nyerinya
Bantu anak mengatasi nyeri
seperti dengan memberikan
pujian kepada.
2. Risiko injury berhubungan dengan Setelah di Orientasikan klien baru
lakukan Agar klien
Peningkatan tekanan intra kranial (
asuhan keperwatan terhadap lingkungan lingkung
TIK ) di tandai dengan
DS : - Tujuan : kamarnya Mengetah
Tidak terjadi cidera / Kaji dan monitor faktor yang TIK
DO : komplikasi dapat menyebabkanklien Agar term
Tingkat kesadaran composmentis Hasil : cidera : tingkat kesadaran, peningk
kapiler repil kurang < 2 detik Tidak ada perlukaan adanya TIK yang dapat
Lingkar kepala saat ini 67 cm Kesadaran kompos menyebabkan klien cedera Memperce
mentis Laporkan tanda tanda awal penyemb
munculnya resiko medis
peningkatan TIK dan
kesadaran yang semakin
menurut.
Kolaborasi dengan dokter
untuk penanganan medis.

3. Inkontinensia Urin berhubungan Setelah di lakukan Kaji pola berkemih dan Sebagai
dengan Ketidakmampuan mengontrol
asuhan keperwatan tingkat inkontinensia klien interven
pola berkemih di tandai dengan
DS : Tujuan : Berikan perawatan pada kulit Perawata
Orang tua klien mengeluh anaknnya
Inkontinensia urin dapat klien yang basah karena urin mencega
buang air kecil 6 7x sehari berkurang (dilap dengan air hangat klien
Orang tua klien mengeluh anaknnya
Kriteria hasil : kemudian dilap kering dan
Popok ya
buang air besar 2 3x sehari Enuresis, diurnal dan diberi bedak)
menimb
nokturnal Anjurkan ibu klien untuk
pada kul
DO : berkurang/tidak ada sering memeriksa popok
anakn buang air kecil 6 7x sehari klien, jika basah segera
Klien berkemih dalam
anakn buang air besar 2 3x sehari diganti
jumlah dan frekuensi
.Kolaborasi dengan tim medis
Obat ant
yang normal
dalam pemberian obat untuk m
(misalnya: Antikolinergik) kandung

4 Gangguan Tumguh Kembang Setelah lakukan observasi tumbuh


dilaksakan Observasi
berhubungan dengan Peningkatan
asuhan keperawatan kembang anak sesuai perkemb
Cairan Serebropinalis di tandai
dengan diharapkan dengan usia. kembang
DS : Lakukan monitoring dengan Mengetah
Tujuan: ketidakseimba
Oang tua mengatakan Kepala ngan nutrisi kurang dari DDST. anak
anaknya membesar perlahan lahan kebutuhan tubuh Agar kelu
dengan bentuk berbenjol pada bagian teratasi dengan Persiapkan kelurga dalam dengan y
atas dan dahi Kriteria Hasil : menerima anak dengan tumbuh
Oang tua mengatakan Kepala anaknya tidak terjadi penurunan gangguan tumbuh kembang.
membesar di awali dengan dahi dan di berat badan sebesar
ikuti dengan bagian yang lain 10% dari berat awal,
DO : tidak adanya mual-
Lingkar kepala saat ini 67 cm muntah.
Kepala tampak membesar

5. Resiko tinggi kerusakan integritas Setelah di lakukan lakukan Melihat ad


pengkajian
kulit berhubungan dengan imobilisasi
asuhan keperawatan pada kulit kepala setiap 2 infeksi p
di tandai dengan
DS : Tujuan jam sekali Menghind
keluarga klien mengatakan kepala klien Tidak ubah posisi tiap 2 jam dapat yang me
mengalami
membesar perlahan-lahan dengan keruaskan integritas dipertimbangkan Menghind
untuk
bentuk berbenjol pada bagian atas dan kulit mengubaha kepala tiap jam. yng men
dahi Kriteria hasil : Melindung
keluarga mengatakan klien tidak dapat
Tidak Jelaskan ke keluarga hindari meminim
terjadinya
menggerakkan kepalanya kerusakan integritass tidak adanya linen pada
keluarga mengatakan klien belum bisa kulit tempat tidur
memiringkan tubuhnya Tidak adanya tanda
keluarga mengatakan klien hanya bisa tanda infeksi. Baringkan kepala pada bantal
baring terlentang karet busa atau
DO: menggunakan tempat tidur
KU klien lemah air jika mungkin.
Klien tidak bisa menggerakkan kepala
Klien tampak hanya miring
Pertahankan intake cairan
Nilai Trombosit : 602.000/ul ( 150.000
dengan Memberikan nutrisi
450.000 )
sesuai kebutuhan.

6. Resiko gangguan nutrisi kurang dari Setelah di lakukan beri penjelasan kepada Membuat
kebutuhan berhubungan dengan
asuhan keperawatan keluarga terabsob
intake nutrisi yang tidak adekuat di
tandai dengan Tujuan untuk memperrtahankan Agar tidak
DS :
Terpenuhnya asupan kebersihan mulut anak asam lam
keluarga mengatakan klien selalu
nutrisi pada klien dengan baik sebelum dan cerna ol
merintih
kulit sesudah mengunyah Agar kebu
keluarga mengatakan klien tidak mau
Kriteria hasil : makanan. keseluru
makan selama sehari ini
Tidak
terjadinya lakukan pemberian makanan Melihat pe
keluarga mengatakan klien muntah 2x
kekurangan nutrisi pada porsi kecil tetapi sering cairan p
kurang lebih 3 sendok
Tidak adanya tanda untuk mengurangi perasaan Memberik
DO :
tanda infeksi. tegang pada lambung meningk
KU klien lemah dan sering merintih
atur agar mendapatkan baik pad
Makanan yang tersedia masih utuh
nutrien yang berprotein/
Perut datar
kalori yang disajikan pada
Klien tampak lemas
saat individu ingin makan
BB ; Awal 4 kg saat ini 8,6 kg
Memonitoring serta
melakukan penimbangan
berat badan
Konsultasikan dengan ahli
gizi mengenai kebutuhan
kalori harian yang realistis
dan adekuat.

7. Kurang Pengetahuan Orang tua Setelah di lakukan Kaji tingkat pengetahuan


Sebagai
berhubungan dengan kurang terpajan
asuhan keperawatan orang tua klien tentang emnentu
informasi di tandai dengan
DS : Tujuan : proses penyakit dan selanjutn
Orang tua klien dapat penanganan penyakit
Membe
memahami proses anaknya mengeks
Orang tua anak mengatakan
penyakit dan prosedur
Berikan kesempatan kepada dan me
tidak tahu tentang penyakit
penanganan penyakit orang tua klien untuk orang
yang di derita oleh anak
Kriteria Hasil : bertanya penyakit
DO :

Orang tua klien tampak Menigkat
Jelaskan dengan baik kepada
Orang tua anak sering tenang orang tua tentang proses tua klie
Orang tua klien dapat
bertanya tentang penyakit penyakit dan prosedur anaknya
anaknya menjelaskan proses penanganannya Dukunga
Orang tua anak tampak penyakit dan prosedur
Berikan dukungan positif member
bingung tentang proses penanganan penyakit orang
kepada orang tua klien
penyakit yang di derita anaknya penyakit
anaknya memban
Anak di lahirkan di dukun

IMPLEMENTASI
NO DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF
1 DS : Mengobservasi ketat S:
Orang tua klien
Orang tua klien tanda-tanda peningkatan mengatakan lingkar
mengatakan kepala TIK (Nyeri kepala, kepala anaknya mulai
mengecil
anaknya membesar muntah, lethargi, lelah, O:
sejak 2 bulan yang apatis, perubahan Lingkar kepala : 50 cm
lalu. personalitas, ketegangan Kepala tampak mulai
DO : dari sutura cranial dapat normal ( 38 44 cm )
Lingkar kepala saat ini terlihat pada anak berumur Asimetris
67 cm 10 tahun, penglihatan Berbenjol pada bagian
Kepala tampak ganda, kontruksi parietal dan frontal,
membesar penglihatan perifer pada benjolan teraba
Asimetris strabismus, Perubahan fluktuasi
Berbenjol pada bagian pupil) Setiap 2 jam Sekali Ubun ubun besar
parietal dan
frontal, Pantau terus tingkat menonjol terbuka
pada benjolan teraba kesadaran anak setiap 2 Sutura melebar
fluktuasi jam sekali Nadi : 130 x/i ( 130 x/i )

Ubun ubun besar Pantau terus adanya
menonjol terbuka perubahan TTV 8 jam
Sutura melebar Sekali
Nadi : 102 x/i ( 130 x/i ) Berkolaborasi dengan Pemeriksaan CT Scan
Pemeriksaan CT dokter untuk melakukan Kepala
Scan Kepala pembedahan Tampak Pelebaran berat
Tampak Pelebaran berat Ventrikel Kanan Kiri

Mengkaji pengalaman
Ventrikel Kanan Kiri dan ventrikel III
dan ventrikel III nyeri pada anak, dengan Tampak Masa di
Tampak Masa di skala nyeri 0-5 (0 = tidak Ventrikel IV dengan
Ventrikel IV dengan nyeri, 5 = nyeri sekali), pelebaran fosa posterior
pelebaran fosa setiap 2 jam sekali Tampak LCS Mendesak 5
posterior Bantu anak mengatasi cm area ventrikel lateral
Tampak LCS Mendesak nyeri seperti dengan kanan
5 cm area ventrikel memberikan pujian A:
Masalah teratasi sebagian
lateral kanan kepadanya setiap 2 jam P:
sekali Intervensi Di lanjutkan

Melakukan
observasi ketat tanda-
tanda peningkatan TIK
(Nyeri kepala, muntah,
lethargi, lelah, apatis,
perubahan personalitas,
ketegangan dari sutura
cranial dapat terlihat
pada anak berumur 10
tahun, penglihatan
ganda, kontruksi
penglihatan perifer
strabismus, Perubahan
pupil)
Monitoring tingkat
kesadaran anak serta
catat hasil tingkat
kesadaran 1 6 pada
anak.
Monitoring danya
perubahan TTV serta
catat hasil dari tanda
tanda vital berupa Td,
Nd, Rr,Sh.
Berkolaborasi
dengan dokter untuk
melakukan
pembedahan, untuk
mengurangi
peningkatan

Mengkaji
pengalaman nyeri pada
anak, minta anak
menunjukkan area yang
sakit dan menentukan
peringkat nyeri dengan
skala nyeri 0-5 (0 =
tidak nyeri, 5 = nyeri
sekali).
Memberi tindakan
untuk mengatasi nyeri
seperti dengan
memberikan pujian
kepada anak untuk
ketahanan dan
memperlihatkan bahwa
nyeri telah ditangani
dengan baik jika terjadi
nyeri.

2 Risiko Orientasikan klien baru


injury S:
berhubungan dengan
terhadap lingkungan
Peningkatan tekanan -
intra kranial ( TIK ) di kamarnya pada saat baru
tandai dengan O:
tiba
DS : -
Mengkaji dan monitor faktor Kapiler revil
time > 2 detik
yang dapat
DO : Lingkar kepala
menyebabkanklien cidera : saat ini 50 cm
kapiler repil kurang < 2
tingkat kesadaran, adanya
detik A:
TIK yang dapat
Lingkar kepala saat ini
Masalah teratasi
menyebabkan klien cedera
67 cm sebagian
2 jam sekali
Melaporkan tanda tanda P ; Intervensi Di
lanjutkan
awal munculnya resiko Orientasikan klien baru
peningkatan TIK dan terhadap lingkungan
kesadaran yang semakin kamarnya pada saat
menurut 2 jam sekali baru tiba
Kolaborasi dengan dokter Mengkaji dan monitor
untuk penanganan medis. faktor yang dapat
menyebabkanklien
cidera : tingkat
kesadaran, adanya TIK
yang dapat
menyebabkan klien
cedera 2 jam sekali
Melaporkan tanda tanda
awal munculnya resiko
peningkatan TIK dan
kesadaran yang semakin
menurut 2 jam sekali
Kolaborasi dengan dokter
untuk penanganan
medis.
3 Inkontinensia Urin Mengkaji pola berkemih dan S :
berhubungan dengan Orang tua klien tidak
tingkat inkontinensia klien
Ketidakmampuan
mengeluh anaknnya
mengontrol pola 2 jam sekali
berkemih di tandai buang air kecil 3x sehari
Memberikan perawatan
dengan
Orang tua klien tidak
DS : pada kulit klien yang
mengeluh anaknnya
Orang tua klien basah karena urin setiap 2
buang air besar 1x
mengeluh anaknnya jam sekali
sehari
buang air kecil 6 7x Mengnjurkan ibu klien
sehari untuk sering memeriksa

Orang tua klien popok klien, jika basah
O:
mengeluh anaknnya segera diganti
anakn buang air kecil 3 x
Kolaborasi
buang air besar 2 3x dengan tim
sehari medis dalam pemberian sehari
obat anakn buang air besar 1 x
(misalnya:
Antikolinergik) sehari
A:

Masalah teratasi
DO : seluruhnya
anakn buang air kecil 6
P ; Intervensi Di
7x sehari monitoring
anakn buang air besar 2
3x sehari

4 Gangguan Tumbuh Melakukan observasi S:


Kembang berhubungan Oang tua mengatakan
tumbuh kembang anak
dengan Peningkatan
Kepala
Cairan Serebropinalis sesuai dengan usia setiap 2
di tandai dengan anaknya membesar
jam sekali
DS :
perlahan lahan dengan
Melakukan monitoring
Oang tua mengatakan
bentuk berbenjol pada
dengan DDST 8 jam sekali
Kepala
bagian atas dan dahi
anaknya membesar
berkurang 50 cm
Mempersiapkan kelurga
perlahan lahan
Oang tua mengatakan
dalam menerima anak
dengan bentuk
Kepala anaknya
dengan gangguan tumbuh
berbenjol pada bagian
membesar di awali
kembang setiap keluarga
atas dan dahi
dengan dahi dan di ikuti
mengeluh
Oang tua mengatakan
dengan bagian yang lain
Kepala anaknya
berkurang
membesar di awali
dengan dahi dan di
ikuti dengan bagian
yang lain
O:
DO :
Lingkar kepala saat ini 50
Lingkar kepala saat ini
cm
67 cm Kepala tampak kembali
Kepala tampak normal
membesar A:
Masala gangguanh
tumbuh kembang
teratasi sebagian
P : Intervensi di
lanjutkan
Melakukan observasi
tumbuh kembang anak
sesuai dengan usia
setiap 2 jam sekali
Melakukan monitoring
dengan DDST 8 jam
sekali
Mempersiapkan kelurga
dalam menerima anak
dengan gangguan
tumbuh kembang setiap
keluarga mengeluh
5 Resiko
tinggi lakukan pengkajian S:
kerusakan integritas keluarga klien
pada kulit kepala setiap 2
kulit berhubungan
mengatakan kepala
dengan imobilisasi di jam sekali
tandai dengan klien mulai kembali
ubah posisi tiap 2 jam dapat
DS :
normal ( 38 44 cm )
dipertimbangkan untuk
keluarga klien
keluarga mengatakan
mengubaha kepala tiap
mengatakan kepala
klien dapat
jam.
klien membesar
menggerakkan
perlahan-lahan dengan
kepalanya
Jelaskan ke keluarga hindari
bentuk berbenjol pada
keluarga mengatakan
tidak adanya linen pada
bagian atas dan dahi
klien bisa memiringkan
tempat tidur
keluarga mengatakan tubuhnya
klien tidak Baringkan
dapat kepala
pada keluarga mengatakan
menggerakkan bantal karet busa atau klien bisa baring
kepalanya menggunakan tempat tidur terlentang
keluarga mengatakan air jika mungkin. O:
KU klien bertenaga
klien belum bisa
Klien bisa menggerakkan
memiringkan tubuhnya
Pertahankan intake cairan kepala
keluarga mengatakan
dengan Memberikan Klien dapat memiringkan
klien hanya bisa baring
nutrisi sesuai kebutuhan. tubuh nya
terlentang
Nilai Trombosit :
DO:
450.000/ul ( 150.000
KU klien lemah
450.000 )
Klien tidak bisa
menggerakkan kepala
A:
Klien tampak hanya
Masalah Teratasi
miring
Seluruhnya
Nilai Trombosit :
P:
602.000/ul ( 150.000
Intervensi Di monitoring
450.000 )
dan di jelaskan ke
keluarga klien

6 Resiko gangguan beri penjelasan kepada S:


nutrisi kurang dari keluarga mengatakan
keluarga
kebutuhan
klien tidak merintih
berhubungan dengan untuk memperrtahankan
intake nutrisi yang keluarga mengatakan
kebersihan mulut anak
tidak adekuat di tandai
klien mau makan
dengan dengan baik sebelum dan
DS : selama sehari ini
sesudah mengunyah
keluarga mengatakan keluarga mengatakan
makanan.
klien selalu merintih klien tidak muntah lagi
lakukan pemberian
keluarga mengatakan O:
makanan porsi kecil tetapi
klien tidak mau makan KU klien bertenaga dan
sering untuk mengurangi
selama sehari ini perasaan tegang pada tidak merintih
keluarga mengatakan lambung Makanan yang tersedia di
klien muntah atur agar mendapatkan
2x makan dengan habis
kurang lebih 3 sendok nutrien yang berprotein/ Perut tidak datar
DO : kalori yang disajikan pada BB ; Awal 4 kg saat ini
KU klien lemah dan saat individu ingin makan 6,3 kg (6,3 7,4 kg nilai
sering merintih Memonitoring serta normal)
Makanan yang tersedia melakukan penimbangan A:
masih utuh berat badan Masalah teratasi
Perut datar Konsultasikan dengan ahli Keseluruhan
Klien tampak lemas gizi mengenai kebutuhan P:
BB ; Awal 4 kg saat ini kalori harian yang realistis Intervensi di monitoring
8,6 kg dan adekuat. dan di jelaskan ke
keluarga

7 Kurang Pengetahuan Kaji tingkat pengetahuan S :


Orang tua
orang tua klien tentang
berhubungan dengan Orang tua anak
kurang terpajan proses penyakit dan
mengatakan
informasi di tandai
penanganan penyakit
dengan memahami
DS :
anaknya tentang penyakit
Orang tua anak
Berikan kesempatan kepada yang di derita
mengatakan
orang tua klien untuk oleh anak
tidak tahu
bertanya O:
tentang
penyakit yang Jelaskan dengan baik kepada Orang tua anak
di derita oleh orang tua tentang proses tampak mengerti
anak penyakit dan prosedur tentang penyakit
DO : penanganannya anaknya
Berikan dukungan positif Orang tua anak
Orang tua anak
kepada orang tua klien tampak mengerti
sering bertanya
tentang proses
tentang
penyakit yang di
penyakit
derita anaknya
anaknya
Orang tua
Orang tua anak
memahami
tampak
risiko jika anak
bingung
di lahirkan di
tentang proses
dukun
penyakit yang
di derita
anaknya
Anak di
lahirkan di
dukun
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Hidrocephalus adalah: suatu keadaan patologis otak yang mengakibatkan

bertambahnya cairan cerebrospinal (CSS) dengan atau pernah dengan tekanan intra kranial

yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya CSS.

Merupakan sindroma klinis yang dicirikan dengan dilatasi yang progresif pada sistem

ventrikuler cerebral dan kompresi gabungan dari jaringan jaringan serebral selama produksi

CSF berlangsung yang meningkatkan kecepatan absorbsi oleh vili arachnoid. Akibat

berlebihannya cairan serebrospinalis dan meningkatnya tekanan intrakranial menyebabkan

terjadinya peleburan ruang ruang tempat mengalirnya liquor. Berdasarkan letak obstruksi

CSF hidrosefalus pada bayi dan anak ini juga terbagi dalam dua bagian yaitu :

Hidrochepalus komunikan
Hidrochepalus non-komunikan
Hidrochepalus bertekanan normal

Insidens hidrosefalus pada anak-anak belum dapat ditentukan secara pasti dan
kemungkinan hai ini terpengaruh situasi penanganan kesehatan pada masing-masing rumah
sakit.

2. Saran

Tindakan alternatif selain operasi diterapkan khususnya bagi kasus-kasus yang yang
mengalami sumbatan didalam sistem ventrikel. Dalam hal ini maka tindakan terapeutik
semacan ini perlu.
Daftar Pustaka

Anonymuous, 2010. http://ms32.multiply.com/journal/item/23. Diakses tanggal 23


Oktober 2010

Anonymous,2010.http://idmgarut.wordpress.com/2009/02/02/hidrosefalus/.Diakses tanggal
23 Oktober 2010

Anonymuous, 2010.http://Asuhan keperawatan pada klien HIDROSEFALUS Blog Penuh


Cinta.htm. Diakses tanggal 23 Oktober 2010

Ropper, Allan H. And Robert H. Brown. 2005. Adams And Victors Principles Of Neurology:
Eight Edition. USA.

Anonymuous 2010. http://hesa-andessa.blogspot.com/2010/08/asuhan-keperawatan-anak-


dengan.html tanggal akses 07 Mei 2012 pukul 18.00 WIB

Anonymuous ,2010 .http://putrisayangbunda.blog.com/2009/11/30/asuhan-keperawatan-


pada-klien-hidrosefalus-2/.tanggal akses 07 Mei 2012 pukul 18.15 WIB