Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional, upaya kesehatan


diselenggarakan melalui upaya kesehatan Puskesmas, peran serta
masyarakat, dan rujukan upaya kesehatan. Puskesmas mempunyai
fungsi sebagai pusat penngerak pembangunan berwawasan
kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga serta
sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama.
Dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas mengacu pada 4 azas
penyelenggaraan yaitu wilayah kerja, pemberdayaan masyarakat,
keterpaduan dan rujukan.
Penerapan manajemen penggerakan pelaksanaan dalam
bentuk forum pertemuan yang dikenal dengan Lokakarya Mini.
Dalam rangka membina petugas Puskesmas untuk
bekerjasama dalam tim sehingga dapat melaksanakan fungsi
Puskesmas dengan baik, telah dikembangkan Lokakarya Mini
Puskesmas.Lokakarya Mini Puskesmas merupakan suatu pertemuan
antar petugas intern Puskesmas, termasuk Puskesmas Pembantu
dan bidan di desa untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau
cakupan pelayanan Puskesmas serta membina peran serta
masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi
Puskesmas. Ditinjau dari fungsi manajemen yang terdiri dari
perencanaan (P1), Penggerakan Pelaksanaan (P2) dan Pengawasan
Pengendalian Penilaian (P3) maka Lokakarya Mini Puskesmas
merupakan penerapan Penggerakan Pelaksana (P2).

B. TUJUAN
1. UMUM
Meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggerakan pelaksanaan
Puskesmas, bekerjasama dalam tim dan membina kerja sama lintas
program. Setiap awal bulan berikutnya diadakan pertemuan antar
tenaga Puskesmas untuk membandingkan rencana kerja bulan
yang lalu dengan hasil kegiatan serta cakupan daerah binaan.
Bilamana dijumpai masalah, dibahas dan dipecahkan bersama,
serta kemudian menyusun rencana kerja bulan berikutnya.

1
2. KHUSUS

1. Meningkatkan kerjasama antar petugas intern Puskesmas,


termasuk Puskesmas Pembantu dan Bidan di desa.
2. Mendapatkan kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan
sesuai dengan perencanaan yaitu Rencana Pelaksanaan
Kegiatan ( RPK ).
3. Meningkatkan motivasi petugas Puskesmas untuk
melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan ( RPK ).
4. Mengkaji pelaksanaan rencana kerja ( RPK ) yang telah
disusun, memecahkan masalah yang terjadi dan menyusun
upaya pemecahan dalam bentuk rencana kerja yang baru.

2
BAB II
PELAKSANAAN

A. PENGGALANGAN TIM

Untuk memotivasi kerjasama dalam tim dilakukan proses


penggalangan tim yang pada prinsipnya mengungkapkan tentang
pentingnya kerjasama tim dalam melaksanakan program-program.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peserta agar dapat
bekerjasama dalam suatu kegiatan dan mawas diri terhadap hal-hal
yang dapat menghambat kerjasama.
Dalam suatu kerjasama perlu diingat Panca Pedoman
Kerjasama yaitu :
1. Tanggap persoalan orang lain
2. Mengakui kemampuan orang lain
3. Membantu memecahkan persoalan orang lain
4. Rasa persaudaraan
5. Gotong royong

Dalam bekerjasama terdapat keuntungan-keuntungan yang


dikenal dengan Panca Keuntungan Kerjasama yaitu :

1. Menyelesaikan masalah secara menyeluruh


2. Saling menambah pengetahuan dan keterampilan
3. Berhasil guna dan tepat guna
4. Menggairahkan semangat kerja
5. Dapat menyelesaikan masalah yang berat dan besar

Namun perlu disadari pula hal-hal yang dapat menghambat


kerjasama yang disebut Panca Hambatan Kerja yaitu :

1. Mementingkan diri sendiri


2. Tidak bertanggung jawab
3. Tidak ada keterbukaan
4. Kurang keterampilan
5. Iri hati

3
B. PERATURAN, UU DAN KEBIJAKAN TENTANG PUSKESMAS

Peraturan, Undang-Undang yang menjadi dasar hukum

dalam melaksanakan fungsi Puskesmas di UPT. Puskesmas Nusa

Penida I adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang RI No.43 Tahun 2004 tentang Kesejahteraan

Usia Lanjut.

2. Undang-Undang RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (

Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor

144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

5063 )

3. Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1991 tentang

Penanggulangan Wabah Penyakit Menular ( Lembaran Negara

RI Tahun 1991 No.49, Tambahan Lembaran Negara RI

No.3447 )

4. Keputusan Bersama Menteri Kesehatan

No.279A/Men.Kes/SK/VIII/1978, Menteri Pertanian

No.522/Kpts/Um/8/78 dan Menteri Dalam Negeri No.143

Tahun 1978 tentang Peningkatan Pemberantasan dan

Penanggulanagn Rabies.

5. Keputusan Menteri Pertanian No.363/Kpts/Um/5/1982

tentang Pedoman Khusus Pencegahan dan Pemberantasan

Rabies.

6. Keputusan Bersama Dirjen P2M&PL No.KS.00-1.1554, Dirjen

Peternakan No.99/TN.560/KPTs/DJP/DEPTAN/1999 dan

Dirjen PUOD No.443.2-270 tentang Pelaksanaan Kegiatan

dan Pembebasan dan Mempertahankan Daerah Bebas Rabies

di Wilayah Republik Indonesia.

4
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.951 / Menkes / SK / V

/ 2000 tentang Upaya Kesehatan Dasar Di Puskesmas.

8. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor

741/Menkes/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan

Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota

9. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128 / Menkes / SKII /

2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.

10. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 tahun 2014 tentang

Pusat Kesehatan Masyarakat

11. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 74 tahun 2014 tentang

Konseling dan Tes HIV/AIDS

12. Keputusan Menteri Kesehatan RI

No.296/Menkes/SK/III/2008 tentang Pedoman Pengobatan

Dasar Di Puskesmas

13. Instruksi Menteri Dalam Negeri No.32 Tahun 1982 tentang

Koordinasi bagi Pencegahan, Pemeberantasan dan

Penanggulangan Penyakit Rabies di daerah.

14. Peraturan Menteri Kesehatan RI

No.269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis

15. Peraturan Menteri Kesehatan RI

No.290/Menkes/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan

Kedokteran.

16. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.37 Tahun 2012 tentang

Penyelenggaraan Laboratium Pusat Kesehatan Masyarakat

17. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.21 Tahun 2013 tentang

Penanggulangan HIV dan AIDS

5
18. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.5 Tahun 2014 tentang

Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan

Kesehatan Primer.

19. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.9 Tahun 2014 tentang

Klinik.

20. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.41 Tahun 2014 tentang

Pedoman Gizi Seimbang.

21. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.75 Tahun 2014 tentang

Pusat Kesehatan Masyarakat.

22. Keputusan Menteri Kesehatan RI

No.564/Menkes/SK/VIII/2006 tanggal 2 Agustus 2006

tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga

23. Keputusan Menteri Kesehatan RI

No.585/Menkes/SK/V/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan

Promosi Kesehatan di Puskesmas

24. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung

No.441 Tahun 2014 tentang Pembentukan Layanan VCT di

Puskesmas Sekabupaten Klungkung

25. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung

No.14 Tahun 2014 tentang Pembentukan Layanan VCT di

Puskesmas Sekabupaten Klungkung.

26. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I nomor 1.1

tahun 2015 tentang Jenis Pelayanan di UPT. Puskesmas

Nusa Penida I

27. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I nomor 1.2

tahun 2015 tentang Penanggung Jawab Upaya Kesehatan

Masyarakat dan Penanggung Jawab Upaya Kesehatan

Perseorangan di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

6
28. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 1.3

Tahun 2015 tentang Penanggung Jawab Upaya Kesehatan /

Program Kesehatan di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

29. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 1.4

Tahun 2015 tentang Penanggung Jawab Puskesmas Keliling

Dan Tim Puskesmas Keliling di UPT. Puskesmas Nusa Penida

30. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 1.5

Tahun 2015 tentang Tim Promosi Kesehatan di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

31. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 1.6

Tahun 2015 tentang Tim Pos Pembinaan Terpadu (

POSBINDU ) di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

32. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 1.7

Tahun 2015 tentang Tim Manajemen di UPT. Puskesmas

Nusa Penida I

33. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 1.8

Tahun 2015 tentang Tim Manajemen Mutu di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

34. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 1.9

Tahun 2015 tentang Tim Pembina Puskesmas Pembantu di

UPT. Puskesmas Nusa Penida I

35. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

1.10 Tahun 2015 tentang Persyaratan Kompetensi

Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat,

Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perseorangan Dan

Penanggung Jawab Program di UPT. Puskesmas Nusa Penida

7
36. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

1.11 Tahun 2015 tentang Kebijakan Mutu Pelayanan di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

37. Keputusan kepala UPT. Puskesmas nusa penida I Nomor

1.12 Tahun 2015 tentang Kajian Ulang Uraian Tugas di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

38. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 2.1

Tahun 2015 tentang Penetapan Indikator Dan Target Upaya

Kesehatan di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

39. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 2.2

Tahun 2015 tentang Panduan Pentahapan Pencapaian

Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat Dan Upaya Kesehatan

Perseorangan di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

40. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 2.3

Tahun 2015 tentang Penilaian Kinerja Upaya Kesehatan di

upt. Puskesmas Nusa Penida I

41. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 2.4

Tahun 2015 tentang Evaluasi Kinerja Upaya Kesehatan di

UPT. Puskesmas Nusa Penida I

42. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 2.5

Tahun 2015 tentang Peningkatan Kinerja Upaya Kesehatan di

UPT. Puskesmas Nusa Penida I

43. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 2.6

Tahun 2015 tentang Data Dan Informasi di UPT. Puskesmas

Nusa Penida I

44. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 2.7

Tahun 2015 tentang Media Komunikasi Untuk Menerima

8
Keluhan Masyarakat Dan Umpan Balik Terhadap Keluhan

Masyarakat di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

45. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 2.8

Tahun 2015 tentang Aturan, Tata Nilai Dan Budaya Dalam

Pelaksanaan Program di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

46. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 2.9

Tahun 2015 tentang Kewajiban Penanggung Jawab Program

Dan Pelaksana Program Untuk Memfasilitasi Peran Serta

Masyarakat di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

47. Keputusan kepala UPT. Puskesmas nusa penida I Nomor

2.10 Tahun 2015 tentang Mekanisme Komunikasi Dan

Koordinasi Program di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

48. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

2.11 Tahun 2015 tentang Hak Dan Kewajiban Sasaran

Program di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

49. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

2.12 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Dan Pelaksanaan

Program di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

50. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

2.13 Tahun 2015 tentang Monitoring Pengelolaan dan

Pelaksanaan Program di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

51. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

2.14 Tahun 2015 tentang Minimalisasi Resiko Pelaksanaan

Kegiatan Program Terhadap Masyarakat dan Lingkungan di

UPT. Puskesmas Nusa Penida I

52. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 3.1

Tahun 2015 tentang Penanggung Jawab Pelayanan Medik di

UPT. Puskesmas Nusa Penida I

9
53. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 3.2

Tahun 2015 tentang Evaluasi Mutu Pelayanan Medik di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

54. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 3.3

Tahun 2015 tentang Penyampaian Hak Dan Kewajiban

Pasien di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

55. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 3.4

Tahun 2015 tentang Tim Interprofesi di UPT. Puskesmas

Nusa Penida I

56. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 3.5

Tahun 2015 tentang Rencana Pelayanan Medis dan

Pelayanan Terpadu di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

57. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 3.6

Tahun 2015 tentang Pelayanan Medis di UPT. Puskesmas

Nusa Penida I

58. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 3.7

Tahun 2015 tentang Penanggung Jawab Unit Gawat Darurat

( UGD ) Dan Rawat Inap ( RI ) di UPT. Puskesmas Nusa

Penida I

59. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 3.8

Tahun 2015 tentang Pelayanan Laboratorium Dan Jenis

Pemeriksaan Laboratorium di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

60. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 3.9

Tahun 2015 tentang Penetapan Nilai Rentang Hasil

Pelayanan Laboratorium di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

61. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.10 Tahun 2015 tentang Pelayanan Obat 24 Jam di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

10
62. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.11 Tahun 2015 tentang Persyaratan Petugas Yang

Menyediakan Obat Pada Pelayanan Apotek di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

63. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.12 Tahun 2015 tentang Petugas Yang Berhak Memberikan

Obat Golongan Narkotika/Psikotropika Pada Pelayanan

Medis di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

64. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.13 Tahun 2015 tentang Standar Kode Klasifikasi Diagnosis

Dan Pembakuan Singkatan Dalam Penulisan Diagnosis di

UPT. Puskesmas Nusa Penida I

65. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.14 Tahun 2015 tentang Isi Rekam Medis di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

66. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.15 Tahun 2015 tentang Pemantauan, Pemeliharaan Dan

Kalibrasi Alat Kesehatan di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

67. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.16 Tahun 2015 tentang Penanggung Jawab Pengelola Alat

Kesehatan dan Kalibrasi Alat Kesehatan di UPT. Puskesmas

Nusa Penida I

68. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.17 Tahun 2015 tentang Pemantauan Dan Pemeliharaan

Sarana Dan Prasarana di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

69. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.18 Tahun 2015 tentang Penanggung Jawab Sarana Dan

Prasarana di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

11
70. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.19 Tahun 2015 tentang Pemantauan Dan Pemeliharaan

Peralatan Kantor di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

71. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.20 Tahun 2015 tentang Penanggung Jawab Peralatan

Kantor di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

72. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor

3.21 Tahun 2015 tentang Formularium di UPT. Puskesmas

Nusa Penida I

73. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 4.1

Tahun 2015 tentang Keselamatan Pasien di UPT. Puskesmas

Nusa Penida I

74. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 4.2

Tahun 2015 tentang Penanganan Kejadian Tidak Diharapkan

( KTD ), Kejadian Nyaris Cedera ( KNC), Kejadian

Tidak Cedera ( KTC ), Kejadian Potensial Cedera ( KPC ) di

UPT. Puskesmas Nusa Penida I

75. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 4.3

Tahun 2015 tentang Indikator Mutu Pelayanan Medik di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

76. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 05

Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Standar Prosedur

Operasional Kesehatan Lingkungan di UPT. Puskesmas Nusa

Penida I

77. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 06

Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Standar Prosedur

Operasional Rujukan di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

12
78. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 07

Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Standar Prosedur

Operasional Proteksi Dan Penanganan Bencana di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

79. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 8

Tahun 2015 tentang Penerimaan Pegawai Tidak Tetap

Pengabdi di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

80. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 9

Tahun 2015 tentang Penerimaan Pegawai Tidak Tetap

Pengabdi di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

81. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 10

Tahun 2015 tentang Penerimaan Pegawai Tidak Tetap

Pengabdi di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

82. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 11

Tahun 2015 tentang Penerimaan Pegawai Tidak Tetap

Pengabdi di UPT. Puskesmas Nusa Penida I

83. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 12

Tahun 2015 tentang Uraian Tugas Petugas di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

84. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 13

Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Standar Prosedur

Operasional Pengolahan Limbah di UPT. Puskesmas Nusa

Penida I

85. Keputusan kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I Nomor 12

Tahun 2015 tentang Uraian Tugas Petugas di UPT.

Puskesmas Nusa Penida I

13
C. TATA CARA PENYUSUNAN RPK ( POA )

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK )/ Plan Of

Action (POA ) Puskesmas tahunan didahului dengan Penyusunan

Rencana Usulan Kegiatan ( RUK )

1. Rencana Usulan Kegiatan ( RUK )

Rencana Usulan Kegiatan ( RUK ) adalah rencana kegiatan yang

diusulkan untuk kegiatan pelaksanaan program-program tahun

N+1.

Penyusunan Rencana usulan kegiatan dilaksanakan awal tahun

sebelum pengesahan anggaran.

Prosedur Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan adalah sebagai

berikut :

I. Persiapan

1) Menyiapkan hasil Survei Mawas Diri ( SMD )

dan Musyawarah Masyarakat Desa ( MMD ).

2) Menyiapkan hasil analisa data dari hasil

pencapaian kinerja Puskesmas.

3) Menyiapkan hasil analisa kebutuhan dan

harapan masyarakat.

4) Persiapan pertemuan penyusunan rencana

usulan kegiatan.

II. Pelaksanaan

1) Pembukaan dengan pengarahan kepala

Puskesmas terkait dengan hasil SMD-MMD,

analisa harapan dan kebutuhan masyarakat.

2) Semua pemegang program menyusun

rencana usulan kegiatan dengan

14
memperhatikan arahan kepala Puskesmas

dengan memperhatikan hasil SMD-MMD,

analisa harapan dan kebutuhan masyarakat.

3) Rencana usulan kegiatan harus mencakup

tujua, sasaran, indikator keberhasilan serta

harus juga mencakup kebutuhan tenaga,

dana dan alat yang akan digunakan dalam

pelaksanaan kegiatan.

4) Penyelesaian dokumen rencana usulan

kegiatan oleh semua pemegang program.

2. Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK )

Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK ) adalah rencana

kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun N+1.

Prosedur Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan adalah

sebagai berikut :

I. Persiapan

1) Dokumen rencana usulan kegiatan

2) Dokumen uraian tugas semua petugas

II. Pelaksanaan

1) Pembukaan dengan pengarahan kepala

Puskesmas terkait dengan hasil SMD-MMD,

analisa harapan dan kebutuhan

masyarakat serta rangkuman rencana

usulan kegiatan yang telah disusun.

2) Semua pemegang program menyusun

rencana pelaksanaan kegiatan dengan

memperhatikan arahan kepala Puskesmas

15
dengan memperhatikan hasil SMD-MMD,

analisa harapan dan kebutuhan

masyarakat dan keadaan tenaga, dana dan

alat.

3) Pembahasan rencana pelaksanaan kegiatan

untuk mendapat persetujuan bersama.

4) Penyelesaian dokumen rencana

pelaksanaan kegiatan oleh semua pemegang

program.

16
BAB III
PENYELENGGARAAN DAN HASIL

A. PENGARAH, PESERTA, TEMPAT, WAKTU, DAN SUSUNAN


ACARA

1. Pengarah : Kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I

2. Peserta : Pemegang program, Pengurus Dana BOK, Kasubbag

TU dan Petugas Puskesmas Pembantu

3. Tempat : Ruang Pertemuan UPT. Puskesmas Nusa Penida I

4. Waktu : Kamis, 22 Januari 2015, Pukul 11.00 wita selesai

5. Susunan Acara :

a. Pembukaan

Acara dibuka oleh kepala puskesmas dengan

menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya

rapat pada hari ini, yaitu:

1. Penyampaian Rencana Usulan Kerja ( RUK )

2. Pembahasan Rencana Pelaksanaan Kerja ( RPK )

3. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kerja ( RPK )

b. Pengarahan dari Kepala Puskesmas terkait dengan

penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK )

Dalam kesempatan ini Kepala Puskesmas

Menekankan bahwa RUK dan RPK yang kita susun

harus sesuai dengan harapan masyarakat, Survei

Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa

(MMD ). Sehingga diharapkan semua kegiatan

/program yang kita laksanakan mampu memecahkan

permasalahan kesehatan yang masih ada.

17
c. Penyampaian Rencana Usulan Kegiatan ( RUK )

Pada kesempatan ini seluruh pemegang program

menyampaikan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang

Telah disusun dengan sumberdana dari BOK

maupun JKN.

d. Pembahasan Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK )

Setelah semua pemegang program menyampaikan

RUK masing-masing maka, tiba saatnya dilakukan

pembahasan mengenai rencana kegiatan mana yang

kiranya dapat dilaksanakan dengan pertimbangan

jumlah tenaga yang tersedia dan pembiayaan. Setelah

dilakukan diskusi dengan seluruh peserta yang hadir

dalam rapat ini, akhirnya disepakati dua kegiatan

yang di usulkan pada RUK tidak disetujui dalam RPK

karena keterbatasan dana dan tenaga, adapun dua

kegiatan tersebut yaitu :

1. Pengiriman sampel air minum ke dinas kabupaten

karena tidak adanya dana.

2. Konseling anak remaja oleh karena kekurangan

tenaga dan dana.

e. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK )

Sesuai dengan hasil pembahasan, akhirnya dapat

diputuskan mengenai Rencana Pelaksanaan Kegiatan

(RPK) yang nantinya akan disusun dan dilaksanakan

oleh seluruh pemegang program.

18
f. Penutup

Pada akhir acara Kepala Puskesmas menutup acara

dengan mengingatkan kepada seluruh anggota agar

apa yang telah disepakati dapat dilaksanakan dengan

sebaik-baiknya, dan apabila ada masalah dalam

pelaksanaannya nanti agar segera dilaporkan

sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

B. HASIL

Adapun hasil dari rapat lintas program dalam menentukan

Rencana Usulan Kegiatan ( RUK ) tahun 2015 sebagai berikut

1. Gizi

Penyuluhan gizi, konseling ASI eksklusif dan MP ASI : 2

orang x 8 desa x 1 kali.

Oprasi timbang di posyandu : 1 orang x 52 posyandu x 1

kali.

Sweeping giruk : 1 orang x 4 desa x 10 kali.

Pemantauan balita status gizi kurang dan status gizi buruk

: 1 orang x 8 desa x 10 kali.

Pemberian vitamin A : 1orang x 52 posyandu x 1 kali.

Pemantauan garam beryodium tingkat RT : 1 orang x 8

desa x 1 kali.

Kunjungan pemantauan bumil KEK : 1 orang x 4 desa x 9

kali.

Pembinaan kepada keluarga penderita gizi buruk : 2 orang

x 2 kk x 3 kali.

19
2. KIA

Pemantauan neonatus resti : 1 orang x 4 desa x 9 kali.

Sweeping ibu hamil DO K1 : 1 orang x 3 desa x 10 kali.

Pelaksanaan kelas ibu hamil : 3 orang x 1 desa x 4 kali.

Kemitraan bidan dan dukun dalam rangka kunjungan

bumul TW III : 1 orang x 3 desa x 3 kali.

Kunjungan rumah dalam rangka pendampingan P4K : 1

orang x 8 desa x 10 kali

Penyuluhan P4K pada kader posyandu : 2 orang x 16

posyandu

Kunjungan ibu nifas dan neonatus : 1 orang x 8 desa x 10

kali

Pemantauan ibu nifas resti : 1 orang x 4 desa x 10 kali

Penyuluhan dan konseling KB IUD pasca bersalin : 1 orang

x 8 desa x 1 kali

Pendataan sasaran bayi dan balita : 2 orang x 8 desa x 1

kali

Penyuluhan asuapan nutrisi pada pus di posyandu : 3

orang x 8 posyandu x 1 kali.

3. Surveilens, P2 ISPA, P2 Diare

Deteksi dini dan pemantauan bayi resti : 1 orang x 4 desa x

4 kali

Penemuan dan tatalaksana pneumonia pada balita : 1

orang x 4 desa x 10 kali

Penemuan dan tatalaksana diare pada balita : 1 orang x 4

desa x 10 kali

Pemantauan balita resti : 1 orang x 4 desa x 4 kali

20
PE epidiomologi penyakit menular potensi wabah : 2 orang

x 2 kasus x 2 kali

Pembinaan keluarga dengan anak resti : 2 orang x 2 kk x 3

kali

4. Promkes

Promosi ABAT dan penegtahuan HIV/AIDS : 3 orang x 10

sekolah dan kelompok masyarakat

Pendistribusian pemakaian kondom bagi populasi resti : 2

orang x 2 kelompok.

Pendataan PHBS : 2 orang x 8 desa x 2 kali

Pendataan pada institusi tempat kerja : 2 orang x 8

institusi x 1 kali

Penyuluhan persalinan nakes dan kehamilan resti : 3 orang

x 16 posyandu

5. Imunisasi

Pelayanan imunisasi rutin di posyandu : 1 orang x 52

posyandu x 2 kali.

Pelayanan imunisasi di sekolah : 1 orang x 30 SD x 2 kali.

6. P2 TB dan kusta

Penemuan dan tatalaksana kasus TB : 1 orang x 8 desa x 4

kali.

Pemeriksaan kontak serumah pasien TB dan evaluasi DOT :

1 orang x 4 kasus x 6 kali.

Penemuan kasus kusta : 1 orang x 8 desa x 2 kali.

7. P2 Malaria dan DBD

Pemantauan jentik : 1 orang x 8 lagoon x 10 kali.

Pelaksanaan larvasiding : 2 orang x 8 lagoon x10 kali.

21
8. Kesling

Pemicuan stop buang air sembarangan : 5 orang x 1 desa x

1 kali.

Inspeksi sanitasi ( BAB ) : 1 orang x 8 desa x 3 kali.

Pengambilan sampel air minum : 1 orang x 2 kali.

Pengiriman sampel air ke kabupaten : 1 orang x 2 kali.

9. UKS

SDIDTK anak prasekolah : 3 orang x 14 PAUD x 1 kali.

Penjaringan kesehatan anak sekolah SD : 3 orang x 30 SD.

Penjaringan kesehatan anak SMP : 3 orang x 10 kelompok x

1 kali.

Penjaringan kesehatan anak SMA : 3 orang x 8 gabungan

kelas x 1 kali.

10. Kesehatan Jiwa

Penemuan pasien gangguan jiwa baru : 1 orang x 8 desa x 3

kali.

Penyuluhan kesehatan jiwa : 3 orang x 3 sekolah x 1 kali.

Pembinaan kepada keluarga gangguan jiwa : 2 orang x 2 kk

x 3 kali.

11. Lansia

Pembinaan kepada keluarga lansia dengan penyakit kronis

: 2 orang x 2 kk x 3 kali.

Adapun hasil dari rapat lintas program bahwa Rencana Usulan

Kegiatan ( RUK ) yang disetujui menajdi Rencana Pelaksanaan

Kegiatan ( RPK ) tahun 2015 sebagai berikut :

1. Gizi

Pembelian nasi kotak dalam rangka sosialisasi garam

beryodium : 24 orang x 1 desa x 1 kali

22
Pembelian nasi kotak dalam rangka sosialisasi gayo : 24

orang x 1 desa x 1 kali

Transport lokal petugas dalam rangka sosialisasi gayo : 4

orang x 1 desa x 1 kali

Transport lokal petugas dalam rangka penyuluhan gizi

konseling ASI eksklusif dan MP ASI : 2 orang x 8 desa x 1

kali

Transport lokal dalam petugas dalam rangka oprasi

timbang di posyandu : 1 orang x 52 posyandu x 1 kali

Transport lokal petugas dalam rangka pemberian vitamin

A : 1 orang x 8 desa x 1 kali ( BOK )

Transport lokal petugas dalam rangka pemberian vitamin

A : 1 orang x 52 posyandu x 1 kali ( JKN )

Transport lokal petugas dalam rangka pemantauan

garam beryodium tingkat desa : 1 orang x 8 desa x1 kali

Transport lokal petugas dalam rangka pemantauan gayo

tingkat RT : 1 orang x 8 desa x 1 kali

Transport lokal petugas dalam rangka sweeping giruk : 1

orang x 4 desa x 9 kali

Transport lokal petugas dalam rangka pemantauan status

gizi balita : 1 orang x 8 desa x 9 kali

Pemantauan bumil KEK : 1 orang x 4 desa x 9 kali

Pengadaan makan minum pasien

Pembelian nasi kotak dan snack kotak dalam rangka

pertemuan penyegaran teknis kader posyandu : 1 orang x

55 posyandu x 1 kali

23
Transport kader posyandu dalam rangka mengikuti

pertemuan penyegaran teknis kader posyandu : 52 orang

x 1 kali

2. Perkesmas

Pembinaan keluarga dengan anak resti : 2 orang x 6 kk x

3 kali

Pembinaan kepada keluarga lansia dengan penyakit

kronis : 2 orang x 8 kk x 3 kali

Pembinaan kepada keluarga gangguan jiwa : 2 orang x 6

kk x 3 kali

Pembinaan kepada keluarga penderita penyakit TB : 2

orang x 4 kk x 3 kali

Pembinaan kepada keluarga gizi buruk : 2 orang x 6 kk x

3 kali

3. P2 TB dan Kusta

Penemuan dan tatalaksana kasus TB : 1 orang x 8 desa x

4 kali

Pemeriksaan kontak serumah penderita TB dan evaluasi

DOT : 1 orang x 4 kasus x 6 kali

Transport lokal petugas dalam rangka penemuan kasus

kusta : 1 orang x 8 desa x 2 kali

4. P2 DBD dan Malaria

Transport lokal petugas dalam rangka pemantauan jentik

: 1 orang x 8 lagoon x 9 kali

Transport lokal petugas dalam rangka pelaksanaan

larvasiding : 2 orang x 8 lagoon x 9 kali

Transport lokal petugas dalam rangka pendistribusian

abate : 1 orang x 8 desa x 1 kali

24
Transport lokal petugas dalam rangka pelaksanaan

foging : 7 orang x 8 desa x 2 kali

5. Lansia

Transport lokal petugas dalam rangka pelayanan

posyandu lansia dan posbindu : 4 orang x 2 posyandu x

12 kali

6. Imunisasi

Transport lokal petugas dalam rangka pelayanan

imunisasi rutin di posyandu : 1 orang x 52 posyandu x 3

kali

Transport lokal petugas dalam rangka pelayanan

imunisasi di sekolah ( BIAS ) : 1 orang x 30 SD x 3

kali

7. Jiwa

Transport lokal petugas dalam rangka penemuan pasien

gangguan jiwa baru : 1 orang x 8 desa x 3 kali

Transport lokal petugas dalam rangka penyuluhan

kesehatan jiwa : 3 orang x 3 sekolah x 1 kali

8. P2 ISPA, Diare, Surveilens

Transport lokal petugas dalam rangka deteksi dini dan

pemantauan bayi resti : 1 orang x 4 desa x 6 kali

Transport lokal petugas dalam rangka penemuan dan

tatalaksana pneumonia pada balita : 1 orang x 4 desa x 9

kali

25
Trasnport lokal petugas dalam rangka penyelidikan

epidiomologi penyakit menular potensial wabah : - 2

orang x 2 kasus x 2 kali ( JKN )

2 orang x 2 kasus x 2 kali ( BOK )

Transport lokal petugas dalam rangka penemuan dan

tatalaksana kasus GHPR : 1 orang x 4 desa x 3 kali

Transport lokal petugas dalam rangka pendistribusian

obat cacing :

- 1 orang x 13 TK x 1 kali

- 1 orang x 30 SD x 1 kali

- 1 orang x 52 posyandu x 1 kali

Transport lokal petugas dalam rangka penemuan dan

tatalaksana diare pada anak balita : 1 orang x 4 desa x 9

kali

Pemantauan balita resti : 1 orang x 4 desa x 6 kali

Penemuan dan tatalaksana kasus serta pengambilan

spesimen ( HIV/AIDS, IMS ) : 2 orang x 4 desa x 4 kali

9. Promkes

Promosi pemakaian kondom dan pengetahuan HIV/AIDS

pada kelompok masyarakat berisiko : 3 orang x 10

sekolah dan kelompok masyarakat x 2 kali

Pendistribusian pemakaian kondom bagi populasi resti :

2 orang x 2 kelompok masyarakat

Pendataan PHBS : - 2 orang x 8 desa x 2 kali ( petugas

promkes )

- 2 orang x 8 desa x 2 kali ( kader desa

siaga )

26
Pendataan PHBS pada institusi tempat kerja : 2 orang x

8 institusi x 1 kali

Penyuluhan asuhan nutrisi pada remaja : 3 orang x 3

sekolah x 1 kali

Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja : 3 orang x 8

sekolah x 1 kali

Penyuluhan persalinan nakes dan kehamilan resti : 3

orang x 16 posyandu

Pertemuan penyegaran teknis kader desa siaga :

- Snack : 20 orang x 1 kali

- Nasi : 20 orang x 1 kali

- Transport peserta : 16 orang x 1 kali

Penggalangan musyawarah masyarakat desa :

- Snack : 20 orang x 2 kali

- Nasi : 20 orang x 2 kali

- Transport peserta : 16 orang x 1 kali

10. Kesling

Pemicuan stop buang air sembarangan

- Snack : 30 orang x 1 desa x 1 kali

- Nasi : 30 orang x 1 desa x 1 kali

- Transport petugas : 5 orang x 1 desa x 1 kali

Inspeksi sanitasi SAB : 1 orang x 8 desa x 3 kali

Pengambilan sampel air minum : 1 orang x 2 kali

11. KIA dan KB

Pemantauan neonatus resti : 1 orang x 4 desa x 9 kali

Sweeping ibu hamil DO K1 : 1 orang x 3 desa x 9 kali

Pemantauan bumil resti : 1 orang x 8 desa x 9 kali

Pelaksanaan kelas ibu hamil : 3 orang x 1 desa x 4 kali

27
Kemitraan bidan dan dukun dalam rangka kunjungan

bumil TW III : 1 orang x 3 desa x 3 kali

Transport dukun dalam rangka kemitraan bidan dan

dukun dalam rangka kunjungan bumil TW III : 1 orang x

3 desa x 3 kali

Kunjungan rumah dalam rangka pendampingan P4K : 1

orang x 8 desa x 9 kali

Penyuluhan P4K pada kader posyandu : 2 orang x 16

posyandu

Kunjungan ibu nifas dan neonatus : 1 orang x 8 desa x 9

kali

Pemantauan ibu nifas resti : 1 orang x 4 desa x 9 kali

Penyuluhan dan konseling KB IUD pasca salin : 1 orang x

8 desa x 1 kali

Pendataan sasaran bayi dan balita : 2 orang x 8 desa x 1

kali

Pembinaan PWS KIA : 2 orang x 7 pustu x 2 kali

Penyuluhan asupan nutrisi pada PUS di posyandu : 3

orang x 8 posyandu x 1 kali

12. UKS dan UKGS

SDIDTK anak prasekolah : 2 orang x 14 paud x 2 kali

Penjaringan kesehatan anak sekolah dan penyuluhan

sikat gigi massal : 3 orang x 30 SD x 1 kali

Penjaringan kesehatan anak sekolah SMP : 3 orang x 10

kelompok x 1 kali

Penjaringan kesehatan anak sekolah SMA : 3 orang x 8

kelompok x 1 kali

Pembinaan dokter kecil :

28
- Snack : 68 orang x 1 kali

- Nasi : 68 orang x 1 kali

- Transport : 60 orang x 1 kali

Pembinaan sikat gigi massal : 2 orang x 30 SD x 1 kali

Adapun Rencana Usulan Kegaiatan ( RUK ) yang tidak disetujui

menjadi Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK ) adalah :

Pengiriman sampel air minum ke dinas kabupaten

karena tidak adanya dana.

Konseling anak remaja oleh karena kekurangan tenaga

dan dana

C. RENCANA TINDAK LANJUT ( RTL )

RPK yang disusun dikirim ke Dikes Kesehatan untuk mendapat

pengesahan Kepala Dinas Kesehatan

Bila sudah mendapatkan pengesahan Dinas Kesehatan

kabupaten maka setiap pelaksana kegiatan agar membuat RPK

bulanan sesuai dengan RPK Tahunan

Bila dipandang perlu ada perubahan maka pemegang program

bisa mengajukan usulan revisi RPK sesuai dengan pembahasan

Puskesmas

D. REKOMENDASI

RPK bulanan dibuat sebelum tanggal 10 bulan berikutnya

Masing masing pemegang program melaporkan hasil kegiatan

untuk dibahas pada minilokarya bulanan maupun triwulanan

dengan isi laporan pencapaian kinerja, realisasi kegiatan ,

masalah, pemecahan masalah dan RTL.

29
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari hasil Loka Karya Mini Lintas Program dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Semua petugas menyadari pentingnya kerjasama tim dalam
melaksanakan program kesehatan
2. Tersusunnya Rencana Pelaksanaan Kegiatan tahun 2015
3. Disepakati langkah-langkah dalam menyelesaikan
permasalahan kesehatan di desa oleh tim desa binaan

B. SARAN
1. Diharapkan semua petugas menjaga kerjasama tim.
2. Rencana Pelaksanaan Kegiatan yang telah disusun agar
dilaksanakan oleh masing masing pemegang program

30