Anda di halaman 1dari 6

SOAL TRY OUT CPNS TKD KE 2

1. Program jangka panjang dalam rangka melindungi serta mengembangkan hasil


yang diperoleh dari pengambilalihan (misalnya harta benda atau kekayaan) yang
dilakukan oleh kelompok strategis dapat disebut sebagai

A. tindakan strategis
B. misi strategis
C. program terencana
D. program nasional

JWB : A
program jangka panjang dalam rangka melindungi hasil yang diperoleh dari
pengambilalihan yang dilakukan kelompok strategis disebut dengan tindakan
strategis.

2. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dapat dirinci sebagai berikut, kecuali
.

A. pancasila sebagai dasar negara adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum
(sumber tertib hukum) Indonesia, yang dalam pembukaan UUD 1945 dijelmakan lebih lanjut ke
dalam empat pokok pikiran
B. mewujudkan cita-cita penguasa agar mampu mempertahankan kekuasaannya
C. mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara baik hukum dasar tertulis maupun
tidak tertulis
D. mengandung Norma yang mengharuskan UUD mengandung isi yang mewajibkan
pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara memegang teguh cita-cita moral rakyat yang
luhur.
E. ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya
bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup di dalam masyarakat terutama pada waktu ideologi. itu
tersebut lahir/dibentuk

JWB : B
mewujudkan cita-cita penguasa agar mampu mempertahankan kekuasaannya

3. Paham kekeluargaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa


mempunyai tujuan serta cita-cita tertentu, memiliki dimensi-dimensi yang bersifat
fundamental dan esensial, yaitu, kecuali .

A. persatuan dan kesatuan serta saling ketergantungan satu sama lain dalam masyarakat
B. bertekad dan berkehendak sama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka dan
bersatu
C. cinta akan tanah air dan bangsa serta kebersamaan
D. kedaulatan rakyat dengan sikap otoriter

JWB :D
bahwa Kedaulatan rakyat dengan sikap otoriter bukan merupakan dimensi yang
bersifat fundamental dan esensial dalam kekeluargaan yang terwujud dalam
persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan dewasa ini, perlu


diperhatikan beberapa dimensi yang menunjukkan ciri khas dalam orientasi
Pancasila, diantaranya dimensi teologis, dengan ciri yaitu .

A. menunjukkan bahwa pembangunan mempunyai tujuan, yaitu mewujudkan cita-cita


proklamasi 1945. Dengan demikian dimensi ini menimbulkan dinamika dalam kehidupan bangsa
B. menunjukkan bahwa dalam Pancasila manusia dan martabat manusia mempunyai kedudukan
yang sentral, karena seluruh proses pembangunan diarahkan untuk mengangkat derajat
manusia
C. menempatkan manusia tidak secara individualis, melainkan dalam konteks strukturnya
sehingga manusia harus dilihat dalam keseluruhan sistem yang meliputi masyarakat, dunia, dan
lingkungannya
D. ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya
bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup di dalam masyarakat terutama pada waktu ideologi. itu
tersebut lahir/dibentuk

JWB : A
menunjukkan bahwa pembangunan mempunyai tujuan, yaitu mewujudkan cita-cita
proklamasi 1945. Dengan demikian dimensi ini menimbulkan dinamika dalam
kehidupan bangsa.
bahwa Ciri dimensi teleologis menunjukkan bahwa pembangunan mempunyai
tujuan, yaitu mewujudkan cita-cita proklamasi 1945. Dengan demikian dimensi ini
menimbulkan dinamika dalam kehidupan bangsa.

5. Lahir sebagai reaksi terhadap ilmu hukum ideologis, maksudnya hanya


mengembangkan hukum itu sebagai alat pemerintahan negara-negara totaliter.
Selain itu , bahwa hukum harus dibersihkan dari unsur-unsur yang tidak yuridis,
seperti unsur etis, sosiologis, politis, dan sejarah. Jadi, hukum itu harus
sebagaimana adanya, artinya yang terdapat dalam berbagai peraturan yang ada,
merupakan pandangan dari

A. aliran hukum positif yang analitis


B. aliran hukum positif murni
C. aliran utilitarianisme
D. aliran sociological jurisprudence

JWB : B
bahwa aliran hukum positif murni, ajaran hukum murni ini lahir sebagai reaksi
terhadap ilmu hukum ideologis, maksudnya hanya mengembangkan hukum itu
sebagai alat pemerintahan negara-negara totaliter. Menurut Hans Kelsen, bahwa
hukum itu harus dibersihkan dari unsur-unsur yang tidak yuridis, seperti unsur etis,
sosiologis, politis, dan sejarah. Jadi, hukum itu harus sebagaimana adanya, artinya
yang terdapat dalam berbagai peraturan yang ada.
6. Apabila dianalisis dalam lingkup nasional, implikasi globalisasi informasi terhadap
kehidupan politik, sosial, budaya, ekonomi, hukum, dan keamanan adalah sebagai
berikut, kecuali .

A. preferensi pemberitaan media massa di seluruh dunia menjadi sama sehingga preferensi
khalayak di seluruh dunia tentang kejadian yang didengar, dibaca dan ditonton juga sama. Hal
ini menyebabkan batas-batas negara menjadi kabur (borderless state). Artinya, dengan
teknologi komunikasi dan informasi, kecepatan informasi dalam mencapai jutaan orang dalam
waktu yang sama (equality) merupakan penyebab terjadinya kedekatan antara khalayak
dengan kejadian yang muncul di berbagai pelosok dunia (global proximity)
B. globalisasi informasi ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi ia dapat mengancam
keragaman budaya melalui penyeragaman dan penjajahan budaya, namun disisi lain dapat
mendorong keterbukaan. Karena globalisasi informasi, isu-isu HAM, kemiskinan dan lingkungan
hidup segera menjadi isu yang populer di tanah air. Dengan kata lain, globalisasi informasi
mendorong terjadinya keseragaman global (international uniformity), sehingga boleh jadi,
penanganan pemerintah tentang isu-isu tadi akan dikonfirmasi dan dibandingkan dengan cara-
cara pemerintah negara lain mengatasi persoalan serupa
C. pemberitaan di dalam internet yang anonim dapat mengancam dan menimbulkan masalah
hukum di tanah air. Berita media on line yang melanggar undang-undang Indonesia tidak dapat
diberi sanksi karena tidak diketahui identitas pelakunya. Pengawasan terhadap berita on line
tidak mungkin dilakukan karena begitu ramainya arus lalu lintas informasi (information
highway) dan identitas pengirim sangat mudah disamarkan
D. globalisasi informasi mempersempit wawasan, hal ini berkaitan dengan sulitnya mengakses
informasi selain dengan media cetak.

JWB : D
globalisasi informasi mempersempit wawasan, hal ini berkaitan dengan sulitnya
mengakses informasi selain dengan media cetak. bahwa globalisasi informasi
mempersempit wawasan, hal ini berkaitan dengan sulitnya mengakses informasi
selain dengan media cetak bukan merupakan implikasi globalisasi informasi
terhadap kehidupan politik, sosial, budaya, ekonomi, hukum, dan keamanan
dianalisis dalam lingkup nasional.

7. Beberapa langkah yang umum ditempuh oleh pemimpin negara berkembang


dalam mengatasi masalah yang berkaitan perubahan-perubahan dalam pola tingkah
laku masyarakat, kecuali

A. memperkuat jajaran eksekutif dalam lapangan politik sehingga mampu mengatasi sejumlah
besar masalah
B. pembentukan asosiasi khusus untuk membantu jajaran eksekutif
C. menciptakan partai politik yang kuat dan dominan untuk memelihara stabilitas
D. memperkuat dan mempertahankan kekuasaan, sehingga mampu untuk mengahncurkan
pihak oposisi yang mengkritisi

JWB : D
memperkuat dan mempertahankan kekuasaan, sehingga mampu untuk
mengahncurkan pihak oposisi yang mengkritisi. bahwa memperkuat dan
mempertahankan kekuasaan, sehingga mampu untuk mengahncurkan pihak oposisi
yang mengkritisi bukan merupakan langkah yang umum ditempuh oleh pemimpin
negara berkembang dalam mengatasi masalah yang berkaitan perubahan-
perubahan dalam pola tingkah laku masyarakat.

8. Berikut ini merupakan masalah-masalah yang dianggap sebagai problem dunia


ketiga akibat perkembangan teknologi informasi, kecuali .

A. kesempatan kerja yang semakin menyempit akibat semakin meningkatnya otomatisasi dalam
proses produksi (antara lain dampak aplikasi komputer, robot, dan apa yang dikenal sebagai
kecerdasan artifisial) yang hampir sepenuhnya menggantikan tenaga manusia
B. persaingan yang amat ketat dalam bisnis teknologi informasi berikut serangkaian produk
ikutannya. Negara-negara berkembang tentu tidak mungkin berperan sebagai pesaing yang
setara dalam kompetisi teknologis ini, karena pesaing yang dihadapinya adalah negara-negara
berteknologi tinggi
C. tekanan-tekanan ekonomi dari negara berkembang terhadap negara maju sebagai
konsekuensi dari ketergantungan yang disebut belakangan di berbagai sektor ekonomi dan
perdagangan
D. berubahnya pola industrialisasi dunia dalam arti tidak terwujudnya harapan negara-negara
berkembang mengenai akan dimanfaatkannya dunia ketiga sebagai lokasi investasi industri,
karena tersedianya bahan mentah dan tenaga kerja. Ternyata kemudian pemanfaatan yang
dimaksud tidaklah sepenuhnya persis, seperti yang dibayangkan sebelumnya oleh negara-
negara berkembang

JWB : C
tekanan-tekanan ekonomi dari negara berkembang terhadap negara maju sebagai
konsekuensi dari ketergantungan yang disebut belakangan di berbagai sektor
ekonomi dan perdagangan karena tekanan-tekanan ekonomi dari negara
berkembang terhadap negara maju sebagai konsekuensi dari ketergantungan yang
disebut belakangan di berbagai sektor ekonomi dan perdagangan, bukan
merupakan Masalah-masalah yang dianggap sebagai problem dunia ketiga akibat
perkembangan teknologi informasi.

9. Berikut ini merupakan pernyataan yang benar berkaitan Pertemuan antara dua
pendukung kebudayaan , kecuali .

A. menolak sama sekali. Penolakan ini mensyaratkan kemampuan masyarakat pendukungnya


untuk menolak kebudayaan lain yang ditemuinya. Contoh penolakan budaya yang paling
monumental adalah penolakan kaum India terhadap kebudayaan Barat yang dibawa pendatang
Eropa
B. menerima secara pasif, yaitu dengan mengabaikan kebudayaan sendiri yang dianggap lama
dan menerima begitu saja kebudayaan asing yang diterimanya
C. menerima secara aktif berupa 1) menerima kebudayaan baru secara utuh; 2) menerima
selektif, dalam arti mengambil unsur-unsur kebudayaan yang dianggap baik; 3)
mengintegrasikan unsur-unsur kebudayaan baru ke dalam kebudayaan lama (sinkretis)
D. tidak saling terpengaruh, masing-masing berjalan sesuai dengan kebudayaannya.

Jwb : A
menolak sama sekali. Penolakan ini mensyaratkan kemampuan masyarakat
pendukungnya untuk menolak kebudayaan lain yang ditemuinya. Contoh penolakan
budaya yang paling monumental adalah penolakan kaum India terhadap
kebudayaan Barat yang dibawa pendatang Eropa.

10. Wujud keikutsertaan warga negara dalam bela negara dapat dilakukan melalui:
prajurit TNI, Pendidikan Kewarganegaraan, Latihan dasar kemeliteran dan . . .

A. latihan dasar kepemimpinan


B. jambore Pramuka
C. operasi abaskarajaya
D. pengabdian dalam profesi

JWB : D
karena pengabdian yang sungguh dalam profesi untuk pembangunan bangsa

11. Obyek nasionalisme berbeda menurut zamannya. Dahulu obyek nasionalisme


melawan penjajah. Pada masa kini obyek nasionalisme yaitu . . .

A. negara dan bangsa


B. eksploitasi sumberdaya alam
C. anti penjajjahan
D. Pemberontakan dalam negeri

JWB : A
karena tidak sesuai pembahasan

12. Jenis tantangan bisnis yang menekankan kemitraan yang kuat untuk
menciptakan keunggulan kompetitif dan komparati adalah meningkatnya
penekanan pada ....

A. pembangunan persekutuan dan jaringan strategis


B. pemikiran global dan perencanaan lokal
C. pengelolaan proses bisnis dan pengintegrasian fungsi-fungsi bisnis
D. pembangunan hubungan dan pemeliharaan pelanggan

JWB : A
karena jawaban ini menekankan kemitraan yang kuat untuk menciptakan
keunggulan kompetitif dan komparatif

13. Pelaksanaan demokrasi berhubungan erat dengan kondisi sosial ekonomi


masyarakat. Hal ini berarti . . .

A. makin miskin masyarakat makin pintar berdemokrasi


B. makin pintar masyarakat makin bisa berdemokrasi
C. makin sejahtera masyarakat makin bisa berdemokrasi
D. makin kaya masyarakat, kurang bisa berdemokrasi

JWB : C
makin sejahtera masyarakat makin bisa berdemokrasi

14. Salah satu media politik dalam sosialisasi politik adalah pendidikan politik,
artinya .

A. Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk
menerima nilai, norma dan symbol tertentu
B. Seleksi dan pengangkatan seseorang dalam suasana demokratis
C. Seleksi dan pengangkatan untuk menjadi anggota parpol
D. Suatu proses dialogik antar pemberi dan penerima pesan

JWB : D
Media, sarana, agen sosialisasi politik antara lain: keluarga, sekolah, kelompok
bermain, tempat kerja, media massa, dan kontak-kontak politik langsung

15. Indonesia sangat menghargai keputusan mahkamah internasional, hal ini


tercermin dalam kasus.

A. Ambalat (Ambang batas Lautan) blok karang unarang Kalimantan


B. Lepasnya provinsi Timor-timur dari wilayah negara kesatuan RI
C. Indonesia pernah keluar dari keanggotaan PBB
D. Embargo peralatan militer oleh Amerika
E. Lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan di Kalimantan kepada Malaysia

JWB : E
Lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan di Kalimantan Kepada Malaysia Lepasnya pulau
Sipadan dan Ligitan di Kalimantan kepada Malaysia merupakan hal yang
mengecewakan bagi bangsa Indonesia. Namun bangsa Indonesia sangat
menghargai keputusan Mahkamah Internasional atas sengketa tersebut.

Mau soal soal CPNS gratis ?


Silahkan kunjungi facebook fanpage kami di hanibi.com
Salam Sukses !