Anda di halaman 1dari 12

MODUL 1

SISTEM BILANGAN DAN KONVERSI BILANGAN

(DESIMAL. BINER, DAN HEKSADESIMAL)

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah mempelajari modul 1 ini, diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan gambaran umum sistem bilangan dengan benar.
2. Menjelaskan sistem bilangan (Desimal, Biner, dan Hexadesimal) dengan benar.
3. Melakukan konversi sistem bilangan (Desimal, Biner, dan Hexadesimal) dengan benar.

B. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL


Siswa diharapkan dapat berperan aktif dan berinteraksi dengan sumber belajar yang
mendukungnya, oleh karena itu siswa harus memperhatikan langkah-langkah belajar yang
harus ditempuh, sebagai berikut :
1. Bacalah doa terlebih dahulu untuk mengawali setiap kegiatan belajar.
2. Bacalah dengan cermat dan pahamilah dengan baik daftar pertanyaan yang terdapat pada
pretest, kemudian jawablah setiap pertanyaan dengan teliti sebagai tolak ukur kompetensi
kompetensi yang harus dikuasai dalam modul ini.
3. Baca dan pahamilah dengan baik kompetensi dasar yang akan dipelajari dalam modul ini.
4. Baca dan pahamilah dengan baik tujuan yang akan dicapai setelah mempelajari modul ini.
5. Bacalah dengan cermat dan pahamilah dengan baik peta konsep yang disediakan untuk
mengetahui sub-sub materi yang akan dipelajari dalam modul ini.
6. Baca dan pahamilah gambaran umum sistem bilangan.
7. Baca dan pahamilah sistem bilangan desimal, biner, dan hexadesimal.
8. Pelajari dan sajikanlah cara konversi bilangan desimal, biner, dan hexadesimal
C. MATERI
1. Gambaran Umum Sistem Bilangan
Sistem bilangan digunakan dalam pengoperasian suatu mesin digital. Sistem
bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu sistem
fisik. Sistem bilangan yang banyak digunakan oleh manusia adalah bilangan desimal.
Dalam hubungannya dengan komputer, ada 3 jenis sistem bilangan yang dikenal yaitu
sistem bilangan desimal (decimal number system), bilangan biner (binary number
system), dan sistem bilangan heksadesimal (hexadesimal number system). Sistem
bilangan menggunakan bilangan dasar atau basis (base atau disebut juga radiks) tertentu.
Basis yang dipergunakan masing-masing sistem bilangan bergantung pada jumlah nilai
bilangan yang digunakan.
Sistem bilangan desimal dengan basis 10 (deca berarti 10), menggunakan 10
macam simbol bilangan.Sistem bilangan biner dengan basis 2 (binary berarti 2),
menggunakan 2 macam simbol bilangan. Sistem bilangan oktal dengan basis 8 (octal
berarti 8), menggunakan 8 macam simbol bilangan. Sistem bilangan heksadesimal dengan
basis 16 (hexa berarti 6 dan desimal berarti 10), menggunakan 16 macam simbol bilangan.
( Heriyanto, dkk, 2014, hal 4 ).
Pada dasamya, komputer baru bisa bekerja jika ada aliran listrik yang mengalir di
dalamnya. Aliran listrik yang mengalir memiliki dua kondisi, yaitu kondisi ON yang
berarti ada anis listrik dan kondisi OFF yang berarti tidak ada arus listrik. Berdasar hal
tersebut kemudian dibuat perjanjian bahwa kondisi ON diberi lambang 1 (angka satu) dan
kondisi OFF diberi lambang 0 (angka nol). \\Seluruh data yang berupa angka, abjad
ataupun karakter spesial kemudian ditulis dalam rangkaian kombinasi 0 dan 1, misalnya
angka 5 ditulis dalam bentuk 101. Pabrik komputer membuat seluruh terjemahan ini
dalam bentuk rangkaian elektronik yang tersimpan di dalamnya.
Dengan demikian, seandainya kita kemudian memasukkan tulisan yang berbunyi
HELLO melalui keyboard, tulisan ini secara otomotis akan diterjemahkan ke dalam
bentuk 1 dan 0 oleh komputer. Agar bisa dibaca oleh manusia, hasil terjemahan ini
kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bentuk dan huruf ataupun angka seperti
asalnya kemudian ditampilkan melalui layar monitor sehingga dapat dimengerti oleh
pengguna komputer. Karena hanya memiliki 2 angka dasar, yaitu 0 dan 1, maka sistem
bilangan semacam ini kemudian dikenal sebagal sistem bilangan biner (binary number).
Untuk perbandingan, sistem bilangan yang telah kita kenal disebut sebagai sistem
bilangan desimal. Disebut bilangan desimal karena memiliki angka dasar yang berjumlah
10, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.

2. Jenis-jenis Sistem Bilangan


2.1. Bilangan Desimal
Sistem ini menggunakan 10 macam symbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.
system ini menggunakan basis 10. Bentuk nilai ini dapat berupa integer desimal atau
pecahan. Integer desimal adalah nilai desimal yang bulat, misalnya 7597 dapat
diartikan :

7 x 103 = 7000
5 x 102 = 500
9 x 101 = 90
7 x 100 = 7 +
7597

Absolut value merupakan nilai muilak dari masing-masing digit di bilangan.


position value (nilai tempat) merupakan penimbang atau bobot dan masing-masing
digit bergantung pada posisinya,yaitu bemilai basis dipangkatkan dengan urutan
posisinya.

Tabel 2.1 Bilangan Desimal

Oleh karena itu, nilai 7597 dapat juga diartikan dengan (7 X 1000) + (5 X
100) + (9 x 10) + (7x 1). Pecahan desimal adalah nilai desimal yang mengandung nilai
pecahan di belakang koma, misalnya nilal 183,75 adalah pecahan desimal yang dapat
diartikan :
1 x 102 = 100
8 x 101 = 80
3 x 100 = 3
7 x 10-1 = 0,7
5 x 10-2 = 0,05 +
183,75

Baik integer desimal maupun pecahan desimal dapat ditulis dengan bentuk
eksponensial. Misalnya nilai 82,15 dapat dituliskan 0,8215 X 102. Setiap nilai desimal
yang bukan nol dapat dituliskan dalam bentuk eksponensial standar (standard
exponential form), yaitu ditulis dengan mantissa dan eksponen. Mantissa merupakan
nilai pecahan yang digit pertama di belakang koma bukan beniilai nol.

2.2.Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis 2 yang hanya mempunyai 2
digit yaitu 0 dan 1. 0 dan 1 disebut sebagai bilangan binary digit atau bit. Bilangan
biner ini digunakan sebagai dasar kompetensi digital. Bobot faktor untuk bilangan biner
adalah pangkat / kelipatan 2.
Sistem bilangan biner menggunakan 2 macam simbol bilangan berbentuk 2
digit angka, yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner menggunakan basis 2 . Nilai tempat
sistem bilangan biner merupakan perpangkatan dan nilai 2 sebagai berikut.

Tabel 2.2 Bilangan Biner

Atau dapat juga dituliskan dalam bentuk persamaan :


Atau dapat juga ditulis dalam bentuk :

Contoh Soal 1. berapakah nilai bilangan desimal dan bilangan bilangan


biner berikut ini.

a. 10012 = 10

b. 1011012 = 10

Penyelesaian :

a. 1001=

Maka : 8 + 1 = 910

atau 10012 = 20 + 21

=1 + 8

= 9 10

b. 1011012 = a5 x 25 + a4 x 24 + a3 x 23 + a2 x 22 + a1 + a0

= 1 x 32+0 x 16 +1 x 8 + 1 x 4 + 0 x 2 + 1

= 32 + 0 + 8 + 4 + 0 + 1 = 4510

2.3. Bilangan Hexadesimal


Sistem bilangan Heksadesimal menggunakan 16 macam symbol bilangan
berbasis 8 digit angka, yaitu 0 , 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E dan F. Dimana A
= 10, B = 11, C= 12, D = 13 , E = 14 dan F = 15
Position value system bilangan hexadesimal adalah perpangkatan dari nilai 16.
Contoh :
C7(16) = ......(10)
7 x 160 =7
C x 161 = 192
Jadi C7(16) = 199(10)

3. Konversi Bilangan
3.1. Konversi dari Bilangan Desimal
3.1.1. Konversi ke Biner
Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan dua kemudian
diambil sisa pembagiannya.
Contoh Soal :

3.1.2. Konversi ke Hexadesimal


Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16 kemudian diambil
sisa pembagiannya.
Contoh Soal :
Jadi 67(10) = 43(16)

3.2. Konversi dari Bilangan Biner


3.2.1. Konversi ke Desimal
Yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan
position valuenya.

Contoh Soal :

3.2.2. Konversi ke Hexadesimal


Yaitu dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner yang
dimulai dari bagian belakang.

Contoh Soal :

3.3. Konversi dari Bilangan Hexadesimal


3.3.1. Konversi ke Desimal
Yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan
position valuenya.
Contoh Soal :

3.3.2. Konversi ke Biner


Yaitu dengan cara mengkonversikan masing-masing digitnya. Digit-digit
ini nantinya akan dikonversikan dengan cara konversi Desimal ke Biner.

Contoh Soal :

F5(16) = ...........(2)

F = 15(10) = 1111(2)

5 = 5(10) = 0101(2)

Hasil nya = 11110101(2)


D. RANGKUMAN

Sistem komputer adalah jaringan elemen-elemen yang saling berhubungan,


berbentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dan sistem
tersebut.
Radix adalah banyaknya suku angka atau digit yang dipergunakan dalam
suatu sistem bilangan.
Sistem bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran
dan suatu sistem fisik.
Sistem bilangan desimal menggunakan 10 macam simbol bilangan
berbentuk 10 digit angka, yaitu 0, 1 , 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Sistem bilangan
desimal menggunakan basis atau radiks 10.
Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis 2 yang hanya mempunyai 2
digit yaitu 0 dan 1. 0 dan 1 disebut sebagai bilangan binary digit atau bit.
Bilangan biner ini digunakan sebagai dasar kompetensi digital. Bobot faktor
untuk bilangan biner adalah pangkat / kelipatan 2.
Sistem bilangan heksadesimal (hexadecimal number system) menggunakan
16 macam simbol, yaltu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C. D, E, dan F. Sistem
bilangan heksadesimal menggunakan basis 16.
Ada beberapa metode untuk mengkonversikan dari sistem bilangan desimal
ke sistem bilangan biner. Metode pertama dan paling banyak digunakan
adalah dengan cara membagi dengan nilai dua dan sisa setiap pembagian
merupakan digit biner dan bilangan biner dari hasil konversi. Metode ini
disebut metode sisa (remainder method).
Konversi dari bilangan biner ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan
dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner
E. EVALUASI
Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf a,b,c,d atau
e!
1. Berikut ini pengertian dari sistem bilangan (Number System) yang paling tepat adalah..
a. Sistem yang membantu manusia dalam berhitung
b. Sistem yang mewakili besaran dari suatu sistem fisik
c. Sistem yang terdiri dari dua buah elemen yakni 1 dan 0
d. Sistem yang mempunyai 10 macam symbol
e. Sistem yang umum digunakan dalam dunia computer
2. Bilangan desimal adalah bilangan yang berbasis..
a. Bilangan yang berbasis 2 yaitu 1 dan 2
b. Bilangan yang berbasis 2 yaitu 0 dan 1
c. Bilangan yang berbasis 10 yaitu 0 9
d. Bilangan yang berbasis 8 yaitu 0 7
e. Bilangan yang berbasis 16 yaitu 0 - 15
3. Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis..
a. Bilangan yang berbasis 2 yaitu 0 dan 1
b. Bilangan yang berbasis 16 yaitu 0 dan 17
c. Bilangan yang berbasis 10 yaitu 0 9
d. Bilangan yang berbasis 8 yaitu 0 7
e. Bilangan yang berbasis 16 yaitu 0 9, A - E
4. Dalam dunia komputasi, salah satu fungsi dari bilangan hexadecimal adalah..
a. Mengkomunikasikan komponen/jaringan computer
b. Menampilkan nilai alamat memori dalam computer
c. Menyusun file yang terdapat dalam computer
d. Sebagai nilai input untuk bahasa mesin
e. Umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari
5. Berikut ini cara yang benar untuk mengkonversikan bilangan decimal ke bilangan biner
adalah
a. Mengkalikan bilangan decimal dengan 2n
b. Mengkalikan bilangan decimal dengan 16n
c. Membagi bilangan decimal dengan 2
d. Membagi bilangan decimal dengan 16
e. Membagi bilangan decimal dengan 8
6. Berikut ini cara yang benar untuk mengkonversikan bilangan decimal ke bilangan
hexadesimal adalah
a. Mengkalikan bilangan decimal dengan 2n
b. Mengkalikan bilangan decimal dengan 16n
c. Membagi bilangan decimal dengan 2
d. Membagi bilangan decimal dengan 16
e. Membagi bilangan decimal dengan 8
7. Berikut ini cara yang benar untuk mengkonversikan bilangan biner ke bilangan
hexadesimal adalah
a. Mengkalikan bilangan decimal dengan 2n
b. Mengkalikan bilangan decimal dengan 16n
c. Membagi bilangan decimal dengan 2
d. Mengkalikan bilangan decimal dengan 2n , kemudian Membagi bilangan dengan 16
e. Mengkalikan bilangan decimal dengan 16n , kemudian Membagi bilangan dengan 2
8. 01011001(2) Bilangan Biner dikonversikan ke sistem decimal mempunyai nilai .............
a. 89(10)
b. 87(10)
c. 78(10)
d. 88(10)
e. 98(10)
9. 3E( 16 ) bilangan heksadesimal dikonversikan menjadi bilangan desimal mempunyai nilai
.........
a. 60(10)
b. 62(10)
c. 65(10)
d. 87(10)
e. 90(10)
10. C7(16 ) Bilangan Heksadimal dikonversikan ke sistem biner mempunyai nilai .............
a. 11000111(2)
b. 11001111(2)
c. 11111000(2)
d. 11110001(2)
e. 11111101(2)

Uraian
Jawablah pertanyaan di bawah dengan jelas dan benar !
1. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang sistem bilangan!
2. Sebutkan macam-macam sistem bilangan dan jelaskan dari setiap sistem bilangan
tersebut!
3. Tentukan bilangan decimal dari bilangan biner 11101 = beserta cara penyelesaianya!
4. Tentukan bilangan decimal dari bilangan heksadesimal = 5B6F beserta cara
penyelesaianya!
5. Tentukan bilangan hexa dari bilangan decimal = 243 beserta cara penyelesainya!