Anda di halaman 1dari 423

PENANGANAN PASIEN

GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 1 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
S PO Tanggal Terbit:
(Standar Prosedur -/-/2015
Operasional)
dr. Arif Sujatmiko, MKes
Direktur Utama
Cara penanganan pasien gawat darurat yaitu pasien dengan penyakit yang
bersifat darurat yang akan menimbulkan kematian atau cacat bila tidak
PENGERTIAN
ditangani segera.

TUJUAN Sebagai acuan dan pedoman penerapan langkah langkah penanganan


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 2 / 423

pasien yang gawat darurat sesuai prosedur.

Kebijakan Direktur Utama No. : ................................... tentang


............................................................
KEBIJAKAN
Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

PROSEDUR 1. Pasien yang masuk ke IGD dilakukan triase oleh dokter IGD
2. Keluarga pasien disuruh mendaftar kepada resepsionis.
3. Pasien segera dilakukan resusitasi dan stabilisasi
4. Sesuai dengan kondisi pasien, pasien bisa dirawat dahulu di ruang
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 3 / 423

rawat inap, ICU atau langsung ke OK bila diperlukan operasi yang


bersifat segera.
5. Pelayanan yang diberikan terus menerus selama 24 jam setiap hari
dan 7 hari dalam seminggu

1. IGD
2. Resepsionis
3. ICU
UNIT TERKAIT
4. OK
5. Ruang Rawat Inap
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 4 / 423

PENANGANAN PASIEN
DARURAT TAPI TIDAK GAWAT
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 4 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 5 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 6 / 423

I. Pengertian Tata cara penanganan pasien darurat dan tidak gawat yaitu pasien dengan
penyakit yang bersifat darurat tetapi tidak mengancam nyawa bila tidak
ditangani segera.

II. Tujuan Sebagai bahan acuan dan pedoman penerapan langkah langkah
penanganan pasien darurat tetapi tidak gawat sesuai prosedur.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Pasien yang masuk ke IGD dilakukan triase oleh dokter IGD
2. Keluarga pasien disuruh mendaftar ke resepsionis.
3. Perawat IGD mengukur vital sign pasien tersebut.
4. Pasien tersebut ditangani oleh dokter IGD sesuai dengan emergensi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 7 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 8 / 423

PENANGANAN PASIEN
YANG TIDAK TERGOLONG AKUT
DAN GAWAT DI IGD
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 8 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 9 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Pasien yang tidak tergolong akut dan gawat adalah pasien dengan keadaan
penyakit yang tidak memerlukan pertolongan segera.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam menangani pasien di
IGD yang tidak akut dan tidak gawat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 10 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat sesaui dengan peraturan yang berlaku

IV. Prosedur 1. Pasien yang masuk ke IGD dilakukan triase oleh dokter IGD
2. Keluarga pasien disuruh mendaftar ke resepsionis.
3. Pasien yang datang ke IGD pada waktu jam kerja (08.00 s/d 21.00
WIB) dianjurkan untuk berobat ke poliklinik rawat jalan yang sesuai
dengan penyakitnya.
4. Pasien yang datang ke IGD di atas jam kerja (21.00 s/d 08.00 WIB)
ditangani sebagai pasien sakit biasa dan selanjutnya dianjurkan untuk
kontrol ke poliklinik.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 11 / 423

1. IGD
V. Unit Terkait 2. Resepsionis
3. Poliklinik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 12 / 423

PEMBUATAN JADWAL
JAGA INSTALASI GAWAT DARURAT
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 12 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 13 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 14 / 423

I. Pengertian Jadwal jaga sebagai suatu sistem pengaturan jam dinas (jam kerja)
petugas yang bertugas.

II. Tujuan Sebagai acuan dan pedoman langkah dalam menyusun jadwal jaga
dokter, perawat dan petugas lainnya di Instalasi Gawat Darurat

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat sesuai dengan peraturan yang berlaku

IV. Prosedur 1. Gawat Darurat


- Dokter Jaga
Jadwal jaga dibuat oleh Kepala IGD setiap akhir bulan dan
ditandatangani oleh Direktur Medis dan Keperawatan.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 15 / 423

DOKTER JAGA
DI IGD ON SITE

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 15 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 16 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 17 / 423

I. Pengertian Dokter jaga di IGD on site yaitu tenaga dokter di Rumah Sakit Grand
Medistra Lubuk Pakam yang bertugas selama 24 jam sesuai dengan
jadwal jaga yang diatur oleh Kepala IGD.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah dokter jaga on site di Instalasi Gawat
Darurat Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam agar setiap saat siap
memberikan pertolongan terhadap pasien gawat darurat

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat sesuai dengan peraturan yang berlaku

IV. Prosedur Dokter jaga IGD memberikan pertolongan terhadap pasien yang datang
ke IGD :
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 18 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 19 / 423

PENGGANTI
RS Grand Medistra
DOKTER JAGA YANG BERHALANGAN

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 19 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 20 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 21 / 423

I. Pengertian Pengganti dokter jaga yang berhalangan adalah dokter menggantikan


dokter jaga yang berhalangan pagi, sore atau malam hari dan bertanggung
jawab atas tugas yang dilimpahkan kepadanya.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah pelaksanaan dokter jaga pengganti di IGD
Rumah Sakit Grand Medistra supaya setiap saat ada dokter jaga di IGD

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Triase di
Instalasi Gawat Darurat sesuai dengan peraturan yang berlaku

IV. Prosedur 1. Dokter jaga yang berhalangan harus membuat pemberitahuan (lisan /
tulisan) ditujukan kepada dokter kepala IGD.
2. Dokter kepala IGD menunjuk salah satu dokter umum yang bertugas
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 22 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 23 / 423

PERAWAT JAGA
DI IGD ON SITE
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 23 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 24 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 25 / 423

I. Pengertian Perawat jaga di IGD on site yang bertugas penuh berada di ruangan gawat
darurat sesuai daftar yang telah diatur oleh Kasie IGD (pagi, sore, malam)

II. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah perawat jaga on site di IGD Rumah Sakit
Grand Medistra Lubuk Pakam agar setiap saat memberikan pertolongan
terhadap pasien yang datng ke IGD

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat sesuai dengan peraturan yang berlaku

IV. Prosedur 1. Perawat dinas pagi sebelum melaksanakan pekerjaan, serah terima
dengan perawat jaga lainnya (dinas malam).
2. Baca laporan dinas, instruksi / pengumuman dari dinas lain yang
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 26 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 27 / 423

PENGGANTI PERAWAT JAGA YANG


BERHALANGAN
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 27 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 28 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 29 / 423

I. Pengertian Pengganti perawat jaga yang berhalangan adalah perawat yang


menggantikan perawat jaga yang berhalangan hadir baik jaga pagi, sore
atau malam hari dan tanggung jawabnya dilimpahkan kepada perawat jaga
pengganti

II. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah pelaksanaan perawat jaga pengganti di


IGD Rumah Sakit Grand Medistra supaya setiap saat ada perawat jaga di
IGD

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Triase di
Instalasi Gawat Darurat sesuai dengan peraturan yang berlaku

IV. Prosedur 1. Untuk perawat jaga yang berhalangan harus membuat pemberitahuan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 30 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 31 / 423

KONSULTASI KEPADA
DOKTER JAGA KONSULEN
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 31 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 32 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 33 / 423

I. Pengertian Konsultasi kepada dokter jaga konsulen yang artinya dokter jaga IGD
menghubungi dokter jaga konsulen yang terkait dan menyampaikan
keadaan umum penderita, untuk mendapatkan penanganan serta adviced
terapi dari dokter jaga konsulen.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah dalam hal konsultasi keadaan pasien
IGD kepada dokter jaga konsulen rumah sakit

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai triase dengan
peraturan yang berlaku

IV. Prosedur 1. Melengkapi hasil diagnosa dan pengobatan yang telah diberikan
lengkap dalam status pasien.
2. Menulis surat konsul kepada dokter konsulen pada status pasien
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 34 / 423

HUBUNGAN / KOORDINASI KERJA ANTARA


IGD DENGAN RADIOLOGI, LABORATORIUM,
RUANG RAWAT INAP
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 34 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 35 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan koordinasi kerja / hubungan antara unit-unit
pelayanan dalam hal penanganan pasien rawat jalan maupun rawat inap
dengan unit radiologi, laboratorium dan ruang rawat inap

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk pelaksanaan hubungan /
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 36 / 423

koordinasi kerja antar unit - unit pelayanan seperti IGD dengan radiologi,
laboratorium dan ruang rawat inap sesuai prosedur.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur ubungan koordinasi kerja antara IGD dan Radiologi


- Bila pasien IGD memerlukan pemeriksaan secara cito (segera)
maka petugas IGD menghubungi petugas radiologi untuk
mempersiapkan alat pemeriksaan.
- Sebelum pasien diantar ke radiologi, kondisi pasien tersebut harus
dalam keadaan stabil.
- Foto hasil pemeriksaan diantar ke IGD untuk dilihat oleh dokter
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 37 / 423

IGD

1. Hubungan / koordinasi kerja antara IGD dengan laboratorium.


- Bila pasien IGD memerlukan pemeriksaan Laboratorium secara
cito maka petugas IGD menghubungi petugas laboratorium.
- Petugas laboratorium segera menuju ke IGD untuk melakukan
pengambilan sample darah, urin atau feses sesuai dengan
permintaan dokter IGD.

2. Hubungan / koordinasi kerja antara IGD dengan ruang rawat inap.


- Pasien IGD yang telah mendapat pertolongan pertama dan telah
stabil serta memerlukan perawatan diruangan, maka petugas IGD
menghubungi resepsionis untuk mempersiapkan ruangan sesuai
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 38 / 423

dengan permintaan pasien / keluarga pasien.


- Petugas resepsionis menghubungi perawat ruangan untuk
mempersiapkan kamar pasien.
- Selanjutnya setelah ruangan siap ditempati, perawat ruangan
menghubungi petugas IGD.
- Petugas IGD mengantar pasien tersebut beserta status pasien dan
diserahterimakan kepada perawat ruangan.

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Radiologi
3. Laboratorium
4. Ruang Rawat Inap
5. Resepsionis
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 39 / 423

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 39 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 40 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 41 / 423

I. Pengertian Tata cara melakukan pemeriksaan radiologi sebagai pelayanan radiologi


pada pasien gawat darurat yang membantu dokter jaga IGD untuk
menegakkan diagnosa sehingga pemberian tindakan / pengobatan dapat
dilakukan dengan tepat.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah pelayanan radiologi terhadap
pasien gawat darurat sesuai prosedur.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Dokter jaga IGD mengisi formulir pemeriksaan radiologi kemudian
ditandatangani dokter jaga IGD dan perawat IGD mengantarkannya
ke Instalasi Radiologi.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 42 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 43 / 423

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 43 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 44 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 45 / 423

I. Pengertian Tata cara melakukan pemeriksaan laboratorium sebagai pelayanan


pemeriksaan darah, urin, tinja, cairan tubuh lainnya yang dilakukan
kepada pasien untuk menegakkan diagnosa serta pemberian terapi yang
tepat sesuai permintaan dokter yang bertugas.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk kelancaran petugas
laboratorium di IGD Rumah Sakit Grand Medistra.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Dokter jaga IGD mengisi formulir pemeriksaan laboratorium dan
ditandatangani oleh dokter jaga
2. Petugas laboratorium mencatat permintaan pemeriksaan dalam buku
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 46 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 47 / 423

SISTEM INFORMASI TENTANG PELAYANAN


YANG DIPERLUKAN SUDAH
DIKOMUNIKASIKAN KEPADA STAF YANG
BERKEPENTINGAN SEBELUM PASIEN SAMPAI
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 47 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 48 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 49 / 423

I. Pengertian Muatan informasi berisikan segala sesuatu tentang kemampuan pelayanan


gawat darurat dan pelayanan medis lainnya untuk menangani pasien gawat
darurat yang akan disampaikan pada pasien/ keluarga yang meminta
informasi, tentang pelayanan untuk bencana massal(diseaster).

II. Tujuan Sebagai acuan dan langkah langkah mengatur muatan informasi yang
dibutuhkan dan media menyampaikan informasi yang harus tersedia dan
harus disampaikan.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Kemampuan pelayanan gawat darurat dan pelayanan medis lainnya
disampaikan kepada pasien/ keluarga yang meminta informasi dapat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 50 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 51 / 423

PERMINTAAN
OBAT - OBATAN DI IGD
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 51 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 52 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 53 / 423

I. Pengertian Tata cara permintaan obat - obatan persediaan Instalasi Gawat Darurat
(IGD) atau semua obat yang diperlukan sesuai standar obat - obatan IGD
yang harus selalu tersedia setiap saat.

II. Tujuan Sebagai acuan dan pedoman untuk menerapkan langkah-langkah


penyediaan obat-obatan di IGD sesuai prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

1. Kepala Seksi IGD setiap hari melakukan pemeriksaan obat di IGD


IV. Prosedur serta pemeriksaan pemakaian obat sebelum persediaan habis.
2. Kasie IGD kemudian mengisi formulir permintaan obat sesuai dengan
kebutuhan IGD yaitu sejumlah standar baku obat IGD dikurangi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 54 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 55 / 423

KONSINYASI
OBAT - OBATAN EMERGENSI DI IGD
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 55 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 56 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 57 / 423

I. Pengertian Tata cara melakukan konsinyasi yaitu titipan obat-obatan dari Instalasi
Farmasi ke IGD yang sebenarnya merupakan stock obat di Instalasi
Farmasi untuk mempermudah pengambilan dan penggunaan obat-obat
terutama yang bersifat emergensi di IGD.

Sebagai acuan dan pedoman langkah langkah melakukan konsinyasi obat


II. Tujuan obatan emergensi di Instalasi Gawat Darurat sesuai prosedur

Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan


Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat
III. Kebijakan
1. Kepala Seksi IGD membuat daftar konsinyasi obat - obat emergensi
yang diperiksa dan diketahui oleh Kepala IGD dan Direktur Medis
dan Keperawatan Rumah Sakit Grand Medistra.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 58 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 59 / 423

MENGHUBUNGI
DOKTER MELALUI TELEPON

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 59 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 60 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 61 / 423

I. Pengertian Melakukan komunikasi dengan dokter yang merawat pasien melalui


telepon untuk melaporkan keadaan umum pasien, hasil - hasil penunjang
medis yang telah dilakukan pada pasien dan untuk mengetahui rencana
tindakan selanjutnya pada pasien

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah pemakaian telepon yang tertib
dan baik.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Persiapan alat : status pasien, catatan keperawatan, alat tulis, daftar
telepon
2. Petugas IGD menghubungi nomor telepon dokter konsulen yang
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 62 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 63 / 423

PENGGUNAAN AMBULANS GAWAT DARURAT


RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 63 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 64 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 65 / 423

I. Pengertian Tata cara penggunaan ambulans gawat darurat sebagai sarana angkutan
orang sakit yang difasilitasi peralatan medis dan obat emergensi supaya
pasien aman dalam perjalanan.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah dalam penggunaan ambulans gawat
darurat sesuai prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Perawat IGD menghubungi petugas ambulans untuk penggunaan


ambulans.
2. Keluarga pasien mengurus administrasi penggunaan ambulans kepada
bagian administrasi dan keuangan.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 66 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 67 / 423

BUKTI
PEMELIHARAAN ALAT - ALAT
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 67 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 68 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 69 / 423

I. Pengertian Tata cara perawatan dan pemeliharaan alat - alat medik yang dilakukan
secara berkala dan rutin.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam pertanggungjawaban


perawatan dan pemeliharaan alat - alat medis sesuai prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Setelah pemakaian oksigen ditutup menggunakan volume yang ada
pada regulator
2. Selang oksigen dibersihkan memakai kapas alkohol setelah
pemakaian.
3. Apabila isi tabung sudah habis segera dilaporkan kepada bagian
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 70 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 71 / 423

PERMINTAAN PERALATAN MEDIS /


NON MEDIS DI IGD

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 71 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 72 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 73 / 423

I. Pengertian Tata cara dalam melakukan permintaan peralatan medis yaitu peralatan
yang digunakan untuk kepentingan medis dalam memberikan pelayanan
terhadap pasien serta melakukan permintaan peralatan non medis yaitu
peralatan yang digunakan untuk menunjang kegiatan non - medis /
kebersihan IGD dalam pelaksanaan pelayanan terhadap pasien di IGD.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah permintaan peralatan medis
dan non medis untuk keperluan IGD sesuai prosedur.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Kepala Seksi IGD mengisi formulir permintaan alat - alat medis dan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 74 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 75 / 423

PERMINTAAN
ALAT TULIS KANTOR DI IGD
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 75 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 76 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 77 / 423

I. Pengertian Tata cara dalam melakukan permintaan ATK (Alat Tulis Kantor) sebagai
peralatan yang digunakan untuk kegiatan tulis menulis / administrasi dalam
menunjang pelayanan di Instalasi Gawat Darurat

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam pengajuan permintaan


alat tulis kantor di IGD sesuai prosedur.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Kepala Seksi IGD mencatat kebutuhan alat tulis kantor dalam
formulir khusus dan ditandatangani Kepala IGD dan Direktur Medis
dan Keperawatan sekali sebulan.
2. Kepala Seksi IGD memberikan formulir permintaan alat tulis kantor
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 78 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 79 / 423

ALUR PENERIMAAN PASIEN


GAWAT DARURAT
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 79 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 80 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 81 / 423

I. Pengertian Tata cara dalam melakukan alur penerimaan pasien gawat darurat yaitu
seluruh pasien yang masuk ke IGD yang memerlukan penanganan segera.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah dan pedoman dalam pelayanan pasien di
Instalasi Gawat Darurat.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Pasien yang masuk IGD langsung dilakukan triase oleh dokter IGD
2. Perawat dan dokter IGD langsung menangani pasien sesuai dengan
prioritas emergensi penyakitnya.
3. Keluarga pasien disuruh mendaftar ke resepsionis
4. Pasien di IGD bisa rawat jalan, observasi maupun rawat inap sesuai
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 82 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 83 / 423

TRIASE

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 83 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 84 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 85 / 423

I. Pengertian Triase yaitu suatu sistem penyeleksian pasien gawat darurat untuk tindakan
berikutnya atau tindakan lanjutan yang disesuaikan dengan kondisi pasien
pada saat ini dalam keadaan rutin maupun bencana

II. Tujuan Sebagai acuan terhadap penerapan langkah-langkah untuk melakukan seleksi
/ triase pasien gawat darurat

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai triase di Instalasi
Gawat Darurat sesuai dengan peraturan yang berlaku

IV. Prosedur 1. Setiap pasien yang masuk ke IGD dilakukan triase oleh dokter jaga
IGD. Pasien dibedakan atas kasus :
- Medikal
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 86 / 423

- Surgikal
- Obgyn
2. Pasien kasus medis diperiksa dan ditangani sesuai keluhan
penyakitnya. Bila diperlukan tindakan pasien dibaringkan diruang
tindakan medis
3. Pasien kasus surgikal / bedah ditangani diruang tindakan surgikal
4. Pasien kasus obgyn, setelah diperiksa dokter IGD lalu dibawa ke ruang
bersalin / VK
5. Penanganan kasus di IGD dilakukan berdasarkan prioritas emergensi,
dibedakan atas :
a. Pasien Gawat Darurat
b. Pasien tidak gawat tapi darurat
c. Pasien gawat tapi tidak darurat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 87 / 423

d. Pasien tidak gawat tidak darurat


6. Pasien yang gawat darurat segera dilakukan resusitasi dan stabilisasi,
sesudah pasien dalam keadaan stabil baru dipindahkan keruangan rawat
inap, ICU atau kamar bedah
7. Pasien yang dikategorikan tidak gawat tapi darurat, diperiksa dan
diatasi sesuai keluhannya. Bila diperlukan tindakan pasien dibaringkan
diruang tindakan. Bila diperlukan observasi, pasien dibaringkan
diruang observasi
8. Pasien gawat tapi tidak darurat ditangani sesuai keluhannya dan setelah
pasien stabil, dapat dipindahkan ke ruang rawat inap
9. Pasien yang tidak gawat darurat, bila datang pada jam kerja dianjurkan
berobat ke poliklinik. Pasien yang datang diatas jam kerja mereka
ditangani sebagai pasien biasa.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 88 / 423

V. Unit 1. IGD
terkait 2. OK
3. ICU
4. Unit Pelayanan Rawat Inap
5. Poliklinik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 89 / 423

PENYAMPAIAN INFORMASI KEPADA PASIEN


IGD OLEH RESEPSIONIS

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 89 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 90 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penyampaian informasi oleh resepsionis yang bertugas mendata
identitas pasien, membuat BKP ( Bukti Kunjungan Pasien ), membuat /
mencari kartu pasien dan mengantarkan BKP ke IGD / Poliklinik serta
penyampaian informasi berupa informasi tentang tarif tindakan di IGD,
tarif kamar, rawat inap, tarif radiologi, tarif laboratorium dan biaya
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 91 / 423

administrasi.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah dan pedoman untuk menyampaikan
informasi kepada pasien Instalasi Gawat Darurat oleh resepsionis sesuai
prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Pasien ditangani oleh petugas IGD


2. Setelah selesai penanganan, pasien atau keluarganya didata oleh
petugas resepsionis.
3. Selanjutnya petugas resepsionis memberitahukan tarif-tarif yang
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 92 / 423

perlu diketahui kepada pasien atau keluarganya sesuai dengan


tindakan yang diberikan IGD
4. Proses penyampaian informasi dilakukan di ruangan resepsionis,
kecuali pasien tidak mempunyai keluarga dan dalam keadaan gawat
darurat.

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Resepsionis
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 93 / 423

PENGIRIMAN (TRANSPORTASI) PASIEN


RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 93 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 94 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara pengiriman (transportasi) pasien ke unit yang lain dalam
lingkungan Rumah Sakit atau ke luar Rumah Sakit

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah dan pedoman untuk pengiriman
(transportasi) pasien di dalam maupun di luar Rumah Sakit sesuai prosedur
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 95 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Pasien dalam kondisi stabil, kemudian petugas mengirim pasien ke
ruang Rawat Inap, ICU, Kamar Bedah serta unit yang lain seperti
laboratorium, radiologi dan lain lain
2. Petugas mengirim pasien menggunakan kursi roda atau brancard, bisa
dibantu oleh keluarga pasien
3. Petugas IGD menyerahkan data pasien kepada petugas yang menerima
dengan menggunakan buku tanda serah terima dari Instalasi Gawat
Darurat
4. Petugas IGD mencatat semua kegiatan dalam buku register
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 96 / 423

5. Pasien yang hendak dikirim ke Rumah Sakit lain baik untuk


pemeriksaan diagnostik, terapi maupun alih rawat menggunakan
ambulans gawat darurat
6. Petugas mendampingi pasien yang dikirim sampai ke tempat yang dituju

V. Unit 1. IGD
Terkait 2. Laboratorium
3. Radiologi
4. Ruang Rawat Inap
5. OK
6. ICU
7. Ambulans Gawat Darurat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 97 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 98 / 423

TINDAKAN
MEDIS DI IGD
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 98 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 99 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 100 / 423

I. Pengertian Tata cara dalam melakukan tindakan medis di IGD yaitu seluruh tindakan
yang boleh dilakukan oleh tenaga medis di Instalasi Gawat Darurat

II. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah dalam melaksanakan tindakan medis di
Instalasi Gawat Darurat sesuai prosedur.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Tindakan medis yang boleh dilaksanakan di IGD Rumah Sakit Grand
Medistra Lubuk Pakam:

1. Penatalaksanaan pasien berhubungan dengan tindakan yang


membutuhkan bantuan hidup dasar (Basic Life Support) seperti :
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 101 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 102 / 423

MENJAHIT LUKA
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 102 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 103 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara menjahit luka yang bertujan menghentikan pendarahan yang
disebabkan oleh jaringan yang terputus / terbuka dengan mendekatkan
jaringan tersebut sehingga penyembuhan luka lebih cepat terjadi.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah dan pedoman dalam melakukan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 104 / 423

penjahitan luka sesuai prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Persiapan Alat:


- Antiseptik : Bethadine
- Kom steril
- Spuit 3 cc atau sesuai kebutuhan anestesi
- Benang jahit luka (sesuai kebutuhan)
- Obat anestesi lokal : pehacaine, lidonest
- Kasa
- Doek bolong
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 105 / 423

- Korentang (steril)
- Pembalut sesuai kebutuhan
- Gunting verban
- Plester
- Obat luka: softratule
- Set jahit lengkap steril sendiri
a. Pincet anatomis chirurgis
b. Gunting benang
c. Klem kocher lurus dan bengkok
d. Dock klem
e. Klem pean lurus dan bengkok
f. Needle holder
g. Sarung tangan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 106 / 423

h. Needle (sesuai kebutuhan)


2. Persiapan Pasien:
- Penjelasan kepada pasien tentang tujuan menjahit luka
- Pengaturan posisi pasien
3. Pelaksanaan:
- Mencuci tangan sebelum bekerja
- Memakai sarung tangan
- Membersihkan luka
- Mendesinfeksi luka dan sekitarnya
- Memasang doek bolong
- Memberi injeksi anestesi
- Mencuci luka, bila perlu debridement
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 107 / 423

- Menjahit luka dengan mempertimbangkan :


a. Ketepatan jenis dan nomor benang
b. Kerapian menjahit
c. Teknik Steril

V. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 108 / 423

PENANGANAN
GAWAT DARURAT KASUS KRIMINAL
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 108 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 109 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan gawat darurat kasus kriminal sebagai kasus
tindakan kekerasan terhadap seseorang yang dilakukan dengan benda
tumpul atau benda tajam.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penanganan gawat darurat


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 110 / 423

karena kasus kriminal sesuai prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Pasien datang belum meninggal :


- Petugas kepolisian / keluarga membawa pasien ke IGD melalui
triase
- Petugas triase menerima pasien baru dan menyeleksinya
- Dokter IGD mengidentifikasi keadaan-keadaan fisik, mental
pasien, bukti - bukti lain yang dapat digunakan sebagai alat
bukti hukum
- Dokter IGD segera melakukan tindakan terhadap pasien sesuai
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 111 / 423

dengan keadaan yang dideritanya, berikan terapi bila perlu


dirujuk ke bagian lain
- Segera dibuat surat rujukan dan dikirimkan.
- Petugas mencatat dalam rekam medik pasien dan membuatkan
visum et repertum bila diperlukan

2. Pasien datang sudah meninggal dunia:


- Catat identitas pasien dengan lengkap, penyakit kelainan-
kelainan dan berikan label pada jari kakinya
- Pengantar / saksi, dicatat identitasnya dengan lengkap
- Dokter yang bertugas membuat surat kematian (jam dan tanggal
dinyatakan kematian)
- Jenazah dikirim ke kamar jenazah yang dikontrol oleh petugas
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 112 / 423

satpam

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Rekam Medik
3. Petugas security
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 113 / 423

PENANGANAN
KASUS KARENA PERKOSAAN
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 113 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 114 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan kasus perkosaan yaitu suatu keadaan dimana
terjadi hubungan badan antara dua orang atau lebih yang dilakukan
secara paksa.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah penanggulangan pasien


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 115 / 423

kasus perkosaan sesuai dengan standard an prosedur.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Dokter jaga IGD segera melakukan pemeriksaan terhadap pasien
serta mencatatnya dengan teliti
2. Segera memberikan pertolongan sesuai dengan kondisi pasien
pada saat dan mencegah terjadinya infeksi , penyakit kelainan dan
kehamilan
3. Dokter memberi keterangan medik sesuai dengan keadaan pasien
4. Dokter IGD membuat surat rujukan untuk dikonsultasikan kepada
dokter spesialis kandungan dan dibuat visum et repertum
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 116 / 423

5. Dokter IGD mencatat semua yang didapat dari korban dan


keluarga dalam catatan medik pasien karena itu mungkin berguna
jika kasus ini dilaporkan kepada polisi dan akan diteruskan ke
pengadilan.

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Rekam Medik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 117 / 423

PENANGANAN PASIEN
LUKA BAKAR / BURN INJURY

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 117 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 118 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 119 / 423

I. Pengertian Tata cara penanganan pasien luka bakar yaitu pasien yang mengalami
trauma termal meliputi trauma akibat api, cairan panas, zat kimia,
elektrik yang menimbulkan gangguan hemostatik baik lokal maupun
sistemik.

II. Tujuan Sebagai acuan penanganan pasien luka bakar dengan cepat, tepat dan
sesuai dengan prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Perbaikan keadaan umum, awasi tekanan darah, nadi, suhu,
respirasi
2. Tentukan luas, derajat luka bakar untuk menentukan indikasi rawat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 120 / 423

PENANGANAN PENYAKIT
MENULAR
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 120 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 121 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan pasien penyakit menular yaitu dengan
memberikan penanganan secara segera kepada pasien penyakit menular,
sehingga penyakit tersebut tidak menular kepada petugas, pasien lain
atau masyarakat.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 122 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan untuk langkah-langkah dalam pelaksanaan


penanganan pasien penyakit menular di Instalasi Gawat Darurat sesuai
prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Dokter IGD melakukan pemeriksaan dengan teliti agar segera
dapat memberikan tindakan terapi dan pengobatan terhadap pasien
2. Bila diketahui penyakit menular, pasien dirujuk ke ruang
perawatan yang memiliki fasilitas isolasi oleh dokter IGD
3. Jika diperlukan, dokter juga membuat surat rujukan ke rumah
sakit lain
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 123 / 423

4. Pasien yang dirujuk ke unit perawatan dengan fasilitas isolasi


dirawat oleh dokter spesialis yang ditunjuk
5. Perawat memisahkan alat - alat bekas pakai dan disterilkan, bahan
- bahan bekas pakai dimasukkan dalam wadah tertutup untuk
kemudian disanitasi
6. Dokter dan perawat IGD menggunakan alat pelindung diri seperti
sarung tangan, masker, topi dan lain - lain
7. Dokter IGD mencatat pada rekam medis pasien tentang jenis
penyakit.

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Rekam Medik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 124 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 125 / 423

PENANGGULANAN
PASIEN KASUS KERACUNAN
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 125 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 126 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanggulangan pasien kasus keracunan yaitu pasien yang
menunjukkan tanda - tanda dan gejala berbahaya bagi tubuh setelah
terekspos dengan substansi tertentu baik melalui inhalasi, makanan /
minuman, suntikan atau paparan melalui kulit atau mukosa
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 127 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah penanggulangan pasien dengan kasus


keracunan agar dapat teratasi dengan sebaik-baiknya sesuai prosedur
dan standar.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Penilaian Umum :


a. Anamnese
b. Pemeriksaan fisik
c. Mengidentifikasi bahan penyebab keracunan yang diambil dari
ekskresi pasien.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 128 / 423

2. Penatalaksanaan :
a. Stabilisasi hemodinamik / perbaikan keadaan umum, maksimal
b. Pelihara jalan nafas, tetap dalam keadaan terbuka serta berikan
O2
c. Dekontaminasi :
- Dekontaminasi saluran cerna dengan emesis atau bilas
lambung sesuai jenis penyebab keracunan. Activate
charcoal (1 gr / kg BB) dapat diberi untuk mengurangi
absorpsi racun oleh usus
- Dekontaminasi permukaan kulit dengan melepaskan
pakaian dan membersihkan kulit dengan air yang cukup
d. Peningkatan eliminasi racun (baik dengan hemodialisis,
diuretik, alkalinisasi urin) sesuai bahan keracunan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 129 / 423

e. Pemberian bahan antidotum


f. Pengobatan suportif dan rehabilitatif
g. Pengambilan sample muntahan dan urin untuk pemeriksaan
toksikologi
3. Evaluasi Hasil Pengobatan
a. Derajat penyakit dan komplikasi yang terjadi
b. Kerjasama dengan disiplin lain
4. Hal-hal lain yang belum tercakup dalam prosedur mengacu pada
buku petunjuk

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Laboratorium
3. Rekam Medik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 130 / 423

PENANGANAN GASTROENTERITIS / DIARE


AKUT

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 130 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 131 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan pasien dengan gastroenteritis / diare akut yaitu
proses radang akut yang mengenai usus yang ditandai oleh diare disertai
atau tidak dengan mual dan muntah.

II. Tujuan Sebagai acuan dalam langkah - langkah penanganan diare akut pada
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 132 / 423

pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat sesuai dengan prosedur


dan standar.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Untuk dehidrasi ringan dan sedang dilakukan rehidrasi per - oral
2. Untuk dehidrasi sedang dan berat dilakukan rehidrasi parenteral
dengan infus cairan isotonik.
3. Pemberian cairan harus diperhatikan pada pasien malnutrisi, gemuk,
anemia dan kelainan jantung.
4. Terapi antimikroba :
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 133 / 423

Untuk choleiform diarrhea, dapat diberikan :


Tetrasiklin kapsul 500mg, 4 x 1 kapsul per hari
Kotrimoksazole 2 x 2 tablet per hari
Ampisilin tablet 4 x 1 kapsul per hari

Untuk dysentriform diarrhea :


Metronidazole tablet 500mg 3 x 1 tablet per hari
Tetrasiklin kapsul 500mg 4 x 1 kapsul per hari
Ampisilin tablet 500mg 4 x 1 tablet per hari

5. Terapi simptomatis, berikan sesuai gejala misal : antipiretik,


analgesik dan lain - lain
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 134 / 423

V. Unit Terkait - IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 135 / 423

PENANGANAN
TRAUMA KEPALA
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 135 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 136 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan trauma kepala yaitu pasien dengan trauma
(benturan) kepala dapat menyebabkan terjadinya :
- Trauma kepala ringan : GCS (Glassgow Coma Scale)14-15
- Trauma kepala sedang : GCS 8-13
- Trauma kepala berat : GCS 3-8
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 137 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah penanganan pasien dengan trauma
kepala lebih efisien, efektif dan tidak terjadi faktor pemberat sesuai
dengan prosedur / standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Prosedur penatalaksanaan :


1. Perhatikan kepala dan leher pasien pada waktu mengangkatnya (bila
perlu pasang neck collar)
2. Dokter melakukan triase dengan menilai :
a. Tanda vital
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 138 / 423

b. Tingkat kesadaran
c. Neurlogis : pupil, reflex patologis, motorik
d. Lakukan BHD (bantuan hidup dasar) dan atasi perdarahan (bila
diperlukan)
e. Berikan oksigen, infus ringer solution, nootrophyl drips atau bolus
perlahan-lahan
f. Konsultasi kepada dokter spesialis neurologi / bedah saraf
g. Selalu dipantau tingkat kesadaran pasien (sebaiknya dirawat)
h. Pasien dengan trauma kepala ringan boleh berobat jalan dengan
catatan kalau terjadi gejala nyeri kepala harus segera dibawa ke
Rumah Sakit

V. Unit Terkait 1. IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 139 / 423

2. Konsulen
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 140 / 423

PENANGGULANGAN KEJANG DEMAM DI


INSTALASI GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 140 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 141 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanggulangan kejang demam yaitu kejang yang berhubungan
dengan demam (suhu > 38,4 0 C perektal) tanpa infeksi sistim saraf pusat,
tanpa gangguan elektrolit akut, usia > 1 bulan dan tidak ada riwayat kejang
tanpa demam sebelumnya
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 142 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan dalam penanggulangan kejang demam di Instalasi Gawat
Darurat sesuai dengan standar dan prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Bebaskan jalan nafas


2. Pasang oksigen 1 - 2 liter / menit
3. Pasang infus
4. Turunkan panas dengan antipiretik : PCT 10 15 mg / kg BB / hari
tiap 4 6 jam
5. Penanggulangan kejang :
- Valium 0,25 mg / kg BB IV pelan (maksimal 10 mg)
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 143 / 423

- Bila 10 menit belum ada respon : valium 0,4 mg/ kg BB intravena


pelan (maksimal 15 mg)
- DZP oral 0,3 mg / kg BB / dosis / tiap 8 jam saat demam
- DZP rektal 0,5 mg / kg BB / hari tiap 12 jam saat demam
- Bila 20 - 30 menit belum ada respon : valium 0,5mg / kg BB
intravena pelan (maksimal 20 mg)
6. Perawatan antara kejang :
- Tidak diberikan antikonvulsan, hanya observasi suhu dan keadaan
umum
- Untuk profilaksis intermiten :
Luminal 1 mg / kg BB / hai
Diazepam 0,5 mg / kg BB/ hari
Phenobarbital 3 5 mg / kg BB / hari atau
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 144 / 423

Asam valproat 15 40 mg / kg BB / hari

V. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 145 / 423

PENANGANAN
EPILEPSI
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 145 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 146 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan pasien dengan epilepsi yaitu suatu kedaruratan
sistem saraf pusat ditandai dengan bangkitan kejang yang berlangsung
cukup lama atau berulang dengan antara cukup pendek, tanpa diselingi
keadaan sadar, serta bersifat umum atau lokal untuk memberikan tindakan
sebab bila berlangsung lama berakibat kerusakan neuron dan kematian.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 147 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan dan pedoman langkah langkah bagi dokter dan perawat
dalam memberikan tindakan penanganan epilepsi segera sesuai dengan
standar dan prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Persiapan Alat :


1. Tabung oksigen
2. Karet pengganjal
3. Obat - obat anti kejang (anti konvulsif)
Diazepam / valium : injeksi intravena (IV)
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 148 / 423

Golongan fenobarbital Luminal : injeksi intramuskuler


(IM)
Cairan infus : 2A KCl, Dekstrosa 5%
Antibiotik
Kortikosteroid
4. Seperangkat alat infus
5. Kompres es atau alkohol
6. Obat - obat hibernasi
Prosedur :
1. Untuk anak - anak :
Jalan nafas harus terjaga bebas
Letakkan karet pengganjal diantara kedua rahang agar lidah
tidak tergigit
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 149 / 423

Pakaian ketat harus dilonggarkan.


Letakkan tubuh penderita pada posisi dan tempat yang
aman.
Pasang oksigen
Beri obat anti kejang secepatnya dengan dosis
Diazepam (valium) injeksi intravena selama 2-3
menit dosis 0,5mg / kg BB
Observasi selama 20 menit, bila masih kejang suntikkan
lagi dengan dosis yang sama secara intravena
Bila masih kejang lagi dalam observasi 20 menit, suntikkan
lagi secara intramuskuler dengan dosis yang sama.
Bila penderita sudah sadar, hentikan suntikan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 150 / 423

Beri obat fenobarbital (luminal) injeksi secara IM supaya


masa kerja obat lebih lama dengan dosis awal :
- Neonates : 30mg
- 1 bulan - 1 tahun : 50 mg
- 1 tahun ke atas : 75 mg
Pasang infus dan berikan terapi cairan intravena yaitu :
larutan 2A, KCl
Beri kortikosteroid (deksametason) injeksi dengan dosis
0,5 - 1 ampul tiap 6 jam yang berguna mencegah terjadinya
oedem otak. Kortison dapat juga diberi dengan dosis 20-30
mg / kg BB / hari terbagi dalam 3 dosis
Beri antibiotik untuk mencegah infeksi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 151 / 423

Bila demam meninggi, kompres dengan alkohol atau es


Berikan obat - obat hibernasi yaitu CPZ 2 - 4mg / kg BB /
hari atau Prometazine 4-6 mg / kg BB / hari.

2. Untuk dewasa :
Prinsipnya sama dengan anak - anak, hanya perbedaan dosis
: diazepam injeksi 10 - 20 mg intravena perlahan lahan
Bila masih kejang dapat diulang sampai 3 kali dengan dosis
yang sama setelah 30 - 60 menit suntikan sebelumnya.
Bila diazepam tidak ada, dapat diberi fenobarbital secara
intramuskuler dengan dosis 100 mg yang diulang 2 - 3 kali.
Untuk hibernasi diberi CPZ (largactil) dengan dosis 5 100
mg secara I.M / I.V atau per - infus sebagai LITIC-
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 152 / 423

COCTAIL (50mg Largactil + 75 mg Pethidin dan 40 mg


Phenergan) dalam larutan glukosa 5% sebanyak 500 cc.

V. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 153 / 423

PENANGANAN ASMA BRONKIAL DI


INSTALASI GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 153 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 154 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan pasien dengan asma bronkial yaitu suatu proses
penyempitan jalan pernafasan di seluruh lapangan paru yang bersifat
reversible dan ditandai dengan mengi (wheezing)

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah dalam penanganan asma di
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 155 / 423

Instalasi Gawat Darurat sesuai prosedur.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Pasien dibaringkan dengan posisi setengah duduk (semi -


fowler) dengan tenang dan nyaman
2. Pasien diberikan oksigenasi dosis tinggi melalui sungkup
muka dan dipasang infus cairan
3. Pengobatan :
2 agonist :
o Per - inhaler dengan inhaler 2 agonis atau nebulizer 2
agonis
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 156 / 423

o Dengan suntikan subkutan terbutalin 0,25 mg - 0,50 mg (3 - 4


kali / hari)
Aminofilin 240 mg drips dalam dekstrose 5% 10 - 20 tetes / menit
Obat steroid parenteral : deksametason dosis: 0,1 mg / kg BB
Obat mukolitik
4. Jika dijumpai tanda-tanda gagal nafas, pasien dirujuk ke
ruang ICU untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

V. Unit Terkait 1. IGD


2. ICU
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 157 / 423

PENANGANAN KRISIS HIPERTENSI DI


INSTALASI GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 157 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 158 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan krisis hipertensi yaitu hipertensi dengan tekanan
sistolik 180 mmhg dan atau diastolik 110 mmHg disertai atau tidak ada
gangguan target organ misal kelainan pada fundus berupa hemoragik,
oedema pada retina, sakit kepala hebat, kejang kejang, stupor sampai
koma
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 159 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah dalam menangani krisis hipertensi
sehingga dapat mencegah komplikasi yang lebih berat sesuai prosedur dan
standar.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Perawat IGD memeriksa vital sign pasien sekaligus melakukan
pemeriksaan EKG
2. Perawat IGD menempatkan pasien di tempat yang tenang
3. Dokter IGD membuat rujukan kepada dokter spesialis
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 160 / 423

4. Bila dijumpai tanda - tanda yang membahayakan pasien dirujuk untuk


ditangani di ruang ICU

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Konsulen
3. ICU
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 161 / 423

PENANGANAN
SYOK DI IGD
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 161 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 162 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan shock yaitu keadaan dimana sirkulasi darah arterial
tidak adekuat untuk menerima kebutuhan metabolisme jaringan.

II. Tujuan Sebagai acuan dan penanganan tindakan pada penderita shock di Instalasi
Gawat Darurat Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 163 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur A. Syok hipovolemik :


1. Tergantung penyebab untuk diare dengan dehidrasi hebat, cairan
infus diguyur (20 cc / BB)
2. Untuk perdarahan hentikan penyebabnya, bila perlu tranfusi dan
setelah 2 bag , beri kalsium glukonas 1 ampul
3. Tindakan :
Perdarahan : transfusi whole blood , plasma darah, plasma
expander
Diare : infuse cairan kristaloid (RL atau NaCl 0,9 %), volume
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 164 / 423

sesuai dengan cairan yang hilang


Oksigenasi
Kateterisasi
Hentikan perdarahan
Pasang CVP
Rawat ICU

B. Syok Anafilaktik :
1. Injeksi adrenalin 1 / 1000 0,3 cc IM / IV
2. Injeksi hidrocortison 100 mg / 6 jam IM
3. Injeksi dexametasone 5 mg / 6 jam IV
4. Tindakan :
stop pemberian obat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 165 / 423

torniquet dipasang daerah proximal tempat masuk obat


posisi tradelenberg
pasang oksigen

C. Syok Neurogenik :
1. Posisi terlentang
2. Infus cairan kristaloid (Ringer Laktat) atau NaCl 0,9 % 1 liter
dalam 20 40 menit
3. Oksigenasi
4. Kateterisasi untuk monitor diuresis
5. Rawat ICU
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 166 / 423

D.Syok Kardiogenik :

1. Tekanan Darah Sistolik < 70 mmHg dengan gejala tanda syok ;


Norepinephrine 0,05 mg / kg BB / menit dititrasi
2. Tekanan Darah Sistolik 70 100 mmHg dengan gejala dan tanda
syok ; Dopamine 2 20 mg / kg BB / menit
3. Tekanan Darah Sistolik 70 100 mmHg tanpa gejala dan tanda
syok ; Dobutamine 2 20 mmHg / kg BB / menit
4. Tekanan Darah Sistolik > 100 mmHg ; Nitrogliserida 10 20 mg
5. Tindakan :
Oksigenasi 8 10 L / menit
IVFD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 167 / 423

CVP
Kateter
Monitoring di ICU

V. Unit Terkait 1. IGD


2. ICU
3. Rekam Medik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 168 / 423

PENANGANAN HENTI NAFAS


DAN HENTI JANTUNG
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 168 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 169 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan henti nafas dan henti jantung yaitu suatu tindakan di
saat pasien tiba - tiba tidak bernafas oleh karena kehilangan suplai oksigen di
jaringan otak, jantung dan organ lain yang ditandai dengan tidak terabanya
nadi besar (karotis dan femoralis) yang disebabkan tidak adanya ventilasi dan
tidak adanya curah jantung yang efektif.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 170 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah dalam penanganan henti nafas dan henti
jantung dengan cepat sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Dilakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang mencakup:
Pengendalian jalan nafas (airway support)
Nilai tingkat kesadaran dengan memanggilnya
Respon (-), cari bantuan (call for help)
Amati tanda - tanda nafas spontan, buka mulut pasien dengan
posisi menyilang (cross finger) dan pastikan tidak ada sumbatan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 171 / 423

benda asing
Berikan posisi hirup (sruffing position) tekniknya :
Manuver tengadah kepala / topang dagu dengan jalan nafas
terbuka
Manuver mendorong mandibula ke depan dengan cara
memegang sudut-sudut rahang bawah penderita lalu
diangkat dengan kedua tangan ke atas
Pastikan ada nafas spontan dengan cara mendekatkan telinga
pada mulut dan hidung pasien untuk melihat suara nafas pasien,
aliran udara dirasakan di pipi, gerakan turun naiknya rongga
dada.
Nafas spontan (-) maka lakukan tindakan breahing support.
ETT, alat orofaringeal tube, dipakai untuk mengendalikan jalan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 172 / 423

nafas.
Penilaian nafas spontan atau tidak hanya dibutuhkan waktu 3 - 5
detik
Pemberian nafas buatan (breathing support)
Bila nafas spontan (-) segera beri ventilasi awal 2 kali dengan laju
inspirasi yang lambat (1,5-2 detik)
Teknik pemberian nafas buatan :
Mulut ke mulut atau mulut ke hidung (PO2 yang masuk ke
pasien hanya 16-17%)
Bag valve mask ke mulut atau ke hidung atau ETT dengan
volume bag 800 -1200cc
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 173 / 423

(PO2 100%)
Frekuensi 12 kali permenit

Pemberian sirkulasi buatan (Circulation support)


Setelah ventilasi awal 2 kali, langsung nilai sirkulasi darah
dengan cara meraba arteri carotis (5 - 10 detik)
Jika tidak teraba langsung berikan pijat jantung luar agar efektif
dalam kompresi jantung dan pasien dalam posisi datar dengan
alas yang keras (pakai papan resusitasi) tekniknya :
Dengan jari telunjuk dan jari
tengah penolong menelusuri tulang iga kanan/ kiri
sehingga bertemu dengan tulang ada (sternum)
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 174 / 423

Dari pertemuan tulang iga diukur 2


atau 3 jari diatas prosesus xiphoideus. Daerah tersebut
merupakan tempat untuk meletakkan tangan penolong
dalam memberikan bantuan sirkulasi
Letakkan kedua tangan dengan
posisi menumpuk satu telapak tangan di atas telapak
tangan lainnya, hindari jari-jari tangan menyentuh
dinding dada korban atau pasien, jari-jari tangan dapat
diluruskan atau menyilang
Dengan posisi badan tegak lurus,
penolong menekan dinding dada korban dengan tenaga
dari berat badannya secara teratur sebanyak 30 kali
dengan kedalaman penekanan berkisar antara 2-3 cm.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 175 / 423

Tekanan dada harus dilepaskan


keseluruhannya dan dada dibiarkan kembali
mengembang di posisi semula setiap kali melakukan
kompresi dada. Selang waktu yang dipergunakan untuk
melepaskan kompresi harus sama dengan pada saat
melakukan kompresi
Tangan tidak boleh lepas dari
permukaan dada dan atau merubah posisi tangan pada
saat melepaskan kompresi
Rasio bantuan sirkulasi dan
pemberian nafas adalah 30 : 2 dilakukan baik oleh satu
atau dua penolong
Frekuensi 100 x / menit
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 176 / 423

Gerakan kompresi harus beraturan,


berirama dan bukan disentak atau mendadak
Fase kompresi dan relaksasi harus
mempunyai jangka waktu yang sama, ini bertujuan
untuk menimbulkan pengisian dan pengosongan jantung
V. Unit Terkait secara optimal
Meraba denyut arteri karotis
setelah 5 siklus
Kompresi dada luar menghasilkan
aliran darah arteri karotis

IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 177 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 178 / 423

PENANGANAN MCI
(MYOCARD INFARC)
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 178 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 179 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan MCI (myocard infarc) yaitu suatu penyakit dimana
terjadinya nekrosis di bagian otot jantung oleh karena berkurangnya suplai
darah ke bagian otot tersebut yang disebabkan oklusi atau thrombosis arteri
coronaria sehingga menyebabkan angina akut atau syok kardiogenik yang
bila tidak segera ditolong akan menimbulkan kematian.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 180 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah dalam penanganan MCI (Myocard Infark)
dengan cepat tepat sehingga pasien dapat tertolong sesuai prosedur dan
sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Persiapan Alat :


1. Oksigen
2. Infus set
3. Cairan dekstosa 5% atau NaCl 0,9%
4. Obat - obat analgesik yang memiliki efek yang kuat untuk
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 181 / 423

menghilangkan nyeri (morfin atau pethidin)


5. EKG
6. Pemeriksaan laboratorium darah

V. Prosedur 1. Meringankan kerja jantung, mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri


dan mengatasi komplikasi (aritmia, payah jantung, syok kardiogenik)
meliputi :
Bila nyeri :
Morfin 5 -10mg SC tiap 30 menit, sampai dosis maksimum
60mg dan nyeri teratasi
Petidin 50-100mg IM, tetapi tidak boleh diberikan bila
frekuensi nafas <12x / menit.
IV line dengan dekstrosa 5 % atau NaCl 0,9 %
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 182 / 423

O2 4-6 L / menit
Nitrat seperti ISDN atau ISMN 5-10mg, sublingual atau
diberikan drips dalam cairan infus (tekanan darah sistolik
>100mmHg)
Clopi drogel 300mg oral atau aspirin 300mg oral
Istirahat fisik dan mental 2-3 minggu, bila perlu beri diazepam
5-10mg IV
Diet cukup sayur dan defekasi teratur, bila perlu beri laxantia
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 183 / 423

2. Bila terdapat komplikasi :


Bradikardia :
Sulfas atropin injeksi mg IM / IV tiap 15 menit (dosis
maksimal 2 mg)
Deksametason 10mg IM / IV sebagai tambahan Takikardia
Lidokain 50 mg IV

Ekstrasistol
Lidokain 50 mg IV diteruskan drips 2 mg / menit atau diulang
- jam.

Fibrilasi ventrikel
Gunakan DC Shock dan lanjutkan dengan resusitasi.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 184 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 185 / 423

PENANGANAN SUMBATAN JALAN NAFAS


OLEH KARENA BENDA ASING
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 185 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 186 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan sumbatan jalan nafas oleh karena benda asing yaitu
suatu tindakan mengeluarkan benda asing yang maasuk pada saluran nafas
bagian atas.

II. Tujuan Sebagai acuan untuk mengeluarkan benda asing yang menutupi saluran
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 187 / 423

pernafasan sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Tehnik Pukulan dan Hentakan :


Pada bayi dan anak kecil
Bayi dalam posisi terlungkup, kepala lebih rendah. Di atas
lengan bawah, topang dagu dan leher dengan lengan bawah
dan lutut penolong
Tangan yang lain melakukan pukulan punggung diantara
kedua tulang belikat secara hati-hati sebanyak 5 pukulan
Balikkan dan lakukan hentakan pada dada 5 kali
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 188 / 423

Pada Neonatus
Pengambilan benda asing dengan alat penghisap
Heimlich Manuver :
Penolong berada di posisi belakang penderita dengan tumpuan kaki
kanan penolong ditekuk ke depan menahan berat badan penderita
sedang kaki kiri menekuk ke belakang untuk menahan berat badan
penolong
Tangan kiri dan kanan penolong dimasukkan di bawah ketiak
penderita
Jari jari tangan kiri dikepalkan dengan jempol berada di samping
jari telunjuk
Jari jari tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri sebagai
tumpuan kepalan tangan kiri sehingga membentuk kepalan menjadi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 189 / 423

satu
Setelah itu kepalan tersebut ditempelkan di bawah prosesus
xypoideus yaitu di daerah epigastrum
Penolong memberi tekanan pada kepalan tersebut sampai dengan
benda asing keluar
Setelah benda asing keluar berikan oksigen
Abdominal thrust :
Melakukan hentakan pada ulu hati dengan posisi pasien terlentang.
Back blow:
Melakukan hentakan pada bagian punggung / diantara tulang
belikat pasien.
V. Unit Terkait IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 190 / 423

PENANGANAN
STROKE
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 190 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 191 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan pasien dengan stroke yaitu suatu gangguan defisit
neurologis yang terjadi tiba-tiba yang disebabkan oleh penurunan perfusi O 2
ke jaringan otak.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah penanganan stroke yang cepat dan benar di
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 192 / 423

Instalasi Gawat Darurat sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Pengenalan awal :


Waktu onset dan gejala
Pemeriksaan fisik dan neurologi
EKG
Laboratorium : urin, darah lengkap, waktu perdarahan dan
pembekuan
Pemeriksaan CT - Scan tanpa kontras
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 193 / 423

2. Penanganan stroke non hemoragik


Bed rest serta perawatan koma
Pemberian O2 2 - 4 L / menit
IV cairan isotonik / hipertonik
Injeksi Piracetam 3 gr / 8jam
Kesan emboli : aspirin 3 x 200mg
Hipertensi diturunkan sampai dengan diastolik 110 - 120 mmHg

3. Penanganan stroke hemoragik


Bed rest serta perawatan koma
Pemberian O2 2 - 4 L / menit
IV cairan isotonik / hipertonik
Transamin injeksi 1 ampul / 8 jam
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 194 / 423

Injeksi Piracetam 3 gr / 8jam

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Laboratorium
3. Radiologi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 195 / 423

PENANGANAN
KOMA HIPOGLIKEMIA
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 195 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 196 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan koma hipoglikemi yaitu suatu keadaan tidak sadar
akibat penurunan Kadar Gula Darah (KGD) < 60 mg % atau KGD < 80
mg / dl dengan gejala klinis

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah dalam penanganan pasien koma
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 197 / 423

hipoglikemi sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Berikan oksigen dan ventilasi


2. Periksa Kadar Gula Darah
3. Bila KGD < 60 mg / dl : intravena dekstrosa 10 % dan dekstrosa 40 %
bolus intravena untuk dewasa
4. Anak anak : IVFD 10 % 5 ml / kg BB bolus IV
5. Neonatus (bila KGD < 45 mg / kg BB intravena dekstrosa 10 % 2 ml /
kg BB) IV bolus pelan dalam 5 menit
6. Berikan intravena
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 198 / 423

7. Pasang kateter, NGT


8. Periksa laboratorium : urin, darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal dan
KGD
9. Berikan obat-obatan :
Glukagon HCl :
Dewasa : 1 - 2 mg IV / IM / SC setiap jam
Anak : > 20 kg : 1 mg (1u) secara IV / IM / SC
< 20 kg : 0,5 mg (0,5u) secara IV / IM / SC

Diazoxide (Hyperstat) :
Dewasa : 200 mg peroral / 4 jam atau
IV 300mg habis dalam jam
Anak : 3 - 8 mg / kg BB 8 -12 jam
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 199 / 423

10. Kirim ke ruang ICU apabila keadaan pasien kritis

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Laboratorium
3. ICU
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 200 / 423

PENANGANAN
KOMA HIPERGLIKEMIA
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 200 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 201 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan koma hiperglikemi yaitu suatu keadaan tidak sadar
dimana terjadi peningkatan KGD > 250mg / dl disertai ketonemia dan
asidemia (ketoacidosis diabetic) atau peningkatan KGD sampai dengan
800mg / dl disertai keadaan hiperosmolaritas tanpa ketonemia
(hiperosmolaritas non ketotik)
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 202 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah dalam penanganan pasien koma
hiperglikemi dengan cepat sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Evaluasi awal :


Anamnesa : riwayat penyakit terdahulu
Pemeriksaan fisik
Oksigen bila PO2 < 80 mmHg
Antibiotik yang adekuat
Heparin bila ada DIC atau hiperosmolar berat (380 milliosmol / L)
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 203 / 423

2. Berikan intravena NaCl 0,9 % 2 fls dalam 1/2 jam, kemudian 2 fls /
dalam 1 jam kemudian 1 fls / dalam 1 jam. Bila KGD < 200 mg / dl ganti
dekstrosa 5 %
3. Insulin bolus 180 mu / BB lanjut drip 90 mu / jam / kg BB (syringe
pump atau drip dalam NaCl 0,9 %).
4. Bila KGD < 200, kecepatan dikurangi 45 mu / jam / kg BB
5. Bila KGD stabil 200 300 mg / dl selama 12 jam dilakukan drip insulin
1 2 u / jam, sambil dilakukan sliding scale biasa setiap 6 jam. Setelah
sliding scale tiap 6 jam dapat diperhitungkan kebutuhan insulin sehari
6. 3 x sehari sebelum makan, bila pasien sudah makan
7. Bila sudah sadar beri kalium oral selama 1 minggu
8. Berikan potasium klorida 16 - 20 mq selama 1 jam sampai dengan
serum kalium 4,5 mq / L
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 204 / 423

9. Sodium bikarbonat 44 - 48 mq (1 - 2 ampul) IV 1 - 2 jam pada asidosis


berat
10. NGT, kateter
11. Pemeriksaan EKG dan foto thorax
12. Rawat di ruang ICU

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Laboratorium
3. ICU
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 205 / 423

PENANGANAN
KOMA HEPATIKUM
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 205 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 206 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan pasien dengan koma hepatikum yaitu koma yang
disebabkan suatu kelainan organ hati dimana terjadinya kegagalan fungsi
hati akibat berbagai penyakit (sirosis hepatis, hepatitis fulminan, karsinoma
hati) yang ditandai dengan adanya ikterus, nadi cepat dan kecil, pernafasan
berbau busuk dan mungkin dapat pula ditemukan tanda penyakit yang
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 207 / 423

menyebabkannya.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah bagi dokter dan perawat dalam mengenal
tanda tanda dari koma hepatikum secara dini dan memberikan tindakan
dengan benar dan tepat sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Persiapan Alat :


1. Tabung Oksigen
2. Infus set
3. NGT set
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 208 / 423

4. Kateter urine
5. Klisma set
6. Cairan infus yang dibutukan
7. Obat - obatan

V. Prosedur 1. Penderita dibaringkan di atas tempat tidur dekat dengan peralatan yang
dibutuhkan
2. Berikan oksigen
3. Pasang NGT
4. Pasang kateter urin
5. Pasang infus glukosa 10 %, darrow glukosa dan asam amino
6. Lakukan klisma / pembersihan feses dari anus dan obat neomisin 4 x
500mg / hari dan laktulosa (duphalac) 3 x 15 ml/ hari yang gunanya
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 209 / 423

untuk mencegah produksi amoniak oleh bakteri usus


7. Cari faktor penyebabnya dan atasi
8. Pemberian kortikosteroid hanya pada hepatitis fulminan
9. L - Dopa 3 x kapsul, 3 x 1 kapsul, 4 x 1 kapsul, terus dinaikkan
sampai penderita sadar

VI. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 210 / 423

PENANGANAN KOMA UREMIKUM

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 210 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 211 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan koma uremikum yaitu suatu kedaruratan medis
dengan keadaan penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara mendadak dan
ditandai dengan adanya peningkatan kadar ureum di dalam darah.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah bagi dokter dan perawat dalam mengenal
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 212 / 423

tanda tanda dari koma uremikum secara dini dan memberikan tindakan
dengan benar dan tepat sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Persiapan Alat :

1. Tabung oksigen
2. Satu set alat infus
3. Satu set alat pipa NGT
4. Satu set kateter urin
5. Spuit 3 cc
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 213 / 423

6. Obat - obat diuretik


7. Obat - obat antibiotik
8. Seperangkat dialisa

V. Prosedur 1. Baringkan pasien senyaman mungkin


2. Pasang oksigen
3. Pasang infus
4. Pasang NGT (bila pasien tidak sadar)
5. Pasang kateter urin sebagai kontrol volume urin
6. Ambil darah dengan spuit 3 cc lalu periksakan kadar ureum, kalium,
kreatinin dan fosfor (biasanya 4) bila nilainya meningkat), natrium,
kalsium (nilainya menurun), proteinuria, hematuri dan isotenuria ke
bagian laboratorium
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 214 / 423

7. Konsultasikan kepada dokter konsulen untuk penanganan selanjutnya


8. Rawat di ruang ICU

VI. Unit Terkait 1. IGD


2. Laboratorium
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 215 / 423

PENANGANAN KEGAWATAN
DI RUANG RAWAT INAP
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 215 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 216 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan kegawatan di ruang rawat inap yaitu kasus dimana
pasien yang rawat inap di ruangan mengalami kegawatan serta
membutuhkan perhatian khusus

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah bagi dokter dan perawat dalam
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 217 / 423

memberikan tindakan penanganan kegawatan di ruang rawat inap dengan


benar dan tepat sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Perawat melapor keadaan pasien kepada dokter jaga ruangan / ICU
2. Dokter jaga memerikasa keadaan pasien dan memberikan instruksi
kepada perawat tentang terapi / tindakan yang akan diberikan kepada
pasien
3. Hubungi dokter konsulen untuk penanggulangan selanjutnya
4. Mengisi rekam medis pasien
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 218 / 423

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Rekam Medik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 219 / 423

PENANGANAN PASIEN
MENINGGAL DI IGD

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 219 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 220 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara penanganan pasien meninggal di Instalasi Gawat Darurat yaitu
pasien yang masuk ke IGD yang masih dinyatakan hidup tetapi
keadaannya sudah gawat, setelah diberikan pertolongan resusitasi jantung
paru tidak berhasil dan akhirnya meninggal dunia di IGD.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 221 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan langkah langkah bagi dokter dan perawat dalam
memberikan tindakan penanganan pasien meninggal di Instalasi Gawat
Darurat sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Dokter IGD melakukan ppemeriksaan terhadap pasien


2. Dokter IGD langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru
terhadap pasien
3. Setelah menyatakan meninggal perawat mencabut semua alat - alat
yang terpasang dan dokter membuat berita kematian sekaligus
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 222 / 423

penyebab kematian dalam rekam medik


4. Petugas mencatat jam berapa pasien meninggal, dokter segera
memberitahukan keluarganya
5. Dokter / perawat IGD mencatat identitas lengkap, waktu dilakukan
tindakan resusitasi dan tindakan - tindakan lainnya dalam rekam medik
pasien
6. Petugas mengirimkan jenazah ke kamar mayat
7. Keluarga mengambil jenazah setelah menyelesaikan administrasi

V. Unit Terkait 1. Rekam Medik


2. IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 223 / 423

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 223 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 224 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Prosedur rujukan pasien gawat darurat ke rumah sakit lain atau
pengiriman pasien yang tidak mampu diatasi oleh Rumah Sakit
Grand Medistra Lubuk Pakam disebabkan kemampuan kapasitas
terbatas dimana kriteria pasien yang dirujuk yaitu tempat
perawatan Rumah sakit Grand Medistra penuh dan pasien yang
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 225 / 423

membutuhkan perawatan spesialisasi yang belum tersedia di RS.


Grand Medistra.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk merujuk pasien


ke rumah sakit lain dengan fasilitas dan kemampuan medis yang
belum dipunyai oleh RS. Grand Medistra Lubuk Pakam sesuai
dengan prosedur dan standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai


Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Petugas menangani pasien gawat darurat sampai layak transport
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 226 / 423

/ stabil
2. Dokter memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarganya
bahwa pasien perlu dirujuk ke rumah sakit lain karena
kemampuan dan fasilitas medis untuk kasus tersebut tidak ada
3. Dokter mengisi formulir pengantar pasien dengan menyebut
Diagnosa pasien
Nama, umur, jenis kelamin
Obat - obatan yang telah diberikan
Hasil pemeriksaan penunjang lain
4. Perawat melakukan koordinasi dengan ambulans bila
diperlukan

V. Unit Terkait 1. IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 227 / 423

2. Rekam Medik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 228 / 423

PENGGUNAAN ALAT
DAN OBAT LIFE SAVING
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 228 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 229 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Prosedur penggunaan alat life saving yaitu alat yang digunakan untuk
menyelamatkan dan mempertahankan kehidupan pada pasien yang dilakukan
oleh petugas IGD yang terampil dan sudah terlatih serta penggunaan obat
life saving yaitu obat yang digunakan untuk menyelamatkan dan
mempertahankan kehidupan pada pasien.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 230 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah bagi dokter dan perawat IGD
dalam penggunaan alat dan obat life saving sesuai prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai penggunaan
obat dan alat life saving di IGD RS. Grand Medistra sesuai dengan peraturan
yang berlaku

IV. Prosedur 1. Dokter jaga IGD bertanggungjawab dalam penggunaan alat dan obat life
saving
2. Perawat jaga IGD melaksanakan instruksi dokter jaga IGD dalam
penggunaan alat - alat dan obat life saving
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 231 / 423

3. Perawat yang bertugas di IGD setiap pergantian jadwal dinas harus


menyerahterimakan alat dan obat life saving pada dinas berikutnya.
4. Perawat yang bertugas di IGD harus selalu memeriksa kelengkapan alat
dan obat life saving
5. Untuk alat harus di cek kelengkapannya dan setiap alat life saving harus
dalam keadaan siap pakai.
6. Untuk obat - obatan life saving, stok harus berjumlah minimal 5 ampul,
setiap pemakaian harus langsung diganti dengan menggunakan resep dari
dokter dan diketahui oleh kepala IGD
7. Perawat IGD harus segera membersihkan alat setiap habis pakai.

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Instalasi Farmasi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 232 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 233 / 423

PEMBERIAN
OKSIGEN
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 233 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 234 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara pemberian oksigen (O2) yaitu pemberian O2 bag pasien yang
memerlukan atas perintah / advis dokter

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah pemberian oksigen (O2) bagi
pasien yang datang dalam keadaan gawat darurat dan memerlukan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 235 / 423

penanganan segera.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Persiapan Alat :


a. Tabung O2
b. Manometer untuk mengetahui isi O2 dalam tabung
c. Botol pelembab yang sudah diisi dengan aquadestilata sampai batas
yang ditentukan
d. Pengukur aliran, untuk mengetahui jumlah O2 yang diberikan
permenit
e. Pipa saluran O2 / corong kateter hidung
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 236 / 423

Pasien :
a. Pasien ditirahbaringkan sehingga memudahkan perawat IGD untuk
memberikan O2
b. Alat - alat ditempatkan dengan pasien

V. Prosedur 1. Mengatur dan menenangkan pasien


2. Isi tabung diperiksa dan dicoba
3. Memasang pipa O2 sesuai dengan instruksi dokter
4. Memsang masker O2 / selang hidung pada penderita
5. Awasi keadaan penderita, apakah sesaknya berkurang
6. Bila penderita tidak memerlukan O2 lagi, maka saluran ditutup
7. Mencatat :
Keadaan pasien sebelum dan sesudah pemberian O2
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 237 / 423

Waktu pemberian O2
Jumlah pemberian O2 / menit
Periksa denyut nadi, pernafasan dan tekanan darah
Nama perawat
8. Sikap :
Tunjukkan sikap yang baik dan peduli sehingga pasien merasa
nyaman
Berhati-hati
Peka terhadap respon penderita
Telitilah keadaan umum pasien
VI. Unit 1. IGD
terkait 2. Teknisi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 238 / 423

PEMASANGAN INFUS

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 238 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 239 / 423

Prosedur Ditetapkan Oleh,


Manajemen RS Grand Medistra
Tetap
Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Prosedur pemberian cairan infus yaitu dengan memasukkan cairan ke dalam
tubuh pasien melalui pembuluh darah demi pemulihan kesehatan dan terapi
pengobatan

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah bagi dokter dan perawat IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 240 / 423

dalam pemasangan infus sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

Alat :
IV. Persiapan Infus set, IV kateter ukuran sesuai kebutuhan
Cairan yang dibutuhkan
Kapas alkohol, betadin
Plester
Kasa steril
Gunting verban
Nierbekken
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 241 / 423

Standart infus
Spalk siap pakai bila perlu

1. Botol cairan yang digunakan digantung pada standart infus


V. Prosedur 2. Tutup btol cairan yang didesinfeksi dengan kapas alkohol sebelum
ditusuk ujung selang infus
3. Kran saluran infus dibuka cairan dialirkan sampai keluar ujung
infus sehingga udara tidak ada pada saluran infus keran saluran
ditutup kembali dengan tabung jangan sampai penuh
4. Lengan atas penderita dibendung dengan karet pembendung
5. Daerah permukaan kulit yang akan ditusuk didesinfektankan
jarum ditusuk ke pembuluh darah vena tampak darah di selang IV
kateter main drain IV kateter dicabut ujung abocath
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 242 / 423

dihubungkan dengan ujung saluran infus keran saluran infus


dibuka hitung banyaknya tetesan yang diperlukan dengan melihat
tabung tetesan
6. Daerah yang dipasang jarum infus diberi betadin dan ditutup kasa
steril serta difiksasi dengan plester bila perlu memakai spalk
7. Penderita diberitahu agar tidak banyak menggerakkan bagian
tubuhnya yang telah dipasang infus

IGD
VI. Unit Terkait
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 243 / 423

PEMASANGAN ETT
(ENDO TRACHEAL TUBE)

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 243 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 244 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara pemasangan Endo Traceal Tube (ETT) yaitu selang yang dipasang
melalui rongga mulut sampai dengan trakea

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah bagi dokter dan perawat IGD
dalam pemasangan ETT, sehingga menjamin terbukanya airway dan dapat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 245 / 423

mempertahankan jalan nafas sesuai prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Persiapan Alat :


1. Pipa endotrakeal dewasa 6,0 mm dan 8,0 mm
2. Pipa endotrakeal anak 3,5 mm dan 4,0 mm
3. Pegangan laringoskop
4. Daun laringoskop
5. Lampu laringoskop cadangan dan baterai cadangan
6. Pelumas pipa endotrakeal yang cocok
7. Stetoskop
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 246 / 423

V. Prosedur 1. Pastikan ventilasi yang adekuat dan oksigen tetap berjalan dan peralatan
penghisap berada pada tempat yang dekat
2. Kembangkan balon pipa endotrakeal untuk memastikan agar balon tidak
bocor kemudian kempiskan kembali
3. Sambungkan daun laringoskop pada pemegangnya dan periksa terangnya
lampu
4. Minta seorang pasien mempertahankan kepala dan leher dengan tangan,
leher penderita tidak boleh hiperekstensi atau hiperfleksi selama prosedur
ini
5. Pegang laringoskop dengan tangan kiri
6. Masukkan laringoskop pada bagian kanan mulut penderita dan geser
lidah ke sebelah kiri
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 247 / 423

7. Secara visual, identifikasi epiglotis kemudian pita suara


8. Dengan hati - hati masukkan pipa endotrakeal ke dalam trakea tanpa
menekan gigi atau jaringan - jaringan di mulut
9. Kembangkan balon dengan udara secukupnya agar tidak bocor dan
jangan berlebihan
10. Periksa penempatan pipa endotrakeal dengan cara memberi ventilasi
dengan bag valve tube
11. Secara visual pehatikan pengembangan dada dengan ventilasi
12. Auskultasi dada dan abdomen dengan stetoskop untuk memastikan letak
pipa
13. Amankan pipa dengan plester. Apabila penderita dipindahkan letak pipa
harus dinilai ulang.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 248 / 423

14. Apabila intubasi endotrakeal tidak bisa diselesaikan dalam beberapa


detik atau selama waktu yang diperlukan untuk menehan nafas sebelum
inhalasi hentikan percobaan intubasi, beri ventilasi dengan bag valve
mask kemudian coba lagi
15. Penempatan pipa harus diperiksa dengan teliti. Foto thorax berguna
untuk menilai letak pipa tetapi tidak dapat menyingkirkan intubasi
esofageal

VI. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 249 / 423

PEMASANGAN NGT
(NASO GASTRIC TUBE)
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 249 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 250 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Cara memasukkan selang dari hidung sampai ke lambung yang berfungsi
memasukkan makanan dan obat bagi pasien yang tidak dapat makan
melalui mulut, mengeluarkan cairan lambung serta dekompressi lambung
dan cooling spoeling
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 251 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan bagi perawat untuk membantu pasien makan dan minum
melalui pemasangan Naso Gastric Tube sesuai dengan prosedur dan sesuai
standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Persiapan Alat :


NGT sesuai dengan ukuran
Spuit 10 cc
Stetoskop
Penutup pipa lambung
Pinset anatomis dalam tempatnya bila perlu
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 252 / 423

Sarung tangan bersih


Kom berisi air bersih
Kantong penampung
Plester
Gunting
Tissue
Xylocain atau jelly
Nierbekken
Alat tulis dan catatan keperawatan

V. Prosedur 1. Persiapan pasien : menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang


tindakan yang akan dilakukan
2. Perawat membawa alat-alat dan diletakkan di samping tempat tidur
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 253 / 423

pasien
3. Perawat membantu merubah posisi tidur pasien yang nyaman
4. Perawat mencuci tangan
5. Perawat dengan memakai sarung tangan, mengukur panjangnya NGT
yaitu dari telinga bawah ke pangkal hidung lalu ke procecus xipoideus,
atau dari sisi teratas frontal, puncak hidung lalu ke procecus xipoideus,
selanjutnya memberi batas panjangnya NGT yang harus dimasukkan
6. Perawat mengolesi jelly pada NGT sepanjang 7,5 cm 10 cm
7. Dengan posisi kepala pasien ekstensi perawat memasukkan NGT ke
salah satu lubang hidung, bila NGT sudah masuk sampai dengan
orofaring, posisi kepala fleksi. Bila pasien batuk, berhenti memasukkan
NGT dan pasien dianjurkan tarik nafas dalam, setelah pasien rileks
lanjutkan memasukkan NGT sampai ke lambung
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 254 / 423

8. Perawat menguji apakah NGT sudah masuk ke lambung dengan


mengisap cairan lambung atau memasukkan udara 5 cc- 10 cc
dan didengar dengan stetoskop pada perut sebelah kanan atas, atau
bisa dengan mencelupkan ujung NGT ke dalam kom yang berisi air
bersih, bila tidak ada gelembung udara berarti NGT sudah tepat
masuk ke lambung
9. Perawat melakukan fiksasi NGT dengan plester, menutup NGT atau
menyambungkannya dengan kantong penampung sesuai instruksi,
merapikan pasien dan mengatur untuk posisi nyaman
10. Perawat membereskan alat - alat dan kembalikan pada tempatnya
serta mencuci tangan
11. Perawat mencatat tindakan yang dilakukan pada catatan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 255 / 423

keperawatan : waktu pemasangan, warna, jumlah dan bau cairan


lambung, reaksi pasien

I. Unit Terkait 1. IGD


2. ICU
3. OK
4. Ruang Rawat Inap
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 256 / 423

PEMASANGAN
KATETER URIN

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 256 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 257 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Pemasangan kateter urin adalah suatu cara memasukkan alat berbentuk
tabung pipa karet yang dimasukkan ke dalam kandung kemih untuk
mengeluarkan air kemih yang ditampung pada sebuah kantung.

II. Tujuan Sebagai acuan bagi dokter dan perawat IGD melakukan tindakan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 258 / 423

pemasangan kateter urin dengan baik yang berguna untuk mengosongkan


kandung kemih sesuai dengan prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Persiapan Alat :


1. Duk steril 1 buah
2. Duk berlubang steril 1 buah
3. Nierbekken steril 1 buah
4. Mangkok steril 1 buah
5. Folley kateter sesuai dengan ukuran
6. Urine bag
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 259 / 423

7. Sarung tangan steril 1 pasang


8. Kapas sublimat steril
9. Behtadine solution
10. Kerontang steril
11. Jelly
12. Perlak
13. Plester dan gunting
14. Aquadest steril 20 - 30 cc
15. Spuit 10 cc 1 set

V. Prosedur 1. Pasien dan keluarganya diberitahu tentang tindakan yang akan dilakukan
2. Alat - alat diletakkan di samping tempat tidur pasien
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 260 / 423

3. Posisi pasien diatur senyaman mungkin oleh perawat IGD


4. Perawat IGD mencuci tangan
5. Perawat IGD melepas pakaian bagian bawah pasien
6. Mengatur posisi pasien untuk pemasangan kateter :
- Wanita : dorsal recumbent
- Pria : supine
7. Set kateter diletakkan diantara kedua tungkai bawah pasien dengan jarak
45cm dari perineum pasien
8. Perawat IGD membuka set kateter
9. Perawat IGD memakai sarung tangan
10. Daerah meatus dibersihkan dengan kapas sublimat, caranya :
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 261 / 423

Wanita : buka labia dengan jari telunjuk dan ibu jari tangan
kiri, bersihkan labia luar terakhir bagian meatus dengan tangan
kanan, kapas hanya sekali pakai, bersihkan 3-4 kali dengan
bethadin solution
Pria : pegang daerah di bawah glen penis dengan ibu jari dan
telunjk, bersihkan dengan arah melingkar dari meatus keluar,
minimal 3-4 kali dengan betadin solution

11. Perawat membuka folley kateter, lumasi ujung kateter dengan jelly
12. Perawat memasukkan kateter secara perlahan-lahan
13. Bila saat kateter dimasukkan ada tahanan jangan dilanjutkan
14. Masukkan lagi kateternya sepanjang 2 cm sambil sedikit diputar sampai
tampak urin yang keluar
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 262 / 423

15. Balon kateter diisi aquabidest sebanyak 30 cc dengan menggunakan


spuit tanpa jarum
16. Kateter ditarik secara pelahan sampai ada tahanan balon
17. Fiksasi kateter dengan plester
18. Urine bag digantungkan lebih rendah dari vesica urinaria
19. Setelah merapikan alat - alat, perawat yang bertugas mencuci tangan dan
membawa pasien ke ruangan

VI. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 263 / 423

PENGGUNAAN NEBULIZER

RS Grand
Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 263 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 264 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Prosedur penggunaan nebulizer yaitu suatu tindakan yang dilakukan oleh
dokter dan perawat IGD terhadap pasien yang mengalami kesulitan bernafas
yang hebat oleh karena penyakit yang dideritanya.

II. Tujuan Sebagai acuan bagi dokter dan perawat IGD melakukan tindakan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 265 / 423

penggunaan nebulizer tepat, cepat sesuai dengan prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

Alat :
IV. Persiapan Satu set alat nebulizer :
Aerosol mikrogen
Selang pipa berukuran d = 0,5 cm
Selang penampungan obat ukuran, d = 5 cm
O2 mask

Obat obatan :
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 266 / 423

Ventolin 2,5 mg
Fixotide 0,5 mg
Berotec 0,1 %

V. Prosedur 1. Satu set alat nebulizer diletakkan dekat pasien


2. Posisi pasien diatur senyaman mungkin
3. Selang penampungan obat dibuka dan dimasukkan ke dalamnya obat
yang telah ditentukan
4. Lalu selang penampung obat ditutup dan bagian tasnya dihubungkan
dengan O2 mask serta bagian bawahnya dihubungkan ke selang pipa
5. Selang pipa dihubungkan ke alat aerosol mikrogen
6. Oksigen mask diletakkan menutupi mulut dan hidung pasien
7. Sebelumnya alat aerosol mikrogen telah dihubungkan ke vitting listrik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 267 / 423

8. Lalu tekan tombol on pada alat aerosol mikrogen


9. Selama 15-20 pasien disuruh menghirup uap yang ada di O 2 mask yang
merupakan obat hingga habis
10. Setelah pasien merasa nyaman, alat boleh dicabut dari tubuh pasien
11. Lalu pasien diantar ke ruangan observasi oleh perawat

VI. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 268 / 423

PENGGUNAAN
DC SHOCK
RS Grand
Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 268 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 269 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 270 / 423

I. Pengertian Prosedur penggunaan DC shock atau defibrilasi yaitu suatu tindakan


pengobatan menggunakan aliran listrik secara asinkron yang dilakukan pada
pasien yang fibrilasi ventrikel atau takikardi ventrikel serta secara kardioversi
adalah tindakan pengobatan dengan menggunakan aliran listrik secara sinkron

II. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah dalam penggunaan DC Shock sebagai
defibrilasi dan kardioversi sehingga dapat digunakan dengan tepat sesuai
prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Prosedur Defibrilasi :


1. Hidupkan defibrilasi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 271 / 423

PEMASANGAN BIDAI

RS Grand
Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 271 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 272 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara pemasangan bidai / spalk adalah suatu tindakan supaya bagian tubuh
pasien yang sakit / fraktur tidak dapat bergerak sehingga mengurangi rasa
sakitnya.

II. Tujuan Sebagai acuan bagi dokter dan perawat IGD melakukan tindakan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 273 / 423

pemasangan bidai sesuai dengan prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Persiapan alat :


- Papan kayu setebal 2 cm, panjang dan lebar disesuaikan dengan
kebutuhan
- Perban rol
- Kapas
- Gunting verban
- Plester
- Paku, gergaji, palu
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 274 / 423

2. Persiapan penderita :
- Penderita diberitahu tentang pemasangan bidai agar jaringan yang
rusak tidak bertambah dan rasa nyerinya berkurang
- Menyiapkan alat - alat dan dekatkan dengan penderita

3. Langkah - langkah tindakan :


- Atur posisi dan tenangkan penderita
- Pasang bidai pada daerah yang diperlukan
- Observasi keadaan penderita

V. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 275 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 276 / 423

PEMBERIAN ATS
(ANTI TETANUS SERUM)
RS Grand
Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 276 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 277 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Prosedur pemberian Anti Tetanus Serum (ATS) yaitu memasukkan cairan /
obat ATS ke dalam tubuh pasien melalui alat injeksi dengan tujuan
pencegahan dan terapi penyakit tetanus

II. Tujuan Sebagai acuan bagi dokter dan perawat IGD melakukan tindakan pemberian
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 278 / 423

ATS sesuai dengan prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Sebelum pemberian injeksi, terlebih dahulu ditanyakan kepada pasien
apakah pernah mendapat injeksi dan apabila sudah pernah, tanyakan lagi
kapan terakhir kali disuntik.
2. Setiap pemberian injeksi ATS, terlebih dahulu dites disuntikkan ke kulit
pasien yang disebut skin test
3. Bila hasil skin test negatif, maka ATS dapat diinjeksi secara intra
muskuler (otot), bila positif ATS dapat diganti dengan tetagam injeksi
4. Setelah pemberian ATS, perawat menulis pada catatan keperawatan serta
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 279 / 423

melakukan observasi terhadap pasien selama minimal 15 menit (pasien


baring)
5. Dokter / perawat wajib memberitahukan kepada pasien atau keluarganya
bahwa pasien telah mendapat ATS injeksi

V. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 280 / 423

PENANGANAN KASUS
KORBAN MASSAL

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 280 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 281 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 282 / 423

I. Pengertian Prosedur penanganan kasus korban massal adalah suatu kejadian yang
muncul secara tiba-tiba dan diluar dari kebiasaan jumlah pasien, dimana
jumlah korban lebih dari 10 orang yang disebabkan oleh bencana alam,
kerusuhan massal, keracunan, penyakit menular, kecelakaan lalu lintas dan
sebagainya.

II. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah dalam penanganan korban massal di
Instalasi Gawat darurat secara cepat dan tepat sesuai dengan prosedur dan
standar.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Identifikasi tempat / lokasi kejadian musibah, waktu kejadian dan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 283 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 284 / 423

PENANGANAN PASIEN DENGAN KECELAKAAN


RS Grand Medistra LALU LINTAS

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 284 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 285 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Prosedur penanganan pasien dengan kecelakaan lalu lintas yaitu penderita
yang sakit akibat ruda paksa atau kejadian lalu lintas

II. Tujuan Sebagai acuan bagi dokter dan perawat IGD melakukan penanganan pasien
dengan kecelakaan lalu - lintas sesuai dengan prosedur dan sesuai standar
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 286 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Pada saat mengangkat pasien, harus diterapkan prinsip-prinsip proteksi
tulang vertebra, terutama cervical. Dalam hal ini pasien dipindahkan
dengan metode in line position, menggunalakan long spine board dan
dipasangkan cervical collar.
2. Dokter IGD memeriksa pasien dan memberikan pertolongan sesuai
dengan triase pasien gawat darurat
3. Dalam memberikan pertolongan, selalu diperhatikan prinsip penanganan
emergensi ABC
4. Pasien yang tidak membutuhkan rawat inap setelah ditangani, diberi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 287 / 423

resep untuk berobat jalan


5. Pasien yang membutuhkan perawatan lanjut, dirujuk ke ruangan ICU /
Kamar Bedah untuk selanjutnya ditangani oleh dokter spesialis
6. Memanggil dan melapor pada satpam bahwa ada pasien dengan
kecelakaan dengan tujuan :
Satpam membantu penanganan pasien dengan pengemudi lawan
tabraknya / mencegah kegaduhan
Satpam meminta identitas penabrak
Petugas IGD dapat menginventaris barang - barang milik korban

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Satpam
3. Rekam Medik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 288 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 289 / 423

ORIENTASI DOKTER
JAGA BARU DI IGD
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 289 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 290 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara orientasi dokter jaga baru di IGD sebagai dokter yang ditugaskan di
bagian IGD berdasarkan Surat Keputusan Direktur Medis dan Keperawatan
RS. Grand Medistra untuk menjadi dokter jaga IGD, dilaksanakan selama 3
(tiga) bulan dengan bimbingan kepala IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 291 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah dalam kegiatan orientasi bagi
dokter jaga baru di IGD

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Hari pertama dokter jaga baru melapor kepada kepala IGD dengan
membawa surat tugas keputusan orientasi dari Direktur Medis dan
Keperawatan
2. Kepala IGD membimbing dokter jaga baru tersebut
3. Kepala IGD menerima dan mengenalkan kepada seluruf staf IGD
4. Mempelajari visi, misi falsafah dan tujuan IGD
5. Mempelajari struktur organisasi IGD, fasilitas dan prosedur serta
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 292 / 423

peraturan lainnya
6. Melaksanakan tugas jaga sesuai daftar jaga yang telah disusun
7. Mempelajari dan melaksanakan prosedur dan standar terapi rumah sakit
tentang kegawatdaruratan
8. Mengisi absensi dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan bidangnya
9. Setelah 3 bulan orientasi kepala IGD mengevaluasi Dokter Jaga tersebut
10. Setelah selesai orientasi melaporkan diri kepada Direktur Medis untuk
selanjutnya dibuatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Personalia
3. Direktur Medis dan Keperawatan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 293 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 294 / 423

ORIENTASI PERAWAT
RS Grand Medistra
JAGA BARU DI IGD

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 294 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 295 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara orientasi perawat jaga baru di IGD sebagai perawat yang akan
ditugaskan di bagian IGD berdasarkan Surat Keputusan Orientasi Direktur
Medis dan Keperawatan RS.Grand Medistra untuk menjadi perawat jaga
akan ditempatkan di IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 296 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah dalam kegiatan orientasi bagi
perawat jaga baru di IGD agar mampu melaksanakan pelayanan dengan
terampil sesuai dengan prosedur dan sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Perawat jaga baru yang baru melaporkan diri kepada Kepala IGD
dengan membawa surat keputusan orientasi dari Direktur Medis dan
Keperawatan
2. Kepala IGD menginstruksikan kepada Kepala Seksi Keperawatan IGD
untuk membimbing perawat jaga yang orientasi
3. Mengenalkan dengan seluruh staf dan tenaga IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 297 / 423

4. Mempelajari visi, misi, falsafah dan tujuan IGD


5. Mempelajari struktur organisasi IGD, fasilitas, prosedur tetap dan
peraturan - peraturan lainnya.
6. Mampu melaksanakan kegiatan di IGD meliputi :
Pengetahuan dasar keperawatana
Mempunyai pengetahuan tentang BHD (Bantuan Hidup Dasar)
Mengenal sistem pernafasan
Resusitasi
Sistem vaskuler
Sistem saraf
Imunologi
7. Setelah 3 bulan orientasi, kepala IGD mengevaluasi perawat jaga baru
tersebut
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 298 / 423

8. Setelah selesai orientasi, perawat tersebut melaporkan diri ke Direktur


Medis dan Keperawatan untuk selanjutnya dibuatkan Surat Keputusan
(SK) pengangkatan

V. Unit Terkait IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 299 / 423

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI


IGD SECARA MENYELURUH

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 299 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 300 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Prosedur pelatihan dan pengembangan pegawai IGD secara menyeluruh atau
suatu program peningkatan keterampilan dan pengetahuan bagi petugas IGD
yang dilakukan secara berkala dan rutin.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah dalam kegiatan pelatihan dan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 301 / 423

pengembangan bagi pegawai di IGD sesuai dengan prosedur dan sesuai


standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Kepala IGD menyusun program pelatihan dan pengembangan IGD
bersama seluruh staf
2. Daftar rencana pelatihan tersebut diajukan kepada bagian Diklat
3. Diklat membuat kalender kegiatan pelatihan dan mengajukannya kepada
direktur rumah sakit
4. Direktur Rumah Sakit menyeleksi pelatihan yang diperlukan dan
menginstruksikan kepada Diklat untuk merealisasikan program tersebut.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 302 / 423

V. Unit Terkait 1. Direktur Rumah Sakit


2. Kepala IGD
3. Diklat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 303 / 423

PELATIHAN PENANGULANGAN
PASIEN GAWAT DARURAT
UNTUK MASYARAKAT
RS Grand
Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 303 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 304 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Pelatihan penanggulangan pasien gawat darurat untuk masyarakat sebagai
suatu program kegiatan yang dilaksanakan tim Diklat Rumah Sakit Grand
Medistra berupa pelatihan bagi masyarakat di dalam penanggulangan pasien
gawat darurat.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 305 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk melaksanakan kegiatan
pelatihan bagi masyarakat mengenai penanggulangan pasien gawat darurat
supaya mengenalnya sedini mungkin.

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Kepala IGD mengajukan usul pelatihan kepada tim Diklat Rumah Sakit
2. Tim Diklat membuat kerangka acuan dan POA (Plan Of Action)
pelatihan lalu diajukan kepada Direktur Rumah Sakit Grand Medistra.
3. Setelah mendapat persetujuan dari Direktur RS. Grand Medistra, tim
Diklat membentuk panitia penyelenggara pelatihan
4. Direktur memberi tugas pada tim Diklat supaya menyusun program
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 306 / 423

pelatihan
5. Biaya pelatihan ditangung dari Rumah Sakit
6. Tim Diklat mengiriman berkas pelatihan kepada keluarga pasien,
instalasi dan lembaga swadaya masyarakat
7. Keluarga pasien / lembaga yang akan mengikuti pelatihan diwajibakan
mengirim daftar nama peserta paling lambat 1 minggu sebelum pelatihan
dilaksanakan
8. Tim Diklat membuat permohonan bantuan kepada tenaga pengajar untuk
memberikan pelatihan sesuai dengan materi yang telah ditentukan oleh
panitia pelatihan
9. Bagi peserta akan diberikan sertifikat sebagai tanda mengikuti pelatihan
penanggulangan pasien gawat darurat.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 307 / 423

V. Unit 1. Direktur Rumah Sakit Grand Medistra


Terkait 2. Kepala IGD
3. Diklat RS Grand Medistra
4. Masyarakat, lembaga dan organisasi yang terkait
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 308 / 423

INFORMED CONSENT
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 308 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 309 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Permintaan persetujuan tindakan medis atas pasien setelah petugas medis
memberikan informasi atas penyakit pasien, tindakan medis, patofisiologi
penyakit, prosedur tindakan medis yang akan dilakukan dan prognosa pasien.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk melakukan informed
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 310 / 423

consent di IGD Rumah Sakit Grand Medistra


Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
III. Kebijakan Instalasi Gawat Darurat

1. Sebelum tindakan tertentu dilakukan petugas medis atau dokter harus


IV. Prosedur memberi penerangan kepada pasien atau keluarganya, tujuan dari
tindakan ini serta akibatnya kalau tidak dilakukan tindakan
2. Jika menyetujui keluarga menandatangani Surat Persetujuan yang
ditandatangani oleh dokter jaga / perawat yang bersangkutan
3. Jika menolak maka pasien atau keluarga menandatangani surat
pernyataan menolak tindak pertolongan pada formulir penolakan atau
status penderita.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 311 / 423

IGD
V. Unit Terkait
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 312 / 423

PROSEDUR PEMELIHARAAN
ALAT ALAT DI IGD
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 312 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 313 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara prosedur pemeliharaan alat alat di IGD yaitu kegiatan yang
dilakukan untuk pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan yang ada di IGD,
yang dilakukan secara berkala

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk melaksanakan


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 314 / 423

pemeliharaan alat alat di Instalasi Gawat Darurat sesuai prosedur dan


sesuai standar

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan
Penggunaan Obat dan Alat Life Saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Untuk pemeliharaan alat alat di IGD dilakukan langkah langkah sebagai
berikut :

1. Dibuat suatu daftar peralatan yang berada di IGD dan selalu


digunakan setiap saat di Instalasi Gawat Darurat
2. Dalam pemeliharaan dan alat alat IGD bekerjasama dengan bagian
teknisi, dimana bagian teknisi sudah membuat jadwal pemeriksaan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 315 / 423

dan pemeliharaan peralatan secara berkala.


3. Jika ada alat alat yang rusak, maka Kepala Seksi IGD membuat
laporan secara tertulis dan diketahui oleh Kepala IGD untuk
disampaikan ke bagian teknisi untuk diperbaiki
4. Bagian teknisi memeriksa alat yang rusak, kemudian memperbaiki
atau mengganti alat yang rusak sesuai kebutuhannya.

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Teknisi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 316 / 423

PELATIHAN PENANGGULANGAN PASIEN


GAWAT DARURAT BAGI PEGAWAI RUMAH
SAKIT
DAN MASYARAKAT
RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 316 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 317 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Pelatihan penanggulangan pasien gawat darurat bagi pegawai rumah sakit
dan masyarakat adalah suatu program untuk meningkatkan keterampilan
dalam bidang gawat darurat yang sewaktu waktu timbul dan memerlukan
pertolongan dengan segera sebelum ke rumah sakit
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 318 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk melaksanakan kegiatan
pelatihan bagi pegawai rumah sakit dan masyarakat, mengenai
penanggulangan pasien gawat darurat supaya mengenalinya sedini mungkin
dan sesuai prosedur

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Kepala IGD bekerjasama dengan bagian Diklat dengan rumah sakit
mengajukan program pelatihan kepada Direktur Medis & Keperawatan
2. Setelah mendapat persetujuan dari Direktur Medis dan Keperawatan
maka dibentuk tim untuk melaksanakan program tersebut.
3. Pencatatan pegawai Rumah Sakit Grand Medistra, masyarakat setempat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 319 / 423

dan para karyawan / karyawati perusahaan sekitar Rumah Sakit yang


akan mengikuti pelatihan
4. Pengadaan perizinan dan lokasi pelatihan peningkatan keteampilan
penanggulangan gawat darurat
5. Memerikan pelatihan bagi pegawai Rumah Sakit dan masyarakat dengan
narasumber yang kompeten di bidangnya
6. Melakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan secara berkala.

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Diklat Rumah Sakit
3. Direktur Medis & Keperawatan
4. Pegawai Rumah Sakit dan Masyarakat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 320 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 321 / 423

HUBUNGAN / KOORDINASI KERJA ANTARA IGD


DENGAN RADIOLOGI

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 321 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 322 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan koordinasi / hubungan kerja antara Instalasi Gawat
Darurat dengan Instalasi Radiologi dalam hal penanganan pasien rawat jalan
maupun rawat inap.

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pelaksanaan hubungan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 323 / 423

kerja antara IGD dengan Intalasi Radiologi

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur - Bila pasien IGD memerlukan secara Cito (segera) maka petugas IGD
menghubungi petugas radiologi untuk mempersiapkan alat pemeriksaan
- Sebelum pasien diantar ke radiologi, kondisi pasien tersebut harus dalam
keadaan stabil.
- Foto hasil pemeriksaan diantar ke IGD untuk dilihat oleh dokter IGD
untuk menegakkan diagnosa sehingga pemberian pengobatan / tindakan
dapat dilakukan dengan cepat dan tepat
- Pasien IGD yang tidak memerlukan pemeriksaan Cito (segera), setelah
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 324 / 423

selesai dilaksanakan pemeriksaan maka foto hasil pemeriksaan


dibacakan ke dokter spesialis radiologi dan hasilnya diserahkan ke
petugas IGD (berobat jalan) dan keruangan dimana pasien dirawat
dengan menggunakan expedisi.

V. Unit Terkait 1. Instalasi Radiologi


2. Ruang Rawat Inap
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 325 / 423

HUBUNGAN KERJA ANTARA IGD DENGAN


LABORATORIUM

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 325 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 326 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan hubungan kerja antara Instalasi Gawat Darurat dengan
Laboratorium dalam hal penanganan pasien IGD

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pelaksanaan hubungan
kerja antara IGD dengan Laboratorium
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 327 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur - Bila pasien IGD memerlukan pemeriksaan Laboratorium secara Cito
(segera) maka petugas IGD menghubungi petugas laboratorium
- Petugas Laboratorium segera menuju ke IGD untuk melakukan
pengambilan sample / spesimen dengan permintaan dokter IGD dan
hasilnya segera dilaporkan ke dokter IGD
- Bila pasien IGD yang tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium yang
sifatnya segera, maka petugas IGD menghubungi petugas laboratorium
untuk mengambil sample berupa darah, urine, tinja serta cairan tubuh
lainnya di ruangan tempat pasien dirawat
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 328 / 423

- Petugas laboratorium memproses hasil, lalu mengkonsulkan kedokter


penanggungjawab laboratorium dan menyerahkannya kepad perawat
ruangan / rawat inap.

V. Unit Terkait - Laboratorium


- Rawat Inap
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 329 / 423

HUBUNGAN KERJA ANTARA IGD DENGAN


INSTALASI GIZI

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 329 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 330 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan hubungan kerja antara Instalasi Gawat Darurat dengan
Instalasi Gizi dalam hal penanganan pasien IGD

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pelaksanaan hubungan
kerja antara IGD dengan Instalasi Gizi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 331 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur - Setelah pasien IGD ditangani dan memerlukan perawatan di ruang rawat
inap / ICU, maka petugas IGD menghubungi petuggas gizi untuk
memesan diet pasien sesuai dengan instruksi dokter IGD / konsulen
- Petugas gizi mencatat indentitas ruangan dan jenis makanan serta
mempersiapkan diet makanan yang dibutuhkan pasien
- Petugas gizi mengantar diet pasien keruang rawat inap / ICU dimana
pasien dirawat
- Pasien masuk diatas jam 21.00 diet pasien dipesan perawat oleh perawat
ruangan.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 332 / 423

V. Unit Terkait 1. Instalasi Gizi


2. Ruang Rawat Inap
3. ICU
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 333 / 423

HUBUNGAN KERJA ANTARA IGD DENGAN


RUANG RAWAT INAP

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 333 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 334 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan hubungan kerja antara Instalasi Gawat Darurat dengan
ruang rawat inap dalam hal penanganan pasien IGD

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pelaksanaan hubungan
kerja antara IGD dengan ruang rawat inap
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 335 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur - Pasien IGD yang telah mendapat pertolongan pertama dan telah stabil,
serta memerlukan perawatan di ruangan rawat inap, maka petugas IGD
menghubungi resepsionis untuk memesan ruangan sesuai permintaan
pasien/keluarga
- Perawat ruangan mempersiapkan ruangan dan setelah selesai
melaporkannya kepada resepsionis
- Petugas resepsionis menghubungi petugas IGD bahwa ruangan sudah
selesai
- Petugas IGD mengatur pasien beserta status pasien dan diserahterimakan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 336 / 423

kepada perawat ruangan.

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Ruang rawat inap
3. Resepsionis
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 337 / 423

HUBUNGAN KERJA ANTARA IGD DENGAN


BAGIAN TEKNISI

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 337 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 338 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan hubungan kerja antara Instalasi Gawat Darurat dengan
bagian Teknisi dalam hal pemeliharaan dan dan perbaikan alat alat di IGD

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pelaksanaan hubungan
kerja antara IGD dengan teknisi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 339 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur - Dalam pemeliharaan alat alat IGD bekerjasama dengan bagian Teknisi
dalam hal pembuatan jadwal pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan di
IGD secara berkala
- Jika ada alat alat yang rusak, maka Kepala Seksi IGD untuk
disampaikan ke bagian Teknisi untuk diperbaiki
- Bagian Teknisi memeriksa alat yang rusak, kemudian memperbaiki atau
mengganti alat yang rusak sesuai kebutuhannya
- Jika teknisi tidak dapat memperbaiki peralatan yang rusak, maka
dihubungi petugas / teknisi dari luar untuk memperbaikinya
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 340 / 423

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Teknisi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 341 / 423

HUBUNGAN KERJA ANTARA IGD DENGAN


INSTALASI PELAYANAN INTENSIF (ICU)

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 341 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 342 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan hubungan kerja antara Instalasi Gawat Darurat dengan
Instalasi Pelayanan Intensif (ICU) dalam hal penanganan pasien IGD

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pelaksanaan hubungan
kerja antara IGD dengan ICU
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 343 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur - Jika ada pasien IGD yang perlu dirawat di ICU maka petugas IGD
menghubungi petugas ICU untuk mempersiapkan tempat. Petugas IGD
berkoordinasi dengan petugas Resepsionist tentang rencana pasien
masuk ICU
- Perawat ICU menghubungi IGD jika ruangan sudah siap
- Setelah pasien stabil dan semua alat alat bantuan medis sudah
terpasang, maka perawat IGD mengantarkan pasien ke ruangan ICU.
Pasien akan diterima oleh dokter jaga ICU dan perawat ICU yang
bertugas
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 344 / 423

- Perawat IGD melakukan serah terima pasien dengan perawat ICU


mengenai diagnosa dan kondisi pasien, dokter yang merawat dan
tindakan yang sudah dan akan dilakukan pada pasien

V. Unit Terkait 1. IGD


2. ICU
3. Recepsionist
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 345 / 423

HUBUNGAN KERJA ANTARA IGD DENGAN


KAMAR BERSALIN (VK)

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 345 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 346 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan hubungan kerja antara Instalasi Gawat Darurat dengan
Kamar Besalin / VK dalam hal penanganan pasien

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pelaksanaan hubungan
kerja antara IGD dengan VK
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 347 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur - Pasien IGD yang membutuhkan pelayanan bidang obgyn dilakukan
pemeriksaan oleh dokter IGD dan dilakukan stabilisasi terlebih dahulu
- Perawat IGD menghubungi petugas VK dan mengantar pasien ke VK
serta melakukan serah terima
- Keluarga pasien dianjurkan untuk mendaftarkan ke resepsionist dan
petugas resepsionist mengantarkan status / bukti kunjungan pasien ke
ruangan VK

V. Unit Terkait 1. IGD


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 348 / 423

2. VK
3. Recepsionist
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 349 / 423

HUBUNGAN KERJA ANTARA IGD DENGAN


KAMAR OPERASI (OK)

RS Grand
Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 349 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 350 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan hubungan kerja antara Instalasi Gawat Darurat dengan
Kamar Operasi (OK) dalam hal penanganan pasien IGD

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pelaksanaan hubungan
kerja antara IGD dengan Kamar Operasi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 351 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur - Jika pasien IGD membutuhkan tindakan segera dikamar operasi, maka
perawat IGD menghubungi perawat kamar operasi mengenai diagnosa
dan tindakan yang akan dilakukan, serta dokter yang merawat keluarga
pasien disuruh mendaftarkan ke resepsionist
- Perawat IGD menjelaskan kepada pasien dan keluarganya tentang
tindakan yang akan dilakukan serta mengisi informed consent
- Setelah pasien dalam keadaan stabil, perawat IGD mengantarkan pasien
ke kamar operasi dan melakukan serah teriima dengan perawat kamar
operasi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 352 / 423

V. Unit 1. IGD
Terkait 2. Kamar Operasi
3. Recepsionist
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 353 / 423

HUBUNGAN KERJA ANTARA IGD DENGAN


INSTALASI FARMASI

RS Grand
Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 353 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 354 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara melakukan hubungan kerja antara Instalasi Gawat Darurat dengan
Instalasi Farmasi dalam hal penyediaan obat obatan pada pasien IGD

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pelaksanaan hubungan
kerja antara IGD dengan Instalasi Farmasi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 355 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur KONSINYASI OBAT


- Obat dan alat yang bersifat life saving disediakan oleh Instalasi Farmasi
di IGD dengan cara konsinyasi
- Obat dan alat yang dibutuhkan dipakai langsung, kemudian diresepkan
oleh dokter IGD dan langsung diganti oleh Instalasi Farmasi
- Petugas Farmasi melakukan pengecekan secara berkala terhadap
kelengkapan konsinyasi termasuk masa berlaku obat dan alat live saving
PERESEPAN OBAT
- Resep ditulis oleh dokter IGD dan diinput oleh perawat IGD ke PMO
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 356 / 423

- Resep untuk obat oral diresep untuk 3 hari, injeksi dan cairan infus
diresep untuk 1 hari
- Resep diberikan ke Instalasi Farmasi dan oleh petugas farmasi obat
tersebut diracik dan diberikan kepada pasien jika berobat jalan dan pasien
yang diopname diberikan ke ruangan dimana pasien dirawat

V. Unit 1. IGD
Terkait 2. Instalasi Farmasi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 357 / 423

SISTEM KOMUNIKASI DI IGD

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 357 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 358 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra

Tetap Tanggal Terbit:


14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Sistem komunikasi yaitu tata cara komunikasi di IGD untuk menjamin
kelancaran hubungan antara Instalasi Gawat Darurat dengan unit lain di
dalam dan di luar Rumah Sakit yang terkait, Rumah Sakit dan sarana
kesehatan kerja lainnya, pelayanan ambulans, konsulen di IGD serta unit
pemadam kebakaran
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 359 / 423

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk pelaksanakan sistem
komunikasi di IGD

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai Pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Setiap petugas IGD dalam melaksanakan komunikasi dengan unit didalam
dan diluar rumah sakit, agar menggunakan sarana komunikasi yang ada di
IGD
Cara pengiriman berita
1. Sebelum menelepon agar menyiapkan berita yang akan
disampaikan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 360 / 423

2. Petugas IGD terlebih dahulu mencatat nomor telepon yang akan


dihubungi
3. Petugas menghubungi nomor telepon yang dituju. Bila petugas
mendengar nada panggilan tiga kali belum diangkat, ditunggu
sebentar dan dicoba kembali
4. Bila telepon tersambung ucapkan salam (selamat pagi, sore,
malam) dan sebutkan nama bagian dan identitas untuk memulai
penyampaikan pesan. Petugas bicara jelas dan seperlunya
5. Catat pesan secara ringkas dan jelas
6. Ucapkan terimakasih dalam menutup pembicaraan
Cara menerima berita :
1. Petugas mengucapkan salam dan nama bagian untuk mengawali
pembicaraan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 361 / 423

2. Petugas mendengarkan isi pembicaraan dengan baik dan bila


perlu catat pesan dengan jelas dari dan untuk siapa
3. Ucapkan terima kasih pada akhir pembicaraan

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Unit lain didalam dan diluar rumah sakit
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 362 / 423

SARANA KOMUNIKASI DI IGD


RS Grand
Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 362 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 363 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I Pengertian Sarana komunikasi yaitu alat yang digunakan di IGD untuk melakukan
komunikasi internal dan eksternal rumah sakit, serta sarana kesehatan lainnya
yang terkait.

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam hal sarana komunikasi di


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 364 / 423

IGD

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Sarana komunikasi di IGD :


1. Telepon
IGD mempunyai telepon internal dan eksternal Rumah Sakit. Hubungan
keluar Instansi Gawat Darurat dapat langsung, tanpa melalui operator.
- Jika petugas IGD hendak menghubungi unit lain di dalam Rumah
Sakit, maka petugas terlebih dahulu memencet nomor ekstension yang
dituju, tunggu sebentar, setelah terdengar suara jawaban maka
sampaikan pesan dengan singkat dan jelas. Serta jangan lupa sebutkan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 365 / 423

identitas diri dan bagian.


- Jika petugas IGD hendak melakukan komunikasi dengan unit lain di
luar Rumah Sakit, petugas memencet nomor yang dituju, setelah
terdengar nada panggil, tunggu sebentar, setelah tersambung sebutkan
identitas diri dan bagian, sampaikan pesan dengan singkat dan jelas.
- Sarana komunikasi untuk ambulans gawat darurat
- Supir ambulans diberi HT (Handy Talky) dan 1 unit HT ditempatkan di
IGD untuk mempermudah petugas IGD menghubungi ambulans dan
sebaliknya.

V. Unit - Ambulans Gawat Darurat


Terkait - IGD
- Unit lain didalam dan diluar rumah sakit
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 366 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 367 / 423

SARANA KOMUNIKASI DI IGD

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 367 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 368 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I Pengertian Sarana komunikasi yaitu alat yang digunakan di IGD untuk melakukan
komunikasi internal dan eksternal rumah sakit, serta sarana kesehatan
lainnya yang terkait.

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam hal sarana komunikasi di


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 369 / 423

IGD

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur Sarana komunikasi di IGD :


1. Telepon
IGD mempunyai telepon internal dan eksternal Rumah Sakit. Hubungan
keluar Instansi Gawat Darurat dapat langsung, tanpa melalui operator.
- Jika petugas IGD hendak menghubungi unit lain di dalam Rumah
Sakit, maka petugas terlebih dahulu memencet nomor ekstension
yang dituju, tunggu sebentar, setelah terdengar suara jawaban maka
sampaikan pesan dengan singkat dan jelas. Serta jangan lupa
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 370 / 423

sebutkan identitas diri dan bagian.


- Jika petugas IGD hendak melakukan komunikasi dengan unit lain di
luar Rumah Sakit, petugas memencet nomor yang dituju, setelah
terdengar nada panggil, tunggu sebentar, setelah tersambung
sebutkan identitas diri dan bagian, sampaikan pesan dengan singkat
dan jelas.
- Sarana komunikasi untuk ambulans gawat darurat
- Supir ambulans diberi HT (Handy Talky) dan 1 unit HT ditempatkan
di IGD untuk mempermudah petugas IGD menghubungi ambulans
dan sebaliknya.

V. Unit Terkait - Ambulans Gawat Darurat


- IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 371 / 423

- Unit lain didalam dan diluar rumah sakit


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 372 / 423

PEMBERIAN EPINEFRIN
RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 372 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 373 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I Pengertian Prosedur pemberian Epinefrin yaitu memasukkan obat ke tubuh pasien
melalui alat injeksi dengan tujuan pencegahan dan terapi henti jantung

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah bagi dokter dan perawat IGD
melakukan tindakan pemberian Epinefrin
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 374 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai penggunaan
obat dan alat life saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Untuk henti jantung : 1 mg IV/ I0 (Intra Osscus) 1 ampul, dapat diulang
setiap 3-5 menit
2. Pada pasien dengan bradicardia simptomatik = 0,5 0,5 ug/kg/menit per
infusion
3. Pada pasien dengan anafilaksis shock, serangan asma berat = 0,1 0,5
ml epinefrin subkutan, boleh diulang tiap 20-30 menit (maksimal 5 mg)

V. Unit Terkait 1. Farmasi


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 375 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 376 / 423

PEMBERIAN SULFAS ATROPINE

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 376 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 377 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 378 / 423

I Pengertian Prosedur pemberian Sulfas Atropine (SA) yaitu memasukkan obat ke tubuh
pasien melalui alat injeksi dengan tujuan pencegahan dan terapi henti
jantung, memberi efek anti kolinergik pada pasien dengan keracunan
organofosfat

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah bagi dokter dan perawat IGD
melakukan tindakan pemberian SA (Sulfas Atropine)

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai penggunaan
obat dan alat life saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Untuk henti jantung = 1 mg IV/ I0 (Intra Osscus) dapat diberikan
setiap 3-5 menit, maksimal 3 kali dosis
2. Untuk bradicardia simptomatik = 0,5 mg IV (2 ampul) diberikan setiap

0,5 mg/30menit Pasien


Atau 1 jam atau 2
jam
2Atau
Sampai
Dosis
mg/10menit
4Sadar
jam 4 mgT./ 10
Sadar
menit
AtropinisasiOff)
pemeliharaan
(Tappering Sampai Sadar
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 379 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 380 / 423

PEMBERIAN DIAZEPAM

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 380 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 381 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I Pengertian Prosedur pemberian diazepam yaitu memasukkan obat ke tubuh pasien
melalui alat injeksi atau perektal dengan tujuan pencegahan dan terapi
kejang, maupun sedasi pre intubasi atau kardioversi

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah bagi dokter dan perawat IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 382 / 423

melakukan tindakan pemberian diazepam

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai penggunaan
obat dan alat life saving di IGD

IV. Prosedur 1. Diazepam menimbulkan efek pelemas otot (muscle relaxing effect) pada
saat kejang
2. Diazepam juga di indikasikan untuk sedasi pre intubasi atau kardioversi
3. Onset 2 menit, durasi + 15-30 menit
4. Dosis Diazepam rektal BB > 10 kg = 10 mg
BB < 10 kg = 5 mg
Diazepam injeksi = 0,3-0,5 mg / kg BB, dengan kecepatan 0,5 1 mg / min
(3-5 min). Pemberian Diazepam dapat diulang hingga tiga kali pemberian
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 383 / 423

V. Unit Terkait Farmasi


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 384 / 423

PEMBERIAN FUROSEMID

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 384 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 385 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I Pengertian Prosedur pemberian Furosemid yaitu memasukkan obat ke tubuh pasien
melalui alat injeksi dengan tujuan sebagai diuretik kuat pada edema paru
akut karena gagal jantung

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah bagi dokter dan perawat IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 386 / 423

melakukan tindakan pemberian Furosemid

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai penggunaan
obat dan alat life saving di IGD

IV. Prosedur 1. Furosemid di indikasikan sebagai diuretik kuat pada edema paru akut
karena gagal jantung
2. Dosis : 20-80 mg IV bolus, dapat diulang 1-2 menit kemudian dosis
dapat dinaikkan 20 mg dari dosis sebelumnya sesuai klinis. Dapat
dilanjutkan dengan dosis maintenance (Per syring pump) 0,1 0,4 mg /
kg / jam
3. Hati hati pemberian Furosemid pada pasien hipotensi, gangguan
elektrolit terutama waspada pada mereka yang sedang mendapat terapi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 387 / 423

dengan digoxin dalam keadaan hipokalemia dapat meningkatkan risiko


intoksikasi digoxin

V. Unit Terkait Farmasi


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 388 / 423

PEMBERIAN MgSO4

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 388 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 389 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I Pengertian Prosedur MgSO4 yaitu memasukkan obat ke tubuh pasien melalui alat
injeksi dengan tujuan pencegahan dan terapi kejang pada pre eklampsia dan
eklamsia, pada kasus aritmia jantung (torsades de pointes)

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah bagi dokter dan perawat IGD
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 390 / 423

melakukan tindakan pemberian MgSO4

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai penggunaan
obat dan alat life saving di IGD

IV. Prosedur 1. MgSO4 - 20% di indikasikan untuk mengontrol dan mencegah kejang
pada pre eklampisia dan eklampsia
2. Terapi MgSO4 dimulai saat tekanan darah diastolik > 100 mmHg dan
tanda impending Seizure penglihatan kabur, skotoma, atau hiperefleks.
Magnesium dapat di injeksikan intravenous (IV) atau intramuskular
(IM). Dosis awal 4-6 gr dalam 200-250 ml Nacl 0,9 % dalam 10-15
menit, dilanjutkan infus IV 1-2 gr / jam
3. Magnesium level di cek 2-4 jam setelah pemberian dengan kadar di
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 391 / 423

darah 2-3,5 mmol / l atau 4-7 Meg/L. Monitor secara reguler frek nafas
ibu, refleks tendon, tingkat kesadaran dan urin output
4. Depresi nafas, penurunan kesadaran, penurunan refleks tendon patella
menunjukkan kelebihan kadar Mg dari dosis terapeutik (>3,5 mmol / L
atau > 7 mEq / L)
5. Antidotum untuk toksisitas magnesium = 1 gr kalsium chloride (10 ml
larutan 10%) injeksi IV perlahan.

V. Unit Terkait Farmasi


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 392 / 423

PEMBERIAN DEXTROSE

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 392 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 393 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I Pengertian Prosedur pemberian Dextrose yaitu memasukkan obat ke tubuh pasien
melalui alat injeksi dengan tujuan pencegahan dan terapi hipogkemia

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah bagi dokter dan perawat IGD
melakukan tindakan pemberian Dextrose
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 394 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai penggunaan
obat dan alat life saving di IGD

IV. Prosedur 1. Disebut hipoglikemia pada dewasa bila : KGD < 60 mg / dl atau KGD
< 80 mg/dl disertai gejala klinis sedangkan hipoglikemia pada bayi bila
KGD<45 mg/dl (2,6 mmol/L) dapat dengan atau tanpa gejala
2. Pada pasien dewasa dengan hipogklemia disertai penurunan tingkat
kesadaran diberikan injeksi Dextrose 40 % 50 cc, dilanjutkan infus
Dextros 10 % , 6 jam/kolf. Pantau KGD tiap jam
3. Penatalaksanaan hipoglikemia pada bayi bila disertai kejang injeksi
phenobarbibal 10-20 mg / kg BB IV. Dilanjutkan Dextrose 10% 2 mL /
kg BB, IV bolus perlahan dalam 5 menit infus Dextrose 10% sesuai
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 395 / 423

kebutuhan rumatan
- KGD < 25 mg/dl (1,1 mmol / l) ulangi bolus
- 25-45 mg / dL (1,1-2,6 mmol / L) lanjut infus, ulangi
- KGD tiap 3 jam, sampai KGD 45
- KGD 45 bila terpasang IV line lalu dilanjutkan KGD / 12 jam bila
tidak terpasang IV line , KGD / 12 jam 2 x bila normal, pengukuran
KGD dihentikan

V. Unit Terkait 1. Farmasi


2. Instalasi Laboratorium
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 396 / 423

PEMBERIAN AMIODARONE

RS Grand Medistra

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 396 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 397 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I Pengertian Prosedur pemberain Amiodarone yaitu memasukkan obat ke tubuh pasien
melalui alat injeksi dengan tujuan pencegahan dan terapi aritmia jantung.

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah bagi dokter dan perawat IGD
melakukan tindakan pemberian Amiodarone
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 398 / 423

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah sakit Grand Medistra mengenai penggunaan obat
dan alat life saving di Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur 1. Saat terjadi henti jantung 300 mg (2 Ampul) bolus IV/10 atau di
encerkan dengan 20-30 ml Dex 5%), dapat diulang sekali lagi sebesar
150 mg
2. Pemulihan post resusitasi (ICU):
- Mulai dengan 150 mg IV bolus perlahan dalam 10 menit diikuti
dengan infus 360 mg IV dalam 6 jam (1mg/ menit), kemudian infus
maintenance 540 mg IV dalam 18 jam berikutnya (0,5 mg / menit)
- Untuk Ventrilulat tachicardia (VT) / ventricular fibrilasi (VF) tanpa
nadi yang terjadi berulang saat masa pemulihan dapat diberikan 150
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 399 / 423

mg IV bolus
- Selama maintenance, hati hati dengan efek samping bradicardia
atau hipotensi
- Untuk takikardia dengan nadi teraba dan QRS lebar : 150 mg per
infus dalam 10 menit, dapat diulang hingga maksimal 2,2 gr/24 jam.

V. Unit Terkait - ICCU / ICU


- Farmasi
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 400 / 423

SISTEM KOMUNIKASI DI IGD

RS Grand Medistra
No. Dokumen: No. Revisi: Halaman
___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 400 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 401 / 423

Ditetapkan Oleh,
Manajemen RS Grand Medistra
Prosedur
Tanggal Terbit:
Tetap 14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I Pengertian Sistem komunikasi yaitu tata cara berkomunikasi di IGD untuk menjamin
kelancaran hubungan antara Instalasi Gawat Darurat dengan unit lain di
dalam dan di luar Rumah Sakit yang terkait, Rumah Sakit dan sarana
kesehatan kerja lainnya, pelayanan ambulans, konsulen di IGD serta unit
pemadam kebakaran.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 402 / 423

II Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pelaksanaan sistem


komunikasi di IGD

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur I. Internal


Tata cara komunikasi di IGD dengan unit lain yang terkait di dalam
rumah sakit, seperti ruang ICU, OK, VK, Instalasi Farmasi, Teknisi,
Gizi, Resepsionis, Sekuriti, Administrasi dan lain-lain menggunakan
sarana komunikasi iphone
1. Cara pengiriman berita
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 403 / 423

- Sebelum menelepon agar menyiapkan berita yang akan


disampaikan
- Petugas IGD menghubungi unit lain yang terkait dengan cara
menelepon angka 8 dan selanjutnya nomor ekstension yang dituju
- Bila terdengar nada panggilan tiga kali belum diangkat, ditunggu
sebentar dan dicoba kembali. Bila telepon tersambung ucapkan
salam ( selamat pagi, sore, malam) dan sebutkan nama bagian dan
identitas untuk memulai menyampaikan pesan, bicara jelas dan
seperlunya
- Catat pesan secara jelas dan ringkas
- Ucapkan terima kasih dalam menutup pembicaraan
2. Cara menerima berita
- Petugas mengucapkan salam dan nama bagian untuk mengawali
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 404 / 423

pembicaraan
- Dengarkan isi pembicaraan dengan baik, bila perlu catat pesan
dengan jelas dari dan untuk siapa
- Ucapkan terimakasih pada akhir pembicaraan

II. Eksternal
Tata cara komunikasi di IGD dengan unit lain di luar rumah sakit yang
terkait seperti pelayanan ambulans 118, pemadam kebakaran, dokter
konsulen, rumah sakit dan sarana kesehatan kerja lainnya, kepolisian
dan lain-lain dengan menggunakan sarana komunikasi telepon, radio
panggil dan faximile.
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 405 / 423

1. Cara pengiriman berita


a. Telepon
- Siapkan berita yang akan disampaikan dan nomor telepon
yang akan dihubungi
- Petugas menekan nomor telepon yang dituju
- Bila terdengar nada panggilan tiga kali belum diangkat atau
terdengar nada sibuk tunggu sebentar dan dicoba kembali
- Bila telepon tersambung, ucapkan salam (selamat pagi, sore,
malam)dan sebutkan identitas untuk memulai pembicaraan
- Bicara jelas dan seperlunya, catat pesan dengan ringkas dan
jelas
- Ucapkan terimakasih dalam menutup pembicaraan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 406 / 423

b. Radio panggil
- Siapkan berita yang akan disampaikan
- Tekan tombol ON/OFF untuk berbicara dan lepas tombol
untuk mendengar
- Bicara singkat dan jelas
c. Faximile
- Tekan tombol ON/OFF
- Tekan nomor fax yang akan dituju
- Tunggu suara/tanda terima fax
- Tekan tombol Start selanjutnya fax terkirim
- Lihat di layar laporan jumlah fax yang terkirim

2. Cara menerima berita


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 407 / 423

a. Telepon
- Bila terdengar suara panggilan telepon, segera angkat
sebelum panggilan ketiga
- Ucapkan salam dan identitas diri untuk mengawali
pembicaraan
- Dengarkan isi pembicaraan dengan baik, bila perlu catat
pesan dengan jelas dari dan untuk siapa
- Ucapkan terimakasih
b. Radio panggil
- Terdengar nada masuk
- Tekan tombol untuk berbicara dan lepas tombol untuk
mendengar
- Sebutkan identitas dan dengar pesan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 408 / 423

- Ucapkan terimakasih
c. Faxmile
- Terdengar nada masuk
- Secara otomatis pesan keluar(tergantung spesifikasi mesin
fax)

V. Unit Terkait 1. Unit Internal Rumah Sakit


2. Dokter Konsulen/Rumah Sakit lain
3. Ambulans 118
4. Kepolisian
5. Pemadam kebakaran dan lain-lain
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 409 / 423

SISTEM INFORMASI TENTANG PELAYANAN


YANG DIPERLUKAN SUDAH
DIKOMUNIKASIKAN KEPADA STAF YANG
BERKEPENTINGAN SEBELUM PASIEN
RS Grand Medistra
SAMPAI

No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 409 / 423
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 410 / 423

Ditetapkan Oleh,
Prosedur Manajemen RS Grand Medistra
Tetap Tanggal Terbit:
14 Juli 2015

dr. Arif Sujatmiko


Direktur Utama
I. Pengertian Tata cara yang mengatur sistem informasi tentang pelayanan yang
diperlukan sudah dikomunikasikan kepada petugas IGD sebelum pasien
sampai

II. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengatur sistem


PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 411 / 423

informasi di IGD

III. Kebijakan Kebijakan Direktur Rumah Sakit Grand Medistra mengenai pelayanan di
Instalasi Gawat Darurat

IV. Prosedur A. Sistem informasi untuk keadaan rutin


1. Pasien atau keluarga pasien yang menanyakan informasi misalnya
apakah masih tersedia ruangan ICU atau apakah tersedia dokter
spesialis bedah syaraf untuk menangani pasien trauma kapitis dan
informasi lainnya, mereka dapat menelepon ke ruangan IGD atau
datang langsung ke IGD
2. Petugas IGD memberikan informasi atau pelayanan dengan baik
dan jelas mengenai kemampuan IGD untuk melaksanakan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 412 / 423

pertolongan dan tindakan life saving disertai persediaan obat-


obatan yang dibutuhkan, juga ketersediaan sarana penunjang
seperti laboratorium, apotik 24 jam, ruang perawatan intensif
(ICU), ruang bedah, hemodialisa dan sarana penunjang lainnya

B. Sistem informasi untuk keadaan bencana/korban massal


1. Jika terjadi bencana yang menimbulkan korban massal, masyarkat
atau petugas penolong dapat menghubungi IGD Rumah Sakit
Grand Medistra melalui telepon untuk memberikan informasi
tentang jumlah dan kondisi korban
2. Petugas IGD yang menerima informasi segera mengirimkan
ambulans 118 beserta tim medis dan paramedis yang sudah terlatih
dan alat-alat yang dibutuhkan
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 413 / 423

3. Mobil ambulans 118 dilengkapi dengan peralatan dalam


melakukan pertolongan dasar dan radio panggil untuk komunikasi
petugas ambulans dengan petugas IGD segera menuju lokasi
kejadian
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 414 / 423

4. Sampai ditempat kejadian, lakukan stabilisasi masalah yang


mengancam jiwa dan immobilisasi bagian yang terluka disangka
fraktur
5. Hubungi petugas IGD untuk melaporkan kondisi pasien serta
pelayanan yang akan dibutuhkan
6. lanjutkan tindakan resusitasi selama dalam perjalanan sambil tetap
melaporkan perubahan kondisi pasien
7. Transport pasien secara amal dan efisien. Hindari jalanan yang
macet, rusak dan cari jalan terdekat menuju rumah sakit
8. Laporkan catatan rekam medik pasien mulai dari ditemukan
sampai tiba di rumah sakit, sehingga dapat diberikan pelayanan
yang terbaik
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 415 / 423

V. Unit Terkait 1. IGD


2. Ambulans 118
3. Pemadam Kebakaran, polisi dan lain-lain
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 416 / 423

DAFTAR ISI

Kata pengantar............................................................................................................................................i
Daftar isi....................................................................................................................................................ii
Surat Keputusan........................................................................................................................................iii

Penanganan pasien gawat darurat..............................................................................................................1


Penanganan pasien darurat tapi tidak gawat..............................................................................................2
Penanganan pasien yang tidak tergolong akut dan gawat di IGD.............................................................3
Pembuatan jadwal jaga instalasi gawat darurat.........................................................................................4
Dokter jaga di IGD on site.........................................................................................................................5
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 417 / 423

Pengganti dokter jaga yang berhalangan...................................................................................................6


Perawat jaga di IGD on site.......................................................................................................................7
Pengganti perawat jaga yang berhalangan.................................................................................................8
Konsultasi kepada dokter jaga konsulen....................................................................................................9
Hubungan / koordinasi kerja antara IGD dengan radiologi, laboratorium, ruang rawat inap.................10
Pemeriksaan radiologi.............................................................................................................................12
Pemeriksaan laboratorium.......................................................................................................................13
Sistem informasi tentang pelayanan yang diperlukan sudah dikomunikasikan kepada staf yang
berkepentingan sebelum pasien sampai...................................................................................................14
Permintaan obat obatan di IGD............................................................................................................15
Konsinyasi obat obatan emergensi di IGD...........................................................................................16
Prosedur tata laksana komunikasi di IGD................................................................................................17
Menghubungi dokter melalui telepon.....................................................................................................18
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 418 / 423

Penggunaan ambulans gawat darurat.......................................................................................................19


Bukti pemeliharaan alat alat.................................................................................................................20
Permintaan peralatan medis / non medis di IGD.....................................................................................21
Permintaan alat tulis kantor di IGD.........................................................................................................22
Alur penerimaan pasien gawat darurat....................................................................................................23
Melakukan triase......................................................................................................................................24
Penyampaian informasi kepada pasien IGD oleh reseptionis..................................................................25
Pengiriman (transportasi) pasien.............................................................................................................26
Tindakan medis di IGD............................................................................................................................27
Menjahit luka...........................................................................................................................................28
Penanganan gawat darurat kasus kriminal...............................................................................................30
Penanganan kasus karena perkosaan.......................................................................................................31
Penanganan pasien luka bakar / burn injury............................................................................................32
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 419 / 423

Penanganan penyakit menular.................................................................................................................33


Penanggulangan pasien kasus keracunan................................................................................................34
Penanganan gastroenteritis / diare akut...................................................................................................35
Penanganan trauma kepala......................................................................................................................36
Penanggulangan kejang demam di instalasi gawat darurat.....................................................................37
Penanganan epilepsi.................................................................................................................................38
Penanganan asma bronkial di instalasi gawat darurat.............................................................................40
Penanganan krisis hipertensi di instalasi gawat darurat...........................................................................41
Penanganan syok di instalasi gawat darurat............................................................................................42
Penanganan henti nafas dan henti jantung...............................................................................................44
Penanganan MCI (Miocard Infarc).........................................................................................................46
Penanganan sumbatan jalan nafas oleh karena benda asing....................................................................48
Penanganan stroke...................................................................................................................................49
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 420 / 423

Penanganan koma hipoglikemia..............................................................................................................50


Penanganan koma hiperglikemia.............................................................................................................51
Penanganan koma hepatikum..................................................................................................................52
Penanganan koma uremikum...................................................................................................................53
Penanganan kegawatan di ruang rawat inap............................................................................................54
Penanganan pasien meninggal di IGD.....................................................................................................55
Rujukan pasien gawat darurat ke rumah sakit lain..................................................................................56
Penggunaan alat dan obat live saving......................................................................................................57
Pemberian oksigen...................................................................................................................................58
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 421 / 423

Pemasangan infus....................................................................................................................................59
Pemasangan ETT (Endo Tracheal Tube).................................................................................................60
Pemasangan NGT (Naso Gastric Tube)..................................................................................................62
Pemasangan kateter urin..........................................................................................................................64
Penggunaan nebulizer..............................................................................................................................66
Penggunaan DC shock.............................................................................................................................67
Pemasangan bidai....................................................................................................................................69
Pemberian ATS (Anti Tetanus Serum)....................................................................................................70
Penanganan kasus korban massal............................................................................................................71
Penanganan pasien dengan kecelakaan lalu lintas...................................................................................73
Orientasi dokter jaga baru di IGD............................................................................................................74
Orientasi perawat jaga baru di IGD.........................................................................................................75
Pelatihan dan pengembangan pegawai IGD secara menyeluruh.............................................................76
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 422 / 423

Pelatihan penanggulangan pasien gawat darurat untuk masyarakat........................................................77


Informed consent.....................................................................................................................................78
Pemeliharaan alat alat di IGD...............................................................................................................79
Pelatihan penanggulangan pasien gawat darurat bagi pegawai rumah sakit dan masyarakat.................80
PENANGANAN PASIEN
GAWAT DARURAT

RS Grand Medistra No. Dokumen: No. Revisi: Halaman


___/SPO/RSGM/___/2015 _____ 423 / 423