Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN

BAKTERI TAHAN ASAM


No. Dokumen : 440/C/SOP/
SOP /PKM/2016
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
UPTD
Puskesmas dr.H.Dadan A Dhaniswara,MM
Kadungora NIP.197303042006041012

1. Pengertian Pemeriksaan BTA merupakan pemeriksaan dahak untuk


menemukan basil tahan asam
2. Tujuan Menegakkan diagnosis TB Paru
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Kadungora Nomor
440/C/SK/ /PKM/2016 tentang Kebijakan Penunjang
Pelayanan Klinis
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37
tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat
Kesehatan Masyarakat
5. Alat dan Bahan Alat:
1. Ose
2. Kaca preparat
3. Bunsen
4. Pipet tetes
5. Mikroskop
Bahan:
1. Sputum
2. Larutan basic fuchsin
3. Asam alkohol
4. Methylen blue
5. Oil imersi
6. Prosedur/langkah- 1. Petugas laboratorium menerima permintaan pemeriksaan
langkah laboratorium dari poliklinik
2. Mencatat identitas pasien pada buku register laboratorium
3. Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan
4. Memberi nomor identitas pada bagian frosted objek glass
5. Sputum diambil dengan ose dan dibuat sediaan dengan
bentuk sesuai pola dengan ukuran 2x3.
6. Buat kuil-kuil kecil mengelilingi olesan dahak menyebar
secara merata.
7. Preparat dikeringkan.
8. Genangi seluruh permukaan sediaan dengan carbol
fuchsin.
9. Panasi sediaan dengan api bunsen disetiap sediaan
sampai keluar uap jangan sampai mendidih.
10. Diamkan 5 menit.
11. Bilas sediaan dengan hati-hati menggunakan air mengalir.
12. Genangi dengan asam alkohol sampai tidak tampak warna
merah carbol fuchsin.
13. Genangi permukaan sediaan dengan methylen blue
selama 20-30 detik.
14. Bilas sediaan dengan air mengalir.
15. Keringkan sediaan di udara.
16. Nyalakan mikroskop.
17. Sediaan diberi oil imersi.
18. Baca hasil dengan lensa objektif 100x
PEMERIKSAAN
BAKTERI TAHAN ASAM
No. Dokumen : 440/C/SOP/
SOP /PKM/2016
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
UPTD
Puskesmas dr.H.Dadan A Dhaniswara,MM
Kadungora NIP.197303042006041012

Interpretasi hasil:
Pembacaan hasil pemeriksaan sediaan dahak dilakukan
dengan menggunakan skala IUATLD sebagai berikut:
a. Tidak ditemukan BTA dalam 100 lapang pandang,
disebut negatif.
b. Ditemukan 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang, ditulis
jumlah kuman yang ditemukan.
c. Ditemukan 10-99 BTA dalam 100 lapang pandang
disebut + atau (1+).
d. Ditemukan 1-20 BTA dalam 1 lapang pandang disebut +
+ atau (2+),minimal dibaca 50 lapang pandang.
e. Ditemukan >10 BTA dalam 1 lapang pandang disebut +
++ atau (3+),minimal dibaca 20 lapang pandang.
7. Bagan Alur
8. Hal-hal yang perlu Memperhatikan kualitas spesimen
diperhatikan
9. Unit terkait Poli TB Paru
10. Dokumen terkait 1. Register laboratorium
2. Buku rekam medis pasien

11. Rekaman historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai


perubahan diberlakukan