Anda di halaman 1dari 53

LBM 1

Bingung Memilih Metode Kontrasepsi

Step 1
- Kontrasepsi = suatu upaya mencegah terjadinya kehamilan secara permanen maupun
semi permanen, permanensifatnya sterilitas; semi permanen sementara.
- Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah dengan konsepsi yang
berarti pertemuan antara sel telur dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan
dengan cara mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi, melumpuhkan sperma atau
menghalangi pertemuan sel telur dengan sel sperma (Wikjosastro, 2002).
Adalah metode yg digunakan pasangan usia subur untuk membatasi jumlah anak, memberi
jarak kelahiran dan mencegah PMS.
Berasal dari 2 kata, kontramelawan; konsepsi pertemuan ovum dan sperma; jadi mencegah
terjadinya konsepsi.
- KB = Sistem pemerintah yang bertujuan untuk membatasi jumlah anak, demi mencapai
keluarga yg sejahtera.
- KB (Keluarga Berencana)
Program pemerintah yang berfungsi untuk menekan angka kelahiran dan kematian ibu serta
mengurangi angka pertumbuhan penduduk dengan menganjurkan hanya memiliki 2 anak.

- Fibroadenoma mammae = neoplasma jinak pada payudara wanita yang masih


produktif, jarang pada wanita menopause.
Epitel berproliferasi tampak seperti kelenjar yg dikelilingi stroma fibroblas.
Pada wanita <30 tahun, benjolan kecil, solid, kenyal, batas tepi jelas, masih bisa digerakkan
(tidak di dasar fascia).
Cigarette smoking causes about 1 in every 5 deaths in the United States each year. It's the main
preventable cause of death and illness in the United States.
Smoking harms nearly every organ in the body, including the heart, blood vessels, lungs, eyes,
mouth, reproductive organs, bones, bladder, and digestive organs. This article focuses on how
smoking affects the heart and blood vessels.

1. Syarat dari pemilihan kontrasepsi yang baik ?


Syarat-syarat Kontrasepsi (Proverawati 2010 dan Wiknjosastro, 2006)
1. Aman pemakaiannya dan dipercaya.
2. Tidak ada efek samping yang merugikan.
3. Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan.
4. Tidak mengganggu hubungan persetubuhan.
5. Tidak memerlukan bantuan medis atau control yang ketat selama pemakaiannya.
6. Cara pemakaiannya sederhana.
7. Harga murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat.
8. Dapat diterima oleh pasangan suami istri.
Faktor-faktor Yang Berperan Dalam Pemilihan Kontrasepsi
1) Pasangan dan motivasi : umur, gaya hidup, frekuensi senggama, jumlah keluarga yang
diinginkan, dan pengalaman dengan metode kontrasepsi yang lalu.
2) Kesehatan : status kesehatan, riwayat haid, riwayat keluarga, pemeriksaan fisik dan
panggul.
3) Metode kontrasepsi : efektivitas, efek samping, dan biaya (Proverawati, 2010).
Keamanan
Seperti halnya bahwa semua kontrasepsi mempunyai kegagalan maka semua
kontrasepsi juga menimbulkan risiko tertentu pada pemakainya, yaitu :
a. Risiko yang berhubungan dengan metode itu sendiri, misalnya
hospitalisasi,histerektomi, infeksi dan lain-lain
b. Adanya risiko yang berpotensial dalam bentuk ketidaknyamanan inconvinance ),
misalnya senggama menjadi kurang/tidak menyenangkan, biaya yang tinggi dan lain-
lain.
Wiknjosastro, H. 2006. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Jakarta : EGC

Step 4
Concept Mapping

Tujuan KB

Konseling KB Manfaat/tujuan

Faktor-faktor pemilihan efektivitas


kontrasepsi
Dilengkapi lagi yaa

Hormonal Non hormonal

Kelemahan Kelemahan

kelebihan kelebihan

Tujuan KB
terpenuhi/ tidak?
Step 7
1. Apa tujuan dan manfaat KB?
Tujuan Program KB
Tujuan umum untuk lima tahun kedepan mewujudkan visi dan misi program KB yaitu
membangun kembali dan melestarikan pondasi yang kokoh bagi pelaksana program KB di masa
mendatang untuk mencapai keluarga berkualitas tahun 2015.
Sedangkan tujuan program KB secara filosofis adalah :
1. Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan
sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia.
2. Terciptanya penduduk yang berkualitas, sumber daya manusia yang bermutu dan meningkatkan
kesejahteraan keluarga.

Arjoso, S. Rencana Strategis BKKBN. Maret, 2005.


Tujuan Program KB

Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekutan


sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturankelahiran anak, agar diperoleh
suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan
ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
Kesimpulan dari tujuan program KB adalah: Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu,
anak, keluarga dan bangsa; Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf hidup rakyat dan
bangsa; Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayananKB dan KR yang berkualitas, termasuk
upaya-upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan
masalah kesehatan reproduksi.
Tujuan KB berdasar RENSTRA 2005-2009 meliputi:

1. Keluarga dengan anak ideal


2. Keluarga sehat
3. Keluarga berpendidikan
4. Keluarga sejahtera
5. Keluarga berketahanan
6. Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya
7. Penduduk tumbuh seimbang (PTS)

TUJUAN UMUM KELUARGA BERENCANA


Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga dengan
cara mengatur kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya (Mochtar, 2002)
Menurut WHO (2003) tujuan KB terdiri dari :
1. Menunda / mencegah kehamilan. Menunda kehamilan bagi PUS (Pasangan Usia Subur) dengan
usia istri kurang dari 20 tahun dianjurkan untuk menunda kehamilannya. Alasan menunda /
mencegah kehamilan :
2. Umur dibawah 20 tahun adalah usia yang sebaiknya tidak mempunyai anak dulu karena berbagai
alasan.
3. Prioritas penggunaan kontrasepsi pil oral, karena peserta masih muda.
4. Penggunaan kondom kurang menguntungkan karena pasangan muda masih tinggi frekuensi
bersenggamanya, sehingga mempunyai kegagalan tinggi.
5. Penggunaan IUD (Intra Uterine Divice) bagi yang belum mempunyai anak pada masa ini dapat
dianjurkan, terlebih bagi calon peserta dengan kontra indikasi terhadap pil oral.

Gerakan KB dan pelayanan kontrasepsi memiliki tujuan:


a. Tujuan demografi yaitu mencegah terjadinya ledakan penduduk dengan menekan laju
pertumbuhan penduduk (LLP) dan hal ini tentunya akan diikuti dengan menurunnya angka kelahiran
atau TFR (Total Fertility Rate) dari 2,87 menjadi 2,69 per wanita (Hanafi, 2002). Pertambahan
penduduk yang tidak terkendalikan akan mengakibatkan kesengsaraan dan menurunkan sumber
daya alam serta banyaknya kerusakan yang ditimbulkan dan kesenjangan penyediaan bahan pangan
dibandingkan jumlah penduduk. Hal ini diperkuat dengan teori Malthus (1766-1834) yang
menyatakan bahwa pertumbuhan manusia cenderung mengikuti deret ukur, sedangkan
pertumbuhan bahan pangan mengikuti deret hitung.
b. Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak pertama dan
menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta menghentikan kehamilan bila
dirasakan anak telah cukup.
c. Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari satu tahun
tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk tercapainya keluarga bahagia.
d. Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan menikah dengan
harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang cukup tinggi dalam
membentuk keluarga yang bahagia dan berkualitas.
e. Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera) dan
membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya suatu keluarga yang harmonis, sehat,
tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan dan produktif dari segi ekonomi (Suratun, 2008).
C. Manfaat KB
Manfaat KB Bagi Ibu :
1. Perbaikan kesehatan
2. Peningkatan kesehatan
3. Waktu yang cukup untuk mengasuh anak
4. Waktu yang cukup untuk istirahat
5. Menikmati waktu luang
6. Dapat melakukan kegiatan lain

Manfaat KB Bagi anak :


1. Dapat tumbuh dengan wajar dan sehat
2. Memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makanan yang cukup
3. Perencanaan kesempatan pendidikan lebih baik

Manfaat Untuk Keluarga:


1. Meningkatkan kesejahteraan keluarga
2. Harmonisasi keluarga lebih terjaga

Tujuan:
Tujuan program KB:
Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa;
Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa;
Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB yang berkualitas,
termasuk upaya-upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta
penanggulangan masalah kesehatan reproduksi.
TUJUAN KB berdasarkan RENSTRA:
Keluarga dengan anak ideal
Keluarga sehat
Keluarga berpendidikan
Keluarga sejahtera
Keluarga berketahanan
Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya
Penduduk tumbuh seimbang (PTS)
Manfaat:
Mengatur angka kelahiran dan jumlah anak dalam keluarga. Jika seorang bisa
mengatur dan merencanakan jumlah anak, diharapkan akan meningkat
kualitas kehidupan keluarga tersebut.
Membantu pemerintah mengurangi resiko ledakan penduduk atau baby
boomer.
Penggunaan kondom akan membantu mengurangi resiko penyebaran penyakit
menular melalui hubungan seks.
Meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, sebab anggaran keuangan
keluarga akhir nya bisa digunakan untuk membeli makanan yg lebih
berkualitas dan bergizi.
Menjaga kesehatan ibu dengan cara pengaturan waktu kelahiran dan juga
menghindari kehamilan dalam waktu yang singkat.

2. Apa saja macam-macam kontrasepsi?


1. METODE BARRIER
A. Kondom
Sarung karet yang terbuat dari bahan lateks, vinil yang dipasang pada penis saat
hubungan seksual
Cara Kerja menghalangi pertemuan sperma dan sel telur & mencegah penularan
mikroorganisme
Keuntungan :
o Efektif bila digunakan dengan benar
o Dapat dipakai bersama kontrasepsi lain untuk mencegah IMS
o Tidak mengganggu produksi ASI
o Tidak mengganggu kesehatan klien
o Tidak mempunyai pengaruh sistemik
o Murah dan dapat dibeli secara umum
o Tidak perlu resep dokter
Kerugian :
o Efektivitas tidak terlalu tinggi
o Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan
o Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)
o Malu membeli kondom
Efek samping dan masalah :
o Kondom rusak/diperkirakan bocor (sebelum berhubungan)
o Kondom bocor/dicurigai ada curahan di vagina saat berhubungan
o Dicurigai adanya reaksi alergi (spermisida)
o Mengurangi kenikmatan hubungan seksual

B. Difragma
Kap berbentuk bulat cembung, dari lateks yang diinsersikan ke dalam vagina
sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks
Cara Kerja menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat
reproduksi & alat tempat spermisida
Keuntungan :
o Efektif bila digunakan dengan benar
o Tidak mengganggu produksi ASI
o Tidak mengganggu hub seksual karena telah terpasang sampai 6 jam
sebelumnya
o Tidak mengganggu kesehatan klien
o Tidak mempunyai pengaruh sistemik
Kerugian :
o Keberhasilan bergantung kepatuhan mengikuti cara penggunaan
o Pada beberapa pengguna infeksi saluran uretra
o Pada 6 jam pascahubungan seks, alat masih harus berada pada posisinya
Efek samping :
o Infeksi saluran uretra
o Dugaan adanya reaksi alergi
o Rasa nyeri pada tekanan terhadap kandung kemih/rektum
o Timbul cairan vagina dan berbau jika dibiarkan lebih dari 24 jam
Indikasi :
o Tidak menyukai penggunaan AKDR
o Menyusui dan perlu kontrasepsi
o Memerlukan proteksi terhadap IMS
o Keadaan di mana tidak tersedia cara yang lebih baik
o Jika frekuensi koitus tidak seberapa tinggi, shg tidak dibutuhkan perlindungan yg
terus menerus
o Jika pemakaian PIL, AKDR, atau cara lain harus dihentikan untuk sementara
waktu oleh karena suatu sebab.
Kontraindikasi :
o Terinfeksi saluran uretra
o Tidak stabil secara psikis atau tidak suka menyentuh kelamin
o Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan

C. Spermisida
Bahan kimia (non oksinol-9)
Jenis : Aerosol, tablet vaginal, suppositoria, Jelly atau cream, Tablet busa, C-film
Cara Kerja sel membran sperma pecah, memperlambat gerakan sperma,
menurunkan kemampuan pembuahan sel telur
Keuntungan :
o Efektif seketika
o Tidak mengganggu produksi ASI
o Tidak mengganggu kesehatan klien
o Tidak mempunyai pengaruh sistemik
o Mudah digunakan
o Meningkatkan lubrikasi selama hub seks
o Tidak perlu resep dokter
Kerugian :
o Efektivitas kurang
o Bergantung kepatuhan cara penggunaan
o Harus menunggu 10-15 menit sebelum melakukan hub seks
o Efektivitas hanya 1-2 jam
Indikasi :
o Tidak menyukai AKDR
o Menyusui dan perlu kontrasepsi
o Memerlukan proteksi terhadap IMS
Kontraindikasi :
o Terinfeksi saluran uretra
o Tidak stabil secara psikis atau tidak suka menyentuh alat kelamin
o Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan
Efek samping :
o Iritasi vagina
o Iritasi penis dan tidak nyaman
o Gangguan rasa panas di vagina
o Kegagalan tablet tidak larut

2. KONTRASEPSI KOMBINASI
A. Pil Kombinasi
Efektif dan reversibel
Harus diminum setiap hari
Estrogen menekan sekresi FSH dan menghalangi maturasi folikel dan ovarium.
Karena pengaruh estrogen dari ovarium tidak ada tidak terdapat pengeluaran LH.
Di tengah - tengah daur haid kurang terdapat FSH dan tidak ada peningkatan kadar
LH ovulasi terganggu.
Pengaruh komponen progesteron dalam pil kombinasi memperkuat efek estrogen
mencegah ovulasi. Selanjutnya, estrogen dalam dosis tinggi mempercepat
perjalanan ovum dan menyulitkan terjadinya implantasi dalam endometrium dari
ovum yang sudah dibuahi. Progesteron sendiri dalam kadar tinggi menghambat
ovulasi.
Jenis :
o Monofasik = 21 tablet hormon aktif (E/P) dalam dosis sama, dengan 7 tablet
tanpa hormon aktif
o Bifasik = 21 tablet hormon aktif (E/P) dalam dua dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
o Trifasik = 21 tablet hormon aktif (E/P) dalam tiga dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
Cara Kerja menekan ovulasi, mencegah implantasi, lendir serviks mengental,
pergerakan tuba terganggu.
Keuntungan :
o Efektivitas yang tinggi
o Resiko thd kesehatan kecil
o Tidak mengganggi hubungan seksual
o Dapat digunakan jangka panjang
o Mudah dihentikan setiap saat
Kerugian :
o Mahal dan membosankan
o Mual pada 3 bulan pertama
o Pusing
o Nyeri payudara
o Tidak boleh pada perempuan hamil
o Tidak mencegah IMS
Indikasi :
o Hampir semua perempuan boleh menggunakan
Kontraindikasi :
o Wanita hamil
o Wanita menyusui
o Wanita dengan hepatitis
o Wanita perokok dengan usia > 35 tahun
o Wanita dengan migrain dan gejala neurologik fokal
o Wanita yang tidak dapat menggunakan pil setiap hari
Efek samping :
o Pada awal timbul mual, pening, sakit kepala, nyeri payudara dan spotting yang
bisa hilang sendiri, muncul pada 3 bulan pertama
B. Suntikan Kombinasi
Jenisnya adalah 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat
I.M. sebulan sekali (Cyclofem) dan 50 mg noretindron enantat dan 5 mg estradiol
valerat I.M. sebulan sekali
Cara Kerja menekan ovulasi, membuat lendir serviks mengental, perubahan pada
endometrium shg implantasi terganggu, menghambat transportasi gamet oleh tuba
Sangat efektif
Keuntungan :
o Resiko thd kesehatan kecil
o Tidak berpengaruh pada hubungan seks
o Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
o Jangka panjang
o Efek samping kecil

Kerugian :
o Terjadi perubahan pola haid
o Mual, sakit kepala, nyeri payudara dan keluhan seperti ini akan hilang setelah
suntikan kedua atau ketiga
o Ketergantungan klien thd pelayanan kesehatan
o Tidak menjamin perlindungan IMS
Indikasi :
o Perempuan usia reproduksi
o Perempuan telah memiliki anak ataupun belum
o Perempuan yang menyusui pascapersalinan > 6 bulan
Kontraindikasi :
o Perempuan hamil
o Perempuan hepatitis
o Perempuan dengan riwayat penyakit jantung
o Perempuan dengan keganasan pada payudara

3. KONTRASEPSI PROGESTIN
A. Suntikan Progestin
Sangat efektif
Aman
Dapat dipakai semua wanita usia reproduksi
Tidak menekan produksi ASI
Progesteron mempunyai khasiat dalam hal sbb:
o Lendir serviks menjadi lebih kental, shg menghalangi penetrasi spermatosoon
o masuk ke dalam uterus
o Kapasitasi spermatosoon yang perlu untuk memasuki ovum terganggu
o Menyulitkan implantasi ovum yang sudah dibuahi.
Cara kerja mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks. Menghambat
transportasi gamet oleh tuba
Keuntungan :
o Efektif
o Pencegahan kehamilan jangka panjang
o Tidak berpengaruh pada ASI
o Mencegah kanker endometrium dan KET
Kerugian :
o Gangguan haid memendek/memanjang, perdarahan sedikit/banyak, tidak
haid
o Tidak menjamin perlindungan terhadap IMS
o Bergantung pada tempat pelayanan kesehatan
Indikasi :
o Perempuan usia reproduksi
Kontraindikasi :
o Perempuan hamil atau dicurigai hamil
o Menderita kanker payudara
o Perempuan DM

B. Pil Progestin
Cocok untuk perempuan menyusui yang ingin memakai pil KB
Tidak menurunkan produksi ASI
Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat
Cara kerja menekan sekresi Gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium,
endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga implantasi sulit,
mengentalkan lendir serviks, mengubah motilitas tuba
Keuntungan :
o Tidak mengganggu hubungan seksual
o Tidak mempengaruhi ASI
o Kesuburan cepat kembali
o Nyama dan mudah digunakan
o Sedikit efek samping
o Dapat dihentikan setiap saat
Kerugian :
o Mengalami gangguan haid
o Harus digunakan setiap hari
o Tidak melindungi diri dari IMS
Indikasi :
o Perempuan usia reproduksi
Kontraindikasi :
o Perempuan hamil atau diduga hamil
o Perempuan punya riwayat stroke
o Kanker payudara
o Perempuan yang sering lupa menggunakan pil
4. AKDR
Jenis
o AKDR CuT-380A
Kecil, kerangka dari plastik yang fleksibel, berbentuk huruf Tdiselubungi oleh kawat
halus yang terbuat dari tembaga (Cu)
o AKDR lain yang beredar di Indonesia ialah NOVA T (schering)
Cara Kerja
o Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii.
o Mempengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai kavum uteri.
o AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR
membuat sperma sulit masuk dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi
kemampuan sperma untuk fertilitas.
o Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.
Keuntungan
o sebagai kontrasepsi, efektivitasnya tinggi.
o AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan.
o Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)
o Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat.
o Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
o Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
o Tidak ada efek samping hormonal.
o Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
o Daat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi
infeksi)
o Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)
o Tidak ada interaksi dengan obat
o Mencegah kehamilan ektopik
Kerugian
o Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
o Tidak baik bagi pasangan perempuan dengan IMS
o Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR.
o Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui.
o Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu.
o Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR.
Indikasi
o Usia produktif
o Keadaan nulipara
o Risiko rendah dari IMS
o Menginginkan memakai kontrasepsi jangka panjang
o Menyusui yang menginginkan memakai kontrasepsi
o Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya
o Setelah abortus dan tidak ada infeksi
o Tidak menghendaki kehamilan setelah 1-5 hari sanggama
Kontraindikasi
o Sedang hamil
o Perdarahan vagina yang tidak diketahui
o Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)
o Menderita TBC pelvik
o Kanker alat genital
o Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
o Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri.
Efek Samping
o Amenorea
o Kejang
o Perdarahan vagina yang hebat dan tidak teratur
o Benang yang hilang
o Rasa nyeri dan kejang di perut
o Gangguan pada suami akibat ada benang yg timbul saat bersenggama
o Ekspulsi (pengeluaran sendiri)
Komplikasi :
o Infeksi pada traktus genitalis
o Perforasi AKDR yang sampai menuju ke rongga perut
o Kehamilan

5. KONTRASEPSI MANTAP
Pada wanita
o sangat efektif dan permanent
o tindak pembedahan yang aman dan sederhana
o tidak ada efek samping
TUBEKTOMI adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas
(kesuburan) seorang perempuan secara permanent
Mekanisme kerja dengan mengoklusi tuba falopii (mengikat dan memotong
atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
Jenis:
Minilaparotomi
Laparoskopi
Keuntungan
Sangat efektif (0,2-4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama
penggunaan)
Permanent
Tidak mempengaruhi proses menyusui
Tidak bergantung pada faktor sanggama
Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius
Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anastesi local
Tidak ada efek sampng dalam jangka panjang
Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi
hormone ovarium)
Indikasi
Perempuan pada usia >26 tahun
Perempuan dengan paritas >2
Perempuan yang yakin telah mempunyai besar keluarga yang sesuai dengan
kehendaknya
Perempuan yang ada pada kehamilannya akan menimbulkan risiko
kesehatan yang serius
Perempuan pascapersalinan
Perempuan pasca-keguguran
Perempuan yang paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini
Kontraindikasi
Perempuan yang hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai)
Perempuan dengan infeksi sistemik atau pelvikyang akut (hingga masalah itu
disebuhkan atau dikontrol)
Perempuan yang tidak boleh menjalani proses pembedahan
Prempuan yang kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa
depan
Perempuan yang belum memberikan persetujuan tertulis
Keterbatasan:
Harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ii (tdk dapat
dipulihkan kembali), kecuali dengan operasi rekanalisasi
Klien dapat menyesal di kemudian hari
Risiko komplikasi kecil (meningkat apabila digunakan anestesi umum)
Rasa sakit / ketidaknyamanan dlm jangka pendek setelah tindakan
Dilakukan oleh dokter yg terlatih (dibutuhkan dokter spesialis obgin atau
bedah utk proses laparoskopi)
Tidak melindungi diri dari IMS, termasuk HBV dan HIV/AIDS

Pada Pria
VASEKTOMI
VASEKTOMI adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria
dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma
terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
o sangat efektif dan permanent
o tidak ada efek samping jangka panjang
o tindak bedah yang aman dan sederhana
o efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan
o konseling dan informed consent mutlak diperlukan
Indikasi
Vasektomi merupakan upaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi
reproduksi merupakan ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan
pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga
Kontraindikasi
Infeksi kulit pada daerah operasi
Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kondisi kesehatan klien
Hidrokel atau varikokel yang besar
Hernia inguinalis
Filariasis (elephantiasis)
Undesensus testikularis
Massa intraskrotalis
Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan
antikoagulansia
Komplikasi
Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat
setelah tindakan. Komplikasi selama prosedur dapat berupa komplikasi
akibat reaksi anafilaksis yang disebabkan oleh penggunaan lidokain atau
manipulasiberlebihan terhadap anyaman pembuluh darah di

Persyaratan pemakaian:
Yang dapat menggunakan:
a. Usia reproduktif
b. Keadaan nulipara
c. Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
d. Menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi
e. Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya.
f. Setelah mengali abortus dan tidak terlihat adanya infeksi.
g. Risiko rendah dari IMS
h. Tidak menghendaki metode hormonal.
i. Tidak menyukai untuk mengingat ingat minum pil setiap hari
j. Tidak menghendaki kehamilan setelah 1-5 hari sanggama (lihat kontrasepsi
darurat)
Yang tidak diperkenakan menggunakan AKDR:
a. Sedang hamil(diketahui hamil atau kemungkinan hamil)
b. Perdarahan vagina yg tidak diketahui (sampai dapat dievaluasi)
c. Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)
d. 3 bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septik
e. Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri.
f. Penyakit trofoblas yang ganas.
g. Diketahui menderita TBC pelvik
h. Kanker alat genital
i. Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm

AKDR post-plasenta:
o Kita pernah mengenal program insersi AKDR (IUD) postpartum dimana pasien
mendapat insersi AKDR pasca persalinan. Program tersebut tdk pernah
dikembangkan lagi.
o Dengan adanya cara yg relatif baru yaitu insersi AKDR post-plasenta mungkin
mempunyai harapan dan kesempatan bagi banyak ibu yang tak ingun hamil lagi.
Teknik ini cukup aman. Hanya sebagian kecil(3-8%) ibu yg menginginkan anak lagi.
Bagi Indonesia dgn kesulitan hidup yang cukup tinggi (30% miskin) dan banyak
unmet need (8,6%)maka teknologi ini perlu ditawarkan. Pasien hendaknya
mendapatkan konseling sebelum persalinan.
o Pemasangan AKDR dpt dilakukan juga pd saat seksio sesarea. Peningkatan
pengguaan AKDR akan mengurangi kehamilan yg tdk diinginkan dimasa depan,
sehingga akan mengurangi angka kematian ibu di Indonesia.

PEMANTAUAN:
Klien hendaknya diberikan pendidikan mengenai manfaat dan resiko AKDR. Bila
terjadi ekspulsi AKDR dapat kembali dipasang. Pemeriksaan AKDR dapat dilakukan setiap tahun atau
bila terdapat keluhan (nyeri, perdarahan, demam dsb)
WAKTU PENGGUNAAN:
o Setiap waktu dalam siklus haid, yg dapat dipastikan klien tidak hamil.
o Hasil pertama sampai ke-7 siklus haid.
o Segera setelah melahirkan, selama 48 jam pertama atau setelah 4 minggu pasca
persalinan; setelah 6 bulan apabila menggunakan metode amenorea laktasi (MAL).
Perlu Diingat, angka ekspulsi tinggi pada pemasangan segera atau selama 48 jam
pasca persalinan.
o Setelah menderita abortus (segera atau dalam waktu 7 hari) apabila tidak ada gejala
infeksi
o Selama 1-5 hari setelah senggama yg tidak dilindungi.

Di Indonesia alat konstrasepsi yang telah dikembangkan menjadi program adalah pil, suntik, IUD,
implant dan kontap (BKKBN, 2003). Menurut Hartanto (2003, pp.30-31) ) pelayanan kontrasepsi
diupayakan untuk menurunkan angka kelahiran yang bermakna. Guna mencapai tujuan tersebut
maka ditempuh kebijaksanaan mengkategorikan tiga fase untuk mencapai sasaran ,yaitu :
1) Fase menunda kehamilan bagi PUS dengan usia istri kurang dari 20 tahun dengan menggunakan
kontrasepsi pil oral, kondom, IUD mini.
2) Fase menjarangkan kehamilan bagi PUS dengan usia istri antara 20 30 / 35 tahun merupakan
periode usia paling baik untuk melahirkan, dengan jumlah anak 2 orang dan jarak antara kelahiran
adalah 2 4 tahun, dengan menggunakan kontrasepsi IUD sebagai pilihan utama.
3) Fase menghentikan / mengakhiri kehamilan / kesuburan periode umur di atas 20 35 tahun,
sebaiknya mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 orang anak pilihan utama adalah kontrasepsi
mantap

3. Apa saja indikasi dan kontraindikasi pemilihan alat kontrasepsi?


MAL
a. Yg dapat menggunakan MAL
- Ibu yg menyusui secara eksklusif, bayi nya berumur kurang dari 6 bulan dan belum
mendapat haid setelah melahirkan.
b. Yg seharusnya tidak pakai MAL
- Sudah mendapat haid setelah bersalin
- Tidak menyusui secara eksklusif
- Bayinya sudah berumur lebih dari 6 bulan
- Bekerja dan terpisah dari bayi lebih lama dari 6 jam
Metode KBA
a. Yg dapat menggunakan KBA
Untuk kontrasepsi
- Semua perempuan semasa reproduksi, baik siklus haid teratur maupun tidak teratur,
tidak haid baik karena menyusui maupun premenopause
- Semua perempuan dengan paritas berapapun termasuk nullipara
- Perempuan kurus ataupun gemuk
- Perempuan yg merokok
- Perempuan dengan alasan kesehatan tertentu a.l hipertensi sedang, varises,
dismenore, sakit kepala sedang atau hebat, mioma uteri, endometritis, kista ovarii,
anemi defisiensi besi, hepatitis virus, malaria, trombosis vena dalam, atau emboli paru.
- Pasangan dengan alasan agama atau filosofi untuk tidak menggunakan metode lain
- Perempuan yg tidak dapat menggunakan metode lain
- Pasangan yg ingin pantang senggama lebih dari seminggu pada setiap siklus haid
- Pasangan yg ingin dan termotivasi untuk mengobservasi, mencatat, dan menilai tanda
dan gejala kesuburan
b. Yg seharusnya tidak menggunakan KBA
- Perempuan yg dari segi umur, paritas, atau masalah kesehatannya membuat kehamilan
menjadi suatu kondisi risiko tinggi.
- Perempuan sebelum mendapat haid (menyusui, segera setelah abortus), kecuali MOB
- Perempuan dengan siklus haid yg tidak teratur, kecuali MOB
- Perempuan yg pasangannya tidak mau bekerja sama (berpantang) selama waktu
tertentu dalam siklus haid
- Perempuan yg tidak suka menyentuh daerah genitalianya
Sama punya limas

4. Bagaimana cara pemilihan KB yg baik untuk pasien hepatits kronis dan servisitis GO?
Hepatitis
Pd bbrp keadaan patologik, misalnya sindrom Stein-Leventahl dg ovarium polikistik, terjadi
hambatan sintesis estrogen shg prekursornya yg berefek androgenik meningkat dan
menyebabkan virilisasi.
Estrogen endogen pada manusia terdiri dari estradiol, estriol dan estron.
Sekresi estradiol paling banyak dan potensi estrogeniknya juga paling kuat.
Oksidasi estradiol menjadi estron dan hidrasi estron menjadi estriol terutama terjadi di
hepar, ketiga jenis estrogen tsb diekskresikan melalui urin dalam bentuk konyugasi dengan
asam sulfat atau glukuronat.

Servisitis GO:
Kelebihan progesteronfluor albusmemperparah keputihan.
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo

5. Apa hubungan riwayat menderita DM dan hipertensi dengan pemilihan metode


kontrasepsi?
Peningkatan kadar gula dalam darah hingga 10% pada wanita yang menggunakan alat
kontrasepsi implant dan 5% untuk kelompok wanita yang menggunakan alat kontrasepsi IUD
berbasis progestin.\Selain terjadi peningkatan kadar gula darah, pada kedua kelompok tersebut
juga ditemukan mengalami penurunan kadar glukosa hingga 2 %. Semua fakta tersebut
membuktikan bahwa menggunakan alat kontrasepsi hormonal meningkatkan risiko diabetes
untuk alat kontrasepsi berbasis progestin jenis implant.
Alat Kontrasepsi Hormonal Meningkatkan Risiko Diabetes April 24, 2013 By istantri
Fenotiazin maupun kontrasepsi oral dapat meningkatkan kadar amitriptilin dalam darah dan
dapat menyebabkan toksisitas.

Rikardo Ladesman- Amitriptilin; Buku Saku Pedoman Obat Mary Townsend


Peningkatan progresif dari sirkulasi estrogen yang pertama kali dihasilkan oleh
ovarium hingga mingguke 9 dari kehidupan intrauterine dan setelah itu oleh plasenta.
Sebagian besar estrogen yang dibentuk oleh plasenta adalah dalam bentuk estriol
bebas,yang terkonjugasi dalam hepar menjadi glukoronida dan sulfat yang lebih
larut,yang dieskresikan dalam urine. Estrogen tidak mempunyai efek dalam
transportglukosa, tetapi meningkatkan peningkatan insulin maksimum ( insulin
binding). Progesteron yang dihasilkan korpus luteum sepanjang kehamilan kususnya
selama 6minggu pertama. Trofoblas mensintesis progesterone dan kolesterol ibu dan
merupakan penyumbang utama terhadap kadar progesterone plasma yang meningkat
secara secara menetap selama kehamilan. Progesterone juga mengurangi
kemampuandari insulin untuk menekan produksi glukosa endogen.
Refrat. Bayi dari ibu dengan DM. dr Budi Syamhudi

Kontrasepsi hormonal dimanfaatkan untuk mengatur kehamilan. Penelitian menunjukan bahwa


pemakaian kontrasepsi hormonal meningkatkan tromboemboli dan gangguan pembuluh darah
otak. Tekanan darah tinggi dapat terjadi pada 5% pemakaian kontrasepsi hormonal. Tekanan
darah akan meningkat secara bertahap dan bersifat tidak menetap. Jika tekanan darah tinggi
menetap setelah penggunaan kontrasepsi hormonal dihentikan, maka telah terjadi perubahan
permanen pada pembuluh darah akibat aterosklerosis. Baziard (2002) menambahkan bahwa
wanita yang memakai kontrasepsi hormonal terjadi peningkatan tekanan darah sistolik dan
diastolik terutama pada 2 tahun pertama penggunaannya. Tidak pernah ditemukan terjadi
peningkatan yang patologik, karena jika pemakaian kontrasepsi di hentikan, biasanya tekanan
darah akan kembali normal.
Tekanan darah sama atau lebih dari 140/100 mmHg , karena khasiat estrogen terhadap
pembuluh darah sehingga terjadi hipertropi arteriole dan vasokonstriksi. Estrogen
mempengaruhi sistem renin Aldosteron-Angiotensin sehingga terjadi perubahan
keseimbangan cairan dan elektrolit.
PENGARUH KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH

Hormon-hormon lain yang secara langsung dapat meningkatkan sekresi insulin atau yang
dapat memperkuat rangsangan glukosa terhadap sekresi insulin meliputi glukagon, hormon
pertumbuhan, kortisol dan yang lebih lemah, progesteron dan estrogen. Manfaat efek perangsangan
hormon-hormon ini adalah bahwa pemanjangan sekresi dari salah satu jenis hormon ini dalam
jumlah besar kadang-kadang dapat mengakibatkan sel-sel beta pulau Langerhans menjadi
kelelahan dan karenanya akan meningkatkan risiko untuk terkena diabetes. Memang diabetes
sering terjadi pada orang raksasa atau akromegali dengan tumor yang menyekresi hormon
pertumbuhan atau pada orang yang kelenjar adrenalnya menyekresikan kelebihan glukokortikoid.
(Fisiologi guyton)

6. Apa hubungan fibroadenoma mammae dengan pemilihan kontrasepsi?


Penggunaan Hormon dan Kontrasepsi Oral Hormon berhubungan dengan terjadinya kanker
payudara. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral berisiko tinggi untuk mengalami kanker
payudara. Kandungan estrogen dan progesteron pada kontrasepsi oral akan memberikan efek
proliferasi berlebih pada kelenjar payudara.21 Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral untuk
waktu yang lama mempunyai risiko untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause.
estrogen
Penelitian Indriati tahun 2009 di RS Dr. Kariadi Semarang dengan desain case control
menunjukkan bahwa diperkirakan risiko bagi wanita yang menggunakan kontrasepsi oral
> 10 tahun untuk terkena kanker payudara 3,10 kali lebih tinggi dibandingkan wanita
yang menggunakan kontrasepsi oral 10 tahun (OR=3,10).

Adanya ikatan estrogen afinitas tinggi yang spesifik dalam fraksi subseluler non-nuklear, termasuk
membran plasma dan mitokondria, menyiratkan bahwa reseptor-estrogen dapat ditempatkan pada
tempat ini. Tentu saja studi terbaru telah menunjukkan dengan pasti adanya reseptor-estrogen ,
atau keduanya di dalam mitokondria dari sel dan jaringan yang beragam. Genom mitokondria
berisi sequence/urutan estrogen yang responsif secara potensial dan estrogen telah meningkatkan
level transkrip gen yang dikode DNA pada mitokondria. Mekanisme impor reseptor-estrogen
mitokondria tidak diketahui, meskipun reseptor-estrogen berisi daerah peptida yang menargetkan
sangkaan mitokondria. Beberapa studi dibutuhkan untuk menerangkan mekanisme impor reseptor-
estrogen, untuk menentukan bagaimana fungsinya meningkatkan transkripsi DNA mitokondria, dan
untuk menetapkan aturan proses dalam merespon estrogen.
Seperti faktor pertumbuhan peptida, estrogen juga menyebabkan aktivasi protein-kinase beragam,
seperti protein kinase yang diaktivasi mitogen, dan meningkatkan level messenger kedua, seperti
siklik AMP (cAMP), dalam hitungan menit (tabel 3). Efek non-transkripsi non-genomik ini melibatkan
pembentukan batas membran pada reseptor-estrogen , atau keduanya dan memudahkan cross-
talk antara proses signaling membran reseptor-estrogen dan jalur transduksi-sinyal lainnya. Cross-
talk antara jalur messenger kedua dan genomik mungkin memiliki peranan penting dalam kontrol
peranan estrogenik pada proliferase sel dan inhibisi apoptosis dan mungkin memiliki implikasi
terhadap terapi.
Metabolit estrogen catechol mungkin juga berpartisipasi dalam regulasi jalur ekspresi, gen signaling,
atau keduanya melalui reseptor-estrogen. Estrogen 4-hydroxycatechol dan 2-
hydroxycatechol memiliki afinitas ikatan yang tinggi terhadap reseptor-estrogen manusia (150 % dan
100 %, berturut-turut, jika dibandingkan dengan estradiol) dan mempengaruhi ekspresi gen
dependen reseptor-estrogen. Lebih jauh lagi, sebuah afinitas tinggi, dapat larut, sitosolik, mengikat
protein untuk 4-hydroxyestradiol mungkin sebuah reseptor baru yang memperantarai efek reseptor-
estrogen -independen dan reseptor-estrogen -independen terhadap estrogen catechol. Penilaian
efek metabolit catechol pada poliferasi jaringan payudara manusia dan apoptosis yang pantas untuk
penelitian tambahan.

Sinclair, C. Buku Saku Kebidanan. 2009. Jakarta : EGC


BREAST CANCER
Women with fibroadenoma, benign breast disease with epithelial hyperplasia, or a family
history of breast cancer have an increased risk of breast cancer. The risk of benign breast
disease is lower in women who use oral contraceptives compared with nonusers.
Studies have found that a slightly increased risk of breast cancer is associated with current
or recent use of oral contraceptives, but that oral contraceptive use does not further increase
risk in women with a family history of breast cancer or a personal history of benign breast
disease.

The use of oral contraceptives before age 30 and use for more than five years are
associated with an increased risk of breast cancer in women with the BRCA1 gene,
but not in those with the BRCA2 gene. Because oral contraceptive use reduces the
risk of ovarian cancer, these drugs offer significant benefits for women
with BRCA mutations.

CARRIE ARMSTRONG. ACOG Releases Guidelines on Hormonal Contraceptives in Women with


Coexisting Medical Conditions
Am Fam Physician. 2007 Apr 15;75(8):1252-1258.

7. Kenapa pada saat pasien menggunakan kontrasepsi suntik haid menjadi tidak teratur dan
timbul flek?
Flekketidakseimbangan hormonalsaat estrogen turun flek timbul, tapi saat habis
suntik tidak menstruasi
Hiperpigmentasi pengaruh hormonal dibaca yaa

Rendahnya dosis estrogen dalam pil dapat mengakibatkan spotting dan breakthrough
bleeding intermenstrual.
(Ilmu Kandungan, Sarwono, edisi ketiga)
Dasar dari suntik KB adalah meniru proses-proses alamiah dengan cara menggantikan
produksi normal estrogen dan progesterone oleh ovarium akan menekan hormon
ovarium selama siklus haid normal, sehingga juga menekan releasing-factor di otak dan
akhirnya mencegah ovulasi. Jika menggunakan pil oral, harus diminum setiap hari agar
efektif karena mereka di metabolism dalam 24 jam. Bila akseptor lupa minum 1-2 tablet,
maka akan terjadi peningkatan hormone-hormon alamiah dan akhirnya menyebabkan ovum
jadi matang dan dilepaskan.
Mekanisme kerjanya antara lain menghambat ovulasi, mencegah implantasi,
memperlambat transportasi ovum, mengentalkan lendir serviks (Proverawati, 2010).
1) Mekanisme kerja estrogen
Estrogen mempunyai khasiat kontrasepsi dengan jalan mempengaruhi ovulasi, implantasi,
atau perjalanan ovum.
a) Ovulasi
Ovulasi dihambat melalui pengaruh estrogen terhadap hipotalamus dan selanjutnya
menghambat FSH dan LH. Penghambatan tersebut tampak dari tidak adanya estrogen dan
puncak FSH-LH dari pertengahan siklus. Ovulasi tidak selalu dihambat oleh pil kombinasi
yang mengandung estrogen 50 mikrogram atau kurang karena estrogen hanya efektif 95-
98% menghambat ovulasi.
b) Implantasi
Implantasi dari blastocyst yang sedang berkembang terjadi 6 hari setelah fertilisasi, proses
ini dapat dihambat bila lingkungan endometrium tidak dalam keadaan yang optimal.
Kadar estrogen dan progesteron yang tidak adekuat, menyebabkan pola endometrium
yang abnormal sehingga menjadi tidak baik untuk implantasi. Implantasi telur yang sudah
dibuahi dihambat oleh estrogen dosis tinggi (dietilstilbestrol, etinil estradiol) yang diberikan
pada pertengahan siklus haid.
c) Transport gamet/ovum
Transport gamet/ovum dipercepat oleh estrogen dan hal ini disebabkan efek hormonal
pada peristaltik tuba serta kontraktilitas uterus.
Estrogen

(-) Hipotalamus

(-) FSH

Tidak terjadi pematangan folikel

Tidak ada ovulasi


2) Mekanisme kerja Progesteron
Fungsi progesteron ialah menyiapkan endometrium untuk implantasi dan mempertahankan
kehamilan. Disamping itu, progesteron mempunyai khasiat kontrasepsi, sebagai berikut:
a) Lendir serviks yang kental
Dalam waktu 48 jam setelah pemberian progesteron, lendir serviks mengalami perubahan
menjadi lebih pekat, sehingga penetrasi dan transportasi sperma selanjutnya lebih sulit.
b) Ovulasi
Penghambatan ovulasi melalui terganggunya fungsi hipotalamus-hipofisis-ovarium oleh
progesteron.
c) Implantasi
Implantasi dihambat bila progesteron diberikan sebelum ovulasi. Walaupun ovulasi dapat
terjadi, produksi progesteron dari korpus luteum akan berkurang, sehingga implantasi
dihambat.
d) Transport gamet/ovum
Jika progesteron diberikan sebelum konsepsi, maka perjalanan ovum dalam tuba akan
terhambat (Hartanto, 2010).
Efektifitas
Dengan pemakaian yang benar, yaitu mengikuti aturan pakai dan
Efektivitas mencapai mencapai 99%. Yang berarti terdapat 1 dari 100 wanita yang
mengkonsumsi pil selama 1 tahun akan mengalami kehamilan. Metode ini juga merupakan
metode yang paling reversible, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti
minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam
waktu 3 bulan (Proverawati 2010)

8. Bagaimana cara memberikan konseling tentang metode kontrasepsi?

LANGKAH KONSELING
1) GATHER

G : Greet
Berikan salam, kenalkan diri dan buka komunikasi
A : Ask
Tanya keluhan/kebutuhan pasien dan menilai apakah keluhan/ kebutuhan sesuai dengan
kondisi yang dihadapi?
T : Tell
Beritahukan persoalan pokok yg dihadapi pasien dari hasil tukar informasi dan carikan
upaya penyelesaiannya
H : Help
Bantu klien memahami & menyelesaikan masalahnya
E : Explain
Jelaskan cara terpilih telah dianjurkan dan hasil yang diharapkan mungkin dapat segera
terlihat/ diobservasi)
R : Refer/Return visit
Rujuk bila fasilitas ini tidak dapat memberikan pelayanan yang sesuai. Buat jadwal
kunjungan Ulang)

2) Langkah Konseling KB SATU TUJU


Langka SATU TUJU ini tidak perlu dilakukan berurutan karena menyesuaikan dengan
kebutuhan klien.
SA : Sapa dan salam
Sapa klien secara terbuka dan sopan
Beri perhatian sepenuhnya, jaga privasi pasien
Bangun percaya diri pasien
Tanyakan apa yang perlu dibantu dan jelaskan pelayanan apa yang dapat diperolehnya.
T : Tanya
Tanyakan informasi tentang dirinya
Bantu klien pengalaman tentang KB dan kesehatan reproduksi
Tanyakan kontrasepsi yang ingin digunakan
U : Uraiakan
Uraikan pada klien mengenai pilihannya
Bantu klien pada jenis kontrasepsi yang paling dia ingini serta jelaskan jenis yang lain
TU : Bantu
Bantu klien berfikir apa yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya
Tanyakan apakah pasangan mendukung pilihannya
J : Jelaskan
Jelaskan secara lengkap bagaiman menggunakan kontrasepsi pilihannya setelah klien
memilih jenis kontrasepsinya.
Jelaskan bagaimana penggunaannya
Jelaskan manfaat ganda dari kontrasepsi
U : Kunjungan Ulang
Perlu dilakukan kunjungan ulang untuk dilakukan pemeriksaan atau permintaan
kontrasepsi jika dibutuhkan.

a. Membahas dengan calon peserta berbagai pilihan kontrasepsi yang tersedia


b. Memberikan informasi selengkap mungkin mengenai konsekuensi pilihannya, baik
ditinjau dari segi medis teknis maupun hal2 lain yang non-medis agar tidak menyesal
dikemudian
c. Membantu calon peserta KB memutuskan pilihannya atas metode kontrasepsi yang
paling sesuai dengan keadaan khusus pribadi dan keluarganya
d. Membantu peserta KB dalam menyesuaikan diri terhadap kondisi barunya, terutama
bila ia mengalami berbagai permasalahan
Informasi tentang :
1. Arti KB
2. Manfaat KB
3. Cara ber-KB atau metode kontrasepsi
4. Desas desus tentang kontrasepsi dan penjelasannya
5. Pola perencanaan keluarga dan penggunaan kontrasepsi yang
rasional
6. Rujukan pelayanan kontrasepsi
Hartono hanifa, Keluarga Berencana dan Kontrasepsi

Tujuan Konseling:
Konseling KB bertujuan membantu klien dalam hal:
a. Menyampaikan informasi dan pilihan pola reproduksi
b. Memilih metode KB yang diyakini
c. Menggunakan metode KB yang dipilih secara aman dan efektif
d. Memulai dan melanjutkan KB
e. Mempelajari tujuan, ketidakjelasan informasi tentang metode KB yang tersedia.

Fungsi Konseling:
a. Konseling dengan fungsi pencegahan merupakan upaya mencegah timbulnya masalah
kesehatan.
b. Konseling dengan fungsi penyesuaian dalam hal ini merupakan upaya untuk membantu klien
mengalami perubahan biologis, psikologis, social, cultural, dan lingkungan yang berkaitan dengan
kesehatan.
c. Konseling dengan fungsi perbaikan dilaksanakan ketika terjadi penyimpangan perilaku klien
atau pelayanan kesehatan dan lingkungan yang menyebabkan terjadi masalah kesehatan
sehingga diperlukan upaya perbaikan dengan konseling.
d. Konseling dengan fungsi pengembangan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan upaya peningkatan peran
serta masyarakat.
repository.usu.ac.id

9. Metode kontrasepsi apa yg cocok untuk pasien A dan B?


Pasien A: 35 tahun, Post Partum 6 bl, TD Hiper, Riwayat: Claydiasis, hepatitis kronis, DM
Jangan diberikan kontrasepsi hormonal (patfis depresi, DM, hipertensi diatas); bisa
memilih:
- Barier (kondom, diafragma)
- IUDservisitis
- Vasektomi/tubektomi bisa

Pasien B: 25 tahun, 2 anak, FAM hormonal akan meningkatkan proliferasi,

- Barier bisa
- IUD
- Tubektomi/vasektomi

Kontrasepsi hormonal tidak masalah untuk GO.

Kenapa pasangan yg bertahun-tahun menikah belum punya anak padahal keduanya


normal??
- Bertemu nya pada saat bukan masa ovulasi
- Pemeriksaannya harus lengkap (posisi uterus, dll)
- Lendir serviks terlalu asam sperma mati
- Jumlah sperma tidak menentukan, selama kualitasnya bagus, kan hanya satu
sperma yg membuahi ovum.

Prinsip pelayanan kontrasepsi saat ini adalah memberikan kemandirian pada ibu dan pasangan untuk
memilih metode yang diinginkan. Pemberi pelayanan berperan sebagai konselor dan fasilitator,
sesuai langkah-langkah di bawah ini.
1. Jalin komunikasi yang baik dengan ibu

Beri salam kepada ibu, tersenyum, perkenalkan diri Anda. Gunakan komunikasi verbal dan non-verbal
sebagai awal interaksi dua arah. Tanya ibu tentang identitas dan keinginannya pada kunjungan ini.

2. Nilailah kebutuhan dan kondisi ibu

Tanyakan tujuan ibu berkontrasepsi dan jelaskan pilihan metode yang dapat diguakan untuk tujuan
tersebut. Tanyakan juga apa ibu sudah memikirkan pilihan metode tertentu.

Tanyakan status kesehatan ibu dan kondisi medis yang dimilikinya. Perhatikan persyaratan medis
penggunaan metode kontrasepsi tertentu.

3. Berikan informasi mengenai pilihan metode kontrasepsi yang dapat digunakan ibu

Berikan informasi yang obyektif dan lengkap tentang berbagai metode kontrasepsi: efektivitas, cara
kerja, efek samping, dan komplikasi yang dapat terjadi serta upaya-upaya untuk menghilangkan
atau mengurangi berbagai efek yang merugikan tersebut (termasuk sistem rujukan).

4. Bantu ibu menentukan pilihan

Bantu ibu memilih metode kontrasepsi yang paling aman dan sesuai bagi dirinya. Beri kesempatan
pada ibu untuk mempertimbangkan pilihannya. Apabila ingin mendapat penjelasan lanjutan,
anjurkan ibu untuk berkonsultasi kembali atau dirujuk pada konselor atau tenaga kesehatan yang
lebih ahli.

5. Jelaskan secara lengkap mengenai metode kontrasepsi yang telah dipilih ibu
Setelah ibu memilih metode yang sesuai baginya, jelaskanlah mengenai:

Waktu, tempat, tenaga, dan cara pemasangan/pemakaian alat kontrasepsi

Rencana pengamatan lanjutan setelah pemasangan

Cara mengenali efek samping/komplikasi

Lokasi klinik keluarga berencana (KB)/tempat pelayanan untuk kunjungan ulang bila
diperlukan

Waktu penggantian/pencabutan alat kontrasepsi

Informasi-informasi tersebut tidak dijelaskan di dalam buku ini, namun dapat diperoleh di Buku
Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi (BKKBN 2011).

Bila ibu ingin memulai pemakaian kontrasepsi saat itu juga, lakukan penapisan kehamilan dengan
menanyakan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

Apakah Anda mempunyai bayi yang berumur kurang dari 6 bulan DAN menyusui secara
eksklusif DAN tidak mendapat haid selama 6 bulan tersebut?

Apakah Anda pantang senggama sejak haid terakhir atau bersalin?

Apakah Anda baru melahirkan bayi kurang dari 4 minggu?

Apakah haid terakhir dimulai 7 hari terakhir (atau 12 hari terakhir bila klien ingin
menggunakan AKDR)?

Apakah Anda mengalami keguguran dalam 7 hari terakhir (atau 12 hari terakhir bila klien
ingin menggunakan AKDR)?

Apakah Anda menggunakan metode kontrasepsi secara tepat dan konsisten?

Bila ada jawaban YA pada satu atau lebih pertanyaan di atas, metode kontrasepsi dapat mulai
digunakan. Bila semua dijawab TIDAK, ibu harus melakukan tes kehamilan atau menunggu haid
berikutnya.

6. Rujuk ibu bila diperlukan


Rujuk ke konselor yang lebih ahli apabila di klinik KB ini ibu belum mendapat informasi yang cukup
memuaskan, atau rujuk ke fasilitas pelayanan kontrasepsi/kesehatan yang lebih lengkap apabila
klinik KB setempat tidak mampu mengatasi efek samping/komplikasi atau memenuhi keinginan ibu.
Berikan pelayanan lanjutan setelah ibu dikirim kembali oleh fasilitas rujukan (kunjungan ulang pasca
pemasangan)

WHO : http://www.edukia.org/web/kbibu/9-7-1-panduan-pemilihan-kontrasepsi/

10. Jenis kontrasepsi apa yg baik digunakan saat masih menyusui?


Semua alat kontrasepsi tentu ada kekurangan disamping kegunaan yang sudah tidak diragukan. Pada
ibu menyusui dapat menggunakan kontrasepsi yang prinsipnya tidak mengurangi jumlah ASI,
terutama pada 6 bulan pertama di mana bayi belum mendapat makanan tambahan selain ASI. Yang
dapat dipakai bisa KB non hormonal atau hormonal, misalnya pil KB dr golongan progesteron
rendah, atau suntikan yang hanya mengandung hormon progesteron yang disuntikan per 3 bulan.
Kontrasepsi yang mengandung estrogen tidak dianjurkan karena akan mengurangi jumlah ASI,
misalnya Diane. IUD cukup aman pada ibu menyusui dan banyak dipilih. Mengenai bergeser atau
tidak tentu dokter akan tahu seandainya ibu datang kontrol minimal 6 bulan sekali.
Untuk ibu menyusui, pilihan kontrasepsi yang aman adalah kontrasepsi non hormonal. Beberapa
alat kontrasepsi ini bisa Anda pilih :
- Kondom untuk mencegah agar sperma tidak masuk ke dalam serviks.
- IUD (Intrauterine Device).
- Spermatisida, yaitu bahan kimia berbentuk cairan atau krim untuk membunuh sperma.
- Operasi tubektomi, bagi yang memenuhi syarat dan indikasi. Yaitu dengan mengikat tuba falopi agar
sperma tidak dapat mencapai sel telur.
- Diafragma, yaitu sejenis alat dari bahan lateks lembut atau silikon yang dimasukkan ke dalam
serviks untuk membentengi serviks agar sperma tidak dapat mencapai uterus. Jika Anda memilih
kontrasepsi ini, hubungi dokter untuk mengukur ulang diafragma yang akan digunakan karena ukuran
dan bentuk leher rahim dapat berubah pasca melahirkan. Diafragma dapat digunakan kembali 6
minggu setelah melahirkan.
Semua kontrasepsi mempunyai angka keberhasilan yang tinggi, lebih dari 95% sepanjang ibu
menjaga kedisipilinan baik dalam mengkonsumsi atau memeriksakan ke dokter untuk kontrol.
Perlu diingat bahwa pil KB dengan dosis rendah progesteron untuk ibu menyusui, bekerja bersama-
sama dalam mencegah dalam kehamilan. Jadi bila menyusui sudah jarang, sebaiknya jangan
digunakan lagi karena tidak akan memberi perlindungan yang optimal.
Untuk mendapat pil KB, tentu pertama kali harus ke layanan kesehatan untuk dicek ada tidaknya
kontraindikasi dalam mengkonsumsinya. Biasanya pil KB utk menyusui, akan terdapat tanda di
blisternya berupa gambar payudara dan ada beberapa jenis dipasaran.
staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/.../KONTRASEPSI.pdf
(Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, 2006)

11. Faktor-faktor apa yg mempengaruhi pemilihan kontrasepsi?


FAKTOR-FAKTOR DALAM MEMILIH METODE KONTRASEPSI
Sebelum menetapkan suatu metode kontrasepsi
1. Faktor pasangan motivasi dan rehabilitas: umur, gayahidup, frekuwensi senggama, jumlah
keluarga yang di inginkan, pengalaman dengan kontraseptivum yang lalu, sikap kewanitaan, sikap
kepriaan.
2. Faktor kesehatan kontraindikasi absolute atau relative: Status kesehatan, riwayat haid,
riwayat keluarga, pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul.
3. Faktor metode kontrasepsi penerimaan dan pemakaian berkesinambungan: efektifitas,
efek samping minor, kerugian, komplikasi-komplikasi yang potensial, biaya.

Dalam hal memilih metode kontrasepsi, kita harus dapat memandangnya dari dua sudut
yaitu: dari pihak calon akseptor dan pihak medis / petugas KB.
1 .Pihak calon akseptor
Dengan belum tersedianya metode kontrasepsi yang benar-benar 100% sempurna, maka ada
dua hal yang sangat penting untuk di ketahui oleh pasangan calon akseptor, yaitu: efektifitas dan
keamanan (Hartanto, 2004).
a. Efektifitas
Petugas KB sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah metode ini benar-benar ampuh?
2. Metode apa yang paling efektif?
3. Metode apa yang paling efektif untuk saya?
4. Apakah saya dapat menjadi hamil bila telah ikut KB?
Karena pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dapat di jawab secara pasti untuk setiap
individu wanita, di anggap paling baik menjawabnya dengan dua cara:
1. Angka kegagalan bagi pasangan suami istri yang memakai metode kontrasepsi secara
konsisten dan benar (theoretical atau biological effectiveness), kegagalan cara (kegagalan metode)
(method failure).
2. Angka kegagalan bagi pasangan suami istri dalam kondisi kehidupan sehari-hari/sebenarnya
(use effectiveness), kegagalan pemakai (user failure).
b). Keamanan
Seperti halnya semua kontrasepsi mempunyai kegagalan, maka semua kontrasepsi juga
menimbulkan resiko tertentu pada pemakainya, yaitu:
1. Risiko yang berhubungan dengan metode itu sendiri, misalnya kematian, hospitalisasi,
histerektomi, infeksi dan lain-lain.
2. Adanya risiko yang potensial dalam bentuk ketidaknyamanan (inconvenience), misalnya
senggama menjadi kurang/tidak menyenangkan, biaya yang tinggi dan lain-lain.

2). Pihak medis/petugas KB


Di samping ke dua hal tersebut di atas,untuk fihak medis/petugas KB masih ada hal-hal lain
yang penting dan perlu di pertimbangkan, yaitu:
1. Upaya melindungi kesuburan/fertilitas dari akseptor
2. Keuntungan non kontraseptif
3. Kontra indikasi
4. Tanda-tanda bahaya metode kontrasepsi yang sedang di pertimbangkan terutama untuk
calon akseptor pil-oral dan IUD.
5. Menghindari pendekatan dengan poli farmasi
6. Kerjasama antara Suami dan istri (Hartanto. H, 2004).

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan metode/alat kontrasepsi lainnya adalah:


1). Faktor internal
Faktor internal adalah factor-faktor yang menyangkut bagian dalam diri suami dari para akseptor KB
sendiri (Lukman Ali, 1995). Faktor internal sendiri disini meliputi pengetahuan yaitu pengetahuan
suami dari akseptor KB tentang metode / alat-alat kontrasepsi (Ayurai, 2009).
a). Pengetahuan
Pengetahuan adalah segala apa yang diketahui berkenan dengan sesuatu hal. Pengetahuan secara
umum berhubungan dengan mengingat pada bahan yang sudah dipelajari (Sudirman, 1987) (Ayurai,
2009).
b). Motivasi
Motivasi adalah tingkah laku ke arah satu tujuan dengan didasari adanya suatu kebutuhan (A.Tabrai,
Refrigerant. 1996) (Ayurai, 2009). Motivasi adalah keinginan dalam diri manusia yang menimbulkan,
mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya untuk memenuhi kebutuhannya yang telah
ditetapkan sebelumnya (Harold Kantz, 1990) (Ayurai, 2009).

2). Faktor eksternal

a). Petugas kesehatan


Petugas kesehatan adalah orang yang berpendidikan serta berpengalaman khusus dalam bidang
kesehatan. Yang dimaksud disini adalah petugas kesehatan (dokter, bidan, perawat kesehatan)
masyarakat yang sudah mendapat latihan khusus KB (Ayurai, 2009).
b). Sosial budaya
Sosial budaya adalah lingkungan yang mempengaruhi kita termasuk cara pergaulannya, adat
istiadatnya, agama dan kepercayaannya (Depkes RI, 1996). Pada tahun 1871 seorang antropolog yaitu
E.B Taylor pernah mencoba memberikan definisi mengenai kebudayaan. Kebudayaan adalah
kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan seni, moral, kebiasan yang didapat dari nenek
moyang dan diwariskan oleh masyarakat setempat (Depkes RI, 1996) (Ayurai, 2009).

Faktor-faktor dalam memilih metode kontrasepsi


1. Faktor pasangan-motivasi
a. Umur
Wanita usia subur yang dapat menggunakan kontrasepsi progestin, sedangkan wanita yang
sudah menopause tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi progestin, sehingga dapat
mempengaruhi seseorang untuk memilih metode kontrasepsi.
b. Gaya hidup
Wanita yang gaya hidupnya suka merokok (perokok), menderita anemia (kekurangan zat
besi) boleh menggunakan kontrasepsi progestin karena tidak ada efek samping bagi wanita
perokok dan penderita anemia.
c. Frekuensi sanggama
Kontrasepsi progesteron dapat digunakan pada wanita yang sering ataupun yang jarang
melakukan hubungan seksual dengan suaminya, karena tidak mengganggu pada hubungan
seksual.
d. Jumlah keluarga yang diinginkan
Salah satu tujuan dari kontrasepsi ini adalah untuk menjarangkan kehamilan, jadi wanita
yang ingin mengatur jumlah anak ataupun yang ingin menjarangkan kehamilan sehingga
jumlah anak dalam keluarga sesuai keinginan dapat menggunakan kontrasepsi.
e. Pengalaman dengan kontrasepsi yang lalu
Wanita yang dahulunya pernah menggunakan salah satu jenis kontrasepsi, dia merasa
nyaman dan merasa mendapat keuntungan dari kontrasepsi itu. Maka dia pasti akan
menggunakan kontrasepsi itu lagi.
1. Faktor kesehatan-kontra indikasi absolut dan relative
a. Status kesehatan
Wanita yang mempunyai penyakit jantung dapat menggunakan kontrasepsi progesteron,
karena mengandung esterogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit
jantung.
b. Riwayat haid
Semua wanita yang siklus haidnya panjang atau pendek dapat menggunakan kontrasepsi
progesterone, sedangkan wanita yang pernah mengalami perdarahan pervaginam
yang belum jelas penyebabnya tidak boleh menggunakan kontrasepsi progesteron.
c. Riwayat keluarga
Wanita yang dalam keluarganya mempunyai riwayat kanker payudara dan diabetes
mellitus disertai komplikasi tidak dapat menggunakan kontrasepai progestin.
d. Pemeriksaan fisik
Wanita yang pada pemeriksaan fisik terdapat varises tidak dapat menggunakan
kontrasepsi progestin.
3. Faktor metode kontrasepsi-penerimaan dan pemakaian
berkesinambungan.
a. Efektifitas
Efektifitas kontrasepsi progestin tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan tiap
tahun. Asal penyuntikkannya dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah
ditentukan.
b. Efek samping minor
Efek samping hanya sedikit (gangguan siklus haid,perubahan berat badan,
keterlambatan kembalinya kesuburan dan osteoporosis pada pemakaian jangka
panjang)
c. Kerugian
Kerugian hanya sedikit dan jarang terjadi pada wanita yang mengunakan kontrasepsi
progesteron ini, perubahan berat badan merupakan kerugian tersering.
d. Komplikasi-komplikasi yang potensial
Wanita yang menggunakan kontrasepsi progesterone tidak ditemukan adanya komplikasi-
komplikasi yang potensial.
e. Biaya.
Biaya kontrasepsi progesteron sangat terjangkau, siapa saja bisa menjangkaunya.
(Hartanto, 2004)

12. Apa hubungan kebiasan merokok dengan pemilihan metode kontrasepsi?


Cigarette smoking causes about 1 in every 5 deaths in the United States each year. It's the main
preventable cause of death and illness in the United States.
Smoking harms nearly every organ in the body, including the heart, blood vessels, lungs, eyes,
mouth, reproductive organs, bones, bladder, and digestive organs. This article focuses on how
smoking affects the heart and blood vessels.
Other Health Topics articles, such as COPD (chronic obstructive pulmonary disease), Bronchitis,
and Cough, discuss how smoking affects the lungs.
Overview
Smoking and Your Heart and Blood Vessels
The chemicals in tobacco smoke harm your blood cells. They also can damage the function of your
heart and the structure and function of your blood vessels. This damage increases your risk
of atherosclerosis (ath-er-o-skler-O-sis).
Atherosclerosis is a disease in which a waxy substance called plaque (plak) builds up in the arteries.
Over time, plaque hardens and narrows your arteries. This limits the flow of oxygen-rich blood to
your organs and other parts of your body.
Coronary heart disease (CHD) occurs if plaque builds up in the coronary (heart) arteries. Over time,
CHD can lead to chest pain, heart attack, heart failure,arrhythmias (ah-RITH-me-ahs), or even death.
Smoking is a major risk factor for heart disease. When combined with other risk factorssuch
as unhealthy blood cholesterol levels, high blood pressure, andoverweight or obesitysmoking
further raises the risk of heart disease.
Smoking also is a major risk factor for peripheral arterial disease (P.A.D.). P.A.D. is a condition in
which plaque builds up in the arteries that carry blood to the head, organs, and limbs. People who
have P.A.D. are at increased risk for heart disease, heart attack, and stroke.
Smoking and Atherosclerosis
The image shows how smoking can affect arteries in the heart and legs. Figure A shows the
location of coronary heart disease and peripheral arterial disease. Figure B shows a detailed view
of a leg artery with atherosclerosisplaque buildup that's partially blocking blood flow. Figure C
shows a detailed view of a coronary (heart) artery with atherosclerosis.
Any amount of smoking, even light smoking or occasional smoking, damages the heart and blood
vessels. For some people, such as women who use birth control pills and people who have diabetes,
smoking poses an even greater risk to the heart and blood vessels.
Secondhand smoke also can harm the heart and blood vessels. Secondhand smoke is the smoke that
comes from the burning end of a cigarette, cigar, or pipe. Secondhand smoke also refers to smoke
that's breathed out by a person who is smoking.
Secondhand smoke contains many of the same harmful chemicals that people inhale when they
smoke. Secondhand smoke can damage the hearts and blood vessels of people who don't smoke in
the same way that active smoking harms people who do smoke. Secondhand smoke greatly increases
adults' risk of heart attack and death.
Secondhand smoke also raises children and teens' risk of future CHD because it:
Lowers HDL cholesterol (sometimes called "good" cholesterol)
Raises blood pressure
Damages heart tissues
The risks of secondhand smoke are especially high for premature babies who have respiratory
distress syndrome (RDS) and children who have conditions such as asthma.
Researchers know less about how cigar and pipe smoke affects the heart and blood vessels than they
do about cigarette smoke.
However, the smoke from cigars and pipes contains the same harmful chemicals as the smoke from
cigarettes. Also, studies have shown that people who smoke cigars are at increased risk for heart
disease.

Hardy dkk (2000) menyatakan hal ini disebabkan karena rokok memiliki efek toksik pada fungsi
ovarium dan mempercepat tingkat atresia pada folikel.

Kontrasepsi hormonal adalah hormon yang ditambahkan ke dalam tubuh seorang wanita
dengan cara diminum (pil), disuntikkan (KB suntik) ataupun dimasukkan ke dalam tubuh
berupa susuk. Hormon tersebut dapat berupa estrogen, progesteron ataupun gabungan
keduanya. Dengan adanya tambahan hormon tersebut, maka ada berbagai efek yang
memang diharapkan terjadi, yang pertama adalah indung telur tidak akan mencapai tingkat
kematangan yang diharapkan, sehingga ovulasi tidak akan terjadi, yang kedua kondisi rahim
dibuat agar tidak dapat menerima calon janin, sehingga tidak dapat terjadi kehamilan.

Oleh karena pemberian hormon ini berpengaruh ke seluruh sistem di dalam tubuh kita,
makaselain efek yang memang diharapkan terjadi, seringkali timbul efek samping lain,
misalnya peningkatan berat badan, sakit kepala, keluar flek-flek dan sebagainya. Hal ini
karena salah satu fungsi dari hormon-hormon ini adalah mempengaruhi metabolisme
lemak di dalam tubuh dan juga mempengaruhi kerja sistem kardiovaskular yang
mencakup jantung dan pembuluh darah. Sehingga wanita yang sudah menderita beberapa
penyakit seperti penyakit jantung koroner, kencing manis, kadar kolesterol tinggi ataupun
darah tinggi tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi hormonal karena dapat
memperparah penyakit yang sudah ada.

Sebagaimana kita ketahui bersama rokok juga memiliki pengaruh yang cukup besar
dalamsistem jantung dan pembuluh darah. Racun dari rokok sangat mempengaruhi
elastisitas pembuluh darah sehingga wanita yang merokok harus berkonsultasi dahulu
dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi hormonal.

Pada sebagian wanita di atas usia 35 tahun, sudah mulai ada kecenderungan untuk terkena
berbagai penyakit degeneratif seperti kencing manis, kadar kolesterol darah yang tinggi,
ataupun darah tinggi, sehingga bila akan menggunakan kontrasepsi hormonal diharapkan
dapat dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter
http://m.medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=575

13. Apa efek samping penggunaan metode kontrasepsi


6. METODE BARRIER
D. Kondom
Sarung karet yang terbuat dari bahan lateks, vinil yang dipasang pada penis saat
hubungan seksual
Cara Kerja menghalangi pertemuan sperma dan sel telur & mencegah penularan
mikroorganisme
Keuntungan :
o Efektif bila digunakan dengan benar
o Dapat dipakai bersama kontrasepsi lain untuk mencegah IMS
o Tidak mengganggu produksi ASI
o Tidak mengganggu kesehatan klien
o Tidak mempunyai pengaruh sistemik
o Murah dan dapat dibeli secara umum
o Tidak perlu resep dokter
Kerugian :
o Efektivitas tidak terlalu tinggi
o Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan
o Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)
o Malu membeli kondom
Efek samping dan masalah :
o Kondom rusak/diperkirakan bocor (sebelum berhubungan)
o Kondom bocor/dicurigai ada curahan di vagina saat berhubungan
o Dicurigai adanya reaksi alergi (spermisida)
o Mengurangi kenikmatan hubungan seksual

E. Difragma
Kap berbentuk bulat cembung, dari lateks yang diinsersikan ke dalam vagina
sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks
Cara Kerja menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat
reproduksi & alat tempat spermisida
Keuntungan :
o Efektif bila digunakan dengan benar
o Tidak mengganggu produksi ASI
o Tidak mengganggu hub seksual karena telah terpasang sampai 6 jam
sebelumnya
o Tidak mengganggu kesehatan klien
o Tidak mempunyai pengaruh sistemik
Kerugian :
o Keberhasilan bergantung kepatuhan mengikuti cara penggunaan
o Pada beberapa pengguna infeksi saluran uretra
o Pada 6 jam pascahubungan seks, alat masih harus berada pada posisinya
Efek samping :
o Infeksi saluran uretra
o Dugaan adanya reaksi alergi
o Rasa nyeri pada tekanan terhadap kandung kemih/rektum
o Timbul cairan vagina dan berbau jika dibiarkan lebih dari 24 jam
Indikasi :
o Tidak menyukai penggunaan AKDR
o Menyusui dan perlu kontrasepsi
o Memerlukan proteksi terhadap IMS
o Keadaan di mana tidak tersedia cara yang lebih baik
o Jika frekuensi koitus tidak seberapa tinggi, shg tidak dibutuhkan perlindungan yg
terus menerus
o Jika pemakaian PIL, AKDR, atau cara lain harus dihentikan untuk sementara
waktu oleh karena suatu sebab.
Kontraindikasi :
o Terinfeksi saluran uretra
o Tidak stabil secara psikis atau tidak suka menyentuh kelamin
o Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan

F. Spermisida
Bahan kimia (non oksinol-9)
Jenis : Aerosol, tablet vaginal, suppositoria, Jelly atau cream, Tablet busa, C-film
Cara Kerja sel membran sperma pecah, memperlambat gerakan sperma,
menurunkan kemampuan pembuahan sel telur
Keuntungan :
o Efektif seketika
o Tidak mengganggu produksi ASI
o Tidak mengganggu kesehatan klien
o Tidak mempunyai pengaruh sistemik
o Mudah digunakan
o Meningkatkan lubrikasi selama hub seks
o Tidak perlu resep dokter
Kerugian :
o Efektivitas kurang
o Bergantung kepatuhan cara penggunaan
o Harus menunggu 10-15 menit sebelum melakukan hub seks
o Efektivitas hanya 1-2 jam
Indikasi :
o Tidak menyukai AKDR
o Menyusui dan perlu kontrasepsi
o Memerlukan proteksi terhadap IMS
Kontraindikasi :
o Terinfeksi saluran uretra
o Tidak stabil secara psikis atau tidak suka menyentuh alat kelamin
o Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan
Efek samping :
o Iritasi vagina
o Iritasi penis dan tidak nyaman
o Gangguan rasa panas di vagina
o Kegagalan tablet tidak larut

7. KONTRASEPSI KOMBINASI
C. Pil Kombinasi
Efektif dan reversibel
Harus diminum setiap hari
Estrogen menekan sekresi FSH dan menghalangi maturasi folikel dan ovarium.
Karena pengaruh estrogen dari ovarium tidak ada tidak terdapat pengeluaran LH.
Di tengah - tengah daur haid kurang terdapat FSH dan tidak ada peningkatan kadar
LH ovulasi terganggu.
Pengaruh komponen progesteron dalam pil kombinasi memperkuat efek estrogen
mencegah ovulasi. Selanjutnya, estrogen dalam dosis tinggi mempercepat
perjalanan ovum dan menyulitkan terjadinya implantasi dalam endometrium dari
ovum yang sudah dibuahi. Progesteron sendiri dalam kadar tinggi menghambat
ovulasi.
Jenis :
o Monofasik = 21 tablet hormon aktif (E/P) dalam dosis sama, dengan 7 tablet
tanpa hormon aktif
o Bifasik = 21 tablet hormon aktif (E/P) dalam dua dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
o Trifasik = 21 tablet hormon aktif (E/P) dalam tiga dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
Cara Kerja menekan ovulasi, mencegah implantasi, lendir serviks mengental,
pergerakan tuba terganggu.
Keuntungan :
o Efektivitas yang tinggi
o Resiko thd kesehatan kecil
o Tidak mengganggi hubungan seksual
o Dapat digunakan jangka panjang
o Mudah dihentikan setiap saat
Kerugian :
o Mahal dan membosankan
o Mual pada 3 bulan pertama
o Pusing
o Nyeri payudara
o Tidak boleh pada perempuan hamil
o Tidak mencegah IMS
Indikasi :
o Hampir semua perempuan boleh menggunakan
Kontraindikasi :
o Wanita hamil
o Wanita menyusui
o Wanita dengan hepatitis
o Wanita perokok dengan usia > 35 tahun
o Wanita dengan migrain dan gejala neurologik fokal
o Wanita yang tidak dapat menggunakan pil setiap hari
Efek samping :
o Pada awal timbul mual, pening, sakit kepala, nyeri payudara dan spotting yang
bisa hilang sendiri, muncul pada 3 bulan pertama

D. Suntikan Kombinasi
Jenisnya adalah 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat
I.M. sebulan sekali (Cyclofem) dan 50 mg noretindron enantat dan 5 mg estradiol
valerat I.M. sebulan sekali
Cara Kerja menekan ovulasi, membuat lendir serviks mengental, perubahan pada
endometrium shg implantasi terganggu, menghambat transportasi gamet oleh tuba
Sangat efektif
Keuntungan :
o Resiko thd kesehatan kecil
o Tidak berpengaruh pada hubungan seks
o Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
o Jangka panjang
o Efek samping kecil

Kerugian :
o Terjadi perubahan pola haid
o Mual, sakit kepala, nyeri payudara dan keluhan seperti ini akan hilang setelah
suntikan kedua atau ketiga
o Ketergantungan klien thd pelayanan kesehatan
o Tidak menjamin perlindungan IMS
Indikasi :
o Perempuan usia reproduksi
o Perempuan telah memiliki anak ataupun belum
o Perempuan yang menyusui pascapersalinan > 6 bulan
Kontraindikasi :
o Perempuan hamil
o Perempuan hepatitis
o Perempuan dengan riwayat penyakit jantung
o Perempuan dengan keganasan pada payudara

8. KONTRASEPSI PROGESTIN
C. Suntikan Progestin
Sangat efektif
Aman
Dapat dipakai semua wanita usia reproduksi
Tidak menekan produksi ASI
Progesteron mempunyai khasiat dalam hal sbb:
o Lendir serviks menjadi lebih kental, shg menghalangi penetrasi spermatosoon
o masuk ke dalam uterus
o Kapasitasi spermatosoon yang perlu untuk memasuki ovum terganggu
o Menyulitkan implantasi ovum yang sudah dibuahi.
Cara kerja mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks. Menghambat
transportasi gamet oleh tuba
Keuntungan :
o Efektif
o Pencegahan kehamilan jangka panjang
o Tidak berpengaruh pada ASI
o Mencegah kanker endometrium dan KET
Kerugian :
o Gangguan haid memendek/memanjang, perdarahan sedikit/banyak, tidak
haid
o Tidak menjamin perlindungan terhadap IMS
o Bergantung pada tempat pelayanan kesehatan
Indikasi :
o Perempuan usia reproduksi
Kontraindikasi :
o Perempuan hamil atau dicurigai hamil
o Menderita kanker payudara
o Perempuan DM

D. Pil Progestin
Cocok untuk perempuan menyusui yang ingin memakai pil KB
Tidak menurunkan produksi ASI
Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat
Cara kerja menekan sekresi Gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium,
endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga implantasi sulit,
mengentalkan lendir serviks, mengubah motilitas tuba
Keuntungan :
o Tidak mengganggu hubungan seksual
o Tidak mempengaruhi ASI
o Kesuburan cepat kembali
o Nyama dan mudah digunakan
o Sedikit efek samping
o Dapat dihentikan setiap saat
Kerugian :
o Mengalami gangguan haid
o Harus digunakan setiap hari
o Tidak melindungi diri dari IMS
Indikasi :
o Perempuan usia reproduksi
Kontraindikasi :
o Perempuan hamil atau diduga hamil
o Perempuan punya riwayat stroke
o Kanker payudara
o Perempuan yang sering lupa menggunakan pil

9. AKDR
Jenis
o AKDR CuT-380A
Kecil, kerangka dari plastik yang fleksibel, berbentuk huruf Tdiselubungi oleh kawat
halus yang terbuat dari tembaga (Cu)
o AKDR lain yang beredar di Indonesia ialah NOVA T (schering)
Cara Kerja
o Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii.
o Mempengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai kavum uteri.
o AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR
membuat sperma sulit masuk dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi
kemampuan sperma untuk fertilitas.
o Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.
Keuntungan
o sebagai kontrasepsi, efektivitasnya tinggi.
o AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan.
o Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)
o Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat.
o Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
o Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
o Tidak ada efek samping hormonal.
o Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
o Daat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi
infeksi)
o Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)
o Tidak ada interaksi dengan obat
o Mencegah kehamilan ektopik
Kerugian
o Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
o Tidak baik bagi pasangan perempuan dengan IMS
o Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR.
o Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui.
o Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu.
o Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR.
Indikasi
o Usia produktif
o Keadaan nulipara
o Risiko rendah dari IMS
o Menginginkan memakai kontrasepsi jangka panjang
o Menyusui yang menginginkan memakai kontrasepsi
o Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya
o Setelah abortus dan tidak ada infeksi
o Tidak menghendaki kehamilan setelah 1-5 hari sanggama
Kontraindikasi
o Sedang hamil
o Perdarahan vagina yang tidak diketahui
o Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)
o Menderita TBC pelvik
o Kanker alat genital
o Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
o Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri.
Efek Samping
o Amenorea
o Kejang
o Perdarahan vagina yang hebat dan tidak teratur
o Benang yang hilang
o Rasa nyeri dan kejang di perut
o Gangguan pada suami akibat ada benang yg timbul saat bersenggama
o Ekspulsi (pengeluaran sendiri)
Komplikasi :
o Infeksi pada traktus genitalis
o Perforasi AKDR yang sampai menuju ke rongga perut
o Kehamilan

10. KONTRASEPSI MANTAP


Pada wanita
o sangat efektif dan permanent
o tindak pembedahan yang aman dan sederhana
o tidak ada efek samping
TUBEKTOMI adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas
(kesuburan) seorang perempuan secara permanent
Mekanisme kerja dengan mengoklusi tuba falopii (mengikat dan memotong
atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
Jenis:
Minilaparotomi
Laparoskopi
Keuntungan
Sangat efektif (0,2-4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama
penggunaan)
Permanent
Tidak mempengaruhi proses menyusui
Tidak bergantung pada faktor sanggama
Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius
Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anastesi local
Tidak ada efek sampng dalam jangka panjang
Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi
hormone ovarium)
Indikasi
Perempuan pada usia >26 tahun
Perempuan dengan paritas >2
Perempuan yang yakin telah mempunyai besar keluarga yang sesuai dengan
kehendaknya
Perempuan yang ada pada kehamilannya akan menimbulkan risiko
kesehatan yang serius
Perempuan pascapersalinan
Perempuan pasca-keguguran
Perempuan yang paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini
Kontraindikasi
Perempuan yang hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai)
Perempuan dengan infeksi sistemik atau pelvikyang akut (hingga masalah itu
disebuhkan atau dikontrol)
Perempuan yang tidak boleh menjalani proses pembedahan
Prempuan yang kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa
depan
Perempuan yang belum memberikan persetujuan tertulis
Keterbatasan:
Harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ii (tdk dapat
dipulihkan kembali), kecuali dengan operasi rekanalisasi
Klien dapat menyesal di kemudian hari
Risiko komplikasi kecil (meningkat apabila digunakan anestesi umum)
Rasa sakit / ketidaknyamanan dlm jangka pendek setelah tindakan
Dilakukan oleh dokter yg terlatih (dibutuhkan dokter spesialis obgin atau
bedah utk proses laparoskopi)
Tidak melindungi diri dari IMS, termasuk HBV dan HIV/AIDS

Pada Pria
VASEKTOMI
VASEKTOMI adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria
dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma
terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
o sangat efektif dan permanent
o tidak ada efek samping jangka panjang
o tindak bedah yang aman dan sederhana
o efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan
o konseling dan informed consent mutlak diperlukan
Indikasi
Vasektomi merupakan upaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi
reproduksi merupakan ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan
pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga
Kontraindikasi
Infeksi kulit pada daerah operasi
Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kondisi kesehatan klien
Hidrokel atau varikokel yang besar
Hernia inguinalis
Filariasis (elephantiasis)
Undesensus testikularis
Massa intraskrotalis
Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan
antikoagulansia
Komplikasi
Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat
setelah tindakan. Komplikasi selama prosedur dapat berupa komplikasi
akibat reaksi anafilaksis yang disebabkan oleh penggunaan lidokain atau
manipulasiberlebihan terhadap anyaman pembuluh darah di

14. Apa saja Keuntungan dan kerugian masing-masing metode kontrasepsi?

1. METODE BARRIER
A. Kondom
Sarung karet yang terbuat dari bahan lateks, vinil yang dipasang pada penis saat
hubungan seksual
Cara Kerja menghalangi pertemuan sperma dan sel telur & mencegah penularan
mikroorganisme
Keuntungan :
o Efektif bila digunakan dengan benar
o Dapat dipakai bersama kontrasepsi lain untuk mencegah IMS
o Tidak mengganggu produksi ASI
o Tidak mengganggu kesehatan klien
o Tidak mempunyai pengaruh sistemik
o Murah dan dapat dibeli secara umum
o Tidak perlu resep dokter
Kerugian :
o Efektivitas tidak terlalu tinggi
o Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan
o Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)
o Malu membeli kondom
Efek samping dan masalah :
o Kondom rusak/diperkirakan bocor (sebelum berhubungan)
o Kondom bocor/dicurigai ada curahan di vagina saat berhubungan
o Dicurigai adanya reaksi alergi (spermisida)
o Mengurangi kenikmatan hubungan seksual

B. Difragma
Kap berbentuk bulat cembung, dari lateks yang diinsersikan ke dalam vagina
sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks
Cara Kerja menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat
reproduksi & alat tempat spermisida
Keuntungan :
o Efektif bila digunakan dengan benar
o Tidak mengganggu produksi ASI
o Tidak mengganggu hub seksual karena telah terpasang sampai 6 jam
sebelumnya
o Tidak mengganggu kesehatan klien
o Tidak mempunyai pengaruh sistemik
Kerugian :
o Keberhasilan bergantung kepatuhan mengikuti cara penggunaan
o Pada beberapa pengguna infeksi saluran uretra
o Pada 6 jam pascahubungan seks, alat masih harus berada pada posisinya
Efek samping :
o Infeksi saluran uretra
o Dugaan adanya reaksi alergi
o Rasa nyeri pada tekanan terhadap kandung kemih/rektum
o Timbul cairan vagina dan berbau jika dibiarkan lebih dari 24 jam
Indikasi :
o Tidak menyukai penggunaan AKDR
o Menyusui dan perlu kontrasepsi
o Memerlukan proteksi terhadap IMS
o Keadaan di mana tidak tersedia cara yang lebih baik
o Jika frekuensi koitus tidak seberapa tinggi, shg tidak dibutuhkan perlindungan yg
terus menerus
o Jika pemakaian PIL, AKDR, atau cara lain harus dihentikan untuk sementara
waktu oleh karena suatu sebab.
Kontraindikasi :
o Terinfeksi saluran uretra
o Tidak stabil secara psikis atau tidak suka menyentuh kelamin
o Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan

C. Spermisida
Bahan kimia (non oksinol-9)
Jenis : Aerosol, tablet vaginal, suppositoria, Jelly atau cream, Tablet busa, C-film
Cara Kerja sel membran sperma pecah, memperlambat gerakan sperma,
menurunkan kemampuan pembuahan sel telur
Keuntungan :
o Efektif seketika
o Tidak mengganggu produksi ASI
o Tidak mengganggu kesehatan klien
o Tidak mempunyai pengaruh sistemik
o Mudah digunakan
o Meningkatkan lubrikasi selama hub seks
o Tidak perlu resep dokter
Kerugian :
o Efektivitas kurang
o Bergantung kepatuhan cara penggunaan
o Harus menunggu 10-15 menit sebelum melakukan hub seks
o Efektivitas hanya 1-2 jam
Indikasi :
o Tidak menyukai AKDR
o Menyusui dan perlu kontrasepsi
o Memerlukan proteksi terhadap IMS
Kontraindikasi :
o Terinfeksi saluran uretra
o Tidak stabil secara psikis atau tidak suka menyentuh alat kelamin
o Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan
Efek samping :
o Iritasi vagina
o Iritasi penis dan tidak nyaman
o Gangguan rasa panas di vagina
o Kegagalan tablet tidak larut

2. KONTRASEPSI KOMBINASI
A. Pil Kombinasi
Efektif dan reversibel
Harus diminum setiap hari
Estrogen menekan sekresi FSH dan menghalangi maturasi folikel dan ovarium.
Karena pengaruh estrogen dari ovarium tidak ada tidak terdapat pengeluaran LH.
Di tengah - tengah daur haid kurang terdapat FSH dan tidak ada peningkatan kadar
LH ovulasi terganggu.
Pengaruh komponen progesteron dalam pil kombinasi memperkuat efek estrogen
mencegah ovulasi. Selanjutnya, estrogen dalam dosis tinggi mempercepat
perjalanan ovum dan menyulitkan terjadinya implantasi dalam endometrium dari
ovum yang sudah dibuahi. Progesteron sendiri dalam kadar tinggi menghambat
ovulasi.
Jenis :
o Monofasik = 21 tablet hormon aktif (E/P) dalam dosis sama, dengan 7 tablet
tanpa hormon aktif
o Bifasik = 21 tablet hormon aktif (E/P) dalam dua dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
o Trifasik = 21 tablet hormon aktif (E/P) dalam tiga dosis yang berbeda,
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
Cara Kerja menekan ovulasi, mencegah implantasi, lendir serviks mengental,
pergerakan tuba terganggu.
Keuntungan :
o Efektivitas yang tinggi
o Resiko thd kesehatan kecil
o Tidak mengganggi hubungan seksual
o Dapat digunakan jangka panjang
o Mudah dihentikan setiap saat
Kerugian :
o Mahal dan membosankan
o Mual pada 3 bulan pertama
o Pusing
o Nyeri payudara
o Tidak boleh pada perempuan hamil
o Tidak mencegah IMS
Indikasi :
o Hampir semua perempuan boleh menggunakan
Kontraindikasi :
o Wanita hamil
o Wanita menyusui
o Wanita dengan hepatitis
o Wanita perokok dengan usia > 35 tahun
o Wanita dengan migrain dan gejala neurologik fokal
o Wanita yang tidak dapat menggunakan pil setiap hari
Efek samping :
o Pada awal timbul mual, pening, sakit kepala, nyeri payudara dan spotting yang
bisa hilang sendiri, muncul pada 3 bulan pertama

B. Suntikan Kombinasi
Jenisnya adalah 25 mg depo medroksiprogesteron asetat dan 5 mg estradiol sipionat
I.M. sebulan sekali (Cyclofem) dan 50 mg noretindron enantat dan 5 mg estradiol
valerat I.M. sebulan sekali
Cara Kerja menekan ovulasi, membuat lendir serviks mengental, perubahan pada
endometrium shg implantasi terganggu, menghambat transportasi gamet oleh tuba
Sangat efektif
Keuntungan :
o Resiko thd kesehatan kecil
o Tidak berpengaruh pada hubungan seks
o Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
o Jangka panjang
o Efek samping kecil

Kerugian :
o Terjadi perubahan pola haid
o Mual, sakit kepala, nyeri payudara dan keluhan seperti ini akan hilang setelah
suntikan kedua atau ketiga
o Ketergantungan klien thd pelayanan kesehatan
o Tidak menjamin perlindungan IMS
Indikasi :
o Perempuan usia reproduksi
o Perempuan telah memiliki anak ataupun belum
o Perempuan yang menyusui pascapersalinan > 6 bulan
Kontraindikasi :
o Perempuan hamil
o Perempuan hepatitis
o Perempuan dengan riwayat penyakit jantung
o Perempuan dengan keganasan pada payudara

3. KONTRASEPSI PROGESTIN
A. Suntikan Progestin
Sangat efektif
Aman
Dapat dipakai semua wanita usia reproduksi
Tidak menekan produksi ASI
Progesteron mempunyai khasiat dalam hal sbb:
o Lendir serviks menjadi lebih kental, shg menghalangi penetrasi spermatosoon
o masuk ke dalam uterus
o Kapasitasi spermatosoon yang perlu untuk memasuki ovum terganggu
o Menyulitkan implantasi ovum yang sudah dibuahi.
Cara kerja mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks. Menghambat
transportasi gamet oleh tuba
Keuntungan :
o Efektif
o Pencegahan kehamilan jangka panjang
o Tidak berpengaruh pada ASI
o Mencegah kanker endometrium dan KET
Kerugian :
o Gangguan haid memendek/memanjang, perdarahan sedikit/banyak, tidak
haid
o Tidak menjamin perlindungan terhadap IMS
o Bergantung pada tempat pelayanan kesehatan
Indikasi :
o Perempuan usia reproduksi
Kontraindikasi :
o Perempuan hamil atau dicurigai hamil
o Menderita kanker payudara
o Perempuan DM

B. Pil Progestin
Cocok untuk perempuan menyusui yang ingin memakai pil KB
Tidak menurunkan produksi ASI
Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat
Cara kerja menekan sekresi Gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium,
endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga implantasi sulit,
mengentalkan lendir serviks, mengubah motilitas tuba
Keuntungan :
o Tidak mengganggu hubungan seksual
o Tidak mempengaruhi ASI
o Kesuburan cepat kembali
o Nyama dan mudah digunakan
o Sedikit efek samping
o Dapat dihentikan setiap saat
Kerugian :
o Mengalami gangguan haid
o Harus digunakan setiap hari
o Tidak melindungi diri dari IMS
Indikasi :
o Perempuan usia reproduksi
Kontraindikasi :
o Perempuan hamil atau diduga hamil
o Perempuan punya riwayat stroke
o Kanker payudara
o Perempuan yang sering lupa menggunakan pil

4. AKDR
Jenis
o AKDR CuT-380A
Kecil, kerangka dari plastik yang fleksibel, berbentuk huruf Tdiselubungi oleh kawat
halus yang terbuat dari tembaga (Cu)
o AKDR lain yang beredar di Indonesia ialah NOVA T (schering)
Cara Kerja
o Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii.
o Mempengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai kavum uteri.
o AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR
membuat sperma sulit masuk dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi
kemampuan sperma untuk fertilitas.
o Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.
Keuntungan
o sebagai kontrasepsi, efektivitasnya tinggi.
o AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan.
o Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)
o Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat.
o Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
o Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
o Tidak ada efek samping hormonal.
o Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
o Daat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi
infeksi)
o Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)
o Tidak ada interaksi dengan obat
o Mencegah kehamilan ektopik
Kerugian
o Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
o Tidak baik bagi pasangan perempuan dengan IMS
o Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR.
o Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui.
o Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu.
o Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR.
Indikasi
o Usia produktif
o Keadaan nulipara
o Risiko rendah dari IMS
o Menginginkan memakai kontrasepsi jangka panjang
o Menyusui yang menginginkan memakai kontrasepsi
o Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya
o Setelah abortus dan tidak ada infeksi
o Tidak menghendaki kehamilan setelah 1-5 hari sanggama
Kontraindikasi
o Sedang hamil
o Perdarahan vagina yang tidak diketahui
o Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)
o Menderita TBC pelvik
o Kanker alat genital
o Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
o Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri.
Efek Samping
o Amenorea
o Kejang
o Perdarahan vagina yang hebat dan tidak teratur
o Benang yang hilang
o Rasa nyeri dan kejang di perut
o Gangguan pada suami akibat ada benang yg timbul saat bersenggama
o Ekspulsi (pengeluaran sendiri)
Komplikasi :
o Infeksi pada traktus genitalis
o Perforasi AKDR yang sampai menuju ke rongga perut
o Kehamilan

5. KONTRASEPSI MANTAP
Pada wanita
o sangat efektif dan permanent
o tindak pembedahan yang aman dan sederhana
o tidak ada efek samping
TUBEKTOMI adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas
(kesuburan) seorang perempuan secara permanent
Mekanisme kerja dengan mengoklusi tuba falopii (mengikat dan memotong
atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
Jenis:
Minilaparotomi
Laparoskopi
Keuntungan
Sangat efektif (0,2-4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama
penggunaan)
Permanent
Tidak mempengaruhi proses menyusui
Tidak bergantung pada faktor sanggama
Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius
Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anastesi local
Tidak ada efek sampng dalam jangka panjang
Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi
hormone ovarium)
Indikasi
Perempuan pada usia >26 tahun
Perempuan dengan paritas >2
Perempuan yang yakin telah mempunyai besar keluarga yang sesuai dengan
kehendaknya
Perempuan yang ada pada kehamilannya akan menimbulkan risiko
kesehatan yang serius
Perempuan pascapersalinan
Perempuan pasca-keguguran
Perempuan yang paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini
Kontraindikasi
Perempuan yang hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai)
Perempuan dengan infeksi sistemik atau pelvikyang akut (hingga masalah itu
disebuhkan atau dikontrol)
Perempuan yang tidak boleh menjalani proses pembedahan
Prempuan yang kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa
depan
Perempuan yang belum memberikan persetujuan tertulis
Keterbatasan:
Harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ii (tdk dapat
dipulihkan kembali), kecuali dengan operasi rekanalisasi
Klien dapat menyesal di kemudian hari
Risiko komplikasi kecil (meningkat apabila digunakan anestesi umum)
Rasa sakit / ketidaknyamanan dlm jangka pendek setelah tindakan
Dilakukan oleh dokter yg terlatih (dibutuhkan dokter spesialis obgin atau
bedah utk proses laparoskopi)
Tidak melindungi diri dari IMS, termasuk HBV dan HIV/AIDS

Pada Pria
VASEKTOMI
VASEKTOMI adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria
dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma
terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
o sangat efektif dan permanent
o tidak ada efek samping jangka panjang
o tindak bedah yang aman dan sederhana
o efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan
o konseling dan informed consent mutlak diperlukan
Indikasi
Vasektomi merupakan upaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi
reproduksi merupakan ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan
pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga
Kontraindikasi
Infeksi kulit pada daerah operasi
Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kondisi kesehatan klien
Hidrokel atau varikokel yang besar
Hernia inguinalis
Filariasis (elephantiasis)
Undesensus testikularis
Massa intraskrotalis
Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan
antikoagulansia
Komplikasi
Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat
setelah tindakan. Komplikasi selama prosedur dapat berupa komplikasi
akibat reaksi anafilaksis yang disebabkan oleh penggunaan lidokain atau
manipulasiberlebihan terhadap anyaman pembuluh darah di

15. Bagaimana fisiologi hormonal yg terkait dengan kontrasepsi?


Proliferasi stroma endometrium,
Uterus meningkatkan perkembangan
kelenjar endometrium,

Meningkatkan aktivitas silia ke uterus


Tuba Fallopi untuk mendorong ovum, jaringan
kelenjar tuba fallopi berproliferasi

Perkembangan jaringan stroma,


Payudara pertumbuhan sistem duktus, deposit lemak,
Estrogen
Tulang Rangka Merangsang pertumbuhan tulang

Protein Menigkatkan total protein tubuh

Lemak Meningkatkan jumlah penyimpanan lemak subkutan

Kulit Meningkatkan vaskularisasi kulithangat,


tekstur kulit halus

Meningkatkan perubahan sekretorik endometrium uterus


selama separuh terakhir siklus bulanan wanita
Uterus mempersiapkan uterus untuk menerima ovum yg sudah
dibuahi

Progesteron Menurunkan
Meningkatkan frekuensi
sekresi untukdan intensitas
nutrisi ovum ygkontraksi uterus
telah dibuahi,
Tuba Fallopi mencegah terlepasnya ovumyg ygbergerak
terimplantasi
ovum yg membelah, dan ovum dalam tuba fallopi

Meningkatkan perkembangan lobulus &alveoli payudara sel


Payudara
alveolar berproliferasi, membesar, sekretorik
(Fisiologi Kedokteran. Guyton)