Anda di halaman 1dari 23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP)

Sekolah : SMK Negeri 1 Banyudono


Mata Pelajaran : Akuntansi Dasar
Tingkat/Semester : X/I
Materi Pokok : Jenis dan Bentuk Badan Usaha
Alokasi Waktu : 5 x 45 Menit (2 kali pertemuan)

A. Kompetensi Inti
KI 3 Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, dan rasa prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah
KI 4 Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung

B. Kompetensi Dasar
3.3 Memahami jenis dan bentuk badan usaha
4.3 Mengelompokkan jenis dan bentuk badan usaha

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.3.1 Menjelaskan pengertian Badan Usaha
3.3.2 Menjelaskan jenis badan usaha
3.3.3 Menjelaskan bentuk badan usaha
4.3.1 Mengklasifikasikanjenisbadanusaha
4.3.2 Mengklasifikasikanbentukbadanusaha

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi peserta didik akan dapat,
1. Menjelaskan Pengertian Badan Usaha
2. Menjelaskan Fungsi Badan Usaha
3. Menjelaskan Badan Usaha Berdasarkan Kegiatan
4. Menjelaskan Badan Usaha Milik Negara
5. Menjelaskan Badan Usaha Swasta
6. Menjelaskan Bentuk Badan Usaha Lain
E. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Badan Usaha

1
2. Badan Usaha Berdasarkan Kegiatan
3. Badan Usaha Berdasarkan Kepemilikan
4. Fungsi Badan Usaha
5. Pertimbangan Pemilihan Bentuk Badan Usaha

F. Pendekatan Model dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Scientific learning
Model pembelajaran : Cooperative learning
Metode pembelajaran : Penugasan, Diskusi, Tanya jawab

G. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Ke-1
SINTAK
ALOKA
KEGIAT MODEL
DESKRIPSI KEGIATAN SI
AN PEMBELAJA
WAKTU
RAN
Pendahulu 1. Melakukan pembukaan dengan salam 15 Menit
an pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik
sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan kompetensi yang akan
dicapai dan manfaat dalam kehidupan
sehari-hari.
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan untuk mengarahkan siswa ke
materi Jenis dan Bentuk Badan Usaha
5. Menyampaiakan lingkup dan tehnik
penilaian yang akan digunakan.
6. Membentuk kelompok siswa heterogen
dengan menerapkan prinsip tidak
membedakan tingkat kemampuan
berpikir, jenis kelamin, agama dll
Inti Pemberian Mengamati 65 Menit
Rangsangan Guru menjelaskan materi tentang Jenis dan
Bentuk Badan Usaha dengan power point.
Guru meminta siswa mengamati (membaca)
melalui buku teks maupun sumber lain
tentang Jenis dan Bentuk Badan Usaha dan
memahami masalah secara individu dan
mengajukan hal-hal yang belum dipahami
terkait masalah yang disajikan
Jika ada siswa yang mengalami masalah,
guru mempersilahkan siswa lain untuk
memberikan tanggapan. Bila diperlukan,
guru memberikan bantuan secara klasikal
melalui pemberian scaffolding (suatu teknik
pemberian dukungan belajar secara

2
terstruktur).

Guru meminta siswa memahami informasi


dengan menggunakan bahasa sendiri.

Menanya
Identifikasi
Guru memberi kesempatan kepada peserta
Masalah
didik untuk mengajukan pertanyaan, tentang
informasi yang belum bisa dipahami siswa
dalam kegiatan mengamati dengan cara
berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi
tentang Jenis dan Bentuk Badan Usaha.
Mengumpulkan informasi/ Eksplorasi/
Pengumpulan
Ekperimen
Data
Membentuk kelompok siswa heterogen
dengan menerapkan prinsip tidak
membedakan tingkat kemampuan berpikir,
jenis kelamin, agama dll
Guru memberi kesempatan pada peserta
didik secara berkelompok untuk
mengumpulkan data dan informasi mengenai
Jenis dan Bentuk Badan Usaha dengan cara
membaca sumber referensi.
Guru memberikan soal yaitu mengenai Jenis
dan Bentuk Badan Usaha
Pembuktian Mengasosiasi/ Menganalisis/ Mengolah
Informasi
Siswa secara aktif menyelesaikan soal
tersebut dengan cara mencocokkan
pengertian Bentuk Badan Usaha dengan
benar.
Sesekali guru berkeliling ke masing-masing
kelompok memberikan arahan dalam
memecahkan kasus/soal yang diberikan.
Menguraikan kembali informasi atau
mengolah informasi yang diperoleh tentang
Jenis dan Bentuk Badan Usaha sehingga
dapat menambah keluasan dan kedalaman
dan dapat mencari solusi dari berbagai
Menarik sumber informasi yang berbeda.
Kesimpulan Mengkomunikasikan
Menjelaskan/mempresentasikan hasil diskusi
kelompok dalam bentuk tulisan tentang Jenis
dan Bentuk Badan Usaha. Memberikan
pendapat, masukan dan tanya jawab selama
proses diskusi.

Catatan:
Selama pembelajaran berlangsung, guru

3
mengamati sikap siswa dalam pembelajaran
yang meliputi sikap : disiplin, rasa percaya diri,
berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah
tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli
lingkungan.
Penutup Guru menyimpulkan materi yang dibahas dan 10 Menit
mengevaluasi pertanyaan dari siswa.
Guru memberi tugas untuk mempelajari
tentang pengelompokkan jenis dan bentuk
badan usaha
Menutup kegiatan pembelajaran dengan
salam

Pertemuan Ke-2
SINTAK
ALOKA
KEGIAT MODEL
DESKRIPSI KEGIATAN SI
AN PEMBELAJA
WAKTU
RAN
Pendahulu 1. Melakukan pembukaan dengan salam 15 Menit
an pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik
sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan kompetensi pembelajaran
yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan untuk mengarahkan siswa ke
materi pengelompokan badan usaha
5. Membentuk kelompok siswa heterogen
dengan menerapkan prinsip tidak
membedakan tingkat kemampuan
berpikir, jenis kelamin, agama dll
Inti Pemberian Mengamati 65 Menit
Rangsangan Guru menjelaskan materi tentang
pengelompokkan jenis dan bentuk badan
usaha.
Guru meminta siswa mengamati
(membaca) melalui buku teks maupun
sumber lain tentang pengelompokkan jenis
dan bentuk badan usaha dan memahami
masalah secara individu dan mengajukan
hal-hal yang belum dipahami terkait
masalah yang disajikan
Jika ada siswa yang mengalami masalah,
guru mempersilahkan siswa lain untuk

4
memberikan tanggapan. Bila diperlukan,
guru memberikan bantuan secara klasikal
melalui pemberian scaffolding (suatu teknik
pemberian dukungan belajar secara
Identifikasi terstruktur).
Masalah
Guru meminta siswa memahami informasi
dengan menggunakan bahasa sendiri.

Menanya
Guru memberi kesempatan kepada peserta
Pengumpulan
didik untuk mengajukan pertanyaan, tentang
Data
informasi yang belum bisa dipahami siswa
dalam kegiatan mengamati dengan cara
berdiskusi untuk mendapatkan klarifikasi
tentang pengelompokkan jenis dan bentuk
badan usaha.
Mengumpulkan informasi/ Eksplorasi/
Ekperimen
Membentuk kelompok siswa heterogen
dengan menerapkan prinsip tidak
Pembuktian membedakan tingkat kemampuan berpikir,
jenis kelamin, agama dll
Guru memberi kesempatan pada peserta
didik secara berkelompok untuk
mengumpulkan data dan informasi tentang
pengelompokkan jenis dan bentuk badan
usaha dengan cara membaca sumber
referensi.
Guru memberikan soal yaitu berupa
pengelompokkan jenis dan bentuk badan
usaha.
Mengasosiasi/ Menganalisis/ Mengolah
Menarik Informasi
Kesimpulan Siswa secara aktif menyelesaikan soal
tersebut dengan cara mencocokkan
pengelompokkan jenis dan bentuk badan
usaha dengan benar.
Sesekali guru berkeliling ke masing-masing
kelompok memberikan arahan dalam
memecahkan kasus/soal yang diberikan.
Menguraikan kembali informasi atau
mengolah informasi yang diperoleh tentang
pengelompokkan jenis dan bentuk badan
usaha sehingga dapat menambah keluasan
dan kedalaman dan dapat mencari solusi
dari berbagai sumber informasi yang
berbeda.
Mengkomunikasikan

5
Menjelaskan/mempresentasikan hasil diskusi
kelompok dalam bentuk tulisan tentang
pengelompokkan jenis dan bentuk badan
usaha pengelompokkan jenis dan bentuk
badan usaha. Memberikan pendapat,
masukan, tanya jawab selama proses diskusi.
Catatan:
Selama pembelajaran berlangsung, guru
mengamati sikap siswa dalam pembelajaran
yang meliputi sikap : disiplin, rasa percaya diri,
berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah
tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli
lingkungan.
Penutup Guru menyimpulkan materi yang dibahas dan 10 Menit
mengevaluasi pertanyaan dari siswa.
Guru memberi tugas untuk mempelajari
tentang pengelompokkan jenis dan bentuk
badan usaha Menutup kegiatan pembelajaran
dengan salam.

H. Penilaian Pembelajaran
Tujuan Penilaian
Untuk mengukur pencapaian Kompetensi Peserta Didik secara berkelanjutan dalam proses
Pembelajaran untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar Peserta Didik.
a. Analisis teknik dan instrumen penilaian.
KOMPETENSI KD TEHNIK INSTRUMEN
PENILAIAN
3.3 Memahami jenis dan bentuk 1. Tes tertulis 1. Soal tes
PENGETAHUAN badan usaha tertulis
2. penugasan 2.Lembar
penilaian
penugasan
4.3 Megelompokkan jenis dan Tes Lembar
KETRAMPILAN bentuk badan usaha praktik/unjuk observasi
kerja unjuk kerja
SIKAP 1.1. Mensyukuri karunia Tuhan
SPIRITUAL Yang Maha Esa, atas Penilaian Diri Lembar
pemberian amanah untuk Penilaian Diri
mengelola administrasi
keuangan entitas.
1.2. Mengamalkan ajaran agama
dalam memanfaatkan ilmu
pengetahuan dan teknologi
untuk menghasilkan
informasi keuangan yang
mudah dipahami, relevan,
andal, dan dapat

6
diperbandingkan.
SIKAP SOSIAL 2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah
(jujur , disiplin, tanggung Penilaian Diri Lembar
jawab, peduli, santun, ramah Penilaian Diri
lingkungan, gotong royong)
dalam melakukan
pembelajaran sehingga
menjadi motivasi internal
dalam pembelajaran
akuntansi
2.2. Menghargai kerja individu
dan kelompok dalam
pembelajaran sehari-hari
sebagai wujud implementasi
sikap proaktif dalam
melakukan kegiatan
akuntansi
b. Program Remidial dan Pengayaan :
Peserta didik yang hasil penilaiannya kurang dari KKM dilakukan Remidial, dengan
cara :
1. Pembelajaran ulang dengan metode & media yang berbeda.
2. Bimbingan secara perorangan.
3. Diberi tugas/latihan khusus.
4. Tutor sebaya.
Peserta didik yang hasil penilaiannya mencapai KKM atau lebih diberikan pengayaan
(dengan diberi soal) :
1. Belajar kelompok.
2. Belajar mandiri.
3. Pemadatan kurikulum.

I. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar

1. Alat Pembelajaran
a. Papan tulis, spidol, penghapus.
b. Laptop
c. LCD
2. Media Pembelajaran
a. Powerpoint
b. Video
c. Handout latihan soal
3. Sumber Pembelajaran

Banyudono, 7 Agustus 2017.


Ketua Paket Keahlian Akuntansi Guru Mata Pelajaran

7
Dra. Ari Puji Rahayu Dra. Sri Lestari
NIP : 19601031198212 2 003 NIP. 19651224 200501 2 002

Mengetahui
Kepala SMK Negeri Banyudono Waka Kurikulum

Sudadi, S.Pd. Tulus Sih Rahmanto, S. Pd


NIP. 19581013 197911 1 002 NIP.19700110 199802 1 001

8
LAMPIRAN
MATERI PEMBELAJARAN
A. Pengertian Badan Usaha

Badan Usaha merupakan suatu organisasi yang menggunakan perusahaan untuk memperoleh
keuntungan. Sedangkan perusahaan adalah unit usaha uang ditujukan untuk menghasilkan barang
dan jasa.

Badan Usaha Perusahaan


1. Kesatuan hukum atau yuridis formal 1. Kesatuan teknis produksi
2. Bertujuan mencari laba 2. Bertujuan menghasilkan barang atau
jasa
3. Bersifat resmi dan harus memenuhi 3. Tidak selalu bersifat resmi
syarat syarat tertentu
4. Bersifat abstrak yang hanya dapat 4. Bersifat konkret atau nyata
dibuktikan dengan akta pendirian

B. Bentuk-Bentuk Badan Usaha

Bentuk-bentuk badan usaha dapat dikelompokan menjadi :

1. Bentuk badan usaha berdasarkan lapangan usaha

a. Badan usaha ekstraktif adalah badan usaha yang kegiatan usahanya menggali, mengambil,
atau mengolah kekayaan yang disediakan oleh alam. Contohnya pertambangan, pengeboran
minyak dan penagmbilan hasil hutan.

b. Badan usaha agraris adalah badan usaha yang kegiatan usahanya mengolah dan
memanfaatkan tanah agar menjadi berdaya guna dan berhasil guna. Contohnya pertanian,
perikanan darat dan perkebunan teh.

c. Badan usaha industri adalah badan usaha yang kegiatan usahanya menghasilkan barang baru
atau meningkatkan nilai guna barang. Contohnya pabrik roti, pabrik tekstil, percetakan buku.

d. Badan usaha dagang adalah badan usaha yang kegiatan usahanya membeli dan menjual
kembali barang hasil produksi tanpa mengubah bentuk dan sifat dari barang tersebut. Contohnya
toko kelontong, toko buku, toko tas.

e. Badan usaha jasa adalah badan usaha yang menyediakan jasa layanan. Contohnya tukang
cukur, jasa penginapan atau hotel, travel

9
2. Bentuk badan usaha berdasarkan jumlah tenaga kerja

a. Badan usaha kecil adalah badan usaha yang menyerap tenaga kerja 1 sampai 5 orang.
Contohnya kios isi pulsa, salon kecil, dan industri rumah tangga.

b. Badan usaha sedang adalah badan usaha yang menyerap tenaga kerja 6 sampai 50 orang.
Contohnya mini market, rumah makan dan hotel-hotel melati.

c. Badan usaha besar adalah badan usaha yang menyerap tenaga kerja lebih dai 50 orang.
Contohnya pabrik motor, pabrik sepatu, dan hotel berbintang.

3. Bentuk badan usaha berdasarkan kepemilikan modal

a. Badan usaha milik negara (BUMN) adalah badan usaha yang didirikan oleh negara yang
modalnya sebagian atau seleuruhnya berasal dari negara. BUMN dapat berbentuk Perusahaan
umum (perum), perseorangan dan perusahaan daerah. Contohnya Perum Bulog, PT Telkom, dan
PDAM

b. Badan usaha milik swasta adalah badan usaha yang didirikan dan dimodali oleh seseorang
atau sekelompok orang. Contohnya PT Air Mancur, PT Indosat dan PT Astra Honda Motor.

c. Koperasi adalah badan usaha yang beranggota orang seorang/ badan hukum koperasi yang
dijalankan dengan prinsip perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi dibedakan
menjadi koperasi primer dan koperasi sekunder. Contohnya Koperasi guru, Pusat koperasi
Angkatan Darat, dan Koperasi Angkatan Laut Indonesia

4. Bentuk badan usaha berdasarkan bentuk hukum

a. Perusahaan perseorangan (po) adalah perusahaan yang dijalankan dan dimodali oleh satu
orang saja sebagai pemilik dan penanggung jawab.

b. Firma adalah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih
dengan memakai nama samaran. Untuk mendirikan Fa mereka yang bersekutu harus membuat
suatu akta resmi di notaris. Kemudian akta tersbut harus didaftarkan pada Kepaniteraan
Pengadilan Negara dan diumukan pada Berita Negara Republik Indonesia (BNRI).

c. Persekutuan komanditer (cv) adalah bentuk badan usaha yang memiliki satu atau beberapa
orang sekutu.Sekutu tersebut terdiri dari sekutu komanditer (persero aktif) dan sekutu
komplementer (sekutu pasif).

d. Perseroan terbatas (PT) adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan
berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi
dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undnag Nomor 40 tahun
2007 tentang Perseroan Terbatas serta peraturan pelaksanaannya. Pemilik saham mempunyai
tanggung jawba terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki.

10
C. Perizinan Badan Usaha

Izin usaha adalah bentuk persetujuan atau pemberian izin dari pihak berwenang atas
penyelenggaraan suatu kegiatan usaha oleh seorang pengusaha atau badan usaha. Dengan izin
usaha, pengusaha akan merasa nyaman dan nyaman karena akan terhindar dari pembongkaran dan
penertiban. Bagi pemerintah, surat izin usaha bermanfaat untuk mengetahui perkembangan dunia
usaha di wilayah Indonesia. Undang-undang tentang perizinan usaha tertera pada SK Menteri
Perdagangan Nomor 1458/KP/12/1984. Dalam SK tersebut dijelaskan jenis-jenis perizinan usaha
yang terdiri atas :

1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau
pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha di bidang
perdagangan dan jasa. SIUP terbagi menjadi 4 jenis, yaitu :

a. SIUP Mikro wajib dimiliki perusahaan atau badan usaha yang memulai usahanya dengan
modal atau kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta.

b. SIUP Kecil wajib dimiliki perusahaan atau badan usaha yang memulai usahanya dengan
modal atau kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta.

c. SIUP Menengah wajib dimiliki perusahaan atau badan usaha yang memulai usahanya
dengan modal atau kekayaan bersih lebih dari Rp 500 juta sampai dengan Rp 10 miliar.

d. SIUP Menengah wajib dimiliki perusahaan atau badan usaha yang memulai usahanya
dengan modal atau kekayaan bersih lebih dari Rp 10 miliar.

2. Surat Izin tempat Usaha (SITU) adalah pemberian izin tempat usaha kepada seseorang atau
badan usaha yang tidak menimbulkan gangguan atau kerusakan lingkungan di lokasi tertentu.
SITU dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten atau kota madya sepanjang undang-undang
mewajibkannya.

3. Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana
dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib
pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. NPWP terdiri dari NPWP wajib
pajak orang pribadi dan NPWP badan usaha.

4. Nomor Registrasi Perusahaan (NRP) adalah berkas yang menerangkan bahwa suatu
perusahaan telah mendaftarkan diri pada lembaga terkait.

5. Nomor Rekening Bank (NRB) adalah nomor rekening dalam buku bank yang diberikan oleh
bank untuk kepentingan segala transaksi keuangan usaha melalui bank. NRB untuk perusahaan
minimal ditandatangani oleh bendahara dan manajer.

6. Analisis Mengenai dampak Lingungan (AMDAL) adalah hasil kajian mengenai dampak
besar dan penting dari suatu kegiatan usaha yang direncanakan terhadap lingkungan hidup yang
digunakan untuk proses pengambilan keputusan mengenai penyelenggaraan kegiatan usaha.

11
D. Menentukan Lokasi Usaha yang Strategis

Lokasi usaha yang strategis diuaraikan sebagai lokasi yang mudah dijangkau, mudah ditemui dan
banyak dilalui atau dihuni konsumen yang berpotensi membeli produk atau jasa yang akan dijual.

1. Pentingnya Lokasi Perusahaan

Dalam dunia bisnis dikenal dua lokasi usaha, yaitu kediaman dan tempat kedudukan. Tempat
kediaman adalah tempat dimana perusahaan melakukan kegiatan sehari-hari, sedangkan tempat
kedudukan adalah tempat kantor pusat perusahaan berada. Lokasi perusahaan sendiri diartikan
sebagai tempat dimana perusahaan melakukan kegiatan sehari-hari. Pemilihan lokasi menjadi
penting karena lokasi perusahaan yang strategis akan membuat badan usaha mampu bersaing,
bahkan menguasai pasar.

2. Jenis Lokasi Perusahaan

Lokasi perusahaan berdasarkan kondisi bisnis dikelompokan dalam empat jenis berikut:

a. Lokasi perusahaan yang terikat pada alam, contohnya perusahaan tambang minyak lepas
pantai, perusahaan garam, dan perusahaan air mineral.

b. Lokasi perusahaan berdasarkan sejarah, contohnya kerajinan batik di daerah surakarta,


yogyakarta dan pekalongan.

c. Lokasi perusahaan ditentukan oleh pemerintah, contohnya peternakan babi, pabrik bahan-
bahan kimia, pabrik obat-obatan, pabrik mobil dan pabrik senjata.

d. Lokasi perusahaan yang dipengaruhi faktor-faktor ekonomi, contohnya jika bahan baku
melimpah maka lokasi perusahaan cenderung lebih dekat dengan pasar, begitu sebaliknya.

3. Penentuan Lokasi Strategis Perusahaan

Penentuan lokasi strategis perusahaan dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan
pendekatan kuantitatif.

a. Penentuan lokasi strategis perusahaan dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan melalui
penilaian kualitatif terhadap faktor-faktor produksi yang relevan atau memegang peranan penting
dalam menentukan lokasi perusahaan.

b. Penentuan lokasi strategis perusahaan dengan pendekatan kuantitatif ini dilakukan melalui
penentuan nilai setiap faktor produksi dalam satuan dan jangka waktu tertentu.

E. Regulasi Bisnis

Regulasi bisnis adalah aturan atau etika yang harus dipenuhi oleh para pelaku bisnis dalam
menjalankan bisnisnya. Regulasi bisnis tersebut meliputi :

12
1. Hukum Merek

Merek merupakan hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar
dalam daftar umum merek untuk jangka waktu tertentu. Regulasi merek diatur dalam UU No. 15
tahun 2001 tentang Merek. Dalam undang-undang tersebut menjelaskan bahwa merek adalah
tanda berupa gambar, nama, kata, huruf, susunan warna atau kombinasi tersebut yang memiliki
daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan atau jasa. Oleh karena merek
digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan atau jasa, maka lahirlah istilah merek dagang
dan merek jasa. Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan
oleh seseorang atau beberapa orang bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan
barang-barang sejenis lainnya. Adapun merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang
diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum
untuk membedakan dengan jasa-jasa lainnya. Berkiatan dengan merek perusahaan menggunakan
merek kolektif. Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan
karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara
bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan atau jasa sejenis lainnya.

2. Perlindungan Konsumen

Regulasi perlindungan konsumen diatur dalam UU No. 8 Tahun 1999. Undang-undang ini
menjelaskan perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian
hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

3. Larangan Praktik Monopoli

Regulasi larangan monopoli di Indonesia diatur dalam UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan
Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Praktik monopoli adalah pemusatan
kekuatan ekonomi oleh satu dan atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya
produksi dan atau pemasaran atas abarang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan
persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum.

4. Hukum Dagang

Hukum dagang adalah keseluruhan dari aturan-aturan hukum yang mengatur dengan disertai
sanksi perbuatan-perbuatan manusia di dalam usaha mereka untuk menjalankan usaha atau
perdagangan. Hukum dagang di Indonesia dikembangkan dengan bersumber pada :

a. Hukum tertulis yang sudah dikodifikasikan

b. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD)

c. Kitab Undang-Undang Hukum Sipil (KUHS)

13
1. Penilaian Pengetahuan
a. Tes Tertulis.
KISI-KISI TES TERTULIS

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Banyudono


Kelas / Semester :X/1
Tahun Pelajaran : 2017 / 2018
Paket Keahlian : Akuntansi
Mata Pelajaran : Dasar Akuntansi
Penilaian : Ulangan Harian I.
KOMPETENSI MATERI INDIKATOR NO.SO BENTUK
DASAR SOAL AL SOAL
3.3 Memahami jenis 1. Jenis dan Siswa dapat : 1 Uraian
dan bentuk badan Bentuk 1. Menyebutkan
usaha badan usaha jenis-jenis
badan usaha
2. Menyebutkan 2
contoh-contoh
bentuk badan
usaha

3. Menjelaskan
pengertian
badan usaha 3
beserta ciri-
cirinya

4.3
Mengelompokkan 4. Menyebutkan
jenis dan bentuk perbedaan
badan usaha sekutu aktif dan 4
skutu pasif
dalam
persekutuan
komonditer

5. Menjelaskan
pendirian 5
Perseroan
Terbatas

14
ULANGAN HARIAN 1

Kelas / Semester :X/1


Mata Pelajaran : Dasar Akuntansi
Kompetensi Dasar : Jenis dan Bentuk Badan Usaha
Tanggal :
Waktu : 90 Menit

Jawablah soal di bawah ini dengan benar !


1. Jelaskan 3 jenis badan usaha !
2. Berikan contoh badan usaha yang termasuk perusahaan jasa,
perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur ! (masing- masing 3
contoh)
3. Jelaskan pengertian badan usaha perseorangan beserta ciri-cirinya !
4. Jelaskan perbedaan antara sekutu aktif dan sekutu pasif pada
persekutuan komanditer (CV) !
5. Jelaskan langkah langkah pendirian Perseroan Terbatas (PT) !

KUNCI JAWABAN :
1. 3 Jenis badan usaha ( 25 point)
a. Perusahaan jasa perusahaan yang kegiatannya menjual jasa atau perusahaan yang
kegiatan utamanya memproduksi produk tidak berwujud dengan tujuan mencari laba
b. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang jadi dan
menjualnya kembali tanpa melakukan pengolahan lagi.
c. Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku
menjadi barang jadi atau setengah jadi dan kemudian menjual barang jadi tersebu
kepada pedagang perantara atau konsumen akhir
2. Contoh jenis badan usaha (15 point)
a. Perusahaan jasa : Telekomunikasi Indonesia Tbk, JasaMargaTbk, IndosatTbk, Bank
Mandiri
b. Perusahaan dagang :Distributor, tokoswalayan, took serbaada, pusat-pusatperbelanjaan
c. Perusahaan manufaktur : Holcim Indonesia Tbk,Astra International Tbk,
GudangGaramTbk, Kimia Farma Tbk
3. Badan usaha perseorangan adalah badan usaha yang kepemilikannya dimiliki oleh satu
orang. (20 point)
Ciri-cirinya :

15
- Relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan

- Tanggung jawab tidak terbatas

- Seluruh keuntungan dinikmati sendiri

- Sulit mengatur roda perusahaan karena diatursen diri


4. Perbedaan sekutu aktif dan sekutu pasif pada persekutuan komanditer (15 point)

- Sekutu aktif adalah anggota yang memimpin/menjalankan perusahaan dan


bertanggungjawab penuhatas hutang-hutang perusahaan

- Sekutu pasif adalah anggota yang hanya menanamkan modalnya kepada sekutu aktif
dan tidak ikut campur dalam urusan operasional perusahaan
5. Langkah-langkah pendirian Perseroan Terbatas (PT) (25 point)
a. Membuat akta perusahaan
b. Mendapatkan Surat keterangan Domisili Usaha
c. Mengurus NPWP perusahaan
d. Mendapatkan Surat Keputusan Pengesahaan Akte Pendirian Perusahaan dan
Departemen Hukum dan HAM
e. Mengurus SIUP
f. Mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

NORMA PENILAIAN
NOMOR BOBOT
1 25
2 15
3 20
4 15
5 25
JUMLAH 100

PROGRAM REMIDI

1. Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Banyudono


2. Mata Pelajaran : Dasar Akuntansi
3. Kelas /Sem./Thn.Pelajaran : X Akuntansi 2 / 1 / 2017-2018
Kompetensi Dasar : 3.3 Memahami jenis dan bentuk badan usaha
4.3 Mengelompokkan jenis dan bentuk badan usaha

Indikator yang belum tuntas :

16
4. Waktu : 90 menit
5. Tempat : Ruang Sidang.
6. Nama Siswa : 1....................................
7. Bentuk Remidi : Mengerjakan soal ulangan yang salah
8. Rencana Pelaksanaan Tes Ulang : ..........................

Banyudono, 7 Agustus 2017


Mahasiswa Praktikum

Fariz Candra Kusuma


NIM.A210140155

17
PROGRAM PENGAYAAN

1. Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Banyudono


2. Mata Pelajaran : Dasar Akuntansi
3. Kelas /Sem./Thn.Pelajaran : X Akuntansi 2 / 1 / 2017-2018
4. Kompetensi Dasar :

5. Waktu : 90 menit
6. Tempat : Ruang Perpustakaan.
7. Nama Siswa : Diperuntukkan bagi siswa yang ulangannya mendapat nilai
di atas KKM
8. Bentuk Pengayaan : Mengerjakan soal.
9. Rencana Pelaksanaan : ......................................
( Soal Terlampir )
Banyudono, 7 Agustus 2017
Mahasiswa Praktikum

Fariz Candra Kusuma


NIM.A210140155

18
SOAL PENGAYAAN :
1. Bedakan pengertian antara usaha, perusahaan dan Badan Usaha
2. Jelaskan peran pemerintah sebagai pengatur & pelaku kegiatan ekonomi!
3. Sebutkan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan bentuk badan usaha berikut ini!
a. Perusahaan perseorangan
b. Perusahaan firma (Fa)
c. Perusahaan komanditer (CV)
d. Perusahaan perseroan terbatas (PT)

KUNCI JAWABAN :
1. Perbedaan antara usaha, perusahaan dan Badan Usaha
Usaha merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan memperoleh hasil
yang berupa laba.
perusahaan adalah kegiatan usaha yang bersifat tetap, dilakukan secara terus-
menerus, dan dikelola secara baik dengan tujuan menghasilkan barang dan jasa
sehingga dapat melayani kepentingan umum sekaligus memperoleh laba.
Badan usaha merupakan suatu unit ekonomi yang mengkombinasikan seluruh
sumber daya ekonomi, seperti sumber daya alam, manusia, modal,
serta kewirausahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
2. Peran Pemerintah sebagai Pengatur & Pelaku Kegiatan Ekonomi
a. Membuat perencanaan ekonomi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk
mengarahkan kehidupan ekonomi ke kondisi yang diinginkan.
b. Menyediakan sarana dan prasarana publik untuk mendukung kebutuhan fisik dan
nonfisik masyarakat. Misalnya jembatan, sekolah, tempat ibadah, jalan raya, rumah
sakit, dan pertahanan keamanan.
c. Menetapkan peraturan untuk mengatur, melindungi, atau mengarahkan kegiatan
konsumsi, produksi, dan distribusi agar sesuai dengan program pembangunan.
Misalnya melakukan operasi pasar atas harga kebutuhan bahan pokok yang naik.
d. Pengawasan jalannya perekonomian, misalnya saat terjadi kelangkaan minyak
tanah, pemerintah perlu mengawasi distribusi agar pasokan minyak tidak terlambat.
e. Menjaga stabilitas harga, yaitu dengan jalan mengendalikan inflasi.
f. Mengadakan bimbingan dan penyuluhan kepada pelaku ekonomi yang masih lemah
atau bagi pengusaha yang baru melakukan kegiatan usaha.

19
g. Menyediakan kebutuhan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Misalnya
bahan bakar dan bahan kebutuhan pokok.
h. Menentukan kebijakan ekonomi yang terkait dengan luar negeri.

3. Kebaikan dan keburukan bentuk badan usaha.


a. Perusahaan perseorangan
- Kebaikan perusahaan perseorangan
a) Mudah mendirikannya.
b) Pemilik menerima seluruh laba yang diterima.
c) Pemilik bebas mengelola sendiri.
d) Tidak banyak mengikuti ketentuan aturan (hukum).
e) Dapat dengan mudah dibubarkan saat setiap saat apabila dikehendaki.
f) Hubungan hubungan dengan pihak luar bersifat pribadi.
g) Manajemen yang sederhana.
h) Pajak relatif ringan.
i) Keputusan dapat diambil dengan cepat.
j) Rahasia perusahaan sangat terjamin.
k) Biaya organisasi lebih murah karena sumber daya relatif kecil.
- Keburukan perusahaan perseorangan
a) Sumber modal terbatas pada pendirinya.
b) Kemampuan mengurus perusahaannya terbatas.
c) Utang-utang kepada pihak ketiga ditanggung oleh kekayaan pribadinya.
d) Risiko kerugian ditanggung sendiri.
e) Pengembangan dan kelangsungan usaha tergantung seorang pribadi yang
dapat sakit atau meninggal.
b. Perusahaan firma (Fa)
- Kebaikan persekutuan firma
a) Kelangsungan perusahaan lebih terjamin.
b) Pembagian kerja dapat dilakukan berdasarkan keahlian yang dimiliki
anggota.
c) Pengumpulan modal dapat diperoleh lebih besar.
d) Mudah mendapatkan kredit dari pihak ketiga.
e) Risiko lebih ringan karena ditanggung bersama.
f) Kesempatan kerja yang lebih luas bagi karyawan.
g) Status hukum yang tetap.
- Keburukan persekutuan firma
a) Tangggung jawab yang tidak terbatas dari para anggota.
b) Tidak terjamin kelangsungan usaha.
c) Kesulitan dalam pengaturan kepengurusan (manajemen).
d) Luas usahanya akan terbatas.
e) Kesalahan seorang firma harus ditanggung bersama.
f) Perbedaan pendapat dari para anggota menyulitkan pengambilan
keputusan.
g) Tidak ada pemisahan antara hak milik perusahaan dengan hak milik
anggota firma.
c. Perusahaan komanditer (CV)
- Kebaikan persekutuan komanditer
a) Pendiriannya relative mudah.
b) Modal yang dikumpulkan akan lebih banyak dibandingkan PP dan Fa.

20
c) Mudah mendapatkan kredit atau pinjaman.
d) Kemampuan manajemen lebih baik dibandingkan PP dan Fa.
- Keburukan persekutuan komanditer
a) Sebagian anggota mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas.
b) Kelangsungan hidup perusahaan sewaktu-waktu dapat terganggu.
c) Kesulitan menarik dana yang telah disetorkan.
d. Perusahaan perseroan terbatas (PT)
- Kebaikan perseroan terbatas
a) Mudah mendapatkan modal dengan cara menjual sahamnya.
b) Pemimpinnya mudah diganti apabila kurang cakap.
c) Kelangsungan usaha tidak tergantung pada umur pemimpin.
d) Mudah mendapat kredit dari bank.
e) Karena saham-sahamnya mudah diperjual-belikan, pesero dapat menjual
sahamnya apabila membutuhkan uang tunai.
- Keburukan perseroan terbatas
a) Tanggungjawab yang terbatas, cenderung mendorong tindakan pengurus
menjadi ceroboh.
b) Saham-saham yang mudah diperdagangkan mengakibatkan timbulnya
spekulasi.
c) Dividen yang diterima pemegang saham dikenakan pajak, sehingga
mengurangi pendapatan.
d) Kurang terjaminnya rahasia perusahaan

PENUGASAN :
MataPelajaran : Dasar Akuntansi
Kompetensi Dasar : Memahami jenis dan bentuk badan usaha
Mengelompokkan jenis dan bentuk badan usaha
Kelas / Semester :X/1

A. Tugas Terstruktur

1. Carilah di internet tentang keanggotaan pada persekutuan komanditer (CV),


sebutkan dan berikan penjelasan. Dikumpulkan tgl ..........................dan tugas harus
diketik !

Kunci Jawaban :

1. Keanggotaan pada persekutuan komanditer (CV)


a. Sekutu Pimpinan (General Partner) adalah anggota yang aktif dalam
kepengurusan CV, yaitu turut memimpin perusahaan dan bertanggung jawab
secara tidak terbatas terhadap utang-utang perusahaan.

21
b. Sekutu Terbatas (Limited Partner) adalah anggota yang bertanggung jawab
terbatas terhadap utang perusahaan, sebesar modal yang disetorkan dan tidak
boleh aktif dalam perusahaan.

c. Sekutu Diam (Silent Partner) adalah sekutu yang tidak aktif menjalankan
perusahaan, akan tetapi dikenal sebagai sekutu dalam CV tersebut.

d. Sekutu Rahasia (Secret Partner) adalah sekutu yang aktif menjalankan


perusahaan tetapi tidak diketahui oleh umum bahwa yang bersangkutan
merupakan anggota CV.

e. Sekutu Senior adalah keanggotaan yang didasarkan pada lamanya investasi atau
lamanya bekerja pada perusahaan tersebut.

f. Dormant (Sleeping Partner) adalah sekutu yang tidak aktif dalam kegiatan
perusahaan dan tidak dikenal umum sebagai sekutu dalam CV.

B. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur.


Jawablah Soal berikut ini dengan benar !

KUNCI JAWABAN :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0
C. Test lisan
.

22
2. Penilaian Ketrampilan.
MataPelajaran : Dasar Akuntansi
Kompetensi :
Dasar
Kelas / : XII /5
Semester
Tes Praktik / Unjuk Kerja
Soal :

23