Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH KRIM ANTIOKSIDAN DARI

TOMAT (Solanum lycopersicum L.)

Disusun oleh :

Nur intan fitrianti kaharudin 3311131153

Retno sri yulianti

Puri

Desta alamanda muhaimin

PROGAM STUDI SARJANA FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

CIMAHI

2016
BAB I

PENDAHULUAN

Buah tomat merupakan sumber antioksidan alami. Berdasarkan penelitian


sebelumnya, seseorang yang mengkonsumsi buah tomat secara teratur dapat
mengurangi risiko penyakit kanker. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang
mengkonsumsi buah tomat dapat menjaga fisik mereka sehingga tubuh mereka
sehat dan awet muda. Tomat mengandung karotenoid, licopen dan -karoten, serta
senyawa antioksidan alami lainnya seperti: vitamin C dan vitamin E . Tomat
merupakan antioksidan yang baik, dari kandungan antioksidan tersebut tomat
dikembangkan sebagai produk farmasi, terutama sediaan kosmetik. Dalam
penelitian ini, tomat (Solanum lycopersicum L.) yang diekstraksi dan
diformulasikan dalam bentuk semi padat sebagai krim. Bentuk semipadat sebagai
krim dipilih karena bentuk krim yang dapat dengan mudah tersebar di kulit, tidak
menebal dan mudah dibersihkan dibandingkan dengan bentuk salep. Tes yang
dilakukan dalam penelitian ini adalah untuk uji stabilitas fisik krim
berdasarkan parameter stabilitas. Selain itu penelitian ini mengukur aktivitas
antioksidan menggunakan metode DPPH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengevaluasi stabilitas fisik dan aktivitas anti-oksidan dalam krim kering ekstrak
tomat dalam konsentrasi yang berbeda yaitu 0,5%, 1%, 2%, dan 3%.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman tomat

2.6.1 Klasifikasi

Klasifikasi tanaman tomat sebagai berikut :

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Super division : Spermatophyta

Division : Magnoliophyta

Class : Magnoliopsida

Subclass : Asteridae

Ordo : Solanales

Family : Solanaceae

Genus : Solanum

Spesies : Solanum lycopersicum L.

2.6.2 Kandungan kimia

Buah tomat mengandung gizi yang lengkap dan penting bagi


manusia. Buah tomat kaya akan vitamin C dan beberapa
antioksidan, di antaranya vitamin E dan likopen. Selain itu, buah
tomat juga mengandung serat makanan alami yang sangat baik
bagi pencernaan manusia dan juga adanya protein dalam buah
tomat menjadikannya buah yang sangat sarat gizi. Dalam 180 gram
buah tomat matang, vitamin C yang terkandung sekitar 34,38 mg
yang memenuhi 57,3% vitamin C dalam sehari. Kandungan
seratnya mencapai 1,98 gram dan protein sebesar 1,53 gram. Kadar
likopen yang terkandung dalam tomat segar berkisar antara 3,1
7,7 mg/100 gram. Kandungan likopen dalam tomat yang cukup
tinggi dapat diekstrak untuk produk produk kesehatan atau
kosmetik mengingat kekuatan likopen setara dengan 100 kali
kekuatan vitamin E dalam menanggulangi radikal bebas. Selain itu,
dalam buah tomat juga terkandung solanin (0,007 %), saponin,
asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid (termasuk
likopen, dan -karoten), protein, lemak, vitamin, mineral dan
histam. Likopen merupakan salah satu kandungan kimia paling
banyak dalam tomat, dalam 100 gram tomat rata-rata mengandung
likopen sebanyak 3-5 mg.

2.2 Krim

Definisi krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung


satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang
sesuai. sediaan ini merupakan sediaan setengah padat (semisolid) dari
emulsi yang terdiri dari campuran antara fase minyak dan fase air.

Krim umunnya lebih ringan dan lebih kental daripada salep,


sehingga krim lebih disukai daripada salep. umumnya krim mudah
menyebar rata dan karena krim merupakan emulsi minyak dalam air, maka
akan lebih mudah dibersihkan daripada sebagian besar salep. Krim
dianggap mempunyai daya tarik ekstetik lebih besar karena sifatnya yang
tidak berminyak dan kemampuannya berpenetrasi dengan cepat kedalam
air.

2.3 Antikoksidan

Antioksidan adalah senyawa-senyawa yang mampu


menghilangkan, membersihkan, menahan pembentukkan ataupun
memadukan efek spesies oksigen reaktif. Antioksidan merupakan senyawa
pemberi donor (electron donor) atau reduktan. Senyawa ini memiliki bobot
molekul kecil, tetapi mampu menginaktivasi perkembangannya reaksi
oksidasi dengan cara mencegah terbentuknya radikal bebas. Penggunaan
senyawa antioksidan juga anti radikal saat ini semakin meluas seiring
dengan semakin besarnya pemahaman masyarakat tentang peranannya
dalam menghambat penyakit generatif seperti penyakit jantung,
arteriosclerosis, kanker,serta gejala penuaan. Masalah-masalah ini
berkaitan dengan kemampuan antioksidan untuk bekerja sebagai
inhibitor(penghambat) reaksi oksidasi oleh radikal bebas reaktif yang
menjadi salah satu pencetus penyakit-penyakit diatas.

Antioksidan terbagi menjadi dua yakni antioksidan enzim


(superoksida dismutase (SOD), katalase dan glutation peroksidase
(GSH.prx)) dan antioksidan vitamin (alfa tokoferol/vitamin E, beta karoten
dan asam askorbat/vitamin C) yang banyak didapatkan dari tanaman dan
hewan.

Tubuh menghasilkan senyawa antioksidan, tetapi jumlahnya sering


kali tidak cukup untuk menetralkan jumlah radikal bebas yang masuk
kedalam tubuh. Sebagai contoh tubuh dapat menghasilkan glutathione
,salah satu antioksidan yang kuat, hanya tubuh menghasilkan asupan
vitamin C sebesar 100 mg untuk memicu tubuh menghasilkan glutathione
ini. kekurangan antioksidan dalam tubuh yakni memerlukan asupan dari
luar.

2.4 Uji aktivitas antioksidan metode DPPH

DPPH merupakan senyawa radikal bebas yang stabil dan apabila


digunakan sebagai pereaksi cukup dilarutkan. Senyawa ini jika disimpan
dalam keadaan dan kondisi penyimpanan yang baik akan tetap stabil
selama bertahun-tahun.
Prinsip pengujian antioksidan dengan menggunakan DPPH adalah
senyawa antioksidan akan bereaksi dengan radikal DPPH melalui
mekanisme donasi atom hidrogen dan menyebabkan terjadinya peluruhan
warna DPPH dari ungu ke kuning yang diukur pada panjang gelombang
515,5 nm.

2.5 Manfaat krim antioksidan

Manfaat krim antioksidan diantaranya :

1. Menangkal Radikal Bebas

Ada banyak sumber radikal bebas seperti polusi, asap dan sinar
matahari. Radikal bebas dalam tubuh dapat merusak struktur kulit,
menyebabkan dehidrasi, penuaan dini, pigmentasi bahkan kanker.
Antioksidan dapat mencegah radikal bebas.

2. Meningkat Kolagen

Ketika radikal bebas merusak tubuh, maka dapat mengurangi


kolagen dalam kulit. Kolagen sangat penting bagi kulit untuk tetap
mempertahankan elastisitas dan membantu mengembalikan
kekenyalan kulit.

3. Menangkal Penuaan Dini

Menggunakan produk antioksidan membantu menghambat


kerusakan kulit, dengan begitu akan menunda penuaan dini. Selain
itu antioksidan juga membantu meningkatkan proses pembaharuan
sel, sehingga kulit mati tidak menumpuk di lapisan kulit.

4. Mengurangi Jerawat

Vitamin A sebagai antioksidan terbaik. Sehingga kandungan


vitamin dapat menyembuhkan dan mengurangi jerawat. Selain itu,
vitamin A juga dapat mengurangi minyak berlebih pada kulit.
DAFTAR PUSTAKA

Ansel, H.C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi edisi


keempat. Jakarta:UI Press.

Farmakope Indonesia Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik


Indonesia. Jakarta. 1995.

Winarsi Herry. (2007). Antioksidan Alami dan Radikal Bebas.


Yogyakarta:kanisus.

http://wolipop.detik.com/read/2013/06/24/172457/2282800/234/ma
nfaat-kandungan-antioksidan-pada-krim-wajah ( diakses 9
september 2016 pukul 15.00 WIB)