Anda di halaman 1dari 5

BAB II

ILUSTRASI KASUS

2.1 Identitas Pasien


Nama : Tn. I.S.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 33 tahun
Pekerjaan : Pegawai PT. X Bagiann Maintenance and Project Dept.
factory
Alamat : HS II
Status : Menikah
Agama : Islam
Pendidikan : Tamat SMP

2.2 Anamnesis Penyakit


Autoanamnesis pada tanggal 20 Juli 2017
Keluhan Utama :
Nyeri pada luka di tangan kiri sejak 15 menit yang lalu.

Keluhan Tambahan :
-

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang dengan keluhan luka pada jari telunjuk tangan kiri sejak 15
menit yang lalu sebelum datang ke UGD Health Center. Pasien mengaku
bekerja di factory proses pada area Maintenence Project.

Riwayat Kecelakaan Kerja Terdahulu


Pasien mengaku belum pernah mengalami kecelakaan kerja sebelumnya.
2.3 Anamnesis Okupasi
Tabel 1. Bahaya Potensi yang dapat terjadi
Jenis Bahaya Potensial Tempat Kerja Lama Kerja
Pekerjaan
Maintenance - Trauma Fisik (terjepit Factory - Sudah
Project atau tertimpa benda berjalan ...
berat akibat rusaknya tahun
- ... hari
alat, kelalaian petugas,
perbulan (off
lokasi yang sempit dan
season)
kuran pencahayaan)
- Durasi kerja
- Suara mesin yang
8 jam per
bising ( 85-90 db)
hari

Uraian tugas / pekerjaan


Pada bagian maintenance pekerja mengerjakan pekerjaan masing-masing dan
dibagi menjadi tiga shift : pagi, sore dan malam (masing-masing shift 8 jam).
Pada saat terjadi kecelakaan kerja, pasien mendapat shift sore pukul 16.00.
Pada saat itu pasien sedang menarik katrol....

Analsisi hubungan pekerjaan dengan terjadinya kecelakaan kerja


Berdasarkan diagram fishbone di bawah ini dapat ditemukan akar sebab
terjadinya kecelakaan kerja:

Pendanaan
(Money)
Sumber Daya Manusia (Man)

Metode

Trauma fisik
Kecelakaan Kerja
Material

Machine

Gambar 1. Diagram Fishbone

Dari diagram fishbone didapatkan sebab terjadinya kecelakaan kerja yang


terbagi dalam 5 hal yaitu Machine, Material, Man, Money dan Methode.

Terjadinya kecelakaan d itempat kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,


diantaranya:
1. Lingkungan Kerja
Dalam hal ini perusahaan sebagai lingkungan kerja pasien, pada bagian
factory kami menemukan beberapa kekurangan yang tergambar dalam
diagram fishbone. Beberapa hal yang kami temukan:
a. Material
b. Methode
c. Machine

2. Faktor Manusia
a. Man

2.4 Pemeriksaan Fisik

Status Present
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 110/70
Nadi : 90 kali per menit
Pernapasan : 22 kali per menit
Suhu : 36,5C
Status Generalis
Kepala
Rambut : hitam tidak mudah dicabut
Mata : konjungtiva anemis (-), sclera ikterik (-)
Telinga : simetris, serumen (-), otorea (-)
Hidung : normal, deviasi septum (-), rinore (-)
Mulut : bibir kering dan pecah-pecah (-)
Kuku : tidak tampak pitting nail

Leher
Inspeksi : simetris trakea ditengah, JVP meningkat (-)
Palpasi : massa (-), pembesaran KGB (-)

Thoraks
Inspeksi : gerakan pernafasan simetris kanan dan kiri
Palpasi : taktil fremitus dan ekspansi simetris, massa (-)
Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru kanan dan kiri
Auskultasi : vesikuler (+/+) ronki (-/-) wheezing (-/-)

Jantung
Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : iktus kordis tidak teraba
Perkusi : redup
Auskultasi : bunyi jantung I II regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi : perut datar, massa (-)
Palpasi : nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus (+)

Genitalia Eksterna
Tidak dilakukan pmeriksaan

Ekstrimtas
Superior : Lihat status lokalis
Inferior : Dalam Batas Normal

Status Lokalis Et Digiti II region manus sinistra


Inspeksi :
Palpasi :

2.5 Diagnosa Kerja


Trauma tumpul digiti II et regio manus sinistra

2.6 Diagnosa Okupasi


Trauma fisik digiti II et regio manus sinistra e.c.

2.7 Kategori Kesehatan


Kondisi kesehatan tidak mengganggu kemampuan fisik dalam proses kerja.

2.8 Penatalaksanaan
Non Medikamentosa :
- Irigasi garam fisiologis / air mengalir
- H2O2
- Betadine
- Kasa bebat

Medikamentosa:
- Analgetik

2.9 Prognosis
Qua ad vitam : ad bonam
Qua ad functionam : ad bonam
Qua ad Sanationam : ad bonam