Anda di halaman 1dari 5

LARI SPRINT

1. PENGERTIAN

Lari cepat atau lari sprint adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari
dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang ditempuh, sampai jarak 400 meter
masih dapat digolongkan sebagai lari cepat.
Nomor lomba atau event lari sprint menjangkau jarak dari 50 meter, yang bagi
atlet senior hanya dilombakan indoor saja,sampai dengan termasuk jarak 400 meter.
Kepentingan relative dari tuntutan yang diletakan pda seorang sprinter adalah beragam
sesuai dengan event nya, namun kebutuhan sesuai dengan lari sprint yang paling nyata
adalah kecepatan.

Kecepatan dalam lari sprint adalah hasil dari kontraksi yang kuat dan cepat dari
otot-otot yang dirubah menjadi gerakan yang halus, lancar-efesien dibutuhkan berlari
dengan lecepatan tinggi. Kelangsungan gerak lari cepat atau lari sprint dapat dibagi
menjadi tiga,yaitu

A. Start,
B. Gerak lari cepat,
C. Gerak finish,

Teknik merupakan blok-blok bangunan dasar dari tinggi prestasi. Teknik adalah
cara yang paling efisien dan sederhana dalam kewajiban fisik atau masalah yang
dihadapi dan dibenarkan lingkup peraturan lomba (olahraga).
Berdasarkan pengertian yang telah diuraikan diatas, maka dapat didefinisikan
bahwa lari cepat adalah kemampuan tubuh untuk bergerak maju dengan kecepatan penuh.

A. Kecepatan lari 100 meter


secara umum kecepatan dapat dibedakan menjadi dua yaitu kecepatan umum dan
kecepatan khusus.
1) Kecepatan umum adalah kapasitas untuk melakukan beberapa macam reaksi
(reaksi motorik) dengan cara cepat. Persiapan fisik secara umum maupun
khusus dapat diperbaiki kecepatan umum.
2) Kecepatan khusus adalah kapasitas untuk melakukan suatu latihan atau
keterampilan tertentu, biasanya sangat tinggi.kecepatan khusus adalah
khusus untuk tiap cabang olahraga dan sebagian tidak dapat ditransferkan.
Kecepatan khusus haanya mungkin dikembangkan melalui metode khusus,
namun kemudian perlu dicarikan bentuk latihan alternatifnya. Seseorang
tidak boleh berharap akan terjadi transfer secara positif, kecuali jika
memperbaiki struktur gerakan yang mirip dengan pola keterampilan.

Menurut jonath, hag dan kremple kecepatan dapat dibedakan menjadi tiga antara
lain:

1. Kecepatan siklis adalah produk yang dihitung dari frekuensi gerak (misalnya
frekuensi langkah aplitude gerak, contohnya panjang langkah). Apabila gerakan
siklus mulai degan kecepatan 0 (nol) pada pembagian isyarat mulai, daan jika
waktunya dihitung dari mulai isyarat-isyarat misalnya pada alri cepat jarak
pendek, maka dapat dibedakan factor-faktor sebagai berikut: waktu reaksi (star),
percepatan gerak pada meter-meter pertama, kecepatan dasar sebagai kecepatan
maksimal,maupun stamina kecepatan.
2. Kecepatan asilkis, kecepatan ini dibatasi oleh factor yang mengenai kecepatan gerak
masing-masing otot dan yang terletak dalam otot. Terutama tenaga statis ini dan
kecepatan kontraksi yang menentukan cepatnya gerak. Kedua factor tersebut
selanjutnya tergantung pada visokitas dan tonus otot.
3. Kecepatan dasar sebagai kecepatan maksimal yang dicapai dalam gerak siklis
adalah produk maksimal yang dapat dicapai dari frekuensi gerakan amlpitudo
gerak. Ini tidak dapat dibedakan menurut kecepatan gerak maju dan kecepatan
gerak.maksimum kecepatan dasar pada wanita dicapai pada usia antara 17 dan 22
tahun, pada pria antara 19 dan 23 tahun. Factor-faktor yang membatasi adalah:
tenaga visokitas, otot, kecepatan kontraksi,ukuran antropometris,koodinasi,
stamina dan waktu reaksi pada pemulaan lari (star).

B.TEKNIK LARI CEPAN 100 METER


Kecepatan lari cepat 100 meter dapat ditingkatkan melalui peningkatan efisiensi
dalam penggunaan teknik yang ada. Gerakan lari jarak pendek (sprint) merupakan gerak
mengais (pawing movement). Badan gerak maju akibat dari gaya dorongan kebelakang
terhadap tanah. Gaya maju ini dapat efesiensi penggunaannya merupakan kunci
kecepatan yang dapat dikembangkan oleh pelari. Ada tiga teknik dasar dalam lari jarak
pendk atau sprint, yaitu:

1. Teknik start
Start merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam lari cepat.
Pelari harus dapat melakukan start dengan reaksi cepat. Untuk itu pelari harus
menggunakn teknik start yang efisien. Teknik gerak lari cepat factor utama yang
menentukan kecepatan langkah. Agar frekuensi langkahnya bertambar cepat,
maka titik berat badan saat jatuh didepan telapak kaki, sehingga menimbulkan
reaksi yang cepat untuk bergerak kedepan. Pada aba-aba starter diatas sasaran,
atlet begerak kedepan dan mengambil posisi dengan tangan kebelakang garis start,
kaki diatas blok start, dan lutut kaki bersandar di tanah. Pada aba-aba siap, atlet
mengangkat lutut kaki belakang dari tanah, kemudian menaikan pinggul dan
bergeser pusat graffiti kedepan. Terakhir ketika senjata ditembkan, atlet
mengangkat tangan dari lintasan, mengayunkan tangan dengan giat (satu
kedepan dan satu kebelakang), dan dengan julurkan kaki yang kuat mendorong
tubuh kdepan menjauh dari b lok dan menuju langkah yang pertama. Teknik start
lari sprint ada tiga jenis pokok start yaitu: bunch start, medium start, dan long
start. Perbedaan jenis tersebut terletak pada jarak longitudinal atar kaki yaitu; pada
jarak ujung kaki salah satu kaki dengan ujung jari kaki yang lain.
1. Bonch start , ujung jari kaki belakang diletakan hampri sejajar dengan tumit
kaki kedepan. Jarak antara ujung jari kaki adalah pada urutan 25-30.
2. Medium start, lutut kaki belakang diletakan sehingga berlawanan satu titik
kedepan bagian depan kaki saat atlet berada pada posisi diatas tanda anda.
Penepatan semacam itu menghasilkan jarak jari ke ujung jari antara 40 cm
dan 55 cm.
3. Long star jarak yang digunakn lutut kaki belakang diletakan sejajar dengan
atau sedikit sejajar belakang tumit kaki depan, pada posisi diatas tanda anda.
Jaarak dari ujung kaki keujung yang dihasilkan berada pada urutan 60-70 cm.
Tiap teknik-teknik start tersebut memiliki perbedaan yang membedakan antara
ketiga teknik tersebut adalah jarak posisi telapak kaki depan dengan belakaang.

2. Teknik lari cepat (sprint)

Gerakan dasar sprint sangat penting bukan hanya dalam lintasan dan
lapangan melainkan juga dalam olahraga lainnya. Ada beberapa macam teknik lari yaitu;

a. Gerakan kaki
Gerakan kaki saat lari adalah berulang-ulang (siklus). Siklus ini dapat
dibagi menjadi dua;
- Fase tompangan dimulai saat kaki mendarat dan berakhir ketika pusat
grafitasi atlet lewat depannya.
- Fase gerakan yang dimulai ketika fase tumpangan berakhir dan berakhir
pada saat kaki meninggalkan tanah.
- Fase pemulihan diman kaki menjauh dari tanah dibawa kedepan
mempersiapkan untuk mendarat berikutnya.
b. Lengan
Sprinter yang baik menggunakan sebuah gerakan lengan dari
jangkauan, kekuatan,kaki dan pinggul sehingga tidak dibutuhkan kontribusi
dari bahu mencapai keseimbangan yang diperlukan gerk pinggul dengan reksi
tubuh atas. Pada gerakan lengan ini, lengan dijulurkan kesudut kanan pada
siku, diayunkan kebelakang dan kedepan sedikit kedalam disekitsr sumbu
melalui bahu. Pada batas ayunan kedepan tangan berada setinggi bahu dan
pada batas belakang sejajar dengan sedikit kebelakang pinggul.
c. Tubuh
Pada fase tompangan dan gerakan, atlet mengarahkan gaya vertical dan
horizontal terhadap tanah. Reaksi yang sama dan berlawanan yang
ditimbulkan cendrung mempercepat atlet pada arah dimana mereka bergerak dan
tidak bergerak melalui pusat grafitasi, untuk mempercepat dirinya.
Kemiringan tubuh pelari, melakukan penyesuaian yang tepat pada
kemiringan tubuh dan memodifikasikan momen-momen yang terlibat, sprinter
yang baik mengontrol peraturan tubuh disekitar tubuh tranversal (melintang).
Untuk mencegah efek peraturan kebelakang menjadi gaya yang menjadi sangat
dominan ini, sprinter ini miring kedepan, yang menjaga lengan horizontal tetap
kecil dan lengan reaksi vertical tetap besar.

3. Teknik finish

Masuk garis finish adalah keberhasilan memasuki garis finish terhadap


mencapai prestasi dalam lari cepat. Pada perlombaan lari penentuan kedatangan digaris
finish berpedoman pada batang tubuh bagian atas yaitu; bahu dan dada. Saat memasuki
garis finish pelari harus membawa togok (tubuh) yaitu bahu atau dada secepat mungkin
untuk menyentuh pita finish, dengan cara merebahkan bedan atau memutar bahu kedepan
dalam. Dalam lari jarak pendek (sprint) dikenal tiga teknik melewati garis finish yaitu;

Berlari terus secepat mungkin, kalau mungkin bahkan menambahkan kecepatan


seakan-akan garis finish masih 10 meter dibelakang garis finish yang sesungguhnya.
Setelah sampai kurang lebih 1 meter didepan garis finish merebahakn badan kedepan
seperti orang jatuh tersungkur tanpa mengurangi kecepatan.
Setelah sampai digaris finish memutar bahu kanan atau kiri mengurangi kecepatan.

Lari jarak pendek menuntut pengerahan kemampuan dan kekuatan maksimal


guna menempuh jarak dalam waktu sesingkat mungkin oleh karna itu, atlet harus
memiliki start yang baik, mampu menambah kecepatan dan mempertahankan kecepataan
maksimal untuk jarak yang tersisa. Lari jarak pendek membutuhkan reaksi yang cepat,
akselarasi yang baik dan teknik yang efisien.