Anda di halaman 1dari 31

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )

Satuan Pendidikan : SMK N 1 Kepanjen


Mata Pelajaran : Elektronika Dasar
Kelas / Semester : X/I
Program Keahlian : Teknik Elektronika Industri
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit (1 Pertemuan)
Kode Mata Pelajaran : 065.KK.010
Materi Pokok : Soldering dan Desoldering Pada Perangkat Elektronika
Sederhana
Sub Materi : Dasar-dasar kerja mekanik teknik sambung pembuatan
rumah (cassing) dan teknik soldering desoldering
Teknologi soldering/desoldering di bidang rekayasa
fabrikasi peralatan elektronika sederhana
Tahun Ajaran : 2017/2018

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian dalam bidangkerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. KOMPETENSI DASAR
3.7. Menerapkan teknik soldering dan desoldering
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

4.7. Melakukan soldering komponen pada PCB dan desoldering


C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.7.1. Memahami dasar-dasar teknik sambung, pembuatan rumah (cassing) dan
teknik soldering desoldering di bidang rekayasa fabrikasi peralatan
elektronika sederhana.

3.7.2. Memahami teknologi soldering/desoldering di bidang rekayasa fabrikasi


peralatan elektronika sederhana. Menjelaskan konsep dasar komponen sensor
dalam rangkaian elektronika.
4.7.1. Menerapkan dasar-dasar teknik sambung, pembuatan rumah (cassing) dan
teknik soldering desoldering di bidang rekayasa Menjelaskan macam-macam
komponen aktif dalam rangkaian elektronika
4.7.2. Menerapkan teknologi soldering/desoldering di bidang rekayasa fabrikasi
peralatan elektronika sederhana.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menempuh kegiatan pembelajaran peserta didik diharapkan mampu :
1. Mampu memahani jenis-jenis solder dengan benar.
2. Mampu memahami teknik-teknik soldering dan desoldering dengan baik
dan benar.
3. Mampu memahami alat-alat penunjang soldering dengan baik dan benar.
4. Mampu memahami jenis-jenis timah dengan benar.
5. Mahir menggunakan timah sebagai alat soldering dengan baik dan benar
sesuai prosedur.
6. Mahir menggunakan alat-alat penunjang soldering dengan baik dan benar
sesuai prosedur.
7. Mahir memasang dan melepas komponen diatas PCB menggunakan solder
dengan baik dan benar sesuai prosedur.

MATERI AJAR Soldering dan Desoldering PCB

Hasil soldering yang baik merupakan salah satu aspek terpenting dalam
realisasi suatu rangkaian elektronika. Soldering digunakan untuk menghubungkan
antara kaki-kaki komponen komponen elektronika dengan suatu sirkuit pada PCB
(Printed Circuit Board). Sehingga dapat dikatakan bahwa soldering adalah proses
penyambungan antara komponen elektronika dengan cirkuit. Baik buruknya koneksi
antar komponen dalam cirkuit (sistem) sangat dipengaruhi dari baik-buruknya
soldering yang dilakukan.
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Gambar 1. Variasi Hasil solder

Gambar di di atas menunjukkan beberapa hasil soldering yang bervariasi. Ada yang
hasilnya bagus (ideal) ada pula yang kurang bagus (timahnya terlalu banyak). Untuk
beberapa jenis rangkaian, hal ini tidak terlalu berpengaruh dan tidak terlalu
dipermasalahkan, sehingga soldering hanya menjadi bagian dari aspek kerapihan
rangkaian. Akan tetapi, untuk beberapa jenis rangkaian yang lain, terutama yang
menggunakan komponen elektronika jenis SMD (surface mount device), masalah
soldering sangat perlu untuk diperhatikan.
Untuk dapat memperoleh hasil soldering yang bagus, diperlukan teknik soldering
yang baik dan benar, serta dibutuhkan jam terbang yang cukup banyak dalam
soldering.
Berikut adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam teknik soldering untuk
mendapatkan hasil soldering yang bagus:

1. Gunakan solder sesuai dengan kebutuhan > disarankan untuk memilih solder
yang memiliki pengaturan suhu, sehingga dapat diatur suhu soldering sesuai
dengan kebutuhan. Solusi lain adalah memilih solder dengan daya sesuai
kebutuhan. Misalkan untuk menyolder komponen komponen elektronika yang
tidak tahan panas (IC, LED), cukup menggunakan solder dengan daya 30-40
watt.
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Gambar 2. Solder

2. Pilih mata solder yang sesuai > ada banyak sekali jenis mata solder, mulai dari
yang kecil dan runcing sampai yang besar dan tumpul. Menurut pengalaman,
solder yang digunkan tidak perlu bagus-bagus, yang penting adalah mata
soldernya yang bagus, yang mampu menghantarkan panas dengan baik. Beberapa
merk mata solder yang terkenal dan bagus adalah goot dan dekko

Gambar 3. Variasi mata solder

3. Gunakan kualitas timah solder yang bagus dan diameter timah yang sesuai
dengan kebutuhan. Beberapa merk timah solder yang memliliki kualitas yang
bagus adalah goot dan dekko. Hasil soldering timah dengan kualitas bagus akan
terlihat mengkilap. Selain kualitas timah solder, yang perlu diperhatikan adalah
diameter timah yang digunakan. Diameter timah yang dijual dipasaran (yang
sering digunakan) bervariasi dari 0,3 mm sampai 0,6 mm. Untuk timah dengan
diameter kecil (0,3 mm) biasanya digunakan untuk menyolder komponen
komponen kecil, seperti komponen smd. Sedangkan untuk komponen axial
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

footprint, biasanya digunakan timah solder dengan diameter yang lebih besar (0,6
mm).

Gambar 4. Variasi timah

4. Gunakan Spons yang telah dibasahi dengan air untuk membersihkan mata solder
dari sisa-sisa timah yang menempel. Untuk memperoleh hasil soldering yang
bagus, maka jagalah mata solder tetap bersih dengan membersihkannya dengan
menggunakan spons basah (cukup digesek-gesekkan saja).

Gambar 5. Spoon

5. Bersihkan circuit (PCB) dari debu-debu / kotoran dengan menggunakan alkohol


serta olesi pad kaki komponen dengan menggunakan lotfet dengan tujuannya agar
timah dapat dengan mudah menempel pada circuit PCB dan kaki komponen.
6. Untuk komponen jenis IC, disarankan utuk menggunakan socket IC > IC tidak
disolder secara langsung pada circuit PCB (yang disolder pada circuit adalah
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

socket IC-nya). Tujuan dari penggunaan soket IC ini dikarenakan komponen IC


merupakan jenis komponen elektronika yang tidak tahan panas, jadi
dikhawatirkan apabila disolder langsung pada circuit dan waktu solderingnya
terlalu lama, atau panasnya terlalu tinggi, maka dapat merusak IC tersebut.
Tujuan yang ke dua adalah agar apabila kelak IC yang bersangkutan mengalami
kerusakan, maka dapat dengan mudah diganti tanpa harus melakukan
desoldering.

Gambar 6. soket IC

1. Teknik soldering desoldering


Menyolder adalah proses membuat sambungan logam secara listrik dan
mekanis menggunakan logam tertentu (timah) dengan menggabung-kannya
dengan alat khusus (solder). Alat ini berfungsi untuk memanaskan sambungan
pada suhu tertentu. Solder memiliki sebuah elemen pemanas yang menghasilkan
panas. Pada ujung elemen pemanas terdapat bit, bagian inilah yang memegang
peran penting dalam pemanasan dan penyolderan.

Gambar 9 Solder listrik

Bagian pada elemen pemanasan dapat mencapai suhu 190 0C dan bagian bit
dapat mencapai 250 0C. Agar tidak menimbulkan kerusakan pada komponen atau
kerusakan pada jalur PCB sebaiknya proses penyolderan dilakukan tidak terlalu
lama. Juga dipilih solder maupun timah solder yang sesuai misalnya daya solder
25 W. Untuk menyolder komponen yang tidak tahan panas sebaiknya dilengkapi
dengan alat penetral panas (heat sink) pada kaki komponen yang disolder.
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Disamping itu apabila lalai dalam penggunaan dapat menyebabkan terjadinya


luka bakar yang cukup serius. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya solder ditaruh
pada penyangga solder apabila tidak digunakan untuk beberapa saat. Selain itu
untuk membersihkan bit (ujung solder) perlu menggunakan busa.

Gambar 10 Penyangga solder

Solder memiliki berbagai macam jenis dari mulai berdaya 15 W sampai dengan
beberapa ratus watt. Keuntungan solder berdaya besar ialah panas dapat cepat
mengalir pada sambungan sehingga sambungan dapat cepat dibuat. Ini penting
ketika kita akan menyolder pada bagian permukaan logam yang besar. Namun
tidak diperkenankan bila digunakan pada peralatan elektronika yang sangat
rentan terhadap panas yang berlebihan.
Solder yang umum digunakan untuk keperluan di bengkel elektronika adalah
solder dengan daya yang rendah berkisar antara 25 W.
Dalam pekerjaan menyolder kualitas penyolderan yang diharapkan haruslah
memenuhi kriteria seperti berikut:
1. Daya hantar listrik yang baik
2. Mempunyai ketahanan mekanik
3. Daya hantar panas yang baik
4. Mudah dibuat
5. Mudah diperbaiki
6. Mudah diamati

2. Bahaya Menyolder
Hampir semua kegiatan kerja praktek dibengkel maupun dilapangan beresiko
kecelakaan dan gangguan kesehatan. Demikian juga dalam pengerjaan
penyolderan seberapapun kecilnya kecelakan tetap ada dan itu haruslah dilakukan
tindakan pencegahannya. Karena kecelakaan kerja merupakan suatu kerugian
baik terhadap manusia, alat kerja, bahan dan lingkungan kerja.

Ada tiga jenis kecelakaan dalam melakukan penyolderan, yaitu : kecelakaan


karena panas, karenasengatan listrik (electric schoc), dan karena keracunan
bahan kimia.
Kecelakaan karena panas: Yaitu kecelakaan yang ditimbulkan dari pemanasan
baut solder dan timah solder, Untuk tindakan pencegahannya yaitu, memakai
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

pakaian kerja yang benar( memakai apron, sarung tangan-kulit dan sepatu
kerja(booth).
Sebagai tindakan untuk mencegah terjadinya bahaya api/panas, jauhkan benda-
benda yang mudah terbakar/menyala (seperti : kertas, kain, oli, minyak, gas dan
bahan-bahan ekplosip lainnya) dari dekat lingkungan kerja. Selalu tersedia tabung
pemadam kebakaran (fire extinguiser) yang berisi penuh dan siap pakai, mudah
terlihat dan mudah diraih.
Kecelakaan karena sengatan listrik: yaitu kecelakaan akibat hubungan
pendek(elektric short), akibatnya akan menimbulkan kerusakan pisik maupun
psikis bagi seseorang, kerusakan alat dan kerusakan pekerjaan. Pencegahan
kecelakaan akibat listrik, yaitu kita harus berhati-hati memeriksa keadaan
instalasi maaupun paralatan listrik jangan sampai terjadi kebocoran (uninsulation)
pada jaringan listrik, selalu mengikuti aturan/prosedur pemasangan listrik yang
benar. Apabila dijumpai kebocoran pada sambungan kabel segera diisolasi
dengan bahan dan cara yang benar. Bila ada sambungan (conecting-screw) yang
longgar atau lepas, segera kencangkan dengan alat yang benar dan aman.
Kecelakaan karena keracunan: Kecelakaan ini diakibatkan karena kontaminasi
bahan-bahan kimia beracun (poison mater) yang berasal dari logam dasar (base
metal) dari bahan solder terlebih lagi dari bahan tambah (fluxes). Bahan-bahan
berbahaya ini berupa uap solder, cairan, serbuk atau pasta, apabila terhirup,
terkena anggota badan secara langsung maka akan menimbulkan akibat yang
patal.
Sebagai upaya pencegahan kecelakaan terhadap keracunan, yaitu kita selalu
berupaya melindungi anggota badan dengan peralatan yang sesuai dan standar
dan bertindak hati-hati dan waspada. Perlu diperhatikan pula tidak hanya kita
yang bekerja langsung tetapi orang lain yang tidak terlibat langsung harus
terlindungi, yaitu dengan memasang perhatian atau tanda-tanda daerah
berbahaya.
Sebelum memulai melakukan penyolderan ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam menyolder :
1. Jangan pernah menyentuh ujung solder karena panasnya bisa mencapai 400
C
2. Bekerja pada ruang yang berventelasi cukup baik
3. Hindari menghirup asap hasil solderan
4. Cuci tangan setelah memakai solder karena timah mengandung zat yang
berbahaya.

3. Timah Solder dan Bahan Tambah Menyolder


Timah solder adalah bahan logam yang digunakan untuk merekatkan
sambungan antar komponen. Timah solder terdiri dari campuran
dari Tin dan Lead (timah hitam). Campuran umum yang biasa digunakan adalah
60% Tin dan 40% Lead dengan titik leleh 190 0C
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Gambar 11. Timah solder

Tabel di bawah ini menampilkan berbagai perbandingan campuran lain disertai


suhu lelehnya.
Tabel 1. Bahan timah solder dan suhu lelehnya
Tin/Lead Titik Leleh (0C)
40/60 230
50/50 214
60/40 190
63/37 183
95/5 224

Melapisi permukaan ujung solder dengan timah biasa disebut dengan


istilah tinning
Penimahan (tinning) ini sangat perlu terutama untuk-baut-solder yang baru,
gunanya agar timah patri mudah melekat pada ujung baut solder. Untuk
menghasilkan pekerjaan yang baik penimahan harus mengikuti prosedur yang
benar agar timah patri sebagai bahan penyambung dapat melekat pada permukaan
ujung baut-solder.
Langkah-langkah melakukan penimahan adalah sebagai berikut :
1. Siapkan perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan tinning, seperti; alat
pemanas, kikir kasar dan kikir sedang, cairan air keras (NHCl), resin (arpus),
dan bila perlu lap kain-pernel atau majun
2. Bersihkan permukaan ujung kepala-baut solder dengan kikir hingga rata dan
halus
3. Bersihkan serbuk bekas kikir sampai bersih dengan kain atau majun
4. Panaskan kepala-baut solder sampai kira-kira 170o C (berwar merah kelabu)
5. Celupkan pada larutan air-keras atau arpus
6. Gosokan pada timah padat sampai timahnya mencair danmelekat dengan rata
pada seluruh permukaan ujung kepala baut-solder
7. Bersihkan kembali permukaan kepala baut-solder dengan majun
8. Selanjutnya kita coba hasil penimahan tersebut dengan memanaskan kembali
baut-solder sampai kira-kira 210o C
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

9. Gosokan kembali pada timah dingin, apabila cairan timah melekat pada
seluruh permukaan kepala baut-solder itu berarti pekerjaan
penimahan(tinning) berhasil. Akan tetapi bila tidak tandanya tidak/belum
maka pekerjaan penimahan itu harus diulang sampai berhasil.

Timah
Timah atau timah putih, tahan terhadap pengaruh oksidasi udara, bahan ini
lebih keras dari timah hitam,agak kenyal sehingga dapat dibuat dalam bentuk
timah kawat. Timah tidak rusak oleh air maupui udara, maka logam ini sangat
baik dipakai sebagai logam pelindung atau pembungkus (coating), akan tetapi
bila dengan air laut terjadi pembentukan timah chlorida.

Timah hitam atau timbel


Timah hitam berwarna abu-abu terang dalam udara terbuka warnanya menjadi
gelap. Logam ini sangat lunak dan kenyal mudah sekali dibentuk.
Meskipun timah hitam dalam keadaan murni sangat lembek, namun dengan
menambahkan paduan unsur yang lain seperti : antimon, arsen, tembaga dan
seng, dapat menjadi lebih keras.
Selain lunak timah hitam adalah satu satunya logam berat yang mempunyai suhu
cair yang rendah dan kepadatan yang tinggi. Dengan kepadatan yang tinggi ini
maka logam ini banyak digunakan untuk pelindung radiasi seperti pada sinar-X
dan energi nuklir.

Paduan timah dan timah hitam


Dalam penyolderan biasanya digunakan campuran antara timah murni dengan
timah hitam dengan kadar campuran sesuai dengan titik leleh seperti
ditunjukkan pada tabel diatas. Untuk keperluan penyolderan untuk peralatan
elektronik digunakan timah dengan campuran 60/40 dengan titik leleh 190 0C dan
biasanya berbentuk kawat bulat dengan diameter 0.8 mm. Didalam kawat timah
tersebut diisi dengan bahan tambah (pasta, arpus, flux) ini dimaksudkan untuk
mempermudah proses penyolderan dengan hasil yang baik.
Ada beberapa jenis timah yang digunakan untuk menyolder sesuai kebutuhannya
seperti ditunjukkan pada gambar.

Gambar 12 Macam-macam bentuk timah solder

Bahan tambah (flux, pasta, air keras)


PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Dalam prakteknya untuk penyolderan dibutuhkan bahan tambah(fluxes) yang


berfungsi untuk membersihkan permukaan logam yang akan disambung dari
kotoran terutama yang bersifat kimia sehingga cairan patri meresap pada kedua
sisi permukaan logam.
Bahan tambah berupa resin ( Arpus ), banyak dipakai sebagai bahan tambah pada
industri elektronika. Resin berasal dari penorehan getah pohon pinus kualitasnya
dilihat dari warnanya, dikenal sebagai air putih (white water)

Gambar 13 Flux untuk segala penyolderan

Disamping resin ada juga jenis bahan tambah lainnya diantaranya :


Asam organik ,asam amino dan asam halogen

4. Peralatan Menyolder/mematri
1. Baut solder (soldering iron)
2. Dapur atau kompor pemanas (soldering torch)
3. Meja patri atau bantalan patri

Baut solder
Baut solder merupakan alat utama untuk pekerjan menyolder/mematri, terdiri dari
bagian-bagian
1. Kepala-baut solder (iron tip)
2. Gagang/Pegangan (handle)
Iron Tip/ujung solder menghubungkan dan menyalurkan panas dari elemen
pemanas ke sambungan. Pada tip solder, umumnya terbuat dari tembaga atau
campuran tembaga karena kecapatan menyalurkan panas yang tinggi (konduktif).
Kekonduktifan tip akan mempengaruhi energi panas yang dikirim dari elemen
pemanas.
Baik bentuk geometri maupun ukuran tip solder akan mempengaruhi performa
dari solder itu sendiri. Karakter dari tip dan kemampuan elemen pemanas akan
mempengaruhi efesiensi dari sistem penyolderan. Panjang dan ukuran tip akan
mempengaruhi aliran panas sedangkan bentuknyapun mempengaruhi seberapa
baik panas tersebut disalurkan ke sambungan.
Pegangan atau gagang baut-solder dibuat dari kayu atau bahan lain yang tidak
menghantar panas seperti plastik dan lain-lain.
Dalam pemakian sehari-hari dapat kita jumpai dua jenis solder yaitu : Solder
tangan (hand solder) dan solder listrik (electric solder)
Pada gambar 14 ditunjukkan macam-macam bentuk baut solder
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Gambar 14 Macam macam baut solder

Untuk pekerjaan pekerjaan dibengkel listrik/elektronik yang digunakan adalah


jenis solder listrik (electric solder) dengan model dan ukuran yang berbeda-beda.
Macam-macam model/bentuk kepala baut solder listrik disesuaikan dengan
kebutuhan, dan jenis pekerjannnya
Biasanya ukuran baut-solder listrik dinyatakan dalam Watt, sedangkan modelnya
ada yang tetap ditempat dan dilengkapi asesoris yang lengkap. Model baut-solder
ini banyak dipakai pada pekerjaan elektronik dan pekerjaan instrumentasi, model
ini disebut baut-solder tetap (soldering stasion)

Gambar 15 Baut-solder-tetap

Ada juga jenis baut-solder model pistol (solder iron gun) banyak dipakai pada
pekerjaan elektronik/listrik, pekerjaan instrumentasi, komonikasi dan servis
kelistrikan otomotip. Model baut-solder ini banyak disukai karena praktis dan
dapat dibawa dilapangan.

Gambar 16 Baut solder pistol


PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Selain itu ada yang lebih kecil lagi modelnya terutama sekali pada pekerjaan
elektronik dan instrumentasi yaitu baut-solder mini (mini quick) dan pena solder
(soldering-pen).

Gambar 17 Baut solder mini

Gambar 18 Baut solder pena

Model baut-solder listrik standar kapasitas panasnya ditentukan dalam satuan


Watt, untuk pekerjaan di bengkel elektronik antara 25 s.d 200 Watt, sedangkan
untuk pekerjaan agak besar (heahy duty) seperti yang digunakan pada pekerjaan
industri pelat, menggunakan baut-solder kapasitasnya yang lebih besar yaitu
antara : 325 s.d 450 Watt.

Gambar 19 Baut-solder listrik untuk pekerjaan biasa

Untuk pekerjaan industri yang pekerjaannya terus menerus dipakai model baut-
solder untuk industri (solder iron for industri and continious work)

Gambar 20 Baut-solder untuk pekerjaan industri


PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

5. Pemakaian solder
Dalam era globalisasi segala jenis produk industri manufaktur berkembang
sangat pesat seiring dengan tuntutan permintaan pasar dan kemajuan industri.
Persaingan yang sangat nyata(signifikan) yaitu pada kualitas produk, oleh karena
itu, pada penyolderanpun dibutuhkan teknologi yang tinggi dan dikerjakan secara
profesional.
Pemakaian peyolderan(soldering application) dikelompokkan menjadi :
1. Untuk pemakaian industri rumah tangga(home industri)
2. Untuk pemakaian industri kemasan ringan(light container)
3. Untuk pemakaian industri fabrikasi pelat tipis(light sheet metal
fabrication)
4. Untuk pemakaian industri elektronika,listrik, telekomunikasi dan
intrumentasi.
Industri rumah tangga yaitu pembuatan perkakas dapur seperti tempat air,
jolang dan alat masak lainnya. Pekerjaan talang(guthering) pada saluran air diatas
atap.
Industri kemasan ringan, seperti untuk pembuatan kemasan makanan,
minuman, oli dan sebagainnya.
Industri fabrikasi pelat tipis, meliputi pekerjaan pembuatan pipa
saluran(ducting) dengan menggunakan bahan pelat baja lapis seng(BJLS) pelat
aluminium,.pelat baja tahan karat
Industri elektronika
Pekerjaan penyolderan merupakan pekerjaan yang sangat vital dan dominan pada
industri elektronika. Seperti pada penyolderan komponen ke jalur PCB,
penyambungan kabel-kabel dengan komponen diluar PCB. Produk elektronika
sekarang sangat modern dengan menggunakan komponen dalam ukuran yang
sangat kecil dan sangat rumit seperti pada chip IC maupun komponen
semikonduktor lainnya.
Pekerjaan patri di industri dilakukan secara manual maupun otomatis, tergantung
pada jenis dan jumlah pekerjannya. Pekerjaan yang jumlahnya relatip kecil atau
pekerejaan perbaikan, penyolderan dikerjakan dengan cara manual. Akan tetapi
bila pekerjaannya dalam jumlah yang banyak dan bentuknya seragam serta
berlangsung terus-menerus menggunakan sistim ban berjalan (conveyor),
penyolderan dengan cara semi-otomstis, otomatis-penuh bahkan dengan cara
robot seperti yang dilakukan pada industri elektronika.

6. Kualitas Hasil Solder


Agar penyolderan menghasilkan produk yang berkualitas sesuai persyaratan di
industri, maka haruslah melalui tahapan tahapan proses yang benar.
Prosedur proses penyolderan adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan peralatan atau komponen yang akan disolder
2. Menyiapkan peralatan untuk menyolder
3. Memilih bahan solder
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

4. Membersihkan bagian yang akan disolder


5. Memanaskan baut solder sampai suhu yang cukup
6. Memanaskan bahan solder (timah) pada permukaan ujung baut solder
secukupnya
7. Melakukan penyolderan pada komponen yang telah disiapkan
8. Memeriksa hasil penyolderan

Persiapan Menyoder
1. Tempatkan solder pada tempatnya dan hubungkan jack solder kesumber
tegangan listrik (stop kontak). Solder membutuhkan waktu beberapa menit
untuk mendapatkan panas yang diinginkan ( 400 C)
2. Anda bisa memeriksa panas dengan melelehkan timah diujung solder,
setelah itu timah dapat dibersihkan dengan spon atau busa yang agak
basah.

Memulai Menyolder
1. Pegang soder seperti memegang pinsil pada bagian pegangan (handle )
solder. Selalu diingat untuk tidak memegang bagian panas yang lain.

Gambar 21 Cara menyolder


2. Sentuhkan ujung soder ke media penyolderan ( PCB ) lalu tahan beberapa
detik dan langsung tempelkan timah diujung soder sehingga timah meleleh
pada komponen yang akan disoder.
3. Angkat solder beserta timah sehingga solderan terbentuk dan diamkan
beberapa saat.

Gambar 22 Pemasangan komponen


PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Gambar 23 Hasil solderan


4. Perhatikan hasilnya; hasil yang baik jika solderan berkilau/mengkilap dan
membentuk kerucut. Jika tidak anda perlu memanaskan dan membentuknya
lagi.

Menggunakan Heat Sink.


Beberapa Komponen seperti transistor bisa saja rusak karena terlalu
panas saat menyolder. Untuk menghindari kerusakan tersebut sebaiknya
meggunakan peredam panas (heat sink) yang dijepitkan diantara kali komponen
dengan titik penyolderan. Jepit Buaya standar dapat digunakan sebagai heat sink
untuk melaksanakan penyolderan .

Gambar 24 Jepit buaya


PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Tabel 2. Urutan penyolderan beberapa jenis komponen yang baik adalah :

7. Desoldering
Suatu saat Anda mungkin ingin agar hasil sambungan solder bisa
dilepas/dipisahkan atau kita ingin mengatur posisi kabel maupun komponen,
untuk itulah kita perlu melakukan kegiatan yang disebutDesoldering.
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Gambar 25 Penyedot timah/atractor

Ada dua cara untuk melakukannya yaitu :


a. Memakai Attracktor (Penyedot Timah)
1. Tekan pompa/pegas sampai terkunci
2. Setelah sambaungan dipa-naskan dengan solder dan timahnya
mencair, Arahkan ujung Atraktor ke titik sambungan .
3. Tekan tombol untuk melepaskan pegas sehingga menyedot timah
yang telah cair tadi ke dalam Atraktor
4. Ulangi cara di atas untuk menghilangkan atau membersihkan sisa
timah yang masih menempel pada sambungan
5. Atraktor mungkin perlu dikosongkan isinya dengan membuka
sekrup jika sudah penuh
b. Memakai Solder Remover Wick ( Pita Tembaga )

Gambar 26 pita tembaga

1. Arahkan pita tembaga ke arah sambungan beserta ujung solder


yang sudah panas
2. Seketika timah meleleh, dan timah tersebut akan langsung tertarik
ke pita tembaga
3. Angkat pita tembaga terlebih dahulu baru kemudian solder juga
diangkat
4. Potong dan buang ujung pita tembaga yang terkena timah.
5. Ulangi cara di atas untuk menghilangkan atau membersihkan sisa
timah yang masih menempel pada sambungan
Setelah menghilangkan hampir seluruh timah dari sambungan, Anda bisa
melepas atau membetulkan kabel atau komponen dari papan PCB . Jika
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

sambungan tidak mudah terpisah, coba untuk memanaskan sambungan lagi


dengan solder, lalu tarik kabel atau komponen tersebut begitu timah meleleh.
Hati-hati karena panas dapat merambat melalui komponen sehingga dapat
membakar tangan Anda sendiri.
8. Pertolongan Pertama Akibat Terbakar pada saat menyolder
Pada umumnya kecelakaan pada waktu menyolder biasanya tidak terlalu parah
dan pengobatannya pun tergolong mudah :
1. Secepatnya dinginkan bagian tubuh yang terbakar dengan air dingin .
Diamkan bagian yang terbakar untuk selang waktu 5 menit (disarankan 15
menit). Jika es ada mungkin bisa lebih membantu., tapi janggan sampai
terlambat mendinginkan dengan air dingin.
2. Jangan oleskan salep maupun krim.
Luka akan cepat sembuh tanpa diberi salep maupun krim. Kain kering akan
berguna, misalnya sapu tangan untuk menutupi luka dari lingkungan kotor.
3. Cari bantuan medis jika luka yang timbul cukup luas.

Yang perlu dilakukan untuk mencegah resiko terbakar:


1. Selalu tempatkan solder pada tempatnya sehabis melakukan penyolderan
2. Biarkan sambungan agar dingin selama beberapa saat sebelum disentuh
3. Jangan pernah sekalipun menyentuh ujung solder kecuali jika anda yakin
bahwa solder dalam keadaan dingin.
E.
F. METODE PEMBELAJARAN
1. Model Pembelajaran : Discovery Learning (Penemuan)
2. Pendekatan : Scientific Learning
3. Metode Pembelajaran : Ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi
dan penugasan
G. Langkah langkah Pembelajaran
SKENARIO PEMBELAJARAN PERTEMUAN 1
Langkah Kegiatan Alokasi
Pembelajaran Guru Peserta didik waktu
Pendahuluan (10)
Guru memasuki ruang
Salam kelas Peserta didik menjawab 1
Guru mengucapkan salam guru dengan
salam sebagai pembuka kompak
pelajaran
Doa Guru menunjuk ketua Peserta didik berdoa 1
kelas untuk memimpin menurut agama dan
doa kepercayaannya
masing-masing.
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Kehadiran Guru mengecek Peserta didik menjawab 3


kehadiran peserta didik presensi dari guru
dengan memanggil dengan mengacungkan
satu-persatu nama tangan dan menjawab
siswa sesuai nomor Hadir Pak/Bu
urut yang ada di
absensi
Apersepsi dan Guru memulai Peserta didik 2
Motivasi pembelajaran dengan memperhatikan dan
melakukan apersepsi termotivasi dengan
dengan cara memberi gambaran materi yang
gambaran tentang diberikan oleh guru
materi yang akan dengan memberikan
dipelajari dan respon yang baik dan
menunjukkan berusaha memahami
pentingnya materi penyampaian guru
dalam kehidupan
sehari-hari dan untuk
masa depan peserta
didik; dengan gaya 1
dialog
Guru memberikan Peserta didik
motivasi berkaitan memperhatikan dengan
dengan materi seksama dan tetap
pembelajaran. santun.
Guru membimbing dan Peserta didik 2
membantu peserta memahami tujuan
didik untuk pembelajaran dengan
memahamkan tujuan menjawab pertanyan
pembelajaran dengan dari guru dan secara
melontarkan proaktif mereka
pertanyaan-pertanyaan menyebutkan tujuan
agar anak-anak aktif pembelajaran sesuai
untuk menentukan dengan pemahaman
tujuan pembelajaran peserta didik
Kegiatan Inti (70)
Pemahaman Guru menayangkan Peserta didik melihat / 10
awal power point presentasi/ memperhatikan yang
video sebagai ditayangkan oleh guru
pemahaman awal dengan rasa
materi yang akan tanggungjawab dan
dipelajari kreatif sebagai
pemahaman awal
materi yang akan
dipelajari
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Pembentukan Guru membagi peserta Peserta didik 10


kelompok didik menjadi beberapa berkumpul dan
kelompok, sesuai berkerjasama sesuai
dengan karakteristik dengan kelompok yang
peserta didik untuk telah ditunjuk oleh guru
mendiskusikan tugas dengan senang hati dan
yang diberikan oleh mencatat tugas yang
guru. diberikan oleh guru
untuk didiskusikan
Pelaksanaan Guru meminta setiap Peserta didik 10
Diskusi kelompok untuk melakukan diskusi
bekerjasama dengan kelompok dengan
penuh tanggung jawab bekerjasama, penuh
dan toleran tanggung jawab, dan
toleran
Selama diskusi Peserta didik bertanya
berlangsung, guru dengan santun kepada
membimbing dan guru apabila
memantau jalannya mengalami kesulitan
diskusi masing-masing selama proses diskusi
kelompok dan berlangsung
mengarahkan
kelompok yang
mengalami kesulitan

Persiapan Guru membimbing Peserta didik 10


praktikum peserta didik untuk menyiapkan alat dan
menyiapkan alat dan bahan praktikum dan
bahan praktikum dan melaksanakan prosedur
melaksanakan prosedur K3 dengan penuh
K3 tanggungjawab.
Pelaksanaan Guru menugaskan Peserta didik secara 20
Praktikum peserta didik untuk mandiri dan cermat
bekerja mempraktikan melakukan praktikum
alat-alat kerja bengkel menggunakan alat-alat
secara mandiri dan kerja bengkel
teliti
Menyajikan Guru mengecek hasil Peserta didik 10
hasil praktikum yang menunjukkan hasil
praktikum dilakukan oleh masing- praktikumnya kepada
dan hasil masing peserta didik guru dengan tanggung
diskusi dan memberikan jawab
reward untuk peserta
didik yang sukses
dalam melakukan
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

praktikum

Guru menunjuk Kelompok yang


beberapa kelompok ditunjuk oleh guru,
untuk mempresentasikan hasil
mempresentasikan diskusinya di depan
hasil diskusinya di kelas dengan penuh
depan kelas tanggung jawab

Guru memberikan Peserta didik yang lain


kesempatan pada proaktif menanggapi
peserta didik lain untuk presentasi dari peserta
menanggapi didik yang maju di
prensentasi dari peserta depan kelas secara
didik yang maju di sopan
depan kelas
Penutup (10)
Refleksi Guru mengajak para Peserta didik menjawab 5
peserta didik untuk dan mengajukan
merefleksi belajarnya: pertanyaan kepada guru
apa yang sulit dipelajari, dengan santun
masalah apa yang
dirasakan, bagaimana
kesuksesan dan/atau
kegagalan dalam
pekerjaannya.
Tindak lanjut Guru memberikan Peserta didik yang 2
tugas rumah untuk kurang memahami
peserta didik yang materi mencatat tugas
kurang memahami rumah yang diberikan
materi dan memberikan oleh guru dan peserta
pengayaan untuk didik yang sudah
peserta didik yang memahami materi
sudah memahami mencatat pengayaan
materi yang diberikan oleh
guru
Guru memberitahukan Peserta didik 2
kepada peserta didik memperhatikan dan
tentang materi yang memberi tanda pada
akan dipelajari pada buku referensi mereka
pertemuan selanjutnya tentang materi yang
akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya
Doa Guru mengakhiri Peserta didik berdoa 1
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

(Mengakhiri pelajaran dengan menurut agama dan


Pelajaran) menunjuk ketua kelas kepercayaannya
untuk memimpin doa masing-masing

H. ALAT, BAHAN DAN SUMBER BELAJAR


1. Alat
Laptop, Lembar Kerja
2. Media
Proyektor, Laptop, Bahan Tayang (PPT/video), Solder, timah, PCB
bolong-bolong.
3. Sumber Pembelajaran
- Internet
I. PENILAIAN
Teknik Penilaian
Aspek yang Teknik Waktu Instrumen Keterangan
No
dinilai Penilaian Penilaian Penilaian
1. Kerjasama
2. Tanggungjawab
3. Kreativitas Proses
Lembar Penilaian
4. Kejujuran Pengamatan Diskusi
Pengamatan Sikap
5. Kecermatan
6. Santun
7. Proaktif
8. Persiapan
instalasi
Proses Lembar Penilaian
9. Pelaksanaan Unjuk kerja
Praktikum Pengamatan Keterampilan
instalasi
10. Hasil instalasi
11. KD
Menjelaskan
konsep
komponen pasif
dan komponen Setelah Penilaian
Tes Tulis Essay
aktif termasuk Praktikum Kognitif
komponen
sensor dalam
elektronika
industri.
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

1. Penilaian Sikap
Instrumen Penilaian Sikap
Indikator Skor

Kejujuran

Santun
Kerjasama

Kreativitas

Kecermatan

Proaktif
jawabTanggung
No Nama Siswa

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Malang, 13 Juli 2017


Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa KPL

Sugiandi, S.Pd. Tri Dianita Rully


NIP. NIM. 140534600776
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Indikator Penilaian Sikap:


Kerjasama
a. Terlibat aktif dalam bekerja kelompok.
b. Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan.
c. Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan.
d. Rela berkorban untuk teman lain.
Tanggungjawab
a. Melaksanakan tugas individu dengan baik.
b. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan.
c. Mengembalikan barang yang dipinjam.
d. Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan.
Kreativitas
a. Dapat menyatakan pendapat dengan jelas (ideational fluency)
b. Dapat menemukan ide baru yang belum dijelaskan guru (originality)
c. Mengenali masalah yang perlu dipecahkan dan tahu bagaimana memecahkannya
(critical thinking)
d. Mempunyai rasa seni dalam memecahkan masalah (aesthetics)
Kejujuran
a. Tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan
b. Tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa
menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugasTidak melakukan
kegiatan yang tidak diminta.
c. Mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya.
d. Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki
Kecermataan
a. Mengerjakan tugas dengan teliti.
b. Berhati-hati dalam menggunakan peralatan.
c. Memperhatikan keselamatan diri
d. Memperhatikan keselamatan lingkungan
Santun
a. Baik budi bahasanya (sopan ucapannya).
b. Menggunakan ungkapan yang tepat .
c. Menghargai guru dan sesama teman sekelas.
d. Tidak menciptakan kegaduhan saat proses pembelajaran berlangsung.
Proaktif
a. Berinisiatif dalam bertindak
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

b. Mampu menggunakan kesempatan


c. Memiliki prinsip dalam bertindak (tidak ikut-ikutan)
d. Bertindak dengan penuh tanggung jawab.

Nilai Akhir =

Keterangan Penilaian :
4 = jika empat indikator terlihat
3 = jika tiga indikator terlihat
2 = jika dua indikator terlihat
1 = jika satu indikator terlihat

2. Penilaian Kognitif
Soal Uraian
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan teliti dan benar!
1. Jelaskan mengenai hal-hal di bawah berikut:
a. Soldering
b. Desoldering
2. Jelaskan langkah-langkah Soldering!
3. Jelaskan langkah-langkah Desoldering!
Kunci Jawaban Dan Rubrik Penilaian
Uraian
No. Jawaban Skor
Soal
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

1. Jawaban benar dan lengkap


a. Soldering adalah proses membuat sambungan logam
secara listrik dan mekanis menggunakan logam tertentu
(timah) dengan menggabung-kannya dengan alat khusus
(solder). 5
b. Desoldering adalah pemisahan sambungan soldering
dengan (absorbing) menyedot logam (timah) untuk
melepas/memisahkan suatu komponen rangkaian
Menyebutkan 2 jawaban benar dan urut 5
Menyebutkan 1 jawaban benar dan urut 3
Jawaban salah 1
2 Jawaban benar dan lengkap
- Pegang soder seperti memegang pinsil pada bagian
pegangan (handle ) solder. Selalu diingat untuk tidak
memegang bagian panas yang lain.
- Sentuhkan solder ke media penyolderan (PCB) lalu
tahan beberapa detik dan langsung tempelkan timah
diujung solder sehingga timah meleleh pada komponen
5
yang akan disolder
- Angkat solder beserta timah sehingga solderan
terbentuk dan diamkan beberapa saat
- Perhatikan hasilnya, hasil yang baik jika solderan
berkilau/mengkilap dan membentuk kerucut. Jika tidak
anda perlu memanaskan dan membentuknya lagi

Jawaban benar 5

Jawaban salah 2
3 Contoh jawaban benar dan lengkap 5
Memakai Attractor (Penyedot Timah)
- Tekan pompa/pegas sampai terkunci
- Setelah sambungan dipanaskan dengan solder dan timahnya
mencair, arahakan ujung penyedot timah ke titik sambungan
- Tekan tombol untuk melepaskan pegas sehingga menyedot
timah yang telah cair tadi ke dalam penyedot timah
- Ulangi cara di atas untuk menghilangkan atau membersihkan
sisa timah yang masih menempel pada sambungan
- Penyedot Timah mungkin perlu dikosongkan isinya dengan
membuka sekrup jika sudah penuh
Jawaban benar 5
Jawaban salah 2
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Skor Perolehan
Nilai Uraian = X 100
Skor Maksimal

Malang, 13 Juli 2017


Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa KPL

Sugiandi, S.Pd. Tri Dianita Rully


NIP. NIM. 140534600776

3. Penilaian Keterampilan

No Komponen/Sub komponen Indikator


Penilaian
1 2 3
I Persiapan Kerja
Keselamatan Kerja keselamatan kerja memenuhi 6
Kriteria:
standar K3
Memakai: 3
keselamatan kerja kurang
Memakai pakaian kerja 0
memenuhi standar K3
Menyalakan komputer sesuai keselamatan kerja tidak
SOP memenuhi standar K3
Menyimpan peralatan setelah
praktik
Persiapan Peralatan 6
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

No Komponen/Sub komponen Indikator


Penilaian
1 2 3
Kriteria: Persiapan Peralatan
Menyiapkan alat memenuhi standar 3
Menyiapkan laptop Persiapan Peralatan kurang

Menyiapkan job sheet memenuhi standar 0


Persiapan Peralatan tidak
memenuhi standar
Skor Komponen : 12
II Proses
Cara kerja
Kriteria:
Cara kerja benar/tepat
Merangkai, ujicoba rangkaian 8
Sebagaian Cara kerja
powers supply, identifikasi 4
benar/tepat
masing-masing fungsi dari Cara kerja tidak benar/tepat 0
komponen yang ada.
Skor Komponen : 8

III Hasil Kerja


Presentasi / Wawancara Menguasai materi, 4
Kriteria: menggunakan bahasa baku
- Materi dan benar, serta mandiri
- Bahasa Kurang mampu menguasai 2
materi, kurang mampu
menggunakan bahasa baku
dan benar, serta mandiri
Tidak menguasai materi, dan
tidak mampu menggunakan
0
bahasa baku dan benar.
Skor Komponen : 4
IV Waktu
Waktu penyelesaian praktek Selesai lebih cepat 4
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

No Komponen/Sub komponen Indikator


Penilaian
1 2 3
Kriteria: Selesai tepat waktu 3
Selesai kurang tepat waktu
Ketepatan 1
Tidak mampu menyelesaikan
0
Skor Komponen : 4

Keterangan :
Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor
terendah dari sub komponen penilaian.

Perhitungan nilai praktik (NP) :


Prosentase Bobot Komponen Penilaian Nilai
Praktik
(NP)
Persiapan Hasil NK
Proses Waktu
Kerja Kerja
1 2 3 5 6
Bobot (%) 20% 50% 15% 15%
Skor Komponen

NK

Keterangan:
Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen. Besarnya prosentase dari setiap
komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik program keahlian.
NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
NP = penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen
Jenis komponen penilaian (persiapan, proses, sikap kerja, hasil, dan waktu)
disesuaikan dengan karakter program keahlian.

Perolehan Skor
Nilai Psikomotorik = -------------------------- x 60%
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 KEPANJEN
Jl. Raya Kedungpedaringan Telp. 0341-395777 Fax. 0341-394776 Kepanjen
Kode Pos 65163 Email : smkn1kepanjen@ymail.com Web : smkn1kepanjen.sch.id

Skor Maksimal

Malang, 13 Juli 2017


Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa KPL

Sugiandi, S.Pd. Tri Dianita Rully


NIP. NIM. 140534600776