Anda di halaman 1dari 2

ANEMIA

No. Dokumen :

No. Revisi :

SOP Tanggal Terbit :

Halaman : 1/2

UPT. H. Herfan, S.Sos


PUSKESMAS
LABUHAN NIP. 19680505
BADAS 198903 1 019

Anemia defisiensi besi merupakan penurunan jumlah massa eritrosit


1. Pengertian sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen
dalam jumlah cukup ke jaringan perifer.
Sebagai acuan bagi petugas di dalam penatalaksaan kasus anemia di
2. Tujuan UPT Puskesmas Kecamatan Labuhan Badas
Surat keputusan kepala UPT Puskesmas Kecamatan Labuhan Badas
3. Kebijakan
DEPKES, PERMENKES RI, No. 514 / 2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. (
4. Referensi
Jakarta, DEPKES RI, 2015).

1. Penatalaksanaan
Prinsip penatalaksanaan anemia harus berdasarkan diagnosis
definitif yang telah ditegakkan. Setelah penegakan diagnosis dapat
diberikan sulfas ferrosus 3 x 200 mg (200 mg mengandung 66 mg
besi elemental).
2. Rencana Tindak Lanjut
Untuk penegakan diagnosis definitif anemia defisiensi besi
memerlukan pemeriksaan laboratorium di layananan sekunder
dan penatalaksanaan selanjutnya dapat dilakukan di layanan
tingkat pertama.

3. Konseling dan Edukasi


a. Memberikan pengertian kepada pasien dan keluarga tentang
5. Langkah- perjalanan penyakit dan tata laksananya, sehingga
langkah
meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berobat
serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
b. Pasien diinformasikan mengenai efek samping obat berupa
mual, muntah, heartburn, konstipasi, diare, serta BAB
kehitaman.
c. Bila terdapat efek samping obat maka segera ke pelayanan
kesehatan.

4. Kriteria Rujukan
a. Anemia tanpa gejala dengan kadar Hb <8 g/dL.
b. Anemia dengan gejala tanpa melihat kadar Hb segera
dirujuk.
c. Anemia berat dengan indikasi transfusi (Hb <7 g/dL).
d. Anemia karena penyebab yang tidak termasuk kompetensi
dokter dilayanan tingkat pertama misalnya anemia aplastik,
anemia hemolitik dan anemia megaloblastik.
e. Jika didapatkan kegawatan (misal perdarahan aktif atau
distres pernafasan) pasien segera dirujuk.

6. Unit terkait BP, PKPR, LANSIA, KIA


7. Dokumen Rekam Medik, blanko rujukan, buku register, blanko resep
terkait