Anda di halaman 1dari 5

1 Ruang Lingkup Pekerjaan

Kegiatan Pengawasan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman


pada ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut antara lain :

1. Mengadakan Evaluasi Program kegiatan pengadaan dan pemasangan peralatan, sewa


jaringan VSAT, Pekerjaan sipil dan interior, serta Pekerjaan mekanikal dan elektrikal yang
disusun oleh Vendor, yang meliputi program program pencapaian akhir, penyediaan
dan penggunaan tenaga kerja, program Assurance/Quality Control dan Program
kesehatan dan keselamatan Kerja (K3).

2. Mengendalikan program pengadaan dan pemasangan peralatan, sewa jaringan VSAT,


Pekerjaan sipil dan interior, serta Pekerjaan mekanikal dan elektrikal yang meliputi
Program Pengendalian Sumber Daya, Pengendalian Biaya, Pengendalian
Waktu, pengendalian sasaran fisik pekerjaan, pengendalian kesehatan dan keselamatan
kerja.

3. Melakukan Evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan


managerial yang timbul, usulan koreksi program dan tindakan turun tangan serta
melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.

4. Melakukan koordinasi antara pihak - pihak yang terlibat dalam pelaksanaan


fisik.

5. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri dari :


a. Memeriksa dan mempelajari Dokumen pengadaan dan pemasangan peralatan, sewa
jaringan VSAT, Pekerjaan sipil dan interior, serta Pekerjaan mekanikal dan
elektrikal yang akan dijadikan Dasar dalam Pengawasan pekerjaan
dilapangan.
b. Mengawasi pemakaian bahan serta ketepatan waktu dan biaya pekerjaan
pengadaan dan pemasangan peralatan, sewa jaringan VSAT, Pekerjaan sipil dan
interior, serta Pekerjaan mekanikal dan elektrikal .
c. Mengawasi pelaksanaan pengadaan dan pemasangan peralatan, sewa jaringan
VSAT, Pekerjaan sipil dan interior, serta Pekerjaan mekanikal dan elektrikal dari
segi kualitas dan laju pencapaian volume /realisasi fisik.
d. Mengumpulkan data dan informasi untuk memudahkan persoalan
yang terjadi selama pengerjaan.
e. Menyelenggarakan kegiatan Rapat-rapat Lapangan secara berkala, membuat
laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan d engan
maksud hasil rapat rapat lapangan dan laporan-laporan yang dibuat Konsultan
Pengawas.
f. Menyusun Berita Acara Kemajuan Pekerjaan, Pemeliharaan Pekerjaan dan
Serah Terima Pertama dan Kedua pekerjaan.
g. Memilih gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan sebelum serah
terima pertama.
h. Memilih gambar - gambar pelaksanaan ( Shop drawing) yang diajukan oleh
Vendor.
i. Menyusun daftar cacat/ kerusakan sebelum serah terima pertama dan mengawasi
perbaikannya pada masa pemeliharaan.
j. Membantu Pengelola Proyek dalam menyusun dokumen untuk kelengkapan
pendaftaran gedung sebagai Gedung Negara.

6. Memberikan saran teknis/ penilaian untuk mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas
tentang Sub Kontraktor yang akan ditunjuk Kontraktor.

7. Mengusulkan perubahan - perubahan serta penyelesaian di lapangan


untuk memecahkan persoalan - persoalan yang terjadi selama pengerjaan.

2 Metodologi

Melakukan Evaluasi Desain Review and Objective (DRnO)


Evaluasi Melakukan Evaluasi Gambar Teknis
Design

Melakukan Evaluasi Bill of Material


Evaluasi Melakukan Evaluasi Bill of Quantity
Anggaran

Melakukan Factory Acceptence Test


Melakukan Commissioning dan Integrasi
Pengawasan
Procurement Melakukan Site Acceptence Test

Pembuatan Sertifikat Kelayakan


Management Penyerahan kepada Owner
Closing

3 Rencana Pengawasan dan Pengendalian Proyek


Dalam melaksanakan tugas pengawasan, metode inti yang digunakan oleh konsultan
Manajemen adalah pengendalian waktu, pengendalian mutu dan pengendalian biaya.
Dengan lingkup pekerjaan yang telah ditetapkan selanjutnya dijelaskan diagram penerapan
Sistem pengendalian dokumen dalam rangka pengendalian proyek. Ditinjau dari obyeknya,
pengendalian proyek dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu:
1. Pengendalian Waktu
Pengelolaan waktu pelaksanaan Proyek (Project time management).
2. Pengendalian Biaya
Pengelolaan Biaya Proyek (Project Cost Management).
3. Pengendalian Mutu
Pengelolaan Kualitas Proyek (Project Quality Management).
Pengelolaan keselamatan dan Keamanan Kerja Proyek (Project safety
Management).
Pengelolaan Risiko Proyek dan Lingkungan (Risk and Environtment
Management).
Pengendalian ini sangat penting mengingat bahwa pengendalian dalam suatu pelaksanaan
proyek merupakan kegiatan manajemen yang paling penting, karena kegiatan ini memegang
peranan yang sangat menentukan dalam efisiensi dan efektifitas proyek serta penentuan
kualitas proyek.
1. Pengawasan dan Pemeriksaan Terhadap Dokumen Administrasi Proyek
a. Meneliti dan memeriksa kelengkapan dokumen Pelaksanaan proyek seperti Gambar,
RKS dan BoQ.
b. Meminta kepada kontraktor untuk menyampaikan Methode Kerja (Ouality Plan), Jadwal
Pelaksanaan, Site Instalation, sehingga akan dapat diketahui mutu dari kontraktor yang
terlibat dilapangan.
c. Menjelaskan kepada kontraktor, standard operational prosedur pelaksanaan pekerjaan
dan disosialisasikan ke semua pihak baik Perencana, pemberi tugas dan pihak lain
sehingga prosedur dapat dijalankan dengan baik.
d. Meminta Design and build kepada Kontraktor untuk dapat mendukung masalah
kelengkapan gambar untuk proses perijinan bangunan dan kelengkapan lainnya yang
diperlukan.

2. Pengawasan Terhadap Pekerjaan Tahap 1 (Di Gedung Baru AIRNAV Pusat)


A. Pemeriksaan Terhadap Pengadaan dan Pemasangan Peralatan ATCAS (ATC Automation
System) beserta penunjangnya

B. Pemeriksaan Terhadap Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Voice Switching


Communication System (VSCS) beserta penunjangnya.
C. Pemeriksaan Terhadap Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Automatic Message
Handling System (AMHS) beserta penunjangnya.
D. Pemeriksaan Terhadap Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Aeronautical dan
Meteorological Information System (AMI) beserta penunjangnya
E. Pemeriksaan Terhadap Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Digital ATIS (D-ATIS)
dan Digital VOLMET (D-VOLMET) beserta penunjangnya.
F. Pemeriksaan Terhadap Sewa Jaringan VSAT.
G. Pemeriksaan Terhadap Pekerjaan Sipil dan Interior
H. Pemeriksaan Terhadap Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
- Melakukan pengecekan kembali data yang sudah diukur apakah sesuai dengan gambar
atau tidak.
- Mempelajari Spesifikasi / RKS dan Gambar yang ada, untuk pekerjaan Mekanikal
Elektrikal seperti pekerjaan AC, Plumbing, Hydrant, Sprinkler, STP (optional),
Listrik, telepon, Genset, Tata Suara, dan Iain-Iain.
- Bila material yang didatangkan sudah sesuai dengan RKS dan Gambar maka
kontraktor diijinkan untuk melaksanakan pekerjaan. Untuk material yang berhubungan
dengan estetika maka kontraktor diminta membuat mockup dan menyampaikan brosur
dan sample material.
- Mengamati jalannya pekerjaan pemasangan pekerjaan Mekanikal Elektrikal, apakah
terjadi penyimpangan atau tidak.
- Bila terjadi penyimpangan dalam dalam pemasangan maka kontraktor tidak diijinkan
dalam pelaksanaan selanjutnya dan harus dilaLukan perbaikan sesuai denoan RKS dan
gambaryang ada.
- Bila terdapat hasil kerja kurang baik sesegera mungkin kontraktor diminta
memperbaiki, bila sambungan tidak kuat harus dilakukan pengelasan di atas.
- Bila kontraktor ingin mengajukan perubahan design maka Manajemen Konstruksi
harus melaporkan ke Pemilik Proyek untuk mendapatkan persetujuan.

3. Pengawasan Terhadap Pekerjaan Tahap II ( Di Gedung Lama - Gedung Tower JATSC)

A. Pemeriksaan Terhadap Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Back-Up ATC Automation


JATSC & MATSC, ATC Simulator dan Test Bench beserta Penunjangnya.
B. Pemeriksaan Terhadap Pengadaan dan Pemasangan Peralatan AMI for Training beserta
Penunjangnya.
C. Pemeriksaan Terhadap Sewa Jaringan VSAT.
D. Pemeriksaan Terhadap Pekerjaan Sipil dan Interior
E. Pemeriksaan Terhadap Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
- Melakukan pengecekan kembali data yang sudah diukur apakah sesuai dengan gambar
atau tidak.
- Mempelajari Spesifikasi / RKS dan Gambar yang ada, untuk pekerjaan Mekanikal
Elektrikal seperti pekerjaan AC, Plumbing, Hydrant, Sprinkler, STP (optional),
Listrik, telepon, Genset, Tata Suara, dan Iain-Iain.
- Bila material yang didatangkan sudah sesuai dengan RKS dan Gambar maka
kontraktor diijinkan untuk melaksanakan pekerjaan. Untuk material yang berhubungan
dengan estetika maka kontraktor diminta membuat mockup dan menyampaikan brosur
dan sample material.
- Mengamati jalannya pekerjaan pemasangan pekerjaan Mekanikal Elektrikal, apakah
terjadi penyimpangan atau tidak.
- Bila terjadi penyimpangan dalam dalam pemasangan maka kontraktor tidak diijinkan
dalam pelaksanaan selanjutnya dan harus dilaLukan perbaikan sesuai denoan RKS dan
gambaryang ada.
- Bila terdapat hasil kerja kurang baik sesegera mungkin kontraktor diminta
memperbaiki, bila sambungan tidak kuat harus dilakukan pengelasan di atas.
- Bila kontraktor ingin mengajukan perubahan design maka Manajemen Konstruksi
harus melaporkan ke Pemilik Proyek untuk mendapatkan persetujuan.
Deliverables
Keluaran yang diharapkan secara umum adalah berupa laporan yang terdiri dari :

a. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan berisi tentang penelitian bahan dan material yang akan digunakan, masalah-
masalah penting yang ditemukan dan pemecahannya sesuai dengan kerangka acuan kerja.

b. Laporan Bulanan
Laporan bulanan yang berisi kemajuan pekerjaan sampai dengan tanggal dibuatnya laporan,
masalah-masalah yang ditemukan dan pemecahannya, perbedaan dari rencana kerja awal, serta
kualitas hasil pekerjaan dan material yang digunakan.

c. Laporan Mingguan
Laporan Mingguan yang berisi kemajuan pekerjaan sampai dengan tanggal dibuatnya laporan,
masalah-masalah yang ditemukan dan pemecahannya, perbedaan dari rencana kerja awal, serta
kualitas hasil pekerjaan dan material yang digunakan.

d. Laporan Akhir
Laporan Akhir yang berisi laporan pelaksanaan pekerjaan pengawasan, perhitungan volume akhir
dan photo-photo pelaksanaan pekerjaan.

e. Laporan Serah Terima Pekerjaan


Laporan Serah Terima I berisi perincian kerusakan dan kekurangan dan perbaikan yang harus
dibuat. Laporan Serah Terima II berisi hasil perbaikan yang telah dilaksanakan.

RAB