Anda di halaman 1dari 6

Radiologi RSUD Aws Syahranie

1. Loket Pendaftaran
Sebelum melakukan pemeriksaan setiap orang wajib mendaftarkan atau
melakukan registrasi di loket pendaftaran. Loket pendaftaran ini dengan sistem satu
pintu. Semua registrasi dilakukan diloket ini.
Blanko pendaftaran terdiri 3 lembar yaitu warna putih, pink, dan kuning.
Blanko berwarna putih dan pink dibawa keruangan dan diletakkan di status pasien,
sedangkan blanko kuning untuk lembar bukti di Radiologi. Untuk blanko dengan
status Cito perawat diharapkan menunggu hingga hasil foto keluar dan langsungb
dibawa ke ruangan, namun jika tidak ada status Cito maka perawat dapat
meninggalkan ruangan radiologi tanpa menunggu hasil foto setelah melakukan
registrasi pasien.
Jika pasien memiliki kartu jaminan seperti Jamkesda, Jamsostek, BPJS, Askes
dan lain sebagainya dapat disertakan dengan blanko pendaftaran tersebut.

2. Kamar 1

Didalam kamar 1 dapat dilakukan pemeriksaan seperti:


1) Foto polos
2) Foto kontras
3) Foto dengan perjanjian
Foto perjanjian yaitu bahwa pasien yang sebelumnya telah diberitahu bahwa akan
dilakukan pengambilan foto sehingga dilakukan persiapan pengobatan tindakan
keperaawatan, pengaturan makan dan lain-lain, melakukan pemeriksaan harus
dilakukan perjanjian terlebih dahulu maksudnya

Posisi pasien saat melalukan foto:


1) AP (Anterior Posterior) sinar datang dari depan ke belakang
2) PA (Posterior Anterior) sinar datang dari belakang ke depan
3) Lateral kanan atau lateral kiri (atau satu sisi) sinar datang dari arah samping
tergantung daerah yang akan dilakukan pemeriksaan.
4) Oblique yaitu posisi serong dengan sudut 45 derajat.

1
Posisi foto dilakukan sesuai dengan bagian tubuh mana dari pasien yang akan
difoto yang dicurigai mengalami kelainan atau cedera sehingga untuk
menegakkan diagnosa maka dilakukan pemeriksaan foto.
Saat melakukan pemeriksaan radiologi perawat maupun petugas radiologi
harus menggunakan Apron sebagai alat proteksi diri agar terhindar dari sinar X.
Apron terdiri dari single dan double terbuat dari bahan timah karet yang beratnya
mencapai 1-2kg.

3. Kamar 2
Didalam kamar 2 dapat dilakukan foto polos, perawat diharapkan komunikatif
dan kooperatif terhadap pasien. Misalnya pasien yang akan melakukan pemeriksaan
dibagian dada maka perawat harus komunikatif dan kooperatif terhadap pasien
dengan menjelaskan bahwa semua perhiasan atau aksesoris harus dilepas dan juga
melepas pakaian dalam seperti bra, pasien hanya menggunakan kaos oblong dan
dibawa ke ruangan menggunakan selimut atau handuk saja.
X-ray tidak berwarna dan berbau tetapi menimbulkan efek.

Ada bagian tubuh yang harus dilindungi dari sinar seperti organ reproduksi,
sumsum tulang belakang, dan tiroid karena organ-organ tersebut sangat sensitive
terhadap radiasi.

2
4. Kamar 3
Diprioritaskan untuk pasien rawat jalan yaitu pasien yang masih sehat dan
tidak perlu diantar serta dapat mengganti baju sendiri, tetapi apabila kamar 2 penuh
maka pasien rawat inap dapat melakukan foto di kamar 3 ini.
Setiap ruangan pemeriksaan radiologi harus memiliki dinding yang kayu yang
dilapisi timah atau dinding beton setebal 25cm agar radiasi tidak keluar dari ruangan
pemeriksaan.

Alat disamping ini adalah Mobile Unit yang


digunakan untuk pemeriksaan foto pada jenazah.

5. Kamar 4 (CT-Scan)
Didalam kamar ini dapat dilakukan foto polos dan foto perjanjian. Pasien
berasal dari UGD dan Poli. Perawat harus komunikatif dan kooperatif terhadap
pasien, perawat menjelaskan kepada pasien semua aksesoris kepala harus dilepas
seperti anting, kacamata dan apabila menggunakan jilbab harus jilbab yang polos
tidak menggunakan jarum atau peniti. Serta perawat menjelaskan kepada pasien
bahwa saat melakukan foto kepala tidak boleh digerakkan.

3
Berikut adalah contoh hasil CT-Scan yang hasil fotonya menunujukkan terdapat
pendarahan pada kepala

6. Kamar 5
Didalam kamar ini untuk melakukan pemeriksaan
1) Mammografi
Yaitu pemeriksaan payudara baik pasien perempuan maupun laik-laki. Pasien
tidak menggunakan bra dan menggunakan baju pasien. Posisi pasien dalam
keadaan berdiri dengan posisi alat tersebut dinaikkan, payudara dipres atau dijepit
agar pembuluh darah dipayudara dapat teregang sehingga dapat dilakukan foto.
Petugas yang melakukan pemeriksaan adalah perempuan.

4
2) Panoramic
Berasal dari kata panorama untuk pemeriksaan gigi secara keseluruhan baik
gigi keropos maupun gigi belum tumbuh dan masih tertutup gusi.

3) Dental X-Ray
Untuk memfoto gigi kecil bentuk satuan, film masuk kedalam mulut, film
diselipkan kedalam gigi kemudian dapat diperoleh hasil.

Pemeriksaan foto tergantung dari permintaan dokter yaitu foto secara menyeluruh
atau satuan, dan pemeriksaan dilakukan juga tergantung pada keluhan pasien
seperti infeksi, gigi berlubang dan lain-lain.

7. Kamar 8
Didalam kamar ini dilakukan pemeriksaan ultrasonografi(USG). Komponen
alatnya terdiri dari:
1) Monitor

5
2) Keyboard
3) Mouse den tracball
4) Transducer
-tranducer yang kecil untuk bayi
-tranducer mamae untuk payudara
-tansducer besar untuk abdomen
5) Jelly
6) Kertas USG
7) Printer