Anda di halaman 1dari 8

Selama ini aku hanya bisa membuatmu berteriak kesal. Aku hanya bisa membuatmu marah.

Sementara kau selalu membuatku tersenyum. Kau yang selalu membuatku bersemangat. Aku baru
menyadari bahwa aku tak pernah memikirkan perasaanmu. Aku hanya memikirkan kenyamananku
sendiri. Aku minta maaf untuk semua itu.

Karena hidup tidak punya fasilitas autocorrect, jadi kita sendiri yang harus membetulkannya

Beberapa orang bersyukur bahwa ada yang dipelajari dari hari ini. Untuk beberapa orang lainnya
lebih memilih melihat masa lalu dan mempersiapkannya untuk hari esok. Dan masa depan seperti
apa yang menunggu kita? Aku tidak tahu.

Kau tidak harus melakukan ini.

Tidak, aku harus menyelesaikannya.

Baiklah, kita lakukan bersama.

Aku sebenarnya tidak suka ___ karena itu sangat menyebalkan. Dan aku juga harus ___ mu.

Sudah cukup. Tidak usah dilanjutkan.

Tapi denganmu berbeda. Meskipun hal itu menyebalkan, denganmu aku merasa bisa melakukannya.

Perpisahan memang dibuat untuk menjadikan pertemuan kembali terasa indah sekali

Matahari tidak akan batal terbit hanya karena kau enggan melanjutkan hari esok

Aku tahu kenapa mereka menamakannya cinta segitiga, karena segitiga punya sudut-sudut tajam
yang menyakitkan

Menangis itu tidak apa-apa jika kau sendirian di ruang tertutup yang kedap suara

Kadang aku berharap hidup adalah video sehingga aku bisa menghapus bagian yang tidak kusukai

Karena hidup tidak punya fasilitas autocorrect, jadi kita sendiri yang harus membetulkannya

=
Kalau kau punya permintaan, yang harus kau lakukan adalah mengatakannya

Sayang hidup tak punya tombol pause

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di luar kita, tapi kita bisa mengendalikan
apa yang terjadi dalam hidup kita

Semua orang pernah gagal,sebagian menyerah, sebagian bangkit kembali. Maka ada pecundang,
ada pemenang.

Kukira...

Kau tidak boleh mengira!

Beberapa orang bersyukur bahwa ada yang dipelajari dari hari ini. Untuk beberapa orang lainnya
lebih memilih melihat masa lalu dan mempersiapkannya untuk hari esok. Dan masa depan seperti
apa yang menunggu kita? Aku tidak tahu.

Aku ingin membangun tempat dimana dia bisa memperlihatkan seluruh sisi lainnya padaku.

Hari belum terlalu siang namun Kyuhyun sudah memperlebar langkahnya menuju ke sebuah tempat,
kelas gadis itu. Segalanya sudah berkecamuk dalam benaknya. Dia sudah berdiri di depan kelas
Heebum dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Namun nihil. Tidak ada sosok itu yang
tertangkap indera penglihatannya.

Permisi, Kyuhyun menghentikan langkah seseorang yang sepertinya mahasiswa fakultas tersebut,
apa kau tahu di mana Heebum?

Pria itu terlihat sedang berpikir, Aku tidak melihatnya seharian ini. Sepertinya dia tidak masuk. Coba
kau telephone.

Baik. Terimakasih.

Mahasiswa itupun berlalu. Meninggalkan Kyuhyun yang semakin buta mengenai keberadaan gadis
itu.

=
Ibu Heebum membuka sebuah pintu hingga membuat Kyuhyun mampu melihat seorang gadis yang
meringkuk di balik selimut tebalnya. Heebum yang merasa pintu kamarnya dibuka langsung bangkit
untuk melihat sang pelaku. Sedikit terkejut ketika matanya menangkap kehadiran seorang pria yang
berdiri di belakang ibunya.

Sayang, temanmu datang dan ibu harus menyelesaikan kue. Kalian mengobrolah. Astaga, kau
tampan sekali anak muda.

Ya! Eomma genit sekali! Cepat sana. Aku mencium bau hangus, teriak Heebum yang sudah duduk
bersender ketika melihat ibunya menepuk-nepuk pipi Kyuhyun.

Sepeninggal ibu Heebum, Kyuhyun melangkah memasuki kamar Heebum dan mendudukan dirinya di
hadapan gadis itu.

Sakit? ujar Kyuhyun yang melihat keadaan Heebum. Bibir gadis itu sedikit membengkak dan
bercak-bercak merah masih tertinggal di beberapa daerah kulitnya.

Sudah tidak sakit. Hanya masih sedikit gatal,

Coba kau tiup. Aku yang akan menekan tuts nya.

Ide bagus.

Heebum mulai meniup saxophone itu.tak lama kemudian terdengar nada indah yang berasal dari
alat musik tersebut dan diakhiri dengan satu nada panjang yang berhenti tiba-tiba, mengacaukan
partitur llagu yang sudah tersusun dengan teratur.

Kenapa tidak kau tiup?

Kau pikir nafasku sepanjang itu?

(Seulrins point of view)

Hyobin berlari menuju washtaffel dan mengeluarkan sesuatu yang mendesak untuk dikeluarkan.
Tangannya menyangga tubuhnya di sekeliling washtaffel. Aku menghampirinya dan menyampirkan
rambutnya ke bahu agar tidak terkena muntahan. Raejoon memijat tengkuk Hyobin sekaligus
mengacungkan minyak angin agar dapat tercium hidung sepupuku itu.

Minum ini, Eunhyuk oppa membalikan tubuh Hyobin yang berkeringat. Sementara aku
menyalakan kran air agar muntahan itu pergi. Oppa mengusap sudut bibir Hyobin dan
membantunya minum. Sesekali tangannya mengelap keringat yang mengaliri wajah gadis itu.

Mual sekali..

Hari ini hari pertamanya datang bulan di bulan ini. Dia memang sering mengalami kesakitan jika hal
ini terjadi. Saking tidak kuatnya hingga membuatnya mual. Itu yang dikatakan Raejoon. Aku kira dia
mual karena efek saliva Eunhyuk oppa beberapa hari yang lalu. Atau karena dia hamil. Astaga.
Pemikiran macam apa itu?
=

#Leeteukquote : " I know it's really hard to be our fans, we never rest, non-stop releasing albums ...
If I was one of Super Junior's fans, I would probably give up. Really want to thank my fans, to me;
they are as important as the air "

@special1004 Happy Birthday Leeteuk. ! Indonesian ELFs will always


support Super Junior.

http://www.youtube.com/watch?v=UV8iHwuhW4Y&feature=player_embedded

Aku kira-

Kau tidak boleh mengira!!

Mulut Heebum terkatup sempurna. Gadis itu terdiam. Seumur-umur dia tak pernah melihat pria itu
semarah ini.

Dengarkan aku. Hanya dengarkan aku saja dan jangan mengira-ngira. Kau bisakan?

Gadis itu masih tetap diam saat Kyuhyun memeluknya. Butuh beberapa detik hingga akhirnya dia
mengangguk. Maaf. Lain kali aku hanya akan mendengarmu.

---

Percayalah, dia seperti ini bukan karena pria itu. Yang harus kau lakukan sekarang adalah berusaha
lebih keras sedikit lagi. Dan dia akan menyerahkan diri padamu.

---

Aku harus apa untuk membuatmu kembali?

---

Kau sudah tahu peraturannya, sayang. Ciuman. Di bibir. Dan aku akan tetap tinggal. Bagaimana?

---
Ku dengar, Kyuhyun- Jongwoon tidak melanjutkan ucapannya begitu menyadari perubahan mimik
yang sangat kentara di wajah Heebum. Gadis itu pasti bisa menebak topik apa yang akan dibahas
Jongwoon.

Dan di dalam lubuk hati paling dalam pria itu, dia menyesal. Benar-benar menyesal telah
mengangkat masalah yang didengarnya dari banyak mahasiswa hari ini sebagai topik obrolan
mereka.

Kau benar. Dia meninggalkanku, gadis itu tertawa miris, menertawai dirinya sendiri, bodohnya
aku. Tentu saja akan begini jadinya. Seharusnya aku sudah memprediksinya dari awal. Dia akan
segera tahu, cepat atau lambat.

Lalu, apa yang akan kau lakukan?

Tidak ada... entahlah, Heebum terdiam beberapa saat, seharusnya dia tahu betapa kau tidak
pernah menginginkanku.

Hening kemudian, sebelum tawa ringan keluar dari mulut keduanya.

Aku... maksudku, sepertinya berat sendirian. Tanpa dia. Setelah sekian lama kami bersama.
Entahlah. Aku bingung. Aku merasa menghianatinya habis-habisan.

Gadis itu mengatur nafasnya. Kepalanya menunduk, menyembunyikan matanya yang dia yakini
sudah memerah dari jarak pandang Jongwoon.

Seharusnya dia tahu bukan hanya dia yang terluka. Seharusnya dia tahu bukan aku yang
menginginkan semua ini. Aku sudah menyakitinya. Tanpa tahu bagaimana caranya mengobati.

---

Ini awal musim dingin dan kau dengan teganya menelanjangiku semalam.

Oh, satu lagi. Kau benar-benar lupa atau pura-pura tidak ingat hal apa yang sudah kau lakukan
padaku tadi malam he? Sementara kau masih menyebutku gadis?

---

Dan tetesan air hujan yang tidak seberapa itu sukses membuat kepalanya pening setengah mati.

---

Jika reinkarnasi benar-benar ada, aku akan memohon pada Tuhan agar tidak lagi mendapatkan ayah
seperti ayahku sekarang.

---

Tidak Oppa, aku hanya merasa... merasa melihat kejadian antara aku dan pria itu yang tidak pernah
kami alami sebelumnya. Kurasa... takdir mempermainkanku. Memperangkapku dengan dia. Seperti
kami 2 orang yang tidak mau dipisahkan di kehidupan sebelumnya.

---
Bukannya aku tidak tepat waktu. Hanya saja aku terlalu pandai membedakan mana acara penting
dan bukan.

---

Kau harus percaya padaku, di kehidupan selanjutnya, aku akan memohon pada Tuhan untuk kisah
kita yang lebih baik. Kau dan aku hingga selamanya sampai kita sendiri yang menginginkan
dilenyapkan dari dunia ini. Kau dan aku.

---

Oppa ku tersayang yang paling jelek, kau pikir aku tidak tahu jalan pikiranmu?

Gadis itu, Kang Raejoon. Bagaimana menurutmu?

---

Jika kau pernah melihat bintang berkedip dan tersenyum, maka dialah Hyobin-ku

---

Kau membuat krim ku percuma malam ini.

---

Permisi, tapi sepertinya aku ingat seseorang yang...

---

Perkataannya tadi jangan masukkan ke dalam hati. Masukkan ke dalam pantatmu saja.

---

Dia masih saudaraku kau ingat? Dan aku tak suka kau memperlakukannya seperti ini. aku tau dia
salah. Aku tau dia membohongimu. Tapi aku lebih tahu bagaimana sedihnya dia. Bagaimana dia tak
menginginkan ini. hal yang kau sendiripun bahkan tak pernah tahu. Kau tak berhak
memperlakukannya seperti ini. bahkan jika kau yang paling benar, kau tetap tak berhak melakukan
ini.

Aku bahkan tak mempunyai kepercayaan diri bahwa dia pernah mencintaiku.

Karena kelak yang aku cari adalah orang yang berhenti membuatku mencari sedimensenja-

Permisi, tapi sepertinya aku ingat seseorang yang berjanji akan...

Oke, tapi kalau kau tepergok memasang tampang puas, aku akan menendang bokongmu.
Sayang, itu sih sudah pasti

Tapi Heechul Oppa melihatnya dan menanyakannya padamu. Lalu kau bertingkah seperti Hah,
ciuman apa?

Aku tidak bilang, hah. Aku tidak pernah mengatakannya. Kurasa, mungkin , aku bilang Huh. Itu
kan beda sekali.

Terserahmu lah. Kau... apa ya kata yang artinya bohong, tapi lebih halus dari itu? Hyobin
memejamkan matanya untuk memusatkan perhatian. Dusta.

..

Sesuatu mirip rasa panik melintas di wajahnya

Baiklah, tapi kalau hanya kau yang melakukannya, Sayang. Suara Kyuhyun sangat-oh- sangat
hangat. Aku kan pemalu.

Aku tidak mendapat kesialan maha besar yang membuatku harus dikunjungi gadis arogan dan
bedebah kesehatan.

Aku yang gadis arogan, kata Heebum sambil melirik Kyuhyun. Jadi yang bedebah kesehatan pasti
kau.

Dia cuma kesal tidak bisa mendapatkanku. Kyuhyun menyungginggkan cengirannya. Bukan
begitu, Raejoon-a?

Terserah kalianlah.

00

I can not force destiny

Also can not force the fate

But i can still be the ground for you

That always hug you everytime you fall

Aku tidak bisa menentang takdir


Juga tidak bisa menentang kodrat
Namun aku bisa tetap menjadi tanah untukmu
Yang selalu mendekapmu saat kau terjatuh
Apa kau tau apa itu kehidupan?
Bagiku kehidupan adalah
Saat kau ada di dalam hidupku
Melihat, berbicara dan bernafas untukku
Tidak perduli sedekat apa kematian memisahkan
Aku bisa bertahan karena aku memiliki cintamu
Dan musim yang singkat ini, adalah kehidupanku
Dimana ada kau di dalamnya

I my me mine

Hi. I am heebum. And this guy, who sits beside me, cho kyuhyun. My partner of life. A
half of me. Mine.

Kalau dia mencintainya, kalau jungmo hyung mencintainya, seharusnya dia tak akan
pernah merusaknya. Seharusnya hyung tidak mengajarinya merokok.