Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis haturkan atas berkat kehadirat Tuhan Yang maha
Kuasa, sehingga penulis dapat menyelesaiakan makalah anatomi tumbuhan
dengan judul jaringan kolenkim.

Penulis menyadari bahawa makalah ini tidak luput dari segala kekurangan,
hal ini terkait dengan keterbatasan penulis selaku pribadi . kehadiran buku ini
tidak lepas dari bantuan beberapa pihak, oleh karena itu melalui kesempatan ini
dengan rendah hati penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada semua pihak yang secara langsung atau tidak langsung
terlibat dalam penyusunan makalah ini,

1. Ibu Sitti Saenab, S.Pd, M.Pd selaku dosen mata kuliah Anatomi
Tumbuhan yang telah memberikan kesempatan untuk menyusun
makalah ini
2. Teman-teman kelompok 3.a yang telah bersama-sama menyusun
makalah ini
3. Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi 2010 yang telah memberikan
motivasi demi terselesainya makalah ini

Disadari sepenuhnya bahwa keberadaan makalah ini mungkin lebih


membantu mahasiswa dalam proses perkuliahan, semoga bermanfaat adanya.

Tak ada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini.
Olehnya itu saran kepada setiap pembaca diharapkan makalah ini dipakai
khususnya untuk tingkatan sendiri.

Makassar, 20 Maret 2011

Penulis
DAFTAR ISI

Kata pengantar
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.............................................................................................
B. Rumusan Masalah........................................................................................
C. Tujuan..........................................................................................................
D. Manfaat........................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

A. Kolenkim........................................................................................................
B. Lokasi Kolenkim pada Tubuh........................................................................
C. Struktur Kolenkim..........................................................................................
D. Klasifikasi jaringan Kolenkim.......................................................................

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan....................................................................................................
B. Saran...............................................................................................................

DAFTAR PESTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah baik di darat
maupun di laut, flora dan fauna yang tersebar di seluruh wilayah NKRI
membuat rakyat Indonesia setiap hari bergelut dan mencari rezeki dengan
mengandalkan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
Tumbuhan sebagai salah satu mkhluk hidup memiliki
karakteristik yang unik, berbeda dengan manusia dengan tumbuhan yang
memiliki pergerakan yang sempurna. Tumbuhan secara morfologi
memiliki banyak jenis baik bentuk daun, batang, dan tinggi pendeknya
suatu tumbuhan itu. Secara anatomi sesungghnya memiliki struktur yang
sama, baik struktur pada akar, batang, daun.
Anatomi tumbuhan sebagai salah satu mata kuliah wajib dalam
program studi pendidikan biologi mempelajari berbagai organ-organ dan
jaringan jaringan tumbuhan yang secara langsung memiliki fungsi masing-
masing untuk kelangsungan hidup tumbuhan itu sendiri, dimulai dari akar
yang berfungsi menopang tumbuhan sampai pada daun sebagai tempat
berfotosintesis.
Salah satu organ yang menyusun tubuh tumbuhan adalah
kolenkim dimana kolenkim ini berada pada batang dan daun yang
merupakan salah satu organ vital pada tumbuhan sehingga untuk lebih
memahami bagaimana karakteristik, struktur dan fungsi jaringan kolenkim
itu maka dari itu kami membuat makalah tentang kolenkim itu sendiri.
B. Rumusan masalah
1. Apakah pengertian dari kolenkim?
2. Dimana lokasi jaringan kolenkim?
3. Bagaimana struktur dari kolenkim?
4. Menyebutkan 3 jenis kolenkim?
5. Memaparkan hubungan antara struktur dan fungsi kolenkim?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari kolenkim
2. Untuk mengetahui lokasi jaringan kolenkim
3. Untuk mengetahui struktur dari kolenkim
4. Untuk mengetahui jenis-jenis kolenkim
5. Mampu memaparkan hubungan antara struktur dan fungsi kolenkim
D. Manfaat
Setelah mempelajari makalah ini, maka di harapkan pembaca
dapat memahami bagaimana struktur dan fungsi jaringan kolenkim pada
tumbuhan dan dapat memberikan contoh bagian dari jaringan kolenkim
pada tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN

A. KOLENKIM

1. Pengertian
Kolenkim merupakan jaringan mekanik yang berfungsi
menyokong tumbuhan. Kolenkim berkembang pada stadium awal
promeristem dan terbentuk oleh sejumlah sel memanjang yang
menyerupai sel prokambium.

Kolenkim merupakan jaringan mekanik atau jaringan


penguat yang berperan penting sebagai jaringan penguat terutama
pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan
pertumbuhan dan perkembangan.

2. Karakteristik
Sel kolenkim adalah sel hidup, bentuknya sedikit
memanjang, dan pada umumnya memiliki dinding yang tidak
teratur penebalannya. Sel kolenkim hanya memiliki dinding primer,
lunak, lentur, dan berlignin.
Kolenkim bersifat plastis dan dapat merenggang secara
permanen bersama dengan pertumbuhan organ tempatnya berada.
Kolenkim dapat mengandung kloroplas dan dapat pula berisi
tannin.
3. Asal Usul Kolenkim
Kolenkim dibentuk oleh sejumlah sel memanjang yang
menyerupai sel prokambium dan berkembang dalam stadium awal
promeristem. Kolenkim yang menyatu dengan jaringan vascular
berasal dari prokambium dan yang terpisah dari jaringan vaskular
berasal dari meristem dasar.
B. LOKASI KOLENKIM PADA TUMBUHAN

Kolenkim dapat ditemukan pada batang, daun serta pada


bagian bunga, buah dan akar terutama jika akar tersebut terkena
cahaya. Ciri khas kolenkim adalah terdapat di tepi batang dan
daun. Kolenkim tidak terbentuk pada batang dan daun
monocotyledone yang sejak perkembangan awalnya telah
membentuk sklerenkim.
1. Pada batang, kolenkim dapat membentuk silinder penuh atau
tersusun menjadi berkas yang memanjang sejajar sumbu
batang.
2. Pada daun, kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun utama
atau pada satu sisi saja serta terdapat pula disepanjang tepi
daun.
3. Biasanya kolenkim terdapat langsung di bawah epidermis
sehingga dinding dalam sel epidermis atau kadang-kadang
seluruh dinding sel epidermis akan menebal seperti pada
dinding sel kolenkim.

Gambar : Jaringan Kolenkim


C. STRUKTUR KOLENKIM
Jaringan kolenkim tersusun oleh :
1. Sel
Sel kolenkim memiliki protoplas aktif yang mampu
melenyapkan penebalan dinding bila sel dirangsang untuk
membelah seperti pada waktu sel tersebut membentuk kambium
gabus.
Kolenkim seperti parenkim dapat mengandung kloroplas
sehingga dapat melakukan fotosintesis dan dapat pula berisi tanin.
Kolenkim berfungsi sebagai jaringan penyokong pada bagian
tumbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuhan basah.
Mengandung selulosa, hemiselulosa, pektin, manan dan air
dengan kadar air yang tinggi.
2. Sel serabut

Sel serabut yang tertarik akan kembali ke panjang aslinya


sedangkan kolenkim akan tetap panjangnya setelah memperoleh
tarikan atau dengan kata lain serabut bersifat elastis sedangkan
kolenkim bersifat plastis.

3. Dinding Kolenkim

Dinding kolenkim terutama terdiri atas selulosa dan senyawa


berpektin dan mengandung banyak air. Bahan segar dinding
kolenkim mengandung air sekitar 67%. Fahn (1982) menyebutkan
menurut Roelofsen dinding sel kolenkim mengandung pektin 45%,
hemiselulosa 35% dan selulosa sekitar 20%..

Kolenkim bersifat plastis dan dapat merenggang secara


permanen bersama dengan pertumbuhan organ tempatnya berada.
Dinding sel kolenkim dapat berlignin atau menjadi lebih tebal
seperti pada sklerenkim. Namun, karena kolenkim terdiri dari sel
hidup maka dinding sel kolenkim dapat menjadi tipis lagi dan sel
bersifat meristematik. Sel kolenkim mempunyai kemampuan untuk
memanjang dan memberikan dukungan mekanis sebagai jaringan
dasar pada daerah tumbuhan yang sedang memanjang.
Keplastisan kolenkim berubah seiring dengan usia. Jaringan
yang tua lebih keras dan lebih rapuh dibanding yang muda. Pada
beberapa tumbuhan kolenkim pada akhirnya mengalami
sklerefikasi.

D. KLASIFIKASI JARINGAN KOLENKIM

Menurut Muller terdapat tiga bentuk utama akibat penebalan


dinding sel kolenkim:
1. Kolenkim sudut atau kolenkim anguler
2. Kolenkim lempeng (lamellar atau tangensial)
3. Kolenkim lakuner
Duchaigne (1955 dalam Fahn, 1982) memberikan tambahan satu
tipe kolenkim lagi yaitu kolenkim cincin (annuler).

Gambar 2 : Klasifikasi jaringan kolenkim


a. Kolenkim sudut atau kolenkim anguler terdapat pada tangkai daun Vitis,
Begonia, Coleus, Cucurbita, Morus, Beta dan pada batang Solanum
tuberosum (kentang) dan Atropa belladonna.
b. Kolenkim lempeng (lamellar atau tangensial) terdapat pada korteks batang
Sambucus nigra dan Rhamnus serta tangkai Cochleria armoracia.
c. Kolenkim lakuner dapat ditemukan pada tangkai daun beberapa spesies
yang termasuk Compositae, Salvia, Malva, Althea dan Asclepias.
d. Kolenkim agaknya beradaptasi untuk menyokong batang serta daun yang
sedang tumbuh. Ketika pucuk berkembang dinding sel menebal sejak dini
namun penebalan bersifat elastis dan mampu meluas. Oleh karena itu
penebalannya tidak menghalangi pemanjangan batang dan daun.
Perkembangan selanjutnya kolenkim dapat bertahan sebagai jaringan
penyokong, jika bagian organ tempat kolenkim berada tidak membentuk
sklerenkim. Kolenkim dewasa merupakan jaringan yang kuat dan luntur
terdiri atas sel panjang yang saling timpa dengan dinding tebal tidak
berlignin. Pada tumbuhan tua dinding sel kolenkim tidak mengeras atau
berlignin serta berubah menjadi sel sklerenkim.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka penulis dapat menyimpulkan.
1. Kolenkim merupakan jaringan mekanik yang berfungsi menyokong
tumbuhan. Kolenkim berkembang pada stadium awal promeristem dan
terbentuk oleh sejumlah sel memanjang yang menyerupai sel prokambium.
2. Pada batang, kolenkim dapat membentuk silinder penuh atau tersusun
menjadi berkas yang memanjang sejajar sumbu batang. Pada daun,
kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun utama atau pada satu sisi saja
serta terdapat pula disepanjang tepi daun. Biasanya kolenkim terdapat
langsung di bawah epidermis sehingga dinding dalam sel epidermis atau
kadang-kadang seluruh dinding sel epidermis akan menebal seperti pada
dinding sel kolenkim.
3. Jaringan kolenkim tersusun atas Sel, Sel serabut dan Dinding Kolenkim
4. Menurut Muller terdapat tiga bentuk utama akibat penebalan dinding sel
kolenkim:
a. Kolenkim sudut atau kolenkim anguler
b. Kolenkim lempeng (lamellar atau tangensial)
c. Kolenkim lakuner

B. Saran

Disadari sepenuhnya bahwa keberadaan makalah ini mungkin lebih


membantu mahasiswa dalam proses perkuliahan, semoga bermanfaat adanya.
Tak ada gading yang tak retak, demikian pula dengan makalah ini. Olehnya itu
saran kepada setiap pembaca diharapkan makalah ini dipakai khususnya untuk
tingkatan sendiri.
DAFTAR PUSTAKA

Muhammadiah, Asia dan Hilda karim. 2011. Anatomi Tumbuhan. FMIPA UNM

www.scrib. Com/ppt

www.upi.file.com/kolenkim
OLEH : KELOMPOK 2.1

AHMAD FAQIH DZULKARNAIN


SRI HARDIANTI HASBI
ISNAWATI AMIR
A.YUNI KURNIA YUSUF
MUHAMMAD TAUFIQ RAMLI
NURPAHMI BAHARUDDIN
NURHAEDAH
NURUL RAHMA DANA
SULFIANI
NURMI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2011
Akar sekunder adalah akar yang tumbuh dari akar primer yang berasal dari
dalam jaringan ikat. Akar gymnospermae dan dikotil mengalami
pertumbuhan sekunder yaitu terbentuknya jaringan pembuluh sekunder dari
kambium pembuluh periderm dari felogen.
Pada saat tua, epidermis, korteks, dan endodermis akan hilang karena
cambium membelah yang akan membentuk xylem sekunder ke arah dalam
dan floem sekunder ke arah luar. Sehingga epidermis, korteks, dan
endodermis akan terdesak dan menjadi rusak.
Setelah cambium mulai mengadakan pertumbuhan sekunder, terbentuklah
cambium gabus di bagian korteks yang akan berfungsi sebagai pelindung, ke
arah luar menghasilkan felem dan ke arah dalam menghasilkan feloderm,