Anda di halaman 1dari 8

PENDIDIKAN DI INDONESIA

OLEH

7427 DWI INDAH PERMATA


KELAS XII IPA 4
BIDANG STUDI BIOLOGI
PENGAMPU UMI KALSUM, M.Pd

SMA NEGERI 7 PALEMBANG


KOTA PALEMBANG
AGUSTUS 2017
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan karya tulis ilmiah perbedaan pertumbuhan kedelai yang ditanam di tempat yang
tidak memiliki cahaya dan tempat yang memiliki cahaya yang dibuat oleh DWI INDAH
PERMATA siswa kelas XII IPA 4 SMA Negeri 7 Palembang dinyatakan telah mendapat
persetujuan sebagai karya tulis.

Palembang, Maret 2017


Disetujui oleh,
Guru Pembimbing,

Umi Kalsum, M.Pd


NIP

Mengesahkan,
Kepala SMA Negeri 7 Palembang

Dra. Hj. Nyimas Yasmin, M.Pd


NIP 196107151984032006
Kata pengantar

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-
Nya kepada kami selaku penulis karya tulis ilmiah ini, sehingga kami dapat menyelesaikan
karya tulis ilmiah kami yang berjudul pertumbuhan kedelai yang ditanam di tempat yang
tidak memiliki cahaya dan tempat yang memiliki cahaya dapat diselesaikan tepat pada
waktunya.
Adapun maksud dari kami menyusun karya tulis ini adalah untuk memenuhi tugas
Biologi. Kami ucapan terima kasih terutama kepada yang terhormat ibu Umi Kalsum, M.Pd
yang telah memberikan kami materi karya tulis ilmiah dan kami ucapkan terima kasih juga
kepada rekan dan teman-teman sekalian yang telah mendukung kami dalam menyelesaikan
karya tulis ilmiah ini yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Harapan kami semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
untuk menambah wawasan pembaca mengenai Rendahnya Pendidikan di Indonesia.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ilmiah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Untuk itu kepada pengampu Ibu Umi Kalsum, M.pd
kami meminta masukannya demi perbaikan penulisan karya tulis ilmiah di masa yang akan
datang dan kami berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran atas karya tulis
ilmiah yang kami buat ini.

Palembang, Maret 2017

Penyusun

Abstrak
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan berasal dari kata didik, lalu
diberikan awalan pe dan akhiran an sehingga menjadi pendidikan yang berarti proses
atau cara perbuatan mendidik. Secara umum pendidikan dapat diartikan sebagai sarana proses
pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam diri seseorang sehingga
memiliki kecerdasan, kepribadian yang baik dalam bermasyarakat maupun beragama.
Di Indonesia tingkat pendidikan wajib sekolah selama 12 tahun yang dimulai dari
Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas
(SMA). Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini masih terbilang rendah, menurut survey
yang dilakukan oleh Organisations for Economic Co-operation and Develpoment (OECD)
berdasarkan hasil tes PISA (tes studi internasional tentang prestasi membaca, matematika,
dan sains) yang diikuti oleh 76 negara pada tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat ke-
69. Menurut UNESCO level kualitas para guru di Indonesia berada pada lever 14 dari 14
negara berkembang.
Salah satu faktor pemicu rendahnya pendidikan di Indonesia yaitu kebijakan dalam
pendidikan yang tergantung oleh Menteri pendidikannya. Selain itu rendahnya pendidikan
Indonesia juga dipengaruhi oleh faktor HAM dimana seorang guru tidak boleh memukul atau
mencubit siswa yang menyebabkan siswa menjadi tidak sopan terhadap guru, dan guru.

Kata kunci : Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas

Daftar Isi
Halaman judul
Lembar pengesahan
Kata pengantar
Abstrak
Daftar isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Manfaat dan tujuan
1.3.1 Manfaat
1.3.2 Tujuan
Bab II Landasan teori
Bab III Metodelogi penelitian
3.1 Lokasi penelitian
3.2 Populasi dan sampel
3.3 Waktu penelitian
3.4 Teknik pengumpulan data
3.5 Teknik pengolahan data
Bab IV hasil penelitian
4.1 Hasil penelitian
4.2 Pembahasan
Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
Daftar pustaka
Lampiran-lampiran

BAB I
Pendahuluan
1.1 latar belakang
Pendidikan merupakan satu hal yang sangat penting bagi semua orang. Karena
pendidikan tidak lain merupakan proses transisi pengetahuan, sikap, kepercayaan,
keterampilan, dan aspek perilaku-perilaku lainnya kepada generasi kegenerasi. Pendidikan
dapat menentukan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pendukung utama dalam
pembangunan. Sesuai dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional pada Pasal 3 yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter tentang peradaban bangsa yang
bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sayangnya, pendidikan di Indonesia masih rendah yang menyebabkan kurang
tersedianya Sumber Daya Manusia dengan mutu dan kualitas yang baik. Dunia pendidikan di
Indonesia juga memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan
diantaranya adalah keterbatasan akses pada dunia pendidikan, jumlah guru yang belum
merata di daerah, serta kualitas tenaga pendidik yang masih kurang.
Selain itu, banyaknya kasus putus sekolah juga menjadi penyebabnya kurangnya
Sumber Daya Manusia. Pendidikan di Indonesia tidak berfungsi secara maksimal. Oleh
karena itu, untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia diperlukan sistem pendidikan yang
responsif terhadap perubahan dan tuntutan zaman, bangsa Indonesia harus menggunakan
sistem pendidikan dan pola kebijakan yang sesuai dengan keadaan Indonesia agar mutu
penddidikan di Indonesia dapat meningkat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Indonesia?
2.
1.3 Manfaat dan Tujuan
1.3.1 Manfaat
Untuk mengetahui keadaan Pendidikan di Indonesia

1.3.2 Tujuan

Bab II
Landasan Teori
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan berasal dari kata didik, lalu
diberikan awalan pe dan akhiran an sehingga menjadi pendidikan yang berarti proses
atau cara perbuatan mendidik. Secara umum pendidikan dapat diartikan sebagai sarana proses
pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam diri seseorang sehingga
memiliki kecerdasan, kepribadian yang baik dalam bermasyarakat maupun beragama.
Dalam bahasa Inggris, pendidikan berasal dari kaat education. Sedangkan, dalam
bahasa latin, pendidikan berasal dari kata educatum, dimana kata ini tergabung atas
dua kata yaitu E artinya perkembangan dari luar ke dalam dan perkembangan dari
sedikit menuju banyak, sedangkan Duco artinya adalah sedang berkembang.
Berikut beberapa pengertian pendidikan menurut para pakar pendidikan,
1. Ki Hajar Dewantara, mengemukakan bahwa pengertian pendidikan adalah
tuntunan tumbuh dan berkembangnya anak. Artinya, pendidikan merupakan upaya
untuk menuntun kekuatan kodrat pada diri setiap anak agar mereka mampu
tumbuh dan berkembang sebagai manusia maupun sebagai anggoa masyarakat
yang bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup mereka.
2. Ahmad D. Marimba, pendidikan adalah bimbingan yang dilakukan kepada peserta
didik dengan tujuan membentuk kepribadian yang utama secara jasmani dan
rohani.
3. Martinus Jan Langeveld, pendidikan adalah upaya untuk membantu peserta didik
agar mampu mengerjakan tugas kehidupan secara mandiri dan bertanggung jawab
secara oral dan asusila.
4. Stella Van Petten Henderson, pendidikan adalah sebuah kombinasi antara
pertumbuhan dan pengembangan diri serta warisan sosial.
Pendidikaan dibagi menjadi dua jenis, yaitu
1. Pendidikan formal
Pendidikan formal adalah pendidikan yang bisa didapat dengan mengikuti
program yang terstruktur dan terencana oleh badan kepemerintahan, misalnya
sekolah
2. Pendidikan non formal
Pendidikan non formal adalah pendidikan yang bisa di dapat dengan menjalani
aktivtas kehidupan sehari-hari yang tidak terikat oleh badan kepemerintahan,
misalnya melalui pengalaman, belajar sendiri melalu buku-buku bacaan, dan
belajar dari pengalaman orang lain.
Jenjang pendidian di Indonesia
1. Sekolah Dasar (SD)
Sekolah Dasar (SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di
Indonesia.sekolah dasar ditempuh dalam waktu enam tahun mulai dari kelas
satu sampai kelas enam. Saat ini murid kelas enam wajib mengikuti ujian
nasional yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan sekolah dasar dapat
melanjutkan pendidikan ketingkat SLTP atau SMP . pelajar sekolah dasar
umumnya berusiah 7-12 tahun. Sekolah dasar diselenggarakan oleh
pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada
tahun 2001 pengelolaan sekolah dasar negeri di indonesia yang sebelumnya
berada dibawah Departemen Pendidikan Nasional kini menjadi tanggung
jawab pemerintah daerah kabupaten/kota.
2. Sekolah menengah pertama (SMP)
Sekolah menengah pertama adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan
formal di indonesia setelah lulus sekolah dasar. Sekolah menengah pertama
ditempuh dalam waktu tiga tahun mulai dari kelas VII sampai kelas IX. Pada
tahun ajaran 1994-1995 hingga 2003-2004 sekolah ini pernh disebut sekolah
lanjutan tingkat pertama(SLTP).
3. Sekolah menengah atas (SMA)
Sekolah menengah atas adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan
formal di indonesia setelah lulus sekolah menengah pertama. Sekolah
menengah atas ditempuh dalam waktu tiga tahun, mulai dari kelas X sampai
XII.