Anda di halaman 1dari 54

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.1.1 Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Menteng
1.1.1.1 Keadaan Geografis
1. Letak Wilayah
Kecamatan menteng adalah sebuah kecamatan yang terletak di
Jakarta Pusat dan merupakan Pusat Pemerintahan dari Kota
Administrasi Jakata Pusat.
2. Batas Wilayah
a. Sebelah Utara : Kecamatan Gambir
b. Sebelah Barat : Kecamatan Tanah Abang
c. Sebelah Timur : Kecamatan Matraman
d. Sebelah Selatan : Kecamatan Setiabudi
3. Luas Wilayah
Kecamatan Menteng mempunyai luas wilayah 653,46 Ha.
Mempunyai lima kelurahan, yaitu Kelurahan Kebon Sirih, Kelurahan
Gondangdia, Kelurahan Cikini, Kelurahan Menteng dan Kelurahan
Pegangsaan.

1
Tabel 1.1 Luas Wilayah, Jumlah Kecamatan, Kelurahan, Rukun
Warga dan Rukun Tetangga Tahun 2016

Kelurahan Luas Wilayah (Ha) Jumlah RW Jumlah RT

Kebon Sirih 83,40 Ha 10 77


Gondangdia 145,82 Ha 5 40
Cikini 82,09 Ha 5 66
Menteng 243,90 Ha 10 137
Pegangsaan 98,25 Ha 8 104

Jumlah 653,46 Ha 38 424

Sumber: Profil Puskesmas Menteng 2016

Gambar 1.1Batas Wilayah Kecamatan Menteng

1.1.1.2 Keadaan Demografis


Pada jumlah penduduk kecamatan menteng tahun 2016
didapatkan jumlah seluruhnya sebanyak 85.840 orang.

2
Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Kecamatan Menteng Tahun 2016
Kelurahan Luas Wilayah Laki-Laki Perempuan Total
(Km2)
Menteng 2,44 14.463 14.589 29.052
Pegangsaan 0,98 13.530 13.376 26.906
Cikini 0,82 4.823 4.868 9.691
Gondangdia 1,46 2.171 2.389 4.560
Kebon Sirih 0,83 7.948 7.683 15.631
Total 6,53 42.935 42.905 85.840
Sumber: Profil Puskesmas Kec. Menteng tahun 2016

Jumlah penduduk yang terbanyak pada Kelurahan Menteng


dengan jumlah 29.052 orang.

Tabel 1.3 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis


Kelamin Kecamatan Menteng tahun 2016
No KELOMPOK JUMLAH PENDUDUK
UMUR
(TAHUN) LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + RASIO
PEREMPUAN JENIS
KELAMIN

1 04 3.641 3.639 7.280 100.05


2 59 3.717 3.384 7.101 109.84
3 10 14 3.941 3.256 7.197 121.04
4 15 19 3.569 3.233 6.802 110.39
5 20 24 3.519 3.281 6.800 107.25
6 25 29 3.613 3.672 7.285 98.39
7 30 34 3.591 3.375 6.966 106.40
8 35 39 3.774 3.364 7.138 112.19
9 40 44 2.902 3.160 6.062 91.84
10 45 49 2.728 3.281 6.009 83.15
11 50 54 2.721 2.555 5.276 106.50
12 55 59 2.430 2.002 4.432 121.38

3
13 60 64 1.077 1.757 2.834 61.30
14 65 69 668 729 1.397 91.63
15 70 74 475 713 1.188 66.62
16 75 + 442 1.485 1.927 29.76
JUMLAH 42.808 42.886 85.694 99.82

1.1.1.3 Keadaan Lingkungan


1.1.1.3.1 Sarana dan Prasarana
Kecamatan Menteng merupakan salah satu wilayah yang
mempunyai sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Terdapat
sarana ibadah seperti Masjid dan Gereja, sarana pendidikan,
sarana kebudayaan dan kesenian, sarana kesehatan masyarakat
dan keluarga berencana, serta sarana perhubungan seperti stasiun
kereta api, dan sarana bermain seperti taman kota.
Sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang terdiri dari
Puskesmas pemerintah dan sarana kesehatan swasta. Puskesmas
Non Rawat Inap tahun 2016 berjumlah 2 unit. Sarana kesehatan
lainnya di wilayah Kecamatan Menteng seperti klinik, dokter
praktek perorangan, praktik dokter bersama, apotik dan
pengobatan tradional berjumlah 53 sarana, dari jumlah tersebut
sudah memiliki izin praktek lengkap.
Pelayanan kesehatan diberikan kepada semua golongan,
dan tidak membedakan umur, pekerjaan, status sosial ekonomi,
agama, ras dan lain-lain, akan tetapi lebih diprioritaskan bagi
golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah.

1.1.2 Gambaran Umum Puskesmas


1.1.2.1 Definisi Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) adalah salah satu
sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang amat penting di Indonesia.

4
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya (Permenkes No. 75 tahun
2014).
Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diberikan oleh
puskesmas kepada masyarakat mencakup perencanaan, pelaksanaaan,
evaluasi, pencatatan, pelaporan, dan dituangkan dalam suatu sistem
(Permenkes No.75 tahun 2014). Pelayanan tersebut ditujukan kepada
semua penduduk dengan tidak membedakan-bedakan.
Di Indonesia, puskesmas merupakan tulang punggung
pelayanan kesehatan tingkat pertama. Konsep Puskesmas dilahirkan
tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional
(Rakerkesnas) I di Jakarta, dimana dibicarakan upaya pengorganisasian
system pelayanan kesehatan di tanah air, karena pelayanan kesehatan
tingkat pertama pada waktu itu dirasakan kurang menguntungkan dan
dari kegiatan-kegiatan seperti BKIA, BP, dan P4M dan sebagiannya
masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak berhubungan. Melalui
Rekerkesnas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua
pelayanan tingkat pertama kedalam suatu organisasi yang dipercaya dan
diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Dengan paradigma baru ini, mendorong terjadi perubahan
konsep yang sangat mendasar dalam pembangunan kesehatan, antara
lain :
1. Pembangunan kesehatan yang semula lebih menekankan pada upaya
kuratif dan rehabilitatif menjadi lebih fokus pada upaya preventif dan
kuratif tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif

5
2. Pelaksanaan upaya kesehatan yang semula lebih bersifat terpilah-
pilah (fragmented) berubah menjadi kegiatan yang terpadu
(integrated)
3. Sumber pembiayaan kesehatan yang semula lebih banyak dari
pemerintah berubah menjadi pembiayaan kesehatan lebih banyak
dari masyarakat
4. Pergeseran pola pembayaran dalam pelayanan kesehatan yang
semula fee for service menjadi pembayaran secara pra-upaya
5. Pergeseran pemahaman tentang kesehatan dari pandangan konsumtif
menjadi investasi
6. Upaya kesehatan yang semula lebih banyak dilakukan oleh
pemerintah akan bergeser lebih banyak dilakukan oleh masyarakat
sebagai mitra pemerintah (partnership)
7. Pembangunan kesehatan yang semula bersifat terpusat
(centralization) menjadi otonomi daerah (decentralization)
8. Pergeseran proses perencanaan dari top down menjadi bottom up
seiring dengan era desentralisasi

1.1.2.2 Wilayah Kerja


Dalam rangka pemenuhan Pelayanan Kesehatan yang
didasarkan pada kebutuhan dan kondisi masyarakat, Puskesmas dapat
dikategorikan berdasarkan karakteristik wilayah kerja dan kemampuan
penyelenggaraan. Puskesmas dikategorikan menjadi (Permenkes No.75
tahun 2014) :

A. Puskesmas Kawasan Perkotaan


Puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi kawasan yang
memenuhi paling sedikit 3 (tiga) dari 4 (empat) kriteria kawasan
perkotaan sebagai berikut:

6
a. Aktivitas lebih dari 50% (lima puluh persen) penduduknya
pada sektor non agraris, terutama industri, perdagangan dan
jasa
b. Memiliki fasilitas perkotaan antara lain sekolah radius 2,5 km,
pasar radius 2 km, memiliki rumah sakit radius kurang dari 5
km, bioskop, atau hotel
c. Lebih dari 90% (sembilan puluh persen) rumah tangga
memiliki listrik
d. Terdapat akses jalan raya dan transportasi menuju fasilitas
perkotaan

Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan oleh Puskesmas


kawasan perkotaan memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Memprioritaskan pelayanan UKM
b. Pelayanan UKM dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi
masyarakat
c. Pelayanan UKP dilaksanakan oleh Puskesmas dan fasilitas
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah
atau masyarakat
d. Optimalisasi dan peningkatan kemampuan jaringan pelayanan
Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan
e. Pendekatan pelayanan yang diberikan berdasarkan kebutuhan
dan permasalahan yang sesuai dengan pola kehidupan
masyarakat perkotaan

B. Puskesmas Kawasan Pedesaan


Puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi kawasan yang
memenuhi paling sedikit 3 (tiga) dari 4 (empat) kriteria kawasan
pedesaan sebagai berikut:
a. Aktivitas lebih dari 50% (lima puluh persen) penduduk pada
sektor agraris

7
b. Memiliki fasilitas antara lain sekolah radius lebih dari 2,5 km,
pasar dan perkotaan radius lebih dari 2 km, rumah sakit radius
lebih dari 5 km, tidak memiliki fasilitas berupa bioskop atau
hotel
c. Rumah tangga dengan listrik kurang dari 90% (sembilan puluh
persen)
d. Terdapat akses jalan dan transportasi menuju fasilitas

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas


kawasan pedesaan memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Pelayanan UKM dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi
masyarakat
b. Pelayanan UKP dilaksanakan oleh Puskesmas dan fasilitas
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh masyarakat
c. Optimalisasi dan peningkatan kemampuan jaringan
pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan
kesehatan
d. Pendekatan pelayanan yang diberikan menyesuaikan
dengan pola kehidupan masyarakat perdesaan

C. Puskesmas Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil


Puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi kawasan dengan
karakteristik sebagai berikut:
a. Berada di wilayah yang sulit dijangkau atau rawan bencana,
pulau kecil, gugus pulau, atau pesisir
b. Akses transportasi umum rutin 1 kali dalam 1 minggu, jarak
tempuh pulang pergi dari ibukota kabupaten memerlukan
waktu lebih dari 6 jam, dan transportasi yang ada sewaktu-
waktu dapat terhalang iklim atau cuaca; dan
c. Kesulitan pemenuhan bahan pokok dan kondisi keamanan
yang tidak stabil.

8
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas
kawasan terpencil dan sangat terpencil memiliki karakteristik
sebagai berikut:
a. Memberikan pelayanan UKM dan UKP dengan penambahan
kompetensi tenaga kesehatan
b. Dalam pelayanan UKP dapat dilakukan penambahan
kompetensi dan kewenangan tertentu bagi dokter, perawat, dan
bidan
c. Pelayanan UKM diselenggarakan dengan memperhatikan
kearifan lokal
d. Pendekatan pelayanan yang diberikan menyesuaikan dengan
pola kehidupan masyarakat di kawasan terpencil dan sangat
terpencil
e. Optimalisasi dan peningkatan kemampuan jaringan pelayanan
Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan
f. Pelayanan UKM dan UKP dapat dilaksanakan dengan pola
gugus pulau/cluster dan/atau pelayanan kesehatan bergerak
untuk meningkatkan aksesibilitas.

Puskesmas harus didirikan pada setiap kecamatan. Dalam


kondisi tertentu, pada 1 (satu) kecamatan dapat didirikan lebih dari 1
(satu) Puskesmas. Kondisi tertentu sebagaimana dimaksud ditetapkan
berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan, jumlah penduduk dan
aksebilitas.
Puskesmas merupakan perangkat pemerintah daerah tingkat II,
sehingga pembagian wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh bupati
setelah mendengar saran tekhnis dari kantor wilayah departemen
kesehatan provinsi.

9
1.1.2.3 Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan menyeluruh yang diberikan puskesmas meliputi :
1. Promotif (peningkatan kesehatan)
2. Preventif (upaya pencegahan)
3. Kuratif (pengobatan)
4. Rehabilitatif (pemulihan kesehatan)

Pelayanan tersebut ditunjukkan kepada semua penduduk tidak


membedakan jenis kelamin, umur, sejak pembuahan dalam kandungan
sampai meninggal.

1.1.2.4 Visi Puskesmas


Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh
Puskesmas adalah tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya
Indonesia sehat. Kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat
Kecamatan di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan
kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan
dengan perilaku sehat memiliki kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta
memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Indikator Kecamatan sehat yang ingin dicapai mencakup
empat indikator utama, yaitu :
1. Lingkungan sehat
2. Perilaku sehat
3. Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu
4. Derajat kesehatan penduduk Kecamatan
Rumusan visi untuk masing-masing Puskesmas harus
mengacu pada visi pembangunan kesehatan Puskesmas di atas yakni,
terwujudnya Kecamatan sehat yang harus disesuaikan dengan situasi
dan kondisi masyarakat serta wilayah Kecamatan setempat.

10
1.1.2.5 Misi Puskesmas
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah
kerjanya. Puskesmas akan selalu menggerakkan pembangunan
sektor lain yang diselenggarakan di wilayah kerjanya, agar
memperhatikan aspek kesehatan, yaitupembangunan yang tidak
menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, setidak-
tidaknya terhadap lingkungan dan perilaku masyarakat.
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan
masyarakat di wilayah kerjanya. Puskesmas akan selalu berupaya
agar setiap keluarga dan masyarakat yang bertempat tinggal di
wilayah kerjanya makin berdaya di bidang kesehatan, melalui
peningkatan pengetahuan dan kemampuan, menuju kemandirian
hidup.
c. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan
keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.
Puskesmas akan selalu berupaya menyelenggarakan pelayanan
kesehatan yang sesuai dengan standar dan memuaskan
masyarakat, mengupayakan pemerataan pelayanan kesehatan
serta meningkatkan efisiensi pengelolaan dana, sehingga dapat
dijangkau oleh seluruh anggota masyarakat.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga
dan masyarakat beserta lingkungannya. Puskesmas akan selalu
berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah
dan menyembuhkan penyakit, serta memulihkan kesehatan
perorangan, keluarga dan masyarakat yang berkunjung dan
bertempat tinggal di wilayah kerjanya, tanpa diskriminasi dan
dengan menerapkan kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang
sesuai.

11
1.1.2.6 Strategi Puskesmas
a. Mengembangkan dan menetapkan pendekatan kewilayahan
b. Mengembangkan dan menetapkan azas kemitraan serta
pemberdayaan masyarakat dan keluarga
c. Meningkatkan profesionalisme petugas
d. Mengembangkan kemandirian puskesmas sesuai dengan
kewenangan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota

1.1.2.7 Fungsi Puskesmas


Menurut Permenkes No. 75 tahun 2014, Puskesmas
menyelenggarakan fungsi :
1. Penyelenggaraan Unit Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat
pertama di wilayah kerjanya. Dalam menjalankan fungsinya
Puskesmas berwewenang :
a) Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah
kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang
diperlukan
b) Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan
c) Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan
pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan
d) Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan
menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat
perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain
terkait
e) Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan
danupaya kesehatan berbasis masyarakat
f) Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia
Puskesmas

12
g) Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan
kesehatan
h) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap
akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan
i) Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat,
termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon
penanggulangan penyakit.

2. Penyelenggaraan Unit Kesehatan Perorangan/UKP tingkat pertama


di wilayah kerjanya. Dalam menjalankan fungsinya Puskesmas
berwewenang :
a) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara
komprehensif, berkesinambungan dan bermutu
b) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan
upaya promotif dan preventif
c) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
d) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan
keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung
e) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip
koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi
f) Melaksanakan rekam medis
g) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu
dan akses Pelayanan Kesehatan
h) Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan
i) Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya
j) Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis
dan Sistem Rujukan

13
3. Wahana pendidikan tenaga kesehatan
Proses dalam melaksanakan fungsinya dilakukan dengan cara :
a) Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan
kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri
b) Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana
menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif
dan efisien
c) Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan
rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat
dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan
ketergantungan
d) Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat
e) Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam
melaksanankan program puskesmas.

1.1.2.8 Upaya Kesehatan Puskesmas


Puskesmasmenyelenggarakanupayakesehatanmasyarakatting
kat pertama dan upaya kesehatan perseorangantingkat pertama.
Upayakesehatandilaksanakan secara terintegrasidan
berkesinambungan (Permenkes No. 75 tahun 2014).
Upaya kesehatan masyarakattingkat pertamameliputi upaya
kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan masyarakat
pengembangan.
1. Upayakesehatanmasyarakatesensialmeliputi:
a. Pelayanan promosi kesehatan
b. Pelayanan kesehatan lingkungan
c. Pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana
d. Pelayanan gizi
e. Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit

14
2. Upaya kesehatan masyarakat pengembangan merupakan upaya
kesehatan masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya
yangsifatnya inovatifdan/atau bersifat ekstensifikasi dan
intensifikasi pelayanan, disesuaikandengan prioritas masalah
kesehatan,kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber daya yang
tersedia di masing-masing Puskesmas.
3. Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dilaksanakan dalam
bentuk:
a. Rawat jalan
b. Pelayanan gawat darurat
c. Pelayanan satu hari (one daycare)
d. Home care
e. Rawat inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan
kesehatan. (Permenkes No. 75 tahun 2014).

1.1.2.9 Prinsip Penyelenggaraan Puskesmas


Penyelenggaraan Puskesmas terdapat 6 (enam) prinsip berikut yang
harus ditaati:
1. Prinsip Paradigma Sehat
Berdasarkan prinsip paradigma sehat, Puskesmas wajib mendorong
seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen dalam upaya
mencegah dan mengurangi risiko kesehatan yang dihadapi individu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat. Paradigma adalah cara
pandang orang terhadap diri dan lingkungannya, yang akan
memengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan
bertingkah laku (psikomotorik). Paradigma juga dapat berarti
seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang diterapkan dalam
memandang realitas di sebuah komunitas. Dengan demikian,
Paradigma Sehat dapat didefinisikan sebagai cara pandang, asumsi,
konsep, nilai, dan praktik yang mengutamakan upaya menjaga dan

15
memelihara kesehatan, tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit
dan pemulihan kesehatan. Dengan Paradigma Sehat maka orang-
orang yang sehat akan diupayakan agar tetap sehat dengan
menerapkan pendekatan yang holistik.

2. Prinsip Pertanggungjawaban Wilayah


Berdasarkan prinsip pertanggungjawaban wilayah, Puskesmas
menggerakkan dan bertanggung jawab terhadap pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya. Pembangunan kesehatan pada
hakikatnya adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa
Indonesia, untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Penanggung jawab
utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan di
wilayah kabupaten/kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,
sedangkan Puskesmas bertanggung jawab untuk sebagian upaya
pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota sesuai dengan kemampuannya. Puskesmas sebagai
penanggung jawab wilayah bertugas untuk melaksanakan
pembangunan kesehatan guna mewujudkan Kecamatan Sehat, yaitu
masyarakat yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, yang meliputi
kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat
b. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu secara adil dan
merata
c. Hidup dalam lingkungan yang sehat
d. Memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu maupun
keluarga, kelompok, dan masyarakat

16
3. Prinsip Kemandirian Masyarakat
Berdasarkan prinsip kemandirian masyarakat, Puskesmas
mendorong kemandirian hidup sehat bagi individu, keluarga, dan
kelompok/masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan adalah segala upaya fasilitasi yang bersifat non-
instruktif, guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
individu, keluarga, dan kelompok/masyarakat agar dapat
mengidentifikasi masalah yang dihadapi dan potensi yang dimiliki,
serta merencanakan dan melakukan pemecahan masalah tersebut
dengan memanfaatkan potensi yang ada.
Pemberdayaan mencakup pemberdayaan perorangan,
keluarga, dan kelompok/masyarakat. Pemberdayaan perorangan
merupakan upaya memfasilitasi proses pemecahan masalah guna
meningkatkan peran, fungsi, dan kemampuan perorangan dalam
membuat keputusan untuk memelihara kesehatannya. Pemberdayaan
keluarga merupakan upaya memfasilitasi proses pemecahan masalah
guna meningkatkan peran, fungsi, dan kemampuan keluarga dalam
membuat keputusan untuk memelihara kesehatan keluarga tersebut.
Pemberdayaan kelompok/masyarakat merupakan upaya
memfasilitasi proses pemecahan masalah guna meningkatkan peran,
fungsi, dan kemampuan kelompok/masyarakat dalam membuat
keputusan untuk memelihara kesehatan kelompok/masyarakat
tersebut.
Pemberdayaan dilaksanakan dengan berbasis pada tata nilai
perorangan, keluarga, dan kelompok/masyarakat sesuai dengan
kebutuhan, potensi, dan sosial budaya setempat. Pemberdayaan
dilakukan melalui pendekatan edukatif untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat, serta kepedulian
dan peran aktif dalam berbagai upaya kesehatan.

17
4. Prinsip Pemerataan
Berdasarkan prinsip pemerataan, Puskesmas menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang dapat diakses dan terjangkau oleh seluruh
masyarakat di wilayah kerjanya secara adil tanpa membedakan status
sosial, ekonomi, agama, budaya, dan kepercayaan. Puskesmas harus
dapat membina jejaring/kerjasama dengan fasilitas kesehatan tingkat
pertama lainnya seperti klinik, dokter layanan primer (DLP), dan
lain- lain yang ada di wilayah kerjanya.

5. Prinsip Teknologi Tepat Guna


Berdasarkan prinsip teknologi tepat guna, Puskesmas
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan
teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan,
mudah dimanfaatkan, dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

6. Prinsip Keterpaduan dan Kesinambungan


Berdasarkan prinsip keterpaduan dan kesinambungan, Puskesmas
mengintegrasikan dan mengoordinasikan penyelenggaraan UKM
dan UKP lintas program dan sektor serta melaksanakan sistem
rujukan yang didukung dengan manajemen Puskesmas.

1.1.3 Gambaran Umum Puskesmas Kecamatan Menteng


1.1.3.1 Visi, Misi Puskesmas Kecamatan Menteng
Visi
Menjadi pusat pelayanan kesehatan primer yang
professional, komprehensif, berstandar Internasional dan menjadi
pilihan utama bagi seluruh lapisan masyarakat tahun 2020.

Misi
Menyiapkan SDM yang professional, menyediakan sarana
dan prasarana yang berstandar nasional dan internasional.

18
Meningkatkan akses layanan kesehatan untuk seluruh lapisan
masyarakat, menyelenggarakan UKP dan UKM secara bersamaan
dan berkesinambungan.

1.1.3.2 Sarana dan Prasarana Puskesmas Kecamatan Menteng


Sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang terdiri dari
Puskesmas pemerintah dan sarana kesehatan swasta. Puskesmas Non
Rawat Inap tahun 2016 berjumlah 2 unit. Sarana kesehatan lainnya di
wilayah Kecamatan Menteng seperti klinik, dokter praktek perorangan,
praktik dokter bersama, apotik dan pengobatan tradional berjumlah 53
sarana, dari jumlah tersebut sudah memiliki izin praktek lengkap.
Pelayanan kesehatan masyarakat di BLUD Puskesmas Kecamatan
Menteng terdiri dari 3 wilayah pelayanan:
1. Puskesmas Kecamatan Menteng
Jl. Pegangsaan Barat No.14 Menteng Jakarta Pusat
2. Puskesmas Kelurahan Pegangsaan
Jl. Tambak No. 28 Pegangsaan Jakarta Pusat
3. Puskesmas Kelurahan Gondangdia
Jl. Agus Salim No. 19A Kebon Sirih Jakarta Pusat

Sarana dan Prasarana yang dimiliki oleh Puskesmas Kecamatan


Menteng, yaitu:
1. Transportasi
- 1 buah Mobil Kijang Ambulans Puskesmas Keliling Inpres
tahun 1989/1990
- 8 buah Sepeda Motor, 4 buah di Puskesmas Kecamatan dan 2
buah masing-masing di Puskesmas Kelurahan
- 1 Unit Mobil Ambulans untuk Operasional Puskesmas
(Mitsubishi L 300)
- 1 Unit Mobil Dinas Suzuku APV untuk Operasional Puskesmas
diterima tahun 2005

19
- 1 unit mobil puskesmas keliling (berupa suzuki APV yang
diadakan oleh puskesmas pada tahun 2010)

2. Alat Komunikasi
Telepon ada 6 buah, yaitu :
- Puskesmas Kecamatan Menteng dengan nomor : 31935836,
3157164, 3103439, Fax 31904965
- Puskesmas Kelurahan Pegangsaan dengan nomor : 31934355

3. Alat medis dan non medis


a. Alat Rontgen di ruangan khusus, untuk ini dipasang dengan PB
dan 1 petugas Radiographer
b. Alat pemeriksaan 1 unit EKG
c. 1 unit alat USG dan 2 unit nebilizer (bantuan APBN dan
bantuan APBD)
d. 3 Dental unit di Puskesmas Kecamatan Menteng dan masing-
masing 1 unit di Puskesmas Kelurahan
e. Peralatan laboratorium lengkap
f. Alat Perlengkapan, Kartu Diagnosis, Kartu Pasien, Formulir
laporan sebagian dianggarkan dari Swadana dan yang lainnya
dari Dana Subsidi Pemda DKI Jakarta
g. Obat-obatan
Perencanaan obat-obatan disesuaikan dengan kebutuhan
masing masing Puskesmas dengan melihat jumlah kunjungan
pada tahun sebelumnya.

20
Tabel 1.4 Prasarana Gedung Puskesmas di Kecamatan Menteng

Uraian Kec. Menteng Kel. Pegangsaan

Luas Tanah (m2) 1300 547

Luas Bangunan (m2) 1500 (5 lantai) 460 (3 lantai)

Pembangunan Gedung 1988 1999/2000

Atap Genteng Genteng

Plafon Eternit Eternit

Tembok Tembok

Dinding Keramik Keramik

Lantai Keramik Keramik

Pagar Besi Besi

WC 7 2

Listrik (watt) 53.000 28.000

Telepon Ada Ada

Nomor : 31935836 3193455

Air PAM PAM

21
1.1.3.3 Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Menteng
Puskesmas Kecamatan Menteng dipimpin oleh drg.
Alamas Hidayati dan membawahi 119 karyawannya.

1.1.3.4 Sumber Daya Manusia


Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan
diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan
keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan,untuk
melakukan praktek. Gambaran tenaga kesehatan yang mendukung
penyediaan pelayanan yang berkualitas di wilayah Kecamatan
Menteng Tahun 2016.

22
Tabel 1.5 Jumlah Pegawai Puskesmas Kecamatan Menteng

NO JENIS TENAGA PENDIDIKAN PNS NON PNS


1 Kepala Puskesmas S1 1
Kepala Sub Bagian Tata
2 Usaha S1 1
3 Dokter Umum S1 9 9
4 Dokter Gigi S1 6 2
5 Apoteker S1 2 4
6 Asisten Apoteker SLTA / D3 4 2
7 Perawat S1 3
8 Perawat SLTA / D3 5 17
9 Perawat Gigi D3 1
10 Bidan D3 5 9
12 Analis Laboratorium D3 1 6
13 Radiografer D3 1
14 Kesehatan Lingkungan S1 1
15 Kesehatan Masyarakat S1 2
16 Kesehatan Lingkungan D3 1
17 Perekam medik D3 1
18 Administrasi S1 2 3
19 Administrasi D3 1 4
20 Administrasi SLTA 3 8
21 Pengemudi SLTA 6
JUMLAH 48 72
Sumber: Profil Puskesmas Kecamatan Menteng 2016

23
1.1.3.5 Jenis Layanan di BLUD Puskesmas Kecamatan Menteng
1. Layanan Medis Umum
2. Layanan Kesehatan Gigi
3. Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
4. Layanan Kesehatan Gizi
5. Layanan Kegawatdaruratan
6. Layanan Rumah Bersalin
7. Layanan Kesehatan TB Paru
8. Layanan TB Farmasi
9. Layanan Laboratorium
10. Layanan MTBS
11. Layanan Pemeriksaan Jenazah
12. Layanan Radiologi
13. Layanan Kesehatan Jiwa
14. Layanan Kesehatan Haji
15. Layanan Puskesmas Keliling
16. Layanan Tindakan
17. Layanan 24 Jam

24
1.1.3.6 Daftar Penyakit Terbanyak di Kecamatan Menteng
Tabel 1.6 Sepuluh Penyakit Terbanyak Tahun 2016
NO NAMA PENYAKIT JUMLAH

1 Infeksi Akut Lain Pernafasan Atas 11.945


2 Penyakit Darah Tinggi 5588
3 Peny. Pulpa & Jar Pariapikal 5950
4 Peny. Pd.Sistem Otot & Jar. Pengikat 2960
5 Diare 2333
6 Karier Gigi 1596

7 Penyakit Kulit Alergi 1339


8 Tonsilitis 1176
9 Infeksi Telinga Tengah 857
10 Penyakit Kulit Infeksi 833

Sumber: Profil Puskesmas Kecamatan Menteng 2016

1.1.4 Program Keluarga Berencana di Puskesmas Kecamatan Menteng


Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program
pemerintah dalam rangka menekan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia.
Program KB di Indonesia tidak lagi hanya terfokus pada pengaturan kelahiran
dalam rangka pengendalian penduduk dan peningkatan kesejahteraan ibu dan
anak, berkembangnya isu HAM, termasuk hak-hak reproduksi dan hak-hak
perempuan (kesejahteraan gender) mendorong program KB untuk memberikan
penekanan yang sama pada program kesehatan reproduksi serta peningkatan
partisipasi pria. Pemakaian kontrasepsi mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai
pengendalian kelahiran dan peningkatan kualitas kesehatan reproduksi. Tujuan
Keluarga Berencana secara umum adalah menurunkan angka kelahiran dan
meningkatkan kesehatan ibu sehingga di dalam keluarganya akan berkembang.

25
1.1.4.1 Tujuan
Keluarga berencana (KB) adalah perencanaan kehamilan,
sehingga kehamilan hanya terjadi pada waktu yang diinginkan.
Tujuannya agar :
1. Tujuan umum berupa menurunkan angka kelahiran dan
meningkatkan kesehatan ibu sehingga mewujudkan Norma Keluarga
Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) melalui pengendalian
pertumbuhan, meningkatkan keikut sertaan kelestrarian ber-KB
seluruh pelosok sehingga akan menurunkan angka fertilitas yang
bermakna.
2. Tujuan khusus berupa; Meningkatkan pemerataan pemakaian MKJP
baik terhadap peserta baru maupun kb aktif, meningkatkan dan
semakin meratanya penggarapan terhadap generasi muda dalam
kaitannya dengan pendewasaan usia kawin dan sebagai bantuan
mendukung gerakan KB nasional di daerah, Semakin meratanya
kemandirian masyarakat dalam ikut serta memberikan pelayanan
atau mendapatkan pelayanan KB (BKKBN,2014).

Pelayanan KB merupakan salah satu strategi untuk mendukung


percepatan penurunan Angka Kematian Ibu melalui:

1. Mengatur waktu, jarak dan jumlah kehamilan


2. Mencegah atau memperkecil kemungkinan seorang perempuan
hamil mengalami komplikasi yang membahayakan jiwa atau janin
selama kehamilan, persalinan dan nifas
3. Mencegah atau memperkecil terjadinya kematian pada seorang
perempuan yang mengalami komplikasi selama kehamilan,
persalinan dan nifas.

Pelayanan KB sangat diperlukan untuk mencegah kehamilan


yang tidak diinginkan, unsafe abortion dan komplikasi yang pada

26
akhirnya dapat mencegah kematian ibu. Selain itu, Keluarga Berencana
merupakan hal yang sangat strategis untuk mencegah kehamilan Empat
Terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu banyak).

1.1.4.2 Sasaran
Sasaran program Keluarga Berencana adalah Pasangan Usia
Subur (PUS) dan Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM). Jumlah
pasangan usia subur yang menjadi 24 sasaran program ditetapkan
berdasarkan survei pasangan usia subur yang dilaksanakan sekali setiap
tahun dan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh PLKB (Petugas
Lapangan Keluarga Berencana) di masing-masing kelurahan atau dari
BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional)
(BKKBN,2014). Sasaran program Keluarga Berencana mempunyai tiga
sasaran diantaranya :
1. Sasaran Primer; Masyarakat pada umumnya menjadi sasaran
langsung segala upaya pendidikan atau promosi kesehatan. Sesuai
dengan permasalahan kesehatan, maka sasaran ini dapat
dikelompokkan menjadi kepala keluarga untuk masalah kesehatan
umum, ibu hamil dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu
dan anak), anak sekolah untuk kesehatan remaja, dan sebagainya.
Upaya promosi yang dilakukan terhadap sasaran primer ini sejalan
dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment).
2. Sasaran Sekunder; Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat,
dan sebagainya. Disebut sasaran sekunder karena dengan
memberikan pendidikan kesehatan pada kelompok ini diharapkan
untuk selanjutnya kelompok ini akan memberikan pendidikan
kesehatan pada masyarakat disekitarnya. Disamping itu dengan
perilaku sehat para tokoh masyarakat sebagai hasil pendidikan
kesehatan yang diterima, maka para tokoh masyarakat ini akan
memberikan contoh atau acuan perilaku sehat bagi masyarakat

27
sekitarnya. Upaya promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran
sekunder ini adalah sejalan dengan strategi dukungan sosial (social
support).
3. Sasaran Tersier; Para pembuat keputusan atau penentuan kebijakan
baik ditingkat pusat, maupun daerah adalah sasaran tersier
pendidikan kesehatan dengan kebijakan-kebijakan atau keputusan
yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak
terhadap perilaku para tokoh masyarakat (sasaran sekunder), dan
juga kepada masyarakat umum (sasaran primer). Upaya promosi
kesehatan yang ditujukan kepada sasaran tersier ini sejalan dengan
strategi advokasi (BKKBN,2014).

1.1.4.3 Program dan Upaya


Program dan Upaya KB Nasional antara lain :
1. Pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja dan konseling calon
pengantin
2. Konseling dan pelayanan KB pada WUS/PUS
3. Promosi KB pasca persalinan
4. Pelayanan KB pasca persalinan
5. Penerangan dan motivasi
6. Pelembagaan program
7. Pendidikan KB
8. Pendidikan dan pelatihan tenaga program
9. Pelayanan KB
10. Pencapaian peserta KB Baru
11. Pencapaian peserta KB Aktif
12. Prasarana dan Sarana
13. Pelaporan dan Penelitian

(BKKBN dan Kemenkes R.I. 2012)

28
1.1.4.4 Ruang Lingkup
Mengadakan penyuluhan KB, baik di Puskesmas maupun di
masyarakat (pada saat kunjungan, posyandu, pertemuan dengan
kelompok PKK, dasa wisma dan sebagainya). Termasuk dalam kegiatan
penyuluhan ini adalah konseling untuk PUS (BKKBN dan Kemenkes
R.I. 2012). Menyediakan dan pemasangan alat-alat kontrasepsi,
meliputi :
1. IUD
2. Pil KB
3. Implant (susuk KB)
4. Suntik
5. Kondom

Kegiatan program KB di Puskesmas Kelurahan Menteng


adalah mengadakan penyuluhan KB, menyediakan alat-alat kontrasepsi
dan memberikan pelayanan KB pada usia subur serta mengadakan
pelayanan KB keliling.
Akseptor KB terdiri dari dua, yaitu KB baru dan KB aktif. KB
baru adalah akseptor yang baru mengikuti program KB pertama kali
tetapi belum tentu berdomisili di Kelurahan Menteng. Sedangkan KB
aktif adalah akseptor yang mengikuti KB terusmenerus yang berdomisili
di Kelurahan Menteng.(BKKBN dan Kemenkes R.I. 2012).

1.1.4.5 Strategi Pendekatan dan Cara Operasional Program Pelayanan KB


Strategi pendekatan dalam program keluarga berencana antara
lain (BKKBN,2014) :
1. Pendekatan kemasyarakatan (community approach). Diarahkan
untuk meningkatkan dan menggalakkan peran serta masyarakat
(kepedulian) yang dibina dan dikembangkan secara berkelanjutan.
2. Pendekatan koordinasi aktif (active coordinative approach)
Mengkoordinasikanberbagai pelaksanaan program KB dan

29
pembangunan keluarga sejahtera sehingga dapat saling menunjang
dan mempunyai kekuatan yang sinergik dalam mencapai tujuan
dengan menerapkan kemitraan sejajar.
3. Pendekatan integrative (integrative approach) Memadukan
pelaksanaan kegiatan pembangunan agar dapat mendorong dan
menggerakkan potensi yang dimiliki oleh semua masyarakat
sehingga dapat menguntungkan dan memberi manfaat pada semua
pihak.
4. Pendekatan kualitas (quality approach) Meningkatkan kualitas
pelayanan baik dari segi pemberi pelayanan (provider) dan penerima
pelayanan (klien) sesuai dengan situasi dan kondisi.
5. Pendekatan kemandirian (self rellant approach) Memberikan peluang
kepada sektor pembangunan lainnya dan masyarakat yang telah
mampu untuk segera mengambil alih peran dan tanggung jawab
dalam pelaksanaan program KB nasional.
6. Pendekatan tiga dimensi ( three dimension approach) Strategi tiga
dimensi program KB sebagai pendekatan program KB nasional,
dibagi dalam tiga tahap pengelolaan program KB sebagai berikut :

a. Tahap perluasan jangkauan


Pola tahap ini penggarapan program lebih difokuskan lebih kepada
sasaran :
Coverage wilayah
Penggarapan wilayah adalah penggarapan program KB lebih
diutamakan pada penggarapan wilayah potensial, seperti wilayah
Jawa, Bali dengan kondisi jumlah penduduk dan laju pertumbuhan
yang besar

30
a) Coverage khalayak
Mengarah kepada upaya menjadi akseptor KB sebanyak-
banyaknya. Pada tahap ini pendekatan pelayanan KB didasarkan
pada pendekatan klinik.

b. Tahap pelembagaan
Tahap ini untuk mengantisipasi keberhasilan pada tahap potensi yaitu
tahap perluasan jangkauan. Tahap coveragewilayah diperluas
jangkauan propinsi luar Jawa Bali. Tahap ini inkator kuantitatif
kesertaan ber- KB pada kisaran 45-65 % dengan prioritas pelayanan
kontrasepsi dengan metode jangka panjang, dengan memanfaatkan
momentum-momentum besar.

c. Tahap pembudayaan program KB


Pada tahap coverage wilayah diperluas jangkauan propinsi seluruh
Indonesia. Sedangkan tahap coverage khalayak diperluas jangkauan
sisa PUS yang menolak, oleh sebab itu pendekatan program KB
dilengkapi dengan pendekatan Takesra (Tabungan Keluarga
Sejahtera) dan Kukesra (Kredit Usaha Keluarga Sejahtera).

Adapun kegiatan/cara operasional pelayana KB adalah sebagai berikut:


a) Pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE)
Pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi dilakukan dengan
memberikan penerangan konseling, advokasi, penerangan kelompok
(penyuluhan) dan penerangan massa melalui media cetak, elektronik.
Dengan penerangan, motivasi diharapkan meningkat sehingga terjadi
peningkatan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku masyarakat
dalam ber KB, melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan
kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan
keluarga sehingga tercapai Norma Keluarga Kecil Bahagia dan
Sejahtera (NKKBS).

31
b) Pelayanan kontrasepsi dan pengayoman peserta KB
Dikembangkan program reproduksi keluarga sejahtera. Para wanita
baik sebagai calon ibu atau ibu, merupakan anggota keluarga yang
paling rentan mempunyai potensi yang besar untuk mendapatkan
KIE dan pelayanan KB yang tepat dan benar dalam mempertahankan
fungsi reproduksi. Dalam mencapai sasaran reproduksi sehat,
dikembangkan 2 gerakan yaitu: pengembangan gerakan KB yang
makin mandiri dan gerakan keluarga sehat sejahtera dan gerakan
keluarga sadar HIV/AIDS. Pengayoman, melalui program ASKABI
(Asuransi Keluarga Berencana Indonesia), tujuan agar merasa aman
dan terlindung apabila terjadi komplikasi dan kegagalan.
c) Peran serta masyarakat dan institusi pemerintah PSM ditonjolkan
(pendekatan masyarakat) serta kerjasama institusi pemerintah (Dinas
Kesehatan, BKKBN, Depag, RS, Puskesmas).
d) Pendidikan KB Melalui jalur pendidikan (sekolah) dan pelatihan,
baik petugas KB, bidan, dokter berupa pelatihan konseling dan
keterampilan (Saifuddin A B, 2003).

1.1.4.6 Macam Metode Kontrasepsi yang ada dalam program KB


Kontrasepsi terbagi menjadi dua macam, yaitu kontrasepsi
alami dan kontrasepsi intervensi. Kontrasepsi alami adalah kontrasepsi
yang menggunakan unsur alami yang ada dalam tubuh dengan cara
memanipulasi masing-masing unsur secara alami pula untuk mencegah
terjadinya konsepsi. Sedangkan yang dimaksud kontrasepsi intervensi
adalah kontrasepsi yang menggunakan unsur buatan manusia, baik obat
maupun alat yang tujuannya untuk mencegah terjadinya konsepsi.

1. Metode Kontrasepsi Sederhana


Metode kontrasepsi sederhana ini terdiri dari 2 yaitu metode
kontrasepsi sederhana tanpa alat dan metode kontrasepsi dengan alat.
Metode kontrasepsi tanpa alat antara lain : Metode Amenorhoe

32
Laktasi (MAL), Coitus Interuptus, metode Kalender, Metode Lendir
Serviks (MOB), Metode Suhu Basal Badan, dan Simptotermal yaitu
perpaduan antara suhu basal dan lendir servik. Sedangkan metode
kontrasepsi sederhana dengan alat yaitu kondom, diafragma, dan
spermisida.

2. Metode Kontrasepsi Hormonal


Metode kontrasepsi hormonal pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu
kombinasi (mengandung hormon progesteron dan estrogen sintetik)
dan yang hanya berisi progesteron saja. Kontrasepsi hormonal
kombinasi terdapat pada pil dan suntikan/injeksi. Sedangkan
kontrasepsi hormon yang berisi progesteron terdapat pada pil, suntik
dan implant.

3. Metode Kontrasepsi dengan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim


(AKDR)
Metode kontrasepsi ini secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu
AKDR yang mengandung hormon (sintetik progesteron) dan yang
tidak mengandung hormon.

4. Metode Kontrasepsi Mantap


Metode kontrasepsi mantap terdiri dari 2 macam yaitu Metode
Operatif Wanita (MOW) dan Metode Operatif Pria (MOP). MOW
sering dikenal dengan tubektomi karena prinsip metode ini adalah
memotong atau mengikat saluran tuba/tuba falopii sehingga
mencegah pertemuan antara ovum dan sperma. Sedangkan MOP
sering dikenal dengan Vasektomi yaitu memotong atau mengikat
saluran vas deferens sehingga cairan sperma tidak diejakulasikan.

33
5. Metode Kontrasepsi Darurat
Metode kontrasepsi yang dipakai dalam kondisi darurat ada 2 macam
yaitu pil dan AKDR

1.1.4.7 Cara Penyimpanan Alat Kontrasepsi


Tabel 1.7 Uraian Cara Penyimpanan Alat Kontrasepsi
Jenis Kontrasepsi Kondisi Penyimpanan Masa Kadaluwarsa
1. Pil Simpan di tempat kering, dan 5 tahun
jauhkan dari sinar matahari
langsung
2. Kondom Simpan di tempat kering, 3-5 tahun
yaitu suhu > 40C dan
jauhkan dari sinar matahari
langsung, bahan kimia, dan
bahan yang mudah rusak
3. AKDR Lindungi dari kelembabab, 7 tahun
sinar matahari langsung, suhu
15-30C
4. Spermisida Simpan pada ruang bersuhu 3-5 tahun
15-30C, jauhkan dari
temperatur tinggi
5. Implant Simpan di tempat kering, 5 tahun
suhu > 30C
6. Suntik KB Simpan pada suhu 15-30C 5 tahun
posisi vials tegak lurus
menghadap ke atas, jauhkan
dari sinar matahari langsung

34
1.1.4.8 Hasil Kegiatan Program Keluarga Berencana di Puskesmas
Wilayah Kecamatan Menteng
Akseptor KB terdiri dari :
1) Akseptor KB baru
Akseptor KB baru adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang pertama
kali menggunakan kontrasepsi setelah mengalami kehamilan yang
berakhir dengan keguguran atau kelahiran.
2) Akseptor KB lama
Akseptor KB lama adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang
melakukan kunjungan ulang termasuk pasangan usia subur yang
menggunakan alat kontrasepsi kemudian pindah atau ganti ke cara
atau alat yang lain atau mereka yang pindah klinik baik menggunakan
cara yang sama atau cara (alat) yang berbeda.
3) Akseptor KB aktif
Peserta KB aktif adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang pada saat
ini masih menggunakan salah satu cara atau alat kontrasepsi.
4) Akseptor Dropout
Akseptor yang menghentikan pemakaian kontrasepsi lebih dari 3
bulan.

Secara umum, berdasarkan surat keputusan Kepala Dinas


Kesehatan Prov. DKI Jakarta tahun 2008, target untuk peserta KB baru
dan KB Aktif tahun 2016 adalah 90% dari PPM (Perkiraan Permintaan
Masyarakat).
Indikator pelayanan KB :
1. Tenaga
2. Sarana dan prasarana
3. Cakupan pelayanan

35
Sedangkan untuk Puskesmas Kecamatan Menteng target pencapaian
selama empat bulan pada KB Aktif adalah 80%, KB lama 20%, KB baru
20% dan drop out 100%.

Tabel 1.8 Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kecamatan Menteng Periode


Januari April 2017
No. Puskesmas PUS KB Pencapaian Target
(a) AKTIF (b/a x 100 (%)
(b) %)
1 KEL. MENTENG 3.668 2.633 71,3 80,0
2 KEL. CIKINI 2.309 1.017 44 80,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.180 2.396 109 80,0
4 KEL. KEBON SIRIH 2.237 1.816 81 80,0
5 KEL. GONDANGDIA 753 555 73 80,0
JUMLAH 11.147 8.417 75,5 80,0

Tabel 1.9 Cakupan Peserta Pil dengan KB Aktif di Puskesmas Kecamatan


Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Pil Pencapaian Target
AKTIF (b) (b/a x 100 (%)
(a) %)
1 KEL. MENTENG 2.633 170 6,4 20,0
2 KEL. CIKINI 1.017 77 7,5 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.396 187 7,8 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 1.816 161 8,8 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 555 35 10,5 20,0
JUMLAH 8.417 630 7,4 20,0

36
Tabel 1.10 Cakupan Peserta Suntik dengan KB Aktif di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Suntik Pencapaian Target
AKTIF (b) (b/a x 100 (%)
(a) %)
1 KEL. MENTENG 2.633 1.858 70,5 20,0
2 KEL. CIKINI 1.017 808 79,4 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.396 1.760 73,4 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 1.816 1.278 70,3 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 555 409 73,6 20,0
JUMLAH 8.417 6113 72,6 20,0

Tabel 1.11 Cakupan Peserta IUD dengan KB Aktif di Puskesmas Kecamatan


Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB IUD Pencapaian Target
AKTIF (b) (b/a x 100 (%)
(a) %)
1 KEL. MENTENG 2.633 466 17,6 20,0
2 KEL. CIKINI 1.017 117 11,5 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.396 297 12,3 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 1.816 299 16,4 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 555 94 16,9 20,0
JUMLAH 8.417 1273 15,1 20,0

37
Tabel 1.12 Cakupan Peserta Implan dengan KB Aktif di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Implan Pencapaian Target
AKTIF (b) (b/a x 100 (%)
(a) %)
1 KEL. MENTENG 2.633 70 2,6 20,0
2 KEL. CIKINI 1.017 16 1,5 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.396 52 2,1 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 1.816 49 2,6 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 555 4 0,7 20,0
JUMLAH 8.417 191 2,2 20,0

Tabel 1.13 Cakupan Peserta MOW dengan KB Aktif di Puskesmas Kecamatan


Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB MOW Pencapaian Target
AKTIF (b) (b/a x 100 (%)
(a) %)
1 KEL. MENTENG 2.633 19 0,7 20,0
2 KEL. CIKINI 1.017 14 1,3 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.396 52 2,1 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 1.816 48 2,6 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 555 6 1,0 20,0
JUMLAH 8.417 139 1,6 20,0

38
Tabel 1.14 Cakupan Peserta MOP dengan KB Aktif di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Implan Pencapaian Target
AKTIF (b) (b/a x 100 (%)
(a) %)
1 KEL. MENTENG 2.633 4 0,1 20,0
2 KEL. CIKINI 1.017 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.396 2 0,08 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 1.816 1 0,05 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 555 0 0 20,0
JUMLAH 8.417 7 0,08 20,0

Tabel 1.15 Cakupan Peserta Kondom dengan KB Aktif di Wilayah Puskesmas


Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017

No. Puskesmas KB Kondom Pencapaian Target


AKTIF (b) (b/a x 100 (%)
(a) %)
1 KEL. MENTENG 2.633 184 6,9 20,0
2 KEL. CIKINI 1.017 17 1,6 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.396 41 1,7 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 1.816 17 0,9 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 555 7 1,2 20,0
JUMLAH 8.417 266 3,1 20,0

39
Tabel 1.16 Cakupan Peserta KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
No. Puskesmas PUS KB BARU Pencapaian Target
(a) (b) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 3.668 16 0,4 20,0
2 KEL. CIKINI 2.309 3 0,1 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.180 17 0,7 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 2.237 9 0,4 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 753 2 0,2 20,0
JUMLAH 11. 147 47 0,4 20,0

Tabel 1.17 Cakupan Peserta Pil dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan


Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Baru Pil (b) Pencapaian Target
(a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 16 1 6,25 20,0
2 KEL. CIKINI 3 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 17 2 11,7 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 9 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 2 0 0 20,0
JUMLAH 47 3 6,38 20,0

40
Tabel 1.18 Cakupan Peserta Suntik dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Baru Suntik (b) Pencapaian Target
(a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 16 6 37,5 20,0
2 KEL. CIKINI 3 1 33 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 17 8 47 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 9 4 44 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 2 1 50 20,0
JUMLAH 47 20 42 20,0

Tabel 1.19 Cakupan Peserta IUD dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan


Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Baru IUD (b) Pencapaian Target
(a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 16 6 37,5 20,0
2 KEL. CIKINI 3 1 33 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 17 3 17,6 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 9 2 22,2 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 2 0 0 20,0
JUMLAH 47 12 25 20,0

41
Tabel 1.19 Cakupan Peserta Implan dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Baru Implan (b) Pencapaian Target
(a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 16 1 6,25 20,0
2 KEL. CIKINI 3 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 17 1 5,88 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 9 2 22,2 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 2 0 0 20,0
JUMLAH 47 4 8,5 20,0

Tabel 1.20 Cakupan Peserta MOW dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan


Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Baru MOW (b) Pencapaian Target
(a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 16 2 12,5 20,0
2 KEL. CIKINI 3 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 17 0 0 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 9 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 2 0 0 20,0
JUMLAH 47 2 4,2 20,0

42
Tabel 1.20 Cakupan Peserta Kondom dengan KB Baru di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Baru Kondom Pencapaian Target
(a) (b) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 16 1 6,2 20,0
2 KEL. CIKINI 3 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 17 1 5,8 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 9 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 2 0 0 20,0
JUMLAH 47 2 4,2 20,0

Tabel 1.20 Cakupan Peserta MOP dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan


Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas KB Baru MOP (b) Pencapaian Target
(a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 16 0 0 20,0
2 KEL. CIKINI 3 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 17 0 0 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 9 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 2 0 0 20,0
JUMLAH 47 0 0 20,0

43
Tabel 1.21 Cakupan Peserta KB Pasca Persalinan di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas Sasaran KB Pasca Pencapaian Target
Bulin Persalinan (b/a x 100 (%)
(a) (b) %)
1 KEL. MENTENG 325 1 0,3 20,0
2 KEL. CIKINI 100 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 277 1 0,3 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 197 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 46 0 0 20,0
JUMLAH 945 2 0,21 20,0

Tabel 1.22 Cakupan Peserta Kondom dengan KB Pasca Persalinan di


Puskesmas Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas Sasaran Kondom Pencapaian Target
Bulin (a) (b) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 325 1 0,02 20,0
2 KEL. CIKINI 100 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 277 0 0 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 197 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 46 0 0 20,0
JUMLAH 945 1 0,1 20,0

44
Tabel 1.23 Cakupan Peserta Pil dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas Sasaran Pil (b) Pencapaian Target
Bulin (a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 325 0 0 20,0
2 KEL. CIKINI 100 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 277 0 0 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 197 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 46 0 0 20,0
JUMLAH 945 0 0 20,0

Tabel 1.24 Cakupan Peserta Suntik dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas


Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas Sasaran Suntik (b) Pencapaian Target
Bulin (a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 325 1 0,3 20,0
2 KEL. CIKINI 100 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 277 2 0,72 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 197 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 46 0 0 20,0
JUMLAH 945 3 0,31 20,0

45
Tabel 1.25 Cakupan Peserta IUD dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas Sasaran IUD (b) Pencapaian Target
Bulin (a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 325 5 1,5 20,0
2 KEL. CIKINI 100 1 1 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 277 2 0,7 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 197 1 0,5 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 46 0 0 20,0
JUMLAH 945 9 0,9 20,0

Tabel 1.26 Cakupan Peserta Implan dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas


Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas Sasaran Implan (b) Pencapaian Target
Bulin (a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 325 1 0,02 20,0
2 KEL. CIKINI 100 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 277 0 0 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 197 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 46 0 0 20,0
JUMLAH 945 1 0,02 20,0

46
Tabel 1.27 Cakupan Peserta MOW dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas Sasaran MOW (b) Pencapaian Target
Bulin (a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 325 1 0,02 20,0
2 KEL. CIKINI 100 1 1 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 277 0 0 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 197 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 46 0 0 20,0
JUMLAH 945 2 0,2 20,0

Tabel 1.28 Cakupan Peserta MOP dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas


Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
No. Puskesmas Sasaran MOP (b) Pencapaian Target
Bulin (a) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 325 0 0 20,0
2 KEL. CIKINI 100 0 0 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 277 0 0 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 197 0 0 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 46 0 0 20,0
JUMLAH 945 0 0 20,0

47
Tabel 1.29 Cakupan Peserta KB Lama di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
No. Puskesmas PUS KB Pencapaian Target
(a) LAMA(b) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 3.668 74 2,0 20,0
2 KEL. CIKINI 2.309 13 0,5 20,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.180 86 3,9 20,0
4 KEL. KEBON SIRIH 2.237 27 1,2 20,0
5 KEL. GONDANGDIA 753 9 1,1 20,0
JUMLAH 11. 147 209 1,8 20,0

Tabel 1.30 Cakupan Peserta Drop Out di Puskesmas Kecamatan Menteng


Periode Januari April 2017
No. Puskesmas PUS DROP Pencapaian Target
(a) OUT (b) (b/a x 100 (%)
%)
1 KEL. MENTENG 3.668 1 0,02 0,0
2 KEL. CIKINI 2.309 0 0 0,0
3 KEL. PEGANGSAAN 2.180 0 0 0,0
4 KEL. KEBON SIRIH 2.237 0 0 0,0
5 KEL. GONDANGDIA 753 0 0 0,0
JUMLAH 11. 147 1 0,02 0,0

1.2 Identifikasi Masalah


Dari berbagai hasil pencapaian program imunisasi yang dievaluasi di
Puskesmas Kecamatan Menteng Periode Januari 2017 April 2017, program-
program yang tidak memenuhi standar yaitu kurang dari target yang selanjutnya
akan dilakukan evaluasi. Program dievaluasi karena adanya masalah pada
program tersebut yaitu belum mencapai target yang sudah ditetapkan, adanya

48
kemudahan dalam mengakses data serta pencatatan dan pelaporan yang lengkap.
Adapun identifikasi masalah yang didapatkan antara lain:
1. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 75,5%
2. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 71, 3 %
3. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Cikini Periode Januari
April 2017 adalah sebesar 44 %
4. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 109 %
5. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Kebon Sirih Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 81 %
6. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Gondangdia Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 73 %
7. Cakupan Peserta Pil dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 7,4 %
8. Cakupan Peserta Suntik dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 72,6%
9. Cakupan Peserta IUD dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 15,1 %
10. Cakupan Peserta Implan dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 2,2 %
11. Cakupan Peserta MOW dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 1,6 %
12. Cakupan Peserta MOP dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0.08 %
13. Cakupan Peserta Kondom dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 3,1 %
14. Cakupan Peserta KB Baru di Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 0,4 %

49
15. Cakupan Peserta Pil dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 6,38%
16. Cakupan Peserta Suntik dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 42%
17. Cakupan Peserta IUD dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 25%
18. Cakupan Peserta Implan dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 8,5%
19. Cakupan Peserta MOW dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 4,2%
20. Cakupan Peserta Kondom dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 4,2%
21. Cakupan Peserta MOP dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0%
22. Cakupan Peserta KB Pasca Persalinan di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,21%
23. Cakupan Peserta Kondom dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,1%
24. Cakupan Peserta Pil dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0%
25. Cakupan Peserta Suntik dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,31%
26. Cakupan Peserta IUD dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,9%
27. Cakupan Peserta Implan dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,02%
28. Cakupan Peserta MOW dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,2%
29. Cakupan Peserta MOP dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0%

50
30. Cakupan Peserta KB Lama di Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 5,17 %
31. Cakupan Peserta Drop Out di Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 0,025%

1.3 Rumusan Masalah


Setelah identifikasi masalah dari program-program tersebut pada
Puskesmas Kecamatan Menteng periode Januari April 2017 terdapat 21 poin
yang menjadi masalah. Kemudian dilakukan perhitungan dan pembandingan
nilai kesenjangan antara apa yang diharapkan (expected) dengan apa yang telah
terjadi (observed), dilakukan perumusan masalah untuk membuat perencanaan
yang baik sehingga masalah yang ada dapat diselesaikan. Rumusan masalah dari
cakupan imunisasi di Puskesmas Kecamatan Johar Baru adalah sebagai berikut :
1. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 75,5% di bawah target yaitu 80%
2. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 71, 3 % di bawah target yaitu 80%
3. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Cikini Periode Januari
April 2017 adalah sebesar 44 % di bawah target yaitu 80%
4. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 109 % di atas target yaitu 80%
5. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Kebon Sirih Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 81 % di atas target yaitu 80%
6. Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Gondangdia Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 73 % di bawah target yaitu 80%
7. Cakupan Peserta Pil dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 7,4 % di bawah target yaitu 20%
8. Cakupan Peserta Suntik dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 72,6% di atas target
yaitu 20%

51
9. Cakupan Peserta IUD dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 15,1 % di bawah target yaitu
20%
10. Cakupan Peserta Implan dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 2,2 % di bawah target
yaitu 20%
11. Cakupan Peserta MOW dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 1,6 % di bawah target
yaitu 20%
12. Cakupan Peserta MOP dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0.08 % di bawah
target yaitu 20%
13. Cakupan Peserta Kondom dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 3,1 % di bawah target
yaitu 20%
14. Cakupan Peserta KB Baru di Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 0,4 % di bawah target yaitu 20%
15. Cakupan Peserta Pil dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 6,38% di bawah target yaitu
20%
16. Cakupan Peserta Suntik dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 42% di atas target yaitu 20%
17. Cakupan Peserta IUD dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 25% di atas target yaitu 20%
18. Cakupan Peserta Implan dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 8,5% di bawah target
yaitu 20%
19. Cakupan Peserta MOW dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 4,2% di bawah target yaitu 20%

52
20. Cakupan Peserta Kondom dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 4,2% di bawah target
yaitu 20%
21. Cakupan Peserta MOP dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0% di bawah target yaitu 20%
22. Cakupan Peserta KB Pasca Persalinan di Puskesmas Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,21% di bawah target yaitu
20%
23. Cakupan Peserta Kondom dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,1% di
bawah target yaitu 20%
24. Cakupan Peserta Pil dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0% di bawah target
yaitu 20%
25. Cakupan Peserta Suntik dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,31% di
bawah target yaitu 20%
26. Cakupan Peserta IUD dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas Kecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,9% di bawah target
yaitu 20%
27. Cakupan Peserta Implan dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,02% di
bawah target yaitu 20%
28. Cakupan Peserta MOW dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,2% di
bawah target yaitu 20%
29. Cakupan Peserta MOP dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0% di
bawah target yaitu 20%

53
30. Cakupan Peserta KB Lama di Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 5,17 % di bawah target yaitu 20%
31. Cakupan Peserta Drop Out di Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 0,025% di atas target yaitu 0%

54