Anda di halaman 1dari 1

KENDALA PELAKSANAAN SKS SMAN KABUPATEN BANYUWANGI

1. Entry data nilai pada PDSS (Pangkalan Data Sekolah Dan Siswa ) tidak
sinkron dengan nilai pada sistem SKS/Kur 13, terutama mengatasi masalah
on off.
2. Terkait ketentuan peserta didik yang diprediksi lulus dalam 4 semester
wajib memiliki IQ > 130 (ketentuan khusus dari Dinas Pendidikan Jawa
Timur). Hal ini dirasa tidak adil karena pencapaian IP yang tinggi tidak harus
ditentukan oleh IQ tinggi, tetapi ditentukan oleh keseriusan peserta didik
dalam belajar.
3. Perlu adanya DOMNIS ( Pedoman Teknis) aplikasi SKS yang dikeluarkan
Direktorat PSMA agar bisa dijadikan panduan dan rujukan bagi sekolah yang
sudah dan akan melaksanakan SKS.
4. Perlu adanya perhatian dari PT/PTN untuk memberi apresiasi bagi peserta
didik yang lulus 4 semester.
5. Kementrian Pendidikan perlu mengakomodir peserta didik yang lulus dalam
5 semester terkait penyelenggaraan UN.
6. Direktorat PSMA perlu memberikan apresiasi bagi sekolah yang menerapkan
aplikasi SKS dalam bentuk bantuan sosial atau tambahan infrastruktur yang
dibutuhkan, serta monitoring berkelanjutan untuk mengetahui progress
sekolah yang sudah beraplikasi SKS.
7. Perlu adanya workshop bagi tenaga pendidik sekolah yang sudah
melaksanakan aplikasi SKS, baik untuk menyamakan persepsi maupun untuk
peningkatan kompetensi.
8. Panduan konversi nilai yang selalu berubah menyulitkan administrasi
penilaian.
9. Perlu adanya keseragaman pemetaan KI/KD bagi sekolah-sekolah yang
sudah melaksanakan aplikasi SKS.
10. Data Dapodik Dikmen juga belum mengakomodir rincian dan jumlah jam
beban mengajar guru, sehingga terpaksa data jumlah jam dientri
menggunakan sistem paket.
11. Direktorat PSMA perlu menerbitkan aplikasi pengolahan nilai Rapor bagi
sekolah yg menerapkan sistem SKS.

Kepala SMAN 1 Genteng

H.MUJIB, S.Pd
NIP. 19660710 198901 1 002