Anda di halaman 1dari 2

KONSEP TEORI GASTRITIS

A. DEFINISI
- Gastritis merupakan suatu peradangan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik, difus
atau lokal (Sylvia; 1995).
- Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung. Gambaran klinis yang ditemukan berupa
dispepsia atau indigesti. Berdasarkan pemeriksaan endoskopi ditemukan eritema mukosa,
sedangkan hasil foto memperlihatkan iregularitas mukosa (Arif Mansjoer; 2000).
- Menurut Holdstock (1994) gastritis didefinisikan sebagai peradangan mukosa lambung. Ia bisa
akut, kronik, atrofi atau hipertrofi
- Gastritis menurut Diagram Group (2002), diartikan sebagai istilah umum untuk peradangan
lambung karena iritasi, kondisi ini mencakup nyeri akut, muntah, diare, hilang selera makan dan
demam jika penyebabnya adalah suatu infeksi.
- Gastritis, yaitu radang pada dinding perut, disebabkan oleh infeksi; rangsangan obat-obatan,
minum alkohol kelewat banyak; makanan terlalu kasar atau masih keras; atau kadang-kadang
penyakit pada darah (Prasetyo, dkk; 1996). Menurut Guyton & Hall (1997), gastritis berarti
peradangan mukosa lambung, sama juga seperti yang dikutip dalam website
www.medicastore.com (2004).
- Merupakan inflamasi mukosa lambung yang sering diakibatkan oleh diet yang terlalu banyak,
terlalu cepat atau makanan yang terlalu berbumbu, meningkat kejadiannya pada laki-laki
dengan usia tertinggi pada 40 50 tahun dan atau dengan riwayat minum alkohol atau merokok.

B. ETIOLOGI
Lapisan lambung dapat menahan iritasi dan biasanya tahan terhadap asam yang kuat. Tetapi asam
lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan karena beberapa penyebab, antara lain :
Gastritis bakterialis merupakan akibat dari infeksi oleh Helicobacter pylori (bakteri yang
tumbuh didalam sel penghasil lendir di lapisan lambung). Tidak ada bakteri lainnya yang
dalam keadaan normal tumbuh di dalam lambung yang bersifat asam. Tapi jika lambung
tidak menghasilkan asam berbagai bakteri bisa tumbuh didalam lambung.
Gastritis karena stress akut merupakan jenis gastritis yang paling berat, yang disebabkan
oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba. Cederanya sendiri
mungkin tidak mengenai lambung, seperti yang terjadi pada luka bakar yang luas atau
cedera yang menyebabkan perdarahan hebat.
Gastritis erosif kronis bisa merupakan akibat dari:
Bahan iritan seperti aspirin dan NSAID lainnya
- Penyakit Crohn
- Infeksi virus dan bakteri, bisa disertai dengan perdarahan atau
pembentukan ulkus (borok, luka terbuka). Paling sering terjadi pada alkoholik.
Gastritis karena virus atau jamur bisa terjadi pada penderita penyakit menahun atau
penderita yang mengalami gangguan sistem kekebalan.
Gastritis atrofik terjadi jika antibodi menyerang lapisan lambung, sehingga lapisan lambung
menjadi sangat tipis dan kehilangan sebagian atau seluruh selnya yang menghasilkan asam
dan enzim. Keadaan ini biasanya terjadi pada usia lanjut. Gastritis ini juga cenderung terjadi
pada orang-orang yang sebagian lambungnya telah diangkat (menjalani pembedahan
gastrektomi parsial). Gastritis atrofik bisa menyebabkan anemia pernisiosa karena
mempengaruhi penyerapan vitamin B 12 dari makanan.

C. MANIFESTASI KLINIK
Nyeri epigastrium yang tiba-tiba
Anoreksia
Mual dan muntah
Nyeri epigastrium
Kram abdomen
Dyspepsia
Peradarahan
Nyeri samar yang meningkat bila makan,
Perasaan penuh,
intoleran terhadap lemak dan makanan pedas
penurunan berat badan
anemia pernisiosa

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1) Endoskopi
2) Biopsy mukosa lambung
3) Analisa cairan lambung
4) Radiologi abdomen
5) Pemeriksaan barium
6) Kadar Hb

E. PENATALAKSANAAN MEDIS
Terapi gastritis sangat bergantung pada penyebab spesifiknya dan memerlukan perubahan dalam
gaya hidup, pengobatan dan pembedahan untuk mengobatinya.
Asam lambung mengiritasi jaringan yang meradang dalam lambung dan menyebabkan sakit dan
peradangan yang lebih parah. Itulah sebabnya, bagi sebagian besar tipe gastritis melibatkan obat-
obat yang dapat mengurangi atau menetralkan asam lambung seperti :
1) Antasida
2) Penghambat asam
3) Antibiotic juga digunakan untuk membunuh bakteri
4) Diet lambung dengan porsi kecil dan sering
5) Analgesic untuk mengurangi nyeri