Anda di halaman 1dari 11

SERAT TEKSTIL

PENGENALAN TEKSTIL

Kain tekstil yang sehari-hari dipakai oleh konsumen berasal dari macam-macam serat tekstil. Dari
macam-macam serat tekstil yang terbanyak di pasaran dewasa ini adalah serat tekstil buatan, karena kain dari
serat tekstil buatan ini lebih murah harganya jika disbanding dengan harga kain yang berasal dari serat asli.
Kebanyakan pabrik tekstil mengeluarkan kain dari serat buatan. Sebetulnya kain ini kurang sesuai apabila
dipakai di negeri kita, karena umumnya serat buatan panas bila dipakai. Panas tersebut disebabkan karena bahan
tidak berpori dan tidak menghisap air. Tetapi konsumen senang dengan kain-kain tersebut, sebab mudah
pemeliharaanya. Tentu saja konsumen akan memilih kain yang baik sesuai dengan kegunaannya. Pemilihan kain
yang baik berdasarkan kualitas kain yang sangat dipengaruhi oleh asal serat, proses pembuatan benang, serta
proses pembuatan kain dan penyempurnaannya. Dalam memilih kain, konsumen perlu mengetahui macam-
macam kualitas kain tekstil yang dipilihnya.

Setelah kita mengetahui cara menentukan bahan tekstil yang sesuai dengan kebutuhan kita, perlu kita
pelajari sifat-sifat bahan, sifat-sifat serat ini sangat mempengaruhi sifat bahan tekstil. Serat tekstil ada 2 macam,
yaitu serat alam dan buatan. Serat buatan ini mulai dikenal pada permulaan abad ke-20, dan banyak terdapat
dalam dunia pertekstilan masa kini. Serat tekstil ini dipintal menjadi benang lalu dibuat kain.

Serat tekstil dapat digolongkan menjadi empat golongan besar menurut asal seratnya yaitu:

a. Serat selulosa, terdiri dari: serat biji, serat batang, serat daun, serat buah, rayon kupramonium, dan
rayok viskosa.
b. Serat protein, terdiri dari: sutera, wol, bulu binatang lainnya, wol susu, dan vikara.
c. Serat termoplastik, terdiri dari: asetat, poliamida, polyester, poliakrilik, dan polivinil chlorida
d. Serat mineral, terdiri dari: asbes, serat gelas dan benang logam.

Bagan Pengolongan Serat

serat biji

serat batang
alam
sera daun

A. Selulosa serat buah

rayon kupramonium
buatan
rayon viskosa

sutera

alam wol

bulu binatang lain


B. Protein
wol susu
buatan
vikara

1
SERAT TEKSTIL

asetat

poliamida

poliester
C. Termoplstik
poliakrilik

polivinil klorida

(Pe Ge)

alam asbes
D. Mineral
serat gelas
buatan
benang logam

A. Serat Selulosa

Golongan serat selulosa terdiri dari bahan pokok tumbuh-tumbuhan yang disebut selulosa. Ada selulosa
alam dan selulosa buatan. Besarnya presentase selulosa yang terdapat pada tiap-tiap serat berbeda-beda, rayon
terdiri dari 100% selulosa, kapas 91% selulosa dan lenan 70% selulosa. Umumnya golongan serabut ini
mempunyai sifat-sifat yang sama, meskipun da perbedaan-perbedaan sedikit pada tiap-tiap serat selulosa itu.

Sifat-sifat Umum Serat Selulosa

Umumnya kain yang berasal dari serat selulosa kuat dan padat, sehingga terasa lebih berat dari serat
yang lain. Kapas lekas menjadi kusut karena kurang kenyal, kecuali disempurnkan. Kain dari serat selulosa
sangat higroskopis, sehingga baik dipakai untuk kain handuk, saputangan, dan pakaian di daerah tropis. Selain
itu kalau dipakai terasa sejuk, karena mempunyai sifat pengantar panas yang baik.

Serat selulosa alam

Yang termasuk golongan serat selulosa alam ialah:

a) Serat biji (kapas)


b) Serat batang (lenan, rami, goni, dan henep)
c) Serat daun (abaka dan sisal
d) Serat buah (kapuk dan sabut kelapa)

Serat Biji

Contoh serat biji adalah kapas yang pada bijinya terdapat bulu.

2
SERAT TEKSTIL

Kapas

Serat alam yang banyak digunakan adalah kapas. Tanaman kapas merupakan tanaman yang terdapat
didaaerah tropis. Menurut para ahli Negara yang tertua menggunakan kapas adalah india. Pada masa ini kapas
sudah tersebar ke seluruh dunia.

Penggunaan serat kapas

Serat kapas digunakan sebagai benang dan tenunan. Selain itu kapas juga digunakan dirumah sakit
sebagai alat pembersih luka terbuka, sebagai alat pembersih kosmetik, serta sumbu kompor dan lampu.

Serat Batang

Jenis-jenis serat batang ialah: lenan, rami, goni, dan henep.

Lenan

Serat lenan berasal dari tanaman vlas. Dikenal 6000 tahun yang lalu di daerah Timur Tengah. Rusia
adalah Negara pelopor dalam memproduksi lenan. Jenis lenan terbaik berasal dari Irlandia.

Penggunaan serat lenan

Serat lenan terutama digunakan untuk bahan pakaian wanita. Juga dipakai untuk benang jahit, jala, pipa
pemadam kebaran.

Rami

Rami dikenal orang tiongkok sejak beberapa tahun yang lalu. Di eropa rami mulai dikenal pada abad ke
18. Negra penghasil rami yang utama adalah: Tiongkok, Taiwan, Filipina, Jepang dan Amerika Serikat.

Penggunaan Serat Rami

Rami digunakan untuk bahan pakaian dan taplak meja. Selain itu juga digunakan untuk jala, kanvas,
tali, kain terpal dan sepatu. Bila dicampur dengan serat kapas, dan rayon kemudian ditenun dapat digunakan
untuk kain pembungkus kursi.

Goni

Serat ini berasal dari tanaman goni. Banyak ditnm di Benggala (India). Negara penghasil goni adalah:
Taiwan dan Brazilia.

Penggunaan Serat Goni

Serat goni digunakan sebagai tenunan dasar permadani, kain terpal, isolasi listrik, tali, bahan atap,
pembungkus dan karung.

Henep

Henep banyak ditanam di Perancis, Hongaria, Belgia, Belanda, dan Filipina. Dewasa ini Negara
penghasil henep utama adalah: Rusia, Itlia, dan Yugoslavia.

Penggunaan Serat Henep

Serat henep dipakai sebagai benang lungsing pada tenunan yang menggunakan benang pakan dari
kapas, ditenun menjadi setengah lenan. Selain itu serat henep digunakan juga untuk kanvas, karung, tali, benang
kasur, dan pipa pompa kebakaran.

Serat Daun

3
SERAT TEKSTIL

Serat daun adalah serat yang diperoleh dari daun. Yang termasuk golongan ini adalah abaka dan nenas.

Abaka

Serat abaka sering disebut manila henep. Berasal dari Filipina.

Penggunaan Serat Abaka

Di Filipina terkenal bhan pakaian dari tenunan serat abaka. Kadang-kadang serat ini dicampur dengan
nilon, ditenun menjadi tenunan tembus terang. Serat abaka yang kasar digunakan untuk tali-temali kapal.

Nenas

Serat ini terdapat pada daun nenas. Dan biasanya digunakan untuk bahan pakaian.

Serat Buah

Serat buah terdapat pada buah. Yang termasuk golongan ini adalah: serat kapok dan sabut kelapa.

Kapok

Kapok berasal dari buah pohon kapok. Yang terbaik mutunya adalah kapok Jawa. Negara pengekspor
kapok ialah: Indonesia, India, dan Sailan.

Penggunaan Serat Kapok

1. Sebagai bahan pengisi pelampung berenang, kasur, bantal, dan mainan.


2. Untuk tutup teko dan selimut, yang fungsinya sebagai penyekat panas yang baik
3. Sebagai bahan isolasi suara

Sabut Kelapa

Serat buah yang menyelubungi serat kepala.

Penggunaan Sabut Kelapa

1. Untuk tali, sikat, dan keset


2. Untuk membuat
3. Sebagai bahan pengisi alas duduk kursi

Serat selulosa buatan

Kini banyak bahan tekstil butan dalam dan luar negeri baik dari serat buatan maupun campuran dari
serat alam dan buatan, dijual dipasar dan ditoko-toko.

Serat tekstil buatan mulai ditemukan pada akhir abad ke-19. Serat ini terbentuk dari polimer-polimer
yang berasal dari alam maupun buatan. Proses pembuatan serat dilakukan dengan penyemprotan larutan bahan
pokok melalui lubang-lubang kecil semprotan menjadi filament. Halus kasar filamen ini tergantung pada
kecepatan penyemprotan dan kecepatan waktu menggulung. Penyemprotan serat ini disebut dengan pemintalan.

Rayon Kupramonium

Bahan pokok rayon kupramonium adalah selulosa linters atau kayu, larutan amoniak, dan kuprosulfat.

Penggunaan Rayon Kupramoniu

4
SERAT TEKSTIL

Rayon kupramonium digunakan khusus untuk pakaian yang halus dan baik mutunya, karena serabutnya
halus dan lemas. Juga dibuat kaos kaki wanita dan pakaian dalam.

Rayon Viskosa

Bahan pokok rayon viskosa adalah selulosa kayu dan karbon disulfide.

Penggunaan Rayon Viskosa

Rayon Viskosa digunakan untuk bahan pakaian, barang nyamu, dan kain renda. Rayon ini juga baik
untuk bahan pelapis karena licin dan terasa dingin. Selain itu rayon viskosa digunakan sebagai bahan campuran
serabut buatan lainnnya.

B. Serat protein

Golongan serat protein mengandung unsure-unsur karbon hydrogen, oxygen dan nitrogen. Wol
mengandung belerang sehingga sifatnya lain dari sutera. Pada umumnya srat protein lebih peka terhadap obat-
obat kimia dibandingkan dengan serat selulosa.

Sifat-sifat Umum Serat Protein

Sangat higroskopis dan menghisap lengas sehingga baik dipakai didaerah yang berhawa dingin. Kain
yang ditenun dari serat protein sebaiknya dicuci dengan sabun yang tidak mengandung alkali, karena serat
protein tidk tahan alkali dn obat-obatan yang dapat bereaksi.

Umumnya tenunan asal serat protein tidak tahan panas. Wol akan menjadi kaku dan getas karena
panas, sedangkan sutera akan menjadi kuning kalau diseterika dengan seterika panas.

Serat protein mempunyai sifat static electricicy, yaitu bukan pengantar aliran listrik yang baik. Kain
dari serat protein tidak mudah kusut karena mempunyai sifat kenyal dan pegas. Sifat kenyal dan pegas itu
memungkinkan dibuatnya lipit yang tahan lama. Serat protein mudah terbakar, tetapi bila kemudian ditarik dari
sumber nyala, api pada serat protein itu akan lekas padam berbau seperti rambut terbakar, dan meninggalkan
lingkaran yang berkilau dan rapuh.

Serat protein alam

Yang termasuk golongan serat protein alam ialah: sutera, wol, dan bulu binatang lainnya yang bukan
berasal dari biri-biri.

Sutera

Sutera adalah satu-satunya serat alam berbentuk filament yang diperoleh dari sarang kepompong ulat
sutera. Negara-negara penghasil sutera adalah: Jepang, Tiongkok, Italia, dan Perancis.

Penggunaan Sutera

Karena sifatnya kuat, halus, lembut, tahan kusut dan mewah rupanya, maka sutera sangat banyak
digunakan untuk bahan pakaian yang halus dan bagus. Selain itu sutera juga digunakan untuk benang sulam,
benang jahit, isolasi listrik, kin parachute, dan senar alat-alat music.

5
SERAT TEKSTIL

Wol

Yang dimaksud dengan wol dalam dunia pertekstilan ialah bulu-bulu atau rambut yang diperoleh dari
domba, biri-biri, serta dari binatang berbulu lainnya dari jenis kambing dan unta. Negara-negara penghsil wol
adalah: Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Spanyol, Argentina, Perancis dan Italia.

Penggunaan Wol

Selain untuk bahan pakaian, wol dipakai juga untuk keperluan alat rumah tangga seperti: karpet,
penutup kursi, tirai, selimut, pengalas meja, untuk piano, isolasi, sumbu kompor, dan sumbu lampu.

Bulu Binatang

Bulu binatang yang dipakai untuk bahan tekstil selain dari wol yang berasal dari biri-biri. Golongan ini
dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu:

1. Keluarga domba (mohair dan cashmere)


2. Keluarga unta (unta, alpaca, Ilama, dan vicuma)
3. Binatang berbulu lainnya (kelinci angora, dan kuda)

Penggunaan bulu binatang ini bermacam-macam sesuai dengan golongannya.

Serat protein buatan

Karena wol mahal dan kurang produksinya dibandingkan menurut kebutuhan, maka para ahli mulai
berusaha membuat serabut protein buatan yang rupa dan sifatnya menyerupai wol. Macam-macam percobaan
telah dilakukan oleh para ahli sehingga menemukan beberapa bahan pokok serat protein butan misalnya:

1) Susu yang telah diambil kepala susunya


2) Jagung
3) Kacang kedele
4) Kacang tanah

Wol Susu

Bahan pokok pembuatan wol susu ialah zat keju dari susu yang telah dipisahkan kepala susunya(room).

Penggunaan Wol Susu

1. Untuk bahan pakaian dimusim dingin


2. Ditenun meniru rambut kuda
3. Sebagai bahan pengisi

Vikara

Bahan pokok pembuatan vikara ialah protein jagung. Serat ini dibuat untuk dipakai sebagai bahan
campuran dengan serat-serat lain. Vikara dapat dicampur dengan wol, kapas, nilon, dan asetat.

C. Serat Termoplastik

Akhir-akhir ini banyak terdapat bahan pakaian yang berasal dari serat termoplastik yang mendesak
pemakaian bahan pakaian yang berasal dari serat selulosa dan serat protein. Serat termoplastik mempunyai sifat-
sifat yang menguntungkan. Sifat-sifat yang menguntungkan ini antara lain kuat, ringan, dan mudah
pemeliharaannya.

6
SERAT TEKSTIL

Serat termoplastik disebut juga serat buatan, karena dibuat oleh manusia. Proses pembuatan serat
termoplastik sama dengan proses pembuatan serat buatan lainnya, yaitu dengan menyemprotkan larutan bahan
pokok melalui alat pemintal menjadi filament.

Beberapa macam nama dan merk dari serabut termoplastik ini antara lain: asetat, nilon, perlon, dakron,
terilene, trevira, terlenka, tetoron, orlon, cashmilon, saran, dan dinel.

Menurut proses pembuatan serat dan bahan pokoknya, serat termoplastik dapat dibedakan menjadi:

1. Asetat
2. Poliamida (misalnya nilon)
3. Polyester (misalnya Dacron, terilene, trevire, tetoron, dan tetrex)
4. Poliakrilik (misalnya orlon dan cashmilon)
5. Polivinil klorida (Pe-Ce) misalnya saran dan dinel.

Sifat-sifat Umum Serat Termoplastik

Serat termoplastik pada umumnya kuat baik dalam keadaan basah dan kering, tahan gesekan sehingga
awet dalam pemakaian, tahan alkali, tahan jamur dan serangga. Daya kenyalnya sangat besar sehingga bahan
pemakaian serat termoplastik sangat elastic, pada suhu tertentu kain dari serat termoplastik dapat dibuat macam-
macam lipit. Karena sifat inilah maka jenis serat ini disebut termoplastik. Selain itu serat termoplastik memiliki
sifat yang kurang baik, antara lain daya pengisap air sangat kurang dan tidak tahan panas.

Asetat

Bahan pokok asetat terdiri dari selulos kayu asetat anhidrida dan aceton. Meskipun setat terdiri dari
bahan pokok selulos seperti rayon, asetat tidak digolongkan dalam kelompok serat selulosa buatan karena asetat
mempunyai sifat termoplastik yang sangat besar.

Penggunaan Asetat

Asetat digunakan sebagai bhn pakaian, barang nyamu, bahan pengeras kain, isolasi listrik dan
penyaring pada rokok(filter)

Poliamida-Nilon

Bahan pokok nilon adalah zat arang, air dan hawa.

Penggunaan Nilon

1. Untuk bahan pakaian dan barang nyamu


2. Keperluan alat rumah tangga
3. Parasut dan terpal
4. Benang dan tali yang kuat
5. Jala dan tali pancing
6. Permadani
7. Cat

Poliester

Bahan pokok untuk serat polyester adalah asam tereftalat dan etilena glikol.

7
SERAT TEKSTIL

Penggunaan Serat Poliester

1. Bahan pakaian (dasi)


2. Kain layar dan kain terpal
3. Tali temali kapal (lebih kuat dari nilon dan sisal)
4. Pipa pemadam kebakaran
5. Sebagai bahan campuran dengan serat kapas dan nilon

Poliakrilik

Penggunaan Serat Poliakrilik

1. Untuk bahan pakaian dan barang nyamu


2. Tenda, kap mobil, dan permadani
3. Kain penyaring zat-zat kimia
4. Pakaian pelindung terhadap bahan kimia
5. Sebagai bahan campuran wol

Polivinil Klorida (Pe Ce)

Penggunaan Serat Pe Ce

Serat ini digunakan untuk bahan pakaian pemadam kebakaran, kain saringan bahan kimia, jala, dan kasa
nyamuk. Serat Pe Ce dapat digunakan sebagai bahan pakaian.

D. Serat Mineral

Serat mineral adalah golongan serat yang berasal dari barang galian, menurut jenisnya dapat dibagi
dalam dua yaitu: serat mineral alam (asbes) dan serat mineral buatan (gelas) dan benang logam.

Serat Mineral Alam (Asbes)

Asbes adalah serat yang diperoleh dari semacam batu karang yang berubah perlahan-lahan menjadi
Kristal dan mengandung serat. Nama asbes berasal dari asbestos (kata Yunani) yang berarti tidak dapat dibakar.
Negara penghasil utama asbes ialah Amerika.

Penggunaan Asbes

Asbes digunakan untuk tenunan pakaian yang tak dapat terbakar, yakni pakaian pemadam kebakaran,
tabir tonil dan bahan solasi. Asbes juga digunakan sebagai bahan campuran untuk pembuat atap, pelapis benda-
benda sebagai penahan kebakaran, pelapis rem dan kopling.

Serat Mineral Buatan

Serat Gelas

Penggunaan Serat Gelas

8
SERAT TEKSTIL

Serat gelas yang ditenun digunakan untuk saringan bahan kimia, kaos lampu, pembungkus kawat
tembaga, dan bahan isolasi. Juga digunakan sebagai bahan campuran dengan serat alam lainnya, dan digunakan
untuk kap lampu, kain penutup kursi serta keperluan barang nyamu.

Serat Logam

Ada beberapa cara untuk mengetahui jenis serat, tiap-tiap serat tekstil menunjukkan cirri-cirinya.
Untuk mengetahui hal ini perlu dilakukan pemeriksaan seperti pemeriksaan visual(mikroskop, memutuskan
benang, bahan kimia) dan uji pembakaran.

Dibawah ini adalah cirri-ciri serat dengan melalui uji pembakaran sebagai berikut:

Benang dicabut dari kain kemudian dipegang dengan pinset dan dibakar. Kemudiaan hasil uji
pembakaran serat adalah sebagai berikut:

a. Ciri serat selulosa:


1) Benang akan cepat terbakar dan menjalar
2) Nyalanya berwarna kuning
3) Waktu terbakar tidak berbau, namun setelah padam berbau seperti kertas terbakar
4) Bekas pembakaran merupakan abu yang mudah hancur
5) Warnanya kelabu

Tanda-tanda pembakaran tersebut menentukan asal serat selulosa. Perbedaan kapas dan lenan dapat
dilihat pada serat-seratnya. Serat kapas pendek halus, sedangkan serat lenan panjang dan kasar. Apabila serat
kapas atau lenan sudah disempurnakan, maka timbullah cirri-ciri yang berbeda dari sebelum diproses.
Umumnya kapas atau lenan yang disempurnakan memberikan tanda-tanda: nyala kecil bila dibakar, setelah
padam berbau kurang sedap, bekas pembakarannya merupakan abu putih yang menyerupai bntuk bennag
semula.

b. Ciri serat protein


1) Benangnya sukar terbakar, sedangkan nyalanya akan padam apabila dikeluarkan dari sumber nyala
2) Berbau seperti rambut terbakar
3) Bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, dan mudah dihancurkan.

Ciri pembakaran filament sutera yng diperberat: nyalanya berpijar, berbau seperti rmbut terbakar
(merangsang), dan meninggalkan abu yang halus berbentuk batang.

Perbedaan antara serat wol dan serat sutera yang dibakar ialah: serat wol bergelombang sedang serat
sutera licin, berkilau, dan lembut.

c. Ciri serat termoplastik:

Ciri-ciri serat termoplastik bermacam-macam tergantung dari jenis bahan kimia yang dipakai dan
proses pembuatannya. Contohnya:

- Nilon
1) Bila didekatkan pada nyala api menjadi kering dan menyusut
2) Bila dibakar, menjalarnya lambat dan tidak menyala hanya meleleh
3) Meninggalkan bentuk lingkaran yang keras, berwarna coklat
4) Berbau enak

9
SERAT TEKSTIL

- Poliester
1) Bila didekatkan pada nyala api melebur dan menyusut
2) Dalam nyala terbakar lambat dan meleleh
3) Bila dikeluarkan dari nyala biasanya padam sendiri
4) Berbau zat kimia
5) Meninggalkan lingkaran yang keras, berwarna hitam, dan liat

d. Ciri serat mineral


1) Bila didekatkan pada nyala api tidak dapat terbakar
2) Didalam nyala tidak dapat meleleh bercahaya terang
3) Sesudah diambil dari nyala bekasnya tidak berubah, tidak berbau dan berwarna hitam

Untuk mengetahui lebih lengkap ciri-ciri serat, dapat dibaca pada daftar:

No. Serat Bila Dalam nyala Sesudah Bau Sifat khas abu
didekatkan dikeluarkan
nyala dari nyala
I. SERAT Tidak dapat Terbakar Terus terbakar Berbau Meninggalkan
1. SELULOSA melebur atau cepat tidak tidak lebur, seperti abu yang
Kapas susut lebur cahaya hilang kertas menyerupai
sesudah padam terbakar benang yang
halus berwarna
kelabu
2. Lenan Tidak dapat Terbakar Terus terbakar Berbau Meninggalkan
melebur atau cepat tidak tidak lebur, seperti abu yang
susut lebur cahaya hilang kertas menyerupai
sesudah padam terbakar benang yang
halus berwarna
kelabu
II. SERAT Melebur dan Terbakar Terbakar Berbau Bulatan hitam
PROTEIN keriting lambat dan sangat lambat seperti bulu
1. Sutera alam meleleh kadang-kadang terbakar
padam
Sutera yang Melebur dan Terbakar Terbakar Berbau Meninggalkan
2. diperberat keriting lambat dan sangat lambat seperti bulu abu berbentuk
meleleh kadang-kadang terbakar serat bercahaya
padam seperti kawat
merah panas
Wol Melebur dan Terbakar Terbakar Berbau Tidak halus, abu
3. keriting lambat dan sangat lambat seperti yang rapuh
meleleh kadang-kadang rambut mudah hancur
padam terbakar

10
SERAT TEKSTIL

III. SERAT Tidak dapat Terbakar Membara Berbau seperti Sedikit abu
1. BUATAN menyusut sangat cepat kayu terbakar
Rayon
2. Asetat Melebur Terbakar dan Terus Berbau cuka Sedikit abu
meleleh terbakar dan
meleleh
3. Akrilik Melebur Terbakar Terus Berbau tajam Keras, rapuh,
sangat cepat terbakar dan hitam, berbentuk
dan meleleh meleleh bulatan
4. Nilon Melebur dan Terbakar Biasanya Berbau seperti Meninggalkan
menyusut lambat dan padam rebusan buncis bundaran yang
meleleh sendiri keras, liat
berwarna kelabu
5. Nytril Melebur Terbakar Terus Tidak berbau Bulatan hitam
lambat dan terbakar dan yang keras
meleleh meleleh
6. Poliester Melebur dan Terbakar Biasanya Berbau zat Bulatan yang
menyusut lambat dan padam kimia keras, liat, hitam
meleleh sendiri
7. Saran Melebur dan Terbakar Padam Berbau sangat Bulatan keras
menyusut sangat lambat sendiri tajam hitam
dan meleleh
IV. SERAT Tidak dapat Tidak dapat Tidak dapat Tidak berbau Bekas
1. MINERAL terbakar meleleh, berubah pembakaran tidak
Asbestas bercahaya berubah
terang
2. Gelas Tidak dapat Halus dan Keras Tidak Bentuk berubah,
terbakar bercahaya mengeluarkan keras bulat
bau

11