Anda di halaman 1dari 43

BAB II

PENETAPAN PRIORITAS MASALAH DAN PENYEBAB MASALAH

2.1 Penetapan Prioritas Masalah


Masalah adalah kesenjangan antara apa yang diharapkan (expected)
dengan apa yang aktual terjadi (observed). Idealnya, semua permasalahan
yang timbul harus dicarikan jalan keluarnya, namun karena keterbatasan
sumber daya, dana, dan waktu menyebabkan tidak semua permasalahan
dapat dipecahkan sekaligus. Untuk itu perlu ditentukan masalah yang
menjadi prioritas. Setelah pada tahap awal merumuskan masalah, maka
dilanjutkan dengan menetapkan prioritas masalah yang harus dipecahkan.
Prioritas masalah didapatkan dari data atau fakta yang ada secara kualitatif,
kuantitatif, subjektif, objektif serta adanya pengetahuan yang cukup.
Pada BAB I, telah dirumuskan masalah yang terdapat pada
program Keluarga Berencana (KB) yang merupakan salah satu dari 7
program kesehatan dasar di Puskesmas Kecamatan Menteng. Dikarenakan
adanya keterbatasan sumber daya manusia, dana, dan waktu, maka dari
semua masalah yang telah dirumuskan, perlu ditetapkan masalah yang
menjadi prioritas untuk diselesaikan.
Dalam penetapan prioritas masalah, digunakan teknik skoring dan
pembobotan. Untuk dapat menetapkan kriteria, pembobotan dan skoring
perlu dibentuk sebuah kelompok diskusi. Agar pembahasan dapat dilakukan
secara menyeluruh dan mencapai sasaran, maka setiap anggota kelompok
diharapkan mempunyai informasi dan data yang tersedia. Beberapa langkah
yang dilakukan dalam penetapan prioritas masalah meliputi :
1. Menetapkan kriteria
2. Memberikan bobot masalah
3. Menentukan skoring tiap masalah

2.1.1 Non-Scoring Technique


Bila tidak tersedia data, maka cara penetapan prioritas masalah
yang lazim digunakan adalah teknik non skoring.
Dengan menggunakan teknik ini, masalah dinilai melalui diskusi
kelompok, oleh sebab itu juga disebut Nominal Group Technique (NGT).
NGT terdiri dari dua,yaitu :
a. Metode Delbeq
Menetapkan prioritas masalah menggunakan tekhnik ini
dilakukan melalui diskusi dan kesepakatan sekelompok orang, namun
yang tidak sama keahliannya.Sehingga untuk menentukan prioritas
masalah, diperlukan penjelasan terlebih dahulu untuk memberikan
pengertian dan pemahaman peserta diskusi, tanpa mempengaruhi peserta
diskusi. Hasil diskusi ini adalah prioritas masalah yang disepakati
bersama.
b. Metode Delphi
Yaitu masalah masalah didiskusikan oleh sekelompok orang
yang mempunyai keahlian yang sama melalui pertemuan khusus. Para
peserta diskusi diminta untuk mengemukakan pendapat mengenai
beberapa masalah pokok. Masalah yang terbanyak dikemukakan pada
pertemuan tersebut, menjadi prioritas masalah.

2.1.2 Scoring Technique


Berbagai teknik penentuan prioritas masalah dengan menggunakan
teknik skoring antara lain :
2.1.2.1 Metode Bryant
Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi yaitu:
1. Prevalence
Besarnya masalah yang dihadapi
2. Seriousness
Pengaruh buruk yang diakibatkan oleh suatu masalah dalam
masyarakat dan dilihat dari besarnya angka kesakitan dan angka
kematian akibat masalah kesehatan tersebut.
3. Manageability
Kemampuan untuk mengelola dan berkaitan dengan sumber daya.
4. Community concern
Sikap dan perasaan masyarakat terhadap masalah kesehatan
tersebut. Parameter diletakkan pada baris dan masalah-masalah
yang ingin dicari prioritasnya diletakkan pada kolom. Kisaran skor
yang diberikan adalah satu sampai lima yang ditulis dari arah kiri
ke kanan sesuai baris untuk tiap masalah. Kemudian dengan
penjumlahan dari arah atas ke bawah sesuai kolom untuk masing-
masing masalah dihitung nilai skor akhirnya. Masalah dengan nilai
tertinggi dapat dijadikan sebagai prioritas masalah. Tetapi metode
ini juga memiliki kelemahan yaitu hasil yang didapat dari setiap
masalah terlalu berdekatan sehingga sulit untuk menentukan
prioritas masalah yang akan diambil.

2.1.2.2 Metode Matematik PAHO


Dalam metode ini parameter diletakkan pada kolom dan
masalah-masalah yang ingin dicari prioritasnya diletakkan pada
baris, dan digunakan kriteria untuk penilaian masalah yang akan
dijadikan sebagai prioritas masalah. Kriteria yang dipakai ialah :
1. Magnitude
Berapa banyak penduduk yang terkena masalah atau penyakit
yang ditunjukkan dengan angka prevalensi.
2. Severity
Besarnya kerugian yang timbul yang ditunjukkan dengan case
fatality rate masing-masing penyakit.
3. Vulnerability
Sejauh mana ketersediaan teknologi atau obat yang efektif untuk
mengatasi masalah tersebut.
4. Community and political concern
Menunjukkan sejauh mana masalah tersebut menjadi concern
atau kegusaran masyarakat dan para politisi.
5. Affordability
Menunjukkan ada tidaknya dana yang tersedia.
2.1.2.3 Metode MCUA (Multiple Criteria Utility Assessment)
Pada metode ini parameter diletakkan pada baris dan harus
ada kesepakatan mengenai bobot kriteria yang akan digunakan, dan
masalah-masalah yang ingin dicari prioritasnya diletakkan pada
kolom. Metode ini memakai lima kriteria untuk penilaian masalah
tetapi masing-masing kriteria diberikan bobot penilaian dan
dikalikan dengan penilaian masalah yang adasehingga hasil yang
didapat lebih objektif.
Masalah dengan nilai tertinggi dapat dijadikan sebagai
prioritas masalah. Kriteria yang dipakai terdiri dari :
1. Emergency
Emergency menunjukkan seberapa fatal suatu permasalahan
sehingga menimbulkan kematian atau kesakitan. Parameter yang
digunakan dalam kriteria ini adalah CFR (Case Fatality Rate),
jika masalah yang dinilai berupa penyakit. Adapun jika yang
dinilai adalah masalah kesehatan lain, maka digunakan
parameter kuantitatif berupa angka kematian maupun angka
kesakitan yang dapat ditimbulkan oleh permasalahan tersebut.
2. Greatest member
Kriteria ini digunakan untuk menilai seberapa banyak penduduk
yang terkena masalah kesehatan tersebut. Untuk masalah
kesehatan yang berupa penyakit, maka parameter yang
digunakan adalah prevalence rate. Sedangkan untuk masalah
lain, maka greatest member ditentukan dengan cara melihat
selisih antara pencapaian suatu kegiatan padasebuah program
kesehatan dengan target yang telah ditetapkan.
3. Expanding Scope
Menunjukkan seberapa luas pengaruh suatu permasalahan
terhadap sector lain di luar sektor kesehatan. Parameter
penilaian yang digunakan adalah seberapa luas wilayah yang
menjadi masalah, berapa banyak jumlah penduduk di wilayah
tersebut, serta berapa banyak sektor di luar sektor kesehatan
yang berkepentingan dengan masalah tersebut.
4. Feasibility
Kriteria lain yang harus dinilai dari suatu masalah adalah
seberapa mungkin masalah tersebut diselesaikan. Parameter
yang digunakan adalah ketersediaan sumber daya manusia
berbanding dengan jumlah kegiatan, fasilitas terkait dengan
kegiatan bersangkutan yang menjadi masalah, serta ada tidaknya
anggaran untuk kegiatan tersebut.
5. Policy
Berhubung orientasi masalah yang ingin diselesaikan adalah
masalah kesehatan masyarakat, maka sangat penting untuk
menilai apakah masyarakat memiliki kepedulian terhadap
masalah tersebut serta apakah kebijakan pemerintah mendukung
terselesaikannya masalah tersebut. Hal tersebut dapat dinilai
dengan apakah ada seruan atau kebijakan pemerintah yang
concern terhadap masalah tersebut, apakah ada lembaga atau
organisasi masyarakat yang concern terhadap permasalahan
tersebut, serta apakah masalah tersebut terpublikasi diberbagai
media.

Metode ini memakai lima kriteria yang tersebut di atas


untuk penilaian masalah dan masing-masing kriteria harus
diberikan bobot penilaian untuk dikalikan dengan penilaian
masalah yang ada sehingga hasil yang didapat lebih objektif.
Pada metode ini harus ada kesepakatan mengenai kriteria dan
bobot yang akan digunakan.
Dalam menetapkan bobot, dapat dibandingkan antara
kriteria yang satu dengan yang lainnya untuk mengetahui
kriteria mana yang mempunyai nilai bobot yang lebih tinggi.
Nilai bobot berkisar satu sampai lima, dimana nilai yang
tertinggi adalah kriteria yang mempunyai bobot lima.
1. Bobot 5 : sangat penting
2. Bobot 4 : penting
3. Bobot 3 : cukup penting
4. Bobot 2 : tidak penting
5. Bobot 1 : sangat tidak penting penting

2.1.2.4 Pemilihan Metode MCUA


Berdasarkan kriteria yang ada, maka diputuskan untuk
menggunakan metode MCUA karena metode ini menempatkan
parameter pada kedudukan dengan berdasarkan bobot dan
memberikan hasil final score yang objektif di mana score yang
diberikan pada tiap-tiap parameter ditambahkan, lebih sederhana
dan mudah dalam penggunaannya. Dari masalah yang didapat
diberikan penilaian pada masing-masing masalah dengan
membandingkan masalah satu dengan lainnya, kemudian tiap
masalah tersebut diberikan nilai.

2.1.2.4.1 Emergency
Emergency menunjukkan besar kerugian yang
ditimbulkan oleh masalah. Ini ditujukan dengan case fatality
rate (CFR) masing-masing penyakit. Sedangkan untuk
masalah-masalah yang tidak berhubungan dengan penyakit
digunakan proxy. Nilai proxy didapatkan dari berbagai
sumber, sedangkan sistem scoring proxy CFR ditentukan
berdasarkan hasil diskusi, argumentasi, serta justifikasi. Pada
permasalahan ini, pengaruh jangka panjang KB adalah untuk
menurunkan angka kematian ibu (AKI), sehingga kelompok
kami memakai angka kematian ibu sebagai proxy. Angka
Kematian Ibu adalah 305 orang per 100.000 jumlah kelahiran
hidup, menjadi 0,305 % (sumber: Depkes,2015).
Range (%) Nilai

0-10 1

10,1-20 2

20,1-30 3

30,1-40 4

40,1-50 5

50,1-60 6

Tabel 2.1 Skoring Emergency terhadap Program KB di Wilayah Puskesmas


se-Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017

NO DAFTAR MASALAH CAKUPAN TARGET PROXY NILAI SKOR


(%) (%) AKI/100. PROXY
(a) (b) 000
(%)
(b-a) + c
1 Cakupan Peserta KB Aktif di 75,5% 80% 0,305 4,8 1
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
2 Cakupan Peserta KB Aktif di 71,3% 80% 0,305 9 1
Puskesmas Kelurahan
Menteng Periode Januari
April 2017
3 Cakupan Peserta KB Aktif di 44% 80% 0,305 36,3 4
Puskesmas Kelurahan Cikini
Periode Januari April 2017

4 Cakupan Peserta KB Aktif di 109% 80% 0,305 29,3 3


Puskesmas Kelurahan
Pegangsaan Periode Januari
April 2017
5 Cakupan Peserta KB Aktif di 81% 80% 0,305 1,3 1
Puskesmas Kelurahan Kebon
Sirih Periode Januari April
2017
6 Cakupan Peserta KB Aktif di 73% 80% 0,305 7,3 1
Puskesmas Kelurahan
Gondangdia Periode Januari
April 2017
7 Cakupan Peserta Pil dengan 7,4% 20% 0,305 12,9 2
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
8 Cakupan Peserta Suntik 72,06% 20% 0,305 52,3 6
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
9 Cakupan Peserta IUD dengan 15,1% 20% 0,305 5,2 1
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
10 Cakupan Peserta Implan 2,2% 20% 0,305 18,1 2
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
11 Cakupan Peserta MOW 1,6% 20% 0,305 18,7 2
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
12 Cakupan Peserta MOP 0,08% 20% 0,305 20,2 2
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
13 Cakupan Peserta Kondom 3,1% 20% 0,305 17,2 2
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
14 Cakupan Peserta KB Baru di 0,4% 20% 0,305 19,9 2
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
15 Cakupan Peserta Pil dengan 6,38% 20% 0,305 13,9 2
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
16 Cakupan Peserta Suntik 42% 20% 0,305 22,3 3
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
17 Cakupan Peserta IUD dengan 25% 20% 0,305 5,3 1
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
18 Cakupan Peserta Implan 8,5% 20% 0,305 11,8 2
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
19 Cakupan Peserta MOW 4,2% 20% 0,305 16,1 2
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
20 Cakupan Peserta Kondom 4,2% 20% 0,305 16,1 2
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
21 Cakupan Peserta MOP 0% 20% 0,305 20,3 3
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
22 Cakupan Peserta KB Pasca 0,21% 20% 0,305 20 2
Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
23 Cakupan Peserta Kondom 0,1% 20% 0,305 20,2 3
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
24 Cakupan Peserta Pil dengan 0% 20% 0,305 20 2
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
25 Cakupan Peserta Suntik 0,31% 20% 0,305 19,9 2
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
26 Cakupan Peserta IUD dengan 0,9% 20% 0,305 19,4 2
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
27 Cakupan Peserta Implan 0,02% 20% 0,305 20,2 3
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
28 Cakupan Peserta MOW 0,2% 20% 0,305 20,1 3
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
29 Cakupan Peserta MOP 0% 20% 0,305 20 2
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
30 Cakupan Peserta KB Lama di 5,17% 20% 0,305 15,1 2
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
31 Cakupan Peserta Drop Out di 0,025% 0% 0,305 0,33 1
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017

2.1.2.4.2 Greatest Member


Kriteria ini digunakan untuk menilai seberapa
banyak penduduk yang terkena masalah kesehatan tersebut.
Untuk masalah kesehatan yang berupa penyakit, maka
parameter yang digunakan adalah prevalence rate.
Sedangkan untuk masalah lain, maka greetes member
ditentukan dengan cara melihat selisih antara pencapaian
suatu kegiatan pada sebuah program kesehatan dengan target
yang telah ditetapkan.

Range (%) Nilai

0-10 1

10,1-20 2

20,1-30 3

30,1-40 4

40,1-50 5

50,1-60 6

Tabel 2.2 Skoring Greatest Member terhadap Program KB di Wilayah


Puskesmas se-Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
NO DAFTAR MASALAH CAKUPAN TARGET SELISIH SKOR
(%)

1 Cakupan Peserta KB Aktif di 75,5% 80% 4,5 1


Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
2 Cakupan Peserta KB Aktif di 71,3% 80% 8,7 1
Puskesmas Kelurahan
Menteng Periode Januari
April 2017

3 Cakupan Peserta KB Aktif di 44% 80% 36 4


Puskesmas Kelurahan Cikini
Periode Januari April 2017

4 Cakupan Peserta KB Aktif di 109% 80% 29 3


Puskesmas Kelurahan
Pegangsaan Periode Januari
April 2017
5 Cakupan Peserta KB Aktif di 81% 80% 1 1
Puskesmas Kelurahan Kebon
Sirih Periode Januari April
2017
6 Cakupan Peserta KB Aktif di 73% 80% 7 1
Puskesmas Kelurahan
Gondangdia Periode Januari
April 2017
7 Cakupan Peserta Pil dengan 7,4% 20% 12,6 2
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
8 Cakupan Peserta Suntik 72,06% 20% 52,06 6
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
9 Cakupan Peserta IUD dengan 15,1% 20% 4,9 1
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
10 Cakupan Peserta Implan 2,2% 20% 2.4 1
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
11 Cakupan Peserta MOW 1,6% 20% 18,4 2
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
12 Cakupan Peserta MOP 0,08% 20% 19,92 2
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
13 Cakupan Peserta Kondom 3,1% 20% 16,9 2
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
14 Cakupan Peserta KB Baru di 0,4% 20% 19,6 2
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
15 Cakupan Peserta Pil dengan 6,38% 20% 13,62 2
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
16 Cakupan Peserta Suntik 42% 20% 22 3
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
17 Cakupan Peserta IUD dengan 25% 20% 5 1
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
18 Cakupan Peserta Implan 8,5% 20% 11,5 2
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
19 Cakupan Peserta MOW 4,2% 20% 15,8 2
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
20 Cakupan Peserta Kondom 4,2% 20% 15,8 2
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
21 Cakupan Peserta MOP 0% 20% 20 2
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
22 Cakupan Peserta KB Pasca 0,21% 20% 19,79 2
Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
23 Cakupan Peserta Kondom 0,1% 20% 19,9 2
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
24 Cakupan Peserta Pil dengan 0% 20% 20 2
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
25 Cakupan Peserta Suntik 0,31% 20% 19,69 2
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
26 Cakupan Peserta IUD dengan 0,9% 20% 19,1 2
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
27 Cakupan Peserta Implan 0,02% 20% 19,98 2
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
28 Cakupan Peserta MOW 0,2% 20% 19,8 2
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
29 Cakupan Peserta MOP 0% 20% 20 2
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
30 Cakupan Peserta KB Lama di 5,17% 20% 14,83 2
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
31 Cakupan Peserta Drop Out di 0,025% 0% 0,025 1
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017

2.1.2.4.3 Expanding Scope


Expanding Scope menunjukkan seberapa luas
pengaruh suatu permasalahan terhadap sektor lain di luar
sektor kesehatan. Dinilai melalui azas keterpaduan
puskesmas, yaitu melalui lintas sektor. Adanya keterpaduan
lintas sektor diberikan nilai 2, karena masalah pada suatu
program memungkinkan untuk menimbulkan masalah pada
banyak sektor lainnya yang berhubungan langsung,
sedangkan yang tidak ada kaitan dengan sektor lain diberikan
nilai 1.

Tabel 2.3 Penentuan Nilai Expanding Scope Berdasarkan Keterpaduan


Lintas Sektoral dan Program Periode Januari April 2017

KETERPADUAN LINTAS PROGRAM NILAI

Tidak ada keterpaduan lintas program 0


Ada keterpaduan lintas program 1

Tabel 2.4 Penentuan Nilai Expanding Scope Berdasarkan Keterpaduan Lintas


Program Periode Januari April 2017

KETERPADUAN LINTAS SEKTORAL NILAI

Tidak ada keterpaduan lintas sektoral 0


Ada keterpaduan dengan 1 lintas sektoral 1

Ada keterpaduan dengan 2 lintas sektoral 2

Ada keterpaduan dengan >2 lintas sektoral 3

Tabel 2.5 Penentuan Nilai Expanding Scope Berdasarkan Luas Wilayah

Luas Wilayah NILAI

<2 Ha 1

>2 Ha 2

Tabel 2.6 Skoring Expanding Scope terhadap Program KB di Wilayah


Puskesmas se-Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
NO DAFTAR MASALAH Luas Lintas Lintas SKOR
Wilayah Program Sektor

1 Cakupan Peserta KB Aktif di 2 1 3 6


Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
2 Cakupan Peserta KB Aktif di 2 1 2 5
Puskesmas Kelurahan Menteng
Periode Januari April 2017
3 Cakupan Peserta KB Aktif di 2 1 1 4
Puskesmas Kelurahan Cikini
Periode Januari April 2017

4 Cakupan Peserta KB Aktif di 2 1 3 6


Puskesmas Kelurahan Pegangsaan
Periode Januari April 2017

5 Cakupan Peserta KB Aktif di 2 1 1 4


Puskesmas Kelurahan Kebon
Sirih Periode Januari April 2017

6 Cakupan Peserta KB Aktif di 2 1 1 4


Puskesmas Kelurahan
Gondangdia Periode Januari
April 2017
7 Cakupan Peserta Pil dengan KB 2 1 2 5
Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April
2017
8 Cakupan Peserta Suntik dengan 2 1 3 6
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017

9 Cakupan Peserta IUD dengan KB 2 1 2 5


Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April
2017
10 Cakupan Peserta Implan dengan 2 1 1 4
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
11 Cakupan Peserta MOW dengan 2 1 1 4
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
12 Cakupan Peserta MOP dengan 2 1 1 4
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
13 Cakupan Peserta Kondom dengan 2 1 1 4
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
14 Cakupan Peserta KB Baru di 2 1 2 5
Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017

15 Cakupan Peserta Pil dengan KB 2 1 2 5


Baru di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April
2017
16 Cakupan Peserta Suntik dengan 2 1 2 5
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
17 Cakupan Peserta IUD dengan KB 2 1 2 5
Baru di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April
2017
18 Cakupan Peserta Implan dengan 2 1 1 4
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
19 Cakupan Peserta MOW dengan 2 1 1 4
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
20 Cakupan Peserta Kondom dengan 2 1 1 4
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
21 Cakupan Peserta MOP dengan KB 2 1 1 4
Baru di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April
2017
22 Cakupan Peserta KB Pasca 2 1 1 4
Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
23 Cakupan Peserta Kondom dengan 2 1 1 4
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
24 Cakupan Peserta Pil dengan KB 2 1 1 4
Pasca Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
25 Cakupan Peserta Suntik dengan 2 1 1 4
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
26 Cakupan Peserta IUD dengan KB 2 1 1 4
Pasca Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
27 Cakupan Peserta Implan dengan 2 1 1 4
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
28 Cakupan Peserta MOW dengan 2 1 1 4
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
29 Cakupan Peserta MOP dengan KB 2 1 1 4
Pasca Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode
Januari April 2017
30 Cakupan Peserta KB Lama di 2 1 1 4
Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
31 Cakupan Peserta Drop Out di 2 1 1 4
Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017

2.1.2.4.4 Feasibility
Feasibility menunjukkan sejauh mana kemungkinan
program kerja yang terdapat di puskesmas dapat atau tidak
dilaksanakan. Untuk menilai hal tersebut digunakan sistem
scoring dilihat dari ketersediaan sumber daya manusia,
program kerja, material, serta transportasi yang efektif serta
efisien untuk mengatasi masalah tersebut.
Adapun parameter yang digunakan untuk menilai
apakah suatu masalah dapat diselesaikan meliputi :
1. Rasio tenaga kerja puskesmas terhadap jumlah penduduk
(Sumber Daya Manusia/ SDM). Semakin banyak jumlah
tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk, maka
kemungkinan suatu permasalahan terselesaikan akan
semakin besar. Oleh karena itu, dilakukan perhitungan
ratio tenaga kesehatan di setiap Puskesmas kelurahan
terhadap jumlah penduduk yang menjadi sasaran program
kesehatan dimasing-masing wilayah puskesmas.
2. Ketersediaan fasilitas (material), fasilitas juga merupakan
hal yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu kegiatan
dan menyelesaikan suatu masalah dan cakupan kegiatan
tersebut. Namun, fasilitas yang dibutuhkan oleh setiap
kegiatan berbeda-beda. Oleh karena itu, dibuatkan
kategori untuk fasilitas yang dibutuhkan oleh kegiatan-
kegiatan tersebut. Kategori fasilitas digolongkan menjadi
dua yaitu ketersediaan tempat dan alat. Penilaian
berdasarkan ada atau tidak ada. Digolongkan ada bila dari
kegiatan pelaksanaan program tidak ada masalah, yaitu
selalu tersedia dan diberi nilai dua. Digolongkan tidak ada
bila tidak tersedia dan diberi nilai satu.

Tabel 2.7 Penentuan Nilai Feasibility Berdasarkan Ketersediaan Tenaga


Kerja
Ketersediaan Tenaga Kerja Score

Ada dan cukup 3


Ada tetapi kurang 2
Tidak ada 1

Tabel 2.8 Penentuan Nilai Feasibility Berdasarkan Ketersediaan


Alat/Obat

Kategori Ketersediaan Nilai

Alat/Obat Tersedia 2
Tidak Tersedia 1

Tabel 2.9 Skoring Feasibility terhadap Program KB di Wilayah Puskesmas


se-Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
NO DAFTAR MASALAH Fasilitas Alat Tenaga SKOR
/ Obat Kerja
Puskesmas
1 Cakupan Peserta KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
2 Cakupan Peserta KB Aktif di
Puskesmas Kelurahan
2 3 5
Menteng Periode Januari
April 2017
3 Cakupan Peserta KB Aktif di
Puskesmas Kelurahan Cikini 1 2 3
Periode Januari April 2017

4 Cakupan Peserta KB Aktif di


Puskesmas Kelurahan
2 3 5
Pegangsaan Periode Januari
April 2017
5 Cakupan Peserta KB Aktif di
Puskesmas Kelurahan Kebon
2 2 4
Sirih Periode Januari April
2017
6 Cakupan Peserta KB Aktif di
Puskesmas Kelurahan
2 2 4
Gondangdia Periode Januari
April 2017
7 Cakupan Peserta Pil dengan
KB Aktif di Puskesmas
2 2 4
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
8 Cakupan Peserta Suntik
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
9 Cakupan Peserta IUD dengan
KB Aktif di Puskesmas
2 2 4
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
10 Cakupan Peserta Implan
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
11 Cakupan Peserta MOW
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 1 2 3
Menteng Periode Januari
April 2017
12 Cakupan Peserta MOP
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 1 2 3
Menteng Periode Januari
April 2017
13 Cakupan Peserta Kondom
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
14 Cakupan Peserta KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
15 Cakupan Peserta Pil dengan
KB Baru di Puskesmas
2 2 4
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
16 Cakupan Peserta Suntik
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
17 Cakupan Peserta IUD dengan
KB Baru di Puskesmas 2 2 4
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
18 Cakupan Peserta Implan
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
19 Cakupan Peserta MOW
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 1 2 3
Menteng Periode Januari
April 2017
20 Cakupan Peserta Kondom
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
21 Cakupan Peserta MOP
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 1 2 3
Menteng Periode Januari
April 2017
22 Cakupan Peserta KB Pasca
Persalinan di Puskesmas
2 2 4
Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
23 Cakupan Peserta Kondom
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
24 Cakupan Peserta Pil dengan
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
25 Cakupan Peserta Suntik
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
26 Cakupan Peserta IUD dengan
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
27 Cakupan Peserta Implan
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
28 Cakupan Peserta MOW
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 1 2 3
Menteng Periode Januari
April 2017
29 Cakupan Peserta MOP
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 1 2 3
Menteng Periode Januari
April 2017
30 Cakupan Peserta KB Lama di
Puskesmas Sekecamatan
2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017
31 Cakupan Peserta Drop Out di
Puskesmas Sekecamatan
2 2 4
Menteng Periode Januari
April 2017

2.1.2.4.5 Policy
Untuk dapat diselesaikan, aspek lain yang harus
dipertimbangkan dari suatu masalah kesehatan adalah apakah
pemerintah memiliki concern terhadap masalah tersebut.
Parameter yang digunakan untuk menilai seberapa concern
pemerintah adalah kebijakan pemerintah yang concern
terhadap permasalahan tersebut, serta apakah masalah
tersebut terpublikasi di berbagai media. Parameter tersebut
diberikan nilai berdasarkan parameter yang dapat
memberikan informasi yang paling dapat dipahami
masyarakat serta pendekatan secara personal dengan individu
mengenai kegiatan KB. Kebijakan pemerintah diberikan nilai
terendah dikarenakan proses sosialisasi bergantung pada
sektor-sektor lain agar dapat sampai ke masyarakat. Program
khusus KB diberi nilai tertinggi dikarenakan pendekatan
terhadap anggota masyarakat sudah berjalan langsung
sebagai usaha eradikasi dan eliminasi penyakit yang
ditekankan oleh pihak pemerintahan.
Dalam menilai aspek kebijakan pemerintah,
penilaian mengacu kepada :
1. Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta nomor
212 tahun 2016.
2. Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2013 tentang RPJMD
Provinsi DKI Jakarta tahun 2013-2017.
3. Peraturan Daerah provinsi DKI Jakarta Nomor 12 tahun
2014 Organisasi Perangkat Daerah.
4. Peraturan Gubernur Nomor 186 tahun 2012 tentang
Program Ketahanan Keluarga.
5. Peraturan Gubernur Nomor 31 tahun 2013 tentang
penyelenggaraan kesehatan reproduksi.
6. Peraturan Gubernur Nomor 47 tahun 2014 tentang
Perubahan atas peraturan Gubernur Nomor 162 tahun
2010 tentang Pelayanan Keluarga Berencana di Provinsi
DKI Jakarta.
7. Peraturan Gubernur Nomor 227 tahun 2014 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan perempuan dan Keluarga Berencana.

Tabel 2.10 Penentuan Nilai Policy


Parameter Score
Penyuluhan :
Ada 2
Tidak Ada 1
Media (Cetak dan/atau Elektronik)
Elektronik dan Cetak 2
Elektronik atau Cetak 1
Kebijakan Pemerintah (Nasional dan/atau Daerah)
Dua atau lebih Kebijakan 2
Satu Kebijakan 1

Tabel 2.11 Skoring Policy terhadap Program KB di Wilayah Puskesmas


Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017
NO DAFTAR MASALAH Penyuluhan Media Kebijakan Nilai

1 Cakupan Peserta KB Aktif di 2 1 2 5


Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari
April 2017
2 Cakupan Peserta KB Aktif di
Puskesmas Kelurahan
Menteng Periode Januari 2 2 2 6
April 2017
3 Cakupan Peserta KB Aktif di
Puskesmas Kelurahan Cikini 2 1 2 5
Periode Januari April 2017

4 Cakupan Peserta KB Aktif di


Puskesmas Kelurahan
2 2 2 6
Pegangsaan Periode Januari
April 2017
5 Cakupan Peserta KB Aktif di
Puskesmas Kelurahan Kebon
Sirih Periode Januari April 2 1 2 5
2017
6 Cakupan Peserta KB Aktif di
Puskesmas Kelurahan
Gondangdia Periode Januari 2 1 2 5
April 2017
7 Cakupan Peserta Pil dengan
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng 2 1 2 5
Periode Januari April 2017
8 Cakupan Peserta Suntik
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
9 Cakupan Peserta IUD dengan
KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng 2 1 2 5
Periode Januari April 2017
10 Cakupan Peserta Implan
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
11 Cakupan Peserta MOW
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
12 Cakupan Peserta MOP
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
13 Cakupan Peserta Kondom
dengan KB Aktif di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
14 Cakupan Peserta KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari 2 1 2 5
April 2017
15 Cakupan Peserta Pil dengan
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng 2 1 2 5
Periode Januari April 2017
16 Cakupan Peserta Suntik
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
17 Cakupan Peserta IUD dengan
KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng 2 1 2 5
Periode Januari April 2017
18 Cakupan Peserta Implan
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 2 2 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
19 Cakupan Peserta MOW
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
20 Cakupan Peserta Kondom
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
21 Cakupan Peserta MOP
dengan KB Baru di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
22 Cakupan Peserta KB Pasca
Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng 2 1 2 5
Periode Januari April 2017
23 Cakupan Peserta Kondom
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
24 Cakupan Peserta Pil dengan
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
25 Cakupan Peserta Suntik
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
26 Cakupan Peserta IUD dengan
KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
27 Cakupan Peserta Implan
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
28 Cakupan Peserta MOW
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
29 Cakupan Peserta MOP
dengan KB Pasca Persalinan
di Puskesmas Sekecamatan 2 1 2 5
Menteng Periode Januari
April 2017
30 Cakupan Peserta KB Lama di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari 2 1 2 5
April 2017
31 Cakupan Peserta Drop Out di
Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari 2 1 2 5
April 2017
2.1.3 Penetapan Prioritas Masalah
Dari kelima aspek tersebut di atas, hasil nilai kemudian dikalikan
dengan bobot sehingga didapatkan bobot nilai. Hasil perhitungan skor bobot
nilai adalah sebagai berikut :
Tabel 2.12. Penentuan Prioritas Masalah Menurut Metode MCUA di Wilayah Puskesmas se-Kecamatan Menteng
Periode Januari April 2017
MS-1 MS-2 MS-3 MS-4 MS-5
No Parameter Bobot
N BN N BN N BN N BN N BN
1 Emergency 5 1 5 1 5 4 20 3 15 1 5
2 Greatest Member 4 1 4 1 4 4 16 3 12 1 4
3 Expanding Scope 3 6 18 5 18 4 12 6 18 4 18
4 Feasibility 2 4 8 5 10 3 6 5 10 4 8
5 Policy 1 5 5 6 6 5 5 6 6 5 5
Jumlah 40 43 59 61 40

MS-6 MS-7 MS-8 MS-9 MS-10


No Parameter Bobot
N BN N BN N BN N BN N BN
1 Emergency 5 1 5 2 10 6 30 1 5 2 10
2 Greatest Member 4 1 4 2 8 6 24 1 4 2 8
3 Expanding Scope 3 4 12 5 15 6 18 5 15 4 12
4 Feasibility 2 4 8 4 8 4 8 4 8 4 8
5 Policy 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Jumlah 34 46 85 37 43

MS-11 MS-12 MS-13 MS-14 MS-15


No Parameter Bobot
N BN N BN N BN N BN N BN
1 Emergency 5 2 10 2 10 2 10 2 10 2 10
2 Greatest Member 4 2 8 2 8 2 8 2 8 1 4
3 Expanding Scope 3 4 12 4 12 4 12 5 15 5 15
4 Feasibility 2 3 6 3 6 4 8 4 8 4 8
5 Policy 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Jumlah 41 41 43 46 42
MS-16 MS-17 MS-18 MS-19 MS-20
No Parameter Bobot
N BN N BN N BN N BN N BN
1 Emergency 5 3 15 1 5 2 10 2 10 2 10
2 Greatest Member 4 3 12 1 4 2 8 2 8 2 8
3 Expanding Scope 3 5 15 5 15 4 12 4 12 4 12
4 Feasibility 2 4 8 4 8 4 8 3 6 4 8
5 Policy 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Jumlah 55 37 43 41 43

No Parameter Bobot MS-21 MS-22 MS-23 MS-24 MS-25


No Parameter Bobot NMS-26 BN NMS-27 BN NMS-28BN NMS-29 BN NMS-30 BN
1 Emergency 5 N
3 BN
15 N
2 BN
10 N
3 BN
15 N
2 BN
10 N
2 BN
10
1 Emergency 5 2 10 3 15 3 15 2 10 2 10
2 Greatest Member 4 1 4 2 4 1 4 1 4 1 4
23 Expanding
Greatest Member
Scope 43 14 12
4 14 12
4 4
1 12
4 14 12
4 14 12
4
34 Feasibility Scope
Expanding 32 43 12
6 4 12
8 4 12
8 4 12
8 4 12
8
45 Policy
Feasibility 21 45 85 45 85 5
3 65 35 65 45 85
5
JumlahPolicy 1 5 425 5 395 5 445 5 395 5 395
Jumlah 39 39 42 37 39

MS-31
No Parameter Bobot
N BN
1 Emergency 5 1 5
2 Greatest Member 4 1 4
3 Expanding Scope 3 4 12
4 Feasibility 2 4 8
5 Policy 1 5 5
Jumlah 34
N : Nilai BN : Bobot Nilai
Keterangan :
MS-1 Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 75,5%
MS-2 Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Menteng Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 71, 3 %
MS-3 Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Cikini Periode
Januari April 2017 adalah sebesar 44 %
MS-4 Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Pegangsaan
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 109 %
MS-5 Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Kebon Sirih
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 81 %
MS-6 Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan Gondangdia
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 73 %
MS-7 Cakupan Peserta Pil dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 7,4 %
MS-8 Cakupan Peserta Suntik dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 72,6%
MS-9 Cakupan Peserta IUD dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 15,1 %
MS-10 Cakupan Peserta Implan dengan KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 2,2 %
MS-11 Cakupan Peserta MOW dengan KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 1,6 %
MS-12 Cakupan Peserta MOP dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0.08 %
MS-13 Cakupan Peserta Kondom dengan KB Aktif di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 3,1 %
MS-14 Cakupan Peserta KB Baru di Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,4 %
MS-15 Cakupan Peserta Pil dengan KB Baru di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 6,38%
MS-16 Cakupan Peserta Suntik dengan KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 42%
MS-17 Cakupan Peserta IUD dengan KB Baru di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 25%
MS-18 Cakupan Peserta Implan dengan KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 8,5%
MS-19 Cakupan Peserta MOW dengan KB Baru di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 4,2%
MS-20 Cakupan Peserta Kondom dengan KB Baru di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 4,2%
MS-21 Cakupan Peserta MOP dengan KB Baru di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0%
MS-22 Cakupan Peserta KB Pasca Persalinan di Puskesmas Sekecamatan
Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,21%
MS-23 Cakupan Peserta Kondom dengan KB Pasca Persalinan di
Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah
sebesar 0,1%
MS-24 Cakupan Peserta Pil dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0%
MS-25 Cakupan Peserta Suntik dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,31%
MS-26 Cakupan Peserta IUD dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,9%
MS-27Cakupan Peserta Implan dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,02%
MS-28Cakupan Peserta MOW dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,2%
MS-29 Cakupan Peserta MOP dengan KB Pasca Persalinan di Puskesmas
Sekecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0%
MS-30 Cakupan Peserta KB Lama di Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 5,17 %
MS-31 Cakupan Peserta Drop Out di Puskesmas Sekecamatan Menteng
Periode Januari April 2017 adalah sebesar 0,025%.

2.2 Menentukan Penyebab Masalah


Setelah dilakukan penetapan prioritas terhadap masalah yang ada,
selanjutnya ditentukan kemungkinan penyebab masalah untuk mendapatkan
penyelesaian yang ada terlebih dahulu. Pada tahap telah dicoba mencari apa
yang menjadi akar permasalahan dari setiap masalah yang merupakan
prioritas. Pada tahap ini digunakan diagram sebab akibat yang disebut juga
diagram tulang ikan (fishbone diagram/ishikawa). Dengan memanfaatkan
pengetahuan dan dibantu dengan data yang tersedia dapat disusun berbagai
penyebab masalah secara teoritis.
Penyebab masalah dapat timbul dari bagian input maupun proses.
Input, yaitu sumber daya atau masukan oleh suatu sistem. Sumber daya
sistem adalah :
1. Man : jumlah staf/petugas, keterampilan, pengetahuan, dan motivasi
kerja
2. Money : jumlah dana tersedia
3. Material : jumlah peralatan medis dan jenis obat
4. Method : cara penggunaan obat

Proses adalah kegiatan sistem. Melalui proses, input akan diubah


menjadi output. Tahapan proses terdiri dari :

1. Planning (perencanaan) : Sebuah proses yang dimulai dengan


merumuskan tujuan organisasi, sampai dengan menetapkan alternatif
kegiatan unuk mencapainya.
2. Organizing (pengorganisasian) : Rangkaian kegiatan manajemen untuk
menghimpun semua sumber daya (potensi) yang dimiliki organisasi dan
memanfaatkannya secara efisien untuk mencapai tujuan organisasi.

3. Actuating (pelaksana): proses bimbingan kepada staf agar mereka


mampu bekerja secara optimal menjalankan tugas-tugas pokoknya sesuai
dengan keterampilan yang telah dimiliki dan dukungan sumber daya
yang tersedia.

4. Controlling (monitoring): proses untuk mengamati secara terus menerus


pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun
dan mengadakan koreksi jika terjadi penyimpangan.

Pada tahapan proses, input selanjutnya akan diubah menjadi output.


Adapun tahapan proses tersebut terjadi dalam suatu lingkungan
(environment), sehingga keadaan lingkungan pun dapat mempengaruhi
suatu sistem.
Masalah prioritas untuk program KB di wilayah Kecamatan
Pademangan yang akan ditetapkan penyebab masalah dengan menggunakan
diagram fishbone adalah sebagai berikut :
1. MS-4 Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan
Pegangsaan Periode Januari April 2017 adalah sebesar 109 %
2. MS-8: Cakupan Peserta Suntik dengan KB Aktif di Puskesmas
Kecamatan Menteng Periode Januari April 2017 adalah sebesar
72,6%

Pada tahap ini adalah menentukan penyebab masalah yang


dominan. Dari lima belas prioritas masalah yang mungkin dengan
menggunakan metode Ishikawa atau lebih dikenal dengan fishbone (diagram
tulang ikan), yang telah dikonfirmasi dengan data menjadi akar penyebab
masalah (yang terdapat pada kotak). Dari akar penyebab masalah tersebut,
dapat dicari akar penyebab masalah yang paling dominan. Penyebab
masalah yang paling dominan adalah penyebab masalah yang apabila
diselesaikan, maka secara otomatis sebagian besar masalah-masalah yang
lainnya dapat dipecahkan. Penentuan akar penyebab masalah yang paling
dominan dengan cara diskusi, argumentasi, justifikasi dan pemahaman
program yang cukup. Di bawah ini adalah penyebab masalah yang dominan
dalam program KB pada puskesmas di wilayah Puskesmas Kecamatan
Menteng.
Method Material Money Man

Adanya pencatatan data


yang keliru

Tugas yang diemban


Kekeliruan saat terlalu banyak
pencatatan data

Masih digunakannya cara Tidak ada masalah Tidak ada masalah Jumlah tugas di program Cakupan Peserta KB
manual saat pencatatan KB dengan staf yang ada Aktif di Puskesmas
data tidak sesuai
Kelurahan
Pegangsaan Periode
Januari-April adalah
Banyaknya yang Banyaknya Kegiatan Terbatasnya staf Terbatasnya Kurangnya sebesar 109% diatas
memprioritaskan ekonomi yang menjadi program yang memahami pelatihan
dibandingkan mempunyai Puskesmas
staf yang target yaitu 80%
program KB menangani mengenai
keturunan
program kb perencanaan
program KB

Tidak adanya Kurangnya staf


Banyaknya PUS yang
peninjauan ulang dari yang ahli Manjamenen
menunda kehamilan
kepala puskesmas program KB yang Kurangnya staf
kurang maksimal yang memahami
program KB

Tingginya angka pemakaian Pengkajian


Sulitnya melakukan data belum
KB evaluasi pengawasan Kurang
maksimal
setiap pengguna KB terorganisirnya Perencanaan yang
Aktif program KB kurang tepat
sasaran

Environment Controlling Actuating Organizing Planning


Method Material Money Man

Minat
masyarakat yang
tinggi terhadap
penggunaan
metode suntik
Terbatasnya petugas
kesehatan puskesmas sebagai
pelayaan program kontrasepsi
Metode suntik yang
dinilai lebih praktis pil

Kurangnya pihak puskesmas melakukan


Kurangnya penyuluhan perekrutan tenaga medis khusus untuk
yang menarik tentang Tidak ada masalah Tidak ada masalah Cakupan Peserta
program kontrasepsi
macam-macam KB Suntik dengan KB
Aktif di Puskesmas
Sekecamatan
Menteng Periode
Terjangkaunya harga Jumlah staf yang Hanya beberapa Kegiatan menentukan Terbatasnya Januari April
KB Suntik tidak sesuai untuk staf yang target program KB staf yang 2017 adalah
menangani program menjalani hanya dilakukan 1
menangani sebesar 73,08%
ini pelatihan tentang tahun sekali
program KB
program KB

BPJS Sulitnya pengawasan Tidak adanya


mengcover KB komunikasi untuk Kurangnya komunikasi
terhadap setiap Kurangnya staf
Suntik menentukan target antar petugas perencanaan
akseptor KB suntik yang memahami
yang sesuai dengan dan petugas pelaksana
tentang program
KB pemakaian KB
Minat yang tinggi suntik yang sesuai
terhadap penggunaan Evaluasi para
pengguna KB Perencanaan utnuk
KB Suntik Pelaksanaan
suntik dengan penyediaan alat KB
program KB Kesenjangan yang
target yang belum yang berlebihan
yang melebihi jauh antara target dan
maksimal
target jumlah pemakai alat
suntik KB

Environment Controlling Actuating Organizing Planning


2.3 Menentukan Penyebab Masalah Yang Dominan
Pada tahap ini adalah menentukan penyebab masalah yang
dominan. Dari tiga puluh tiga prioritas masalah yang mungkin dengan
menggunakan metode Ishikawa atau lebih dikenal dengan fishbone (diagram
tulang ikan), yang telah dikonfirmasi dengan data menjadi akar penyebab
masalah (yang terdapat pada kotak). Dari akar penyebab masalah tersebut,
dapat dicari akar penyebab masalah yang paling dominan. Penyebab
masalah yang paling dominan adalah penyebab masalah yang apabila
diselesaikan, maka secara otomatis sebagian besar masalah-masalah yang
lainnya dapat dipecahkan. Penentuan akar penyebab masalah yang paling
dominan dengan cara diskusi, argumentasi, justifikasi dan pemahaman
program yang cukup. Di bawah ini adalah penyebab masalah yang dominan
dalam program KB pada puskesmas di wilayah Puskesmas Sekecamatan
Menteng.

2.3.1 MS-04 Cakupan Peserta KB Aktif di Puskesmas Kelurahan


Pegangsaan Periode Januari - April adalah sebesar 109% diatas target
yaitu 80%

Berdasarkan data yang ditemukan dari MS-04 Cakupan Peserta


Suntik dengan KB Baru di Puskesmas Kecamatan Menteng Periode Januari
- April 2017 adalah sebesar 109% diatas target dari 80%.
Hal demikian dapat terjadi karena beberapa hal, seperti :
Akar penyebab masalah yang ditemukan pada input adalah :
1. Jumlah tugas di program KB dengan staf yang ada tidak sesuai (Man)
2. Masih digunakannya cara manual saat pencatatan data (Method)

Akar penyebab masalah yang ditemukan pada proses adalah :


1. Kurangnya pelatihan mengenai perencanaan program KB (Planning)
2. Terbatasnya staf yang menangani program kb (Organizing)
3. Terbatasnya staf yang memahami program KB (Actuating)
4. Banyaknya Kegiatan yang menjadi program Puskesmas (Controlling)
Akar penyebab masalah yang ditemukan pada lingkungan adalah :
1. Banyaknya yang memprioritaskan ekonomi dibandingkan mempuyai
keturunan (Environment)

Dari sembilan akar penyebab masalah diatas, maka ditetapkan dua


akar penyebab masalah yang paling dominan, berdasarkan data, informasi,
observasi langsung juga pemahaman yang cukup. Kedua akar penyebab
masalah yang paling dominan tersebut adalah :
1. Terbatasnya staf yang menangani program KB (Organizing, Man,
Actuating)
2. Banyaknya kegiatan yang menjadi program Puskesmas (Controlling,
Man)

2.3.2 MS-08 Cakupan Peserta Suntik dengan KB Aktif di Puskesmas


Sekecamatan Menteng Periode Januari - April 2017 adalah sebesar
73,08% diatas target yaitu 20%

Berdasarkan data yang ditemukan dari MS-08 Cakupan Peserta


Suntik dengan KB Aktif di Puskesmas Sekecamatan Menteng Periode
Januari - April 2017 adalah sebesar 73,08% diatas target dari 20%.
Hal demikian dapat terjadi karena bebrapa hal, seperti :
Akar penyebab masalah yang ditemukan pada input adalah :
1. Kurangnya pihak puskesmas melakukan perekrutan tenaga medis khusus
untuk program kontrasepsi (Man)
2. Kurangnya penyuluhan yang menarik tentang macam-macam KB
(Method)

Akar penyebab masalah yang ditemukan pada proses adalah :


1. Terbatasnya staf yang menangani program KB (Planning)
2. Kegiatan menentukan target program KB hanya dilakukan 1 tahun sekali
(Organizing)
3. Hanya beberapa staf yang menjalani pelatihan tentang program KB
(Actuating)
4. Jumlah staf yang tidak sesuai untuk menangani program ini (Controlling)
Akar penyebab masalah yang ditemukan pada lingkungan adalah :
1. Terjangkaunya harga KB suntik (Environment)
Dari sembilan akar penyebab masalah di atas, maka ditetapkan dua
akar penyebab masalah yang paling dominan, berdasarkan data, informasi,
observasi langsung juga pemahaman yang cukup. Kedua akar penyebab
masalah yang paling dominan tersebut adalah :
1. Jumlah staf yang tidak sesuai untuk menangani program ini (Man,
Planning, Contolling)
2. Kurangnya penyuluhan yang menarik tentang macam-macam KB
(Method)