Anda di halaman 1dari 5

PROGRAM MANAJEMEN RISIKO FASILITAS

HOSPITAL DISASTER PLAN


RS PARU RESPIRA
RUMAH SAKIT PARU RESPIRA
YOGYAKARTA
2017

BAB I PENDAHULUAN

BAB II LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan tiga


lempeng tektonik lapis bumi, selain itu di Indonesia juga terdapat kurang lebih sekitar
130 gunung api yang sedang aktif dan terdapat lebih dari 5.000 sungai baik sungai
besar maupun kecil yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga Indonesia
rawan bencana. Indonesia rawan terhadapat bencana alam yang dipengaruhi oleh
kondisi geografis, iklim, maupun geologis, seperti adanya gempa bumi, tsunami,
tanah longsor, banjir bandang, dan lain-lain. Selain bencana dari alam terdapat pula
bencana akibat dari ulah manusia yang bisa dipengaruhi oleh adanya keragaman
sosial budaya masyarakat seperti adanya kecelakaan lalu lintas , pabrik dan
lain-lain.
Rumah Sakit Paru Respira merupakan bagian dari wilayah Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta, dimana wilayahnya yang dekat dengan pantai selatan dan
berada pada lempeng tektonik. Hal ini dapat mempunyai potensi akan terjadinya
bencana baik itu alam maupun ulah manusia seperti angin puting beliung,
tsunami, kebakaran, kecelakaan kerja dan lain sebagainya.

Hal ini menuntut peran Rumah Sakit terutama pada saat terjadinya bencana
dan sebagai ujung tombak dalam pelayanan medis pada saat bencana serta
sebagai mata rantai Sistem Penanggulan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Namun
pengalaman yang telah ada seringkali menunjukkan bahwa Rumah Sakit di
Indonesia belum atau bahkan tidak siap dalam menangani atau memberikan
pelayanan pada saat terjadinya bencana. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa
faktor yaitu ketidaksiapan sumber daya manusia, keterbatasan fasilitas,
keterbatasan peralatan dan lemahnya manajemen dalam menanggulangi bencana
membuat peran rumah sakit sebagai ujung tombak dalam pelayanan medis pada
saat bencana tidak bisa dilaksanakan dengan optimal bahkan bisa terjadi bencana
baru di rumah sakit.Hal ini didasari oleh karena belum adanya sebuah sistem yang
mengatur penanganan bencana di rumah sakit yang disepakati oleh semua pihak
yang terkait.
Oleh karena itu perlu disusun sebuah prosedur atau sistem manajemen
penanganan bencana di rumah sakit yang baik, tepat, cepat, berkesinambungan
sampai paripurna dan terintegrasi dengan semua pihak yang terkait yang
diwujudkan dalam pedoman penanganan/ Disaster Plan Rumah Sakit.

BAB III TUJUAN UTAMA DAN KHUSUS

1. Tujuan Umum

Tujuan umum disusunnya dokumen Hospital Disaster Plan ini


adalah agar Rumah Sakit memiliki pedoman atau sistem
manajemen dalam penanganan bencana di rumah sakit baik
bencana internal maupun eksternal.

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus disusunnya dokumen Hospital Disaster Plan


Rumah Sakit harus menyusun rencana yang meliputi:

a. Pengorganisasian penanggulangan bencana

b. Sistem komunikasi saat penanggulangan bencana

c. Sistem evakuasi dan transportasi saat penanggulangan bencana

d. Persiapan logistik, mobilisasi dan aktivasi SDM

e. Prosedur penanggulangan bencana

BAB IV KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


BAB V CARA MELAKUKAN KEGIATAN

BAB VI SASARAN KEGIATAN

BAB VII JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

BAB VIII EVALUASIPELAKSANAAN DAN PELAPORAN

BAB IX PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN