Anda di halaman 1dari 10

BIOTEKNOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Istilah bioteknologi pertama kali dikemukakan oleh Karl Ereky, seorang insinyur Hongaria
pada tahun 1917 untuk mendeskripsikan produksi babi dalam skala besar dengan
menggunakan bit gula sebagai sumber pakan. Pada perkembangannya sampai pada tahun
1970, bioteknologi selalu berasosiasi dengan rekayasa biokimia (biochemical engineering).
Definisi bioteknologi apabila dapat dilihat dari akar katanya berasal dari bio dan
teknologi, maka kalau digabung pengertiannya adalah penggunaan organisme atau sistem
hidup untuk memecahkan suatu masalah atau untuk menghasilkan produk yang berguna.
Pada tahun 1981, Federasi Bioteknologi Eropa mendefinisikan bioteknologi sebagai berikut,
bioteknologi adalah suatu aplikasi terpadu biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa kimia
dengan tujuan untuk mendapatkan aplikasi teknologi dengan kapasitas biakan mikroba, sel,
atau jaringan di bidang industri, kesehatan, dan pertanian.Definisi bioteknologi yang lebih
luas dinyatakan oleh Bull, et. al, (1982), yaitu penerapan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa
pengolahan bahan oleh agen biologi seperti mikroorganisme, sel tumbuhan, sel hewan,
manusia, dan enzim untuk menghasilkan barang dan jasa. Bioteknologi berasal dari dua kata,
yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan 'teknologi' yang berarti cara untuk memproduksi
barang atau jasa. Dari paduan dua kata tersebut European Federation of Biotechnology
(1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu
rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme
hidup, dan/atau analog molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa (Goenadi & Isroi,
2003).

1.2. Tujuan Tujuan mempelajari bioteknologi dan industri bagi seorang engineer adalah agar
mampu merekayasa suatu proses yang menggunakan energi bio (energi terbarukan) seperti
halnya dalam mengolah limbah, yang menggunakan bakteri-bakteri pereduksi dan relatif
lebih aman dibandingkan dengan menggunakan zat-zat kimia.

Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Bioteknologi Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan


rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan
manusia.Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah
aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain. Ciri
utama bioteknologi:
1. Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan
2. Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri
3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian

2.2.Perkembangan Bioteknologi Perkembangan bioteknologi dibagi menjadi empat, yaitu:


1. Era bioteknologi generasi pertama bioteknologi sederhana. Penggunaan mikroba masih
secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan. Contoh:
pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain.
2. Era bioteknologi generasi kedua. Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril. Contoh: a.
produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat b. pengolahan air limbah c. pembuatan kompos
3. Era bioteknologi generasi ketiga. Proses dalam kondisi steril. Contoh: produksi antibiotik
dan hormone
4. Era bioteknologi generasi baru ( bioteknologi baru ) Contoh: produksi insulin, interferon,
antibodi monoclonal

2.3.Bioteknologi Dalam Industri Pengembangan bioteknologi industri terutama ditujukan


untuk pengembangan proses lebih bersih, pengurangan biaya proses produksi dan penciptaan
produk baru. Prioritas program antara lain:
a. Pengembangan galur unggul yang potensial untuk industri, pengembangan metoda dan
teknik untuk meningkatkan produktivitas dalam peningkatan skala produksi.
b. Pengembangan rekayasa proses hilir untuk proses separasi dan pemurnian dalam industri
pengolahan
c. Pemeliharaan dan pengembangan kearifan lokal yang mempunyai nilai tambah;
d. Peningkatan industri manufaktur yang kompetitif yang mendukung bioproses

Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN


e. Pengembangan produk dan proses baru yang efisien yang dapat mengurangi biaya produksi
dan menurunkan tingkat percemaran
f. Pengembangan metoda untuk monitoring dan kontrol bioproses di industri.
g. Pengembangan biomaterial, biomimetik, biomembran, bioplastik dan lain lain.

Perkembangan biologi khususnya pada cabang zoologi, botani, taksonomi, biokimia,


mikrobiologi, dan bioteknologi, manusia telah berhasil menemukan berbagai bagian tubuh
tumbuhan atau hewan yang dapat diolah menjadi bahan baku industri. Berikut ini adalah
contoh-contoh pemanfaatan Bioteknologi pada bidang industri :
1. Ditemukannya kandungan gula yang cukup tinggi pada batang tebu, menyebabkan
berkembangnya pabrik pengolahan tebu menjadi gula.
2. Diketahuinya bahwa serabut biji kapas dan bulu domba dapat diolah menjadi benang, dan
kepompong ulat sutera dapat diolah menjadi benang sutera, maka berkembanglah industri
tekstil/kain, kain wol dan kain sutera.
3. Dengan berkembangnya mikrobiologi, telah diketahui berbagai struktur dan sifat-sifat dari
berbagai jenis mikroba/jasad renik, baik yang menguntungkan maupun yang bersifat patogen
(menyebabkan penyakit), maka berkembanglah industri obat-obatan, makanan/minuman
yang berkhasiat obat. Contoh dalam industri makanan adalah sebagai berikut; Setelah
diketemukannya jenis bakteri Lactobacillus yang sifat-sifatnya dapat bermanfaat bagi
manusia dan dapat dibuat menjadi yoghurt, maka berkembanglah industri pembuatan
yoghurt. Yoghurt ini dibuat dari susu yang difermentasikan dengan menggunakan bakteri
Lactobacillus, pada suhu 40 derajat celcius selama 2,5 jam sampai 3,5 jam. Contoh lainnya
pemanfaatan mikrobiologi dalam bidang industri makanan adalah pada industri kecap, tempe,
oncom, keju, roti, dan nata de coco, serta minuman anggur.
4. Dalam industri obat-obatan, telah diketahui sifat-sifat bakteri Escherichia coli yang
ternyata dapat dibuat/disintesis menjadi insulin; insulin ini sangat berguna bagi penderita
penyakit Diabetes Melitus pada manusia.
5. Contoh perkembangan mikrobiologi dalam industri obat-obatan lainnya adalah pada
industri pembuatan antibiotik dan vaksin.

Macam-macam antibiotik yang sudah berhasil dibuat antara lain adalah: Penisilin (dibuat dari
jamur Penicillium), Sefalosporin (dihasilkan oleh jamur Cephalosporium), dan Tetrasiklin
(dihasilkan oleh jamur Streptomycin). peranan bioteknologi dalam bidang industry, beberapa
di antaranya adalah sebagai berikut : 1. Asam Sitrat mikroba : Aspergillus niger bahan : tetes
Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN
gula dan sirup Fs. Asam Sitrat : pemberi citarasa, pengemulsi susu, dan antioksidan.
Umumnya asam ini banyak terdapat pada jeruk.
2. Vitamin - B1 oleh Assbya gossipii - B12 oleh Propionibacterium dan Pseudomonas
3. Enzim a. Amilase digunakan dalam produksi sirup, kanji, glukosa. Glukosa isomerase :
mengubah amilum menjadi fruktosa. Fruktosa digunakan sebagai pemanis makanan
menggantikan sukrosa. mikroba: Aspergillus niger ............Aspergillus oryzae ............Bacillus
subtilis b. Protease - digunakan antara lain dalam produksi roti, bir - protease proteolitik
berfungsi sebagai pelunak daging dan ..campuran deterjen untuk menghilangkan noda protein
mikroba: Aspergillus oryzae ............Bacillus subtilis c. Lipase Antara lain dalam produksi
susu dan keju untak meningkatkan cita rasa. mikroba: Aspergillus niger ........... Rhizopus
spp d. Asam Amino - asam glutamat bahan utama MSG (Monosodium Glutamat) - Lisin
asam amino esensial, dibutuhkan dalam jumlah besar ..oleh ternak. Keduanya oleh
Corynobacterium glutamicum

2.4.Biotegnologi dalam produksi pangan Proses fermentasi dari suatu organisme dapat
mengubah suatu makanan dan minuman. Proses fermentasi merupakan perubahan enzimatik
secara anaerob dari suatu senyawa organik dan menjadi produk organik yang lebih sederhana.
Hal tersebut disebabkan mikroorganisme dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dan juga massa
mikroba minimal mengandung 40% protein dan memiliki kandungan vitamin dan mineral
yang tinggi. Beberapa jenis mikroorganisme dalam produk makanan dan minuman adalah
sebagai berikut.
1. Pembuatan Tape Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung
alkohol.Makanan ini dibuat dari beras ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis
fibuligera, Rhizopus oryzae, ataupun Saccharomyces cereviceae sebagai ragi. Ragi tersebut
tersusun oleh tepung beras, air tebu, bawang merah dan putih, kayu manis. Sebelum membuat
tape perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas yang bagus, warnanya menarik, rasanya
manis dan strukturnya lembut dengan menggunakan cara antara lain: a. bahan dasar singkong
atau beras ketan memiliki kualitas baik; b. memperhitungkan macam dan banyak ragi yang
digunakan; c. memilih cara pemasakan bahan dasar (ditanak atau direbus); d. memilih cara
menyimpan tape (dengan plastik atau daun); e memperhatikan keadaan lingkungan pada saat
menyimpannya. Adakalanya pembuatan tape ketan dilanjutkan yang akhirnya akan
menghasilan brem,baik untuk diminum atau untuk kue.
2. Pembuatan Tempe Tempe adalah makanan yang populer di negara kita. Meskipun

Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN


merupakan makanan yang sederhana, tetapi tempe mempunyai atau mengandung sumber
protein nabati yang cukup tinggi. Tempe terbuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus
sp. Jamur ini akan mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi
protein sederhana yang mudah dicerna karena adanya perubahan-perubahankimia pada
protein, lemak, dan karbohidrat. Selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe, akan
dihasilkan antibiotika yang akan mencegah penyakit perut seperti diare.
3. Pembuatan Oncom Oncom merupakan makanan yang dikenal di kawasan Jawa
Barat.Oncom terbuat dari ampas tahu, yaitu ampas kedelai dengan bantuan jamur Neurospora
sitophila. Jamur ini dapat menghasilkan zat warna merah atau oranye yang merupakan
pewarna alami. Neurospora dapat mengeluarkan enzim amilase, lipase protease yang aktif
selama proses fermentasi. Selain itu, juga dapat menguraikan bahan-bahan dinding sel ampas
kacang kedelai, singkong, atau kelapa.Fermentasi ini juga menyebabkan terbentuknya sedikit
alkohol dan berbagai ester yang beraroma sedap.
4. Pembuatan Kecap Kecap terbuat dari kacang kedelai berwarna hitam.Untuk mempercepat
fermentasi biasanya dicampurkan sumber karbohidrat atau energi yang berbentuk tepung
beras atau nasi, sedangkan warna larutan kecap yang terjadi, tergantung pada waktu.
Perendaman kedelai dilakukan dalam larutan garam, maka pembuatan kecap dinamakan
fermentasi garam. Fermentasi pada proses pembuatan kecap dengan menggunakan jasmur
Aspergillus wentii dan Rhizopus sp. Coba Anda perhatikan beberapa kecap di pasaran, ada
yang kental, ada pula yang encer. Kecap yang kental karena banyak ditambahkan gula merah,
gula aren, atau gula kelapa, sedangkan kecap yang encer dikarenakan mengandung lebih
banyak garam.Ada juga kecap ikan, kecap udang, dan sebagainya. Itu bisa dilakukan karena
selama proses pembuatan ada penambahan sari ikan ataupun sari udang ke dalamnya.
5. Pembuatan Asinan Sayuran Asinan sayuran merupakan sayuran yang diawetkan dengan
jalan fermentasi asam.Bakteri yang digunakan adalah Lactobacillus sp., Streptococcus sp.,
dan Pediococcus.Mikroorganisme tersebut mengubah zat gula yang terdapat dalam sayuran
menjadi asam laktat. Asam laktat yang terbentuk dapat membatasi pertumbuhan
mikroorganisme lain dan memberikan rasa khas pada sayuran yang difermentasi atau sering
dikenal dengan nama acar.
6. Pembuatan Roti Proses fermentas pada pembuatan rotii ini dengan bantuan dari yeast atau
khamir yaitu sejenis jamur. Yeast yang ditambahkan pada adonan tepung akan menjadikan
proses fermentasi, yaitu akan menghasilkan gas karbon dioksida dan alkohol. Gas karbon
dioksida tersebut dapat berguna untuk mengembangkan roti, sedangkan alkohol dibiarkan
menguap. Selanjutnya, akan terlihat jika adonan tersebut dioven akan tampak lebih
Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN
mengembang dan ukurannya membesar, hal ini dikarenakan gas akan mengembang jika
temperatur tinggi.
7. Pembuatan Keju Pada umumnya keju disukai banyak orang. Keju dibuat dari air susu yang
diasamkan dengan memasukkan bakteri, yaitu Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus
thermophillus. Untuk mengubah gula susu (laktosa) menjadi asam susu (asam laktat) susu
dipanaskan terlebih dahulu pada suhu tertentu dengan maksud untuk membunuh bakteri yang
berbahaya agar berhasil dalam proses pembuatannya. Selanjutnya, ditambahkan campuran
enzim yang mengandung renin untuk menggumpalkan susu sehingga terbentuk lapisan, yaitu
berupa cairan susu yang harus dibuang, sedangkan bagian yang padat diperas dan dipadatkan.
Enzim tersebut akan menambah aroma dan rasa, juga akan mencerna protein dan lemak
menjadi asam amino. Umumnya keju dapat dikelompokkan menurut kepadatannya yang
dihasilkan dalam proses pemasakan. Keju menjadi keras apabila kelembabannya kecil dan
pemampatannya besar.Jika masa inkubasinya semakin lama, maka keasamannya makin tinggi
sehingga cita rasanya makin tajam. Misalnya, keju romano, parmesan sebagai keju sangat
keras, keju cheddar, swiss sebagai keju keras yang berperan Propioniobacterium sp., keju
roqueorforti yang berperan Pennicilium reguerforti sebagai keju setengah lunak, keju
camemberti sebagai keju lunak yang berperan.
8. Pembuatan Yoghurt Yoghurt merupakan minuman yang terbuat dari air susu. Apabila
dibandingkan dengan susu biasa, yoghurt dapat memberikan efek pengobatan terhadap
lambung dan usus yang terluka. Selain itu, yoghurt dapat menurunkan kadar kolesterol dalam
darahsehingga mencegah penyumbatan di pembuluh darah. Dalam proses pembuatannya, air
susu dipanaskan terlebih dahulu agar tidak terkontaminasi bakteri yang lain. Setelah dingin,
ke dalam air susu dimasukkan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
termophillus. Susu dibiarkan selama 4-6 jam pada suhu 38 C 44 C atau selama 12 jam pada
suhu 32 C. Pada masa inkubasi akan dihasilkan asam laktat, asam inilah yang membuat
yoghurt berasaasam, dapat juga ditambahkan dengan buah, kacang, atau rasa lain yang
diinginkan.

2.5.Bioteknologi dalam kedokteran dan produksi obat peranan bioteknologi dalam bidang
kedokteran dan produksi obat, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Antibodi Monoklonal adalah antibodi sejenis yang diproduksi oleh sel plasma klon sel-sel
sejenis. Antibodi ini dibuat oleh sel-sel hibridoma (hasil fusi 2 sel berbeda; penghasil sel
Limpa dan sel mieloma) yang dikultur. Bertindak sebagai antigen yang akan menghasilkan

Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN


anti bodi adalah limpa. Fungsi antara lain diagnosis penyakit dan kehamilan
2. Terapi Gen adalah pengobatan penyakit atau kelainan genetik dengan menyisipkan gen
normal
3. Antibiotik Dipelopori oleh Alexander Fleming dengan penemuan penisilin dari Penicillium
notatum. - Penicillium chrysogenum memperbaiki penisilin yang sudah ada.
.......................................Dilakukan dengan mutasi secara .......................................iradiasi
ultra violet dan sinar X. - Cephalospurium penisilin N. - Cephalosporium
sefalospurin C. - Streptomyces streptomisin, untuk pengobatan
TBC
4. Interferon Adalah antibodi terhadap virus. Secara alami hanya dibuat oleh tubuh manusia.
Proses pembentukan di dalam, tubuh memerlukan waktu cukup lama (dibanding kecepatan
replikasi virus), karena itu dilakukan rekayasa genetika.
5. Vaksin Contoh: Vaksin Hepatitis B dan malaria. Secara konvensional pelemahan kuman
dilakukan dengan pemanasan atau pemberian bahan kimia. Dengan bioteknologi dilakukan
fusi atau transplantasi gen.

Gbr. Tahapan sintesis vaksin yang direkayasa secara genetika

2.6.Bioteknologi Dalam Perbanyakan Tanaman / Kultur Jaringan Sifat TOTIPOTENSIAL

Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN


tanaman, dapat diterapkan untuk kultur jaringan. Kultur jaringan (sel) adalah
mengkultur/membiakkan jaringan (sel) untuk memperoleh individu baru. Penemu F.C.
Steward menggunakan jaringan floem akar wortel. MANFAAT / KEUNTUNGAN KULTUR
JARINGAN 1. Bibit (hasil) yang didapat berjumlah banyak dan dalam waktu yau~g singkat
2. Sifat identik dengan induk
3. Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
4. Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa

2.7.Bioteknologi Dalam Pemberantasan Hama Dalam membatasi pemakaian pestisida,


dilakukan upaya pemberantasan hama secara biologi antara lain penggunaan musuh alami
dan menciptakan tanaman resisten hama.
1. Bacillus thuringiensis menghasilkan bioinsektisida yang toksin terhadap larva serangga.
-Transplantasi gen penghasil toksin pada tanaman menghasilkan ..tanaman yang bersifat
resisten hama serangga. - Kristal (racun Bt) diolah menjadi bentuk yang dapat disemprotkan
..ke tanaman. Racun akan merusak saluran pencernaan serangga.
2. Baculovirus sp. Virus disemprotkan ke tanaman. Bila termakan, serangga akan mati
dengan sebelumnya, menyebarkan virus melalui perkawinan.Skema teknik kultur jaringan
sederhana yang dilakukan

2.8.Bioteknologi Dalam Menyelesaikan Masalah Pencemaran


1. Pencemaran oleh minyak. Strain-strain Pseudomorms mengkonsumsi hidrokarbon.
Rekayasa genetik membentuk bakteri super yang meogandung empat jenis plasmid pembawa
gen untuk konsumsi hidrokarbon.
2. Limbah organik dapat diuraikan oleh bakteri aerob atau anaerob.

2.9.Bioteknologi Penambangan / Biohidrometalurgi Thichacillus ferrooxidan berperan


memisahkan logam dari bijihnya atau kotoran sehingga didapat logam berkualitas tinggi.
Sebagai contoh pada tembaga (Cu). ................................................................... aktivitas
Reaksi: CuFeS2 + 2 Fe2(SO4)3 + 2 H2O + 3 O2 > CuSO4 + 5
FeSO4 + 2 H2SO4 + Energi ................................................. aktivitas CuSO4 + 2 Fe+ +
H2SO4 + Energi > 2 FeSO4 + Cu2+ + 2 H+ Thiobacillus
ferrooxidan bersifat kemolitotrof 2.10 PROTEIN SEL TUNGGAL protein sel tunggal (single
cell protein = scp)adalah makanan berkadar protein tinggi, berasal dari mikroorganisme

Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN


Contoh:
1. Mikoprotein dari Fusarium .............. Substrat: tepung gandum dan ketan ............
2. Spirulina dan Chlorella Kelebihan SCP:
1. Kadar protein lebih tinggi dari protein kedelai atau hewan
2. Pertumbuhan cepat

Gbr. Diagram umum proses/tahapan produksi SCP

2.11.Rekayasa genetika/AND rekombion


1. Vektor, berupa plasmid bakteri atau viral ADN virus.
2. Bakteri, berperan dalam perbanyakan plasmid melalui perbanyakan bakteri.

Gbr. Pemisahan DNA oleh enzim restriksi


3. Enzim, terdiri dari enzim RESTRIKSI (pemotong plasmid/ADN) dan enzim LIGASE

Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN


2.12.Pengembangan Tanaman Kerbal Dan Mampu Menambat N2 Dari Udara
1. Tanaman kebal terhadap penyakit, misalnya tembakau kebal terhadap TMV.

Skema rekayasa genetika untuk membuat tumbuhan kebal virus TMV


2. Tanaman mampu menambat N2. Pemberian nitrogen dalam bentuk pupuk buatan secara
berlebih ternyata berdampak negatif yaitu:
1. Meningkatkan tekanan osmosis air tanah
2. Meningkatkan keasaman tanah akibat lanjut adalah defisiensi Ca, Mg dan K
3. Terjadinya eutrofikasi karena penumpukan NO3 di perairan, jalan keluarnya adalah
dilakukan rekayasa genetika

Gradia Olfactra Ilokana / 07 / XII OSN