Anda di halaman 1dari 39

Blog Velya Ramadhani

SABTU, 29 OKTOBER 2016


Contoh Laporan Hasil Pratikum Kimia Menentukan Penurunan Titik Beku dan Kenaikan Titik
Didih Larutan

LAPORAN HASIL
PRATIKUM KIMIA
Menentukan Penurunan Titik Beku dan Kenaikan Titik
Didih Larutan

Guru Pembimbing :

Disusun oleh:
Kelompok 1

SMAN 1 Padang Panjang


Tahun ajaran 2016/2017
Kata Pengantar

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH swt. yang senantiasa
melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil
pratikum yang kami lakukan pada hari Selasa, 4 Agustus 2016.

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan laporan hasil pratikum ini
adalah untuk menyelesaikan tugas kimia tentang menentukan penurunan titik
beku larutan dan kenaikan titik didih larutan. Laporan ini disusun berdasarkan
hasil pratikum kimia yang kami lakukan di laboratorium SMAN 1 Padang
Panjang.

Dalam kesempatan ini kami mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam membuat laporan
hasil pratikum ini.

Satu harapan yang kami inginkan semoga laporan hasil pratikum ini dapat
berguna bagi pembaca. Kami menyadari bahwa laporan hasil pratikum ini masih
jauh dari kata sempurna. Dan kami juga berharap kritik dan saran dari
pembaca atas segala kekurangan dalam laporan hasil pratikum ini.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pratikum


B. Tujuan Pratikum
C. Manfaat Pratikum

BAB II Landasan Teori

A. Sifat Kolegatif Larutan


B. Penurunan Titik Beku Larutan
C. Kenaikan Titik Didih Larutan

BAB III Metode Pratikum

A. Waktu dan Tempat Kegiatan


B. Alat dan Bahan
C. Langkah Kerja

BAB IV Pembahasan
A. Tabel Pengamatan
B. Pertanyaan dan Jawaban
BAB V Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Titik beku adalah suhu dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan
uap padatannya. Titik beku larutan lebih rendah daripada titik beku pelarut
murni.Hal ini disebabkan zat pelarutnya harus membeku terlebih dahulu, baru
zat terlarutnya. Jadi larutan akan membeku lebih lama daripada pelarut.
Setiap larutan memiliki titik beku yang berbeda.
Titik beku suatu cairan akan berubah jika tekanan uap berubah, biasanya
diakibatkan oleh masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain, jika cairan
tersebut tidak murni, maka titik bekunya berubah (nilai titik beku akan
berkurang).

Seperti yang kita tahu bahwa titik beku pelarut murni berada pada suhu
0C, tapi dengan adanya zat terlarut misalnya saja kita tambahkan gula ke
dalam air tersebut maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0C lagi,
melainkan akan turun menjadi dibawah 0C, dan inilah yang dimaksud sebagai
penurunan titik beku.
Dalam percobaan ini akan diteliti tentang perubahan titik beku pelarut murni
yang telah ditambahkan zat terlarut lain kedalamnya dan mencoba pembuktian
bahwa titik beku larutanya akan lebih rendah dibandingkan pelarut murninya.

Titik beku adalah suhu pada pelarut tertentu di mana terjadi perubahan
wujud zat cair ke padat. Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0C
karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan uap es. Selisih
antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik
beku ( Tf = freezing point depression). Pada percobaan ini ditunjukkan bahwa
penurunan titik beku tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya
pada konsentrasi partikel dalam larutan.Oleh karena itu, penurunan titik beku
tergolong sifat koligatif.

Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dan titik
beku larutan dimana titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut.Titik
beku pelarut murni seperti yang kita tahu adalah 0C. dengan adanya zat
terlarut misalnya saja gula yang ditambahkan ke dalam air maka titik beku
larutan ini tidak akan sama dengan 0C melainkan akan menjadi lebih rendah di
bawah 0oC itulah penyebab terjadinya penurunan titik beku yaitu oleh
masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain cairan tersebut menjadi
tidak murni, maka akibatnya titik bekunya berubah (nilai titik beku akan
berkurang).

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada
macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya
zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).

Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut, maka akan
didapat suatu larutan yang mengalami:
1. Penurunan tekanan uap jenuh
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. Tekanan osmosis

Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan


dan sifat Larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak
sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi
keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-
ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion.Dengan
demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non
elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.
Adanya partikel zat terlarut yang tidak mudah menguap dalam larutan
dapat mengurangi kemampuan zat pelarut untuk menguap, sehingga tekanan
uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni. Adanya partikel
zat terlarut tersebut juga akan mengakibatkan kanaikan titik didih dan
penurunan titik beku larutan. Menurut hokum Roult, besarnya penurunan
tekanan uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku larutan
yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan tidak mengalami
disosiasi (larutan non elektrolit), sebanding dengan banyaknya partikel zat
terlarut. Besarnya kenaikan titik didih larutan 1 molal disebut kenaikan titik
didih molal, Kb. Sedangkan besarnya penurunan titik beku larutan 1 molal
disebut penurunan titik beku molal, Kf. Untuk larutan encer berlaku:
Tb = m x Kb
Tf = m x Kf
Dengan : Tb = Kenaikan titik didih larutan
Tf = Penurunan titik beku larutan
Kb = kanaikan titik didih molal
Kf = penurunan titik beku molal
M = Molalitas larutan
Besarnya molalitas larutan yang sejenis sebanding dengan massa zat
terlarut dan berbanding dengan massa molekul zat terlarut. Jika massa zat
terlarut dan massa zat pelarut diketahui, maka massa molekul zat terlarut
dapat ditentukan berdasarkan sifat koligatif suatu larutan.

Untuk larutan yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan
dapat mengalami disosiasi (larutan elektrolit), besarnya penurunan tekanan
uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku larutan, dipengaruhi
oleh derajad disosiasi larutan.

Apabila sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang tinggi pada suhu
tertentu, maka molekul-molekul yang berada dalam larutan tersebut mudah
untuk melepaskan diri dari permukaan larutan. Atau dapat dikatakan pada suhu
yang sama sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang rendah, maka molekul-
molekul dalam larutan tersebut tidak dapat dengan mudah melepaskan diri dari
larutan. Jadi larutan dengan tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu tertentu
akan memiliki titik didih yang lebih rendah.

Cairan akan mendidih ketika tekanan uapnya menjadi sama dengan


tekanan udara luar. Titik didih cairan pada tekanan udara 760 mmHg disebut
titik didih standar atau titik didih normal. Jadi yang dimaksud dengan titik
didih adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan tekanan
udara luar (tekanan pada permukaan cairan).

Telah dijelaskan bahwa tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap
pelarutnya.Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau
fraksi dari pelarut sehingga kecepatan penguapan berkurang.

B. Tujuan Pratikum

1.Mengamati titik beu zat pelarut air dan pengaruh zat terlarut pada titik
larutan serta menentukan penurunan titik beku larutan.
2. Mengamati titik didih pelarut dan pengaruh zat terlarut pada titik didih
larutan serta menentukan kenaikan titik didih dalam larutan.

C. Manfaat Pratikum

Manfaat dari praktikum ini antara lain dapat mengetahui :


1. Dapat mengetahui pengaruh zat terlarut terhadap titik beku.
2. Dapat mengetahui pengaruh zat terlarut terhadap titik didih.
3. Dapat mengetahui titik beku dan titik didih beberapa larutan.
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sifat Kolegatif Larutan

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung


pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi pertikel
zatterlarutnya. Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis, yaitu sifat
koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan non elektrolit.

B. Penurunan Titik Beku Larutan

Titik beku adalah suhu pada pelarut tertentu di mana terjadi perubahan
wujud zat cair ke padat. Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0 C
karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan uap es. Selisih
antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik
beku ( Tf = freezing point depression). Pada percobaan ini ditunjukkan bahwa
penurunan titik beku tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya
pada konsentrasi partikel dalam larutan.Oleh karena itu, penurunan titik beku
tergolong sifat koligatif.
Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dan titik
beku larutan dimana titik beku larutan lebih rendah dari titik beku
pelarut. Titik beku pelarut murni seperti yang kita tahu adalah 0 0C dengan
adanya zat terlarut misalnya saja gula yang ditambahkan ke dalam air maka
titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0 oC melainkan akan menjadi lebih
rendah di bawah 0oC itulah penyebab terjadinya penurunan titik beku yaitu
oleh masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain cairan tersebut menjadi
tidak murni, maka akibatnya titik bekunya berubah (nilai titik beku akan
berkurang). Jika suatu pelarut ditambah zat terlarut, maka titik beku larutan
akan turun sesuai dengan jumlah partikel zat terlarut.

Untuk jumlah zat nonelektrolit dan zat elektrolit terlarut sama, maka
titik beku larutan elektrolit akan lebih rendah karena jumlah partikel zat
elektrolit lebih banyak.

Tf = kf . m

Tf = penurunan titik beku larutan

Kf = tetapan penurunan titik beku molal pelarut

m = molal larutan (mol/100 gram pelarut)

Untuk zat terlarut yang bersifat elektrolit persamaan untuk penurunan


titik beku harus dikalikan dengan faktor ionisasi larutan, sehingga
persamaannya menjadi :

Tf = kf . m [1+(n-1) ]

Dimana,

n = jumlah ion-ion dalam larutan

= derajat ionisasi

C. Kenaikan Titik Didih Larutan


Suhu dimana cairan mendidih dinamakan titik didih. Jadi, titik didih
adalah temperatur dimana tekanan uap sama dengan tekanan atmosfer. Selama
gelembung terbentuk dalam cairan, berarti selam cairan mendidih, tekanan
uap sama dengan tekanan atmosfer, karena tekanan uap adalah konstan maka
suhu dan cairan yang mendidih akan tetap sama. Penambahan kecepatan panas
yang diberikan pada cairan yang mendidih hanya menyebabkan terbentuknya
gelembung uap air lebih cepat. Cairan akan lebih cepat mendidih, tapi suhu
didih tidak naik. Jelas bahwa titik didih cairan tergantung dari besarnya
tekanan atmosfer.

Titik didih merupakan satu sifat lagi yang dapat digunakan untuk
memperkirakan secara tak langsung berapa kuatnya gaya tarik antara molekul
dalam cairan. Cairan yang gaya tarik antar molekulnya kkuat, titik didihnya
tinggi dan sebaliknya bila gaya tarik lemah, titik didihnya rendah.

Pendidihan merupakan hal yang sangat khusus dari penguapan.


Pendidihan adalah pelepasan cairan dari tempat terbuka ke fase uap. Suatu
cairan dikatakan mendidih pada titik didihnya, yaitu bila suhu dimana tekanan
uap cairan sama dengan tekanan atmosfer sekitarnya. Pada titik didih, tekanan
uap cairan cukup besar sehingga atmosfer dapat diatasi hingga gelembung uap
dapat terbentuk dipermukaan cairan yang diikuti penguapan yang terjadi di
setiap titik dalam cairan. Pada umumnya, molekul dapat menguap bila dua
persyaratan dipenuhi, yaitu molekul harus cukup tenaga kinetik dan harus
cukup dekat dengan batas antara cairan-uap.

Bila dalam larutan biner, komponen suatu mudah menguap (volatile) dan
komponen lain sukar menguap (non volatile), makin rendah. Dengan adanya zat
terlarut tekanan uap pelarut akan berkurang dan ini mengakibatkan kenaikan
titik didih, penurunan titik beku dan tekanan uap osmose. Keempat sifat ini
hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut dan tidak ditentukan oleh jenis
zat terlarut. Seperti telah disebutkan, sifat-sifat ini disebut sifat koligatif
larutan. Adanya zat terlarut (solute) yang sukar menguap (non volatile),
tekanan uap dari larutan turun dan ini akan menyebabkan titik didih larutan
lebih tinggi dari pada titik didih pelarutnya. Ini disebabkan karena untuk
mendidih, tekanan uap larutan sama dengan tekanan udara dan untuk
temperatur harus lebih tinggi (Sukardjo, 1990 : 152).

Tb = kb . m

Tb = kenaikan titik didih larutan

Kb = tetapan kenaikan titik didih molal pelarut (kenaikan titik didih untuk 1
mol zat dalam 1000 gram pelarut)

m = molal larutan (mol/100 gram pelarut)

Untuk zat terlarut yang bersifat elektrolit persamaan untuk kenaikan titik
didih harus dikalikan dengan faktor ionisasi larutan, sehingga persamaannya
menjadi

Tb = kb x m [1+(n-1) ]

Dimana,

n = jumlah ion-ion dalam larutan

= derajat ionisasi

BAB III
METODE PRATIKUM

A. Waktu dan Tempat Kegiatan


Kami melaksanakan praktikum pengaruh titik beku dan titik didih di salah
satu laboratorium kimia SMAN 1 Padang Panjang pada :
Hari : Selasa
Tanggal : 2 Agustus 2016
Waktu : 09.00 12.15 WIB

B. Alat Dan Bahan

1. Menentukan Penurunan Titik Beku Larutan :

Gelas kimia 250 ml 1 buah

Tabung reaksi 5 buah

Thermometer

Garam dapur

Aquades

Larutan urea 1 molal dan 2 molal

Es batu

Larutan garam dapur 1 molal dan 2 molal

2. Menentukan Kenaikan Titik Didih Larutan

Gelas kimia 100 ml

Lampu spiritus

Kaki tiga dan kasa

Thermometer
Aqua

Larutan gula 1 molal dan 2 molal

Larutan garam 1 molal, 2 molal, dan 3 molal

C. Langkah Kerja

1. Menentukan Penurunan Titik Beku Larutan :

Isi gelas kimia dengan butiran es batu hingga nya dan 2 sendok makan garam,
aduk ( inilah sebagai pendingin )

Isi tabung reaksi dengan aqua setinggi 3 cm dan masukan termometer


kedalamnya

Dinginkan tabung reaksi kedalam pendingin dan catat suhu pada air saat air
mulai membeku ( suhu tetap ), inilah titik beku air murni

Ulangi langkah 2 dan 3 dengan mengganti aqua dengan larutan urea I molal dan
2 molal, garam 1 molal dan 2 molal ( catat pengamatanmu pada tabel )

Jika es dalam campuran pendingin banyak mencair, buat lagi pendingin baru

2. Menentukan Kedaikan Titik Didih Larutan :

Isi gelas kimia dengan aqua sampai nya dan panaskan

Catat titik didih cairan ( suhu yanng tetap saat semua air mendidih)

Ulangi langkah 1 dan 2 dengan mengganti aqua dengan larutan gula 1 molal dan
2 molal dan larutan garam 1 molal, 2 molal dan 3 molal dan catat
pengamatanmu dalam tabel
BAB IV
PEMBAHASAN

A. Tabel Pengamatan

1. Menentukan Penurunan Titik Beku Larutan

NO CAIRAN UJI TITIK BEKU (C )

1 Aqua ( Pelarut ) 0

2 Larutan Urea 1 molal -2

3 Larutan Urea 2 molal -4


4 Larutan Garam 1 molal -5

5 Larutan Garam 2 molal -7

2. Menentukan Kenaikan Titik Didih Larutan

NO CAIRAN UJI TITIK DIDIH (C )

1 Aqua ( Pelarut ) 100

2 Larutan Gula 1 molal 102

3 Larutan Gula 2 molal 103

4 Larutan Garam 1 molal 100*

5 Larutan Garam 2 molal 101*

6 Larutan Garam 3 molal 103*

*Pada percobaan diatas, ada beberapa dari percobaan kami yang salah
seperti pada data 4,5, dan 6. Mungkin ketika kami melalukan percobaan, kami
kurang teliti mengamati kenaikan titik didih larutan. Ketika mengamati
kenaikan titik didih suatu larutan, termometer yang kami pegang menyentuh
dasar tabung reaksi, sehingga kenaikan titik didih larutan tersebut salah.

B. Pertanyaan dan Jawaban


Menentukan Penurunan Titik Beku Larutan

1. Bandingkan titik beku dua larutan yang sama tetapi konsentrasi berbeda,
jelaskan jawabanmu!

Jawab : Urea 1 molal : Urea 2 molal

-2 : -4

1 : 2

Semakin banyak konsentrasi suatu larutan, maka semakin tinggi titik beku suatu
larutan.

2. Bandingkan titik beku antara dua larutan berbeda tetapi konsentrasi sama,
jelaskan jawabanmu!

Jawab : Urea 1 molal : Urea 2 molal

-2 : -5

2 : 5

(CO(NH)2)2 : Tidak dapat terurai sehingga konsentrasinya 1 mol.

NaCl : Terurai menjadi Na+ + Cl- maka konsentrasinya 2 mol

3. Jika dibandingkan antara pelarut dan larutan, mana yang lebih tinggi titik
bekunya? Jelaskan kenapa terjadi hal demikian!

Jawab : Titik beku yang lebih tinggi yaitu larutan. Karena, titik beku
air yaitu 0C sehingga titik beku larutan lebih dari 0C.
4. Apa yang mempengaruhi terjadinya penurunan titik beku larutan? Jelaskan!

Jawab : Yang memperngaruhi yaitu zat yang terlarut dan konsentrasi


larutan tersebut. Semakin besar konsentrasi larutan semakin
tinggi penurunan titik beku larutan dan suhunya semakin
rendah.

Menentukan Kenaikan Titik Didih Larutan

1. Bagaimana titik didih larutan jika dibandingkan dengan pelarutnya?

Jawab : Titik didih larutan lebih besar daripada titik didih pelarutnya.

2. Tentukan besar kenaikan titik didih masing-masing larutan!

Jawab :

Larutan gula 1 molal : Jawab :

a. Larutan gula 1 molal : tb = tb larutan tb pelarut = 102-100 = 2C

b. Larutan gula 2 molal : tb = tb larutan tb pelarut = 103-100 = 3C

c. Larutan garam 1 molal : tb = tb larutan tb pelarut = 100-100 = 0C

d. Larutan garam 2 molal : tb = tb larutan tb pelarut = 101-100 = 1C

3. Bandingkan data no 2 dan 3 serta no 4 dan 5, jika angkanya berbeda diskusikan


apa penyebab perbedaan tersebut !

Jawab : Data 2 : Data 3

102 : 103

1 mol : 2 mol
Penyebabnya yaitu konsentrasi dan titik didih.

Data 4 : Data 5

100 : 100

1 mol : 2 mol

Penyebabnya yaitu konsentrasi dan titik didih.

4. Bandingkan data no 2 dan 4 serta no 3 dan 5, jika angkanya berbeda diskusikan


kenapa demikian dan apa penyebab perbedaan tersebut!

Jawab : Data 2 : Data 4

102 : 100

1 mol : 1 mol

Data 3 : Data 5

2 mol : 2 mol

5. Tulis kesimpulanmu tentang pengaruh zat terlarut pada kenaikan titik didih
larutan!
Jawab : Apabila suatu zat terlarut memiliki konsentrasi yang tinggi,
maka kenaikan titik didih suatu larutan akan semakin tinggi.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Semakin banyak waktu yang diberikan maka semakin rendah titik beku
yang dihasilkan. Dari penelitian yang kami telah lakukan, kami dapat
menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih tidak tergantung pada komposisi
kimia dari zat tersebut tetapi tergantung pada jumlah partikel zat terlarut di
dalam larutan, kemolalan larutan, massa zat terlarut dan massa pelarutnya.
Perbedaan hasil pengukuran menurut teori dengan pengamatan langsung
disebabkan oleh ketidaktelitian dalam mengamati skala thermometer serta
pengaruh suhu luar.
Garam dapur berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu
sehingga es batu tidak akan membeku pada suhu 0C, sehingga ketika sebuah
tabung reaksi diletakkan didalam gelas kimia, akan terbentuk sebuah sistem
antara larutan es batu yang suhunya 0C(l) dengan larutan uji yang ada didalam
tabung reaksi.

B. Saran

Untuk penelitian kedepanya, harus lebih diperhatikan hal-hal seperti,


bersihkan dulu alat-alat untuk melakukan praktikum, agar saat pengambilan
data untuk laporan lebih akurat dan tepat.Teliti dalam mengambil data,
menimbang bahan serta membaca thermoneter sangat penting
Penutup

Demikianlah laporan hasil pratikum ini kami buat dengan yang sebenar-
benarnya. Ucapan terima kasih Allah swt. yang telah memberikan kemudahan
kepada kami sehingga terlaksananya pratikum ini.

Kami selaku aggota kelompok memohon maaf sebesar-besarnya apabila


terdapat kesalahan serta kekurangan dalam laporan hasil pratikum ini. Selain
untuk memenuhi tugas Kimia, Semoga laporan hasil wawancara ini dapat
menjadi acuan, pertimbangan , serta motivasi dan koreksi bagi kegiataan
pratikum selanjutnya.
10 Oktober 2013

Laporan Praktikum Titik Didih dan Titik Beku

LAPORAN PRAKTIKUM
PENGARUH ZAT TERLARUT PADA TITIK BEKU DAN TITIK DIDIH
Oleh

Nama : Siti Mafruroh

Kelas : XII IPA 4

No Absen : 29

SMA NEGERI 1 TEGAL


Jalan Menteri Supeno 16 Tegal 52122
Telp / Fax. (0283) 353498
Tahun 2013/2014

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Praktikum
Titik beku adalah suhu dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatannya. Titik beku
larutan lebih rendah daripada titik beku pelarut murni.Hal ini disebabkan zat pelarutnya harus membeku
terlebih dahulu, baru zat terlarutnya. Jadi larutan akan membeku lebih lama daripada pelarut. Setiap
larutan memiliki titik beku yang berbeda.

Titik beku suatu cairan akan berubah jika tekanan uap berubah, biasanya diakibatkan oleh masuknya
suatu zat terlarut atau dengan kata lain, jika cairan tersebut tidak murni, maka titik bekunya berubah
(nilai titik beku akan berkurang).
Seperti yang kita tahu bahwa titik beku pelarut murni berada pada suhu 0C, tapi dengan adanya zat
terlarut misalnya saja kita tambahkan gula ke dalam air tersebut maka titik beku larutan ini tidak akan
sama dengan 0C lagi, melainkan akan turun menjadi dibawah 0C, dan inilah yang dimaksud sebagai
penurunan titik beku.

Dalam percobaan ini akan diteliti tentang perubahan titik beku pelarut murni yang telah ditambahkan zat
terlarut lain kedalamnya dan mencoba pembuktian bahwa titik beku larutanya akan lebih rendah
dibandingkan pelarut murninya.

Titik beku adalah suhu pada pelarut tertentu di mana terjadi perubahan wujud zat cair ke padat. Pada
tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0C karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan
uap es. Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku ( Tf =
freezing point depression). Pada percobaan ini ditunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak
bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel dalam larutan.Oleh karena itu,
penurunan titik beku tergolong sifat koligatif. (id.answer.yahoo.com)

Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dan titik beku larutan dimana titik beku
larutan lebih rendah dari titik beku pelarut.Titik beku pelarut murni seperti yang kita tahu adalah 0C.
dengan adanya zat terlarut misalnya saja gula yang ditambahkan ke dalam air maka titik beku larutan ini
tidak akan sama dengan 0C melainkan akan menjadi lebih rendah di bawah 0oC itulah penyebab
terjadinya penurunan titik beku yaitu oleh masuknya suatu zat terlarut atau dengan kata lain cairan
tersebut menjadi tidak murni, maka akibatnya titik bekunya berubah (nilai titik beku akan berkurang).

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi
semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).

Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut, maka akan didapat suatu larutan yang
mengalami:

1. Penurunan tekanan uap jenuh

2. Kenaikan titik didih

3. Penurunan titik beku

4. Tekanan osmosis

Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri.
Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit,
walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya,
sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion.Dengan demikian sifat koligatif larutan
dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.

Adanya partikel zat terlarut yang tidak mudah menguap dalam larutan dapat mengurangi kemampuan
zat pelarut untuk menguap, sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut
murni. Adanya partikel zat terlarut tersebut juga akan mengakibatkan kanaikan titik didih dan penurunan
titik beku larutan. Menurut hokum Roult, besarnya penurunan tekanan uap larutan, kenaikan titik didih,
dan penurunan titik beku larutan yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan tidak
mengalami disosiasi (larutan non elektrolit), sebanding dengan banyaknya partikel zat terlarut. Besarnya
kenaikan titik didih larutan 1 molal disebut kenaikan titik didih molal, Kb. Sedangkan besarnya
penurunan titik beku larutan 1 molal disebut penurunan titik beku molal, Kf. Untuk larutan encer
berlaku:

Tb = m x Kb

Tf = m x Kf

Dengan : Tb = Kenaikan titik didih larutan

Tf = Penurunan titik beku larutan

Kb = kanaikan titik didih molal

Kf = penurunan titik beku molal

M = Molalitas larutan

Besarnya molalitas larutan yang sejenis sebanding dengan massa zat terlarut dan berbanding dengan
massa molekul zat terlarut. Jika massa zat terlarut dan massa zat pelarut diketahui, maka massa molekul
zat terlarut dapat ditentukan berdasarkan sifat koligatif suatu larutan.

Untuk larutan yang mengandung zat terlarut tidak mudah menguap dan dapat mengalami disosiasi
(larutan elektrolit), besarnya penurunan tekanan uap larutan, kenaikan titik didih, dan penurunan titik
beku larutan, dipengaruhi oleh derajad disosiasi larutan.

Apabila sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang tinggi pada suhu tertentu, maka molekul-molekul
yang berada dalam larutan tersebut mudah untuk melepaskan diri dari permukaan larutan. Atau dapat
dikatakan pada suhu yang sama sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang rendah, maka molekul-
molekul dalam larutan tersebut tidak dapat dengan mudah melepaskan diri dari larutan. Jadi larutan
dengan tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu tertentu akan memiliki titik didih yang lebih rendah. [1]

Cairan akan mendidih ketika tekanan uapnya menjadi sama dengan tekanan udara luar. Titik didih cairan
pada tekanan udara 760 mmHg disebut titik didih standar atau titik didih normal. Jadi yang dimaksud
dengan titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan tekanan udara luar
(tekanan pada permukaan cairan).
Telah dijelaskan bahwa tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya.Hal ini disebabkan
karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut sehingga kecepatan penguapan
berkurang.

B. Rumusan Masalah Praktikum


Sesuai dengan uraian diatas, permasalahan yang akan diungkapkan dalam praktikum ini sebagai
berikut.

1. Apakah titik beku semua larutan sama?

2. Apakah titik didih semua larutan sama?

C. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ini sebagai berikut.

1. Mengetahui pengaruh zat terlarut terhadap titik beku.

2. Mengetahui pengaruh zat terlarut terhadap titik didih.

3. Mengetahui titik beku dan titik didih beberapa larutan.

D. Manfaat Praktikum
Manfaat dari praktikum ini antara lain dapat mengetahui

1. Dapat mengetahui pengaruh zat terlarut terhadap titik beku.

2. Dapat mengetahui pengaruh zat terlarut terhadap titik didih.

3. Dapat mengetahui titik beku dan titik didih beberapa larutan.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Titik Beku dan Titik Didih


1. Pengertian Titik Beku dan Titik Didih

.Titik didih adalah suhu (temperatur) dimana tekanan uap sebuah zat cair sama dengan tekanan
external yang dialami oleh cairan. Sebuah cairan di dalam vacuum akan memiliki titik didih yang rendah
dibandingkan jika cairan itu berada di dalam tekanan atmosphere. Cairan yang berada di dalam tekanan
tinggi akan memiliki titik didih lebih tinggi jika dibandingkan dari titik didihnya di dalam tekanan
atmosphere.

Titik didih normal (juga disebut titik didih atmospheris) dari sebuah cairan merupakan kasus
istimewa dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan atmospher di permukaan laut, satu
atmosphere. Pada suhu ini, tekanan uap cairan bisa mengatasi tekanan atmospher dan membentuk
gelembung di dalam massa cair. Pada saat ini (per 1982) Standar Titik Didih yang ditetapkan oleh IUPAC
adalah suhu dimana pendidihan terjadi pada tekanan 1 bar.

Pada tekanan dan temperatur udara standar(76 cmHg, 25 C) titik didih air sebesar 100 C

2. Macam-Macam Titik Beku dan Titik Didih Larutan

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Rancangan Praktikum
Dalam praktikum ini, penulis merancang praktikum dengan metode kajian pustaka dan
eksperimen.Kajian pustaka dilakukan agar penulis memperoleh teori-teori sebagai acuan untuk
praktikum.Penulis melakukan kegiatan kajian pustaka dengan menjelajahi internet.

Untuk memperkuat teoriteori yang ada, penulis melakukan praktikum model eksperimen unyuk
membuktikan hipotesis penulis yang sesuai dengan teori-teori yang diperoleh penulis.
B. Waktu dan Tempat Praktikum
Penulis melaksanakan praktikum pengaruh titik beku dan titik didih di salah satu laboratorium kimia
SMAN 1 TEGAL pada :

Hari : Selasa

Tanggal : 27 Agustus 2013

Waktu : 10.15 11.45 WIB

C. Variabel Praktikum
Variabel adalah sesuatu yang diukur dalam penulisan sebuah laporan praktikum.Adapun variabel
yang diperhatikan dalam penulisan sebuah laporan praktikum ini yaitu pengaruh perbedaan titik beku
dan titik didih pada beberapa larutan.

D. Teknik Pengumpulan Data


1. Kajian Pustaka

Sebagai acuan untuk membuat laporan praktikum, penulis mencari berbagai data yang
berhubungan dengan judul dari berbagai buku dan internet.Kajian pustaka digunakan sebagai acuan
untuk memperoleh data-data dan teori-teori yang sudah ada.Penulis mempelajari dan menuangkan
sumber-sumber yang ada ke dalam pembuatan laporan praktikum.

E. Langkah Kerja Praktikum


1. Alat

Gelas kimia sesuai ukuran

Tabung reaksi

Pengaduk

Termometer

Pemanas spirtus

Kasa dan kaki tiga

2. Bahan
Larutan Gula

Larutan NaCl

Larutan C COOH

Larutan Urea

3. Cara Kerja

a) Menentukan Titik Beku

1) Masukkan butiran es ke dalam gelas kimia 500 ml. Masukkan pula garam yang telah dihaluskan
secukupnya.

2) Masukkan larutan NaCl kedalam tabung reaksi kurang lebih setinggi 4cm dan masukkan pula pengaduk
ke dalam tabung reaksi.

3) Masukkan tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang telah diberi es dan garam.

4) Goyangkan tabung reaksi agar larutan membeku. Tunggu beberapa saat untuk melihat apakah larutan
sudah beku.

5) Ukurlah titik beku larutan.

6) Ulangi percobaan tersebut dengan menggunakan larutan gula, C COOH.


b) Menentukan Titik Didih

1) Masukkan larutan gula / urea kedalam gelas kimia. Panaskan sampai mendidih lalu ukurlah suhu larutan.

2) Ulangi percobaan tersebut menggunakan asam cuka / NaCl

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengukuran Titik Beku

No Zat Terlarut Konsentrasi Titik Beku

1 NaCl 1 M -8C

2 Gula 0,5 M -9C

3 C COOH 0,5 M -8,5C

4 Urea 1M -12C
B. Hasil Pengukuran Titik Didih

No Zat Terlarut Konsentrasi Titik Beku

1 C COOH 0,5 M 89C

2 Urea 1M 96C

C. Pembahasan

Penambahan garam disini merupakan salah satu penerapan dari sifat koligatif larutan. Garam
berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak cepat mencair, karena
apabila tidak ada penambahan garam pada es batu, suhu didalam es batu akan lebih tinggi dari 0C pada
saat es berubah menjadi liquid. Pada percobaan ini kita mengetahui adanya partikel zat terlarut yang
tidak mudah menguap sehingga tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni.

Perbedaan pengukuran titik beku menurut teori dan berdasarkan pengamatan sendiri
kemungkinan disebabkan oleh proses pembekuan masing-masing larutan tidak sama, sehingga dalam
pengukuran titik beku ini tidak diperoleh data yang akurat. Selain itu, kekurang telitian dalam
menimbang bahan, membersihkan alat kerja. Lalu, kemungkinan thermometer yang digunakan belum
dalam keadaan yang stabil, dan ketika mengukur suhu larutan besar kemungkinan terjadi penambahan
suhu dari dimana ketika tabung reaksi dikeluarkan dari es lalu terkena suhu luar atau suhu tangan kita
sendiri serta terjadi kekurang telitian dalam pembacaan skala thermometer.

Kemungkinan lainnya adalah es batu yang digunakan kemungkinan telah mencair, sehingga
memperlambat proses pembekuan larutan.

Dari table diatas diketahui bahwa titik beku larutan dan titik didih larutan berbeda-beda. Seperti titik
beku yaitu NaCl -8C ,Gula -9C, C COOH -8,5C, Urea -12C. titik beku berbeda beda karena

konsentrasi larutan yang berbeda serta nilai Tb yg berbeda.

Dan titik didih yaitu Urea 89C, C COOH 96C.


BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan

Semakin banyak waktu yang diberikan maka semakin rendah titik beku yang dihasilkan. Dari
penelitian yang kami telah lakukan, kami dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih tidak tergantung pada komposisi kimia dari zat tersebut
tetapi tergantung pada jumlah partikel zat terlarut di dalam larutan, kemolalan larutan, massa zat
terlarut dan massa pelarutnya.

Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit lebih besar dari larutan
nonelektrolit disebabkan adanya factor Vant Hoff.

Perbedaan hasil pengukuran menurut teori dengan pengamatan langsung disebabkan oleh
ketidaktelitian dalam mengamati skala thermometer serta pengaruh suhu luar.

Garam dapur berfungsi sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak
akan membeku pada suhu 0C, sehingga ketika sebuah tabung reaksi diletakkan didalam gelas kimia,
akan terbentuk sebuah sistem antara larutan es batu yang suhunya 0C(l) dengan larutan uji yang ada
didalam tabung reaksi.

B. Saran

Untuk penelitian kedepanya, harus lebih diperhatikan hal-hal seperti, bersihkan dulu alat-alat
untuk melakukan praktikum, agar saat pengambilan data untuk laporan lebih akurat dan tepat.Teliti
dalam mengambil data, menimbang bahan serta membaca thermoneter sangat penting.

LAMPIRAN
A. FOTO ALAT DAN BAHAN
B. FOTO PENELITIAN