Anda di halaman 1dari 6

Dokter Muda THT-KL Periode Juli-Agustus2017 1

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Case Report Session

Polip Nasal
Meivita Wulandari, Reyhan Julio A, M. Luthfi Yulson

Pendahuluan meatus, yaitu meatus inferior, meatus media, dan meatus


Polip hidung adalah massa lunak yang mengandung superior.1
banyak cairan di dalam rongga hidung, berwarna putih
keabu-abuan, yang terjadi akibat inflamasi mukosa. Polip
dapat timbul pada laki-laki maupun perempuan, dari usia
anak-anak sampai usia lanjut.4

Keluhan pada penderita polip adalah hidung


tersumbat, rinore, hiposmia atau anosmia, bersin-bersin,
nyeri pada hidung disertai sakit kepala didaerah frontal.4

Tujuan utama pengobatan pada kasus polip nasi


ialah menghilangkan keluhan-keluhan, mencegah
komplikasi dan mencegah rekurensi polip. Penatalaksanaan
polip bisa dengan medikamentosa maupun pembedaha.
Terapi medika mentosa dapat dipertimbangkan terapi
pembedahan, salah satunya dengan tindakan BSEF.4,7

Anatomi Hidung
Hidung luar berbentuk piramid dengan bagian- Gambar 1
bagiannya dari atas ke bawah : 1) pangkal hidung (bridge),
2) batang hidung (dorsum nasi), 3) puncak hidung (hip), 4)
ala nasi, 5) kolumela dan 6) lubang hidung (nares anterior).1
Hidung luar dapat dibedakan atas tiga bagian,
yaitu :2
a. Paling atas, kubah tulang yang tidak dapat digerakkan
b. Kubah kartilago, yang sedikit dapat digerakkan
c. Lobulus hidung yang dapat digerakkan
Kerangka tulang terdiri dari tulang hidung (os
nasal), prosesus frontalis, os maksila dan prosesus nasalis os
frontal. Sedangkan kerangka tulang rawan terdiri dari
sepasang kartilago nasalis lateralis superior, sepasang
kartilago nasalis lateralis superior (kartilago ala mayor),dan
tepi anterior kartilago septum.1
Kavum nasi bagian depan disebut nares anterior
dan lubang belakang disebut nares posterior (koana). Di
belakang nares anterior disebut vestibulum. Dalam
vestibulum terdapat kelenjar sebasea dan vibrise.1
Septum nasi merupakan struktur tulang digaris
tengah, secara anatomi membagi organ menjadi dua hidung.
Gambar 2
Septum dibentuk oleh tulang dan tulang rawan. Bagian
tulang adalah lamina perpendikularis os etmoid, vomer,
krista nasalis os maksila dan krista nasalis os palatina.
Bagian tulang rawan adalah kartilago septum (lamina
kuadrangularis) dan kolumela.1,2,3
Pada dinding lateral terdapat 4 buah konka, yaitu
konka inferior, konka media, konka superior, dan konka
suprema. Konka suprema ini biasanya rudimenter.1
Diantara konka-konka dan dinding lateral hidung
terdapat rongga sempit yang disebut meatus. Ada tiga
Dokter Muda THT-KL Periode Juli-Agustus2017 2
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Bila proses terus berlanjut, mukosa yang sembab


makin membesar menjadi polip dan kemudian akan turun ke
rongga hidung dengan membentuk tangkai.4

Gambar 3
Gambar 4

Definisi Polip Hidung


Polip hidung adalah massa lunak yang
mengandung banyak cairan didalam rongga hidung,
bewarna putih keabu-abuan, yang terjadi akibat inflamasi
mukosa. Mukosa polip hidung tipis. Didalam jaringan
koloid polip dapat ditemukan beberapa pembuluh darah
kecil, kelenjar seromukous, dan infiltrasi selular.4,5

Epidemiologi
Polip dapat timbul pada penderita laki-laki
maupun perempuan, dari usia anak-anak sampai usia lanjut.
Bila ada polip pada anak dibawah usia dua tahun, harus Gambar 5
disingkirkan kemungkinan meningokel atau
meningoensefalokel. Polip hidung pada anak anak atau Diagnosis
dewasa muda, bila gejala kambuh dan berhubungan dengan a. Anamnesis
infeksi saluran nafas atas, dapat diduga berupa cystic Keluhan utama penderita polip nasi ialah hidung
fibrosis. Pada kondisi ini, silia pada mukosa saluran nafas terasa tersumbat dari yang ringan sampai berat, rinore mulai
pergerakannya menjadi lambat.4,6 yang jernih sampai ke purulen, hiposmia atau anosmia.
Mungkin disertai juga dengan bersin bersin, rasa nyeri pada
Etiologi hidung dan disertai sakit kepala didaerah frontal. Bila
Pembentukan polip sering diasosiasikan dengan disertai infeksi sekunder mungkin akan didapatkan post
inflamasi kronik, disfungsi saraf otonom serta predisposisi nasal drip dan rinore purulen. Gejala sekunder yang dapat
genetik. Polip hidung merupakan hasil dari kerusakan epitel timbul ialah bernafas melalui mulut, suara sengau, halitosis,
pada mukosa hidung. Kerusakan pada epitel tersebut dapat gangguan tidur, dan penurunan kualitas hidup.4
disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.4,5 Dapat menyebabkan gejala pada saluran nafas
bawah, berupa batuk kronik, mengi, terutama pada penderita
Patogenesis polip nasi dengan asma.4
Menurut teori Bernstein, terjadi perubahan
mukosa hidung akibat peradangan atau aliran udara yang b. Pemeriksaan Fisik
bertubulensi, terutama didaerah sempit di kompleks Polip nasi yang masif dapat menyebabkan
osteomeatal. Terjadi prolaps submukosa yang diikuti oleh deformitas hidung luar, sehingga hidung tampak mekar
reepitelisasi dan pembentukan kelenjar baru. Juga terjadi karena pelebaran batang hidung. Pada pemeriksaan
peningkatan penyerapan natrium oleh permukaan sel epitel rinoskopi anterior terlihat sebagai massa yang bewarna
yang berakibat retensi air, sehingga terbentuk polip.4 pucat yang berasal dari meatus media dan mudah
Teori lain mengatakan, karena ketidak digerakkan.4
keseimbangan saraf vasomotor terjadi peningkatan Pembagian stadium polip menurut Lund and
permeabilitas kapiler dan gangguan regulasi vaskular yang Mackay :4
mengakibatkan dilepaskannya sitokin sitokin dari sel mast, Stadium 1 : Polip masih terbatas di meatus media
yang akan menyebabkan edema dan lama kelamaan akan Stadium 2 : Polip sudah keluar dari meatus media, tampak
menjadi polip.4 di rongga hidung tetapi belum memenuhi rongga hidung
Dokter Muda THT-KL Periode Juli-Agustus2017 3
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Stadium 3 : polip yang masif Kasus polip yang tidak membaik dengan terapi
Para ahli membagi polip hidung menjadi beberapa medikamentosa atau polip yang sangat masif
tipe, yaitu :5 dipertimbangkan untuk terapi bedah. Dapat dilakukan
- Unilateral ekstraksi poli (polipektomi). Pilihan yang terbaik adalah bila
- Bilateral tersedia fasilitas endoskopi maka dapat dilakukan tindakan
- Polip tanpa gangguan kronik pada sistem bedah sinus endoskopi fungsional.4
pernapasan
- Polip tanpa adanya asma dan intoleransi untuk Laporan Kasus
NSAID IDENTITAS PASIEN
Nama : Murtianary
Polip hidung dibagi menjadi 4 derajat menurut Umur : 59 tahun
Johansen, yaitu :5 Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Payakumbuh
Suku : Minang

ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Kedua hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang :


- Kedua hidung tersumbat sejak 1 minggu yang
lalu. Hidung tersumbat sudah dirasakan sejak 4
tahun yang lalu, bersifat hilang timbul, serta
muncul ketika udara dingin. Sebelumnya pasien
berobat ke puskesmas beberapa kali, diberi obat
makan dan cuci hidung, tapi keluhan tidak
sembuh, kemudian pasien berobat ke RSUD di
Payakumbuh pada 1 bulan yang lalu, lalu dirujuk
Tabel 1 ke RSAM Bukittinggi. Pasien sudah 3x kontrol ke
Poli THT-KL RSAM Bukittinggi.
Nasoendoskopi - Pasien mengalami penurunan fungsi penciuman
Polip stadium satu dan dua kadang kadang tidak sejak 4 tahun yang lalu pada kedua hidung
terlihat pada pemeriksaan rinoskopi anterior tetapi tampak - Adanya ingus yang mengalir di tenggorok sejak 4
dengan pemeriksaan nasoendoskopi.4 tahun yang lalu
- Dahi terasa berat terutama ketika sujd sejak 3
Pemeriksaan Radiolog tahun yang lalu
Foto polos sinus paranasal (posisi watters, AP, - Nafas bau tidak ada, suara sengau tidak ada
Caldwell, dan lateral) dapat memperlihatkan penebalan - Pasien mengeluhkan kedua telinganya berdenging
mukosa dan adanya batas udara cairan didalam sinus, tetapi sejak 2 tahun yang lalu. Keluhan hilang timbul,
kurang bermanfaat pada kasus polip. Pemeriksaan tomografi terutama saat hidung tersumbat
komputer (CT Scan) sangat bermanfaat untuk melihat - Batuk tidak ada, demam tidak ada
dengan jelas keadaan di hidung dan sinus paranasal, apakah
ada proses radang, kelainan anatomi, polip, atau sumbatan Riwayat Penyakit Dahulu :
pada KOM.4 Pasien tidak pernah mengalami penyakit seperti ini
sebelumnya, riwayat asma (-)
Tatalaksana
Pemberian kortikosteroid untuk menghilangkan Riwayat Penyakit Keluarga :
polip nasi disebut juga poipektomi medikamentosa. Dapat Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang
diberikan topikal atau sistemik. Kortikosteroid topikal daat sama dengan pasien
mengurangi ukuran polip, hal ini dapat mencegah
kekambuhan penyakit post operasi. Polip tipe eosinofilik PEMERIKSAAN FISIK
memberikan respon yang leih baik terhadap kortikosteroid Status Generalis
intranasal dibandingkan polip tipe netrofilik.7 Keadaan Umum : sedang
Kortikosteroid sistemik diberikan pada keadaan : Kesadaran : komposmentis kooperatif
a. Digunakan pada perioeratif untuk mengurangi inflamasi Tekanan darah : 120/ 70
intraoperatif dan untuk megoptimalkan penyembuhan post Nadi : 80 x per menit
operasi. Napas : 20 x per menit
b. Untuk penatalaksanaan penyakit seperti asma tau Suhu ` : 36,8 oC
penyakit alergi lain
Dokter Muda THT-KL Periode Juli-Agustus2017 4
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Pemeriksaan Sistemik Rinne + +


Kepala : normocephal Schwabach Sama dengan Sama
Mata : pemeriksa dengan
Tes Garpu
Konjungtiva : anemis -/- pemeriksa
tala
Sklera : ikterik -/- Weber Tidak ada lateralisasi
Paru : dalam batas normal Kesimpulan Normal
Jantung : dalam batas normal Audiometri Tidak dilakukan
Abdomen : dalam batas normal Timpanometri Tidak dilakukan
Ekstremitas : dalam batas normal
Hidung
STATUS LOKALIS THT Pemeriksaan Kelainan Dextra Sinistra
Deformitas Tidak ada Tidak ada
Telinga
Kelainan Tidak ada Tidak ada
Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra kongenital
Hidung luar
Kel. Tidak ada Tidak ada Trauma Tidak ada Tidak ada
Kongenital Radang Tidak ada Tidak ada
Trauma Tidak ada Tidak ada Massa Tidak ada Tidak ada
Radang Tidak ada Tidak ada
Daun Telinga Sinus Paranasal
Kel. Tidak ada Tidak ada
Metabolik Pemeriksaan Dextra S
Nyeri tarik Tidak ada Tidak ada Deformitas Tidak ada T
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada Nyeri Tekan Tidak ada T
Cukup + + Nyeri Ketok Tidak ada T
Liang &
lapang (N)
Dinding
Sempit - -
Telinga Rinoskopi Anterior
Hiperemis Tidak ada Tidak ada
Edema Tidak ada Tidak ada Vestibulum Vibrise Ada Ada
Massa Tidak ada Tidak ada Radang Tidak ada Tidak ada
Bau Tidak ada Tidak ada Kavum nasi Cukup lapang + +
Warna Kuning Tidak ada (N)
Sekret / kecoklatan Sempit - -
Serumen Jumlah Sedikit Tidak ada Lapang - -
Jenis Kering/keras Tidak ada Lokasi Meatus Meatus
Membran Timpani Sekret media media
Warna Putih Putih
Jenis mukoid mukoid
mengkilat mengkilat
Refleks + + Jumlah sedang sedang
Utuh cahaya
Bulging - - Bau Tidak ada Tidak ada
Retraksi - - Konka Ukuran Atrofi Atrofi
Atrofi - - inferior Warna Merah Merah
Jumlah - - muda muda
perforasi Permukaan Licin Licin
Perforasi Jenis - - Edema Tidak ada Tidak ada
Kwadran - - Konka media Ukuran Eutrofi Eutrofi
Pinggir - - Warna Merah Merah
muda muda
Permukaan Licin Licin
Edema Tidak ada Tidak ada
Gambar Membran Timpani
Cukup lurus Cukup Lurus
Permukaan Licin Licin
Septum Warna Merah Merah
Tanda Tidak ada Tidak ada muda muda
radang Spina Tidak ada Tidak ada
Fistel Tidak ada Tidak ada Krista Tidak ada Tidak ada
Mastoid Sikatrik Tidak ada Tidak ada Abses Tidak ada Tidak ada
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada Perforasi Tidak ada Tidak ada
Nyeri ketok Tidak ada Tidak ada Massa Lokasi Meatus Meatus
Dokter Muda THT-KL Periode Juli-Agustus2017 5
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

media media Eksudat Tidak ada Tidak ada


Bentuk Bulat Bulat
Ukuran Peritonsil Warna Merah Merah
Permukaan Licin Licin muda muda
Warna Merah Merah Edema Tidak ada Tidak ada
muda muda Abses Tidak ada Tidak ada
Konsistensi kenyal kenyal Tumor Lokasi Tidak ada Tidak ada
Mudah digoyang ada ada Bentuk Tidak ada Tidak ada
Pengaruh Tidak ada Tidak ada Ukuran Tidak ada Tidak ada
vasokonstriktor Permukaan Tidak ada Tidak ada
Konsistensi Tidak ada Tidak ada
Rinoskopi Posterior Karies/radiks Tidak ada
Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra Gigi
Cukup lapang + +
(N) Kesan Higiene baik
Koana Warna Merah muda
Sempit - -
Lapang - - Bentuk Normal
Lidah
Warna Merah Merah Deviasi Tidak ada
muda muda Massa Tidak ada
Mukosa Edema - -
Jaringan - - Laringoskopi Indirek (Sulit dilakukan)
granulasi Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Ukuran Atrofi Atrofi Bentuk
Warna Merah Merah Warna
Konka inferior muda muda Edema
Permukaan Licin Licin Epiglotis Pinggir rata /
Edema - - tidak
Adenoid Ada/tidak - - Massa
Tertutup
- -
Muara tuba secret Warna
eustachius Edema Edema
- - Aritenoid
mukosa Massa
Lokasi - - Gerakan
Ukuran - - Warna
Massa Ventrikular
Bentuk - - Edema
Permukaan - - Band
Massa
Post Nasal Ada/tidak Ada Ada Warna
Drip Jenis mukoid Mukoid Gerakan
Pinggir
Orofaring dan Mulut Plika Vokalis
medial
Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra Gerakan
Trismus Tidak Ada
Uvula Di tengah Massa
Palatum mole Simetris/tidak Simetris Sinus Sekret
+ Arkus Warna Merah muda piriformis
faring Edema Tidak ada Massa

Bercak/eksudat Tidak ada Valekulae


Sekret
Dinding Warna Merah muda (jenisnya)
Faring Permukaan Licin
Tonsil Ukuran T1 T1
Pemeriksaan KGB leher
Warna Merah Merah Inspeksi
muda muda Lokasi : tidak tampak pembesaran KGB
Permukaan Licin Licin Bentuk : tidak tampak pembesaran KGB
Muara kripti Tidak Tidak Soliter /multiple : tidak tampak pembesaran KGB
Ada Ada Palpasi
Detritus Tidak ada Tidak ada Lokasi : tidak teraba pembesaran KGB
Bentuk : tidak teraba pembesaran KGB
Dokter Muda THT-KL Periode Juli-Agustus2017 6
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Konsistensi : tidak teraba pembesaran KGB mackay, stadium polip pada pasien ini adalah stadium 2.
Mobilitas : tidak teraba pembesaran KGB Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik tersebut, pada
pasien ini ditegakkan diagnosis polip nasal bilateral.
Resume Pemeriksaan anjuran untuk pasien ini adalah CT-
Anamnesis : Scan. CT-Scan sangat bermanfaat untuk melihat dengan
- Kedua hidung terasa tersumbat sejak 1 minggu jelas keadaan dihidung dan sinus paranasal.
yang lalu keluhan ini dirasakan sejak 4 tahun yang Pada pasien diberikan terapi Clindamysin 3 x 300
lalu, hilang timbul , muncul ketika udara dingin mg dan Nasal Spray Budesonide 64 ug. Kemudian
- Penurunan fungsi penciuman pada kedua hidung 4 dianjurkan untuk dilakukannya FEES.
tahun yang lalu
- Adanya ingus yang mengalir di tenggorok sejak 4 Daftar Pustaka
tahun yang lalu 1. Soetjipto D, Mangunkusumo E dan Wardani RS.
- Dahi terasa berat terutama sjak 3 tahun yang lalu Hidung. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N,
- Telinga berdenging sejak 2 tahun yang lalu, hilang Bashiruddin J, Restuti RD. Buku Ajar Ilmu
timbul, terutama saat hidung tersumbat Kesehatan THT-KL. Edisi ketujuh. Jakarta: FKUI.
2012. n 96-97.
Status THT 2. Adams, GL, Boeis, LR, Higler, PA. Penyakit
Telinga : ADS : LT lapang/lapang, Membran Timpani Hidung. Dalam: Boeis, Buku Ajar Penyakit THT.
utuh +/+, RC +/+ Jakarta: EGC.1997 p.210
3. Pasha R, Golub JS. Otolaryngology Head and
Hidung : KNDS :KN lap/lap, KI atrofi/atrofi, KM Neck Surgery. San Diego: Plural Publishing. 2014
eut/eut, sekret +/+, Deviasi septum-/-, 4. Mangunkusumo E dan Wardani RS. Polip Hidung.
massa +/+ Dalam : Soepardi EA, Iskandar N, Bashirudin J
Tenggorok: arcus faring simetris, uvula ditengah, tonsil T1- dan Restitu RD editor. Buku Ajar Ilmu Kesehatan
T1 tenang, dinding posterior faring Telinga Hidung dan Tenggorok Kepala dan Leher,
tenang, PND (+) Jakarta: Badan Penerbit FK UI. 2012. p.101-108
5. Choynowska S, Kepra A, Waszkiewicz N, et all.
Diagnosis Utama : Ethiopathogenesis of nasal Polyps. Prog. Healt
Polip Nasi Bilateral Sci. 2013. Vol. 3(2): 153-156
6. Bull TR. Color Atlas of ENT Diagnosis 4th
Pemeriksaan Anjuran : edition. New York: Thieme. 2003
CT Scan 7. Chandra RK, Conley DB, Kern RC. Nasal
Polyposis. Dalam : Kennedy DW, Hwang PH.
Terapi : Rhinology. New York: Thieme. 2012.
Clindamysin 3 x 300 mg
Nasal Spray Budesonide 64 ug

Terapi Anjuran :
FESS

Prognosis
- Quo ad Vitam : bonam
- Quo ad Sanam : bonam
- Qua ad Fungsionam : bonam

Diskusi
Seorang pasien perempuan usia 59 tahun datang
ke Poli THT-KL RSAM Bukittinggi dengan keluhan kedua
hidung tersumbat sejak 1 inggu yang lalu. Keluhan ini
dirasakan pasien sudah sejak 4 tahun yang lalu. Dari
anamnesis didapatkan hidung tersumbat bersifat hilang
timbul, terutama ketika udara dingin, terdapat penurunan
penciuman pada kedua hidung sejak 4 tahun yang lalu,
terdapat ingus yang mengalir diternggorok, dahi teraasa
berat ketika sujud. Keluhan yang dirasakan pasien ini sesuai
dengan keluhan pada penderita polip nasi. Adanya PND
memungkinkan adanya suatu infeksi sekunder.
Pada pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan
massa berbentuk bulat berisi cairan pada meauts media,
tampak dirongga hidung, tapi belum memenuhi rongga
hidung. Berdasarkan stadium polip menurut lund dan