Anda di halaman 1dari 2

Kalsium hipokorit

Pemerian : padatan putih sampai kuning, sukar laut air, berbau klorin kuat

Tabel II.1. Sifat-sifat Kalsium Hipoklorit(17)


Rumus Molekul Ca(ClO)2
Massa molar 142,98 g/mol
Penampilan serbuk putih/abu-abu
Densitas 2,35 g/cm3 (20 C)
Titik lebur 100 C
Titik didih 175 C
Kelarutan dalam air 21 g/100 mL, bereaksi
Kelarutan bereaksi dalam alkohol

- Ambang batas 0,36 gram/100 gram


- Toksisitas
Iritasi esophagus dgn kadar 5.25%, 52.250 ppm, atau 52.250 mg / L
Dosis letal 3-6% dlm 200 ml
konsumsi air yang mengandung 5 mg / L klorin (Cl Sekitar 0.036 mg / kg / hari) tidak
berpengaruh signifikan terhadap hematologi, serum kimia, urinalisis, atau parameter fisiologis
tambahan.
20 ppm tidak berpengaruh signifikan terhadap lipid serum atau kadar serum hormon tiroid.

- Efek terhadap manusia


Nyeri faring, disfagia(kesulitan menelan), stridor(bunyi abnormal saat bernafas), air liur,
odynophagia(sakit saaat menelan), dan muntah
Pada mata menghasilkan cedera mata berat dengan nekrosis dan chemosis (penumpukan
cairan) kornea, mengaburkan kornea, iritis (peradangan pada iris), pembentukan
katarak(kekeruhan pada lensa mata), atau retinitis(peradangan pada retina) parah.
Pada pernafasan berupa napas cepat, sianosis(kebiruan pada kulit atau mukosa karean
kurang 02 darah), atau hemoptisis(batuk berdarah)

- Manfaat : penjernihan air kolam renang (+ as. sianurat), pembersih lumut dan alga, membuat
kloroform

B. Klorin (Cl2)

- Pemerian : gas kuning kehijauan, mudah meledak (+ H2), korosif thd logam, oksidator kuat

- Titik didih -34,7 0C titik beku : 0,102 0C


- Nilai ambang batas : 5 mg/L (Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010)

- Manfaat : desinfektan, pemutihan kertas, menguatkan permukaan kertas, pestisida


(DDT/dicloro difenil tricloroetana), membuat polimer PVC,

- Toksisitas :

a. Terhirup : 0,2 16 ppm : iritasi mukosa


30 ppm : batuk
Luka bakar pd hidung dan mulut dgn rhinoreehea(> lender pd rongga hidung),
batuk, muntah, hemoptysis, dyspnea(sesak), tracheobronchitis.

b. Kulit : iritasi, luka bakar disertai vesikula


c. Mata : 3-6 ppm : nyeri, merah, pandangan kabur, lakrimasi(> air mata)

Iodometri klorin
Prosedur Blanko
1. Dipipet 10,0 ml aquadest masukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml
2. Ditambahkan 5 ml H2SO4 p.a dan 10 ml KI 10%.
3. Ditutup mulut erlenmeyer dengan plastik.
4. Dititrasi dengan larutan Na2S2O3 standar 0,0093 N sampai berwarna kuning muda.
5. Ditambahkan 2 ml indikator kloroform.
6. Dititrasi dilanjutkan hingga ungu tepat hilang.
7. Dicatat hasil volume.

Prosedur Standarisasi
1. Dipipet 10,0 ml larutan KIO3 0,0097 N masukkan dalam erlenmeyer.
2. Ditambahkan 5 ml H2SO4 2 N, campur homogen.
3. Ditambah 10 ml KI 10% ditutup plastik.
4. Dititrasi dengan larutan Na2S2O3 standar 0,0093 N dari warna coklat kemerahan sampai kuning muda/
kuning pucat.
5. Ditambah 2 ml Amilum 1%, dan diteruskan titrasi sampai ungu hilang.