Anda di halaman 1dari 38

EXECUTIVE

SUMMARY
KELOMPOK BUS RAPID TRANSIT

S RI W EDARI

STUDIO PERENCANAAN TRANSPORTASI 2016


DOSEN
PEMBIMBING DR. Ir. Budi Sugiarto Waloeyo, M.S.P

ANGGOTA KELOMPOK
Muhammad Rizqi Al Fadil
(145060600111019)

Baiq Maulida Riska Farisa


(145060601111035)

Octa Andria Ika Putri


(145060607111026)

Bunga Adelia
(145060600111013)

Ratih Putri Aninditta


(135060501111068)

Kiara Putri Linggarjari


(145060601111013)

Ratri Bayu Lesmana


(145060600111015)

Mahasti Adityasari
(145060601111023)
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Data dan Analisa Masterplan Transportasi Pengembangan
Transportasi Moda Bus Rapid Transit (BRT) 1 Kota Yogyakarta dalam Studio Perencanaan Transportasi
2016. Penulis menyadari tidak sedikit hambatan yang dihadapi dalam penyusunan Laporan Rencana
Masterplan Transportasi Pengembangan Transportasi Moda Bus Rapid Transit (BRT) 1 Kota Yogyakarta.
Berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, hambatan tersebut dapat diatasi dengan baik. Oleh
karena itu, penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada:

1. Bapak Dr. Ir. Budi Sugiarto Waloejo, MSP. selaku Dosen pembimbing yang telah
memberikan bimbingan terkait mata kuliah Studio Perencanaan Transportasi.
2. Bapak dan Ibu dosen selaku pembimbing mata kuliah Studio Perencanaan Transportasi.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Data dan Analisa Masterplan Transportasi
Pengembangan Transportasi Moda Bus Rapid Transit (BRT) 1 Kota Yogyakarta ini jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga laporan ini dapat memberikan
manfaat bagi pembaca sekaligus dapat menjadi bahan acuan untuk penelitian lebih lanjut.

Malang, 29 Desember 2016

Penulis
DAFTAR ISI
Pendahuluan Gambaran Umum
- Latar Belakang - Gambaran Umum Wilayah Studi
- Rumusan Masalah - Pembagian Zona
- Tujuan - Jaringan Jalan
- Tata Guna Lahan
- Gambaran Umum Trans Jogja Rute
3A dan 4A

Analisa
- Analisa Kebijakan
- Analisis Struktur dan Pola Ruang
- Evaluasi Operasional BRT Trans Jogja Rute 3A dan 4A
- Evaluasi Tingkat Pelayanan
- Analisis Pembiayaan
- Analisis For Step Models
- Analisis IPA
- Konsep Pengembangan

Rencana
- Rencana Teknis
- Rencana Operasional
- Frencana Pembiayaan
- Rencana Kelembagaan
- Indikasi Program
- Integrasi Dengan Moda Lain
PENDAHULUAN

STUDIO PERENCANAAN TRANSPORTASI 2016


BUS RAPID TRANSIT

Latar Belakang
Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu masalah Akibat pertambahan jumlah kendaraan pribadi
besar di kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya yang terus meningkat mampu menyebabkan
ialah Kota Yogyakarta yang merupakan kota pelajar kemacetan. Salah satu cara untuk
dan kota wisata. mengatasinya ialah penyediaan angkutan
Yogyakarta sebagai kota pelajar dikarenakan umum yang dapat menampung pergerakan
memiliki banyak universitas negeri dan swasta dengan kapasitas lebih banyak. Salah satunya
yang banyak peminat. ialah angkutan umum berbasis bus. Di Kota
Kota Yogyakarta juga disebut sebagai kota wisata Yogyakarta sudah terdapat BRT (bus rapid
dikarenakan banyaknya wisata-wisata sejarah transit), yang merupakan angkutan umum bus
yang terdapat di Kota Yogyakarta. yang melayani Provinsi DIY. BRT yang ada di Kota
Jumlah kendaraan pribadi dan kendaraan umum Yogyakarta dikenal dengan naman Trans Jogja.
mengalami peningkatan seiring dengan Namun berdasarkan Dokumen Pelaporan Harian
pertambahan jumlah penduduk. Penumpang PT Jogja Trans Tugu (2016)
Pengguna kendaraan pribadi lebih tinggi dinyatakan bahwa semakin lama penumpang atau
dibandingkan dengan pengguna kendaraan umum. pengguna jasa Trans Jogja semakin menurun.
Maka dari itu untuk, penelitian mengenai Trans
Jogja perlu dilakukan, selain melakukan penelitian,
moda BRT Trans Jogja di juga harus ditopang
dengan perencanaan yang matang.

Tujuan
Sumber : Kompasiana, 2015 1. Untuk mengetahui bangkitan dan tarikan

Rumusan Masalah
pergerakan di Kota Yogyakarta.
2. Untuk mengetahui persebaran pergerakan
bagi masyarakat di Kota Yogyakarta.
1. Bagaimana pola bangkitan dan tarikan pergerakan 3. Untuk mengetahui alternatife rute BRT yang
Kota Yogyakarta? tepat dan dapat melayani simpul-simpul
2. Bagaimana sebaran pergerakan di Kota Yogyakarta? pergerakan Kota Yogyakarta.
3. Bagaimana merencanakan rute alternatif BRT di Kota 4. Untuk mengetahui rencana operasional
Yogyakarta? yang tepat untuk BRT di Kota Yogyakarta.
4. Bagaimana rencana operasional BRT di Kota 5. Untuk mengetahui rencana finansial BRT
Yogyakarta? Kota Yogyakarta.
5. Bagaimana rencana finansial BRT di Kota 6. Untuk mengetahui rencana kelembagaan
Yogyakarta? BRT di Kota Yogyakarta.
6. Bagaimana rencana kelembagaan BRT di Kota
Yogyakarta?

6
Studio Perencanaan Transportasi 2016
GAMBARAN UMUM

STUDIO PERENCANAAN TRANSPORTASI 2016


BUS RAPID TRANSIT

Gambaran Umum Wilayah Studi


Wilayah studi yang diambil dalam penelitian ini adalah
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kota
Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.
Berikut merupakan gambaran umum masing-masing
Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kota Yogyakarta
Kabupaten Sleman
Kabupaten Bantul

Pembagian Zona
Zona merupakan gambaran suatu daerah yang Wilayah Zona Kecamatan Kelurahan
Kota 1 Mantrijeron Gedongkiwo, Suryodiningratan,
mempunyai fungsi guna lahan yang beragam Yogyakarta Mantrijeron
sehinga memunculkan sebuah bangkitan dan 2 Kraton Kadipaten, Panembahan, Patehan
3 Mergangsan Brontokusuman, Keparakan, Wirogunan
tarikan pergerakan. Pembagian zona di
Kartamantul dibentuk berdasarkan dominasi 4 Umbulharjo Semaki, Warungboto, Pandeyan,
penggunaan lahan yang sama dan batas Sorosutan, Giwangan, Muja-Muju,
Tahunan
administrasi fisik seperti jalan, sungai, dan jumlah 5 Kotagede Rejowinangun, Prenggan, Purbayan
penduduk di tiap kecamatan. Zona Kartamantul 6 Gondokusuman Baciro, Demangan, Kotabaru, Klitren,
Terban
terbagi menjadi 23 zona. Pada Kota Yogyakarta 7 Danurajen Tegalpanggung, Suryatmajan,
terbagi menjadi 14 zona, Kabupaten Sleman Bausasran
terbagi menjadi 4 zona dan Kabupaten Bantul 8 Pakualaman Gunungketur, Purwokinanti
9 Gondomanan Prawirodirjan, Ngupasan
terbagi menjadi 5 zona. 10 Ngampilan Notoprajan, Ngampilan
11 Wirobrajan Patangpuluhan, Pakuncen, Wirobrajan
12 Gedongtengen Pringgokusuman, Sosromenduran
13 Jetis Bumijo, Gowongan, Cokrodiningratan
14 Tegalrejo Kricak, Karangwaru, Tegalrejo
Kabupaten 15 Gamping Trihanggo, Banyuraden,
Sleman Ambarketawang, Balecatur, Nogotirto
16 Mlati Sendangadi dan Sinduadi
17 Depok Catur Tunggal. Maguwoharjo, Condong
Catur
18 Berbah Jogo Tirto, Kali Tirto, Sendang Tirto,
Tegal Tirtp
Kabupaten 19 Piyungan Sitimulyo, Srimartani, Srimulyo
Bantul 20 Banguntapan Tamanan, Jagalan, Singosaren,
Wirokerten, Jambidan, Potorono,
Baturetno, Banguntapan
21 Sewon Pendowoharjo, Timbulharjo,
Kabupaten Bangunharjo, Panggungharjo
Bantul 22 Kasihan Tirtonirmolo, Ngestiharjo, Tamanharjo,

8 23 Sedayu
Bangunjiwo
Argodadi, Argomulyo, Argorejo, Argosari

Studio Perencanaan Transportasi 2016


BUS RAPID TRANSIT

Panjang jalan di seluruh wilayah Kota Yogyakarta pada tahun 2013 Berdasarkan Buku Saku
Jaringan Kota Yogyakarta Tahun 2014 mencapai 266,22 km. Panjang jalan yang berada di bawah
Jalan kewenangan negara 18,13 km, sedangkan 248,09 km berada di bawah kewenangan
Kota Yogyakarta. Kondisi jalan secara umum dapat dikatakan layak untuk dilalui,
50,28 persen kondisi jalan baik, 39,93 persen kondisi jalan sedang, dan 9,80
persen kondisi jalan rusak. Data panjang jalan provinsi menurut keadaan
jalan dan Kabupaten/Kota di D.I. Yogyakarta

Jalan Kabupaten/Kota (km)


Kondisi Jalan
2013 2014 2015
Baik 124,73 129,24 145,240
Sedang 99,06 75,76 71,355
Rusak 24,30 43,09 31,495
Rusak Berat 0,00 2,00 0,00
Jumlah 248,09 248,09 248,090
Sumber : Kota Yogyakarta Dalam Angka, 2016

Bus Trans Jogja Rute 3A melayani Kota Yogyakarta dan


wilayah pengembangannya yang meliputi beberapa
kecamatan di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.
Rute 3A merupakan jalur yang strategis karena jalur ini
melewati tata guna lahan dengan tarikan yang besar.
Berikut tata guna lahan beserta nama jalan yang terdapat
di Rute 3A.

Nama Jalan Tata Guna Lahan


Tata Jl. Karanglo Pasar Kota Gede
Guna Jl. Kemasan SDN 1 Kota Gede,RSKIA PKU Muhammadiyah, Puskesmas Kota Gede, Bank BPD DIY
Jl. Gedong Kuning PLN Jogja, Akademi Teknik Piri, Yogyatorium-Dagadu Djokja, Poltekes Permata Indonesia Yogyakarta, Institut Teknologi
Lahan Yogyakarta, International School of Hospitality
Jl. Janti JEC, Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia
Jl. Ringroad Timur SMK Penerbangan Adi Sucipto, RSP AU Dr. S. Hardjolukito
Jl. Raya Solo UPN Veteran, Carrefour, KPPD IY Kab Sleman, Pasar Sambilengi, Kantor imigrasi, Bandara Adi Sucipto, Stasiun Maguwo
Sumber : Jl. Ringroad Utara Sinakertrans DIY, SMKN 1 Depok, PT sukandra Djaya Branch, Kantor wilayah Dirjen Pajak Yogyakarta, UPN Veteran, SIKES
Hasil Guna Bangsa, STMIK Smikom, Pssar Condong Catur, RS JIH, Hartono mall, Polda DIY, Giant, Terminal Condong Catur,
Survei, Kantor Kecamatan Depok, Pasar Manggung, Happy Puppy, PT. BPR Dana Agung Bakti
2016 Jl. Kaliurang Pizza Hut, Cirle K, BRI, Dunkkin Donuts, Bank Bukopin
Jl. Teknika FE UGM, Pusat Kedokteran Tropis UGM
Jl. Kesehatan RSU Dr. Sardjito
JL. Bhieka Tunggal Ika FK UGM
Jl. Persatuan Pusat Kebudayaan Koesnadi UGM, Radio Swaragama FM, Bank BNI, KFC UGM
Jl. Cik Ditiro RS Pani Rapih, RS Mata Dr. Yap
Jl. Suroto Plasa Telkom
Jl. Yos Sudarso Stadion Kridosono
Jl. Abu Bakar Ali Gereja St. Antonio
Jl. Jend. Sudirman Masjid Al-Hidayah, Hotel Santika, Tugu Yogyakarta
Jl. Diponegoro Pasar Kranggan, Ameris Hotel
Jl. Tentara Pelajar Bank BPD DIY, Samsat Kota Yogyakarta
Jl. Pasar Kembang Stasiun Tugu
Jl. Malioboro Mall Malioboro, LPSE Pemda DIY
Jl. Ahmad Yani Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg
Jl. Ahmad Dahlan RSU PKU Muhammadiyah
JL. KH. Wahid Hasyim RSKIA Rachmi, Parkir Ngabean, Universitas Widya Mataram
Jl. MT. Haryono SMAN 7 Yogyakarta, TK-SD Kanisius, Alun-Alun Kidul
Jl. Lowanu Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah, SPBU, Pamela 8 Supermarket and Futsal

9 Jl. Sorogenen
Jl. Imogiri Timur
Masjid Muthohhirini
BUKP Yogyakarta, Bank Jogja, SLB Pembina Yogyakarta, Terminal Giwangan

Studio Perencanaan
Studio Transportasi
Perencanaan 2016
Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Gambaran Umum Trans Jogja 3A dan 4A


Rute Eksisting 3A.
RUTE Dari peta rute 3A diatas, dapat diketaui bahwa rute yang dilalui :
Jl. Imogiri - Jl. Pramuka - Jl. Tegal Gendu - Jl. Nyi Pembayun - Jl. Kemasan - Jl. Gedongkuning
3A Utara - Jl. Janti - Jl. Ring Road Timur - Jl. Laksda Adisucipto - Jl. Laksda Adisucipto - Jl. Ring Road
Utara - Jl. Anggajaya - Jl. Ring Road Utara - Jl. Kaliurang - Jl. Teknika Utara - Jl. Kesehatan Sekip -
Jl. Bhinneka Tunggal Ika - Jl. Kaliurang - Jl. Cik Di Tiro - Jl. Suroto - Jl. Yos Sudarso - Jl. Abu Bakar
Ali - Jl. Ahmad Jazuli - Jl. Prau - Jl. Jend. Sudirman - Jl. Diponegoro - Jl. Tentara Pelajar - Jl. Letjen
Suprapto - Jl. Pasar Kembang - Jl. Malioboro - Jl. Margomulyo - Jl. KH Ahmad Dahlan - Jl. KH
Wahid Hasyim - Jl. MT Haryono - Jl. Mayjen Sutoyo - Jl. Kol. Sugiyono - Jl. Menteri Supeno - Jl.
Gambiran - Jl. Pramuka - Jl. Imogiri.
Trans Jogja rute 3A berangkat dari Terminal dan berakhir di Terminal Giwangan. Rute ini melalui
wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman serta Kabupaten Bantul.

Rute Eksisting 4A
Trans Jogja rute 4A adalah RUTE
Jl. Imogiri - Jl. Pramuka - Jl. Perintis Kemerdekaan - Jl. Menteri Supeno - Jl. Taman Siswa -
Jl. Sultan Agung - Jl. Gadjah Mada - Jl. Hayam Wuruk - Jl. Yos Sudarso - Jl. Hayam Wuruk - 4A
Jl. Gadjah Mada - Jl. Sultan Agung - Jl. Taman Siswa - Jl. Menteri Supeno - Jl. Perintis
Kemerdekaan - Jl. Pramuka - Jl. Imogiri Timur.

10
Studio Perencanaan
Studio Transportasi
Perencanaan 2016
Transportasi 2016
ANALISA

STUDIO PERENCANAAN TRANSPORTASI 2016


BUS RAPID TRANSIT

Analisis Kebijakan
Terdapat 3 jenis kebijakan yang digunakan dalam analisis kebijakan, yaitu :

RTRW
Penetapan Kawasan Perkotaan Yogyakarta (Aglomerasi Kawasan Yogyakarta) menjadi
Pusat Kegiatan nasional
Rencana pola ruang di kawasan lindung daerah dan kawasan budidaya daerah
Pengembangan sistem transportasi darat meliputi sistem jaringan jalan dan sistem
jaringan kereta api, dan Pengembangan sistem transportasi udara

TATRAWIL
Meningkatkan kualitas sistem jaringan jalan beserta bangunan pelengkap jalan sesuai
fungsinya termasuk fly over dan under pass
Pengembangan jalur kereta api
Pengembangan prasarana transportasi laut
Sistem jaringan transportasi udara

TATRALOK
Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana transportasi, perbaikan dan pengembangan
geometri dan perkerasan jalan
Mengembangkan integrasi moda angkutan umum dengan Stasiun Tugu, Lempuyangan,
Maguwo dan Bandara Adi Sucipto
Pengembangan pelayanan transportasi terintegrasi akses bandara baru yang terpisah
dari lalu lintas reguler
Perbaikan kelembagaan dengan membentuk suatu manajemen sistem yang memiliki
prinsip komersil
Melengkapi fasilitas penunjang pelayanan Trans Jogja .
Mengembangkan sistem angkutan umum terpadu
Penambahan rute (5A, 5B, 6A, 6B, 7, ,8 , 9, 10, dan 11) Trans Jogja dan perbaikan
beberapa rute

Kebijakan-kebijakan yang terdapat pada RTRW, TATRAWIL, dan TATRALOK dapat menguntungkan bagi
pengembangan BRT di Yogyakarta. Pada tatralok terdapat kebijakan mengenai penambahan rute yang dapat
diartikan bahwa BRT akan dijadikan sebagai transportasi publik utama bagi masyarakat di Yogyakarta. Untuk
mencapai tujuan tersebut tentunya beberapa kebijakan yang ada pada dokumen rencana di Yogyakarta harus
dilaksanakan dan diakomodir dengan baik.

12
Studio Perencanaan
Studio Transportasi
Perencanaan 2016
Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Analisis Struktur Ruang Wilayah Studi

Tujuan Penetapan Struktur Ruang


Mengembangkan sub pusat pelayanan kota
Pusat kegiatan kawasan terdapat pada Kecamatan secara merata;
Danurejan. Sub pusat kegiatan terdapat pada Kecamatan Mendorong pembangunan dan pengembangan
Gedongtengen, Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Gamping, pusat-pusat lingkungan yang selaras dan
Kecamatan Mlati, Kecamatan Depok, Kecamatan Banguntapan, seimbang;
Kecamatan Sewon, dan Kecamatan Kasihan. Sedangkan untuk Mengembangkan kegiatan pelayanan sosial,
sub-sub pusat kegiatan terdapat pada Kecamatan Mantijeron, budaya, ekonomi dan atau administrasi
Kecamatan Kraton, Kecamatan Mergangsan, Kecamatan masyarakat pada sub wilayah kota secara
Umbulharjo, Kecamatan Kota Gede, Kecamatan merata.
Gondokusuman, Kecamatan Pakualaman, Kecamatan Mengembangkan jaringan pusat kota, sub
Gondomanan, Kecamatan Ngampilan, Kecamatan Wirobrajan, pusat kota, dan pusat lingkungan yang
Kecamatan Jetis, Kecamatan Berbah, Kecamatan Piyungan, berhierarki dan tersebar secara berimbang dan
dan Kecamatan Sedayu. saling terkait menjadi satu kesatuan sistem
kota menuju pusat kota

Analisis Pola Ruang


Wilayah Studi
Pola ruang wilayah studi yang terkait
dengan perencanaan transportasi adalah
guna lahan yang menimbulkan bangkitan dan
tarikan seperti kawasan budidaya, yang meliputi
permukiman, kebudayaan dan rekreasi,
perdagangan dan jasa, pendidikan
dan sebagainya
Pola penggunaan lahan wilayah Kota Yogyakarta sebagian besar dipadati lahan terbangun yaitu kawasan
permukiman dan sarana. Kawasan permukiman di Kota Yogyakarta lebih besar dikarenakan beberapa
sarana yang berkembang paling pesat yaitu sarana pendidikan, sarana kebudayaan dan rekreasi, dan
sarana perdagangan dan jasa. Lahan yang mendominasi Kabupaten Sleman selain permukiman adalah
persawahan dengan luas 26.628,26 Ha. Lahan yang mendominasi Kabupaten Bantul adalah lahan yang
diperuntukkan untuk permukiman dengan jumlah 53.007,68 Ha. Sedangkan lahan untuk pertanian seluas
50.800,22 Ha, lahan
13
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Evaluasi
Operasional Rute
3a
Standar Analisa
Load Factor Puncak Puncak Puncak
Pagi Siang Malam
Belum memenuhi
70 %
Weekday 33 % 49 % 50 % standar
Weekend - 30% 58 %

Travel time 2 jam 24 menit 1 3 jam Sesuai standar


Headway 19 menit 5 20 menit Sesuai standar

Kecepatan 35-40 km/jam 10-25 km/jam Tidak Sesuai Standar

Stadion Kridosono

Dinas Rute 4a
Evaluasi
Gajah
Mada

Operasional
Pendidikan
Jl.

Taman
Siswa
Jl.

Jl. Sultan
Agung
Pendopo Univ. Ahmad

Rute 4a
Taman Siswa Dahlan II
Jl. Menteri
Supeno
SMK
Imogiri
Timur

Muhammadiy
Jl.

ah 3

Standar Analisa
Load Factor Puncak Puncak Puncak
Pagi Siang Malam
Belum memenuhi
Weekday 34 % 34 % 34 % 70 %
standar
Weekend - 44 % 37 %

Travel time 1 jam 19 menit 1 3 jam Sesuai standar


Headway 10 menit 5 20 menit Sesuai standar
35-40 km/jam 10-25 Tidak Sesuai Standar
14 Kecepatan
km/jam
Studio Perencanaan
Studio Transportasi
Perencanaan 2016
Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Evaluasi Tingkat Pelayanan di Rute 3A dan 4A


KEAMANAN KESELAMATAN
lampu 50% di halte Manusia <100% untuk pengeoperasian
75% di bus kendaraan
100% untuk penanganan
petugas 1 = memenuhi kendaraan darurat
Identitas 1=memenuhi Alat keselamatan <100%
kendaraan
Kaca film 50%=memenuhi Fasilitas 1=belum memenuhi
kesehatan
prasarana 100%
KENYAMANAN
KETERATURAN
halte Sudah nyaman, namun di lampu
penerangan masih 50% informasi Info halte yang akan diewati
dan info kedatangan bus
Mobil Sudah nyaman, namun sudah memadai,
bus kapasitas angkut masih 47% info pelayanan cukup
memadai,
info gangguan kurang
KETERJANGKAUAN memadai
Kemudahan Mudah Sistem memadai
perpindahan pembayan
penumpang
Ketersediaan integrasi tersedia Berdasarkan hasil evaluasi pelayanan pada rute 3A dan rute 4A
jar.trayek pengumpan didapatkan hasil bahwa terdapat fasilitas halte dan bus yang
belum memenuhi standrar pelayanan menurut Peraturan
Menteri Perhubungan Republik Indonesi Nomor 10 Tahun 2012
tarif sesuai yaitu
Keamanan (Tanda Pengenal
Pengemudi, lampu isyarat tanda
KESETARAAN bahaya, lampu penerang)
Keselamatan (Peralatan
Kursi prioritas 3=belum keselamatan, fasilitas kesehatan,
memenuhi pelengkap lalu lintas dan angkutan
jalan)
Ruang khusus kursi roda tersedia Kenyamanan (Fasilitas kebersihan,
fasilitas kesehatan)
Kemiringan dan tekstur lantai Belum Kesetaraan (Kursi prioritas, kursi bagi
tersedia pengguna roda, kemiringan lantai dan
tesktur dan tekstur khusus bagi
15 pengguna)

Studio Perencanaan Transportasi 2016


BUS RAPID TRANSIT

Analisis Pembiayaan 3a
Dalam analisis pembiayaan terdapat Biaya Investasi, Biaya Operasional, net present value (NPV), Sosial
Benefit, Ability to Pay, Willingness to Pay, dan Penentuan Tarif.

Biaya Investasi
Karakteristik Kendaraan Dana investasi pemenuhan fasilitas rute 4A ialah
KARAKTERISTIK

Type Bus Sedang Rp. 10.085.970.000,00. Total dana didapat dari


Jenis Pelayanan Kelas Patas AC penjumlahan atas beberapa kebutuhan seperti :
Kapasitas Angkut 41
Produksi per Bus Satuan
1. kendaraan,
Km tempuh per rit 27.084 km/rit 2. pembangunan halte,
Frekuensi 8 rit 3. kelengkapan halte,
Km tempuh per hari 216.672
4. perlengkapan komunikasi,
Hari operasi 365 hari
5. mesin ticketing.
BIAYA INVESTASI

Armada bus rute


No investasi Harga satuan satuan Total Biaya
4A
1 Biaya Kendaraaan 443.270.000 bus 11 4.875.970.000
2 Pembangunan Halte 120.000.000 32 3.849.000.000
3 Kelengkapan halte 5.000.000 32 160.000.000
4 Perlengkapan komunikasi 250.000.000 1 250.000.000
5 Mesin ticketing 30.000.000 32 960.000.000
TOTAL 3.263.080.000

Biaya Operasional
Fix Cost yang digunakan : biaya penyusutan, variabel Cost yang digunakan : biaya
pajak, asuransi kendaraan, biaya kir bus, biaya BBM, oli, biaya pemeliharaan ban,
awak bus, iuran organda, biaya izin trayek, biaya pemeliharaan bus, cuci bus,
kartu pengawasan, biaya retribusi terminal, biaya pengelolaan per km, serta jasa
biaya pegawai kantor, pajak bumi dan keuntungan perusahaan
bangunan, dan sewa bangunan kantor

Per tahun
Per tahun 1 bus Per bulan Per bulan 1 Per hari 1
Per tahun (Rp.) per km 1 Per hari (Rp.)
(Rp.) (Rp.) bus (Rp.) bus (Rp.)
bus (Rp.)
Total Fix Cost 2.208.334.888 200.757.717 2.538 184.027.907 16.729.810 6.050.233 550.021
Total Variable Cost 2.754.523.141 250.411.195 3.166 229.543.595 20.867.600 7.546.639 686.058
Total Fix + Variable 4.962.858.029 451.168.912 5.705 413.571.502 37.597.409 13.596.871 1.236.079
Biaya tak terduga 148.885.741 13.535.067 171 12.407.145 1.127.922 407.906 37.082
Total 5.111.743.770 464.703.979 5.876 425.978.647 38.725.332 14.004.777 1.273.162
BOK per Km 65905

Biaya Operasional 4a
16
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Analisis Pembiayaan 4a
Dalam analisis pembiayaan terdapat Biaya Investasi, Biaya Operasional, net
present value (NPV), Sosial Benefit, Ability to Pay, Willingness to Pay, dan
Penentuan Tarif.

Biaya Investasi
Dana investasi pemenuhan fasilitas rute 4A
KARAKTERISTIK

Karakteristik Kendaraan
Type Bus Sedang ialah Rp. 3.263.080.000,00. Total dana
Jenis Pelayanan Kelas Patas AC didapat dari penjumlahan atas beberapa
Kapasitas Angkut 41
kebutuhan seperti :
Produksi per Bus Satuan
Km tempuh per rit 14.484 km/rit 1. kendaraan,
Frekuensi 4 rit 2. pembangunan halte,
Km tempuh per hari 57.936 3. kelengkapan halte,
Hari operasi 365 hari
4. perlengkapan komunikasi,
5. mesin ticketing.
BIAYA INVESTASI

Armada bus
No investasi Harga satuan satuan Total Biaya
rute 4A
1 Biaya Kendaraaan 443.270.000 bus 4 1.773.080.000
2 Pembangunan Halte 120.000.000 8 960.000.000
3 Kelengkapan halte 5.000.000 8 40.000.000
4 Perlengkapan komunikasi 250.000.000 1 250.000.000
5 Mesin ticketing 30.000.000 8 240.000.000
TOTAL 3.263.080.000

Biaya Operasional
Fix Cost yang digunakan : biaya penyusutan, variabel Cost yang digunakan : biaya
pajak, asuransi kendaraan, biaya kir bus, biaya BBM, oli, biaya pemeliharaan ban,
awak bus, iuran organda, biaya izin trayek, biaya pemeliharaan bus, cuci bus,
kartu pengawasan, biaya retribusi terminal, biaya pengelolaan per km, serta jasa
biaya pegawai kantor, pajak bumi dan keuntungan perusahaan
bangunan, dan sewa bangunan kantor

Per tahun
Per tahun 1 bus Per bulan 1 Per hari 1
Per tahun (Rp.) per km 1 Per bulan (Rp.) Per hari (Rp.)
(Rp.) bus (Rp.) bus (Rp.)
bus (Rp.)
Total Fix Cost 248.720.343 62.180.086 2.940 20.726.695 5.181.674 681.426 170.356
Total Variable Cost 1.109.794.276 69.632.169 3.293 92.482.856 5.802.681 3.040.532 190.773
Total Fix + Variable 1.358.514.620 131.812.255 6.233 113.209.552 10.984.355 3.721.958 361.129
Biaya tak terduga 40.755.439 3.954.368 187 3.396.287 329.531 111.659 10.834
Total 1.399.270.058 135.766.623 6.420 116.605.838 11.313.885 3.833.617 371.963
BOK per Km 27.004

Biaya Operasional 4a
17
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Analisis 4 Step Model

Bangkitan
dan
Tarikan

Jumlah Jumlah
Wilayah Zona Kecamatan Guna Lahan Pergerakan Pergerakan
Asal Tujuan
1 Mantrijeron Permukiman 41551 60626
2 Kraton Kebudayaan dan rekreasi 33691 73199
Permukiman, dan
3 Mergangsan 37376 36388
Kebudayaan dan rekreasi
4 Umbulharjo Pemukiman dan Pendidikan 64006 54347
Kebudayaan dan rekreasi dan
5 Kotagede 28611 23115
pemukiman
6 Gondokusuman Perdagangan dan jasa 50886 58819
7 Danurajen Pendidikan dan PPU 30623 24268
Pemukiman, dan Perdaganan
8 Pakualaman 14515 14949
Kota dan Jasa
Yogyakarta Perdagangan dan jasa, dan
9 Gondomanan 15730 18175
PPU
Permukiman, perdagangan
10 Ngampilan 19938 24634
dan jasa dan kesehatan
Permukiman, perdagangan
11 Wirobrajan 31362 42155
dan jasa, pendidikan
Perdagangan dan jasa, dan
12 Gedongtengen 25836 26009
kebudayaan dan rekreasi
Permukiman, PPU, perjas,
13 Jetis 40684 36309
pendidikan
Permukiman, pendidikan,
14 Tegalrejo 43956 53894
PPU
15 Gamping Pendidikan dan permukiman 85612 76107
16 Mlati Permukiman 53009 45269
Kabupaten
Perdagangan dan jasa dan
Sleman 17 Depok 114829 70096
pemukiman
18 Berbah Permukiman 52864 42088
19 Piyungan Permukiman 50171 30726
Permukiman dan
20 Banguntapan 59493 60266
Kabupaten perdagangan dan jasa
Bantul 21 Sewon Kebudayaan dan rekreasi 38950 44168
22 Kasihan Pendidikan dan permukiman 60060 90135
23 Sedayu Permukiman 31881 19077
18
Studio Perencanaan
Studio Transportasi
Perencanaan 2016
Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Tabel Matriks Asal Tujuan


Internal Eksternal
Zona 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Oi
1 0 2752 1688 1454 555 721 300 106 278 1732 1396 480 1601 4456 4714 2224 2276 922 651 1786 4362 6500 596 41551
2 3239 0 1897 950 820 1507 1289 668 725 1954 1069 940 1537 2420 3134 424 2650 916 674 1831 901 3666 480 33691
3 1541 1462 0 1163 333 1413 3314 2630 835 1233 1201 664 2097 3509 3360 355 2170 1138 812 2276 889 4549 432 37376
4 1673 1088 1156 0 1909 3849 1396 2437 203 379 1272 695 1682 1480 6555 708 6987 4172 3250 10453 1773 9860 1029 64006
5 909 743 439 2564 0 1427 1396 348 130 234 411 274 1569 274 2328 721 2437 2492 1896 3411 815 3411 380 28611
6 1344 2412 1748 3693 862 0 408 988 819 2879 2942 2237 3003 4804 3360 1364 6229 2763 1464 2763 418 3901 487 50886
7 352 2224 3100 1175 1167 3682 0 950 517 1261 893 2965 1401 1597 1515 770 2599 758 432 1029 236 1786 216 30623
8 115 1238 1839 2330 155 1156 873 0 197 329 392 513 209 573 922 157 974 326 271 703 106 1029 110 14515
9 1413 1941 1380 238 141 1823 688 324 0 483 778 1257 2461 529 387 479 329 113 84 226 145 451 61 15730
10 1233 1785 807 296 122 597 493 153 149 0 1282 634 688 1622 2057 1519 1515 432 326 867 598 2437 326 19938
11 1048 377 865 857 246 1265 323 224 224 1201 0 970 803 4080 1409 1890 1841 4008 2870 3360 741 2547 216 31362
12 1511 1646 930 553 177 2686 2068 406 630 549 721 0 926 2306 1896 2805 1841 487 326 703 170 2221 277 25836
13 1601 1445 4312 620 648 2801 1946 859 3384 741 905 2445 0 5087 2221 2547 2818 867 487 1083 992 2547 326 40684
14 3207 1511 2183 1185 92 3014 966 610 237 1261 4173 1859 3501 0 4008 2619 3901 1083 703 1515 1016 4714 596 43956
15 7287 5301 2763 5146 1786 2708 1299 758 655 1786 974 1680 1896 3521 0 9640 5578 1786 1354 3737 6458 12729 6771 85612
16 3809 3932 427 853 396 1364 770 189 2396 2601 3235 2805 4362 4485 3792 0 8180 1354 758 1464 2102 3140 596 53009
17 2328 28998 2112 6555 2221 17498 2599 974 3585 1570 1515 1896 2870 4601 6661 8667 0 4714 2057 3250 3008 6068 1083 114829
18 1138 2218 1299 4659 2708 3195 922 380 274 542 3953 596 1029 1299 2492 1680 5633 0 4388 5091 4652 4333 380 52864
19 974 1876 1083 4278 2437 2005 596 380 235 487 9808 487 651 980 2221 1138 2979 5255 0 4008 3792 4117 380 50171
20 2057 4095 2492 7832 3466 3034 1138 758 509 1029 3140 867 1245 1786 5036 1786 3682 4820 3195 0 3466 3356 703 59493
21 4362 901 889 1773 815 419 237 106 146 598 741 171 992 1016 4333 2328 3466 1299 2834 5294 0 3682 2547 38950
22 18565 3856 2328 4765 1570 1951 922 542 477 1299 1083 1193 1354 2547 1951 596 1251 1896 1515 4495 4820 0 1083 60060
23 922 1396 651 1409 487 703 326 161 1570 487 271 380 432 922 11755 851 1570 487 380 922 2708 3089 0 31881
Dd 60626 73199 36388 54347 23115 58819 24268 14949 18175 24634 42155 26009 36309 53894 76107 45269 70906 42088 30726 60266 44168 90135 19077

Desire Line Salah satu model perencanaan transportasi adalah distribusi


pergerakan yang merupakan jumlah pergerakan antar zona dalam
suatu waktu tertentu sehingga memegang peranan penting dalam
proses perencanaan transportasi. Distribusi pergerakan/perjalanan
tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matrik asal tujuan (MAT)
maupun desire line

19
Studio Perencanaan
Studio Transportasi
Perencanaan 2016
Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Alternatif Rute
Penambahan Rute Pengembangan Berdasarkan Tatralok Provinsi DIY

Line Drawing Rute 4A

Pemilihan alternatife rute


berdasarkan LOS Pada
Jalan Rute 3A dan 4A

Line Drawing Rute 3A

Pemilihan alternatife rute berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 22 Tahun 2014

RUTE
5A Terminal Jombor Jl. Magelang Jl. Wolter Monginsidi Jl. Sardjito Jl. Colombo Jl. Gejayan Jl. Adisucipto Janti Jl. Babarsari
Jl. Seturan Simpang UPN Ringroad Utara Terminal Condongcatur Ringroad Utara Jl. Kaliurang Simpang MM UGM Jl.
Selokan Mataram Jl. Nyi Condrolukito Ringroad Utara Terminal Jombor.
5B Terminal Jombor Ringroad Utara Jl. Nyi Condrolukito Jl. Selokan Mataram Simpang MM UGM Jl. Kaliurang Ringroad Utara
Terminal Condongcatur Ringroad Utara Simpang UPN Jl. Seturan Jl. Babarsari Janti Jl. Adi Sucipto Jl. Gejayan Jl.
Colombo Jl. Sardjito Jl. Wolter Monginsidi Jl. Magelang Terminal Jombor.
6A Terminal Giwangan Jl. Tegalgendu Jl. Pembayun Jl. Kemasan Jl. Ngeksigondo Jl. Veteran Jl. Kusumanegara Jl.
Tamansiswa Jl. Kol. Sugiyono Jl. Katamso Jl. Ibu Ruswo Alun-alun Utara Jl. Trikora Jl. KHA Dahlan Jl. Wahid Hasyim
(Ngabean) Jl. S. Parman Patang Puluhan IKIP PGRI Jl. Wates Ringroad Selatan UMY S4 Ringroad Kasihan (keselatan)
Lapangan Tamantirto (ke Timur) - S4. Pabrik Madukismo (ke Utara) S4. Ringroad Madukismo S3 Tugu Keloran Jl. Bugisan Jl. S.
Parman Jl. Wahid Hasyim Jl. KHA Dahlan Jl. Trikora Alun-alun Utara Jl. Ibu Ruswo Jl. Katamso Jl. Kol. Sugiyono Jl.
Tamansiswa - Jl. Kusumanegara Jl. Veteran Jl. Ngeksigondo Jl. Kemasan Jl. Pembayun Jl. Tegalgendu Terminal Giwangan.
6B Terminal Giwangan Jl. Imogiri Jl. Pramuka Jl. Veteran Jl. Penjawi Jl. Ngangkruk S4. Ketandan S4. Blok O S4 Janti Jl.
Babarsari Jl. Seturan S4. UPN Ring Road Utara Terminal Condongcatur.
7 Terminal Jombor - Ringroad Barat Jl. Godean Timur Jl. Cokroaminoto Jl. Pembela Tanah Air Jl. Jlagran Lor Jl. Pasar Kembang
Malioboro Jl. Ahmad Yani Jl. KHA Dahlan Jl. Wahid Hasyim Ngabean Jl. Wahid Hasyim - Jl. KHA Dahlan Jl. Bhayangkara
Jl. Gandekan Jl. Jlagran Lor Jl. Cokroaminoto Jl. Godean Timur Ringroad Timur Ringroad Barat Terminal Jombor.
8 Terminal Giwangan Jl. Pramuka Jl. Glagahsari Jl. Kusumanegara Jl. Cendana Jl. Gondosuli Jl. Bambang Suprapto Fly Over
Lempuyangan Jl. Atmo Sukarto Lingar Kridosono Jl. Suroto Jl. Cik Di Tiro Lingkar UGM Jl. Cik Di Tiro Jl. Suroto Lingkar
Kridosono Jl. Trimo Jl. Wahidin Jl. Bambang Suprapto Jl. Gondosuli Jl.Cendana Jl. Kusumanegara Jl. Glagahsari Jl.
Veteran Jl. Pramuka Terminal Giwangan.
9 Terminal Giwangan Ringroad Selatan Jl. Parangtritis Jl. Sutoyo Jl. Haryono Jokteng Kulon Jl. Wahid Hasyim Jl. Suprapto
Jl. Tentara Pelajar Jl. Megelang Terminal Jombor Ringroad Utara Jl. Kaliurang Lingkar UGM (PP).
10 Terminal Giwangan Ringroad Selatan Jl. Imogiri Jl. Menukan Jl. Parangtritis Jl. Mangkuyudan Jl. Panjaitan Jl. Haryono
Jl. Wahid Hasyim Jl. Suprapto Jl. Tentara Pelajar Jl. Diponegoro Jl. AM Sangaji Jl. Sardjito Jl. Terban Jl. Colombo Jl.
Gejayan Terminal Condongcatur (PP).

20
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Analisis IPA (Importance Performance Analyisis)


Hasil analisis IPA berdasarkan ukuran tingkat kepentingan (importance) dan kualitas pelayanan
(performance). Terdapat pembobotan tingkat kepuasan yang digambarkan dalam sumbu (X) dan
tingkat kepentingan dalam sumbu (Y) yang meliputi armada bus dan halte.

Armada Bus Trans Jogja


variabel yang digunakan dalam
menentukan persepsi masyarakat
mengenai operasional armada
bus Trans Jogja:
1. Kenyaman dan kebersihan
di dalam BRT
2. Kemampuan, keramahan,
kesopanan petugas dalam
menyampaikan informasi
dan apabila terjadi
gangguan di dalam BRT
3. Kesiapan petugas apabila
terjadi gangguan dan
tindak kriminal di dalam
BRT
4. Fasilitas di dalam BRT
5. Sistem tiket BRT

Kuadran 3 (Prioritas
Kuadran 1
Kuadran 2 Rendah Kuadran 4 (Prioritas
(Pertahankan)
(Berlebihan) (3) Fasilitas kebersihan Utama)
(9) Petugas di dalam
(2) Fasilitas kemudahan di dalam bus, (1) Kursi prioritas untuk
bus,
naik turun, (4) Fasilitas pendingin, anak-anak, ibu hamil,
(5) fasilitas pegangan,
(8) identitas sopir dan (6) Fasilitas kesehatan, dan lansia
(10) petugas di halte,
petugas didalam bus (7)Terdapat informasi
(11) sistem tiketing
nomor call center

Rencana pertama dalam meningkatkan kinerja pelayanan Trans Jogja adalah pengadaan
kursi prioritas untuk pengguna anak-anak, ibu hamil, dan lansia agar penumpang menjadi
lebih nyaman serta lebih berminat untuk melakukan mobilitas dengan Trans Jogja.

21
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Analisis IPA (Importance Performance Analyisis)


Hasil analisis IPA berdasarkan ukuran tingkat kepentingan (importance) dan kualitas pelayanan
(performance). Terdapat pembobotan tingkat kepuasan yang digambarkan dalam sumbu (X) dan
tingkat kepentingan dalam sumbu (Y) yang meliputi armada bus dan halte.

variabel yang digunakan


dalam menentukan Halte Bus Trans Jogja
persepsi masyarakat
mengenai operasional
halte bus Trans Jogja:
1. Penempatan halte
BRT
2. Kemampuan,
keramahan dan
kesopanan petugas di
dalam halte
3. Kesiapan petugas
apabila terjadi
gangguan dan tindak
kriminal di dalam halte
4. Fasilitas di dalam halte
5. Desain halte
6. Sistem pembayaran
atau sistem tiket di
dalam halte

Kuadran 1
Kuadran 3 (Prioritas
(Pertahankan)
Rendah
(4) Kemudahan Kuadran 2 Kuadran 4
(1) Jarak mencapai
menjumpai halte, (Berlebihan) (Prioritas Utama)
halte,
(5) Petugas (7) Kemudahan (8) Desain halte
(2) Kemudahan
keamanan di halte, perpindahan untuk orang
menjangkau tujuan
(9) Informasi dan penumpang antar berkebutuhan
dari halte,
jadwal kegiatan, halte khusus
(3) Waktu untuk
(10) Sistem
mencapai halte
pembayaran

Prioritas utama dalam perbaikan halte adalah perbaikan desain halte yang yang bisa
mengakomodir pengguna berkebutuhan khusus. Dan perlu penambahan fasilitas di
dalam halte seperti tempat duduk untuk menunggu, papan informasi, serta halte yang
bisa menampung seluruh penumpang

22
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Konsep Pengembangan
VISI
Trans Jogja
Mewujudkan Trans Jogja sebagai transportasi publik yang aman,
selamat, nyaman, terjangkau, memliki kesetaraan, serta
keteraturam

MISI
Trans Jogja
1. Meningkatkan keteraturan operasional BRT.
2. Menyediakan fasilitas keamanan pada moda dan halte BRT.
3. Menyediakan fasilitas keselamatan pada moda dan halte BRT
4. Menyediakan fasilitas kenyamanan pada moda dan halte BRT
5. Meningkatkan ketersediaan fasilitas kesetaraan pada moda dan halte BRT.
6. Menyediakan area parkir sepeda pada halte BRT yang dekat dengan kawasan
pendidikan dan wisata guna meningkatkan integrasi BRT dengan moda lainnya.

Konsep
Trans Jogja
Sebagai transportasi publik yang TERINTEGRASI
dengan moda lainnya.

23
Studio Perencanaan Transportasi 2016
RENCANA

STUDIO PERENCANAAN TRANSPORTASI 2016


BUS RAPID TRANSIT

RENCANA TEKNIS
Terdapat rencana jalur hasil evaluasi rute 3A dan 4A dan penambahan rute
Rencana Jalur BRT pada tahun 2017 hingga tahun 2036 sejumlah 6 jalur. 6 Jalur tersebut
Bus Trans Jogja adalah jalur 6A, 7, 8, 9, 10, dan 11. Keberangkatan rute 3A dan 4A serta 6
jalur tersebut dari Terminal Giwangan dan berakhir di Terminal Giwangan
pula. Berikut merupakan rute baru 3A dan 4A serta rute yang dilewati 6 trayek
baru di Provinsi Yogyakarta
1. Karakteristik Jalur Rencana
Bus Trans Jogja Jalan Arteri - Penampang Jalan Ringroad Utara
ada rencana penambahan rute
potensial di Kota Yogyakarta dan
sekitarnya. Pada jalur rencana Trans
Jogja, terdapat lokasi-lokasi yang
ramai dikunjungi baik masyarakat
lokal dalam melakukan aktifitas rutin
maupun wisatawan. Lokasi-lokasi
tersebut adalah perdagangan dan
jasa, perhotelan, pendidikan, Kolektor Sekunder - Penampang Jalan Terban
perkantoran, rekreasi sosial budaya
dan pelayanan umum lainnya.
Berikut merupakan karakteristik jalan
yang dilalui Trans Jogja.

2. Konsep Rute Bus Trans Jogja


analisis four-step model menghasilkan rute Jalan Lokal - Penampang Jalan Parangtritis
alternatif untuk rute 3A dan 4A Bus Trans
Yogyakarta. Analisis four-step melihat dari
beberapa aspek yang berhubungan dengan
operasionalnya

1. Berikut merupakan pertimbangan untuk


menghasilkan rute alternatif
2. Kondisi eksisting rute BRT yang ada di
Kota Yogyakarta 3. Rencana Jalur Bus Trans Jogja
3. Rencana pengembangan koridor BRT terdapat penanda yang menandakan bahwa garis marka
4. Guna lahan atau simpul simpul kegiatan tersebut adalah jalur dari Trans Jogja. bertujuan agar
masyarakat kendaraan lain tidak melewati marka tersebut dan tidak
5. Bangkitan tarikan dari setiap zona yang mengganggu pergerakan Trans Jogja menuju halte
ada di Kota Yogyakarta
6. Arahan rencana dokumen tata ruang atau Pengadaan jalur khusus untuk Trans Jogja hanya ada di
tatralok Kota Yogyakarta ruas Jalan Malioboro. Jalan Malioboro merupakan titik
7. Karakteristik jalan yang akan dilewati , dan integrasi dengan moda lainnya. Jalan Malioboro
8. Integrasi dengan moda angkutan umum kemudian dibagi menjadi jalur Trans Jogja dan jalur moda
lain lain khususnya trem. Jalur khusus Trans Jogja berupa
garis atau marka yang membentang dari ujung hingga
ujung Jalan Malioboro. Jalur ini hanya untuk jalur Trans
Jogja dan tidak diizinkan kendaraan lain melewati jalur ini.
Jalur khusus ini berada di sebelah kiri di Jalan Malioboro
25
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

4. Fasilitas Pelengkap Jalur Rencana BRT

Rambu Bus Sinyal Prioritas Pengawasan


Rambu larangan penggunaan Bus prioritas digunakan sebagai Pengawasan dilakukan dengan
lajur bagi kendaraan pribadi tanda khusus pada daerah yang cara penilangan biasa atau
Rambu larangan parkir berpotensi konflik dan berlaku penilangan dengan menggunakan
kendaraan di halte pada jalur median yang digunakan penegakan hukum elektronik yang
Rambu petunjuk adanya jalur untuk membedakan sinyal transit dimaksudkan untuk meningkatkan
bus dari sinyal lalu lintas normal. Juga efektivitas pelaksanaan penegakan
Marka warna dasar jalur merupakan integrasi dengan jalur hukum dengan menggunakan
khusus bus untuk lalu lintas perkotaan serta tidak kamera digital untuk merekam
mempermudah masyarakat perlu mengatur ulang waktu sinyal pelanggaran, kepada pelanggar
awam dalam membedakan dalam memperhitungkan kondisi yang terekam kamera selanjutnya
jalur biasa dari jalur khusus bus lalu lintas dan mengubah jadwal akan dikirim tilang kelamat rumah
Marka tulisan yang bertuliskan operasi. ataupun kantor kendaraan yang
Jalur Bus melanggar.

Desain BRT 1. Klasifikasi Bus


Rencana pengadaan armada bus menggunakan bus ukuran sedang
yang memiliki kapasitas 41 orang yang terdiri dari 22 orang duduk dan
2. Desain Eksterior BRT 19 orang berdiri. Klasifikasi bus sedang memiliki ukuran dimensi
Desain eksterior merupakan desain panjang 7,5 m, lebar 2,5 m, dan tinggi 3 m.
warna dan ornamen yang ada di
bagian luar BRT. Desain eksterior ,
mempertimbangkan konsep ikon
Kota Yogyakarta, dengan desain Pemilihan Warna
eksterior BRT terdiri dari pemilihan warna biru, karena warna BRT
warna, ornamen dan warna tulisan. sebelumnya berwarna hijau
dengan kombinasi warna
kuning. Selin itu pemerintah
Kota Yogyakarta pada tanggal
27 mei 2016 meluncurkan
armada baru bdengan warna
biru yang mana warna tersebut
telah disepakati oleh
pemerintah.

3. Desain Interior BRT


- Pintu Geser Otomatis Ornamen BRT
- Desain Tempat Duduk Tugu Joga
- Desain Hand Hold Desain Logo (City Branding) BRT
- Papan Penunjuk
- Fasilitas Lainnya

26
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Jalur Evakuasi dalam BRT


1. Keadaan tersebut semisal BRT mengalami mogok atau keadaan BRT berhenti karna kerusakan mesin atau
yang lainnya, akan dilakukan dengan cara membuka pintu darurat dan menunggu BRT penjemput atau BRT
pengganti untuk dating dan menjemput penumpang, lalu melanjutkan perjalanan dengan BRT penjemput.
2. jika keadaan didalam BRT sudah tidak dapat dikendalikan, semisal terjadi kebakaran atau muncul keadaan
yang sangat mampu untuk membahayakan kondisi keamanan penumpang. Maka penumpang yang dekat
dengan pintu darurat diminta untuk membuka pintu darurat dan membantu terlebih dahulu penumpang-
penumpang berkebutuhan khusus atau penumpang yang masuk dalam daftar penumpang prioritas. Setelah
itu seluruh penumpang lainnya segera untuk keluar dari BRT melalui pintu darurat

Rencana Halte
1. Lokasi Halte
Rencana peletakan lokasi halte di
rute rencana disesuaikan
berdasarkan kebutuhan penumpang,
potensi sebaran pergerakan dan
kesesuaian dengan kondisi fisik yang
ada pada rute rencana.

2. Desain Halte
Desain halte di tiap-tiap jalan yang
dilewati oleh Trans Jogja
mengedepankan keaman, keselamat,
kenyaman, memiliki kesetaraan, dan
keteraturan untuk pengguna maupun
calon penumpang.
lebar 3 meter
panjang 16,4 meter
Tinggi halte adalah 3,4 meter
tinggi lantai halte 50 meter

27
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Rencana Ticketing
Konsep Smart Card
Kartu Jogja Link Card dapat dibeli dengan harga awal
Rp 30.000 termasuk biaya registrasi Rp 5.000 dan
saldo Rp 25.000 yang dapat digunakan. Kartu ini
menggunakan sistim scan dimana saldo akan
berkurang sesuai dengan jenis kartu yang digunakan
saat kartu ditempelkan ke alat pendeteksi.

Kartu dapat ditukar kembali dengan uang. Uang sisa


saldo akan dikembalikan dan dipotong 20% dari saldo
yang tersisa oleh petugas. Kartu Jogja Link Card
memiliki masa aktif hingga 1 tahun apabila tidak terus
diisi. Sedangkan, kartu untuk tiket standard memiliki
masa aktif 1 hari, dan tidak bisa diperpanjang.

Rencana Garasi (Pool)


1. Fasilitas kantor
2. Fasilitas parkir
3. Fasilitas pengisian BBM
4. Fasilitas bengkel
5. Asrama pegawai

28
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

RENCANA OPERASIONAL
Evaluasi kinerja BRT Trans Jogja Rute studi diketahui melalui travel time, headway dan load factor. Setelah
melakukan evaluasi dilakukan pembuatan rencana, berupa rencana operasional BRT Trans Jogja.

Trans Jogja menggunakan bus dengan tipe sedang yang mana mempunyai kapasitas
penumpang di dalam bus yaitu sebanyak 41 penumpang dengan rincian 19 penumpang duduk
dan 22 penumpang berdiri.

Rute 3A
1. waktu sirkulasi dari Berdasarkan arahan dari Direktorat Ritasi atau biasa disebut Headway merupakan
asal ke tujuan (CTAB) Jenderal Perhubungan Darat, standar trip frekuensi ialah waktu tunggu
adalah 39,01 menit. untuk nilai load factor adalah 70% dan pergerakan putaran penumpang untuk
Untuk headway sebesar cadangan 30%. sebuah bus dalam rute kedatangan bus
5 menit, berdasarkan Rata-rata kapasitas penumpang pada saat jam selanjutnya. headway
perhitungan didapatkan (load factor) pada rute alternatif 3A operasionalnya. tiap-tiap bus di 3A
jumlah jumlah armada adalah 58.69%. Hal tersebut masih Frekuensi round trip rute adalah 12 menit.
ideal adalah 11 armada. dapat dikategorikan baik karena tidak alternatif 3A = 960 menit :
lebih dari standar load factor yang 162 menit = 6 kali ritasi
ditetapkan

Rute 4A
waktu sirkulasi dari asal Rata-rata kapasitas penumpang (load dapat diketahui bahwa
factor)pada rute 4A adalah 39.85%. Frekuensi round
ke tujuan (CTAB) adalah headway tiap-tiap
Hal tersebut masih dapat trip rute alternatif
39,01 menit. Untuk bus adalah 12 menit.
dikategorikan baik karena tidak lebih 4A = 960 menit :
headway sebesar 9
dari standar load factor yang 66 menit = 14
menit, Didapatkan
ditetapkan oleh Direktorat Jenderal kali ritasi
jumlah armada ideal
adalah 9 armada. Perhubungan Darat yaitu 70%
Rute 10
Rute 6A dan 6B
dibutuhkan armada sejumlah
3 bus digunakan pada saat waktu ideal sedangkan 8 bus untuk 5 bus pada saat waktu-waktu
akan digunakan pada saat waktu-waktu puncak.
normal dan pada 11 armada
Frekuensi round trip rute alternatif 6A dan 6B = 960 menit :
bus saat jam-jam puncak.
214 menit = 5 kali ritasi
Frekuensi round trip rute
bahwa headway tiap-tiap bus adalah 7 menit.
alternatif 10 = 960 menit : 117
menit = 7 kali ritasi
Rute 7
Rute 11
4 bus pada saat waktu-waktu normal dan pada 9 armada bus
saat jam-jam puncak. dibutuhkan armada
Frekuensi round trip rute alternatif 7 = 960 menit : 102 menit = 9 sejumlah 4 bus pada saat
kali ritasi dan headway tiap-tiap bus adalah 5 menit. waktu-waktu normal dan
pada 8 armada bus saat
Rute 9 jam-jam puncak
Frekuensi round trip rute
dibutuhkan armada sejumlah 3 bus pada saat waktu-waktu normal alternatif 11 = 960 menit :
dan pada 6 armada bus saat jam-jam puncak. 111 menit = 7 kali ritasi
Frekuensi round trip rute alternatif 9 = 960 menit : 77 menit = 12
kali ritasi dan bahwa headway tiap-tiap bus adalah 6 menit
29
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

RUTE RENCANA PEMBIAYAAN


3A

Biaya Investasi Rute 3A


Total dana yang dibutuhkan ialah Armada
No Investasi Harga satuan (Rp) bus rute Total Biaya (Rp)
Rp. 10.085.970.000,00 Total dana didapatkan 3A
dari penjumlahan atas beberapa kebutuhan 1 Biaya Kendaraaan 443.270.000 11 4.875.970.000
2 Pembangunan Halte 120.000.000 32 3.840.000.000
seperti kendaraan, pembangunan halte, 3 Kelengkapan halte 5.000.000 32 160.000.000
kelengkapan halte, perlengkapan komunikasi, 4 Perlengkapan komunikasi 250.000.000 1 250.000.000
5 Mesin ticketing 30.000.000 32 960.000.000
serta mesin ticketing. TOTAL 10.085.970.000
Sumber : Hasil Analisis, 2016

Biaya Operasional Rute 3A


Harga satuan Armada bus Km tempuh
No. Fix Cost Satuan
(Rp.) rute 3A per rit
1 Biaya penyusutan 9.498.643 per tahun
2 Pajak 883.000 per tahun
3 Asuransi kendaraan 159.275 per tahun
4 Biaya kir bus 60.000 per tahun
5 Biaya asuransi penumpang 600.000 per tahun
6 Biaya awak bus 1.755 bus-km Evaluasi pembiayaan operasional
7 Iuran organda 60.000 per tahun 11 27,084
8 Biaya izin trayek 300.000 per tahun rute 3A dilakukan dengan
9
10
Kartu pengawasan
Biaya retribusi terminal
40.000
115
per tahun
bus-km
menghitung biaya tetap (fix cost)
11 Biaya pegawai kantor 492 bus-km serta biaya tidak tetap (variable cost).
12 Pajak bumi dan bangunan 1 bus-km
13 Sewa bangunan kantor 28 bus-km
Total Fix Cost 11.603.310
Sumber : Hasil Analisis, 2016

Evaluasi Pembiayaan Rute 3A


Arma Biaya Biaya Biaya Biaya
Km Biaya
Harga da Km tempuh tempuh Km tempuh tempuh Biaya tempuh
tempuh tempuh per
No. Fix Cost satuan Satuan bus tempuh per rit per rit tempuh per hari per hari per tahun 11
per tahun per
(Rp.) rute per rit per bus 11 bus per hari per bus 11 bus bus (Rp.)
tahun bus (Rp.)
3A (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.)
1 Biaya Penyusutan 9.498.643 /tahun 3.253 35.783 26.024 286.260 9.498.643 104.485.071
2 Pajak 883.000 /tahun 302 3.326 2.419 26.611 883.000 9.713.000
3 Asuransi Kendaraan 159.275 /tahun 55 600 436 4.800 159.275 1.752.025
4 Biaya Kir Bus 60.000 /tahun 21 226 164 1.808 60.000 660.000
5 Biaya Asuransi
600.000 /tahun 205 2.260 1.644 18.082 600.000 6.600.000
Penumpang
6 Biaya Awak Bus 1.755 bus-km 47.542 522.961 380.332 4.183.649 138.821.065 1.527.031.713
7 Iuran Organda 60.000 /tahun 21 226 164 1.808 60.000 660.000
8 Biaya Izin Trayek 300.000 /tahun 11 27.084 103 1.130 216.67 822 9.041 79084.55 300.000 3300.000
9 Kartu Pengawasan 40.000 /tahun 14 151 110 1.205 40.000 440.000
10 Biaya Retribusi
115 bus-km 3.118 34.297 24.943 274.374 9.104.213 100.146.347
Terminal
11 Biaya Pegawai Kantor 492 bus-km 13.338 146.722 106.706 1.173.762 38.947.559 428.423.151
12 Pajak Bumi Dan
1 bus-km 15 167 121 1.335 44.287 487.161
Bangunan
13 Sewa Bangunan
28 bus-km 767 8.437 6.136 67.497 2.239.674 24.636.419
Kantor
Total Fix Cost 11.603.310 68.753 756.286 550.021 6.050.233 200.757.717 2.208.334.888
Per Km 2.539 27.521 20.308 223.388 7.412.410 81.536.512
Sumber : Hasil Analisis, 2016

30
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Berdasarkan tabel diatas dijelaskan bahwa Sedangkan fix cost untuk per km nya adalah
total fix cost untuk rut 3A: sebagai berikut:

BOK per rit per bus : Rp. 68.753,00 BOK per rit per bus : Rp. 2.539,00

BOK per rit 11 bus : Rp. 756.286,00 BOK per rit 11 bus : Rp. 27.521,00

BOK per hari per bus : Rp. 550.021,00 BOK per hari per bus : Rp. 20.308,00

BOK per hari 11 bus : Rp. 6.050.233,00 BOK per hari 11 bus : Rp. 223.388,00

BOK per tahun per bus : Rp. 200.757.717,00 BOK per tahun per bus : Rp. 7.412.410,00

BOK per tahun 11 bus : Rp. 2.208.334.888,00 BOK per tahun 11 bus : Rp. 81.536.512,00

Tabel selanjutnya adalah tabel yang akan membahas mengenai cost yang terdapat beberapa variabel yaitu biaya BBM, oli,
biaya pemeliharaan ban, biaya pemeliharaan bus, cuci bus, biaya pengelolaan per km, serta jasa keuntungan perusahaan

Biaya Pemeliharaan 3A
Arma Biaya Biaya Biaya Biaya
Km Km Biaya
da Km tempuh tempuh tempuh tempuh Biaya tempuh
Harga tempuh tempuh tempuh per
No. Fix Cost Satuan bus tempuh per rit per rit per hari per hari per tahun 11
satuan (Rp.) per per tahun per
rute per rit per bus 11 bus per bus 11 bus bus (Rp.)
hari tahun bus (Rp.)
3A (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.)
1 Biaya Penyusutan 9.498.643 /tahun 3.253 35.783 26.024 286.260 9.498.643 104.485.071
2 Pajak 883.000 /tahun 302 3.326 2.419 26.611 883.000 9.713.000
3 Asuransi Kendaraan 159.275 /tahun 55 600 436 4.800 159.275 1.752.025
4 Biaya Kir Bus 60.000 /tahun 21 226 164 1.808 60.000 660.000
5 Biaya Asuransi
600.000 /tahun 205 2.260 1.644 18.082 600.000 6.600.000
Penumpang
6 Biaya Awak Bus 1.755 bus-km 47.542 522.961 380.332 4.183.649 138.821.065 1.527.031.713
7 Iuran Organda 60.000 /tahun 21 226 164 1.808 60.000 660.000
8 Biaya Izin Trayek 300.000 /tahun 103 1.130 822 9.041 300.000 3300.000
11 27.084 216.67 79084.55
9 Kartu Pengawasan 40.000 /tahun 14 151 110 1.205 40.000 440.000
10 Biaya Retribusi
115 bus-km 3.118 34.297 24.943 274.374 9.104.213 100.146.347
Terminal
11 Biaya Pegawai
492 bus-km 13.338 146.722 106.706 1.173.762 38.947.559 428.423.151
Kantor
12 Pajak Bumi Dan
1 bus-km 15 167 121 1.335 44.287 487.161
Bangunan
13 Sewa Bangunan
28 bus-km 767 8.437 6.136 67.497 2.239.674 24.636.419
Kantor
Total Fix Cost 11.603.310 68.753 756.286 550.021 6.050.233 200.757.717 2.208.334.888
Per Km 2.539 27.521 20.308 223.388 7.412.410 81.536.512
Sumber : Hasil Analisis, 2016

Berdasarkan tabel diatas dijelaskan bahwa total fix BOK per rit per bus : Rp. 3.489,00
cost untuk rut 3A: BOK per rit 11 bus : Rp. 38.384,00
BOK per rit per bus : Rp. 94.508,00
BOK per hari per bus : Rp. 25.331,00
BOK per rit 11 bus : Rp. 1.039.588,00
BOK per hari 11 bus : Rp. 278.638,00
BOK per hari per bus : Rp. 686.058,00
BOK per tahun per bus : Rp. 9.245.724,00
BOK per hari 11 bus : Rp. 7.546.639,00
BOK per tahun 11 busfix cost untuk: per
Sedangkan Rp. 101.702.966,00
km nya adalah sebagai
BOK per tahun per bus : Rp. 250.411.195,00
berikut:
BOK per tahun 11 bus : Rp. 2.754.523.141,00

Per tahun per


Per tahun 1 bus Per bulan 1 bus Per hari 1 bus
Per tahun (Rp.) km 1 bus Per bulan (Rp.) Per hari (Rp.)
(Rp.) (Rp.) (Rp.)
(Rp.)
Total Fix Cost 2.208.334.888 200.757.717 2.538 184.027.907 16.729.810 6.050.233 550.021
Total Variable Cost 2.754.523.141 250.411.195 3.166 229.543.595 20.867.600 7.546.639 686.058
Total Fix + Variable 4.962.858.029 451.168.912 5.705 413.571.502 37.597.409 13.596.871 1.236.079
Biaya tak terduga 148.885.741 13.535.067 171 12.407.145 1.127.922 407.906 37.082
Total 5.111.743.770 464.703.979 5.876 425.978.647 38.725.332 14.004.777 1.273.162
BOK per Km 65.905
Sumber : Hasil Analisis, 2016

31
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

RUTE RENCANA PEMBIAYAAN


4A
Biaya Investasi Rute 4A
total dana yang Armada
No. investasi Harga satuan satuan bus rute Total Biaya
dibutuhkan ialah 4A
Rp. 3.263.080.000,00 Total 1 Biaya Kendaraaan 443.270.000 4 1.773.080.000
2 Pembangunan Halte 120.000.000 8 960.000.000
dana didapatkan dari penjumlahan atas 3 Kelengkapan halte 5.000.000 8 40.000.000
bus
beberapa kebutuhan seperti kendaraan, Perlengkapan
4 komunikasi 250.000.000 1 250.000.000
pembangunan halte, kelengkapan halte, 5 Mesin ticketing 30.000.000 8 240.000.000
perlengkapan komunikasi, serta mesin TOTAL 3.263.080.000
ticketing Sumber : Hasil Analisis, 2016

Biaya Operasional Rute 4A


total fix cost untuk rut 4A: fix cost untuk per km nya :

BOK per rit per bus : Rp. 42.589,00 BOK per rit per bus : Rp. 2.940,00
BOK per rit 11 bus : Rp. 170.356,00 BOK per rit 11 bus : Rp. 11.762,00
BOK per hari per bus : Rp. 170.366,00 BOK per hari per bus : Rp. 11.762,00
BOK per hari 11 bus : Rp. 681.464,00 BOK per hari 11 bus : Rp. 47.049,00
BOK per tahun per bus : Rp. 62.180.086,00 BOK per tahun per bus : Rp. 4.293.019,00
BOK per tahun 11 bus : Rp. 248.720.343,00 BOK per tahun 11 bus : Rp. 17.172.076,00

Evaluasi Biaya di Rute 4A


Biaya Biaya Biaya Biaya Biaya
Km Biaya
Harga Armada Km tempuh tempuh Km tempuh tempuh tempuh
tempuh tempuh per
No. Variable Cost satuan satuan bus rute tempuh per rit per rit 4 tempuh per hari per hari per tahun
per tahun 4 bus
(Rp.) 4A per rit per bus bus per hari per bus 4 bus per bus
tahun (Rp.)
(Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.)
1 Biaya BBM 3.20 km/liter 4 14.484 24.894 99.578 57.94 99.584 398.338 21146.64 36.345.788 145383.150
2 Oli 100.000 /10000km 4 14.484 145 579 57.94 579 2.318 21146.64 211.466 845.866
3 Biaya pemeliharaan ban 278 bus-km 4 14.484 4.022 16.089 57.94 16.091 64.362 21146.64 5.872.633 23.490.534
4 Biaya pemeliharaan bus 654 bus-km 4 14.484 9.473 37.893 57.94 37.896 151.583 21146.64 13.830.960 55.323.840
5 Cuci bus 10.000 /hari 4 14.484 10.000 40.000 57.94 10.000 40.000 21146.64 3.650.000 845.865.600
6 Biaya pengelolaan per km 81 bus-km 4 14.484 1.176 4.703 57.94 4.704 18.814 21146.64 1.716.684 6.866.737
Jasa keuntungan
7 379 bus-km 4 14.484 5.483 21.931 57.94 21.932 87.728 21146.64 8.004.638 32.018.551
perusahaan
Total Variable Cost 111.395 55.193 220.773 190.786 763.142 69.632.169 1.109.794.276
per km 3.811 15.243 13.172 52.689 4.807.523 76.622.085
Sumber : Hasil Analisis, 2016

BOK Rute 4A
Per tahun
Per tahun 1 Per bulan Per bulan 1 Per hari Per hari 1
Per tahun (Rp.) per km 1
bus (Rp.) (Rp.) bus (Rp.) (Rp.) bus (Rp.)
bus (Rp.)

Total Fix Cost 248.720.343 62.180.086 2.940 20.726.695 5.181.674 681.426 170.356

Total Variable Cost 1.109.794.276 69.632.169 3.293 92.482.856 5.802.681 3.040.532 190.773

Total Fix + Variable 1.358.514.620 131.812.255 6.233 113.209.552 10.984.355 3.721.958 361.129

Biaya tak terduga 40.755.439 3.954.368 187 3.396.287 329.531 111.659 10.834

Total 1.399.270.058 135.766.623 6.420 116.605.838 11.313.885 3.833.617 371.963

BOK per Km 27.004

32 Sumber : Hasil Analisis, 2016

Studio Perencanaan Transportasi 2016


BUS RAPID TRANSIT

Net Present Value (NPV) Net Benefit didapatkan dari perhitungan pemasukan dan pengeluaran.
Melalui perhitungan ini akan didapatkan nilai PBP, yaitu pada tahun berapa
nilai pengeluaran sama dengan nilai pemasukan.

Internal Rate of Return (IRR) Masa Pengembalian atau payback period (PBP)
IRR atau Internal Rate of Return yang berasal dari nilai PBP sebesar 5,56. Yang mana nilai tersebut diartikan
rencana proyek rute 3A dan 4A. dengan diketahui sebagai proyek rencana rute alternative 3A dan 4A akan
bahwa suku bunga atraktifnya adalah sebesar menguntungkan dan berbalik modal pada waktu 5 tahun 7
7.5% dan suku bunga coba-coba 9%. bulan.

Ability to pay pada studi ini dihitung berdasarkan pendapatan rata-rata masyarakat
di sekitar rute Trans Jogja dengan menyebarkan kuesioner.
Ability to Pay

1. Standard ideal biaya transportasi : 10% x Pendapatan per kapita


2. Pendapatan per kapita yang digunakan pada studi ini adalah pendapatan per kapita masyarakat sekitar rute Trans Jogja,
dengan total 148 narasumber dan total pendapatan sebesar Rp 198.050.000/bulan, maka pendapatan per kapitanya adalah
sebagai berikut:
535.270.000
3. 400
= 1.338.176 atau dibulatkan menjadi Rp 1.300.000/bulan.
4. Alokasi biaya transportasi per bulan = 10% x Rp 1.300.000/bulan = Rp 130.000/bulan.
5. Rata-rata hari dalam 1 bulan = 30 hari.
6. Biaya transportasi/hari = Rp 130.000/30 = Rp 4.333/hari
7. Jumlah perjalanan per hari = 2 perjalanan (asumsi jenis perjalanan Home Based)
8. Biaya transportasi per perjalanan diasumsikan sama dengan Ability to pay (ATP) masyarakat = Rp 4.333 : 2 = Rp 2.167 per
perjalanan.

Berdasarkan hasil survei sementara terhadap 400 orang


Willingness to Pay penumpang Trans Jogja, dapat diambil kesimpulan bahwa tarif
yang diterapkan sudah sesuai.
sebesar 45% penumpang yang berasumsi bahwa
tarif Trans Jogja sudah sesuai dengan nilai sebesar 2,00 1,00 0,75 0,75 500
1,00
Rp 3.500. Bahkan terdapat 18,50% penumpang yang 3,50
1500
berasumsi bahwa tarif Trans Jogja terlalu rendah. 2000
9,50
Sedangkan terdapat juga penumpang yang 16,50 2500
berasumsi bahwa tarif Trans Jogja ini terlalu tinggi 3000
dengan prosentase sebesar 36,5%. 3500
20,00
4000
45,00 4500
5000
Penentuan Harga Tiket 5500

Berdasarkan Keputusan Ditjen Perhubungan Darat Nomor:


SK.687/AJ.206/DRJD/2002, biaya pokok atau biaya produksi
adalah besaran pengorbanan yang dikeluarkan untuk
menghasilkan satu satuan unit produksi jasa angkutan.

Perhitungan penentuan harga tiket yang dipengaruhi jumlah potensi penumpang dan total
biaya pengadaan dan perawatan setelah diberikan subsidi oleh Pemerintah Provinsu untuk
BRT Trans Jogja. Pemberian subsidi yakni sebesar Rp 5189,00 per bus-km dengan total
subsidi Rp 136,445,840,300.00, perhitungan penentuan harga tiket yang dipengaruhi
jumlah potensi penumpang dan total biaya pengadaan dan perawatan setelah pemberian
subsidi untuk BRT, maka didapatkan harga tiket penumpang Bus Rapid Transit sebesar Rp
33 3.494 /orang yang dibulatkan menjadi Rp 3.500,00/orang.
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

RENCANA KELEMBAGAAN
Lembaga atau instansi dibutuhkan untuk mengelola dan mengatur manajemen kerja baik secara administrasi dan
seluruh urusan mengenai kinerja transportasi Bus Rapid Transit. Berikut merupakan struktur kelembagaan BRT
Trans Jogja.

Lembaga yang sudah saat ini


sudah bekerja dengan cukup
baik, namun perlu adanya
suatu pembaruan struktur
yang bertugas untuk
mengatur operasional dan
kinerja Bus Rapid Transit.
Pelaku organisasi Bus Rapid
Transit memiliki tugas
sebagai berikut :
Dinas Perhubungan Kota
Yogyakarta : sebagai Pengelola Trans Jogja : bertanggung
pengawas dan mengawal jawab secara langsung untuk
dari suatu proses Bidang Operasional Bis : pengatur jadwal
menjalankan dan dan pengawasan saat bis dilapangan untuk
perencanaan hingga mengoperasionalkan BRT Trans Jogja
evaluasi sesuai dengan suatu operasional bis serta melakukan
sesuai dengan petunjuk yang telah pengendalian operasional bis sesuai
target dan tujuan. dibuat oleh Tim Ahli. dengan aturan dan acuan kerja.

Divisi Operasional Mekanik


Bidang Manajemen Tiket : melakukan perawatan dan
Bidang Keuangan : mengelola mengatur keuangan dan pengecekan dimulai dari
keuangan serta administrasi dan manajemen tiket untuk dikelola pengecheckan dan perawatan
perizinan yang mengatur pegawai dan diolah kembali sesuai terhadap fisik bis serta kesiapan bis
dan operasional BRT Trans Jogja. dengan kebutuhan operasional hingga bisa beroperasi secara
keseluruhan BRT Trans Jogja. maksimal dalam melayani
penumpang , baik dari pool maupun
dilapangan.
Bidang Promosi dan Marketing : melakukan promosi dari Divisi Operasional Sarana
BRT Trans Jogja agar dapat dikenal masyarakat dengan dan Prasarana
sosialisasi, penyuluhan dan pemasangan iklan. Juga mencari menjaga dan merawat sarana
partner untuk bekerja sama atau mencari bantuan dana untuk prasarana baik didalam pool
operasional dalam pembangunan. maupun diluar pool seperti : Halte ,
34 Bus Wash, Gas Station, Kantor,
Studio Perencanaan Transportasi 2016 Asrama, Pool Bis
BUS RAPID TRANSIT

Indikasi Program
Dimensi Waktu
Program Proyek Penanggung Jawab 2017-2021 2022-2026 2027-2031 2032-2036 Sumber Dana
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Perbaikan Peremajaan armada bus 3A Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBN
BRT rute 3A Renovasi halte/shelter sepanjang rute Swasta (mitra kerja Dishub) APBD
3A Investasi swasta
Perbaikan Peremajaan armada bus 4A Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBN
BRT rute 4A Renovasi halte/shelter sepanjang rute Swasta (mitra kerja Dishub) APBD
4A Investasi swasta
Renovasi Perbaikan bangunan kantor Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBN
pool BRT Perbaikan garasi armada bus Swasta (mitra kerja Dishub) APBD
Jogjakarta Perbaikan bengkel armada bus Investasi swasta
Perbaikan Pembaharuan software untuk mesin Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBN
sistem ticketing Swasta (mitra kerja Dishub) APBD
ticketing Pengadaan mesin ticketing Investasi swasta

Penambaha Pengadaan halte/shelter (permanen dan Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBN
n rute 6A portable) sepanjang rute 6A dan 6B Swasta (mitra kerja Dishub) APBD
dan 6B Pengadaan rambu-rambu terkait BRT Investasi swasta
sepanjang rute 6A dan 6B
Pengadaan mesin tiket
Program Pengadaan armada bus
Proyek Penanggung Jawab Dimensi Waktu Sumber Dana
Uji coba rute 2017-2021 2022-2026 2027-2031 2032-2036
Tahun pengoperasian rute 6A dan 6B 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
dimulai
Pengadaan rambu-rambu terkait BRT
sepanjang rute 7
Pengadaan mesin tiket
Pengadaan armada bus
Uji coba rute
Tahun pengoperasian rute 7 dimulai
Penambaha Pengadaan halte/shelter (permanen dan Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBN
n rute 9 portable) sepanjang rute 9 Swasta (mitra kerja Dishub) APBD
Pengadaan rambu-rambu terkait BRT Investasi swasta
sepanjang rute 9
Pengadaan mesin tiket
Pengadaan armada bus
Uji coba rute
Tahun pengoperasian rute 9 dimulai
Penambaha Pengadaan halte/shelter (permanen dan Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBN
n rute 10 portable) sepanjang rute 10 Swasta (mitra kerja Dishub) APBD
Pengadaan rambu-rambu terkait BRT Investasi swasta
sepanjang rute 10
Pengadaan mesin tiket
Pengadaan armada bus
Uji coba rute
Tahun pengoperasian rute 10 dimulai
Penambaha Pengadaan halte/shelter (permanen dan Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBN
n rute 11 portable) sepanjang rute 11 Swasta (mitra kerja Dishub) APBD
Pengadaan rambu-rambu terkait BRT Investasi swasta
sepanjang rute 11
Program Pengadaan mesinProyek
tiket Penanggung Jawab Dimensi Waktu Sumber Dana
Pengadaan armada bus 2017-2021 2022-2026 2027-2031 2032-2036
Uji coba rute 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Tahun pengoperasian
Evaluasi rute 11 dimulai
kinerja pelayanan

Pemantaua Pengecekan Armada Dinas Perhubungan / Pengelola APBD


n Armada Perbaikan armada (servis berkala) BRT Transjogja (swasta) Swasta
Rencana Swasta
peletakan
parkir
sepeda
pada halte
Komunikasi
Publik
Rencana Pemasaran atau pengenalan fasilitas- Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBD
pemasaran fasilitas Trans Jogja Swasta (mitra kerja Dishub) Swasta
Sosialisasi Penyuluhan fasilitas Trans Jogja Dinas Perhubungan Prov. DIY dan APBD
Swasta (mitra kerja Dishub) Swasta

35
Studio Perencanaan Transportasi 2016
BUS RAPID TRANSIT

Integrasi Antar Moda


Integrasi BRT dengan trem, berupa tiket yang dapat
digunakan untuk menaiki trem dan BRT (Trans Jogja).
integrasi dengan pejalan kaki berupa peletakan setiap
halte yang ada di jalur pejalan kaki. Peletakan halte
berada di tiap koridor yang dilalui BRT dan berada di
guna lahan yang dominan.

Integrasi yang dibuat berupa penambahan parkiran


sepeda di setiap halte BRT khususnya di kawasan
sepeda di Kabupaten Sleman.

Intergrasi BRT 1 dengan BRT 2 adalah adanya titik


pertemuan antara BRT 1 dan BRT 2 di Jalan
Malioboro. Jumlah titik pertemuan di satu koridor ini
ada tiga titik, yaitu pada halte Malioboro 1 (Garuda),
Malioboro 2 (Kepatihan), dan Ahmad Yani (Benteng
Vredenburg).

Moda Integrasi
BRT 2 titik pertemuan antara BRT 1 dan BRT 2 di Jalan Mlioboro. Jumlah titik
pertemuan di satu koridor ini ada tiga titik, yaitu pada halte Malioboro
1 (Garuda), Malioboro 2 (Kepatihan), dan Ahmad Yani (Benteng
Vredenburg). Dengan adanya integrasi ini, akan memberikan
kemudahan penumpang dalam berganti moda sesuai dengan tujuan
yang diinginkan.

Trem berupa tiket yang dapat digunakan untuk menaiki trem dan BRT (Trans
Jogja). Pembuatan tiket BRT sekaligus trem dapat dilakukan di halte-
halte Trans Jogja yang ada di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, halte
trem, Terminal Giwangan, Terminal Jombor, tempat-tempat wisata,
dan kantor pos Kota Yogyakarta.

Sepeda penambahan parkiran sepeda di setiap halte BRT khususnya di


kawasan sepeda di Kabupaten Sleman. Pengguna sepeda dapat
memarkirkan sepedanya di halte BRT, kemudian menggunakan BRT
untuk menuju ke suatu tempat. Setelah urusannya selesai, pengguna
sepeda menggunakan BRT lagi untuk kembali ke halte diletakkan
sepedanya.

Pejalan untuk naik maupun turun di tempat yang dituju dengan BRT. peletakan
Kaki setiap halte yang ada di jalur pejalan kaki. Peletakan halte berada di
tiap koridor yang dilalui BRT dan berada di guna lahan yang dominan.
36 Peletakan halte di jalur pejalan kaki memudahkan pengguna BRT

Studio Perencanaan Transportasi 2016


KELOMPOK BRT SRI WEDARI

Terima Kasih

STUDIO PERENCANAAN TRANSPORTASI 2016


PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BRAWIHAYA