Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah yang kami susun ini. Yang berjudul
Pergaulan dan Seks Bebas di Kalangan Remaja .
Kami ucapkan kepada pembimbing kami atas bantuannya dalam pembuatan makalah
ini. Dan juga tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman kami yang telah
membantu penulisan makalah ini secara langsung maupun tidak langsung dalam
penyempurnaan makalh ini.
Dengan selesainya makah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami
arapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi karya selanjutnya agar menjadi
lebih baik kedepannya.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat berguna bagi siapa saja yang
memerlukannya dimasa yang akan datang.
Tentena, Februari 2017.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi
yang terjerumus kedalam lemba perzinahan (Free sex), disebabkan terlalu jauhnya
kebebasan mereka dalam bergaul, factor utama masalahnya adalah kurangnya
pemahaman masyarakat sat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita.
Disamping itu didukung oleh arus modernisasi yang telah menggobal dan lemahnya
benteng keimanan kita mangakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian
yang ketat.
Anak remaja sekarang banyak menyalah artikan arti pergaulan bebas yang
sebenarnya. Mereka hanya tahu kalau kita bebas melakukan perbuatan apapun itulah
yang ada dibenak mereka semua. Salah satu contoh yang selalu dilakukan anak remaja
sekarang adalah seks bebas.
Biasanya para remaja melakukan perbuatan-perbuatan memalukan itu karena rasa
ingin thunya dan ingin mencoba sesuatu. Seperti halnya seks bebas, mereka melihat
adegan-adegan yang melanggar agama akhirnya nafsu mereka bergerak dan ingin
mencobanya. Merekapun melakukan hal itu dengan pasangannya tapi bukan istrinya
melainkan dengan pacar mereka.
Untuk itu kami mencoba mangambil judul bahay pergaulan bebas, agar para
pembaca terkhusus untuk para remaja sekarang untuk para remaja sekarang untuk
menghindari pergaulan bebas dan tahu dampak dari pergaulan bebas tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu remaja?
2. Apa pengertian pergaulan seks bebas?
3. Apa factor penyebab pergaulan dan seks bebas?
4. Apa itu seks bebas?
5. Apa dampak hukumnya?
6. Apa akibat yang ditimbulkan?
7. Bagaimana solusi mencegah pergaulan dan seks bebas?
C.TUJUAN PENULISAN
1. Untuk memenuhi tuga sdari pembimbing kami.
2. Untuk mengetahui pengertian pergaulan dan seks bebas.
3. Untuk mengetahui pengertian remaja.
4. Untuk mengetahui prgaulan dan seks bebas di kalangan remaja.
5. Untuk mengetahui factor penyebab pergaulan bebas.
6. Untuk mengetahui solusi mencegah pergaulan bebas.

D. MANFAAT PENULISAN
Menambah wawasan dan pengetahuan pembaca beserta tim penulis mengenai
pergaulan dan seks bebas beserta cara penanggulangannya.
BAB II
TEORI
I. PENGERTIAN REMAJA
Manusia selalu mengalami perubahan, baik itu perubahan yang bersifat fisik (bentuk
tubuh) maupun yang bersifat nonfisik (sifat dan tingkah laku). Masa remaja
merupakan masa yang pasti dialami oleh setiap orang. Pada masa ini, pola pikir kita
mengalami peralihan dari pola pikir yang masih bersifat kenak-kanakkan menjadi pola
pikir yang lebih dewasa. Setelah melewati masa remaja maka setiap orang akan memasuki
sebuah tahapan atau fase pendewasaan. Didalam fase ini manusia mengalami perubahan
pola pikir menjadi lebih matang secara bertahap.
Pada masa remaja biasanya setiap individu masih bingung dalam menentukan siapa
sebenarnya diadalam arti masih mencari apa yang ia harus lakukan dalam kehidupannya.
Pada masa inilah diperlukan penanaman nilai-nilai norma yang berlaku agar pada waktu
menjalani fase pendewasaan tidak terjerumus kedalam jurang kesalah yang dalam.
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi
dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas yang mencakup kematangan
mental, emosional social, dan fisik. Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang
jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golonga dewasa atau tua.
Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21
tahun. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga yaitu, 12-15, 15-18,
masa pertengahan, 18-21 masa remaja akhir.
Bila masa remaja itu diisi dengan penuh kesuksesan, kegiatan yang sangat produktif
dan berhasil guna dalam rangka menyiapkan diri untuk memasuki tahapan kehidupan
selanjutnya, dimungkinkan manusia itu akan mendapatkan kesuksesan dalam perjalanan
hidupnya. Dengan demikian masa remaja menjadi kunci sukses dalam memasuki tahapan
kehidupan selanjutnya. Selain itu masa remaja merupakan masa transisi (masa peralihan)
dari mas anak-anak menuju masa dewasa, yaitu saat manusia tidak mulai lagi
diperlukukan oleh lingkungan keluarga dan masyarakat sebagian anak-anak, tetapi
dilihat dari pertumbuhan fisik, perkembangan psikis (kejiwaan), dan mentalnya belum
menunjukan tanda-tanda dewasa. Pada masa ini (masa remaja), manusia banyak
mengalami perubahan yang sangat fundamental dalam kehidupan baik perubahan fisik
dan psikis (kejiwaan dan mental).
BAB III
3.1 PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PERGAULAN BEBAS
Pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari manusia sebab manusia
adalah makhluk social yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan
hubungan antar manusia dibina manusia melalui suatu pergaulan. Pergaulan juga
adalah HAM setiap individu dan itu harus dibebaskan, sehingga sertiap manusia tidak
boleh dibatasi dalam pergaulan, apalagi dengan melakukan deskriminasi, sebab hal itu
melanggar HAM. Jadi pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi
norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermasyarakat. Jadi kalau
secara medis kalau pergaulan bebas namun teratur atau terbatasi aturan-aturan dan
norma-norma hidup manusia tentunya tidak akan menimbulkan ekses-ekses seperti saat
ini.
Pergaulan bebas juga sering didefinisikan sebagai melencengnya pergaulan
seseorang dari pergaulan yang benar. Pergaulan bebas diidentikan sebagai bentuk dari
pergaulan diluar batas atau bisa juga disebut pergaulan liar. Padahal sebenarnya suatu
pergaulan bebas bisa membawa pengaruh positif atau pun pengaruh negative
tergantung pada individu itu sendiri.
Positive yang dimaksud disini adalah bebas bisa berteman atau menjalin hubungan
tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain. Misalnya orang kulit putih berteman
dengan orang kulit hitam, orang Indonesia berteman dengan orang Malaysia. Dan lain
sebagainya. Dikategorikan negative jika pergaulan bebas tersebut telah menjerumus
menjadi salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana bebas dimaksud adalah
melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan babas ini sering
kita dengar baik di lingkungan maupun dari media masa.
Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh
pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang
minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas yang makin berkurangnya potensi
genrasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.
3.2 SEKS BEBAS
A. DEFINISI SEKS BEBAS
Seks bebas merupakan hubungan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan
tanpaadanya ikatan perkawinan. Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah
salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana bebas yang dimaksud adalah
melewati bata-batas norma yang ada. Masalh seks bebas ini sering kita dengar baik
dilingkungan maupun dari media masa. Remaja adalah individu labil yang emosinya
rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar.
Kurangnya keimanan, masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim,
dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas yang membuat mekin berkurangnya
potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa. Padahal generasi muda
adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan dimasa depan mampu meneruskan
tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik.
Sedangkan remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli
pendidikan berpendapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 16 tahun
sampai 24 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-
kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka
sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan
melalui metode coba-coba walaupun melalui kesalahan. Kesalah yang dilakukan sering
menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi
lingkungan dan orangtuanya. Sedangkan mahasiswa sudah bisa dikatakan cukup
dewasa.
Pada umumnya mahasiswa dan remaja melakukan hubungan seks bebas dengan
pacarnya, karena kebanyakan dari mereka bahwa pacar adalah calon suami yang
berhak mendapatkan segalanya. Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran
adalah sebagian dari pergaulan bebas. Karena saat ini pacaran sudah menjadi hal yang
biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping. Fakta
menyatakan bahwa sebagian besar perzinahan disebakan oleh pacaran. Bila kita
menengok kebelakang tentang kebudayaan Indonesia sebelumnya, pacaran merupakan
hal yang tabuh.
Selain disebabkan oleh pacaran, seks bebas juga didominai oleh para pelajar dan
mahasiswa untuk mencari uang tambahan. Padahal untuk mencari uang masih banyak
lagi jalan halal yang dapat mereka laukukan, pada dasarnya mereka melakukan seks
bebas dengan alasan mencari uang adalah alasan sampingan, itu semua karena mereka
pun menyukai seks bebas tersebut tanpa berfikir akibat buruk yang akan mereka
tanggung. Pengertian pacarna dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat
berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahunyang lalu. Akibatnya di jaman ini, banyak
mereka yang putus sekolah karena hamil.
Oleh karena, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang
idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan
sering tidak seperti haranpan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan.
Demikian pila dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran
sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya. Dengan adanya kesadaran
bahwa pacar bukanlah hak milik selamanya maka seorang remaja ataupun mahasiswa
akan lebih berfikir ulang untuk melakukan seks bebas.
B.SEKS BEBAS DIKALANGAN REMAJA
Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup dimuka
bumi ini. Bukan hanya manusia yang memiliki naluri seks, tetapi juga termasuk hewan
dan tumbuhan. Seks diprlukan untuk menjaga kelangsungan hidup suatu spesies atau
suatu kelompok (jenis) makhluk hidup. Tujuan utama dari seks adalah utnuk
reproduksi buat kepentingan regenerasi. Artinya setiap makhluk hidup melakukan
seks untuk memperoleh keturunan agar dapat menjaga dan melestarikan keturunanya.
Selain itu juga seks adalah sebagai sarana utnuk memperoleh kepuasan dan relaksasi
dalam kehidupan (bagi manusia).
Kegiatan seks bagi manusia hanya boleh dilakukan ketika sudah ada ikatan yang
sah antara laki-laki dan perempuan., ikatan itu disebut dengan nikah. HHubungan seks
yang dilakukan diluar pernikahan merupakan suatu pelanggaran terhadap norma-
norma. Dan merupakan suatu perbuatan dosa yang besar dan sangat berat
hukumannya. Kita sering mendengar baik dari cerita teman-teman ataupun dari berita
tentang perilaku zaman sekarang yang sering melakukan hubungan seks liar yang
dilakukan secara illegal dalam artian sudh menyalami norma-norma yang ada.
Tidak sepantasnya apabila seorang manusia melakukan hubungan seks diluar
nikah, karena hal itu lebih cnderung kepada sifat-sifat kehewanan. Coba kita
bandingkan dengan hewan-hewan yang melakukan hubungan seks sesuka hatinya,
dengan dengan pasangan yang berbeda-beda dan dilakukan dimnapun yang penting
ada kemauan. Hewan melakukan hal tersebut karena mereka tidak dianugerahi akal
dan pikiran untuk melihat mana yang baik, mana yang buruk, mana yang pantas dan
mana yang tidak pantas untuk dilakukan.
Selain itu, hewan tidak terikat dengan norma-norma yang mengharuskannya
untuk mengikuti aturan dari norma yang berlaku dan mengikat seorang manusia.
Kalau manusia melakukan kegiatan seks bebas, berarti derajat mereka tidak lebih dari
hewan yang berwajah manusia, karena manusia dianugerahi oleh Tuhan akal dan
pikiran untuk dapat memilih mana yang baik, mana yang buruk, mana yang pantas
dan mana yang tidak pantas untuk dilakukan.
Hawa nafsu merupakan hal yang sangat menentukan dalam terjadinya perilaku
seks bebas. Hubungan seks bebas dilakukan apabila hawa nafsu sudah menguasai
dirinya. Hawa nafsu membuat sesorang lupa segala-galanya, temasuk lupa akan
Tuhan, yang dia tahu hanyalah bagaimana caranya agar nafsunya tersebut dapat
tersalurkan. Oleh karena itu, sebagai manusia yang diberikan kelebihan oleh Tuhan
dibandingkan dengan makhluk lainnya, kendalikanlah hawa nafsu kita agar derajat
kita lebih tinggi dari makhluk-makhluk lain. Karena disaat kita kalah oleh hawa nafsu,
maka derajat kita sama dengan seekor hewan.
Seks bebas merupakan pengaruh budaya yang dari barat yang kemudian diadopsi
oleh masyarakat Indonesia tanpa memfilternyaterlebih dahulu. Revolusi seks yang
mencuat di Amerika Serikat dan Eropa pada akhir tahun 1960-an sudah merabah
masuk kenegeri kita tercinta ini melalui piranti teknologi informasi dan sarana-sarana
hiburan lainnya semakin canggih. Sekarang, untuk mendapatkan suatu video, gambar
dan cerita-cerita tentang seks dan pornografi lainnya sangat mudah, tinggal cari
diinternet dan mengunjungi situs-situs yang menyediakan layanan dewas tersebut
juga sudah dijual oleh para pedagang kaset dan video. Begitu mudahnya akses untuk
mendapatkan hal-hal yang berbau pornografi sekarang ini menyebabkan semakin
meningkatnya angka perilaku seks bebas didalam masyarakat.
3.3 FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERGAULAN DAN SE
Berikut beberapa factor yang mendororng para remaja melakukan seks bebas adalah
sebagai berikut:
1. Karena pengaruh iman yang rapuh.
2. Kurangnya perhatian orang tua.
3. Lengkapnya fasilitas.
4. Tekanan dari seorang pacar.
5. Pelampiasan diri.
6. Kurangnya pengetahuan tentang seks bebas.
7. Rasa ingin tahu tentang sesuatu yang berbau seksual.
8. Tontonan yang tidak mendidik.
9. Pergaualan bebas.
10. Masa remaja terjadi kematangan biologis.
11. Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas.
12. Faktor lingkungan seperti orang tua.
13. Salah bergaul.
14. Kegagalan remaja menyerap norma.
15. Perubahan zaman.
16. Faktor dari kaum sendiri.
3.4 FAKTA DAN ANALISIS
Beberapa tahapan yang biasanya dilakukan seseorang sebelum melakukan hubungan
seks yaitu:
1. Pegangan tangan
2. Ciuman sebatas ciuman di pipi dan kening
3. Ciuman dibibir (kiss franc)
4. Pelukan
5. Petting (mulai berani melepas pakaian bagian atas)
6. Meraba kebagian-bagian yang sensitive (mulai berani buka-bukaan)
7. Melakukan hubungan seks

Biasanya para remaja pada saat berpacaran baru berani melakukan tahapan dari nomor
1 sampai dengan nomor 5. Dlam hal ini peran orang tu sangat penting. Point-point peranan
orang tua dalam mencegah sex bebas yaitu:
Sebagai panutan ( suri tauladan)
Sebagai perawat dan pelindung
Sebagai pendidik dan informasi
Sebagai pengarah dan pembatas
Sebagai teman dan penghibur
Sebagai pendorong/motivasi
Hal tersebut dapat menjadikan anak tidak akan terjerumus kepada hal-hal yang
negative seperti seks bebas.
3.5 SOLUSI DAN PENCEGAHAN
Seks bebas yang terjadi pada remaja dan mahasiswa dapat dicegah dengan beberapa
upaya. Upaya-upaya tersebut antara lain:

Mempertebal keimanan dan ketaatan kepada Tuhan.


Menanamkan nilai-nilai agama, moral dan etika.
Menanamkan nilai ketimuran.