Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn.

M
DENGAN MASALAH DIARE PADA An.C
DIWILAYAH DUSUN BULUREJO RT 02 RW 04 KELURAHAN
BULUREJO KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN
KARANGANYAR

A. PENGKAJIAN
1. DATA UMUM
1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn. M
2. Usia : 42 tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Wiraswasta
5. Alamat : Bulurejo RT 02 RW 04
Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo
6. Komposisi keluarga :

No Nama Jenis Hub. Usia Pekerjaan Pendidikan


Kelamin
dengan
KK
1. Ny. K P Istri 38 IRT SD

2. An. A L Anak 8 Sekolah SD

3. An.C P Anak 3 - -
7. Genogram

An.C
3 th
Keterangan :

= laki-laki = klien

= perempuan = hubungan dengan

keluarga

= meninggal = tinggal satu rumah


8. Tipe keluarga
Tipe keluarga Tn. M adalah ( Keluarga Inti) yang terdiri dari suami dan
istri dan anak

9. Suku bangsa : jawa / indonesia

Suku bangsa Tn. M merupakan suku Jawa, bahasa yang digunakan sehari-

hari adalah bahasa Jawa, tidak ada kebiasaan keluarga yang mempengaruhi

oleh suku yang dapat mempengaruhi kesehatannya.

10. Agama

Keluarga Tn. M memeluk agama islam. Keluarga sering mengikuti

pengajian rutin di kampungnya. Sholat rutin 5 waktu sehari. Keluarga

menjunjung tinggi agamanya.

11. Status Sosial ekonomi

Dalam keluarga yang bekerja adalah Tn. M dengan penghasilan kira kira
Rp. 4.000.00.000, - per bulannya. Digunakan untuk makan sehari hari dan
untuk berobat. Keluarga ini punya tabungan khusus untuk kesehatannya.
Didalam rumah keluarga ini mempunyai barang barang elektronik seperti ;
TV, kipas angin, tape recorder, HP, dan sepeda motor,mobil, mesin cuci.

12. Aktifitas rekreasi dan waktu luang

Keluarga biasanya berkumpul setelah beraktivitas sehari hari pada sore

harinya untuk menonton TV bersama. Keluarga Tn. M jarang melakukan

rekreasi dikarenakan keluarga M lebih mementingkan mencari uang untuk

memenuhi kebutuhan keluarganya daripada rekreasi.


II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

a. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Tahap perkembangan keluarga Tn. M saat ini tinggal dengan kedua

anaknya. Maka dengan demikian keluarga Tn.M berada pada tahap

keluarga dengan anak Pra-Sekolah.

b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak

- Ny. K mengatakan bahwa kalau suaminya bekerja jarang mengobrol,

lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja, sehingga mereka

jarang bersama.

c. Riwayat keluarga inti

Ny. K mengatakan anak C pernah mengalami diare 1 minggu yang lalu,

ketika dilakukan pengkajian didapatkan data pada An. C mengalami

penurunan berat badan. Apabila dalam keluarga Tn. M ada yang sakit,

dengan segera memeriksakan ke Dokter.

d. Riwayat keluarga sebelumnya

III. LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah
Rumah yang di huni Tn. M merupakan rumah sendiri, berukuran 200 m
terdiri dari ruang tamu, 3 kamar tidur, dapur, kamar mandi dan WC. Jarak
dengan septictank lebih dari 5 meter dari rumah, kondisi WC bersih
dengan model WC leher angsa. Lantai terbuat dari keramik, rumah
permanen, sirkulasi udara diperoleh dari pintu depan, pintu belakang dan
jendela. Keluarga mempunyai halaman rumah. Kebersihan rumah cukup,
kondisi got lancar dan tidak berbau.
Denah Rumah:

2 2 3

2 4

5 6

Keterangan :

1. Ruang tamu
2. Kamar tidur
3. Kamar mandi
4. Dapur
5. Teras
6. Garasi

2. Karakteristik tetangga dan komunitas


Keluarga Tn. M tinggal di lingkungan yang berpenduduk padat, mayoritas
penduduknya bersuku Jawa, tetangganya juga banyak yang bekerja.
Tetangganya akrab dengan keluarga Tn. M dan saling tolong menolong
bila kesusahan.

3. Mobilitas geografis keluarga


Keluarga Tn. M sudah lama tinggal di rumah tersebut. Rumah Tn. M
jaraknya kurang lebih 1km dari jalan raya, jenis kendaraan yang
digunakan biasanya sepeda motor dan mobil.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Didalam Masyarakat Tn. M mengikuti arisan dan perkumpulan bersama
masyarakat, Tn. M juga mengikuti tahlilan di lingkungannya begitu juga
dengan Ny. K disamping bersosialisasi dia juga melakukan pekerjaan
rumah.

5. Sistem pendukung keluarga


Anggota keluarga Tn. M sehat hanya An. C satu minggu yang lalu
mengalami diare. Keluarga selalu mengunakan fasilitas kesehatan yaitu ke
Dokter Spesialis. Keluarga Tn. M sering tolong menolong begitu juga
dengan lingkungan sekitarnya

IV. STRUKTUR KOMUNIKASI KELUARGA


1. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi yang digunakan komunikasi terbuka, tiap keluarga
berusaha mengungkapkan pendapatnya masing masing, hal ini dapat
dilihat pada waktu perawat melakukan pengkajian

2. Struktur kekuatan keluarga


Keluarga selalu menyelesaikan masalah dengan musyawarah sedang Ny.
K hanya mengikuti saja apa hasil musyawarah, semua anggota keluarga
berperan sesuai perannya masing-masing, dan apabila masalah tidak
teratasi, maka keputusan ada di tangan Tn. M.

3. Struktur peran (formal & informal)


Formal

a. Tn. M sebagai kepala keluarga sekaligus pencari nafkah untuk


memenuhi kebutuhan keluarganya dismping itu Tn. M sebagai
pelindung dan pemberi rasa aman pada keluarga
b. Ny. K berperan sebagai istri, Ny. T sebagai istri yang memiliki peran
untuk mengurusi rumah serta membantu suaminya bekerja.
Informal
Setiap anggota keluarga selalu memiliki peran sebagai pendorong bagi
yang lain

4. Nilai & norma keluarga


Keluarga menerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota keluarga
seperti sholat dan mengaji.

V. Fungsi keluarga
1. Keluarga afektif
Keluarga Tn. M saling mendukung kebutuhan sehingga dapat terpenuhi
kehidupan sehari- hari, dapat menyelesaikan masalah dengan musyawarah
dan keputusan keluarga yang terakhir ditentukan oleh Tn. M sebagai
kepala keluarga.

2. Fungsi sosial
Orang tua membesarkan anaknya didasarkan pada nilai nilai agama dan
budaya yang berasal dari Tn. M dan Ny. K. Dalam memberikan pola
pengasuhan terhadap anaknya, memberikan nasehat kepada anaknya agar
selalu menjalani kehidupan dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab.
Itu merupakan bekal dalam mengarungi kehidupan yang selalu ditanamkan
kepada anaknya.

3. Fungsi perawatan kesehatan


a. Kemampuan keluarga mengenal masalah
Keluarga Ny. K mengatakan bahwa An. C terkena diare 1 minggu
yang lalu. Ny. K mengetahui penyebab dari diare dikarenakan An. C
sering minta jajan di pinggiran jalan. Kemampuan keluarga mengambil
keputusan

Tn. M selalu mengambil keputusan secara tepat seperti halnya kalau


An. C sakit ia segera membawa ke Dokter Spesialis

b. Kemampuan keluarga merawat anggota yang sakit


Tn. M dengan keluarga akan merawat anggota yang sakit sesuai
dengan kemampuan yang dimilikinya.
c. Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan yang sehat
Tn. M tidak mengerti cara memelihara rumah sehat dan pengaruhnya
pada keluarga.

d. Kemampuan keluarga mengunakan fasilitas kesehatan


Fasilitas kesehatan yang terdekat dari rumahnya adalah puskesmas
tetapi keluarga lebih memilih berobat di dokter spesialis, keuntungan
mengunakan fasilitas kesehatan adalah kesehatan kami dapat teratasi.

4. Fungsi ekonomi
Keluarga Tn. M masalah ekonomi sudah tercukupi.

VI. STRES DAN KOPING KELUARGA


1. Stresor jangka pendek dan panjang
a. Pendek : Stresor jangka pendek yang dipikir keluarga saat ini yaitu
memikirkan agar tidak terulang kembali diare pada anak-anaknya.
b. Panjang : Saat ini keluarga Tn. M memikirkan masa depan anak-
anaknya nanti.
c. Kemampuan keluarga dalam merespon terhadap situasi dan stresor
Keluarga Tn. M selalu melakukan musyawarah dalam
menyelesaikan masalah baik dalam lingkungan keluarga atau
masyarakat.

d. Strategi koping yang digunakan


Keluarga Tn. M apabila ada masalah baik dalam keluarga atau
masyarakat selalu menyelesaikannya dengan musyawarah.

VII. HARAPAN KELUARGA

Harapan yang diinginkan keluarga Tn. M yaitu menginginkan agar anggota


keluarganya tidak ada yang sakit-sakitan dan keluarga berharap kedatangan
mahasiswa dapat memberikan informasi kesehatan sehingga anggota keluarga
dapat memelihara kesehatan.
VIII. PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan An. A An. C


Tn. T Ny. T
fisik
Tekanan 130/90 120/90 - -
darah mmHg mmHg
Nadi 86x/mnt 85x/mnt 87x/mnt 84x/mnt
Suhu 360C 360C 36,20C 36,50C
RR 22x/mnt 24x/mnt 23x/mnt 24x/mnt
BB 58 kg 63 kg 19kg

Kepala Mesochepal Mesochepal Mesochepal Mesochepal


Rambut Hitam bersih Hitam bersih Hitam bersih Hitam bersih
Kulit Sawo matang, Sawo matang, Sawo matang, Sawo
turgor baik turgor baik turgor baik matang,
turgor baik
Mata Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
konjungtiva konjungtiva konjungtiva konjungtiva
tidak anemis tidak anemis tidak anemis tidak anemis
dan sklera dan sklera dan sklera dan sklera
tidak ikterik, tidak ikterik, tidak ikterik, tidak ikterik,
penglihatan penglihatan penglihatan penglihatan
baik baik baik baik
Hidung Bersih, fungsi Bersih, fungsi Bersih, fungsi Bersih, fungsi
penghidu baik penghidu baik penghidu baik penghidu
baik
Mulut & Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak
tenggorokan berbau, gigi berbau, gigi berbau, gigi berbau, gigi
bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak
ada nyeri ada nyeri ada nyeri telan ada nyeri
telan telan telan
Telinga Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,
pendengaran pendengaran pendengaran pendengaran
baik, tidak baik, tidak baik, tidak baik, tidak
menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan
alat bantu alat bantu alat bantu alat bantu
Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar tiroid kelenjar tiroid kelenjar tiroid kelenjar
tiroid
Dada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
wheezing wheezing wheezing wheezing
Perut Tidak Tidak Tidak Tidak
kembung, kembung, kembung, kembung,
Ekstremitas tidak nyeri tidak nyeri tidak nyeri tidak nyeri
tekan tekan tekan tekan
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
kelainan kelainan kelainan kelainan
bentuk bentuk bentuk bentuk
Keluhan - - - Kurang nafsu
makan
IX. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1. Analisa Data
No Data Diagnosa Keperawatan
1 Ds:
Ny .K mengatakan bahwa anakanya
mengalami penurunan nafsu makan
setelah terkena diare 1 minggu
yang lalu.
Do :
Tampak Ny. K menceritakan
anaknya yang nomor 2, tampak An.
C sedikit kurus
2 Ds :
Ny. K mengatakan bahwa An. C
mengalami penurunan berat badan
Do :
BB sebelum sakit : 15kg
BB saat sudah sembuh : 13,5 kg

2. Perumusan Diagnosa Keperawatan


1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis
2. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan
kognitif
3. Skoring
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d
faktor biologis
Kriteria Skore Bobot Rumus Menghitung
1. Sifat Masalah Sifat masalah yang muncul x bobot
a. Aktual Skore
b. Resiko / 3 3/3x1 = 1
Ancaman 2 1
Kesehatan
c. Keadaan
sejahtera/ 1
diagnosis
sehat
2. Kemungkinan Sifat masalah yang muncul x bobot
masakah dapat Skore
diubah
a. Mudah 2 1/1x2 = 2
b. Sebagian 1 2
c. Tidak 0
dapat
3. Kemungkinan Sifat masalah yang muncul x bobot
masalah dapat Skore
dicegah 2/2x1 = 1
a. Tinggi
b. Cukup 3
c. Rendah 2 1
1
4. Menonjolnya Sifat masalah yang muncul x bobot
masalah Skore
a. Masalah 2 2/2x1=1
dirasakan
dan harus
segera
ditangani
b. Ada 1 1
masalah
tetapi tidak
perlu
ditangani
c. Masalah
tidak 0
dirasakan
Jumlah total 5

b. Kurang pengetahuan b/d keterbatasan kognitif


Kriteria Skore Bobot Rumus Menghitung
1. Sifat Masalah Sifat masalah yang muncul x bobot
a. Aktual 3 Skore
b. Resiko/Anc 2 2/3x1 = 0,67
aman 1
Kesehatan
c. Keadaan 1
sejahtera/
diagnosis
sehat
2. Kemungkinan Sifat masalah yang muncul x bobot
masakah dapat Skore
diubah
a. Mudah 2 2/2x2 = 2
b. Sebagian 1 2
c. Tidak 0
dapat
3. Kemungkinan Sifat masalah yang muncul x bobot
masalah dapat Skore
dicegah 3/3x1 = 1
a. Tinggi 3
b. Cukup 2 1
c. Rendah 1
4. Menonjolnya Sifat masalah yang muncul x bobot
masalah Skore
a. Masalah 2 2/2x1=1
dirasakan
dan harus
segera
ditangani
b. Ada 1 1
masalah
tetapi tidak
perlu
ditangani
c. Masalah
tidak 0
dirasakan
Jumlah total 4,67
X. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
No Tanggal Diagnosa Tujuan Intervensi
Umum Khusus
1 23 Juli Ketidakseimbangan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Setelah Nutrition
nutrisi kurang dari
2017 selama 3 kali pengkajian klien diharap dapat dilakukan Management
kebutuhan tubuh b/d
faktor biologis mempertahankan kesehatannya dengan nutrisi pertemuan 3 x 1. BB pasien
yang dibutuhkan tercukupi. 30 menit klien dalam batas
dapat: normal.
2. Memonitor
Nutritional
adanya
satatus food
penurunan
and fluid
BB
intake
3. Kolaborasi
1. Adanya dengan ahli
peningkatan
gizi untuk
berat badan
sesuai menuntukan
dengan
jumlah kalori
tujuan
dan nutrisi
2. Tidak ada
tanda-tanda
malnutrisi
3. Tidak terjadi
penurunan
berat badan
yang berarti

2 22 Juli Kurang pengetahuan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Setelah Teaching :


2017 b/d keterbatasan selama 3 kali pengkajian klien diharapkan dilakukan disease
kognitif pengetahuan bertambah pertemuan 3x Process
30 menit klien - Berikan
dapat: penilaian
tentang tingkat
Knowledge :
pengetahuan
Disease
pasien tentang
Process
proses penyakit
1. Pasien dan
- Gali
keluarga
pengetahuan
menyatakan
klien penyebab
pemahaman Diare
tentang - Beri penyuluhan
penyakit mengenai
2. Pasien dan makanan bergizi
keluarga untuk balita
mampu - Evaluasi
menjelaskan pengetahuan
kembali apa klien mengenai
ang makanan bergizi
dijelaskan - Beri
perawat/ tim reinforcement
kesehatan positif pada
lainnya klien
XI. IMPLEMENTASI
Tanggal No Dx Diagnosa Implementasi Ttd
23 juli 2017 1 Ketidakseimbangan Ds :
nutrisi kurang dari Ny. K mengatakan nafsu makan anaknya belum kembali seperti
kebutuhan tubuh b/d semula
faktor biologis Do :
Tampak Ny.K khawatir dengan anaknya

2 Defisiensi pengetahuan Ds :
berhubungan dengan Ny.K mengatakan tidak begitu mengetahui tanda gejala Diare itu apa,
keterbatasan kognitif makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh di makan pada anak
yang terkena Diare.
Do :
- Ny.K terlihat kurang mengetahui mengetahui tentang Diare
- Memberikan penyuluhan mengenai Diare

2 Defisiensi pengetahuan Ds :
berhubungan dengan Ny. K mengatakan iya saya sedikit mengerti tentang Diare
keterbatasan kognitif Do :
Ny.K terlihat memperhatikan ketika sedang dijelaskan

28 Juli 2017 1 Ketidakseimbangan Ds:


nutrisi kurang dari Ny.K mengatakan anaknya diberikan obat sirup nafsu makan yang
kebutuhan tubuh b/d dibelikan di apotek
faktor biologis Do:
Ny.K menunjukkan obat anaknya

2 Defisiensi pengetahuan Memberi motivasi keluarga untuk sering mengontrolkan kesehatan


berhubungan dengan anggota keluarga yang sakit ke pelayanan kesehatan
keterbatasan kognitif Ds : Ny.K mengatakan pergi ke Dokter spesialis apabila ada anggota
keluarganya yang sakit
Do : Ny. K terlihat rileks

1 Ketidakseimbangan Ds:
nutrisi kurang dari Ny.K mengatakan mau diajarkan cara membuat oralit
kebutuhan tubuh b/d Do:
faktor biologis - Ny.K terlihat sudah bisa membuat oralit sendiri
- Memberi reinforcement positif pada klien
XII. EVALUASI
No Tanggal Diagnosa Evaluasi Paraf
1 23 juli 2017 Ketidakseimbangan nutrisi S:
kurang dari kebutuhan Ny .K mengatakan nafsu makan anaknya sedikit demi sedikit
tubuh b/d faktor biologis bertambah.
O:
Tampak anak C sedang makan makanan ringan
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi
2 23 Juli 2017 Defisiensi pengetahuan S :
berhubungan dengan Ny.K mengatakan sudah mengetahui tentang Diare dan cara
keterbatasan kognitif penanganan perrtama saat anaknya terkena Diare.
O:
Ny.K tampak sudah paham
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi
28 Juli 2017 Nyeri akut berhubungan S :
dengan agen cidera biologis Ny .T mengatakan nyeri di bagian kaki sedikit berkurang, rasa itu
dirasakan seperti kesemutan, dengan skala 2 nyeri dirasakan hilang
timbul. Ny.T mengatakan mengkonsumsi obat dari dr.Spesialis
O:
Ny.T terlihat sedikit rileks
A : Masalah taratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
a. Evaluasi pengalaman nyeri
b. Ajarkan senam kaki DM
28 Juli 2017 Defisiensi pengetahuan S :
berhubungan dengan Ny.T mengatakan sedikit mengetahui DM itu apa, makanan apa saja
keterbatasan kognitif yang boleh dan tidak boleh di makan pada penderita DM.
O:
Ny.T terlihat mengetahui tentang DM
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
a. Evaluasi pengetahuan klien tentang pengertian DM
b. Beri reinforcement positif pada klien
c. Evaluasi pengetahuan klien penyebab DM
29 Juli 2017 Nyeri akut berhubungan S :
dengan agen cidera biologis Ny.T mengatakan nyeri di bagian kaki mulai berkurang, rasa itu
dirasakan seperti kesemutan, dengan skala 2 nyeri dirasakan hilang
timbul. Ny.T mengatakan mengkonsumsi obat dari dr.Spesialis
O:
Ny.T terlihat sedikit rileks
A : Masalah taratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
a. Ajarkan senam kaki DM

29 Juli 2017 Defisiensi pengetahuan S :


berhubungan dengan Ny.T mengatakan mengetahui DM itu apa, makanan apa saja yang
keterbatasan kognitif boleh dan tidak boleh di makan pada penderita DM.
O:
Ny.T terlihat mengetahui tentang DM
A : Masalah teratasi
P : Lanjutkan intervensi
a. Beri reinforcement positif pada klien