Anda di halaman 1dari 18

SPO PEMESANAN PENYIAPAN,DISTRIBUSI

DAN PEMBERIAN MAKANAN PADA PASIEN


RAWAT INAP

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD PUSKESMAS dr. RA.Yeni Warningsih
PERAWATAN RATU TTD
AGUNG NIP.197602122006042004
1. Pengertian
2. Tujuan Agar pemberian nutrisi pada pasien rawat inap bisa terpenuhi dengan baik
sesuai kebutuhan gizi pasien.
3. kebijakan Surat keputusan kepala Puskesmas Perawatan Ratu Agung

4. Refrensi Buku pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas, Direktorat Jenderal Bina Gizi
dan KIA, Kementrian Kesehatan RI Jakarta, 2014..

5. Alat dan
Bahan
6. Langkah 1. Dokter mendiagnosa
langkah
penyakit pada pasien rawat
inap.dan memberikan nutrisi
sesuai jenis makanan.
2. Setelah Visite perawat
mencatat diit pasien sesuai
dengan jenis penyakit.
3. Perawat memberikan buku
diit pasien kepada petugas
gizi untuk dilakukan
pemesanan ke petugas
cathering.
4. Petugas cathering memasak
sesuai menu hari itu.
5. Petugas cathering
menyiapkan nutrisi yang
akan diberikan kepada
pasien.
6. Petugas cathering
membagikan nutrisi ketiap
pasien rawat inap
7. Hal hal
yang perlu
diperhatikan
8. Unit terkait Rawat Inap
Dapur
Poli Gizi
9. Dokumen
terkait 1. Catatan Tindakan

10. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


historis Diberlakukan
perubahan
MONITORING DAN PELAKSANAAN
STANDAR

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD PUSKESMAS dr. RA.Yeni Warningsih
PERAWATAN RATU TTD
AGUNG NIP.197602122006042004

1. Pengertian Prosedur ini mencakup semua kegiatan upaya monitoring pelaksanaan standar

2. Tujuan Mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan guna mendukung upaya yang


dilakukan Puskesmas
3. kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas nomor : tentang Mutu Layanan Klinis

4. Refrensi 1. UUD RI no 36 tahun 2009 pasal 5 tentang pelayanan, monitoring dan


evaluasi kesehatan di Puskesmas
2. PMK no 75 tahun 2014 tentang Puskesmas

5. Alat dan 1. Buku catatan,Pena


Bahan 2. Lembar Tilik Monitoring

6. Langkah 1. Rencana pelaksanaan prosedur


langkah klinis yang akan di monitor Bagan Alir
2. Membuat lembar tilik monitoring
3. Membuat jadwal monitoring 6 bulan
sekali
4. Pelaksanaan kegiatan monitoring
sesuai dengan perencanaan
program dari masing-masing
kegiatan
5. Membuat analisis, kesimpulan dan
rekomendasi

6. Hal hal
yang perlu
diperhatikan
7. Unit terkait Kepala Puskesmas, penanggung jawab klinis, tim peningkatan mutu,
pelayanan klinis,dokter,perawat,kesimpulan dan rekomendasi
8. Dokumen
terkait

9. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


historis Diberlakukan
perubahan
PENYUSUNAN JADWAL DAN TEMPAT
PELAKSANAAN KEGIATAN UKM

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD PUSKESMAS dr. RA.Yeni Warningsih
PERAWATAN RATU TTD
AGUNG NIP.197602122006042004
1. Pengertian Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan UKM yang disusun Puskesmas
bersama dengan sasaran kegiatan
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam penyusunan jadwal dan
tempat pelaksanaan kegiatan UKM di UPTD Puskesmas Perawatan Ratu
Agung
3. kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Perawatan Ratu Agung nomor : tentang
Jenis Pelayanan UKM di Puskesmas
4. Refrensi Buku Pedoman Perawatan dasar Depkes RI Tahun 2005.

5. Alat dan 1. Alat:


Bahan a. Bak Instrumen Steril,
b. Alat tulis
2. Bahan:
a. Kapas alkohol
b. Obat injeksi
c. Spuit injeksi

6. Langkah 1. Petugas mencuci tangan


langkah 7. Petugas menyiapkan alat-alat dan Bagan Alir
bahan dalam bak instrumen steril
8. Petugas memberi tahu maksud
tindakan kepada pasien
9. Petugas melakukan aspirasi obat
sesuai dosis dengan spuit injeksi
10. Petugas mengatur posisi pasien
11. Petugas memilih area penusukan
yang bebas dari lesi dan
peradangan
12. Petugas membersihkan area
penusukan menggunakan kapas
alcohol
13. Petugas membuka tutup jarum
14. Petugas menusukkan jarum ke
daerah penusukan dengan sudut
90 derajat, kira-kira sampai
jaringan otot
15. Petugas meLakukan aspirasi spuit
16. Petugas mengobservasi ada tidak
darah dalam spuit
17. Jika ada darah tarik kembali jarum
dari kulit
18. Petugas menekan tempat
penusukan dengan kapas alcohol
19. Petugas mengganti penusukan ke
tempat lain
20. Jika tidak ada darah, masukkan
obat perlahan-lahan hingga habis
21. Petugas mencabut jarum
22. Petugas menekan tempat
penusukan dengan kapas alcohol
23. Petugas memberitahu kepada
pasien bahwa tindakan sudah
selesai
24. Petugas membuang sampah medis
pada tempatnya
25. Petugas mencatat tindakan dalam
rekam medis
26. Petugas merapikan alat dan bahan
27. Petugas mencuci tangan

2. Hal hal Observasi pasien antara 5 sampai dengan 15 menit terhadap reaksi obat.
yang perlu
diperhatikan
3. Unit terkait 1. Klinik Umum
2. Klinik Gigi,
3. Rawat Inap,
5. Immunisasi,
6. Ruang KIA.KB,
7. Puskesmas Pembantu.

4. Dokumen 1. Rekam Medis


terkait 2. Catatan Tindakan

5. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


historis Diberlakukan
perubahan
INJEKSI INTRA MUSKULAR

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :
dr. Hj. XXXXX
UPTD PUSKESMAS XXXXX TTD
Nip.XXXXXXXXXXXX
6. Pengertian Injeksi intra muskular adalah: pemberian obat dengan cara memasukkan obat
ke dalam jaringan otot menggunakan spuit injeksi dilakukan pada otot pangkal
lengan atau otot paha bagian luar (yaitu 1/3 tengah paha sebelah luar)

7. Tujuan Memasukkan sejumlah obat pada jaringan otot agar cepat terserap oleh tubuh
8. kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas xxxx nomor :xxxxx tentang Pelayanan Klinik

9. Refrensi Buku Pedoman Perawatan dasar Depkes RI Tahun 2005.

10. Alat dan 1. Alat:


Bahan a. Bak Instrumen Steril,
b. Alat tulis
2. Bahan:
a. Kapas alkohol
b. Obat injeksi
c. Spuit injeksi

11. Langkah 28. Petugas mencuci tangan


langkah 29. Petugas menyiapkan alat-alat dan Bagan Alir
bahan dalam bak instrumen steril
30. Petugas memberi tahu maksud
tindakan kepada pasien
31. Petugas melakukan aspirasi obat
sesuai dosis dengan spuit injeksi
32. Petugas mengatur posisi pasien
33. Petugas memilih area penusukan
yang bebas dari lesi dan
peradangan
34. Petugas membersihkan area
penusukan menggunakan kapas
alcohol
35. Petugas membuka tutup jarum
36. Petugas menusukkan jarum ke
daerah penusukan dengan sudut
90 derajat, kira-kira sampai
jaringan otot
37. Petugas meLakukan aspirasi spuit
38. Petugas mengobservasi ada tidak
darah dalam spuit
39. Jika ada darah tarik kembali jarum
dari kulit
40. Petugas menekan tempat
penusukan dengan kapas alcohol
41. Petugas mengganti penusukan ke
tempat lain
42. Jika tidak ada darah, masukkan
obat perlahan-lahan hingga habis
43. Petugas mencabut jarum
44. Petugas menekan tempat
penusukan dengan kapas alcohol
45. Petugas memberitahu kepada
pasien bahwa tindakan sudah
selesai
46. Petugas membuang sampah medis
pada tempatnya
47. Petugas mencatat tindakan dalam
rekam medis
48. Petugas merapikan alat dan bahan
49. Petugas mencuci tangan

12. Hal hal Observasi pasien antara 5 sampai dengan 15 menit terhadap reaksi obat.
yang perlu
diperhatikan
13. Unit terkait 1. Klinik Umum
2. Klinik Gigi,
3. Rawat Inap,
5. Immunisasi,
6. Ruang KIA.KB,
7. Puskesmas Pembantu.

14. Dokumen 1. Rekam Medis


terkait 2. Catatan Tindakan

15. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


historis Diberlakukan
perubahan
SPO PEMBERIAN EDUKASI BILA
KELUARGA MENYEDIAKAN MAKANAN

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD PUSKESMAS dr. RA.Yeni Warningsih
PERAWATAN RATU TTD
AGUNG NIP.197602122006042004
1. Pengertian Penyampaian informasi kepada keluarga pasien mengenai makanan yang bisa
mereka sediakan untuk pasien yang sedang dirawat.

2. Tujuan Sebagai acuan petugas gizi dalam memberikan edukasi bagi keluarga pasien
3. kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas nomor : tentang Standar Pelayanan Rawat
Inap
4. Refrensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014
tentang Pedoman Gizi Seimbang
5. Alat dan
Bahan
6. Langkah
1. Petugas menginformasikan kepada
langkah Bagan Alir
pasien / keluarga bahwa
puskesmas menyediakan
makanan, tetapi apabila keluarga
Petugas
ingin menyediakan makanan untuk
Menginformasikan
pasien maka diperbolehkan dengan
kepada pasien
batasan diet yang sesuai kondisi
pasien
2. Petugas menjelaskan ke pasien / Menjelaskan kepada pasien
keluarga tentang jenis makanan
yang bisa dipersiapkan dari rumah Mengevaluasi pemahaman
yaitu makanan seimbang yang keluarga
terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur,
buah dan susu Menyarankan
3. Petugas memberitahukan jadwal / pemberian selingan
waktu pemberian makanan untuk
Memberitahukan jadwal
pasien
pemberian makanan
4. Petugas menyarankan pemberian
selingan untuk pasien diantara makan
waktu makan Edukasi
Petugas mengevaluasi
pemahaman keluarga pasien
tentang makanan dan selingan
yang harus dipersiapkan untuk
pasien
7. Hal hal
yang perlu
diperhatikan
8. Unit terkait -Petugas Gizi
-Unit Rawat Inap
9. Dokumen Leaflet Diet
terkait

10. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


historis Diberlakukan
perubahan
SPO PENYIAPAN MAKANAN DAN
DISTRIBUSI MAKANAN

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD PUSKESMAS dr. RA.Yeni Warningsih
PERAWATAN RATU TTD
AGUNG NIP.197602122006042004
1. Pengertian 1.Penyiapan makanan merupakan salah satu prinsip dari hygiene dan sanitasi
makanan. Penyajian makanan yang tidak baik dan etis, bukan saja dapat
mengurangi selera makan seseorang tetapi dapat juga menjadi penyebab
kontaminasi terhadap bakteri
2.Distribusi dimana pemasaran yang berusaha memperlancar dan
mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada
konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis,
jumlah, harga, tempat dan saat dibutuhkan)
2. Tujuan 1.Menciptakan nilai tumbuh produk melalui fungsi fungsi pemasaran yang
dapat merealisasikan kegunaan/utilitas bentuk, tempat, waktu
2.Penyelenggaraan makanan di Puskesmas sangat bergantung dari hygiene
dan sanitasi agar makanan tersebut tidak menjadi sumber penularan penyakit
bagi manusia yang mengkonsumsi makanan tersebut
3. kebijakan Sesuai SK UPTD Kepala Puskesmas Tanah Kalikedinding No. Tahun 2016
penyiapan makanan dan distribusi makanan yang aman kepada pasien sesuai
dengan masalah kesehatan yang dihadapi pasien

4. Refrensi Permenkes No. 01Menkes/I/2016 tentang penyelenggaraan makanan


UU Nomor 01 Tahun 2016, tentang Kesehatan
5. Alat dan
Bahan
6. Langkah 1. Bahan makan diperiksa sesuai dengan pesanan dan ketentuan
langkah spesifikasi bahan makanan yang dipesan
2. Gunakan bahan baku yang baik
3. Bersihkan semua alat sebelum digunakan
4. Cuci tangan sebelum dan sesudah bekerja
5. Masaklah pangan secara seksama dan sempurna untuk membunuh
mikroorganisme yang ada didalamnya
6. Simpanlah pangan ditempat yang sesuai
7. Agar lebih lama dilakukan proses pengawetan pada pangan
8. Bahan makanan dikirim ke gudang sesuai dengan jenis barang atau
dapat langsung ketempat pengelolahan bahan makanan
9. Bahan makanan yang tidak sesuai spesifikasi dapat dikembalikan serta
minta ganti makanana yang sesuai spesifikasi
7. Bagan Alir
Pengelolahan
Bahan bahan makan
baku ke gudang
Penyimpanan
Makanan yang sesuai sesuai jenis
Alat barang
tempatnya
dibersihka
n

Cuci Dapat
tangan dikembalikan
jika tidak sesuai
Pengawetan spesifikasi

Menghindari/mencegah 1. Mempertahankan
pertumbuhan bakteri pangan konsistensi produk

2. Untuk meningktakan
atau mempertahankan
Tahan lama
nilai gizi

3. Untuk
mempertahankan
kelezatan dan
kesehatan pangan

4. Mengembangkan atau
mengatur
keasaman/kebasaan
pangan

5. Untuk menguatkan
rasa atau
mendapatkan warna
yang diinginkan
8. Hal hal
yang perlu
diperhatikan
9. Unit terkait -Ahli Gizi
-Rawat Inap
-Persalinan
10. Dokumen Leaflet Diet
terkait

11. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


historis Diberlakukan
perubahan
SPO PENYIMPANAN MAKANAN DAN
BAHAN MAKANAN

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD PUSKESMAS dr. RA.Yeni Warningsih
PERAWATAN RATU TTD
AGUNG NIP.197602122006042004
1. Pengertian Suatu cara menata, menyimpan, memelihara keamanan pangan baik kualitas
(termasuk standar mutu gizi) pada tempat yang sesuai dengan karakteristik
bahan makanannya.
2. Tujuan 1. Melindungi pasien dari produksi makanan yang tidak aman dan tidak
memenuhi syarat
2. Menjamin bahwa makanan yang diproduksi sudah aman dan layak
dikonsumsi
Memperhatikan dan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap
makanan yang disajiakan
3. kebijakan

4. Refrensi 1. Permenkes RI no 129 tahun 2008


2. Permenkes RI no 78 tahun 2013
5. Alat dan
Bahan
6. Langkah 1. Bahan makanan harus ditempatkan secara teratur menurut macam
langkah golongan.
2. Menggunakan bahan makanan yang diterima trlebih dahulu (first in
first out)
3. Kartu stock penerimaan dan pengeluaran bahan makanan harus diidi
dan diletakkan pada tempatnya.
4. Semua bahan makanan disimpan dalam keadaan terbungkus rapat
dan tidak berlubang.
5. Bahan makanan kering tidak diletakkan menempel lantai, dinding
atau atap.
7. Bagan Alir Di dalam penyusunan prosedur maupun instruksi kerja sebaiknya dalam
langkahlangkah kegiatan dilengkapi dengan diagram alir/ bagan alir untuk
memudahkan dalam pemahaman langkah-langkahnya. Adapun bagan alir
secara garis besar dibagi menjadi dua macam, yaitu diagram alir makro dan
diagram alir mikro.
a. Diagram alir makro, menunjukkan kegiatan-kegiatan secara garis
besar dari proses yang ingin kita tingkatkan, hanya mengenal satu
simbol, yaitu simbol balok:

b. Diagram alir mikro, menunjukkan rincian kegiatan-kegiatan dari tiap


tahapan diagram makro, bentuk symbol sebagai berikut:
- Awal kegiatan

- Akhir kegiatan

- Simbol keputusan
Ya

Tidak

- Penghubung

- Dokumen

- Arsip

8. Hal hal
yang perlu
diperhatikan
9. Unit terkait 1.Unit pantry

10. Dokumen
terkait
11. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
historis Diberlakukan
perubahan
SPO ASUHAN GIZI

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD PUSKESMAS dr. RA.Yeni Warningsih
PERAWATAN RATU TTD
AGUNG NIP.197602122006042004
1. Pengertian Serangkaian kegiatan yang terorganisir/terstruktur yang memungkinkan untuk
identifikasi kebutuhan gizi dan penyediaan/pemberian pelayanan gizi pada
pasien dengan resiko nutrisi*) untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam proses asuhan gizi pada balita gizi kurang dan gizi
buruk.
3. kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Perawatan Ratu Agung.

4. Refrensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun


2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang Pedoman Proses Asuhan Gizi
Tersstandar (PAGT), Kementrian Kesehatan RI: Jakarta 2014
Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas, Kemenkes RI, Direktorat
Jendra Bina dan KIA Jakarta : 2014

5. Alat dan
Bahan
6. Langkah 1. Pengkajian Gizi (Asesmen Gizi
langkah ) yaitu pengkajian atas : Bagan Alir
-Riwayat gizi klien ( gambaran
kebiasaan/pola makan dan
asupan
Zat gizi sehari)
-Data antropometri
-Data biokimia
-Pemeriksaan fisik/klinis
-Riwayat personal
2. Menentukan diagnosa gizi yang
sesuai dengan masalah yang
ditemukan pada pengkajian gizi
3. Menentukan intervensi gizi
Menentukan jenis diit sesuai
dengan kebutuhan dan
kemampuan pasien
4. Menitoring dan Evaluasi
Kemajuan dan perkembangan
pasien meliputi :
perkembangan data
antropometri, perkembangan
data laboratorium yang terkait
gizi, perkembangan fisik/klinis,
perkembangan asupan
makanan, perkembangan
perubahan prilaku dan sikap,
perkembangan diaognosa gizi.
*) Pasien dengan resiko nutrisi
seperti gizi buruk, kurang, lebih,

Mengalami penurunan asupan,


penurunan berat badan

7. Hal hal
yang perlu
diperhatikan
8. Unit terkait 1. Unit Rawat Inap
2. Laboratorium
Instalasi Gizi
9. Dokumen
terkait

10. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


historis Diberlakukan
perubahan
SPO ASUHAN GIZI

No. Dokumen :
No. Revisi :
SPO Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD PUSKESMAS dr. RA.Yeni Warningsih
PERAWATAN RATU TTD
AGUNG NIP.197602122006042004
1. Pengertian Pemberian edukasi Gizi merupakan pemberian materi-materi edukasi gizi
kepada pasien dan keluarga berkaitan dengan kondisi kesehatan
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk:
Memberikan informasi tentang hal- hal yang harus diperhatikan pasien
dan atau keluarga terkait gizi berhubungan dengan kondisi kesehatan pasien.
3. kebijakan

4. Refrensi
5. Alat dan
Bahan
6. Langkah 1. Pelajari masalah gizi pasien yang tertulis dalam rekam medik atau
langkah formulir hasil skrining gizi atau formulir konsul gizi sesuai
permintaan dan hasil wawancara dengan pasien
2. Tentukan diagnosa gizi pasien
3. Tulis identitas pasien, diagnosa gizi, rencana intervensi gizi dalam
formulir asuhan gizi pasien rawat jalan atau rawat inap
4. Hitung dan susun kebutuhan gizinya terjemahkan dalam pembagian
makanan dan tuliskan dalam leaflet diit
5. Gunakan masker pada pasien yang dapat menularkan infeksi lewat
udara
6. Jelaskan dan diskusikan pelaksanaan diet dengan pasien
7. Berikan penjelasan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan
8. Buat evaluasi hasil konsultasi dengan memberikan pertanyaan kepada
pasien
9. Lakukan pencataan dan pelaporan harian tindakan konsul gizi yang
dilakukan

10. Cuci tangan sesudah melakukan kegiatan konsultasi gizi


7. Bagan Alir
Petugas mempelajari Menentukan Diagnosa
masalah gizi pasien Gizi Pasien

Hitung dan susun Menulis identitas


kebutuhan gizi pasien pasien, diagnosa gizi,
rencana intervensi gizi
dalam formulir

Gunakan masker pada Jelaskan dan diskusikan


pasien yang dapat pelaksanaan diet
menularkan infeksi dengan pasien
lewat udara

Buat evaluasi hasil Berikan Penjelasan


konsultasi dengan makanan yang boleh
memberikan dan tidak boleh
pertanyaan dimakan

Lakukan pencataan Cuci tangan sesudah


dan pelaporan harian melakukan kegiatan
tindakan konsul gizi konsultasi gizi
yang dilakukan

8. Hal hal
yang perlu
diperhatikan
9. Unit terkait
10. Dokumen
terkait

11. Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


historis Diberlakukan
perubahan