Anda di halaman 1dari 314

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

KOOPERATIF QUIZ-QUIZ TRADE DAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE


UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI
DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS

TESIS

OLEH:
HABIDI
NIM 152103808694

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM PENDIDIKAN DASAR IPS
APRIL 2017

1
2

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN


KOOPERATIF QUIZ-QUIZ TRADE DAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE
UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI
DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS

TESIS
Diajukan kepada
Universitas Negeri Malang
untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam menyelesaikan program Magister
Pendidikan Dasar IPS

Oleh:
HABIDI
NIM 152103808694

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM PENDIDIKAN DASAR IPS
APRIL 2017

2
3

3
4

4
5

5
ABSTRAK

Habidi, 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade dan


Inside-Outside Circle untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi
dan Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran IPS. Tesis, Program Studi
Pendidikan Dasar IPS, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
Pembimbing: (1) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D (2) Prof. Dr. Budi Eko
Soetjipto, M.Ed., M.Si

Kata Kunci: QQT, IOC, Keterampilan Berkomunikasi, Hasil Belajar IPS

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk mendeskripsikan


penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle
dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa pada
pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri Satu Atap Melai One Kabupaten Wakatobi.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 20
siswa kelas VIII. Data yang dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi
yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan teknik persentase. Penerapan
model quiz-quiz trade ini dilakukan oleh dua orang siswa dengan cara berpasang-
pasangan menggunakan kartu, sedangkan model inside-outside circle siswa
membentuk lingkaran dalam menghadap keluar dan lingkaran luar menghadap ke
dalam. Peneliti membagi siswa menjadi dua kelompok ada kelompok A (atas) dan
kelompok B (bawah), berikut langkah-langkah model quiz-quiz trade: a) guru
memberitahukan siswa untuk berdiri, dan mengangkat tangannya ke atas kemudian
berpasang-pasangan; b) partner A menanyai B; c) partner B menjawab; d) partner
A memuji atau mengajari; e) partner berganti peran; f) partner bertukar kartu dan
saling mengucapkan terimakasih; g) ulangi langkah 1 6 sampai waktu yang
ditentukan habis. Selanjutnya langkah model inside-outside circle yakni: a) siswa
membentuk pasangan. Satu siswa dari masing-masing pasangan bergerak untuk
satu lingkaran besar di kelas menghadap sebelah luar; b) siswa lainnya mencari dan
menghadapi patnernya; c) siswa di lingkaran dalam mengajukan pertanyaan dari
kartu pertanyaan mereka, siswa lingkaran luar menjawab; d) siswa di lingkaran
dalam memuji atau memberi tahu; e) patnernya berganti peran: siswa-siswa
lingkaran luar menanyakan dan mendengarkan kemudian memuji dan memberi
tahu; f) patner berganti kartu-kartu pertanyaan; g) siswa lingkaran dalam memutar
se arah jarum jam untuk mencari pasangan baru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran
kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle dapat meningkatkan proses
belajar mengajar yang dilakukan oleh guru pada pelajaran IPS terbukti dengan
diperolehnya hasil pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada siklus
I sebesar 80,09% dan meningkat sebesar 93,45% pada siklus II. Pelaksanaan
pembelajaran yang dilakukan oleh siswa diperoleh sebesar 77,99% dan meningkat
sebesar 92,41% pada siklus II dengan kriteria sangat baik. Dengan penerapan

i
ii

model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside outside circle ini juga
dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 45% pada siklus I dan meningkat
menjadi 90% pada siklus II. Keterampilan berkomunikasi siswa SMP Negeri Satu
Atap Melai One kelas VIII diperoleh sebesar 75,52% pada siklus I melalui beberapa
aspek penilaian yang dilakukan seperti keterbukaan, empati, sikap mendukung,
sikap positif, dan kesetaraan sehingga terjadi peningkatan sebesar 84,04% pada
siklus II sehingga dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa.
Peningkatan pelaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa serta
keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa dan terjadi pada siklus II
dikarenakan telah dilakukannya perbaikan dari refleksi siklus I. Perbaikan yang
dilakukan pada siklus II yakni guru telah mampu mengkondisikan waktu sesuai
yang tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, selain itu guru juga
mengkoordinir siswa untuk menemukan pasangan yang tepat. Siswa sudah paham
dalam melakukan permainan model quiz-quiz trade dan inside-outside circle, siswa
tidak ragu lagi dalam menjawab pertanyaan pada pasangannya, siswa dapat percaya
diri dalam bekerjasama dengan kelompoknya, saling berinteraksi, berbagi
informasi, dan memberikan pujian sehingga dapat meningkatkan keterampilan
berkomunikasi siswa.
Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-
outside circle ini dapat optimal dan menunjukkan keterampilan berkomunikasi dan
hasil belajar siswa sehingga disarankan: a) dalam melaksanakan permainan model
quiz-quiz trade dan inside-outside circle ini disarankan siswa mencari pasangan
yang tepat agar tidak kebingungan sehingga pembelajaran yang terjadi menjadi
menarik dan menyenangkan; b) sebaiknya siswa yang kurang respon dan fokus
terhadap penjelasan guru dilakukan pengarahan dan motivasi agar setiap siswa
semangat dalam belajar; c) dalam proses pembelajaran guru harus lebih detail
dalam memperhatikan waktu agar pelaksanaan pembelajaran sesuai RPP; d) guru
memberikan pengarahan agar siswa tidak ragu dalam menjawab pertanyaan
terhadap pasangannya; e) dalam penerapan model inside-outside circle ini
sebaiknya siswa dalam selesai menjawab soal pertanyaan dari pasangannya harus
selalu mengangkat tangan agar diketahui apabila sudah selesai; f) pada penerapan
model inside-outside circle siswa selalu menemukan pasangan yang sama saat
berputar se arah jarum jam sehingga guru mengarahkan; g) dengan adanya
penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle
ini siswa dapat bermain, bekerjasama, bergotong royong, percaya diri, dan terampil
berkomunikasi dalam berbicara atau menyampaikan pendapat yang sangat berguna
bagi kehidupan sehari-hari mereka.

ii
iii

ABSTRACT

Habidi, 2017. The Implementation of Cooperative Learning Model Quiz-Quiz


Trade and Inside-Outside Circle to Improve the Students Communicative
Skill and Learning Outcome on Social Study Lesson. Thesis, Study
Program of Social Study Basic Education, Graduate Program, State
University of Malang. Advisors: (1) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D (2)
Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si

Key words: QQT, IOC, Communication Skill, Learning Outcomes on Social Study

This Classroom Action Research (CAR) aimed to describe the


implementation of the cooperative learning model quiz-quiz trade and inside-
outside circle in improving the students communicative skill and learning outcome
on social study lesson in second grade student of Junior High School Satu Atap
Melai One, Wakatobi Regency. This class action research was conducted in two
cycles involving 20 students of second grade. The data gathered through
observation, tests, and documentation and further analyzed descriptively using
percentage techniques. The implementation of model quiz-quiz trade was carried
out by paired two students using the cards, whereas the model inside-outside circle,
the students were formed the inner circle facing out and the outer circle facing into
it. The researchers divided the students into two groups, they were Group A (top)
and Group B (down), the following steps of model quiz-quiz trade were: a) the
teacher told the students to stand up, and raised their hand above then formed in
pairs; b) Partner A asked B; c) partner B answered the questions; d) partner A
praised or taught; e) Every partners switched roles; f) Partner changed the cards and
said thanks; g) Repeating steps 1-6 until the set up time was over. In the next steps,
namely inside-outside circle model was: a) students formed pairs. One student from
each pair moved to one great circle faced outside in the class; b) other students seek
out and confront the partners; c) students in the inside circle asked questions of their
question cards, the students from outside circle answered; d) student in the inside
circle praised or told; e) the partners switched the roles: the students from outside
circle were asking and listening and then praising and telling; f) partners changed
the question cards; g) students from the inside circle rotating clockwise to look for
a new partner.
The results showed that the implementation of the cooperative learning
model quiz-quiz trade and inside-outside circle could improve the teaching and
learning undertaken by teachers on the social study lesson. The result revealed the
implementation of the study conducted by the teacher in 1st cycle obtained 80.09%
and increased by 93.45% in 2nd cycle. The implementation study done by students
acquired for 77.99% and increased 92.41% in 2nd cycle which was categorized very
well. With the implementation of the cooperative learning model quiz-quiz trade
and inside outside circle could also enhance the students learning outcome

iii
iv

amounted to 45% in 1st cycle and increased to 90% in 2nd cycle. The students
communicative skill of Junior High School Satu Atap Melai One in second grade
students has increased with the acquisition of the results of 75.52% in 1st cycle,
through several aspects of assessment conducted such as openness, empathy,
support attitude, positive attitude, and equality so that it occurred an improvement
that was obtained 84.04% in 2nd cycle.
The improvement of the implementation of learning that was conducted by
teachers and students as well as the students skills in communicating and learning
results occurred in 2nd cycle because of the engagement did in the reflection of the
1st cycle. The engagement was done in 2nd cycle i.e. teachers have been able to
customize the time as that contained in the lesson plans, and the teacher also
coordinated the students to find the right partner. Students already learned in doing
the game model quiz-quiz trade and inside-outside circle, students did not hesitate
in answering a question on his/her partner, students could be confident in
cooperating with his/her group, mutually interact, sharing information, and giving
compliments so it increased the students communicative skills.
The implementation of cooperative learning model quiz-quiz trade and
inside-outside circle can be optimized and shows the students communication skill
and students achievement so that suggested: a) in implementing the model games
quiz-quiz trade and inside-outside circle suggested students looking for the right
partner to avoid confusion so that learning can be an interesting and fun; b) the
students who be less response and focus on the teachers explanation conducted the
briefing and motivating them so that each student can be enthusiastic in learning;
c) in the learning process the teachers should be more attentive to the details in time
so that appropriate learning exercise appropriate with the lesson plan; d) teacher
gives instructional so that students do not hesitate in answering the question against
his partner; e) in applying the model inside-outside circle students should finish
answering the question of her partner should always hand-picked in order to note
when finished; f) in the application of the model inside-outside circle of students
always find a similar pair when rotating clockwise direction so that the se teacher
directs; g) with the application of the cooperative learning model quiz-quiz trade
and inside-outside circle of students can play, in cooperation, working together,
confident, and skillfully communicate in talk or convey the opinions very useful for
their daily lives.

iv
v

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Alhamdulillah Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena


atas rahmat dan izin-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan tesis ini yang
berjudul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade dan Inside-
Outside Circle untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi dan Hasil
Belajar Siswa pada Pelajaran IPS. Penyusunan tesis ini merupakan salah satu
rangkaian proses pendidikan sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar
Magister Program Studi Pendidikan Dasar IPS Program Pascasarjana. Salam dan
Taslim tercurah kepada bimbingan Nabiullah Muhammad SAW sebagai zuri
tauladan bagi seluruh ummat.
Penulis menyadari tesis ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan dari
pihak lain. Oleh karena itu, penulis ucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Teristimewa kepada, istriku Nurjannah Nudi, anakku Aqila Sarifa Hadi, anakku
Alm. Asyam Dzaki Hadi yang selalu memberikan dukungan, kekuatan dan doa
serta motivasi yang telah penulis lalui untuk menyelesaikan studi Pendidikan di
Universitas Negeri Malang.
2. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud yang telah memberikan
dukungan dan kesempatan berupa penyediaan beasiswa program P2TK Dikdas
Kemdikbud bagi peneliti untuk studi lanjut pada program Studi Pendidikan
Dasar IPS di Universitas Negeri Malang.
3. Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D (Dekan Fakultas Sastra Universitas Negeri
Malang) selaku pembimbing I dan Bapak Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed.,
M.Si (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang) selaku
pembimbing II dengan sabar dan, ikhlas, meluangkan waktu, tenaga, dan
pikiran dalam memberikan bimbingan serta arahan yang sangat berharga
kepada penulis selama proses penulisan tesis ini.

v v
vi

4. Prof. Dr. Cholis Sadijah, M.Pd., M.A selaku Koordinator Program Studi
Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang yang telah
memberikan motivasi dan pelayanan yang sangat baik kepada Penulis selama
menyelesaikan studi di Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
5. Dr. Ach. Amirudin, M.Pd selaku validator yang telah berjasa memberikan
bimbingan, masukan dan saran yang sangat berharga dalam penilaian perangkat
pembelajaran penulis.
6. Prof. Dr. AH. Rofiuddin, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Malang yang
telah menerima Penulis sebagai Mahasiswa di Program Studi Pendidikan Dasar
Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
7. Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, selaku Direktur Pascasarjana
Universitas Negeri Malang yang memberikan pelayanan yang baik terhadap
penulis selama menyelesaikan perkuliahan.
8. Bapak dan Ibu Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Malang dan Staf Tata
Usaha Pascasarjana yang telah memberikan pelayanan yang sangat baik dalam
pembelajaran, serta bekal dan ilmu yang sangat bermanfaat kepada Penulis
selama menyelesaikan studi Magister di Universitas Negeri Malang.
9. Terima kasih kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang telah
memberikan izin melakukan penelitian dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
di lingkup Pemerintah Kabupaten Wakatobi.
10. Terima kasih kepada kepala SMP Negeri Satu Atap Melai One bapak La
Hasirun, S.Pd.I yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk
meneliti di sekolah yang dipimpin, guru-guru teman mengajar di SMP Negeri
Satu Atap Melai One yang selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada
peneliti, terkhusus Bapak Saharibi, S.Pd.,M.M, Ibu Sitti Ruhami, S.Pd, Ibu
Nurlita, S.Pd, Wa Eli, S.Pd.I, dan Fitri.

vi
vii

11. Terima kasih kepada Bapak Kasmin dan Ibu Hasnawati, S.Pd yang telah
membantu peneliti sebagai observer dan mengamati jalannya proses
pembelajaran.
12. Teristimewa kepada, Ayahanda Alm. La Tei dan Ibunda tercinta Baekuni,
S.Pd.SD kakak adik tercinta (Alabin Tombi, Rizal Badiati, dan Muhammad
Razak) yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan yang sangat besar
selama penulis menjalani kegiatan akademik.
13. Teman-teman mahasiswa program S2 P2TK DIKDAS Kemendikbud Angkatan
2014 dan 2015 khususnya Pendidikan Dasar IPS (Parulian, Peter, Yudi, Kahar,
Emirta, Nabil, Probo, Lala, dan Maryon) yang telah berjuang bersama-sama
selama proses menempuh perkuliahan serta menjadi keluarga bagi penulis dan
terkhusus temanku sedaerah Muhari, Irma dan Jumadin.
14. Teman-teman mahasiswa dari Sulsel dalam organisasi Formaster Sulsel (Pak
Erman, Pian, Mr. Al, Arwin, Fuad, Astaman, Aco, Nardi, Asri, Salam, Iljux,
Masri, Asse, Adi, Rafa, Rifal, Nur Hikma, Tata, dan Sulis) yang selalu
mendukung dan memberikan motivasi selama dalam menempuh kegiatan
akademik.
Semoga Allah Yang Maha Esa membalas semua jasa bagi semua pihak yang
terlibat selama ini. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
umumnya dan bagi dunia pendidikan khususnya.

Malang, April 2017

Penulis

vii
viii

DAFTAR ISI

SAMPUL
LEMBAR PENGESAHAN
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
ABSTRAK ........................................................................................... i
ABSTRACK ........................................................................................ iii
KATA PENGANTAR ......................................................................... v
DAFTAR ISI ........................................................................................ viii
DAFTAR TABEL ................................................................................ x
DAFTAR GAMBAR ........................................................................... xi
DAFTAR GRAFIK .............................................................................. xii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................ xiii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1


A. Latar Belakang Masalah ........................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................... 14
C. Manfaat Penelitian ................................................................... 15
D. Ruang Lingkup Penelitian dan Keterbatasan Penelitian .......... 17
E. Definisi Operasional................................................................. 19

BAB II KAJIAN PUSTAKA ............................................................... 23


A. Kajian Teori ............................................................................. 23
1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif.................................. 23
2. Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade ............ 26
3. Model Pembelajaran Kooperatif Inside-Outside Circle..... 30
4. Pengertian Keterampilan Berkomunikasi .......................... 35
5. Hasil Belajar ....................................................................... 42
B. Hasil Penelitian Terdahulu ....................................................... 47

BAB III METODE PENELITIAN....................................................... 50


A. Pendekatan Penelitian .............................................................. 50
B. Kehadiran dan Peran Peneliti di Lapangan .............................. 52
C. Kancah Penelitian ..................................................................... 52
D. Subjek Penelitian ...................................................................... 53
E. Data dan Sumber Data .............................................................. 54
F. Pengumpulan Data ................................................................... 55
G. Ananlisis Data, Evaluasi dan Refleksi ..................................... 57
1. Teknik Analisis Data .......................................................... 57
2. Evaluasi .............................................................................. 63
3. Refleksi .............................................................................. 63
H. Prosedur Penelitian ................................................................... 64
1. Kegiatan Pra Penelitian ...................................................... 66
2. Pelaksanaan Penelitian ....................................................... 66

viii
viii
ix

BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN ............ 72


A. Paparan Data ............................................................................. 72
1. Paparan Pra Tindakan ......................................................... 72
2. Paparan Data Penelitian ...................................................... 78
a. Siklus I .......................................................................... 78
1) Perencanaan ............................................................ 78
2) Pelaksanaan ............................................................ 79
a) Pertemuan Pertama ........................................... 80
b) Pertemuan Kedua.............................................. 82
c) Pertemuan Ketiga ............................................. 85
d) Pertemuan Keempat.......................................... 88
e) Pertemuan Kelima ............................................ 91
3) Pengamatan/Observasi ........................................... 92
4) Refleksi ................................................................... 98
b. Siklus II ........................................................................ 99
1) Perencanaan ............................................................ 100
2) Pelaksanaan ............................................................ 101
a) Pertemuan Pertama ........................................... 102
b) Pertemuan Kedua.............................................. 104
c) Pertemuan Ketiga ............................................. 107
d) Pertemuan Keempat.......................................... 110
e) Pertemuan Kelima ............................................ 113
3) Pengamatan/Observasi ........................................... 114
4) Refleksi ................................................................... 119
B. Temuan Penelitian .................................................................... 120
1. Temuan Penelitian Siklus I ................................................. 127
2. Temuan Penelitian Siklus II ............................................... 128
3. Temuan Lengkap ................................................................ 130

BAB V PEMBAHASAN ..................................................................... 129


A. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade
dan Inside-Outside Circle pada Pelajaran IPS Siswa Kelas
VIII ........................................................................................... 129
B. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade
dan Inside-Outside Circle dapat Meningkatkan Hasil Belajar
IPS Siswa Kelas VIII ............................................................... 134
C. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade
dan Inside-Outside Circle dapat Meningkatkan Keterampilan
Berkomunikasi Siswa pada Pelajaran IPS Kelas VIII.............. 137

BAB VI PENUTUP ............................................................................. 141


A. Simpulan................................................................................... 141
B. Saran ......................................................................................... 143

DAFTAR RUJUKAN .......................................................................... 145

ix
x

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1.1. Fokus dan Sub Fokus Penelitian ................................................. 19


2.1 Sintaks Model Pembelajaran Quiz-Quiz Trade ........................... 27
2.2 Sintaks Model Pembelajaran Inside-Outside Circle ................... 32
2.3 Aspek Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa ................ 41
2.4 Perbandingan Penelitian ini dengan Penelitian Terdahulu. ......... 49
3.1 Data dan Sumber Data Penelitian................................................ 55
3.2 Kriteria Keterlaksanaan Proses Pembelajaran oleh Guru dan
Siswa ........................................................................................... 59
3.3 Pedoman Ketuntasan Hasil Belajar Siswa .................................. 60
3.4 Kriteria Persentase Keterampilan Berkomunikasi Siswa ............ 62
3.5 Indikator Ketercapaian Tindakan Siklus ..................................... 70
4.1 Nilai Pretest Awal Siswa ............................................................ 76
4.2 Pembagian Kelompok A dan B berdasarkan Nilai Preetest ....... 77
4.3 Jadwal Rencana Pelaksanaan Tindakan Siklus I ......................... 79
4.4 Hasil Keterlaksanaan Proses Pembelajaran Guru Siklus I .......... 93
4.5 Hasil Keterlaksanaan Proses Pembelajaran Siswa Siklus I ......... 94
4.6 Hasil Belajar Siswa Siklus I ........................................................ 95
4.7 Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus I .................... 96
4.8 Hasil Perolehan Siswa Dalam Keterampilan Berkomunikasi
Siklus I......................................................................................... 96
4.9 Hasil Analisis Keberhasilan Siklus I ........................................... 99
4.10 Jadwal Rencana Pelaksanaan Tindakan Siklus II........................ 101
4.11 Hasil Keterlakasanaan Proses Pembelajaran Guru Siklus II ....... 115
4.12 Hasil Keterlakasanaan Proses Pembelajaran Siswa Siklus II...... 116
4.13 Hasil Belajar Siswa Siklus II ....................................................... 117
4.14 Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus II ................... 118
4.15 Hasil Perolehan Siswa Dalam Keterampilan Berkomunikasi
Siklus II ....................................................................................... 119
4.16 Hasil Analisis Keberhasilan Siklus II.......................................... 120
4.17 Hasil Peningkatan Keterlaksanaan Proses Pembelajaran Oleh
Guru dan Siswa pada Siklus I dan II ........................................... 124
4.18 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I dan Siklus II ..... 126
4.19 Peningkatan Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pada
Siklus I dan Siklus II ................................................................... 127

x
xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Kartu Soal Model Quiz-Quiz Trade Kelompok A (Atas) .................. 28


2.2 Kartu Soal Model Quiz-Quiz Trade Kelompok B (Bawah) .............. 29
2.3 Ilustrasi Model Quiz-Quiz Trade ....................................................... 29
2.4 Kartu Soal Model Inside-Outside Circle Kelompok A (Atas) .......... 33
2.5 Kartu Soal Model Inside-Outside Circle Kelompok B (Bawah) ....... 33
2.6 Ilustrasi Model Inside-Outside Circle ............................................... 34
3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis & Taggart (1988) 65
4.1 Loksi Penelitian ................................................................................. 73
4.2 Pelaksanaan Pretest Awal Siswa ....................................................... 75
4.3 Guru Membagi Siswa Menjadi Dua Kelompok ................................ 81
4.4 Siswa Membentuk Lingkaran Dalam Menghadap Keluar dan
Lingkaran Luar Menghadap Kedalam ............................................... 84
4.5 Siswa Mengangkat Tangan dan Berpasang-Pasangan ....................... 87
4.6 Siswa Dengan Intruksi Guru Membentuk Lingkaran dalam
Menghadap Keluar dan Lingkaran Luar Menghadap Kedalam ........ 90
4.7 Siswa Mengerjakan Postest Siklus I .................................................. 91
4.8 Siswa Kelompok A Bertanya Kepada Kelompok B .......................... 104
4.9 Guru Model Mengintruksikan Siswa Membentuk Lingkaran Dalam
Menghadap Keluar dan Lingkaran Luar Menghadap Kedalam ........ 106
4.10 Guru Model Mengamati Siswa Saat Bertanya Menggunakan Kartu. 109
4.11 Siswa di Lingkaran Dalam Kelompok A (Atas) Bertanya Kepada ..
Siswa di Lingkaran Luar Kelompok B (Bawah) ............................... 112
4.12 Siswa Mengerjakan Postest Siklus II ................................................ 114

xi
xii

DAFTAR GRAFIK

Grafik Halaman

4.1 Keterlaksanaan Proses Pembelajaran oleh Guru dan Siswa .............. 125
4.2 Peningkatan Hasil Belajar Siswa dari Pretest, Siklus I dan Siklus II 126
4.3 Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pada Siklus I dan Siklus II ...... 127

xii

xii
xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Silabus ................................................................................................... 151


2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ........................................ 155
3. Ringkasan Materi Siklus I ..................................................................... 164
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ....................................... 170
5. Ringkasan Materi Siklus II ................................................................... 179
6. Kartu Soal Pertemuan I Siklus I ............................................................ 185
7. Kartu Soal Pertemuan II Siklus I .......................................................... 188
8. Kartu Soal Pertemuan III Siklus I ......................................................... 193
9. Kartu Soal Pertemuan IV Siklus I ......................................................... 195
10. Kartu Soal Pertemuan I Siklus II .......................................................... 198
11. Kartu Soal Pertemuan II Siklus II ......................................................... 202
12. Kartu Soal Pertemuan III Siklus II ........................................................ 206
13. Kartu Soal Pertemuan IV Siklus II ....................................................... 210
14. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Quiz-Quiz
Trade Oleh Guru ................................................................................... 213
15. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Quiz-Quiz
Trade Oleh Siswa .................................................................................. 215
16. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Inside-Outside
Circle Oleh Guru ................................................................................... 217
17. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Inside-Outside
Circle Oleh Siswa ................................................................................. 219
18. Hasil Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Quiz-Quiz
Trade (QQT) dan Inside-Outside Circle (IOC) oleh Guru Siklus I ...... 221
19. Hasil Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Quiz-Quiz
Trade (QQT) dan Inside-Outside Circle (IOC) oleh Siswa Siklus I..... 222
20. Hasil Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Quiz-Quiz
Trade (QQT) dan Inside-Outside Circle (IOC) oleh Guru Siklus II..... 223
21. Hasil Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Quiz-Quiz
Trade (QQT) dan Inside-Outside Circle (IOC) oleh Siswa Siklus II ... 224
22. Kisi-Kisi Penulisan Soal ....................................................................... 225
23. Kartu Soal Bentuk PG dan Uraian Siklus I ........................................... 230
24. Kartu Soal Bentuk PG dan Uraian Siklus II ......................................... 238
25. Soal Pretest Awal .................................................................................. 246
26. Hasil Tes Belajar Pretest Awal ............................................................. 251
27. Rekapitulasi Hasil Belajar Pretest ........................................................ 252
28. Soal Tes Hasil Belajar Siklus I.............................................................. 253
29. Hasil Tes Belajar Siklus I ...................................................................... 259
30. Rekapitulasi Hasil Belajar Posttest Siklus I .......................................... 260
31. Soal Tes Hasil Belajar Siklus II ............................................................ 261
32. Hasil Tes Belajar Siklus II .................................................................... 267

xiii
xiv

33. Rekapitulasi Hasil Belajar Posttest Siklus II ........................................ 268


34. Lembar Observasi Keterampilan Berkomunikasi Siswa....................... 269
35. Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pertemuan I Siklus I ... 271
36. Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pertemuan II Siklus I .. 272
37. Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pertemuan III Siklus I . 273
38. Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pertemuan IV Siklus I 274
39. Hasil Rekapan Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus I ............... 275
40. Rekapitulasi Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus I ......... 276
41. Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pertemuan I Siklus II .. 277
42. Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pertemuan II Siklus II . 278
43. Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pertemuan III Siklus II 279
44. Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pertemuan IV Siklus II 280
45. Hasil Rekapan Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus II .............. 281
46. Rekapitulasi Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus II ........ 282
47. Daftar Hadir Siswa Kelas VIII Semseter Genap T.P. 2016/2017 ......... 283
48. Daftar Hasil Nilai Ulangan Harian Semester Ganjil Pelajaran IPS T.A
2016/2017.............................................................................................. 284
49. Daftar Kriteria KKM SMP Negeri Satu Atap Melai One ..................... 285
50. Surat-Surat Penelitian............................................................................
51. Riwayat Hidup ......................................................................................

xiv
BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini disajikan mengenai: (a) latar belakang masalah; (b) rumusan

masalah; (c) manfaat penelitian; (d) ruang lingkup penelitian dan keterbatasan

penelitian; dan (e) definisi operasional:

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan aset yang paling berharga bagi bangsa ini. Itulah

sebabnya proses pendidikan diharapkan dapat berjalan secara optimal dan

berkualitas. Sementara itu, inti dari proses pendidikan itu sendiri adalah proses

pembelajaran. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun

2003 Bab I Pasal 1 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa

pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar

dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi

dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan

dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

(http://eprints.dinus.ac.id/14666/1/uu_20-2003_sisdiknas.pdf)

Selanjutnya menurut Hamalik (2013: 3) menyatakan bahwa pendidikan

adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya bisa

menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan dengan demikian

1
2

akan membangkitkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk

berfungsi secara adekuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada dasarnya pendidikan yakni hasil belajar yang dicapai oleh siswa

melalui kegiatan belajar mengajar. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal,

yang secara tersusun merencanakan berbagai macam lingkungan belajar, yakni

lingkungan belajar yang disediakan untuk peserta didik dalam melakukan

berbagai kegiatan belajar di dalam sekolah, sehingga harapan untuk belajar

tumbuh dan berkembang melalui yang dicita-citakan.

Keberhasilan dalam proses pembelajaran yang optimal dan berkualitas

adalah keberhasilan seorang guru menjalankan proses pembelajaran dengan baik.

Peran seorang guru sebagai pengajar merupakan peran yang sangat penting.

Keberhasilan proses pembelajaran dalam suatu sekolah sangat dipengaruhi oleh

kompetensi guru sebagai pendidik profesional. Dalam Peraturan Pemerintah RI

No. 74 Tahun 2008 Bab I Pasal 1 Tentang Guru disebutkan bahwa guru adalah

pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,

mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan

anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan

menengah (http://eprints.undip.ac.id/234/1/pp-no-74-tahun-2008_guru.pdf).

Sejalan dengan Wiyani (2013: 29) menyatakan bahwa dalam kegiatan

pembelajaran guru membelajarkan peserta didik melalui berbagai kegiatan seperti

mendidik, mengajar memimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan

mengevaluasi peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah

dirumuskan. Dengan demikian guru adalah sebagai desainer pembelajaran.


3

Sebagai seorang desainer pembelajaran, guru harus memposisikan peserta

didiknya sebagai pusat dari segala proses pembelajaran. Dalam proses pengajaran,

unsur proses belajar memegang peranan yang penting.

Berdasarkan hasil observasi di lapangan yang dilakukan oleh peneliti

dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di SMP Negeri Satu Atap Melai One

Kabupaten Wakatobi pada tanggal 18 dan 20 Agustus 2016 ditemukan

permasalahan yang dihadapi, dalam proses pembelajaran di dalam kelas sehingga

belum sesuai yang di harapkan. Permasalahan tersebut peneliti temukan ada

beberapa yaitu: 1) guru dalam melakukan proses pembelajaran IPS di dalam kelas

masih selalu menggunakan model pembelajaran konvensional yang berpusat

kepada guru. Metode yang paling dominan digunakan adalah metode tanya jawab,

ceramah, dan penugasan; 2) guru dalam melaksanakan proses pembelajaran juga

mendominasi pembicaraan sementara peserta didik terpaksa duduk, mendengar

atau mencatat materi pelajaran yang disampaikan guru; 3) dalam melaksanakan

proses pembelajaran IPS di dalam kelas guru kurang kreatif menggunakan model-

model pembelajaran yang ada, sehingga proses pembelajaran yang terjadi guru

hanya menyampaikan materi; dan 4) dalam proses pembelajaran IPS di dalam

kelas siswa tidak ada keberanian ada perasaan takut, kaku dan keliru dalam

mengajukan pertanyaan atau pendapat dan menjawab pertanyaan guru pada saat

tanya jawab ataupun diskusi kelompok sehingga komunikasi yang terjadi tidak

maksimal.

Selain itu berdasarkan hasil wawancara kepada sejumlah siswa kelas VIII

di SMP Negeri Satu Atap Melai One yang dilakukan peneliti, menurut pendapat
4

mereka bahwa pelajaran IPS adalah pelajaran yang membosankan dan terlalu

banyak materi yang disajikan dan hanya dalam bentuk hafalan. Selain itu juga

mereka berpendapat bahwa pelajaran IPS tidak masuk dalam ujian nasional jadi

tidak terlalu penting untuk di pelajari. Dalam proses pembelajaran di kelas guru

kurang memotivasi dan memberikan tanyajawab atau pendapat sehingga tidak

adanya interaksi antar guru dan siswa yang aktif.

Hal tersebut bisa berdampak negatif pada hasil belajar siswa dan

keterampilan komunikasi di kelas VIII sehingga pada waktu ulangan harian

maupun ulangan semester banyak siswa yang harus mengikuti remedial.

Rendahnya hasil belajar siswa dan keterampilan komunikasi di kelas VIII perlu

dilakukan upaya pemecahannya, karena apabila kejadian ini terus terulang maka

siswa semakin malas untuk belajar pelajaran IPS dan merasa membosankan.

Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran IPS di dalam kelas menjadi tidak

menyenangkan bagi siswa sebagai pebelajar. Oleh kerana itu harus ada upaya agar

siswa senang dan tertarik pada pelajaran IPS di kelas, sehingga dapat

meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dan keterampilan komunikasi yang

maksimal.

Sementara hasil wawancara dengan Bapak Kasmin selaku guru IPS di SMP

Negeri Satu Atap Melai One menjelaskan bahwa, pada saat pelaksanaan

pembelajaran siswa masih ada yang kurang aktif dan hanya bersenda gurau, pada

saat diskusi kelompok sebagian siswa hanya duduk di bangku saja dan hanya

menerima materi pembelajaran tidak ada interaksi komunikasi antara siswa

dengan guru walaupun sering diberikan pertanyaan atau pandangan tentang materi
5

yang diajarkan. Hal ini terjadi karena kemampuan siswa dalam berkomunikasi

sangat kurang dan hanya bersifat monoton. Bahkan untuk beragumen saja siswa

merasa acuh bahkan sungkan kepada kelompok siswa lain. Selain itu tugas yang

diberikan kepada siswa masih banyak yang belum mengerjakan.

Proses pembelajaran tersebut secara terus-menerus terjadi di SMP Negeri

Satu Atap Melai One. Permasalahan ini tidak dapat dibiarkan karena dapat

berpengaruh terhadap prestasi dan hubungan sosial siswa, keterampilan

komunikasi interpersonal yang dimiliki siswa khususnya siswa dengan guru,

mereka kurang mendapatkan informasi yang mungkin dapat berguna bagi

perkembangan dirinya, bagi mereka yang kurang mampu mengungkapkan pikiran,

pendapat, dan keinginan terhadap orang lain secara tidak langsung dapat

berpengaruh bagi kemajuan daya pikir dan prestasi siswa.

Bukti rendahnya hasil belajar siswa terhadap pelajaran IPS dapat dilihat

melalui hasil wawancara yang dilaksanakan oleh peneliti pada bulan Agustus

2016 dengan guru IPS yang bernama Kasmin sebagai guru honorer menyatakan

bahwa jumlah seluruh siswa SMP Negeri Satu Atap Melai One adalah 37 orang.

Siswa kelas VIII berjumlah 20 orang, perempuan 12 orang dan laki-laki 8 orang,

nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran IPS yang menjadi

patokan adalah 70. Hasil belajar siswa yang di dapat melalui hasil ulangan harian

semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 diketahui bahwa dari jumlah 20 orang

siswa ada 15 orang siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM atau sebesar

75%. Sementara sisanya 5 orang siswa yang diatas nilai KKM sebesar 25%. Hal
6

ini tentu menjadi tugas guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan

keterampilan komunikasi untuk mencapai target nilai KKM yang diharapkan.

Berdasarkan informasi tesebut, rendahnya hasil belajar siswa dipengaruhi

oleh 1) aktivitas interaksi belajar berkomunikasi interpersonal antara siswa dengan

siswa, siswa dengan guru rendah; 2) penggunaan model pembelajaran oleh guru

yang kurang tepat dan bervariasi; 3) guru terlihat lebih sering aktif dengan

menggunakan model pembelajaran konvensional. Akibatnya keadaan ini membuat

siswa menjadi pasif dan terjadilah pembelajaran yang terpusat pada guru (teacher

centered), siswa tidak diberi kesempatan untuk terlibat dalam pembelajaran

sehingga hanya berperan sebagai pendengar saja, akibatnya mereka kurang yakin

tentang kemampuannya untuk berpendapat. Komunikasi yang efektif bukan hanya

mengenai pertukaran informasi. Komunikasi yang efektif menggabungkan

seperangkat kemampuan seperti komunikasi nonverbal, mendengar dengan penuh

perhatian, dan kemampuan membawa diri dengan tenang dan percaya diri di

depan orang lain (Reddy, Gopi, & Aneel 2013: 20).

Kesempatan dalam berkomunikasi sebenarnya telah mulai dalam

pembelajaran yang dilakukan oleh guru, terlihat dari kegiatan diskusi dan tanya

jawab yang sering dilakukan di dalam kelas. Namun, keterampilan komunikasi

yang diharapkan belum dikembangkan secara optimal. Keterampilan

berkomunikasi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Sejalan dengan

Dipalaya, Susilo, & Corebima (2016: 1714) keterampilan komunikasi sangat

diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Menurut Matin, Jandaghi,

Karimi, & Hamidizadeh (2010) menyatakan bahwa komunikasi adalah proses


7

pertukaran pesan dari satu orang ke orang lain baik secara verbal maupun

nonverbal. Dengan keterampilan berkomunikasi siswa lebih mudah

mengkomunikasikan berbagai hal yang menyangkut materi pembelajaran, baik

secara lisan maupun tulisan.

Menurut DeVito (1997) terdapat lima indikator keterampilan

berkomunikasi yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung

(supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality). Dengan

kata lain, apabila lima indikator tidak terpenuhi, maka dapat dikatakan kualitas

komunikasi interpersonal siswa kurang baik dan perlu ditingkatkan. Tujuan

komunikasi interpersonal yakni: (1) menemukan jati diri; (2) menemukan dan

mengenal dunia luar, seperti berbagai objek dan peristiwa; (3) membentuk dan

memelihara hubungan dengan orang lain; (4) mengubah sikap-sikap dan perilaku

orang; (5) hiburan dan kesenangan; dan (6) membantu orang lain dalam interaksi

interpersonal sehari-hari.

Berdasarkan pengalaman peneliti selama mengajar di SMP Negeri Satu

Atap Melai One sejak tahun 2011 s.d sekarang ditemukan beberapa permasalahan

yang ada dalam pembelajaran IPS di kelas VIII, terlihat pada saat guru

melaksanakan pembelajaran siswa kurang siap dan kurang aktif dan masih

bersikap acuh tak acuh, bersenda gurau, duduk di bangku saja dan hanya

menerima materi pembelajaran tidak ada interaksi komunikasi antar siswa dengan

siswa maupun dengan guru walaupun sering diberikan pertanyaan atau pandangan

tentang materi yang diajarkan. Guru juga memberikan penugasan kepada siswa

dan memahami materi yang dibahas pada pertemuan selanjutnya tetapi banyak
8

siswa yang tidak melaksanakan. Sementara buku paket sudah disediakan

walaupun hanya dalam bentuk foto copyan. Selain itu guru juga melakukan

diskusi kelompok tetapi banyak siswa yang tidak siap apabila dihadapkan dengan

tanyajawab kelompok, banyak siswa yang takut untuk berbicara, bertanya ataupun

berargumen kepada teman kelompok lain. Siswa juga menunjukkan

ketidaktertarikannya terhadap pembelajaran IPS ini dikarenakan anggapan mereka

bahwa pelajaran IPS tidak masuk ujian nasional sehingga tidak terlalu

menentukan kelulusan, dan dengan materi yang sangat banyak dan hanya bersifat

hafalan. Keadaan ini membuat pembelajaran IPS yang dilaksanakan tidak berjalan

efektif, untuk itu peneliti berupaya dalam pembelajaran IPS ini dapat membuat

siswa senang dan menarik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Perlunya peningkatan kualitas pembelajaran sebagai bagian dari

perkembangan ilmu pengetahuan perlu terus-menerus dilakukan. Pencapaian

prestasi siswa yang optimal apabila guru mampu menggunakan model

pembelajaran secara bervariasi yang dapat mendorong keaktifan belajar

berkomunikasi siswa dan didukung dengan fasilitas yang memadai. Menurut

Degeng (2013: 85) kondisi pembelajaran didefinisikan sebagai faktor yang

mempengaruhi efek penggunakan metode tententu untuk meningkatkan hasil

pembelajaran, dan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dengan demikian

peningkatan kualitas pembelajaran dapat dicapai dengan menggunakan model

tertentu.

Kegiatan proses pembelajaran di dalam kelas merupakan sebuah proses

belajar yang dilakukan bersama-sama antara guru dan siswa yang di dalamnya
9

memiliki subtansi berupa pengalaman belajar. Menurut Hamalik (2013: 17)

belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.

Menurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan

suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, tetapi lebih luas dari itu,

yakni mengalami. Selanjutnya menurut Cahyo (2012: 79) menyatakan belajar juga

merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau bahan

yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dipunyai seseorang sehingga

pengertiannya dapat dikembangkan. Selain itu menurut Wahyuningsih, Widiati &

Anugerahwati (2016: 1853) menyatakan bahwa sikap guru terhadap

pendekatan/teknik/metode dalam mengajar sangat penting kedudukannnya karena

tidak hanya berdampak pada efektivitas metode pengajaran yang guru terapkan di

kelas, tetapi juga tetap menunjukkan statusnya sebagai guru yang professional.

Pada tahun 2015 pemerintah dalam hal ini Kemendikbud telah membuat

kebijakan baru yakni menerapkan kembali Kurikulum 2013 yang sembelumnya

menggunakan kurikulum KTSP. Tuntutan pelaksanaan pembelajaran menurut

kurikulum 2013 yang kita kenal dengan pendekatan saintifiknya yaitu

pembelajaran yang menyentuh tiga ranah yaitu: sikap, pengetahuan, dan

keterampilan. Kegiatan pembelajaran saintifik ini dilakukan melalui proses

mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Lima

mengalaman belajar ini yang di implementasikan kedalam model atau strategi

pembelajaran, metode, teknik, maupun taktik yang digunakan. Menurut Fadilla,

Widiati & Suharmanto (2016: 1904) menyatakan bahwa guru dengan pengetahuan

yang baik cenderung memiliki pengetahuan yang kuat tentang konsep-konsep


10

yang berkaitan dengan karakteristik, prinsip, model pembelajaran, dan langkah-

langkah dari pendekatan saintifik.

Keterampilan komunikasi sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan

dalam proses pembelajaran. Dengan keterampilan komunikasi, siswa lebih mudah

mengkomunikasikan berbagai hal yang menyangkut materi pembelajaran, baik

secara lisan maupun tulisan. Menurut Yamin (dalam Musfikon, 2012: 17)

komunikasi antara siswa dengan guru adalah penyampaian pesan (materi)

pelajaran, di dalamnya terjadi dan terlaksana hubungan timbal balik

(comunicative). Guru menyampaikan pesan (message), siswa menerima pesan dan

kemudian bertanya kepada guru. Atau sebaliknya guru yang bertanya kepada

siswa dalam pembelajaran. Interaksi antara guru, siswa, dan siswa lainnya bersifat

timbal balik, inilah yang disebut sebagai komunikasi pembelajaran. Sejalan

menurut Ardina & Sadijah (2016: 172) menyatakan bahwa komunikasi

merupakan salah satu kegiatan yang dibutuhkan untuk mengembangkan

pengetahuan siswa melalui proses pembelajaran. Dalam komunikasi terdapat

empat unsur: yaitu komunikator, komunikan, pesan, dan media. Ini sesuai makna

asal komunikasi yang merupakan kata yang berasal communicare yang berarti

berpartisipasi, memberitahukan, menjadi milik bersama. Oleh karena itu dalam

proses pembelajaran, siswa hendaknya tidak sekedar menerima informasi,

mengingat, dan menghafal, tetapi siswa dituntut untuk terampil berbicara,

terampil untuk bertanya, mengemukakan pendapat dan gagasan di depan kelas

atau diskusi kelompok, melibatkan diri secara aktif, dan memperkaya diri dengan

ide-ide.
11

Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut perlu solusi untuk

memecahkan masalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif guna

menunjang peningkatan hasil belajar dan keterampilan berkomunikasi siswa kelas

VIII di SMP Negeri Satu Atap Melai One yang masih pasif. Menurut Rohman

(2009: 186) pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah model

pembelajaran yang menekankan pada saling ketergantungan positif antar individu

siswa, adanya tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi intensif

antar siswa, dan evaluasi proses kelompok. Model pembelajaran kooperatif siswa

dapat bekerjasama untuk memaksimalkan pembelajarannya sendiri dan orang lain,

menumbuhkan keterampilan sosial dan berkomunikasi dalam berkelompok dan

dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan baik.

Alasan peneliti menerapkan model quiz-quiz trade dan inside-outside circle

didasarkan pada keunggulan yang dimilikinya. Menurut Afian (2011: 217)

keunggulan dari model pembelajaran quiz-quiz trade adalah model ini

menekankan kepada siswa bagaimana untuk saling bertukar informasi,

membangun pengetahuan dan mengajarkan sesuatu kepada orang lain, sehingga

siswa diharapkan lebih banyak menyerap materi. Keterampilan berbicara sangat

ditonjolkan di dalam model ini (Soetjipto 2010: 189). Siswa yang kurang cakap

menyampaikan materi dilatih melalui model ini. Harapannya adalah supaya siswa

lebih terampil berkomunikasi dalam berbicara atau menyampaikan suatu pendapat

yang sangat berguna sekali di dalam kehidupan sehari-hari mereka selain itu juga

dapat siswa dapat meningkatkan keterampilan interpersonal skills.


12

Kekurangannya model pembelajaran quiz-quiz trade ini adalah hanya

memfokuskan beberapa siswa setelah menemukan pasangannya.

Sementara keunggulan dari model pembelajaran inside-outside circle

menurut Ningtiyanti (2016: 25) menyatakan bahwa keunggulan dari model

pembelajaran inside-outside circle adalah adanya struktur yang jelas dan

memungkinkan siswa untuk berbagi dengan pasangan yang berbeda secara singkat

dan teratur. Selain itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong-

royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan

meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Harapannya adalah supaya siswa

dapat bekerjasama, gotong-royong, dan meningkatkan keterampilan

berkomunikasi. Dalam penerapan model ini tidak ada bahan spesifikasi yang

dibutuhkan sehingga dapat dengan mudah diterapkan dalam pembelajaran.

Kekurangannya model pembelajaran quiz-quiz trade ini adalah harus

membutuhkan ruang kelas yang besar karena dalam prakteknya siswa membuat

lingkaran, sehingga membutuhkan ruangan kelas yang besar.

Menurut Kagan dan Kagan (2009) model pembelajaran quiz-quiz trade

mempunyai fungsi classbuilding, social skills, knowledgebuiding dan procedure

learning. Sementara model pembelajaran inside-outside circle mempunyai fungsi

classbuilding, social skills, knowledgebuilding dan tingking skills yang

membentuk siswa untuk aktif berkomunikasi dan saling bekerjasama sehingga

menumbuhkan keterampilan sosial. Model pembelajaran quiz-quiz trade adalah

model pembelajaran kooperatif yang dilakukan oleh dua orang siswa, mereka

saling berpasangan dan bertukar pertanyaan menggunakan kartu, di dalam kartu


13

tersebut guru sudah menyiapkan pertanyaan. Dalam prakteknya guru membagi

siswa menjadi dua kelompok, setelah dibagi dan ketemu pasangannya mereka

saling menjawab dan menjelaskan pertanyaan yang sudah ada di kartu tersebut

begitu seterusnya sampai waktu yang telah ditentukan.

Sementara model pembelajaran inside-outside circle adalah model

pembelajaran dengan sistem lingkaran dalam dan lingkaran luar. Dalam

prakteknya guru membagi separuh dari jumlah siswa yang ada menjadi dua

kelompok dan membentuk sebuah lingkaran dalam menghadap keluar sisanya

membentuk lingkaran luar menghadap kedalam. Disini siswa saling berhadapan

dan berbagi informasi secara bersamaan dengan kartu yang sudah disediakan oleh

guru, siswa yang berada dilingkaran dalam berputar searah jarum jam kemudian

berbagi informasi kepada teman baru didepannya, dan begitu seterusnya sampai

waktu yang telah ditentukan. Dengan adanya model pembelajaran kooperatif quiz-

quiz trade dan inside-outside circle permasalahan yang ada di dalam kelas bisa

dapat dipecahakan, selain itu siswa dapat bekerjasama, bergotong-royong, dan

terampil dalam berkomunikasi atau menyampaikan suatu pendapat ide dan

gagasan yang sangat berguna sekali di dalam kehidupan sehari-hari mereka,

sehingga dalam proses pembelajaran dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Menurut Davoudi dan Mahimpo (2012: 1139) guru dapat belajar beberapa

struktur sederhana sehingga menjadi lebih percaya diri melalui implementasi

pembelajaran kooperatif. Kemampuan siswa bertambah dimana mereka dapat

menunjukkan ide, perhatian, dan perasaannya. Pembelajaran kooperatif model

Kagan memungkinkan peserta didik belajar Bahasa lebih baik dikarenakan


14

lingkungan belajar yang tidak membosankan. Peneliti menggunakan model

pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle ini karena

sangat cocok untuk diterapkan di SMP Negeri Satu Atap Melai One sehingga

proses pembelajaran di sekolah tersebut bisa meningkatkan hasil belajar dan

keterampilan berkomunikasi siswa. Siswa juga dapat aktif belajar dan

menumbuhkan keterampilan sosial serta dapat meningkatkan kemampuan

berkomunikasi antar sesama teman dikelas sehingga dapat meningkatkan hasil

belajar siswa. Struktur pembelajaran koperatif lebih autentik, representatif, dan

penilaiannya lebih efisien (Kagan 2009: 15.6). Dengan model pembelajaran

tersebut, siswa lebih suka bergerak dan bermain dengan kelompok lain sambil

belajar, sehingga suasana belajar terasa menyenangkan dan lebih aktif.

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi permasalahan di atas maka

peneliti bermaksud untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside

circle untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Siswa

pada Pelajaran IPS (Studi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Melai

One Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah meliputi:

1. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle pada pelajaran IPS siswa kelas VIII?


15

2. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas

VIII?

3. Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa

pada pelajaran IPS kelas VIII?

C. Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat yang diharapkan pada penelitian ini dapat memberikan

manfaat baik secara teoritis maupun praktis sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan sebagai

masukan terutama mengenai model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil

belajar siswa pelajaran IPS. Dengan melalui penelitian ini diharapkan dapat

menambah model-model pembelajaran kooperatif yang lain dan bervariasi agar

dapat mengatasi permasalahan-permasalahan dalam proses pembelajaran yang ada

di dalam kelas sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kedepannya.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi siswa

Bagi siswa SMP Negeri Satu Atap Melai One dapat meningkatkan hasil

belajarnya dan melatih siswa untuk saling berkomunikasi dan mengungkapkan

pendapat ide atau gagasan untuk saling peduli terhadap sesama teman dalam

proses pembelajarn IPS.


16

b. Bagi Guru

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan

pertimbangan dalam memperbaiki sistem pembelajaran di dalam kelas dan

sebagai referensi untuk menentukan model pembelajaran yang tepat dan sesuai

yang dapat meningkatkan kreatifitas dan profesionalisme guru dalam

menggunakan model-model pembelajaran kooperatif dikelas khususnya pelajaran

IPS. Diharapkan pula dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam

pelaksanaan proses pembelajaran dengan memperhatikan berbagai macam

karakter siswa yang berbeda sehingga dapat meningkatkan keterampilan

komunikasi dan hasil belajar pada mata pelajaran IPS. Selain itu, penelitian ini

diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan guru tentang berbagai

macam variasi model pembelajaran yang dapat digunakan pada saat proses

pembelajaran di dalam kelas.

c. Bagi Sekolah

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk

meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di SMP Negeri Satu Atap Melai One

terutama dalam keterampilan berkomunikasi antara siswa dan hasil belajar

pelajaran IPS.

d. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk

melakukan penelitian lain yang sejenis dipadu dengan model pembelajaran

lainnya agar menghasilkan model pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.
17

D. Ruang Lingkup Penelitian dan Keterbatasan Penelitian

Supaya permasalahan yang dibahas tidak meluas maka peneliti memberikan

batasan sebagai berikut:

1. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Melai One

Tahun Pelajaran 2016/2017, dengan alasan kelas tersebut kualitas

keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa masih sangat rendah.

Siswa kelas VIII berjumlah 20 orang yang tediri dari 8 laki-laki dan 12

perempuan, nilai rata-rata yang diperoleh ulangan harian hanya sebesar 46,50

terbukti bahwa ada 15 siswa mendapat nilai dibawah KKM atau sebesar 75%,

sedangkan 5 siswa mendapat nilai diatas KKM sebesar 25%.

2. Mata pelajaran yang diteliti adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kurikulum

2013 kelas VIII semester 4 (genap). Adapun Kompetensi Dasar (KD) dan

Tema adalah sebagai berikut:

a. Kompetensi Dasar (KD) yang digunakan yakni (Kemendikbud 2014)

1.3 Menghayati karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia

dan lingkungannya (Kemendikbud 2014)

2.3. Menunjukkan perilaku santun, peduli dan menghargai perbedaan

pendapat dalam interaksi sosial dengan lingkungan dan teman

sebaya (Kemendikbud 2014)

3.1. Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu

dalam lingkup nasional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan

manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik)

(Kemendikbud 2014)
18

4.1. Menyajikan hasil olahan telaah tentang peninggalan kebudayaan dan

pikiran masyarakat Indonesia pada masa penjajahan dan tumbuhnya

semangat kebangsaan dalam aspek geografis, ekonomi, budaya,

pendidikan dan politik yang ada di lingkungan sekitarnya.

(Kemendikbud 2014)

4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang bentuk-bentuk dan sifat

dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya,

dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar (Kemendikbud 2014)

b. Tema III : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam

Pembangunan Nasional (Kemendikbud 2014)

Subtema A : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam (Kemendikbud

2014)

Subtema B : Keunggulan Sumber Daya Alam untuk Pembangunan

Nasional (Kemendikbud 2014)

3. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat kali pertemuan pada tiap

siklusnya. Pada tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan,

pelaksanaan, pengamatan, refleksi.

4. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini hanya terbatas pada variabel model

pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle untuk

meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar (aspek kognitif)

siswa.
19

Berikut ini adalah penjabaran masing-masing variabel:

Tabel 1.1 Fokus dan Sub Fokus Penelitian

No Fokus Sub Fokus Sumber Teori


1. Model Pembelajaran Sintaks Model Pembelajaran quiz- Soetjipto dalam
quiz-quiz trade quiz trade adalah: Yudiana (2013)
a. Siswa berdiri berpasangan
b. Siswa saling bertanya jawab
c. Siswa berganti peran
d. Siswa berganti pasangan
dengan cara mengangkat tangan
sampai menemukan pasangan
baru
2. Model pembelajaran Sintaks model pembelajaran inside- Soetjipto dalam
inside-outside circle outside circle adalah: Yudiana (2013)
a. Siswa berdiri berhadapan dan
membentuk lingkaran
konsentrik
b. Siswa saling bertanya jawab
c. Siswa berganti peran
d. Siswa berganti pasangan
dengan berotasi se arah jarum
jam
3. Keterampilan Aspek penilaian keterampilan DeVito (1997)
berkomunikasi berkomunikasi siswa yakni:
a. Keterbukaan (openness)
b. Empati (empathy)
c. Sikap mendukung
(supportiveness)
d. Sikap positif (positiveness)
e. Kesetaraan (equality)
4. Hasil belajar Aspek kognitif meliputi C1 Anderson dan
(mengingat), C2 (memahami), dan Krathwohl (2010)
C3 (menerapkan)
Sumber: Olahan data

E. Definisi Operasional

Definisi operasional bertujuan untuk memberikan batasan-batasan masalah

istilah yang digunakan agar tidak terjadi pemahaman atau penafsiran yang salah.

Untuk menghindari terjadinya kesalahan penafsiran maka perlu penegasan istilah

sebagai berikut:

1. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah proses belajar

mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang


20

memungkinkan siswa untuk bekerja secara bersama-sama di dalamnya guna

memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama

lain. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota

kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami

materi pelajaran.

2. Model pembelajaran quiz-quiz trade adalah pembelajaran kooperatif yang

dilakukan oleh dua orang siswa, mereka saling berpasangan dan bertukar soal

pertanyaan menggunakan kartu, di dalam kartu tersebut guru sudah

menyiapkan pertanyaan. Dalam prakteknya guru membagi siswa menjadi dua

kelompok ada kelompok atas dan kelompok bawah, setelah dibagi siswa

mencari pasangannya dan saling bertukar kartu soal kepada pasangannya dan

mengajari mereka, pada saat ketemu pasangannya disinilah terjadi interaksi

komunikasi antara siswa selanjutnya apabila sudah menyelesaikan soal

tersebut kemudian siswa mencari pasangan baru dan bertukar soal kembali

dengan pasangan yang lain begitu seterusnya sampai guru menentukan waktu

yang telah ditentukan dalam proses pembelajaran.

3. Model pembelajaran inside-outside circle adalah model pembelajaran dengan

sistem lingkaran dalam dan lingkaran luar. Dalam prakteknya guru membagi

separuh dari jumlah siswa yang ada menjadi dua kelompok ada kelompok atas

dan kelompok bawah dan membentuk sebuah lingkaran dalam menghadap

keluar sisanya membentuk lingkaran luar menghadap ke dalam. Disini siswa

saling berhadapan dan berbagi informasi secara bersamaan dengan kartu soal

yang sudah disediakan oleh guru, selanjutnya siswa yang berada dilingkaran
21

dalam berputar searah jarum jam kemudian berbagi informasi kepada teman

baru didepannya, dan begitu seterusnya sampai guru menentukan waktu yang

telah ditentukan dalam proses pembelajaran. Pada saat pertukaran kartu soal

terjadilah proses interaksi komunikasi antara siswa.

4. Keterampilan berkomunikasi yang dimaksud adalah kemampuan

berkomunikasi antara siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Keterampilan berkomunikasi interpersonal siswa dapat di lihat dari berbagai

aspek antara lain adalah:

a) Keterbukaan (openness) yakni: 1) memulai hubungan baru dengan orang

lain; 2) menunjukkan keterbukaan dalam hubungan dengan orang lain; dan

3) menunjukkan kepercayaan kepada orang lain untuk berbagi perasaan

b) Empati (empathy) yakni: 1) menunjukkan perhatian kepada orang lain; 2)

menjaga perasaan orang lain; dan 3) mengerti keinginan orang lain

c) Sikap mendukung (supportiveness) yakni: 1) memberi dukungan kepada

teman; 2) memberikan penghargaan terhadap orang lain; dan 3) spontan.

d) Sikap positif (positiveness) yakni: 1) menghargai perbedaan pada orang

lain; 2) berpikir positif terhadap orang lain; dan 3) tidak menaruh curiga

secara berlebihan

e) Kesetaraan (equality) yakni: 1) menempatkan diri setara dengan orang

lain; 2) mengakui pentingnya kehadiran orang lain; dan 3) suasana

komunikasi akrab dan nyaman.

Keterampilan berkomunikasi siswa yang akan di nilai diatas adalah pada saat

pelaksanaan pembelajaran berlangsung yang diawasi oleh dua orang obsever.


22

Pengukuran dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan

keterampilan berkomunikasi siswa antar siswa lain dalam berinteraksi di

kelas.

5. Hasil belajar pada penelitian ini menunjuk pada prestasi akademik siswa kelas

VIII SMP Negeri Satu Atap Melai One pada pelajaran IPS melalui penerapan

model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle. Hasil

belajar tersebut diperoleh melalui tes selama menerima proses pembelajaran

yang diberikan nilai berupa angka oleh guru setiap selesai proses

pembelajaran. Hasil belajar diukur dari keberhasilan proses belajar mengajar

menggunakan hasil serangkaian tes (pretest dan posttest) atau tes tertulis

berbentuk pilihan ganda dan uraian meliputi ranah kognitif mengingat (C1),

memahami (C2), dan menerapkan (C3) yang dilakukan pada setiap akhir

siklus. Tes pilihan ganda dan uraian singkat yang diberikan sesuai materi dan

kompetensi dasar yang harus dicapai siswa yaitu tentang materi pembelajaran

Tema III yakni: Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Pembangunan

Nasional.
23

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

Dalam kajian teori ini membahas tentang: (1) pengertian pembelajaran

kooperatif; (2) model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade; (3) model

pembelajaran kooperatif inside-outside circle; (4) pengertian keterampilan

berkomunikasi; dan (5) hasil belajar siswa:

1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan salah satu

bentuk model pembelajaran sosial yang didasarkan pada teori belajar

konstruktivisme. Pembelajaran kooperatif bukanlah gagasan baru dalam dunia

pendidikan. Beberapa penelitian pendidikan telah membuktikan bahwa

pembelajaran kooperatif tidak hanya unggul dalam meningkatkan pencapaian

prestasi belajar siswa, namun juga sangat membantu dalam mengembangkan

hubungan antar pribadi atau kelompok, penerimaan terhadap teman sekelas yang

lemah dalam bidang akademik dan meningkatkan harga diri. Pembelajaran

kooperatif sangat sesuai diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara

aktif dalam pembelajaran yang lebih bermakna.

Menurut Slavin (2005: 25) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif

adalah pembelajaran oleh teman sebaya dimana siswa belajar dalam kelompok

kecil yang memiliki latar belakang kemampuan akademik yang berbeda-beda.

Sementara menurut Lie (2005: 43) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif

23
24

merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-

kelompok yang mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi,

sedang, dan rendah). Sementara Johnson & Johnson (dalam Isjoni, 2010: 17)

menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah mengelompokkan siswa

didalam kelas kedalam suatu kelompok kecil agar siswa dapat bekerjasama

dengan kemampuan maksimal yang mereka miliki dan mempelajari satu sama lain

dalam kelompok tersebut.

Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru,

dimana guru menerapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan dan menyediakan

bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik

menyelesaikan masalah yang dimaksud. Model pembelajaran kooperatif

dikembangkan untuk mencapai setidaknya tiga tujuan penting pembelajaran, yaitu

hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan

keterampilan sosial. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif yang

membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan.

Pelaksanaan prosedur model pembelajaran kooperatif dengan benar lebih

memungkinkan guru mengelola kelas lebih efektif. Model pembelajaran

kooperatif dapat menumbuhkan pembelajaran efektif yaitu pembelajaran yang

bercirikan: 1) memudahkan siswa belajar sesuatu yang bermanfaat seperti fakta,

keterampilan, nilai, konsep, dan bagaimana hidup serasi dengan sesama; dan 2)

pengetahuan, nilai dan keterampilan diakui oleh mereka yang berkompeten

menilai. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran


25

kooperatif adalah pembelajaran yang lebih menekankan pada adanya kerjasama

siswa dalam kelompok-kelompok kecil.

Menurut Suprijono (2010) menyatakan bahwa untuk mencapai hasil yang

maksimal ada lima unsur dalam model pembelajaran kooperatif yaitu (1) positif

interdependence (saling ketergantungan positif) (2) personal responsibility

(tanggung jawab perseorangan); (3) face to face promotive interaction (interaksi

promotif); (4) interpersonal skill (komunikasi antar anggota) dan; (5) group

processing (pemrosesan kelompok). Tujuan pembelajaran kooperatif tidak hanya

bertujuan untuk membantu siswa belajar tentang pengetahuan dan keterampilan

saja, namun juga untuk melatih siswa agar berhasil mewujudkan tujuan hubungan

sosial dan kemanusiaan.

Pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle

merupakan diantara sekian banyak model pembelajaran kooperatif tetapi disini

peneliti hanya mengfokuskan pada model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade

dan inside-outside circle yang dikembangkan oleh Kagan & Kagan. Model

pembelajaran quiz-quiz trade memiliki beberapa fungsi khusus yakni class

building, social skills, knowledge building, procedure learning. Sementara inside-

outside circle mempunyai fungsi class building, social skills, knowledge building,

dan thinking skills, Kagan & Kagan (2009). Disamping itu dapat mengembangkan

keterampilan sosial yaitu active listening, asking for help, checking for

understanding, encouraging contribution, encouraging others, offering help,

responsibility, switching roles, taking turn, and working together Kagan & Kagan

(2009). Dengan demikian siswa yang memiliki keterampilan tersebut nantinya


26

dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar sesama teman dikelas dan

dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade

Model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade merupakan model

pembelajaran yang dikembangkan oleh Kagan. Di dalam model pembelajaran ini

siswa berinteraksi bersama teman pasangannya dan saling bertanya dan menjawab

pertanyaan sehingga siswa memperoleh informasi dari hasil interaksi tersebut.

Model pembelajaran quiz-quiz trade ini adalah model pembelajaran dengan

kelompok berpasang-pasangan.

Pembelajaran kooperatif tipe quiz-quiz trade adalah salah satu struktur

pembelajaran yang terdapat di cooperative learning dimana ciri-ciri dari

cooperative learning memiliki kemiripan dengan quiz-quiz trade yaitu adanya

saling ketergantungan positif, tanggung jawab individu, partisipasi, interaksi dan

kerja sama. Menurut Kagan & Kagan (2009: 6.32) langkah-langkah pembelajaran

quiz-quiz trade dijabarkan sebagai berikut:

Students quiz a partner, get quizzed by a partner, and then trade cards
to repeat the process with a new partner.
Setup: The teacher prepares a set of question cards for the class, or
each student creates a question card.
1. The teacher tells students to Stand up, put a hand up, and
pair up.
2. Partner A quizzes B.
3. Partner B answers.
4. Partner A praises or coaches.
5. Partners switch roles.
6. Partners trade cards and thank each other
7. Repeat steps 16 a number of times.
27

Langkah tersebut diterjemahkan oleh Soetjipto (2010: 201) model

pembelajaran quiz-quiz trade ini menekankan kepada siswa agar bagaimana untuk

saling bertukar informasi, membangun pengetahuan dan mengajarkan sesuatu

kepada orang lain, sehingga siswa diharapkan lebih banyak menyerap materi.

Menurut Afian (2011: 217) keunggulan dari model pembelajaran quiz-quiz trade

adalah model ini menekankan kepada siswa bagaimana untuk saling bertukar

informasi, membangun pengetahuan dan mengajarkan sesuatu kepada orang lain,

sehingga siswa diharapkan lebih banyak menyerap materi. Keterampilan berbicara

sangat ditonjolkan di dalam model ini, siswa yang kurang cakap menyampaikan

materi dan dilatih melalui model ini. Harapannya adalah supaya siswa lebih

terampil berkomunikasi dalam berbicara atau menyampaikan suatu pendapat yang

sangat berguna sekali di dalam kehidupan sehari-hari mereka selain itu juga dapat

siswa dapat meningkatkan keterampilan interpersonal skills. Kekurangannya

model pembelajaran quiz-quiz trade ini adalah hanya memfokuskan beberapa

siswa setelah menemukan pasangannya.

Berikut ini sintaks model pembelajaran quiz-quiz trade:

Tabel 2.1 Sintaks Model Pembelajaran Quiz-Quiz Trade

Langkah Kegiatan
1 Guru memberitahukan siswa untuk berdiri, dan mengangkat tangannya
diatas kemudian berpasang-pasangan
2 Partner A menanyai B
3 Partner B menjawab
4 Partner A memuji atau mengajari
5 Partner berganti peran
6 Partner bertukar kartu dan saling mengucapkan terimakasih
7 Ulangi langkah 1 6 sampai waktu yang di tentukan habis
Sumber: Soetjipto (dalam Yudiana 2013: 18)
28

Dengan adanya sintaks model pembelajaran quiz-quiz trade peneliti

membagi siswa menjadi dua kelompok secara heterogen. Siswa kelas VIII dengan

jumlah 20 siswa dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A (atas) berjumlah 10

orang siswa dan kelompok B (bawah) berjumlah 10 orang siswa. Setiap siswa

menyebutkan nomor 1 dan 2 sesuai urutan sampai selesai, penyebutan nomor ini

bertujuan untuk membagi siswa menjadi dua kelompok secara acak sesuai

kemampuan akademik masing-masing siswa. Dalam penerapan pembelajaran

quiz-quiz trade siswa kelompok A (atas) mendapatkan kartu soal warna biru,

sedangkan siswa kelompok B (bawah) mendapatkan kartu soal warna merah

dibalik kartu soal tersebut sudah disiapkan soal pertanyaan dan jawaban.

Contoh kartu soal quiz-quiz trade kelompok A (atas):

Soal:
Sebutkan pengertian sumber daya
alam hayati?

Jawab
Sumber daya alam hayati adalah
setiap sumber daya alam yang
berasal dari mahluk hidup (biotik)

Tampak dari depan: Tampak dari belakang:


Soal dan jawaban Memuat gambar warna biru

Gambar 2.1 Kartu Soal Model Quiz-Quiz Trade Kelompok A (Atas)


29

Contoh kartu soal quiz-quiz trade kelompok B (bawah):

Soal:
Mengapa tanah termasuk sumber
daya alam?

Jawab
Tanah termasuk sumber daya alam
karena tanah terbentuk dari bahan-
bahan sisa makhluk hidup yang
telah mati.

Tampak dari depan: Tampak dari belakang:


Soal dan jawaban Memuat gambar warna merah

Gambar 2.2 Kartu Soal Model Quiz-Quiz Trade Kelompok B (Bawah)

Jika digambarkan nampak sebagai berikut kelompok atas berpasangan

dengan kelompok bawah:

Kelompok
A (Atas)

Kelompok
B (Bawah)

Gambar 2.3 Ilustrasi Model Quiz-Quiz Trade

Keterangan: = kelompok A (atas) mendapatkan kartu warna biru

= kelompok B (bawah) mendapatkan kartu warna merah

= proses terjadinya interaksi dan pertukaran kartu

3. Model Pembelajaran Kooperatif Inside-Outside Circle


30

Model pembelajaran inside-outside circle adalah model pembelajaran

dengan sistem lingkaran kecil dan lingkaran besar, dimana siswa saling membagi

informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan

singkat dan teratur. Menurut Kagan & Kagan (2009: 6.27) langkah-langkah

pembelajaran inside-outside circle dijabarkan sebagai berikut:

Students rotate in concentric circles to face new partners for sharing,


quizzing, or problem solving.
Setup: The teacher prepares questions, or provides a question card for
each student.
1. Students form pairs. One student from each pair moves to form one
large circle in the class facing outward.
2. Remaining students find and face their partners (class now stands in
two concentric circles).
3. Inside circle students ask a question from their question card; outside
circle students answer. Inside circle students praise or coach.
(Alternative: The teacher asks a question and indicates inside or
outside student to answer to their partner.)
4. Partners switch roles: Outside circle students ask, listen, then praise
or coach.
5. Partners trade question cards.
6. Inside circle students rotate clockwise to a new partner. (The teacher
may call rotation numbers: Rotate Three Ahead. The class may do
a choral count as they rotate.)

Sementara menurut Suyatno (2009: 69) model pembelajaran inside-outside

circle adalah model pembelajaran dengan sistem lingkaran kecil dan lingkaran

besar dimana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan

pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Sintaknya adalah separuh dari

sejumlah siswa membentuk lingkaran kecil mengahadap keluar, separuhnya lagi

membentuk lingkaran besar mengahadap ke dalam, siswa yang berhadapan

berbagi informasi secara bersamaan, siswa yang berada di lingkaran dalam

berputar kemudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya, dan


31

seterusnya. Pada model ini, siswa saling membagi informasi pada saat yang

bersamaan, dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.

Keunggulan dari model pembelajaran inside-outside circle menurut

Ningtiyanti (2016: 25) menyatakan bahwa keunggulan dari metode pembelajaran

inside-outside circle adalah adanya struktur yang jelas dan memungkinkan siswa

untuk berbagi dengan pasangan yang berbeda secara singkat dan teratur. Selain

itu, siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasana gotong-royong dan

mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan

keterampilan berkomunikasi. Harapannya adalah supaya siswa dapat bekerjasama,

gotong-royong, dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Dalam penerapan

model ini tidak ada bahan spesifikasi yang dibutuhkan sehingga dapat dengan

mudah diterapkan dalam pembelajaran. Kekurangannya model pembelajaran quiz-

quiz trade ini adalah harus membutuhkan ruang kelas yang besar karena dalam

prakteknya siswa membuat lingkaran, sehingga membutuhkan ruangan kelas yang

besar.

Sintaks model pembelajaran inside-outside circle seperti dijelaskan oleh

Kagan & Kagan (2009) adalah sebagai berikut siswa memutar dalam lingkaran

konsentris untuk menghadapi mitra baru untuk berbagi, kuis, atau pemecahan

masalah. Berikut ini langkah-langkah model pembelajaran inside-outside circle

(IOC) dapat dilihat tabel berikut:


32

Tabel 2.2 Sintaks Model Pembelajaran Inside-Outside Circle

Langkah Kegiatan
1 Siswa membentuk pasangan. Satu siswa dari masing-masing pasangan
bergerak untuk satu lingkaran besar di kelas menghadap sebelah luar
2 Siswa lainnya mencari dan menghadapi patnernya (sekarang anggota kelas
berdiri dalam dua lingkaran kosentris)
3 Siswa dilingkaran dalam mengajukan pertanyaan dari kartu pertanyaan
mereka, siswa lingkaran luar menjawab. Siswa dilingkaran dalam memuji atau
memberi tahu (Alternatif: Guru menanyakan sebuah pertanyaan dan menunjuk
siswa didalam atau diluar yang menjawab pertanyaan patnernya
4 Patnernya berganti peran: siswa-siswa lingkaran luar menanyakan
mendengarkan dan kemudian memuji dan memberi tahu
5 Patner berganti kartu-kartu pertanyaan
6 Siswa lingkaran dalam memutar searah jarum jam untuk mencari pasangan
baru. (Guru dapat memanggil nomor-nomor rotasi: Putar Tiga orang di
muka)
Sumber: Soetjipto (dalam Yudiana 2013: 22)

Dengan adanya sintaks model pembelajaran inside-outside circle peneliti

membagi siswa menjadi dua kelompok secara heterogen. Siswa kelas VIII dengan

jumlah 20 siswa dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A (atas) berjumlah 10

orang dan kelompok B (bawah) berjumlah 10 orang siswa. Setiap siswa

menyebutkan nomor 1 dan 2 sesuai urutan sampai selesai, penyebutan nomor ini

bertujuan untuk membagi siswa menjadi dua kelompok secara acak sesuai

kemampuan akademik masing-masing siswa. Pada penerapan model pembelajaran

inside-outside circle siswa kelompok A (atas) di posisi lingkaran dalam dan

mendapatkan kartu soal dengan warna hijau. Sementara kelompok B (bawah) di

posisi lingkaran luar mendapatkan kartu soal warna ungu dibalik kartu soal

tersebut sudah disiapkan soal pertanyaan dan jawaban.


33

Contoh kartu soal inside-outside circle kelompok A (atas):

Soal:
Sebutkan tanaman yang bersumber
dari protein?

Jawab
Sumber protein di antaranya kedelai,
kacang hijau, serta jenis kacang-
kacangan yang lainya

Tampak dari depan: Tampak dari belakang:


Soal dan jawaban Memuat gambar warna hijau

Gambar 2.4 Kartu Soal Model Inside-Outside Circle Kelompok A (Atas)

Contoh kartu soal inside-outside circle kelompok B (bawah):

Soal:
Sebutkan tanaman yang bersumber
dari lemak?

Jawab
Tanaman yang bersuber dari lemak
antara lain kelapa, kacang tanah,
dan kelapa sawit

Tampak dari depan: Tampak dari belakang:


Soal dan jawaban Memuat gambar warna ungu

Gambar 2.5 Kartu Soal Model Inside-Outside Circle Kelompok B (Bawah)


34

Jika digambarkan nampak sebagai berikut kelompok atas berpasangan

dengan kelompok bawah:

Gambar 2.6 Ilustrasi Model Inside-Outside Circle

Keterangan:

= kelompok A (atas) mendapatkan kartu warna hijau

= kelompok B (bawah) mendapatkan kartu warna ungu

= siswa berputar searah jarum jam

= proses terjadinya interaksi dan pertukaran kartu

4. Pengertian Keterampilan Berkomunikasi


35

Keterampilan berkomunikasi merupakan suatu proses pengiriman

pengertian dari pengirim kepada penerima. Sementara dalam komunikasi massa,

komunikasi dilakukan sebagai pemberian (shering), tidak hanya dari satu orang

kepada satu orang lainnya, tetapi dilakukan antara satu orang atau lebih individu

untuk mencapai suatu pemahaman bersama. Di dalam komunikasi terdapat empat

unsur: yaitu komunikator, komunikan, pesan, dan media. Ini sesuai makna asal

komunikasi yang merupakan kata yang berasal communicare yang berarti

berpartisipasi, memberitahukan, menjadi milik bersama.

Menurut Long., Wood., Littleton., Passenger, & Sheehy (2011)

mengemukakan bahwa istilah skill (keterampilan) menjabarkan aspek-aspek

prosedural mengenai cara mengerjakan sesuatu. Istilah skill sering digunakan

secara relatif bebas untuk menjabarkan setiap aktivitas yang dilakukan dengan

baik (Long., Wood., Littleton., Passenger, & Sheehy, 2011: 53). Menurut

Schermerhorn, Osborn, Mary & Hunt (2012: 13) keterampilan (skill) adalah suatu

kemampuan untuk mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang efektif. Skill

mengacu pada suatu kompetensi untuk bekerja yang dapat diamati, atau penerapan

pengetahuan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu, atau sangat terkait dengan

seperangkat tugas (Heneman, Herbet., Judge, & Kammeyer-Mueller. 2012: 158).

Secara etimologi (bahasa), kata komunikasi berasal dari bahasa inggris

(communication) yang mempunyai akar kata dari bahasa latin (commnunicare)

Weekley (dalam Mufid, 2007). Kata (commnunicare) sendiri memiliki tiga

kemungkinan arti yaitu:

1) to make common atau membuat sesuatu menjadi umum;


36

2) cum + munus berarti saling memberi sesuatu sebagai hadiah;

3) cum + munire yaitu membangun pertahanan bersama.

Menurut Liliweri (2014: 359) ada beberapa definisi tentang komunikasi

sebagai berikut:

a. Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa, mengatakan apa,

dengan cara apa, kepada siapa, dengan efek apa.

b. Komunikasi merupakan rangkaian proses pengalihan informasi dari satu

orang kepada orang lain dengan maksud tertentu.

c. Komunikasi merupakan setiap proses pertukaran informasi, gagasan dan

perasaan. Proses ini meliputi infomasi yang disampaikan, baik secara lisan

maupun tertulis, dengan kata-kata, atau yang disampaikan dengan bahasa

tubuh, gaya maupun penampilan diri, menggunakan alat bantu disekililing

kita, sehingga sebuah pesan menjadi lebih kaya.

d. Komunikasi adalah pernyataan diri yang efektif; pertukaran pesan-pesan

yang tertulis, atau pesan-pesan dalam percakapan, bahkan pesan-pesan

yang dikirim melalui imajinasi; pertukaran informasi atau hiburan dengan

kata-kata melalui percakapan atau dengan metode lain, pengalihan

informasi dari seseorang kepada orang lain; pertukaran makna antarpribadi

dengan sistem simbol, dan proses pengalihan pesan melalui saluran

tertentu kepada orang lain dengan efek tertentu.

Jadi komunikasi selalu melibatkan sekurang-kurangnya dua orang, yaitu

seorang pengirim dan seorang penerima. Komunikasi merupakan suatu proses

pengiriman pengertian dari pengirim kepada penerima. Satu orang saja tidak dapat
37

berkomunikasi (Newstrong, 2007: 45). Sementara dalam komunikasi massa,

komunikasi dilakukan sebagai pemberian (shering), tidak hanya dari satu orang

kepada satu orang lainnya, tetapi dilakukan antara satu orang atau lebih individu

untuk mencapai suatu pemahaman bersama (George & Jones, 2005: 437).

Transfer atau shering yang disebarkan dalam proses komunikasi, mencakup ide,

fakta, pemikiran, perasaan, dan nilai. Penyebaran tersebut diharapkan dapat

memberikan pemahaman seperti yang diharapkan oleh pengirim, sehingga dapat

saling memberikan apa yang dirasakan dan diketahui (Newstrong, 2007: 45).

Menurut DeVito (1997) keterampilan komunikasi interpersonal tidak

hanya terbatas pada bagaimana cara menerima dan mengirim pesan yang baik

tetapi lebih daripada itu bagaimana individu mampu untuk mewujudkan

komunikasi yang harmonis diantara komunikator dan komunikan sehingga

keduanya terlibat dalam komunikasi interpersonal efektif. Menurut DeVito (1997)

efektivitas komunikasi interpersonal terdapat lima aspek utama dengan kualitas

umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy),

sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan

(equality).

1) Keterbukaan (openness)

Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi

interpersonal. Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka

kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus

dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya memang ini mungkin

menarik, tapi biasanya tidak membantu komunikasi. Sebaliknya, harus ada


38

kesediaan untuk membuka diri mengungkapkan informasi yang biasanya

disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut.

Aspek keterbukaan yang kedua mengacu kepada kesediaan komunikator

untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Orang yang diam,

tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan yang

menjemukan. Kita ingin orang bereaksi secara terbuka terhadap apa yang kita

ucapkan. Dan kita berhak mengharapkan hal ini. Tidak ada yang lebih buruk dari

pada ketidak acuhan, bahkan ketidaksependapatan jauh lebih menyenangkan. Kita

memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang

lain.

Aspek ketiga menyangkut kepemilikan perasaan dan pikiran. Terbuka

dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda

lontarkan adalah memang milik anda dan anda bertanggungjawab atasnya. Cara

terbaik untuk menyatakan tanggung jawab ini adalah dengan pesan yang

menggunakan kata Saya (kata ganti orang pertama tunggal). Dalam penelitian ini,

keterbukaan yang dimaksud adalah kemampuan untuk mengungkapkan diri pada

orang lain, terbuka terhadap pendapat dan gagasan yang dimiliki ketika

berkomunikasi dengan orang lain.

2) Empati (empathy)

DeVito (1997) mendefinisikan empati sebagai kemampuan seseorang

untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu,

dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu. Bersimpati, di

pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut bersedih. Sementara
39

berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada di

kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama.

Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain,

perasaan dan sikap mereka, harapan dan keinginan mereka untuk masa

mendatang.

Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun non

verbal. Secara nonverbal, kita dapat mengkomunikasikan empati dengan

memperlihatkan: (1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah

dan gerak-gerik yang sesuai; (2) konsentrasi terpusat meliputi kontak mata, postur

tubuh yang penuh perhatian, dan kedekatan fisik; dan (3) sentuhan atau belaian

yang sepantasnya. Empati yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mampu

untuk memahami maksud pembicaraan orang lain saat berkomunikasi, mau

mendengarkan dan ikut merasakan yang diceritakan dan dialami oleh orang lain

saat berkomunikasi.

3) Sikap mendukung (supportiveness)

Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat

sikap mendukung (supportiveness). Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak

dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita memperlihatkan

sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif, bukan evaluatif; (2) spontan,

bukan strategi; dan (3) profesional, bukan sangat yakin.

Dukungan yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu dapat memberikan

tanggapan secara tepat sesuai dengan isi pembicaraan dan dapat menerima dan

memberi pujian secara tulus saat berkomunikasi dengan orang lain.


40

4) Sikap positif (positiveness)

Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal

dengan sedikitnya dua cara: (1) menyatakan sikap positif; dan (2) secara positif

mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu

pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikasi

interpersonal terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka

sendiri. Kedua, perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat

penting untuk interaksi yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari

pada berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi atau tidak

bereaksi secara menyenangkan terhadap situasi atau suasana interaksi.

Sikap posistif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan

seseorang untuk bersikap positif dengan orang lain saat berkomunikasi, hal ini

ditujukan dengan dapat melihat kelemahan dan kelebihan diri sendiri dan orang

lain saat berkomunikasi dan dapat menerima lawan bicara tanpa melakukan

penilaian (stereotype) saat berkomunikasi.

5) Kesetaraan (equality)

Dalam setiap situasi, barangkali terjadi ketidaksetaraan. Salah seorang

mungkin lebih pandai. Lebih kaya, lebih tampan atau cantik, atau lebih atletis dari

pada yang lain. Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala

hal. Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal lebih efektif bila

suasananya setara. Dalam suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh

kesetaraan, ketidak-sependapatan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk

memahami perbedaan yang pasti ada dari pada sebagai kesempatan untuk
41

menjatuhkan pihak lain. Kesetaraan tidak mengharuskan kita menerima dan

menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain.

Kesetaraan yang dimaksud dalam penelitian keterampilan komunikasi

interpersonal adalah mampu melihat setara orang lain dengan diri sendiri dalam

berbagai situasi komunikasi yang ditujukan dengan tidak merasa malu, gugup dan

gelisah menghadapi orang lain saat berkomunikasi dan tidak mendominasi

pembicaraan saat berkomunikasi dengan orang lain.

Dari beberapa deskripsi para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa

pengertian keterampilan komunikasi interpersonal merupakan kemampuan yang

dimiliki seorang individu untuk melakukan proses komunikasi yang efektif

diantara komunikator dan komunikan yang dapat diwujudkan melalui lima

komponen yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung

(supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality).

Berikut ini lembar observasi aspek penilaian keterampilan berkomunikasi

siswa dapat dilihat pada tabel berikut:


42

Tabel 2.3 Aspek Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa


Variabel Indikator
1. Keterbukaan 1. Siswa dapat memulai hubungan baru dengan orang lain dengan
(Opennes) menyapa dan bersalaman
2. Siswa dapat menunjukkan keterbukaan dalam hubungan dengan
orang lain
3. Siswa dapat menunjukkan kepercayaan diri kepada orang lain untuk
berbagi perasaan
2. Empati (empathy) 1. Siswa dapat menunjukkan perhatian kepada orang lain saat
berbicara
2. Siswa dapat menjaga perasaan orang lain pada saat berbicara
3. Siswa dapat mengerti keinginan orang lain disaat menerima
pertanyaan atau jawaban selama berbicara
3. Sikap mendukung 1. Siswa dapat memberikan penjelasan jika belum bisa menjawab
(supportivines) pertanyaan atau jawaban selama berbicara
2. Siswa dapat memberikan penghargaan/pujian terhadap lawab bicara
setelah menjawab pertanyaan dengan benar
3. Siswa melakukan kegiatan secara spontanitas saat berbicara dengan
teman
4. Sikap Positif 1. Siswa dapat menghargai perbedaan pendapat kepada orang lain saat
(positivines) bertanya atau menjawab
2. Siswa dapat berpikir positif terhadap orang lain saat berbicara
3. Siswa tidak menaruh curiga secara berlebihan tehadap lawan bicara
5. Kesetaraan 1. Siswa dapat mengakui pentingnya kehadiran orang lain ditujukan
(equaliti) dengan tidak merasa malu, gugup dan gelisah pada saat berbicara
2. Siswa tidak mendominasi pembicaraan saat berkomunikasi dengan
orang lain
3. Siswa dapat berkomunikasi dengan akrab dan nyaman dengan lawan
bicara
Sumber: Olahan data

5. Hasil Belajar

Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan

informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar siswa. Berdasarkan

Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional,

penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

a. Penilaian hasil belajar oleh pendidik

b. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan

c. Penilaian satuan pendidikan oleh pemerintah (www.paudni.kemdikbud.go.id)

Setiap satuan pendidikan, selain melakukan perencanaan dan proses

pembelajaran, juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya


43

terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efesien (Hamdani, 2011:

301).

Berdasarkan PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional

Pendidikan Pasal 64 Ayat (1) dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh

pendidikan dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses,

kemajuan, dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan harian, ulangan

tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Selanjutnya

ayat (2) mejelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidikan digunakan

untuk: (a) menilai pencapaian kompetensi peserta didik; (b) bahan penyusunan

laporan kemajuan hasil belajar: dan (c) perbaikan proses pembelajaran,

(www.paudni.kemdikbud.go.id).

Menurut Hamdani (2011: 302) mengemukakan bahwa tujuan dan fungsi

penilaian hasil belajar yaitu:

1) Tujuan penilaian hasil belajar

a. Tujuan umum yakni: menilai pencapaian kompetensi siswa, memperbaiki

proses pembelajaran, sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar

siswa

b. Tujuan khusus yakni: mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa,

mendiagnosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik atau perbaikan

proses belajar, mengajar, menentukan kenaikan kelas, memotivasi belajar

siswa dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk

melakukan usaha perbaikan.

2) Fungsi penilaian hasil belajar


44

a. Bahan pertimbangan dan menentukan kenaikan kelas

b. Umpan balik dalam perbaikan proses belajar mengajar

c. Meningkatkan motivasi belajar siswa

d. Evaluasi diri terhadap kinerja siswa

Menurut Gagne (dalam Aunurrahman, 2009) mengemukakan bahwa ada

lima perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar yaitu:

a) Kecakapan intelektual (intelectual skills)

Keterampilan intelektual, atau pengetahuan prosedural yang mencakup

belajar konsep, prinsif dan pemecahan masalah yang diperoleh melalui

penyajian materi pelajaran disekolah. Misalnya, kemampuan siswa dalam

menjawab pertanyaan dari guru atau dari siswa, selain itu kemampuan siswa

dalam mengerjawab tugas yang diberikan oleh guru.

b) Informasi verbal (verbal information)

Informasi verbal yaitu kemampuan untuk medeskripsikan sesuatu dengan

kata-kata dengan jalan mengatur informasi-informasi yang relevan.

Misalanya, kemampuan siswa dalam mendeskripsikan sumber daya alam

hayati dan nonhayati di Indonesia.

c) Model kognitif (cognitive models)

Model kognitif, yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah baru

dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam

memperhatikan, belajar, mengingat, dan berpikir. Misalnya kemampuan

siswa untuk memecahkan masalah-masalah dalam interaksi antar individu

dan kelompok yang diberikan guru.


45

d) Sikap (attitude)

Sikap yaitu keadaan dalam diri individu yang selalu memberikan

kecenderungan bertindak dalam menghadapi suatu objek atau peristiwa,

didalamnya terdapat unsur pemikiran, perasaan yang menyertai

pemikiran dan kesiapan untuk bertindak. Misalnya, sikap menghormati

pendapat orang lain, kesediaan untuk bekerja sama, dan tanggungjawab.

e) Kecakapan motorik (motor skills)

Kecakapan motorik ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan

fisik. Misalnya siswa dapat berdiri atau mengangkat tangan apabila ada

pertanyaan atau tanggapan yang diberikan oleh guru.

Taksonomi Bloom yang direvisi Anderson dan Krathwohl (2010: 44)

menjelaskan ranah kognitif mempunyai enam tingkatan kemampuan, dari

kemampuan yang paling sederhana hingga kemampuan yang paling kompleks

yakni: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi, dan mencipta.

Anderson dan Krathwohl (2010: 6) menyatakan bahwa Taksonomi Bloom

hanya mempunyai satu dimensi, sedangkan Taksonomi revisi memiliki dua

dimensi yaitu proses kognitif dan pengetahuan. Interelasi antara keduanya disebut

tabel taksonomi. Dimensi proses kognitif berisikan enam kategori: Mengingat,

Memahami, Mengaplikasikan, Menganalisis, Mengevaluasi, dan Mencipta. Hasil

belajar siswa dapat diukur dengan kriteria atau patokan-patokan tertentu. Dalam

pengukuran hasil belajar siswa dibatasi yaitu dari ranah kognitif pada aspek

pengetahuan, pemahaman yang dinilai melalui evaluasi yang diberikan oleh guru

kepada siswa dalam bentuk tes.


46

Menurut Sumartono (2007: 81) keberhasilan dalam belajar sangat

dipengaruhi oleh berfungsinya secara integrative dari setiap faktor pendukungnya.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar antara lain:

1. Peserta didik dengan sejumlah latar belakangnya, yang mencakup: (a) tingkat

kecerdasan (inteligen quotien); (b) bakat (attitude); (c) sikap (atitude); (d)

minat (interest); (e) motivasi (motivation); (f) keyakinan; (g) kesadaran; (h)

kedisiplinan; dan (i) tanggung jawab (rensposibility).

2. Pengajar yang profesional yang memiliki: (a) kompetensi pedagogik; (b)

kompetensi sosial; (c) kompetensi personal; (d) kompetensi profesional; (e)

kualifikasi pendidikan yang memadai; dan (f) kesejahteraan yang memadai.

3. Atmosfir pembelajaran partisipatif dan interaktif yang dimanifestasikan

dengan adanya komunikasi timbal balik dan multi arah (multiple

communication) secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yaitu: (a)

komunikasi antara guru dengan peserta didik; (b) komunikasi antara peserta

didik dengan peserta didik; dan (c) komunikasi kontekstual dan integrative

antara guru, peserta didik dan lingkungannya.

4. Sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran, sehingga peserta

didik merasa betah dan bergairah (enthuse) untuk belajar yang mencakup: (a)

lahan tanah, antara lain kebun sekolah, halaman, dan lapangan olahraga; (b)

bangunan, antara lain ruangan kantor, kelas, laboratoium, perpustakaan, dan

ruang aktivitas ekstrakurikuler; dan (c) perlengkapan, antara lain alat tulis

kantor, media pembelajaran, baik elektronik maupun manual.


47

5. Kurikulum sebagai kerangka dasar atau arahan, khusus mengenai perubahan

perilaku (behavior change) pesarta didik secara integral, baik yang berkaitan

dengan kognitif, efektif, maupun psikomotor.

Di sisi lain, Sumartono (2007: 34) mengemukakan bahwa hasil belajar

atau prestasi belajar adalah suatu nilai yang menunjukan hasil tertinggi dalam

belajar, yang dicapai menurut kemampuan anak dalam mengerjakan sesuatu pada

saat tertentu. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku

atau kemampuan siswa setelah menerima pengalaman belajar yang dapat diukur.

Perubahan dalam hal ini adalah perubahan menjadi lebih baik. Cara untuk

mengetahui hasil belajar IPS adalah dengan menggunakan tes. Dari tes tersebut

dapat dilihat keberhasilan siswa dalam memahami pokok keberhasilan yang

diberikan. Hasil belajar yang diukur dalam penelitian tindakan kelas ini adalah

ranah kognitif, yaitu keberhasilan siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal

(KKM) pelajaran IPS yang ditetapkan di SMP Negeri Satu Atap Melai One yakni

70, hal tersebut dapat diukur melalui tes kognitif siswa yang meliputi sub ranah

kognitif dari C1 sampai dengan C3.

B. Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Afian (2011) penerapan pembelajaran

kooperatif kolaborasi model quiz-quiz trade dan team game tournament untuk

meningkatkan hasil belajar, keaktifan belajar dan self-esteem di Universitas

Kanjuruhan Malang (Studi pada mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang

Jurusan pendididkan Ekonomi semester Genap 2010-2011). Hasil penelitiannya

menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif kolaborasi model quiz-


48

quiz trade dan team game tournament dapat meningkatkan self-esteem, hasil

peningkatan ini tersebut dilihat dari rata-rata (range 1-5) self-esteem, awal adalah

2,91 dan self-esteem akhir adalah 4,852.

Penelitian yang dilakukan oleh Arifin (2014) penerapan model

pembelajaran kooperatif tipe standup handup-pairup dan inside-outside circle

untuk meningkatkan self-esteem serta hasil belajar IPS (Studi pada siswa kelas

VIII/A SMP Negeri 1 Biau, Kabupaten Buol, Propinsi Sulawesi Tengah). Hasil

penelitiannya menunjukkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran yang

dilakukan oleh guru berdasarkan hasil observasi pada siklus I sebesar 81,66% dan

siklus II hasil observasi sebesar 93,33% yang berarti mengalami peningkatan

sebanyak 11,67%. Sementara hasil keterlaksanaan model pembelajaran oleh siswa

dari siklus I diperoleh rata-rata sebesar 66,33% dan siklus II diperoleh rata-rata

sebesar 96,66% mengalami peningkatan sebanyak 30,33%.

Hanifudin (2011) penerapan model pembelajaran inside-outside circle

(IOC) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas 5 SDN

Katawanggede 2 Kota Malang. Hasil penelitian menunjukan aktivitas dan hasil

belajar siswa mengalami kenaikan rata-rata hasil belajar pada pra tindakan yaitu

37,8 dengan ketuntasan belajar kelas 34,6% pada siklus I meningkat menjadi 63

dengan ketuntasan belajar kelas sebesar 53,8%. Sementara di siklus II mengalami

peningkatan lagi menjadi 83% dimana ketuntasan belajar kelas sudah mencapai

96%.

Selanjutnya penelitian oleh Yudiana (2013) penerapan model

pembelajaran kooperatif tipe quiz-quiz trade dan inside-outside circle untuk


49

meningkatkan hasil belajar IPS dan efikasi diri siswa (Studi pada siswa kelas VIII

SMP Negeri 4 Babat Lamongan). Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa hasil

belajar siswa pada siklus I hasil tes akhir mencapai 72,73%, sedangkan

keterlaksanaan model pembelajaran mencapai 80%. Pada siklus II hasil tes akhir

mencapai 90,91%, mengalami peningkatan 18,18% dan sedangkan keterlaksanaan

model pembalajarannya mencapai 93,33%. Untuk efikasi diri siswa pada siklus I

hasil angket siswa diperoleh 75,18% termasuk kriteria sedang, pada siklus II hasil

angket 82,36% termasuk kriteria tinggi, jika dianalisis hasil angket efikasi diri

siswa mengalami peningkatan 7,18%. Sementara respon siswa rata-rata mencapai

98,18%.

Posisi penelitian ini dibandingkan dengan penelitian terdahulu terdapat

perbedaan yaitu pada variabelnya. Pada penelitian yang dilakukan oleh Afian

tahun 2011 variabel yang dilakukan adalah model quiz-quiz trade dan team game

tournament untuk meningkatkan keaktifan belajar, hasil belajar dan self-esteem.

Arifin tahun 2014 variabel yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif

tipe standup handup-pairup dan inside-outside circle untuk meningkatkan self-

esteem serta hasil belajar. Selanjutnya penelitian Yudiana tahun 2013 variabel

yang digunakan model tipe quiz-quiz trade dan inside-outside circle untuk

meningkatkan hasil belajar IPS dan efikasi diri siswa. Sementara penelitian ini

menggunakan variabel model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-

outside circle untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar

siswa pada pelajaran IPS di SMP Negeri Satu Atap Melai One Kabupaten

Wakatobi Sulawesi Tenggara.


50

BAB III

METODE PENELITIAN

Pada bab ini mengemukakan tentang: (a) pendekatan penelitian; (b)

kehadiran dan peran peneliti di lapangan; (c) kancah penelitian; (d) subjek

penelitian; (e) data dan sumber data; (f) pengumpulan data; (g) analisis data,

evaluasi, dan refleksi; dan (h) prosedur penelitian:

A. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

tindakan kelas (classroom action research) yang termasuk dalam jenis penelitian

kualitatif. Penelitian tindakan kelas (PTK), merupakan salah satu upaya yang

dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas peran dan tanggung jawab

guru khususnya dalam pengelolaan pembelajaran (Sanjaya, 2015: 13). Penelitian

tindakan kelas adalah proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas

melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan

cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta

menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut (Sanjaya, 2015: 44).

Melalui PTK, guru dapat meningkatkan kinerjanya secara terus-menerus,

dengan cara melakukan refleksi diri (self reflection), yakni upaya menganalisis

untuk menemukan kelemahan-kelemahan dalam proses pembelajaran yang

dilakukannya, kemudian merencanakan untuk proses perbaikan dan

mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran sesuai dengan program

50
51

pembelajaran yang telah disusunnya, dan diakhiri dengan melakukan refleksi

(Sanjaya, 2015: 13). Desain penelitian PTK ini dipilih oleh peneliti untuk

mencoba mengatasi permasalahan yang ada di dalam kelas dengan lebih detail

mulai dari pengamatan pendahuluan sampai memilih model pembelajaran yang

tepat untuk untuk diterapkan dalam penelitian ini.

Menurut Sanjaya, (2015: 45) penelitian tindakan kelas (PTK) memiliki

karakteristik sebagai berikut: 1) tujuan utama PTK adalah meningkatkan kualitas

proses dan hasil belajar; 2) masalah yang dikaji dalam PTK adalah masalah yang

bersifat praktis; 3) fokus utama penelitian adalah proses pembelajaran; 4)

tanggung jawab pelaksanaan dan hasil PTK ada pada guru sebagai praktisi. PTK

dirancang dan dilaksanakan oleh guru itu sendiri; 5) PTK dilaksanakan sesuai

dengan program pembelajaran yang sedang berjalan.

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan sekurang-kurangnya dalam

dua siklus tindakan yang berurutan, informasi dari siklus terdahulu sangat

menentukan bentuk siklus berikutnya (Arikunto, 2010: 22). Kekurangan-

kekurangan yang terjadi pada siklus satu diperbaiki pada pelaksanaan siklus kedua

dan seterusnya dan siklus pembelajaran berakhir apabila tidak ada lagi

permasalahan-permasalahan yang muncul dan proses pembelajaran telah berjalan

dengan baik sesuai harapan.

Desain penelitian PTK dipilih karena digunakan untuk mencoba mengatasi

permasalahan yang ada dikelas dengan lebih rinci dimulai dari pengamatan

pendahuluan sampai akhirnya memilih model pebelajaran sebagai tindakan untuk

mengatasi permasalahan dikelas. Dalam penelitian ini peneliti memilih model


52

pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle karena kedua

model pembelajaran tersebut memiliki fungsi dan langkah-langkah yang sesuai

untuk mengatasi masalah dikelas. Sehingga dengan penerapan model

pembelajaran kooperatif tersebut diharapkan dapat memberi peningkatan

keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS.

B. Kehadiran dan Peran Peneliti di Lapangan

Kehadiran dan peran peneliti di lapangan dalam penelitian tindakan kelas

sangat diperlukan, karena peneliti bertindak sebagai partisipan penuh. Sebagai

partisipan penuh peneliti menyusun dan melaksanakan perencanaan pembelajaran,

pengumpul data, analisis, penafsir data, dan melaporkan hasil penelitian.

Kemudian peneliti membuat silabus, RPP, lembar observasi, kartu soal dan soal

tes hasil belajar dan selanjutnya melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar

dan membuat laporan penelitian. Untuk memperlancar penelitian ini dibantu oleh

dua orang guru. Satu orang guru IPS SMP Negeri Satu Atap Melai One dan

satunya dari guru SMP Negeri 1 Wangi-Wangi. Guru tersebut bertindak sebagai

observer yang bertugas untuk melakukan pengamatan terhadap guru dan siswa di

kelas VIII selama pelaksanaan pembalajaran berlangsung dengan menggunakan

model quiz-quiz trade dan inside-outside circle.

C. Kancah Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Satu Atap Melai One di Jalan

Poros Longa Desa Matahora Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten

Wakatobi Propinsi Sulawesi Tenggara. Pada tahun pelajaran 2016/2017, SMP


53

Negeri Satu Atap Melai One hanya memiliki 3 rombongan belajar dengan jumlah

siswa 37 orang. Sekolah ini terletak di sebelah timur berbatasan dengan laut,

sebelah barat berbatasan dengan Desa Wungka, sebelah utara berbatasan dengan

Desa Longa, dan sebelah selatan berbatasan dengan Desa Liya Togo, letak

geografisnya inilah sehingga masyarakatnya bermata pecaharian sebagai nelayan.

SMP Negeri Satu Atap Melai One berdiri pada tahun 2009 yang terletak di pesisir

pantai, jumlah guru di SMP Negeri Satu Atap Melai One sebanyak 4 orang PNS

dan 7 orang sebagai Guru Honorer. Pemilihan SMP Negeri Satu Atap Melai One

didasarkan dengan pertimbangan bahwa sekolah tersebut keterampilan

berkomunikasi dan hasil belajar siswa rendah, selain itu karena sekolah tersebut

baru berkembang yang terletak di pesisir pantai sehingga membutuhkan banyak

upaya dan terobosan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di SMP Negeri Satu

Atap Melai One, khususnya pembelajaran IPS.

D. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap

Melai One yang berjumlah 20 siswa terdiri dari dari 8 laki-laki dan 12 perempuan.

Pemilihan SMP Negeri Satu Atap Melai One pada kelas VIII ini didasarkan

bahwa keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa pelajaran IPS masih

sangat rendah dibawah KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah, sehingga sangat

diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Bukti rendahnya hasil belajar siswa terhadap pelajaran IPS dapat dilihat dari hasil

wawancara yang dilakukan peneliti pada bulan Agustus 2016 dengan guru IPS

yang bernama Kasmin sebagai guru honorer menyatakan bahwa hasil ulangan
54

harian semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 diketahui bahwa dari jumlah 20

orang siswa ada 15 orang siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM atau

sebesar 75%. Sementara sisanya 5 orang siswa yang diatas nilai KKM sebesar

25%. Hasil nilai belajar siswa ulangan harian kelas VIII dapat dilihat (Lampiran

48).

E. Data dan Sumber Data

Data dalam penelitian ini diperoleh selama proses pembelajaran di dalam

kelas yang menerapkan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil

belajar siswa pelajaran IPS. Jenis data dalam penelitian ini meliputi data internal

yaitu data tentang proses pembelajaran, hasil yang diperoleh baik sebelum

maupun sesudah tindakan. Sumber data berasal dari guru dan siswa yang

diperoleh melalui kegiatan hasil observasi secara langsung selama proses

pembelajaran. Observasi dilakukan oleh guru IPS SMP Negeri Satu Atap Melai

One bernama Kasmin dan satu orang guru IPS di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi

bernama Hasmawati Ismail, S. Pd yang bertindak sebagai observer (pengamat),

dengan menggunakan lembar obervasi keterlaksanaan model pembelajaran quiz-

quiz trade dan inside-outside circle oleh guru dan siswa. Berikut data dan sumber

data penelitian yang dilakukan dapat dilihat tabel berikut:


55

Tabel 3.1 Data dan Sumber Data Penelitian

Jenis Teknik Pengumpulan


No. Instrumen Sumber Data
Data/Variabel Data
1. Model - Silabus RPP - Dokumen - Guru
pembelajaran - Lembar observasi - Observasi - Guru dan
kooperatif quiz- keterlaksanaan model Siswa
quiz trade pembelajaran kooperatif
(QQT) dan quiz-quiz trade (QQT)
inside-outside dan inside-outside circle
circle (IOC (IOC

2. Hasil Belajar - Tes evaluasi hasil belajar - Tes tertulis - Siswa


kognitif berupa soal
pilihan ganda dan uraian
pada Siklus I dan II

3. Keterampilan - Lembar observasi - Observasi - Siswa


Komunikasi keterampilan
berkomunikasi siswa
Sumber: Olahan Data

F. Pengumpulan Data

Menurut Kunandar (2013) pengumpulan data penelitian tindakan kelas

dibagi atas: 1) tes digunakan untuk mendapatkan hasil belajar siswa; 2) observasi

dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dalam proses

belajar mengajar dan implementasi pembelajaran kooperatif; 3) wawancara

digunakan untuk mendapatkan data tentang tingkat keberhasilan implementasi

pembelajaran; dan 4) diskusi antara guru, teman sejawab dan kolaborator

digunakan untuk merefleksi hasil siklus PTK.

Sedangkan menurut Sugiyono (2013) secara umum terdapat empat teknik

pengumpulan data dengan rincian sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama

proses pembelajaran berlangsung, untuk mengetahui keterlaksanaan menerapkan

model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle,


56

observasi direncanakan bersama antara observer (pengamat), yang terdiri dari

satu orang guru IPS di SMP Negeri Satu Atap Melai One bernama Kasmin dan

satu orang guru IPS di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi bernama Hasmawati Ismail,

S.Pd. Kegiatan observasi ini betujuan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa

berdasarkan lembar observasi yang telah dirancang sebelumnya dengan

memperhatikan aspek-aspek yang mengacu peran guru dan siswa yang tertuang

dalam RPP. Observer bertindak sebagai pemberi skor pada kolom skor sesuai

dengan penilaian pengamat melalui istrumen observasi pada saat mengamati

berlangsungnya proses pembelajaran di dalam kelas.

2. Wawancara

Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara

yang dilakukan sebelum dan sesudah model pembelajaran kooperatif quiz-quiz

trade dan inside-outside circle dilaksanakan. Wawancara untuk mendapatkan

informasi mengenai pendapat guru dan siswa untuk mendapatkan informasi

tentang proses model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside

circle pada kompetensi dasar dan subtema yang telah ditentukan. Wawancara

dilakukan dengan pedoman wawancara.

3. Dokumentasi

Proses dokumentasi yang dilakukan yaitu dengan mendokumentasikan data

tentang proses pembelajaran penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz

trade dan inside-outside circle yang terjadi di dalam kelas, agar menggambarkan

langkah-langkah nyata yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran.

Dokumen yang dihasilkan merupakan bukti fisik yang cukup. Dokumen tersebut
57

berupa silabus, RPP, catatan lapangan, hasil wawancara, hasil pekerjaan siswa,

tes awal dan sesudah tindakan disetiap akhir siklus, foto, dan video selama

berlangsungnya kegiatan proses pembelajaran.

4. Tes

Tes yang lakukan yakni menggunakan pretest dan posttest pada setiap

akhir siklus berbentuk pilihan ganda dan uraian dengan memuat soal-soal yang

sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran. Hasil tes ini dilakukan untuk

mengukur hasil belajar kognitif siswa, fokus hasil belajar meliputi kategori

mengingat (C1), memahami (C2), dan menerapkan (C3). Bahan tes hasil belajar

diukur di setiap siklus I dan II.

G. Analisis Data, Evaluasi, dan Refleksi

1. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian tindakan kelas dilakukan peneliti sejak awal,

pada setiap aspek kegiatan penelitian. Data yang dikumpulkan pada setiap

kegiatan dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan

menggunakan teknik persentese untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam

kegiatan pembelajaran.

Data dalam penelitian ini dianalisis melalui tiga tahapan yaitu mereduksi

data, menyajikan data, menarik kesimpulan. Dengan penjelasan sebagai berikut:

a. Reduksi Data

Reduksi data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyeleksi

informasi-informasi yang relevan, memfokuskan dan menyederhanakan semua

data kemudian menyusun laporan penelitian. Hal ini dilakukan dengan tujuan
58

memperoleh informasi yang jelas sehingga peneliti dapat membuat kesimpulan

yang dapat dipertanggungjawabkan.

b. Penyajian Data

Penyajian data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara

menggorganisasiskan hasil reduksi dengan cara menyususn secara naratif

informasi yang telah diperoleh. Data yang diperoleh dibandingkan dengan

indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Selanjutnya data yang telah

dibandingkan dibuat penafsiran dan evaluasi mengenai: 1) perbedaan antara

rancangan dan pelaksanaan tindakan; 2) perlu adanya perubahan tindakan atau

tidak; dan 3) persepsi peneliti dan teman sejawat yang terlibat langsung dalam

mengambil tindakan dan pencatatan lapangan terhadap tindakan yang telah

dilakukan.

c. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilaksanakan setelah proses klasifikasi dan penyajian

data. Proses ini menghasilkan kesimpulan yang berupa temuan penelitian yang

sesuai dengan rumusan masalah tentang penerapan model pembelajaran

kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle untuk meningkatkan

keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa pelajaran IPS.

Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisa dengan cara sebagai berikut

ini:

1) Keterlaksanaan Pembelajaran Quiz-Quiz Trade dan Inside-Outside Circle


59

Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh dari kegiatan

proses pembelajaran oleh guru dan siswa dapat dihitung menggunakan rumus

persentase sebagai berikut:

Jumlah Skor
Persentase Keterlaksanaan Pembelajaran = x 100%
Skor Maksimal

Sumber: (Arikunto, 2012)

Jika hasil analisis pengamatan keterlaksanaan pembelajaran guru dan

siswa dapat mencapai persentase rata-rata 81%, maka keterlakasanaan

proses pembelajaran dikatakan terlaksana dengan sangat baik. Apabila

persentase rata-rata 81% maka dikatakan proses pembelajaran belum

terlaksana dengan baik. Keterlaksanaan proses pembelajaran oleh guru dan

siswa pada tiap siklus dikatakan berhasil apabila hasil perhitungannya

menunjukkan kriteria sangat baik. Apabila keterlaksanaan pembelajaran

belum mencapai kriteria sangat baik, maka perlu dilaksanakan siklus

berikutnya.

Tabel 3.2 Kriteria Persentase Keterlaksanaan Pembelajaran oleh Guru dan Siswa

No Rentang Nilai Kriteria


1. 81% - 100% Sangat Baik
2. 61% 80% Baik
3. 41% 60% Cukup Baik
4. 21% 40% Kurang Baik
5. 0% 20% Tidak Baik
Sumber: (Arikunto, 2014)

2) Hasil Belajar

Hasil belajar siswa digunakan untuk mengukur tingkat ketuntasan hasil

belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz

trade dan inside-outside circle sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal


60

(KKM). Nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran IPS SMP

Negeri Satu Atap Melai One adalah 70.

Berikut pedoman ketuntasan hasil belajar siswa:

Tabel 3.3 Pedoman Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Ketercapaian Keterangan Nilai Siswa


70
Sangat Baik 90 100
Tercapai
Baik 80 89
Cukup Baik 70 79
70
Kurang Baik 55 69
Tidak Tercapai Tidak Baik 40 54
Sangat Tidak Baik < 40
Sumber: KKM Mata Pelajaran IPS SMPN Satap Melai One

Ketercapaian hasil proses pembelajaran siswa ditentukan oleh

ketuntasan hasil belajar siswa secara individual, klasikal dan penilaian tes

pilihan ganda tiap siswa. Adapun kriteria ketuntasan proses pembelajaran

siswa digunakan dalam penelitian ini adalah:

a) Ketuntasan hasil belajar siswa secara individu dianggap tuntas apabila

mencapai 70, tetapi apabila proses belajar siswa 70 maka termasuk

belum tuntas. Untuk merumuskan proses belajar siswa yang diperoleh,

maka peneliti menggunakan rumus sebagai barikut:

Jumlah skor yang diperoleh siswa


Nilai Ketuntasan Belajar = 100%
Jumlah skor total
Sumber: (Arikunto, 2012)

b) Ketuntasan hasil proses pembelajaran siswa secara klasikal atau daya serap

terhadap penguasaan kompetensi dasar dan subtema pelajaran IPS

dikatakan baik apabila siswa dapat mencapai nilai KKM yang digunakan

sekolah yang bersangkutan. Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar yang

digunakan SMP Negeri Satu Atap Melai One maka hasil belajar dikatakan
61

tuntas, jika ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal mencapai 85%

dari keseluruhan jumlah siswa di kelas yang telah mencapai nilai lebih dari

atau sama dengan 70. Untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa

secara klasikal atau daya serap terhadap mengusaan kompetensi dasar dan

subtema pelajaran IPS, maka peneliti menggunakan rumus sebagai berikut:

Jumlah siswa yang memperoleh skor 70


Nilai Ketuntasan Belajar Klasikal = 100%
Jumlah seluruh siswa

Sumber: (Arikunto, 2013)

c) Kriteria penilaian tes pilihan ganda tiap siswa:

Setiap jawaban benar diberi skor 1

Setiap jawaban salah diberi skor 0

Rumusnya sebagai berikut:

Jawaban Benar
Nilai Siswa = 100
Soal
Sumber: (Arikunto, 2012)

Pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri Satu Atap Melai One nilai

KKM sebesar 70. Tes yang diberikan siswa adalah tes pilihan ganda (PG)

dan uraian, tes yang diberikan untuk mengetahui keberhasilan hasil belajar

siswa pada setiap pertemuan di tiap siklus. Pada siklus I dan II proses

pembelajaran terjadi empat kali pertemuan. Apabila hasil tes pilihan ganda

(PG) dan uraian yang diperoleh pada pertemuan terakhir di siklus I tidak

mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 70, maka pada

pertemuan terakhir di siklus II dilakukan perbaikan sampai mencapai

kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 70. Jika di siklus II belum juga

mencapai KKM maka dilakukan perbaikan siklus berikutnya. Kemudian


62

dari hasil tes setiap siswa direkapitulasi untuk mengetahui ketuntasan

keberhasilan proses pembelajaran siswa di kelas, Apabila ketuntasan

keberhasilan hasil belajar siswa sebesar 85%, maka pembelajaran dalam

suatu siklus dikatakan berhasil atau tuntas mencapai nilai KKM yang

diharapkan.

3) Keterampilan Berkomunikasi Siswa

Keterampilan berkomunikasi siswa diperoleh melalui lembar observasi

pengamatan penilaian, kemudian dianalisis menggunakan rumus sebagai

berikut:

Jumlah Skor yang dicapai


Persentase keterampilan komunikasi = x 100%
Jumlah Skor Maksimal

Sumber: (Arikunto, 2013)

Adapun kriteria penilaian tinggi rendahnya keterampilan berkomunikasi

siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.4 Kriteria Persentase Keterampilan Berkomunikasi Siswa

No Rentang Nilai Kriteria


1. 81% 100% Sangat Baik
2. 61% 80% Baik
3. 41% 60% Cukup
4. 21% 40% Kurang
5. 0% 20% Sangat Kurang
Sumber: (Arikunto, 2012)

Jika hasil analisis keterampilan berkomunikasi siswa menunjukkan

kriteria sangat baik atau baik maka dapat dikatakan bahwa penerapan model

pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle bisa

meningkatkan dalam keterampilan berkomunikasi siswa. Tetapi jika

menunjukkan cukup, kurang atau sangat kurang maka dikatakan penerapan


63

model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle

belum bisa meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa.

Data yang digunakan adalah melalui lembar observasi dari masing-

masing aspek, dimana dimensi aspek komunikasi dapat dibagi antara lain

adalah keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung

(supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality).

2. Evaluasi

Evaluasi merupakan pemaknaan hasil penelitian mengenai kegiatan

pembelajaran yang dilaksanakan dengan model kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle yang diharapkan untuk meningkatkan keterampilan

berkomunikasi dan hasil belajar siswa pelajaran IPS pada setiap siklusnya.

3. Refleksi

Hasil analisis refleksi pertama digunakan untuk menentukan tahapan siklus

berikutnya yaitu untuk mengkaji yang sudah dilakukan dan belum dilakukan,

diharapkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar siswa terhadap

penggunakan model kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle sudah

terpecahkan atau belum terpecahkan. Selain itu refleksi ini juga digunakan sebagai

acuan guru untuk memperbaiki penerapan model kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle.

H. Prosedur Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom

action research) yang berbentuk siklus. Setiap siklus dimulai dari observasi awal,

penyusunan rencana tindakan, melaksanakan tindakan sesuai rencana tindakan I


64

kemudian merefleksi kembali. Setelah selesai satu siklus yang diakhiri dengan

refleksi maka diperbaiki pada siklus berikutnya sehingga ditemukan jawaban

sebagai kesimpulan akhir dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan. Alur

siklus yang digunakan dalam penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis & Mc.

Taggart (1988) dapat dilihat pada gambar berikut:


65

Penyusunan Rencana
Observasi Awal
Tindakan

Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan


Tindakan

Observasi

Penyusunan Rencana
Tindakan

Pelaksanaan
Refleksi SIKLUS II Tindakan

Observasi

HASIL

Gambar 3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis & Mc. Taggart (1988)
66

Berikut ini dijabarkan secara rinci kegiatan yang dilakukan peneliti pada

setiap langkah:

1. Kegiatan Pra Penelitian

Pada tahap pra penelitian adalah melakukan observasi awal, meliputi

observasi tentang pelaksanaan proses pembelajaran IPS dan mengamati

permasalahan yang sering terjadi, dan melakukan wawancara dengan guru dan

siswa.

2. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama dua siklus untuk mengetahui hasil belajar

dan keterampilan komunikasi siswa. Jika pada siklus pertama belum tercapai

ketuntasan hasil belajar dan keterampilan komunikasi siswa masih rendah, maka

diperlukan siklus kedua. Pada siklus ke dua dilakukan pembelajaran pada

kompetensi dasar yang berikutnya sesuai buku pelajaran IPS.

a. Siklus I

Tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam kegiatan proses pembelajaran

pada siklus I dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Menyusun Rencana Tindakan

Adapun pelaksanaannya meliputi:

a) Menyiapkan perangkat pembelajaran berupa: silabus (Lampiran 1), RPP

Siklus I (Lampiran 2), ringkasan materi siklus I (Lampiran 3), RPP Siklus

II (Lampiran 4) dan ringkasan materi siklus II (Lampiran 5).


67

b) Membuat kartu soal dan jawaban untuk digunakan oleh siswa dalam

proses pembelajaran menggunakan model quiz-quiz trade dan inside-

outside circle. Kartu soal jawaban siklus I pertemuan I (Lampiran 6),

pertemuan II (Lampiran 7), pertemuan III (Lampiran 8), pertemuan IV

(Lampiran 9), dan kartu soal jawaban siklus II pertemuan I (Lampiran 10),

pertemuan II (Lampiran 11), pertemuan III (Lampiran 12), pertemuan IV

(Lampiran 13).

c) Membuat instrumen lembar observasi untuk mengetahui keterlaksanaan

pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam proses

pembelajaran menggunakan model quiz-quiz trade dan inside-outside

circle (Lampiran 14, 15, 16, dan 17).

d) Membuat kisi-kisi penulisan soal bentuk PG serta uraian (Lampiran 22),

kartu soal bentuk PG dan uraian siklus I dan II (Lampiran 23, dan 24).

e) Membuat soal pretest awal dan kunci jawaban (Lampiran 25), soal

posttest siswa berbetuk pilihan ganda (PG) dan uraian untuk mengetahui

hasil belajar siswa siklus I dan II serta kunci jawaban (Lampiran 28 dan

31).

f) Membuat lembar observasi keterampilan berkomunikasi siswa yang

digunakan untuk mengetahui aspek keterampilan berkomunikasi siswa

(Lampiran 33)

2) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah pelaksanaan

proses pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif quiz-quiz trade dan


68

inside-outside circle. Setiap siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Siklus satu

membahas tentang fungsi dan peran sumber daya alam. Tes atau penilaian

pengetahuan dilaksanakan setiap akhir siklus. Dalam pembelajaran ini siswa

duduk bersaf.

Pada kegiatan ini peneliti bertindak sebagai guru pengajar dan

melaksanakan kegiatan proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP) yang sudah disusun sebelumnya dengan menggunakan

model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle.

Adapun sintaks pembelajarannya yang dilaksanakan pada pertemuan I

menggunakan model pembelajaran quiz-quiz trade, pertemuan II menggunakan

model pembelajaran inside-outside circle, pertemuan III menggunakan model

quiz-quiz trade dan pada pertemuan IV menggunakan model inside-outside circle.

Langkah awal pada pertemuan I proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara

menerapkan model pembelajaran quiz-quiz trade selanjutnya pertemuan II

menggunakan model pembelajaran inside-outside circle begitu seterusnya sampai

selesai proses pembelajaran, langkah proses rencana pelaksanaan

pembelajarannya dapat dilihat (Lampiran 2) RPP siklus I dan (Lampiran 4) RPP

siklus II.

3) Observasi

Ketika pelaksanaan tindakan selesai, peneliti bertindak sebagai guru dan

pengajaran IPS kelas VIII bertindak sebagai observer yang mencatat peristiwa

khusus selama proses pembelajaran dan mengobservasi kegiatan guru dibantu

seorang guru lain. Kegiatan guru yang diobservasi yaitu kesesuaian aktivitas guru
69

dengan RPP yang disusun selama aktivitas melaksanakan proses pembelajaran

model quiz-quiz trade dan inside-outside circle. Observasi ini dilakukan

bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar observer

dapat mengetahui aktivitas yang dilakukan guru pada saaat melaksanakan

pembelajaran.

4) Refleksi

Refleksi merupakan kegiatan untuk menganalisis tindakan yang sudah

dilaksanakan bersama observer. Refleksi bertujuan untuk mengkaji apa yang

sudah dilakukan dan belum dilakukan, apa yang sudah tercapai, masalah apa

yang sudah dapat terpecahkan dan yang belum terpecahkan, apabila ditemukan

masalah maka akan dicari pemecahan dan menentukan tindakan selanjutnya

demi untuk meningkatkkan proses dan hasil pembelajaran pada pertemuan

selanjutnya. Dalam penerapan pembelajaran kooperatif model quiz-quiz trade

dan inside-outside circle. Selanjutnya, dilaksanakan langkah-langkah perbaikan

ada rencana yang dilaksanakan pada siklus selanjutnya. Adapun indikator

ketercapaian tindakan yang digunakan pada siklus I dan seterusnya adalah

sebagai berikut:
70

Tabel. 3.5 Indikator Ketercapaian Tindakan Siklus

Target Setiap
Indikator Cara Mengukur
Siklus
Keterlaksanaan model Sangat Baik Diamati saat siswa melaksanakan tahapan
pembelajaran kooperatif (81-100) proses model pembelajaran kooperatif quiz-
quiz-quiz trade dan inside- quiz trade dan inside-outside circle
outside circle menggunakan lembar observasi oleh
observer. Dihitung dari jumlah ketercapaian
tahapan dibagi seluruh tahapan model
pembelajaran
Ketuntasan hasil proses Tercapai Dihitung dari nilai pretest dan posttest PG
pembelajaran seluruh (70-100) serta uraian yang diraih oleh siswa dan
siswa diperhitungkan dari jumlah siswa yang
memperoleh nilai 70 dibagi total seluruh
siswa
Keterampilan Sangat Baik Diamati oleh observer selama mengikuti
berkomunikasi siswa (81-100) proses model pembelajaran kooperatif quiz-
quiz trade dan inside-outside circle dan
dihitung melalui lembar observasi dari jumlah
skor yang dicapai dibagi skor maksimal
Sumber: Olahan Data

b. Siklus II

Setelah mempelajari keseluruhan hasil refleksi pada siklus I, maka

hasil refleksi siklus I digunakan untuk merencanakan tindakan siklus II.

Tahapan tindakan siklus II sama dengan tahap-tahap pada siklus I.

Pada siklus II ini pelaksanaannya adalah memperbaiki dari apa yang

dilakukan pada siklus I. Dalam siklus ini yang dilakukan hanyalah menutupi

kendala-kendala dalam siklus I, apa yang belum dicapai dalam siklus I, sehingga

pada siklus II diharapkan hasil yang lebih signifikan dan lebih memenuhi

kriteria hasil yang sudah ditentukan sebelumnya. Namun berangkat dari

kelemahan dan kekurangan pada siklus I dan faktor-faktor yang

mempengaruhinya, maka pelaksanaan siklus II merupakan tindakan perbaikan

dan penyempurnaan dari siklus I sehingga mampu mencapai tujuan yang

diharapkan dalam penelitian ini.


71

BAB IV

PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

Bab ini menjelaskan paparan data tentang proses pembelajaran, hasil belajar

dan keterampilan berkomunikasi siswa, serta temuan penelitian yang dilaksanakan

selama peneliti di lapangan.

A. Paparan Data

Pada bagian ini akan dipaparkan proses dan data penelitian baik sebelum

maupun setelah diterapkannya model pembelajaran quiz-quiz trade dan inside-

outside circle untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar

siswa.

1. Paparan Pra Tindakan

Pada tahap pra tindakan ini sebelum penelitian dilakukan, peneliti

melakukan observasi awal terlebih dahulu di SMP Negeri Satu Atap Melai One

yang beralamat di jalan Poros Longa Desa Matahora Kecamatan Wangi-Wangi

Selatan Kabupaten Wakatobi pada tanggal 8 Agustus 2016. Pada kesempatan

tersebut peneliti bertemu Kepala Sekolah bapak La Hasirun, S.Pd. I di ruang

dewan guru, peneliti menyampaikan maksud dan tujuan rencana penelitian

dilakukan di awal semester genap pada tahun pelajaran 2016/2017 kelas VIII.

Bapak kepala sekolah menyetujui dan memberikan ijin pelaksanaan penelitian di

SMP Negeri Satu Atap Melai One selanjutnya menyarankan untuk menemui guru

71
72

pengampu mata pelajaran IPS. Hasil pertemuan dengan guru mata pelajaran IPS

mendapat respon positif, peneliti melakukan koordinasi dengan guru mata

pelajaran IPS untuk melakukan observasi dilapangan. Observasi dilakukan untuk

mengetahui permasalahan-permasalahan yang dijumpai dalam pembelajaran.

Diskusi dengan guru mata pelajaran IPS dilakukan untuk mendapatkan informasi

yang lengkap dan akurat. Dari hasil ulangan harian persentase ketuntasan klasikal

diketahui bahwa dalam hasil ulangan harian 35,00% yang tuntas sedangkan

75,00% tidak tuntas dengan nilai KKM mata pelajaran IPS adalah 70. Angka

tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri Satu

Atap Melai One masih sangat rendah dan perlu ada perbaikan. Berikut foto lokasi

penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti.

Gambar 4.1. Lokasi Penelitian

Pengamatan pada pembelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri Satu Atap

Melai One menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran guru masih terbiasa

menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu pembelajaran yang

didominasi dengan ceramah, sesekali guru melakukan tanya jawab dan diskusi
73

kelompok tetapi siswa hanya duduk dibangku dan tidak ada interaksi antara guru

dan siswa sehingga terjadi pembelajaran yang terpusat pada guru (teacher

centered). Berdasarkan informasi tersebut peneliti berkesimpulan bahwa terdapat

permasalahan yang dihadapi oleh guru yaitu keterampilan berkomunikasi dan

hasil belajar siswa yang masih rendah. Hal ini berhubungan dengan model

pembelajaran yang diterapkan oleh guru sehingga diperlukannya model variasi

lain untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi, dan hasil belajar pada

siswa.

Selanjutnya peneliti berdiskusi dengan guru mata pelajaran IPS untuk

menentukan langkah berikutnya disepakati yaitu dengan menggunakan model

pembelajaran quiz-quiz trade dan inside-outside circle, karena model ini dapat

meningkatkan keterampilan komunikasi siswa yang masih pasif dalam proses

pembelajaran di kelas. Model pembelajaran quiz-quiz trade dan inside-outside

circle ini sangat baik diterapkan oleh siswa karena model ini dapat menekankan

kepada siswa bagaimana untuk saling bertukar informasi menggunakan kartu soal

jawaban yang berpasang-pasangan. Di dalam berpasang-pasangan siswa

menggunakan kartu untuk menjawab dan mencari informasi yang ada pada kartu

tersebut. Keterampilan berbicara sangat ditonjolkan dalam model pembelajaran

ini, siswa yang kurang cakap mencari informasi materi pembelajaran soal jawaban

di dalam kartu dilatih melalui model ini, sehingga siswa dapat mau berfikir dan

menambah rasa percaya diri siswa dalam mencari informasi materi pembelajaran.

Hasil diskusi bersama guru mata pelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri

Satu Atap Melai One, diperoleh informasi bahwa guru belum mengetahui dan
74

belum pernah melaksanakan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle. Bahkan guru di SMP Negeri Satu Atap Melai One belum

mengetahui apa itu pembelajaran kooperatif. Hal ini dikarenakan masih

kurangnya sosialisasi tentang model pembelajaran kooperatif yang menarik dan

inovatif yang sesuai dengan kondisi belajar siswa. Sehingganya pembelajaran

yang selama ini dilaksanakan oleh guru lebih sering menggunakan ceramah dan

penugasan.

Pada hari sabtu tanggal 14 Januari 2016, peneliti memberikan soal pretest

(Lampiran 25) untuk mengukur pemahaman awal siswa sebelum masuk pada

pelaksanaan pembelajaran.

Gambar: 4.2. Pelaksanaan Pretest Awal Siswa

Berdasarkan hasil pretest yang dilakukan siswa yang terdiri dari 20 siswa

tidak ada yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM), hasil nilai

pretest dapat dilihat Lampiran 26. Berikut daftar nilai pretest siswa kelas VIII

dapat dilihat tabel berikut ini:


75

Tabel 4.1. Nilai Pretest Awal Siswa

Persentase
No. Rentang Nilai Jumlah Siswa Keterangan
(%)
1 90-100 - - -
2 80-89 - - -
3 70-79 - - -
4 60-69 - - -
5 50-59 1 5 Tidak Tuntas
6 40-49 - - -
7 30-39 9 45 Tidak Tuntas
8 20-29 8 40 Tidak Tuntas
9 10-19 2 10 Tidak Tuntas
Jumlah 20 100
Rata-rata 28,25
Persentase Ketuntasan 0
Sumber: Data diolah

Data berupa nilai pretest tersebut dijadikan dasar oleh peneliti untuk

membagi siswa kedalam dua kelompok, ada kelompok A (atas) dan kelompok B

(bawah). Siswa yang berjumlah 20 orang dibagi menjadi dua kelompok dengan

kemampuan akademik dan jenis kelamin yang berbeda-beda. Hal ini dimaksudkan

agar siswa dapat bekerja sama dan saling membantu satu dengan lainnya sesuai

karakteristik model pembelajaran kooperatif. Pengelompokan siswa disajikan

pada tabel berikut ini:


76

Tabel 4.2. Pembagian Kelompok A dan B Berdasarkan Nilai Pretest


No. Nama Nilai Keterangan
1. Fijai 25
2. La Salam 25
3. Liana 30
4. La Ode Rino 25
5. Maasiya 25
6. Putri 35
7. Putriani 35 Kelompok A (Atas)
8. Rizka Amuliati 35
9. Risardi 30
10. Rudi Ariyanto 15
11. Rusdin Musadif 50
12. Sabiwa 30
13. Safludin 30
14. Serli Ibrahim 35
15. Suharni 25
16. Syarifudin 20 Kelompok B (Bawah)
17. Wa Ode Asriani 30
18. Wa Ode Ruslina Wati 25
19. Wa Weni 20
20. Cindri Asruni 20
Jumlah 565
Rata-rata 28,25
Sumber: Data diolah

Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-

outside circle ini nanti akan dibantu oleh dua orang guru sebagai observer yang

bertugas membantu peneliti untuk mengamati proses pembelajaran dengan

menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Hal-hal yang diamati oleh

observer antara lain keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz

trade dan inside-outside circle, keterampilan berkomunikasi siswa, dan membuat

catatan lapangan tentang hal-hal yang belum tertuang di dalam lembar observasi.

Penelitian akan dilaksanakan dalam 8 kali pertemuan dimana masing-masing

pertemuan dilaksanakan selama 80 menit atau (2 x 40 menit).


77

2. Paparan Data Penelitian

a. Siklus I

Pada siklus I dilaksanakan empat tahap tindakan meliputi: 1) perencanaan;

2) pelaksanaan; 3) observasi; dan 4) refleksi. Berikut ini pemaparannya:

1) Perencanaan

Sebelum melakukan penelitian tindakan kelas, peneliti terlebih dahulu

melakukan perencanaan kegiatan. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan yaitu: a)

menyiapkan perangkat pembelajaran berupa: silabus (Lampiran 1), RPP Siklus I

(Lampiran 2), ringkasan materi siklus I (Lampiran 3); b) membuat kartu soal dan

jawaban untuk digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran menggunakan

model quiz-quiz trade dan inside-outside circle. Kartu soal jawaban siklus I

pertemuan I (Lampiran 6), pertemuan II (Lampiran 7), pertemuan III (Lampiran

8), pertemuan IV (Lampiran 9); c) membuat instrumen lembar observasi untuk

mengetahui keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa

dalam proses pembelajaran menggunakan model quiz-quiz trade dan inside-

outside circle (Lampiran 14, 15, 16, dan 17); d) membuat kisi-kisi penulisan soal

bentuk PG serta uraian (Lampiran 22), kartu soal bentuk PG dan uraian siklus I

(Lampiran 23); e) membuat soal posttest siswa berbetuk pilihan ganda (PG) dan

uraian untuk mengetahui hasil belajar siswa siklus I serta kunci jawaban

(Lampiran 28); dan f) membuat lembar observasi keterampilan berkomunikasi

siswa yang digunakan untuk mengetahui aspek keterampilan berkomunikasi siswa

(Lampiran 34).
78

2) Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan tindakan dan observasi dilaksanakan bersamaan

dengan guru observer sebagai pengamat dan dilangsungkan dalam empat kali

pertemuan (2 x 40 menit), sedangkan pada pertemuan kelima hanya dilakukan

postest. Berikut ini pemaparannya:

Tabel 4.3. Jadwal Rencana Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Jam Perte
No. Hari/Tanggal Waktu Kegiatan
ke muan
1 Rabu, 18 Januari 08.50-10.10 3-4 I Penerapan model pembelajaran
2017 kooperatif quiz-quiz trade
2 Sabtu, 21 Januari 10.40-12.00 7-8 II Penerapan model pembelajaran
2017 kooperatif inside-outside circle
3 Rabu, 25 Januari 08.50-10.10 3-4 III Penerapan model pembelajaran
2017 kooperatif quiz-quiz trade
4 Rabu, 1 Februari 08.50-10.10 3-4 IV Penerapan model pembelajaran
2017 kooperatif inside-outside circle
5 Rabu, 1 Februari 10.40-12.00 7-8 V Dilanjutkan pelaksanaan tes setelah
2017 tindakan siklus I
Sumber: Data Sesuai Roster Pelajaran SMP Negeri Satu Atap Melai One T.P. 2016/2017

Kegiatan pembelajaran setiap siklusnya di dampingi oleh dua orang guru

IPS sebagai observer yaitu ibu Hasmawati Ismail, S.Pd dan bapak Kasmin. Tugas

dari observer tersebut adalah menilai dan mengamati proses pembelajaran yang

sedang berlangsung dengan menggunakan lembar pengamatan guru dan siswa.

Hasil belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif diukur dengan menggunakan

tes pilihan ganda (PG) dan uraian yang berjumlah 25 soal pada setiap akhir siklus,

sedangkan untuk mengetahui keterampilan berkomunikasi siswa dibantu oleh

observer melalui lembar penilaian observasi keterampilan berkomunikasi siswa.

Adapun paparan pelaksanaan dalam penelitian ini akan dijelaskan sebagai

berikut:
79

a) Pertemuan Pertama

Pada pertemuan pertama dilakukan pada hari rabu tanggal 18 Januari 2017

pukul 08.50-10.10 WITA. Pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit. Pada

pertemuan ini mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan

penutup. Berikut paparan penjabarannya:

1. Kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan dibuka dengan guru model mengucapkan salam dan

secara bersamaan siswa menjawab salam guru. Guru model kemudian mengajak

siswa sebelum memulai pelajaran dengan membaca doa yang dipimpin oleh salah

satu orang siswa yang ditunjuk oleh guru model. Setelah itu guru model

melakukan kegiatan apersepsi dengan bertanya kepada siswa tentang Apa itu

sumber daya alam hayati?. Kemudian guru menulis tujuan pembelajaran yang

akan dicapai pada pertemuan ini yaitu Menjelaskan fungsi dan peran SDA hayati

bagi kehidupan manusia?. Guru model menanyakan kepada siswa apakah semua

hadir, siswa menjawab hadir semua Pak. Selanjutnya guru model menyampaikan

ringkasan materi pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa.

2. Kegiatan inti

Pada kegiatan inti guru model menginformasikan materi pelajaran yang

akan dipelajari yaitu tentang sumber daya alam hayati bagi kehidupan manusia.

Selanjutnya guru model menyuruh siswa mengamati gambar sumber daya alam

hayati yang ada di buku siswa, berdasarkan hasil pengamatan tersebut siswa

mengumpulkan informasi dan bertanya. Tujuan dari pengamatan dan bertanya

tersebut untuk mecari tahu apa yang belum dipahami tentang materi pelajaran
80

sumber daya alam hayati, namun siswa belum ada yang berani bertanya sehingga

guru model bertanya kepada siswa Apa fungsi kapuk dan kapas?. Kemudian

guru menjelaskan fungsi kapuk sebagai bantal dan kasur sedangkan kapas sebagai

serat kain.

Selanjutnya guru membagi siswa secara acak dengan kelompok A (atas)

menerima kartu soal jawaban berwarna biru dan kelompok B (bawah) menerima

kartu soal jawaban berwarna merah dengan cara siswa menghitung angka 1 dan 2,

selanjutnya guru model menjelaskan langkah-langkah penerapan model

pembelajaran quiz-quiz trade dipapan tulis. Siswa secara antusias mengikuti tetapi

ada sebagaian siswa yang belum paham sehingga guru langsung memberikan

contoh di dalam kelas dengan memperagakan salah satu siswa.

Gambar: 4.3. Guru membagi siswa menjadi dua kelompok

Siswa melalui intruksi dari guru untuk berpasang-pasangan membentuk

kelompok A (atas) dan kelompok B (bawah). Kelompok A bertanya kepada

kelompok B begitu sebaliknya. Selanjutnya siswa mencari informasi jawaban di


81

buku masing masing dengan memegang buku tersebut dan menjawab pertanyaan

dari pasangannya begitu seterusnya sampai waktu yang ditentukan oleh guru.

3. Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup ini guru model mengajak siswa untuk membuat

kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari pada pertemuan pertama ini,

setelah itu guru model melakukan refleksi dengan memberikan kesempatan

kepada siswa untuk bertanya yang tidak dipahami dalam materi pembelajaran

yang sudah dipelajari. Sebelum menutup pelajaran guru model menginformasikan

kepada siswa materi pelajaran pada pertemuan berikutnya untuk dipelajari di

rumah. Kemudian guru model menutup pelajaran dengan berdoa dan

mengucapkan salam.

b) Pertemuan Kedua

Pada pertemuan kedua dilakukan pada hari sabtu tanggal 21 Januari 2017

pukul 10.40-12.00 WITA. Pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit. Pada

pertemuan ini mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan

penutup. Berikut paparan penjabarannya:

1. Kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan untuk pertemuan ini dibuka dengan guru model

mengucapkan salam dan secara bersamaan siswa menjawab salam guru. Guru

model kemudian mengajak siswa sebelum memulai pelajaran dengan membaca

doa yang dipimpin oleh salah satu orang siswa yang ditunjuk oleh guru model.

Selanjutnya guru model mengabsensi siswa. Setelah itu guru model melakukan

kegiatan apersepsi dengan menginformasikan materi pelajaran sebelumnya,


82

selanjutnya guru bertanya kepada siswa Apa itu sumber daya alam nonhayati?.

Kemudian guru model menyampaikan ringkasan materi pelajaran yang akan

dipelajari oleh siswa.

2. Kegiatan inti

Pada kegiatan inti guru model menginformasikan materi pelajaran yang

akan dipelajari yaitu tentang sumber daya alam hayati bagi kehidupan manusia.

Selanjutnya guru model menyuruh siswa mengamati gambar sumber daya alam

bahan galian yang ada di buku siswa, berdasarkan hasil pengamatan tersebut

siswa mengumpulkan informasi dan bertanya. Kemudian guru bertanya kepada

siswa penghasil tambang yang tekenal di Sulawesi Tenggara apa, sebutkan? Siswa

menjawab tambang aspal yang ada dipulau Buton.

Selanjutnya guru membagi siswa secara acak ada kelompok A (atas)

mendapatkan kartu soal jawaban berwarna hijau dan kelompok B (bawah)

mendapatkan kartu soal jawaban berwarna ungu dengan cara siswa menghitung

angka 1 dan 2, selanjutnya guru model menjelaskan langkah-langkah penerapan

model pembelajaran inside-outside circle yang dipapan tulis. Siswa secara

antusias mengukuti penjelasan guru mengenai model inside-outside circle. Siswa

kemudian membentuk kelompok dengan intruksi guru membuat lingkaran dalam

dan lingkaran luar.


83

Gambar: 4.4. Siswa membentuk lingkaran dalam menghadap ke luar dan lingkaran luar
menghadap ke dalam

Siswa yang berada dilingkaran dalam mendapatkan kartu berwarna hijau

yang berisi soal jawaban dan siswa yang berada dilingkaran luar mendapatkan

kartu berwarna ungu, selanjutnya siswa berhadapan dan saling bertanya dan

menjawab soal yang ada di kartu tersebut dengan waktu yang ditentukan oleh

guru. Kemudian apabila sudah selesai menjawab soal yang ada dikartu tersebut

guru mengintruksikan kepada siswa untuk berputar searah jarum jam dan

bernyanyi sampai menemukan pasangan yang berbeda.

3. Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup ini guru model mengajak siswa untuk membuat

kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari pada pertemuan kedua ini, setelah

itu guru model melakukan refleksi dengan memberikan kesempatan keada siswa

untuk bertanya yang tidak dipahami dalam materi pembelajaran yang sudah

dipelajari. Salah satu siswa bertanya yang bernama Indri Asruni Sebutkan manfaat

gas bagi kehidupan manusia?. Kemudian guru menjelaskan fungsi gas adalah

sebagai bahan bakar seperti yang digunakan di rumah tangga dan masih banyak lagi
84

fungsinya yang lain. Guru sebelum menutup pelajaran menginformasikan kepada

siswa materi pelajaran pada pertemuan berikutnya untuk dipelajari di rumah.

Kemudian menutup pelajaran mengucapkan salam.

c) Pertemuan Ketiga

Pertemuan ketiga ini dilakukan pada hari rabu tanggal 25 Januari 2017

pukul 08.50-10.10 WITA. Pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit. Pada

pertemuan ini mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan

penutup. Berikut paparan penjabarannya:

1. Kegiatan pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan guru model membuka pelajaran dengan

mengucapkan salam dan secara bersamaan siswa menjawab salam guru. Guru

model menjelaskan pertemuan ketiga dalam pembelajaran yakni Fungsi dan

peran sumber daya alam hayati bagi pembangunan ekonomi, dan mencatat materi

tersebut di papan tulis. Selanjutnya guru model mengabsensi siswa dan model

melakukan apresepsi dengan mengingatkan kepada siswa pelajaran yang telah di

pelajaran pada minggu lalu. Secara antusias siswa menjawab penjelasan guru.

Kemudian guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai di papan

tulis. Guru model kemudian mengajak siswa sebelum memulai pelajaran atau

memulai sesuatu harus dengan berdoa, yang membaca doa dipimpin oleh ketua

kelas VIII. Setelah itu guru model menyampaikan ringkasan materi pelajaran yang

akan dipelajari oleh siswa.


85

2. Kegiatan inti

Pada kegiatan inti guru model menginformasikan materi pelajaran yang

akan dipelajari yaitu tentang sumber daya alam hayati bagi kehidupan manusia.

Selanjutnya guru model menyuruh siswa mengamati gambar grafik pendapatan

nasional perkapita yang ada di buku siswa pada halaman 31, berdasarkan hasil

pengamatan tersebut siswa mengumpulkan informasi dan bertanya, tetapi guru

model menjelaskan pendapatan nasional bagi pembangunan ekonomi. Tujuan dari

pengamatan dari gambar grafik untuk mecari tahu fungsi dan peran sumber daya

alam hayati bagi pembangunan ekonomi. Siswa bernama Serli Ibrahim bertanya

Kapan suatu negara dikatakan terjadi suatu pembangunan ekonomi? Selanjutnya

guru menjelaskan dan memberikan contoh tentang pembangunan ekonomi yang

bersumber dari sumber daya alam di Indonesia. Selain itu secara bersamaan guru

model menanyakan siapa yang tidak hadir, siswa menjawab hadir semua.

Guru model menjelaskan model pembelajaran quiz-quiz trade di papan tulis yang

akan dimainkan siswa nantinya, semua siswa sudah memahami model

pembelajaran tersebut. Kemudian guru membagi siswa sesuai kelompoknya

dengan kelompok A (atas) menerima kartu soal jawaban berwarna biru dan

kelompok B (bawah) menerima kartu soal jawaban berwarna merah, dengan

intruksi guru siswa secara antusias mengikuti model pembelajaran quiz-quiz trade.

Siswa kemudian menggeser meja dan kursinya kesamping untuk tempat

permainan nantinya.
86

Gambar: 4.5. Siswa mengangkat tangan dan berpasang-pasangan

Pada prakteknya siswa melalukan intruksi dari guru untuk berpasang-

pasangan membentuk kelompok A (atas) dan kelompok B (bawah). Kelompok A

bertanya kepada kelompok B begitu sebaliknya, guru model memberikan waktu

permainan 40 menit. Selanjutnya dengan intruksi guru model siswa mencari

informasi jawaban di buku masing-masing dengan memegang buku tersebut dan

menjawab pertanyaan dari pasangannya begitu seterusnya 1 sampai 6 kali

dilakukan, apabila sudah selesai guru mengintruksikan untuk kembali ke tempat

duduknya, selain itu guru model selalu mengecek siswa selama permainan

berlangsung.

3. Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup guru model menanyakan kepada siswa Bagaimana

permaianan hari ini? Siswa bersama-sama menjawab sangat menyenangkan. Guru

model kemudian menanyakan kepada siswa Apa yang tidak dipahami dalam

materi pembelajaran hari ini? Kemudian siswa bertanya kenapa ada salah satu

negara yang miskin selanjutnya guru menjelaskan contoh negara yang tidak
87

memiliki sumber daya alam seperti minyak bumi. Guru model kemudian

membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipalajari pada pertemuan hari ini.

Selanjutnya guru model meminta salah satu siswa untuk mempersentasikan materi

yang telah dicapai pada pertemuan hari ini. Sebelum menutup pelajaran guru

model menginformasikan kepada siswa materi pelajaran pada pertemuan

berikutnya selain itu guru juga menyarankan kepada siswa untuk belajar di rumah

karena minggu depan guru akan adakan tes. Kemudian guru model menutup

pelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa.

d) Pertemuan Keempat

Pada pertemuan keempat ini sebenarnya peneliti akan melaksanakan

pembelajaran pada hari sabtu tetapi hari tersebut adalah hari keagamaan (Imlek)

dan tanggal merah sehingga peneliti melanjutkan pada hari berikutnya sesuai

jadwal sekolah yaitu hari rabu tanggal 1 Februari 2017 pukul 08.50-10.10 WITA.

Pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit. Pada pertemuan ini mencakup

kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Berikut paparan

penjabarannya:

1. Kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan untuk pertemuan ini dibuka dengan guru model

memberi salam dan secara bersamaan siswa menjawab salam guru. Guru model

kemudian mengajak siswa sebelum memulai pelajaran dengan membaca doa yang

dipimpin oleh ketua kelas VIII. Selanjutnya guru model mengabsensi siswa. Guru

model kemudian menyampaikan topik materi pembelajaran pada pertemuan

keempat yakni Fungsi dan peran sumber daya alam nonhayati terhadap
88

pembangunan ekonomi. Setelah itu guru model melakukan kegiatan apersepsi

dengan menginformasikan materi pelajaran sebelumnya, selanjutnya guru

bertanya kepada siswa Sebutkan salah satu contoh sumber daya alam

nonhayati?. Secara bersamaan siswa menjawab air, udara, tanah, minyak,

tambang, dan gas bumi. Kemudian guru model menyampaikan ringkasan materi

pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa.

2. Kegiatan inti

Pada kegiatan inti ini guru model memyampaikan materi pelajaran yang

akan dipelajari yakni fungsi dan peran sumber daya alam non hayati terhadap

pembangunan ekonomi. Selanjutnya guru model menyuruh siswa mengamati

gambar di buku siswa pada halaman 42 tentang pembangkit listrik tenaga air,

berdasarkan hasil pengamatan tersebut siswa mengumpulkan informasi dan

bertanya. Siswa bernama Cindri Asruni bertanya Kenapa tenaga angin

pembangkit listrik lebih bagus dari pada bahan bakar lainnya. Selanjutnya guru

menjelaskan sumber daya alam tenaga angin. Kemudian guru model menjelaskan

langkah-langkah penerapan model pembelajaran inside-outside circle dipapan

tulis. Siswa secara antusias mengikuti penjelasan guru mengenai model inside-

outside circle. Seterusnya siswa membentuk kelompok dengan intruksi guru

membuat lingkaran dalam kelompok A (atas) mendapatkan kartu soal jawaban

berwarna hijau dan lingkaran luar kelompok B (bawah) mendapatkan kartu soal

jawaban berwarna ungu dan lingkaran luar. Dan siswa dengan intruksi guru

menggeser kursi dan mejanya kesamping untuk memulai permainan.


89

Gambar: 4.6. Siswa dengan intruksi guru membentuk lingkaran dalam menghadap keluar
dan lingkaran luar menghadap kedalam

Siswa yang berada dilingkaran dalam mendapatkan kartu berwarna hijau

yang berisi soal jawaban dan siswa yang berada dilingkaran luar mendapatkan

kartu berwarna ungu, selanjutnya siswa berhadapan dan saling bertanya. Siswa

yang berada dilingkaran dalam kelompok A (atas) yang bertanya duluan

sedangkan siswa yang dilingkaran luar kelompok B (bawah) menjawab, dengan

waktu yang ditentukan oleh guru. Kemudian apabila sudah selesai menjawab soal

yang ada dikartu tersebut guru mengintruksikan kepada siswa untuk berputar

searah jarum jam dan bernyanyi sampai menemukan pasangan yang berbeda.

Siswa yang berada dilingkaran dalam berputar sebanyak tiga kali begitu pula

siswa yang berada dilingkaran luar.

3. Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup ini guru model menginformasikan kepada siswa

untuk mempersentasikan tentang pembangkit listrik yang ada dikartu masing-

masing siswa. Empat orang siswa mempersentasikan salah satu contoh

pembangkit listrik yang ada dikartu yang dipegangnya. Selanjutnya guru model
90

mengajak siswa untuk membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari,

setelah itu guru model meminta salah satu siswa untuk mempersentasikan tujuan

pembelajaran yang telah dicapai didepan kelas. Guru sebelum menutup pelajaran

menginformasikan kepada siswa setelah istrahat jam ke 7-8 akan diadakan tes

hasil belajar. Kemudian guru menutup pelajaran mengucapkan salam dan berdoa.

e) Pertemuan kelima

Pada pertemuan kelima ini masih tetap dilaksanakan pada hari rabu

tanggal 1 Februari 2017 jam 10.40-12.00, pada pertemuan tahapan kelima ini guru

model hanya melakukan kegiatan posttest kepada siswa dengan bentuk soal

pilihan ganda sebanyak 20 nomor dan soal uraian sebanyak 5 nomor sehingga

berjumlah 25 nomor soal. Guru model membagikan soal tesebut kepada siswa.

Dalam kegiatan tes hasil belajar siswa berjalan lancar dan nyaman dengan waktu

yang sudah ditentukan selama 60 menit.

Gambar: 4.7. Siswa mengerjakan posttest siklus I

Setelah mengumpulkan tes hasil belajar siswa, guru model memotivasi

siswa untuk lebih giat belajar agar selama proses belajar mengajar kalian
91

memperolehan nilai hasil belajar yang baik. Kemudian guru model mengakhiri

pertemuan dengan mengucapkan salam dan berdoa.

3) Pengamatan/Observasi

Pengamatan atau observasi yang dilakukan selama kegiatan proses

pembelajaran berlangsung menggunakan model kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle dalam setiap pertemuannya selalu diamati oleh observer.

Observer yang mengamati kegiatan proses pembelajaran selama berlangsung ada

dua orang guru dalam melakukan pengamatan dengan menggunakan lembar

observer pengamatan guru dan siswa. Dua orang observer tersebut mengisi lembar

pengamatan keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle sesuai ketepatan guru dalam melaksanakan proses

pembelajaran dalam RPP dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

a) Observasi Proses Pembelajaran Guru

Observasi dalam keterlaksanaan proses pembelajaran guru dalam

menerapkan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle yang dibantu

oleh dua observer berdasarkan Lampiran 18 dapat dilihat hasilnya pada tabel

berikut ini:
92

Tabel 4.4. Hasil Keterlakasanaan Proses Pembelajaran Guru Siklus I

Nilai Persentase %
Kegiatan Proses Skor Observer I Observer II
No.
Pembelajaran Maksimal Rerata Rerata
% %
Nilai Nilai
1. Kegiatan Pendahuluan 16 3,1 76,56 3 75,00
2. Kegiatan Inti 40 3,4 83,75 3,5 86,88
3. Kegiatan Penutup 12 3,3 81,25 3,1 77,08
Jumlah 68 3,18 80,52 3,19 79,65
Persentase 80,52 79,65
Total Persentase 80,09 %
Kriteria Baik
Sumber: Olahan Data

Berdasarkan tabel 4.4 dapat ditarik kesimpulan bahwa persentase skor dari

observer I sebesar 80,52% dengan kriteria baik, observer II sebesar 79,65%

dengan kriteria baik. Sehingga hasil pengamatan oleh kedua observer pada

kegiatan pelaksanaan proses pembelajaran dari pertemuan pertama sampai ke

empat yang dilakukan oleh guru model dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan

proses pembelajaran sebesar 80,09% dengan kriteria baik.

b) Observasi Proses Pembelajaran Siswa

Observasi dalam keterlaksanaan proses pembelajaran oleh siswa dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside

circle yang dibantu oleh dua observer berdasarkan Lampiran 19 dapat dilihat

hasilnya pada tabel berikut ini:


93

Tabel 4.5. Hasil Keterlakasanaan Proses Pembelajaran Siswa Siklus I

Nilai Persentase %
Kegiatan Proses Skor Observer I Observer II
No.
Pembelajaran Maksimal Rerata Rerata
% %
Nilai Nilai
1. Kegiatan Pendahuluan 16 3,1 76,56 2,9 73,44
2. Kegiatan Inti 40 3,3 82,50 3,3 81,25
3. Kegiatan Penutup 12 3,2 79,17 3 75,00
Jumlah 68 3,18 79,41 3,06 76,56
Persentase 79,41 76,56
Total Persentase 77,99 %
Kriteria Baik
Sumber: Olahan Data

Berdasarkan tabel 4.5 dapat ditarik kesimpulan bahwa persentase skor dari

observer I sebesar 79,41% dengan kriteria baik, observer II sebesar 76,56%

dengan kriteria baik. Sehingga hasil pengamatan oleh kedua observer pada

kegiatan pelaksanaan proses pembelajaran dari pertemuan pertama sampai ke

empat yang dilakukan oleh siswa dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan proses

pembelajaran sebesar 77,99% dengan kriteria baik.

c) Hasil Belajar

Hasil belajar dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti

diukur dengan menggunakan ranah kognitif C1 sampai C3. Bentuk soal yang

digunakan adalah pilihan ganda sebanyak 20 nomor dan uraian sebanyak 5 nomor,

sehingga berjumlah 25 nomor. Hasil belajar diukur berdasarkan nilai posttest yang

diperoleh siswa, penilaian posttest dilakukan diakhir siklus dalam hal ini kegiatan

tes dilakukan pada pertemuan ke lima.

Hasil belajar siswa secara individu dikatakan tuntas apabila telah

mencapai KKM yakni sebesar 70. Sedangkan untuk penilaian secara klasikal

pembelajaran dikatakan berhasil apabila 85% dari keseluruhan siswa di kelas

tersebut mencapai nilai 70. Nilai hasil belajar pada siklus I dapat dilihat pada
94

Lampiran 29. Secara ringkas data hasil belajar siswa pada siklus I dapat dilihat

pada tabel 4.6 berikut ini:

Tabel 4.6. Hasil Belajar Siswa Siklus I

Persentase
No. Rentang Nilai Jumlah Siswa Ketuntasan
%
1. 70 sampai 100 9 45,00% Tuntas
2. 70 11 55,00% Tidak Tuntas
Jumlah 20 100%
Sumber: Olahan Data

Berdasarkan tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa dari 20 siswa terdapat 9

siswa yang tuntas belajar dan 11 siswa yang tidak tuntas belajar. Secara klasikal

ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I hanya sebesar 45% sehinga dapat

dikatakan bahwa kelas VIII belum tuntas belajarnya karena masih dibawah 85%.

d) Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa

Hasil keterampilan berkomunikasi siswa dalam penelitian tindakan kelas

ini yakni peneliti mengukur dengan menggunakan lembar observasi keterampilan

komunikasi siswa. Peneliti bekerjasama dengan observer sebagai tim penilai

keterampilan berkomunikasi siswa. Observer berdasarkan pengamatan yang

dilakukan mengamati aktivitas keterampilan komunikasi siswa selama proses

pembelajaran berlangsung dari pertemuan I sampai IV. Berikut data hasil

keterampilan berkomunikasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung dapat

dilihat Lampiran 39. Secara ringkas data hasil keterampilan berkomunikasi siswa

pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut ini:


95

Tabel 4.7. Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus I

Rata- Persentase
No. Aspek Penilaian Jumlah Kriteria
rata %
1. Keterbukaan 85 3,41 85,21 Sangat Baik
2. Empati 74 2,96 73,96 Baik
3. Sikap Mendukung 60 2,40 60,00 Cukup
4. Sikap Positif 74 2,98 74,38 Baik
5. Kesetaraan 84 3,36 84,06 Sangat Baik
Jumlah 76 3,02 75,52 Baik
Total Persentase 75,52 Baik
Sumber: Olahan Data

Dari tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa keterampilan berkomunikasi

siswa dari aspek penilaian keterbukaan secara persentase sebesar 85,21% berada

pada kriteria sangat baik, aspek empati sebesar 73,96% berada pada kriteria baik,

aspek sikap mendukung sebesar 60,00% berada pada kriteria cukup, aspek sikap

positif sebesar 74,38% berada pada kriteria baik, aspek kesetaraan sebesar 84,06%

berada pada sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa total persentase

keterampilan berkomunikasi siswa pada siklus I dengan penerapan model

pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle sebesar 75,52%

berada pada kriteria Baik.

Tabel 4.8. Hasil Perolehan Siswa Dalam Keterampilan Berkomunikasi Siklus I


No. Rentang Nilai Kriteria Jumlah Siswa Persentase
1. 81% - 100% Sangat Baik - -
2. 61% - 80% Baik 19 95%
3. 41% - 60% Cukup 1 5%
4. 21% - 40% Kurang - -
5. 0% - 20% Sangat Kurang - -
Jumlah 20 100%
Sumber: Olahan data

Berdasarkan tabel 4.8 di atas dapat diketahui bahwa kriteria keterampilan

berkomunikasi siswa pada siklus I dengan kriteria baik sebanyak 19 siswa atau

sebesar 95%, sedangkan kriteria cukup sebanyak 1 siswa atau sebesar 5%.
96

e) Catatan Lapangan

Catatan lapangan yang diberikan dari kedua observer pada kegiatan

pembelajaran siklus I dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pada kegiatan pendahuluan dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh

guru berupa apersepsi masih perlu dimaksimalkan agar siswa lebih termotivasi

lagi dalam belajar saat menerima materi dari guru.

Siswa masih ada yang belum paham tentang permainan quiz-quiz trade dan

inside-outside circle sehingga masih ada yang bingung mencari pasangannya.

Siswa masih kurang respon terhadap perintah guru maupun pertanyaan guru

dalam kegiatan apersepsi

Siswa masih ada yang kurang memperhatikan penjelasan guru atau kurang

fokus

Guru masih kesulitan mengatur waktu

Siswa dalam mencari pasangannya masih kurang fokus sehingga guru

memanggil satu persatu dari pasangan kelompok A dan kelompok B

Siswa dalam menjawab pertanyaan dari pasangannya masih ragu-ragu

sehingga guru memberikan arahan

Guru masih kurang detail dalam menjelaskan materi sehingga siswa masih

kurang paham terhadap materi yang diberikan.

Siswa dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari pasangannya masih

sering bergurau atau bermain

Siswa dalam selesai menjawab soal pertanyaan dari pasangannya selalu lupa

mengangkat tangan pada penerapan model quiz-quiz trade


97

Siswa pada saat berputar se arah jarum jam pada penerapan model inside-

outside circle masih selalu menemukan pasangan yang sama.

4) Refleksi

Refleksi dilakukan peneliti bersama observer dengan menganalisis data-

data yang telah diperoleh dari hasil observasi, catatan lapangan dan nilai postest

yang dilakukan pada akhir tindakan. Apabila hasil nilai postest siswa dan

observasi masih belum mencapai kriteria yang telah ditentukan, maka peneliti

akan melanjutkan penelitiannya ke siklus berikutnya.

a) Hasil observasi keterlaksanaan proses pembelajaran oleh guru pada siklus I

berada pada kriteria baik sebesar 80,09%, namun kriteria ketercapaian pada

siklus I ini belum memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan

yaitu 81%, sehingga masih perlu ada perbaikan pada aspek tertentu.

b) Hasil observasi keterlaksanaan proses pembelajaran oleh siswa pada siklus I

ini berada pada kriteria baik sebesar 77,99%, namun persentase ketercapaian

tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan telah yaitu

81%. Olehnya itu perlu diadakan siklus selanjutnya.

c) Hasil postest pada siklus I menunjukkan ketuntasan klasikal masih di bawah

85% yakni hanya sebesar 45% yang tuntas atau hanya 9 orang siswa sehingga

masih perlu pemberian tindakan tes lanjutan.

d) Hasil keterampilan berkomunikasi siswa hanya sebesar 75,52% dengan

kriteria baik, tetapi ketercapaian ini masih di bawah indikator keberhasilan

yang ditetapkan sehingga perlu diadakan siklus selanjutnya.


98

Tabel 4.9. Hasil Analisis Keberhasilan Siklus I


Kriteria Hasil
No Aspek yang dinilai Keterangan
Keberhasilan Siklus I
1. Keterlaksanaan proses pembelajaran guru 81% 80,09% Belum tercapai
2. Keterlaksanaan proses pembelajaran siswa 81% 77,99% Belum tercapai
3. Hasil belajar (postest) >85% 45,00% Belum tercapai
4. Hasil keterampilan berkomunikasi siswa 81% 75,52% Belum tercapai
Sumber: Olahan data

Jadi dari uraian refleksi tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran

pada siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan, terlihat pada Tabel 4.9 di atas

yang menunjukkan bahwa keterlaksanaan proses pembelajaran guru,

keterlaksanaan proses pembelajaran siswa, hasil belajar siswa, dan hasil

keterampilan komunikasi siswa belum ada yang berhasil memenuhi kriteria

keberhasilan yang di tentukan. Sehingga penelitian ini harus diadakan perbaikan

dengan mengadakan tindakan lanjutan pada siklus II. Perbaikan yang harus

dilakukan berupa pelaksanaan proses pembelajaran harus sesuai ketepatan waktu

dalam kegiatan pendahuluan, inti, penutup, pengarahan siswa pada saat permainan

berlangsung, membimbing, aturan permainan yang jelas dan pengaturan waktu

permainan yang tepat.

b. Siklus II

Berdasarkan pengamatan dan refleksi yang dilakukan pada siklus I,

peneliti merencanakan tindakan perbaikan selama seminggu pada pertemuan

berikutnya untuk menyempurnakan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan

pada siklus II. Perbaikan yang dilakukan pada siklus II ini terutama pada skenario

proses pembelajaran. Perbaikan tersebut berupa pemberian motivasi yang lebih

mendalam agar siswa lebih antusias melaksanakan kegiatan pembelajaran

menggunakan model kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle,


99

pengaturan waktu agar dalam proses pembelajaran dalam kegiatan pendahuluan,

inti, dan penutup agar tidak melewati jadwal yang telah ditentukan, perbaikan

langkah-langkah model pembelajaran quiz-quiz trade dan inside-outside pada saat

siswa melakukan permainan model tersebut. Pada siklus II dilaksanakan empat

tahap tindakan meliputi: 1) perencanaan; 2) pelaksanaan; 3) observasi; dan 4)

refleksi. Berikut ini pemaparannya:

1) Perencanaan

Sebelum melakukan penelitian tindakan kelas, peneliti terlebih dahulu

melakukan perencanaan kegiatan. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan yaitu: a)

menyiapkan perangkat pembelajaran berupa: silabus (Lampiran 1), RPP Siklus II

(Lampiran 4), ringkasan materi siklus II (Lampiran 5); b) membuat kartu soal dan

jawaban untuk digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran menggunakan

model quiz-quiz trade dan inside-outside circle. Kartu soal jawaban siklus II

pertemuan I (Lampiran 10), pertemuan II (Lampiran 11), pertemuan III (Lampiran

12), pertemuan IV (Lampiran 13); c) membuat instrumen lembar observasi untuk

mengetahui keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa

dalam proses pembelajaran menggunakan model quiz-quiz trade dan inside-

outside circle (Lampiran 14, 15, 16, dan 17); d) membuat kartu soal bentuk PG

dan uraian siklus II (Lampiran 24); e) membuat soal posttest siswa berbetuk

pilihan ganda (PG) dan uraian untuk mengetahui hasil belajar siswa siklus II serta

kunci jawaban (Lampiran 31); dan f) membuat lembar observasi keterampilan

berkomunikasi siswa yang digunakan untuk mengetahui aspek keterampilan

berkomunikasi siswa (Lampiran 34).


100

2) Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan tindakan dan observasi dilaksanakan bersamaan

dengan guru observer sebagai pengamat dan dilangsungkan dalam empat kali

pertemuan (2 x 40 menit), sedangkan pada pertemuan kelima hanya dilakukan

postest. Berikut ini pemaparannya:

Tabel 4.10. Jadwal Rencana Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Jam Perte
No. Hari/Tanggal Waktu Kegiatan
ke muan
1 Sabtu, 4 Februari 10.40-12.00 7-8 I Penerapan model pembelajaran
2017 kooperatif quiz-quiz trade
2 Rabu, 8 Februari 08.50-10.10 3-4 II Penerapan model pembelajaran
2017 kooperatif inside-outside circle
3 Sabtu, 11 Februari 10.40-12.00 7-8 III Penerapan model pembelajaran
2017 kooperatif quiz-quiz trade
4 Sabtu, 18 Februari 08.50-10.10 3-4 IV Penerapan model pembelajaran
2017 kooperatif inside-outside circle
5 Sabtu, 18 Februari 10.40-12.00 7-8 V Dilanjutkan pelaksanaan tes
2017 setelah tindakan siklus II
Sumber: Data Sesuai Roster Pelajaran SMP Negeri Satu Atap Melai One T.P. 2016/2017

Kegiatan pembelajaran setiap siklusnya didampingi oleh dua orang guru

IPS sebagai observer yaitu ibu Hasmawati Ismail, S.Pd dan bapak Kasmin. Tugas

dari observer tersebut adalah menilai dan mengamati proses pembelajaran yang

sedang berlangsung dengan menggunakan lembar pengamatan guru dan siswa.

Hasil belajar siswa yang dilihat dari aspek kognitif diukur dengan menggunakan

tes pilihan ganda (PG) dan uraian yang berjumlah 25 soal pada setiap akhir siklus,

sedangkan untuk mengetahui keterampilan berkomunikasi siswa dibantu oleh

observer melalui lembar penilaian observasi keterampilan berkomunikasi siswa.

Adapun paparan pelaksanaan dalam penelitian ini akan dijelaskan sebagai

berikut:
101

a) Pertemuan Pertama

Pada pertemuan pertama dilakukan pada hari Sabtu tanggal 4 Februari

2017 pukul 08.50-10.10 WITA. Pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit.

Pada pertemuan ini mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan

penutup. Berikut paparan penjabarannya:

1. Kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan dibuka dengan guru model memberi salam dan

secara bersamaan siswa menjawab salam guru. Guru model kemudian mengajak

siswa sebelum memulai pelajaran sebaiknya kita berdoa yang dipimpin oleh ketua

kelas. Setelah itu guru model melakukan kegiatan apersepsi dengan menjelaskan

keunggulan potensi sumber daya alam antar region dibidang pertanian dan

kehutanan. Guru model bertanya kepada siswa tentang apa itu kalian ketahui

tentang pertanian?. Kemudian guru menulis tujuan pembelajaran yang akan

dicapai pada pertemuan ini yaitu Menjelaskan potensi SDA dibidang pertanian

dan kehutanan?. Dan guru model menyampaikan ringkasan materi pelajaran

yang akan dipelajari oleh siswa. Selanjutnya guru model mengabsensi siswa, salah

satu siswa tidak hadir bernama La Salama.

2. Kegiatan inti

Pada kegiatan inti ini guru model menyampaikan materi pelajaran yang

akan dipelajari yaitu potensi sumber daya alam bidang pertanian dan kehutanan.

Guru model menjelaskan jenis-jenis pertanian yang ada di Indonesia dan jenis-

jenis hutan yang di produksi. Selanjutnya guru model menyuruh siswa mengamati

buku pembelajaran siswa, berdasarkan hasil pengamatan tersebut siswa


102

mengumpulkan informasi dan bertanya. Tetapi siswa belum ada yang berani

bertanya sehingga guru model menjelaskan jenis-jenis pertanian dan kehutanan.

Selanjutnya guru model menjelaskan langkah-langkah penerapan model

pembelajaran quiz-quiz trade dipapan tulis. Siswa secara antusias mengikuti

penjelasan yang disampaikan oleh guru, selanjutnya siswa menggeser meja dan

kursi kesamping untuk memulai permainan model pembelajaran quiz-quiz trade.

Selanjutnya guru membagi siswa dengan kelompok A (atas) menerima

kartu soal jawaban berwarna biru dan kelompok B (bawah) menerima kartu soal

jawaban berwarna merah. Guru menyebutkan nama-nama untuk kelompok A

(atas) dan berbaris memanjang dan kelompok B (bawah) dan saling berhadapan.

Pada prakteknya siswa melalukan intruksi dari guru untuk berpasang-pasangan

membentuk kelompok A (atas) dan kelompok B (bawah). Kelompok A bertanya

kepada kelompok B begitu sebaliknya. Selanjutnya siswa mencari informasi

jawaban di buku masing masing dengan memegang buku tersebut dan menjawab

pertanyaan dari pasangannya begitu seterusnya dengan waktu 40 menit yang

ditentukan oleh guru.


103

Gambar: 4.8. Siswa kelompok A bertanya kepada kelompok B

Siswa yang belum selesai waktu yang ditentukan guru model memberikan

sanksi kepada siswa tersebut. Guru model memberi sanksi kepada dua orang

siswa dengan cara mempersentasikan pembelajaran di kartu soal jawaban siswa

tersebut.

3. Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup ini guru model mengajak siswa untuk membuat

kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari pada pertemuan ini, setelah itu

guru model melakukan refleksi dengan memberikan kesempatan kepada dua

orang siswa untuk mempersentasekan tujuan pembelajaran yang telah dicapai.

Siswa yang bernama Sabiwa dan Fijai mempersentasikan tujuan pembelajaran

tersebut. Guru model menutup pelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam.

b) Pertemuan Kedua

Pada pertemuan kedua dilakukan pada hari rabu tanggal 8 Februari 2017

pukul 10.40-12.00 WITA. Pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit. Pada


104

pertemuan ini mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan

penutup. Berikut paparan penjabarannya:

1. Kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan ini guru model mengucapkan salam dan secara

bersamaan siswa menjawab salam guru. Guru model kemudian mengajak siswa

sebelum memulai pelajaran dengan membaca doa yang dipimpin oleh salah satu

orang siswa yang ditunjuk oleh guru model. Setelah itu guru model melakukan

kegiatan apersepsi dengan menginformasikan materi pelajaran sebelumnya dan

materi hari ini yaitu potensi sumber daya alam bidang perikanan dan peternakan.

Guru model mangabsensi siswa, dan siswa semua hadir. Selanjutnya guru

bertanya kepada siswa Sebutkan jenis-jenis ikan yang anda ketahui?. Kemudian

guru model menyampaikan ringkasan materi pelajaran yang akan dipelajari oleh

siswa.

2. Kegiatan inti

Pada kegiatan inti guru model menginformasikan materi pelajaran yang

akan dipelajari yaitu tentang potensi sumber daya alam bidang perikanan dan

perternakan. Guru model menjalaskan secara ringkas SDA perikanan seperti jenis-

jenis ikan laut, ikan air tawar, dan payau. Selanjutnya guru model menyuruh siswa

mengamati peta potensi ikan perairan Indonesia yang ada di buku siswa,

berdasarkan hasil pengamatan tersebut siswa mengumpulkan informasi dan

bertanya. Salah satu siswa bertanya yang bernama Serli Ibrahim Pak Guru

sebutkan jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi di Indonesia?. Guru

menjelaskan ikan lele, gurame, mujair dll. Selanjutnya guru model menjelaskan
105

langkah-langkah penerapan model pembelajaran inside-outside circle dipapan

tulis. Selanjutnya guru membagi siswa ada kelompok A (atas) mendapatkan kartu

soal jawaban berwarna hijau dan kelompok B (bawah) mendapatkan kartu soal

jawaban berwarna ungu. Selanjutnya guru model menyebutkan nama-nama siswa

yang kelompok A membentuk lingkaran dalam dan kelompok B membentuk

lingkaran luar. Siswa kemudian membentuk kelompok dengan intruksi guru

membuat lingkaran dalam dan lingkaran luar.

Gambar: 4.9. Guru model mengintruksikan siswa membentuk lingkaran dalam menghadap
keluar dan lingkaran luar menghadap kedalam

Siswa yang berada dilingkaran dalam mendapatkan kartu berwarna hijau

yang berisi soal jawaban dan siswa yang berada dilingkaran luar mendapatkan

kartu berwarna ungu, selanjutnya siswa berhadapan dan saling bertanya dan

menjawab soal yang ada di kartu tersebut dengan waktu yang ditentukan oleh

guru. Kemudian apabila sudah selesai menjawab soal yang ada dikartu tersebut

guru mengintruksikan kepada siswa untuk berputar searah jarum jam dengan

melangkah tiga langkah sampai menemukan pasangan yang berbeda. Lingkaran

dalam tiga kali berputar dan lingkaran luar berputar tiga kali.
106

3. Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup ini guru model bertanya kepada siswa bagaimana

permainan hari ini secara bersamaan siswa menjawab sangat menyenangkan,

selanjutnya guru model mengajak siswa untuk membuat kesimpulan tentang materi

yang sudah dipelajari pada pertemuan ini, setelah itu guru model melakukan

refleksi dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya yang tidak

dipahami dalam materi pembelajaran yang sudah dipelajari. Yakni guru model

menyuruh siswa mempersentasikan pembelajaran yang belum dipahami dan kartu

soal jawaban di masing-masing siswa. Empat orang siswa mempersentasikan

potensi SDA di bidang perikanan dan pertanian. Guru sebelum menutup pelajaran

menginformasikan kepada siswa materi pelajaran pada pertemuan berikutnya untuk

dipelajari di rumah. Kemudian guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam

dan berdoa.

c) Pertemuan ketiga

Pertemuan ketiga ini dilakukan pada hari rabu tanggal 11 Februari 2017

pukul 10.40-12.00 WITA. Pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit. Pada

pertemuan ini mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan

penutup. Berikut paparan penjabarannya:

1. Kegiatan pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan guru model membuka pelajaran dengan

memberi salam secara bersamaan siswa menjawab salam guru. Guru model

kemudian mengajak siswa sebelum memulai pelajaran atau memulai sesuatu

harus dengan berdoa, yang membaca doa dipimpin oleh ketua kelas VIII. Guru
107

model menjelaskan materi pelajaran pada pertemuan ketiga yaitu Keunggulan

sumber daya alam energi dan perairan di Indonesia, dan menyuruh siswa

mencatat materi tersebut dibukunya. Selanjutnya guru model bertanya kepada

siswa Sebutkan sumber energi apa yang kalian ketahui. Selanjutnya siswa

secara antusias menjawab, sumber energi matahari, angin, dan panas bumi.

Selanjutnya guru model mengabsensi siswa. Kemudian guru menjelaskan tujuan

pembelajaran yang akan dicapai di papan tulis. Setelah itu guru model

menyampaikan ringkasan materi pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa.

2. Kegiatan inti

Pada kegiatan inti guru model menginformasikan materi pelajaran yang

akan dipelajari yaitu tentang keunggulan sumber daya alam energi dan perairan di

Indonesia. Selanjutnya guru model menyuruh siswa mengamati gambar PLTS

yang ada di buku siswa pada halaman 70, berdasarkan hasil pengamatan tersebut

siswa mengumpulkan informasi dan bertanya, tujuan dari pengamatan tersebut

untuk mecari sumber daya alam energi yang ada di Indonesia. Siswa bernama

Serli Ibrahim bertanya Bagaimana upaya yang dapat dilakukan agar sumber

energi terbarukan dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan baik? Selanjutnya

guru menjelaskan salah satu sumber energi matahari yang digunakan sebagai

pembangkit listrik tenaga surya, yang dapat dimanfaatkan dan ramah lingkungan

serta mudah didapat.

Guru model menjelaskan model pembelajaran quiz-quiz trade di papan

tulis yang akan dimainkan siswa nantinya, semua siswa sudah memahami model

pembelajaran tersebut. Kemudian guru membagi siswa sesuai kelompoknya


108

dengan kelompok A (atas) menerima kartu soal jawaban berwarna biru dan

kelompok B (bawah) menerima kartu soal jawaban berwarna merah, dengan

intruksi guru siswa secara antusias mengikuti model pembelajaran quiz-quiz trade.

Siswa kemudian menggeser meja dan kursinya kesamping untuk tempat

permainan nantinya. Kemudian guru model membagikan kartu tersebut kepada

masing-masing siswa, kelompok A dan kelompok B

Gambar: 4.10. Guru model mengamati siswa saat bertanya menggunakan kartu

Pada prakteknya siswa melalukan intruksi dari guru untuk berpasang-

pasangan membentuk kelompok A (atas) dan kelompok B (bawah). Kelompok A

bertanya kepada kelompok B begitu sebaliknya, guru model memberikan waktu

permainan 40 menit. Selanjutnya dengan intruksi guru model siswa mencari

informasi jawaban di buku masing-masing dengan memegang buku tersebut dan

menjawab pertanyaan dari pasangannya begitu seterusnya 1 sampai 6 kali

dilakukan, apabila sudah selesai guru mengintruksikan untuk kembali ke tempat

duduknya, selain itu guru model selalu mengecek siswa selama permainan

berlangsung.
109

3. Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup guru model memberikan sanksi kepada siswa yang

terakhir menyelesaikan permaian dengan mempersentasikan kartu soal

jawabannya di depan kelas. Selanjunya guru model menanyakan kepada siswa

Bagaimana permaianan hari ini? Siswa bersama-sama menjawab sangat

menyenangkan. Guru model kemudian menanyakan kepada siswa Apa yang

tidak dipahami dalam materi pembelajaran hari ini? Siswa menjawab sudah

paham paguru. Guru model kemudian membuat kesimpulan tentang materi yang

telah dipalajari pada pertemuan hari ini. Selanjutnya guru model meminta salah

satu siswa untuk mempersentasikan tujuan pembelajaran yang telah dicapai.

Sebelum menutup pelajaran guru model menginformasikan kepada siswa materi

pelajaran pada pertemuan berikutnya selain itu guru juga menyarankan kepada

siswa untuk belajar di rumah karena minggu depan guru akan adakan tes.

Kemudian guru model menutup pelajaran dengan mengucapkan salam dan

berdoa.

d) Pertemuan Keempat

Pada pertemuan keempat ini sebenarnya peneliti akan melaksanakan

proses pembelajaran pada hari rabu tetapi hari tersebut adalah hari Pemilu

(Pemilihan Kepala Daerah) sehingga diliburkan oleh pemerintah. Peneliti

melanjutkan pada hari berikutnya sesuai jadwal sekolah yaitu hari sabtu tanggal

18 Februari 2017 pukul 08.50-10.10 WITA. Pertemuan berlangsung selama 2 x

40 menit. Pada pertemuan ini mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan

kegiatan penutup. Berikut paparan penjabarannya:


110

1. Kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan pada pertemuan ini dibuka dengan guru model

memberi salam dan secara bersamaan siswa menjawab salam guru. Guru model

kemudian mengajak siswa sebelum memulai pelajaran dengan membaca doa yang

dipimpin oleh ketua kelas VIII. Guru memberitahu kepada siswa apakah semua

hadir, siswa menjawab ada siswa yang tidak hadir satu orang bernama Fitri.

Kemudian guru model menyampaikan topik materi pembelajaran pada pertemuan

keempat yakni Keunggulan pariwisata Indonesia. Setelah itu guru model

menginformasikan tujuan pembelajaran yaitu Menjelaskan keunggulan

pariwisata Indonesia khususnya wilayah Wakatobi?. Selanjutnya Guru model

bertanya kepada siswa Wakatobi terkenal dengan wisatanya, sebutkan tempat

wisata yang sering dikunjungi wisatawan luar negeri, kemudian siswa menjawab

di Pulau Hoga. Selanjutnya guru model mengabsensi siswa. Kemudian guru

model menyampaikan ringkasan materi pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa.

2. Kegiatan inti

Pada kegiatan inti ini guru model memyampaikan materi pelajaran yang

akan dipelajari yaitu tempat pariwisata yang ada di Indonesia khususnya di

Wakatobi. Selanjutnya guru model menyuruh siswa mengamati gambar di buku

siswa pada halaman 79 tentang pariwisata yang ada di pulau Bali, berdasarkan

hasil pengamatan tersebut siswa mengumpulkan informasi dan bertanya tentang

pariwisata. Siswa bernama Serli Ibrahim bertanya Bagaimana kita menjaga

ekosistem yang ada di laut?. Selanjutnya guru menjelaskan ekosistem yang ada
111

dilaut banyak jenis hewan biota yang ada yaitu denga cara menjaga, melestarikan,

memelihara, dan tidak merusak terumbu karang jangan di bom.

Guru model kemudian menjelaskan langkah-langkah penerapan model

pembelajaran inside-outside circle dipapan tulis. Siswa secara antusias mengikuti

penjelasan guru mengenai model inside-outside circle. Guru model menyebutkan

nama-nama kelompok, yakni kelompok A (atas) dan kelompok B (bawah).

Selanjutnya dengan intruksi guru, siswa membuat lingkaran dalam kelompok A

(atas) mendapatkan kartu soal jawaban berwarna hijau dan siswa di lingkaran luar

kelompok B (bawah) mendapatkan kartu soal jawaban berwarna ungu menghadap

kedalam. Dan siswa dengan intruksi guru menggeser kursi dan mejanya

kesamping untuk memulai permainan.

Gambar: 4.11. Siswa di lingkaran dalam kelompok A (atas) bertanya kepada siswa di
lingkaran luar kelompok B (bawah)

Siswa yang berada dilingkaran dalam mendapatkan kartu berwarna hijau

yang berisi soal jawaban dan siswa yang berada dilingkaran luar mendapatkan

kartu berwarna ungu, selanjutnya siswa berhadapan dan saling bertanya. Siswa

yang berada dilingkaran dalam kelompok A (atas) yang bertanya duluan


112

sedangkan siswa yang dilingkaran luar kelompok B (bawah) menjawab, dengan

waktu yang ditentukan oleh guru. Kemudian apabila sudah selesai menjawab soal

yang ada dikartu tersebut guru mengintruksikan kepada siswa untuk berputar

searah jarum jam satu sampai 3 langkah sampai menemukan pasangan yang

berbeda. Siswa yang berada dilingkaran dalam berputar sebanyak tiga kali begitu

pula siswa yang berada dilingkaran luar.

3. Kegiatan penutup

Pada kegiatan penutup ini guru model menginformasikan kepada siswa

untuk mempersentasikan tentang sepuluh destinasi wisata di Indonesia yang

menjadi prioritas pemerintah sekarang yang ada dikartu siswa yang dipegang.

Siswa bernama Risardi mempersentasiskan sepuluh destinasi wisata tesebut yakni

Candi Borobudur, Mandalika-Labuan Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung

Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai,

dan Tanjung Layang. Selanjutnya guru model mengajak siswa untuk membuat

kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari, setelah itu guru model meminta

salah satu siswa untuk mempersentasikan tujuan pembelajaran yang telah dicapai

didepan kelas. Guru sebelum menutup pelajaran menginformasikan kepada siswa

setelah istrahat jam ke 7-8 akan diadakan tes hasil belajar. Kemudian guru

menutup pelajaran mengucapkan salam dan berdoa.

e) Pertemuan kelima

Pada pertemuan kelima ini masih tetap dilaksanakan pada hari Sabtu

tanggal 18 Februari 2017 jam 10.40-12.00, pada pertemuan tahapan kelima ini

guru model melakukan kegiatan posttest siklus II dengan bentuk soal pilihan
113

ganda sebanyak 20 nomor dan soal uraian sebanyak 5 nomor sehingga berjumlah

25 nomor soal. Dalam kegiatan tes hasil belajar siswa berjalan lancar dan nyaman

dengan waktu yang sudah ditentukan selama 60 menit.

Gambar: 4.12. Siswa mengerjakan posttest siklus II

Setelah mengumpulkan tes hasil belajar siswa, guru model memotivasi

siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar. Selanjutnya guru menginformasikan

kepada siswa bahwa hasil nilai belajar akan saya serahkan kepada guru

pengampuh mata pelajaran IPS yaitu bapak Kasmin. Kemudian guru model

mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan salam dan berdoa.

3) Pengamatan/Observasi

Pengamatan atau observasi yang dilakukan selama kegiatan proses

pembelajaran berlangsung menggunakan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz

trade dan inside-outside circle dalam setiap pertemuannya selalu diamati oleh

observer. Observer yang mengamati kegiatan proses pembelajaran selama

berlangsung ada dua orang guru dalam melakukan pengamatan dengan

menggunakan lembar observer pengamatan guru dan siswa. Dua orang observer
114

tersebut mengisi lembar pengamatan keterlaksanaan model pembelajaran

kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle sesuai ketepatan guru dalam

melaksanakan proses pembelajaran dalam RPP dan siswa selama proses

pembelajaran berlangsung.

a) Observasi Proses Pembelajaran Guru

Observasi dalam keterlaksanaan proses pembelajaran guru dalam

menerapkan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle yang dibantu

oleh dua observer berdasarkan Lampiran 20 dapat dilihat hasilnya pada tabel

berikut ini:

Tabel 4.11. Hasil Keterlakasanaan Proses Pembelajaran Guru Siklus II

Nilai Persentase %
Kegiatan Proses Skor Observer I Observer II
No.
Pembelajaran Maksimal Rerata Rerata
% %
Nilai Nilai
1. Kegiatan Pendahuluan 16 3,7 92,19 3,5 87,50
2. Kegiatan Inti 40 3,8 95,00 3,8 94,38
3. Kegiatan Penutup 12 3,8 95,83 3,8 95,83
Jumlah 68 3,77 94,34 3,70 92,57
Persentase 94,34 92,57
Total Persentase 93,45 %
Kriteria Sangat Baik
Sumber: Olahan Data

Berdasarkan tabel 4.11 ditarik kesimpulan bahwa persentase skor dari

observer I sebesar 94,34% dengan kriteria sangat baik, observer II sebesar 92,57%

dengan kriteria sangat baik. Sehingga hasil pengamatan oleh kedua observer pada

kegiatan pelaksanaan proses pembelajaran dari pertemuan pertama sampai ke

empat yang dilakukan oleh guru model dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan

proses pembelajaran sebesar 93,45% dengan kriteria Sangat baik.


115

b) Observasi Proses Pembelajaran Siswa

Observasi dalam keterlaksanaan proses pembelajaran oleh siswa dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside

circle yang dibantu oleh dua observer berdasarkan Lampiran 21 dapat dilihat

hasilnya pada tabel berikut ini:

Tabel 4.12. Hasil Keterlakasanaan Proses Pembelajaran Siswa Siklus II

Nilai Persentase %
Kegiatan Proses Skor Observer I Observer II
No.
Pembelajaran Maksimal Rerata Rerata
% %
Nilai Nilai
1. Kegiatan Pendahuluan 16 3,5 87,50 3,4 85,94
2. Kegiatan Inti 40 3,8 95,63 3,8 93,75
3. Kegiatan Penutup 12 3,9 97,92 3,8 93,75
Jumlah 68 3,75 93,68 3,65 91,15
Persentase 93,68 91,15
Total Persentase 92,41 %
Kriteria Sangat Baik
Sumber: Olahan Data

Berdasarkan tabel 4.12 dapat ditarik kesimpulan bahwa persentase skor

dari observer I sebesar 93,68% dengan kriteria sangat baik, observer II sebesar

91,15% dengan kriteria sangat baik. Sehingga hasil pengamatan oleh kedua

observer pada kegiatan pelaksanaan proses pembelajaran dari pertemuan pertama

sampai ke empat yang dilakukan oleh siswa dapat disimpulkan bahwa

keterlaksanaan proses pembelajaran sebesar 92,41% dengan kriteria Sangat baik.

c) Hasil Belajar

Hasil belajar dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti

diukur dengan menggunakan ranah kognitif C1 sampai C3. Bentuk soal yang

digunakan adalah pilihan ganda sebanyak 20 nomor dan uraian sebanyak 5 nomor,

sehingga berjumlah 25 nomor. Hasil belajar diukur berdasarkan nilai posttest yang
116

diperoleh siswa, penilaian posttest dilakukan diakhir siklus dalam hal ini kegiatan

tes dilakukan pada pertemuan ke lima.

Hasil belajar siswa secara individu dikatakan tuntas apabila telah

mencapai KKM yakni sebesar 70. Sedangkan untuk penilaian secara klasikal

pembelajaran dikatakan berhasil apabila 85% dari keseluruhan siswa di kelas

tersebut mencapai nilai 70. Nilai hasil belajar pada siklus II dapat dilihat pada

Lampiran 32. Secara ringkas data hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat

pada tabel 4.13 berikut ini:

Tabel 4.13. Hasil Belajar Siswa Siklus II

Persentase
No. Rentang Nilai Jumlah Siswa Ketuntasan
%
1. 70 sampai 100 18 90,00% Tuntas
2. 70 2 10,00% Tidak Tuntas
Jumlah 20 100%
Sumber: Olahan Data

Berdasarkan tabel 4.13 diatas menunjukkan bahwa dari 20 siswa terdapat

18 siswa yang tuntas hasil belajarnya dan 2 siswa yang tidak tuntas hasil belajar.

Secara klasikal ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus II sebesar 90% sehinga

dapat dikatakan bahwa kelas VIII tuntas atau berhasil dalam proses tes hasil

belajarnya di atas 85%.

d) Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa

Hasil keterampilan berkomunikasi siswa dalam penelitian tindakan kelas

ini yakni peneliti mengukur dengan menggunakan lembar observasi keterampilan

komunikasi siswa. Peneliti bekerjasama dengan observer sebagai tim penilai

keterampilan berkomunikasi siswa. Observer berdasarkan pengamatan yang

dilakukan mengamati aktivitas keterampilan komunikasi siswa selama proses


117

pembelajaran berlangsung pada siklus I dari pertemuan I sampai IV. Berikut data

hasil keterampilan berkomunikasi siswa dapat dilihat Lampiran 45. Data hasil

keterampilan berkomunikasi siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut

ini:

Tabel 4.14. Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus II

Rata- Persentase
No. Aspek Penilaian Jumlah Kriteria
rata %
1. Keterbukaan 92 3,68 92,08 Sangat Baik
2. Empati 85 3,41 85,21 Sangat Baik
3. Sikap Mendukung 76 3,04 75,94 Baik
4. Sikap Positif 79 3,15 78,85 Baik
5. Kesetaraan 88 3,53 88,13 Sangat Baik
Jumlah 84 3,36 84,04 Sangat Baik
Total Persentase 84,04 Sangat Baik
Sumber: Olahan Data

Dari tabel 4.14 di atas menunjukkan bahwa keterampilan berkomunikasi

siswa dari aspek penilaian keterbukaan secara persentase sebesar 92,08% berada

pada kriteria sangat baik, aspek empati sebesar 85,21% berada pada kriteria sangat

baik, aspek sikap mendukung sebesar 75,94% berada pada kriteria baik, aspek

sikap positif sebesar 78,85% berada pada kriteria baik, aspek kesetaraan sebesar

88,13% berada pada kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa total

persentase keterampilan berkomunikasi siswa pada siklus II dengan penerapan

model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle sebesar

84,04% berada pada kriteria Sangat Baik.

Tabel 4.15. Hasil Perolehan Siswa Dalam Keterampilan Berkomunikasi Siklus II


No. Rentang Nilai Kriteria Jumlah Siswa Persentase
1. 81% - 100% Sangat Baik 17 85%
2. 61% - 80% Baik 3 15%
3. 41% - 60% Cukup - -
4. 21% - 40% Kurang - -
5. 0% - 20% Sangat Kurang - -
Jumlah 20 100%
Sumber: Olahan data
118

Berdasarkan Tabel 4.15 di atas dapat diketahui bahwa kriteria

keterampilan berkomunikasi siswa pada siklus II dengan kriteria sangat baik

sebanyak 17 siswa atau sebesar 85%, sedangkan kriteria baik sebanyak 3 siswa

atau sebesar 15%.

e) Catatan Lapangan

Catatan lapangan yang diberikan dari kedua observer pada kegiatan

pembelajaran siklus II dapat disimpulkan sebagai berikut:

Proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan siswa terlaksana

dengan sangat baik sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran.

Siswa sudah paham dan tidak kebingungan lagi dalam melakukan permainan

model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle.

Guru model sudah dapat mengatur waktu dengan tepat.

Siswa merespon baik perintah guru.

Guru bersama-sama siswa aktif dalam bertanya.

Guru memberikan motivasi yang baik kepada siswa sehingga semangat

belajar.

4) Refleksi

Berdasarkan data-data yang diperoleh peneliti dan observer di lapangan

pada tindakan siklus II, maka dapat direfleksikan sebagai berikut:

a) Hasil observasi keterlaksanaan proses pembelajaran oleh guru pada siklus II

berada pada kriteria sangat baik sebesar 93,45%, dan telah memenuhi kriteria

keberhasilan yang telah ditetapkan karena berada pada kriteria Sangat Baik.
119

b) Hasil observasi keterlaksanaan proses pembelajaran oleh siswa pada siklus II

berada pada kriteria sangat baik sebesar 92,41%, dan telah memenuhi kriteria

keberhasilan yang telah ditetapkan karena berada pada kriteria Sangat Baik.

c) Hasil postest pada siklus II menunjukkan ketuntasan klasikal sudah diatas

85% yakni sebesar 90% yang tuntas atau sebanyak 18 sehingga pemberian

tindakan sudah tercapai pada siklus II saja.

d) Hasil keterampilan berkomunikasi siswa pada siklus II ini sebesar 84,04% dan

berada pada kriteria sangat baik, persentase ketercapaian tersebut sudah

memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 81% dengan

kriteria Sangat Baik.

Tabel 4.16. Hasil Analisa Keberhasilan Siklus II


Kriteria Hasil
No Aspek yang dinilai Keterangan
Keberhasilan Siklus II
1. Keterlaksanaan proses pembelajaran guru 81% 93,45% Tercapai
2. Keterlaksanaan proses pembelajaran siswa 81% 92,41% Tercapai
3. Hasil belajar (postest) >85% 90,00% Tercapai
4. Hasil keterampilan berkomunikasi siswa 81% 84,04% Tercapai
Sumber: Olahan data

Jadi berdasarkan uraian refleksi tersebut dapat disimpulkan bahwa

pembelajaran pada siklus II telah memenuhi kriteria keberhasilan, terlihat pada

Tabel 4.16 di atas yang menunjukkan bahwa keterlaksanaan proses pembelajaran

guru sebesar 93,45%, keterlaksanaan proses pembelajaran siswa sebesar 92,41%,

hasil belajar siswa sebesar 90%, dan hasil keterampilan berkomunikasi siswa

sebesar 84,05% dengan kriteria tercapai.

B. Temuan Penelitian

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan penerapan model

pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle di SMP Negeri


120

Satu Atap Melai One kelas VIII telah dilakukan peneliti dan dibantu oleh 2 orang

observer dalam pengambilan data yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan

lima kali pertemuan setiap siklusnya ditemukan beberapa hal sebagai berikut:

1. Temuan Penelitian Siklus I

a) Keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa pada

kegiatan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran

kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle yang dilaksanakan

pada siklus I masih termasuk dalam kriteria baik dengan persentasi rata-

rata mencapai 80,09% pada keterlaksanaan proses pembelajaran oleh guru

dan sebesar 77,99% pada keterlakasanaan proses pembelajaran oleh siswa.

walaupun kriteria yang diperoleh dalam siklus I termasuk dalam kriteria

baik namun belum berhasil karena hasil yang diperoleh belum mencapai

kriteria ketercapaian keberhasilan yang telah ditentukan dalam penelitian

ini.

b) Hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif

quiz-quiz trade dan inside-outside circle secara klasikan ketuntasan

belajarnya sebesar 45% atau sebanyak 9 siswa yang tuntas, namun hasil ini

juga masih dibawah kriteria ketercapaian yang telah ditetapkan karena

masih di bawah 85% ketuntasan klasikalnya.

c) Hasil keterampilan berkomunikasi siswa yang diukur berdasarkan aspek

penilaian keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan

kesetaraan diperoleh persentase rata-rata sebesar 75,52% dengan kriteria


121

baik. Namun hal ini belum dianggap berhasil karena belum memenuhi

kriteria ketercapaian yang telah ditetapkan dalam penelitian ini.

d) Pada kegiatan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran

kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle siklus I masih

ditemukan beberapa kendala pada siswa yang masih ragu dan malu bila

bertanya kepada pasangannya menggunakan kartu soal jawaban.

e) Pada penerapan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif quiz-quiz

trade pertemuan pertama dan ketiga, siswa selalu lupa mengangkat

tanggannya pada saat selesai bertanya menggunakan kartu soal jawaban

bersama pasangannya sehingga guru selalu mengingatkan, sedangkan

penerapan model inside-outside circle pada pertemuan kedua dan keempat

siswa dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari pasangannya masih

sering bergurau atau bermain serta pada saat berputar searah jarum jam

dengan intruksi guru siswa selalu menemukan pasangan yang sama

sehingga guru mengulanginya.

2. Temuan Penelitian Siklus II

a) Keterlaksanaan proses pembelajaran pada penerapan model pembelajaran

kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle siklus II diperoleh data

keterlaksanaan pembelajaran oleh guru persentasenya rata-rata sebesar

93,45% dengan kriteria sangat baik. Persentase yang diperoleh telah

memenuhi kriteria ketercapaian keberhasilan yang telah ditetapkan.

b) Keterlaksanaan proses pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-

outside circle pada siklus II data keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa


122

diperoleh data rata-rata persentasenya sebesar 92,41% dengan kriteria

sangat baik telah memenuhi kriteria ketercapaian keberhasilan.

c) Penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-

outside circle dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri Satu

Atap Melai One kelas VIII. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian hasil

belajar yang diperoleh pada siklus II sebesar 90% atau 18 siswa tuntas dan

10% atau 2 siswa yang tidak tuntas. Hal tersebut diketahui bahwa proses

pembelajaran penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade

dan inside-outside circle berhasil karena memenuhi kriteria ketuntasan

klasikal berada diatas 85% dalam hasil belajar siswa.

d) Penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-

outside circle dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa

terbukti dengan diperolehnya rata-rata persentase keterampilan

berkomunikasi siswa sebesar 84,04 dengan kriteria sangat baik dan telah

memenuhi kriteria ketercapaian keberhasilan peneliti.

e) Temuan lain dalam siklus II ini siswa menjadi terbiasa dan tidak malu atau

ragu dalam melakukan kegiatan proses pembelajaran kooperatif quiz-quiz

trade apabila mengangkat tangan setelah selesai bertanya dan menjawab

pada pasangannya, sedangkan inside-outside circle siswa tidak bergurau

dan bermain dalam menjawab pertanyaan dari pasangannya sehingga

siswa dapat serius dan percaya diri dalam permainan tersebut. Siswa

sesuai intruksi guru dalam berputar searah jarum jam sudah menemukan
123

pasangan yang tepat. Guru telah berhasil dalam melaksanakan proses

pembelajaran sesuai waktu yang tertuang dalam RPP.

3. Temuan Lengkap

Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan dan analisis data yang diperoleh

selama pelaksanaan tindakan pada siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa terjadi

perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru, siswa

serta hasil belajar dan keterampilan berkomunikasi siswa.

a. Keterlaksanaan proses pembelajaran oleh guru dan siswa

Keterlaksanaan proses pembelajaran menggunakan model kooperatif quiz-

quiz trade dan inside-outside circle oleh guru dan siswa yang diamati oleh

observer pada siklus I berdasarkan pada Lampiran 18, 19 dan siklus II

berdasarkan pada Lampiran 20, 21 yang menunjukkan adanya peningkatan.

Peningkatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini:

Tabel 4.17. Hasil Peningkatan Keterlaksanaan Proses Pembelajaran Oleh Guru dan Siswa
pada Siklus I dan II
No Pengamatan Siklus I Siklus II Peningkatan
1. Keterlaksanaan proses pembelajaran guru 80,09% 93,45% 13,36%
2. Keterlaksanaan proses pembelajaran siswa 77,99% 92,41% 14,42%
Sumber: Olahan data

Agar lebih jelasnya peningkatan hasil temuan penelitian keterlakasanaan

proses pembelajaran oleh guru dan siswa pada siklus I dan siklus II dapat dilihat

pada grafik beriku ini:


124

Siklus I Siklus II

93.45% 92.41%
100.00% 80.09% 77.99%

80.00%

60.00%

40.00%

20.00%

0.00%
Keterlaksanaan Proses Keterlaksanaan Proses
Pembelajaran Oleh Guru Pembelajaran Oleh Siswa

Grafik 4.1. Keterlaksanaan Proses Pembelajaran Oleh Guru dan Siswa

Berdasarkan tabel 4.17 dan grafik 4.1 temuan hasil penelitian keterksanaan

proses pembelajaran oleh guru dan siswa pada siklus I dan siklus II terlihat jelas

adanya peningkatan. Peningkatan hasil keterlaksanaan proses pembelajaran oleh

guru yaitu pada siklus I diperoleh persentase sebesar 80,09% sedangkan pada

siklus II diperoleh persentase sebesar 93,45%, maka peningkatan yang terjadi

sebesar 13,36%. Peningkatan keterlaksanaan proses pembelajaran oleh siswa pada

siklus I diperoleh persentase sebesar 77,99% sedangkaan pada siklus II diperoleh

persentase sebesar 92,41% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 14,42%.

b. Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar dinilai berdasarkan nilai dari pretest sebelum tindakan

Lampiran 26 dan posttest disetiap akhir siklus setelah di lakukan proses

pembelajaran. Hasil posttest tersebut peneliti menemukan adanya proses

peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil data nilai postest
125

siklus dapat dilihat pada Lampiran 29 dan hasil data nilai postest siklus II pada

Lampiran 32, berikut tabel peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II:

Tabel 4.18. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I dan Siklus II

Pretest Siklus I Siklus II Peningkatan


No Rentang Nilai Ket
% % % %
Siswa Siswa Siswa Siswa
1. 70 sampai 100 0 0% 9 45% 18 90% 9 45% Tuntas
2. <70 20 100% 11 55% 2 10% Tidak
Tuntas
Jumlah 20 100% 20 100% 20 100%
Sumber: Olahan data

Untuk mengetahui lebih jelas perkembangan peningkatan hasil belajar

siswa pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada grafik berikut ini:

Tuntas Tidak Tuntas

100.00% 90.00%
90.00%
80.00%
70.00%
55.00%
60.00%
45.00%
50.00%
40.00%
30.00%
20.00% 10.00%
10.00% 0.00%0.00%
0.00%
Preetest Siklus I Siklus II

Grafik 4.2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa dari Preetest, Siklus I dan Siklus II

Dari grafik dan tabel diatas dapat diketahui hasil besaran peningkatan hasil

belajar siswa kelas VIII adalah pada hasil preetest siswa tidak ada yang tuntas,

pada siklus I siswa yang tuntas sebesar 45% atau 9 siswa sedangkan pada siklus II

sebesar 90% atau sebanyak 10 siswa ini menandakan terjadinya peningkatan hasil

belajar siswa sebesar 45% atau ada penambahan peningkatan sebanyak 9 siswa

yang tuntas.
126

c. Keterampilan Berkomunikasi Siswa

Keterampilan berkomunikasi siswa diukur berdasarkan hasil observasi

yang dilakukan oleh observer pada setiap pertemuan siklus I dan siklus II yang

dapat dilihat pada Lampiran 39 dan Lampiran 45 terjadi peningkatan seperti data

yang ditunjukkan pada tabel berikut dibawah ini:

Tabel 4.19. Peningkatan Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pada Siklus I dan
Siklus II
No. Aspek Penilaian Siklus I Siklus II Peningkatan
1. Keterbukaan 85,21% 92,08%
73,96% 85,21% 6,87%
2. Empati 11,25%
60,00% 75,94%
3. Sikap Mendukung 15,94%
74,38% 78,85% 4,47%
4. Sikap Positif
5. Kesetaraan 88,13% 4,07%
84,06%
84,04%
Rata-rata 75,52% 8,52%
Sumber: Olahan data

Untuk mengetahui lebih jelasnya peningkatan hasil keterampilan

berkomunikasi siswa pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada grafik berikut

ini:

Siklus I Siklus II

100.00% 92.08%
85.21% 85.21% 88.13%
90.00% 84.06%
75.94% 78.85%
73.96% 74.38%
80.00%
70.00% 60.00%
60.00%
50.00%
40.00%
30.00%
20.00%
10.00%
0.00%

Grafik 4.3. Keterampilan Berkomunikasi Siswa Pada Siklus I dan Siklus II


127

Berdasarkan tabel 4.19 dan grafik 4.3 temuan penelitian keterampilan

berkomunikasi siswa pada siklus I dan siklus II yakni sebagai berikut: aspek

penilaian keterbukaan siklus I sebesar 85,21% dan siklus II sebesar 92,08%,

mengalami peningkatan sebesar 6,87%. Aspek penilaian empati siklus I sebesar

73,96% dan siklus II sebesar 85,21% mengalami peningkatan sebesar 11,25%.

Aspek penilaian sikap mendukung siklus I sebesar 60,00% dan siklus II sebesar

75,94% mengalami peningkatan sebesar 15,94%. Aspek penilaian sikap positif

siklus I sebesar 74,38% dan siklus II sebesar 78,85% mengalami peningkatan

sebesar 4,47%. Aspek penilaian kesetaraan siklus I sebesar 84,06% dan siklus II

sebesar 88,13% yang mengalami peningkatan sebesar 4,07%.


128

BAB V

PEMBAHASAN

A. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade dan Inside-

Outside Circle pada Pelajaran IPS Siswa Kelas VIII

Model pembelajaran quiz-quiz trade dan inside-outside circle merupakan

model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Kagan & Kagan. Seperti

model pembelajaran kooperaif lainnya model pembelajaran quiz-quiz trade dan

inside-outside circle merupakan pembelajaran berkelompok yang berpasangan-

pasangan dan lingkaran menggunakan kartu soal jawaban. Pembelajaran

kooperatif dapat didefinisikan sebagai metode mengajar yang melibatkan siswa

dalam proses belajar untuk memahami dan belajar isi subjek (Slavin, 2011).

Dalam pelaksanaan kedua pembelajaran kooperatif tersebut melibatkan keaktifan

siswa dalam belajar, sehingga dapat menimbulkan sikap keterampilan sosial,

meningkatkan interpersonal skill, menimbulkan rasa kekompakan dalam

berinteraksi sehingga menjalin kerjasama dalam bertukar informasi antar sesama

siswa.

Menurut Suprijono (2010) menyatakan bahwa untuk mencapai hasil yang

maksimal ada lima unsur dalam model pembelajaran kooperatif yaitu (1) positif

interdependence (saling ketergantungan positif) (2) personal responsibility

(tanggung jawab perseorangan); (3) face to face promotive interaction (interaksi

promotif); (4) interpersonal skill (komunikasi antar anggota) dan; (5) group

128
129

processing (pemrosesan kelompok). Model pembelajaran kooperatif dapat

menumbuhkan pembelajaran efektif yaitu pembelajaran yang bercirikan: 1)

memudahkan siswa belajar sesuatu yang bermanfaat seperti fakta, keterampilan,

nilai, konsep, dan bagaimana hidup serasi dengan sesama; dan 2) pengetahuan,

nilai dan keterampilan diakui oleh mereka yang berkompeten menilai.

Menurut Soetjipto (2010: 201) model pembelajaran quiz-quiz trade ini

menekankan kepada siswa agar bagaimana untuk saling bertukar informasi,

membangun pengetahuan dan mengajarkan sesuatu kepada orang lain, sehingga

siswa diharapkan lebih banyak menyerap materi. Sementara menurut Suyatno

(2009: 69) model pembelajaran inside-outside circle adalah model pembelajaran

dengan sistem lingkaran kecil dan lingkaran besar dimana siswa saling membagi

informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan

singkat dan teratur. Dalam penerapam model pembelajaran quiz-quiz trade dan

inside-outside circle di SMP Negeri Satu Atap Melai One peneliti membagi siswa

menjadi dua kelompok ada kelompok A (atas) dan kelompok B (bawah)

berdasarkan kemampuan akademik siswa setelah dilakukan pretest.

Penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-

outside circle di SMP Negeri Satu Atap Melai One dilakukan dalam dua siklus

yang setiap siklusnya terdiri dari empat kali pertemuan. Penerapan model

pembelajaran quiz-quiz trade dilaksanakan pada pertemuan pertama dan ketiga

sedangkan model pembelajaran inside-outside circle dilaksanakan pada pertemuan

kedua dan keempat. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran untuk mengetahui

ketepatan penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-


130

outside circle digunakan lembar observasi ketepatan keterlaksanaan proses

pembelajaran oleh guru dan siswa yang diamati oleh dua orang guru observer.

Pada penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-

outside circle siklus I masih banyak mengalami kelemahan disebabkan karena:

pada penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade pertemuan

pertama dan ketiga, siswa masih malu dan ragu bila bertanya kepada pasangannya

menggunakan kartu, siswa selalu lupa mengangkat tangan apabila sudah selesai

bertanya kepada pasangannya. Sedangkan penerapan model pembelajaran

kooperatif inside-outside circle pada pertemuan kedua dan ketiga, siswa selalu

bergurau dan bermain, siswa pada saat berputar searah jarum jam masih selalu

menemukan pasangan yang sama, guru kesulitan mengatur waktu pada saat

kegiatan pembelajaran sesuai RPP. Hal ini menyebabkan hasil keterlaksanaan

proses pembelajaran quiz-quiz trade dan inside-outside circle belum mencapai

kriteria ketercapaian keberhasilan karena dibawah 81% yakni sebesar 80,09%

untuk keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan sebesar 77,99% untuk

keterlaksanaan proses pembelajaran oleh siswa.

Setelah diadakan refleksi dan perbaikan pada siklus II diperoleh

peningkatan pelaksanaan proses pembelajaran oleh guru yakni sebesar 93,45%

dengan kriteria sangat baik dan sebesar 92,41% pada pelaksanaan proses

pembelajaran oleh siswa. Sejalan dengan hasil penelitian Wahyu (2015)

menyatakan bahwa permasalahan tersebut sudah bisa diatasi pada siklus II

sehingga pembelajaran bisa berjalan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan.

Perbaikan yang dilakukan pada siklus II ini adalah guru dalam proses
131

pembelajaran telah berhasil dalam melaksanakan proses pembelajaran sesuai

waktu yang tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, siswa menjadi

terbiasa dan tidak malu atau ragu dalam melakukan kegiatan pembelajaran

kooperatif quiz-quiz trade apabila mengangkat tangan setelah selesai bertanya dan

menjawab pada pasangannya, selanjutnya model inside-outside circle siswa tidak

bergurau dan bermain dalam menjawab pertanyaan dari pasangannya sehingga

siswa dapat serius dan percaya diri dalam bekerja sama dengan kelompoknya.

Siswa berinteraksi dengan pasangannya, berbagi informasi dan memberikan

pujian terhadap temannya sehingga dapat meningkatkan keterampilan sosial.

Siswa sesuai intruksi guru dalam berputar searah jarum jam sudah menemukan

pasangan yang tepat. Siswa bekerja dalam kelompok sangat kooperatif, membantu

satu sama lain untuk melakukan lebih baik selama aktivitas kelas (Gull & Shehzad

2015: 252). Bahan inti pembelajaran kooperatif adalah siswa yang bekerja dalam

kelompok, mencoba untuk mencapai target bersama, sehingga menambah nilai

keberhasilan kelompok. Komponen ini membantu siswa dalam banyak cara lain,

misalnya, dalam meningkatkan konsep-konsep diri mereka, kepercayaan diri

(Zakaria, Solfotri, Daud, & Abidin 2013: 100) pemolesan keterampilan sosial dan

partisipasi kelas meningkat. Guru sebagai pendidik memberikan perhatian kepada

siswa dengan cara memotivasi, mendidik agar pembelajaran yang dilakukan

berjalan dengan maksimal. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Khakiim, Degeng

& Widiati (2016: 1732) menyatakan bahwa guru memotivasi dengan

menunjukkan kehangatan dan antusias saat berkomunikasi dan berinteraksi

dengan siswa.
132

Terkait dengan temuan di atas sesuai dengan pendapat Kagan & Kagan

(2009) yang menyatakan bahwa model pembelajaran quiz-quiz trade memiliki

beberapa fungsi khusus yaitu classbuilding, sosial skills, knowledgebuilding,

procedure learning sedangkan inside-outside circle mempunyai fungsi

classbuilding, social skills, knowledgebuilding, dan thinking skills. Pendapat lain

Jerolimek & Parker dalam Isjoni (2012) keunggulan dalam pembelajaran kooperatif

adalah: 1) saling ketergantungan positif; 2) adanya pengakuan dalam merespon

perbedaan individu; 3) siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas;

4) suasana kelas yang rileks dan tenang; 5) terjadinya hubungan yang hangat dan

bersahabat antara siswa dan guru; dan 6) memiliki banyak kesempatan untuk

mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan. Sejalan dengan Tran

(2014: 131) Pembelajaran kooperatif terdiri dari lima elemen dasar: ketergantungan

positif, promosi interaksi, individu akuntabilitas pengajaran keterampilan

interpersonal dan sosial, dan kualitas pengolahan kelompok.

Selain itu hasil penelitian Yudiana (2013) menyatakan bahwa

keterlaksanan model pembelajaran oleh guru dan siswa termasuk kategori baik

dan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, guru mengelola kelas dan

waktu yang baik sehingga waktu dalam pembelajaran lebih efektif karena

melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran.


133

B. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade dan Inside-

Outside Circle dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas

VIII

Hasil belajar siswa yang diukur dalam penelitian ini adalah hasil belajar

siswa dalam ranah kognitif dengan tingkatan C1, C2 dan C3 yang dibuat oleh

peneliti mengacu pada buku kurikulum 2013 kelas VIII semester 2 dari

kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Instrumen tes hasil belajar siswa dibuat

oleh peneliti berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda dan uraian berjumlah 25

soal. Adapun syarat kriteria ketuntasan minimal (KKM) siswa adalah sebesar 70,

sedangkan ketuntasan klasikal adalah 85%. Peningkatan hasil belajar siswa

dapat dilihat dari perkembangan hasil skor tes siswa pada setiap akhir siklus. Pada

proses pembelajaran penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade

dan inside-outside circle membuktikan bahwa hasil belajar siswa mengalami

peningkatan dari siklus I ke siklus II yang diperoleh dari hasil tes akhir yang

diberikan pada siswa, disetiap akhir siklus terdapat 20 siswa dengan KKM 70.

Pada hasil pretest siswa diketahui bahwa siswa tidak anda yang tuntas.

Pada siklus I terdapat 9 siswa yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan siswa

yang belum mencapai ketuntasan belajar 11 siswa. Dilihat dari kriteria

keberhasilan hasil belajar siswa pada siklus I tersebut siswa belum berhasil karena

siswa yang tuntas masih dibawah kriteria yang ditentukan. Tapi dibandingkan

hasil belajar pretest jumlah siswa yang tuntas pada siklus I sudah meningkat 45%.

Pada siklus II ketuntasan hasil belajar siswa yang mencapai nilai KKM

sebanyak 18 siswa atau sebesar 90%, sedangkan yang belum mencapai nilai KKM
134

sebanyak 2 siswa. dilihat dari kriteria keberhasilan siklus II ketuntasan hasil

belajar yang tuntas belajar sudah berhasil melampaui kriteria ketuntasan

keberhasilan siklus yang telah ditentukan. Dengan demikian hasil belajar yang

dicapai siswa dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil

analisis tersebut dapat diketahui, bahwa pembelajaran dengan penerapan model

kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle dapat meningkatkan hasil

belajar siswa pelajaran IPS kelas VIII.

Menurut Gagne (dalam Aunurrahman, 2009) mengemukakan bahwa ada

lima perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar yaitu: 1) kecakapan

intelektual (intelectual skills); 2) informasi verbal (verbal information); 3) model

kognitif (cognitive models); 4) sikap (attitude); 5) kecakapan motorik (motor

skills). Perubahan yang terjadi pada siswa akibat proses pembelajaran terlihat dari

hasil belajar siswa. untuk melihat perubahan siswa tersebut dilihat dari proses

pengukuran yang dilakukan dengan cara memberikan preetest sebelum tindakan

pembelajaran dan tes akhir setelah pelaksanaan tindakan.

Keberhasilan hasil belajar siswa tersebut dikarenakan siswa secara

antusias belajar dan mengusai materi pelajaran dengan menggunakan model quiz-

quiz trade dan inside-outside circle yang terjadi pada siklus II sehingga terjadi

peningkatan. Siswa juga menunjukkan prestasi yang baik dalam pelajaran IPS

setelah guru memberikan tes. Selama pelaksanaan tindakan guru memberikan

motivasi dan arahan serta bimbingan selama proses pembelajaran berlangsung

agar siswa mendapatkan nilai yang baik. Usaha siswa untuk mendapatkan nilai

yang baik adalah dengan sungguh-sunggu dan rajin belajar sehingga tujuan
135

pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. Sejalan dengan penelitian yang

dilakukan oleh Nurhaniyah, Soetjipto & Hanurawan (2015: 168) menjelaskan

bahwa siswa ingin mendapatkan nilai yang baik karena mereka ingin menjadi

lebih mahir pada pelajaran IPS, dan menganggap bahwa IPS berguna bagi

kehidupan mereka. Alasan siswa di atas mengindikasikan keinginan yang kuat

untuk menjadi yang terbaik. Untuk mewujudkan prestasi diperlukan kemampuan

dalam penguasaan materi pelajaran. Upaya yang dilakukan oleh siswa untuk

mendapatkan nilai yang baik adalah dengan rajin belajar, berusaha dan berdoa.

Sikap dan upaya siswa di atas patut diapresiasi bahwa mereka telah memiliki

kepedulian untuk tetap belajar.

Menurut Sanjaya (2014) menyatakan bahwa belajar itu tidak dilakukan

dengan menghafal informasi atau fakta, tetapi belajar adalah melakukan atau

mendapatkan pengalaman sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Sejalan dengan

ungkapkan oleh Sumartono (2007) mengemukakan bahwa hasil belajar atau

prestasi belajar adalah suatu nilai yang menunjukan hasil tertinggi dalam belajar,

yang dicapai menurut kemampuan anak dalam mengerjakan sesuatu pada saat

tertentu. Hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif quiz-

quiz trade dan inside-outside circle SMP Negeri Satu Atap Melai One Kelas VIII

dilihat dari hasil prolehan hasil belajar pada siklus I sebesar 45% yang tuntas dan

semakin meningkat pada siklus II sebesar 90% siswa yang tuntas dalam belajar.

Beberapa hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penerapan

model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside circle dapat

meningkatkan hasil belajar. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Wahyu (2015)
136

Kolaborasi Pembelajaran Kooepratif Tipe Quiz-Quiz Trade dan Fan N Pick Untuk

Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri

3 Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada

siklus I ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 75% sedangkan pada siklus II

ketuntasan hasil belajar siswa 83,33% mengalami peningkatan sebesar 8,33%.

C. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Quiz-Quiz Trade dan Inside-

Outside Circle dapat Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Siswa

pada Pelajaran IPS Kelas VIII

Instrumen untuk mengetahui keterampilan berkomunikasi siswa dalam

penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside

circle adalah menggunakan lembar observasi. Selama proses pembelajaran

berlangsung terdapat 2 orang guru observer untuk mengamati pelaksanaan

aktivitas keterampilan berkomunikasi siswa dengan menggunakan lembar

observasi keterampilan berkomunikasi siswa yang disediakan.

Dalam lembar observasi keterampilan berkomunikasi siswa terdapat 5

aspek penilaian yang di amati, yakni: 1) keterbukaan (openness), meliputi: siswa

dapat memulai hubungan baru dengan orang lain, siswa dapat menunjukkan

keterbukaan dalam hubungan dengan orang lain, dan siswa dapat menunjukkan

kepercayaan diri kepada orang lain untuk berbagi perasaan dengan menyapa atau

bersalaman; 2) empati (empathy), meliputi: siswa dapat menunjukkan perhatian

kepada orang lain saat berbicara, siswa dapat menjaga perasaan orang lain pada

saat berbicara, dan siswa dapat mengerti keinginan orang lain disaat menerima
137

pertanyaan atau jawaban selama berbicara; 3) sikap mendukung (supportiveness),

meliputi: siswa dapat memberikan penjelasan jika belum bisa menjawab

pertanyaan dengan benar, siswa dapat memberikan penghargaan/pujian terhadap

lawan bicara setelah menjawab pertanyaan dengan benar, dan siswa melakukan

kegiatan secara spontanitas saat berbicara dengan teman; 4) sikap positif

(positiveness), siswa dapat menghargai perbedaan pendapat kepada orang lain saat

bertanya atau menjawab, siswa dapat berpikir positif terhadap orang lain saat

berbicara, dan siswa tidak menaruh curiga secara berlebihan terhadap lawan

bicara; dan 5) kesetaraan (equality), siswa dapat mengakui pentingnya kehadiran

orang lain ditujukan dengan tidak merasa malu, gugup dan gelisah pada saat

berbicara, siswa tidak mendominasi pembicaraan saat berkomunikasi dengan

orang lain, dan siswa dapat berkomunikasi dengan akrab dan nyaman dengan

lawan bicara.

Hasil observasi keterampilan berkomunikasi yang dilakukan oleh dua

pengamat pada siklus I memperolah persentase rata-rata 75,52% dengan kriteria

baik. Sedangkan pada siklus II memperoleh persentase nilai rata-rata 84,04%

dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan pada analisis diatas maka dapat

dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan

inside-outside circle dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa. Hal

tersebut diketahui bahwa siswa tidak merasa canggung dan ragu dalam

menyampaikan jawaban kepada pasangannya, siswa sudah merasa yakin dan

percaya diri atas kemampuan berkomunikasi antar sesama teman menggunakan

kartu, Selain itu juga siswa dapat bekerja sama dalam menyampaikan pesan atau
138

mencari informasi, serta terlibat aktif dalam pembelajaran sehingga dapat

meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa. Sejalan dengan hasil penelitian

yang dilakukan oleh Riyadi, Soetjipto & Amirudin (2016: 94) menyatakan bahwa

siswa dalam kelompoknya berusaha untuk menghubungkan konsep yang telah

dimiliki dan mengembangkan konsep secara mendalam melalui aktivitas

kelompok diskusi, siswa mampu untuk mengkomunikasikan informasi dengan

baik, menyelesaikan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab, siswa saling

membantu satu sama lain untuk menyelesaikan masalah dan saling berbagi materi

dengan teman-temannya, siswa bekerjasama dengan sungguh-sungguh, tidak lagi

bersikap pasif di dalam kelas, setiap masalah diselesaikan di dalam kelompok

dengan cara mengungkapkan pendapat masing-masing.

Keberhasilan peningkatan keterampilan berkomunikasi juga sejalan

dengan teori, DeVito (1997) yang menyatakan bahwa keterampilan komunikasi

interpersonal tidak hanya terbatas pada bagaimana cara menerima dan mengirim

pesan yang baik tetapi lebih dari pada itu bagaimana individu mampu untuk

mewujudkan komunikasi yang harmonis di antara komunikator dan komunikan

sehingga keduanya terlibat dalam komunikasi interpersonal efektif. Sejalan

menurut Liliweri (2014: 359) yang menyatakan bahwa komunikasi merupakan

rangkaian proses pengalihan informasi dari satu orang kepada orang lain dengan

maksud tertentu.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2016) pada siklus I,

keterampilan komunikasi siswa dengan penerapan model pembelajaran TSTS dan

Round Robin diperoleh 74,03% dan telah meningkat secara signifikan pada siklus
139

II sebesar 81,34% mengalami peningkatan sebessar 7,31%, sehingga dapat

disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran TSTS dan Round

Robin dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar IPS siswa

kelas IV SDN Kupang 1 Jabon.


140

BAB VI

PENUTUP

Bab ini berisi simpulan dan saran hasil penelitian yang telah di laksanakan.

Berikut penjelasannya:

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti di SMP Negeri

Satu Atap Melai One dan hasil analisis data dari lembar observasi serta

pembahasan pada bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai

berikut:

1. Penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside

circle dapat meningkatkan pembelajaran guru dan siswa pada pelajaran IPS

kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Melai One terutama pada pelaksanaan

siklus II, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya keterlaksanaan

pembelajaran oleh guru dan siswa. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru

meningkat sebesar 13,36% dari 80,09% pada siklus I menjadi 93,45% pada

siklus II. Keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa meningkat sebesar 14,42%

dari 77,99 pada siklus I menjadi 92,41 pada siklus II. Peningkatan

keterlaksanaan pembelajaran siswa terlihat pada siklus II, dimana siswa tidak

merasa ragu dan malu lagi dalam melaksanakan langkah-langkah penerapan

model quiz-quiz trade dan inside-outside circle di kelas, siswa juga merasa

senang bekerjasama dengan pasangannya dalam menjawab menggunakan

140
141

kartu, siswa berinteraksi dengan pasangannya, berbagi informasi dan

memberikan pujian terhadap temannya sehingga dapat meningkatkan

keterampilan sosial, siswa mulai memperhatikan intruksi guru dalam

melakukan langkah-langkah model pembelajaran tersebut. Sehingga

pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan.

2. Penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside

circle di kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Melai One dapat meningkatkan

hasil belajar IPS. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya hasil belajar pretest

awal siswa sebanyak 20 siswa tidak ada yang tuntas, tetapi pada siklus I

meningkat sebesar 45% dan meningkat lagi pada siklus II sebesar 90% atau

sebanyak 18 siswa tuntas dalam belajar. Dari hasil belajar tersebut dapat

dinyatakan bahwa siswa yang tuntas dan mampu menyerapkan materi dalam

pelaksanaan model pembelajaran quiz-quiz trade dan inside-outside circle

diketahui pada siklus II, hal ini dapat dilihat dari siswa yang mampu

menguasai atau menyerap materi pelajaran yang diberikan oleh guru model

melalui tes.

3. Penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside

circle dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa pada mata

pelajaran IPS. Hasil peningkatan keterampilan berkomunikasi siswa diketahui

dari beberapa aspek penilaian yakni keterbukaan, empati, sikap mendukung,

sikap positif, dan kesetaraan, penilaian tersebut dilakukan oleh observer

sebagai pengamat dalam menilai keterampilan berkomunikasi siswa.

Berdasarkan hasil tersebut perolehan keterampilan berkomunikasi siswa


142

sebesar 75,52% pada siklus I dan mengalami peningkatan menjadi 84,04%

pada siklus II. Peningkatan keterampilan berkomunikasi siswa terlihat pada

saat siswa dalam bertanya atau mencari informasi pada pasangannya

menggunakan kartu soal jawaban sehingga siswa terbiasa dan percaya diri

dalam berinteraksi di dalam kelas.

B. Saran

Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-

outside circle ini dapat optimal dan menunjukkan keterampilan berkomunikasi

dan hasil belajar siswa sehingga disarankan: a) dalam melaksanakan permainan

model quiz-quiz trade dan inside-outside circle ini disarankan siswa mencari

pasangan yang tepat agar tidak kebingungan sehingga pembelajaran yang terjadi

menjadi menarik dan menyenangkan; b) sebaiknya siswa yang kurang respon dan

fokus terhadap penjelasan guru dilakukan pengarahan dan motivasi agar setiap

siswa semangat dalam belajar; c) dalam proses pembelajaran guru harus lebih

detail dalam memperhatikan waktu agar pelaksanaan pembelajaran sesuai RPP; d)

guru memberikan pengarahan agar siswa tidak ragu dalam menjawab pertanyaan

terhadap pasangannya; e) dalam penerapan model inside-outside circle ini

sebaiknya siswa dalam selesai menjawab soal pertanyaan dari pasangannya harus

selalu mengangkat tangan agar diketahui apabila sudah selesai; f) pada penerapan

model inside-outside circle siswa selalu menemukan pasangan yang sama saat

berputar se arah jarum jam sehingga guru mengarahkan; g) dengan adanya

penerapan model pembelajaran kooperatif quiz-quiz trade dan inside-outside

circle ini siswa dapat bermain, bekerjasama, bergotong royong, percaya diri, dan
143

terampil berkomunikasi dalam berbicara atau menyampaikan pendapat yang

sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari mereka.


145

DAFTAR RUJUKAN

Afian, A. 2011. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Kolaboratif Model Quiz-Quiz


Trade dan Team Games Tournament untuk Meningkatkan Hasil Belajar,
Keaktifan Belajar, dan Selft Esteem (Studi Pada
Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang
Jurusan Pendidikan Ekonomi semester genap 2010-2011). Tesis tidak
diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Anderson, L.W. & Krathwol, D.R. 2010. Pembelajaran Pengajaran, dan Asesmen.
Jogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ardina, F.R., & Sadijah, C. 2016. Analisis Lembar Kerja Siswa dalam
Meningkatkan Komunikasi Matematis Tulis Siswa. Pendidikan
Matematika Pascasarjana-Universitas Negeri Malang. Jurnal Pendidikan:
Teori, Penelitian, dan Pengembangan. EISSN: 2502-471X. Volume: 1
Nomor: 2 Bulan Februari Tahun 2016. Halaman: 171180. (Online).
https://scholar.google.co.id/. Diakses tanggal 12 Maret 2017.

Arifin, RM. S.N. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Standup-
Handup-Pairup dan Inside-Outside Circle untuk Meningkatkan Self-
Esteem Serta Hasil Belajar IPS (Studi Pada Siswa kelas VIII oleh A SMP
Negeri 1 Biau, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah). Tesis tidak
diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka


Cipta.

Arikunto, S., Suhardjono & Supandi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
Bumi Aksara.

Arikunto, S. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2. Jakarta: Bumi


Aksara.

Arikunto, S, & Safrudin, C. 2014. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi


Aksara.

Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Cipta.

Cahyo, A.N. 2012. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan
Terpopuler. Yogyakarta: DIVA Pres.

145
146

Davoudi, M.H.A. & Mahimpo. B. 2012. Kagan Cooperative Learning Model: The
Bridge to Foreign Language Learning in the Third Millennium. ISSN
1799-2591 Theory and Practice in Language Studies, Vol. 2, No. 6, pp.
1134-1140, June 2012. Academy Publisher Manufactured in Finland.
(Online). https://scholar.google.co.id/. Diakses tanggal 22 November
2016.

Dipalaya, T., Susilo, H. & Corebima, A.D. 2016. Pengaruh Strategi Pembelajaran
Pdeode (Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain) pada
Kemampuan Akademik Berbeda Terhadap Keterampilan Komunikasi
Siswa. Pendidikan Biologi Pascasarjana-Universitas Negeri Malang.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. Volume: 1
Nomor: 9 Bulan September Tahun 2016 Halaman: 1713-1720. EISSN:
2502-471X. https://scholar.google.co.id/. Diakses tanggal 12 Maret 2016.

Degeng, S.N. 2013. Ilmu Pembelajaran: Klarifikasi Variabel untuk


Mengembangkan Teori dan Penelitian. Bandung: Aras Media Kalam
Hidup.

DeVito, J. 1997. Komunikasi Antar Manusia. Diterjemahkan oleh Maulana Agus.


Jakarta: Profesional Book.

Dewi, F.D.R. 2016. Penerapan Model Pembelajaran TSTS dan Round Robin untuk
Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi dan Hasil Belajar IPS Siswa
Kelas IV SDN Kupang 1 Jabon. Tesis tidak diterbitkan. Malang:
Universitas Negeri Malang.

Fadilla, R., Widiati, U. & Suharmanto. 2016. Senior High School English Teachers
Knowledge and Implementation of Scientific Approach in Malang. Jurnal
Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 1 Nomor: 10
Bulan Oktober Tahun 2016 Halaman: 1904-1916. EISSN: 2502-471X.
Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana-Universitas Negeri Malang.
(Online). https://scholar.google.co.id/. Diakses tanggal 12 Maret 2017.

Gull F., & Shehzad S. (2015). Effects of Cooperative Learning on Students


Academic Achievement. University of the Punjab, Lahore, Pakistan.
Journal of Education and Learning. Vol. 9 (3) pp. 246-255. (Online).
https://scholar.google.co.id/. Diakses tanggal 22 November 2016.

George, J.M. & Jones G.R. 2005. Understanding and managing Organizational
Behavior. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Hanifudin, R. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC)
Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa
Kelas 5 SDN Ketawanggede 2 Kota Malang. (Online),
http://library.um.ac.id/ptk/index.php?mod=detail&id=49017.Diakses
tanggal 4 Mei 2016.
147

Hamalik. 2013. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Hamalik, O. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Heneman III, Herbert G., Judge T.A. & Kammeyer-Mueller John D. 2012. Staffing
Organizations. New York: Mendota House, Inc.

Isjoni. 2010. Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Isjoni. 2012. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi


Antar Peserta Didik. Yogyakarta. Pustaka Belajar.

Kagan, S. & Mc. Kagan. 2009. Kagan Cooperatif Learning. San Clemente: Kagan
Publishing.

Kemmis & Taggart, Mc. 1988. The Action Research Planner. Victoria: Deaklin
University.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Buku Guru. ILMU


PENGETAHUAN SOSIAL. SMP/MTs Kelas VIII. Cetakan ke-I 2014.
Untuk SMP Kelas VIII. Ilmu Pengetahuan Sosial: Buku Guru /
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.

Kunandar. 2013. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai


Pengembangan Profesi Guru. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.

Khakiim, U., Degeng, S.N. & Widiati, U. 2016. Pelaksanaan Membuka dan
Menutup Pelajaran Oleh Guru Kelas 1 Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan:
Teori, Penelitian, dan Pengembangan. Volume: 1 Nomor: 9 Bulan
September Tahun 2016 Halaman: 1730-1734. EISSN: 2502-471X.
Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. (Online).
https://scholar.google.co.id/. Diakses tanggal 12 Maret 2017.

Lie, A. 2005. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperatif Learning di


Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Liliweri, A. 2014. Sosiologi & Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Long, M., Wood C., Littleton K., Passenger T. & Sheehy, K. 2011. The Psychology
of Education. Oxon: Routledge.

Matin, H.Z., Jandaghi, G., Karimi, F.H, & Hamidizadeh, A. 2010. Relationship
between Interpersonal Communication Skills and Organizational
148

Commitment (Case Study: Jahad Keshavarzi and University of Qom,


Iran). University of Tehran, Iran. European Journal of Social Sciences.
Volume 13, Number 3 (2010).
ejournal.narotama.ac.id/files/ejss_13_3_06. https://scholar.google.co.id/

Mufid, M. 2007. Komunikasi & Regulasi Penyiaran. Jakarta: Kencana Prenada


Media Group.

Musfiqon, H.M. 2012. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta:


PT. Prestasi Pustaka.

Ningtiyanti, U.S. 2016. Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Cerita Diri


Melalui Metode IOC (Inside Outside Circle). Jurnal Penelitian
Pendidikan Indonesia (JPPI). Vol. 1, No. 1, Januari 2016. (Online),
http://i-rpp.com/index.php/jpp/article/view/357. Diakses tanggal 2 Juni
2016.

Newstrom, J.W. 2007. Organizational Behavior: Human Behavior at Work. New


York: McGraw-Hill/Irwin.

Nurhaniyah, B. Soetjipto., B.E. & Hanurawan, F. 2015. The Implementation of


Collaborative Learning Model Find Someone Who and Flashcard Game
to Enhance Social Studies Learning Motivation for the Fifth-Grade
Students. Journal of Education and Practice. www.iiste.org ISSN 2222-
1735 (Paper) ISSN 2222-288X (Online) Vol.6, No.17, 2015. Study
Program of Basic Education, Graduate Program. Universitas Negeri
Malang, Indonesia. https://eric.ed.gov/?id=EJ1079791. Diakses tanggal 12
Maret 2017.
Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 Tentang
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru.


(Online), http://eprints.undip.ac.id/234/1/pp-no-74-tahun-2008_guru.pdf.
Diakses tanggal 2 Juni 2016.

Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional


Pendidikan. (Online), (www.paudni.kemdikbud.go.id), Diakses tanggal 4
Mei 2016.

Reddy, B.B., Gopi, M.M., & Aneel, Y. 2013. Having Effective Communication
Skills are Indispensable for the Successful Career of Engineering Students.
Department of B & HS, Siddharth Institute of Engineering & Technology,
Narayanavanam Road, Puttur-517583, Chittoor (Dist), A.P. (State),
INDIA. IOSR Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS)
149

Volume 11, Issue 4 (May. - Jun. 2013), PP 20-22 e-ISSN: 2279-0837, p-


ISSN: 2279-0845. www.Iosrjournals.Org https://scholar.google.co.id/

Riyadi, A., Soetjipto, B.E. & Amirudin, A. 2016. The Implementation of


Cooperative Learning Model Fan-n-Pick and Quick on the Draw to
Enhance Social Competence and Cognitive Learning Outcome for Social
Studies. IOSR Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS)
Volume 21, Issue 4, Ver. I (Apr. 2016) PP 90-96 e-ISSN: 2279-0837, p-
ISSN: 2279-0845. Study Program of Basic Education, Graduate Program,
Universitas Negeri Malang, Indonesia of Economics,
www.iosrjournals.org/iosr-jhss/papers/.../L2104019096. Diakses tanggal
12 Maret 2017.

Rohman, A. 2009. Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta:


Laksbang Mediatama.

Sanjaya, W. 2015. Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta: Prenamedia Group.

Sugiyono. 2013. Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta.

Suprijono, A. 2010 Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sumartono. 2007. Modifikasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito.

Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana


Pustaka.

Soetjipto, B.E. 2010. Pembelajaran Kooperatif dan Beberapa Hasil Penelitian


Bidang Manajemen dan Ekonomi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Schermerhorn, J.R., Osborn R.N., Uhl-Bien Mary. & Hunt J.G. 2012.
Organizational Behavior. New Jersey: John Wiley & Sonc, Inc.

Slavin, R.E. 2005. Cooperative Learning Theory and Practice, Second Edition.
Boston: Allyn and Bacon Publisher.

Tran, V.D. 2014. The Effects of Cooperative Learning on the Academic


Achievement and Knowledge Retention. Faculty of Education, An Giang
University, Vietnam, An Giang, Vietnam. Vol. 3, No. 2; 2014.
International Journal of Higher Education. Online Published: May 6,
2014 doi:10.5430/ijhe. v3n2p131. URL:
http://dx.doi.org/10.5430/ijhe.v3n2p131. www.sciedu.ca/ijhe. (Online).
https://scholar.google.co.id/. Diakses tanggal 22 November 2016.
150

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem


Pendidikan Nasional. (Online), http://eprints.dinus.ac.id/14666/1/uu_20-
2003_sisdiknas.pdf. Diakses tanggal 2 Juni 2016.

Wahyu, M. 2015. Kolaborasi Pembelajaran Kooperatif Tipe Quiz-Quiz Trade dan


Fan N Pick untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS (Studi di
Kelas VIII SMP Negeri 3 Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut). Tesis tidak
diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Wahyuningsih, N. Widiati, U. & Anugerahwati. M. 2016. Teachers Attitudes


Toward the Use of CLIL in ESP Classes. Jurnal Pendidikan: Teori,
Penelitian, dan Pengembangan. Volume: 1 Nomor: 9 Bulan September
Tahun 2016 Halaman: 1853-1863. EISSN. Pendidikan Bahasa Inggris
Pascasarjana-Universitas Negeri Malang. (Online),
https://scholar.google.co.id/. Diakses tanggal 12 Maret 2017.

Wiyani, N.A. 2013. Desain Pembelajaran Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz


Media.

Yudiana, A. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Quiz-Quiz


Trade dan Inside-Outside Circle untuk meningkatkan Hasil Belajar IPS
dan Efikasi Diri Siswa (Studi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Babat
Lamongan). Tesis tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Zakaria, E., Solffitri, T., Daud, Y., Abidin, Z.Z. (2013). Effect of Cooperative
Learning on Secondary School Students Mathematics Achievement.
Creative Education, 4 (2), 98-100. Retrieved from:
http://www.scir.org/journal/ce; http://dx.doi.org/10.4236/ce.213.42014.
May 10th2014. (Online). https://scholar.google.co.id/. Diakses tanggal 12
Maret 2017.
LAMPIRAN

145
145

Lampiran 1

SILABUS

Nama Sekolah : SMP Negeri Satu Atap Melai One


Kelas : VIII
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Semester : 2 (Genap)
Tahun Pelajaran : 2016/2017
Kompetensi Inti

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya


KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori

Tema III : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Pembangunan Nasional
Subtema A : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam

Penilaian
Materi Bentuk Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Kegiatan Pembelajaran Indikator
Pembelajaran Teknik Instru Contoh Instrumen Waktu Belajar
men
3.1 Memahami aspek a. Fungsi dan Mengamati: Menjelaskan Pengetahuan PG a. Apa pengertian sumber 8 JP Buku Teks
keruangan dan peran sumber Mengamati sumber daya fungsi dan Tes PG dan daya alam hayati? Pelajaran
konektivitas antar daya alam bagi alam peran sumber Uraian a. SDA yang berasal IPS untuk
ruang dan waktu kehidupan Mengamati peta daya alam tentang dari semua benda di SMP/Mts
dalam lingkup manusia: persebaran sumber daya hayati bagi sumber daya bumi seperti udara, kls VIII
nasional serta air dan tanah
146

perubahan dan 1. Sumber alam bahan galian di kehidupan alam hayati b. SDA yang berasal Buku
keberlanjutan daya alam Indonesia manusia dan nonhayati dari semua makhluk Panduan
kehidupan manusia hayati bagi Mengamati grafik Menjelaskan hidup seperti Guru
(ekonomi, sosial, kehidupan pendapatan nasional fungsi dan Keterampil- hewan, tumbuhan, Pelajaran
budaya, pendidikan manusia perkapita peran sumber an dan mikroba IPS untuk
dan politik) 2. Sumber Mengati gambar daya alam non Komunikasi c. SDA yang berasal SMP/Mts
3.4. Mendeskripsikan daya alam pembangkit listrik tenaga hayati bagi Siswa: dari semua zat yang kls VIII
bentuk-bentuk dan non hayati air kehidupan Melalui ada di dunia ini Buku-
sifat dinamika bagi manusia pengamatan d. SDA yang berasal buku dan
interaksi manusia kehidupan Menanya: Menjelaskan oleh observer dari semua bahan referensi
dengan lingkungan manusia Menanya tentang fungsi fungsi dan tambang seperti lain yang
alam, sosial, b. Fungsi dan dan peran sumber daya peran sumber minyak bumi, relevan
budaya, dan peran sumber alam yang ada pada daya alam batubara dan logam Internet
ekonomi daya alam gambar tersebut hayati dalam 2. Besi, tembaga, timah,
4.3. Menyajikan hasil dalam Menanya tentang pembangunan nikel adalah contoh
pengamatan pembangunan penghasil tambang yang ekonomi dari
tentang bentuk- ekonomi: ada di Buton adalah Menjelaskan a. Bahan galian energi
bentuk dan sifat 1. Fungsi dan Menanya tentang dari fungsi dan b. Bahan galian logam
dinamika interaksi peran grafik tersebut jelaskan peran sumber c. Bahan galian
manusia dengan sumber pertumbuhan yang terjadi daya alam non PG industri
lingkungan alam, daya alam hayati dalam d. Bahan galian jasa
sosial, budaya, dan hayati Mengumpulkan Informasi: pembangunan 3. Contoh bangsa
ekonomi di dalam Mengumpulkan informasi ekonomi Indonesia sudah
lingkungan pembangu dari berbagai sumber menggunakan SDA
masyarakat sekitar nan tentang pengertian dan untuk pembangunan
ekonomi pengelompokkan sumber ekonomi sejak zaman
2. Fungsi dan daya alam kerajaan adalah
peran a. Kerajaan Mataram
sumber Menalar/Mengasosiasi: kuno membangun
daya alam candi Borobudur
Menganalisis dan
non hayati b. Kerajaan Sriwijaya
menyimpulkan tentang
dalam membangun tempat
potensi sumber daya alam
pembangu pendidikan bagi
daerah masing-masing
nan penduduknya
dan manfaatnya bagi
ekonomi c. Kerjaan Singosari
kehidupan ekonomi,
memanfaatkan air
sosial, dan budaya
sungai Brantas
untuk irigasi
147

Mengomunikasikan: d. Kerajaan Majapahit


Mempresentasikan hasil mempersatukan
analisis data tentang nusantara dalam
potensi sumber daya sumpah palapa
alam dan manfaatnya 1. Sebutkan pengertian
bagi kehidupan Uraian sumber daya alam
ekonomi, sosial, dan hayati?
budaya 2. Sebutkan pengertian
sumber daya alam non
hayati?

Subtema B : Keunggulan Sumber Daya Alam untuk Pembangunan Nasional

3. 1. Memahami aspek Keunggulan Mengamati: Menunjukka Pengetahuan PG 1. Apa pengertian 8 JP Buku


keruangan dan Potensi Sumber Mengamati sumber daya n sumber PG dan keunggulan potensi Teks
konektivitas antar Daya Alam alam hayati antar region daya alam Uraian SDA antar region Pelajaran
ruang dan waktu antar Region Di bidang pertanian hayati antar tentang a. Keunggulan masing IPS untuk
dalam lingkup Indonesia: Mengamati gambar peta region. sumber daya -masing daerah SMP/Mts
nasional serta Keunggulan potensi ikan perairan Menunjukka alam hayati yang dikenal kls VIII
perubahan dan sumber daya Indonesia n sumber dan nonhayati dengan: keunggulan Buku
keberlanjutan alam hayati Mengamati gambar daya alam antar region komparatif. Panduan
kehidupan manusia antar region. gambar pembangkit non hayati b. Keunggulan sumber Guru
(ekonomi, sosial, Keunggullan listrik tenaga surya antar region. Keterampil- daya alam daerah Pelajaran
budaya, pendidikan sumber daya Mengamati gambar an itu sendiri IPS untuk
dan politik). alam non hayati pariwisata di pulau Bali Komunikasi c. Kegiatan SMP/Mts
4. 1. Menyajikan hasil antar region. Siswa: perdagangan ini kls VIII
olahan telaah Menanya: Melalui dilakukan karena Buku-
tentang Menanya tentang pengamatan masing-masing buku dan
peninggalan Sebutkan jenis pertanian oleh observer daerah, memiliki referensi
kebudayaan dan yang ada di sekitar tempat perbedaan potensi lain yang
pikiran masyarakat tinggalmu sumber daya alam. relevan
Indonesia pada Menanya tentang apakah d. Masing-masing Internet
masa penjajahan komoditas yang paling daerah memiliki
dan tumbuhnya utama perikanan laut potensi sumber
semangat Indonesia adalah daya alam
kebangsaan dalam 2. Sebutkan tanaman
Menanya tentang
aspek geografis, pangan pokok yang
Dipulau Bali banyak
ekonomi, budaya, sangat tergantung bagi
tempat pariwisata yang
148

pendidikan dan ada pada peta tersebut, kehidupan bangsa


politik yang ada di coba sebutkan tempat Indonesia
lingkungan wisata di daerahmu yang a. Padi, jagung, dan
sekitarnya. sering dikunjungi oleh ubi
4. 3. Menyajikan hasil wisatawan b. Kacang, kedelai,
pengamatan dan kentang
tentang bentuk- Mengumpulkan informasi: c. Jagung, kacang dan
bentuk dan sifat Mengumpulkan informasi ubi
dinamika interaksi tentang sumber daya d. Gandum, kedelai,
manusia dengan udara, tanah, air, hutan, dan kentang
lingkungan alam, tambang dan sumber daya Uraian 1. Sebutkan pengertian
sosial, budaya, dan laut di daerah setempat keunggulan potensi
ekonomi di SDA antar region?
lingkungan Menalar/Mengasosiasi: 2. Sebutkan salah satu
masyarakat sekitar. Menganalisis dan contoh tanaman pangan
menyimpulkan tentang pokok yang sangat
sumber daya udara, tanah, tergantung bagi
air, hutan, tambang dan kehidupan bangsa
sumber daya laut di Indonesia?
daerah setempat
Mengomunikasikan:
sumber daya udara, tanah,
air, hutan, tambang dan
sumber daya laut di
daerah setempat
155

Lampiran 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SIKLUS I

Satuan Pendidikan : SMP Negeri Satu Atap Melai One


Mata pelajaran : IPS Terpadu
Kelas/Semester : VIII/ 2 (Genap)
Tema III : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Pembangunan
Nasional
Subtema A : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam
Sub-subtema : 1. Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Kehidupan
Manusia (4 JP)
2. Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Pembangunan
Ekonomi (4 JP)
Pertemuan : (4 x Pertemuan) 8 Jam Pelajaran
Alokasi waktu : 2 x 40 Menit

A. Kompetensi Inti
2. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
3. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
4. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
5. Mengolah, dan menyaji, dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar
1.3. Menghayati karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan
lingkungannya
2.3. Menunjukkan perilaku santun, peduli dan menghargai perbedaan pendapat
dalam interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya
3.1. Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam
lingkup nasional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik)
3.4. Mendeskripsikan bentuk-bentuk dan sifat dinamika interaksi manusia dengan
lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi
156

4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang bentuk-bentuk dan sifat dinamika


interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di
lingkungan masyarakat sekitar

C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


1. Kompetensi Pengetahuan
1) Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya alam hayati bagi kehidupan
manusia
2) Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya alam non hayati bagi kehidupan
manusia
2. Kompetensi Keterampilan
1) Siswa dapat mengidentifikasi fungsi dan peran sumber daya alam hayati bagi
kehidupan manusia melalui kartu soal/jawaban yang dipegang oleh masing-
masing siswa
2) Siswa dapat mengidentifikasi fungsi dan peran sumber daya alam non hayati
bagi kehidupan manusia melalui kartu soal/jawaban yang dipegang oleh
masing-masing siswa
3) Siswa dapat mendemostrasikan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran quiz-quiz trade dengan tepat sesuai penjelasan guru
4) Siswa dapat mengantikan peran melalui langkah-langkah penerapan model
pembelajaran quiz-quiz trade dengan benar sesuai penjelasan guru
5) Siswa dapat mendemostrasikan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran inside outside circle dengan tepat sesuai penjelasan guru
6) Siswa dapat mencari pasangan dan membentuk lingkaran dalam dan
lingkaran luar sesuai langkah-langkah penerapan model pembelajaran inside
outside circle dengan benar sesuai penjelasan guru
7) Siswa dapat berputar searah jarum jam yang berada dilingkaran dalam untuk
mencari pasangan baru sesuai langkah-langkah penerapan model
pembelajaran inside outside circle dengan benar sesuai aba-aba dan
penjelasan guru
8) Siswa dapat menyimpulkan tujuan pembelajaran yang telah dicapai dengan
cara mempersentasikan di depan kelas

D. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada sub-subtema yaitu:
1. Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya alam hayati bagi kehidupan manusia
2. Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya alam non hayati bagi kehidupan
manusia
3. Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya alam hayati dalam pembangunan
ekonomi
4. Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya alam non hayati dalam pembangunan
ekonomi
157

E. Materi Ajar
a. Fungsi dan peran sumber daya alam bagi kehidupan manusia:
3. Sumber daya alam hayati bagi kehidupan manusia
4. Sumber daya alam non hayati bagi kehidupan manusia
b. Fungsi dan peran sumber daya alam dalam pembangunan ekonomi:
3. Fungsi dan peran sumber daya alam hayati dalam pembangunan ekonomi
4. Fungsi dan peran sumber daya alam non hayati dalam pembangunan ekonomi

F. Model/Pendekatan/Metode
Model : - Quiz-Quiz Trade (QQT)
- Inside-Outside Circle (IOC)
Pendekatan : Saintifik
Metode : Tanya jawab, ceramah
Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1) Media :
Buku Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial. Kelas VIII. Kemendikbud. 2014
2) Alat/ bahan
Kartu Soal
Spidol
3) Sumber Belajar
Kemendikbud. 2014. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial. Buku Siswa
Kelas VIII.
Kemendikbud. 2014. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Sosial. Buku Guru Kelas
VIII.

G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
PERTEMUAN I
Materi Pembelajaran : Sumber daya alam hayati bagi kehidupan manusia
Tujuan Pembelajaran : Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya alam hayati bagi kehidupan
manusia
Pendahuluan 1. Guru memeriksa kebersihan kelas dan mengucapkan salam 10 menit
serta berdoa bersama dan melakukan presensi kehadiran siswa
2. Guru menanyakan kepada siswa Apa itu sumber daya alam
Apersepsi hayati?
3. Guru menyampaikan materi pelajaran yaitu sumber daya alam
hayati bagi kehidupan manusia
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti 1. Siswa diminta mengamati gambar sumber daya alam halaman 60 menit
Mengamati 9-10 yang ada pada buku siswa.
158

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu

Sumber: kapukrandukaraban.com, vibiznews.com


Gambar 3.5. Kapas dan Randu sebagai bahan serat kain yang sudah
digunakan manusia sejak jaman dahulu

Menanya Sumber: singgahlumajang.blogspot.com, dc342.4shared.com


Gambar 3.6. Tanaman Rosella dan Sabut Kelapa
2. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap sumber daya alam,
Mengumpulk siswa bertanya. Dari gambar diatas anda dapat mengetahui
an data/ sumber daya alam di Indonesia. Sebutkan fungsi dan peran
informasi sumber daya alam yang ada pada gambar tersebut?
3. Dari hasil pengamatan siswa diminta mengumpulkan
Mengasosiasi informasi/data yang telah dirumuskan dari berbagai sumber
4. Guru menyiapkan kartu pertanyaan untuk masing-masing
siswa dan membagi siswa menjadi dua kelompok ada
kelompok atas dan kelompok bawah
5. Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran Quiz-Quiz Trade (QQT):
a) Guru memberitahukan siswa untuk berdiri, dan
Mengkomuni mengangkat tangannya di atas kemudian berpasang-
kasikan pasangan
b) Partner A menanyai B
c) Partner B menjawab
d) Partner A memuji atau mengajari
e) Partner berganti peran
f) Partner bertukar kartu dan saling mengucapkan terima
kasih
g) Ulangi langkah 1 6 sampai waktu yang di tentukan
habis
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
atau mengungkapkan hal yang belum dipahami atau kesulitan
yang dialami dalam pembelajaran
7. Memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk
terlibat aktif dalam pembelajaran
159

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penutup 1. Membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran yang telah 10 menit
dilakukan
2. Melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari
3. Menutup pelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam
PERTEMUAN II
Materi Pembelajaran : Sumber daya alam non hayati bagi kehidupan manusia
Tujuan Pembelajaran : Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya alam non hayati bagi
kehidupan manusia
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam serta berdoa bersama dan 10 menit
melakukan absensi kehadiran siswa
2. Guru menanyakan kepada siswa Apa itu sumber daya alam
Apersepsi nonhayati? Contohnya apa?
3. Guru menyampaikan materi pelajaran yakni Sumber daya
alam non hayati bagi kehidupan manusia
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti 1. Siswa diminta mengamati peta persebaran sumber daya alam 60 menit
bahan galian di Indonesia pada halaman 18 pada buku siswa
Mengamati
\

Sumber: 3.bp.blogspot.com
Gambar 3.15. Peta Persebaran SDA Bahan Galian
Menanya 2. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, siswa bertanya.
Penghasil tambang yang ada di Buton adalah?
Mengumpulk 3. Dari hasil pengamatan siswa diminta mengumpulkan
informasi/data yang telah dirumuskan dari berbagai sumber
an
4. Guru menyiapkan kartu pertanyaan untuk masing-masing
data/Informa siswa dan membagi siswa menjadi dua kelompok ada
si kelompok atas dan kelompok bawah
5. Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) dalam PBM:
a) Siswa membentuk pasangan. Satu siswa dari masing-
masing pasangan bergerak untuk satu lingkaran besar di
kelas menghadap sebelah luar
b) Siswa lainnya mencari dan menghadapai patnernya
(sekarang anggota kelas berdiri dalam dua lingkaran
Mengkomuni kosentris)
kasikan c) Siswa di lingkaran dalam mengajukan pertanyaan dari
kartu pertanyaan mereka: siswa lingkaran luar menjawab.
Siswa di lingkaran dalam memuji atau memberi tahu
(Alternatif: Guru menanyakan sebuah pertanyaan dan
160

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
menunjuk siswa di dalam atau di luar yang menjawab
pertanyaan patnernya
d) Patnernya berganti peran: siswa-siswa lingkaran luar
menanyakan mendengarkan dan kemudian memuji dan
memberi tahu
e) Patner berganti kartu-kartu pertanyaan
f) Siswa lingkaran dalam memutar searah jarum jam untuk
mencari pasangan baru. (Guru dapat memanggil nomor-
nomor rotasi: Putar Tiga orang di muka)
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
atau mengungkapkan hal yang belum dipahami atau kesulitan
yang dialami dalam pembelajaran
7. Memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk
terlibat aktif dalam pembelajaran
Penutup 1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi 10 menit
pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari
3. Guru memberikan informasi tentang materi pada pertemuan
berikutnya
4. Guru menutup pelajaran dengan salam dan berdoa
PERTEMUAN III
Materi Pembelajaran : 2. Fungsi dan peran sumber daya alam dalam pembangunan ekonomi
a. Pengertian dan sifat pembangunan ekonomi
b. Fungsi dan perang SDA hayati terhadap pembangunan ekonomi
Tujuan Pembelajaran : 1. Menjelaskan pengertian dan sifat pembangunan ekonomi
2. Menjelaskan fungsi dan perang SDA terhadap pembangunan
ekonomi
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam serta berdoa bersama dan 10 menit
melakukan absensi kehadiran siswa
2. Guru bertanya kepada siswa, apa itu pembangunan ekonomi?
Apersepsi 3. Guru menyampaikan materi pelajaran yaitu fungsi dan peran
SDA dalam pembangunan ekonomi
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti 1. Siswa diminta untuk mengamati grafik pendapatan nasional 60 menit
perkapita pada halaman 31 dibuku siswa

Mengamati
161

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu

Menanya

Mengumpulk
an
data/Informa
si

Sumber: BPS 2013


Tabel 3.2. Grafik Pendapatan Nasional per Kapita dari tahun 2008-2012
2. Berdasarkan hasil pengamatan grafik pendapatan nasional,
siswa bertanya. Dari grafik tersebut jelaskan pertumbuhan
Mengkomuni yang terjadi?
kasikan 3. Dari hasil pengamatan siswa diminta mengumpulkan
informasi/data yang telah dirumuskan dari berbagai sumber
4. Guru menyiapkan kartu pertanyaan untuk masing-masing
siswa dan membagi siswa menjadi dua kelompok ada
kelompok atas dan kelompok bawah
5. Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran Quiz-Quiz Trade (QQT):
a) Guru memberitahukan siswa untuk berdiri, dan
mengangkat tangannya di atas kemudian berpasang-
pasangan
b) Partner A menanyai B
c) Partner B menjawab
d) Partner A memuji atau mengajari
e) Partner berganti peran
f) Partner bertukar kartu dan saling mengucapkan
terimakasih
g) Ulangi langkah 1 6 sampai waktu yang di tentukan
habis
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
atau mengungkapkan hal yang belum dipahami atau kesulitan
yang dialami dalam pembelajaran
7. Memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk
terlibat aktif dalam pembelajaran
Penutup 1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi 10 menit
pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari
3. Guru memberikan informasi tentang materi pada pertemuan
berikutnya
4. Guru menutup pelajaran dengan salam dan berdoa

PERTEMUAN IV
162

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Materi Pembelajaran : Fungsi dan peran SDA non hayati terhadap pembangunan ekonomi
Tujuan Pembelajaran : Menjelaskan fungsi dan peran SDA non hayati terhadap pembangunan
ekonomi
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam serta berdoa bersama dan 10 menit
mengecek kehadiran siswa
Apersepsi 2. Guru bertanya kepada siswa, sebutkan salah satu contoh SDA
non hayati terhadap pembangunan ekonomi?
3. Guru menyampaikan materi pelajaran yakni fungsi dan peran
SDA non hayati terhadap pembangunan ekonomi
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti 1. Siswa diminta untuk mengamati gambar pembangkit listrik 60 menit
Mengamati tenaga air pada halaman 42 pada buku siswa

Sumber: energitoday.com
Gambar 3.29 Pembangkit Listrik Tenaga Air
2. Berdasarkan hasil pengamatan pembangkit listrik tenaga air
Menanya tersebut, siswa bertanya. Apa fungsi dari pembangkit tenaga
air bagi kehidupan manusia?
3. Dari hasil pengamatan siswa diminta mengumpulkan
Mengumpulk informasi/data yang telah dirumuskan dari berbagai sumber
an 4. Berdasarkan hasil pengamatan, siswa dibagi menjadi dua
data/Informa kelompok ada kelompok atas dan kelompok bawah serta guru
si menyiapkan kartu pertanyaan untuk masing-masing siswa
5. Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) dalam PBM:
a) Siswa membentuk pasangan. Satu siswa dari masing-
masing pasangan bergerak untuk satu lingkaran besar di
kelas menghadap sebelah luar
b) Siswa lainnya mencari dan menghadapai patnernya
Mengkomuni (sekarang anggota kelas berdiri dalam dua lingkaran
kasikan kosentris)
c) Siswa di lingkaran dalam mengajukan pertanyaan dari
kartu pertanyaan mereka: siswa lingkaran luar menjawab.
Siswa dilingkaran dalam memuji atau memberi tahu
(Alternatif: Guru menanyakan sebuah pertanyaan dan
163

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
menunjuk siswa di dalam atau di luar yang menjawab
pertanyaan patnernya
d) Patnernya berganti peran: siswa-siswa lingkaran luar
menanyakan mendengarkan dan kemudian memuji dan
memberi tahu
e) Patner berganti kartu-kartu pertanyaan
f) Siswa lingkaran dalam memutar searah jarum jam untuk
mencari pasangan baru. (Guru dapat memanggil nomor-
nomor rotasi: Putar Tiga orang di muka)
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
atau mengungkapkan hal yang belum dipahami atau kesulitan
yang dialami dalam pembelajaran
7. Memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk
terlibat aktif dalam pembelajaran
Penutup 1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi 10 menit
pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari
3. Guru memberikan informasi pada pertemuan terakhir ini akan
diadakan evaluasi ulangan harian
4. Guru menutup pelajaran dengan salam dan berdoa

H. Penilaian
a) Teknik Penilaian : Tes tulis PG, uraian, dan observasi saat
proses pembelajaran (QQT) dan (IOC)
b) Bentuk Penilaian : Tes pilihan ganda pretest dan posttest
disetiap akhir siklus dan penilaian
observasi keterampilan komunikasi
siswa
c) Alat Penilaian : Soal, kunci jawaban, rubrik dan lembar
observasi
164

Lampiran 3
Ringkasan Materi
Siklus I

Tema III : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Pembangunan Nasional

Subtema A: Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam

Sub-subtema 1: Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Kehidupan Manusia

1. Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang berasal dari alam dan
dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
2. Sumber daya alam dibedakan :
a. Berdasarkan Asalnya
1) Sumber daya alam Hayati
Sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup (Hewan dan Tumbuhan)
2) Sumber daya alam Non Hayati
Sumber daya alam yang berupa air, tanah, udara, dan bahan tambang (selain
hewan dan tumbuhan)
b. Berdasarkan Sifatnya
1) Sumber daya alam terbarukan
Sumber daya alam yang persediaannya melimpah/tidak terbatas/tidak akan
habis (air, dll)
2) Sumber daya alam tidak terbarukan
Sumber daya alam yang persediaannya terbatas / dapat habis jika
dimanfaatkan dengan seenaknya (bahan tambang, dll)
c. Berdasarkan cara pemanfaatannya
1) Sumber daya alam materi
Sumber daya alam yang dimanfaatkan adalah materinya. (batu kapur diolah
menjadi semen, dll)
2) Sumber daya alam waktu
Sumber daya alam yang pemanfaatannya digunakan hanya dalam waktu
tertentu. (air melimpah pada musim hujan, dll)
3) Sumber daya alam energi
Sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. (didalamnya terdapat
energi).
4) Sumber daya alam ruang
Sumber daya alam yang dimanfaatkan ruangnya untuk tempat hidup
manusia. (rumah)
3. Fungsi sumber daya alam hayati:
a. Sebagai bahan makanan (padi, jagung, ubi, buah buahan, kelapa, kacang
kacangan, kelapa sawit, sayur, dll)
b. Sebagai bahan pakaian
165

- Katun dihasilkan dari kapas

c. Sebagai komoditas perdagangan / industri


- Kayu digunakan untuk bahan bangunan dan meubel
d. Sebagai obat obatan
- Contoh tanaman obat-obatan yaitu kumis kucing, jahe, kencur, kunyit, dan
temulawak
- Daun rosella berasal dari Benua Afrika
- Bagian tanaman rosella yang dimanfaatlkan adalah daun, kelopak bunga,
bunga, hingga buah.
- Manfaat daun rosella adalah:
1) Membantu proses pencernaan dan menyaring racun tubuh (antioksidan);
2) Mengobati batuk, panas, tekanan darah tinggi, kolestrol, penyakit kulit,
dan luka;
3) Memperlancar peredaran darah dan menyembuhkan batu ginjal; serta
4) Mencegah kekurangan vitamin C dan sariawan, dan sebagai tonikum
yang menyegarkan.

Jenis tanaman dan pemanfaatannya

No. Pemanfaatan Jenis Tanaman


1. Keperluan industri Teh, kopi, tebu, tembakau
2. Sumber minyak astiri Cengkih, serai, kayu putih
3. Tanaman hias Anggrek, mawae, melati, kaktus
Kedelai, kacang hijau, dan kacang-kacangan
4. Sumber protein
yang lain
166

4. Fungsi sumber daya alam hewani


a. Perikanan
- Dua pertiga wilayah Indonesia berupa perairan
- Pada tahun 2013, nilai export perikanan di Indonesia mencapai US$4,19
Miliar.
- Jepang (salah satu Negara termaju di Asia) adalah Negara yang sangat tinggi
tingkat konsumsi ikannya.
- Hasil perikanan, selain dikonsumsi, juga diekspor ke Negara lain
b. Peternakan
- Peternakan dibagi menjadi beberapa jenis
1) Peternakan potong dan kerja
Jenis hewan dimanfaatkan manusia untuk membajak sawah, mengangkat
baranmg, dan alat transportasi (dimanfaatkan tenaganya). Selain itu, juga
dapat dikonsumsi. Hewannya : sapi, kuda, kambing, dan domba.
2) Peternakan perah
Jenis hewan ini dimanfaatkan air susunya. Contoh : Kambing, Sapi, dan
Kuda.
3) Peternakan unggas
Jenis hewan ini dimanfaatkan daging dan telurnya. Contoh: ayam, bebek,
burung, angsa.
4) Aneka satwa
Merupakan hewan yang belum lama didomestikasi (mengalami proses
penjinakan). Contoh: lebah madu, ulat sutera, cacing tanah, burung unta,
dan burung walet.

5. Fungsi dan peran sumber daya alam non hayati


a. Barang tambang
- Dibagi menjadi 3 golongan:
1) Bahan galian golongan A, yaitu bahan galian golongan strategis
2) Bahan galian golongan B, yaitu bahan galian vital (menjamin hajat hidup
orang banyak).
3) Bahan galian golongan C, yaitu bahan galian yang tidak termasuk
golongan A dan B.
- Dikelompokan menurut pemanfaatannya:
1) Bahan galian logam/bijih (ore), yaitu bahan galian yang jika diolah
dengan teknologi tertentu dapat diambil dan dimanfaatkan logamnya.
(timah, besi, tembaga, nikel, emas)
2) Bahan galian energi, yaitu bahan galian yang dapat dimanfaatkan sebagai
sumber energi. (Batu bara, minyak bumi)
3) Bahan galiuan industri, yaitu bahan galian yang dimanfaatkan untuk
kegiatan industri. (asbes, aspal, batu gamping)
- Dampak positif usaha pertambangan
1) Meningkatkan pendapatan negara
2) Memperluas kesempatan kerja
3) Mendukung kemajuan di bidang transportasi dan komunikasi
4) Mendorong perkembangan sektor industri di dalam negeri
5) Memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri
6) Menyediakan bahan bangunn, bahan baku industri dan sumber energi
- Indonesia merupakan Negara hasil tambang terbesr di dunia
167

b. Tanah
- Tanah merupakan hasil pelapukan batuan dan sisa bahan organik yang hancur
secara alami.
- Manfaat tanah:
1) Sebagai lokasi tempat tinggal manusia
2) Tempat melaukan aktivitas ekonomi
3) Budidaya berbagai jenis tanaman
4) Fungsi ekologis yaitu tempat menyimpan cadangan air.
- Tanah di Indonesia sebagian besar adalah tanah vulkanis yang sangat subur.
(banyak dijumpai di daerah sekitar gunung berapi seperti lereng gunung
merapi DIY, dll)
c. Sinar Matahari
- Manfaat:
1) Sebagai sumber cahaya
2) Penghangat tubuh
3) Media fotosintesis bagi tumbuhan
d. Air
- Manfaat air:
1) Membersihkan kotoran karena bersifat melarutkan
2) Untuk mandi dan mencuci
3) Sebagai pembangkit listrik
4) Irigasi pertanian
5) Kegiatan industri
6) Sarana olahraga
- Sumber air:
1) Air danau
Danau merupakan massa air yang berada di suatu cekungan yang berada
di daratan. Danau terbesar di Indonesia adalah danau Toba Pemanfaatan
air danau yaitu:
a) Cadangan air bersih
b) Air irigasi
c) Pariwisata
d) Perikanan
e) Pembangkit tenaga listrik
2) Air Sungai
Sungai merupakan massa air yang mengalir secara alami melalui suatu
lembah. Sungai terpanjang:
(a) Di Indonesia
Sungai Kapuas di Kalimantan Barat (1.178 km)
(b) Di Dunia
Sungai Nil melewati 11 negara (6.650 km)
Pemanfaatan sungai yaitu:
a) Sumber air industri
b) Irigasi
c) Perikanan
d) Transportasi
e) Rekreasi
f) Sumber bahan bangunan (pasir dan batu)

e. Udara
168

- Merupakan suatu campuran gas pada lapisan yang mengelilingi bumi


- Komposisi udara = 78% Nitrogen, 21% Oksigen. Dan 1% Uap Air
- Manfaat Udara
1) Untuk bernafas
2) Pelindung bumi dari radiasi sinar matahari
3) Sebagai pelindung bumi dari benda benda langit yang jatuh ke bumi
4) Sebagai sarana komunikasi dan transportasi
f. Panas bumi
- Umunya dijumpai di daerahj sekitar gunung berapi (Indonesia, Selandia Baru,
dan Islandia).
- Dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi geothermal.

Sub-subtema 2: Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Pembangunan Ekonomi

1. Pengertian dan Sifat Pembangunan Ekonomi


a. Pengertian
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang menyebabkan pendapatan
perkapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang, disertai
dengan perubahan ciri-ciri penting siuatu masyarakat, yaitu perubahan dalam
teknologi, pola pikir masyarakat, maupun kelembagaan
b. Sifat Pembangunan Ekonomi
1) Suatu proses
Artinya pembangunan ekonomi berlangsung secara terus-menerus
2) Usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita
Pendapatan per kapita merupakan cerminan kesejahteraan ekonomi
masyarakat
3) Kenaikan pendapatan per kapita berlangsung dalam jangka panjang
Artinya pendapatan per kapita harus mengalami kenaikan terus menerus,
tetapi pada saat tertentu dapat turun, namun turunnya tidak terlalu besar
4) Kenaikan pendapatan per kapita diikuti dengan terjadinya perubahan
teknologi dan atau kelembagaan
Kenaikan pendapatan per kapita harus diikuti dengan perubagan teknologi.
c. Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh
lapisan masyarakat di suatu Negara yang dihitung selama 1 periode.
d. Pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi dengan jumlah
penduduk.

2. Pentingnya Sumber Daya Alam dalam Pembangunan Ekonomi


- Rendahnya pendapatan suau daerah disebabkan oleh sumber daya alam yang
tersedia baik secara jumlah maupun kualitasnya yang rendah
- Negara Kuwait, Saudi Arabia, dan Uni Arab Emirat merupakan penghasil minyak
mencapai pendapatan per kapita tertinggi di dunia.
- Kemandegan ekonomi disebabkan karena habisnya pasokan sumber daya alam
- Melimpahnya sumber daya alam harus diimbangi dengan sumber daya manusia
yang berkualitas.

3. Peran Sumber Daya Alam Hayati terhadap Pembangunan Ekonomi


a. Meningkatkan produk domestik bruto
169

- Produk domestik bruto (PDB) merupakan pendapatan nasional yang


dihasilkan oleh wilayah suatu Negara
- Produk nasional bruto (PNB) merupakan pendapatan nasional yang
dihasilkan oleh warga Negara. (baik tinggal di luar negeri maupun di dalam
negeri)
b. Penyedia lapangan pekerjaaan
c. Menyejahterakan petani
d. Penyedia pangan masyarakat
e. Menjadi basis pertumbuhan ekonomi

4. Pembangunan Ekonomi berkelanjutan (Berwawasan Lingkungan)


Pembangunan ekonomi harus dapat memenuhi kebutuhan sekarang tanpa
mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Tujuan pembangunan
ekonomi berkelanjutan adalah generasi masa depan dapat menikmati hasil-hasil
sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan pada masa depan.
170

Lampiran 4

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SIKLUS II

Satuan Pendidikan : SMP Negeri Satu Atap Melai One


Mata pelajaran : IPS Terpadu
Kelas/Semester : VIII/ 2 (Genap)
Tema III : Fungsi dan Peran Sumber Daya Alam dalam Pembangunan
Nasional
Subtema B : Keunggulan Sumber Daya Alam untuk Pembangunan Nasional
Sub-subtema : 1. Keunggulan Potensi Sumber Daya Alam Antar Region (8
JP)
Pertemuan : (4 x Pertemuan) 8 Jam Pelajaran
Alokasi waktu : 2 x 40 Menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, dan menyaji, dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar
1. 1. Menghayati karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu dengan
segala perubahannya.
1. 3. Menghayati karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan
lingkungannya.
2. 1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. 1. Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam
lingkup nasional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik).
171

4. 1. Menyajikan hasil olahan telaah tentang peninggalan kebudayaan dan pikiran


masyarakat Indonesia pada masa penjajahan dan tumbuhnya semangat
kebangsaan dalam aspek geografis, ekonomi, budaya, pendidikan dan politik
yang ada di lingkungan sekitarnya.
4. 3. Menyajikan hasil pengamatan tentang bentuk-bentuk dan sifat dinamika
interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di
lingkungan masyarakat sekitar.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


1. Kompetensi Pengetahuan
Menjelaskan sumber daya alam hayati dan non hayati antar region di Indonesia
2. Kompetensi Keterampilan
1) Siswa dapat mengidentifikasi sumber daya alam hayati dan non hayati antar
region di Indonesia melalui kartu soal/jawaban yang dipegang oleh masing-
masing siswa
2) Siswa dapat mendemostrasikan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran quiz-quiz trade dengan benar sesuai penjelasan guru
3) Siswa dapat mengantikan peran melalui langkah-langkah penerapan model
pembelajaran quiz-quiz trade dengan benar sesuai penjelasan guru
4) Siswa dapat mendemostrasikan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran inside-outside circle dengan benar sesuai penjelasan guru
5) Siswa dapat mencari pasangan dan membentuk lingkaran dalam dan lingkaran
luar sesuai langkah-langkah penerapan model pembelajaran inside-outside
circle dengan benar sesuai penjelasan guru
6) Siswa dapat berputar searah jarum jam yang berada dilingkaran dalam untuk
mencari pasangan baru sesuai langkah-langkah penerapan model
pembelajaran inside-outside circle dengan benar sesuai aba-aba dan
penjelasan guru
7) Siswa dapat menyimpulkan tujuan pembelajaran yang telah dicapai dengan
cara mempersentasikan di depan kelas

D. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran sub-subtema ini adalah agar peserta didik mampu:
b. Menunjukkan sumber daya alam hayati antar region.
c. Menunjukkan sumber daya alam non hayati antar region.

E. Materi Pembelajaran
Keunggulan Potensi Sumber Daya Alam antar Region Di Indonesia:
a. Keunggulan sumber daya alam hayati antar region.
b. Keunggullan sumber daya alam non hayati antar region.

F. Model/Pendekatan/Metode
Model : - Quiz-Quiz Trade (QQT)
172

- Inside-Outside Circle (IOC)


Pendekatan : Saintifik
Metode : Tanya jawab, ceramah
Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1) Media :
Buku Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial. Kelas VIII. Kemendikbud. 2014
2) Alat/ bahan
Kartu Soal
Spidol
3) Sumber Belajar
Kemendikbud. 2014. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial. Buku Siswa
Kelas VIII.
Kemendikbud. 2014. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Sosial. Buku Guru Kelas
VIII.

G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
PERTEMUAN I
Materi Pembelajaran : 1. Keunggulan Potensi Sumber Daya Alam Antar Region
a. Sumber daya alam hayati antar region
1) Pertanian
2) Kehutanan
Tujuan Pembelajaran : 1. Menjelaskan potensi sumber daya alam di bidang pertanian
2. Menjelaskan potensi sumber daya alam di bidang kehutanan
Pendahuluan 1. Guru memeriksa kebersihan kelas dan mengucapkan salam 10 menit
serta berdoa bersama dan melakukan presensi kehadiran
siswa
Apersepsi 2. Guru menanyakan kepada siswa Sebutkan jenis pertanian
yang paling unggul dan diminati?
3. Guru menyampaikan materi pelajaran yaitu potensi sumber
daya alam bidang pertanian dan kehutanan
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti 1. Siswa diminta untuk mengamati pembelajaran yang ada 60 menit
Mengamati dibuku siswa tentang sumber daya alam hayati antar region
bidang pertanian dari halaman 49 - 53
2. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut siswa menanyakan.
Menanya
Sebutkan jenis pertanian yang ada di sekitar tempat
tinggalmu?
3. Dari hasil pengamatan siswa diminta mengumpulkan
Mengumpulk informasi/data yang telah dirumuskan dari berbagai sumber
an data/ 3. Guru menyiapkan kartu pertanyaan untuk masing-masing
informasi siswa dan membagi siswa menjadi dua kelompok ada
kelompok atas dan kelompok bawah
Mengasosiasi
173

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
4. Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran Quiz-Quiz Trade (QQT) kepada siswa:
a) Guru memberitahukan siswa untuk berdiri, dan
mengangkat tangannya di atas kemudian berpasang-
pasangan
Mengkomuni b) Partner A menanyai B
kasikan c) Partner B menjawab
d) Partner A memuji atau mengajari
e) Partner berganti peran
f) Partner bertukar kartu dan saling mengucapkan
terimakasih
g) Ulangi langkah 1 6 sampai waktu yang di tentukan
habis
5. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
atau mengungkapkan hal yang belum dipahami atau kesulitan
yang dialami dalam pembelajaran
6. Memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk
terlibat aktif dalam pembelajaran
Penutup 1. Membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran yang telah 10 menit
dilakukan
2. Melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari
3. Menutup pelajaran dengan salam dan berdoa

PERTEMUAN II
Materi Pembelajaran : 1. Keunggulan Potensi Sumber Daya Alam Antar Region
3) Perikanan
4) Peternakan
Tujuan Pembelajaran : 1. Menjelaskan potensi sumber daya alam antar region bidang
perikanan
2. Menjelaskan potensi sumber daya alam antar region bidang
peternakan
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam serta berdoa bersama dan 10 Menit
melakukan absensi kehadiran siswa
Apersepsi 2. Guru bertanya kepada siswa tentang materi pelajaran
sebelumnya
3. Guru menanyakan kepada siswa Sebutkan jenis ikan yang
ada di daerahmu?
4. Guru menyampaikan materi pelajaran yaitu potensi sumber
daya alam antar region bidang perikanan dan peternakan
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
174

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Inti 1. Siswa diminta untuk mengamati peta potensi ikan perairan 60 menit
Indonesia

Mengamati

Sumber: apmiasia.files.wordpress.com
Gambar 3.39. Peta Potensi Tuna di Indonesia
2. Berdasarkan hasil pengamatan peta potensi ikan perairan
Menanya
Indonesia diatas siswa bertanya. Apa komoditas yang paling
utama perikanan laut Indonesia adalah?
3. Dari hasil pengamatan siswa diminta mengumpulkan
Mengumpulk
informasi/data yang telah dirumuskan dari berbagai sumber
an
4. Guru menyiapkan kartu pertanyaan untuk masing-masing
data/Informa
siswa dan membagi siswa menjadi dua kelompok ada
si
kelompok atas dan kelompok bawah
5. Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) kepada siswa:
a) Siswa membentuk pasangan. Satu siswa dari masing-
masing pasangan bergerak untuk satu lingkaran besar di
kelas menghadap sebelah luar
b) Siswa lainnya mencari dan menghadapai patnernya
(sekarang anggota kelas berdiri dalam dua lingkaran
kosentris)
c) Siswa dilingkaran dalan mengajukan pertanyaan dari
kartu pertanyaan mereka: siswa lingkaran luar menjawab.
Siswa dilingkaran dalam memuji atau memberi tahu
Mengkomuni
(Alternatif: Guru menanyakan sebuah pertanyaan dan
kasikan
menunjuk siswa di dalam atau di luar yang menjawab
pertanyaan patnernya
d) Patnernya berganti peran: siswa-siswa lingkaran luar
menanyakan mendengarkan dan kemudian memuji dan
memberi tahu
e) Patner berganti kartu-kartu pertanyaan
a) Siswa lingkaran dalam memutar searah jarum jam untuk
mencari pasangan baru. (Guru dapat memanggil nomor-
nomor rotasi: Putar Tiga orang di muka)
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
atau mengungkapkan hal yang belum dipahami atau kesulitan
yang dialami dalam pembelajaran
175

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
7. Memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk
terlibat aktif dalam pembelajaran

Penutup 1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi 10 menit


pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari
3. Guru memberikan informasi tentang materi pada pertemuan
berikutnya
4. Guru menutup pelajaran dengan salam dan berdoa
PERTEMUAN III
Materi Pembelajaran : b. Sumber daya alam hayati dan non hayati antar region
1) Keunggulan sumber daya alam energi Indonesia
2) Keunggulan sumber daya perairan di Indonesia
Tujuan Pembelajaran : 1. Menjelaskan keunggulan sumber daya alam energi di Indonesia
2. Menjelaskan keunggulan sumber daya perairan di Indonesia
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam serta berdoa bersama dan 10 menit
melakukan absensi kehadiran siswa
2. Guru bertanya kepada siswa tentang materi pelajaran
sebelumnya
3. Guru bertanya kepada siswa. Sebutkan sumber daya alam
energi yang ada di Indonesia?
4. Guru menyampaikan materi pelajaran yaitu keunggulan
sumber daya alam energy dan perairan di indonesia
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti 1. Siswa diminta untuk mengamati gambar pembangkit listrik 60 menit
tenaga surya di buku siswa pada halaman 67.

Mengamati

Menanya

Mengumpulk
an Sumber: media.viva.co.id
176

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
data/Informa Gambar 3.42. Pembangkit Listrik Tenaga Surya
2. Dari hasil pengamatan guru memberikan wawasan tentang
si
apa fungsi dari tenaga surya bagi kehidupan manusia
3. Dari hasil pengamatan siswa diminta mengumpulkan
informasi/data yang telah dirumuskan dari berbagai sumber
Mengkomuni 4. Guru menyiapkan kartu pertanyaan untuk masing-masing
kasikan siswa dan membagi siswa menjadi dua kelompok ada
kelompok atas dan kelompok bawah
5. Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model
pembelajaran Quiz-Quiz Trade (QQT) kepada siswa:
a) Guru memberitahukan siswa untuk berdiri, dan
mengangkat tangannya di atas kemudian berpasang-
pasangan
b) Partner A menanyai B
c) Partner B menjawab
d) Partner A memuji atau mengajari
e) Partner berganti peran
f) Partner bertukar kartu dan saling mengucapkan
terimakasih
g) Ulangi langkah 1 6 sampai waktu yang di tentukan
habis
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
atau mengungkapkan hal yang belum dipahami atau kesulitan
yang dialami dalam pembelajaran
7. Memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk
terlibat aktif dalam pembelajaran
Penutup 1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi 10 menit
pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari
3. Guru memberikan informasi tentang materi pada pertemuan
berikutnya
4. Guru menutup pelajaran dengan salam dan berdoa

PERTEMUAN IV
Materi Pembelajaran : c. Keunggulan pariwisata indonesia
Tujuan Pembelajaran : Menjelaskan keunggulan pariwisata di Indonesia khususnya Wakatobi
Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam serta berdoa bersama dan 10 menit
melakukan absensi kehadiran siswa
Apersepsi 2. Guru bertanya kepada siswa tentang materi pelajaran
sebelumnya
3. Guru menyampaikan materi pelajaran yaitu keunggulan
pariwisata Indonesia
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
1. Siswa diminta untuk mengamati gambar pada hal.75 dibuku
Inti siswa tentang pariwisata di pulau bali 60 menit

Mengamati
177

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu

Menanya
Sumber: indonesia-tourisme.com
Gambar 3.51. Pariwisata di Pulau Bali
2. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut siswa bertanya.
Mengumpulk Dipulau Bali banyak tempat pariwisata yang ada pada peta
an tersebut, coba sebutkan tempat wisata di daerahmu yang
data/Informa sering dikunjungi oleh wisatawan?
si 3. Dari hasil pengamatan siswa diminta mengumpulkan
informasi/data yang telah dirumuskan dari berbagai sumber
4. Guru menyiapkan kartu pertanyaan untuk masing-masing
siswa dan membagi siswa menjadi dua kelompok ada
kelompok atas dan kelompok bawah
Mengkomuni 5. Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model
kasikan pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) kepada siswa:
a) Siswa membentuk pasangan. Satu siswa dari masing-
masing pasangan bergerak untuk satu lingkaran besar di
kelas menghadap sebelah luar
b) Siswa lainnya mencari dan menghadapai patnernya
(sekarang anggota kelas berdiri dalam dua lingkaran
kosentris)
c) Siswa dilingkaran dalam mengajukan pertanyaan dari
kartu pertanyaan mereka: siswa lingkaran luar menjawab.
Siswa dilingkaran dalam memuji atau memberi tahu
(Alternatif: Guru menanyakan sebuah pertanyaan dan
menunjuk siswa di dalam atau di luar yang menjawab
pertanyaan patnernya
d) Patnernya berganti peran: siswa-siswa lingkaran luar
menanyakan mendengarkan dan kemudian memuji dan
memberi tahu
e) Patner berganti kartu-kartu pertanyaan
f) Siswa lingkaran dalam memutar searah jarum jam untuk
mencari pasangan baru. (Guru dapat memanggil nomor-
nomor rotasi: Putar Tiga orang di muka)
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
atau mengungkapkan hal yang belum dipahami atau kesulitan
yang dialami dalam pembelajaran
7. Memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk
terlibat aktif dalam pembelajaran
178

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penutup 1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi
pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi atas materi yang sudah dipelajari
3. Guru memberikan informasi tentang pada pertemuan
berikutnya akan diadakan evaluasi ulangan harian
4. Guru menutup pelajaran dengan salam dan berdoa

H. Penilaian
a) Teknik Penilaian : Tes tulis PG, uraian, dan observasi saat
proses pembelajaran (QQT) dan (IOC)
b) Bentuk Penilaian : Tes pilihan ganda pretest dan posttest
disetiap akhir siklus dan penilaian
observasi keterampilan komunikasi
siswa
c) Alat Penilaian : Soal, kunci jawaban, rubrik dan lembar
observasi
179

Lampiran 5

Ringkasan Materi
Siklus II

Subtema B : Keunggulan Sumber Daya Alam untuk Pembangunan Nasional

Sub-subtema : 1. Keunggulan Potensi Sumber Daya Alam Antar Region

Keunggulan komparatif jika kita lihat dari kacamata ekonomi, bisa jadi positif
atau bahkan menjadi negatif. Misalnya: jika produk olahan makanan yang ada di Jawa
Timur, membajiri hasil produksinya secara nasional, maka akan menyebabkan industri
olahan makanan yang ada di provinsi lain, akan menjadi lesu karena kalah bersaing
dengan harga yang ditawarkan.
Berikut ini akan dijelaskan, bagimana keunggulan potensi SDA hayati region/wilayah di
Indonesia.

a. Sumber Daya Alam Hayati Antar Region

1. Pertanian
Sebagai negara agraris Indonesia terkenal dengan berbagai ragam produk
hortikultura dan ini adalah modal yang sangat berharga bagi kita untuk menghadapi
persaingan di pasar domestik maupun global.
Namun agar persaingan ini bisa kita raih dengan hasil yang sempurna, tentu saja
modal yang kita miliki ini harus ditunjang dengan peningkatan daya saing dan
pencitraan produk yang baik.
Apakah kalian tahu apa itu hortikultura?
Holtikultura berasal dari kata Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere
(budidaya). Jadi holtikultura adalah tanaman yang awalnya dibudidayakan di kebun
atau di pekarangan. Contohnya: Tanaman sayur, buah, obat dan bunga.
Buah durian bisa tumbuh dengan sangat baik di daerah tropis. Buah ini pada
awal mulanya berasal dari Malaysia kemudian menyebar ke Asia Tenggara termasuk
Indonesia, dan berbagai belahan dunia lainnya. Terdapat berbagai varietas dan tipe
buah durian dapat kita temukan di pasaran dalam negeri pada saat panen musim
durian. Untuk pasar luar negeri, penyuluhan rekomendasi varietas unggul serta
promosi masih perlu ditingkatkan sesuai permintaan pasar.

Negara pesaing terberat Indonesia dalam pasar durian adalah negara Thailand
dan Malaysia. Adapun pemusatan produksi buah ini di Indonesia adalah Sumatra
180

Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan
Kalimantan Barat. Sedangkan jenis durian yang dibudidayakan adalah Durian Sunan,
Sukun, Petruk, Sitokong, Mas, Kane, Matahari, dan Hepe.

2. Kehutanan

Indonesia menguasai 10% tumbuhan, 12% mamalia, 16% reptil dan amphibi,
17% burung dan lebih dari 25% ikan di dunia. Hutan Indonesia merupakan hutan
hujan tropis terbesar kedua di dunia setelah negara Brazil. Kayu bulat adalah semua
kayu bulat yang ditebang untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi/industri
pengolahan kayu hulu (IPKH). Kayu bulat merupakan hasil dari hutan alam melalui
kegiatan perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), dan kegiatan izin pemanfaatan
kayu (IPK) dalam rangka pembukaan wilayah hutan dan dari hutan tanaman melalui
kegiatan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI), dan terakhir dari kegiatan hutan
rakyat.
Pulau Kalimantan adalah pemilik hutan terluas di Indonesia. Hutan Kalimantan
adalah penyumbang terbesar dari hasil hutan ini. Kayu-kayunya adalah kayu yang
memiliki kualitas yang sangat tinggi dan membanggakan. Sebut saja misalnya kayu
ulin (iron wood). Kayu ini di Lombok juga dikenal dengan nama kayu besi.
Dinamakan kayu besi karena kekuatannya sama seperti besi dan semakin kuat apabila
direndam di dalam air.
Untuk daerah Blora, Jawa Tengah, kayu jati adalah produk utama dari hutan
mereka. Kabupaten Blora sudah sangat terkenal sebagai penghasil kayu jati terbaik di
dunia, di samping itu produksinya cukup banyak.
Jati atau teak (bahasa Inggris) merupakan pohon penghasil kayu bermutu tinggi.
Ciri-cirinya adalah pohonnya besar, berbatang lurus, tinggi pohon 30 sampai 40
meter, berdaun besar, yang berjatuhan ketika musim panas.

Selain industri kayu, hasil hutan lainnya yang dapat diperdagangkan adalah
rotan, getah, tumbuhan obat, dan bambu yang secara umum lebih dikenal sebagai hasil
hutan non kayu. Contohnya bambu dapat dipakai untuk bahan bangunan, penyangga
bangunan, tempat air dan pipa saluran, tabung masak, keranjang, tikar, senjata,
penangkap ikan, alat musik, bahan baku bubur kayu dan kertas, rebung mudanya
dapat dijadikan sayur yang lezat dan baik untuk kesehatan. Contoh yang lain
tumbuhan obat, digunakan masyarakat Indonesia sebagai pengobatan berbagai
macam penyakit secara tradisional.
181

Sedangkan produk getah-getahan dari beberapa jenis tanaman sangat berguna


dan berpotensi untuk dijadikan sumber pendapatan negara seperti resin, terpentin dan

latex.

3. Perikanan

Produksi tuna adalah ekspor terbesar kedua dari perikanan di Indonesia


dengan kontribusi sebesar 13%. Jepang, Amerika, dan Eropa adalah pasar utama dari
produksi tuna segar dan tuna beku Indonesia.
Ikan tuna hampir terdapat disemua perairan laut Indonesia, terutama di Laut
Bali, Laut Flores, Laut Sewu, Laut Arafuru, dan Laut Banda. Perairan-perairan itu
menjadi tempat pusat ikan tuna di Indonesia. Bahkan Bali merupakan pemasok
terbesar ikan tuna segar di dunia dengan tujuan utama Jepang.
Adapun perikanan dibagi menjadi : perikanan air laut, perikanan air darat, dan
perikanan air payau.

a. Laut
Indonesia adalah produsen perikanan terbesar ketiga setelah Cina dengan
produksi 55 juta ton, India, 14 juta ton, dan Indonesia 10,5 juta ton pada tahun
2010. Tidak kurang dari 62 persen protein ikan menjadi asupan protein hewani
rakyat Indonesia. Nilai ekspor perikanan pada tahun 2010 mencapai 3 miliar
dollar AS. Kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap PDB mencapai 3,2
persen.
182

b. Tawar

Ikan perairan air tawar dijadikan sebagai alternatif pengganti (subtitusi)


bagi perikanan tangkap atau ikan laut. Diperkirakan pada tahun 2021, konsumsi
ikan per orang penduduk di dunia sekitar 19,6 kg per tahun.
Ada beberapa sebab kebutuhan perikanan air tawar akan melebihi
perikanan tangkap.
- perikanan tangkap sudah overfishing, akibatnya ikan semakin sulit di tangkap
di laut dan pada tahun 2048 diperkirakan oleh para peneliti ikan di laut tidak
akan lagi yang bisa ditangkap apabila tidak ada perubahan model produksi.
- Dengan membudidayakan ikan air tawar dapat menjadi konsumsi pengganti
yang tepat bagi perikanan air laut yang tidak kalah lezat rasanya.
- Produksi budidaya ikan air tawar dapat memberikan ruang atau waktu bagi
biota laut untuk berkembang biak.
Provinsi Jawa Barat memang sangat serius mengembangkan budidaya
ikan air tawar karena didukung oleh keadaan geografisnya. Selain ikan Gurame
yang dikembangkan oleh provinsi ini, Jawa Barat juga terkenal dengan
pengembangan bibit Ikan Mas yang bermutu tinggi. Di samping ikan untuk
konsumsi pangan, terdapat pula jenis ikan hias air tawar di Indonesia. Ikan hias
air tawar Indonesia memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Ikan Arwana
dan botia adalah jenis-jenis ikan hias air tawar asli dari Indonesia. Arwana adalah
ikan yang paling banyak digemari di luar negeri selain ikan botia dan cupang.
183

c. Payau
Air payau adalah percampuran air tawar dan air laut. Air payau terdapat di
daerah-daerah pesisir pantai. Para pengusaha memanfaatkannya dengan
membikin tambak-tambak udang dan ikan bandeng yang tersebar di pesisir pantai
di Indonesia. Bandeng adalah salah satu jenis ikan yang bisa dibudidayakan di
laut maupun tambak, tapi perkembangannya lebih baik di tambak, karena memang
aslinya atau awalnya bandeng (milk fish) ini dibudidayakan di tambak. Pusat
pembudidayaan ikan berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain
di Pulau Jawa, ikan bandeng juga menjadi komoditas unggulan di Sulawesi
Selatan dan Sulawesi Tenggara. Untuk Pulau Sumatra, produksi ikan bandeng
tertinggi ada Aceh dan Lampung. Budidaya udang windu terdapat hampir di
semua wilayah Indonesia, tapi sentranya ada di Provinsi Sumatra Selatan, Jawa
Barat, dan Sulawesi Selatan. Ada juga jenis ikan yang mulai dikembangkan di
tambak, yaitu ikan belanak. Memang jenis ikan ini belum terkenal dan belum
banyak yang membudidayakannya. Budidaya ikan belanak dapat diketemukan di
Pulau Jawa dan sebagian Pulau Kalimantan.

4. Peternakan
Melihat pakan ternak yang disediakan oleh alam banyak tersedia di bumi
Indonesia, maka jenis ternak yang potensial dikembangkan adalah hewan-hewan jenis
ternak besar, seperti sapi, kerbau, domba dan kambing. Sedangkan untuk hewan
ternak kecil, seperti kelinci, ayam, dan ternak lebah madu.

b. Sumber Daya Hayati dan Non Hayati antar region

1. Keunggulan Sumber Daya Energi Indonesia


Mari kita cermati lebih mendalam tentang keunggulan potensi sumber daya
alam antar region di Indonesia pada beberapa sumber energi terbarukan berikut.
a) Sinar Matahari
Potensi sinar matahari di Indonesia ini sangat perlu dimanfaatkan, mengingat total
intensitas rata-rata 4,5 kWh per meter persegi per hari. Pemanfaatan sumber
energi dari sinar matahari di Indonesia diwujudkan dalam bentuk Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS). Di Indonesia, suda ada beberapa PLTS yang
dibangun, seperti: PLTS di Daruba Morotai, dan PLTS Bali.
b) Angin
Beberapa lokasi di Indonesia, merupakan ladang angin yang bisa digunakan untuk
menghasilkan energi listrik hingga 900 megawatt. Namun demikian, sirkulasi
Walker dapat berpengaruh terhadap kejadian El-Nino dan La-Nina. Sementara itu,
sirkulasi Hadley berpengaruh terhadap kondisi iklim lokal di Indonesia. Lokasi
ladang angin tersebut, antara lain: dibagian Selatan Pulau Jawa, Sulawesi, dan
Nusa Tenggara Timur. Namun saat ini, baru dua pembangkit listrik tenaga angin,
yaitu: di Papua dan Sulawesi Selatan.
c) Panas Bumi (geothermal)
Indonesia mempunyai potensi geothermal yang sangat besar, karena terletak
dikawasan cincin api (ring of fire) dunia. Kondisi ini mengakibatkan di wilayah
Indonesia, tersebar rangkaian gunung api dari ujung Pulau Sumatera sampai
dengan wilayah Timur Indonesia. Keberadaan banyak gunung api di Indonesia
berakibat pada tingginya potensi sumber panas bumi. Indonesia secara geologis
terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu: Lempeng Eropa-
184

Asia, India-Australia, dan Pasifik, yang berperan dalam proses pembentukkan


gunung api di Indonesia. Manifestasi panas bumi yang berjumlah tidak kurang
dari 244 lokasi, tersebar di: Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Maluku,
Sulawesi, Halmahera, Papua, dan Kepulauan Nusa Tenggara.
2. Keunggulan Sumber Daya Perairan di Indonesia
Perairan di Indonesia, lebih luas dibandingkan dengan daratannya. Kondisi
ini menyebabkan potensi sumber daya laut, sangat melimpah di Indonesia.
a) Sungai
Indonesia memiliki sangat banyak sungai dan anak-anak sungai yang berpotensi
untuk menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan
kebutuhan air bagi masyarakat.
b) Danau
Jumlah danau di Indonesia, mencapai ribuan. Daya tamping air yang cukup besar
tersebut, maka danau menjadi andalan persediaan air untuk: sektor pertanian,
sumber air baku masyarakat, perikanan, PLTA, pariwisata, dan lain sebagainya.
c) Air Tanah
Potensi air tanah tergantung pada faktor: geologi, geomorfologi, dan iklim. Di
Indonesia, terutama di lereng-lereng pegunungan, wilayah cekungan, dan dataran
aluvial, mempunyai potensi air tanah yang tinggi di Indonesia.

c. Keunggulan Pariwisata Indonesia


Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan pariwisata sebagai salah
satu tulang punggung nasional. Indonesia sendiri memiliki syarat-syarat untuk
pengembangan industri pariwisata yaitu:
1) Luas wilayah dan letak strategis
Luasnya perairan tersebut menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara
kepulauan terbesar di dunia. Letak Indonesia berada di antara dua samudara
yaitu Samudra Hindia dan Pasifik serta terletak diantara dua benua yaitu Benua
Australia dan Asia
2) Sumber Daya Alam
Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi para
wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
3) Penduduk yang besar dan budaya yang beragam
Indonesia termasuk negara berpenduduk terbesar di dunia. Jumlah penduduk
Indonesia hanya berada di bawah Cina, India, dan Amerika Serikat. Penduduk
Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan budaya dan adat istiadat yang
beraneka ragam.
4) Keberhasilan pembangunan
Pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah Indonesia telah
mendorong perkembangan industri pariwisata di Indonesia.
5) Komitmen Pemerintah
Pembangunan pariwisata memerlukan komitmen dari pemerintah agar dapat
dijadikan sebagai salah satu tulang punggung pembangunan nasional.
185

Lampiran 6

Kartu Soal Pertemuan I Siklus I


Model Pembelajaran Quiz-Quiz Trade

Kelompok A (Mendapatkan kartu warna biru)

No. Soal 1 No. Soal 2


Sebutkan pengertian sumber daya alam Sebutkan fungsi sumber daya alam nabati
hayati? bagi kehidupan?
Jawab
Jawab Sebagian besar sumber daya alam nabati
Sumber daya alam hayati adalah setiap di negara kita berfungsi sebagai tanaman
sumber daya alam yang berasal dari budi daya pangan, sandang, bahan baku
mahluk hidup (biotik) kayu olahan, dan obat-obatan
No. Soal 3 No. Soal 4
Manfaat dari sumber daya alam nabati Sebutkan salah satu contoh tanaman
sebagai tanaman budi daya pangan sumber daya alam nabati yang bersumber
adalah? dari karbohidrat?
Jawab Jawab
Dimanfaatkan sebagai sumber Tanaman sebagai sumber karbohidrat
karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin adalah padi, jagung, ubi, dan kentang
No. Soal 5 No. Soal 6
Sebutkan tanaman yang bersumber dari Sebutkan tanaman yang bersumber dari
lemak? protein?
Jawab Jawab
Tanaman yang bersuber dari lemak antara Sumber protein di antaranya kedelai,
lain kelapa, kacang tanah, dan kelapa kacang hijau, serta jenis kacang-kacangan
sawit. yang lainya
No. Soal 7 No. Soal 8
Sebutkan sumber daya alam hayati yang Mengapa Indonesia memiliki sumber
digunakan dalam kehidupan sebagai daya alam yang melimpah?
sumber bahan sandang atau bahan Jawab
pakaian? Indonesia memiliki sumber daya alam
Jawab yang melimpah karena Indonesia berada
Antara lain kapas sebagai bahan dasar pada Ring Of Fire, akibat pertemuan 4
katun, serat rami sebagai bahan dasar lempeng benua sehingga bermunculan
rayon, dan serat sisal sebagai bahan dasar banyak gunung api aktif yang di ikuti
linen. kesuburan tanah nya.
No. Soal 9 No. Soal 10
Apakah tanah dan air dapat di perbarui? Mengapa tanah termasuk sumber daya
Jelaskan! alam?
Jawab Jawab
Ya, tanah dan air dapat diperbarui, sebab Tanah termasuk sumber daya alam karena
tanah dan air dapat tersedia kembali dalam tanah terbentuk dari bahan-bahan sisa
waktu yang cepat sehingga tidak dapat makhluk hidup yang telah mati.
habis, namun kualitas nya bisa menurun.
186

Kelompok B (Mendapatkan kartu warna merah)

No. Soal 1 No. Soal 2


Bagaimana cara mengolah, memelihara Sebutkan manfaat dari bunga Rosella
dan melestarikan SDA? untuk kesehatan manusia?

Jawab Jawab
a. Cara mengolah SDA : (1) Membantu menurunkan tekanan
1) Memanfaatkan berbagai sumber darah tinggi (menstabilkan tekanan
daya alam dengan efisien darah), kolesterol, batuk, panas
2) Melaksanakan etika lingkungan dalam, ambeien, jantung, dan lainnya.
berdasarkan falsafah hidup dengan (2) Melancarkan peredaran darah,
damai melancarkan kencing, buang air
b. Cara memelihara dan melestarikan besar, memperbaiki saluran kencing
SDA : dan ginjal.
1) Penanaman kembali hutan yang (3) Sebagai pengganti cairan electrolyte
gundul tubuh yang hilang setelah berolah
2) Menjaga kebersihan lingkungan raga dan sebagai tonikum yang
3) Membuat terasering pada menyegarkan.
pertanian di pegunungan (4) Mengontrol berat badan,
memperbaiki pencernaan dan
mencerahkan kulit.
No. Soal 3 No. Soal 4
Sebutkan manfaat dari tanaman sebagai Sebutkan salah satu contoh pemanfaatan
sumber daya alam nabati bagi manusia sumber daya alam nabati yang bersumber
selain dapat digunakan sebagai sandang, dari kayu olahan?
pangan, dan bahan baku yang berfungsi
sebagai obat-obatan? Jawab
Pemanfaatan kayu olahan dibuat untuk
Jawab pembuatan mebel, seperti kayu jati dan
Tanaman yang digunakan sebagai bahan kayu-kayu yang lain yang telah
obat-obatan lebih dikenal dengan apotek dibudidayakan dari hutan, seperti meranti,
hidup, seperti kumis kucing, jahe, kencur, rasamala, rotan, dan bambu.
kunyit, dan temulawak termasuk bunga
Rosella.
No. Soal 5 No. Soal 6
Sebutkan salah satu contoh jenis tanaman Sebutkan salah satu jenis tanaman yang
yang didayakan unutk keperluan industri dimanfaatkan manusia sebagai sumber
secara luas dalam bentuk perkebunan? minyak astiri?

Jawab Jawab
Contoh: teh, kopi, tebu, tembakau, lada, Antara lain cengkih, serai, tengkawang,
gambir, vanili, dan sebagainya. kayu putih, dan kenanga
187

No. Soal 7 No. Soal 8


Sebutkan contoh sumber daya alam yang Sebutkan contoh sumber daya alam yang
dapat diperbaharui? tidak dapat diperbaharui:

Jawab Jawab
Tumbuhan (karet/lateks, terpentin, kapas, Emas, Perak, Alumunium, Tembaga,
biosolar, biodiesel, spiritus, alkohol, dsb), Besi, Nikel, Perunggu, Gypsum,
Hewan (biogas, wol, serat sutra, dsb), Belerang, Intan, Grafit atau karbon,
Angin/udara, Tanah, Air, Cahaya Asbes, Batu Marmer dan
matahari, Mutiara, Minyak gondorukem, Hasil pengolahan minyak bumi (bensin,
Kertas, Pupuk kompos, Minyak nilam, solar, kerosin/minyak tanah, avtur, aspal,
Pala, Kopra paraffin)

No. Soal 9 No. Soal 10


Sebutkan jenis tanaman yang dapat Mengapa hewan termasuk kedalam SDA
digunakan sebagai bahan pakaian? yang dapat diperbarui?

Jawab
Jawab Hewan termasuk kedalam SDA yang
Kapas dan kapuk dapat diperbarui karena hewan dapat
memperbarui dirinya dengan cara
melakukan reproduksi.
188

Lampiran 7

Kartu Soal Pertemuan II Siklus I


Model Pembelajaran Inside-Outside Circle

Kelompok A (Mendapatkan kartu warna hijau)

No. Soal 1 No. Soal 2


Apa yang dimaksud sember daya alam Sebutkan salah satu contoh sumber daya
non hayati? alam non hayati?

Jawab Jawab
Sumber daya alam non hayati adalah Contoh sumber daya alam non hayati yaitu
setiap sumber daya alam yang berasal dari bahan tambang, air, panas bumi, dan
benda-benda mati. Sumber daya alam ini udara.
juga disebut dengan istilah sumber daya
alam abiotik
No. Soal 3 No. Soal 4
Sebutkan manfaat hasil tambang bagi Sebutkan fungsi dan manfaat hutan bagi
kehidupan manusia? kehidupan?

Jawab Jawab
1. Sebagai bahan dasar pembuatan 1. Sebagai paru paru dunia
tehknologi, contohnya besi,(menyediakan oksigen) dan menyerap
almunium kabon dioksida
2. Sebagai bahan bakar contohnya batu2. Menghasilkan hasil hutan bagi
bara, minyak tanah mahkluk hidup dan sebagai tempat
3. Sebagai alat investasi contohnya tinggal hewan
logam mulia, intan, berlian dsb 3. Menyediakan lahan pertanian
4. Sebagai bahan bangunan contohnya 4. Pemeliharaan keanekaragaman hayati
semen dsb dan nabati
5. Pencegah banjir dan erosi
No. Soal 5 No. Soal 6
Sebutkan manfaat gas alam bagi Sebutkan manfaat dari batu bara bagi
kehidupan manusia? kehidupan manusia?
Jawab Jawab
1. Gas alam sebagai bahan baku a. Sebagai bahan produk baja dan besi
2. Gas alam sebagai komuditas bahan b. Sebagai bahan bakar pembangkit
energi ekspor listrik
3. Gas alam sebagai bahan bakar alam c. Sebagai bahan bakar cair
4. Sebagai pembangkit listrik d. Sebagai bahan bakar produksi semen
5. Sebagai bahan bakar transportasi e. Sebagai penyerap dalam daur ulang
minyap pelumas bekas
189

No. Soal 7 No. Soal 8


Usaha pertambangan dan bahan galian di Sebutkan 3 (tiga) penggolongan bahan
Indonesia mempunyai peranan. galian menurut Undang-Undang No. 11
Sebutkan? Tahun 1967 tentang Ketentuan- Ketentuan
Jawab Pokok Pertambangan?
1. Menambah pendapatan Negara
2. Memperluas lapangan kerja. Jawab
3. Memajukan bidang transportasi dan 1. Bahan galian golongan A, yaitu bahan
komunikasi. galian golongan strategis. Strategis
4. Memajukan industri dalam negeri. dalam hal ini adalah strategis bagi
5. Sebagai pemasok kebutuhan SDA pertahanan/keamanan negara atau bagi
barang tambang dan galian dalam perekonomian negara;
negeri. 2. Bahan galian golongan B, yaitu bahan
6. Minyak bumi dan gas alam sebagai galian vital, adalah bahan galian yang
bahan bakar atau sumber energi. dapat menjamin hajat hidup orang
7. Pasir atau batu sebagai bahan banyak;
bangunan 3. Bahan galian C, yaitu bahan galian
8. Emas, intan, dan perak sebagai yang tidak termasuk golongan A dan
perhiasan. B.
9. Bahan industri dalam negeri.
No. Soal 9 No. Soal 10
Tambang yang terkenal di pulau Buton Bahan galian potensial bernilai ekonomi
adalah tambang? tinggi di Indonesia menurut
pemanfaatannya dikelompokkan atas tiga
Jawab golongan, sebutkan?
Tambang aspal
Jawab
1. Bahan galian logam/bijih (ore)
2. Bahan galian energi
3. Bahan galian industri
190

Kelompok B (Mendapatkan kartu warna ungu)

No. Soal 1 No. Soal 2


Sebutkan salah satu contoh bahan galian Sebutkan isi Undang-Undang Dasar 1945
logam/bijih (ore)? Pasal 33?

Jawab Jawab
Bahan galian logam/bijih (ore); Bumi, air dan kekayaan alam yang
merupakan bahan galian yang bila diolah terkandung didalamnya dikuasai oleh
dengan teknologi tertentu akan dapat negara dan dipergunakan sebesar-
diambil dan dimanfaatkan logamnya, besarnya guna kemakmuran rakyat
seperti timah, besi, tembaga, nikel, emas,
perak, seng, dan sebagainya.
No. Soal 3 No. Soal 4
Sebutkan fungsi dari ekologis dari tanah?
Apa yang harus dilakukan penduduk usia
Jawab produktif?
Tanah juga memiliki fungsi ekologis yaitu
Jawab
tempat untuk menyimpan cadangan air. Penduduk usia produktif harus dapat
Bencana kekeringan dan banjir adalah melakukan kegiatan ekonomi dengan baik
salah satu akibat apabila fungsi ekologis
seperti bertani, berdagang, maupun
tanah rusak. Oleh karena itu, kita harus
aktivitas yang lain. Dengan demikian
senantiasa menjaga tanah agar berbagaipendapatan akan meningkat sehingga
macam bencana dapat dicegah. dapat menghidupi penduduk usia
nonproduktif.
No. Soal 5 No. Soal 6
Jelaskan manfaat tanah bagi kehidupan Sebutkan manfaat air bagi kehidupan
manusia? manusia?

Jawab Jawab
Tanah berperan penting bagi kehidupan 1. Kebutuhan sehari-hari, air digunakan
manusia, antara lain: untuk minum, masak, mandi,
Tempat tinggal dan tempat melakukan mencuci, dan kegiatan bersih-bersih
kegiatan.Tempat tumbuhnya vegetasi lainnya
yang sangat berguna bagi kepentingan 2. Keperluan air untuk industri, air
hidup manusia.Tempat mengandung digunakan pada industri seperti
bahan tambang atau bahan galian yang pembangkit tenaga listrik, pabrik dan
berguna bagi manusia.Tempat sebagainya..
berkembangnya hewan yang sangat 3. Air untuk pertanian, air digunakan
beguna bagi manusia. untuk irigasi lahan pertanian.
4. Air untuk peternakan seperti tambak,
kolam, keramba apung dan
sebagainya.
5. Air sebagai tempat media transportasi
seperti perjalanan dengan kapal laut
191

No. Soal 7 No. Soal 8


Massa air yang berada di suatu cekungan Danau yang terbesar di Indonesia adalah
(ledok/basin) yang terdapat di daratan danau?
adalah?
Jawab
Jawab Danau terbesar di Indonesia adalah danau
Danau Toba yang terletak di Pulau Sumatra
tepatnya di Provinsi Sumatra Utara.
No. Soal 9 No. Soal 10
Pemanfaatan danau di bidang ekonomi Sebutkan manfaat dari dan peran sungai
yang umum dilakukan di Indonesia dalam pembangunan ekonomi?
adalah?
Jawab
Jawab 1. Sumbe air industri
1. Cadangan air bersih 2. Irigasi
2. Air irigasi 3. Perikanan
3. Tempat pariwisata 4. Transportasi
4. Perikanan 5. Rekreasi
5. Pembangkit tenaga listrik 6. Sumber bahan bangunan (pasir dan
batu)
192

Lampiran 8

Kartu Soal Pertemuan III Siklus I


Model Pembelajaran Quiz-Quiz Trade

Kelompok A (Mendapatkan kartu warna biru)

No. Soal 1 No. Soal 2


Sebutkan pengertian pembangunan Pembangunan ekonomi memiliki 4
ekonomi? (empat) sifat penting. Sebutkan?

Jawab Jawab
Pembangunan ekonomi merupakan suatu 1) Suatu proses
proses yang menyebabkan pendapatan 2) Usaha untuk meningkatkan
perkapita penduduk suatu masyarakat pendapatan perkapita
meningkat dalam jangka panjang, disertai 3) Kenaikan pendapatan perkapita
dengan perubahan ciri-ciri penting suatu berlangsung dalam jangka panjang
masyarakat, yaitu perubahan dalam 4) Kenaikan pendapatan perkapita diikuti
teknologi, pola pikir masyarakat maupun dengan terjadinya perubahan
kelembagaan. teknologi dan atau kelembagaan
No. Soal 3 No. Soal 4
Jelaskan mengapa kenaikan pendapatan Sebagian besar masyarakat Indonesia
perkapita diikuti dengan terjadinya menggantungkan hidupnya dari sektor
perubahan teknologi dan atau agraris ini. Baik itu bercocok tanam,
kelembagaan? beternak, ataupun yang lainnya. Mengapa
demikian, sebutkan alasannya?
Jawab Jawab
Maksudnya, dikatakan terjadi 1) Pertanian di Indonesia merupakan
pembangunan ekonomi bukan saja berarti potensi sumber daya alam yang besar
peningkatan pendapatan per kapita, dan beragam.
namun kenaikan pendapatan per kapita 2) Pangsa terhadap pendapatan nasional
yang diikuti dengan terjadinya perubahan cukup besar.
teknologi. Misalnya di sektor pertanian, 3) Besarnya penduduk yang
yang dulunya pengolahan lahan menggantungkan hidupnya pada
menggunakan tenaga hewan yang biasa sektor ini.
disebut dengan (luku atau garu) sekarang 4) Menjadi basis pertumbuhan di
menggunakan traktor. pedesaan.
193

No. Soal 5 No. Soal 6


Apa yang dimaksud pendapatan Sebutkan salah satu faktor penyebab suatu
perkapita? Negara mengalami kemiskinan?

Jawab Jawab
Pendapatan per kapita adalah pendapatan Karena tidak cukupnya sumber-sumber
nasional dibagi dengan jumlah penduduk. alam yang dimilikinya. Rendahnya
Suatu negara dikatakan terjadi pendapatan suatu daerah, antara lain
pertumbuhan ekonomi jika negara disebabkan oleh sumber-sumber alam
tersebut pendapatannya mengalami yang tersedia baik dalam arti jumlah, jenis
kenaikan. Suatu negara dikatakan terjadi maupun kualitasnya yang rendah. Tanpa
pembangunan ekonomi jika negara adanya sumber-sumber alam di suatu
tersebut pendapatan per kapitanya negara, maka tidak akan banyak harapan
mengalami kenaikan, tetapi kenaikan untuk berhasilnya pembangunan ekonomi
pendapatan perkapita tersebut dicapai dan begitu juga sebaliknya.
dengan menggunakan teknologi yang
modern atau dibarengi adanya perubahan
pola pikir masyarakat atau kelembagaan
No. Soal 7 No. Soal 8
Sebutkan peran SDA hayati terhadap Indonesia adalah negara agraris, dan
pembangunan ekonomi? pernah mendapat penghargaan dari FAO
(Food and Agriculture Organization).
Jawab Coba jelaskan penghargaan yang di dapat
1. Menaikkan Produk Domestik Bruto tersebut?
(PDB) Jawab
2. Penyedia lapangan pekerjaan Penghargaan dari FAO atas
keberhasilannya dalam swasembada
3. Menyejahterahkan petani
beras. Indonesia mempunyai potensi besar
4. Penyedia pangan masyarakat dalam sektor pertanian. Hal ini dapat
5. Menjadi basis pertumbuhan ekonomi dilihat dari mata pencaharian utama
masyarakat Indonesia adalah bertani.
No. Soal 9 No. Soal 10
Apa yang kalian ketahui tentang sumber Pendapatan nasional yang dihasilkan oleh
daya alam hayati? wilayah suatu negara (dihasilkan oleh
warga negara suatu negara maupun warga
Jawab negara asing yang tinggal di suatu negara)
Sumber daya alam hayati adalah semua disebut?
makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan,
dan mikroba yang ada di muka bumi ini. Jawab
Produk Domestik Bruto (PDB)
194

Kelompok B (Mendapatkan kartu warna merah)

No. Soal 1 No. Soal 2


Jumlah keseluruhan pendapatan yang Peranan petani tidak dapat dilepaskan
diterima oleh seluruh lapisan masyarakat dalam kehidupan masyarakat. Mengapa
selama periode tertentu, untuk Indonesia demikian?
selama satu tahun kalender. Jawab
Karena petani menjadi pemasok setiap
Jawab kebutuhan pangan dari setiap anggota
Pendapatan nasional keluarga dalam pemenuhan kebutuhan
pokoknya sehari-hari. Tanpa adanya petani
manusia tentu tidak dapat memenuhi
kebutuhannya bahkan harus mengimpor
barang-barang pangan dari luar.
No. Soal 3 No. Soal 4
Sebutkan pengertian pendapatan Sebutkan pengertian Produk Domestik
nasional? Bruto (PDB)?
Jawab
Jawab Produk Domestik Bruto (PDB) adalah
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan nasional yang dihasilkan oleh
keseluruhan pendapatan yang diterima wilayah suatu negara (dihasilkan oleh
oleh seluruh lapisan masyarakat selama warga negara suatu negara maupun warga
periode tertentu, untuk Indonesia selama negara asing yang tinggal di suatu negara)
satu tahun kalender.
No. Soal 5 No. Soal 6
Sebutkan pengertian dari Pendapatan Kenaikan pendapatan perkapita
Nasioan Bruto (PNB)? berlangsung dalam jangka panjang. Maksud
dari pernyataan tersebut adalah?
Jawab Jawab
Pendapatan Nasional Bruto (PNB) adalah Pendapatan per kapita secara rata-rata
pendapatan nasional yang dihasilkan oleh meningkat dari tahun ke tahun. Namun, hal
warga negara (baik yang tinggal di dalam tersebut bukan berarti bahwa pendapatan
negeri maupun di luar negeri) per kapita harus mengalami kenaikan terus
menerus, tetapi pada suatu waktu tertentu
dapat turun, namun turunnya tidak terlalu
No. Soal 7 No. Soal 8
Tumbuhan merupakan sumber daya alam Adam Smith mengemukakan teorinya
yang sangat beragam dan jumlahnya tentang absolute comparative advantage.
banyak. Sebutkan salah satu? Sebutkan arti dari teori tersebut?
Jawab
Jawab Teori tersebut mengatakan bahwa setiap
Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia masyarakat berproduksi sesuai dengan
diantaranya: Bahan makanan (padi, keunggulan komparatif yang dimilikinya.
gandum, tebu) bahan bangungan (kayu Artinya, masyarakat yang kaya akan sumber
jati, kayu mahoni), bahan bakar, (kelapa daya alam akan lebih mampu berproduksi
sawit, jarak) obat (jahe, kunir, kina). dibandingkan dengan masyarakat lain yang
sumber daya alamnya lebih sedikit.
195

No. Soal 9 No. Soal 10


Pendapatan nasional yang dihasilkan oleh Contoh bangsa Indonesia sudah
warga negara (baik yang tinggal di dalam menggunakan SDA untuk pembangunan
negeri maupun di luar negeri) disebut? ekonomi sejak jaman kerajaan adalah?

Jawab Jawab
Pendapatan Nasional Bruto (PNB) Kerajaan Singosari memanfaatkan air
sungai Brantas untuk irigasi
196

Lampiran 9

Kartu Soal Pertemuan IV Siklus I


Model Pembelajaran Inside-Outside Circle

Kelompok A (Mendapatkan kartu warna hijau)

No. Soal 1 No. Soal 2


Jelaskan fungsi dan peran sumber daya Sebutkan pengertian sumber daya alam
alan non hayati terhadap pembangunan non hayati?
ekonomi?
Jawab Jawab
1. Menambah devisa negara SDA non hayati adalah SDA yg tidak bisa
2. Memajukan teknologi transportasi dan diperbaharui, contoh emas, perak, batu
komunikasi bara dll.
3. Memperluas lapangan kerja
4. Sebagai industri dalam negeri
No. Soal 3 No. Soal 4
Sebutkan salah satu contoh sumber daya Apa yang kamu ketahui tentang air.
alam non hayati? Sebutkan?
Jawab
Jawab Air adalah salah satu sumber daya alam
Angin, air, tanah, barang tambang, Abiotik yang tidak bisa habis, melainkan
minyak bumi, batu bara, tembaga, bauksit, bisa berkurang. Air juga berfungsi sebagai
marmer, yodium, biji besi. penghidup makhluk hidup yakni Manusia,
Hewan dan Tumbuhan
No. Soal 5 No. Soal 6
Sebutkan tindakan yang dapat dilakukan Pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
untuk menerapkan ekoefisiensi air bersih? adalah pembangkit yang mengandalkan
Jawab energi potensial dan kinetik dari air untuk
1. Mempertahankan kelestarian hutan menghasilkan energi listrik. Sebutkan
2. Melakukan penghijauan di salah satu contohnya?
lingkungan perkarangan rumah
3. Menjaga saluran air dari kebocoran Jawab
untuk menghindari pemborosan air PLTA BAKARU Sulawesi selatan, PLTA
bersih sigura-gura Sumatera Utara dan PLTA
4. Membuat penampungan air kotor Saguling Jawa Barat dan lain-lain.
5. Membuat penampungan air hujan
6. Menghemat penggunaan air bersih
197

No. Soal 7 No. Soal 8


Apa yang kamu ketahui tentang PLTU Apa yang kamu ketahuai tentang PLTN
(Pembangkit Listrik Tenaga Uap)? (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)?

Jawab Jawab
Pada PLTU, uap ditampung dan Pembangkit listrik ini menggunakan
disalurkan untuk memutarkan turbin uap. energi panas yang dihasilkan oleh reaktor
Energi mekanis dari putaran turbin diubah nuklir untuk memutarkan turbin uap. Dari
menjadi energi listrik oleh generator. turbin inilah energi mekanis diubah
Contohnya PLTU Semarang Jawa Tengah menjadi energi listrik. Contohnya PLTN
dan PLTU Suralaya Cilegon banten di Jepang dan OBNINKS di Rusia.
No. Soal 9 No. Soal 10
Jelaskan pengertian PLTB (Pembangkit Apa yang kamu ketahui tentang
Listrik Tenaga Batubara), serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya
contohnya? (PLTS)?

Jawab Jawab
Pembangkit listrik ini menggunakan Pembangkit listrik ini menggunakan
bahan bakar fosil berupa batubara yang cahaya matahari sebagai energi utama.
dibakar untuk mendidikan air agar Energi dari cahaya matahari dapat
menghasilkan uap. Uap yang dihasilkan langsung diubah menjadi energi listrik
digunakan untuk menggerakan turbin oleh konventer generator dan disimpa
uap atau turbin gas kemudian diubah didalam baterai.
menjadi energi listrik. Contohnya PLTB
Bukit Asam Sumatera Utara.

Kelompok B (Mendapatkan kartu warna ungu)

No. Soal 1 No. Soal 2


Apa yang kamu ketahui tentang (PLTA) Sebutkan fungsi dari sumber daya hasil
Pembangkit Listrik Tenaga Angin? tambang bagi kehidupan manusia?

Jawab Jawab
Pembangkit Listrik Tenaga Angin adalah Sumber daya alam hasil penambangan
hembusan angin digunakan untuk memiliki beragam fungsi bagi kehidupan
memutarkan baling-baling kemudian manusia, seperti bahan dasar
putaran tersebut digunakan untuk infrastruktur, kendaraan bermotor,
memutarkan generator. Dari sumber energi, maupun sebagai
generator inilah energi mekanik diubah perhiasan.
menjadi energi listrik melalui bantuan
solarcell agar energi listrik yang
dihasilkan dapat digunakan perlu
disimpan pada baterai.
198

No. Soal 3 No. Soal 4


Sebutkan salah satu contoh hasil tambang Sebutkan salah satu contoh minyak bumi
yang kamu ketahui? yang kamu ketahui?

Jawab Jawab
1. Batu bara 1. Avtur
2. Biji besi 2. Bensin
3. Tembaga 3. Minyak tanah
4. Bauskit 4. Solar
5. Emas 5. LNG (Liquid Natural Gas)
6. Marmer, dll 6. Oli
7. Aspal
No. Soal 5 No. Soal 6
Tambang apa yang terkenal di Pulau Apa itu bauksit?
Buton?
Jawab
Jawab Bahan dasar pembuatan alumunium
Tambang aspal.
No. Soal 7 No. Soal 8
Apa yang kamu ketahui tentang grafit? Apa yang kamu ketahui tentang nikel?

Jawab Jawab
Bermanfaat untuk membuat pensil, dan Untuk bahan pelapis besi agar tidak
bahan pembuatan baterai mudah berkarat.
No. Soal 9 No. Soal 10
Sebutkan manfaat gas alam bagi Sebutkan manfaat dari batu bara bagi
kehidupan manusia? kehidupan manusia?

Jawab Jawab
1. Gas alam sebagai bahan baku 1. Sebagai bahan produk baja dan besi
2. Gas alam sebagai komuditas bahan 2. Sebagai bahan bakar pembangkit
energi ekspor listrik
3. Gas alam sebagai bahan bakar alam 3. Sebagai bahan bakar cair
4. Sebagai pembangkit listrik 4. Sebagai bahan bakar produksi semen
5. Sebagai bahan bakar transportasi 5. Sebagai penyerap dalam daur ulang
minyak pelumas bekas
199

Lampiran 10

Kartu Soal Pertemuan I Siklus II


Model Pembelajaran Quiz-Quiz Trade

Kelompok A (Mendapatkan kartu warna biru)

No. Soal 1 No. Soal 2


Apa pengertian keunggulan potensi SDA Apa yang dimaksud dengan holtikultura?
antar region?
Jawab Jawab
Keunggulan potensi SDA antar region Tanaman yang awalnya dibudidayakan di
adalah keunggulan masing-masing daerah kebun atau pekarangan, berasal dari
yang dikenal dengan: keunggulan Bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan
komparatif. Keunggulan komparatif cultura/colere (budidaya). Contoh-
tersebut menyebabkan terjadinya interaksi contohnya adalah tanaman sayur, buah,
yang berupa kegiatan perdagangan. obat dan bunga.
Kegiatan perdagangan ini dilakukan
karena masing-masing daerah, memiliki
perbedaan potensi sumber daya alam.
No. Soal 3 No. Soal 4
Pesaing Negara penghasil durian di Jenis kopi yang yang paling terkenal di
Indonesia adalah? Indonesia dan harganya mahal adalah?

Jawab Jawab
Thailand dan Malaysia Kopi luwak
No. Soal 5 No. Soal 6
Sebutkan sentra penghasil durian di Sebutkan salah satu daerah penghasil kopi
Indonesia? secara nasional?
Jawab
Jawab Kabupaten Lampung Barat mencapai
Sentra produksi durian di Indonesia adalah 60,347,7 hektare lebih, dengan hasil kopi
Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, kering per tahun mencapai 29.712 ton per
Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa hektare per tahun. Contohnya kopi,
Timur, dan Kalimantan Barat. stroberi, dan kopi nanas
No. Soal 7 No. Soal 8
Sebutkan jenis varietas durian yang di Sebutkan salah satu contoh tanaman
budidaya di Indonesia? pangan pokok yang sangat tergantung
bagi kehidupan bangsa Indonesia?
Jawab
Varietas durian yang direkomendasikan Jawab
untuk dibudidayakan adalah Sunan, Contoh tanaman pangan adalah padi,
Sukun, Petruk, Sitokong, Mas, Kane, jagung, kacang, kedelai, kentang, ubi dan
Matahari dan Hepe. lain-lain
200

No. Soal 9 No. Soal 10


Sebutkan jenis-jenis kayu dan Pulau Kalimantan adalah penyumbang
persebarannya di Indonesia? kayu paling besar. Produksi hasil hutan
utama yang dihasilkan dari hutan
Jawab Indonesia adalah kayu bulat. Apa yang di
1. Kayu meranti, keruing, agathis maksud dengan kayu bulat?
dihasilkan terutama di Sulawesi,
Papua, dan Kalimantan. Jawab
Kayu bulat adalah semua kayu bulat yang
2. Kayu jati banyak dihasilkan terutama
ditebang atau di panen yang bisa dijadikan
di Jawa Tengah. Rotan banyak sebagai bahan baku produksi pengolahan
dihasilkan di Kalimantan, Sumatra kayu hulu (IPKH). Produksi kayu bulat ini
Barat dan Sumatra Utara. dihasilkan dari hutan alam melalui
3. Kayu cendana banyak dihasilkan di kegiatan perusahaan Hak Pengusahaan
NTT. Hutan (HPH), dan kegiatan izin
4. Kayu akasia dan rasamala banyak pemanfaatan kayu (IPK) dalam rangka
pembukaan wilayah hutan dan dari hutan
dihasilkan di Jawa Barat
tanaman melalui kegiatan perusahaan
Hutan Tanaman Industri (HTI), dan
terakhir dari kegiatan hutan rakyat.

Kelompok B (Mendapatkan kartu warna merah)

No. Soal 1 No. Soal 2


Sebutkan daerah penghasil sagu di Sebutkan manfaat dan fungsi hutan?
Indonesia?
Jawab
Jawab 1. Tempat menyimpan air hujan dan kemudian
Hutan sagu di Provinsi Papua luas sekitar mengalirkannya ke sungai-sungai dan danau
4.769.548 ha (diperkirakan telah hingga pada musim kemarau daerah tersebut
dimanfaatan hutan sagu secara tradisional tidak mengalami kekeringan.
sekitar 14.000 ha). Potensi sagu kisaran 2. Tempat hidup bagi flora dan fauna yang
0,33 V 5,67 batang/ha. Penyebaran sagu menjadi sumber makanan dan obat-obatan
terutama wilayah/lokasi Kab. Sorong pada saat ini maupun pada masa yang akan
(Kec. Inawatan, Seget, Salawati), Kab. datang.
Manokwari (Kec. Bintuni), Kab. Jayapura 3. Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan
(Kec. Sentani, Sarmi), Kab. Merauke karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah
(Kec. Kimaam, Asmat, Atsy, Bapan, yang mengakibatkan kikisan tanah-tanah
Pantai Kasuari), Kab. Yapen Waropen yang subur.
(Kec. Waropen) dan sebagian besar 4. Menghasilkan oksigen dan menyerap karbon
tegakan sagu tumbuh pada daerah gambut
dioksida sehingga suhu bumi jadi lebih
pantai. Potensi sagu belum dimanfaatkan
terkendali.
secara optimal sehingga masih
5. Sumber kehidupan bagi masyarakat,
dimungkinkan diusahakan dalam skala
industri. khususnya penduduk sekitar hutan dari
produk yang dihasilkannya.
201

No. Soal 3 No. Soal 4


Berdasarkan tujuan pengelolaannya, hutan Sebutkan salah satu contoh pemanfaatan
dibedakan beberapa. Sebutkan? sumber daya alam nabati yang bersumber
Jawab dari kayu olahan?
1. Hutan produksi, yang dikelola untuk
menghasilkan kayu ataupun hasil hutan Jawab
bukan kayu Pemanfaatan kayu olahan dibuat untuk
2. Hutan lindung, dikelola untuk mengelola pembuatan mebel, seperti kayu jati dan kayu-
tanah dan air kayu yang lain yang telah dibudidayakan dari
3. Hutan suaka alam, dikelola untuk melindungi hutan, seperti meranti, rasamala, rotan, dan
kekayaan keanekaragaman hayati atau bambu.
keindahan alam
4. Hutan konversi, yakni hutan yang
dicadangkan untuk penggunaan lain, dpat
dikonversi untuk pengelolaan non
kehutanan.
No. Soal 5 No. Soal 6
Apa yang kamu ketahui tentang kayu ulin? Apa yang kamu ketahui tentang kayu jati?

Jawab Jawab
Kayu Ulin atau dalam bahasa Inggrisnya, Jati adalah sejenis pohon penghasil kayu
Iron Wood. Sejarah kayu tersebut yang bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang
ternyata mempunyai kekuatan seperti besi lurus, dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40m.
dan kalau direndam di air maka akan semakin Berdaun besar, yang luruh di musim
mengokohkan kekuatan kayu tersebut. kemarau. Jati dikenal dunia dengan nama
Masyarakat yang berada di Kalimantan yang teak (bahasa Inggris). Selama ini Kabupaten
hampir kebanyakan bertempat tinggal di Blora dikenali sebagai daerah penghasil kayu
rawa-rawa pada zaman dulu memakai kayu jati terbaik di dunia. Selain kualitasnya
Ulin menjadi sarana perumahan yang paling bagus, produksinya juga cukup banyak.
cocok untuk daerah rawa atau basah.
No. Soal 7 No. Soal 8
Sebutkan daerah penghasil rotan di Sebutkan daerah penghasil hutan terbesar di
Indonesia? Indonesia!
Jawab
Penyebaran rotan pada wilayah/lokasi Jawab
berdasarkan hasil orientasi/cruising; Kab, Pulau Kalimantan adalah unggul di produksi
Nabire (Sima, Yaur, S. Nauma, S. Buami, S. hutannya dengan 11.475 ribu hektar yang
Wabi-Wammi, S. Wanggar), Kab. Jayapura dapat dimanfaatkan sebagai hutan produksi
(Unurum Guay, Lereh, Pantai Timur), tetap.
Manokwari (Masni, Bintuni, Ransiki, S.
Kasi, S. Sima), Merauke (Ds. Poo, Torey).
Potensi rotan rata-rata per hektar berada
kisaran 2,75 V 2.062,22 Kg/ha.
202

No. Soal 9 No. Soal 10


Sebutkan hambatan-hambatan umum yang Sebutkan prinsip-prinsip pengolahan hutan
dihadapi Indonesia dalam pengelolaan dan secara berkelanjutan?
pemanfaatan sumberdaya hutan?
Jawab
Jawab 1. Ketaatan pada hukum dan prinsip-
1. Kurangnya tenaga pakar dalam bidang prinsip FSC
SDA hutan 2. Hak tenure dan hak guna serta tanggung
2. Mahalnya sarana prasarana untuk jawab
pengelolaan SDA hutan 3. Hak masyarakat adat
3. Kerjasama dengan perusahaan asing 4. Hubunan masyarakat dan hak-hak
yang merugikan. pekerja
4. Transportasi ke Daerah sumberdaya 5. Manfaat dari hutan
hutan terbatas mengingat Indonesia 6. Dampak pada lingkungan hidup
adalah kepualauan. 7. Rencana Pengelolaan
5. Sumber daya manusia yang belum 8. Monitoring dan Evaluasi
memenuhi klasifikasi. 9. Pemeliharaan hutn dengan nilai
konservasi tinggi
10. Hutan tanaman
203

Lampiran 11

Kartu Soal Pertemuan II Siklus II


Model Pembelajaran Inside-Outside Circle

Kelompok A (Mendapatkan kartu warna hijau)

No. Soal 1 No. Soal 2


Apa yang kamu ketahui tentang Sebutkan hasil produksi di bidang
perikanan? perikanan yang terbesar kedua di
Indonesia?
Jawab
Perikanan adalah kegiatan manusia yang Jawab
berhubungan dengan pengelolaan dan Produksi tuna Indonesia adalah ekspor
pemanfaatan sumberdaya hayati perairan. terbesar kedua secara nasional yang
Sumberdaya hayati perairan tidak dibatasi berkontribusi 13% dari nilai total ekspor.
secara tegas dan pada umumnya Jepang, Amerika, dan Eropa adalah pasar
mencakup ikan, amfibi, dan berbagai utama dari produk tuna segar dan beku
avertebrata penghuni perairan dan dari Indonesia
wilayah yang berdekatan, serta
lingkungannya.
No. Soal 3 No. Soal 4
Sebutkan tempat perairan yang menjadi Sebutkan dampak yang terjadi
pusat ikan tuna di Indonesia? pencemaran lingkungan laut?

Jawab Jawab
Beberapa perairan yang menjadi pusat 1. Menyebabkan keracunan pada tubuh
ikan tuna di Indonesia adalah Laut Bali, makhluk hidup yang berhubungan
Laut Flores, Laut Sewu, Laut Arafuru dan dengan laut misalnya ikan, burung
Laut Banda. Sedangkan daerah yang laut, manusia
terkenal sebagai kawasan fishing ground 2. Mengancam kehidupan dan
ikan tuna, banyak terdapat di perairan kelangsungan hewan dan tumbuhan
selatan dan barat Sumatra. Selain itu bisa yang hidup di laut
ditemukan juga di selatan Jawa, Bali, 3. Pencemaran karena polusi kebisingan
Nusa Tenggara Laut Maluku dan Laut di laut karena suara tertentu dapat
Banda ini menujukan hampir semua menghalangi komunikasi, radar yang
perairan Indonesia kita dapat dimiliki hewan laut misalnya untuk
mendapatkan ikan tersebut. menarik perhatian, melemahkan
mangsa, navigasi.
204

No. Soal 5 No. Soal 6


Apa yang dimaksud dengan perikanan Apa yang dimaksud perikanan laut dalam?
pantai?
Jawab Jawab
Perikanan jenis ini dilakukan pada daerah Perikanan laut dalam merupakan jenis
kurang dari 60 mil dari bibir pantai. penangkapan ikan yang dilakukan di
Biasanya pemanfaatan sumber daya jenis samudera atau di laut lepas. Biasanya
perikanan ini dilakukan oleh para nelayan yang melakukan pemanfaatan dan
tradisional dengan menggunakan perahu pengelolaan perikanan jenis ini dilakukan
motor ukuran kecil, atau perahu dayung. oleh nelayan modern atau perusahan
Oleh karena luas daerah tangkapannya perikanan besar yang tentunya
relatif sempit dan hanya menggunakan menggunakan perlatan canggih. Hasil
peralatan tradisional. enis ikan yang tangkapan ikannya pun bisa dalam jumlah
sering ditangkap, antara lain kembung, besar.
teri, petek, lemuru, dan beberapa jenis
moluska, seperti cumi dan ubur-ubur.
No. Soal 7 No. Soal 8
Sebutkan dan jelaskan tentang yang anda Sebutkan pengertian pengelolaan sumber
ketahui tentang perikanan darat? daya ikan?

Jawab Jawab
Selain perikanan laut, di Indonesia juga Pengelolaan sumberdaya ikan adalah
mengenal perikanan darat yang dilakukan semua upaya termasuk proses yang
di air tawar dan air payau. Pengelolaan terintegrasi dalam pengumpulan
dan pembudidayaan ikan biasanya informasi, analisis, perencanaan,
dilakukan di daerah sungai, danau, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi
empang atau kolam, sawah dan sumberdaya ikan, dan implementasi serta
bendungan. Jenis hasil budidayanya penegakan hukum dari peraturan
sangat beragam seperti udang, lobster, perundang-undangan di bidang perikanan,
ikan lele, nila, gurameh, bawal, belut dll. yang dilakukan oleh pemerintah atau
otoritas lain yang diarahkan yang
bertujuan agar sumberdaya ikan dapat
dimanfaatkan secara optimal dan
mencapai kelangsungan produktivitas
sumberdaya hayati perairan yang terus
menerus.
205

No. Soal 9 No. Soal 10


Menurut Permendagri No. 30 Tahun 2010 Tujuan pengawasan sumber daya kelautan
(Pasal 31), Menteri Dalam Negri perikanan adalah
melakukan pembinaan dan pengawasan
atas pengelolaan sumberdaya di wilayah Jawab
laut yang dilakukan oleh Pemerintah 1. Terlaksananya peraturan perundang-
Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. undangan secara tertib;
Sebutkan pembinaan dan pengawasannya 2. Terciptanya keamanan sumber daya
yang dilakukan? kelautan dan perikanan;
Jawab 3. Terjaganya kelestarian sumber daya
1. Percepatan penyusunan perencanaan kelautan dan perikanan;
dan pengelolaan sumber daya di 4. Pemanfaatan sumberdaya kelautan
wilayah laut dan perikanan yang berkelanjutan.
2. Pemberdayaan nelayan tradisional
dan masyarakat pesisir
3. Pemberdayaan organisasi
kemasyarakatan bidang kelautan

Kelompok B (Mendapatkan kartu warna ungu)

No. Soal 1 No. Soal 2


Sebutkan pengertian penangkapan ikan? Sebutkan cara mengatasi kerusakan di
lingkungan laut?
Jawab
Penangkapan ikan merupakan kegiatan Jawab
yang bertujuan untuk memperoleh ikan di 1. Meningkatkan pendayagunaan potensi
perairan yang tidak dalam keadaan laut dan dasar laut
dibudidayakan dengan alat atau cara 2. Meningkatkan harkat dan taraf hidup
apapun, termasuk kegiatan yang
nelayan
menggunakan kapal untuk memuat,
mengangkut, menyimpan, mendinginkan, 3. Mengembangkan potensi industri
mengolah atau mengawetkannya. Usaha kelautan
perikanan yang bekerja di bidang 4. Mempertahankan daya dukung dan
penangkapan tercakup dalam kegiatan kelestarian fungsi lingkungan laut.
perikanan tangkap (capture fishery).
206

No. Soal 3 No. Soal 4


Sebutkan spesies ikan air tawar yang paling Sebutkan jenis ikan hias air tawar
popular dan banyak dikonsumsi? Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi
di pasar internasional?
Jawab
Lalu spesies ikan konsumsi tawar apa yang Jawab
paling populer? Jawabnya pasti Ikan Sedang jenis ikan hias asal Indonesia yang
Gurame. ikan ini adalah air tawar asli menjadi favorit di luar negeri adalah
Indonesia. Gurame merupakan ikan arwana, botia, serta cupang. Ada tiga jenis
konsumsi dengan harga relatif mahal arwana: arwana jardini dari Papua,
dibanding ikan air tawar lainnya namun tetap arwana super-red dan hijau dari
digandrungi karena rasanya gurih dan tidak Kalimantan, serta arwana golden red yang
memiliki duri halus seperti ikan mas bisa diperoleh di Kalimantan, Sumatra,
sehingga lebih mudah disantap. Riau, dan Jambi.
No. Soal 5 No. Soal 6
Salah satu budidaya ikan air payau Secara umum jenis perikanan dan
khususnya tambak yang manjadi unggulan di persebarannya dapat digolongkan
Indonesia adalah? menjadi 3 (tiga) sebutkan?
Jawab
Jawab 1. Perikanan pantai
Udang, bandeng, dan ikan balanak 2. Perikanan laut dalam
3. Perikanan darat
No. Soal 7 No. Soal 8
Sebutkan usaha-usaha yang harus dilakukan Apa yang kalian ketahui tentang
untuk memajukan peternakan di Indonesia? peternakan?
Jawab
1. Menyediakan bibit ternak jenis unggul; Jawab
2. Memberi penyuluhan tentang cara-cara Peternakan merupakan suatu usaha yang
peternakan yang baik dan produktif; dilakukan untuk memelihara hewan
3. Mengembangkan ternak yang ada dan ternak. Peternakan mempunyai arti
berusaha memberantas penyakit ternak penting dalam usaha perbaikan dan
sedini mungkin; peningkatan mutu makanan.
4. Meningkatkan distribusi makanan dan Memperbaiki dan meningkatka mutu
obat-obatan ternak makanan berarti melengkapi makanan
5. Mendirikan riset/penelitian dan dengan zat lemak dan protein hewan.
percobaan dengan melakukan Hasil peternakan merupakan persediaan
perkawinan silang atau inseminasi lemak dan protein yang terpenting.
buatan.
No. Soal 9 No. Soal 10
Sebutkan jenis-jenis peternakan yang Berdasarkan jenis dan ukurannya, hewan
dikembangkan di Indonesia? ternak yang dikembangkan di Indonesia
dibedakan menjadi empat macam,
Jawab sebutkan?
Adapun jenis-jenis ternak diantaranya ternak Jawab
besar yakni, sapi, kerbau, domba, kambing, 1. Hewan ternak besar
babi, dan ternak kecil yakni, kelinci, ayam, 2. Hewan ternak sedang
dan ternak lebah madu. 3. Hewan ternak kecil
4. Hewan ternak unggas
207

Lampiran 12

Kartu Soal Pertemuan III Siklus II


Model Pembelajaran Quiz-Quiz Trade

Kelompok A (Mendapatkan kartu warna biru)

No. Soal 1 No. Soal 2


Batubara, gas dan minyak bumi Sebutkan sumber energi terbarukan dan
merupakan campuran yang sangat pemanfaatannya?
kompleks dari senyawa-senyawa
hidrokarbon dan unsur lain dalam jumlah Jawab
kecil. Sebutkan? Sumber daya energi terbarukan ialah
sumber energi yang dapat diperbarui lagi
Jawab dan ketersediaannya melimpah di dalam
Batubara, gas dan minyak bumi seperti sinar matahari, angin, air, dan panas
merupakan campuran yang sangat bumi. Sumber energi terbarukan tidak
kompleks dari senyawa-senyawa dapat langsung dipakai melainkan harus
hidrokarbon dan unsur lain dalam jumlah diolah terlebih dahulu menjadi bentuk yang
kecil seperti belerang (S), nitrogen (N), lain agar dapat dimanfaatkan.
oksigen (O), vanadium (V), nikel (Ni),
besi (Fe), tembaga (Cu), air dan garam-
garam tersebar.
No. Soal 3 No. Soal 4
Apa yang kamu ketahui tentang Pemanfaatan sumber energi dari matahari
Pembangkit Listrik Tenaga Surya diwujudkan dalam bentuk Pembangkit
(PLTS)? Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS
diharapkan dapat membantu menopang
Jawab kebutuhan energi nasional. Di Indonesia
Pembangkit listrik ini menggunakan sudah ada beberapa PLTS yang dibangun.
cahaya matahari sebagai energi utama. Sebutkan?
Energi dari cahaya matahari dapat
langsung diubah menjadi energi listrik Jawab
oleh konventer generator dan disimpa Seperti PLTS di Daruba, Morotai dan
didalam baterai. PLTS Bali.
No. Soal 5 No. Soal 6
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sebutkan pengertian pembangkit listrik
adalah pembangkit yang mengandalkan tenaga air (PLTA)
energi potensial dan kinetik dari air
untuk menghasilkan energi listrik. Jawab
Sebutkan salah satu contohnya? Pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
adalah pembangkit yang mengandalkan
Jawab energi potensial dan kinetik dari air untuk
PLTA BAKARU Sulawesi selatan, menghasilkan energi listrik.
PLTA sigura-gura Sumatera Utara dan
PLTA Saguling Jawa Barat dan lain-lain.
208

No. Soal 7 No. Soal 8


Apa yang dimaksud PLTA? Sebutkan daerah penghasil PLTA di
Indonesia?
Jawab
Pembangkit listrik tenaga angin adalah Jawab
suatu pembangkit listrik yang 1. PLTA di jawa barat : PLTA cibadak,
menggunakan angin sebagai sumber cirata ,jatiluhur, saguling
energi untuk menghasilkan energi listrik.2. PLTA di jawa timur : PLTA Wlingi
Pembangkit ini dapat mengkonversikan
raya, sengguruh, karang kates, lodaya
energi angin menjadi energi listrik
dengan menggunakan turbin angin atau 3. PLTA di jawa tengah : PLTA sempor,
kincir angin. Sistem pembangkitan listrik wonogiri, garung
menggunakan angin sebagai sumber 4. PLTA Sadang - Propinsi Sulawesi
energi merupakan sistem alternatif yang Selatan
sangat berkembang pesat, mengingat 5. PLTA Soroako - Propinsi Sulawesi
angin merupakan salah satu energi yang Tenggara
tidak terbatas di alam.
6. PLTA Sigura-gura - Propinsi Sumatera
Utara
No. Soal 9 No. Soal 10
Sebutkan daerah-daerah Pembangkit Sebutkan pengertian sungai?
Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia
yang telah beroperasi dan menghasilkan Jawab
listrik? Sungai adalah air tawar dari sumber
alamiah yang mengalir dari tempat yang
Jawab lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah
1. PLTP Kamojang terletak di Kab. dan menuju atau bermuara ke laut, danau
Garut, Jawa Barat atau sungai yang lebih besar. Arus air di
2. Pembangkit Listrik Tenaga Panas bagian hulu sungai (umumnya terletak di
daerah pegunungan) biasanya lebih deras
Bumi Lahendong terletak di
dibandingkan dengan arus sungai di
Sulawesi Utara bagian hilir. Aliran sungai seringkali
3. PLTP Sibayak terletak di Gunung berliku-liku karena terjadinya proses
Sibayak Gunung Sinabung, pengikisan dan pengendapan di sepanjang
Provinsi Sumatera Utara. sungai. Sungai merupakanjalan air alami.
4. PLTP Ulubelu terletak di mengalir menuju Samudera, Danau atau
Kecamatan Ulubelu, Kab. laut, atau ke sungai yang lain. Sungai juga
salah satu bagian dari siklus hidrologi.
Tanggamus, Lampung.
5. PLTP Gunung Salak terletak di
Taman Nasional Gunung
Halimun Salak, Jawa Barat.
6. PLTP Darajat terletak di Gunung
Papandayan di Kabupaten Garut,
Jawa Barat.
7. PLTP Wayang Windu terletak di
Kab. Bandung, Provinsi Jawa
Barat.
209

Kelompok B (Mendapatkan kartu warna merah)

No. Soal 1 No. Soal 2


Sebutkan pengertian danau? Air tanah tergantung pada beberapa faktor
sebutkan?
Jawab
Danau adalah cekungan yang merupakan Jawab
genangan air yang sangat luas di daratan. Potensi air tanah tergantung pada faktor:
Danau dapat dipandang sebagai tempat geologi, geomorfologi, dan iklim
penampungan (reservoir) air tawar di
darat pada ketinggian tertentu di atas
permukaan laut yang bersumber dari mata
air, air hujan, sungai, dan gletser.
No. Soal 3 No. Soal 4
Danau terbesar di Indonesia adalah? Sebutkan pengertian air tanah?
Jawab
Jawab Air tanah merupakan air yang terdapat
Danau toba dalam pori-pori tanah atau pada celah-
Luas : 1.130 km2 celah batuan. Air tanah terbentuk dari air
Kedalaman Maksimum : 529m hujan. Pada saat turun hujan, sebagian
Jenis Danau : Vulkanik titik-titik air meresap kedalam tanah
Provinsi : Sumatera Utara (infiltrasi). Air hujan yang masuk yang
Pulau : Sumatera masuk itu yang menjadi ladangan air
tanah. Volume air yang meresap kedalam
tanah tergantung pada jenis lapisan
batuannya.
No. Soal 5 No. Soal 6
Sebutkan macam-macam jenis tanah Sebutkan macam-macam jenis tanah
berdasarkan letaknya? menurut asalnya?

Jawab Jawab
1. Air tanah permukaan (freatik) adalah 1. Air tanah yang berasal dari atmosfer
air tanah yang terdapat diatas lapisan disebut meteorik water, yakni air
tanah/batuan yang tidak tembus air tanah yang berasal dari hujan dan
(impermeable). Air yang ada di sumur- pencairan salju.
sumur, sungai, danau dan rawa
termasuk jenis ini. 2. Air tanah yang berasal dari dalam
bumi, misalnya air tanah turbir (yaitu
2. Air tanah dalam adalah air tanah yang air tanah yang tesimpan di dalam
terdapat dibawah lapisan tanah/batuan batuan sedimen) dan air tanah juvenile
yang tidak tembus air (impermeable). yakni air tanah yang naik dari magma
Untuk memperoleh air tanah jenis ini bila gas-gasnya dibebaskan melalui
harus dilakukan pengeboran. Sumur mata air panas.
bor atau artesis merupakan salah satu
contoh sumur yang airnya berasal dari
tanah dalam.
210

No. Soal 7 No. Soal 8


Sebutkan proses terbentuknya sungai? Sebutkan jenis-jenis sungai?

Jawab Jawab
Air yang berada di permukaan daratan, Peternakan merupakan suatu usaha yang
baik air hujan, mata air, maupun cairan dilakukan untuk memelihara hewan
gletser, akan mengalir melalui sebuah ternak. Peternakan mempunyai arti
saluran menuju tempat yang lebih rendah. penting dalam usaha perbaikan dan
Mula-mula saluran yang dilalui ini relatif peningkatan mutu makanan.
sempit dan pendek. Namun, secara proses Memperbaiki dan meningkatka mutu
alamiah aliran ini mengikis daerah-daerah makanan berarti melengkapi makanan
yang dilaluinya. Akibatnya, saluran ini dengan zat lemak dan protein hewan.
semakin lama semakin lebar dan panjang, Hasil peternakan merupakan persediaan
dan terbentuklah sungai. lemak dan protein yang terpenting.
No. Soal 9 No. Soal 10
Sebutkan sungai bagi kehidupan? Sebutkan pengertian danau tektonik serta
contohnya?
Jawab
Air sungai dimanfaatkan oleh manusia Jawab
untuk berbagai keperluan, misalnya untuk Danau tektonik adalah danau yang terjadi
mencuci, memasak, mandi, irigasi karena adanya tenaga tektonik yang
pertanian, dan sebagai sumber air minum. menyebabkan bentuk permukaan bumi
Hewan dan tumbuhan membutuhkan air lebih rendah daripada daerah di
untuk kehidupannya. Selain itu, sungai- sekitarnya. Air yang masuk ke tempat itu
sungai besar digunakan sebagai sarana tergenang dan terjadilah danau. Contoh
transportasi yang menghubungkan danau tektonik antara lain Danau Tempe,
wilayah satu dengan wilayah lainnya. Air Towuti, Poso, Tondano (Pulau Sulawesi),
sungai juga dimanfaatkan sebagai Laut Tawar, Maninjau, dan Singkarak
pembangkit listrik tenaga air (PLTA). (Pulau Sumatra).
211

Lampiran 13

Kartu Soal Pertemuan IV Siklus II


Model Pembelajaran Inside-Outside Circle

Kelompok A (Mendapatkan kartu warna hijau)

No. Soal 1 No. Soal 2


Indonesia sendiri memiliki syarat-syarat Selain pantai yang memanjang dan
untuk pengembangan industri pariwisata. berpasir putih, pulau Wangi-wangi juga
Sebutkan? memiliki gua, sebutkan?
Jawab
Jawab Gua serta sumber mata air atau masyarakat
1. Luas wilayah dan letak strategis menyebutnya Topa (sumber mata air gua).
2. Sumber Daya Alam Sumber mata air ini sering dimanfaatkan
3. Penduduk yang besar dan budaya oleh penduduk sekitar untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari seperti untuk mandi
yang beragam
dan mencuci. Secara umum gua yang
4. Keberhasilan pembangunan terdapat di pulau ini belum dimanfaatkan
5. Komitmen Pemerintah sebagai tempat wisata.
No. Soal 3 No. Soal 4
Sebutkan salah satu pantai yang paling Selain pantai yang sering dikunjungi ada
umum dikunjungi oleh wisatawan di beberapa pantai yang jarang dikunjungi
pulau Wangi-Wangi? sebutkan?
Jawab
Jawab Pantai Molii Sahatu, Kaluku
Pantai yang umum dikunjungi oleh Kapala/Hugua, Oa Warinsi, Dongkala,
wisatawan di pulau Wangi-wangi antara Roda/Sahara, Topakula/Bayangkara,
lain adalah pantai Cemara/Oa Yi Ogu, Onelonge, Topanuanda, Butu, One
pantai Matahora, pantai Tompu One Satanda, Oa Mlanga, Kolo, Watu
Patuno, pantai Sousu Posunsu, Bontu, Melai One, Ponta,
Wambulinga, Yija La Iyai, One Satanda
Waha, Tengko dan Onowa
No. Soal 5 No. Soal 6
Sebutkan 10 (sepuluh) daerah destinasi Sebutkan daerah puncak yang sering
wisata yang dikembangkan oleh dikunjungi para wisatawan?
pemerintah sekarang?
Jawab
Jawab Ada beberapa puncak yang sering
Kesepuluh destinasi prioritas itu adalah dikunjungi di pulau ini antara lain adalah
Candi Borobudur, Mandalika-Labuan puncak Woru Nunu yang terdapat di desa
Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung Liya Togo, puncak waha di desa Waha,
Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, serta puncak Tindoi di desa Tindoi.
Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan
Tanjung Layang.
212

No. Soal 7 No. Soal 8


Sebutkan danau yang ada di pulau Indonesia terkenal dengan pariwisatanya.
Kapota? Sebutkan daerah pariwisata yang ada di
Indonesia yang paling sering dikunjungi
Jawab wisatawan luar negeri?
Danau yang menjadi salah satu daya tarik
pulau ini adalah danau Tailaro Tooge, Jawab
danau dengan luas sekitar 3.500 meter Bali
persegi dengan dikelilingi oleh tanaman
bakau.
No. Soal 9 No. Soal 10
Di pulau Kaledupa pantai yang paling Di pulau Kaledupa ada danau, sebutkan
umum dikunjungi oleh wisatawan adalah? namanya?

Jawab Jawab
Beberapa pantai yang sering dikunjungi Danau Sombano. Danau ini menjadi
oleh wisatawan adalah pantai Peropa yang habitat bagi beberapa jenis biota laut
terletak di desa Peropa serta pantai seperti terumbu karang, udang merah dan
Sombano yang terletak di desa Sombano. beberapa jenis ikan. Letak danau yang
Di sekitar pesisir juga terdapat hutan dikelilingi oleh batuan kapur serta hutan
mangrove/ bakau yang terluas di mangrove/ bakau membuat tempat ini
Wakatobi menjadi lebih menarik

Kelompok B (Mendapatkan kartu warna ungu)

No. Soal 1 No. Soal 2


Sebutkan salah satu pulau yang ada di Sebutkan pantai yang ada di pulau Tomia?
wilayah Kaledupa yang terkenal akan
keindahannya? Jawab
Beberapa pantai yang memiliki pantai
Jawab yang indah dan sering dikunjungi oleh
Pulau Hoga merupakan salah satu pulau wisatawan antara lain pantai Huuntete,
kecil berpenghuni yang terletak di sebelah pantai Tee Timu. Selain dua pantai ini
timur pulau Kaledupa. Pulau ini terkenal juga terdapat beberapa pantai lain yaitu
sebagai salah satu titik penyelaman Polio, Kampa, Mongingi, Dete, Tiroau,
terbaik di Wakatobi yang menyuguhkan Antopa, Waitii, Kollo Soha dan Onemay.
kekayaan biota laut yang indah, namun
tidak hanya keindahan bawah laut yang
dimilliki oleh pulau ini.
213

No. Soal 3 No. Soal 4


Sebutkan pulau kecil yang ada diwilayah Pulau Tomia juga terkenal akan wilayah
Tomia yang terkenal akan pantainya? puncaknya sebutkan?
Jawab
Dan untuk pantai pasir putih yang terdapat Jawab
di pulau kecil seperti pantai Onemobaa Tomia juga mempunyai puncak yang
yang terletak di pulau Tolandono, Pantai indah untuk menikamti pemandangan
Tadu, One Buranga, Alanuhonu, Kineke yaitu Puncak Kahiangan dan Puncak
dan Siloa di Pulau Lentea Tomia Waru Usuku di Tomia Timur.
No. Soal 5 No. Soal 6
Sebutkan nama pantai yang ada di Pulau Sebutkan pulau-pulau kecil yang ada di
Binongko? wilayah sekitar Pulau Binongko?
Jawab
Pantai di Binongko memiliki batuan Jawab
karang dibibir pantainya, namun ada Pulau-Pulau kecil dalam wilayah adat
beberapa pantai yang terdapat di pulau ini Binongko yang memiliki pantai pasir
masih memiliki pantai pasir putih yang belum terjamah untuk kegiatan wisata
cukup luas sehingga menjadi tempat adalah Pulau Kente Ollo 29 mil laut ke
bertelurnya penyu hijau (Chelonia midas). arah timur laut Pulau Binongko serta
Beberapa pantai yang sering dikunjungi Pulau Tuwu-Tuwu 19 mil laut ke arah
oleh penyu untuk bertelur antara lain timur Pulau Binongko
Pantai Oro, Mbara-Mbara, Buku.
No. Soal 7 No. Soal 8
Di Kabupaten Wakatobi - Sulawesi Di pulau Wang-wangi dan Kapota
Tenggara, terdapat banyak komunitas terdapat beberapa situs bersejarah dan
suku Bajo yang tersebar di beberapa artefak Sebutkan?
tempat atau wilayah perairan. Sebutkan? Jawab
Benteng Tindoi, Benteng Wabue-Bue,
Jawab Benteng Koba, Benteng Mandati Tonga,
Bajo Mola bermukim di sekitar perairan Benteng Watinti, Benteng Togo Molengo,
Wangi-Wangi atau Wanci, Bajo Sampela, dan Benteng Baluara yang terletak di
Lohoa dan Mantigola bermukim di Pulau Wangi-wangi. Namun yang
perairan Kecamatan Kaledupa, dan bajo terkenal dan keberadaannya masih cukup
Lamanggau bermukim di perairan terpelihara adalah Benteng Keraton Liya
Kecamatan Tomia. yang terletak di Desa Liya sekitar 7 (tujuh)
km dari pusat Kecamatan Wangi-Wangi
Selatan.
No. Soal 9 No. Soal 10
Sebutkan 10 (sepuluh) daerah destinasi Sebutkan nama jenis tarian yang terkenal
wisata yang dikembangkan oleh di wakatobi?
pemerintah sekarang? Jawab
Tari Lariangi berarti puncak kegembiraan
Jawab pada masa kerajaan Wa Ka Ka jaman
Candi Borobudur, Mandalika-Labuan kejayaan Kerajaan Buton. Tarian ini
Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung diwariskan kepada masyarakat Kaledupa
Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, sebagai tari persembahan kerajaan untuk
Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan menghibur para sesepuh kerajaan. Tari
Tanjung Layang lariangi dilaksanakan dengan melibatkan
10-15 orang penari perempuan.
214
215
216
217
218
219
220
221
221

Lampiran 18

HASIL OBSERVASI KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN QUIZ-QUIZ TRADE (QQT) DAN


INSIDE-OUTSIDE CIRCLE (IOC) OLEH GURU SIKLUS I

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4

Persentase

Persentase

Persentase
Model QQT Model IOC Model QQT Model IOC Rera Rera

Total
No. KEGIATAN ta ta Ket

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs 1 Obs 2

1 2 1 2 1 2 1 2
A Kegiatan Pendahuluan
Guru menyiapkan siswa dalam kegiatan belajar (salam, berdoa dan memeriksa
1 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5
kehadiran siswa)
2 Guru melakukan apersepsi tentang pengetahuan awal siswa 2 2 4 2 3 4 7 3.5 3 3 6 3 3 2 5 2.5 3.1 76.56 3.0 75.00 75.78
3 Guru menyampaikan tujuan-tujuan pembelajaran secara jelas 2 2 4 2 3 3 6 3 3 3 6 3 3 3 6 3
4 Guru menjelaskan secara singkat gambaran materi yang akan dipelajari 3 3 6 3 4 3 7 3.5 3 3 6 3 3 3 6 3
B Kegiatan Inti
Guru menyampaikan topik, tujuan pembelajaran dan garis besar materi
1 3 3 6 3 3 3 6 3 3 3 6 3 4 4 8 4
pembelajaran
Guru meminta siswa mengamati materi pembelajaran yang akan dikerjakan oleh
2 2 3 5 2.5 3 4 7 3.5 4 4 8 4 4 3 7 3.5
siswa
Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Quiz-Quiz
3 3 3 6 3 3 3 6 3 4 4 8 4 3 3 6 3
Trade (QQT) dan Inside-Outside Circle (IOC)
4 Guru membagikan kartu pertanyaan kepada masing-masing siswa 4 4 8 4 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 4 8 4
Guru mengintruksikan siswa untuk berdiri berpasangan dan berhadapan membentuk
kelompok A (atas) dan B (bawah) untuk model Quiz-Quiz Trade (QQT) dan
5 3 3 6 3 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 4 4 8 4
berpasangan membentuk lingkaran kosentrik untuk model Inside-Outside Circle
(IOC) 3.4 83.75 3.5 86.88 85.31
6 Guru mengkoordinir siswa untuk menjalankan perannya dan berganti peran 3 3 6 3 3 3 6 3 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5
Guru mengkoordinir siswa untuk berganti pasangan untuk model QQT dan model
7 3 3 6 3 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 4 8 4
IOC berputar searah jarum jam
8 Guru mengamati jalannya permainan dengan membatasi waktu permainan 3 2 5 2.5 3 3 6 3 3 4 7 3.5 3 3 6 3
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau mengungkapkan
9 3 4 7 3.5 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 4 4 8 4
hal yang belum dipahami atau kesulitan yang dialami dalam pembelajaran
Guru memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam
10 3 3 6 3 3 3 6 3 3 4 7 3.5 4 4 8 4
pembelajaran
C Kegiatan Penutup
1 Guru melibatkan siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran hasil permainan 2 2 4 2 2 3 5 2.5 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5
2 Guru memberikan informasi tentang materi pelajaran pada pertemuan berikutnya 3 3 6 3 4 3 7 3.5 3 4 7 3.5 3 3 6 3 3.3 81.25 3.1 77.08 79.17
3 Guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa bersama dan mengucapkan salam 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5 3 3 6 3
Jumlah 80.52 79.65
Rata-Rata 3.22 3.19
Persertase % 80.09
Kriteria Baik
222
Lampiran 19

HASIL OBSERVASI KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN QUIZ-QUIZ TRADE (QQT) DAN


INSIDE-OUTSIDE CIRCLE (IOC) OLEH SISWA SIKLUS I

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4 Rera

Persentase

Persentase

Persentase
Model QQT Model IOC Model QQT Model IOC Rera

Total
ta
No. KEGIATAN ta Ket

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs
Obs 2
1 2 1 2 1 2 1 2 1
A Kegiatan Pendahuluan
1 Siswa mempersiapkan diri untuk mengikuti pelajaran 3 2 5 2.5 4 3 7 3.5 3 3 6 3 4 3 7 3.5
2 Siswa menanggapi pertanyaan dari guru 2 3 5 2.5 3 3 6 3 2 3 5 2.5 2 3 5 2.5
3 Siswa mencatat tujuan pembelajaran dari guru 3 2 5 2.5 3 2 5 2.5 3 2 5 2.5 2 4 6 3 3.1 76.56 2.9 73.44 75.00
Siswa memperhatikan penjelasan secara singkat gambaran materi yang
4 3 3 6 3 4 4 8 4 4 4 8 4 4 3 7 3.5
akan dipelajari
B Kegiatan Inti
1 Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang materi pelajaran 3 3 6 3 3 3 6 3 3 3 6 3 4 4 8 4
Siswa diminta mengamati materi pembelajaran yang akan dikerjakan
2 4 3 7 3.5 3 3 6 3 3 3 6 3 3 4 7 3.5
oleh siswa
Siswa memperhatikan penjelasan dari Guru tentang metode
3 pembelajaran Quiz-Quiz Trade (QQT) dan Inside-Outside Circle 3 4 7 3.5 3 3 6 3 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5
(IOC)
4 Siswa menerima kartu yang diberikan oleh guru 4 4 8 4 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 4 8 4
5 Siswa mengikuti instruksi dari guru untuk berdiri 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 3 4 7 3.5
Siswa mengikuti instuksi dari guru untuk berpasang dan berhadapan
membentuk kelompok A (atas) dan B (bawah) untuk model Quiz-Quiz
6 3 3 6 3 4 3 7 3.5 3 4 7 3.5 3 4 7 3.5 3.3 82.50 3.3 81.25 81.88
Trade (QQT) dan berpasangan membentuk lingkaran kosentrik untuk
model Inside-Outside Circle (IOC)
7 Siswa mengikuti instuksi guru menjalankan peran dan berganti pasangan 3 3 6 3 3 3 6 3 3 3 6 3 3 3 6 3
Siswa mengikuti jalannya permainan dengan batas waktu permainan yang
8 3 3 6 3 3 3 6 3 3 3 6 3 4 4 8 4
ditentukan Guru
Siswa diberi kesempatan untuk bertanya atau mengungkapkan hal yang
9 4 2 6 3 2 3 5 2.5 3 3 6 3 3 2 5 2.5
belum dipahami atau kesulitan yang dialami dalam pembelajaran
Siswa menerima umpan balik serta mendorong untuk menyimpulkan hasil-
10 3 2 5 2.5 3 3 6 3 4 3 7 3.5 3 3 6 3
hasil pembelajaran melalui tanya jawab dengan guru
C Kegiatan Penutup
Siswa bersama Guru membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran
1 1 3 4 2 3 4 7 3.5 3 3 6 3 3 3 6 3
hasil permainan
Siswa mendengarkan penyampaian Guru tentang materi pelajaran pada
2 3 2 5 2.5 4 3 7 3.5 3 3 6 3 4 2 6 3 3.2 79.17 3.0 75.00 77.08
pertemuan berikutnya
Siswa bersama Guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa bersama dan
3 4 3 7 3.5 2 3 5 2.5 4 4 8 4 4 3 7 3.5
mengucapkan salam
Jumlah 79.41 76.56
Rata-Rata 3.18 3.06
Persertase % 77.99
Kriteria Baik
223
Lampiran 20

HASIL OBSERVASI KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN QUIZ-QUIZ TRADE (QQT) DAN


INSIDE-OUTSIDE CIRCLE (IOC) OLEH GURU SIKLUS II

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4

Persentase

Persentase

Persentase
Model QQT Model IOC Model QQT Model IOC Rera Rera

Total
No. KEGIATAN ta ta Ket

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs
Obs 1 Obs 2
1 2 1 2 1 2 1 2

A Kegiatan Pendahuluan
Guru menyiapkan siswa dalam kegiatan belajar (salam, berdoa dan memeriksa
1 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5 3 4 7 3.5 4 4 8 4
kehadiran siswa)
2 Guru melakukan apersepsi tentang pengetahuan awal siswa 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 3 2 5 2.5 3.7 92.19 3.5 87.50 89.84
3 Guru menyampaikan tujuan-tujuan pembelajaran secara jelas 2 3 5 2.5 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 4 4 8 4
4 Guru menjelaskan secara singkat gambaran materi yang akan dipelajari 4 4 8 4 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5 4 4 8 4
B Kegiatan Inti
Guru menyampaikan topik, tujuan pembelajaran dan garis besar materi
1 3 4 7 3.5 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 4 4 8 4
pembelajaran
Guru meminta siswa mengamati materi pembelajaran yang akan dikerjakan oleh
2 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 3 7 3.5
siswa
Guru menjelaskan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Quiz-Quiz
3 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4
Trade (QQT) dan Inside-Outside Circle (IOC)
4 Guru membagikan kartu pertanyaan kepada masing-masing siswa 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4
Guru mengintruksikan siswa untuk berdiri berpasangan dan berhadapan
membentuk kelompok A (atas) dan B (bawah) untuk model Quiz-Quiz Trade
5 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4
(QQT) dan berpasangan membentuk lingkaran kosentrik untuk model Inside-
Outside Circle (IOC) 3.8 95.00 3.8 94.38 94.69
6 Guru mengkoordinir siswa untuk menjalankan perannya dan berganti peran 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4
Guru mengkoordinir siswa untuk berganti pasangan untuk model QQT dan model
7 4 4 8 4 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 4 8 4
IOC berputar searah jarum jam
8 Guru mengamati jalannya permainan dengan membatasi waktu permainan 3 4 7 3.5 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau mengungkapkan


9 3 3 6 3 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 3 4 7 3.5
hal yang belum dipahami atau kesulitan yang dialami dalam pembelajaran

Guru memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam
10 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5
pembelajaran
C Kegiatan Penutup
1 Guru melibatkan siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran hasil permainan 4 3 7 3.5 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 4 4 8 4

2 Guru memberikan informasi tentang materi pelajaran pada pertemuan berikutnya 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 3.8 95.83 3.8 95.83 95.83

3 Guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa bersama dan mengucapkan salam 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 4 8 4 4 4 8 4

Jumlah 94.34 92.57


Rata-Rata 3.77 3.70
Persertase % 93.45
Kriteria Sangat Baik
224
Lampiran 21

HASIL OBSERVASI KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN QUIZ-QUIZ TRADE (QQT) DAN


INSIDE-OUTSIDE CIRCLE (IOC) OLEH SISWA SIKLUS II

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4

Persentase

Persentase

Persentase
Model QQT Model IOC Model QQT Model IOC Rera Rera

Total
No. KEGIATAN ta ta Ket

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs Obs
Obs 1 Obs 2
1 2 1 2 1 2 1 2
A Kegiatan Pendahuluan
1 Siswa mempersiapkan diri untuk mengikuti pelajaran 4 4 8 4 4 3 7 3.5 3 4 7 3.5 3 4 7 3.5
2 Siswa menanggapi pertanyaan dari guru 3 3 6 3 3 3 6 3 3 4 7 3.5 3 4 7 3.5
3 Siswa mencatat tujuan pembelajaran dari guru 3 2 5 2.5 4 4 8 4 3 3 6 3 4 4 8 4 3.5 87.50 3.4 85.94 86.72
Siswa memperhatikan penjelasan secara singkat gambaran materi yang
4 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5 4 4 8 4 4 3 7 3.5
akan dipelajari
B Kegiatan Inti
1 Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang materi pelajaran 4 3 7 3.5 4 4 8 4 4 3 7 3.5 4 4 8 4
Siswa diminta mengamati materi pembelajaran yang akan dikerjakan
2 4 4 8 4 4 4 8 4 3 3 6 3 4 4 8 4
oleh siswa
Siswa memperhatikan penjelasan dari Guru tentang metode
3 pembelajaran Quiz-Quiz Trade (QQT) dan Inside-Outside Circle 4 4 8 4 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 4 8 4
(IOC)
4 Siswa menerima kartu yang diberikan oleh guru 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4
5 Siswa mengikuti instruksi dari guru untuk berdiri 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4
Siswa mengikuti instuksi dari guru untuk berpasang dan berhadapan
membentuk kelompok A (atas) dan B (bawah) untuk model Quiz-Quiz
6 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 3.8 95.63 3.8 93.75 94.69
Trade (QQT) dan berpasangan membentuk lingkaran kosentrik untuk
model Inside-Outside Circle (IOC)
7 Siswa mengikuti instuksi guru menjalankan peran dan berganti pasangan 4 4 8 4 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 4 8 4
Siswa mengikuti jalannya permainan dengan batas waktu permainan yang
8 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 3 3 6 3 4 3 7 3.5
ditentukan Guru
Siswa diberi kesempatan untuk bertanya atau mengungkapkan hal yang
9 4 3 7 3.5 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5
belum dipahami atau kesulitan yang dialami dalam pembelajaran
Siswa menerima umpan balik serta mendorong untuk menyimpulkan hasil-
10 4 3 7 3.5 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5
hasil pembelajaran melalui tanya jawab dengan guru
C Kegiatan Penutup
Siswa bersama Guru membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran
1 4 4 8 4 3 4 7 3.5 4 3 7 3.5 4 3 7 3.5
hasil permainan
Siswa mendengarkan penjelasan Guru tentang materi pelajaran pada
2 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 4 4 8 4 3.9 97.92 3.8 93.75 95.83
pertemuan berikutnya
Siswa bersama Guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa bersama dan
3 4 4 8 4 4 4 8 4 4 3 7 3.5 4 4 8 4
mengucapkan salam
Jumlah 93.68 91.15
Rata-Rata 3.75 3.65
Persertase % 92.41
Kriteria Sangat Baik
225

Lampiran 22
KISI-KISI PENULISAN SOAL

Jenis Sekolah : SMP Negeri Satu Atap Melai One Alokasi Waktu : 60 Menit/siklus
Mata Pelajaran : IPS Jumlah Soal : 50 Nomor
Kurikulum : Kurikulum 2013 Penulis soal : Habidi
Kelas / Semester : VIII/ Genap Tahun pelajaran : 2016/2017

Bentuk Nomor Dimensi


No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Tes Soal Kognitif
1 2 4 5 6 7 8

1.1. Menghayati karunia Tuhan Sumber Daya Alam Siswa dapat menyebutkan pengertian
YME yang telah Hayati bagi sumber daya alam hayati
menciptakan waktu dengan Kehidupan Manusia Siswa dapat mendeskripsikan hasil
segala perubahannya. tanaman untuk memenuhi kebutuhan
1.2. Menghayati ajaran agama manusia
1. Tertulis 1,2,3,4,5 C1, C2
dalam berpikir dan Siswa dapat menguraikan contoh tanaman (PG)
berperilaku sebagai sebagai sumber lemak bagi kehidupan
penduduk Indonesia manusia
dengan Siswa dapat mengidentifikasi fungsi kapas
mempertimbangkan bagi kehidupan manusia
kelembagaan sosial, Sumber Daya Alam Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis
budaya, ekonomi dan Nonhayati bagi sumber daya alam non hayati
politik dalam masyarakat. Kehidupan Siswa dapat mengidentifikasi jenis bahan Tertulis 6,7,8,9,
2. 1.3. Menghayati karunia Tuhan Manusia galian sumber daya alam non hayati C1
(PG) 10
YME yang telah
Siswa dapat menunjukkan contoh bahan
galian industri
226

menciptakan manusia dan Fungsi dan peran Siswa dapat menunjukkan pentingnya SDA
lingkungannya. sumber daya alam dalam pembangunan ekonomi
2.1. Menunjukkan perilaku dalam Siswa dapat mengemukakan contoh SDA
jujur, disiplin, tanggung pembangunan untuk pembangunan ekonomi sejak zaman
jawab, peduli (toleransi, ekonomi kerajaan
gotong royong), santun, a. Pengertian dan Siswa dapat menyebutkan siapa ahli yang
percaya diri, dalam sifat menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Tertulis 11,12,13, C1, C2,
3.
berinteraksi secara efektif pembangunan dibatasi oleh kekurangan absolut dari (PG) 14,15 C3
dengan lingkungan sosial ekonomi sumber daya alam
dan alam dalam jangkauan b. Fungsi dan Siswa dapat menentukan masalah yang
pergaulan dan perang SDA paling sulit diatasi dalam pertumbuhan
keberadaannya. hayati terhadap ekonomi
2.2. Memiliki rasa ingin tahu, pembangunan
terbuka dan sikap kritis ekonomi
terhadap permasalahan Fungsi dan peran Siswa dapat membandingkan manakah
sosial sederhana. SDA non hayati yang sesuai dengan fungsi dan peran SDA
3. 1. Memahami aspek terhadap non hayati terhadap pembangunan ekonomi
keruangan dan pembangunan Siswa dapat menyebutkan manfaat air
konektivitas antar ruang ekonomi Tertulis 16,17,18,
sungai untuk Sumber air industri C1, C2
(PG) 19,20
dan waktu dalam lingkup Siswa dapat menyebutkan fungsi sungai
4. nasional serta perubahan Siswa dapat menyebutkan fungsi udara
dan keberlanjutan Siswa dapat merinci keunggulan energi
kehidupan manusia panas bumi
(ekonomi, sosial, budaya,
Siswa dapat menjelaskan pengertian
pendidikan dan politik).
sumber daya alam hayati dan non hayati 21,22,23,
3.2. Mendeskripsikan Uraian C1,C2
Siswa dapat menyebutkan sifat penting 24,25
perubahan masyarakat
dalam pembangunan ekonomi
227

Indonesia pada masa Siswa dapat menyebutkan fungsi dan peran


penjajahan dan tumbuhnya sumber daya alan non hayati terhadap
semangat kebangsaan serta pembangunan ekonomi
perubahan dalam aspek Siswa dapat menyebutkan salah satu contoh
geografis, ekonomi, tambang yang ada di indonesia
budaya, pendidikan dan Keunggulan Siswa dapat menyebutkan pengertian
politik. Potensi Sumber keunggulan potensi SDA antar region
4. 1. Menyajikan hasil olahan Daya Alam Antar Siswa dapat membedakan pesaing Negara
telaah tentang peninggalan Region penghasil durian di Indonesia
kebudayaan dan pikiran a. Sumber daya Siswa dapat mengemukakan setra
masyarakat Indonesia pada alam hayati Tertulis C1, C2,
5. penghasil durian di Indonesia adalah 1,2,3,4,5
masa penjajahan dan (PG) C3
antar region Siswa dapat mengidentifikasi tanaman
tumbuhnya semangat 1. Pertanian pangan pokok yang sangat tergantung bagi
kebangsaan dalam aspek 2. Kehutanan kehidupan bangsa Indonesia
geografis, ekonomi,
Siswa dapat mengetahui daerah penghasil
budaya, pendidikan dan
hutan terbesar di Indonesia
politik yang ada di
lingkungan sekitarnya.
Keunggulan Siswa dapat mengemukakan kegiatan
Potensi Sumber manusia yang berhubungan dengan
4.2. Menggunakan berbagai
Daya Alam Antar pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya
strategi untuk
Region hayati perairan
memecahkan masalah
yang berkaitan dengan
3. Perikanan Siswa dapat menyebutkan tempat perairan
4. Peternakan Tertulis 6,7,8,9, C1, C2,
6. fungsi peran kelembagaan yang menjadi pusat ikan tuna di Indonesia
(PG) 10 C3
sosial, budaya, ekonomi Siswa dapat mengidentikasi dampak yang
dan politik di lingkungan terjadi pencemaran lingkungan laut
masyarakat sekitar. Siswa dapat menyebutkan jenis ikan hias
air tawar Indonesia yang memiliki nilai jual
tinggi di pasar internasional
228

4. 3. Menyajikan hasil Siswa dapat mengurutkan usaha-usaha


pengamatan tentang yang harus dilakukan untuk memajukan
bentuk-bentuk dan sifat peternakan di Indonesia
dinamika interaksi b. Sumber daya Siswa dapat menyebutkan kandungan
manusia dengan alam hayati dan senyawa-senyawa isi batubara, gas dan
lingkungan alam, sosial, non hayati antar minyak bumi
budaya, dan ekonomi di region Siswa dapat menyebutkan PLTS yang
lingkungan masyarakat 1. Keunggulan dibangun Di Indonesia
sekitar. sumber Siswa dapat menyebutkan pembangkit
daya alam listrik yang menggunakan tenaga Tertulis 11,12,13,
energi C1
cahaya matahari sebagai energi utama (PG) 14,15,16
7.
Indonesia Siswa dapat menyebutkan pembangkit
2. Keunggulan yang mengandalkan energi potensial dan
sumber kinetik dari air untuk menghasilkan energi
daya listrik
perairan di Siswa dapat menyebutkan danau yang
Indonesia terjadi karena adanya tenaga tektonik
3. Keunggulan Siswa dapat menyebutkan daerah destinasi
pariwisata wisata yang dikembangkan oleh
Indonesia pemerintah sekarang Tertulis 17,18,19,
8. C1
khsusunya Siswa dapat menyebutkan tempat destinasi (PG) 20
Wakatobi wisata yang sering dikunjungi oleh
wisatawan luar negeri di Wakatobi
229

Siswa dapat menyebutkan pengertian


keunggulan potensi SDA antar region
Siswa dapat menyebutkan salah satu contoh
tanaman pangan pokok yang sangat
tergantung bagi kehidupan bangsa
Indonesia?
21,22,23,
Siswa dapat menyebutkan tempat perairan Uraian C1
24,25
yang menjadi pusat ikan tuna di Indonesia?
Siswa dapat mengetahui pembangkit listrik
yang menggunakan tenaga cahaya
Siswa dapat menjelaskan syarat-syarat
pengembangan industri pariwisata di
Indonesia?
230

Lampiran 23

No. Soal Kunci Buku Sumber


Kompetensi Dasar Buku Guru dan Buku Siswa
1, 2, 3, 4, 5 1(a), 2(c), 3(d), 4(c), 5(a)
Kurikulum 2013
3.1. Memahami aspek keruangan dan 1. Sumber daya alam yang berasal dari semua makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan,
konektivitas antar ruang dan waktu dan mikroba disebut?
dalam lingkup nasional serta perubahan b. Sumber daya alam hayati
dan keberlanjutan kehidupan manusia c. Sumber daya alam non hayati
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan d. Sumber daya hewani
dan politik) e. Sumber daya alam mahkluk hidup
3.4. Mendeskripsikan bentuk-bentuk dan 2. Salah satu tanaman yang bersumber dari karbohidrat adalah
sifat dinamika interaksi manusia dengan a. Kelapa, kacang tanah, dan kelapa sawit
lingkungan alam, sosial, budaya, dan b. Kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah
ekonomi c. Padi, jagung, ubi, dan kentang
4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang d. Singkong, ketela, dan sayur-sayuran
bentuk-bentuk dan sifat dinamika 3. Kacang tanah, kelapa, dan kelapa sawit adalah salah satu tanaman yang bersumber
interaksi manusia dengan lingkungan dari
alam, sosial, budaya, dan ekonomi di a. Protein c. Vitamin
lingkungan masyarakat sekitar b. Karbohidrat d. Lemak
231

Materi 4. Perhatikan tanaman kapas di bawah ini?


Sumber daya alam hayati bagi kehidupan
manusia
Indikator
Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya
alam hayati bagi kehidupan manusia

Kapas sangat berguna untuk membuat


a. Sutera c. Katun
b. Linen d. Rayon
5. Mengapa pakaian dari bahan tumbuhan sangat berharga tinggi?
a. Awet, menyerap air keringat dan tahan terhadap perubahan cuaca
b. Tahan lama, anti api dan tahan terhadap perubahan cuaca
c. Warnakan cerah dan beraneka ragam
d. Kuat, padat, mudah kusut, dan tahan penyetrikaan
No. Soal Kunci Buku Sumber
Buku Guru dan
Kompetensi Dasar
6, 7, 8, 9, 10 6(a), 7(c), 8(b), 9(d), 10(c) Buku Siswa
Kurikulum 2013
3.1. Memahami aspek keruangan dan 6. Salah satu jenis bahan galian industri dibahwah ini adalah
konektivitas antar ruang dan waktu a. Besi, tembaga, timah, dan nikel c. Aspal, minyak mentah dan batu bara
dalam lingkup nasional serta perubahan b. Minyak mentah, seng, dan timah d. Minyak bumi, nikel dan aspal
dan keberlanjutan kehidupan manusia 7. Perhatikan pernyataan dibawah ini!
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan f. Sebagai bahan produk baja dan besi
dan politik) g. Sebagai bahan bakar pembangkit listrik
3.4. Mendeskripsikan bentuk-bentuk dan h. Sebagai bahan bakar cair
sifat dinamika interaksi manusia dengan i. Sebagai bahan bakar produksi semen
232

lingkungan alam, sosial, budaya, dan Pernyataan diatas adalah sebagai pemanfaatan sumber daya alam
ekonomi a. Tembaga c. Batu bara
4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang b. Nikel d. Timah
bentuk-bentuk dan sifat dinamika 8. Sumber daya alam yang berasal dari bahan tambang, air, panas bumi, dan udara disebut?
interaksi manusia dengan lingkungan a. Sumber daya alam hayati
alam, sosial, budaya, dan ekonomi di b. Sumber daya alam non hayati
lingkungan masyarakat sekitar c. Sumber daya alam hasil tambang
Materi d. Sumber daya alam
Sumber daya alam non hayati bagi kehidupan 9. Yang bukan termasuk dari peranan usaha pertambangan di Indonesia adalah
manusia a. Meningkatkan pendapatan negara.
Indikator b. Memajukan pertumbuhan industri dalam negeri
Menjelaskan fungsi dan peran sumber daya c. Memelihara lingkungan hidup
alam non hayati bagi kehidupan manusia d. Menambah lapangan kerja.
10. Fungsi danau sesuai dengan gambar ini adalah

a. Saluran irigasi c. Hiburan dan pariwisata


b. Transpotasi air d. Mencari ikan
233

No. Soal Kunci Buku Sumber


Buku Guru dan
Kompetensi Dasar 11(a), 12(a), 13(c), 14(b),
11, 12, 13, 14, 15 Buku Siswa
15(d)
Kurikulum 2013
3.1. Memahami aspek keruangan dan 11. Pernyataan yang menunjukkan pentingnya SDA dalam Pembangunan Ekonomi
konektivitas antar ruang dan waktu adalah
dalam lingkup nasional serta perubahan a. Pembangunan sekolah dan lembaga pelatihan untuk meningkatkan sumber daya
dan keberlanjutan kehidupan manusia manusia
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan b. Jumlah penduduk yang besar memberikan jumlah banyak tenaga kerja
dan politik) c. Produksi tambang emas bisa menambah kekayaan negara
4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang d. Meningkatkan jumlah pengusaha yang bisa wiraswasta
bentuk-bentuk dan sifat dinamika 12. Suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat
interaksi manusia dengan lingkungan meningkat dalam jangka panjang, disertai dengan perubahan ciri-ciri penting suatu
alam, sosial, budaya, dan ekonomi di masyarakat, yaitu perubahan dalam teknologi, pola pikir masyarakat maupun
lingkungan masyarakat sekitar kelembagaan disebut?
Materi e. Pembangunan ekonomi c. Pendapatan perkapita
1. Fungsi dan peran sumber daya alam f. Kenaikan pendapatan d. Meningkatkan pendapatan
dalam pembangunan ekonomi 13. Siapa ahli di bawah ini mengemukakan teorinya tentang absolute comparative
a. Pengertian dan sifat pembangunan advantage?
ekonomi a. Thomas Malthus c. Adam Smith
a. Jean-Baptiste Say d. Simon Kuznets
b. Fungsi dan perang SDA hayati
14. Pendapatan nasional yang dihasilkan oleh warga negara (baik yang tinggal di dalam
terhadap pembangunan ekonomi negeri maupun di luar negeri) disebut
Indikator a. Produk Domestik Bruto (PDB)
1. Menjelaskan pengertian dan sifat b. Pendapatan Nasional Bruto (PNB)
pembangunan ekonomi c. Pendapatan Bruto Nasional (PBN)
2. Menjelaskan fungsi dan perang SDA d. Produk Bruto Nasional (PBN)
terhadap pembangunan ekonomi
234

15. Masalah yang paling sulit diatasi dalam pertumbuhan ekonomi adalah sedikitnya
sumber daya alam, maka apa yang harus dilakukan dalam pembangunan ekonomi
adalah
a. Mengambil sumber daya alam sebanyak-banyaknya
b. Meningkatkan hasil produksi industri
c. Mengolah sumber daya alam secara terus-menerus
d. Mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab
No. Soal Kunci Buku Sumber
Buku Guru dan
Kompetensi Dasar 16(d), 17(a), 18(b), 19(d),
16, 17, 18, 19, 20 Buku Siswa
20(a)
Kurikulum 2013
3.1. Memahami aspek keruangan dan 16. Perhatikan pernyataan berikut ini!
konektivitas antar ruang dan waktu 1. Air untuk pembangkit listrik
dalam lingkup nasional serta perubahan 2. Tanah untuk pertanian
dan keberlanjutan kehidupan manusia 3. Tenaga kerja terlatih untuk industri
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan 4. Pengusaha yang mandiri
dan politik) 5. Minyak bumi untuk keperluan transportasi
3.4. Mendeskripsikan bentuk-bentuk dan Manakah yang sesuai dengan Fungsi dan Peran SDA nonhayati terhadap Pembangunan
sifat dinamika interaksi manusia dengan Ekonomi?
lingkungan alam, sosial, budaya, dan a. 1 2 3 c. 1 2 4
ekonomi b. 1 2 5 d. 1 3 5
4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang
bentuk-bentuk dan sifat dinamika
interaksi manusia dengan lingkungan
alam, sosial, budaya, dan ekonomi di
lingkungan masyarakat sekitar
Materi
Peran penduduk dalam Pembangunan
Nasional
235

Indikator 17. Manfaat air sungai untuk Sumber air industri ditunjukkan pada
Menjelaskan Peran penduduk dalam
Pembangunan Nasional

18. Fungsi sungai yang sesuai dengan gambar berikut adalah

a. Transportasi dan rekreasi c. Irigasi Sawah


b. Sumber bahan bangunan d. Sumber air ketika kemarau
236

19. Fungsi udara dalam gambar berikut adalah

a. Memanfaat lahan kosong c. Mengalirkan udara dingin


b. Mainan kincir angina d. Pembangkit listrik
20. Apa keunggulan energi panas bumi
a. Tahan lama dan murah
b. Sangat mudah didapat di mana saja
c. Mudah diolah dan mendukung indutri kecil
d. Dapat diperbarui, energi panas bumi juga sangat ramah lingkungan

Bentuk Soal Uraian dan Jawaban


21. Sebutkan pengertian sumber daya alam hayati?
Jawaban
Sumber daya alam hayati adalah setiap sumber daya alam yang berasal dari mahluk
hidup (biotik)
22. Sebutkan pengertian sumber daya alam non hayati?
Jawaban
237

Sumber daya alam non hayati adalah setiap sumber daya alam yang berasal dari benda-
benda mati. Sumber daya alam ini juga disebut dengan istilah sumber daya alam abiotik
23. Pembangunan ekonomi memiliki 4 (empat) sifat penting. Sebutkan?
Jawaban
a. Suatu proses
b. Usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
c. Kenaikan pendapatan perkapita berlangsung dalam jangka panjang
d. Kenaikan pendapatan perkapita diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi dan
atau kelembagaan
24. Jelaskan fungsi dan peran sumber daya alan non hayati terhadap pembangunan
ekonomi?
Jawaban
a. Menambah devisa negara
b. Memajukan teknologi transportasi dan komunikasi
c. Memperluas lapangan kerja
d. Sebagai industri dalam negeri
25. Sebutkan salah satu contoh hasil tambang yang anda ketahui?
Jawaban
Batu bara, Biji besi, Tembaga, Bauskit, Emas Marmer, dll
238

Lampiran 24

No. Soal Kunci Buku Sumber


Kompetensi Dasar Buku Guru dan Buku Siswa
1, 2, 3, 4, 5 1(a), 2(c), 3(b), 4(a), 5(d)
Kurikulum 2013
3. 1. Memahami aspek keruangan dan 1. Apa pengertian keunggulan potensi SDA antar region
konektivitas antar ruang dan waktu a. Keunggulan masing-masing daerah yang dikenal dengan: keunggulan komparatif.
dalam lingkup nasional serta perubahan b. Keunggulan sumber daya alam daerah itu sendiri
dan keberlanjutan kehidupan manusia
c. Kegiatan perdagangan ini dilakukan karena masing-masing daerah, memiliki
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan
dan politik). perbedaan potensi sumber daya alam.
4. 1. Menyajikan hasil olahan telaah tentang d. Masing-masing daerah memiliki potensi sumber daya alam
peninggalan kebudayaan dan pikiran 2. Perhatikan gambar berikut:
masyarakat Indonesia pada masa
penjajahan dan tumbuhnya semangat
kebangsaan dalam aspek geografis,
ekonomi, budaya, pendidikan dan
politik yang ada di lingkungan
sekitarnya.
239

4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang


bentuk-bentuk dan sifat dinamika
interaksi manusia dengan lingkungan
alam, sosial, budaya, dan ekonomi di
lingkungan masyarakat sekitar
Mater
1. Keunggulan Potensi Sumber Daya Alam
Antar Region
b. Sumber daya alam hayati antar region
5) Pertanian Pesaing Negara penghasil durian di Indonesia adalah
6) Kehutanan a. Filipina dan Thailand c. Thailand dan Malaysia
Indikator b. Vietnam dan Malaysia d. Vietnam dan Thailand
Menjelaskan potensi sumber daya alam di 3. Setra penghasil durian di Indonesia adalah
bidang pertanian a. Sumatra Timur, Riau, Jambi, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, DKI
Menjelaskan potensi sumber daya alam di Jakarta, dan Kalimantan Timur
bidang kehutanan b. Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur,
dan Kalimantan Barat
c. Aceh, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan
Kalimantan Utara
d. Sumatra Utara, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa
Timur, dan Papua
4. Sebutkan tanaman pangan pokok yang sangat tergantung bagi kehidupan bangsa
Indonesia
a. Padi, jagung, dan ubi c. Jagung, kacang dan ubi
b. Kacang, kedelai, dan kentang d. Gandum, kedelai, dan kentang
5. Sebutkan daerah penghasil hutan terbesar di Indonesia?
240

a. Sulawesi c. Papua
b. Sumatra d. Kalimantan
No. Soal Kunci Buku Sumber
Buku Guru dan
Kompetensi Dasar
6, 7, 8, 9, 10 6(b), 7(a), 8(a), 9(d), 10(a) Buku Siswa
Kurikulum 2013
3. 1. Memahami aspek keruangan dan 6. Kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber
konektivitas antar ruang dan waktu daya hayati perairan adalah
dalam lingkup nasional serta perubahan a. Kelautan c. Perairan
dan keberlanjutan kehidupan manusia
b. Perikanan d. Kehutanan
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan
dan politik). 7. Sebutkan tempat perairan yang menjadi pusat ikan tuna di Indonesia?
4. 1. Menyajikan hasil olahan telaah tentang a. Laut Bali, Laut Flores, Laut Sewu, Laut Arafuru, dan Laut Banda
peninggalan kebudayaan dan pikiran b. Laut Jawa, Laut Riau, Laut Bali, Laut Flores, dan Laut Arafuru
masyarakat Indonesia pada masa c. Laut Sewu, Laut Arafuru, Laut Papua dan Laut Banda
penjajahan dan tumbuhnya semangat d. Laut Bali, Laut Flores, Laut Sewu, dan laut Jawa
kebangsaan dalam aspek geografis, 8. Perhatikan pernyataan berikut
ekonomi, budaya, pendidikan dan
1) Menyebabkan keracunan pada tubuh makhluk hidup yang berhubungan dengan laut
politik yang ada di lingkungan
sekitarnya. misalnya ikan, burung laut, manusia
4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang 2) Mengancam kehidupan dan kelangsungan hewan dan tumbuhan yang hidup di laut
bentuk-bentuk dan sifat dinamika 3) Polusi kebisingan di laut karena suara tertentu dapat menghalangi komunikasi, radar
interaksi manusia dengan lingkungan yang dimiliki hewan laut misalnya untuk menarik perhatian, melemahkan mangsa,
alam, sosial, budaya, dan ekonomi di navigasi.
lingkungan masyarakat sekitar Urutkan manakah salah satu dampak yang terjadi pencemaran lingkungan laut
Materi a. 1, 2, dan 3 c. 3, 2, dan 1
1. Keunggulan Potensi Sumber Daya Alam b. 1, 3, dan 2 d. 2, 3, dan 1
Antar Region
241

3) Perikanan 9. Sebutkan jenis ikan hias air tawar Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi di pasar
4) Peternakan internasional
Indikator a. Arwana, balanak dan lele c. Botia, cupang, dan lele
Menjelaskan potensi sumber daya b. Udang, bandeng, dan balanak d. Arwana, botia dan cupang
alam antar region bidang perikanan 10. Perhatikan pernyataan berikut:
Menjelaskan potensi sumber daya 1) Menyediakan bibit ternak jenis unggul
alam antar region bidang peternakan 2) Memberi penyuluhan tentang cara-cara peternakan yang baik dan produktif
3) Mengembangkan ternak yang ada dan berusaha memberantas penyakit ternak
sedini mungkin
4) Meningkatkan distribusi makanan dan obat-obatan ternak
5) Mendirikan riset/penelitian dan percobaan dengan melakukan perkawinan silang
atau inseminasi buatan.
Urutkan usaha-usaha yang harus dilakukan untuk memajukan peternakan di Indonesia?
a. 1, 2, 3, 4, dan 5 c. 1, 3, 2, 4, dan 5
b. 1, 4, 2, 3, dan 5 d. 5, 1, 2, 3, dan 4
No. Soal Kunci Buku Sumber
Buku Guru dan
Kompetensi Dasar 11(c), 12(b), 13(a), 14(d),
11, 12, 13, 14, 15 Buku Siswa
15(c), 16(a)
Kurikulum 2013
3. 1. Memahami aspek keruangan dan 11. Sebutkan kandungan senyawa-senyawa isi batubara, gas dan minyak bumi
konektivitas antar ruang dan waktu a. Belerang (S), nitrogen (N), oksigen (O), vanadium (V), nikel (Ni), tembaga (Cu),
dalam lingkup nasional serta perubahan air dan garam
dan keberlanjutan kehidupan manusia
b. Belerang (S), nitrogen (N), oksigen (O), nikel (Ni), besi (Fe), tembaga (Cu), air dan
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan
dan politik). garam
4. 1. Menyajikan hasil olahan telaah tentang
peninggalan kebudayaan dan pikiran
242

masyarakat Indonesia pada masa c. Belerang (S), nitrogen (N), oksigen (O), vanadium (V), nikel (Ni), besi (Fe),
penjajahan dan tumbuhnya semangat tembaga (Cu), air dan garam
kebangsaan dalam aspek geografis, d. Belerang (S), nitrogen (N), vanadium (V), nikel (Ni), besi (Fe), tembaga (Cu), air
ekonomi, budaya, pendidikan dan
dan garam
politik yang ada di lingkungan
sekitarnya. 12. Di Indonesia sudah ada beberapa PLTS yang dibangun. Sebutkan?
4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang a. PLTS di Sumatra, Morotai dan PLTS Maluku
bentuk-bentuk dan sifat dinamika b. PLTS di Daruba, Morotai dan PLTS Bali
interaksi manusia dengan lingkungan c. PLTS di Daruba, Morotai dan PLTS Sulawesi
alam, sosial, budaya, dan ekonomi di d. PLTS di Riau, Probolinggo dan PLTS Bali
lingkungan masyarakat sekitar 13. Pembangkit listrik yang menggunakan tenaga cahaya matahari sebagai energi utama
Materi adalah
b. Sumber daya alam hayati dan non hayati
a. PLTS (Pembangkit Listrik Tanaga Surya)
antar region
1) Keunggulan sumber daya alam energi b. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin)
Indonesia c. PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi)
2) Keunggulan sumber daya perairan di d. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
Indonesia 14. Pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk
Indikator menghasilkan energi listrik adalah
Menjelaskan keunggulan sumber daya a. PLTS (Pembangkit Listrik Tanaga Surya)
alam energi di Indonesia b. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin)
Menjelaskan keunggulan sumber daya c. PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi)
perairan di Indonesia
d. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
15. Danau yang terjadi karena adanya tenaga tektonik yang menyebabkan bentuk
permukaan bumi lebih rendah daripada daerah di sekitarnya adalah
a. Danau vulkanik c. Danau tektonik
b. Danau gletser d. Danau toba
243

16. Air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat
yang lebih rendah dan menuju atau bermuara ke laut. Disebut?
a. Sungai b. Danau
b. Air Terjun d. Air Jatuh
No. Soal Kunci Buku Sumber
Buku Guru dan
Kompetensi Dasar
16, 17, 18, 19, 20 17(a), 18(b), 19(d), 20(c) Buku Siswa
Kurikulum 2013
3. 1. Memahami aspek keruangan dan 17. Dibawah ini salah satu syarat-syarat untuk pengembangan industri pariwisata di
konektivitas antar ruang dan waktu Indonesia adalah?
dalam lingkup nasional serta perubahan 1. Luas wilayah dan letak strategis
dan keberlanjutan kehidupan manusia
2. Sumber daya alam
(ekonomi, sosial, budaya, pendidikan
dan politik). 3. Penduduk yang besar dan budaya yang beragam
4. 1. Menyajikan hasil olahan telaah tentang 4. Keberhasilan pembangunan
peninggalan kebudayaan dan pikiran 5. Komitmen pemerintah
masyarakat Indonesia pada masa Urutkan pernyataan diatas:
penjajahan dan tumbuhnya semangat a. 1, 2, 3, 4, dan 5 b. 1, 3, 2, 4, dan 5
kebangsaan dalam aspek geografis, b. 2, 1, 3, 4, dan 5 d. 3, 4, 2, 1, dan 5
ekonomi, budaya, pendidikan dan 18. Indonesia terkenal dengan pariwisatanya. Sebutkan daerah pariwisata yang ada di
politik yang ada di lingkungan
Indonesia yang paling sering dikunjungi wisatawan luar negeri?
sekitarnya.
4.3. Menyajikan hasil pengamatan tentang a. Raja Ampat b. Bunaken
bentuk-bentuk dan sifat dinamika b. Bali d. Wakatobi
interaksi manusia dengan lingkungan 19. Sebutkan 10 (sepuluh) daerah destinasi wisata yang dikembangkan oleh pemerintah
alam, sosial, budaya, dan ekonomi di sekarang adalah
lingkungan masyarakat sekitar
Materi
244

c. Keunggulan pariwisata indonesia a. Candi Borobudur, Nunukan, Gunung Bromo-Tengger, Gunung Semeru, Kepulauan
Indikator Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Layang
Menjelaskan keunggulan pariwisata di b. Candi Borobudur, Mandalika-Labuan Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung
Indonesia khususnya Wakatobi Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan
Raja Ampat
c. Candi Prambanan, Mandalika-Labuan Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung
Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan
Tanjung Layang
d. Candi Borobudur, Mandalika-Labuan Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung
Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan
Tanjung Layang
20. Wakatobi adalah daerah parawasita. Sebutkan pariwisata yang ada di daerah wakatobi
yang terkenal dan sering dikunjungi wisatawan luar negeri?
a. Pulau One Mobaa c. Pulau Hoga
b. Patuno Resort d. Pantai Cemara/Oa Yi Ogu
Bentuk Soal Uraian dan Jawaban
21. Sebutkan pengertian keunggulan potensi SDA antar region?
Jawaban
Keunggulan potensi SDA antar region adalah keunggulan masing-masing daerah yang
dikenal dengan: keunggulan komparatif. Keunggulan komparatif tersebut menyebabkan
terjadinya interaksi yang berupa kegiatan perdagangan. Kegiatan perdagangan ini
dilakukan karena masing-masing daerah, memiliki perbedaan potensi sumber daya
alam.
22. Sebutkan salah satu contoh tanaman pangan pokok yang sangat tergantung bagi
kehidupan bangsa Indonesia?
245

Jawaban
Contoh tanaman pangan adalah padi, jagung, kacang, kedelai, kentang, ubi dan lain-lain
23. Sebutkan tempat perairan yang menjadi pusat ikan tuna di Indonesia?
Jawaban
Beberapa perairan yang menjadi pusat ikan tuna di Indonesia adalah Laut Bali, Laut
Flores, Laut Sewu, Laut Arafuru dan Laut Banda. Sedangkan daerah yang terkenal
sebagai kawasan fishing ground ikan tuna, banyak terdapat di perairan selatan dan barat
Sumatra. Selain itu bisa ditemukan juga di selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Laut
Maluku dan Laut Banda ini menujukan hampir semua perairan Indonesia kita dapat
mendapatkan ikan tersebut.
24. Pembangkit listrik yang menggunakan tenaga cahaya matahari sebagai energi utama
adalah?
Jawaban
PLTS (Pembangkit Listrik Tanaga Surya)
25. Indonesia sendiri memiliki syarat-syarat untuk pengembangan industri pariwisata.
Sebutkan?
Jawaban
Luas wilayah dan letak strategis, Sumber Daya Alam, Penduduk yang besar dan budaya
yang beragam, Keberhasilan pembangunan, Komitmen Pemerintah
246

Lampiran 25

SOAL PRETEST AWAL

Mata Pelajaran : IPS Terpadu Hari/Tanggal :


Kelas : VIII (Delapan) Waktu : 60 Menit
Nama : No. STB :

Petunjuk:
1. Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (x)
2. Tulis jawabanmu pada lembar yang telah disediakan
3. Kumpulkan pada bapak/ibu guru selesai kalian mengerjakan

Pilihlah salah satu jawaban yang menurut Anda paling benar!


Soal
1. Apa pengertian sumber daya alam hayati?
a. SDA yang berasal dari semua benda di bumi seperti udara, air dan tanah
b. SDA yang berasal dari semua makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan mikroba
c. SDA yang berasal dari semua zat yang ada di dunia ini
d. SDA yang berasal dari semua bahan tambang seperti minyak bumi, batubara dan
logam
2. Perhatikan gambar berikut ini!

Hasil tanaman di atas untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap sumber


a. Karbohidrat c. Vitamin
b. Protein d. Zat besi
3. Contoh tanaman sebagai sumber lemak antara lain
a. Jagung, padi, ubi dan kentang c. Sayur-sayuran
b. Buah-buahan d. Kacang tanah, kelapa, dan kelapa sawit
4. Perhatikan tanaman kapas di bawah ini
247

Kapas sangat berguna untuk membuat


a. Katun c. Sutera
b. Rayon d. Linen
5. Mengapa pakaian dari bahan tumbuhan berharga yang tinggi?
a. Warnakan cerah dan beraneka ragam
b. Tahan lama, anti api dan tahan terhadap perubahan cuaca
c. Awet, menyerap air keringat dan tahan terhadap perubahan cuaca
d. Kuat, padat, mudah kusut, dan tahan penyetrikaan
6. Besi, tembaga, timah, nikel adalah contoh dari
a. Bahan galian energi c. Bahan galian industri
b. Bahan galian logam d. Bahan galian jasa
7. Jenis bahan galian yang sesuai dengan gambar di bawah ini adalah

a. Bahan galian energi c. Bahan galian industri


b. Bahan galian logam d. Bahan galian jasa
8. Contoh dari bahan galian industri adalah
a. Emas, perak, seng c. Talk, kaolin, zeolit
b. Batu bara dan minyak bumi d. Timah, besi, tembaga
9. Yang buka termasuk dari peranan usaha pertambangan di Indonesia adalah
a. Meningkatkan pendapatan negara.
b. Menambah lapangan kerja.
c. Memelihara lingkungan hidup
d. Memajukan pertumbuhan industri dalam negeri
10. Fungsi danau sesuai dengan gambar ini adalah

a. Saluran irigasi c. Mencari ikan


b. Transpotasi air d. Hiburan dan pariwisata
11. Pernyataan yang menunjukkan pentingnya SDA dalam Pembangunan Ekonomi
adalah
248

a. Jumlah penduduk yang besar memberikan jumlah banyak tenaga kerja


b. Produksi tambang emas bisa menambah kekayaan negara
c. Pembangunan sekolah dan lembaga pelatihan untuk meningkatkan sumber daya
manusia
d. Meningkatkan jumlah pengusaha yang bisa wiraswasta
12. Contoh bangsa Indonesia sudah menggunakan SDA untuk pembangunan ekonomi sejak
zaman kerajaan adalah
a. Kerajaan Mataram kuno membangun candi Borobudur
b. Kerajaan Sriwijaya membangun tempat pendidikan bagi penduduknya
c. Kerjaan Singosari memanfaatkan air sungai Brantas untuk irigasi
d. Kerajaan Majapahit mempersatukan nusantara dalam sumpah palapa
13. Siapakah ahli yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dibatasi oleh kekurangan
absolut dari sumber daya alam?
b. Simon Kuznets c. Thomas Malthus
c. Adam Smith d. Jean-Baptiste Say
14. Siapa ahli di bawah ini mengemukakan teorinya tentang absolute comparative
advantage?
b. Thomas Malthus c. Simon Kuznets
c. Jean-Baptiste Say d. Adam Smith
15. Masalah yang paling sulit diatasi dalam pertumbuhan ekonomi adalah sedikitnya sumber
daya alam, maka apa yang harus dilakukan dalam pembangunan ekonomi adalah
a. Mengambil sumber daya alam sebanyak-banyaknya
b. Meningkatkan hasil produksi industri
c. Mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab
d. Mengolah sumber daya alam secara terus-menerus
16. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1. Air untuk pembangkit listrik
2. Tanah untuk pertanian
3. Tenaga kerja terlatih untuk industri
4. Pengusaha yang mandiri
5. Minyak bumi untuk keperluan transportasi
Manakah yang sesuai dengan Fungsi dan Peran SDA non hayati terhadap Pembangunan
Ekonomi?
a. 1 2 3 c. 1 2 4
b. 1 3 5 d. 1 2 5
17. Manfaat air sungai untuk Sumber air industri ditunjukkan pada
249

18. Fungsi sungai yang sesuai dengan gambar berikut adalah

a. Transportasi dan rekreasi c. Sumber bahan bangunan


b. Irigasi Sawah d. Sumber air ketika kemarau
19. Fungsi udara dalam gambar berikut adalah

a. Pembangkit listrik c. Mengalirkan udara dingin


b. Mainan kincir angina d. Memanfaat lahan kosong
20. Apa keunggulan energi panas bumi
a. Sangat mudah didapat di mana saja
b. Tahan lama dan murah
c. Mudah diolah dan mendukung indutri kecil
d. Dapat diperbarui, energi panas bumi juga sangat ramah lingkungan

Kunci Jawaban

1. B 11. C
2. A 12. C
3. D 13. B
4. A 14. D
5. C 15. C
6. C 16. B
7. A 17. A
8. D 18. C
9. B 19. A
10. D 20. B
250

Kriteria Penilaian

Setiap jawaban benar diberi skor 1


Setiap jawaban salah diberi skor 0

Jumlah jawaban benar


Nilai Siswa = 100
Jumlah soal
251
Lampiran 26

Hasil Tes Belajar Pretest Awal

Hari/Tanggal Pelaksanaan : Sabtu, 14 Januari 2017


Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPS Terpadu

Soal
No Nama Siswa Jumlah Nilai Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Fijai 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 5 25 Tidak Tuntas
2 La Salama 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 5 25 Tidak Tuntas
3 Liana 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 6 30 Tidak Tuntas
4 La Ode Rino 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 5 25 Tidak Tuntas
5 Maasiya 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 5 25 Tidak Tuntas
6 Putri 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 7 35 Tidak Tuntas
7 Putriani 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 7 35 Tidak Tuntas
8 Riska Amuliati 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 7 35 Tidak Tuntas
9 Risardi 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 6 30 Tidak Tuntas
10 Rudi Ariyanto 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 3 15 Tidak Tuntas
11 Rusdin Musadif 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 10 50 Tidak Tuntas
12 Sabiwa 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 6 30 Tidak Tuntas
13 Safludin 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 6 30 Tidak Tuntas
14 Serli Ibrahim 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 7 35 Tidak Tuntas
15 Suharni 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 5 25 Tidak Tuntas
16 Syarifudin 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 4 20 Tidak Tuntas
17 Wa Ode Asriani 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 6 30 Tidak Tuntas
18 Wa Ode Ruslina Wati 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 5 25 Tidak Tuntas
19 Wa Weni 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 4 20 Tidak Tuntas
20 Cindri Asruni 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 4 20 Tidak Tuntas
Jumlah 11 5 11 5 4 3 2 6 4 4 6 1 4 2 11 12 4 11 5 2 113 565
Rata-rata Nilai 28.25
Ketuntasan Belajar Klasikal/Persentase 0.00 %
Kriteria Sangat Tidak Baik
252

Lampiran 27

Rekapitulasi Hasil Belajar Pretest

No. Nama Siswa Nilai Kriteria


1 Fijai 25 Tidak Tuntas
2 La Salama 25 Tidak Tuntas
3 Liana 30 Tidak Tuntas
4 La Ode Rino 25 Tidak Tuntas
5 Maasiya 25 Tidak Tuntas
6 Putri 35 Tidak Tuntas
7 Putriani 35 Tidak Tuntas
8 Riska Amuliati 35 Tidak Tuntas
9 Risardi 30 Tidak Tuntas
10 Rudi Ariyanto 15 Tidak Tuntas
11 Rusdin Musadif 50 Tidak Tuntas
12 Sabiwa 30 Tidak Tuntas
13 Safludin 30 Tidak Tuntas
14 Serli Ibrahim 35 Tidak Tuntas
15 Suharni 25 Tidak Tuntas
16 Syarifudin 20 Tidak Tuntas
17 Wa Ode Asriani 30 Tidak Tuntas
18 Wa Ode Ruslina Wati 25 Tidak Tuntas
19 Wa Weni 20 Tidak Tuntas
20 Cindri Asruni 20 Tidak Tuntas
Jumlah 565
Rata-Rata Hasil Belajar 28,25
Ketuntasan Klasikal 0%
Jumlah Siswa Diatas KKM (70) 0 Siswa (0%)
Jumlah Siswa Dibawah KKM (70) 20 Siswa (100%)

Keterangan:

Tuntas : 0 siswa
Tidak Tuntas : 20 siswa

Jumlah siswa yang memperoleh skor 70


Nilai Ketuntasan Belajar Klasikal = 100%
Jumlah seluruh siswa

0
= 100%
20

= 0%
253

Lampiran 28: Soal Tes Hasil Belajar Siklus I

Mata Pelajaran : IPS Terpadu Hari/Tanggal :


Kelas : VIII (Delapan) Waktu : 60 Menit
Nama : No. STB :

Petunjuk:
1. Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (x)
2. Tulis jawabanmu pada lembar yang telah disediakan
3. Kumpulkan pada bapak/ibu guru selesai kalian mengerjakan

Soal Pilihan Ganda


I. Pilihlah salah satu jawaban yang menurut Anda paling benar!

1. Sumber daya alam yang berasal dari semua makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan,
dan mikroba disebut?
a. Sumber daya alam hayati
b. Sumber daya alam non hayati
c. Sumber daya hewani
d. Sumber daya alam mahkluk hidup
2. Salah satu tanaman yang bersumber dari karbohidrat adalah
a. Kelapa, kacang tanah, dan kelapa sawit
b. Kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah
c. Padi, jagung, ubi, dan kentang
d. Singkong, ketela, dan sayur-sayuran
3. Kacang tanah, kelapa, dan kelapa sawit adalah salah satu tanaman yang bersumber
dari
a. Protein c. Vitamin
b. Karbohidrat d. Lemak
4. Perhatikan tanaman kapas di bawah ini?

Kapas sangat berguna untuk membuat


a. Sutera c. Katun
b. Linen d. Rayon
5. Mengapa pakaian dari bahan tumbuhan sangat berharga tinggi?
a. Awet, menyerap air keringat dan tahan terhadap perubahan cuaca
b. Tahan lama, anti api dan tahan terhadap perubahan cuaca
254

c. Warnakan cerah dan beraneka ragam


d. Kuat, padat, mudah kusut, dan tahan penyetrikaan
6. Salah satu jenis bahan galian industri dibahwah ini adalah
a. Besi, tembaga, timah, dan nikel c. Aspal, minyak mentah dan batu bara
b. Minyak mentah, seng, dan timah d. Minyak bumi, nikel dan aspal
7. Perhatikan pernyataan dibawah ini!
a. Sebagai bahan produk baja dan besi
b. Sebagai bahan bakar pembangkit listrik
c. Sebagai bahan bakar cair
d. Sebagai bahan bakar produksi semen
Pernyataan diatas adalah sebagai pemanfaatan sumber daya alam
a. Tembaga c. Batu bara
b. Nikel d. Timah
8. Sumber daya alam yang berasal dari bahan tambang, air, panas bumi, dan udara
disebut?
a. Sumber daya alam hayati
b. Sumber daya alam non hayati
c. Sumber daya alam hasil tambang
d. Sumber daya alam
9. Yang bukan termasuk dari peranan usaha pertambangan di Indonesia adalah
a. Meningkatkan pendapatan negara.
b. Memajukan pertumbuhan industri dalam negeri
c. Memelihara lingkungan hidup
d. Menambah lapangan kerja.
10. Fungsi danau sesuai dengan gambar ini adalah

a. Saluran irigasi c. Hiburan dan pariwisata


b. Transpotasi air d. Mencari ikan
11. Pernyataan yang menunjukkan pentingnya SDA dalam Pembangunan Ekonomi
adalah
a. Pembangunan sekolah dan lembaga pelatihan untuk meningkatkan sumber daya
manusia
b. Jumlah penduduk yang besar memberikan jumlah banyak tenaga kerja
c. Produksi tambang emas bisa menambah kekayaan negara
d. Meningkatkan jumlah pengusaha yang bisa wiraswasta
255

12. Suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk suatu masyarakat
meningkat dalam jangka panjang, disertai dengan perubahan ciri-ciri penting suatu
masyarakat, yaitu perubahan dalam teknologi, pola pikir masyarakat maupun
kelembagaan disebut?
a. Pembangunan ekonomi c. Pendapatan perkapita
b. Kenaikan pendapatan d. Meningkatkan pendapatan
13. Siapa ahli di bawah ini mengemukakan teorinya tentang absolute comparative
advantage?
d. Thomas Malthus c. Adam Smith
d. Jean-Baptiste Say d. Simon Kuznets
14. Pendapatan nasional yang dihasilkan oleh warga negara (baik yang tinggal di dalam
negeri maupun di luar negeri) disebut
a. Produk Domestik Bruto (PDB)
b. Pendapatan Nasional Bruto (PNB)
c. Pendapatan Bruto Nasional (PBN)
d. Produk Bruto Nasional (PBN)
15. Masalah yang paling sulit diatasi dalam pertumbuhan ekonomi adalah sedikitnya
sumber daya alam, maka apa yang harus dilakukan dalam pembangunan ekonomi
adalah
a. Mengambil sumber daya alam sebanyak-banyaknya
b. Meningkatkan hasil produksi industri
c. Mengolah sumber daya alam secara terus-menerus
d. Mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab
16. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1. Air untuk pembangkit listrik
2. Tanah untuk pertanian
3. Tenaga kerja terlatih untuk industri
4. Pengusaha yang mandiri
5. Minyak bumi untuk keperluan transportasi
Manakah yang sesuai dengan Fungsi dan Peran SDA non hayati terhadap
Pembangunan Ekonomi?
a. 1 2 3 c. 1 2 4
b. 1 2 5 d. 1 3 5
17. Manfaat air sungai untuk Sumber air industri ditunjukkan pada
256

18. Fungsi sungai yang sesuai dengan gambar berikut adalah

a. Transportasi dan rekreasi c. Irigasi Sawah


b. Sumber bahan bangunan d. Sumber air ketika kemarau
19. Fungsi udara dalam gambar berikut adalah

a. Memanfaat lahan kosong c. Mengalirkan udara dingin


b. Mainan kincir angina d. Pembangkit listrik
20. Apa keunggulan energi panas bumi
a. Tahan lama dan murah
b. Sangat mudah didapat di mana saja
c. Mudah diolah dan mendukung indutri kecil
d. Dapat diperbarui, energi panas bumi juga sangat ramah lingkungan

Soal Uraian
II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan benar!

21. Sebutkan pengertian sumber daya alam hayati?


22. Sebutkan pengertian sumber daya alam non hayati?
23. Pembangunan ekonomi memiliki 4 (empat) sifat penting. Sebutkan?
24. Jelaskan fungsi dan peran sumber daya alam non hayati terhadap pembangunan
ekonomi?
25. Sebutkan salah satu contoh hasil tambang yang anda ketahui?
257

Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran


Jawaban Soal Pilihan Ganda
1. A 11. A
2. C 12. A
3. D 13. C
4. C 14. B
5. A 15. D
6. A 16. D
7. C 17. A
8. B 18. B
9. D 19. D
10. C 20. A

Jawaban Soal Uaraian


21. Jawaban
Sumber daya alam hayati adalah setiap sumber daya alam yang berasal dari mahluk
hidup (biotik)
22. Jawaban
Sumber daya alam non hayati adalah setiap sumber daya alam yang berasal dari
benda-benda mati. Sumber daya alam ini juga disebut dengan istilah sumber daya
alam abiotic
23. Jawaban
Suatu proses
Usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Kenaikan pendapatan perkapita berlangsung dalam jangka panjang
Kenaikan pendapatan perkapita diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi
dan atau kelembagaan
24. Jawaban
Menambah devisa negara
Memajukan teknologi transportasi dan komunikasi
Memperluas lapangan kerja
Sebagai industri dalam negeri
25. Jawaban
Batu bara, Biji besi, Tembaga, Bauskit, Emas, Marmer, dll

Kriteria Penilaian

a. Pilihan Ganda

Setiap jawaban benar diberi skor 2,5


Setiap jawaban salah diberi skor 0
258

b. Uraian

Setiap jawaban benar diberi skor 10


Setiap jawaban salah diberi skor 0

Jumlah skor total = skor maksimal pilihan ganda + skor maksimal uraian
= 50 + 50
= 100

Jumlah jawaban benar PG+Uraian


Nilai Siswa 100
Jumlah soal
259

Lampiran 29

Hasil Tes Belajar Siklus I

Hari/Tanggal Pelaksanaan : Rabu, 1 Februari 2017


Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPS Terpadu

PG+Uraian
Jumlah

Jumlah
Soal Pilihan Ganda Soal Uraian

Jumlah
Rerata
No Nama Siswa Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
1 Fijai 2.5 0 0 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 32.5 10 10 10 7 3 40 72.5 Tuntas
2 La Salama 0 0 0 0 0 2.5 0 2.5 2.5 0 0 0 2.5 0 0 0 0 2.5 2.5 0 15 10 9 10 8 3 40 55 Tidak Tuntas
3 Liana 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 0 0 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 32.5 10 9 10 2.5 2.5 34 66.5 Tidak Tuntas
4 La Ode Rino 2.5 0 0 5 5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 0 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 35 10 10 10 8 5 43 78 Tuntas
5 Maasiya 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 0 2.5 0 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 35 10 10 10 8 10 48 83 Tuntas
6 Putri 2.5 0 2.5 5 0 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 0 0 0 2.5 0 2.5 0 0 0 25 0 0 10 6.5 4 20.5 45.5 Tidak Tuntas
7 Putriani 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 0 2.5 2.5 2.5 0 37.5 10 3 10 6.5 10 39.5 77 Tuntas
8 Riska Amuliati 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 0 0 0 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 0 32.5 10 3 10 6.5 10 39.5 72 Tuntas
9 Risardi 2.5 0 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 35 10 10 10 8 5 43 78 Tuntas
10 Rudi Ariyanto 2.5 0 0 0 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 0 2.5 2.5 0 0 0 2.5 0 22.5 10 10 10 8 5 43 65.5 Tidak Tuntas
11 Rusdin Musadif 2.5 0 0 2.5 0 2.5 0 2.5 0 2.5 2.5 0 0 0 2.5 0 2.5 2.5 2.5 0 25 10 10 10 8 5 43 68 Tidak Tuntas
12 Sabiwa 0 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 0 0 0 0 2.5 0 2.5 0 22.5 10 10 10 6.5 4 40.5 63 Tidak Tuntas
13 Safludin 2.5 0 0 2.5 0 0 2.5 2.5 0 0 0 0 0 0 2.5 2.5 0 0 2.5 0 17.5 10 9 10 8 3 40 57.5 Tidak Tuntas
14 Serli Ibrahim 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 40 10 10 10 6.5 10 46.5 86.5 Tuntas
15 Suharni 0 0 0 0 0 0 2.5 0 0 2.5 0 0 0 0 0 2.5 0 0 2.5 0 10 10 9 10 8 2.5 39.5 49.5 Tidak Tuntas
16 Syarifudin 0 0 0 0 0 2.5 0 2.5 2.5 0 0 0 2.5 0 0 0 0 2.5 2.5 0 15 10 10 10 8 5 43 58 Tidak Tuntas
17 Wa Ode Asriani 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2.5 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 22.5 10 10 10 2.5 1.5 34 56.5 Tidak Tuntas
18 Wa Ode Ruslina Wati 2.5 0 0 2.5 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 0 0 2.5 2.5 0 27.5 10 10 10 8 10 48 75.5 Tuntas
19 Wa Weni 2.5 0 0 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 35 10 10 10 6.5 2.5 39 74 Tuntas
20 Cindri Asruni 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 0 2.5 0 0 0 0 2.5 2.5 0 25 10 10 3 6.5 5 34.5 59.5 Tidak Tuntas
Jumlah 37.5 7.5 17.5 37.5 25.0 35.0 30.0 45.0 22.5 35.0 27.5 10.0 20.0 20.0 27.5 12.5 30.0 37.5 47.5 17.5 542.5 190.0 172.0 193.0 137.5 106.0 798.5 1341
Rata-rata Nilai 53.64
Ketuntasan Belajar Klasikal/Persentase 45.00 55.00
Kriteria Tidak Baik
260

Lampiran 30

Rekapitulasi Hasil Belajar Posttest Siklus I

No. Nama Siswa Nilai Kriteria


1 Fijai 72,5 Tuntas
2 La Salama 55 Tidak Tuntas
3 Liana 66,5 Tidak Tuntas
4 La Ode Rino 78 Tuntas
5 Maasiya 83 Tuntas
6 Putri 45,5 Tidak Tuntas
7 Putriani 77 Tuntas
8 Riska Amuliati 72 Tuntas
9 Risardi 78 Tuntas
10 Rudi Ariyanto 65,5 Tidak Tuntas
11 Rusdin Musadif 68 Tidak Tuntas
12 Sabiwa 63 Tidak Tuntas
13 Safludin 57,5 Tidak Tuntas
14 Serli Ibrahim 86,5 Tuntas
15 Suharni 49,5 Tidak Tuntas
16 Syarifudin 58 Tidak Tuntas
17 Wa Ode Asriani 56,5 Tidak Tuntas
18 Wa Ode Ruslina Wati 75,5 Tuntas
19 Wa Weni 74 Tuntas
20 Cindri Asruni 59,5 Tidak Tuntas
Jumlah 1341
Rata-Rata Hasil Belajar 53,64
Ketuntasan Klasikal 45,00%
Jumlah Siswa Diatas KKM (70) 9 Siswa (45%)
Jumlah Siswa Dibawah KKM (70) 11 Siswa (55%)

Keterangan:

Tuntas : 9 siswa
Tidak Tuntas : 11 siswa

Jumlah siswa yang memperoleh skor 70


Nilai Ketuntasan Belajar Klasikal = 100%
Jumlah seluruh siswa

9
= 100%
20

= 45%
261

Lampiran 31 : Soal Tes Hasil Belajar Siklus II

Mata Pelajaran : IPS Terpadu Hari/Tanggal :


Kelas : VIII (Delapan) Waktu : 60 Menit
Nama : No. STB :

Petunjuk:
1. Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (x)
2. Tulis jawabanmu pada lembar yang telah disediakan
3. Kumpulkan pada bapak/ibu guru selesai kalian mengerjakan

Soal Pilihan Ganda


I. Pilihlah salah satu jawaban yang menurut Anda paling benar!

1. Apa pengertian keunggulan potensi SDA antar region


a. Keunggulan masing-masing daerah yang dikenal dengan: keunggulan komparatif
b. Keunggulan sumber daya alam daerah itu sendiri
c. Kegiatan perdagangan ini dilakukan karena masing-masing daerah, memiliki
perbedaan potensi sumber daya alam.
d. Masing-masing daerah memiliki potensi sumber daya alam
2. Perhatikan gambar berikut:

Pesaing Negara penghasil durian di Indonesia adalah


a. Filipina dan Thailand c. Thailand dan Malaysia
b. Vietnam dan Malaysia d. Vietnam dan Thailand
3. Setra penghasil durian di Indonesia adalah
a. Sumatra Timur, Riau, Jambi, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, DKI
Jakarta, dan Kalimantan Timur
b. Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa
Timur, dan Kalimantan Barat
c. Aceh, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan
Kalimantan Utara
d. Sumatra Utara, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa
Timur, dan Papua
262

4. Sebutkan tanaman pangan pokok yang sangat tergantung bagi kehidupan bangsa
Indonesia
a. Padi, jagung, dan ubi c. Jagung, kacang dan ubi
b. Kacang, kedelai, dan kentang d. Gandum, kedelai, dan kentang
5. Sebutkan daerah penghasil hutan terbesar di Indonesia?
a. Sulawesi c. Papua
b. Sumatra d. Kalimantan
6. Kegiatan manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber
daya hayati perairan adalah
a. Kelautan c. Perairan
b. Perikanan d. Kehutanan
7. Sebutkan tempat perairan yang menjadi pusat ikan tuna di Indonesia?
a. Laut Bali, Laut Flores, Laut Sewu, Laut Arafuru, dan Laut Banda
b. Laut Jawa, Laut Riau, Laut Bali, Laut Flores, dan Laut Arafuru
c. Laut Sewu, Laut Arafuru, Laut Papua dan Laut Banda
d. Laut Bali, Laut Flores, Laut Sewu, dan laut Jawa
8. Perhatikan pernyataan berikut
1) Menyebabkan keracunan pada tubuh makhluk hidup yang berhubungan dengan
laut misalnya ikan, burung laut, manusia
2) Mengancam kehidupan dan kelangsungan hewan dan tumbuhan yang hidup di
laut
3) Polusi kebisingan di laut karena suara tertentu dapat menghalangi komunikasi,
radar yang dimiliki hewan laut misalnya untuk menarik perhatian, melemahkan
mangsa, navigasi.
Urutkan manakah salah satu dampak yang terjadi pencemaran lingkungan laut
a. 1, 2, dan 3 c. 3, 2, dan 1
b. 1, 3, dan 2 d. 2, 3, dan 1
9. Sebutkan jenis ikan hias air tawar Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi di pasar
internasional
a. Arwana, balanak dan lele c. Botia, cupang, dan lele
b. Udang, bandeng, dan balanak d. Arwana, botia dan cupang
10. Perhatikan pernyataan berikut:
1) Menyediakan bibit ternak jenis unggul
2) Memberi penyuluhan tentang cara-cara peternakan yang baik dan produktif
3) Mengembangkan ternak yang ada dan berusaha memberantas penyakit ternak
sedini mungkin
4) Meningkatkan distribusi makanan dan obat-obatan ternak
5) Mendirikan riset/penelitian dan percobaan dengan melakukan perkawinan silang
atau inseminasi buatan.
Urutkan usaha-usaha yang harus dilakukan untuk memajukan peternakan di
Indonesia?
a. 1, 2, 3, 4, dan 5 c. 1, 3, 2, 4, dan 5
263

b. 1, 4, 2, 3, dan 5 d. 5, 1, 2, 3, dan 4
11. Sebutkan kandungan senyawa-senyawa isi batubara, gas dan minyak bumi
a. Belerang (S), nitrogen (N), oksigen (O), vanadium (V), nikel (Ni), tembaga (Cu),
air dan garam
b. Belerang (S), nitrogen (N), oksigen (O), nikel (Ni), besi (Fe), tembaga (Cu), air
dan garam
c. Belerang (S), nitrogen (N), oksigen (O), vanadium (V), nikel (Ni), besi (Fe),
tembaga (Cu), air dan garam
d. Belerang (S), nitrogen (N), vanadium (V), nikel (Ni), besi (Fe), tembaga (Cu), air
dan garam
12. Di Indonesia sudah ada beberapa PLTS yang dibangun. Sebutkan?
a. PLTS di Sumatra, Morotai dan PLTS Maluku
b. PLTS di Daruba, Morotai dan PLTS Bali
c. PLTS di Daruba, Morotai dan PLTS Sulawesi
d. PLTS di Riau, Probolinggo dan PLTS Bali
13. Pembangkit listrik yang menggunakan tenaga cahaya matahari sebagai energi utama
adalah
a. PLTS (Pembangkit Listrik Tanaga Surya)
b. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin)
c. PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi)
d. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
14. Pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk
menghasilkan energi listrik adalah
a. PLTS (Pembangkit Listrik Tanaga Surya)
b. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin)
c. PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi)
d. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
15. Danau yang terjadi karena adanya tenaga tektonik yang menyebabkan bentuk
permukaan bumi lebih rendah dari pada daerah di sekitarnya adalah
a. Danau vulkanik c. Danau tektonik
b. Danau gletser d. Danau toba
16. Air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat
yang lebih rendah dan menuju atau bermuara ke laut. Disebut?
a. Sungai b. Danau
b. Air Terjun d. Air Jatuh
17. Dibawah ini salah satu syarat-syarat untuk pengembangan industri pariwisata di
Indonesia adalah?
1. Luas wilayah dan letak strategis
2. Sumber daya alam
3. Penduduk yang besar dan budaya yang beragam
4. Keberhasilan pembangunan
5. Komitmen pemerintah
264

Urutkan pernyataan diatas:


a. 1, 2, 3, 4, dan 5 b. 1, 3, 2, 4, dan 5
b. 2, 1, 3, 4, dan 5 d. 3, 4, 2, 1, dan 5
18. Indonesia terkenal dengan pariwisatanya. Sebutkan daerah pariwisata yang ada di
Indonesia yang paling sering dikunjungi wisatawan luar negeri?
a. Raja Ampat b. Bunaken
b. Bali d. Wakatobi
19. Sebutkan 10 (sepuluh) daerah destinasi wisata yang dikembangkan oleh pemerintah
sekarang adalah
a. Candi Borobudur, Nunukan, Gunung Bromo-Tengger, Gunung Semeru,
Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan
Tanjung Layang
b. Candi Borobudur, Mandalika-Labuan Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung
Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai,
dan Raja Ampat
c. Candi Prambanan, Mandalika-Labuan Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung
Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai,
dan Tanjung Layang
d. Candi Borobudur, Mandalika-Labuan Bajo, Gunung Bromo-Tengger, Gunung
Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai,
dan Tanjung Layang
20. Wakatobi adalah daerah parawasita. Sebutkan pariwisata yang ada di daerah wakatobi
yang terkenal dan sering dikunjungi wisatawan luar negeri?
a. Pulau One Mobaa c. Pulau Hoga
b. Patuno Resort d. Pantai Cemara/Oa Yi Ogu

Soal Uraian
II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan benar!

21. Sebutkan pengertian keunggulan potensi SDA antar region?


22. Sebutkan salah satu contoh tanaman pangan pokok yang sangat tergantung bagi
kehidupan bangsa Indonesia?
23. Sebutkan tempat perairan yang menjadi pusat ikan tuna di Indonesia?
24. Pembangkit listrik yang menggunakan tenaga cahaya matahari sebagai energi utama
adalah?
25. Indonesia sendiri memiliki syarat-syarat untuk pengembangan industri pariwisata.
Sebutkan?
265

Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran


Jawaban Soal Pilihan Ganda
1. A 11. C
2. C 12. B
3. B 13. A
4. A 14. D
5. D 15. C
6. B 16. A
7. A 17. A
8. A 18. B
9. D 19. D
10. A 20. C

Jawaban Soal Uraian


21. Jawaban
Keunggulan potensi SDA antar region adalah keunggulan masing-masing daerah
yang dikenal dengan: keunggulan komparatif. Keunggulan komparatif tersebut
menyebabkan terjadinya interaksi yang berupa kegiatan perdagangan. Kegiatan
perdagangan ini dilakukan karena masing-masing daerah, memiliki perbedaan potensi
sumber daya alam.
22. Jawaban
Contoh tanaman pangan adalah padi, jagung, kacang, kedelai, kentang, ubi dan lain-
lain
23. Jawaban
Beberapa perairan yang menjadi pusat ikan tuna di Indonesia adalah Laut Bali, Laut
Flores, Laut Sewu, Laut Arafuru dan Laut Banda. Sedangkan daerah yang terkenal
sebagai kawasan fishing ground ikan tuna, banyak terdapat di perairan selatan dan
barat Sumatra. Selain itu bisa ditemukan juga di selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara
Laut Maluku dan Laut Banda ini menujukan hampir semua perairan Indonesia kita
dapat mendapatkan ikan tersebut.
24. Jawaban
PLTS (Pembangkit Listrik Tanaga Surya)
25. Jawaban
a. Luas wilayah dan letak strategis
b. Sumber Daya Alam
c. Penduduk yang besar dan budaya yang beragam
d. Keberhasilan pembangunan
e. Komitmen Pemerintah
266

Kriteria Penilaian
a. Pilihan Ganda

Setiap jawaban benar diberi skor 2,5


Setiap jawaban salah diberi skor 0

b. Uraian

Setiap jawaban benar diberi skor 10


Setiap jawaban salah diberi skor 0

Jumlah skor total = skor maksimal pilihan ganda + skor maksimal uraian
= 50 + 50
= 100

Jumlah jawaban benar PG+Uraian


Nilai Siswa 100
Jumlah soal
267

Lampiran 32

Hasil Tes Belajar Siklus II

Hari/Tanggal Pelaksanaan : 18 Februari 2017


Kelas/Semester : VIII/2
Mata Pelajaran : IPS Terpadu

Jumlah

Jumlah
Soal Pilihan Ganda Soal Uraian Rata-
No Nama Siswa Rata Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nilai
1 Fijai 0 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 0 0 2.5 0 27.5 7 8 10 10 8 43 70.5 Tuntas
2 La Salama 0 0 0 2.5 2.5 2.5 0 0 0 2.5 2.5 0 2.5 2.5 0 0 0 2.5 0 2.5 22.5 5 10 7 10 10 42.0 64.5 Tidak Tuntas
3 Liana 0 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 0 0 0 0 2.5 2.5 2.5 0 0 0 2.5 2.5 2.5 27.5 8 10 10 10 10 48 75.5 Tuntas
4 La Ode Rino 0 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 32.5 3 10 10 10 10 43 75.5 Tuntas
5 Maasiya 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 0 2.5 37.5 10 10 10 10 10 50 87.5 Tuntas
6 Putri 2.5 0 2.5 0 0 0 2.5 0 0 0 2.5 0 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 25.0 10 10 10 10 10 50 75.0 Tuntas
7 Putriani 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 0 0 0 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 32.5 10 10 10 10 10 50 82.5 Tuntas
8 Riska Amuliati 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 2.5 2.5 37.5 8 6 10 3 8 35 72.5 Tuntas
9 Risardi 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 37.5 8 10 10 10 10 48 85.5 Tuntas
10 Rudi Ariyanto 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 32.5 6 9 5 10 8 38 70.5 Tuntas
11 Rusdin Musadif 0 2.5 2.5 0 2.5 0 0 2.5 0 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 32.5 8 3 10 10 10 41 73.5 Tuntas
12 Sabiwa 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 0 0 0 0 2.5 2.5 0 30.0 10 10 10 10 10 50 80.0 Tuntas
13 Safludin 2.5 0 0 0 2.5 2.5 2.5 0 0 0 0 2.5 2.5 0 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 25.0 10 10 10 5 10 45 70.0 Tuntas
14 Serli Ibrahim 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 0 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 0 2.5 35.0 10 5 10 10 10 45 80.0 Tuntas
15 Suharni 0 2.5 2.5 0 2.5 0 2.5 0 0 0 2.5 0 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 27.5 10 10 10 10 10 50 77.5 Tuntas
16 Syarifudin 0 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 0 0 0 2.5 0 0 2.5 0 0 2.5 2.5 0 2.5 22.5 3 10 3 3 3 22 44.5 Tidak Tuntas
17 Wa Ode Asriani 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 0 0 0 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 0 2.5 30.0 0 10 10 10 10 40 70.0 Tuntas
18 Wa Ode Ruslina Wati 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 2.5 2.5 0 35.0 10 10 10 10 10 50 85.0 Tuntas
19 Wa Weni 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 0 0 0 2.5 0 0 0 2.5 0 2.5 0 0 27.5 10 10 10 3 10 43 70.5 Tuntas
20 Cindri Asruni 2.5 2.5 2.5 2.5 0 2.5 2.5 0 2.5 0 0 2.5 2.5 2.5 0 2.5 0 0 2.5 2.5 32.5 10 10 10 10 10 50 82.5 Tuntas
Jumlah 27.5 42.5 45.0 37.5 32.5 37.5 37.5 15.0 22.5 7.5 25.0 27.5 45.0 35.0 12.5 20.0 25.0 45.0 30.0 40.0 610.0 156.0 181.0 185.0 174.0 187.0 883.0 1493
Rata-rata Nilai 59.72
Ketuntasan Belajar Klasikal/Persentase 90.00 10.00
Kriteria Sangat Baik
268

Lampiran 33

Rekapitulasi Hasil Belajar Posttest Siklus II

No. Nama Siswa Nilai Kriteria


1 Fijai 70,5 Tuntas
2 La Salama 64,5 Tidak Tuntas
3 Liana 75,5 Tuntas
4 La Ode Rino 75,5 Tuntas
5 Maasiya 87,5 Tuntas
6 Putri 75 Tuntas
7 Putriani 82,5 Tuntas
8 Riska Amuliati 72,5 Tuntas
9 Risardi 85,5 Tuntas
10 Rudi Ariyanto 70,5 Tuntas
11 Rusdin Musadif 73,5 Tuntas
12 Sabiwa 80 Tuntas
13 Safludin 70 Tuntas
14 Serli Ibrahim 80 Tuntas
15 Suharni 77,5 Tuntas
16 Syarifudin 44,5 Tidak Tuntas
17 Wa Ode Asriani 70 Tuntas
18 Wa Ode Ruslina Wati 85 Tuntas
19 Wa Weni 70,5 Tuntas
20 Cindri Asruni 82,5 Tuntas
Jumlah 1493
Rata-Rata Hasil Belajar 59,72
Ketuntasan Klasikal 90,00%
Jumlah Siswa Diatas KKM (70) 18 Siswa (90%)
Jumlah Siswa Dibawah KKM (70) 2 Siswa (10%)

Keterangan:

Tuntas : 18 siswa
Tidak Tuntas : 2 siswa

Jumlah siswa yang memperoleh skor 70


Nilai Ketuntasan Belajar Klasikal = 100%
Jumlah seluruh siswa

18
= 100%
20

= 90%
269

Lampiran 34

Lembar Observasi Keterampilan Berkomunikasi Siswa

Hari/Tanggal :
Siklus :
Pertemuan :

PETUNJUK

Berilah tanda cheklist () untuk setiap penilaian keterampilan berkomunikasi siswa.


Berikut kriteria ketercapaiannya adalah:
1. Sangat Baik (SB), skor 4
2. Baik (B), skor 3
3. Cukup baik (CB), skor 2
4. Kurang baik (KB), skor 1

SB B CB KB
Aspek Pernyataan
4 3 2 1
a. Keterbukaan 1. Siswa dapat memulai hubungan baru
(Opennes) dengan orang lain dengan menyapa atau
bersalaman
2. Siswa dapat menunjukkan keterbukaan
dalam hubungan dengan orang lain
3. Siswa dapat menunjukkan kepercayaan
diri kepada orang lain untuk berbagi
perasaan
b. Empati (empathy) 1. Siswa dapat menunjukkan perhatian
kepada orang lain saat berbicara
2. Siswa dapat menjaga perasaan orang
lain pada saat berbicara
3. Siswa dapat mengerti keinginan orang
lain disaat menerima pertanyaan atau
jawaban selama berbicara
c. Sikap mendukung 1. Siswa dapat memberikan penjelasan
(supportivines) jika belum bisa menjawab pertanyaan
dengan benar
2. Siswa dapat memberikan
penghargaan/pujian terhadap lawan
bicara setelah menjawab pertanyaan
dengan benar
3. Siswa melakukan kegiatan secara
spontanitas saat berbicara dengan teman
270

d. Sikap Positif 1. Siswa dapat menghargai perbedaan


(positivines) pendapat kepada orang lain saat
bertanya atau menjawab
2. Siswa dapat berpikir positif terhadap
orang lain saat berbicara
3. Siswa tidak menaruh curiga secara
berlebihan terhadap lawan bicara
e. Kesetaraan 1. Siswa dapat mengakui pentingnya
(equaliti) kehadiran orang lain ditujukan dengan
tidak merasa malu, gugup dan gelisah
pada saat berbicara
2. Siswa tidak mendominasi pembicaraan
saat berkomunikasi dengan orang lain
3. Siswa dapat berkomunikasi dengan
akrab dan nyaman dengan lawan bicara
Jumlah
Total
Sumber: Olahan data

Keterangan Skor :
Sangat Baik = 4
Baik = 3
Cukup baik = 2
Kurang baik = 1

Jumlah Skor yang dicapai


Persentase keterampilan komunikasi = x 100%
Jumlah Skor Maksimal

Melai One, 2017


Observer

(..)
Lampiran 35
271
Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa
Pertemuan I

Hari/Tanggal : Rabu, 18 Januari 2017


Siklus :I
Pertemuan : I (Pertama)

Keterampilan Komunikasi Siswa


S ikap Sikap Rata-
Keterbukaan Empati mendukung
Kesetaraan Rata-
Positif Persen rata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No. Nama Siswa Rata Kriteria Kriteria
Item Item Item Item Item tase Persenta
Total
Deskripsi Deskripsi Deskripsi Deskripsi Deskripsi se
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Fijai 4 3 3 3.3 3 3 2 2.7 2 2 2 2.0 3 2 3 2.7 4 4 3 3.7 2.87 71.67 Baik
Kelompok A (Atas) Observer I

2 La Salama 4 2 2 2.7 3 3 2 2.7 2 2 2 2.0 3 3 2 2.7 4 3 4 3.7 2.73 68.33 Baik


3 Liana 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 2 3 2.7 4 4 4 4.0 3.00 75.00 Baik
4 La Ode Rino 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.13 78.33 Baik
5 Maasiya 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 4 3 4 3.7 3.20 80.00 Baik
6 Putri 4 2 3 3.0 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 2.87 71.67 Baik
7 Putriani 4 3 3 3.3 3 3 2 2.7 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 2.87 71.67 Baik
8 Riska Amuliati 4 3 3 3.3 3 3 2 2.7 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 2.87 71.67 Baik
9 Risardi 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 2 2.7 4 3 3 3.3 2.93 73.33 Baik
10 Rudi Ariyanto 4 3 3 3.3 3 3 2 2.7 2 2 2 2.0 3 3 4 3.3 3 3 4 3.3 2.93 73.33 Baik
75.17 Baik
Kelompok B (Bawah) Observer II

11 Rusdin Musadif 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik
12 Sabiwa 4 3 3 3.3 3 2 2 2.3 2 3 3 2.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 2.93 73.33 Baik
13 Safludin 4 3 3 3.3 3 4 2 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.00 75.00 Baik
14 Serli Ibrahim 4 3 3 3.3 3 4 3 3.3 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik
15 Suharni 4 3 3 3.3 3 4 3 3.3 3 3 2 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik
16 Syarifudin 4 4 2 3.3 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.13 78.33 Baik
17 Wa Ode Asriani 4 3 3 3.3 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.13 78.33 Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 4 3 3 3.3 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.13 78.33 Baik
19 Wa Weni 4 3 3 3.3 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.13 78.33 Baik
20 Cindri Asruni 4 3 3 3.3 3 4 2 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik
Rata-rata 3.32 2.98 2.48 2.98 3.27 3.01 75.167 Baik
Persentase 82.92 74.58 62.08 74.58 81.67
Item Persentase Sangat Baik Baik Baik Baik Sangat Baik
Rata-rata Persentase 75.17
Kreteria Baik
Lampiran 36 272

Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa


Pertemuan II

Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Januari 2017


Siklus :I
Pertemuan : II (Kedua)

Keterampilan Komunikasi Siswa


Rata-
S ikap Sikap Rata-
Keterbukaan Empati Kesetaraan Persen rata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No. Nama Siswa mendukung Positif Rata Kriteria Kriteria
tase Persenta
Item Item Item Item Item Total
se
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Fijai 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 2.87 71.67 Baik
Kelompok A (Atas) Observer I

2 La Salama 1 1 3 1.7 1 1 1 1.0 1 1 1 1.0 1 1 1 1.0 1 1 1 1.0 1.13 28.33 Kurang


3 Liana 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 2.87 71.67 Baik
4 La Ode Rino 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 2.87 71.67 Baik
5 Maasiya 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 3 3.3 3.00 75.00 Baik
6 Putri 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 2.87 71.67 Baik
7 Putriani 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 2.87 71.67 Baik
8 Riska Amuliati 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 3 3.3 2.93 73.33 Baik
9 Risardi 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 2 2.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.00 75.00 Baik
10 Rudi Ariyanto 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 2.87 71.67 Baik
71.75 Baik
Kelompok B (Bawah) Observer II

11 Rusdin Musadif 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 3 4 3 3.3 3.13 78.33 Baik
12 Sabiwa 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 2.93 73.33 Baik
13 Safludin 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 3 2.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 2.93 73.33 Baik
14 Serli Ibrahim 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 4 4 3 3.7 3.20 80.00 Baik
15 Suharni 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 2.87 71.67 Baik
16 Syarifudin 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 3 2.3 3 3 3 3.0 3 4 3 3.3 3.00 75.00 Baik
17 Wa Ode Asriani 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 2 2.7 3 4 3 3.3 2.87 71.67 Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 3.13 78.33 Baik
19 Wa Weni 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 3 3.3 2.93 73.33 Baik
20 Cindri Asruni 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 3.13 78.33 Baik
Rata-rata 3.37 2.90 2.13 2.87 3.08 2.87 71.75 Baik
Persentase 84.17 72.50 53.33 71.67 77.08
Item Persentase Sangat Baik Baik Cukup Baik Baik
Rata-rata Persentase 71.75
Kreteria Baik
Lampiran 37
273
Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa
Pertemuan III

Hari/Tanggal : Rabu, 25 Januari 2017


Siklus :I
Pertemuan : III (Ketiga)

Keterampilan Komunikasi Siswa


Rata-
S ikap Sikap Rata-
Keterbukaan Empati Kesetaraan Persen rata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No. Nama Siswa mendukung Positif Rata Kriteria Kriteria
tase Persenta
Item Item Item Item Item Total
se
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Fijai 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.00 75.00 Baik
Kelompok A (Atas) Observer I

2 La Salama 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.00 75.00 Baik


3 Liana 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.00 75.00 Baik
4 La Ode Rino 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.20 80.00 Baik
5 Maasiya 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.20 80.00 Baik
6 Putri 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.00 75.00 Baik
7 Putriani 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.00 75.00 Baik
8 Riska Amuliati 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.00 75.00 Baik
9 Risardi 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.20 80.00 Baik
10 Rudi Ariyanto 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.00 75.00 Baik
77.42 Baik
Kelompok B (Bawah) Observer II

11 Rusdin Musadif 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.20 80.00 Baik
12 Sabiwa 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.07 76.67 Baik
13 Safludin 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.13 78.33 Baik
14 Serli Ibrahim 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.27 81.67 Sangat Baik
15 Suharni 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.00 75.00 Baik
16 Syarifudin 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.07 76.67 Baik
17 Wa Ode Asriani 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.00 75.00 Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.27 81.67 Sangat Baik
19 Wa Weni 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.07 76.67 Baik
20 Cindri Asruni 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 2 3 2.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.27 81.67 Sangat Baik
Rata-rata 3.47 3.00 2.27 3.00 3.75 3.10 77.417 Baik
Persentase 86.67 75.00 56.67 75.00 93.75
Item Persentase Sangat Baik Baik Cukup Baik Sangat Baik
Rata-rata Persentase 77.42
Kreteria Baik
Lampiran 38 274

Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa


Pertemuan IV

Hari/Tanggal : Rabu, 1 Februari 2017


Siklus :I
Pertemuan : IV (Keempat)

Keterampilan Komunikasi Siswa Rata-


S ikap Rata-
Keterbukaan Empati Sikap Positif Kesetaraan Persen rata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No. Nama Siswa mendukung Rata Kriteria Kriteria
Item Item Item Item Item tase Persenta
Total
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 se
1 Fijai 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 3 2 2.3 3 4 3 3.3 3 3 4 3.3 3.07 76.67 Baik
Kelompok A (Atas) Observer I

2 La Salama 3 2 2 2.3 2 2 2 2.0 3 2 3 2.7 2 3 3 2.7 3 2 4 3.0 2.53 63.33 Baik


3 Liana 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 3 2 2.3 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.00 75.00 Baik
4 La Ode Rino 4 4 4 4.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 4 3 3.3 3 3 4 3.3 3.33 83.33 Sangat Baik
5 Maasiya 4 4 4 4.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.27 81.67 Sangat Baik
6 Putri 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 2 2.7 4 3 3 3.3 3 3 4 3.3 3.13 78.33 Baik
7 Putriani 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 2 2.7 4 3 3 3.3 3 3 4 3.3 3.13 78.33 Baik
8 Riska Amuliati 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 2 2.7 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.07 76.67 Baik
9 Risardi 4 4 4 4.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.27 81.67 Sangat Baik
10 Rudi Ariyanto 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 2 3 2 2.3 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.07 76.67 Baik
77.75 Baik
Kelompok B (Bawah) Observer II

11 Rusdin Musadif 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik
12 Sabiwa 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.20 80.00 Baik
13 Safludin 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 2 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.00 75.00 Baik
14 Serli Ibrahim 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.33 83.33 Sangat Baik
15 Suharni 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik
16 Syarifudin 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 2 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.00 75.00 Baik
17 Wa Ode Asriani 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 3 2 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.33 83.33 Sangat Baik
19 Wa Weni 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 2 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.00 75.00 Baik
20 Cindri Asruni 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 3 3 2 2.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.27 81.67 Sangat Baik
Rata-rata 3.48 2.95 2.72 3.05 3.35 3.11 77.75 Baik
Persentase 87.08 73.75 67.92 76.25 83.75
Item Persentase Sangat Baik Baik Baik Baik Sangat Baik
Rata-rata Persentase 77.75
Kreteria Baik
Lampiran 39

Hasil Rekapan Keterampilan Berkomunikasi Siswa 275


Siklus I

Aspek Penilaian Keterampilan Komunikasi Siswa


Rata- Pers
Sikap

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No Nama Siswa Keterbukaan Empati Sikap Positif Kesetaraan rata entas Kriteria
Mendukung
Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Total i
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Fijai 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 2.7 3 3 3 2.9 2 2 2 2.3 2.1 2.7 3 3 3.3 3.0 3.7 3 3.7 3.3 3.4 3.0 73.75 Baik
2 La Salama 2.7 1.7 3.3 2.3 2.5 2.7 1 3 2 2.2 2 1 2 2.7 1.9 2.7 1 3 2.7 2.3 3.7 1 3.7 3 2.8 2.4 58.75 Cukup
3 Liana 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.3 2.1 2.7 3 3 3 2.9 4 3 3.7 3.3 3.5 3.0 74.17 Baik
4 La Ode Rino 3.3 3.7 3.7 4 3.7 3 3 3 3 3.0 2.7 2 2.7 3 2.6 3 2.7 3 3.3 3.0 3.7 3 3.7 3.3 3.4 3.1 78.33 Baik
5 Maasiya 3.7 3.7 3.7 4 3.8 3 3 3 3 3.0 2.7 2 2.7 3 2.6 3 3 3 3 3.0 3.7 3.3 3.7 3.3 3.5 3.2 79.17 Baik
6 Putri 3 3.3 3.3 3.3 3.3 3 3 3 3 3.0 2 2 2 2.7 2.2 3 3 3 3.3 3.1 3.3 3 3.7 3.3 3.3 3.0 74.17 Baik
7 Putriani 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 2.7 3 3 3 2.9 2 2 2 2.7 2.2 3 3 3 3.3 3.1 3.3 3 3.7 3.3 3.3 3.0 74.17 Baik
8 Riska Amuliati 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 2.7 3 3 3 2.9 2 2 2 2.7 2.2 3 3 3 3 3.0 3.3 3.3 3.7 3.3 3.4 3.0 74.17 Baik
9 Risardi 3.7 3.7 3.7 4 3.8 3 3 3 3 3.0 2 2.3 2.7 3 2.5 2.7 3 3 3 2.9 3.3 3 3.7 3.3 3.3 3.1 77.50 Baik
10 Rudi Ariyanto 3.3 3.3 3.3 3.7 3.4 2.7 3 3 3 2.9 2 2 2 2.3 2.1 3.3 3 3 3 3.1 3.3 3 3.7 3.3 3.3 3.0 74.17 Baik
11 Rusdin Musadif 3.3 3.7 3.7 3.7 3.6 3 3 3 3 3.0 2.7 2.7 2.7 2.7 2.7 3.3 3 3 3 3.1 3 3.3 3.7 3 3.3 3.1 77.92 Baik
12 Sabiwa 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 2.3 3 3 3 2.8 2.7 2 2 2.7 2.3 3.3 3 3 3 3.1 3 3.3 4 4 3.6 3.0 75.83 Baik
13 Safludin 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 3 3 3 3 3.0 2.7 2.3 2.7 2.7 2.6 3 3 3 3 3.0 3 3 3.7 3 3.2 3.0 75.42 Baik
14 Serli Ibrahim 3.3 3.7 3.7 3.7 3.6 3.3 3 3 3 3.1 2.7 2.7 2.7 3 2.8 3 3 3 3 3.0 3 3.7 4 4 3.7 3.2 80.42 Baik
15 Suharni 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 3 3 3 3.1 2.7 2 2 3 2.4 3 3 3 3 3.0 3 3 3.7 3 3.2 3.0 75.00 Baik
16 Syarifudin 3.3 3.3 3.7 3.3 3.4 3.3 3 3 3 3.1 3 2.3 2 2.7 2.5 3 3 3 3 3.0 3 3.3 3.7 3 3.3 3.1 76.25 Baik
17 Wa Ode Asriani 3.3 3.3 3.3 3.7 3.4 3.3 3 3 3 3.1 3 2 2 2.7 2.4 3 2.7 3 3 2.9 3 3.3 3.7 3 3.3 3.0 75.42 Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 3.3 3.7 3.7 3.7 3.6 3.3 3 3 3 3.1 3 2.7 2.7 3 2.8 3 3 3 3 3.0 3 3.3 4 4 3.6 3.2 80.42 Baik
19 Wa Weni 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 3.3 3 3 3 3.1 3 2 2 2.7 2.4 3 3 3 3 3.0 3 3.3 4 3 3.3 3.0 75.83 Baik
20 Cindri Asruni 3.3 3.7 3.7 3.7 3.6 3 3 3 3 3.0 3 2.7 2.7 2.7 2.8 3 3 3 3 3.0 3 3.3 4 4 3.6 3.2 79.58 Baik
Jumlah 85 74 60 74 84 3.02 75.52 Baik
Rata-rata 3.41 2.96 2.40 2.98 3.36 76
Persentase 85.21 73.96 60.00 74.38 84.06 3.02
Item Persentase Sangat Baik Baik Cukup Baik Sangat Baik
Rata-rata Persentase 75.52
Kreteria Baik

Ket: Sangat Baik = Nilai 4 atau 81% sampai 100%


Baik = Nilai 3 atau 61% sampai 81%
Cukup = Nilai 2 atau 41% sampai 61%
Kurang = Nilai 1 atau 21% sampai 40%
Sangat Kurang = Nilai 0 atau 0% sampai 21%
276

Lampiran 40

Rekapitulasi Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus I

Nilai
No. Nama Siswa Kriteria
Persentasi
1 Fijai 73,75 Baik
2 La Salama 58.75 Cukup
3 Liana 74,17 Baik
4 La Ode Rino 78,33 Baik
5 Maasiya 79,17 Baik
6 Putri 74,17 Baik
7 Putriani 74,17 Baik
8 Riska Amuliati 74,17 Baik
9 Risardi 77,50 Baik
10 Rudi Ariyanto 74,17 Baik
11 Rusdin Musadif 77,92 Baik
12 Sabiwa 75,83 Baik
13 Safludin 75,42 Baik
14 Serli Ibrahim 80,42 Baik
15 Suharni 75,00 Baik
16 Syarifudin 76,25 Baik
17 Wa Ode Asriani 75,42 Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 80,42 Baik
19 Wa Weni 75,83 Baik
20 Cindri Asruni 79,58 Baik
Rata-Rata Persentasi 75,52 Baik

Keterangan:

Baik : 19 siswa
Cukup : 1 siswa
277

Lampiran 41

Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa


Pertemuan I
Hari/Tanggal : Sabtu, 4 Februari 2017
Siklus : II
Pertemuan : I (Pertama)

Keterampilan Komunikasi Siswa


S ikap Sikap Rata-
Keterbukaan Empati mendukung Kesetaraan Rata-
Positif Persen rata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No. Nama Siswa Rata Kriteria Kriteria
Item Item Item Item Item tase Persenta
Total
Deskripsi Deskripsi Deskripsi Deskripsi Deskripsi se
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Fijai 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 3 4 3.7 3.40 85.00 Sangat Baik
Kelompok A (Atas) Observer I

2 La Salama 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.20 80.00 Baik


3 Liana 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.40 85.00 Sangat Baik
4 La Ode Rino 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.40 85.00 Sangat Baik
5 Maasiya 4 4 3 3.7 4 4 4 4.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.47 86.67 Sangat Baik
6 Putri 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.33 83.33 Sangat Baik
7 Putriani 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.33 83.33 Sangat Baik
8 Riska Amuliati 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.33 83.33 Sangat Baik
9 Risardi 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.40 85.00 Sangat Baik
10 Rudi Ariyanto 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.33 83.33 Sangat Baik
81.83 Sangat Baik
Kelompok B (Bawah) Observer II

11 Rusdin Musadif 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.33 83.33 Sangat Baik
12 Sabiwa 1 1 1 1.0 1 1 1 1.0 1 1 1 1.0 1 1 1 1.0 1 1 1 1.0 1.00 25.00 Kurang
13 Safludin 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.40 85.00 Sangat Baik
14 Serli Ibrahim 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.53 88.33 Sangat Baik
15 Suharni 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.40 85.00 Sangat Baik
16 Syarifudin 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.40 85.00 Sangat Baik
17 Wa Ode Asriani 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.40 85.00 Sangat Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.53 88.33 Sangat Baik
19 Wa Weni 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 4 3.3 3.33 83.33 Sangat Baik
20 Cindri Asruni 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 4 4 3.7 3.53 88.33 Sangat Baik
Rata-rata 3.67 3.60 2.90 2.90 3.30 3.27 81.833 Sangat Baik
Persentase 91.67 90.00 72.50 72.50 82.50
Item Persentase Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Sangat Baik
Rata-rata Persentase 81.83
Kreteria Sangat Baik
278

Lampiran 42

Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa


Pertemuan II
Hari/Tanggal : Rabu, 8 Februari 2017
Siklus : II
Pertemuan : II (Kedua)

Keterampilan Komunikasi Siswa


Rata-
S ikap Sikap Rata-
Keterbukaan Empati Kesetaraan Persen rata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No. Nama Siswa mendukung Positif Rata Kriteria Kriteria
tase Persenta
Item Item Item Item Item Total
se
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Fijai 4 4 4 4.0 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.40 85.00 Sangat Baik
Kelompok A (Atas) Observer I

2 La Salama 1 1 1 1.0 1 1 1 1.0 1 1 1 1 1 1 1 1.0 1 1 1 1.0 1.00 25.00 Kurang


3 Liana 4 4 4 4.0 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.40 85.00 Sangat Baik
4 La Ode Rino 4 4 4 4.0 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.40 85.00 Sangat Baik
5 Maasiya 4 4 4 4.0 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 4 3 3 3.3 4 4 3 3.7 3.67 91.67 Sangat Baik
6 Putri 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.33 83.33 Sangat Baik
7 Putriani 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.33 83.33 Sangat Baik
8 Riska Amuliati 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.40 85.00 Sangat Baik
9 Risardi 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 4 4 3 3.7 3.47 86.67 Sangat Baik
10 Rudi Ariyanto 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.33 83.33 Sangat Baik
84.08 Sangat Baik
Kelompok B (Bawah) Observer II

11 Rusdin Musadif 4 4 4 4.0 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.67 91.67 Sangat Baik
12 Sabiwa 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.53 88.33 Sangat Baik
13 Safludin 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 4 3 3 3.3 3 3 3 3.0 3.40 85.00 Sangat Baik
14 Serli Ibrahim 4 4 4 4.0 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.73 93.33 Sangat Baik
15 Suharni 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.53 88.33 Sangat Baik
16 Syarifudin 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.33 83.33 Sangat Baik
17 Wa Ode Asriani 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.53 88.33 Sangat Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 4 4 4 4.0 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.73 93.33 Sangat Baik
19 Wa Weni 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 4 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.33 83.33 Sangat Baik
20 Cindri Asruni 4 4 4 4.0 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 4 3 3 3.3 4 4 4 4 3.73 93.33 Sangat Baik
Rata-rata 3.67 3.53 3.30 3.00 3.32 3.36 84.083 Sangat Baik
Persentase 91.67 88.33 82.50 75.00 82.92
Item Persentase Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik
Rata-rata Persentase 84.08
Kreteria Sangat Baik
279

Lampiran 43

Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa


Pertemuan III
Hari/Tanggal : Sabtu, 11 Februari 2017
Siklus : II
Pertemuan : III (Ketiga)

Keterampilan Komunikasi Siswa


Rata-
S ikap Sikap Rata-
Keterbukaan Empati Kesetaraan Persen rata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No. Nama Siswa mendukung Positif Rata Kriteria Kriteria
tase Persenta
Item Item Item Item Item Total
se
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Fijai 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.33 83.33 Sangat Baik
Kelompok A (Atas) Observer I

2 La Salama 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik


3 Liana 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.40 85.00 Sangat Baik
4 La Ode Rino 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 2 3 3 2.7 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.47 86.67 Sangat Baik
5 Maasiya 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.53 88.33 Sangat Baik
6 Putri 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.13 78.33 Baik
7 Putriani 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.27 81.67 Sangat Baik
8 Riska Amuliati 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.33 83.33 Sangat Baik
9 Risardi 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.27 81.67 Sangat Baik
10 Rudi Ariyanto 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.33 83.33 Sangat Baik
83.00 Sangat Baik
Kelompok B (Bawah) Observer II

11 Rusdin Musadif 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.33 83.33 Sangat Baik
12 Sabiwa 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.33 83.33 Sangat Baik
13 Safludin 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik
14 Serli Ibrahim 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.53 88.33 Sangat Baik
15 Suharni 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.33 83.33 Sangat Baik
16 Syarifudin 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.07 76.67 Baik
17 Wa Ode Asriani 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.27 81.67 Sangat Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.53 88.33 Sangat Baik
19 Wa Weni 4 3 4 3.7 3 3 3 3.0 2 3 3 2.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.27 81.67 Sangat Baik
20 Cindri Asruni 4 3 4 3.7 4 4 3 3.7 3 3 3 3.0 4 3 3 3.3 4 4 4 4.0 3.53 88.33 Sangat Baik
Rata-rata 3.67 3.17 2.85 3.12 3.80 3.32 83 Sangat Baik
Persentase 91.67 79.17 71.25 77.92 95.00
Item Persentase Sangat Baik Baik Baik Baik Sangat Baik
Rata-rata Persentase 83.00
Kreteria Sangat Baik
280

Lampiran 44

Penilaian Keterampilan Berkomunikasi Siswa


Pertemuan IV
Hari/Tanggal : Rabu, 18 Februari 2017
Siklus : II
Pertemuan : IV (Keempat)

Keterampilan Komunikasi Siswa Rata-


S ikap Rata-
Keterbukaan Empati Sikap Positif Kesetaraan Persen rata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No. Nama Siswa mendukung Rata Kriteria Kriteria
Item Item Item Item Item tase Persenta
Total
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 se

1 Fijai 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.20 80.00 Baik


Kelompok A (Atas) Observer I

2 La Salama 4 4 3 3.7 2 4 3 3.0 2 2 2 2.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 2.93 73.33 Baik


3 Liana 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.60 90.00 Sangat Baik
4 La Ode Rino 4 4 3 3.7 3 4 4 3.7 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.67 91.67 Sangat Baik
5 Maasiya 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.93 98.33 Sangat Baik
6 Putri 4 4 3 3.7 2 4 3 3.0 2 3 2 2.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.00 75.00 Baik
7 Putriani 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.40 85.00 Sangat Baik
8 Riska Amuliati 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.60 90.00 Sangat Baik
9 Risardi 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.60 90.00 Sangat Baik
10 Rudi Ariyanto 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.20 80.00 Baik
87.33 Sangat Baik
Kelompok B (Bawah) Observer II

11 Rusdin Musadif 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 3.40 85.00 Sangat Baik
12 Sabiwa 4 4 3 3.7 2 4 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.53 88.33 Sangat Baik
13 Safludin 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.20 80.00 Baik
14 Serli Ibrahim 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.93 98.33 Sangat Baik
15 Suharni 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.60 90.00 Sangat Baik
16 Syarifudin 4 4 3 3.7 3 4 3 3.3 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3 3 3 3.0 3.20 80.00 Baik
17 Wa Ode Asriani 4 4 3 3.7 2 4 3 3.0 2 3 3 2.7 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.47 86.67 Sangat Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.93 98.33 Sangat Baik
19 Wa Weni 4 4 3 3.7 2 4 3 3.0 3 3 3 3.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.53 88.33 Sangat Baik
20 Cindri Asruni 4 4 4 4.0 3 4 4 3.7 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 4 4 4 4.0 3.93 98.33 Sangat Baik
Rata-rata 3.73 3.33 3.10 3.60 3.70 3.49 87.333 Sangat Baik
Persentase 93.33 83.33 77.50 90.00 92.50
Item Persentase Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik
Rata-rata Persentase 87.33
Kreteria Sangat Baik
Lampiran 45
281
Hasil Rekapan Keterampilan Berkomunikasi Siswa
Siklus II

Aspek Penilaian Keterampilan Komunikasi Siswa


Sikap Rata- Pers
Keterbukaan Empati Sikap Positif Kesetaraan

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata

Rerata
No Nama Siswa Mendukung rata entas Kriteria
Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan Total i
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Fijai 3.7 4 3.7 3.7 3.8 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.3 2.7 3 3.0 3 3 3.3 3 3.1 3.3 3 4 3 3.3 3.3 82.92 Sangat Baik
2 La Salama 3 1 3.7 3.7 2.8 3.7 1 3 3 2.7 3 1 2.7 2 2.2 3 1 3 3 2.5 3.3 1 3 3 2.6 2.6 63.75 Baik
3 Liana 4 4 3.7 3.7 3.8 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.3 3 3 3.1 3 3 3.3 4 3.3 3.3 3 4 4 3.6 3.5 86.25 Sangat Baik
4 La Ode Rino 4 4 3.7 3.7 3.8 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3 3.3 2.7 3 3.0 3 3 3.3 4 3.3 3.3 3 4 4 3.6 3.5 87.08 Sangat Baik
5 Maasiya 3.7 4 3.7 4 3.8 4 3.7 3.7 3.7 3.8 3 3.7 3 4 3.4 3 3.3 3.3 4 3.4 3.7 3.7 4 4 3.8 3.7 91.25 Sangat Baik
6 Putri 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3 3 3.3 3 3.3 3 2.3 2.9 3 3 3 3 3.0 3.3 3 3 3 3.1 3.2 80.00 Baik
7 Putriani 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.3 2.7 3 3.0 3 3 3 3 3.0 3.3 3 4 4 3.6 3.3 83.33 Sangat Baik
8 Riska Amuliati 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.7 3 3 3.2 3 3 3 4 3.3 3.3 3 4 4 3.6 3.4 85.42 Sangat Baik
9 Risardi 4 3.7 3.7 3.7 3.8 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.3 2.7 3 3.0 3 3 3 4 3.3 3.3 3.7 4 4 3.8 3.4 85.83 Sangat Baik
10 Rudi Ariyanto 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.3 3 3 3.1 3 3 3 3 3.0 3.3 3 4 3 3.3 3.3 82.50 Sangat Baik
11 Rusdin Musadif 3.7 4 3.7 3.7 3.8 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.3 3 3 3.1 3 3.3 3 3 3.1 3.3 4 4 4 3.8 3.4 85.83 Sangat Baik
12 Sabiwa 1 3.7 3.7 3.7 3.0 1 3.7 3 3 2.7 1 3.3 3 3 2.6 1 3 3 4 2.8 1 4 4 4 3.3 2.9 71.25 Baik
13 Safludin 4 3.7 3.7 3.7 3.8 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.3 2.7 3 3.0 3 3.3 3 3 3.1 3.3 3 3 3 3.1 3.3 81.67 Sangat Baik
14 Serli Ibrahim 4 4 3.7 4 3.9 4 3.7 3.7 3.7 3.8 3 3.7 3 4 3.4 3 3.3 3.3 4 3.4 3.7 4 4 4 3.9 3.7 92.08 Sangat Baik
15 Suharni 4 3.7 3.7 3.7 3.8 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.3 3 3 3.1 3 3 3 4 3.3 3.3 4 4 4 3.8 3.5 86.67 Sangat Baik
16 Syarifudin 4 3.7 3.7 3.7 3.8 3.7 3.7 3 3.3 3.4 3 3.3 2.7 3 3.0 3 3 3 3 3.0 3.3 3 3 3 3.1 3.3 81.25 Sangat Baik
17 Wa Ode Asriani 4 3.7 3.7 3.7 3.8 3.7 3.7 3 3 3.3 3 3.3 2.7 2.7 2.9 3 3 3 4 3.3 3.3 4 4 4 3.8 3.4 85.42 Sangat Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 4 4 3.7 4 3.9 4 3.7 3.7 3.7 3.8 3 3.7 3 4 3.4 3 3.3 3.3 4 3.4 3.7 4 4 4 3.9 3.7 92.08 Sangat Baik
19 Wa Weni 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3.7 3 3 3.3 3 3.3 2.7 3 3.0 3 3 3 4 3.3 3.3 3 4 4 3.6 3.4 84.17 Sangat Baik
20 Cindri Asruni 4 4 3.7 4 3.9 4 3.7 3.7 3.7 3.8 3 3.7 3 4 3.4 3 3.3 3.3 4 3.4 3.7 4 4 4 3.9 3.7 92.08 Sangat Baik
Jumlah 92 85 76 79 88 3.36 84.04 Sangat Baik
Rata-rata 3.68 3.41 3.04 3.15 3.53 84
Persentase 92.08 85.21 75.94 78.85 88.13 3.36
Item Persentase Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Sangat Baik
Rata-rata Persentase 84.04
Kreteria Sangat Baik

Ket: Sangat Baik = Nilai 4 atau 81% sampai 100%


Baik = Nilai 3 atau 61% sampai 81%
Cukup = Nilai 2 atau 41% sampai 61%
Kurang = Nilai 1 atau 21% sampai 40%
Sangat Kurang = Nilai 0 atau 0% sampai 21%
282

Lampiran 46

Rekapitulasi Hasil Keterampilan Berkomunikasi Siswa Siklus II

Nilai
No. Nama Siswa Kriteria
Persentasi
1 Fijai 82,92 Sangat Baik
2 La Salama 63,75 Baik
3 Liana 86,25 Sangat Baik
4 La Ode Rino 87,08 Sangat Baik
5 Maasiya 91,25 Sangat Baik
6 Putri 80,00 Baik
7 Putriani 83,33 Sangat Baik
8 Riska Amuliati 85,42 Sangat Baik
9 Risardi 85,83 Sangat Baik
10 Rudi Ariyanto 82,50 Sangat Baik
11 Rusdin Musadif 85,83 Sangat Baik
12 Sabiwa 71,25 Baik
13 Safludin 81,67 Sangat Baik
14 Serli Ibrahim 92,08 Sangat Baik
15 Suharni 86,67 Sangat Baik
16 Syarifudin 81,25 Sangat Baik
17 Wa Ode Asriani 85,42 Sangat Baik
18 Wa Ode Ruslina Wati 92,08 Sangat Baik
19 Wa Weni 84,17 Sangat Baik
20 Cindri Asruni 92,08 Sangat Baik
Rata-Rata Persentasi 84,04 Sangat Baik

Keterangan:

Sangat Baik : 17 Siswa


Baik : 3 Siswa
282
282

Lampiran 48

Daftar Hasil Nilai Ulangan Harian Semester Ganjil Pelajaran IPS


Tahun Pelajaran 2016/2017

No. Nama Siswa Nilai KKM Keterangan


1. Fijai 50 70 Tidak Tuntas
2. La Salama 20 70 Tidak Tuntas
3. Liana 20 70 Tidak Tuntas
4. La Ode Rino 30 70 Tidak Tuntas
5. Maasiya 70 70 Tuntas
6. Putri 40 70 Tidak Tuntas
7. Putriani 30 70 Tidak Tuntas
8. Riska Amuliati 60 70 Tidak Tuntas
9. Risardi 40 70 Tidak Tuntas
10. Rudi Arianto 40 70 Tidak Tuntas
11. Rusdin Musadif 70 70 Tuntas
12. Sabiwa 60 70 Tidak Tuntas
13. Safludin 40 70 Tidak Tuntas
14. Serli Ibrahim 80 70 Tuntas
15. Suharni 70 70 Tuntas
16. Syarifuddin 20 70 Tidak Tuntas
17. Wa Ode Asriani 60 70 Tidak Tuntas
18. Wa Ode Ruslinawati 80 70 Tuntas
19. Wa Weni 20 70 Tidak Tuntas
20. Indri Asruni 30 70 Tidak Tuntas
Sumber: Hasil Observasi dan Wawancara Guru IPS SMP Negeri Satap Melai One
283

Lampiran 49

DAFTAR KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)


SMP NEGERI SATU ATAP MELAI ONE

NO MATA PELAJARAN KKM


1 Pendidikan Agama Islam 70
2 PKn 70
3 Bahasa Indonesia 70
4 Matematika 65
5 IPA 65
6 IPS 70
7 Bahasa Inggris 65
8 Seni Budaya 70
9 Penjaskes 70
10 Muatan Lokal (Kelautan) 70
11 TIK 70

Mengetahui,
Wakasek Kurikulum

..
NIP.....
282

LAMPIRAN
SURAT
PENELITIAN
282
283
284
285
286
287
288
289

RIWAYAT HIDUP

Habidi lahir di desa Mata Kabupaten Buton Utara Sulawesi


Tenggara tanggal 28 Agustus 1986, anak kedua dari empat
bersaudara, pasangan Alm. La Tei dan Baekuni, S.Pd.SD. Sekarang
penulis bertempat tinggal di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Pendidikan sekolah dasar ditempuh di SD Negeri 4 Katobengke Kota
BauBau, lulus pada tahun 1998. Pendidikan selanjutnya di tempuh di
SMP Negeri 2 Kapuntori Kabupaten Buton, lulus pada tahun 2001. Jenjang pendidikan
Sekolah Menengah Atas ditempuh di SMA Negeri 3 BauBau, lulus pada tahun 2004.
Selanjutnya penulis menempuh studi di Universitas Dayanu Ikhsanuddin Kota BauBau
Jurusan Pendidikan Sejarah, pada tahun 2005 dan tamat tahun 2009.
Karir sebagai tenaga pendidik dimulai pada tahun 2011 sebagai guru PNS di SMP
Negeri Satu Atap Melai One Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara sampai sekarang.
Pada tahun 2015, penulis melanjutkan studi S2 Prodi Pendidikan dasar konsentrasi IPS di
Universitas Negeri Malang melalui Beasiswa P2TK Dikdas dari Direktorat Jenderal Guru
dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.