Anda di halaman 1dari 3

GANGGUAN PSIKOSOMATIK GASTROINTESTINAL

Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman karena telah nekat untuk memilih kami untuk
membuat tentir ini dengan sepenuh hati, uhuuuy . . . Terima kasih juga kami ucapkan kepada Steven
Okta Candra sebagai ketua geng siepend umum yang telah rela untuk membimbing para anggota yang
anarkis untuk menuju jalan yang lebih baik dengan pembuatan tentir ini.

Ok teman-teman, sebelum belajar marilah kita berdoa menurut selera kita masing-masing. Berdoa
selesai!!!

Kata dr. Jen, psikosomatik adalah kondisi psikis sesorang yang mempengaruhi kondisi fisiknya. Jadi,
gangguan psikosomatik GI adalah faktor psikis yang mempengaruhi kondisi GI.

Saluran GI (alias GI tract a.k.a saluran cerna) adalah saluran berotot yang memanjang mulai dari mulut
sampai ke anus. Fungsi utama sistem GI adalah menyuplai nutrisi ke sel-sel tubuh yang diperoleh melalui
proses ingestion, digestion (pencernaan), dan absorption (penyerapan).

Cemas adalah suatu tanda siaga; sebagai peringatan akan adanya bahaya dan memungkinkan individu
untuk siap berhadap dengan bahaya tersebut. Niih dalam bahasa inggris nya soal ny kami gak lulus toefl
jadi takut salah : anxiety is an alerting signal; it warns of impending danger and enables a person to
take measures to deal with a threat.

Mood adalah perasaan yang pervasif dan bertahan yang dialami secara internal dan mempengaruhi
perilaku individu dan persepsinya terhadap dunia. Mood dapat normal, elevasi, maupun depresi.
Individu dengan depresi mengalami kehilangan semangat dan minat, merasa bersalah, sulit
berkonsentrasi, hilang nafsu makan, dan memiliki pemikiran untuk bunuh diri. Niih dalam bahasa inggris
nya soal ny kami gak lulus toefl jadi takut salah : Mood is a pervasive and sustained feeling tone that is
experienced internally and that influence a persons behavior and perception of the world. Affect is the
external expression of mood. Mood can be normal, elevated, or depressed. Patients with depressed mood
experience a loss of energy and interest, feeling of guilt, difficulty in concentrating, loss of appetite, and
thought of death or suicide.

-Kaplan and Sadocks Synopsis of Psychiatry: Behavioral Science/ Clinical Psychiatry-

Leadies and jentelmen,

Hubungan antara gangguan GI dengan gejala mental emosional : Ternyata gejala cemas dapat
menyebabkan peningkatan asam lambung. Berarti faktor agresif dalam lambung meningkat dan bisa jadi
menyebabkan ketidakseimbangan. Akhirnya berujung pada kerusakan mukosa lambung dan menjadi
gastritis. Kata dr. Jen, kalo cemas itu bisa menyebabkan percepatan peristaltik saluran cerna dan ini
karena kerjaannya saraf parasimpatis. Trus gejala depresi dapat menurunkan motilitas lambung dan usus
dan ini adalah kerjaannya si saraf simpatis. Penurunan motilitas lambung dan usus dapat menyebabkan
konstipasi dan sendawa.

Sistem saraf otonom Sistem saraf otonom merupakan bagian sistem saraf yang mengatur fungsi viseral
tubuh. Sistem ini mengatur tekanan arteri, motilitas dan sekresi gastrointestinal, pengosongan kandung
kemih, berkeringat, suhu tubuh, dan aktivitas lain. Intinya saraf otonom berguna buat mengatur otot
polos. Sistem saraf otonom terdiri atas dua jenis yaitu simpatis dan parasimpatis. Setiap organ
dipersarafi oleh kedua jenis saraf ini. Efek yang dihasilkan oleh kedua saraf ini selalu berlawanan.

Faktor psikologis atau emosi seperti stress dan kecemasan akan mempengaruhi fungsi-fungsi GI. Stress
dapat dimanifestasikan sebagai anoreksia, nyeri epigastrium dan abdomen, atau diare. Faktor fisik yang
dapat mempengaruhi fungsi-fungsi GI seperti intake diet, mengkonsumsi minuman/makanan yang
beralkohol atau caffeine, merokok (maaf gak dibahas, kan udah dibahas di Gizi). Beberapa gangguan
organik yang mempengaruhi : penyakit peptic ulcer, ulceratif colitis yang dapat menyebabkan gangguan
GI.

Ulkus Peptikum Ulkus peptikum, mukosa mengalami ulserasi. Bisa mengakibatkan muntah atau BAB
berdarah kalau udah dalam ulkusnya. Biasanya terjadi di distal lambung atau proksimal duodenum.
Gejalanya adalah rasa perih sekali, rasa terbakar epigastric pain biasanya 1-3 jam setelah makan. Bila
diberikan pola makan yang baik dan antacid akan merasa lebih ringan. Gejala lainnya adalah nausea
(mual), vomit (muntah), hematemesis atau melena bila ulkus sudah dalam. Ulkus peptikum bisa
disebabkan karena sekresi asam yang berlebihan atau infeksi H. pylori.

Kolitis Ulseratif Kolitis ulseratif adalah radang usus yang sebabnya tidak diketahui, biasanya terjadi pada
usus besar. Gejala utamanya adalah diare berdarah. Kolitis ulseratif bisa mengakibatkan manifestasi
ekstrakolon seperti uveitis, iritis, penyakit kulit, dan primary sclerosing cholangitis. Segi psikologisnya ->
Menurut penelitian dapat disebabkan oleh kepribadian yang obsessive compulsive (perfeksionis).
Kepribadian ini biasanya orangnya tidak bisa marah (disimpan sendiri), terlalu memperhatikan
kerapihan, keteraturan dan ketepatan waktu. Sifat yang suka menyimpan amarah nah malah justru
menambah stressnya dan meledak dalam bentuk penyakit si colitis ulserative.

Tambahan aja: J

Saluran GI diaktifkan oleh sistem saraf parasimpatis dan simpatis. Gerakan peristaltik yang meningkat
terjadi karena stimulasi saraf parasimpatis dan terjadi penurunan akibat stimulasi saraf simpatis.
Stimulasi oleh sistem simpatis akan menghambat motilitas dan aktifitas sekresi usus halus. Sistem
parasimpatis terutama saraf vagus (N X) akan meningkatkan tonus otot intestinal, motilitas, dan proses
pencernaan. Saraf parasimpatis = meningkatkan motilitas Saraf simpatis = menurunkan motilitas
Pleksus saraf dalam dinding usus besar akan mempertahankan tonus otot secara kontinu pada usus
besar dan menstimulasi gerakan usus. Ada dua pleksus pada saluran cerna yaitu plexus nervosus
myentericus (Auerbach) dan plexus submucosus (Meissner). Impuls saraf parasimpatis dari saraf vagus
menstimulasi bagian proksimal colon.

Jenis-jenis penyakit yang bisa timbul akibat stress : 1. Gastritis Merupakan gangguan pada lambung
dengan gejala nyeri ulu hati, mual dan muntah Sering timbul setelah adanya perasaan cemas / stresor
psikososial. Perasaan cemas bisa bikin penyakit ini menjadi penyakit kambuhan. Gastritis disebabkan
peningkatan asam lambung 2. Dispepsia Sering disebut abdominal discomfort dengan gejala kembung
(terjadi karena perlambatan peristaltik), rasa penuh, dan tidak enak Biasanya dijumpai pada depresi
Motilitas usus menurun 3. Ulkus peptikum Adanya ulkus pada lambung atau usus Terjadi karena
hipersekresi asam lambung dan pepsin Kecemasan yang tinggi merangsang nervus vagus 4. Iritable
bowel syndrome Terdapat nyeri kronik di perut kiri bawah Disertai dengan diare kronis
Berhubungan dengan cemas dan depresi Ciri gangguan GI karena psikosomatik adalah biasanya organnya
sehat- sehat aja tapi si pasien ngeluhin sakit (fungsi organnya yang terganggu)

Referensi : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I BAB Gastroenterologi Yamada, Tadaka. 2009. Textbook of
Gastroenterology. Blackwell Publishing Slide Kuliah Gangguan Psikosomatik Gastrointestinal tahun 2012

Maaf ya, cuma segini aja tentirnya... sejujurnya saya bingung mo ngejelasin apa.. tentir ini based on slide
aja... hehehe... (nowo) (ayooo... Pilih yang mana, sakit jiwa berat atau sakit jantung bocor??? ^_^)