Anda di halaman 1dari 9

A.

Pendahuluan

Arti Penting Program Magang Dasar


Program magang dasar adalah suatu kegiatan yang memberikan pengalaman awal
untuk membangun jati diri pendidik, memantapkan kompetensi akademik kependidikan
dan bidang studi, memantapkan kemampuan awal mahasiswa calon guru,
mengembangkan perangkat pembelajaran dan kecakapan pendagogik dalam membangun
landasan jati diri pendidik dan memantapkan kompetensi akademik kependidikan
melalui :
a. Pengamatan langsung kultur sekolah
b. Pengamatan untuk membangun kompetensi dasar pendagogik, kepribadian, dan
sosial.
c. Pengamatan untuk memperkuat pemahaman peserta didik.
d. Pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas.
e. Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran.

Pada umumnya, setiap kegiatan akan memiliki suatu manfaat. Magang dasarpun
memiliki manfaat anatara lain :

a. Memperoleh pengetahuan secara empiris tentang implementasi budaya sekolah.


b. Memperoleh bekal pengalaman menjadi seorang guru melalui pengamatan
langsung proses pembelajaran.
c. Mempelajari karakteristik peserta didik dan kompetensi yang perlu dibangun
untuk meningkatkan kemampuan intelektual peserta didik.
d. Mempelajari tindakan dan sikap seorang guru yang tepat dalam mendidik peserta
didik di kelas.
e. Menambah pengertian tentang fungsi dan peran guru.

Berdasarkan beberapa manfaat magang di atas, magang dasar merupakan program yang
sangat dibutuhkan bagi seorang calon guru sebelum bertugas secara nyata di sekolah.
Setelah magang dasar, harus dilanjutkan dengan magang lanjutan dan magang terapan
untuk pengalaman yang lebih banyak sebagai bekal untuk menjadi pendidik yang
menjadi panutan.

3
A. Pembahasan Program Magang Dasar

a. Budaya Sekolah
Salah satu keunikan dan keunggulan sebuah sekolah adalah memiliki budya
sekolah yang kokoh dan eksis. Sebuah sekolah harus mempunyai misi
menciptakan budaya sekolah yang sesuai budaya lingkungan sekitar tempat
sekolah berada, obyektif, kreatif, terintegratif, dan dedikatif terhadap
pencapaian intelektualnya dan mempunyai karakter takwa, jujur, kreatif,
mampu menjadi kebutuhn pengembangan sumber daya manuasia yang dapat
berperan dalam perkembangan IPTEK yang berlandasan iman dan taqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
SMP N 5 Sleman memiliki budaya sekolah tersendiri yang membedakan dari
sekolah lain yang efektif untuk peserta didik, guru, dan karyawan. Di bawah
ini budaya sekolah yang diterapkan SMP N 5 Sleman yang dipasang di loby
sekolah tertulis sebagai berikut :
1. Budaya Salam dan Senyum
Berikan salam dan senyum kepada semua orang yang kita kenal.
2. Budaya Etika
- Etika atau akhlakul karimah adalah tata aturan untuk hidup
bersama orang lain.
- Hormatilah diri sendiri dalam berpakaian bersih rapi, bersikap,
bertutur kata dan bertingkah laku baik, serta hormatilah orang lain
dengan sopan santun.
3. Budaya Jujur
- Berbuat jujur kepada Tuhan, orang lain dan diri sendiri.
4. Budaya Kasih Sayang
- Berikan kasih sayang orang tua, teman dan semua orang yang kita
kenal.
5. Budaya Malu
Biasakan malu jika
- Berbohong
- Datang terlambat
- Mendapat nilai yang jelek
- Melanggar peraturan
- Tidak melaksanakan tugas
- Tidak Berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan
sekolah
6. Budaya Membaca
- Buku adalah sumber ilmu
- Biasakan membaca buku untuk menambah ilmu
7. Budaya Kompetitif
- Biasakan menjadi yang terbaik dalam segala hal
8. Budaya Tadarus
- Biasakan membaca ayat suci Al Quran di sekolah

4
- Hafalkan surat pendek Al Quran di laksanakan sebelum pelajaran
9. Budaya Bersih
- Biasakan hidup bersih
- Buang sampah di tempatnya
- Ciptakan Lingkungan bersih dan sehat
10. Budaya Peduli Sesama
- Biasakan menolong orang lain yang membutuhkan, memberi amal
atau sedekah kepada orang yang membutuhkan
- Jumat amal
11. Budaya Disiplin
- Biasakan disiplin dalam hal tepat waktu
- Berpakaian seragam
- Penyelesaian tugas
- Melaksanakan kewajiban
12. Budaya Menabung
- Biasakan menyisihkan uang saku untuk menabung

Berdasarkan budaya sekolah yang sudah ditulis oleh SMP N 5 Sleman yang telah
berhasil diterapkan sebagai berikut :

1) Visi Misi SMP N 5 Sleman


Visi
Terbentuknya peserta didik yang berilmu, terdidik dan terlatih dengan landasan
iman dan taqwa
Misi
1. Mewujudkan kurikulum SMP N 5 Sleman yang lengkap dan berwawasan ke
depan.
2. Mewujudkan proses Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, dan menyenangkan (
PAIKEM ) berbantuan Media Interaktif dan Komunikatif.
3. Mewujudkan lulusan yang cerdas dan kompetitif.
4. Meningkatkan Kompetensi tanaga pendidik dan tenaga kependidikan.
5. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung
pembelajaran interaktif.
6. Mewujudkan media pembelajaran hiperaktif.
7. Melakssnakan praktek kegiatan ibadah dalam kehidupan sehari-hari diseolah.
8. Melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler ketrampilan, olah raga, dan seni sesuai
bakat dan minat peserta didik yang dapat menghasilkan kejujuran.
9. Melaksanakan pengelolaan sekolah berbasis sekolah ( MBS ) sesuai standar
pengelolaan dengan didukung system informasi yang baik.
5
10. Melaksanakan sistem penilaian pembelajaran sesuai standar penilaian.
11. Melaksanakan kegiatan pengelolaan keuangan dengan bertanggung jawab,
transparan, dan akuntabel.
12. Mewujudkan sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi budi pekerti luhur dalam
kehidupan sekolah.
13. Mewujudkan budaya sekolah yang kondusif, dan mengembangkan seni budaya
daerah.
14. Mengikuti peserta didik dalam beragam lomba antar peserta didik, baik
akademik maupun non akademik.

Tujuan
1. Menciptakan kurikulum yang komprehensif dan futuristik.
2. Semua guru mengembangkan model pembelajaran yang kontekstual dan berbasis
contructivism.
3. Peserta didik berprestasi baik akademik maupun non akademik.
4. Semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berkompeten dibidangnya dan
beretos kerja tinggi.
5. Memiliki sarana dan prasarana lengkap.
6. Semua guru mengembangkan model pembelajaran interaktif.
7. Semua warga sekolah menghayati dan melaksanakan ajaran agama yang
dianutnya.
8. Semua peserta didik mengembangkan keterampilan sesuai bakat dan minat.
9. Mengembangkan manajemen berbasis mutu yang transparan dan akuntabel.
10. Semua guru dapat menggunakan dan mengembangkan beragam model/teknik
penilaian.
11. Semua warga sekolah berperilaku sesuai norma dan etika yang berlaku.
12. Mengembangkan budaya sekolah yang kondusif.
13. Memiliki budaya sekolah yang kondusif dan berbasis local wisdom.

2) Kegiatan Persekolahan
1. SMP N 5 Sleman mengadakan kegiatan upacara bendera setiap hari Senin pagi
pada pukul 07.00 WIB dan melaksanakan upacara bendera pada hari peringatan
nasiona lainnya seperti hari pramuka dan hari kemerdekaan RI.
2. Melaksanakan piket harian secara rutin sesuai jadwal yang telah disepakati
dikelas dan dilakukan setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
3. Kegiatan iqra disekolah dilaksanakan setiap hari jumat sebelum sholat jumat
berjamaah dilaksanakan di masjid SMP N 5 Sleman.
4. Kegiatan sholat berjamaah merupakan kegiatan wajib di SMP N 5 Sleman. Sholat
dzuhur dan jumat dilaksanakan secara berjamaah di masjid SMP N 5 Sleman.

6
5. Kegiatan tadarus dilaksanakan setiap pagi sebelum jam pertama pelajaran
dimulai.
6. Kegiatan ektrakulikuler yang diadakan di SMP N 5 Sleman antara lain :
Hari Rabu : Tonti dan Pramuka ( Wajib )
Hari Kamis : Karawitan, sepak bola, badminton, batik, dan bahsa inggris (
Pilihan )
3) Tata Tertib Sekolah
Pemberian sanksi yang tegas untuk peserta didik yang melanggar tata tertib sekolah.
Bagi guru juga memiliki tata tertib yang juga terdapat sanksinya berupa teguran dan
pembinaan. Tata tertib bagi karyawan juga ada tetapi tidak di pasang dan tidak
tertulis.
4) Suasana Hubungan Formal dan Informal di SMP N 5 Sleman
Komunikasi, interaksi, keakraban terjalin dengan baik yang merupakan budaya SMP
N 5 Sleman yang tertulis, yaitu budaya salam sapa, budaya etika, budaya kasih
sayang dan budaya peduli sesama. Hubungan antara guru dengan guru, guru dengan
peserta didik, guru dengan kepala sekolah, guru dengan wali siswa, guru dengan
karyawan, dll terjalin baik.
Suasana sosial akademik di luar kelas juga terlaksana dengan baik, diantaranya :
1. Saat olah raga siswa antuasias mengikuti arahan dari guru olah raga.
2. Suasana sosial di perpustakaan tidak terlihat baik karena sepinya suasana
perpustakaan yang tidak banyak pengunjung sehingga suasana sosial yang
diharapkan tidak terlaksanakan.
3. Saat belajar kelompok peserta didik melaksanakannya dengan kerja sama yang
baik dan terkoordinasi.
4. Kegunaan lab tidak dipakai secara efektif, misalnya lab ipa yang tidak digunakan
untuk aktifitas pembelajaran dan lab bahassa yang dialih fungsikan sebagai base
camp mahasiswa KKN.

Budaya 3 S ( Senyum, sapa , salam dilakukan setiap pagi di depan gerbang SMP N 5
Sleman sebelum jam masuk sekolah, yang menunjukan interaksi komunikasi yang
baik antar guru dan guru, guru dengan peserta didik, guru dan kepala sekolah, guru
dengan wali peserta didik, guru dengan karyawan.

Budaya 10 K yang di pasang di SMP N 5 Sleman yaitu : Keamanan, kebersihan,


keindahan, ketertiban, kekeluargaan, kerindangan, kenyamanan, keteladanan,

7
keterbukaan, dan keimanan. Budaya diatas sudah terlaksana tetapi belum tercipta
dengan baik sesuai harapan karena kurang perhatiaanya warga sekolah dan
kurangnya fasilitas penunjang.

b. Kompetensi Guru
1) Kompetensi pendagogik
- Guru mengajar dengan menggunakan media buku paket yang disediakan
sekolah.
- Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai rancangan pelaksanaan
pembelajaran yang sudah dibuat sebelumnya.
- Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan
berinteraksi dengan peserta didik lain, hal ini terjadi saat dibentuk kelompok
belajar.
- Guru memberi variasi dalam evaluasi pembelajaran, hal ini terbukti dengan
guru yang memberi worksheet kepada peserta didik untuk diselesaikan dan
guru memberi soal tebak-tebakan kepada peserta didik.
- Guru memotivasi kemauan belajar peserta didik, hal ini terlihat dengan guru
yang memberi PR kepada peserta didik sehingga peserta didik juga akan
belajar di luar jam pelajaran.
- Guru memberi nilai akhir dengan memadukan nilai akademik dan non
akademik ( sikap, perilaku peserta didik ).
- Kelemahan guru yaitu belum bisa mengelola kelas dengan baik karena guru
belum bisa mendominasi ketertarikan peserta didik kepada materi yang guru
berikan, sehingga masih terdapat peserta didik yang tidak memperhatikan
pelajaran dan bahkan memahami materi pelajaran.
2) Kompetensi kepribadian
- Guru menjadi panutan yang baik dalam budaya berpakaian yang benar, karena
pakaian yang guru kenakan sopan dan sesuai profesi sehingga terbentuk
kepribadian yang santun dalam penampilan.
- Guru memiliki kepribadian yang dewasa, hal ini terlihat dengan kesabaran dan
kestabilan emosi guru dalam menghadapi peserta didik.
- Guru menerapkan norma agama dengan baik, keikutsertaan guru dlam sholat
berjamaah di masjid SMP N 5 Sleman merupakan contoh teladan yang baik
bagi peserta didik.

8
- Guru displin dalam hal waktu, guru menggunakan secara efektif daat proses
pembelajaran dan ketepatan waktu guru dalam masuk kelas.
3) Kompetensi Sosial
- Guru bersikap terbuka kepada semua peserta didik tanpa ada tindakan
diskriminatif.
- Guru bersikap obyektif kepada peserta didik sesuai fakta yang ada sehingga
guru memperlakukan peserta didik sesuai kareakter yang dimiliki peserta
didiknya.
- Guru mengembangkan sikap komunikasi dialogis terhadap peserta didik
terlihat dengan terbukanya guru menanggapi pertanyaan dari peserta didik.
- Guru menyuakai berbagi pengalaman dengan guru lainnya seperti meminta
saran dan bantuan kepada guru yang lebih berpengalaman dalam hal
pengembangan metode pembelajaran.
- Guru menerapakan sikap 3 S ( senyum, sapa , salam ) kepada peserta didik,
guru, karyawan, dan wali peserta didik.
- Guru mampu beradaptasi di tempat tugas yang menunjukan kemampuan guru
dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
c. Karakteristik Peserta Didik
1. Intelektual Peserta Didik
- Peserta didik memiliki kemampuan intelektual yang berbeda-beda di kelass
sehingga dalam menyelesaikan tugas peserta didik melakukan diskusi.
- Intelektual peserta didik di luar jam pembelajaran baik, terutama dalam
intelektual di bidang sosial terlihat dengan kemampuan peserta didik dalam
berteman.
2. Interaksi Sosial
- Interaksi peserta didik di kelas baik sedangkan interaksi peserta didik dengan
guru tidak terlihat santun karena perilaku peserta didik kepada guru yang tidak
menerapkan norma kesopanan.
- Interakti sosial peserta didik diluar kegiatan pembelajaran yang baik adalah
sikap 3 S yang dilakukan oleh peserta didik.
3. Kepribadian
- Kepribadian peserta didik berbeda beda terlihat dari minat peserta didik yang
berbeda dengan materi pembelajaran yang diberikan.

9
- Peserta didik memiliki ketertarikan tersendiri, terlihat dengan pilihan peserta
didik terhadap kegiatan ektrakulikuler yang peserta didik pilih.
d. Proses Pembelajaran Di Kelas
1. Pra Pembelajaran
Sebelum guru membuka pelajaran ada peserta didik yang sudah siap ada yang
belum siap, masih ada siswa yang belum melaksanakan tugas piket, belum masuk
kelas, tidak membawa Al-Quran, dan belum mengerjakan PR.
Ketika guru masuk kelas ada peserta didik yang masih diluar kelas ada pula
peserta didik yang masih mengerjakan PR dan ada peserta didik yang masih asik
mengobrol tetapi tidak sedikit juga peserta didik yang memberi perhatian dengan
memberi salam kepada guru.
2. Kegiatan Pendahuluan Pembelajaran
Peserta didik memulai pelajaran dengan mengucapkan salam kemudian
tadarus bersama sama lalu menyanyikan lagu kemerdekaan Indonesia Raya
baru dilanjutkan aktivitas pembelajaran hal tersebut dilakukan pada waktu
sebelum jam pelajaran pertama dimulai yaitu pukul 07.00 WIB.
Pendahuluan kegiatan pembelajaran diawali dengan tanya jawab yang
diberikan guru, ada siswa yang antusias menjawab ada yang tidak. Banyak
peserta didik yang mengacungkan jari berbeda beda pada setiap kelas. Kelas 8
C banyak siswa yang mengacungkan jari sebanyak 5 siswa sedangkan kelas 8 D 3
siswa.
Jawaban peserta didik ada yang sesuai ada yang tidak, sebagian siswa
menjawab pertanyaan tidak sesuai karena mereka belum memahami arahan dari
guru dan belum begitu paham dengan pertanyaan yang diberikan guru.
3. Kegiatan Inti Pembelajaran
Guru menggunakan buku paket dari sekolah sebagai media pembelajaran dan
worksheet sebagai percobaan dalam proses pembelajaran. Melalui media yang
dipakai guru, ada siswa yang paham dan sebagian tidak paham karena buku paket
yang berisi bahasa inggris secara keseluruhan belum mampu dimengerti siswa
secara baik.
Dalam proses pembelajaran guru membentuk kelompok belajar untuk
membangun komunikasi yang baik antar peserta didik dan membantu proses
pemahaman materi. Kelompok terdiri 2 siswa sebangku dan terbentuk 15
kelompok belajar. Peserta didik saling berdiskusi dalam kelompok, bahkan saling

10
bertukar jawaban antar kelompok lain, dan mencari kosakata dalam kamus
bersama sama.
Banyak peserta didik yang mengajukan pertanyaan dalam proses
pembelajaran, kebanyakan pertanyaan yang mereka ajukan adalah kosa kata
bahasa inggris yang belum dimengerti yang sesuai dengan soal yang diberikan
guru tetapi ada siswa yang bertanya pertanyaan yang tidak sesuai misalnya
bertanya berapa jumlah kaki monyet? dalam materi teks deskriptif. Pada
penerimaan jawaban yang diberikan guru hampir semua siswa bisa memahami
dengan benar.
Selama mengobservasi proses pembelajaran di SMP N 5 Sleman belu pernah
ada kegiatan presentasi dan tidak ada tugas menyimpulkan atau merangkum
materi pembelajaran.
4. Kegiatan Penutup
Pada buku paket terdapat soal soal latihan yang kemudian dikerjakan siswa
secara mandiri dan sebagian peserta didik tidak bekerja secara mandiri, jujur, dan
bertanggung jawab karena ada siswa yang hanya mencontek pekerjaan teman, ada
yang mengerjakan tidak tepat waktu dan mengerjakan tanpa diteliti kebenarannya
tetapi masih ada siswa yang bisa mengerjakan dengan mandiri, ujur, dan
bertanggung jawab.
Diakhir pelajaran peserta didik diberi PR dari latihan soal yang ada di buku
paket dan worksheet yang belum selesai dijadikan PR.
Peserta didik mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
dan diakhiri dengan berdoa bersama jika pelajaran tersebut diakhir waktu
kegiatan belajar mengajar. Peserta didik tidak melakukan kegiatan setelah jam
pembelajaran berakhir, para siswa tidak merapikan kelas mereka dan tidak
membersihkan kelas mereka.

11