Anda di halaman 1dari 3

Parasitologi Modul Gastrointestinal

Entamoeba hystolytica (Protozoa)

I. Epidemiologi
i. Prevalensi bergantung pada
a.Sanitasi lingkungan
b. Sanitasi perorangan
c.Sosio-Ekonomi
ii. Prevalensi infeksi : Indonesia 18%-25%
iii. Sumber infeksi : Makanan yang terkontaminasi
II. Terapi
i. Metronidazole Histolitika + Trophozoit
Efektif untuk abses hati
Efektif untuk amebiasis koli
750mg X 3 Sehari selama 5-10 hari atau 2000mg X 1 Sehari selama 3 hari
Tidak pada wanita hamil
ii. Dehidroemetin Histolitika + Kista
Efektif untuk abses hati
100mg/hari selama 4-6 hari
Kurang toksik
iii. Emetin Histolitika
1mg/KGBB/hari (MAX 65mg/hari)
iv. Emetin HCl Trophozoit
Efektif untuk abses hati
(MAX 65mg/hari) Dosis anak <8thn: 10mg/hari selama 4-6 hari
Parenteral
Tidak oral absorpsi tidak sempurna
Tidak intravena jantung
Tidak pada wanita hamil
Tidak pada penyakit ginjal
Tidak pada penyakit jantung
v. Paramomisin
25mg-30mg/KGBB/hari selama 5-10 hari atau 500mg/hari selama 2-3 minggu
vi. Paramomisin (Humatin) Tidak pada kelainan ginjal
25-35mg/KGBB/hari X 3 selama 7 hari
a. Aminoglikosida
b. Tidak diabsorpsi kista
vii. Klorokuin Fosfat Amebisid jaringan
Efektif untuk amebiasis hati

1000mg/hari selama 2 hari pertama kemudian 500mg/hari selama 2-3 minggu


viii. Diloxanide Furoat (Furamid, Entamizole)
500mg X 3 sehari selama 10 hari
a. Efek samping: Kembung, Mual, Muntah, Diare
b. Untuk lumen usus
ix. Iodokuinol (Yodoxin) Tidak pada kelainan ginjal
650mg X 3 sehari selama 20 hari

Infeksi E hist. Di lumen usus kombinasi metronidazol dgn diloxanide furoat ditambah
paromomisin/ tetrasiklin. Pada abses hati dpt ditambah emetin /dihidroemetin.

A. Amebiasis Intestinal akut Histolitika pada tinja segar


1. Inkubasi 1-14 minggu
2. Sindrom disentri
3. Demam 38-39
B. Amebiasis Intestinal
1. Diagnosis
a) Amebiasis kolon akut Histolitika pada
tinja segar
b) Amebiasis kolon menahun (gejala tidak nyata) Histolitika pada
tinja segar (sulit ) + Reaksi Imunologi.
2. Komplikasi:
a) Apendisitis
b) Hemoragi : perdarahan
c) Striktur : penyempitan
d) Perforasi dinding usus
e) Granuloma (Ameboma)
C. Amebiasis Ekstraintestinal
1. Patologi:
a) Abses
1) Hati
2) Otak
3) Paru
4) Organ lain
b) Ulkus
1) Kulit
2) Penis
3) Vagina
D. Amebiasis Hati
1. Gejala klinis
a) Hati membesar
b) Demam menggigil
c) Leukositosis (10.000-16.000/MM)
d) Kanan. Nyeri Perut Pundak. Diafragma Tinggi.
2. Diagnosis
a) Nanah abses merah coklat
b) Histolitika pada biopsi abses/aspirasi nanah abses
c) IHA, ELISA
3. Penyebaran
a) Perkontinuitatum
b) Hematogen dari amebiasis intestinal akut atau amebiasis intestinal
menahun
4. Abses
a) Satu, multiple
b) Massa merah coklat (SEL HATI, ERITROSIT, EMPEDU, LEMAK,
JARINGAN NEKROTIK)
c) Lobus kanan