Anda di halaman 1dari 11

Microteaching

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


BIOLOGI KELAS X SMA K.D. 4.10

Oleh :

NURFIANA ABDULLAH
1414040013
PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2016/ 2017
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan pendidikan : Sekolah Menengah Atas


Mata pelajaran :Biologi
Kelas/semester :X/II
Materi pokok/Sub Materi :Ekologi/ Daur Biogeokimia
Alokasi waktu :40 Menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menunjukkan prilaku yang jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi gotong
royong), santu, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (factual, konseptual, dan procedural)
berdasrkan rasa ingin tahunya tentang pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

B. Kompetensi Dasar
4.10 Mensimulasikan interaksi antara komponen dalam suatu ekosistem.

C. Indikator Pencapaian
4.10.1 Melakukan pengamatan di lingkungan sekitar tentang interaksi antara komponen
dalam suatu ekosistem.
4.10.2 Membuat bagan atau gambar mengenai siklus biogeokimia

D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu melakukan pengamatan di lingkungan sekitar tentang interaksi
antara komponen dalam suatu ekosistem.
2. Peserta didik mampu membuat bagan atau gambar mengenai siklus biogeokimia
E. Materi Pembelajaran
Materi tentang ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai
komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu,
air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup
yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Berikut lebih lanjut
dijelaskan tentang faktor biotik dan abiotik.
1. Faktor biotik
Faktor biotik adalah faktor hidup yang terdapat di dalam ekosistem tersebut
meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam
ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai
konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.
2. Faktor Abiotik
Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia.
Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah suhu, sinar matahari, air,
tanah, ketinggian, angin, garis lintang.
Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat
kompleks, bersifat saling mempengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik
antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang
disebut ekosistem. Tidak ada satu makhluk hidup pun yang mampu menghasilkan
segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan tersebut diperoleh dari lingkungannya, baik
lingkungan abiotik maupun biotik, sehingga terjadilah hubungan timbal balik
antara komponen biotik dengan abiotik atau antara komponen biotik dengan
komponen biotik. Antara lingkungan biotik dan abiotik terjadi interaksi misalnya
semua makhluk hidup melakukan pernapasan yang diambil dari komponen abiotik
yaitu udara, kebutuhan makanan pada tumbuhan juga melibatkan faktor abiotik
karena tumbuhan memerlukan tanah dan air. Interaksi antara faktor biotik dan
biotik dapat dilihat dalam rantai makanan misalnya dalam kebutuhan akan
makanan hewan herbivora memerlukan tumbuhan, hewan karnivora memerlukan
hewan lain sebagai makanannya demikian seterusnya.
Dalam rantai makanan setiap organisme mempunyai fungi tertentu baik itu
sebagai produsen, konsumen ataupun pengurai. Idealnya jumlah tiap-tiap
kelompok organisme tersebut selalu mengikuti aturan yaitu produsen konsumen
I konsumen II konsumen III dan seterusnya. Jika kondisi komponen-
kompenen pembentuk ekosistem sesuai dengan aturan tersebut, ekosistem itu
berada dalam keadaan seimbang. Dalam ekosistem yang seimbang, tidak ada satu
jenis komponen yang berkembang biak lebih cepat sehingga mendominasi jenis
yang lain. Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi
yang ada, mampu untuk menyeimbangkan keadaannya. Namun tidak tertutup
kemungkinan, kondisi demikian dapat berubah oleh campur tangan manusia
dengan segala aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang melampaui batas.
Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke
bentuk energi yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen
primer, konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba di dalam tanah. Siklus ini
berlangsung dalam ekosistem. Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan
organisme lain dan lingkungan hidupnya
Siklus biogeokimia adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari
komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-
unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi reaksi
kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia.
Siklus-siklus tersebut antara lain: siklus air, siklus oksigen, siklus karbon, siklus
nitrogen, dan siklus sulfur. Di sini hanya akan dibahas 3 macam siklus, yaitu siklus
nitrogen, siklus fosfor, dan siklus karbon. Materi yang menyusun tubuh organisme
berasal dari bumi Materi yang berupa unsur unsur terdapat dalam senyawa kimia
yang merupakan materi dasar makhluk hidup dan tak hidup
F. Strategi Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific
2. Model : Inqury Learning
3. Metode : Diskusi dan Pengamatan

G. Media,Alat,Dan Sumber Pembelajaran


1. Media
Buku, papan tulis, gambar, LCD (jika ada)
2. Alat
Kertas plano dan spidol.
3. Sumber pembelajaran
a) Buku IPA SMA kelas X
H. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama :
Sintaks Model Waktu
Kegiatan Langkah-Langkah Kegiatan
Pembelajaran Inquiry
Pendahuluan 1) Guru mengucapkan salam 7 Menit
2) Guru melakukan absensi
3) Guru melakukan apersepsi
4) Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai.
5) Guru memotivasi peserta didik
untuk belajar
6) Guru menjelaskan kembali materi
sebelumnya tentang hubungan
saling ketergantungan antara
komponen biotik dan komponen
abiotik.
7) Peserta didik mensimulasikan
tentang interaksi yang terjadi
dalam ekosistem

Inti 1) Guru menginstruksikan peserta


1. Observasi untuk didik untuk memperhatikan
menemukan
video/lingkungan sekitar baik
masalah
diluar kelas maupun didalam
kelas mengenai ketersediaan
oksigen.
2) Guru merefleksi dengan bertanya
kepada peserta didik mengenai
adanya unsur-unsur kimia yang
terdapat terus dibumi.
3) Guru menyinggung sedikit
tentang konsep biogeokimia.
Inti 2. Merumuskan 4) Guru membagi peserta didik 30
masalah kedalam dua kelompok. Menit
5) Guru membimbing peserta didik
untuk merumuskan masalah
berdasarkan hasil refleksi dan
pengamatan di video/ lingkungan
sekitar
3. Mengajukan 6) Guru membimbing peserta didik
Hipotesis untuk mengajukan hipotesis
terhadap masalah yang telah
dirumuskannya

4. Mengumpulkan 7) Guru menginstruksikan kepada


Data. setiap kelompok untuk mencari
data yang sesuai dengan rumusan
masalah
8) Guru menginstruksikan kepada
setiap kelompok untuk
menggambar daur biogeokimia
(Karbon dan Air)
9) Guru membagikan alat dan bahan
yang diperlukan dalam
pembuatan daur tersebut.
10) Guru memfasilitasi peserta didik
selama proses pembuatan daur
biogeokimia
11) Setelah selesai peserta didik
diinstruksikan untuk
mempresentasikan hasil diskusi
dan memaparkan gambar daur
biogeokimia yang telah dibuat.

5. Uji Hipotesis 12) Berdasarkan hasil diskusi maka


guru mengantar peserta didik
untuk membuktikan hipotesis
yang tela dibuat.
6. Menarik 13) Guru memberikan kesempatan
Kesimpulan kepada peserta didik untuk
menyimpulkan materi pada
pertemuan tersebut.

Penutup 1. Guru merangkum setiap 6 M


kesimpulan yang diajukan oleh e
peserta didik n
2. Guru menyampaikan materi i
untuk pertemuan selanjutnya t
3. Mengucapkan salam

I. Penilaian
1. Teknik penilaian dan bentuk instrumen

JenisPenilaian TeknikPenilaian Instrumen Bentuk Instrumen

Afekif (Sikap) Observasi Lembar Rubrik Penilaian


Observasi

Psikomotorik Observasi Lembar Rubrik Penilaian


(Keterampilan) Observasi

Kognitif Observasi Lembar Rubrik Penilaian


(Pengetahuan) Observasi
LAMPIRAN
LEMBAR PENILAIAN

1. SIKAP (AFEKTIF)
Teknik Penilaian : Observasi
Instrumen : Lembar Observasi
Bentuk Instrumen : Rubrik Penilaian Afektif

Nama Peserta Didik : .


Kelas : .
Tanggal Pengamatan : ..

SKOR
No ASPEK PENGAMATAN
4 3 2 1

1
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan
sesuatu
2
Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan

3
Memberi salam sebelum dan sesudah
menyampaikan pendapat
4
Menghargai pendapat orang lain

5
Hadir tepat waktu

6
Menjaga kebersihan

Keterangan:
4 = Selalu

3 = Sering

2 = Kadang-kadang

1 = Tidak pernah
2. KETERAMPILAN (PSIKOMOTORIK)

Teknik Penilaian : Oservasi


Instrumen : Lembar Observasi
Bentuk Instrumen : Rubrik Penilaian

Anggota Kelompok :1..


2..
Kelas : .

Rubrik Penilaian Karya Siklus Biogeokimia


Kriteria/ Skor
Aspek
3 2 1

Isi Isi karya lengkap atau Isi karya lengkap Isi karya lengkap
mencakup seluruh materi, atau mencakup atau mencakup
mudah dibaca, seluruh materi, dan seluruh materi
menambahkan keterangan mudah dibaca,
yang memberikan
pengetahuan tambaan
kepada pembaca

Desain Gambar menarik, full Gambar menarik dan Gambar kurang


warna color, menampilkan full color. menarik dan hanya
dan konsep-konsep yang baru satu warna
gambar
3. PSIKOMOTORIK
Teknik Penilaian : Oservasi
Instrumen : Lembar Observasi
Bentuk Instrumen : Rubrik Penilaian Psikomotorik

Nama Peserta Didik : .


Kelas : .
Tanggal Pengamatan : ..
Skor
Kegiatan Aspek
3 2 1

Mampu
mengungkapkan
Berani
pendapat dengan tegas
dan tepat
Pendapat mudah

Komunikasi dipahami
Diskusi Efektif Pendapat/ pertanyaan
runtut dan sistematis

Bertanya

Berfikir Kritis Menjawab masalah


dengan baik.

Pendapat mudah

Komunikasi dipahami
Presentasi Efektif Pendapat/ pertanyaan
runtut dan sistematis

Keterangan
a. Berani :
skor 3 :Mampu mengungkapkan pendapat dengan tegas dan tepat
skor 2 :Mampu mengungkapkan pendapat dengan berbelit-belit namun tepat
skor 1 :Mampu mengungkapkan pendapat dengan berbelit-belit dan tidak tepat
b. Komunikasi :
skor 3 : Jika pendapat atau pertanyaan mudah dipahami, runtut serta sistematis
skor 2 : Jika pendapat atau pertanyaan mudah dipahami, tetapi tidak runtut
serta sistematis
skor 1 : Jika pendapat atau pertanyaan sulit dipahami, tidak runtut serta
c. Berpikir kritis
skor 3 :Jika mampu bertanya/ menjawab kearah penyelesaia
permasalahan/tema
skor 2 : Jika mampu bertanya/ menjawab tetapi sedikit jelas menuju arah
permasalahan
skor 1 : Jika pertanyaan/jawaban tidak fokus dalam tema/pemasalahan