Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

PRAKTIKUM TEKNIK TEGANGAN TINGGI

TEGANGAN TEMBUS PADA GAS

DISUSUN OLEH

Nama : Muhammad Abdurahman


No Pokok : 11220013
No Group : 2
Fakultas : Teknologi Industri
Jurusan : Elektro (S-1)
Konsentrasi Jurusan : Teknik Tenaga Listrik

ELEKTRO S-1
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
2014
ABSTRAK

Isolasi memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem tenaga


listrik. Isolasi sangat diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar
listrik yang bertegangan sehingga antara penghantar-penghantar tersebut tidak
terjadi lompatan listrik atau percikan. Bahan isolasi akan mengalami pelepasan
muatan yang merupakan bentuk kegagalan listrik apabila tegangan yang
diterapkan melampaui kekuatan isolasinya. Kegagalan yang terjadi pada saat
peralatan sedang beroperasi bisa menyebabkan kerusakan alat sehingga
kontinuitas sistem terganggu.
Udara merupakan bahan isolasi yang banyak digunakan pada
peralatan tegangan tinggi misalnya pada arrester sela batang yang terpasang di
saluran transmisi, selain itu udara juga digunakan sebagai media peredam busur
api pada pemutus tenaga (CB = Circuit Breaker). Hasil pengujian menunjukkan
bahwa nilai tegangan tembus yang terjadi pada media isolasi udara cenderung
meningkat seiring pertambahan jarak sela.

1. TEORI
1.1. Mekanisme Townsend
Peluahan muatan pada gas dengan mekanisme ini berlaku untuk
tekanan dan jarak sela elektroda yang kecil (sekitar ps = 10 bar mm) dengan
medan homogen. Pada mekanisme ini elektron mula yang berada di sela dua
elektroda kehadirannya ditimbulkan oleh suatu pengaruh luar (sinar kosmis,
ultra violet dan lain-lain). Elektron mulai ini akan dipercepat oleh medan
listrik elektrostatis menuju anoda. Jika energi kinetik yang dimiliki oleh
elektron tersebut melebihi energi ionisasi dari molekul-molekul gas yang
ditimbulkan, maka akan dihasilkan suatu elektron avalans (electron avalance)
dengan arah dari kathoda ke anoda. Jika pembentukan avalans diikuti dengan
timbulnya jumlah ionion yang cukup pada permukaan kathoda maka
akhirnya akan terjadi tembus sempurna.
Disini akan ditunjukan bahwa tegangan tembus statis Ud pada medan
homogen dengan temperatur konstan, hanya tergantung pada perkalian dari
tekanan p dan jarak sela s.
Koefisien ionisasi a dari elektron dapat ditulis sebagai :

= . . (1)

dimana A dan B adalah konstanta empiris.


Pada mekanisme Townsend untuk medan yang homogen, berlaku
persyaratan:

= ln(1 + 1) = = (2)

dimana adalah koefisien pukulan balik.


Jika persyaratan di atas terpenuhi dan kuat medan di sela dua elektroda adalah

= = (3)

maka, dengan memasukkan persamaan (2) dan (3) ke persamaan (1) dapat
diperoleh persamaan HUKUM PASCHEN:


= = () (4)

ln[ ]

Terlihat bahwa Ud pada medan homogen akan konstan jika perkalian ps


dijaga konstan.
103

102

101

100

10-1

10-2 -3
10 10-2 10-1 100 101 102

Gambar 1 Kurva Paschen

Gambar 1 menunjukkan kurva Paschen (contoh di atas untuk gas Argon).


Dari kurva Paschen untuk suatu gas tertentu, besarnya (ps)min dan (Ud)min
diperoleh dengan mendiferensiasi Ud (ps) tehadap ps dan menyamakan
hasilnya = 0, sehingga hasilnya diperoleh sebagai berikut:

2,71828
() = =

( ) = () . (5)
Harga konstanta berbagai gas dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 1
Ud minimum dan ps minimum untuk beberapa gas

Ud min ps pada Ud min


Gas
(volt) (torr.cm)
Udara 327 0,567
Ar 137 0,9
H2 273 1,15
He 156 4,0
CO2 420 0,51
N2 251 0,67
N2O 418 0,5
O2 450 0,7
SO2 457 0,33
H2S 414 0,6
Keterangan : 1torr = 0.001333224

Tabel 2

Koefisien pukulan balik beberapa gas pada macam macam logam

H2 N2 Udara
Alumunium 0,100 0,100 0, 035
Tembaga 0,050 0,065 0, 025
Besi 0,060 0,060 0, 020

Dari data di Tabel 1 dan Tabel 2, maka harga koefisien A dan B dapat
dihitung dengan menggunakan persamaan (5).
1.2. Mekanisme Kanal (Streamer)
Pada tekanan dan jarak sela yang lebih besar, maka phenomena
peluahan muatan pada gas akan mengikuti teori dari Raether, Loeb dan Meek,
yaitu yang disebut mekanisme kanal (streamer). Mekanisme ini ditandai
dengan penyebaran sinar-sinar photon dari kepala-kepala elektron avalans
yang akan membangkitkan avalans-avalans yang baru dengan waktu yang
cepat sehingga membentuk suatu kanal. Ionisasi photon ini dapat terjadi
karena suatu avalans menjadi tidak stabil pada jarak kritis xk, dimana pada
kondisi atmosfir berlaku

20

Mekanismen streamer terjadi jika s > xk


Peralihan dari mekanisme Townsend ke mekanisme kanal dapat
diamati yaitu, untuk suatu jarak sela elektroda tertentu, semakin besar harga
perkalian ps semakin tidak pasti bahwa avalans-avalans dapat menjembatani
jarak sela (atau avalans dapat mencapai anoda) sebelum jarak kritis tercapai.

2. TEKNIK PENGAMBILAN DATA


2.1. Gambar Rangkain Percobaan
2.2. Prosedur Percobaan
a. Buat rangkaian percobaan seperti gambar rangkaian percobaan di atas.
Perhatikan jangan ada kabel atau konduktor yang kendur untuk mencegah
short circuit.
b. Jarak sela elektroda s dibuat konstan yaitu 2,5 mm.
c. Beri tekanan p di dalam bejana sebesar 3 bar.
d. Naikkan tegangan regulator sehingga terlihat lompatan listrik pada jarak
sela atau diantara elektroda.
e. Catat besar tegangan terukur.
f. Turunkan posisi regulator samapi nol.
g. Matikan sumber tegangan.
h. Ground setiap titik sambung.
i. Turunkan tekanan p didalam bejana sebesar 0,5 bar.
j. Ulangi langkah (d) sampai dengan (i) hingga tekanan p didalam bejana
0,5 bar.
k. Turunkan posisi regulator sampai nol, matikan sumber tegangan, dan
pasang ground.

3. HASIL PENGUJIAN DAN ANALISA


3.1. Hasil Pengukuran
Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan jarak sela s konstan yaitu
2,5 mm dan tekanan p didalam bejana yang bervariasi dari 0,5 - 4 bar.

Tekanan Ud
(bar) (kV)
0.5 10
1 12
2 15.2
3 20.2
4 24.24
3.2. Kurva Paschen Berdasarkan Data Percobaan

30 Kurva Paschen
25

20
Ud (kV)

15
Kurva
10

0
1.25 2.25 5 7.5 10

ps (bar.mm)

3.3. Besar Harga Koefisien A dan B Berdasarkan Hasil Percobaan


Pada percobaan yang telah kami lakukan untuk media isolasi udara dan
elektroda berbahan tembaga dengan nilai koefisien pukulan balik
sebesar 0,025 maka nilai Ud minimum yang kami dapatkan 10000 volt dan
ps min 1,25 bar mm.
Berdasarkan persamaan :

= ln(1 + 1) = =

2,71828
() = =

( ) = () .
Maka nilai koefisien A dan B dapat dihitung sebagai berikut:
a. Nilai koefisien A

(2,71828) ln(1 + 1) (2,71828) ln(10,025 + 1)


= = = 8,076
() 1,25

b. Nilai koefisien B

( ) 10000
= = = 8000
() 1,25

3.4. Besar Nilai Ud Berdasarkan Hasil Perhitungan


Dalam mencari besar nilai Ud dengan perhitungan kami menggunakan
besar nilai untuk jarak sela s dan tekanan p sama seperti halnya dalam
percobaan, hanya dalam penentuan koefisien A dan koefisien B kami
menggunakan nilai-nilai pada tabel 1 dan 2.
Besar koefisien A dan B pada media isolasi udara dengan nilai Ud
minimum sebesar 327 volt dan ps pada Ud minimum sebesar 0,008 bar mm
adalah sebagai berikut:
a. Nilai koefisien A

(2,71828) ln(10,025 + 1)
= = 1261,816
0,008

b. Nilai koefisien B

( ) 327
= = = 40875
() 0,008

Dengan menggunakan persamaan



= = ()

ln[ ]

Maka besar Ud untuk tiap-tiap besar tekanan dengan jarak sela s konsatan
sebesar 2,5 mm, adalah sebagai berikut:

Tekanan Ud
(bar) (kV)
0,5 8,4
1 16,2
2 27,5
3 39,1
4 53,6

3.5. Kurva Paschen Dari Hasil Perhitungan

Kurva Paschen Dari Hasil Perhitungan


60

50
Ud (kV)

40
Axis Title

30
Kurva

20

10

0
1.25 2.25 5 7.5 10

ps (bar.mm)
4. KESIMPULAN
1. Berdasarkan hasil dan analisa data, didapat adanya perbedaan nilai
koefisien A dan koefisien B antara hasil percobaan dan hasil perhitungan.
Perbedaan ini terjadi diakibatkan oleh beberapa hal sebagai berikut :
a. Kurang akurat dalam menurunkan tekanan dalam.
b. Kesalahan dalam pembacaan instrument alat ukur, dikarenakan nilai
yang tertera pada alat ukur (volt meter) selalu berubah-ubah dan tidak
tepatnya melihat loncatan listrik dengan pembacaan instrument alat
ukur (volt meter).
2. Pada kurva paschen berdasarkan hasil perhitungan nilai Ud yang didapat
hampir linear.
3. Tekanan dalam suatu media isolasi sangat mempengaruhi di batas
tegangan mana loncatan listrik terjadi.
4. Semakin kecil tekananan dalam suatu media isolasi semakin kecil juga
tegangan yang dibutuhkan untuk menimbulkan loncatan listrik