Anda di halaman 1dari 15

1.

Penyuluhan Kesehatan

a. Pengertian penyuluhan kesehatan

Penyuluhan kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan

seseorang melalui teknik praktik belajar atau instruksi dengan tujuan

mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia baik secara individu,

kelompok maupun masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan nilai

kesehatan sehingga dengan sadar mau mengubah perilakunya menjadi

perilaku hidup sehat (Machfood & Ircham, 2008).

b. Tujuan Penyuluhan

Menurut Machfoed & Ircham (2008) tujuan penyuluhan adalah mengubah

perilaku masyarakat ke arah perilaku sehat sehingga tercapai derajat

kesehatan masyarakat yang optimal. Pencapaian target penyuluhan dibagi

menjadi:

1) Tujuan jangka pendek yaitu tercapainya perubahan pengetahuan, tujuan

jangka menengah hasil yang diharapkan adalah adanya peningkatan

pengertian, sikap, dan keterampilan yang akan mengubah perilaku ke

arah perilaku sehat.

2) Tujuan jangka panjang adalah dapat menjalankan perilaku sehat dalam

kehidupan sehari-harinya.

Tujuan penyuluhan kesehatan pada hakekatnya sama dengan tujuan

pendidikan kesehatan, menurut Effendy (1998) yang dikutip dalam

Machfoed & Ircham (2008) tujuan penyuluhan kesehatan adalah :

1) Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat

dalam membina dan memelihara perilaku hidup sehat dan lingkungan


sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan

yang optimal.

2) Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan

masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental

dan sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.

c. Sasaran Penyuluhan

Sasaran penyuluhan kesehatan mencakup individu, keluarga, kelompok dan

masyarakat (Effendy, 2003 dikutip dalam Machfoed & Ircham, 2008).

Sasaran penyuluhan meliputi:

1) Penyuluhan kesehatan pada individu dapat dilakukan di rumah sakit,

klinik, puskesmas, posyandu, keluarga binaan dan masyarakat binaan.

2) Penyuluhan kesehatan pada keluarga diutamakan pada keluarga resiko

tinggi, seperti keluarga yang menderita penyakit menular, keluarga

dengan sosial ekonomi rendah, keluarga dengan keadaan gizi yang

buruk, keluarga dengan sanitasi lingkungan yang burukdan sebagainya.

3) Penyuluhan kesehatan pada sasaran kelompok dapat dilakukan pada

kelompokibu hamil, kelompok ibu yang mempunyai anak balita,

kelompok masyarakat yang rawan terhadap masalah kesehatan seperti

kelompok lansia, kelompok yang ada diberbagai institusi pelayanan

kesehatan seperti anak sekolah, pekerja dalam perusahaan dan lain-lain.

4) Penyuluhan kesehatan pada sasaran masyarakat dapat dilakukan pada

masyarakat binaan puskesmas, masyarakat nelayan, masyarakat

pedesaan, masyarakat yang terkena wabah dan lain-lain.


d. Materi/pesan Penyuluhan

Materi atau pesan yang disampaikan kepada sasaran disesuaikan dengan

kebutuhan kesehatan dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat,

sehingga materi yang disampaikan dapat dirasakan langsung manfaatnya.

Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti,

menggunakan metode dan media untuk mempermudah pemahaman dan

untuk menarik perhatian sasaran (Machfoed & Ircham, 2008).

e. Metode Penyuluhan

Menurut Notoatmodjo (2012), metode penyuluhan merupakan salah satu

faktor yang mempengaruhi tercapainya suatu hasil penyuluhan secara

optimal. Metode yang dikemukakan antara lain :

1) Metode penyuluhan perorangan (individual)

Dalam penyuluhan kesehatan metode ini digunakan untuk membina

perilaku baru atau seseorang yang telah mulai tertarik pada suatu

perubahan perilaku atau inovasi. Bentuk dari pendekatan ini antara

lain:

a) Bimbingan dan penyuluhan

Bimbingan dan penyuluhan merupakan cara kontak antara klien

dengan petugas lebih intensif. Setiap masalahyang dihadapi oleh

klien dapat dikoreksi dan dibantu penyelesaiannya. Akhirnya klien

akan dengan sukarela, berdasarkan kesadaran dan penuh

pengertian akanmenerima perilaku tersebut.

b) Wawancara
Wawancara merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan.

Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali

informasi mengapa sasaran tidak atau belum menerima perubahan,

sasaran tertarik atau belum menerima perubahan, untuk

mempengaruhi apakah perilaku yang sudah atau akan diadopsi itu

mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat, apabila

belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi.

2) Metode penyuluhan kelompok

Dalam memilih metode penyuluhan kelompok harus mengingat

besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal pada

sasaran. Untuk kelompok yang besar, metodenya akan berbeda dengan

kelompok kecil. Efektifitas suatu metode akan tergantung pula pada

besarnya sasaran penyuluhan. Metode ini mencakup:

a) Kelompok besar, yaitu apabila peserta penyuluhan lebih dari 15

orang. Metode yang baik untuk kelompok ini adalah ceramah dan

seminar.

(1) Ceramah

Metode ini baik untuk sasaran yang berpendidikan tinggi

maupun rendah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam

menggunakan metode ceramah adalah :

(a) Persiapan

Ceramah yang berhasil apabila penceramah itu sendiri

menguasai materiapa yang akan diceramahkan, untuk itu

penceramah harus mempersiapkan diri.

(b) Pelaksanaan
Kunci keberhasilan pelaksanaan ceramah adalah apabila

penceramah dapat menguasai sasaran untuk dapat

menguasai sasaran penceramah dapat menunjukkan sikap

dan penampilan yang meyakinkan.

(2) Seminar

Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar deng

pendidikan menengah ke atas. Seminar adalah suatu penyajian

dari seseorang ahli atau beberapa orang ahli tentang suatu topik

yang dianggap penting dan dianggap hangat di masyarakat.

b) Kelompok kecil, yaitu apabila peserta penyuluhan kurang dari 15

orang. Metode yang cocok untuk kelompok ini adalah diskusi

kelompok, curah pendapat, bola salju, memainkan peranan,

permainan simulasi.

3) Penyuluhan massa

Dalam metode ini penyampaian informasi ditujukan kepada

masyarakat yang sifatnya massa atau public. Oleh karena sasaran

bersifat umum dalam arti tidak membedakan golongan umur, jenis

kelamin, pekerjaan, status ekonomi, tingkat pendidikan dan sebagainya,

maka pesan kesehatan yang akan disampaikan harus dirancang

sedemikian rupa sehingga dapat ditangkap oleh massa tersebut. Pada

umumnya bentuk pendekatan masa ini tidak langsung, biasanya

menggunakan media massa. Beberapa contoh dari metode ini adalah

ceramah umum, pidato melalui mediamassa, simulasi, dialog antara

pasien dan petugas kesehatan, sinetron, tulisan di majalah atau koran,


bill board yang dipasang di pinggir jalan, spanduk, poster dan

sebagainya.

f. Alat Bantu Penyuluhan

1) Pengertian alat bantu penyuluhan

Menurut Notoatmodjo (2012), alat bantu pendidikan adalah alat-alat

yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan

pendidikan/pengajaran. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga

karena berfungsi untuk membantu dan memperagakan sesuatu dalam

proses pendidikan pengajaran. Alat peraga ini disusun berdasarkan

prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima

atau ditangkap melalui panca indera. Edgar Dale membagi peraga

tersebut menjadi 11 macam dan sekaligus menggambarkan tingkat

intensitas tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut.


1
Keterangan:
2
3
1 = Kata-kata
2 = Tulisan
4
3 = Rekaman, Radio
5
4 = Film
6
5 = Televisi
7 6 = Pameran
8 7 = Field Trip
9 8 = Demonstrasi
10 9 = Sandiwara
11 10 = Benda Tiruan
11 = Benda asli

Gambar .. Kerucut Edgar Dale (Notoatmodjo, 2012).


Alat peraga disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada

setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indera. Semakin

banyak indera yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin

banyak dan semakin jelas pula pengertian/pengetahuan yang diperoleh.

Dengan kata lain, alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera

sebanyak mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah persepsi.

2) Fungsi alat peraga

Fungsi alat peraga adalah untuk menimbulkan minat sasaran, mencapai

sasaran yang lebih banyak, membantu mengatasi hambatan bahasa,

merangsang sasaran untuk melaksanakan pesan kesehatan, membantu

sasaran untuk belajar lebih banyak dan tepat, merangsang sasaran untuk

meneruskan pesan yang diterima kepada orang lain, mempermudah

memperoleh informasi oleh sasaran, mendorong keinginan orang untuk

mengetahui, kemudian lebih mendalami dan akhirnya memberikan

pengertian yang lebih baik, dan membantu menegakkan pengertian yang

diperoleh. Pada garis besarnya ada 3 macam alat bantu penyuluhan yaitu

a) Alat bantu lihat

Alat ini berguna dalam membantu menstimulasikan indera mata pada

waktu ternyadinya penyuluhan. Alat ini ada 2 bentuk yaitu alat yang

diproyeksikan misalnya slide, film dan alat yang tidak diproyeksikan

misalnya dua dimensi, tiga dimensi, gambar peta, bagan, bola dunia,

boneka dan lain-lain.

b) Alat bantu dengar


Alat ini berguna dalam membantu menstimulasi indera pendengar,

pada waktuproses penyampaian bahan penyuluhan misalnya piringan

hitam, radio, pita suaradan lain-lain.

c) Alat bantu lihat - dengar

Alat ini berguna dalam menstimulasi indera penglihatan dan

pendengaran pada waktu proses penyuluhan, misalnya televisi, video

cassette dan lain-lain. Sebelum membuat alat-alat peraga kita harus

merencanakan dan memilih alat peraga yang paling tepat untuk

digunakan dalam penyuluhan. Alat-alat bantu pendidikan dikenal

dengan Audio Visual Aids (AVA). Hal yang perlu diperhatikan hal-

hal sebagai berikut :

(1) Tujuan yang hendak dicapai

(a) Tujuan pendidikan adalah untuk mengubah

pengetahuan/pengertian, pendapat dan konsep - konsep,

mengubah sikap dan persepsi, menanamkan tingkah

laku/kebiasaan yang baru.

(b) Tujuan penggunaan alat peraga adalah sebagai alat bantu

dalam latihan/penataran/penyuluhan, untuk menimbulkan

perhatian terhadap sesuatu masalah, mengingatkan sesuatu

pesan/informasi dan menjelaskan fakta-fakta, prosedur dan

tindakan.

(2) Persiapan penggunaan alat peraga

Semua alat peraga yang dibuatberguna sebagai alat rantu belajar

dan tetap harus diingat bahwa alat ini dapat berfungsi mengajar
dengan sendirinya. Alat peraga dapat dibedakan menjadi dua

macam menurut pembuatannya dan penggunaannya yaitu alat

peraga yang rumit, dan sederhana. Adapun menurut

pembuatannya dan penggunaannya yaitu alat peraga yaitu:

(a) Alat peraga yang complicated (rumit) seperti film, film strip

slide dan sebagainya yang memerlukan listrik dan proyektor.

(b) Alat peraga yang sederhana, yang dapat dibuat sendiri,

dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh seperti, bambu,

karton, kaleng bekas, kertas koran, dan sebagainya. Beberapa

contoh alat peraga yang sederhana yaitu: leaflet, model buku

bergambar, benda-benda yang nyata, flipchart, poster, buku

cerita bergambar, kotak gambar gulung, poster, spanduk,

leaflet, fanel graph dan sebagainya.

3) Manfaat alat bantu pendidikan

Manfaat alat peraga menurut Machfoed & Ircham (2008) antara

lain :

a) Menimbulkan minat sasaran pendidikan.

b) Mencapai sasara lebih banyak.

c) Membantu mengatasi hambatan bahasa.

d) Merangsang sasaran pendidikan untuk melaksanakan pesan-

pesan pendidikan.

e) Membantu sasara pendidikan untuk belajar lebih banyak dan

cepat.

f) Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-

pesan yang diterima kepada orang lain.


g) Mempermudah penyampaian bahan pendidikan/informasi

oleh para pendidik/pelaku pendidikan.

h) Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran

pendidikan.

i) Mendorong keinginan orang untuk mengetahui, kemudian

lebih mendalami dan memberikan pengertian yang lebih

baik.

j) Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh.

4) Sasaran yang dicapai alat bantu pendidikan

Menurut Fitriani (2011), Menggunakan alat peraga harus didasari

pengetahuan tentang sasaran pendidikan yang akan dicapai alat

tersebut.

a) Individu atau kelompok

b) Kategori-kategori sasaran seperti kelompok umur,

pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya

c) Bahasa yang mereka gunakan

d) Adat-istiadat serta kebiasaan

e) Minat dan perhatian

f) Pengetahuan dan pengalaman mereka tentang pesan yang

akan diterima.

g. Media Penyuluhan

Menurut Notoatmodjo (2012), media penyuluhan adalah semua sarana atau

upaya untuk menampilkan pesan informasi yang ingin disampaikan oleh


komunikator sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang

akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya kearah positif terhadap

kesehatan. Tujuan media sangat diperlukan di dalam pelaksanaan

penyuluhan kesehatan antara lain adalah :

1) Media dapat mempermudah penyampaian informasi.

2) Media dapat menghindari kesalahan persepsi.

3) Media dapat memperjelas informasi.

4) Media dapat mempermudah pengertian.

5) Media dapat mengurangi komunikasi verbalistik.

6) Media dapat menampilkan objek yang tidak dapat ditangkap dengan

mata.

7) Media dapat memperlancar komunikasi.

Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan kesehatan, media ini

dibagi menjadi 3 media cetak, media elektronik dan media luar ruang.

Adapun penjelasannya yaitu:

1) Media cetak

Media ini mengutamakan pesan-pesan visual, biasanya terdiri dari

gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna. Media

iniadalah booklet, leaflet, flyer (selebaran), flip chart (lembar balik),

rubric atautulisan pada surat kabar atau majalah, poster, foto yang

mengungkapkan informasi kesehatan. Adapun kelebihan media cetak:

a) Tahan lama.

b) Mencakup banyak orang.

c) Biaya rendah.
d) Dapat dibawa kemana-mana.

e) Tidak perlu listrik.

f) Mempermudah pemahaman dan dapat meningkatkan minat belajar.

Kelemahan media cetak:

a) Tidak dapat menstimulir efek gerak dan efek suara.

b) Mudah terlipat.

2) Media elektronik

Media ini merupakan media yang bergerak dan dinamis, dapat dilihat

dan didengar dan penyampaiannya melalui alat bantu elektronika.

Macam media ini adalah televisi, radio, video film, cassette, Compact

Disk, Video Compact Disk. Seperti halnya media cetak, media

elektronik ini memiliki kelebihan antara lain:

a) Lebih mudah dipahami.

b) Lebih menarik.

c) Sudah dikenal masyarakat.

d) Bertatap muka.

e) Mengikut sertakan seluruh panca indera.

f) Penyajiannya dapat dikendalikan dan diulang-ulang serta

jangkauannya lebih besar.

Kelemahan dari media elektronik

a) Biayanya lebih tinggi.

b) Sedikit rumit.

c) Perlu listrik dan alat canggih untuk produksinya.

d) Perlu persiapanmatang.

e) Peralatan selalu berkembang dan berubah.


f) Perlu keterampilan penyimpanan dan keterampilan untuk

mengoperasikannya.

3) Media luar ruang

Media menyampaikan pesannya di luar ruang, bisa melalui media

cetak maupun elektronik misalnya papan reklame, spanduk, pameran,

banner dan televisi layar lebar. Kelebihan dari media luar ruang adalah:

a) Lebih mudah dipahami

b) Lebih menarik, sebagai informasi umum dan hiburan

c) Bertatap muka

d) Mengikut sertakan seluruh panca indera

e) Penyajian dapat dikendalikan dan jangkauannya relatif besar.

Kelemahan dari media ini adalah:

a) Biaya lebih tinggi

b) Sedikit rumit

c) Perlu alat canggih untuk produksinya

d) Persiapan matang

e) Peralatan selalu berkembang dan berubah

f) Memerlukan keterampilan penyimpanan dan keterampilan untuk

mengoperasikannya.

h. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dalam Penyuluhan

Keberhasilan suatu penyuluhan kesehatan dapat dipengaruhi oleh faktor

penyuluh, sasaran dan proses penyuluhan (Notoatmodjo, 2012). Faktor-

faktor yang mempengaruhi meliputi:


1) Faktor penyuluh, misalnya kurang persiapan, kurang menguasai materi

yang akan dijelaskan, penampilan kurang meyakinkan sasaran, bahasa

yang digunakan kurang dapat dimengerti oleh sasaran, suara terlalu

kecil dan kurang dapat didengar serta penyampaian materi penyuluhan

terlalu monoton sehingga membosankan.

2) Faktor sasaran, misalnya tingkat pendidikan terlalu rendah sehingga

sulit menerima pesan yang disampaikan, tingkat sosial ekonomi terlalu

rendah sehingga tidak begitu memperhatikan pesan-pesan yang

disampaikan karena lebih memikirkan kebutuhan yang lebih mendesak,

kepercayaan dan adat kebiasaan yang telah tertanam sehingga sulit

untuk mengubahnya, kondisi lingkungan tempat tinggal sasaran yang

tidak mungkin terjadi perubahan perilaku.

3) Faktor proses dalam penyuluhan, misalnya waktu penyuluhan tidak

sesuai denganwaktu yang diinginkan sasaran, tempat penyuluhan dekat

dengan keramaian sehingga mengganggu proses penyuluhan yang

dilakukan, jumlah sasaran penyuluhan yang terlalu banyak, alat peraga

yang kurang, metoda yang digunakan kurang tepat sehingga

membosankan sasaran serta bahasa yang digunakan kurang dimengerti

oleh sasaran.

i. Langkah-langkah dalam perencanaan penyuluhan menurut Machfoed &

Ircham (2008) antara lain:

1) Mengenal masalah, masyarakat dan wilayah.

2) Menentukan prioritas.

3) Menentukan tujuan penyuluhan.


4) Menentukan sasaran penyuluhan.

5) Menentukan isi penyuluhan.

6) Menentukan metode penyuluhan yang akan dipergunakan.

7) Memilih alat-alat peraga atau media penyuluhan yang dibutuhkan.

8) Menyusun rencana penilaiannya.

9) Menyusun rencana kerja/rencana pelaksanaannya.