Anda di halaman 1dari 16

Plasmodium sp

Plasmodium sp adalah salah satu jenis protozoa parasit yang dapat menyebabkan penyakit
malaria.

Taksonomi plasmodium

Filum : Apicomplexa

Kelas : Sporozoa

Subkelas : Cocidiidae

Ordo : Eucoccidiidae

Subordo : Haemospoidiidae

Familia : Plasmodiidae

Genus : Plasmodium

Host (Manusia dan Nyamuk)

Host pada penyakit malaria terbagi atas dua yaitu Host Intermediate (manusia) dan
Host Definitif (nyamuk). Manusia disebut sebagai Host Intermediate (penjamu sementara)
karena di dalam tubuhnya terjadi siklus aseksual parasit malaria. Sedangkan nyamuk
Anopheles spp disebut sebagai Host Definitif (penjamu tetap) karena di dalam tubuh nyamuk
terjadi siklus seksual parasit malaria

Host intermediate

Pada dasarnya setiap orang dapat terinfeksi oleh agent biologis(Plasmodium), tetapi
ada beberapa faktor intrinsik yang dapat memengaruhi kerentanan host terhadap agent yaitu
usia, jenis kelamin, ras, riwayat malaria sebelumnya, gaya hidup, sosial ekonomi, status gizi
dan tingkat immunisasi.
Host definitif

Host definitif yang paling berperan dalam penularan penyakit malaria dari orang yang
sakit malaria kepada orang yang sehat adalah nyamuk Anopheles spp betina. Hanya nyamuk
Anopheles spp betina yang menghisap darah untuk pertumbuhan telurnya.

Siklus Hidup Plasmodium

Siklus hidup Plasmodium berlangsung pada manusia dan nyamuk. Di dalam tubuh
manusia yang merupakan hospes perantara, terjadi siklus hidup aseksual yang terdiri dari
empat tahapan yaitu tahap skizogoni, tahap skizogoni eksoeritositik, tahap skizogoni
eritrositik dan tahap gametogoni.

Tahap skizogoni preeritrositik dan skizogoni eksoeritrositik berlangsung di dalam sel-


sel hati, sedangkan tahap skizogoni eritrositik dan tahap gametogoni berlangsung di dalam
sel-sel eritrosit. Pada tahap skizogoni preeritrositik, stadium sprozoit yang masuk bersama
gigitan nyamuk, mula-mula masuk dan berkembang biak di dalam jaringan sel-sel parenkim
hati. Tahap skizogoni preeritrositik berlangsung selama 8 hari pada Plasmodium vivax, 6 hari
pada Plasmodium falciparum dan 9 hari pada Plasmodium ovale. Lamanya tahap ini pada
Plasmodium malariae sukar ditentukan. Siklus preeritrositik di dalam jaringan hati pada
Plasmodium falciparum hanya berlangsung satu kali, sedangkan pada spesies lainnya siklus
ini dapat berlangsung berulang kali. Keadaan ini disebut skizogoni eksoeritrositik yang
merupakan sumber pembentukan stadium aseksual parasit yang menjadi penyebab terjadinya
kekambuhan pada malaria vivax, malaria ovale dan malaria malariae.

Tahap skizogoni eritrositik berlangsung di dalam sel darah merah (eritrosit). Tahap ini
berlangsung selama 48 jam pada Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum dan Plasmodium
ovale, sedangkan pada Plasmodium malariae berlangsung setiap 72 jam. Pada tahap ini akan
terjadi bentuk-bentuk trofozoit, skizon dan merozoit. Bentuk-bentuk tersebut mulai dijumpai
12 hari sesudah terinfeksi Plasmodium vivax, dan 9 hari sesudah terinfeksi Plasmodium
falciparum.
Multiplikasi malaria pada tahap skizogoni eritrositik akan menyebabkan pecahya sel
eritrosit yang menyebabkan terjadinya demam yang khas pada gejala klinik malaria.

Sesudah tahap skizogoni eritrositik berlangsung beberapa kali, sebagian dari merozoit
akan berkembang menjadi bentuk gametosit. Perkembangan ini terjadi di dalam eritrosit yang
terdapat di dalam kapiler-kapiler limpa dan sumsum tulang. Tahap ini disebut tahap
gametogoni yang berlangsung selama 96 jam. Gametosit tidak menyebabkan gangguan klinik
pada penderita malaria, sehingga penderita dapat bertindak sebagai karier malaria.

Di dalam tubuh nyamuk Anopheles yang bertindak sebagai hospes definitive,


berlangsung siklus hidup seksual (sporogoni). Bentuk gametosit yang terhisap bersama darah
manusia, di dalam tubuh nyamuk akan berkembang menjadi bentuk gamet dan akhirnya
menjadi bentuk sporozoit yang infektif bagi manusia.

Di dalam lambung nyamuk terjadi proses awal pematangan parasit. Dari satu
mikrogametosit akan terbentuk 4-8 mikrogamet, dan dari satu makrogametosit akan terbentuk
satu makrogamet. Fusi antara mikrogamet dengan makrogamet akan menghasilkan zigot yang
dalam waktu 24 jam akan berkembang menjadi ookinet.

Ookinet kemudian menembus dinding lambung nyamuk, masuk ke jaringan antara


lapisan epitel dan membran basal dinding lambung, berubah menjadi ookista yang bulat
bentuknya. Di dalam ookista akan terbentuk ribuan sprozoit. Jika ookista telah matang,
dindingnya pecah dan sporozoit menyebar ke berbagai organ nyamuk, terutama masuk ke
dalam kelenjar ludah nyamuk. Dalam keadaan ini nyamuk vektor Yng infektif.
Klasifikasi Plasmodium

Pada manusia terutama disebabkan oleh empat spesies utama yaitu :

1. Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana benigna/malaria vivax


2. Plasmodium falciparum, penyebab malaria tertiana maligna/ malaria tropika.
3. Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana/malaria malariae
4. Plasmodium ovale, penyebab malaria tertiana benigna/malaria ovale.

Host dan Distribusi Geografis Beberapa Parasit

Sub Genus Plasmodium Host Distribusi

Plasmodium reichenowi Chimapanzee Afrika


Afrika, Asia Selatan /
Plasmodium falciparum Manusia
Amerika Tengah
Plasmodium fieldi Kera Asia Tenggara
Plasmodium simiovale Kera Asia Tenggara
Plasmodium hylobati Kera Asia Tenggara
Plasmodium inui Kera Asia Tenggara
Plasmodium knowlesi Kera Asia Tenggara
Plasmodium coatneyi Kera Asia Tenggara
Plasmodium simium Spider Monyet Amerika Selatan
Afrika, Asia Selatan /
Plasmodium vivax Manusia
Amerika Tengah
Plasmodium cynomolgi Kera Asia Tenggara
Plasmodium gonderi Madrill Afrika
Afrika, Asia Selatan /
Plasmodium malariae Manusia
Amerika Tengah
Spider / Howler / Malam
Plasmodium brasilianum Amerika Selatan
Monyet
Plasmodium ovale Manusia Afrika
Hepatocystis sp. Bat / Primata Afrika, Asia
Plasmodium atheruri Hewan pengerat Afrika
Plasmodium vinkei Hewan pengerat Afrika
Plasmodium chabaudi Hewan pengerat Afrika
Plasmodium berghei Hewan pengerat Afrika
Plasmodium yoelii Hewan pengerat Afrika
Plasmodium mexicanum Kadal Amerika Utara
Plasmodium chiricahuae Kadal Amerika Utara
Plasmodium elongatum Burung Seluruh Dunia
Plasmodium gallinaceum Burung Asia Tenggara
Plasmodium relictum Burung Seluruh Dunia
Plasmodium floridense Kadal Karibia / Amerika Tengah
Plasmodium azurophilum Kadal Karibia / Amerika Tengah
Plasmodium faichildi Kadal Amerika Tengah
Plasmodium agamae Kadal Afrika
Plasmodium gigantum Kadal Afrika
Plasmodium mackerassae Kadal Australia

Plasmodium falciparum
Plasmodium falciparum mempunyai klasifikasi sebagai berikut :

Kingdom :Haemosporodia
Divisio :Nematoda
Subdivisio :Laveran
Kelas :Spotozoa
Ordo :Haemosporidia
Genus :Plasmodium
Species : Falcifarum
Morfologi

Perubahan morfologi P.fasciparum

1. Tropozoit muda :
Bentuk cincin dengan inti yang kecil dan sitoplasma yang halus,
Seringkala cincin mempunyai 2 inti,
Banyak sekali cincin disertai tingkat parasit yang lebih tua
2. Tropozoit Dewasa :
Vakuole cincin sering tidak ada atau hampir tidak ada,
Parasit sangat kecil dan kompak,
Sitoplasma biasanya pucat, oval, atau bulat tidak teratur.
Sebuah inti yang besar kumpulan pigmen yang berkabut atau kelompok yang sangat gelap
kira kira sebesar inti.
Biasanya hanya dijumpai pada infeksi berat saja, dimana terlihat bentuk yang banyak
jumlahnya.

3. Skizon muda :
Tingkat ini jarang terlihat dan biasanya bersama sama dengan sejumlah besar tropozoit
sedang berkembang.
Parasit sangat kecil dengan 2 inti atau lebih dan sedikit sekali sitoplasmanya sering berwarna
pucat.
Pigmen terdiri dari satu kelompok kecil atau lebih, padat dan berwarna gelap sekali

4. Skizon dewasa :
Selalu bersamaan dengan banyak bentuk cincin 7 kali,
Biasanya mempunyai kira kira 20 atau lebih merozoit kecil yang berkumpul disekitar satu
kelompok kecil, pigmen yang berwarna gelap sekali.

5. Gametosit dewasa :
Bentuk pisang atau biji kacang kedele,
Pada bagian yang tebal dari sediaan, dapat berbentuk bulat, bujur telur atau kelihatan agak
rusak,
Dapat bersama sama bentuk cincin atau tanpa cincin.

Bentuk Stadium P. falciparum dalam sediaan darah tipis


1. Tropozoit awal :
Ukuran 1/5 dari eritrosit,
Bentuk cincin sangat halus,
Kromatin titik halus sering kali dua,
Bentuk acole stadium ini tidak ada,
Pigmen pada stadium ini tidak ada.

2. Tropozoit sedang berkembang :


Jarang terlihat dalam darah perifer,
Mempunyai ukuran kecil,
Berbentuk padat,
Vakuole tidak dikenal,
Kromatin titik atau batang batang,
Berpigmen bentuk kasar.

3. Skizon Imature ( muda ) :


Jarang terlihat dalam darah perifer,
Ukuran hampir mengisi eritrosit,
Pigmen berkumpul ditengah,
Kromatin ini banyak berupa massa ireguler.

4. Skizon matur ( tua ) :


Jarang terlihat dalam darah perifier,
Ukuran hampir mengisi eritrosit,
Bentuk berpigmen,
Pigmen berkumpul ditengah.

5. Makrogametosit :
Jumlah dalam darah banyak,
Ukuran lebih besar daripada eritrosit,
Bentuk bulan sabit ujung runang/ bulat,
Sitoplasma biru tua,
Kromatin granula padat dekat pusat,
Pigmen granula hitam dan inti padat/bulat.

6. Mikrogametosit :
Waktu timbul 7 12 hari,
Jumlah dalam darah banyak,
Ukuran lebih besar daripada eritrosit,
Bentuk seperti pisang,
Sitoplasma biru kemerahan,
Kromatin granula halus tersebar,
Pigmen granula gelap tersebar.

Siklus Hidup

Perkembangan aseksual terjadi di dalm hati yang hanya menyangkut fase praeritrosit saja
(tidak fase eksoeritrosit). Bentuk didni di dalam hati adalah skizon yang berukuran 30 mikron
pada hari ke empat setelah infeksi. Dalam darah bentuk cincin stadim tropozoit muda
P.falciparum sangat kecil dan halus dengan ukuran seperenam diameter eritrosit. Pada bentuk
cincin terdapat du abutir kromtin.Bentuk cincin P.falciparum kemudian semakin
besar,berukuran berukuran seperempat dan kadang kadang hampir setengah eritrosit.

Stadium perkembangan aseksual selanjunya umumnya tidak berkembang di daerah tepi,


kecuali pada kasus berat(pernisiosa). Bentuk cincin dan tropozoit tua menghilang dari darah
tepi setelah 24 jam dan tertahan di kapiler alat alat dalm, seperti,otak, jantung, plasenta,
usus atau sumsun tulang. Dalam waktu 24 jam parasit di dalam kapiler berkembangbiak
secara skizogoni. Eritrosit yang mengandung tripozoit tua dan skizon mempunyai titik titik
kasar yang tampak jelas (titik Maurer) yang tersebar duapertiga di bagian eritrosit.

Pembentukan gametosit berlangsung di alat alat dalam.Gametosit muda mempunyai bentuk


lonjong, kemudian panjang dan akhirnya berbentuk bulan sabit sebagai gametosit matang.
Gametosit betina biasanya lebih langsing dan sitoplasmanya lebih biru denagn pulasan
Giemsa. Intinya lebih kecil dan padat,bewarna merah tua dan buitr- butir pigmen tersebar di
sekitar inti. Mikrogametosit berbentuk lebih lebar seperi sosiss. Sitoplasmanya biru pucat
agak kemerah merahan dan intinya bewarna merah muda,besar dan tidak padat,butir butir
pigmen tersebar di sitoplasma sekitar inti.
Plasmodium vivax
Morfologi

Bentuk perkembangan dari P.Vivax

1. Bentuk cincin :
Ukuran 1/3 eritrosit
Bentuk cincin tebal
Kromatin masa padat berbatas jelas
Bentuk accole kadang kadang
Pigmen tidak ada.

2. Bentuk Tropozoit :
Ukuran besar,
Bentuk sangat irregular, vakuola nyata,
Kromatin titik titik atau benang benang,
Pigmen halus, warna kuning coklat,
Penyebaran partikel halus,
Penyebaran tersebar.

3. Bentuk Skizon Imature :


Bentuk hampir mengisi seluruh eritrosit,
Bentuk sedikit amoeboid,
Kromatin banyak berupa masa ireguler,
Pigmen tersebar

4. Bentuk Skizon Mature :


Mengisi Eritrosit,
Bentuk bersegmen,
Merozoit 14 16, rata rata 16,
Ukuran sedang,
Pigmen berkumpul ditengah ( kuning coklat )
5. Bentuk Mikrogametosit :
Waktu timbul 3 5 hari,
Jumlah dalam darah banyak, ukuran mengisi eritrosit yang membesar
Bentuk bulat/ ovale dan padat,
Sitoplasma biru pucat,
Kromatin fibril dengan delondong, daerah sekitar yang tidak berwarna,
Pigmen tersebar.

6. Bentuk Makrogametosit :
Waktu timbul 3 5 hari,
Jumlah dalam darah banyak, ukuran mengisi eritrosit yang membesar,
Bentuk bulat/ovale dan padat,
Sitoplasma biru tua,
Kromatin merupakan massa padat di perifer,
Pigmen small round perifer.

Siklus hidup

Dengan tusukan nyamuk Anopheles betina sprozoit dimasukkan melalui kulit ke


peredaran darah perifer manusia;setelah kira kira setengah jam sporozoit masuk ke dalam
sel hati dan tumbuh menjadi skizon hati dan sebagian menjadi hipnozoit. Skizon hati
berukuran 45 mikron dan membentuk kira kira 10000 merozoit. Skizon hati masih dalam
daur praeritrosit atau daur eksoeritrosit primer yang berkembang biak secara aseksual dan
disebut skizon hati.

Setelah di mulai daur eksoeritrosit sekunder,merozoit dari sizon hati masuk ke


peredaran darah darah menghinggapi eritrosit dan mulai dengan daur eritrosit untuk
perkembangan pembiakan aseksual (skizogoni darah). Merozoit skizon eritrosit tumbuh
menjadi trofozoit muda yang berbentuk cincin,kira kira setertiga eritsoit,dengan pulasan
giemsa sitoplasmanya bewrna biru,inti merah,mempunyai vakuol yang besar. Eritrosit yang
dihinggapi P.vivax mengalami perubahan yaitu lebih besar,bewarna pucat,dan tampak bintik
bintik halus bewarna merah,yang bentuk dan besarnya sama dan disebut titik schuffer.
Kemudian trofozoit muda manjadi trofozoit tua yang sangat aktif sehingga sitoplasmanya
tampak berbentuk ameboid. Pigmen dari parasit ini menjadi semakin nyata dan bewarna
kuning tengguli. Skizon matang dari daur eritrosit mengandung 12 18 merozoit dan
menggisi seluruh eritrosit dengan pigmen berkumpul di bagian tengah atau pinggir. Daur
eritrosit pada P.vivax berlangsung selama 48 jam dan terjadi secaa sikron.

Setelah daur eritrosit berlangsung beberapa kali,sebagian merozoit yang tumbuh


menjadi trofozoit dapatmembentuk sel kelamin,yaitu makrogametosit dan mikrogametosit
yang bentuknya bulat, mengisi hampir seluruh eritrosit, dan masih tampak titik schuffner.
Makrigametosit( betina) mempunyai sitoplasma yang bewarna biru dengan inti kecil, padat
dan bewarna merah. Mikrogametosit (jantan) biasanya bulat, sitoplasma pucat, biru kelabu
dengan inti yang besar, pucat dan difus.Inti biasanya terletak di tengah.

Dalam nyamuk terjadi daur seksual yang berlangsung selama 16 hari pada suhu 20 0C
dan 8 9 hari pada suhu 27 0C.Di bawah 15 0
C perkembangbiakan secara seksual tidak
mungkin terjadi.

Plasmodium malariae
P.malariae disebut juga malaria kuartana karena serangan demam berulang pada tiap hari
keempat.

Morfologi

Bentuk stadium Plasmodium pada sediaan darah tebal:

1. Tropozoit muda :
Cincin lebih tebal dengan inti yang kasar dan sedikit sitoplasma yang biasanya tertutup tanpa
vakuola,
Pigmen berbentuk lebih awal,
Praktis tingkat yang lebih tua selalu ada bersama cincin ini.

2. Tropozoit sedang berkembang :


Kecil, kompak, biasanya bulat, pigmen menjadi padat gelap dengan butir butir agak kasar,
sehingga kelihatan terbenam dalam pigmen,
Fase tropozoit ini langsung lama, jadi tingkat ini adalah yang paling lazim dan paling sering
dijumpai.
3. Tropozoit dewasa :
Kompak, warna lebih tua dan ukuran lebih besar dari tingkat sebelumnya.
Pigmen yang kasar, coklat tua dan berlimpah, sering menutupi inti,
Sukar membedakannya dengan gametosit P. falciparum yang membulat atau dengan
gametosit P. malariae.

4. Skizon muda :
Sangat mirip P. vivax kecuali parasitnya yang lebih kecil,
Sering sangat kompak sehingga sulit mengenal susunan dalam dari parasit,
Biasanya bersama-sama dengan parasit tingkat lainnya,
Sukar dibedakan dengan skizon muda P.vivax.

5. Skizon tua :
Stadium yang kadang menjadi dalam sediaan darah tebal,
Dapat dijumpai dalam jumlah yang banyak dan biasanya bersama tropozoit atau skizon
muda atau kedua-duanya.

6. Gametosit muda :
Pigmen padat dan gelap, lebih sering mengumpul kadang kadang memancar,
Sama dengan P. vivax kecuali tidak begitu sering dijumpai,
Menyerupai tropozoit yang sehingga sulit untuk dibedakan.

7. Gametosit tua :
Biasanya jumlah sedikit dan agak kecil dari P. vivax,
Pigmen lebih kasar dan lebih gelap dan dapat menyerupai gametosit P. falciparum yang
membulat.
Bentuk stadium Plasmodium malariae dalam sediaan darah tipis:

1. Tropozoit awal :
Ukuran 1/3 dari eritrosit,
Berbentuk cincin padat,
Kromatin sering ditemukan suatu massa dalam cincin,
Bentuk acole tidak ada.
2. Tropozoit sedang berkembang :
Ukuran kecil, bentuk padat,
sering berbentuk barang,
vacuole tidak dikenal,
kromatin titik atau benang,
Pigmen bentuk kasar, berwarna coklat tua dan jumlahnya banyak, 6. Penyebaran gumpalan
atau batang yang tersebar.

3. Skizon immature ( muda ) :


Ukuran hampir mengisi,
Bentuk padat,
Kromatin sedikit berupa massa ireguler,
Pigmen tersebar

4. Skizon matur ( tua ) :


Ukuran hampir mengisi eritrosit,
Bentuk berpigmen,
Merozoit 6 12 dan rata rata 8,
Ukuran besar,
Pigmen berkumpul ditengah
5. Mikrogametosit :
Waktu timbul 7 14 hari,
Ukuran dalam darah sedikit,
Ukuran lebih kecil daripada eritrosit,
Bentuk bulat padat,
Sitoplasma biru pucat,
Kromatin seperti P. Vivax

6. Makrogametosit :
Waktu timbul 7 14 hari,
Jumlah dalam darah sedikit,
Ukuran lebih kecil daripada eritrosit,
Bentuk bulat padat,
Sitoplasma biru tua,
Kromatin seperti P. vivax,
Pigmen seperti P. vivax
Siklus Hidup

Skizon praeritrosit manjadi matang 13 hari setelah infeksi.Bila skizon matang ,merozoit
dilepaskan ke aliran darah tepi,siklus eritrosit aseksual di mulai dengan periodisitas 72 jam.
Stadium trofozoit muda dalam darah tepi tidak berbeda dengan P.vivax, meskipun
sitoplasmanya lebih tebal pada pulasan giemsa tampak lebih gelap. Eritrosit yang dihinggapi
P.malariae tidak membesar. Dengan pulasan khusus , pada eitrosit tampak titik titik yang
disebut titik Ziemann. Pada sediaan darah tipis,stadium trofozoit dapat melintang sepanjang
eritrosit,berbentuk pita yaitu bentuk yg khas pada P.malariae. Merozoit biasanya mempunyai
susunan yang teratur sehingga berbentuk bunga daisy atau disebut jugaroiset.

Siklus aseksual dengan periodisitas 72 jam biasanya berlangsung sinkron. Makrogametosit


mempunyai sitoplasma yang bewarna biru tua berinti kecil dan padat; mikrogametosit,
sitoplasmanya bewarna biru pucat,berinti difus dan lebih besar.Pigmen tersebar pada
sitoplasma.Daur sporogoni dalam nyamuk Anopheles memerlukan waktu rata rata 26 28
hari. Pigmen di dalam ookista berbentuk granula kasar, bewarna tengguli tua tersebar di tepi.

Plasmodium ovale
Morfologi

Perubahan morfologi P.ovale

1. Bentuk Cincin :
Ukuran 1/3 eritrosit,
Bentuk cincin padat,
Kromatin massa padat berbatas tegas,
Bentuk accole tidak ada,
Pigmen pada stadium ini tidak ada.

2. Bentuk Tropozoit sedang berkembang :


Ukuran kecil,
Bentuk padat, vakuola tidak dikenal,
Kromatin mempunyai kelompok besar irregular,
Pigmen bentuk kasar, warna kuning coklat dan jumlahnya sedang,
Penyebaran parikel kasar tersebar.

3. Bentuk Skizon Imature :


Ukuran hampir mengisi eritrosit,
Bentuk berpigmen,
Merozoit 6-12, dan rata-rata 8, ukuran besar,
Pigmen terkumpul ditengah ( kuning coklat ).

4. Bentuk Mikrogametosit :
Waktu timbul 12 14 hari,
Jumlah dalam darah sedikit,
Ukuran besar eritrosit, berbentuk bulat padat,
Sitoplasma biru pucat,
Kromatin dan pigmen seperti P. Vivax

5. Bentuk Makrogametosit :
Waktu timbul 12 14 hari,
Jumlah dalam darah sedikit,
Ukuran sebesar eritrosit berbentuk bulat padat,
Sitoplasma biru tua,
Kromatin dan pigmen seperti P. vivax
Siklus Hidup

Morfologi P.ovale mempunyai persamaan dengan P.malariae tetapi perubahan eritrosit mirip
dengan P.vivax. Trofozoit muda berukuran kira kira 2 mikron (sepertiga eritrosit). Titik
schuffner (titik james) terbentu sangat dini dan tampak jelas. Stadium trofozoitnya berbentuk
bulat dan kompak dengan granula pigmen yang lebih kasar tetapi tidak sekasar pigmen
P.malariae. Pada stadium ini eritrosit agak membesar dan sebagian besar berbentuk lonjong
dan pinggir eritrosit bergerigi pada salah satu ujung dengan titik schuffner yang menjadi lebih
banyak.
Stadium praeritrosit mempunyai periode prapaten 9 hari,skizon hati besarnya 70 mikron.
Perkembangan siklus aseksualnya berlangsung 50 jam. Stadium skizon berbentuk bulat dan
bila matang,mengandung 8 -10 merozoit yang letaknya teratur di tepi mengelilinggi granula
pigmen yang berkelompok di tengah.

Stadium gametosit betina bentuknya bulat,mempunyai inti kecil,kompak dan sitoplasma


berwarna biru. Gametosit jantan mempunyai inti difus,sitoplasma pucat kemerahan,berbentik
bulat.Siklus sporogoni dalam nyamuk Anopheles memerlukan waktu 12 14 hari pada suhu
27 0 C.