Anda di halaman 1dari 19

Elzha Geniz Rieny

25010114120011
A-2014
LAPORAN DEMO ALAT, REAGEN DAN KUMAN MIKROBIOLOGI

PENDAHULUAN

1. Osse Bulat dan Jarum Osse


Ose atau jarum inokulum terdiri dari ose lurus untuk menanam
dan ose bulat untuk menggores yang biasanya berbentuk zig-
zag. Jarum inokulum biasanya terbuat dari kawat nichrome
atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas.
Bentuk ujung jarum dapat berbentuk lingkaran (loop) dan
disebut ose atau inoculating loop/transfer loop, dan yang
berbentuk lurus disebut inoculating needle/transfer needle.
2. Lampu Bunsen (Lampu Spiritus)
Lampu Bunsen ditemukan oleh Robert Wilhlem Bunsen,
seorang profesor kimia Jerman, pada tahun 1855. Lampu
bunsen menggunakan pembakar gas yang terdiri dari katup
udara yang bisa disetel, yang diletakkan pada dasar tabung
metal. Di dasar lampu bunsen terdapat semacam kerah logam
yang bisa diputar, sehingga dapat membuka lubang di silinder
utama.
3. Pipet
Pipet mempunyai ukuran yang kecil dan biasanya terbuat dari
plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta
ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan
dalam skala tetesan kecil. Pipet tetes memiliki berbagai bentuk
ukuran mulai dari yang terkecil 1ml, hingga ukuran pipet tetes
yang paling besar yaitu 5ml.
4. Tabung Reaksi, Tabung WR, Tabung Durham, dan Rak
Tabung reaksi adalah sebuah tabung yang terbuat dari
sejenis kaca atau plastik yang dapat menahan perubahan
temperature dan tahan terhadap reaksi kimia. Tabung reaksi
ada yang dilengkapi dengan tutup ada juga yang tanpa
tutup. Terdiri dari berbagai ukuran tergantung kebutuhan. Tabung durham berbentuk
mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya lebih kecil. Penempatannya terbalik dalam
tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan sampai ada sisa udara).
Rak Tabung Reaksi digunakan untuk menempatkan tabung-tabung reaksi, baik yang
telah terisi larutan (titrasi) maupun tabung yang kosong. Rak biasanya terbuat dari kayu
atau plastik, dengan jumlah lubang dan ukuran diameter lubang tabung yang bervariasi.
5. Cawan Petri
Penemu cawan petri adalah Julius Richard Petri pada tahun
1877, yang sebelumnya frustrasi saat menggunakan berbagai
alat untuk perkembangbiakan kultur. Cawan petri (petri dish)
adalah wadah bulat dangkal, terbuat dari kaca atau plastik
yang memiliki tutup, dan menjadi kelengkapan vital di
laboratorium.
6. Tabung Erlenmayer
Tabung Erlenmeyer atau biasa disebut
Erlenmeyer flask adalah sebuah tabung yang
memiliki bentuk kerucut dibagian atasnya. Di
salah satu sisi dari tabung terdapat tanda yang
menunjukkan volume ukuran isi tabung, dan
memiliki spot yang dapat diberi label dengan
pensil. Bentuk leher dan mulut tabung
Erlenmeyer dibuat menyempit bertujuan agar Erlenmeyer flask dapat mudah dipegang,
mengurangi penguapan dan dapat di tutup dengan mudah. Sedangkan dasar permukaan
yang rata membuatnya fleksibel untuk diletakkan dimanapun. Tabung erlenmayer terbuat
dari kaca borosilikat.
7. Objek Glass dan Deck Glass
Objek Glass berbentuk persegi panjang dengan
bahan kaca yang transparan dan juga sangat tipis.
Deck Glass berbentuk persegi. Terbuat dari kaca,
dan lebih tipis dari pada kaca objek. Kaca ini
berukuran lebih kecil darpi pada kaca objek.
8. Beaker Glass
Beker secara umum berbentuk silinder dengan dasar
yang bidang dan tersedia dalam berbagai ukuran, mulai
dari 1 mL sampai beberapa liter. Beker dapat terbuat
dari kaca (umumnya kaca borosilikat ataupun dari
plastik). Beker yang digunakan untuk menampung zat
kimia yang korosif seperti asam atau zat-zat lainnya
yang sangat reaktif biasanya terbuat dari PTFE ataupun
bahan-bahan yang reaktivitasnya rendah. Beker dapat
ditutup dengan kaca pengamat untuk mencegah kontaminasi dan penyusutan zat.
9. Stirer Magnetik
Magnetic Stirrer merupakan suatu alat yang digunakan untuk pengadukan cairan kimia
sehingga membantu proses homogenisasi. Alat ini adalah perangkat laboratorium yang
menggunakan putaran medan magnet untuk memutar stir bars yang direndam dalam
cairan juga berputar sehingga dapat mengaduk cairan.
10. Bahan Cat Zn
Zn A Carbol Fuchzui adalah campuran fenol dan
fuchsin dasar yang digunakan dalam prosedur
pewarnaan sederhana (satu macam zat warna) pada
bakteri. Carbol fuchsin merupakan komponen dari Ziehl
Neelsen. Zn B Alkohol Asam, Pewarnaan ini
ditujukan terhadap bakteri yang mengandung lemak
dalam konsentrasi tinggi sehingga sukar menyerap zat
warna, namun jika bakteri diberi zat warna khusus
misalnya karbol fukhsin melalui proses pemanasan,
maka akan menyerap zat warna dan akan tahan diikat tanpa mampu dilunturkan oleh
peluntur yang kuat sekalipun seperti asam-alkohol. Karena itu bakteri ini disebut bakteri
tahan asam (BTA). Nama kimia dari Zn C Methylen Blue adalah Methylthioninum
Chloride; 3,7-Bis(dimethylamino) phenazathionium chloride trihydrate dengan struktur
kimia C16H18CIN3S,3H2O 4. Zn C Methylen Blue merupakan pewarna thiazine yang
kerap digunakan sebagai bakterisida dan fungsida pada akuarium. Selain itu digunakan
untuk pengamatan bakteri dalam jangka waktu yang singkat.
11. Bahan Cat Gram
Carbol Gentian Violet berfungsi
sebagai penahan zat warna ungu pada
bakteri yang di cat dalam tubuh bakteri.
Meskipun telah didekolorisasi dengan
alkohol atau aseton tubuh bakteri itu
tetap berwarna ungu meskipun disertai
dengan pengecatan oleh zat warna
kontras, warna ungu itu tetap
dipertahankan. Iodium Lugol, pertama
kali dibuat pada tahun 1829, adalah suatu larutan dari unsur iodium dan kalium iodida
dalam air, dinamakan sesuai dengan dokter Perancis J.G.A. Lugol. larutan ini merupakan
sumber dari unsur iodium bebas yang efektif, yang mudah dihasilkan dari ekuilibrasi
antara molekul-molekul unsur iodium dan ion triodida dalam larutan tersebut. Alkohol
dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekul-molekulnya maupun dengan air. Hal ini
dapat mengakibatkan titik didih maupun kelarutan alkohol dalam air cukup tinggi. Selain
dipengaruhi oleh ikatan hidrogen, kelarutan alkohol juga dipengaruhi oleh panjang
pendeknya gugus alkil, banyaknya cabang dan banyaknya gugus hidroksil yang terikat
pada atom karbon. Air Fuchzin atau rosanilin hidroklorida adalah suatu zat warna
magenta dengan rumus kimia C H N HCl. Fuchsine menjadi magenta ketika dilarutkan
dalam air; sebagai zat padat, ia berbentuk kristal hijau gelap.
12. Reagen EMB
Media EMB adalah media selektif untuk bakteri gram
negatif. Media ini adalah campuran dari dua zat warna, yaitu
eosin dan metilen blue dalam rasio 6:1. media EMB agar
adalah media isolasi untuk membedakan bakteri
Enterobacteriaceae. Media Eosin Methylene Blue Agar ini
mempunyai keistimewaan mengandung laktosa.

13. Reagen ENDO


Persenyawaan utama dalam media ini adalah laktosa, Na-s\ulfat dan fiksin-busa. Sifat
pertumbuhan koloni pada EA adalah koloni besar-besar, elevasi cembung, smooth dan
berwarna merah tua metalik.
14. Reagen Nutrien Agar
Media Nutrien Agar merupakan media sederhana yang
dibuat dari ekstrak daging sapi, pepton, dan agar. Untuk
komposisi nutrien agar adalah ekstrak daging sapi 10g,
pepton 10g, NaCl 5g, air desitilat 1.000ml, dan 15 g
agar/L. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan
disterilisasi dengan autoklaf pada 121C selama 15 menit.
Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.
15. Reagen Macconkey Agar
Mac Conkey agar termasuk dalam media selektif
dan diferensial bagi mikroba. Jenis mikroba
tertentu akan membentuk koloni dengan ciri
tertentu yang khas apabila ditumbuhkan pada
media ini. Persenyawaan utama dalam media ini
adalah laktosa, garam empedu, dan merah netral
sebagai indikator warna.
16. Reagen Mueller Hinton Agar
Meuller Hinton Agar digunakan pada tes
antibakteri terutama bakteri aerob dan facultative
anaerobic bacteria untuk makanan dan materi
klinis. Media ini mengandung sulfonamida,
trimethoprim, dan pertumbuhan pathogen yang
memuaskan.
17. Reagen Plate Count Agar
Plate Count Agar (PCA) atau yang juga sering
disebut Standard Methods Agar merupakan
sebuah media pertumbuhan mikroorganisme yang
umum digunakan untuk menghitung jumlah
mikroorganisme total yang terdapat pada setiap
sample makanan, produk susu, air limbah dan
sample-sample lainnya yang biasanya
menggunakan metode Total Plate Count.
18. Reagen Sabouraud 4% Dextrose Agar
Sabouraud agar adalah jenis agar yang mengandung
peptones. Sabouraud agar dikembangkan untuk mendukung
penelitian dermatofit, yang membutuhkan masa inkubasi
yang lama (minggu) dan di fokuskan pada bakteri dan
jamur yang menyebabkan lesi kulit, dan ia
mengembangkan banyak agars dan teknik untuk kultur
cetakan patogen dan ragi, seperti dermatofita dan
Malassezia. Hal ini digunakan untuk mengolah dermatofit
dan jenis-jenis jamur, dan juga dapat tumbuh bakteri
berserabut seperti Norcardia.
19. Reagen SS (Salmonellae dan Shigellae) Agar
Salmonella Shigella (SS) agar merupakan media agar
diferensial yang digunakan untuk mengisolasi
Enterobacteriaceae patogen, khususnya Salmonella spp dan
Shigella spp dari makanan, alat-alat kesehatan lain, dan
bahan percobaan klinik. Aksi penghambat pada bakteri
koliform dan gram positif dilakukan oleh campuran garam
bile dan briliant green pada medium. Sodium sitrat
menghambat bakteri gram-positif. Beberapa Salmonella dan Proteus spp menghasilkan
bulatan hitam di tengah koloni sebagai hasil produksi gas H2S.
20. Reagen Triple Sugar Ion Agar
Agar tiga besi gula (TSI) merupakan media diferensial
yang mengandung laktosa, sukrosa, sejumlah kecil
glukosa (dekstrosa), besi sulfat, dan indikator pH fenol
merah. Seperti dengan fenol merah kaldu fermentasi,
jika suatu organisme dapat memfermentasi salah satu
dari tiga gula hadir dalam medium, medium akan
berubah kuning. Jika suatu organisme hanya dapat memfermentasi dekstrosa, jumlah kecil
dekstrosa dalam medium digunakan oleh organisme dalam sepuluh pertama jam inkubasi.
Setelah itu, reaksi yang menghasilkan asam beralih di daerah aerobik miring, dan
menengah di daerah-daerah berubah merah, menunjukkan kondisi basa. Wilayah
anaerobik miring, seperti pantat, tidak akan kembali ke keadaan alkali, dan mereka akan
tetap kuning.
21. Reagen Brain Heart Infusion (BHI)
Bahan utama BHI terdiri dari beberapa jaringan hewan yang
ditambah pepton, buffer posfat, dan sedikit dekstrosa. Adanya
penambahan karbohidrat memungkinkan bekteri dapat
menggunakannya langsung sebagai sumber energi. Kandungan
dalam BHI yaitu, Nutrien substrat, Glukosa, NaCl, Dinatrium
hydrogen phospat. Hasil positif dari penggunaan BHI ini yaitu
media akan berubah menjadi keruh.
22. Reagen Brilliant Green Lactose Bile (BGLB)
Media BGLB merupakan media yang akan berwarna hijau
metalik jika terdapat reaksi fermen dengan media. Warna ini
berasal dari adanya koloni Coliform yang bereaksi
dengan BGLB. Larutan BGLB terbuat dari:Peptone 10 g,
laktosa 10 g, Oxgall 20 g, Brilliant green 0, 0133 g,
Aquades 1 lt.
23. Reagen Thiosulfate Citrate Bile Salt Agar (TCBS)
TCBS adalah medium selektif yang digunakan untuk isolasi
spesies vibrio dari spesimen berak (stoll) yang mengandung
bakteri campuran. Agar TCBS mengandung Na. Sitrat, Na.
Tiosulfat, dan ox-gall (10% larutan) yang bersama-sama
menghambat pertumbuhan beberapa bakteri gram-positif
kokus dan gram-negatif batang yang normal ada dalam berak.
24. Reagen Simmons Citrat Agar (SMC)
Simmons Citrate Agar adalah reagen yang digunakan untuk
membedakan golongan Enterobacteriaceae berdasarkan
penggunaan sitrat sebagai sumber karbon. Serta reagen yang
digunakan unuk membedakan mikroorganisme berdasarka
pemanfaatan sitrat.
25. Reagen Kalium Hydroxid
Kalium Hidroksida adalah senyawa yang berwujud putih atau
kristal tak berwarna. Kalium hidroksida muncul akibat adanya
reaksi dengan air. Kalium hidroksida termasuk dalam senyawa
pelarut. Sebuah senyawa yang umum untuk melarutkan benda padat, cair, dan gas. Kalium
hidroksida sangat berbahaya.
26. Reagen Blood Agar
Blood agar terdiri dari bahan dasar yang mengandung 5% darah
domba. Lisis butir darah merah terlihat sebagai wilayah jernih di
sekitar koloni. Bila proses lisis sempurna, akan terlhat di wilayah
yang benar-benar jernih dan jenis hemolisisnya disebut beta
hemolisis. Bila proses lisis tidak sempura dan media berwarna
kehijauan maka jenis hemolisisnya disebut alpha Hemolisis.
Bakteri yang tidak mampu melisiskan butir darah dan tidak
menyebabkan perubahan nyata pada media tersebut disebut gama Hemolisis.
27. Reagen Lactose Broth
Komposisi per liter dari Lactose Broth terdiri dari Beef extract
3gram, Peptone 5gram, Lactose 5gram. Kegunaan atau manfaat
dari masing-masing komponen pada lactose broth yaitu peptone
dan beef extract merupakan sumber nutrisi esensial untuk
metabolisme bakteri. Sedangkan fungsi dari laktosa yaitu sumber
karbohidrat untuk bakteri melakukan fermentasi. Jika terbentuk
gas, maka proses fermentasi telah terjadi. Hal itu menandakan adanya coliform di dalam
sample tersebut.
28. Reagen Xylol Z.A / Xylene GR
Dalam buku Inggris biasa diseb ut xylene, dalam
bahasa jerman disebut xylol, nama kimianya 1,2 dimethyl
benzena, dengan rumus kimianya adalah C8H10 atau dapat
dituliskan dengan C6H4CH3CH3. Xylol memiliki sifat zat cair
mudah menguap, mudah terbakar, melarutkan lemak, plastik,
resin, tidak tercampur dengan air, dapat
merusak kulit.
29. Media Indol, Simmon Citrat, dan
TSIA
Dalam media biakan, Indol menumpuk sebagai
produk buangan. Reagens bereaksi dengan indol
dan menghasilkan senyawa yang tidak larut
dalam air dan berwarna merah pada permukaan medium. Untuk uji ini digunakan media
semi padat yang kaya akan triptofan. Untuk melihat adanya indol dapat digunakan
beberapa reagens yaitu Kovacs, Gore, Ehrlich dan Ehrlich-Bohme. Semua reagens
tersebut mengandung para-dimetil-aminobenzaldehida. Simmons Citrate. Penggunaan
hasil sitrat dalam penciptaan karbonat dan bikarbonat sebagai produk sampingan,sehingga
meningkatkan pH medium.Peningkatan pH kemudian menyebabkan perubahan warna
pada indikator biru Bromothymol, mengubahnya biru. Dalam kondisi asam berubah warna
kuning.Perubahan warna ini berguna karena pertumbuhan di Simmons Citrate Agar sering
terbatas dan akan sulit untuk mengamati jika bukan karena perubahan warna.Mendeteksi
pertumbuhan pada Simmons Citrate Agar tanpa perubahan warna yang menyertainya
menjadi biru , hal ini kemungkinan besar karena cukup inkubasi.Entah kombinasi warna
biru dan pertumbuhan atau pertumbuhan saja tanpa warna biru harus mencetak gol
sebagai positif untuk tes penggunaan sitrat. Reaksi positif ditandai dengan pertumbuhan
pada miring dengan warna biru intens (reaksi alkali).Reaksi negatif adalah ditunjukkan
dengan penghambatan pertumbuhan miskin tanpa perubahan warna ( medium masih
hijau) . Uji Triple Sugar Iron agar (TSIA) merupakan metode yang digunakan untuk
melihat kemampuan mikroorganisme dalam memfermentasikan gula. Medium TSIA
mengandung 3 macam gula, yaitu glukosa, laktosa, dan sukrosa, terdapat juga indikator
fenol merah, serta FeSO4 untuk memperlihatkan pembentukan H2S yang ditunjukkan
dengan adanya endapan hitam.
30. Media MacConkey
Mac Conkey Agar adalah salah satu jenis media yang
digunakan untuk identifikasi mikroorganisme. Media ini akan
menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dengan adanya
garam empedu yang akan membentuk kristal violet. Bakteri
gram negatif yang tumbuh dapat dibedakan dalam
kemampuannya memfermentasikan laktosa. Koloni bakteri yang memfermentasikan
laktosa berwarna merah bata dan dapat dikelilingi oleh endapan garam empedu. Endapan
ini disebabkan oleh penguraian laktosa menjadi asam yang akan bereaksi dengan garam
empedu.Bakteri yang tidak memfermentasikan laktosa biasanya bersifat patogen.
Golongan bakteri ini tidak memperlihatkan perubahan pada media. Ini berarti warna
koloninya sama dengan warna media. Warna koloni dapat dilihat pada bagian koloni yang
terpisah.
31. Media Proteus
Amoeba proteus, sebelumnya Chaos diffluens,
adalah amoeba yang berhubungan dekat
dengan amoeba raksasa. Amoeba proteus
masuk kedalam Rhizopodam, filum Sarcodina.
Amoeba proteus memiliki pseudopodia untuk
bergerak. Amoeba proteus memiliki cairan yang lebih pekat dibanding lingkungannya,
namun demikian organisme ini tidak mengalami lisis. Hal ini disebabkan karena
organisme tersebut memiliki organel yang berfungsi sebagai osmoregulator.
32. Kuman Salmonella
Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat
yang menyebabkan tifoid, paratifoid, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies salmonella
dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella adalah penyebab
utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases). Penyakit
yang disebabkan oleh salmonella disebut salmonellosis. Tiga jenis utama dari S. Enterica
adalah S. Typhi, S. Typhimurium, S. Enteritidis.
33. Kuman TSIA Indol E. Coli
E. coli merupakan salah satu bakteri gram
negative (-) bentuk basil. Pada uji fermantasi
gula-gula kali ini dengan menggunakan media
TSIA, E coli memberikan hasil positif asam pada
bagian lereng dan dasar (media berwarna kuning).
Hal tersebut bissa terjadi karena bakteri E. coli
memiliki enzim betagalaktosidase dan sukrase yang dapat memecah laktosa menjadi
glukosa dan galaktosa serta memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Setelah
semuanya menjadi gula sederhana, maka E. coli dapat melakukan proses fermentasi.
Selain itu juga terbentuk gas namun negative H2S karena tidak mampu mendesulfurasi
asam amino dan methion yang akan menghasilkan H2S.
34. Kuman Alkali Genes
Alcaligenes merupakan bakteri psikrofil yang dapat
bertahan pada kisaran temperatur rendah, sehingga
dapat bertahan dalam mengkontaminasi produk-
produk pangan seperti ikan, susu, daging, telur.
Kontaminasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya proses pembusukan pada temperatur
dingin, dan juga menimbulkan penyakit pada manusia. Cara penanganan dan pencegahan
terbaik dari bakteri ini adalah dengan sanitasi yang baik dan penanganan fisik berdasar
sifat bakteri tersebut, yaitu pemanasan (pasteurisasi/sterilisasi). Alcaligenes ditemukan
diberbagai lokasi termasuk lingkungan tanah dan air .
35. Kuman E. Coli Isolasi Media MC
media yang sering digunakan secara umum dalam
pengembangbiakan E.coli adalah VRBA (Violet Red
Bile Agar). Agar VRBA mengandung violet kristal
yang bersifat basa, sedangkan sel mikroba bersifat
asam. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati.
Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E.coli.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak, pepton, NaCl,
empedu, glukosa, neutral red, kristal violet, agar. Campuran garam bile dan kristal violet
menghambat bakteri gram positif. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang
mendukung pertumbuhan bakteri. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Neutral red
sebagai indikator pH. Agar merupakan agen pemadat.
36. Kuman Staphylococcus
Staphylococcus merupakan bakteri gram positif yang dapat
menimbulkan infeksi ringan seperti bisul, jerawat, infeksi luka
ataupun infeksi berat seperti pneumonia, mastitis, plebitis,
meningitis, infeksi saluran kemih, osteomielitis, dan
endokarditis. Bakteri Staphylococcus dapat berada di kulit
manusia sehat, karena sebagian bakteri Staphlococcus
merupakan bakteri flora normal yang berada di kulit manusia.
37. Kuman Bentuk Batang Gram Negatif
Bakteri gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal
violet sewaktu proses pewarnaan Gram, sehingga akan berwarna merah bila diamati
dengan mikroskop. Ciri-ciri gram negative antara lain struktur dinding selnya tipis, sekitar
10-45mm, berlapis tiga atau multi layer dinding selnya mengandung lemak lebih banyak
(11-22%), peptidoglikan terdapat dalam lapisan kaku, sebelah dalam dengan jumlah
sedikit 10% dari berat kering, tidak mengandung asam laktat, kurang rentan terhadap
senyawa penisilin, tidak resisten terhadap gangguan fisik. Contohnya adalah Salmonella
38. Kuman Colony Counter
Colony counter adalah alat untuk menghitung jumlah koloni bakteri atau mikroorganisme.
Bakteri yang dihitung disini adalah bakteri yang masih hidup.Dimana cara pengerjaannya
adalah dengan melakukan pengeceran dari mediumbakteri misalnya sampai 3 kali dalam
tabung reaksi. Kemudian ditanam bakteri, lalu diinkubasikan dalam alat inkubator. Setelah
itu dihitung koloni yang tumbuh.Alat ini dilengkapi dengan skala atau kuadran yang
sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak.
39. Sterilisasi
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan memasukkan medium yang
ingin disterilkan, selanjutnya penutup otoklaf dipasang dan
sekrup dikencangkan. Keran pengatur tempat keluar uap air
dibiarkan tetap terbuka hingga semua udara terdesak keluar.
Apabila sterilisasi telah selesai otoklaf dibiarkan tekanan turun
hingga nol. Kran uap air dibuka secara perlahan. Jangan
membuka kran uap untuk nmempercepat turunnya tekanan, tunggu sampai tekanan
menunjukkan angka nol.
40. Timbangan Manual dan Timbangan Elektrik
a. Timbangan Manual
Timbangan manual adalah jenis timbangan yang
bekerja secara mekanis dengan sistem pegas.
Biasanya jenis timbangan ini menggunakan
indikator berupa jarum sebagai penunjuk ukuran
massa yang telah terskala. Salah satu contoh
timbangan manual adalah Neraca Ohaus dua lengan
b. Timbangan Elektrik
Timbangan elektronik/elektrik biasa digunakan untuk
menimbang bahan praktikum dengan dengan tingkat
ketelitian yang tinggi. Range yang dipakai antara 0,01 g
sampai 0,0001 g. Prinsip kerjanya yaitu meletakkan bahan
pada timbangan tersebut kemudian melihat angka yang
tertera pada layar, dan angka itu merupakan berat dari bahan yang ditimbang

41. Kuman Enterobacter Isolasi Media MC


Kuman Enterobacter isolasi media MCmengandung
arti proses pengambilan mikroorganisme dari
lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam
suatu medium di laboratorium.
42. Kuman Klebsiella Isolasi Media MC
Klebsiella pada media Mac Conkey memiliki ciri-ciri
pertumbuhan yaitu memiliki koloni besar-besar,
smooth, cembung, berwarna merah muda sampai
merah bata bersifat mucoid yakni pada saat koloni diambil dengan ose akan kelihatan
molor seperti tali atau benan (elastic).
43. Minyak Immersionoil

Minyak Immersionoil merupakan minyak rendam


lensa. Minyak Immersion adalah minyak transparan
yang memiliki karakteristik optik dan viskositas
khusus yang diperlukan untuk digunakan dalam mikroskop.
44. Spectroquant Thermoreactor TR 320
Spectroquant Thermoreactor TR 320 adalah salah satu COD
Reactor yang digunakan bersama dengan spectroquant
Nova 60 untuk melakukan analisa Chemical Oxygen
Demand (COD).

45. Laminary Air Flow


Laminar Air Flow merupakan suatu alat yang
digunakan dalam pekerjaan persiapan bahan
tanaman, penanaman, dan pemindahan
tanaman dari sutu botol ke botol yang lain
dalam kultur in vitro. Alat ini diberi nama
Laminar Air Flow Cabinet, karena meniupkan
udara steril secara kontinue melewati tempat kerja sehingga tempat kerja bebas dari, debu
dan spora-spora yang mungkin jatuh kedalam media, waktu pelaksanaan penanaman.
BAB II
KESIMPULAN

1) Ose bulat untuk melakukan streak di permukaan agar sedangkan jarum ose berfungsi saat
membelah agar untuk preprasi Heinrichs Slide Culture
2) Lampu bunsen sebagai sumber panas untuk memanaskan alat atau bahan
3) Pipet untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil
4) Tabung reaksi sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia
5) Cawan petri sebagai wadah untuk perkembangan kultur sel, bakteri, serta virus yang
hendak diteliti
6) Tabung Erlenmeyer untuk mengukur dan mencampur bahan-bahan analisa
7) Obyek glass dan Deck glass digunakan sebagai tempat menaruh/menempelkan benda
yang ingin diobservasi.
8) Beaker glass untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan
9) Magnetic Stirrer untuk pengadukan cairan kimia
10) Carbol fuchsin digunakan sebagai pewarna untuk mendeteksi bakteri tahan asam, Alkohol
Asam yaitu untuk melunturkan alkohol asam dan pewarnaan, Methylen Blue untuk
pembuatan preparat, pengamatan bakteri, pengamatan sel
11) Carbol Gentinan violet untuk menentukan bakteri gram positif atau negatif, Lugol sebagai
uji indikator atas adanya pati dalam senyawa organik, Alkohol sebagai desinfektan, Air
Fuchzin untuk mewarnai bakteri dan disinfektan
12) Reagen EMB, media isolasi untuk membedakan bakteri Enterobacteriaceae
13) Reagen ENDO, media untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli
14) Reagen Nutrien Agar, media untuk budidaya bakteri dan penghitungan organisme dalam
air, limbah, kotoran dan bahan lainnya
15) Reagen MacConkey Agar, media untuk identifikasi mikroorganisme
16) Reagen Mueller Hinton, media untuk tes antibakteri terutama bakteri aerob dan facultative
anaerobic bacteria
17) Reagen Plate Count Agar, media untuk menghitung jumlah mikroorganisme total
18) Reagen Sabouraud Agar, media untuk pertumbuhan jamur dan menghambat pertumbuhan
bakteri
19) Reagen SS (Salmonellae dan Shigellae), media untuk mengisolasi Enterobacteriaceae
patogen, khususnya Salmonella spp dan Shigella spp
20) Reagen Triple Sugar Iron Agar, media untuk membedakan enterics berdasarkan
kemampuan untuk mengurangi sulfur dan fermentasi karbohidrat
21) Reagen Brain Heart Infusion (BHI), media untuk pertumbuhan berbagai macam bakteri
baik dalam bentuk cair maupun agar
22) Reagen Brilian Green Lactose Broth ( BGLB), media untuk mendeteksi bakteri coliform
(Gram negatif)
23) Reagen TCBS, media untuk isolasi spesies vibrio dari spesimen berak (stoll) yang
mengandung bakteri campuran
24) Reagen Simmons Citrate Agar, media untuk membedakan golongan Enterobacteriaceae
dan mikroorganisme
25) Reagen Kalium Hydroxid, media sebagai bahan pereaksi
26) Reagen Blood Agar, media untuk menumbuhkan mikroorganisme sulit dikembangbiakkan
dan membedakan mikroorganisme yang melisis atau tidak melisis butir darah merah
27) Reagen Lactose Broth, media untuk menumbuhkan Salmonella dan bakteri koliform
28) Reagen Xylol untuk melarutkan kana balsam, menjernihkan preparat histologi,
membersihkan minyak imersi pada lensa
29) Media Indol digunakan dalam indetifikasi bakteri dengan cara yang cepat, Media Simon
Citrate untuk diferensiasi mikroorganisme, Media TSIA untuk mengidentifikasi mikroba
dari bakteri
30) Media Ma Conkey, media selektif deferensial untuk melihat kemampuan bakteri dalam
mefermentasi glukosa
31) Amoeba Proteus untuk dekomposer atau pengurai sisa organisme
32) Kuman salmonella menyebabkan penyakit salmonellosis dan tifus
33) Kuman TSIA Indol E.coli, Percobaan ini digunakan untuk membuktikan E. coli
merupakan bakteri gram positif (+) atau gram negative () dengan menggunakan media
Indol atau TSIA.
34) Kuman Alkali Genes menyebabkan terjadinya proses pembusukan pada temperatur
dingin, dan juga menimbulkan penyakit pada manusia
35) Kuman E.Coli isolasi media MC digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri
Enterobactericeae
36) Kuman Staphylococcus menyebabkan infeksi ringan seperti bisul, jerawat dan infeksi berat
seperti pneumonia, mastitis, plebitis, meningitis, infeksi saluran kemih, osteomielitis, dan
endokarditis
37) Kuman Bentuk Batang Gram Salmonella menyebabkan enteritis, infeksi sistemik, dan demam
enterik
38) Colony Counter untuk mempermudah perhitungan koloni yang setelah diinkubasi di
dalam cawan
39) Sterilisasi untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium
40) Timbangan manual dan Timbangan elektrik untuk menimbang bahan praktikum
41) Kuman Enterobacter tidak menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan
42) Kuman Klebsiella
43) Minyak Immersionoil sebagai bahan untuk memperjelas pengamatan pada saat
menggunakan lensa objektif
44) Spectroquant Thermoreactor TR 320 untuk melakukan analisa Chemical Oxygen Demand
(COD)
45) Laminary Air Flow sebagai ruangan untuk pengerjaan secara eseptis
DAFTAR PUSTAKA

http://sholeh-alamak.blogspot.com/2010/11/alat-alat-kimia-beserta-fungsinya.html
https://www.facebook.com/169393199830849/photos/pb.169393199830849.-
2207520000.1408983236./468150433288456/?type=1&permPage=1
http://en.wikipedia.org/wiki/Oil_immersion
http://service-mikroskop.blogspot.com/2009/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-
none.html
https://www.scribd.com/doc/79535757/PRAKTIKUM-II-Penglab
http://ripanimusyaffalab.blogspot.com/2010/01/metode-pembuatan-sediaan-fiksasi.html
http://analiskesehatan-indonesia.blogspot.com
http://yu2n-sevenfoldism.blogspot.com/2012/04/uji-biokimia-bakteri.html
Koser, S.A. (1923). "Utilization of the salts of organic acids by the colon-aerogenes
group.". Journal of Bacteriology 8: 493520.
http://ajindo-mamaaji.blogspot.com/2011/01/kuliah-media.html
http://analiskesehatan-indonesia.blogspot.com/2011/03/media-bag-3-bakteriologi.html
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Uji_TSIA
http://teenozhealthanalyst.blogspot.com/2012/04/gambar-hasil-identifikasi-klebsiella.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Mac_Conkey_Agar
jurusanbiologi.blogspot.com/2014/06/ciri-ciri-amoeba-proteus.html
id.wikipedia.org/wiki/Amoeba_proteus
www.pustakasekolah.com/bakteri-salmonella.html
http://www.austincc.edu/microbugz/citrate_test.php
http://www.slideshare.net/siskhakuroba/media-bglb
http://ruangkinaryadaluang.blogspot.com/2011/01/media-dan-reagensia.html
http://www.neogen.com/Acumedia/pdf/ProdInfo/7156_PI.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Simmons'_citrate_agar
http://www.amazine.co/27090/kalium-k-fakta-sifat-kegunaan-efek-kesehatannya/
http://nutzleviosa.wordpress.com/
http://www.wedaran.com/18554/fungsi-kalium-dan-manfaat-senyawa-terkait/
http://yazhid28bashar.blogspot.com/2013/05/makalah-pembuatan-media-ba-ca-na-
ssa.html
http://www.mediaagar.com/blog/lact/ose-broth
http://lactosebroth.weebly.com
wikipedia.org/wiki/Mac_Conkey_Agar
http://www.mediaagar.com/blog/plate-count-agar/
http://dianaph.blogspot.com/2012/06/tugas-ku-media-pertumbuhan-mikroba.html
http://www.austincc.edu/microbugz/triple_sugar_iron_agar.php
http://n1nt1.blogspot.com/2010/11/media-bagian-1.html
http://ajindo-mamaaji.blogspot.com/2011/01/kuliah-media.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Beker
http://wanibesak.wordpress.com/2010/10/10/beberapa-alat-dalam-laboratorium/
http://en.wikipedia.org/wiki/Carbol_fuchsin
http://karieeen.wordpress.com/2007/06/18/metil-biru-methylene-blue/
http://www.breederkoi.com/article/article_detail.asp?id=28
http://www.informasiobat.com/methylene%20blue
http://adesahy.blogspot.com/2011/09/pewarnaan-gram.html
Menurut (Depkes RI, 1997) dan (Pelczar dan Chan, 1988)
http://maksumprocedure.blogspot.com/2012/04/media-eosin-methilene-blue.html
http://desijumanti.blogspot.com/2013/07/media-emb-eosin-methylene-blue-agar.html
http://yazhid28bashar.blogspot.com/2013/05/makalah-pembuatan-media-ba-ca-na-
ssa.html
http://comalcomelayucomala.blogspot.com/2013/04/nutrient-agar.html
Anonim, Mengenal alat-alat kesehatan dan kedokteran. Departemen Informasi Obat:
Jakarta.
Djide Naksir, penuntun praktikum mikrobiologi dasar. Jurusan Farmasi universitas
Hasanuddin:Makassar. 2006
Entjang E. Mikrobiologi dan Parasitologi. PT. Atra Aditya Bakti. Bandung, 2000
Plazar , Michael. J. Dasar-Dasar Mikrobiologi, Ui press. Jakarta 1984.
Lay, Bibiana W., (1994), Analisis Mikroba di Laboratorium, PT RajaGrafindo Persada :
Jakarta.
Dwidjoseputro, D., (1990), Dasar-dasar Mikrobiologi, Djambatan : Malang.
Suriawiria, Unus, (1986), Pengantar Mikrobiologi Umum, Angkasa : Bandung.
Hadioetomo, Ratna S., (1990), Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek, PT Gramedia :
Jakarta.
Lay, Bibiana W dan Sugyo H., (1992), Mikrobiologi, CV. Rajawali : Jakarta.
Djide, Natsir, (2005), Penuntun Praktikum Instrumentasi Mikrobiologi farmasi Dasar,
Jurusan Farmasi Universitas Hasanuddin : Makassar.
http://www.alatlabor.com/article/detail/52/apa-fungsi-pipet-pada-laboratorium-
http://smpplklatenscienceclub.wordpress.com/2011/12/06/peralatan-laboratorium-terbuat-
dari-kaca-glassware/

http://www.amazine.co/26523/apa-itu-cawan-petri-penemu-berbagai-kegunaannya/

https://www.scribd.com/doc/70871913/